Gabriella S., Febryani (2025) Studi Eksperimental Pengaruh Kapur Terhadap Sifat Permeabilitas, Konsolidasi Dan Geokimia Mineral Tanah Lempung. Undergraduate thesis, UNIMED.
5213550017_Cover.pdf
Download (162kB)
5213550017_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (711kB)
5213550017_Abstrak.pdf
Download (297kB)
5213550017_Kata_Pengantar.pdf
Download (207kB)
5213550017_Daftar_Isi.pdf
Download (325kB)
5213550017_Daftar_Tabel.pdf
Download (224kB)
5213550017_Daftar_Gambar.pdf
Download (255kB)
5213550017_Daftar_Lampiran.pdf
Download (195kB)
5213550017_BAB_I.pdf
Download (446kB)
5213550017_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
5213550017_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5213550017_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5213550017_BAB_V.pdf
Download (337kB)
5213550017_Daftar_Pustaka.pdf
Download (253kB)
5213550017_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (11MB)
Abstract
Tanah lempung di Desa Balairaja, Kabupaten Bengkalis, memiliki karakteristik teknis yang kurang menguntungkan untuk konstruksi, seperti permeabilitas rendah, kompresibilitas tinggi, dan plastisitas yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan kapur tohor (CaO) dengan variasi 0%, 3%, 6%, 9%, dan 12% terhadap sifat permeabilitas, konsolidasi, dan komposisi geokimia tanah lempung. Metode penelitian meliputi uji laboratorium seperti permeabilitas falling head, konsolidasi one-dimensional, dan analisis komposisi kimia menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kapur secara signifikan meningkatkan koefisien permeabilitas dari 0,00000748 cm/det (tanah asli) menjadi 0,00000979 cm/det (tanah + 12% kapur). Dalam hal konsolidasi, koefisien konsolidasi (Cv) meningkat dari 0,00827 cm²/det menjadi 0,00948 cm²/det, sementara indeks pemampatan (Cc) menurun dari 0,464 menjadi 0,044, menunjukkan percepatan proses konsolidasi dan penurunan potensi penurunan tanah. Analisis XRF mengungkapkan bahwa tanah asli didominasi oleh SiO₂ (55,59%) dan Al₂O₃ (35,91%) dengan rasio SiO₂/Al₂O₃ sebesar 1,55 yang mengindikasikan dominasi mineral kaolinit-illit. Penambahan kapur meningkatkan kandungan CaO dari 0,09% menjadi 19,12%, yang memicu reaksi pozolanik dan flokulasi partikel lempung. Secara teoritis, penelitian ini membuktikan bahwa mekanisme stabilisasi kapur pada tanah lempung meliputi pertukaran kation, aglomerasi partikel, dan pembentukan senyawa semen kalsium silikat hidrat (C-S H) serta kalsium aluminat hidrat (C-A-H), yang bersama-sama berperan dalam meningkatkan kinerja hidromekanik tanah. Hasil ini merekomendasikan penggunaan kapur 12% sebagai alternatif stabilisasi tanah lempung untuk aplikasi konstruksi berkelanjutan di wilayah dengan kondisi geoteknik serupa.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Tanah lempung; stabilisasi kapur; permeabilitas; konsolidasi; XRF; reaksi pozolanik; kaolinit-illit |
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Pendidikan Teknik Bangunan |
| Depositing User: | Mrs Siti Nurbaidah |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 01:10 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 01:10 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/67589 |
