TRADISI ADAT PENCARIAN JODOH (MANPASIR) PADA MASYARAKAT ETNIS GAYO DI KECAMATAN RIKIT GAIB KABUPATEN GAYO LUES

Yanti, Rosida (2015) TRADISI ADAT PENCARIAN JODOH (MANPASIR) PADA MASYARAKAT ETNIS GAYO DI KECAMATAN RIKIT GAIB KABUPATEN GAYO LUES. Undergraduate thesis, UNIMED.

[img]
Preview
Text
1. NIM. 3111522003 COVER.pdf - Published Version

Download (55kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. NIM. 3111522003 APPROVAL SHEET.pdf - Published Version

Download (553kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. NIM. 3111522003 ABSTRACT.pdf - Published Version

Download (51kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. NIM. 3111522003 PREFACE.pdf - Published Version

Download (323kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. NIM. 3111522003 TABLES OF CONTENT.pdf - Published Version

Download (249kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. NIM. 3111522003 ILLUSTRATION.pdf - Published Version

Download (49kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. NIM. 3111522003 LIST OF TABLES.pdf - Published Version

Download (49kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. NIM. 3111522003 CHAPTER I.pdf - Published Version

Download (587kB) | Preview
[img]
Preview
Text
12. NIM. 3111522003 CHAPTER V.pdf - Published Version

Download (210kB) | Preview
[img]
Preview
Text
13. NIM. 3111522003 BIBLIOGRAPHY.pdf - Published Version

Download (37kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah awal pelaksanaan tradisi pencarian jodoh (Manpasir), proses pelaksanaan tradisi pencarian jodoh (Manpasir), serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pergeseran adat pencarian jodoh (Manpasir), dengan mengambil lokasi penelitian di Desa Rempelam Kecamatan Rikit Gaib Kabupaten Gayo Lues. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi lapangan, wawancara, serta dokumentasi, dan penelitian ini memakai subjek dan objek penelitian sebagai pengganti dari sampel dan populasi. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 15 (lima belas) orang. Pemilihan informan tersebut didasarkan karena mereka lebih paham mengenai tradisi adat pencarian jodoh (Manpasir), budaya setempat serta mereka merupakan asli penduduk masyarakat Gayo Lues dari sejak lahir hingga saat ini menetap di Desa Rempelam Kecamatan Rikit Gaib. Hasil penelitian ini adalah tradisi adat pencarian jodoh (Manpasir) pada masyarakat etnis Gayo di Kecamatan Rikit Gaib Kabupaten Gayo Lues sudah mengalami perubahan yang disebabkan oleh beberapa hal yaitu komunikasi, migran, pendidikan dan konflik dalam masyarakat. Sebagai kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa tradisi pencarian jodoh (Manpasir) dapat dilakukan dengan beberapa tahap. Tahapan permulaan, pada tahap ini terdiri dari empat bagian dan setiap bagian memiliki perbedaan, yaitu: Kusik, Sisu, Pakok, dan Peden. Tahap Persiapan, sedangkan pada tahapan persiapan ini juga terbagi atas empat bagian juga, yaitu: Risik, Rese, Kono, dan Kinte. Tahap Pelaksanaan (Puncak Acara), Dalam pelaksanaan acara juga dapat dibagi menjadi empat bagian, yaitu: Beguru, Nyerah, Bejege, dan Mah Bai (Naik Rempele). Hal yang mempengaruhi pergeseran nilai adat Manpasir yaitu komunikasi, migran, pendidikan, dan konflik dalam masyarakat. Akibat dari hal tersebut menyebabkan terjadinya pergeseran nilai adat pencarian jodoh pada masyarakat etnis Gayo Lues yang awalnya dilaksanakan secara tradisional beralih dengan cara yang lebih modern lagi. Keywords : Masyarakat Gayo Lues di Desa Rempelam , Tradisi Manpasir.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionNameNIP
Thesis advisorSupsiloani, 197104302005012001
Call Number: SK-2015 ANTRO 004
Keywords: Masyarakat Gayo Lues Di Desa Rempelam; Tradisi Manpasir
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology > GN537 Ethnic groups and races
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Antropologi
Depositing User: Mrs Cecilia Tampubolon
Date Deposited: 02 Sep 2016 04:13
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/18523

Actions (login required)

View Item View Item