Saragih, Evi Triputri (2026) PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN BOSIBOSI (Timonius flavescens (Jacq.) Baker) TERHADAP DISTRIBUSI Synaptonemal Complex Protein-3 (SCP3) PADA OVARIUM TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI BPA. Undergraduate thesis, UNIMED.
4212520004_Cover.pdf
Download (142kB)
4212520004_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (236kB)
4212520004_Abstrak.pdf
Download (275kB)
4212520004_Kata_Pengantar.pdf
Download (231kB)
4212520004_Daftar_Isi.pdf
Download (396kB)
4212520004_Daftar_Gambar.pdf
Download (327kB)
4212520004_Daftar_Tabel.pdf
Download (265kB)
4212520004_Daftar_Lampiran.pdf
Download (233kB)
4212520004_BAB_I.pdf
Download (277kB)
4212520004_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (829kB)
4212520004_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (671kB)
4212520004_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
4212520004_BAB_V.pdf
Download (175kB)
4212520004_Daftar_Pustaka.pdf
Download (334kB)
4212520004_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
BPA merupakan material polikarbonat yang tergolong senyawa berbahaya yang bahkan dalam tingkat rendah dapat menyebabkan kelainan reproduksi, gangguan sistem kekebalan dan kognitif, serta gangguan metabolik pada manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun bosibosi (Timonius flavescens) terhadap berat badan tikus, berat ovarium, jumlah folikel ovarium (meliputi folikel primordial, folikel sekunder, folikel antral, folikel de Graaf, corpus luteum, dan folikel atresia), serta ekspresi gen SCP3 pada tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi BPA. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAL) dengan 5 perlakuan masing-masing 5 ulangan pada tikus betina berumur 2 bulan. Hewan didistribusikan secara random ke dalam kelompok kontrol negatif (KN), kontrol positif (KP), Perlakuan 1 (P1), Perlakuan 2 (P2), dan Perlakuan 3 (P3). KN berperan sebagai kontrol normal, sementara kelompok lain dinduksi BPA selama 36 hari pertama dengan dosis 500 μg/kgBB/hari, disusul dengan pemberian EEB 36 hari berikutnya dengan dosis bertingkat yaitu P1 (EEB 125 mg/KgBB), P2 (EEB 250 mg/KgBB) dan P3 (EEB 500 mg/KgBB). Selama penelitian berat badan tikus ditimbang setiap 2 hari, kemudian setelah selesai seluruh perlakuan, tikus dibedah dan berat ovarium ditimbang, kemudian dilakukan pengamatan histologi folikel ovarium melalui pengamatan H&E dan analisis ekspresi gen SCP3 dengan RT-qPCR. Data kemudian dianalisis dengan ANOVA dengan uji lanjut DMRT kecuali berat badan yang dianalisis dengan Repeated Measures ANOVA dengan uji lanjut Tukey HSD serta analisis fold change untuk hasil RT-qPCR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian EEB mempertahankan perkembangan folikel ovarium, serta menghambat aktivitas abnormal SCP3 pada ovarium tikus putih yang diinduksi BPA. Temuan ini mengindikasikan bahwa EEB berpotensi sebagai agen protektif terhadap kerusakan dan fungsi abnormal pada ovarium tikus putih yang diinduksi BPA.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Additional Information: | 615.321 Sar e |
| Keywords: | BPA, daun bosibosi (Timonius flavescens), histologi folikel ovarium, ekspresi gen SCP3 |
| Subjects: | Q Science > QK Botany > QK710 Plant physiology Q Science > QL Zoology > QL605 Chordates. Vertebrates > QL700 Mammals Q Science > QM Human anatomy Q Science > QP Physiology |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Biologi |
| Depositing User: | Mrs Gusti Lisa Utami |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 02:04 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 02:04 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/67725 |
