Calista, Amanda Iqnacia (2025) KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN LABA- LABA DAN SERANGGA PADA SAWAH ORGANIK DAN SAWAH ANORGANIK DI DESA SUMBER REJO KECAMATAN PERCUT SEI TUAN. Undergraduate thesis, UNIMED.
4213520031_Cover.pdf
Download (104kB)
4213520031_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (1MB)
4213520031_Abstrak.pdf
Download (152kB)
4213520031_Kata_Pengantar.pdf
Download (155kB)
4213520031_Daftar_Isi.pdf
Download (500kB)
4213520031_Daftar_Gambar.pdf
Download (42kB)
4213520031_Daftar_Tabel.pdf
Download (40kB)
4213520031_BAB_I.pdf
Download (168kB)
4213520031_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (195kB)
4213520031_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (363kB)
4213520031_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (623kB)
4213520031_BAB_V.pdf
Download (49kB)
4213520031_Daftar_Pustaka.pdf
Download (278kB)
4213520031_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (522kB)
Abstract
Keanekaragaman dan kelimpahan arthropoda (laba-laba dan serangga) yang merupakan indikator utama kesehatan ekosistem pertanian karena mereka berfungsi sebagai agen pengendalian hayati, penyerbuk, dan komponen rantai trofik. Intensifikasi pertanian melalui penggunaan masukan sintetis seringkali mengurangi keanekaragaman hayati, sehingga diperlukan evaluasi manfaat praktik pertanian organik dalam menjaga stabilitas agroekosistem. Penelitian ini mengkaji keanekaragaman dan kekayaan laba-laba dan serangga di sawah organik dan non-organik di Desa Sumber Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Studi ini dilakukan selama tiga bulan, dari Mei hingga Juli 2025, menggunakan teknologi Yellow Sticky Trap (YST) yang ditempatkan secara strategis di kedua jenis sawah. Data yang diperoleh dievaluasi menggunakan Indeks Shannon- Wiener (H′) untuk keragaman, Indeks Shannon-Wiener untuk kelimpahan, Indeks Kemerataan (E) dan Indeks Dominasi (C) untuk menilai struktur komunitas. Perbedaan antara sistem diuji menggunakan uji t. Hasil menunjukkan bahwa sawah organik lebih beragam dan lebih berlimpah dibandingkan sawah non-organik. Indeks keragaman laba-laba di sawah organik adalah 1,77, sedangkan di sawah inorganik hanya 1,36, keduanya berada dalam rentang sedang. Demikian pula, indeks keragaman serangga di sawah organik adalah 2,37, lebih besar daripada di sawah inorganik (2,00). Nilai kelimpahan laba-laba dan serangga juga lebih tinggi di sawah organik (1,21 dan 2,26) dibandingkan sawah non-organik (0,87% dan 1,57%). Sementara itu, laba-laba dan serangga memiliki distribusi yang relatif seimbang di kedua sistem, dengan sawah organik sedikit lebih stabil, dan indeks dominasi di kedua lingkungan rendah, menunjukkan bahwa tidak ada spesies yang mendominasi secara signifikan. Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa praktik pertanian organik mempromosikan keanekaragaman hayati dan ketahanan ekosistem, sedangkan masukan sintetis dalam pertanian non-organik mengurangi proses ekologi alami dan meningkatkan sensitivitas terhadap gangguan hama.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Additional Information: | 595.79 Cal k |
| Keywords: | keanekaragaman arthropoda, pertanian organik, ekosistem padi. |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GF Human ecology. Anthropogeography Q Science > QH Natural history > QH301 Biology > QH540 Ecology Q Science > QL Zoology S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Biologi |
| Depositing User: | Mrs Gusti Lisa Utami |
| Date Deposited: | 06 Jul 2026 07:29 |
| Last Modified: | 06 Jul 2026 07:39 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/67050 |
