Sinaga, Febryant (2025) ANALISIS KOINTEGRASI DAN VECTOR ERROR CORRECTION MODEL (VECM) PADA INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK) DAN INFLASI DI INDONESIA. Undergraduate thesis, UNIMED.
4213230014_Cover.pdf
Download (168kB)
4213230014_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (264kB)
4213230014_Abstrak.pdf
Download (255kB)
4213230014_Kata_Pengantar.pdf
Download (338kB)
4213230014_Daftar_Isi.pdf
Download (261kB)
4213230014_Daftar_Gambar.pdf
Download (202kB)
4213230014_Daftar_Tabel.pdf
Download (242kB)
4213230014_Daftar_Lampiran.pdf
Download (173kB)
4213230014_BAB_I.pdf
Download (253kB)
4213230014_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (525kB)
4213230014_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (250kB)
4213230014_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (779kB)
4213230014_BAB_V.pdf
Download (348kB)
4213230014_Daftar_Pustaka.pdf
Download (227kB)
4213230014_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (472kB)
Abstract
Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Inflasi merupakan indikator utama yang saling berkaitan untuk mengukur stabilitas harga dalam perekonomian. Fluktuasi keduanya dapat memengaruhi daya beli masyarakat dan ketidakpastian ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kointegrasi antara IHK dan Inflasi di Indonesia, membentuk dan mengestimasi model Vector Error Correction Model (VECM) serta mengevaluasi akurasi prediksinya. Data dianalisis menggunakan analisis kointegrasi dan Vector Error Correction Model (VECM). Hasil Augmented Dickey Fuller Test menunjukkan kedua variabel stasioner setelah first differencing, dan memiliki panjang lag optimal = 2. Namun hasil stabilitas VAR menunjukkan model tidak stabil sehingga penelitian ini dilanjutkan dengan uji kointegrasi. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua variabel memiliki hubungan keseimbangan jangka panjang dengan rank kointegrasi = 1. Estimasi model VECM (1) menunjukkan inflasi merupakan variabel yang menyesuaikan diri terhadap ketidakseimbangan jangka panjang, sedangkan IHK bersifat lebih eksogen. Dalam jangka pendek, hubungan keduanya tidak signifikan, namun dalam jangka panjang keduanya saling terkait. Evaluasi akurasi menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) menunjukkan VECM mampu memprediksi IHK dengan baik, (MAPE = 1,22%), tetapi kurang akurat untuk inflasi (MAPE = 79,27%), karena datanya lebih fluktuatif. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa VECM efektif untuk memodelkan dan memprediksi pergerakan IHK, namun kurang optimal memprediksi inflasi karena sifat datanya yang lebih fluktuatif.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Additional Information: | 519.5 Sin a |
| Keywords: | Akurasi Prediksi, Indeks Harga Konsumen (IHK), Inflasi, Kointegrasi, Vector Error Correction Model (VECM) |
| Subjects: | H Social Sciences > HB Economic Theory. Demography > HB221 Price H Social Sciences > HG Finance Q Science > QA Mathematics > QA273 Probabilities. Mathematical statistics |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Matematika |
| Depositing User: | Mrs Gusti Lisa Utami |
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 04:28 |
| Last Modified: | 05 Aug 2026 04:28 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/68295 |
