Hadinda, Nurul ANALISIS SPASIAL KELUARGA BERISIKO STUNTING DI KECAMATAN TANJUNG TIRAM KABUPATEN BATU BARA. Undergraduate thesis, UNIMED.
3201131019_Cover.pdf
Download (119kB)
3201131019_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (314kB)
3201131019_Abstrak.pdf
Download (170kB)
3201131019_Kata_Pengantar.pdf
Download (184kB)
3201131019_Daftar_Isi.pdf
Download (193kB)
3201131019_Daftar_Gambar.pdf
Download (128kB)
3201131019_Daftar_Tabel.pdf
Download (158kB)
3201131019_Daftar_Lampiran.pdf
Download (131kB)
3201131019_BAB_I.pdf
Download (519kB)
3201131019_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
3201131019_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (467kB)
3201131019_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (733kB)
3201131019_BAB_V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
3201131019_BAB_VI.pdf
Download (295kB)
3201131019_Daftar_Pustaka.pdf
Download (351kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kondisi keluarga berisiko stunting di Kabupaten Tanjung Tiram, (2) memetakan sebaran keluarga berisiko stunting di Kecamatan Tanjung Tiram.
Jumlah penduduk penelitian ini adalah seluruh desa di Kecamatan Tanjung Tiram yang memiliki 3.319 Keluarga Sasaran. Teknik pengambilan sampel menggunakan Nomogram Herry King tingkat kesalahan ditetapkan pada 10% dan jika populasinya mendekati 3.500 sehingga tingkat kesalahan 10% sehingga tingkat sampel adalah 251 total sampling, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kondisi keluarga berisiko stunting di Kabupaten Tanjung Tiram adalah sebagai berikut: a. Rata-rata pendapatan keluarga adalah Rp. 1.692.830,- sehingga semuanya memiliki penghasilan di bawah UMK Kabupaten Batu Bara tahun 2024 sebesar Rp. 3.451.671,,-. b. Terdapat 4 ibu hamil (1,59%), dengan usia di bawah 20 tahun (0,80%) dan di atas 35 tahun (0,80%). c. Jumlah badut adalah 111 (44,22%). d. Meskipun semua responden memiliki akses air minum yang layak, 84,86% tidak memiliki jamban yang memadai. (2) Secara spasial, keluarga yang berisiko stunting tersebar di seluruh desa, dengan Desa Bagan Dalam memiliki prevalensi kasus tertinggi dengan persentase 55,24%. Penelitian tersebut merekomendasikan kebijakan strategis untuk mengatasi stunting melalui upaya peningkatan pendapatan keluarga, peningkatan sanitasi, dan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Keluarga berisiko stunting, Distribusi keluarga berisiko stunting |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Geografi |
| Depositing User: | Mr Setiady Setiady |
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 07:42 |
| Last Modified: | 07 Oct 2026 07:42 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/69057 |
