Saragih, Uly Artha Relasi Petani Keramba Jaring Apung dengan Tauke di Haranggaol Horisan, Kabupaten Simalungun, Skripsi, Program Studi Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial. Undergraduate thesis, UNIMED.
3211122001_Cover.pdf
Download (50kB)
3211122001_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (990kB)
3211122001_Abstrak.pdf
Download (414kB)
3211122001_Kata_Pengantar.pdf
Download (282kB)
3211122001_Daftar_Isi.pdf
Download (182kB)
3211122001_Daftar_Gambar.pdf
Download (146kB)
3211122001_Daftar_Tabel.pdf
Download (173kB)
3211122001_Daftar_Lampiran.pdf
Download (175kB)
3211122001_BAB_I.pdf
Download (410kB)
3211122001_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (990kB)
3211122001_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (523kB)
3211122001_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
3211122001_BAB_V.pdf
Download (268kB)
3211122001_Daftar_Pustaka.pdf
Download (356kB)
Abstract
Skripsi ini bertujuan untuk memahami bentuk hubungan sosial dan ekonomi antara petani keramba jaring apung (KJA) dengan tauke serta dampaknya terhadap kesejahteraan petani dan pengelolaan usaha yang berkelanjutan di Kelurahan Haranggaol Horisan, Kabupaten Simalungun. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dimana data dihimpun melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan terdiri atas petani KJA mandiri, petani KJA bermitra dengan tauke, anggota asosiasi perikanan, dan lurah. Hasil penelitian menunjukkan dua bentuk relasi utama antara petani dan tauke, yaitu relasi kemitraan terikat dan relasi mandiri. Petani yang terikat dengan tauke mengalami ketergantungan tinggi karena seluruh kebutuhan produksi dipasok oleh tauke dengan sistem pembayaran setelah panen, sedangkan harga jual ikan ditentukan sepihak oleh tauke sehingga posisi tawar petani menjadi lemah. Sebaliknya, petani mandiri memiliki otonomi ekonomi yang lebih besar namun menghadapi risiko pasar yang tinggi. Relasi yang timpang tersebut membentuk struktur sosial ekonomi yang lebih menguntungkan pihak tauke dan merugikan petani kecil. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kelembagaan petani melalui pembentukan koperasi, intervensi pemerintah dalam pengaturan harga dan akses modal, serta transparansi dalam perjanjian kemitraan untuk menciptakan hubungan yang lebih setara, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menjaga keberlanjutan ekonomi perikanan di kawasan Haranggaol Horisan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Relasi, Petani, Tauke, Keramba Jaring Apung |
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Antropologi |
| Depositing User: | Mr Setiady Setiady |
| Date Deposited: | 29 Sep 2026 03:52 |
| Last Modified: | 29 Sep 2026 03:52 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/68956 |
