Pandi, Ahmad (2026) Analisis Koordinasi Over Current Relay (OCR) Dan Ground Fault Relay (GFR) Di Gardu Induk Kuala Tanjung. Undergraduate thesis, UNIMED.
5203230008_Cover.pdf
Download (133kB)
5203230008_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (304kB)
5203230008_Abstrak.pdf
Download (148kB)
5203230008_Kata_Pengantar.pdf
Download (175kB)
5203230008_Daftar_Isi.pdf
Download (149kB)
5203230008_Daftar_Tabel.pdf
Download (223kB)
5203230008_Daftar_Gambar.pdf
Download (147kB)
5203230008_Daftar_Lampiran.pdf
Download (116kB)
5203230008_BAB_I.pdf
Download (314kB)
5203230008_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5203230008_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5203230008_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
5203230008_BAB_V.pdf
Download (214kB)
5203230008_Daftar_Pustaka.pdf
Download (216kB)
5203230008_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Koordinasi rele proteksi merupakan koordinasi rele arus lebih yang disebut juga sebagai overcurrent relay (OCR) yang memproteksi jaringan dari gangguan antar fasa dan rele arus lebih proteksi gangguan ke tanah atau disebut juga sebagai ground fault relay (GFR) yang memproteksi jaringan dari gangguan fasa ke tanah. Rele yang saling berkoordinasi yaitu antara rele incoming dan rele outgoing. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana cara setting waktu kerja koordinasi OCR dan GFR pada transformator TD 3 Gardu Induk Kuala Tanjung, menganalisis hasil simulasi waktu kerja koordinasi OCR dan GFR pada transformator TD 3 Gardu Induk Kuala Tanjung dan membandingkan hasil simulasi tersebut dengan standart waktu koordinasi OCR dan GFR sesuai peraturan menteri energi dan sumber daya mineral republik indonesia nomor 20 tahun 2020. Metode penelitian dilakukan dengan mengukur arus beban puncak maksimum pada masing-masing penyulang TD 3 sistem distribusi 20 kV. Data yang dianalisis meliputi arus beban puncak, panjang penyulang, jenis penghantar, daya transformator dan impedansi pada TD 3. Analisis dilakukan untuk memperoleh arus hubung singkat tiga fasa, arus hubung singkat satu fasa ke tanah, arus pick-up dan setting TMS pada OCR dan GFR. Koordinasi OCR dan GFR akan disimulasikan menngunakan sofeware ETAP untuk melihat kurva koordinasi yang terbentuk dan waktu kerja koordinasi rele, kemudian waktu kerja koordinasi rele akan dibandingkan dengan standart Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2020. Hasil perhituungan dan simulasi menunjukkan bahwa arus hubung singkat tiga fasa terjadi tipikal koordinasi KT 2 OCR outgoing trip pada 0,3 detik dan OCR incoming trip pada 0,7 detik. Tipikal koordinasi KT 3 OCR outgoing trip pada 0,3 detik dan OCR incoming trip pada 0,7 detik dan tipikal koordinasi KT 14 OCR outgoing trip pada 0,3 detik dan OCR incoming trip pada 0,7 detik. Arus hubung singkat satu fasa ke tanah terjadi tipikal koordinasi KT 2 GFR outgoing trip pada 0,3 detik dan GFR incoming trip pada 0,7 detik. Tipikal koordinasi KT 3 GFR outgoing trip pada 0,3 detik dan GFR incoming trip pada 0,7 detik dan tipikal koordinasi KT 14 GFR outgoing trip pada 0,3 detik dan GFR incoming trip pada 0,7 detik. Waktu kerja koordinasi OCR outgoing dan OCR incoming saat arus hubung singkat tiga fasa dan waktu kerja koordinasi GFR outgoing dan GFR incoming saat arus hubung singkat satu fasa ke tanah sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia No.20/2020.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | koordinasi rele; OCR dan GFR |
| Subjects: | T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering > TK1001 Production of electric energy or power. Powerplants. Central stations |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Pendidikan Teknik Elektro |
| Depositing User: | Mrs Siti Nurbaidah |
| Date Deposited: | 08 Jul 2026 03:23 |
| Last Modified: | 08 Jul 2026 03:23 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/67253 |
