Lubis, Arfan Ikhsan Political Economy of Accounting dalam Panggung Genealogi Akintansi Postmodern : Sebuah Kajian Filsafat Sufistik Atas Metafora Bunyi Seruling Bukan Milik Seruling. UNSPECIFIED.
Book.pdf
Download (313MB)
Abstract
Buku ini diberi judul POLITICAL ECONOMY OF ACCOUNTING (PEA) DALAM PANGGUNG GENEALOGI AKUNTANSI POSTMODERN: SEBUAH KAJIAN FILSAFAT SUFISTIK ATAS METAFORA BUNYI SERULING BUKAN MILIK SERULING. Buku ini disusun sebagai sarana untuk menjelaskan makna metafora yang mendalam bagaimana sesungguhnya praktik akuntansi tidak pernah berdiri sendiri sebagai teknik pencatatan saja, melainkan berada dalam dinamika kepentingan yang kompleks dan juga berada dalam inti jejaring kekuasaan yakni struktur sosial ekonomi. Bila diperhatikan secara mendalam dari perspektif ekonomi politik, akuntansi merupakan bahasa yang membentuk realitas yang sesungguhnya, memengaruhi keputusan, serta menentukan siapa yang diuntungkan dan siapa yang dipinggirkan. Namun, translasi teknis saja tidak cukup untuk menjelaskan semua wajah akuntansi modern. Di balik standar, prosedur, dan angka-angka yang tampak objektif, terdapat dinamika kekuasaan, konstruksi sosial, dan pergulatan nilai yang membentuk bagaimana akuntansi dipraktikkan, dipahami, dan digunakan. Akuntansi bukan sekadar hasil kalkulasi mekanis; ia adalah produk dari cara manusia memaknai dunia, menata relasi ekonomi, dan menentukan apa yang dianggap penting untuk diungkap maupun disembunyikan. Karena itu, memahami akuntansi menuntut pendekatan yang lebih beragam melampaui batas-batas yang hanya mengandalkan teknik pencatatan menuju wilayah filsafat, etika, politik, bahkan spiritualitas. Hanya dengan cara inilah akuntansi dapat dilihat sebagai praktik yang hidup, sarat makna, dan tidak pernah lepas dari kepentingan kepentingan serta kesadaran manusia yang mengoperasikannya. Dengan demikian,
Konsep sufistik “Bunyi Seruling Bukan Milik Seruling” menjadi metafora sentral dalam pembahasan buku ini. Dalam ajaran para sufi, seruling hanyalah medium; sedangkan “bunyi” adalah pancaran dari sesuatu yang lebih dalam, lebih subtil, dan tak kasat mata. Ruh yang meniup seruling itulah yang menentukan makna, ritme, dan arah alunan bukan instrumennya. Dengan demikian, perhatian utama tidak diletakkan pada alat, melainkan pada sumber kesadaran yang menggerakkannya. Ketika metafora agung ini dibawa ke dalam kajian akuntansi, kita diajak untuk memahami bahwa laporan keuangan, standar akuntansi, metodologi audit, maupun sistem pengukuran kinerja bukanlah “bunyi” itu sendiri. Semua itu hanyalah seruling alat, wadah, media. Dibaliknya mengalir kekuatan laten berupa kepentingan politis, nilai-nilai moral, orientasi sosial, struktur kekuasaan, bahkan ambisi ekonomi yang tak selalu tampak di permukaan. “Nafas” inilah yang memberi jiwa pada praktik akuntansi, yang menentukan apakah angka-angka akan digunakan untuk membangun keadilan atau justru untuk mengukuhkan ketimpangan.
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HF Commerce > HF5001 Business > HF5601 Accounting. Bookkeeping H Social Sciences > HJ Public Finance > HJ9701 Public accounting. Auditing J Political Science > JC Political theory J Political Science > JC Political theory > JC571 Purpose, functions, and relations of the state |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi > Akuntansi |
| Depositing User: | Mrs Catur Dedek Khadijah |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 09:55 |
| Last Modified: | 22 Apr 2026 10:15 |
| URI: | https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/66529 |
