Marpaung, Tamara Angelsky (2026) Hubungan Durasi Paparan Sinar Matahari dan Asupan Vitamin D dengan Kejadian ISPA Pada Jemaat Gereja AFY Kota Medan. Undergraduate thesis, UNIMED.
5222240001_Cover.pdf
Download (45kB)
5222240001_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (436kB)
5222240001_Abstrak.pdf
Download (209kB)
5222240001_Kata_Pengantar.pdf
Download (151kB)
5222240001_Daftar_Isi.pdf
Download (234kB)
5222240001_Daftar_Tabel.pdf
Download (117kB)
5222240001_Daftar_Gambar.pdf
Download (32kB)
5222240001_Daftar_Lampiran.pdf
Download (37kB)
5222240001_BAB_I.pdf
Download (379kB)
5222240001_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (957kB)
5222240001_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (899kB)
5222240001_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5222240001_BAB_V.pdf
Download (199kB)
5222240001_Daftar_Pustaka.pdf
Download (237kB)
5222240001_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi masalah kesehatan global dengan prevalensi lebih dari 5% populasi dunia. Di Indonesia, ISPA masih sering ditemukan pada kelompok usia produktif. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian ISPA adalah rendahnya durasi paparan sinar matahari dan asupan vitamin D. Paparan sinar matahari berperan dalam sintesis vitamin D yang berfungsi sebagai imunomodulator untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi saluran pernapasan. Vitamin D berperan dalam meningkatkan produksi peptida antimikroba seperti cathelicidin yang membantu tubuh melawan mikroorganisme penyebab infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan durasi paparan sinar matahari dan asupan vitamin D dengan kejadian ISPA pada jemaat Gereja AFY Kota Medan. Penelitian dilaksanakan di Gereja AFY Kota Medan pada bulan Mei–Juli 2026. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh jemaat berusia 18–59 tahun sebanyak 206 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 69 responden. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Data penelitian dikumpulkan menggunakan Sun Exposure Questionnaire untuk mengukur durasi paparan sinar matahari, Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) Vitamin D untuk mengukur asupan vitamin D, dan kuesioner Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 untuk mengukur kejadian ISPA. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif, uji Chi-Square, dan uji regresi logistik binomial. Berdasarkan hasil analisis uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara durasi paparan sinar matahari dengan kejadian ISPA (p = 0,040) dan asupan vitamin D dengan kejadian ISPA (p = 0,031) pada taraf signifikansi α=0,05. Hasil analisis regresi logistik binomial menunjukkan bahwa durasi paparan sinar matahari (p = 0,031; OR = 3,160) dan asupan vitamin D (p = 0,024; OR = 3,919) berhubungan signifikan dengan kejadian ISPA. Responden dengan durasi paparan sinar matahari yang kurang berpeluang 3,160 kali mengalami ISPA, sedangkan responden dengan asupan vitamin D yang kurang berpeluang 3,919 kali mengalami ISPA. Variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian ISPA adalah asupan vitamin D. Penelitian ini menunjukkan pentingnya kecukupan durasi paparan sinar matahari dan asupan vitamin D dalam pencegahan ISPA.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | asupan vitamin D; durasi paparan sinar matahari; ISPA |
| Subjects: | T Technology > TX Home economics > TX341 Nutrition. Foods and food supply |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Gizi |
| Depositing User: | Mrs Siti Nurbaidah |
| Date Deposited: | 22 Oct 2026 01:51 |
| Last Modified: | 22 Oct 2026 01:51 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/69314 |
