Kabeakan, Feri Yuni Asiyah (2026) FORMULASI DAN KARAKTERISASI AGEN PENGEMBANG BERBASIS COCHINEAL DAN SILIKA KULIT SALAK UNTUK APLIKASI FORENSIK SIDIK JARI LATEN. Undergraduate thesis, UNIMED.
4223510005_Cover.pdf
Download (159kB)
4223510005_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (283kB)
4223510005_Abstrak.pdf
Download (238kB)
4223510005_Kata_Pengantar.pdf
Download (267kB)
4223510005_Daftar_Isi.pdf
Download (222kB)
4223510005_Daftar_Gambar.pdf
Download (224kB)
4223510005_Daftar_Tabel.pdf
Download (174kB)
4223510005_BAB_I.pdf
Download (322kB)
4223510005_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (861kB)
4223510005_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (775kB)
4223510005_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
4223510005_BAB_V.pdf
Download (248kB)
4223510005_Daftar_Pustaka.pdf
Download (741kB)
4223510005_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Sidik jari merupakan alat identifikasi penting dalam ilmu forensik karena bersifat unik dan permanen, namun agen pengembang konvensional masih berpotensi membahayakan kesehatan dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan nanopartikel karmin–silika sebagai agen pengembang sidik jari laten pada permukaan berpori dan tidak berpori. Nanopartikel disintesis dari pigmen karmin serangga cochineal (Dactylopius coccus) dan silika limbah kulit salak (Salacca sp.). Silika diperoleh melalui proses karbonisasi, pengabuan, demineralisasi, dan destruksi, kemudian diimpregnasi dengan ekstrak karmin untuk menghasilkan nanopartikel karmin–silika. Karakterisasi dilakukan menggunakan FT-IR, SEM-EDX, dan PSA. Hasil FTIR mengonfirmasi keberadaan gugus fungsi khas silika (Si–O–Si dan Si–OH) serta gugus organik karmin yang menunjukkan adanya interaksi antara keduanya, dengan puncak serapan pada bilangan gelombang 3366,84 cm⁻¹ (vibrasi O–H), 2348,614 cm⁻¹ (regangan C=O atau CO₂), 1629,396 cm⁻¹ (tekukan O–H atau C=C aromatik), 1062,541 cm⁻¹ (regangan Si–O–Si), 795,608 cm⁻¹ dan 445,782 cm⁻¹ (vibrasi Si–O). Hasil SEM menunjukkan ukuran partikel 62,6 nm dengan morfologi sferis, sedangkan PSA menunjukkan distribusi ukuran partikel sebesar 82,8 nm pada skala nano. Identifikasi sidik jari laten dilakukan menggunakan metode powder dusting pada permukaan berpori (kertas karton hitam dan kertas minyak) serta tidak berpori (kaca preparat, aluminium foil, dan compact disk). Hasil visualisasi menunjukkan bahwa nanopartikel silika terimpregnasi ekstrak karmin mampu menampilkan pola ridges dengan kejelasan dan detail yang baik, terutama pada permukaan tidak berpori, sedangkan pada permukaan berpori hasilnya kurang optimal akibat penyerapan residu. Dibandingkan serbuk komersial HI-FI Olcano Latent Print Powder (Sirchie), serbuk komersial menghasilkan kontras warna lebih tinggi, sedangkan nanopartikel karmin–silika menampilkan detail ridges yang lebih halus. Kemampuan menampilkan pola sidik jari dengan kejelasan ridges dan detail yang baik menunjukkan bahwa nanopartikel yang dihasilkan berpotensi sebagai agen pengembang sidik jari laten yang ramah lingkungan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Additional Information: | 549.5 Kab f |
| Keywords: | Sidik jari laten; Karmin; Silika; Nanopartikel; Forensik |
| Subjects: | Q Science > QD Chemistry Q Science > QH Natural history > QH301 Biology Q Science > QP Physiology R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Kimia |
| Depositing User: | Mrs Gusti Lisa Utami |
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 08:44 |
| Last Modified: | 27 Jul 2026 08:44 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/67947 |
