Berutu, Ahmad Fadli Akbar (2025) Analisis Emisi Gas dan Energi Panas Hasil Pembakaran Biomassa Tempurung Kelapa, Bambu dan Kardus Dalam Reaktor Insinerator. Diploma thesis, UNIMED.
5203520017_Cover.pdf
Download (53kB)
5203520017_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (1MB)
5203520017_Abstrak.pdf
Download (170kB)
5203520017_Kata_Pengantar.pdf
Download (202kB)
5203520017_Daftar_Isi.pdf
Download (90kB)
5203520017_Daftar_Tabel.pdf
Download (210kB)
5203520017_Daftar_Gambar.pdf
Download (210kB)
5203520017_Daftar_Lampiran.pdf
Download (194kB)
5203520017_BAB_I.pdf
Download (201kB)
5203520017_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (561kB)
5203520017_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (544kB)
5203520017_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (843kB)
5203520017_BAB_V.pdf
Download (197kB)
5203520017_Daftar_Pustaka.pdf
Download (61kB)
5203520017_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (194kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik emisi gas dan energi panas hasil pembakaran biomassa tempurung kelapa, bambu, dan kardus menggunakan reaktor insinerator tipe fixed bed. Biomassa tersebut dipilih karena mudah diperoleh, memiliki nilai kalor berbeda, dan berpotensi sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Penelitian dilakukan secara eksperimental di Workshop Teknik Mesin Universitas Negeri Medan dengan dua variasi massa bahan (1 kg dan 2 kg) serta tiga tingkat tekanan udara (20M³/H - 30M³/H dan 40m ³/h). Parameter yang diamati meliputi suhu ruang bakar (T1), suhu gas buang (T2), serta emisi gas buang berupa karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2), dan nitrogen oksida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tekanan udara menyebabkan kenaikan suhu pembakaran dan penurunan kadar CO, yang menandakan pembakaran semakin sempurna. Suhu tertinggi diperoleh pada bahan tempurung kelapa sebesar 910°C untuk massa 1 kg dan 1215°C untuk massa 2 kg pada tekanan udara 40°C. Tempurung kelapa menghasilkan kadar CO terendah (54–59 ppm) dan CO2 tertinggi (13,2–13,6%), menandakan efisiensi pembakaran paling tinggi. Sementara itu, kardus menghasilkan suhu dan efisiensi terendah, sedangkan campuran tempurung kelapa, bambu, dan kardus (1:1:1) menunjukkan hasil menengah yang stabil. Secara keseluruhan, urutan efisiensi pembakaran adalah Tempurung Kelapa > Campuran 1:1:1 > Bambu > Kardus, dengan kadar masih berada di bawah ambang batas aman menurut KLHK (2008).
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Keywords: | Biomassa; Emisi Gas; Energi Panas; Tempurung Kelapa; Reaktor Insinerator |
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknik > D3 Teknik Mesin |
| Depositing User: | Mrs Siti Nurbaidah |
| Date Deposited: | 29 Oct 2026 03:38 |
| Last Modified: | 29 Oct 2026 03:38 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/69501 |
