Annisa, Nurul (2025) Hubungan Pengetahuan Gizi Pengasuh dan Asupan Energi Terhadap Status Gizi Anak Dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) di SLB Negeri Autis Sumatera Utara. Undergraduate thesis, UNIMED.
5213240034_Cover.pdf
Download (165kB)
5213240034_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (755kB)
5213240034_Abstrak.pdf
Download (337kB)
5213240034_Kata_Pengantar.pdf
Download (313kB)
5213240034_Daftar_Isi.pdf
Download (273kB)
5213240034_Daftar_Tabel.pdf
Download (197kB)
5213240034_Daftar_Gambar.pdf
Download (192kB)
5213240034_Daftar_Lampiran.pdf
Download (195kB)
5213240034_BAB_I.pdf
Download (385kB)
5213240034_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5213240034_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (801kB)
5213240034_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5213240034_BAB_V.pdf
Download (401kB)
5213240034_Daftar_Pustaka.pdf
Download (446kB)
5213240034_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan gangguan perkembangan saraf dengan prevalensi yang terus meningkat, memengaruhi sekitar 1 dari 100 anak di dunia dan ±3,2 juta anak di Indonesia. Anak dengan ASD rentan mengalami masalah gizi akibat pola makan yang tidak teratur, porsi kecil, dan selektivitas makanan, sehingga 72,2% mengalami defisiensi energi dengan rata-rata asupan 1.719,5 kkal. Status gizi berdasarkan IMT/U, 11,2% anak ASD usia 5–12 tahun tergolong kurus dan 18,8% gemuk. Peran ibu sebagai pengasuh utama sangat penting karena pengetahuan gizi berpengaruh terhadap konsumsi pangan dan status gizi anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan gizi pengasuh dan asupan energi dengan status gizi anak autisme di SLB Negeri Autis Sumatera Utara.
Penelitian ini dilaksanakan pada Juli 2025 dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian adalah seluruh anak dengan autisme yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 58 responden, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan gizi pengasuh, Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) untuk menghitung asupan energi, serta pengukuran antropometri (IMT/U) untuk menilai status gizi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Pearson.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 23 pengasuh anak dengan ASD (39,7%) memiliki pengetahuan gizi dalam kategori baik. Persentase kecukupan energi anak sebagian besar berada pada kategori normal yaitu 20 anak (34,5%). Status gizi berdasarkan IMT/U menunjukkan bahwa 30 anak dengan ASD (51,7%) memiliki gizi normal, dengan rata-rata Z-score -0,3225 yang masih dalam kategori baik. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan gizi pengasuh dengan status gizi anak (p = 0,44; p > 0,05). Sebaliknya, terdapat hubungan signifikan antara asupan energi dengan status gizi anak (p = 0,001; p < 0,05) dengan koefisien korelasi 0,433, menunjukkan kekuatan hubungan positif sedang. Artinya, semakin tinggi kecukupan energi anak, semakin baik pula status gizinya.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Autisme, Pengetahuan Gizi, Asupan Energi, Status Gizi, Pengasuh, Anak Usia Sekolah |
| Subjects: | R Medicine > RJ Pediatrics > RJ206 Nutrition and feeding of children and adolescents |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Gizi |
| Depositing User: | Mrs Susiani Susiani |
| Date Deposited: | 08 Jul 2026 07:59 |
| Last Modified: | 08 Jul 2026 07:59 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/67298 |
