Susatio, Zahra Putriana (2025) Perbandingan Quantity Take Off Material Menggunakan BIM Revit Dengan Microsoft Excel Pada Perencanaan Struktur Atas Jembatan Beton Prategang PC-I Girder (Studi Kasus: Proyek Jembatan Alue Reuling, Provinsi Aceh). Undergraduate thesis, UNIMED.
5211250012_Cover.pdf
Download (418kB)
5211250012_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (2MB)
5211250012_Abstrak.pdf
Download (442kB)
5211250012_Kata_Pengantar.pdf
Download (395kB)
5211250012_Daftar_Isi.pdf
Download (720kB)
5211250012_Daftar_Tabel.pdf
Download (452kB)
5211250012_Daftar_Gambar.pdf
Download (559kB)
5211250012_Daftar_Lampiran.pdf
Download (209kB)
5211250012_BAB_I.pdf
Download (268kB)
5211250012_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
5211250012_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5211250012_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
5211250012_BAB_V.pdf
Download (427kB)
5211250012_Daftar_Pustaka.pdf
Download (471kB)
5211250012_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7MB)
Abstract
Jembatan memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi dengan menghubungkan dua wilayah yang terpisah oleh hambatan alami maupun buatan. Oleh karena itu, perencanaan jembatan perlu memperhatikan akurasi dan efisiensi konstruksi, salah satunya dalam perencanaan Quantity Take Off (QTO) untuk memperkirakan volume material secara tepat dan efisien. Di Indonesia, metode QTO konvensional masih dominan, biasanya menggunakan Microsoft Excel yang mengacu pada gambar kerja dua dimensi (2D), meskipun metode ini memiliki keterbatasan dari sisi akurasi dan efisiensi. Sebagai alternatif, Building Information Modelling (BIM) menawarkan pendekatan berbasis model tiga dimensi (3D) yang memungkinkan proses QTO dilakukan secara lebih akurat, efisien, dan menyeluruh. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil QTO pekerjaan beton dan tulangan pada struktur atas jembatan beton prategang PC-I girder Jembatan Alue Reuling di Provinsi Aceh, menggunakan metode BIM dan metode konvensional. Struktur atas jembatan dipilih karena memiliki bentuk geometri yang spesifik dan memerlukan detail perhitungan lebih teliti. Perhitungan menggunakan metode BIM dilakukan dengan perangkat lunak Revit, sementara metode konvensional menggunakan Microsoft Excel dengan acuan gambar kerja 2D. Hasil penelitian menunjukkan volume pekerjaan beton metode BIM sebesar 59,8780 m³ dan konvensional sebesar 59,8796 m³, dengan selisih 0,0027%. Sedangkan volume pekerjaan tulangan menunjukkan hasil BIM sebesar 10.715,700 kg dan konvensional 10.763,6749 kg, dengan selisih 0,4476%. Selisih ini menunjukkan bahwa BIM memiliki tingkat akurasi lebih tinggi dalam memodelkan detail tulangan seperti bending dan overlap.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Jembatan; Quantity Take Off (QTO); Building Information Modelling (BIM); Konvensional; Revit |
| Subjects: | T Technology > TG Bridge engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Pendidikan Teknik Bangunan |
| Depositing User: | Mrs Siti Nurbaidah |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 04:24 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 04:24 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/67615 |
