LAPORAN OBSERVASI LAPANGAN PERKEMBANGAN DAN PROSES PEMBELAJARAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (SUATU OBSERVASI LAPANGAN DI SDLB DESA LABUI, KECAMATAN BAITURRAHMAN, KOTA BANDA ACEH)

Qathrinnida, (2014) LAPORAN OBSERVASI LAPANGAN PERKEMBANGAN DAN PROSES PEMBELAJARAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (SUATU OBSERVASI LAPANGAN DI SDLB DESA LABUI, KECAMATAN BAITURRAHMAN, KOTA BANDA ACEH). In: International Counseling Conference and Work, 13-15 Sep 2014, Medan.

[img]
Preview
Text
Fulltext.pdf - Published Version

Download (753kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Fulltext.pdf - Published Version

Download (753kB) | Preview

Abstract

Pendidikan khusus (pendidikan luar biasa) merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental dan sosial. Anak berkebutuhan khusus adalah individu yang dalam perkembangannya mengalami hambatan, gangguan, kelambatan atau memiliki faktor-faktor resiko sehingga untuk mencapai perkembangan optimal diperlukan penanganan atau intervensi khusus. Keadaan inilah yang menuntut pemahaman terhadap hakikat anak berkebutuhan khusus. Keragaman anak berkebutuhan khusus terkadang menyulitkan guru dalam upaya mengenali jenis dan pemberian layanan pendidikan yang sesuai. Tujuan dari penelitian pendahuluan (observasi) ini adalah untuk melihat kondisi dan perkembangan, proses pembelajaran, pelaksanaan bimbingan dan konseling serta interaksi langsung anak berkebutuhan khusus dengan lingkungan sekitarnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa-siswi berkebutuhan khusus dan para guru di SDLB Desa Labui, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah analisis deskriptif yang menggambarkan dan menginterpretasikan data hasil penelitian secara menyeluruh dan mendalam. Hasil observasi menunjukkan bahwa berbeda klasifikasi ABK, maka berbeda pula kondisi, perkembangan, dan interaksinya langsung dengan lingkungan. Begitu halnya dalam proses pembelajaran, para guru menempatkan ABK sesuai dengan kondisi fisik/psikologis serta perkembangan mereka. Dalam proses bimbingan dan konseling, guru-guru hanya memberikan bimbingan dan arahan sesuai dengan kondisi siswa. Para guru juga mengadakan pertemuan dengan orangtua siswa untuk informasi perkembangan ABK di sekolah. Bagi guru yang baru ditugaskan ke sekolah, pada awalnya sedikit mendapatkan kesulitan mengerti, memahami dan memperlakukan ABK. Diharapkan kepada pihak sekolah dan para guru untuk megikuti berbagai pelatihan agar memperoleh pengetahuan yang memadai dalam memahami dan menangani ABK baik dalam proses pembelajaran maupun dalam pelaksaan bimbingan dan konseling.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Keywords: Tuna netra; Tuna rungu; Tuna grahita; Tuna daksa; Pembelajaran; Anak berkebutuhan khusus
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF173 Psychoanalysis
L Education > L Education (General)
L Education > LB Theory and practice of education
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Bimbingan dan Konseling
Depositing User: Mrs Harly Christy Siagian
Date Deposited: 10 Jun 2016 07:41
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/4767

Actions (login required)

View Item View Item