PENERAPAN MODEL MIND MAPPING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS

Rosmaini PENERAPAN MODEL MIND MAPPING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS. -.

[thumbnail of Penerapan Model Mind Mapping dalam Pembelajaran Menulis.pdf]
Preview
Text
Penerapan Model Mind Mapping dalam Pembelajaran Menulis.pdf - Published Version

Download (410kB) | Preview

Abstract

Salah satu kendala yang dihadapi pembelajar pada saat menyusun makalah, laporan, maupun skripsi bagi mahasiswa adalah bagaimana menuangkan ide yang ada di kepala dalam bentuk tulisan yang baik, runtut, logis, dan koheren. Inti dari semua itu adalah kemampuan penggunaan bahasa Indonesia melalui sarana tulis yang merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa. Keterampilan menulis ini dapat diajarkan dengan berbagai cara. Salah satu caranya adalah dengan pemetaan pikiran (mind mapping) yang dimulai dari menulis ide pokok di tengah lembar kertas, kemudian dikembangkan menjadi cabang-cabang pemikiran ke segala arah. Pemetaan pikiran ini dapat membantu pembelajar dalam menemukan, mengorganisasikan, dan menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan. Permasalahan yang muncul adalah “bagaimana langkah-langkah pembelajaran yang ditempuh pembelajar dalam menulis dengan model mind mapping sehingga mencapai hasil maksimal?” Terkait dengan permasalahan tersebut, Hernowo (2003) mengemukakan langkah-langkah pembelajaran menulis dengan model mind mapping sebagai berikut. (1) Pengembangan intuisi. Intuisi merupakan kemampuan memahami sesuatu tanpa dipelajari. Pengembangan intuisi ini dilakukan dengan pembuatan peta pikiran. Langkah-langkahnya adalah (a) menulis gagasan utama di tengah-tengah kertas, (b) menambahkan sebuah cabang yang keluar dari pusatnya untuk setiap gagasan utama. (c) menulis kata kunci pada tiap-tiap cabang yang dikembangkan lebih detail, dan (d) menambahkan simbol-simbol dan ilustrasi untuk mendapatkan ingatan yang lebih baik (DePorter, 2005). (2) Berlatih menulis. Pelatihan menulis ini dilakukan berdasarkan peta pikiran yang dibuat secara spontan. Proses penulisannya dilakukan secara cepat tanpa berhenti atau memperbaiki tulisan tersebut. (3) Tahap setelah menulis. Pada tahap ini dilakukan pengoreksian tulisan. Koreksi bisa dilakukan oleh diri sendiri ataupun orang lain untuk mendapatkan masukan secara objektif. Langkah-langkah tersebut akan menuntun pembelajar menghasilkan tulisan dengan organisasi yang sistematis

Item Type: Article
Keywords: Mind Mapping
Subjects: L Education > LC Special aspects of education
P Language and Literature > PJ Semitic
Divisions: Fakultas Bahasa dan Seni
Depositing User: Mrs Elsya Fitri Utami
Date Deposited: 24 Mar 2016 06:28
Last Modified: 24 Mar 2016 06:28
URI: https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/527

Actions (login required)

View Item
View Item