Sinaga, Fahri (2025) PREDIKSI POTENSI SEBARAN GEOGRAFIS GAJAH SUMATERA (Elephas maximus sumatranus) DI PULAU SUMATERA MENGGUNAKAN MODEL MAXENT. Undergraduate thesis, UNIMED.
4212220001_Cover.pdf
Download (82kB)
4212220001_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (927kB)
4212220001_Abstrak.pdf
Download (109kB)
4212220001_Kata_Pengantar.pdf
Download (356kB)
4212220001_Daftar_Isi.pdf
Download (58kB)
4212220001_Daftar_Gambar.pdf
Download (55kB)
4212220001_Daftar_Tabel.pdf
Download (48kB)
4212220001_Daftar_Lampiran.pdf
Download (47kB)
4212220001_BAB_I.pdf
Download (142kB)
4212220001_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
4212220001_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (602kB)
4212220001_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
4212220001_BAB_V.pdf
Download (52kB)
4212220001_Daftar_Pustaka.pdf
Download (244kB)
4212220001_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Gajah Sumatera (Elephas maximus subsp. sumatranus Temminck 1847) merupakan satwa endemik Indonesia yang berperan sebagai ecosystem engineer sekaligus indikator keberhasilan konservasi di ekosistem hutan hujan tropis Sumatera. Populasi spesies ini menurun secara signifikan akibat fragmentasi habitat, alih fungsi lahan, konflik manusia-gajah, serta perburuan dan perdagangan ilegal. Penelitian ini bertujuan memproyeksikan distribusi geografis potensial habitat Gajah Sumatera di Pulau Sumatera dan mengidentifikasi parameter lingkungan yang paling berpengaruh terhadap preferensi habitatnya sebagai dasar penyusunan strategi konservasi berbasis spasial menggunakan algoritma Maximum Entropy (MaxEnt). Hasil pemodelan menunjukkan akurasi yang tinggi dengan rata-rata nilai AUC 0,910 ± 0,041. Faktor lingkungan yang paling berpengaruh adalah radiasi matahari (33,3%), curah hujan musiman (22,5%), suhu musiman (10,7%), dan tutupan lahan (6,8%). Habitat dengan tingkat kesesuaian tinggi di pulau Sumatera menunjukkan kondisi yang sangat kritis, dengan luas hanya 4,498.07 km² atau 0,95% dari total wilayah, disusul kelas kesesuaian sedang mencakup 53,124.57 km² (11,22%) dan kelas kesesuaian rendah mendominasi seluas 415,858.36 km² (87,83%). Habitat yang sangat terbatas pada kelas kesesuaian tinggi ini menandakan bahwa hanya sebagian kecil lanskap yang masih menyediakan kondisi lingkungan ideal bagi aktivitas jelajah, pakan, dan reproduksi Gajah Sumatera. Temuan ini menguatkan urgensi strategi konservasi terpadu, termasuk pembangunan koridor satwa dan perlindungan habitat prioritas, untuk menjamin kelestarian populasi. Hasil penelitian dapat menjadi acuan ilmiah dalam perencanaan restorasi habitat dan penentuan zona konservasi berbasis spasial.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Additional Information: | 599.67 |
| Keywords: | Distribusi habitat, gajah sumatera, konservasi, MaxEnt, spasial |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GA Mathematical geography. Cartography > GA101 Cartography Q Science > QH Natural history Q Science > QH Natural history > QH301 Biology > QH540 Ecology Q Science > QL Zoology |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Biologi |
| Depositing User: | Mrs Gusti Lisa Utami |
| Date Deposited: | 17 Jun 2026 05:11 |
| Last Modified: | 17 Jun 2026 05:11 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/66765 |
