Pane, Nuraina Fajriah (2019) Mengidentifikasi Saluran Drainase di Jalan Pancing II/Budi Utomo Medan. Diploma thesis, UNIMED.
1. NIM 5163210040 COVER.pdf
Download (244kB)
2. NIM 5163210040 APPROVAL SHEET.pdf
Download (632kB)
3. NIM 5163210040 ABSTRACT.pdf
Download (316kB)
4. NIM 5163210040 PREFACE.pdf
Download (428kB)
5. NIM 5163210040 TABLE OF CONTENT.pdf
Download (205kB)
6. NIM 5163210040 ILLUSTRATION.pdf
Download (307kB)
7. NIM 5163210040 TABLES.pdf
Download (311kB)
8. NIM 5163210040 APPENDICES.pdf
Download (209kB)
9. NIM 5163210040 CHAPTER I.pdf
Download (329kB)
10. NIM 5163210040 CHAPTER II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
11. NIM 5163210040 CHAPTER III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (278kB)
12. NIM 5163210040 CHAPTER IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
13. NIM 5163210045 CHAPTER V.pdf
Download (241kB)
14. NIM 5163210045 BIBLIOGRAPHY.pdf
Download (35kB)
15. NIM 5163210045 ENCLOSURE.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Drainase dapat diartikan sebagai usaha untuk mengontrol kualitas air tanah. Jadi, drainase menyangkut tidak hanya air permukaan tapi juga air tanah. Sesuai dengan prinsip sebagai jalur pembuangan maka pada waktu hujan, air yang mengalir di permukaan diusahakan secepatnya dibuang agar tidak menimbulkan genangan yang dapat menganggu aktivitas dan bahkan dapat menimbulkan kerugian (Kodoatie, 2005:7). Permasalahan muncul ketika air tersebut tidak masuk ke dalam tanah (infiltrasi), tidak dialirkan dan mengakibatkan timbulnya genangan atau dalam kapasitas besarnya biasa di sebut banjir. Pesatnya perkembangan kawasan hunian di sepanjang Jalan pancing II/Budi Utomo Medan menyebabkan berubahnya karakteristik fisik kota. Perubahan ini juga diikuti dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk dan bertambah luasnya area kawasan hunian masyarakat, dan mengakibatkan debit air buangan dari penduduk bertambah. Untuk itu perlu di tinjau ulang atau di evaluasi kembali saluran drainase di jalan pancing II/Budi Utomo yang mengalirkan debit tersebut ketempat pembuangan akhir atau sungai, sehingga tidak menimbulkan genangan air yang dapat menghambat aktifitas masyarakat. Adapun metode deskriptif yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, yaitu pendeskripsian data dengan menggunakan analisis kuantitatif dengan cara menghitung dimensi dan volume air yang ditampung oleh saluran drainase. Pengumpulan dan pengolahan data sekunder yang diperoleh dari observasi di lapangan dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sampali Medan dalam bentuk angka. Dari Analisa dimensi saluran menunjukkan bahwa dimensi eksisting yang terdapat dilapangan tidak memenuhi untuk menampung debit air yang ada dimana h (lapangan) < h(rencana), b (lapangan) < b (rencana) dan Q rencana > Q lapangan. Dimana drainase (Q) daerah sekitar jalan pancing II/Budi Utomo Medan adalah Q = 2,235 m3/detik. Debit rencana adalah Q = 3,69 m3/detik. sehingga dapat disimpulkan bahwa saluran drainase pada jalan pancing II/Budi Utomo Medan tidak layak untuk mengalirkan debit air yang ada. Dari hasil analisis debit rencana pada daerah tersebut maka penulis merencanakan drainase trapesium dan persegi yang mampu mengalirkan debit air pada wilayah tersebut. Dengan dimensi b = 1,15 m, dan h = 0,65 m, dan dimensi yang direncanakan b= 1,4 m dan h= 0,7 cm.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Keywords: | Jalan Pancing; Saluran Drainase; Kapasitas drainase |
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknik > D3 Teknik Sipil |
| Depositing User: | Mrs Siti Nurbaidah |
| Date Deposited: | 23 Jun 2026 07:26 |
| Last Modified: | 23 Jun 2026 07:26 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/66856 |
