Tolu Sahundulan & Lima Saodoran: Struktur dan Fungsi Kekerabatan Triangular dan Pentagonal Simalungun

Damanik, Erond L (2023) Tolu Sahundulan & Lima Saodoran: Struktur dan Fungsi Kekerabatan Triangular dan Pentagonal Simalungun. Simetri Institute, Medan. ISBN 978-623-7300-18-2

[thumbnail of Tolu sahundulan dan lima saodoran.pdf] Text
Tolu sahundulan dan lima saodoran.pdf

Download (20MB)

Abstract

Kekerabatan triangular, tolu sahundulan dan pentagonal, lima saodoran pada etnik Simalungun di Provinsi Sumatra Utara adalah struktur dan fungsi yang mencerminkan basis dan pola relasi kekeluargaan antara individu dengan lainnya, terikat perkawinan, berlaku sepanjang hidup, menjangkau sukacita maupun dukacita yang mengedepankan prinsip-prinsip mutualitas. Sebagai relasi atau keterhubungan maupun keterikatan, keduanya tidak hanya berlaku dalam adat istiadat, melainkan segala aktivitas hidup, baik ekonomi, sosial, politik, kenyamanan, maupun kultural.
Esensi dan substansi kekerabatan adalah mutualitas, baik humanbeing, being kin, ataupun well-being yang bertahan sepanjang hidup dan masa (endurance), baik pada kondisi sukacita maupun dukacita. Apabila muasal kekerabatan triangular adalah upacara perkawinan (marhajabuan), sebaliknya, muasal kekerabatan pentagonal adalah upacara pemakaman. Kedua upacara ini, sebetulnya difokuskan pada "perempuan" sebagai ibu, unit utama jaringan prokreasi, reproduksi, ataupun regenerasi. Upacara perkawinan adalah pelembagaan hubungan seksual untuk prokreasi ataupun reproduksi yang menciptakan kekerabatan triangular, sebaliknya upacara pemakaman, khususnya layur martuah dan sayur matua, kematian paling sempurna dan diharapkan (perfection) dimana semua keturunan telah menikah dan memiliki cucu serta tak satupun meninggal mendahului orangtuanya membentuk kekerabatan pentagonal.
Apabila cakupan relasi triangular lebih sempit, hanya mencakup (rata-rata)24 keluarga terdiri atas keluarga inti (nuclear family), semua keluarga pihak tondong, boru dan sanina, sebaliknya relasi pentagonal mencakup anggota yang lebih luas, rata-rata mencapai 52-94 keluarga. Kekerabatan triangular, dengan kata lain hanya mencakup tiga generasi, orangtua (namatoras), anak (niombah), dan cucu (pahompu), sebaliknya, kekerabatan pentagonal mencakup lima generasi yakni tiga terdahulu ditambah cicit (nono) dan canggal (nini). Mediator kekerabatan antara dua generasi pertama dan dua generasi terakhir adalah cucu laki-laki sulung sebagai buah kedua dari prokreasi melalui anak laki-laki dari keturunan ibu. Cucu laki-laki sulung memediasi dan melanggengkan relasi kekerabatan pada pemakaman ibu, sedang anak laki-laki sulung pada pemakaman ayah. Fungsi kekerabatan, dengan demikian tidak rusak, memudar, melayu ataupun mati, meskipun kehilangan struktur keanggotaan dimana tersedia mekanisme khusus mempertahankan keberlanjutannya.
Kekerabatan tidak statis melainkan dinamis, bertransformasi maupun bermetamorphosis. Sebermula kekerabatan ditopang "empat kerangka dasar" (ampang naopat) sebagai basis atau pondasi relasi triangular dan berkembang menjadi pentagonal untuk mengekalkan relasi diantara semua pihak yang terlibat. Kekerabatan, dengan demikian tidak hanya menyoal prokreasi, melainkan pemastian jaringan dimasa depan, pewarisan, sosialisasi, pengasuhan, dan sumberdaya ekonomi, sosial,
kultural, politik, dan keamanan. Kontribusi kekerabatan ini, boleh saja berwujud material, tetapi juga moral seperti saran, nasehat, pendapat maupun berkat.

Item Type: Book
Keywords: Upacara perkawinan; Upacara pemakaman; Kekerabatan; Relasi pentagonal; Ampang naopat; Sulang silima; Penyelesaian konflik
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology > GN301 Ethnology. Social and cultural anthropology
G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology > GN357 Culture and cultural processes
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Antropologi
Depositing User: Mrs Harly Christy Siagian
Date Deposited: 15 Apr 2026 07:50
Last Modified: 15 Apr 2026 07:50
URI: https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/66480

Actions (login required)

View Item
View Item