Purba, Samuel Haris (2026) Studi Eksperimental Balok Beton Bertulang Dengan Penambahan Tulangan Longitudinal Pada Titik Berat Penampang Balok Untuk Meningkatkan Kekuatan Geser. Undergraduate thesis, UNIMED.
5213250014_Cover.pdf
Download (44kB)
5213250014_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (334kB)
5213250014_Abstrak.pdf
Download (358kB)
5213250014_Kata_Pengantar.pdf
Download (187kB)
5213250014_Daftar_Isi.pdf
Download (96kB)
5213250014_Daftar_Tabel.pdf
Download (395kB)
5213250014_Daftar_Gambar.pdf
Download (280kB)
5213250014_Daftar_Lampiran.pdf
Download (248kB)
5213250014_BAB_I.pdf
Download (342kB)
5213250014_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5213250014_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5213250014_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
5213250014_BAB_V.pdf
Download (171kB)
5213250014_Daftar_Pustaka.pdf
Download (62kB)
5213250014_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Pekerjaan tulangan transversal merupakan salah satu tahap yang paling kompleks dalam proses penulangan, karena menuntut ketelitian dalam penempatan, pemotongan, pembengkokan, dan pengikatan tulangan. Selain itu, tulangan transversal dengan jarak yang terlalu rapat dapat mempersulit dalam pemadatan sehingga berpotensi menimbulkan honeycombed atau keropos pada beton. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dilakukan penelitian ini dengan menempatkan tulangan longitudinal pada titik berat penampang balok untuk meningkatkan kekuatan geser sehingga diharapkan dapat mereduksi penggunaan tulangan transversal pada balok beton bertulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kekuatan geser balok beton bertulang dengan penambahan tulangan longitudinal pada titik berat penampang balok. Pada penelitian ini akan dibuat empat variasi rasio tulangan longitudinal di titik berat penampang balok, yaitu sebesar 0%, 0.1718%, 0.3436%, dan 0.5153%. Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa kekuatan geser meningkat saat balok memiliki rasio tulangan longitudinal 0.1718%, dan 0.3436%. Kekuatan geser dengan rasio tulangan longitudinal 0.3436% meningkat sekitar 12.13% lebih tinggi dibandingkan dengan balok tanpa tulangan longitudinal di titik berat penampang. Namun, setelah rasio tulangan longitudinal mencapai nilai maksimum, kekuatan geser balok mengalami penurunan. Hubungan antara rasio tulangan longitudinal di titik berat penampang (ρt) dengan kekuatan geser balok (Veks) dinyatakan dalam persamaan y = -40,951x2 + 22,752x – 29,922 dengan nilai R2 = 0,7276. Dengan nilai R2 tersebut maka ada keterkaitan yang kuat antara rasio tulangan longitudinal di titik berat penampang dan kekuatan geser balok.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Balok Beton Bertulang; Kekuatan Geser; Titik Berat Penampang; Tulangan Longitudinal; Pola Keruntuhan |
| Subjects: | T Technology > TH Building construction > TH1000 Systems of building construction Including fireproof construction, concrete construction |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Pendidikan Teknik Bangunan |
| Depositing User: | Mrs Siti Nurbaidah |
| Date Deposited: | 14 Jul 2026 06:23 |
| Last Modified: | 14 Jul 2026 06:23 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/67504 |
