PENINGKATAN KOMPETENSI MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN

Rahmulyani, and Lubis, Zuraida and Zulhaini, (2011) PENINGKATAN KOMPETENSI MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN. Research Report. FIP Unimed.

[img]
Preview
Text
Fulltext.pdf - Published Version

Download (11MB) | Preview

Abstract

Mata Kuliah Program Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan kegiatan yang wajib dilakukan mahasiswa Unimed termasuk mahasiswa jurusan Bimbingan dan Konseling (BK). Dalam prakteknya mahasiswa bertindak sebagai konselor dalam merencanakan dan melaksanakan layanan konseling terhadap siswa di sekolah. Matakuliah ini merupakan mata kuliah wajib yang di ikuti mahasiswa pada semester VI. Sebelum mengikuti PPL mahasiswa disyaratkan lulus sejumlah mata kuliah pokok jurusan Bimbingan dan Konseling. Kegiatan PPL merupakan proses belejar dalam menerapkan wawasan, pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap melalui berbagai kegiatan pelayanan profesi konselor yang disesuaikan dengan tuntutan perkembangan dan masalah siswa dalam kehidupan sekolah. Melalui kegiatan ini mahasiswa PPL dilatih dan dibekali dengan kebiasaan dan kemampuan menyelenggarakan program bimbingan dan Konseling dalam 9 jenis layanan. Mata kuliah ini memiliki bobot 6 SKS yang dilakukan seluruhya di lapangan (sekolah) dengan melibatkan guru pamong dari sekolah dan dosen pembimbing darijurusan BK. Praktek pelaksanaan PPL selama ini dilakukan secara konvensional sesuai dengan Buku Pedoman Program Pengalaman Lapangan Bimbingan dan Konseling yang berlaku Universitas Negeri Medan dan belum ada Buku Khusus Pedoman PPL Mahasiswa BK Berbasis Karakter, padahal Unimed telah memproklamirkan diri menjadi Universitas Pembangun Karakter. Oleh karena itu, penelitian tindakan perlu dilakukan melalui mata kuliah PPL untuk mengetahui efektivitas pembentukan karakter mahasiswa BK melalui PPL menuju mahasiswa BK berkarakter yang diinginkan Unimed. Tujuan pcnelitian ini adalah untuk: (a) memperoleh gambaran kompetensi mahasiswa BK dalam melaksanakan layanan program BK selama PPL, dan (b)mengetahui bagaimana implementasi pendidikan karakter pada mahasiswa BK yang melakukan PPL. Universitas Negeri Medan sejak tahun 2010 perguruan tinggi pertama di Indonesia yang telah mencanangkan diri sebagai Character Building University. Karakter yang dipilih adalah enam dengan rinciannya. Enam pilar karakter (the six pillars of character) dimaksud meliputi kejujuran (trustworthiness), rasa hormat (respect), tanggung jawab (responsibility), keadilan (fairness), kepedulian (caring), dan warga negara yang baik (good citizenship) (http://www.character.org). Enam pilar ini merupakan dasar untuk mengetahui karakter seseorang benar atau salah. Dengan menjelaskan makna enam pilar tesebut dan memberikan contoh-contoh dalam kehidupan, sejarah, atau suatu berita merupakan suatu cara pembentukan karakter, yang dalam pelaksanaannya dapat diintegrasikan dalam suatu proses pendidikan, baik pendidikan dasar, menengah, maupun pendidikan tinggi. Upaya pendidikan karakter harus segera diimplementasikan menjadi budaya dan mewarnai iklim akademik tidak dapat ditunda lagi, karena persoalan krisis karakter sudah begitu memprihatinkan. Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian ini, maka rancangan penelitian yang dipergunakan adalah Penelitian Tindakan. Adapun rancangan (desain) Penelitian Tindakan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan model Kemmis dan McTaggart. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Bimbingan dan Konseling (BK)UN IMED yang sedang melaksanakan Program Pengalaman Lapangan Terpadu (PPLT) tahun pelajaran 2011/2012. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan dengan diawali kegiatan pra tindakan, yaitu dari bulan September 2011 kemudian dilanjutkan sampai bulan Nopember 2011. Penelitian ini di laksanakan di 18 buah SMP, 5 buah SMA dan 3 buah SMK tempat mahasiswa jurusan BK melaksanakan PPLT di wilayah Kabupaten Langkat dan Kota Binjai. Skenario kegiatan penelitian terdiri dari Perencanaan Tindakan, Pelaksanaan Tindakan, Observasi dan refleksi. Pada perencanaan peneliti bersama DPL (secara kolaboratif) mempersiapkan: tes kompetensi Pra PPL, pembekalan kepada mahasiswa BK yang akan melaksanakan PPL, memberikan pembekalan kepada dosen pembimbing dan guru pamong tentang instrumen, rencana penanaman karakter sesuai dengan tema layanan BK, menyiapkan format Satlan dan Jumal KK, menyusun angket dan instrumen observasi, dan mempersiapkan kelengkapan lain yang diperlukan dalam rangka analisis data. Pelaksanaan tindakan disesuaikan dengan selling tindakan yang telah ditetapkan dalam Satlan BK (mirip RPP). Secara operasional tindakan dalam proses pelayanan dilaksanakan oleh tim peneliti dibantu oleh DPL dan guru pamong yang berperan sebagai penilai. Penilaian terhadap pemberian layanan yang dilakukan mahasiswa dilaksanakan sejak awal pembelajaran hingga kegiatan pembelajaran berakhir. Pelaksanaan tindakan dilakukan dalam dua siklus dengan alokasi waktu persiklus adalah empat (4) minggu. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi: (a) melaksanakan observasi softskill yang dilaksanakan di sekolah latihan, melakukan pengenalan kondisi awal karakter yang akan ditanamkan, mendampingi mahasiswa menyusun Satlan dn Jurnal Kegiatan, mahasiswa melaksanakan pelayanan BK berbasis karakter sesuai jadwal, melakukan observasi dan penilaian akhir. Instrumen pengumpulan data yang dipergunakan sebagai bahan penilaian terhadap aktivitas mahasiswa adalah menggunakan instrument pengumpulan data yang telah dipersiapkan, seperti lembar observasi (pengamatan) dan lembar penilaian. Oleh sebab itu teknik penilaian yang dipergunakan disesuaikan dengan objek yang dinilai dan disesuaikan dengan tujuan penilaian. Tahap pengamatan dilaksanakan peneliti bersama DPL dan guru pamong untuk melakukan pengamatan terhadap aktivitas proses pelayanan BK yang dilakukan mahasiswa kepada siswa. Observasi (pengamatan) tersebut dilakukan untuk mengenali, merekam dan mengumpulkan data dari setiap komponen karakter dalam proses pelayanan siswa selama berlangsungnya kegiatan PPL di sekolah latihan. Adapun fungsi dilakukannya observasi (pengamatan) tersebut adalah untuk mengetahui sejauh mana perhatian dan aktivitas proses pelayanan BK berbasis karakter yang diinginkan Unimed. Adapun instrumen yang dipergunakan untuk melakukan observasi (pengamatan) tersebut adalah lembar penilaian yang telah ditetapkan peneliti. Objek dilakukannya observasi (pengamatan) itu adalah sikap dan perilaku mahasiswa dalam proses pelayanan BK. Refleksi merupakan kegiatan analisis sintesis, interpretasi dan eksplanasi (penjelasan) terhadap semua data atau informasi yang dikumpulkan dari penelitian tindakan yang dilaksanakan. Data yang telah terkumpul kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan analisis dan interpretasi, sehingga dapat diketahui akan hasil dari pelaksanaan tindakan yang dilakukan. Hasil analisis dan interpretasi tersebut dijadikan sebagai bahan untuk melakukan evaluasi sehingga dapat diketahui akan berhasil tidaknya terhadap tindakan yang telah dilaksanakan dengan tujuan yang diharapkan. Target akhir yang ingin dicapai melaluikegiatan ini adalah meningkatnya kompetensi mahasiswa BK dalam melaksanakan bimbingan Konseling berbasis enam karakter yang dicanangkan UNIMED selama mahasiswa mengikuti PPL. lndikator kinerja mencerminkan pcncapaian tujuan dandapat merupakan indikator proses atau indikator dampak (outcomes). Indikator dampak yang dapat digunakan, adalah (1) minimal 80% mahasiswa BK memiliki jurnal JKKK dan JKBK yang yang komprehensif, dan (2) peningkatan penguasaan kompetensi mahasiswa BK berbasis karakter dilihat dari observasi dan penilaian akhir PPL BK minimal 20%. Penelitian menyimpulkan sebagai berikut. Pertama, Pemilikan keenam karakter yang diinginkan berada pada kategori rendah (rentang 0-100%), hal ini ditandai dengan rata-rata pemilikan karakter responsibility dan citizenship sebesar 43,70%, disusul respect dan fairness sebesar 42,59% dan 42,22%, serta yang paling rendah adalah trusworthines dan caring yaitu sebesar 41, 11%. Kedua, Dari delapan pembinaan karakter mahasiswa PPL, yang paling menonjol dilakukan DPL adalah menjadi model/contoh langsung dalam bersikap dan berprilaku, mengingatkan langsung kepadama hasiswa karakter yang salah kurang tepat sudah benar, dan menganjurkan merealisasikan pengembangan karakter yang diperoleh selama kuliah. Sementara itu,yang paling menonjol dilakukan Guru Pamong adalah menganjurkan merealisasikan pengembangan karakter yang diperoleh selama kuliah, mengingatkan langsung kepada mahasiswa karakter yang salah kurang tepat/sudah benar, dan menyarankan agar belajar kepada orang lain. Ketiga, Pemilikan keenam karakter yang diinginkan dimiliki mahasiswa BK selama PPL berada pada kategori sedang (rentang 0-100%). Pemilikan karakter yang diinginkan telah meningkat dari 42,41% menjadi 58,14%. Persentase peningkatan kepemilikan karakter ini adalah 37,13%, yang berarti telah melebihi 20% (sesuai kategori keberhasilan tindakan). Keempat, Dari temuan data penelitian ini, diketahui bahwa selama masa pembinaan karakter mahasiswa (8 kali pertemuan) oleh DPL dan GP ternyata tingkat perubahan karakter belum menunjukkan hasil yang maksimal terutama dalam karakter Trustworthiness dan karakter Respect. Kecenderungan hal tersebut terjadi disebabkan oleh kurangnya pemahaman DPL dan GP terhadap materi karakter yang perlu diperoleh dan dikembangkan serta implementasi pelaksanaannya di lapangan. Kelima, Penelitian tentang pembinaan karakter mahasiswa BK melalui PPL dalam memberikan pelayanan RK kepada mahasiswa masih memerlukan pembinaan yang serius dari pihak Unimed. Hal ini disebabkan mahasiswa masih belum mengetahui model tertentu dalam penerapan karakter yang dicoba untuk dihayati oleh mahasiswa. Keenam, Strategi yang perlu dibuat dalam pembinaan karakter mahasiswa BK adalah: ada model yang dapat ditiru dari dosen selama kuliah, ada model yang dapat ditiru dari lingkungan lokasi PPL selama berlatih di sekolah tempat latihan, ada model yang dapat ditiru dari dosen pembimbing lapangan, dan ada atribut yang jelas tentang didikan karakter yang dapat diterima sebelurn mulai kegiatan PPL. Berdasarkan kesimpulan penelitian ini, maka disampaikan saran-saran kepada UPPL Unimed agar DPL khusus BK perlu ditetapkan dan semua DPL BK sebaiknya menguasai lebih dalam tentang pendidikan karakter dan cara mengimplementasikannya bagi mahasiswa PPL yang sedang berpraktek di lapangan; dan agar ada atribut yangjelas tentang didikan karakter yang dapat diterima sebelum mulai kegiatan PPL melalui Buku Panduan PPL BK Berkarakter. Kepada Jurusan BK FIP Unimed perlu menyusun model pembinaan karakter mahasiswa BK melalui berbagai mata kuliah yang relevan sebelum mereka melaksanakan kegiatan PPL; dan kepada Guru Pamong di Sekolah Latihao, perlu diinformasikan kepada Guru Pamong melalui Buku Panduan Pelaksanaan PPL BK berbasis karakter bahwa mahasiswa BK perlu dibina sesuai dengan karakter yang diinginkan Unimed.

Item Type: Monograph (Research Report)
Call Number: 370.4 Rah p
Keywords: Sistem pembelajaran; Kurikulum; Konseling; Pendidikan karakter; Pengalaman lapangan
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF636 Applied psychology
L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education
L Education > LC Special aspects of education > LC251 Moral education. Character building
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Bimbingan dan Konseling
Depositing User: Mrs Harly Christy Siagian
Date Deposited: 21 Sep 2016 19:17
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/19926

Actions (login required)

View Item View Item