Sihotang, Richard Fernando (2025) PENERAPAN METODE WEBSTER PADA PENGATURAN LAMPU LALU LINTAS DI KOTA PEMATANGSIANTAR (STUDI KASUS SIMPANG DUA, PEMATANGSIANTAR). Undergraduate thesis, UNIMED.
4213530002_Cover.pdf
Download (150kB)
4213530002_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (385kB)
4213530002_Abstrak.pdf
Download (153kB)
4213530002_Kata_Pengantar.pdf
Download (340kB)
4213530002_Daftar_Isi.pdf
Download (243kB)
4213530002_Daftar_Gambar.pdf
Download (193kB)
4213530002_Daftar_Tabel.pdf
Download (187kB)
4213530002_Daftar_Lampiran.pdf
Download (185kB)
4213530002_BAB_I.pdf
Download (356kB)
4213530002_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (684kB)
4213530002_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (238kB)
4213530002_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (591kB)
4213530002_BAB_V.pdf
Download (193kB)
4213530002_Daftar_Pustaka.pdf
Download (210kB)
4213530002_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Persimpangan jalan merupakan titik temu arus lalu lintas yang sering menimbulkan kemacetan apabila tidak diatur dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengaturan lampu lalu lintas di Simpang Dua, Kota Pematangsiantar. Metode yang digunakan adalah Metode Webster dengan pendekatan graf. Data diperoleh melalui survei lalu lintas yang dilakukan pada tanggal 19 Juni hingga 21 Juli 2025, mencakup volume kendaraan berdasarkan jenis (HV, LV, dan MC) pada setiap pendekat. Data tersebut kemudian dikonversi ke dalam satuan mobil penumpang (smp/jam) dan dianalisis menggunakan Metode Webster untuk memperoleh siklus waktu optimal. Dalam penerapannya digunakan sistem dua fase, di mana fase pertama melayani arus dari Jalan D.I Panjaitan ↔ Jalan Parapat, sedangkan fase kedua melayani arus dari Jalan Sisingamangaraja ↔ Jalan Saribu Dolok. Hasil analisis menunjukkan bahwa siklus optimal (C₀) sebesar 385 detik, dengan waktu rata-rata lampu hijau 178–197 detik, lampu merah 192– 211 detik, dan lampu kuning 5 detik. Nilai derajat kejenuhan total (Σy) sebesar 0,9479 menunjukkan bahwa simpang beroperasi mendekati kapasitas maksimal, namun tetap efisien pada kondisi arus normal harian. Dengan demikian, penerapan Metode Webster menggunakan sistem dua fase terbukti mampu meningkatkan efisiensi pengaturan lalu lintas di Simpang Dua Kota Pematangsiantar, menekan waktu tundaan kendaraan, serta mengurangi antrean pada pendekat dengan volume kendaraan tinggi. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan sistem pengaturan lampu lalu lintas adaptif berbasis volume kendaraan aktual, namun tidak berlaku untuk hari-hari besar seperti Natal, Tahun Baru, dan Hari Raya karena perbedaan pola arus yang signifikan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Additional Information: | 519.5 Sih p |
| Keywords: | persimpangan, lalu lintas, Metode Webster, graf, siklus optimal, Pematangsiantar |
| Subjects: | H Social Sciences > HE Transportation and Communications Q Science > QA Mathematics > QA273 Probabilities. Mathematical statistics Q Science > QA Mathematics > QA76 Computer software T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Matematika |
| Depositing User: | Mrs Gusti Lisa Utami |
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 05:37 |
| Last Modified: | 05 Aug 2026 05:37 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/68313 |
