Limbong, Neta Nia (2025) Identifikasi Kontaminan Babi Pada Beberapa Tempat Penggiling Bakso Di Kota Medan Dengan Metode Porcine Detection Kits. Undergraduate thesis, UNIMED.
5203540018_Cover.pdf
Download (183kB)
5203540018_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (1MB)
5203540018_Abstrak.pdf
Download (262kB)
5203540018_Kata_Pengantar.pdf
Download (612kB)
5203540018_Daftar_Isi.pdf
Download (246kB)
5203540018_Daftar_Tabel.pdf
Download (131kB)
5203540018_Daftar_Gambar.pdf
Download (127kB)
5203540018_Daftar_Lampiran.pdf
Download (169kB)
5203540018_BAB_I.pdf
Download (347kB)
5203540018_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (605kB)
5203540018_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (520kB)
5203540018_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (957kB)
5203540018_BAB_V.pdf
Download (283kB)
5203540018_Daftar_Pustaka.pdf
Download (261kB)
5203540018_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract
Keamanan pangan merupakan aspek fundamental dalam konsumsi
makanan, khususnya bagi masyarakat Muslim yang sangat memperhatikan
kehalalan produk. Salah satu permasalahan yang dapat mengganggu kehalalan
pangan adalah kemungkinan adanya kontaminasi daging babi (porcine), terutama
di tempat-tempat penggilingan bakso yang melayani berbagai jenis pelanggan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya cemaran babi pada daging
sapi yang digiling di beberapa tempat penggilingan bakso di Kota Medan
menggunakan metode Porcine Detection Kits, serta melakukan verifikasi hasil
menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Penelitian ini bersifat
deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel secara acak (random
sampling) dari 17 tempat penggilingan bakso di pasar tradisional Kota Medan.
Daging sapi bersertifikat halal digiling di setiap lokasi, kemudian diuji secara
duplo menggunakan Porcine Detection Kits.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa dari 17 sampel daging sapi giling
yang diambil dari berbagai tempat penggilingan bakso, sebanyak 3 sampel
terdeteksi positif mengandung cemaran babi berdasarkan uji Porcine Detection
Kits. Namun, setelah dilakukan pengujian ulang menggunakan metode
Polymerase Chain Reaction (PCR), ketiga sampel tersebut menunjukkan hasil
negatif, artinya tidak ditemukan DNA babi di dalamnya. Hasil ini menunjukkan
bahwa kemungkinan kontaminasi terjadi karena penggunaan alat penggilingan
yang dipakai secara bergantian tanpa prosedur pembersihan yang benar. Penelitian
ini menekankan pentingnya mengetahui karakteristik tempat penggilingan,
mendeteksi kontaminasi babi secara cepat dengan Porcine Detection Kits, serta
memastikan hasilnya melalui metode PCR untuk menjamin keamanan dan
kehalalan daging yang dikonsumsi masyarakat, khususnya di pasar tradisional
Kota Medan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Deteksi Porcine, keamanan pangan, kontaminasi, PCR |
| Subjects: | T Technology > TS Manufactures > TS2284 Animal feeds and feed mills. Pet food industry |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Gizi |
| Depositing User: | Mrs Susiani Susiani |
| Date Deposited: | 08 Jul 2026 04:44 |
| Last Modified: | 08 Jul 2026 04:44 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/67273 |
