Harahap, Ari Sandhy Pranata (2026) Analisis Simulasi Kondisi Ekstrem Dengan Wet And Dry Test Terhadap Performa Mekanik Aspal Beton Geopolimer Dengan Alkali Aktivator NaOH Dan Na₂SiO₃ Menggunakan Limbah Pengerukan Pelabuhan. Undergraduate thesis, UNIMED.
5213550011_Cover.pdf
Download (184kB)
5213550011_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (421kB)
5213550011_Abstrak.pdf
Download (238kB)
5213550011_Kata_Pengantar.pdf
Download (250kB)
5213550011_Daftar_Isi.pdf
Download (160kB)
5213550011_Daftar_Tabel.pdf
Download (34kB)
5213550011_Daftar_Gambar.pdf
Download (33kB)
5213550011_Daftar_Lampiran.pdf
Download (34kB)
5213550011_BAB_I.pdf
Download (401kB)
5213550011_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5213550011_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (753kB)
5213550011_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5213550011_BAB_V.pdf
Download (191kB)
5213550011_Daftar_Pustaka.pdf
Download (251kB)
5213550011_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh siklus wet–dry terhadap performa mekanik aspal beton geopolimer yang memanfaatkan fly ash dan sedimen hasil pengerukan pelabuhan sebagai material alternatif. Pemanfaatan kedua material tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketahanan campuran aspal beton sekaligus mendukung pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan. Campuran geopolimer dibuat menggunakan larutan alkali aktivator natrium hidroksida (NaOH) dan natrium silikat (Na₂SiO₃) dengan variasi molaritas NaOH sebesar 8 M, 10 M, dan 12 M serta rasio Na₂SiO₃:NaOH sebesar 1:1 dan 2:1. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen di laboratorium. Benda uji aspal beton geopolimer dibuat sesuai variasi campuran, kemudian diberikan perlakuan siklus wet–dry sebanyak 6 dan 12 siklus untuk mensimulasikan kondisi lingkungan tropis yang mengalami pergantian musim hujan dan kemarau secara berulang. Selanjutnya, pengujian kuat lentur dilakukan menggunakan metode Three-Point Bending untuk mengevaluasi performa mekanik campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah siklus wet–dry menyebabkan penurunan nilai kuat lentur pada seluruh variasi campuran akibat degradasi ikatan dalam struktur material. Campuran dengan molaritas NaOH 8 M dan rasio Na₂SiO₃:NaOH sebesar 1:1 menghasilkan performa terbaik. Nilai kuat lentur rata-rata mencapai 2,43 MPa setelah 6 siklus dan menurun menjadi 2,24 MPa setelah 12 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan fly ash dan sedimen hasil pengerukan pelabuhan sebagai material geopolimer berpotensi meningkatkan ketahanan aspal beton terhadap pengaruh siklus basah–kering sehingga dapat menjadi alternatif material perkerasan jalan yang lebih berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | aspal beton geopolymer; fly ash; sedimen hasil pengerukan pelabuhan; kuat lentur; Three-Point Bending, wet–dry cycle |
| Subjects: | T Technology > TH Building construction |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Pendidikan Teknik Bangunan |
| Depositing User: | Mrs Siti Nurbaidah |
| Date Deposited: | 29 Oct 2026 07:21 |
| Last Modified: | 29 Oct 2026 07:21 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/69529 |
