Simanihuruk, Rewinda Ronauli (2025) Bentuk Tortor Pada Acara Pasahatton Ulos Passamot dan Ulos Hela dalam Upacara Perkawinan Batak Toba di Desa Parbaba. Undergraduate thesis, UNIMED.
2193341005_Cover.pdf
Download (85kB)
2193341005_Lembar_Pengesahan.pdf
Download (235kB)
2193341005_Abstrak.pdf
Download (89kB)
2193341005_Kata_Pengantar.pdf
Download (94kB)
2193341005_Daftar_Isi.pdf
Download (143kB)
2193341005_Daftar_Gambar.pdf
Download (82kB)
2193341005_Daftar_Tabel.pdf
Download (59kB)
2193341005_Daftar_Lampiran.pdf
Download (23kB)
2193341005_BAB_I.pdf
Download (332kB)
2193341005_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (333kB)
2193341005_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (179kB)
2193341005_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
2193341005_BAB_V.pdf
Download (79kB)
2193341005_Daftar_Pustaka.pdf
Download (140kB)
2193341005_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui: “Bentuk Tortor Pasahatton ulos
Passamot dan ulos Hela pada upacara perkawinan masyarakat Batak Toba”.
Penelitian ini didasarkan pada landasan teoritis yang menjelaskan teori Bentuk oleh
AM. Hermin Kusumahayati, (1990:9) menyatakan mengkaji perwujudan seni tari
merupakan salah satu diantaranya adalah tari yang ditopang oleh elemen-elemen
yaitu: gerak tari, pola lantai, iringan musik, tata rias, tata busana, property, dan
tempat pementasan dan pengertian Pasahatton Ulos Passamot dan Ulos Hela.
Penelitian ini dilakukan di Desa Parbaba tepatnya di wisma dari Desember 2023 -
Juli 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif
kualitatif yang dimana sampel pada penelitian ini penetua adat (Raja Parhata),
Pihak Parboru dan Paranak, dan Kedua mempelai pengantin. Teknik pengumpulan
data yang dilakukan adalah dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil
penelitian menunjukkan: Gerak dalam tortor untuk memberikan ulos Passamot dan
ulos Hela belum sepenuhnya baku. Tortor yang dibawakan saat menyerahkan ulos
Passamot atau ulos Hela biasanya dilakukan dengan gerak yang sederhana dengan
penuh hormat untuk menunjukkan makna kasih sayang, doa, dan restu kepada
penerima ulos. Iringan musik yang digunakan untuk mengiringi Tortor Pasahatton
Ulos Passamot dan Ulos Hela adalah Gondang Uning-uningan dengan alat musik
yang dipakai adalah Gordang, Tagading, Sulim, Garantung, Hasapi. Pada tortor
ini memiliki lagu khusus yaitu dengan judul Ulos Passamot dan Ulos Hela. Tata
rias dalam tortor ini adalah tata rias pada umumnya orang berpesta dengan tampak
cantik dan rapi. Hal itu merupakan bentuk rasa bahagia dalam acara pernikahan.
Tata rias yang digunakan seperti, foundation, bedak, blush on, shadow, lipstick dan
lainnya. Begitu juga dengan tata busana dengan menggunakan pakaian formal dan
rapi selayaknya mengahadiri acara pesta adat. Biasanya perempuan memakai
kebaya, songket, selendang songket dan pada laki-laki memakai jas, kemeja, celana
keper dan Ulos Ragihotang sebagai hande-hande. Pola lantai pada Tortor ini tidak
memiliki bermacam-macam bentuk hanya, antara si penerima dan pemberi Ulos
saling berhadapan. Tortor Pasahatton Ulos Passamot dan Ulos Hela tidak memiliki
properti. Tempat pelaksanaan Tortor biasanya berlangsung ditengah halam rumah
atau di wisma sesuai dengan acara adat dilaksanakan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Keywords: | Bentuk; Tortor; Batak Toba; Perkawinan |
| Subjects: | N Fine Arts > NX Arts in general |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Tari |
| Depositing User: | Ricky Syahrizal |
| Date Deposited: | 28 Apr 2026 02:59 |
| Last Modified: | 28 Apr 2026 02:59 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/66588 |
