Sitohang, Andre Kayana (2025) Prakiraan Kebutuhan Energi Listrik Tahun 2023-2032 di Kabupaten Simalungun Menggunakan Metode DKL 3.2 dan Simulasi Perangkat Lunak LEAP (Long-Range Energy Alternatives Planning System). Undergraduate thesis, UNIMED.
5183530015_Cover.pdf
Download (96kB)
5183530015_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (514kB)
5183530015_Abstrak.pdf
Download (120kB)
5183530015_Kata_Pengantar.pdf
Download (167kB)
5183530015_Daftar_Isi.pdf
Download (130kB)
5183530015_Daftar_Tabel.pdf
Download (136kB)
5183530015_Daftar_Gambar.pdf
Download (135kB)
5183530015_Daftar_Lampiran.pdf
Download (70kB)
5183530015_BAB_I.pdf
Download (269kB)
5183530015_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (905kB)
5183530015_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (293kB)
5183530015_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5183530015_BAB_V.pdf
Download (215kB)
5183530015_Daftar_Pustaka.pdf
Download (187kB)
5183530015_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (538kB)
Abstract
Pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi di Kabupaten Simalungun memberikan tekanan signifikan pada sistem ketenagalistrikan, sehingga diperlukan prakiraan kebutuhan energi jangka panjang yang akurat untuk perencanaan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk memproyeksikan kebutuhan energi listrik di Kabupaten Simalungun dari tahun 2023 hingga 2032, dengan menganalisis serta membandingkan dua pendekatan: perhitungan manual berbasis Metode DKL 3.2 dan simulasi menggunakan perangkat lunak LEAP (Long-Range Energy Alternatives Planning System). Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan sektoral (rumah tangga, bisnis, industri, dan publik) dengan data historis dari tahun 2012-2022 yang bersumber dari BPS Simalungun dan PLN UP3 Pematang Siantar untuk memproyeksikan tiga variabel utama: jumlah pelanggan, daya tersambung, dan konsumsi energi. Model DKL 3.2 dibangun dengan formula yang mengintegrasikan PDRB dan tren pertumbuhan, sementara model LEAP dibangun berdasarkan skenario pertumbuhan rata-rata. Akurasi kedua model divalidasi menggunakan metode Mean Absolute Percentage Error (MAPE), MAD, MSE, dan RMSE terhadap data historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua pendekatan memproyeksikan adanya kenaikan kebutuhan energi secara konsisten hingga tahun 2032. Pada skenario DKL 3.2, rata-rata pertumbuhan tahunan untuk konsumsi energi diproyeksikan sebesar 4,3%, sedangkan simulasi LEAP menunjukkan pertumbuhan sebesar 3,5%. Dalam uji akurasi untuk proyeksi jumlah pelanggan, simulasi perangkat lunak LEAP terbukti memiliki tingkat kesalahan yang lebih kecil, dengan nilai MAPE sebesar 10,73%, dibandingkan model DKL 3.2 yang sebesar 12,66%. Disimpulkan bahwa meskipun kedua metode menunjukkan tren pertumbuhan yang serupa, simulasi LEAP memberikan proyeksi dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi untuk data historis yang diuji. Hasil analisis ini dapat menjadi input strategis yang berbasis data bagi para pemangku kepentingan dalam menyusun rencana pengembangan ketenagalistrikan yang andal dan efisien untuk Kabupaten Simalungun.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Prakiraan Energi Listrik; Metode DKL 3.2; LEAP; Kabupaten Simalungun; Analisis Sektoral |
| Subjects: | T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering > TK1001 Production of electric energy or power. Powerplants. Central stations |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Pendidikan Teknik Elektro |
| Depositing User: | Mrs Siti Nurbaidah |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 04:59 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 04:59 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/67618 |
