Baeha, Alwi Husain (2025) IDENTIFIKASI LITOLOGI PEMBAWA UNSUR LOGAM TANAH JARANG MENGGUNAKAN DATA MULTISPEKTRAL SENTINEL-2 DI KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN. Undergraduate thesis, UNIMED.
4211240009_Cover.pdf
Download (191kB)
4211240009_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (863kB)
4211240009_Abstrak.pdf
Download (223kB)
4211240009_Kata_Pengantar.pdf
Download (1MB)
4211240009_Daftar_Isi.pdf
Download (288kB)
4211240009_Daftar_Gambar.pdf
Download (240kB)
4211240009_Daftar_Tabel.pdf
Download (239kB)
4211240009_BAB_I.pdf
Download (297kB)
4211240009_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (985kB)
4211240009_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (557kB)
4211240009_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
4211240009_BAB_V.pdf
Download (240kB)
4211240009_Daftar_Pustaka.pdf
Download (253kB)
Abstract
Logam Tanah Jarang (LTJ) merupakan material kritis untuk pengembangan teknologi modern. Peningkatan permintaan global dan risiko pasokan mendorong perlunya eksplorasi di Indonesia. Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, memiliki potensi geologis sebagai pembawa LTJ, namun kegiatan eksplorasi masih rendah. Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh menjadi solusi efektif pemetaan litologi skala luas. Penelitian memiliki tujuan: (1) memetakan litologi pembawa LTJ di Kabupaten Humbang Hasundutan menggunakan data multispektral Sentinel-2, (2) menganalisis karakteristik mineral sampel batuan menggunakan uji Thin Slice, dan (3) mengetahui kandungan unsur LTJ menggunakan uji XRF. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif eksploratif dengan mengintegrasikan data penginderaan jauh dan analisis laboratorium. Data multispektral Sentinel-2 diolah menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA) untuk memetakan litologi. Sampel in-situ diuji Thin Slice untuk mengetahui komposisi mineral dan uji X-Ray Fluorescence (XRF) untuk mengetahui kandungan unsur LTJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data citra multispektral Sentinel-2 menggunakan metode pengolahan PCA berhasil memetakan empat litologi target, yaitu granit, tufa, andesit, dan aluvium. Hasil uji Thin Slice sampel tufa mengidentifikasi kehadiran hornblende (3%) dan matriks gelas vulkanik (48%) sebagai indikator pembawa LTJ. Sampel aluvium menunjukkan indikasi dari mineral hornblende (4%) dan matriks batu lempung (60%). Uji XRF mengkonfirmasi keberadaan unsur LTJ ringan pada kedua sampel, yaitu Cerium (Ce) dan Lanthanum (La). Kandungan LTJ ditemukan lebih tinggi pada batuan tufa (rata-rata Ce = 60,3 ppm dan La = 78,7 ppm) dibandingkan batuan aluvium (rata-rata Ce = 22,3 ppm dan La = 37,7 ppm).
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Additional Information: | 551.9 Bae i |
| Keywords: | Logam Tanah Jarang (LTJ), Humbang Hasundutan, Sentinel-2, Principal Component Analysis (PCA), Pemetaan Litologi. |
| Subjects: | Q Science > QC Physics Q Science > QD Chemistry |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Fisika |
| Depositing User: | Mrs Gusti Lisa Utami |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 04:51 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 04:51 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/67890 |
