ANALISIS BAHASA TUTURAN DALAM MANGUPA PADA PERKAWINAN BATAK MANDAILING

Parinduri, Liza Padillah (2013) ANALISIS BAHASA TUTURAN DALAM MANGUPA PADA PERKAWINAN BATAK MANDAILING. Undergraduate thesis, UNIMED.

[img]
Preview
Text
1. 208212021 Cover.pdf - Published Version

Download (52kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. 208212021 Lembar Pengesahan.pdf - Published Version

Download (787kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. 208212021 Abstrak.pdf - Published Version

Download (310kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. 208212021 Kata Pengantar.pdf - Published Version

Download (315kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. 208212021 Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (266kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. 208212021 Bab I.pdf - Published Version

Download (494kB) | Preview
[img]
Preview
Text
10. 208212021 Bab V.pdf - Published Version

Download (166kB) | Preview
[img]
Preview
Text
11. 208212021 Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (127kB) | Preview

Abstract

Acara Mangupa adalah suatu acara dimana kedua pengantin diberikanupah-upah atau nasehat yang di dalamnya terdapat tuturan-tuturan. Pada masasekarang ini penggunaan bahasa pada acara Mangupa kurang kental bahasa batak Mandailingnya. Oleh sebab itu, bahasa tuturan pada acara mangupa perlu dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan jenis, fungsi,dan konteks tuturan pada acara mangupa dalam perkawinan Batak Mandailing. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian diadakan di Desa Pasar Huristak, Kecamatan Huristak, Kabupaten Padang Lawas selamakurang lebih satu bulan yaitu pertengahan bulan Juli sampai pertengahan bulan Agustus 2013. Sumber data adalah tuturan yang disampaikan pada acara mangupa. Data dikumpulkan dengan teknik rekam. Hasil penelitian yang ditemukan adalah sebagai berikut: 1) berdasarkan jenisnya, terdapat 16 tuturan imperative, 14 tuturan optative, 16 tuturan asertive,dan 2 tuturan exclamatory serta tidak terdapat jenis tuturan interogatif dalam tuturan ini. Hal ini sesuai dengan jenis acara yang mewadahi terjadinya tuturan tersebut, yaitu acara pernikahan; 2) berdasarkan fungsinya, semua tuturan yangdisampaikan pada acara mangupa adalah tuturan regulatory; 3) dari segikonteksnya, semua tuturan pada acara mangupa terjadi pada pagi hari di rumah pengantin pria dengan situasi yang serius. Ada pun penuturnya adalah petuah adat, kahanggi, anak boru dan mora. Sedangkan kedua pengantin hanya berperan sebagai pendengar. Dampak yang diharapkan dari pertuturan tersebut secara umum adalah agar pengantin menjadi pribadi yang baik dalam membina rumah tangga. Tuturan-tuturan tersebut merupakan percakapan satu arah. Tuturan disampaikan secara halus, lugas, dan dengan bahasa yang serius dan semi formal. Hal ini dikarenakan acara mangupa merupakan acara adat yang serius, namunbersifat kekeluargaan. Penutur menyampaikan tuturan melalui bahasa lisan

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionNameNIP
Thesis advisorDaulay, Syahnan195808311986011002
Call Number: 808.507 1 Par a
Keywords: Analisis; Pragmatik; Bahasa tuturan; Pernikahan batak mandailing; Mangupa; Asal usul; Pemimpin dan peserta.
Subjects: P Language and Literature > PL Languages and literatures of Eastern Asia, Africa, Oceania > PL5051 Malayan (Indonesia) languages
P Language and Literature > PN Literature (General) > PN4001 Oratory. Elocution, etc.
Divisions: Fakultas Bahasa dan Seni > Sastra Indonesia
Depositing User: Mrs Gusti Lisa Utami
Date Deposited: 02 Sep 2016 04:13
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/16742

Actions (login required)

View Item View Item