Sihotang, Evatiara (2026) BIOAKTIVITAS KITOSAN DARI LIMBAH CANGKANG KEPITING RAJUNGAN (Portunus pelagicus) TERHADAP KADAR KOLESTEROL SERUM TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI PAKAN TINGGI LEMAK. Undergraduate thesis, UNIMED.
4211210009_Cover.pdf
Download (100kB)
4211210009_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (1MB)
4211210009_Abstrak.pdf
Download (171kB)
4211210009_Kata_Pengantar.pdf
Download (203kB)
4211210009_Daftar_Isi.pdf
Download (136kB)
4211210009_Daftar_Gambar.pdf
Download (77kB)
4211210009_Daftar_Tabel.pdf
Download (78kB)
4211210009_Daftar_Lampiran.pdf
Download (76kB)
4211210009_BAB_I.pdf
Download (282kB)
4211210009_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (797kB)
4211210009_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (658kB)
4211210009_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
4211210009_BAB_V.pdf
Download (168kB)
4211210009_Daftar_Pustaka.pdf
Download (344kB)
4211210009_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk menguji potensi bioaktivitas kitosan yang berasal dari limbah cangkang kepiting rajungan (Portunus pelagicus) sebagai agen penurun kadar kolesterol serum tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi pakan tinggi lemak. Kolesterol merupakan komponen lipid penting yang beredar dalam aliran darah, namun kadar yang berlebih dapat memicu penyakit serius seperti penyakit jantung koroner dan stroke. Penelitian ini mencakup dua tahapan utam. Tahap pertama ialah karakterisasi kitin dari cangkang kepiting rajungan melalui proses demineralisasi dan deproteinasi, dilanjutkan dengan sintesis kitosan melalui proses deasetilasi dan Hasil isolasi kitin menunjukkan rendemen sebesar 87,10% dengan kadar abu 1,86% dan kadar air 11,07%. Analisis FTIR mengidentifikasi gugus fungsi khas kitin, yaitu N–H ulur (3255 cm⁻¹), C=O ulur (1621 cm⁻¹), dan N–H tekuk (1552 cm⁻¹). Proses deasetilasi menghasilkan kitosan dengan rendemen 72,79% dan nilai derajat deasetilasi (%DD) sebesar 72,1%. Spektrum FTIR kitosan menunjukkan keberadaan gugus –NH₂ tekuk pada 1653 cm⁻¹ sebagai karakteristik utama kitosan terdeasetilasi yang menunjukkan bahwa kitosan yang disintesis berada dalam kategori yang baik untuk aplikasi biologis. Tahap kedua adalah uji bioaktivitas pada tikus putih betina (Rattus norvegicus) yang diinduksi pakan tinggi lemak (PTL). Tikus dibagi menjadi lima kelompok, dengan kelompok perlakuan (P1, P2, P3) diberikan suspensi kitosan pada dosis 25 mg/kg BB, 50mg/Kg BB, 75mg/Kg BB. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pemberian kitosan memiliki bioaktivitas yang signifikan dalam menurunkan kadar Kolesterol Total dan LDL serum tikus (p < 0,05). Penurunan paling optimal dicapai oleh dosis 25 mg/kg BB yang mendekati kondisi normal. Mekanisme penurunan ini diyakini melalui pengikatan kolesterol dan lemak oleh gugus amina bermuatan positif pada kitosan di saluran cerna, sehingga mencegah reabsorpsi. Sementara itu, pemberian kitosan pada berbagai dosis tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perubahan kadar Trigliserida dan HDL (p > 0,05). Dengan demikian kitosan dari cangkang kepiting rajungan memiliki potensi sebagai antikolesterol alami.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Additional Information: | 615.321 Sih b |
| Keywords: | Kitin, Kitosan, Pakan tinggi lemak, Kolesterol, P. pelagicus., Bioaktivitas, Tikus Putih (Rattus norvegicus). |
| Subjects: | Q Science > QD Chemistry > QD146 Inorganic chemistry Q Science > QK Botany > QK710 Plant physiology Q Science > QL Zoology > QL605 Chordates. Vertebrates > QL700 Mammals Q Science > QP Physiology |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Kimia |
| Depositing User: | Mrs Gusti Lisa Utami |
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 08:33 |
| Last Modified: | 27 Jul 2026 08:33 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/67944 |
