Simbolon, Hotma Juliati (2026) Analisis Perbandingan Metode Precedence Diagram Method (PDM) dan Ranked Position Weight Method (RPWM) dalam Penjadwalan Proyek Pembangunan SD Negeri Mekarjaya 1 Kota Depok. Undergraduate thesis, UNIMED.
5213250029_Cover.pdf
Download (214kB)
5213250029_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (923kB)
5213250029_Abstrak.pdf
Download (272kB)
5213250029_Kata_Pengantar.pdf
Download (308kB)
5213250029_Daftar_Isi.pdf
Download (350kB)
5213250029_Daftar_Tabel.pdf
Download (219kB)
5213250029_Daftar_Gambar.pdf
Download (251kB)
5213250029_Daftar_Lampiran.pdf
Download (219kB)
5213250029_BAB_I.pdf
Download (410kB)
5213250029_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5213250029_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (913kB)
5213250029_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
5213250029_BAB_V.pdf
Download (225kB)
5213250029_Daftar_Pustaka.pdf
Download (228kB)
5213250029_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (11MB)
Abstract
Peningkatan kualitas sumber daya manusia sangat didukung oleh pembangunan infrastruktur pendidikan yang memadai, sehingga pengelolaan proyek konstruksi harus menerapkan penjadwalan yang optimal untuk menghindari keterlambatan. Proyek pembangunan Gedung SD Negeri Mekar Jaya 1 Kota Depok menghadapi permasalahan keterlambatan pada pekerjaan struktur lantai 1, karena metode penjadwalan yang digunakan Kurva S dan Bar Chart kurang efektif dalam mengidentifikasi jalur kritis. Hal ini menyebabkan durasi aktual proyek mencapai 194 hari, melampaui rencana awal selama 180 hari. Permasalahan ini mendorong penelitian untuk menganalisis perbandingan efektivitas penggunaan metode Precedence Diagram Method (PDM) dan Ranked Positional Weight Method (RPWM) dalam menyusun ulang jadwal proyek. Penelitian ini menggunakan metode analisis komparatif dengan menghitung ulang jadwal proyek berdasarkan data aktual, di mana PDM fokus pada lintasan kritis dan logika ketergantungan, sementara RPWM berfokus pada alokasi sumber daya berdasarkan bobot posisi. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode PDM menghasilkan durasi total proyek selama 150.5 hari, lebih cepat dibanding metode RPWM berdurasi 155.5 hari. Perbedaan terbesar tampak pada pekerjaan struktur, di mana PDM menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam 56 hari, sedangkan RPWM memerlukan 58 hari. Selain itu, pekerjaan atap pada PDM berdurasi 16 hari, sementara pada RPWM mencapai 19 hari. Perbedaan durasi ini menunjukkan bahwa PDM lebih unggul karena mampu menampilkan lintasan kritis dan memanfaatkan aktivitas tumpang tindih (overlapping). Sebaliknya, RPWM menyusun urutan pekerjaan berdasarkan tingkat bobot posisi, memprioritaskan aktivitas bobot tertinggi yang cenderung menghasilkan pola kerja linear dan kurang memberi ruang percepatan. Oleh karena itu, metode PDM dinilai lebih optimal untuk proyek ini karena menghasilkan durasi pelaksanaan yang lebih singkat dan efisien.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Penjadwalan Proyek; Precedence Diagram Method (PDM); Ranked Positional Weight Method (RPWM) |
| Subjects: | T Technology > TH Building construction |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Pendidikan Teknik Bangunan |
| Depositing User: | Mrs Siti Nurbaidah |
| Date Deposited: | 08 Jul 2026 06:33 |
| Last Modified: | 08 Jul 2026 06:33 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/67286 |
