Siburian, Maysa (2026) Perbandingan Sistem Pelat Konvensional Dengan Sistem Flat slab Pada Lantai Gedung Pusat Onkologi Rumah Sakit Umum Adam Malik. Undergraduate thesis, UNIMED.
5212550005_Cover.pdf
Download (45kB)
5212550005_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (724kB)
5212550005_Abstrak.pdf
Download (86kB)
5212550005_Kata_Pengantar.pdf
Download (96kB)
5212550005_Daftar_Isi.pdf
Download (105kB)
5212550005_Daftar_Tabel.pdf
Download (163kB)
5212550005_Daftar_Gambar.pdf
Download (134kB)
5212550005_Daftar_Lampiran.pdf
Download (97kB)
5212550005_BAB_I.pdf
Download (250kB)
5212550005_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
5212550005_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (425kB)
5212550005_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
5212550005_BAB_V.pdf
Download (82kB)
5212550005_Daftar_Pustaka.pdf
Download (137kB)
5212550005_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract
Dalam perencanaan struktur bangunan, sistem pelat memiliki peran penting dalam mendukung beban lantai dan mendistribusikannya ke elemen elemen struktural lainnya seperti balok dan kolom. Terdapat beberapa jenis sistem pelat yang umum digunakan, di antaranya adalah pelat konvensional dan sistem flat slab. Dengan mempertimbangkan kebutuhan ruang yang luas sistem Flat slab mungkin lebih menguntungkan pada gedung Rumah Sakit Adam Malik, kebutuhan ruang yang nyaman dan efisien sangat penting, khususnya pada area tertentu seperti lantai basement dan lantai restoran Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dimensi, tulangan dan volume pelat dan kolom yang dibutuhkan saat menggunakan sistem Flat slab dan sistem pelat konvesional pada gedung. Penelitian ini dilakukan dengan menentukan dan menganalisis besar tebal pelat dan dimensi kolom yang akan digunakan untuk seluruh bentang. Analisis gaya dalam dilakukan dengan menggunakan metode desain langsung untuk pelat dan hasil-hasil analisis momen akan didistribusikan ke lajur kolom dan lajur tengah. Untuk analisis gaya dalam pada kolom digunakan software ETABS V20. Kemudian dilakukan pengecekan terhadap gaya geser, menentukan besar tulangan, volume beton dan detail penulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pelat konvensional menggunakan pelat setebal 130 mm, sedangkan sistem Flat slab menggunakan pelat setebal 180 mm yang dilengkapi drop panel setinggi 100 mm. Pada sistem konvensional, tulangan pelat direncanakan menggunakan D10-200 pada arah panjang dan pendek. Sebaliknya, sistem Flat slab memerlukan tulangan dengan variasi diameter dan jarak lebih besar, yaitu D12-110 hingga D12-280 pada lajur kolom dan lajur tengah. Dari segi volume beton, volume beton pada sistem pelat konvesional di lantai 1 sebesar 747,05 m3, sedangkan pada sistem flat slab sebesar 677,327 m3 dan di lantai 3 pada sistem pelat konvesional volume pelat sebesar 585,567 m3, sedangkan pada sistem flat slab sebesar 532,594 m3. Sehingga volume beton pada sistem pelat konvensional lebiih besar dibandingkan volume pada sistem flat slab.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Flat slab; Pelat Konvensional; Dimensi; Tulangan; Volume |
| Subjects: | T Technology > TH Building construction |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Pendidikan Teknik Bangunan |
| Depositing User: | Mrs Siti Nurbaidah |
| Date Deposited: | 08 Jul 2026 07:04 |
| Last Modified: | 08 Jul 2026 07:04 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/67291 |
