Sitompul, Albin Vesta S.K (2025) PENGARUH EKSTRAK JAGUNG (ZEA MAYS) DAN AIR KELAPA (COCOS NUCIFERA) TERHADAP PERTUMBUHAN TUNAS KENTANG GRANOLA (SOLANUM TUBEROSUM L.) PADA MEDIA MS SECARA IN VITRO. Undergraduate thesis, UNIMED.
4192520003_Cover.pdf
Download (142kB)
4192520003_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (929kB)
4192520003_Abstrak.pdf
Download (321kB)
4192520003_Kata_Pengantar.pdf
Download (519kB)
4192520003_Daftar_Isi.pdf
Download (307kB)
4192520003_Daftar_Gambar.pdf
Download (229kB)
4192520003_Daftar_Tabel.pdf
Download (228kB)
4192520003_Daftar_Lampiran.pdf
Download (289kB)
4192520003_BAB_I.pdf
Download (319kB)
4192520003_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (548kB)
4192520003_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (366kB)
4192520003_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (721kB)
4192520003_BAB_V.pdf
Download (304kB)
4192520003_Daftar_Pustaka.pdf
Download (286kB)
4192520003_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak jagung (Zea mays) dan air kelapa (Cocos nucifera) terhadap pertumbuhan planlet kentang granola (Solanum tuberosum L.) secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – Oktober 2024 di Laboratorium Kultur Jaringan G10 Agro Tech Medan. Pada penelitian ini tanaman kentang ditanam pada media MS (Murashige and Skoog) yang dikombinasikan dengan ekstrak jagung dan air kelapa menggunakan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan masing-masing 4 perlakuan dan tiga ulangan dengan konentrasi yang terdiri atas 4 taraf yaitu ekstrak jagung 0 g/L, 25 g/L, 50 g/L, 75 g/L dan air kelapa yaitu 0 ml/L, 50 ml/L, 100 ml/L, 150 ml/L. Parameter pengamatan dalam penelitian ini adalah persentase kontaminasi, tinggi planlet, jumlah tunas, jumlah daun, dan jumlah akar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of variance (ANOVA) dan pada perlakuan berbeda dilakukan uji lanjut Duncan’s multiple range test (DMRT). Hasil analisis setelah pengamatan ke-6 minggu setelah tanam (MST) menunjukkan bahwa perlakuan penambahan ekstrak jagung dan air kelapa berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi planlet, jumlah tunas, jumlah daun, dan jumlah akar. Tinggi planlet terbaik dihasilkan oleh kombinasi J2A3 (ekstrak jagung 50 g/L + air kelapa 150 ml/L) yaitu 19,70 cm. Jumlah tunas terbaik dihasilkan oleh J3A2 (ekstrak jagung 75 g/L + air kelapa 150 ml/L) yaitu 4,67 tunas. Jumlah daun terbanyak yaitu J1A2 (ekstrak jagung 25 g/L + air kelapa 100 ml/L) yaitu 22 helai dan kombinasi perlakuan pada jumlah akar terbaik dihasilkan oleh J3A3 (ekstrak jagung 75 g/L + air kelapa 150 ml/L) yaitu 7,67 akar. Sehingga dapat disimpulkan media organik ekstrak jagung dan air kelapa dapat digunakan sebagai media alternatif karena memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap pertumbuhan kentang granola secara in vitro.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Additional Information: | 570 |
| Keywords: | Kentang granola, zat pengatur tumbuh alami, jagung, air kelapa, kultur in vitro |
| Subjects: | Q Science > QH Natural history > QH301 Biology Q Science > QK Botany > QK474 Spermatophyta. Phanerogams > QK494 Gymnosperms |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Biologi |
| Depositing User: | Mrs Gusti Lisa Utami |
| Date Deposited: | 30 Apr 2026 07:54 |
| Last Modified: | 30 Apr 2026 07:54 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/66652 |
