Harahap, Rika Sylvia FAKTOR PENYEBAB PERMUKIMAN KUMUH DI KELURAHAN MABAR KECAMATAN MEDAN DELI KOTA MEDAN. Undergraduate thesis, UNIMED.
3201131014_Cover.pdf
Download (191kB)
3201131014_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (209kB)
3201131014_Abstrak.pdf
Download (548kB)
3201131014_Kata_Pengantar.pdf
Download (180kB)
3201131014_Daftar_Isi.pdf
Download (217kB)
3201131014_Daftar_Gambar.pdf
Download (169kB)
3201131014_Daftar_Tabel.pdf
Download (172kB)
3201131014_Daftar_Lampiran.pdf
Download (171kB)
3201131014_BAB_I.pdf
Download (396kB)
3201131014_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (732kB)
3201131014_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (451kB)
3201131014_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (723kB)
3201131014_BAB_V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
3201131014_BAB_VI.pdf
Download (270kB)
3201131014_Daftar_Pustaka.pdf
Download (280kB)
Abstract
Permukiman kumuh merupakan permasalahan perkotaan yang berkaitan erat dengan tekanan kependudukan, kondisi sosial ekonomi, serta keterbatasan infrastruktur lingkungan. Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan merupakan salah satu wilayah yang mengalami permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab terbentuknya permukiman kumuh di Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan. Penelitian ini dilaksanakan di Lingkungan XI Kelurahan Mabar pada bulan Oktober 2025.
Populasi penelitian adalah seluruh kepala keluarga yang bermukim di kawasan permukiman kumuh sebanyak 325 KK, dengan jumlah sampel 65 KK. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fisik permukiman di Lingkungan XI Kelurahan Mabar telah memenuhi karakteristik permukiman kumuh berdasarkan indikator fisik. Kondisi bangunan gedung ditandai oleh ketidakteraturan dan kepadatan yang tinggi, dengan 29 rumah (44,6%) tidak teratur dan seluruh bangunan (100%) tidak memiliki jarak antarbangunan, meskipun kualitas bangunan tergolong baik pada 52 rumah (80%). Jalan lingkungan tersedia menuju seluruh rumah, namun 46% berada dalam kondisi kurang baik. Penyediaan air minum dan pengelolaan air limbah telah terpenuhi dengan baik pada seluruh rumah tangga (100%), sedangkan kondisi drainase masih buruk meskipun tersedia di seluruh rumah. Pengelolaan persampahan dan proteksi kebakaran berada dalam kondisi buruk pada seluruh rumah (100%).
Faktor utama terbentuknya permukiman kumuh berasal dari aspek nonfisik. Kepadatan penduduk yang tinggi, yaitu 2.101 jiwa pada luas 3,17 hektar, menimbulkan tekanan terhadap lahan dan infrastruktur. Kondisi sosial ekonomi masyarakat ditandai oleh tingkat pendidikan rendah hingga menengah, dominasi pekerjaan sektor informal, serta 93,8% responden berpendapatan di bawah UMK. Selain itu, seluruh responden menempati lahan dengan status legalitas tidak resmi. Secara keseluruhan, permukiman kumuh di Kelurahan Mabar terbentuk akibat kombinasi faktor kependudukan, sosial ekonomi, dan legalitas lahan yang tercermin pada kondisi fisik permukiman yang tidak layak.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Permukiman Kumuh, Faktor Fisik, Faktor Nonfisik |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GF Human ecology. Anthropogeography |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Geografi |
| Depositing User: | Mr Setiady Setiady |
| Date Deposited: | 15 Oct 2026 03:15 |
| Last Modified: | 15 Oct 2026 03:15 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/69211 |
