Potret Siantar Tempo Dulu: Pemanfaatan Bangunan Pusaka Budaya sebagai Destinasi Wisata Budaya di Sumatera Utara

Damanik, Erond L (2020) Potret Siantar Tempo Dulu: Pemanfaatan Bangunan Pusaka Budaya sebagai Destinasi Wisata Budaya di Sumatera Utara. Simetri Institute, Medan. ISBN 978-623-7300-06-9

[thumbnail of Book.pdf]
Preview
Text
Book.pdf - Published Version

Download (10MB) | Preview

Abstract

Tahun 1993-1995, ketika masih kelas I dan II di salah satu
sekolah favorit di Pamatangsiantar, tidak kurang dari 30 kali masuk ke Siantar Hotel. Maksud kunjungan kesana ialah dalam rangka berenang, kegiatan ekstrakurikuler yang saya pilih ketika SMA. Di sekitar Siantar Hotel, ke arah tenggara terdapat stasiun kereta api dan gudang-gudang barang besar, di depan Siantar Hotel terdapat Taman Bunga, di samping Taman Bunga terdapat Kantor Telkom. Bersebelahan dengan kantor Telkom terdapat Gedung Juang Nasional. Di seberang jalan Sutomo, berhadapan dengan Gedung Nasional terdapat Bioskop Ria. Sejajar dengan Bioskop Ria ke arah selatan terdapat Kantor Walikota, Kantor DPRD, Kantor Kependudukan, dan Bank BRI, semuanya berhadapan dengan Taman Bunga. Pada waktu kelas III semester 5, kegiatan ekstrakurikuler kami dipindahkan dari Siantar Hotel ke Detis di ‚Pulau Holang‛. Tidak kurang dari 10 kali mengunjungi kolam renang di maksud. Kampung Pulau Holang, atau Pamatang, adalah pusat Kerajaan Siantar, Klan Damanik. Di sekitar kolam renang, terdapat Pasanggerahan Raja serta Rumah Raja Siantar. Tidak jauh dari Rumah Raja, terdapat Pabrik Es. Mengarah ke sebelah barat terdapat Pusat Pasar Horas dan ke arah Timurlaut terdapat Rumah Sakit Umum Daerah Kota Pamatangsiantar. Di sebelah jalan menuju Pulau Holang, terdapat jalan Cipto, pecinan, yang ditandai rumah toko (Ruko) berarsitektur Tionghoa. Ke arah tenggara terdapat barak militer yang kini menjadi markas Polisi Militer. Tidak jauh dari Kantor Polisi Militer, di jalan Sibolga, berdiri Gereja Katolik. Dulunya, saya bersekolah pada sebuah Yayasan Pendidikan yang berlokasi di belakang gereja sebelum pindah ke Jalan Melanthon Siregar, saat saya naik ke kelas II. Di sudut jalan Sudirman terdapat Kantor Pos yang berseberangan dengan Kantor Polisi. Di sebelah kantor polisi terdapat Museum Simalungun, dibangun tahun 1938 dan diresmikan tahun 1939. Museum ini adalah museum ke 3 di Sumatera dan ke 6 di Indonesia yang didirikan sebelum periode kemerdekaan. Kantor polisi agak berhadapan dengan Kantor Pengadilan Negeri. Kurang lebih 25 meter dari kantor pengadilan terdapat Lapangan Adam Malik. Menurut cerita, terdapat terowongan yang menghubungkan Siantar Hotel dengan Sungai (Bah) Bolon di sekitar Pulau Holang. Terowongan itu, menurut kisahnya, dipergunakan Raja Siantar sebagai akses menuju Siantar Hotel pada akhir pekan, untuk bertemu dengan planters dan pemerintah kolonial.

Item Type: Book
Keywords: Embrio Kota Pamatangsiantar; asal usul Siantar; Embrio Kota Pamatangsiantar; kerajaan Siantar
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
D History General and Old World > D History (General) > D204 Modern History
D History General and Old World > D History (General) > D880 Developing Countries
G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology > GN357 Culture and cultural processes
G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology > GN406.1 Technology. Material culture
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial
Depositing User: Mrs Catur Dedek Khadijah
Date Deposited: 19 Apr 2023 23:35
Last Modified: 15 Apr 2026 05:22
URI: https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/51828

Actions (login required)

View Item
View Item