Manihuruk, Frido Evindey (2026) ANALISIS RESPONS AKTIVITAS EKONOMI RIIL DAN PASAR KEUANGAN INDONESIA TERHADAP GUNCANGAN KETIDAKPASTIAN KEBIJAKAN PERDAGANGAN AMERIKA SERIKAT DAN TIONGKOK. Undergraduate thesis, Universitas Negeri Medan.
7223240027_Cover.pdf
Download (65kB)
7223240027_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (1MB)
7223240027_Abstrak.pdf
Download (64kB)
7223240027_Kata_Pengantar.pdf
Download (160kB)
7223240027_Daftar_Isi.pdf
Download (191kB)
7223240027_Daftar_Tabel.pdf
Download (99kB)
7223240027_Daftar_Gambar.pdf
Download (161kB)
7223240027_Daftar_Lampiran.pdf
Download (97kB)
7223240027_BAB_I.pdf
Download (597kB)
7223240027_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
7223240027_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (615kB)
7223240027_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
7223240027_BAB_V.pdf
Download (170kB)
7223240027_Daftar_Pustaka.pdf
Download (333kB)
7223240027_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Eskalasi ketidakpastian kebijakan perdagangan AS-Tiongkok memicu perlambatan globalisasi yang kemudian mendorong kajian mendalam mengenai dampaknya terhadap perekonomian Indonesia. Studi ini bertujuan menganalisis respons dan kontribusi guncangan ketidakpastian kebijakan perdagangan tersebut terhadap sektor riil (FDI, Ekspor) dan keuangan (IHSG, Nilai Tukar) Indonesia menggunakan Structural Vector Autoregression (SVAR) periode Januari 2004 hingga Desember 2024. Hasil impulse response function mengonfirmasi respons asimetris antar variabel respons terhadap sumber guncangan yang berbeda. Guncangan TPU Tiongkok menekan pasar keuangan lebih dalam dan persisten: IHSG anjlok ke zona negatif sejak bulan ketiga dan bertahan hingga akhir periode, sementara FDI mencapai titik kontraksi terdalam pada bulan keempat (-0,02192). Sebaliknya, guncangan TPU AS lebih destruktif terhadap kinerja sektor riil, menekan ekspor secara negatif jangka panjang (stabil di -0,0031). Menariknya, guncangan Tiongkok justru mendorong ekspor Indonesia ke zona positif persisten (0,0063) melalui efek pengalihan perdagangan. Di nilai tukar, kedua guncangan memicu apresiasi Rupiah, namun dampak Tiongkok terbukti lebih dalam (-0,0041) dan berkelanjutan dibandingkan respons temporer terhadap guncangan AS. Seluruh variabel respons menunjukkan konvergensi menuju keseimbangan jangka panjang sejak periode ke-5, selain ekspor yang stabil pada periode ke-12. Hasil analisis dekomposisi varians memperkuat temuan di mana guncangan Amerika Serikat lebih dominan menjelaskan fluktuasi ekspor (4,70%), sementara guncangan Tiongkok lebih berperan dalam variabilitas nilai tukar (3,56%), IHSG (2,35%), dan FDI (1,25%). Temuan ini mengonfirmasi bahwa nilai tukar, IHSG, dan FDI lebih terintegrasi dengan dinamika kebijakan Tiongkok, sementara ekspor lebih rentan terhadap gejolak kebijakan Amerika Serikat.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Ketidakpastian Kebijakan Perdagangan, Sektor Riil, Pasar Keuangan, Rantai Pasok Global, Autoregresi Vektor Struktural |
| Subjects: | H Social Sciences > HG Finance Q Science > QA Mathematics > QA299 Analysis |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Ilmu Ekonomi |
| Depositing User: | Mr Brian Nicolas Rajagukguk |
| Date Deposited: | 14 Jul 2026 08:14 |
| Last Modified: | 14 Jul 2026 08:14 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/67510 |
