Marpaung, Rivaldi Ariansah (2026) ANALISIS KANDUNGAN FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN DAN BUAH CIPLUKAN (Physalis angulata L.) BERDASARKAN KETINGGIAN TEMPAT TUMBUH. Undergraduate thesis, UNIMED.
4211220003_Cover.pdf
Download (147kB)
4211220003_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (937kB)
4211220003_Abstrak.pdf
Download (213kB)
4211220003_Kata_Pengantar.pdf
Download (1MB)
4211220003_Daftar_Isi.pdf
Download (205kB)
4211220003_Daftar_Gambar.pdf
Download (156kB)
4211220003_Daftar_Tabel.pdf
Download (159kB)
4211220003_Daftar_Lampiran.pdf
Download (153kB)
4211220003_BAB_I.pdf
Download (251kB)
4211220003_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (493kB)
4211220003_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (346kB)
4211220003_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (757kB)
4211220003_BAB_V.pdf
Download (221kB)
4211220003_Daftar_Pustaka.pdf
Download (263kB)
4211220003_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kandungan metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan pada ekstrak daun dan buah ciplukan yang tumbuh di dua lokasi dengan ketinggian berbeda. Penelitian ini didesain dengan penelitian eksperimental deskriptif. Parameter pengamatan yang dilakukan dalam penelitian adalah senyawa-senyawa metabolit sekunder hasil dari analisis GC-MS (Gas Chromatography–Mass Spectrometry) dan nilai IC50 diukur menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kandungan senyawa metabolit sekunder dan nilai IC50 aktivitas antioksidan berdasarkan ketinggian tempat tumbuh. Ekstrak daun ciplukan dataran rendah (Kisaran) menghasilkan 13 senyawa dengan kecenderungan pada turunan karbohidrat/gula, seperti Melezitose. Sementara itu, ekstrak daun dataran tinggi (Parongil) menghasilkan 11 senyawa dengan kecenderungan pada turunan alkana, termasuk Phytol. Ekstrak buah ciplukan dataran rendah (Kisaran) menghasilkan 12 senyawa metabolit sekunder dengan senyawa profil senyawa lebih sederhana dengan dominasi furanon dan asam lemak, dan buah ciplukan dataran tinggi (Parongil) menghasilkan 15 senyawa yang memiliki keragaman metabolit yang lebih tinggi dengan dominasi terpenoid, pirrolidon, dan senyawa alkaloid. Aktivitas antioksidan juga bervariasi. Ekstrak daun ciplukan dari kedua lokasi tergolong sangat kuat, pada daun ciplukan Kisaran dengan nilai IC50 54,46 ppm dan daun ciplukan Parongil dengan nilai IC50 98,82 ppm. Sedangkan, ekstrak buah ciplukan dari kedua lokasi tergolong Sedang, pada buah ciplukan Kisaran dengan nilai IC50 120,38 ppm dan buah ciplukan Parongil dengan nilai IC50 127,65 ppm.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Additional Information: | 581.192 Mar a |
| Keywords: | Physalis angulata L., ketinggian tempat tumbuh, metabolit sekunder, antioksidan, DPPH, GC-MS |
| Subjects: | Q Science > QD Chemistry Q Science > QD Chemistry > QD415 Biochemistry Q Science > QH Natural history > QH301 Biology > QH540 Ecology Q Science > QK Botany > QK710 Plant physiology Q Science > QP Physiology |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Biologi |
| Depositing User: | Mrs Gusti Lisa Utami |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 04:36 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 04:36 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/67839 |
