Tafonao, Tati Harta Jaya (2025) PENGARUH ION EUROPIUM (EU3+) TERHADAP SIFAT FISIS DAN STRUKTUR MEDIUM GELAS SILIKA FOSFAT BERBASIS PASIR KUARSA HUTA GINJANG. Undergraduate thesis, UNIMED.
4213540012_Cover.pdf
Download (113kB)
4213540012_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (190kB)
4213540012_Abstrak.pdf
Download (267kB)
4213540012_Kata_Pengantar.pdf
Download (470kB)
4213540012_Daftar_Isi.pdf
Download (218kB)
4213540012_Daftar_Gambar.pdf
Download (142kB)
4213540012_Daftar_Tabel.pdf
Download (128kB)
4213540012_Daftar_Lampiran.pdf
Download (107kB)
4213540012_BAB_I.pdf
Download (241kB)
4213540012_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (276kB)
4213540012_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (453kB)
4213540012_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (415kB)
4213540012_BAB_V.pdf
Download (182kB)
4213540012_Daftar_Pustaka.pdf
Download (235kB)
4213540012_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (464kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penambahan ion europium (Eu3+) terhadap sifat fisis dan struktur medium gelas silika-fosfat berbasis pasir kuarsa Huta Ginjang. Perkembangan material kaca fungsional berbasis silika terus mendapat perhatian luas karena kestabilan kimia, fleksibilitas komposisi, serta kemampuannya sebagai host matriks bagi ion tanah jarang. Gelas silika-fosfat khususnya menawarkan keunggulan dalam hal stabilitas struktur amorf dan kompatibilitas dengan berbagai dopan. Namun, pemahaman mengenai pengaruh ion europium (Eu³⁺) terhadap sifat fisis dan struktur jaringan gelas silika-fosfat yang disintesis dari sumber silika alam masih terbatas, terutama yang berasal dari pasir kuarsa lokal. Oleh karena itu, diperlukan kajian mendalam untuk mengetahui bagaimana penambahan ion Eu³⁺ memodifikasi struktur dan sifat fisis medium gelas tersebut. Pasir kuarsa (QS) sebagai sumber silika (SiO2), P2O5 sebagai pembentuk jaringan tambahan, dan aditif CaO, BaO, dan Gd2O3 adalah bahan utama yang digunakan. Sintesis dilakukan dengan metode melt-quenching, di mana campuran bahan dilebur hingga homogen pada suhu 1200 °C, kemudian didinginkan untuk menjaga struktur amorf. Untuk mempelajari pengaruhnya terhadap struktur jaringan gelas, ion Eu3+ didoping dengan variasi komposisi. Sementara difraksi sinar-X (XRD) digunakan untuk memastikan bahwa struktur amorf, spektroskopi inframerah transformasi fourier (FTIR) digunakan untuk melihat perubahan pita serapan ikatan Si–O–Si, Si–O–P, dan P–O. Hasil penelitian menunjukkan bahwa doping Eu3+ menyebabkan pergeseran pita FTIR dan perubahan intensitas, yang menunjukkan bahwa ada peningkatan jumlah oksigen non-jembatan (NBO) dan perubahan keterhubungan jaringan. Setelah penambahan Eu3+, sampel secara keseluruhan mempertahankan sifat amorf, menurut data XRD. Hasil menunjukkan bahwa ion Eu3+ mengubah struktur gelas. Ini menunjukkan bahwa material ini memiliki potensi yang lebih besar untuk aplikasi optik dan biomedis.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Additional Information: | 549.5 Taf p |
| Keywords: | silika fosfat; difraksi sinar‑X; Sintesis dan karakterisasi |
| Subjects: | Q Science > QC Physics Q Science > QD Chemistry |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Fisika |
| Depositing User: | Mrs Gusti Lisa Utami |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 05:57 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 05:57 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/67893 |
