Rambe, Anggi Nai Fitri (2025) UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN GALUNGGUNG (Blumea balsamifera L.) TERHADAP Shigella dysentriae SECARA IN VITRO. Undergraduate thesis, UNIMED.
4212220004_Cover.pdf
Download (223kB)
4212220004_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (439kB)
4212220004_Abstrak.pdf
Download (335kB)
4212220004_Kata_Pengantar.pdf
Download (331kB)
4212220004_Daftar_Isi.pdf
Download (338kB)
4212220004_Daftar_Gambar.pdf
Download (385kB)
4212220004_Daftar_Tabel.pdf
Download (319kB)
4212220004_Daftar_Lampiran.pdf
Download (220kB)
4212220004_BAB_I.pdf
Download (251kB)
4212220004_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (451kB)
4212220004_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (645kB)
4212220004_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (517kB)
4212220004_BAB_V.pdf
Download (223kB)
4212220004_Daftar_Pustaka.pdf
Download (520kB)
4212220004_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (945kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder pada ekstrak etanol daun galunggung (Blumea balsamifera L.) dengan metode GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectrometry) dan aktivitas antibakteri serta konsentrasi hambat minimum dan konsentrasi bunuh minimum terhadap bakteri Shigella dysentriae. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – Juni 2025 di Laboratorium Mikrobiologi, Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Medan serta di UPTD. Laboratorium Kesehatan Daerah Medan. Metode ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Kelompok perlakuan pada penelitian ini terdiri dari konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, serta terdapat kontrol positif dan kontrol negatif. Kandungan metabolit sekunder ekstrak etanol daun galunggung terdapat 47 senyawa bioaktif, dan 5 diantaranya senyawa dominan golongan terpenoid yang berpotensi sebagai antibakteri. Berdasarkan hasil uji One Way Annova menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang menandakan bahwa ekstrak daun galunggung (Blumea balsamifera L.) dapat menghambat pertumbuhan bakteri S. dysentriae. Pengkategorian diameter zona hambat yang terbentuk yaitu ≤5 mm tergolong lemah, 6-10 mm tergolong sedang, 11-20 mm tergolong kuat, ≥21 mm tergolong sangat kuat. Konsentrasi 60% ekstrak daun galunggung merupakan konsentrasi terbaik dalam membentuk zona hambat yaitu 8,91 mm dengan kategori sedang. Konsentrasi hambat minimum dan Konsentrasi bunuh minimum pada S. dysentriae yaitu konsentrasi 60%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol daun galunggung memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Shigella dysentriae.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Additional Information: | 615.321 |
| Keywords: | Bakteri, daun galunggung, senyawa metabolit sekunder, in vitro. |
| Subjects: | Q Science > QK Botany Q Science > QR Microbiology > QR75 Bacteria |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Biologi |
| Depositing User: | Mrs Gusti Lisa Utami |
| Date Deposited: | 11 Jun 2026 05:07 |
| Last Modified: | 11 Jun 2026 05:07 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/66702 |
