Bakara, Jesika PERSEPSI GENERASI Z ETNIK BATAK TOBA DALAM MEMAKNAI TRADISI PEMBERIAN MANUK NANIATUR DI DESA PEGAGAN JULU VI, KECAMATAN SUMBUL, KABUPATEN DAIRI. Undergraduate thesis, UNIMED.
3213122053_Cover.pdf
Download (74kB)
3213122053_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (776kB)
3213122053_Abstrak.pdf
Download (206kB)
3213122053_Kata_Pengantar.pdf
Download (444kB)
3213122053_Daftar_Isi.pdf
Download (86kB)
3213122053_Daftar_Gambar.pdf
Download (52kB)
3213122053_Daftar_Tabel.pdf
Download (52kB)
3213122053_Daftar_Lampiran.pdf
Download (52kB)
3213122053_BAB_I.pdf
Download (269kB)
3213122053_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (577kB)
3213122053_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (362kB)
3213122053_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
3213122053_BAB_V.pdf
Download (81kB)
3213122053_Daftar_Pustaka.pdf
Download (176kB)
3213122053_Lampiran.pdf
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi generasi Z etnik Batak Toba di Desa Pegagan Julu VI, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, dalam memahami makna simbolik tradisi pemberian manuk naniatur dan untuk menganalisis pergeseran makna atau fungsi pada tradisi pemberian manuk naniatur menurut pandangan generasi Z etnik Batak Toba di Desa Pegagan Julu VI, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Desa Pegagan Julu VI, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi pemberian manuk naniatur ini menjadi kebiasaan bagi masyarakat Desa Pegagan Julu VI. Meskipun tradisi ini bukan berasal dari budaya asli mereka, mereka masih menghargai tradisi ini sebagai bagian penting dari identitas kultural dan warisan leluhur yang harus dilestarikan. Pandangan generasi Z terhadap tradisi pemberian manuk naniatur adalah bahwa tradisi ini dilakukan sebagai bentuk kasih sayang dan rasa syukur kepada yang Maha Kuasa. Adapun makna simbolik tradisi ini adalah sebagai tanda doa restu dan harapan, semangat, serta kekuatan kepada anak/keluarga yang hendak merantau atau menjalani kehidupannya. Namun meskipun praktiknya masih berlangsung, terjadi pergeseran makna dalam cara pandang generasi Z terhadap tradisi ini. Jika dulu tradisi ini dipahami secara mendalam sebagai simbol penghormatan, doa restu dan adanya ikatan spiritual antar keluarga dan leluhur, kini sebagian generasi Z di Desa Pegagan Julu VI lebih melihatnya sebagai bagian dari bentuk solidaritas atau nilai kebersamaan yang perlu dijaga. Oleh karena itu, tradisi pemberian manuk naniatur menunjukkan adanya dinamika antara pelestarian budaya dan penyesuaian terhadap perkembangan zaman.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Persepsi, Generasi Z, Batak Toba, Tradisi, Pemberian Manuk Naniatur |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Antropologi |
| Depositing User: | Mr Setiady Setiady |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 02:05 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 02:05 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/68881 |
