Manullang, Ridwan Jonatan SISTEM TANAM TUMPANG SARI JAGUNG DAN CABAI SEBAGAI BUDAYA MASYARAKAT DI KELURAHAN KUTA GAMBIR. Undergraduate thesis, UNIMED.
3183122037_Cover.pdf
Download (26kB)
3183122037_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (372kB)
3183122037_Abstrak.pdf
Download (112kB)
3183122037_Kata_Pengantar.pdf
Download (165kB)
3183122037_Daftar_Isi.pdf
Download (123kB)
3183122037_Daftar_Gambar.pdf
Download (86kB)
3183122037_Daftar_Tabel.pdf
Download (87kB)
3183122037_Daftar_Lampiran.pdf
Download (89kB)
3183122037_BAB_I.pdf
Download (173kB)
3183122037_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (209kB)
3183122037_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (150kB)
3183122037_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (261kB)
3183122037_BAB_V.pdf
Download (126kB)
3183122037_Daftar_Pustaka.pdf
Download (164kB)
3183122037_Lampiran.pdf
Download (488kB)
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis; (1) Sistem tanam tumpang
sari dikatakan sebagai budaya; (2) Penerapan sistem tanam tumpang sari jagung
dan cabai; (3) Dampak sosial dan ekonomi sistem tanam tumpang sari pada
masyarakat kelurahan Kuta Gambir. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian
kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian
ini menggunakan observasi partisipasi dan wawancara untuk mengetahui
bagaimana penerapan sistem tanam tumpang sari dikatan sebagai budaya
masyarakat. Pola tanam tumpang sari adalah teknik budidaya yang melibatkan
penanaman dua atau lebih jenis tanaman secara bersamaan dalam satu lahan dengan
susunan bergantian dan jarak tanam yang teratur. Penelitian ini difokuskan pada
kombinasi tanaman jagung dan cabai, yang dipilih karena karakteristiknya sebagai
tanaman muda dengan masa panen relatif singkat. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa sistem tumpang sari bukan sekadar dapat mengoptimalkan hasil tanah,
melainkan juga menyediakan keuntungan di antara tumbuhan, seperti perlindungan
dari hama dan penyeimbangan kebutuhan sinar matahari serta unsur hara. Selain
itu, sistem ini telah menjadi bagian dari budaya masyarakat petani dan diwariskan
secara turun-temurun, sehingga dapat dikategorikan sebagai bentuk kearifan lokal.
Seiring kian berkurangnya tanah agraria disebabkan oleh perubahan penggunaan
lahan dan pertumbuhan penduduk, sistem tanam tumpang sari menjadi solusi
strategis untuk meningkatkan hasil panen dalam lahan terbatas. Penerapan metode
ini juga mencerminkan nilai-nilai pelestarian lingkungan dan adaptasi terhadap
kondisi sosial-ekonomi masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Budaya, Tumpang sari, Dampak Sosial dan Ekonomi |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Antropologi |
| Depositing User: | Mr Setiady Setiady |
| Date Deposited: | 06 May 2026 01:52 |
| Last Modified: | 06 May 2026 01:52 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/66660 |
