Siregar, Elisabeth (2025) INVENTARISASI TANAMAN PANGAN DAN PEMANFAATANNYA DALAM UPACARA ADAT SUKU BATAK TOBA DI KECAMATAN NAINGGOLAN KABUPATEN SAMOSIR SUMATRA UTARA. Undergraduate thesis, UNIMED.
4211220012_Cover.pdf
Download (51kB)
4211220012_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (1MB)
4211220012_Abstrak.pdf
Download (368kB)
4211220012_Kata_Pengantar.pdf
Download (489kB)
4211220012_Daftar_Isi.pdf
Download (367kB)
4211220012_Daftar_Gambar.pdf
Download (367kB)
4211220012_Daftar_Tabel.pdf
Download (361kB)
4211220012_Daftar_Lampiran.pdf
Download (359kB)
4211220012_BAB_I.pdf
Download (402kB)
4211220012_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (577kB)
4211220012_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (705kB)
4211220012_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
4211220012_BAB_V.pdf
Download (261kB)
4211220012_Daftar_Pustaka.pdf
Download (513kB)
4211220012_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan serta menganalisis pemanfaatan tanaman pangan dalam pelaksanaan upacara adat pernikahan dan kematian (Saur Matua) pada masyarakat Batak Toba di Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir. Penelitian dilaksanakan di dua desa, yaitu Desa Sibonor Ompu Ratus dan Desa Sinaga Uruk Pandiangan, yang berada di wilayah administratif Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, dokumentasi kegiatan adat, serta identifikasi spesies tanaman pangan yang digunakan dalam upacara adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam upacara adat pernikahan, masyarakat memanfaatkan sebanyak 34 jenis tanaman pangan yang tergolong ke dalam 20 famili tumbuhan. Sementara itu, pada upacara adat kematian (Saur Matua) ditemukan penggunaan 26 jenis tanaman pangan yang termasuk dalam 17 famili. Famili tumbuhan yang dominan digunakan dalam kedua upacara adat tersebut antara lain Zingiberaceae, Solanaceae, dan Amaryllidaceae. Bagian tanaman yang paling sering dimanfaatkan dalam upacara adat pernikahan adalah bagian buah, dengan jumlah 11 jenis. Sedangkan dalam upacara adat kematian, bagian tanaman yang paling banyak digunakan juga adalah buah, yaitu sebanyak 9 jenis. Dari segi habitus tanaman, jenis herba merupakan habitus yang paling dominan digunakan dalam upacara adat pernikahan dengan jumlah 20 spesies, dan dalam upacara adat kematian sebanyak 13 spesies herba digunakan. Berdasarkan bentuk pemanfaatannya, tanaman yang digunakan dalam upacara adat pernikahan sebagian besar berfungsi sebagai bumbu masakan sebanyak 15 jenis tanaman. Demikian pula dalam upacara adat kematian, bumbu masakan merupakan bentuk pemanfaatan yang paling banyak dengan jumlah 17 jenis tanaman. Proses pengolahan tanaman pangan dalam kedua upacara adat meliputi berbagai teknik, seperti direbus, digoreng, dikukus, dimasak dengan santan (digulai), difermentasi, disangrai, dan ditumis. Selain fungsinya sebagai sumber pangan, tanaman-tanaman ini juga memiliki makna filosofis dan simbolis yang kuat, mencerminkan sistem nilai, kepercayaan, serta kearifan lokal masyarakat Batak Toba.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Additional Information: | 581.61 |
| Keywords: | Tanaman Pangan, Upacara Adat, Batak Toba, Pernikahan, Saur Matua. |
| Subjects: | Q Science > QD Chemistry > QD415 Biochemistry Q Science > QK Botany > QK710 Plant physiology R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS153 Materia medica > RS160 Pharmacognosy. Pharmaceutical substances (Plant, animal, and inorganic) T Technology > TP Chemical technology |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Biologi |
| Depositing User: | Mrs Gusti Lisa Utami |
| Date Deposited: | 17 Jun 2026 04:48 |
| Last Modified: | 17 Jun 2026 04:48 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/66762 |
