Hutapea, Lewi Christo (2025) Kajian Pusat Pertumbuhan di Kabupaten Langkat. Undergraduate thesis, UNIMED.
3193131014_Cover.pdf
Download (166kB)
3193131014_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (711kB)
3193131014_Abstrak.pdf
Download (426kB)
3193131014_Kata_Pengantar.pdf
Download (215kB)
3193131014_Daftar_Isi.pdf
Download (190kB)
3193131014_Daftar_Gambar.pdf
Download (160kB)
3193131014_Daftar_Tabel.pdf
Download (162kB)
3193131014_Daftar_Lampiran.pdf
Download (236kB)
3193131014_BAB_I.pdf
Download (648kB)
3193131014_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (815kB)
3193131014_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (802kB)
3193131014_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
3193131014_BAB_V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
3193131014_BAB_VI.pdf
Download (341kB)
3193131014_Daftar_Pustaka.pdf
Download (309kB)
3193131014_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7MB)
Abstract
Pembangunan wilayah yang tidak merata menjadi isu krusial di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Ketimpangan fasilitas dan aktivitas ekonomi yang cenderung terpusat di wilayah-wilayah tertentu, seperti Stabat dan Binjai, mengindikasikan perlunya identifikasi kecamatan-kecamatan yang berpotensi sebagai pusat pertumbuhan dan wilayah hinterland. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya pemerataan pembangunan melalui penataan ruang yang tepat sasaran dan strategis, sejalan dengan arah kebijakan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Langkat Tahun 2013–2033. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: (1) kecamatan-kecamatan mana yang berpotensi menjadi pusat pertumbuhan dan wilayah hinterland berdasarkan analisis spasial dan interaksi wilayah; dan (2) bagaimana kesesuaian hasil identifikasi tersebut dengan kebijakan RTRW Kabupaten Langkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pusat-pusat pertumbuhan dan wilayah hinterland yang potensial serta menganalisis kesesuaiannya dengan dokumen perencanaan wilayah yang berlaku, guna mendukung pemerataan pembangunan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan unit analisis seluruh kecamatan di Kabupaten Langkat sebanyak 23 wilayah administratif. Teknik analisis data meliputi analisis skalogram, indeks sentralitas (Konig dan Shimbel), model gravitasi, serta analisis titik henti (break point), yang masing masing digunakan untuk mengevaluasi potensi fasilitas, konektivitas wilayah, kekuatan interaksi, dan batas pengaruh antar kecamatan. Data sekunder diperoleh dari instansi resmi seperti BPS Kabupaten Langkat dan Bappeda, kemudian dianalisis untuk mendapatkan visualisasi spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecamatan seperti Stabat, Hinai, dan Tanjung Pura memiliki nilai sentralitas dan daya tarik interaksi tertinggi, menunjukkan potensi besar sebagai pusat pertumbuhan. Namun, hasil identifikasi ini belum sepenuhnya selaras dengan kebijakan yang tercantum dalam RTRW Kabupaten Langkat 2013–2033, sehingga diperlukan peninjauan ulang terhadap dokumen perencanaan wilayah tersebut agar lebih responsif terhadap dinamika aktual wilayah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | pusat pertumbuhan, hinterland, indeks sentralitas, RTRW |
| Subjects: | H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD72 Economic growth, development, planning |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Geografi |
| Depositing User: | Siti Nur Fatimah |
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 04:43 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 04:43 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/66989 |
