UNIMED Digital Repository feedhttp://digilib.unimed.ac.idUNIMED Digital Repository | Digital Library , Theses, Journal Article, Publication, Research, Heritage, Paper, Multimedia , Literature, DocumentidCopyright (C) 2012-2014 UNIMED Digital RepositoryPENELITIAN PENDIDIKAN KONSEP DAN IMPLIKASIBuku ini berisi penjelasan tentang ilmu dan penelitian pengajuan masalah landasan teoretis hipotesis penelitian metode penelitian statistik dalam penelitian populasi dan sampel dan instrumen penelitianhttp://digilib.unimed.ac.id/penelitian-pendidikan--konsep-dan-implikasi-31429.htmlWed, 27 Aug 2014 11:56:42 +0700PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E MENGGUNAKAN MEDIA E LEARNING BERBASISWEBLOG TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWAPADA MATERI POKOK HIDROKARBONVariabel penelitian ini terdiri dari tiga variabel yaitu Variabel bebas adalah penerapan model pembelajaran Learning Cycle 7E menggunakan media Elearning berbasis Weblog selanjutnya Variabel terikat adalah hasil belajar kimia siswa melalui post tes serta Varibel terkontrol adalah guru materi pelajaran dan soal pre tes dan post tes yang diberikan adalah samaInstrumen penelitian ini meliputi instrumen tes dalam bentuk pilihan ganda yang akan distandarisasi dan disesuaikan dengan topik penelitian Instrumen tes ini terdiri dari 35 soal yang belum divalidasi dan diharapkan akan diperoleh 20 soal yang telah divalidasi yang harus dijawab oleh siswa sebagai responden dengan skor minimal yang dicapai 0 dan skor maksimal yang dicapaihttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-penerapan-model-pembelajaran-learning-cycle-7e-menggunakan-media-e-learning-berbasisweblog-terhadap-hasil-belajar-kimia-siswapada-materi-pokok-hidrokarbon-31428.htmlWed, 27 Aug 2014 10:02:28 +0700PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN PRAKTIKUM TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWAPADA POKOK BAHASAN SISTEM KOLOID DI KELASXI IPA SMA KATOLIK TRISAKTI MEDANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui data secara empiris apakah hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooporatif tipe STAD dan praktikum pada pokok bahasan Sistem Koloid lebih tinggi daripada hasil belajar yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooporatif tipe STAD tanpa praktikum Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Katolik Trisakti Medan yakni sebanyak 3 kelas Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling Sampel penelitian sebanyak 2 dua kelas yaitu kelas XI IPA 3 sebagai kelas Eksperiman I dan kelas XI IPA 2 sebagai kelas Eksperimen II Kelas Eksperimen I dibelajarkan dengan pembelajaran kooporatif tipe STAD dan praktikum dan kelas Eksperimen II dibelajarkan dengan pembelajaran kooporatif tipe STAD tanpa praktikum Penelitian ini menggunakan instrument tes yang telah diujicobakan dan telah valid Data hasil kelompok sampel homogen dan berdistribusi normal Uji Hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t test yaitu uji satu pihak pihak kanan dan diperoleh t hitung 2 542 dan ttabel 1 6654 untuk 005 dan db 86 Dengan demikian kriteria pengujian hipotesis thitung 2 542 ttabel 1 6654 terpenuhi Artinya H0 tidak diterima Ha diterima yang berarti Hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan praktikum lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD tanpa praktikumhttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-pembelajaran-kooperatif-tipe-stad-dan-praktikum-terhadap-hasil-belajar-kimia-siswapada-pokok-bahasan-sistem-koloid-di-kelasxi-ipa-sma-katolik-trisakti-medan-31427.htmlWed, 27 Aug 2014 09:44:01 +0700Pengaruh Pembelajaran Contextual Teaching and Learning CTL dengan Metode Demonstrasi untuk Meningkatkan Hasil BelajarKimia Siswa Pada Pokok BahasanSistem KoloidPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan pengaruh hasil belajar siswa dengan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning CTL menggunakan metode demonstrasi dan dengan model pembelajaran konvensional menggunakan metode demonstrasi pada materi pokok Sistem Koloid di MAN 2 Model Medan pada kelas XI IPA Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA yang reguler Dari populasi diambil Sampel penelitian sebanyak 2 kelas yaitu kelas eksperimen I yang diajarkan dengan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning CTL menggunakan metode demonstrasi dan kelas eksperimen II yang diajarkan dengan model pembelajaran konvensional menggunakan metode demonstrasi Sebagai alat pengumpul data hasil belajar digunakan tes objektif yang berjumlah 20 soal yang telah teruji validitas realibilitas tingkat kesukaran dan daya beda soalnyaHasil pengolahan data diperoleh ratarata pre test kelas eksperimen I Contextual Teaching and Learning CTL menggunakan metode demonstrasi adalah 35 8 dan rata-rata pre test kelas eksperimen II pembelajaran konvensional menggunakan metode demonstrasi adalah 30 00 Semua data pre testpost test dan diperoleh data berdistribusi normal Data tersebut kemudian di lakukan uji homogenitas sehingga diketahui kedua kelas tersebut homogen Setelah diberi perlakuan maka diperoleh rata-rata hasil belajar post test pada kelas eksperimen I sebesar 885 dan pada kelas eksperimen II diperoleh rata-rata hasil belajar sebesar 73 8 Dari data tersebut setelah dianalisis maka diperoleh persen peningkatan hasil belajar siswa kelas eksperimen I adalah sebesar 83 dan peningkatan hasil belajar siswa kelas eksperimen II adalah sebesar 60 Sehingga dapat diketahui bahwa Ada pengaruh pembelajaran Contextual Teching and Learning CTL dengan metode demonstrasi terhadap hasil belajar kimia siswa pada pada pokok bahasan sistem koloidhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-pembelajaran-contextual-teaching-and-learning-ctl-dengan-metode-demonstrasi-untuk-meningkatkan-hasil-belajarkimia-siswa-pada-pokok-bahasansistem-koloid-31426.htmlWed, 27 Aug 2014 09:28:16 +0700PENGARUH PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING CTL DENGAN MEDIA POWER POINT TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMA SWASTA SETIA BUDIABADI PERBAUNGAN KELAS XI PADA POKOKBAHASAN SISTEM KOLOIDPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan Contextual Teaching and Learning dengan media power point untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan untuk mengetahui aspek kognitif yang dapat dikembangkan dari implementasi pendekatan CTL dengan media power point pada Materi Pokok Bahasan sistem koloid di SMA Swasta Setia Budi Abadi Perbaungan Sampel penelitian sebanyak dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas Kontrol Kelas eksperimen diberi perlakuan CTL dengan media power point sedangkan kelas kontrol diberi perlakuan pembelajaran ekspositoriPeningkatan hasil belajar siswa dihitung dengan bentuk gain ternormalisasi dan didapatkan persen keberhasilan belajar siswa pada kelas eksperimen sebesar 77 7 sedangkan persen keberhasilan belajar siswa kelas kontrol sebesar 49 Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t test uji pihak kanan dan diperoleh thitung 9 631 sedangkan ttabel 1 6693 untuk 0 05 dan db 68 Dengan demikian thitung ttabel maka Ha diterima yakni ada pengaruh hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan menggunakan pendekatan CTL dengan media power point pada materi pokok Bahasan Sistem Koloid Penerapan pendekatan CTL dengan media power point berpengaruh terhadap aspek kognitif yaitu aspek kognitif pengetahuan C1 sebesar 78 57 aspek kognitif pemahaman C2 sebesar 76 93 aspek kognitif penerapan C3 sebesar 74 29 dan aspek kognitif analisis C4 sebesar 73 33Dengan melihat keberhasilan belajar dengan menggunakan pendekatan CTL dengan media power point pada materi pokok bahasan Sistem Koloid maka diharapkan pendekatan CTL dengan media power point ini dapat diaplikasikan dalam pembelajaran kimiahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-pendekatan-contextual-teaching-and-learning-ctl-dengan-media-power-point-terhadap-peningkatan-hasil-belajar-kimia-siswa-sma-swasta-setia-budiabadi-perbaungan-kelas-xi-pada-pokokbahasan-sistem-koloid-31425.htmlWed, 27 Aug 2014 09:11:52 +0700KINEMATIKA DAN DINAMIK TEKNIKBuku ini menyajikan translasi sepanjang garis lurus translasi sepanjang garis lengkung pusat sesaat rotasi putaran gerak relatif analisa roda gila roda daya dan persamaan lagrange Penyajian sedapat mungkin berdasarkan intuisi fisik yang kemudian dikuantitatifkan dalam perumusan matematikhttp://digilib.unimed.ac.id/kinematika-dan-dinamik-teknik-31424.htmlWed, 27 Aug 2014 08:56:01 +0700PENGUASAAN TEKNIK PEMESINAN DITINJAU DARI HASIL BELAJAR MENGGAMBAR TEKNIK KEMANDIRIAN BELAJAR DAN MINAT BERWIRAUSAHAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar hubungan hasil belajar menggambar teknik kemandirian belajar minat berwirausaha dengan penguasaan teknik pemesinan Penelitian ini dilaksanakan pada SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan dengan melibatkan 58 siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Pemesinan sebagai responden Data hasil belajar menggambar teknik merupakan data dokumentasi data kemnadirian belajar dan minat kewirausaha di jaring dengan menggunakan kuesioner pilihan berganda model skala Likert dan data penguasaan teknik pemesinan dijaring dengan ujian praktek Teknik analisis data dilakukan dalam dua tahap yakni secara deskriptif dan inferensial Tujuan analisis deskriptif adalah untuk menggambarkan karakteristik data berupa rata-rata median modus dan varians Analisis inferensial digunakan untuk menguji pesyaratan dan hipotesis penelitian Uji persyaratan analisis mencakup uji normalitas data dan uji linieritas regresi Uji normalitas data setiap variabel menggunakan uji Lilliefors Uji kelinearan regresi antar variabel dilakukan menggunakan statistik uji F Untuk menguji hipotesis digunakan analisis regresi Hasil penelitian menunjukkan penguasaan teknik pemesinan siswa adalah cenderung dalam kategori cukup hasil belajar menggambar teknik siswa adalah cenderung dalam kategori cukup kemandirian belajar siswa dalam kategori cukup dan minat berwirausaha siswa adalah cenderung dalam kategori cukup Hasil belajar menggambar teknik dengan penguasaan teknik pemesinan siswa memiliki hubungan positif dan berarti Kemandirian belajar dengan penguasaan teknik pemesinan siswa memiliki hubungan positif dan berarti Minat berwirausaha dengan penguasaan teknik pemesinan siswa memiliki hubungan positif dan berarti Hasil belajar menggambar teknik kemandirian belajar dan minat berwirausaha secaa bersama-sama dengan penguasaan teknik pemesinan siswa memiliki hubungan positif dan berartihttp://digilib.unimed.ac.id/penguasaan-teknik-pemesinan-ditinjau-dari-hasil-belajar-menggambar-teknik-kemandirian-belajar-dan-minat-berwirausaha-31423.htmlTue, 26 Aug 2014 15:43:13 +0700PERILAKU ORGANISASIBuku ini disusun untuk membantu mahasiswa dosen guru dan peminat lainnya serta praktisi perilaku organisasi Buku ini juga dapat dimanfaatkan oleh siapa saja yang berminat untuk memahami konsep dan manfaat perilaku organisasi sebagai sarana mencapai tujuan organisasiDiharapkan pembaca memiliki pengetahuan yang komprehensif tentang berbagai konsep kepemimpinan komitmen organisasi kepuasan kerja motivasi kerja dan kinerja yang telah berkembang dan menjadi bagian penting dalam manajemen pendidikan yang berguna dalam pengambilan keputusanhttp://digilib.unimed.ac.id/perilaku-organisasi-31422.htmlTue, 26 Aug 2014 15:18:05 +0700PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA MELALUI METODEDISCOVERY-INQUIRY LEARNING DENGAN MEDIA WINDOWSMOVIE MAKER PADA POKOK BAHASAN STRUKTURATOM DI SMA NEGERI 1 TIGALINGGAPenelitian ini dilakukan untuk melihat apakah ada peningkatan hasilbelajar kimia siswa dengan penggunaan media Windows Movie Maker dalampembelajaran Discovery Inquiry Learning terhadap peningkatan hasil belajarkimia pada materi Struktur Atom di SMA Negeri 1 Tigalingga pada kelas Xsemester ganjil tahun ajaran 2013 2014 Populasi dalam penelitian ini adalahsemua siswa kelas X SMA Negeri 1 Tigalingga Sampel dalam penelitian inidiambil secara purposive sampling Sampel diambil sebanyak dua kelas dimanakelas pertama sebagai kelas Discovery Inquiry Learning yang dibelajarkandengan menggunakan media Windows Movie Maker dan kelas kedua sebagaikelas Konvensional yang dibelajarkan tanpa menggunakan media Windows MovieMaker Sebagai alat pengumpul data hasil belajar digunakan tes objektif yangberjumlah 20 soal yang telah teruji validitas reliabilitas 0 677 tingkat kesukarandan daya beda soal Hasil analisis data diperoleh rata-rata nilai Gain hasil belajarkimia kelas Discovery-Inquiry Learning dengan menggunakan media WindowsMovie Maker 0 776 0 066 lebih tinggi dibandingkan pada kelas Konvensionaltanpa menggunakan media Windows Movie Maker diperoleh rata-rata0 625 0 061 Peningkatan Hasil belajar kedua kelas tersebut diuji beda dengan ujit satu pihak diperoleh thitung ttabel 9 437 1 6706 Hal ini memperlihatkan bahwaHa diterima Berarti peningkatan hasil belajar kimia siswa dengan menggunakanmedia Windows Movie Maker dalam pembelajaran Discovery Inquiry Learninglebih tinggi daripada peningkatan hasil belajar kimia siswa tanpa menggunakanmedia Windows Movie Maker dalam pembelajaran Konvensional Peningkatanatau persentase gain hasil belajar kimia siswa kelas yang dibelajarkan denganmetode Discovery Inquiry Learning dengan menggunakan media Windows MovieMaker sebesar 77 6 sedangkan untuk kelas yang dibelajarkan dengan metodeKonvensional tanpa media Windows Movie Maker sebesar 62 5http://digilib.unimed.ac.id/peningkatan-hasil-belajar-kimia-siswa-melalui-metodediscoveryinquiry-learning-dengan-media-windowsmovie-maker-pada-pokok-bahasan-strukturatom-di-sma-negeri-1-tigalingga-31421.htmlTue, 26 Aug 2014 11:28:34 +0700PENGEMBANGAN DAN EFEKTIVITAS MODUL PEMBELAJARAN INOVATIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJARSISWA PADA PENGAJARAN STRUKTUR ATOMPengembangan modul pembelajaran inovatif untuk pengajaran struktur atom sesuai dengan tuntutan KTSP dijelaskan dalam skripsi ini Penelitian dilakukan untuk mengembangkan dan menstandarisasi modul pembelajaran struktur atom dan untuk mengetahui efektivitas peningkatan hasil dan motivasi belajar kimia siswa Standarisasi modul pembelajaran diketahui dari pemberian angket tehadap dosen guru dan siswa Efektivitas modul pembelajaran dalam pengajaran struktur atom diketahui dari kemampuan siswa mengerjakan soal kimia sebelum dan sesudah proses pengajaran yang dilakukan sebanyak dua kali Motivasi belajar siswa diketahui dari pemberian angket di akhir proses pembelajaran Setelah melakukan uji coba modul struktur atom hasil penilaian dari tim ahli terhadap modul sangat baik tepatnya di kisaran 00 tepatnya pada 351 yang berarti modul valid tidak perlu revisi dan memenuhi standar sebagai media pembelajaran Modul pembelajaran inovatif diintegrasikan dengan media Sistem Periodik Unsur untuk mempermudah penyampaian konsep modul Pembelajaran dengan modul sangat efektif untuk meningkatkan hasil dan motivasi belajar siswa Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata postest siswa di kelas eksperimen yang menggunakan modul pembelajaran inovatif dan kelas kontrol yang menggunakan buku teks kimia Nilai rata-rata postest 1 siswa pada kelompok tinggi di kelas eksperimen adalah 83 4 371 lebih tinggi dari kelas kontrol 82 33 3 144 dengan thitung ttabel yaitu 3 5641 1 319 Nilai rata-rata postest-1 siswa pada kelompok rendah di kelas eksperimen 76 66 7 466 lebih tinggi dari kelas kontrol 70 16 6 883 dengan thitung ttabel yaitu 3 5078 1 319 Persen peningkatan hasil belajar siswa di kelas eksperimen pada kelompok tinggi adalah 5204 dan kelompok rendah adalah 61 87 Sedangkan di kelas kontrol pada kelompok tinggi adalah 48 97 dan kelompok rendah adalah 57 99 Nilai rata rata postest2 siswa pada kelompok tinggi di kelas eksperimen adalah 86 4 246 lebih tinggi dari kelas kontrol 76 6 90 dengan thitung ttabel yaitu 6 8823 1 319 Nilai rata rata postest 2 siswa pada kelompok rendah di kelas eksperimen 75 33 6 337 lebih tinggi dari kelas kontrol 65 83 7 529 dengan thitung ttabel yaitu 5 2983 1 319 Efektivitas modul peembelajaran struktur atom di kelas eksperimen pada kelompok tinggi adalah 100 19 dan kelompok rendah adalah 98 26 Sedangkan di kelas kontrol pada kelompok tinggi adalah 92 31 dan kelompok rendah adalah 93 82 Rata rata nilai motivasi siswa di kelas eksperimen pada kelompok tinggi adalah 78 80 dan kelompok rendah adalah 78 76 Sedangkan di kelas kontrol pada kelompok tinggi adalah 79 70 dan kelompok rendah adalah 78 98 Terdapat hubungan positif antara motivasi belajar dengan hasil belajar siswa r2 0 240 r2 0 030 di kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol pada pengajaran struktur atomhttp://digilib.unimed.ac.id/pengembangan-dan-efektivitas-modul-pembelajaran-inovatif-untuk-meningkatkan-hasil-belajarsiswa-pada-pengajaran-struktur-atom-31420.htmlTue, 26 Aug 2014 11:13:26 +0700PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMSACHIEVEMENT DIVISION STAD MENGGUNAKAN MEDIA POWERPOINTPADA POKOK BAHASAN STRUKTUR ATOM UNTUK MENINGKATKANMOTIVASI DAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 2 apakah media powerpoint pada modelpembelajaran STAD memberikan pengaruh terhadap hasil belajar kimia 2 apakah mediapowerpoint pada model pembelajaran STAD memberikan pengaruh terhadap motivasi siswadalam belajar kimia 3 apakah terdapat hubungan antara motivasi dan hasil belajar kimiasiswa yang dibelajarkan dengan media powerpoint pada model pembelajaran STADPenelitian ini merupakan penelitian eksperimen Populasi dalam penelitian ini adalah seluruhsiswa kelas XI SMA Swasta Assisi Pematangsiantar yang terdiri dari 3 kelas Pengambilansampel dilakukan dengan cara purposif sampling dengan mengambil 2 kelas dari 3 kelasyaitu kelas XI-IA 3 sebagai kelas eksperimen I dan kelas XI IA 2 sebagai kelas eksperimenII Sampel penelitian kelas eksperimen I dan kelas eksperimen II masing-masing berjumlah40 orang Instrumen yang digunakan adalah tes objektif dalam bentuk pilihan gandaberjumlah 20 soal 11 0 796 dan angket motivasi yang berjumlah 25 soal Jenis penelitianini bersifat quasi eksperiment dengan desain penelitian uji awal dan akhir kelompok controlacak Randomized Control Group Only Design Kelas eksperimen I diberikan perlakuandengan model pembelajaran koperatif tipe STAD dengan menggunakan media Powerpointdan kelas eksperimen II diberikan perlakuan dengan model pembelajaran hanyamenggunakan media powerpoint Teknik analisa data menggunakan uji T dengan tarafsignifikasi 0 05 Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 hasil belajar siswa yangdibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD menggunakan mediapowerpoint lebih tinggi dari hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan hanyamenggunakan media powerpoint pada pokok bahasan struktur atom 2 motivasi belajarsiswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD menggunakanmedia powerpoint lebih baik dari motivasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan modelpembelajaran yang hanya menggunakan power point pada pokok bahasan struktur atom 3ada hubungan antara motivasi belajar siswa dan hasil belajar siswa yang diajarkan denganmodel pembelajaran tipe STAD menggunakan media power pointhttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-student-teamsachievement-division-stad-menggunakan-media-powerpointpada-pokok-bahasan-struktur-atom-untuk-meningkatkanmotivasi-dan-hasil-belajar-kimia-siswa-sma-31419.htmlTue, 26 Aug 2014 10:52:49 +0700PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE TGT TEAM GAMES TOURNAMENT DENGAN MENGGUNAKAN PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA PADA POKOK BAHASAN STRUKTUR ATOMPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada pengaruh penerapan pembelajaran tipe TGT Team Games Tournament dengan menggunakan peta konsep terhadap hasil belajar kimia siswa pada pokok bahasan Struktur Atom Sampel penelitian ini sebanyak 2 kelas yaitu kelas eksperimen I yang diajarkan dengan pembelajaran TGT Team Games Tournament dengan media Peta Konsep dan kelas eksperimen II yang diajarkan tanpa menggunakan peta konsep Sebagai alat pengumpul data hasil belajar digunakan tes objektif yang berjumlah 20 soal yang telah teruji validitas realibilitas tingkat kesukaran dan daya beda soalnya Hasil pengolahan data diperoleh rata rata pre test kelas eksperimen I adalah 38 16 5 64 dan rata rata pretest kelas eksperimen II adalah 36 66 5 14 Semua data pre-test post test dan diperoleh data berdistribusi normal Data tersebut kemudian diuji homogenitas sehingga diketahui kedua kelas homogen Setelah diberi perlakuan hasil belajar pada kelas eksperimen I sebesar 87 33 4 30 dan pada kelas eksperimen II diperoleh rata rata hasil belajar sebesar 82 55 21 Dari data tersebut setelah dianalisis maka diperoleh peningkatan hasil belajar siswa kelas eksperimen I adalah sebesar 79 3 dan peningkatan hasil belajar siswa kelas eksperimen II adalah sebesar 72 2 Peningkatan hasil belajar kedua kelas diuji beda dengan uji t satu pihak diperoleh thitung ttabel 3 43 1 659 sehingga Ha diterima berarti Peningkatan hasil belajar kimia siswa dengan menggunakan model pembelajaran tipe TGT Team Games Tournament dengan media peta konsep lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan pembelajaran konvensionalhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-penerapan-model-pembelajaran-tipe-tgt-team-games-tournament-dengan-menggunakan-peta-konsep-terhadap-hasil-belajar-kimia-siswa-pada-pokok-bahasan-struktur-atom-31418.htmlMon, 25 Aug 2014 12:27:14 +0700Pengaruh Strategi Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Memperbaiki Motor Listrik Siswa Kelas XI Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMK Negeri 2 Padangsidimpuan Tahun Ajaran 2012 2013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar Memperbaiki Motor Listrik yang diajar dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Problem Based Learning siswa kelas XI Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMK Negeri 2 dua Padangsidimpuan tahun ajaran 20122013Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XI bidang keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMK Negeri 2 Padangsidimpuan tahun ajaran 2012 2013 Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas X L1 Sepuluh Listrik Satu jurusan yang berjumlah 35 orang Teknik pengambilan sampel digunakan dengan cara teknik random dimana yang terpilih sebagai kelas eksperimen kelas yang menggunakan Strategi Pembelajaran Problem Based Learning adalah kelas XI TITL 1 yang berjumlah 35 siswa sedangkan yang terpilih sebagai kelas kontrol kelas yang menggunakan Strategi Pembelajaran Ekspositori adalah kelas X TITL 2 yang berjumlah 33 siswaJenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian eksperimen Teknik pengumpulan data menggunakan instrument tes hasil belajar pada pokok bahsan Memperbaiki Motor Listrik dan lembar observasi Teknik analisis data yang digunakan adalah deskripsi data uji persyaratan analisis dan uji hipotesis Penelitian ini dilakukan sebanyak 3 kali pertemuan Hasil belajar siswa pada pokok bahasan Memperbaiki Motor Listrik yang diajar dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Problem Based Learning memiliki skor rata rata 24 3 sedangkan dengan menggunakan Strategi Ekspositori memiliki skor rata rata 20 9 Secara statistik dengan menggunakan uji t disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Problem Based Learning lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan Strategi Ekspositori pada pokok bahasan Memperbaiki Motor Listrik di kelas XI Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMK Negeri 2 Padangsidimpuan tahun ajaran 2012 2013 hal ini dibuktikan dari hasil pengujian hipotesis dimana thitung ttabel yaitu 4 332 1 693http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-strategi-pembelajaran-problem-based-learning-terhadap-hasil-belajar-memperbaiki-motor-listrik-siswa-kelas-xi-teknik-instalasi-tenaga-listrik-smk-negeri-2-padangsidimpuan-tahun-ajaran-2012-2013-31417.htmlMon, 25 Aug 2014 12:02:32 +0700Pengaruh Strategi Pengajaran SnowballThrowing dan Motivasi Berprestasi Terhadap hasil Belajar Instalasi ListrikPenerangan Siswa Kelas XI jurusan Teknik Elektro SMKN Binaan SumateraUtaraPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar instalasi listrikpenerangan yang diajar dengan strategi pembelajaran Snowball Throwing danyang diajar dengan strategi pembelajaran ekspositori pada siswa kelas XI JurusanTeknik Elektro SMKN Binaan Sumatera Utara TP 2013 2014Metode Penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen yang manadalam pelaksanaan diadakan perlakuan kepada kelompok-kelompok eksperimenpopulasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI jurusan teknik elektro SMKNBinaan Sumatera Utara yang mengikuti pelajaran instalasi listrik peneranganyang terdiri dari 4 kelas Sampel dalam penelitian ini diambil secara acaksebanyak 2 kelas Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik samplingbertujuan Porposive Sampling sebanyak dua kelas Satu kelas diajar denganstrategi pembelajaran Snowball Throwing kelas eksperimen dan satu kelas lagidiajar dengan strategi konvensional kelas kontrol Jumlah sampel tiap kelassebanyak 30 orang jadi jumlah sampel seluruhnya sebanyak 60 orangDari hasil analisis data dengan menggunakan Anava faktorial 2x2 dengantingkat penerimaan pada taraf signifikansi 5 menunjukkan bahwa Strategipembelajaran Snowball Throwing dan Strategi pembelajaran Ekspositorimemberi pengaruh yang berbeda terhadap hasil belajar Instalasi ListrikPenerangan dimana Fhitung Ftabel yaitu 14 00 3 17 Motivasi berprestasi tinggidan motivasi berprestasi rendah memberi pengaruh yang berbeda terhadap hasilbelajar Instalasi Listrik Penerangan dimana Fhitung Ftabel yaitu 9 768 3 17Dan tidak ada interaksi antara strategi pembelajaran Snowball Throwing danStrategi pembelajaran Konvensional dengan tingkat motivasi berprestasi terhadaphasil belajar Instalasi Listrik Penerangan pada siswa kelas x Jurusan TeknikElektro SMKN Binaan Sumatera Utara dimana Fhitung Ftabel yaitu 6 645 3 17 Dari hasil data penelitian yang didapat bahwa strategi Snowball Throwingcocok digunakan untuk diajarkan di SMKN Binaan Sumatera Utara pada matadiklat instalasi listrik peneranganhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-strategi-pengajaran-snowballthrowing-dan-motivasi-berprestasi-terhadap-hasil-belajar-instalasi-listrikpenerangan-siswa-kelas-xi-jurusan-teknik-elektro-smkn-binaan-sumaterautara-31416.htmlMon, 25 Aug 2014 11:46:56 +0700Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata DiklatPekerjaan Mekanik Dasar Kelistrikan PMDK Kelas X SMK Negeri 1 BenerMeriah dengan Menggunakan Metode Example Non Example Tahun Ajaran2013 2014Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar siswadengan menggunakan metode pembelajaran Example Non Example pada matadiklat PMDKJenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan KelasClassroom Action Research Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Jurusanlistrik SMK Negeri 1 Bener Meriah tahun ajaran 2013 2014 yang berjumlah 20siswa Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan berupa aobservasi tes dan d dokumentasi Prosedur penelitian meliputi tahap aperencanaan tindakan b pelaksanaan tindakan c observasi dan d analisisdan refleksiBerdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode ExampleNon Example dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata diklat PMDKHal ini terbukti dari siklus 1 nilai hasil belajar siswa mengalami peningkatansebelum menggunakan metote Example Non Example Hasil penelitian padasiklus 1 siswa telah mencapai standar ketuntasan belajar minimal yaitu 70Nilai rata-rata kelas setelah menggunakan metode pembelajaran Example NonExample pada siklus 1 yaitu 66 00 Pada siklus 2 jumlah siswa yang mencapaistandar ketuntasan belajar minimal sebanyak 19 siswa atau 95 Nilai rata-ratakelas pada siklus 2 yaitu 83 terjadi peningkatan nilai ratarata kelas dari siklus 1ke siklus 2 sebesar 17 nilai siklus 1 66 00 dan nilai siklus 2 83 Dengandemikian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode Example NonExample sebagai metode pembelajaran maka dapat meningkatkan prestasibelajar siswa pada mata diklat PMDK Meningkatnya prestasi belajar siswa jugadapat dilihat dari hasil observasi aktivitas siswa yang dilakukan pada siklus 1 dansiklus 2 Hasil observasi aktivitas siswa yang ditunjukan pada siklus I dan siklus2 dilakukan pengamatan masing masing 2 x pertemuan Hasil observasi aktivitassiswa menunjukan terjadi peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2 yaitu pada siklus1 sebesar 50 dan 60 dan pada siklus 2 sebesar 70 dan 90http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-prestasi-belajar-siswa-pada-mata-diklatpekerjaan-mekanik-dasar-kelistrikan-pmdk-kelas-x-smk-negeri-1-benermeriah-dengan-menggunakan-metode-example-non-example-tahun-ajaran2013-2014-31415.htmlMon, 25 Aug 2014 11:26:01 +0700PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT TQM SEBAGAI STRATEGI PENCAPAIAN STANDAR MUTU LULUSAN DI PERGURUAN TINGGITotal Quality Management TQM adalah suatu pendekatan yang sistematis praktis dan strategis dalam menyelenggarakan suatu organisasi yang mengutamakan kepentingan pelanggan Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengendalikan mutu Jadi TQM adalah sistem pengemdalian mutu yang didasarkan pada filosofi bahwa memenuhi kebutuhan pelanggan dengan sebaik-baiknya adalah yang utama dalam setiap usaha Perguruan tinggi memiliki 5 dimensi standar mutu yaitu 1 dimensi etis 2 dimensi keilmuan 3 dimensi pendidikan 4 dimensi sosial dan 5 dimensi korporasi Standar mutu perguruan tinggi dilihat dari dimensi tersebut adalah harus mengarah kepada kepuasan pelanggan stake holder Kepuasan pelanggan akan menjamin keberlanjutan sebuah perguruan tinggi Meskipun demikian standar mutu harus dilihat dari sisi internal dan eksternal Perencanaan strategis untuk kualitas ialah perencanaan berjangka panjang berdasakan visi misi dan prinsip kelembagaan yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan baik masa kini maupun masa yang akan datang Perencanaan jangka panjang secara konseptual sudah tentu juga mencakup perencanaan jangka menengah dan pendek Perencanaan strategis memungkinkan penentuan prioritas jangka panjang dan langkah-langkah sistematis untuk meningkatkan kualitas secara rasionalhttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-total-quality-management-tqm-sebagai-strategi-pencapaian-standar-mutu-lulusan--di-perguruan-tinggi-31414.htmlFri, 22 Aug 2014 11:39:42 +0700PENGEMBANGAN SOFT SKILLS MAHASISWA POLITEKNIK MBP MEDAN MELALUI IMPLEMENTASI TUJUH KOMPETENSI KUNCI DOSEN DALAM PEMBELAJARANPengembangan soft skills mahasiswa Politeknik Mandiri Bina Prestasi Medan diharapkan dapat menjadikan lulusannya sebagai teknisi ahli madya yang memiliki soft skills yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri Dunia usaha dan dunia industri membutuhkan tenaga kerja yang memiliki soft skills yang baik guna membangun dan memaksimalkan kinerja Untuk itu diberlakukan kurikulum bermuatan soft skills guna memenuhi tuntutan dunia kerja Sehubungan dengan itu ada tujuh kompetensi kunci dosen yang dapat menjadikan kinerjanya sebagai pelaksana kurikulum menjadi efektif Kompetensi kunci dosen yang sangat menentukan hasil pembelajarannya terdiri dari kompetensi diri kompetensi komunikasi kompetensi diversitas kompetensi etika kompetensi lintas budaya kompetensi tim dan kompetensi perubahan Dengan implementasi ketujuh kompetensi kunci dosen dalam pembelajarannya pengembangan soft skills mahasiswa diharapkan akan mencapai tujuan yang dirumuskan secara efisien dan efektifhttp://digilib.unimed.ac.id/pengembangan-soft-skills-mahasiswa-politeknik-mbp-medan-melalui-implementasi-tujuh-kompetensi-kunci-dosen-dalam-pembelajaran-31413.htmlThu, 21 Aug 2014 12:23:36 +0700PENINGKATAN PROFESIONALISME PEMBELAJARAN MELALUI PENELITIAN TINDAKAN KELASTeacher is professional educator having very strategic role-playing in preparing preminent generation at period to come In the activity teacher carry out education program start from preparing design execute evaluate and improve repair instruction result is required a creative and innovative teacher the always having continuous desire improve repair and increase quality of study One of the effort to improve repairing ang increase instruction in class is by executing classroom action research Classroom action research is research which done by teacher in his own class through self reflection as a mean to improve repair the performance so that the result of study of the educative participant become increase Through self reflection in classroom action research teacher think and dialogue with own self about weakness and strength in teaching so that can understand about every thing which has been good and hasnt been good yet an also its cause factors So teacher can repair the weakness and increase the quality of his instruction at the next instruction continuously so the quality of his instruction become goodhttp://digilib.unimed.ac.id/peningkatan-profesionalisme-pembelajaran-melalui-penelitian-tindakan-kelas-31412.htmlThu, 21 Aug 2014 12:05:42 +0700PENGEMBANGAN DISAIN MODEL SUPERVISI AKADEMIK BERBASIS MANAJEMEN PENDIDIKANPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh model supervisi akademik yang paling baik meningkatkan kinerja guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang efektif dan efisien berbasis karakter Penelitian dilakukan di Kabupaten Deli Serdang dengan melibatkan 30 orang guru bidang studi bahasa Indonesia yang bertugas pada tujuh unit SMP dan di Kota Tebing Tinggi dengan melibatkan tiga puluh orang guru bidang studi bahasa Indonesia yang bertugas pada delapan unit SMP Penelitian ini termasuk penelitian Tindakan Sekolah PTS karena penelitian dilakukan untuk menemukan pengaruh supervisi akademik terhadap kinerja guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia Jadi untuk menjaring data kinerja digunakan alat penilaian kemampuan guru teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif untuk mendeskripsikan data variabel penelitian Hasil penelitian menemukan bahwa pada siklus pertama penerapan supervisi akademik model artistik tidak ada guru yang memiliki skor kinerja dalam kategori baik dan pada siklus kedua sebanyak 8667 guru memiliki skor kinerja dalam kategori baik sedangkan sisanya sebanyak 1333 guru memiliki skor kinerja dalam kategori cukup baik Jadi penerapan supervisi akademik model artistik dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja guru bidang studi bahasa indonesia di SMP Kabupaten Deli Serdang Hasil penelitian di Kota Tebing Tinggi menemukan bahwa pada siklus pertama penerapan supervisi akademik model klinis tidak ada guru yang memiliki skor kinerja dalam kategori baik dan pada siklus kedua sebanyak 8333 guru memiliki skor kinerja dalam kategori baik sedangkan sisanya sebanyak 1667 guru memiliki skor kinerja dalam kategori cukup baik Jadi penerapan supervisi akademik model klinis dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja guru bidang studi bahasa Indonesia di SMP di Kota Tebing Tinggihttp://digilib.unimed.ac.id/pengembangan-disain-model-supervisi-akademik-berbasis-manajemen-pendidikan-31411.htmlThu, 21 Aug 2014 11:50:31 +0700KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DI SMKKepemimpinan pendidikan adalah proses mempengaruhi menggerakkan memotivasi dan mengarahkan orang-orang yang ada dalam organisasi pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien Sesuai dengan hakikatnya kepemimpinan merupakan komponen terpenting dalam sebuah organisasi karena kepemimpinan yang efektif membuat organisasi efektif dan sebaliknya kepemimpinan yang kurang efektif membuatorganisasi gagal mewujudkan visi misi dan tujuan organisasi Kepemimpinan efektif merupakan suatu bentuk kepemimpinan yang menekankan pencapaian prestasi akademik dan non akademik yang mana kepala sekolah sebagai pemimpin selalu berkonsentrasi untuk menggerakkan sumber daya manusia sebagai faktor potensial bagi pencapaian tujuan sekolah Ada tiga dimensi kepemimpinan pendidikan kejuruan yaitu 1 dimensi manusia 2 dimensi tugas dan 3 dimensi lingkungan Keberhasilan SMK sebagai organisasi sangat ditentukan oleh kepemimpinan kepala sekolah sebagai orang kunci dalam merencanakan mengarahkan mengorganisasikan dan mengendalikan semua sumber daya sekolah untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien Melalui kepemimpinan kepala sekolah dapat dibangun sikap motivasi pengetahuan dan komitmen bawahannya guna mengubah perilaku individu menjadi perilaku organisasi karena keefektifan organisasi tergantung pada perilaku organisasi Kepemimpinan yang efektif dapat menjelma potensi ke dalam kenyataan dan mengubah orang-orang yang sama-sama bekerja menjadi sebuah tim kerja sama Jadi kepemimpinan kepala SMK efektif dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menjadikan sekolah efektifhttp://digilib.unimed.ac.id/kepemimpinan-kepala-sekolah-dalam-meningkatkan-kualitas-sumber-daya-manusia-di-smk-31410.htmlThu, 21 Aug 2014 11:37:57 +0700FAKTOR FAKTOR PENENTU KEPUASAN KERJA GURU SDTujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh budaya organisasi pengambilan keputusan dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja guru SD peserta PLPG tahun 2013 gelombang ke-5 di kota Medan Penelitian ini menggunakan metode survey yang sifatnya exploratory dengan jumlah responden sebanyak 112 orang yang diambil dengan sampling random proporsional Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi secara langsung dan tidak langsung mempengaruhi kepuasan kerja sedangkan pengambilan keputusan dan motivasi kerja secara langsung mempengaruhi kepuasan kerja guru SDhttp://digilib.unimed.ac.id/faktor--faktor-penentu-kepuasan-kerja-guru-sd-31409.htmlThu, 21 Aug 2014 11:17:53 +0700HUBUNGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN ORESTASI BELAJAR PENELITIAN PENGAJARANTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan komunikasi interpersonal dan motivasi belajar dengan prestasi belajar penelitian pengajaran dari mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Elektro di Universitas Negeri Medan Metode penelitian ini disebut Ex Post Facto dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 32 orang yang diambil dengan simple random sampling Hasil penelitian menemukan ada hubungan positif yang berarti antara komunikasi interpersonal dan motivasi belajar dengan prestasi belajar penelitian pengajaran dari mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Medanhttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-komunikasi-interpersonal-dan-motivasi-belajar-dengan-orestasi-belajar-penelitian-pengajaran-31408.htmlThu, 21 Aug 2014 10:56:52 +0700PENINGKATAN KOMITMEN ORGANISASI KEPALA SEKOLAH EFEKTIF PADA ERA GLOBALISASIKomitmen organisasi kepala Sekolah Menengah Kejuruan sebagai sikap yang merefleksikan loyalitas pada organisasi yang dipimpinnya perlu ditingkatkan secara terus menerus agar mereka mau melaksanakan setiap program pendidikan dengan sebaik baiknya sehingga tujuan pendidikan tercapai secara efektif dan efisien Model Integrasi Perilaku Organisasi menjelaskan bahwa budaya organisasi adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi komitmen organisasi Peningkatan komitmen organisasi kepala SMK dapat dilakukan melalui pengabadian budaya organisasi Pengabadian budaya organisasi terdiri atas dua proses yaitu sosialisasi dan internalisasi Jadi kedua proses pengabadian budaya organisasi tersebut sangat diperlukan untuk menjadikan kepala SMK memiliki komitmen organisasi yang diperlukan dalam pencapaian tujuan organisasihttp://digilib.unimed.ac.id/peningkatan--komitmen-organisasi-kepala-sekolah-efektif-pada-era-globalisasi-31407.htmlThu, 21 Aug 2014 10:49:12 +0700IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH RANGKAIAN LISTRIK 2 MAHASISWA JPTE UNIMEDPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Rangkaian Listrik 2 mahamahasiswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan mahamahasiswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran ekspositori Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa semester V TP 20122013 JPTE Unimed Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan taraf signifikansi 61537 005 Temuan penelitian menunjukkan Terdapat perbedaan hasil belajar Rangkaian Listrik II antara mahasiswa yang diajar dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe NHT SPNHT dibandingkan dengan strategi pembelajaran ekspositori SPekspositori th sebesar 495 dan tt sebesar 199 untuk taraf signifikansi 945 005 Berdasarkan hasil perhitungan didapat th 495 tt 199http://digilib.unimed.ac.id/implementasi-strategi-pembelajaran-kooperatif-tipe-numbered-heads-together-dalam-meningkatkan-hasil-belajar-mata-kuliah-rangkaian-listrik-2-mahasiswa-jpte-unimed-31406.htmlThu, 21 Aug 2014 10:36:53 +0700PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KEPUASAN KERJA GURU SMA PARULIAN 2 MEDANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi interpersonal terhadap motivasi berprestasi dan kepuasan kerja dan pengaruh motivasi berprestasi terhadap kepuasan kerja Guru SMA Parulian 2 Medan Hasil analisis jalur menemukan 1 koefisien jalur antara komunikasi interpersonal X1 dengan motivasi berprestasi X2 yaitu 96121 0726 2 koefisien jalur antara komunikasi interpersonal X1 dengan kepuasan kerja X3 yaitu 96131 0343dan 3 koefisien jalur antara motivasi berprestasi X2 dengan kepuasan kerja X3 yaitu 96132 0511 adalah signifikan pada 945 sebesar 005http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-komunikasi-interpersonal-dan-motivasi-berprestasi-terhadap-kepuasan-kerja-guru-sma-parulian-2-medan-31405.htmlThu, 21 Aug 2014 10:29:30 +0700PENANAMAN DAN IMPLEMENTASI NILAI KARAKTER TANGGUNG JAWABPendidikan karakter merupakan suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada mahasiswa agar mampu mewujudkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupannya sebagai makhluk individu makhluk sosial dan makhluk ber-Ketuhanan Pendidikan karakter berfungsi 1 mengembangkan potensi dasar agar berhati baik berpikiran baik dan berperilaku baik 2 memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultur 3 meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia Pembangunan karakter dilakukan dengan pendekatan sistematik dan integratif dengan melibatkan keluarga satuan pendidikan pemerintah masyarakat sipil anggota legislatif media massa dunia usaha dan dunia industri Sehubungan dengan itu Universitas Negeri Medan bercita-cita menjadi the Character Building University dengan menetapkan enam pilar karakter yaitu kewarganegaraan citizenship keadilan faerness kehormatan respectful tanggungjawab responsible kepedulian caring dan dapat dipercaya trustworthy Jadi tanggung jawab adalah salah satu pilar karakter yang dapat dibangun melalui pendidikan dan implementasinya dalam setiap aspek kehidupan manusia dengan indikator 1 perbuatan yang diharapkan seharusnya dilakukan 2 rencana ke depan 3 selalu mencoba 4 selalu melakukan yang terbaik 5 mengedalikan diri 6 mendisiplinkan diri 7 berpikir sebelum bertindak-mempertimbangkan konsekuensi 8 menetapkan contoh yang baik bagi orang lain dan 9 bertanggung jawab atas kata-kata sikap sikap dan tindakanhttp://digilib.unimed.ac.id/penanaman--dan-implementasi-nilai-karakter-tanggung-jawab-31404.htmlThu, 21 Aug 2014 10:21:04 +0700PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH PADA ERA GLOBALISASIManajemen Berbasis Sekolah adalah suatu model pengelolaan sekolah yang memberdayakan semua pihak pemangku kepentingan dalam proses perencanaan pengorganisasian pengarahan dan pengendalian sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien Manajemen Berbasis Sekolah memberikan wewenang pengambilan keputusan bagi sekolah dalam perencanaan pelaksanaan dan evaluasi progam pendidikannya dengan melibatkan semua pihak yang berkepentingan dengan sekolah guna memenuhi kebutuhan sesuai dengan kondisi dan tuntutan lingkungan masyarakatnya Pengambilan keputusan partisipatif adalah suatu cara untuk mengambil keputusan melalui penciptaan lingkungan yang terbuka dan demokratik di mana kepala sekolah guru siswa karyawan orang tua siswa dan tokoh masyarakat didorong untuk terlibat secara langsung dalam proses pengambilan keputusan yang dibutuhkan bagi pencapaian tujuan sekolah Pengambilan keputusan partisipatif adalah model pengambilan keputusan yang harus dilakukan dalam Manajemen Berbasis Sekolah karena merupakan inti dan faktor penentu bagi keberhasilan program pendidikan dan dilakukan dengan melibatkan stakeholders yang terwadahi dalam Dewan Pendidik dan Komite Sekolahhttp://digilib.unimed.ac.id/pengambilan-keputusan-dalam-manajemen-berbasis-sekolah-pada-era-globalisasi-31403.htmlThu, 21 Aug 2014 10:13:30 +0700PENGEMBANGAN BUDAYA ORGANISASI MENUJU SEKOLAH EFEKTIFBudaya organisasi meliputi norma nilai-nilai asumsi kepercayaan filsafat kebiasaan organisasi yang dikembangkan dalam waktu yang lama oleh pendiri pemimpin dan anggota organisasi yang disosialisasikan dan diajarkan kepada anggota baru serta diterapkan dalam aktivitas organisasi sehingga memengaruhi pola pikir sikap dan perilaku anggota organisasi dalam memproduksi produk melayani para konsumen dan mencapai tujuan organisasi Prinsip-prinsip yang menjadi acuan dalam pengembangan budaya dan iklim sekolah adalah 1 berfokus pada visi misi dan tujuan sekolah 2 penciptaan komunikasi formal dan informal 3 inovatif dan bersedia mengambil resiko 4 memiliki strategi yang jelas 5 berorientasi kinerja 6 sistem evaluasi yang jelas 7 memiliki komitmen yang kuat 8 keputusan berdasarkan konsensus 9 sistem imbalan yang jelas dan 10 evaluasi diri Selanjutnya asas-asas pengembangan budaya dan iklim sekolah adalah kerja sama tim kemampuan keinginan kegembiraan hormat jujur disiplinempati pengetahuan dan kesopananPengembangan budaya organisasi sekolah bertujuan untuk menciptakan kebiasaan-kebiasaan yang positif dalam sikap dan perilaku warga sekolah dan pihak pelanggan lainnya dalam rangka meningkatkan keefektifan sekolah Sekolah yang memiliki budaya organisasi yang baik menjadikan guru memiliki komitmen organisasi motivasi kerja dan kinerja yang tinggi dan peserta didik memiliki komitmen organisasi motivasi belajar dan kerajinan belajar yang tinggi Adanya komitmen organisasi motivasi kerja dan kinerja yang tinggi dari guru yang disertai dengan komitmen organisasi motivasi belajar dan kerajinan belajar yang tinggi dari peserta didik akan menyebabkan peningkatan prestasi belajar Jadi pengembangan budaya organisasi adalah faktor penting yang dapat meningkatkan keefektifan sekolah sehingga tujuan yang ditetapkan dapat tercapaihttp://digilib.unimed.ac.id/pengembangan-budaya-organisasi-menuju-sekolah-efektif-31402.htmlThu, 21 Aug 2014 10:06:41 +0700PENINGKATAN MUTU PERGURUAN TINGGI MELALUIMANAJEMEN YANG BERORIENTASI MUTUPerguruan tinggi dinyatakan bermutu apabila lembaga tersebut mampu menetapkan dan mewujudkan visinya melalui pelaksanaan misinya dan mampu memenuhi kebutuhan pelanggannya berupa 1 kebutuhan kemasyarakatan 2 kebutuhan dunia kerja dan 3 kebutuhan professional Untuk itu diperlukan manajemen pendidikan yang berorientasi mutu yaitu manajemen mutu total pendidikan tinggi Manajemen mutu total pendidikan tinggi adalah cara mengelola lembaga berdasarkan filosofi bahwa peningkatan mutu harus diadakan dan dilakukan oleh semua unsur lembaga sejak dini secara terpadu dan berkesinambungan sehingga pendidikan sebagai jasa yang berupa proses pembudayaan sesuai dengan dan bahkan melebihi kebutuhan para pelanggan Dengan manajemen mutu total perguruan tinggi akan dapat menghasilkan lulusan dan hasil penelitian yang bermutu menjaga mutu serta selalu meningkatkan mutu secara berkesinambunganhttp://digilib.unimed.ac.id/peningkatan-mutu-perguruan-tinggi-melaluimanajemen-yang-berorientasi-mutu-31401.htmlWed, 20 Aug 2014 12:51:02 +0700STRATEGI PENCAPAIAN STANDAR PENGELOLAAN SMPStrategi pencapaian standar pengelolaan pendidikan merupakan cara dan upaya untuk merubah pengelolaan pendidikan pada SMP saat ini menuju Sekolah Standar Nasional yang diharapkan masa datang berdasarkan kesenjangan yang ada Strategi sebagai ilmu dan seni memanfaatkan faktor-faktor internal dan eksternal secara terpadu untuk mencapai tujuan SMP secara efektif dan efisien Pencapaian standar pengelolaan ditandai dengan perolehan hasil yaitu 1 tersusunnya program pengembangan manajemen sekolah sesuai dengan rambu-rambu MBS 2 diimplementasikannya model manajemen berbasis sekolah secara penuh 3 terdapat jalinan kerja sama dengan sekolah sejenis dan identik karakteristiknya 4 terbangunnya model kepemimpian yang kuat dan akuntabel dan 5 terciptanya model manajemen yang memiliki kemandirian yang tinggihttp://digilib.unimed.ac.id/strategi-pencapaian-standar-pengelolaan-smp-31400.htmlWed, 20 Aug 2014 12:47:14 +0700STRATEGI PEMBELAJARAN KETERAMPILAN DASAR KEJURUANStrategi pembelajaran keterampilan dasar kejuruan adalah suatu pola pembelajaran yang berisi serentetan kegiatan yang akan dilakukan guru dan peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran keterampilan dasar kejuruan yang terdiri atas lima tahap kegiatan pembelajaran yaitu 1 persiapan 2 peragaan 3 peniruan 4 praktek dan 5 evaluasi Strategi pembelajaran ini dipandang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran keterampilan dasar kejuruan karena dapat menjadikan peserta didik memiliki penguasaan tuntas sekaligus memberi masukan bagi guru tentang proses dan hasil pembelajaran dalam rangka memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajarannya secara berkelanjutanhttp://digilib.unimed.ac.id/strategi-pembelajaran-keterampilan-dasar-kejuruan-31399.htmlWed, 20 Aug 2014 12:40:44 +0700PENINGKATAN EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PROGRAM PADA JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIMED MELALUI PENERAPAN MANAJEMEN PENDIDIKANPembelajaran merupakan unsur yang memiliki pengaruh yang dominan terhadap pencapaian tujuan pendidikan sehingga harus diselenggarakan secara efektif dan efisien Manajemen pendidikan sebagai proses perencanaan pengorganisasian pengarahan dan pengendalian sumber daya pendidikan khususnya di bidang pembelajaran dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran Melalui penerapan fungsi-fungsi manajemen pendidikan dalam pembelajaran diselenggarakan pembelajaran yang benar efektif dan pembelajaran itu dilakukan dengan benar efisiensi untuk mencapai tujuan pendidikan Pembelajaran yang dirancang melalui penerapan fungsi manajemen pendidikan meliputi perencanaan pembelajaran pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran serta pemanfaatan hasil evaluasi untuk perbaikan pembelajaranhttp://digilib.unimed.ac.id/peningkatan-efektivitas-dan-efisiensi-program-pada-jurusan-pendidikan-teknik-elektro-fakultas-teknik-unimed-melalui-penerapan-manajemen-pendidikan-31398.htmlWed, 20 Aug 2014 12:32:00 +0700Kontribusi Kompetensi Semantik terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas X MAN 1 Medan Tahun Pembelajaran 2013 2014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi kompetensi semantik terhadap kemampuan membaca pemahaman Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MAN 1 Medan Tahun Pembelajaran 2013 2014 yang berjumlah 102 orang dari 3 kelas Pengambilan sampel dilakukan secara acak menggunakan teknik Random untuk menetapkan kelas mana yang akan dijadikan sampel sehingga di dapat sampel sebanyak 30 orang dari kelas X 1 Instrument yang digunakan untuk menyaring data adalah tes pilihan berganda Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi korelasi yang merupakan penelitian non eksperimen dengan menggunakan rumus product momentDari pengolahan data diperoleh nilai rata rata kompetensi semantik 75 5 dengan rentang skor antara 55 90 Nilai rata rata kemampuan membaca pemahaman 72 6 dengan rentang skor antara 5590 Dalam penelitian ini nilai siswa terhadap kompetensi semantik dan kemampuan membaca pemahaman tergolong baik Berdasarkan uji normalitas hasil skor yang diperoleh siswa dalam tes kompetensi semantik dan kemampuan membaca dinyatakan dalam distribusi normal kemudian berdasarkan uji homogenitas dinyatakan bahwa sampel berasal dari populasi yang homogen setelah uji normalitas dan uji homogenitas dilakukan maka diketahui sebesar 0 708 selanjutnya tersebut dikonsultasikan dengan tabel t pada taraf signifikansi 5 Dengan demikian yakni 0 361 0 708 Maka hipotesis nihil ditolak dan hipotesis alternatif diterima Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat kontribusi signifikan atas kompetensi semantik Terhadap Kemampuan membaca pemahaman Siswa Kelas X MAN 1 Medan Tahun Pembelajaran 2013 2014http://digilib.unimed.ac.id/kontribusi-kompetensi-semantik-terhadap-kemampuan-membaca-pemahaman-siswa-kelas-x-man-1-medan-tahun-pembelajaran-2013-2014-31397.htmlWed, 20 Aug 2014 10:36:06 +0700Upaya Meningkatkan KemampuanKognitif Anak Usia Dini kelompok BTentang Konsep PenjumlahanMenggunakan Media Gambar di TK AssisiMedan Tahun Ajaran 2012 2013Masalah dalam penelitian ini adalah Apakah dengan penggunaan media gambardapat meningkatkan kemampuan kognitif pada anak usia dini kelompok B tentang konseppenjumlahan di TK Assisi Medan T A 2012 2013 Adapun tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui pengaruh media gambar dalam meningkatkan kemampuan kognitif anaktentang konsep penjumlahanJenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian tindakan kelas PTK danterdiri dari 2 siklus dimana setiap siklus terdiri dari empat komponen yaitu perencanaantindakan observasi dan refleksi Subjek penelitian adalah anak kelas B3 yang berjumlah 20orang Alat pengumpul data yang digunakan peneliti adalah lembar observasi TeknikAnalisis data menggunakan rumus Pi f n 100Hasil analisis siklus I diperoleh data bahwa sebanyak 6 orang 30 anak yangtergolong kuran 10 orang 50 anak yang tergolong cukup dan 4 orang 20 anak yangtergolong baik Dari data hasil observasi tersebut sehingga perlu dilakukan pembelajaranmelalui media gambar yang lebih baik pada siklus II Dari hasil analisis siklus II diperolehhasil bahwa kemampuan kognitif anak tentang konsep penjumlahan meningkat yaitu bahwajumlah anak yang kemampuan kognitif tentang konsep penjumlahannya tergolong baik sekalibertambah menjadi 8 orang 40 anak yang tergolong baik bertambah menjadi 10 orang50 dan anak yang tergolong cukup menjadi 2 orang 10Dari hasil temuan penelitian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa media gambardapat meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini kelompok B tentang konseppenjumlahan di TK Assisi Medan Tahun Ajaran 2012 2013http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-kemampuankognitif-anak-usia-dini-kelompok-btentang-konsep-penjumlahanmenggunakan-media-gambar-di-tk-assisimedan-tahun-ajaran-2012-2013-31396.htmlWed, 20 Aug 2014 10:18:30 +0700HubunganTeknik Komunikasi Orang TuaDengan Kecerdasan Emosional AnakUsia 5 6 Tahun Di TK PelangiMedan TA 2013 2014Masalah dalam penelitian ini adalah orang tua kurang aktif dalamberkomunikasi dengan anak karena berbagai kesibukan orang tua Padahalkecerdasan emosional anak dapat dirangsang dan dioptimalkan melalui teknikkomunikasi yang baik dalam keluarga Kenyataannya teknik komunikasi orangtua dalam keluarga kurang dimanfaatkan sebagai perangsang kecerdasanemosional anak Penelitian ini bertujuan untuk 2 Untuk mengetahui teknikkomunikasi orang tua dalam keluarga 2 Untuk mengetahui kondisi kecerdasanemosional anak di TK Pelangi Medan 3 Untuk mengetahui seberapa besarhubungan teknik komunikasi orang tua dalam keluarga dengan kecerdasanemosional anak di TK Pelangi MedanPenelitian ini termasuk penelitian korelasi Populasi dalam penelitian iniadalah orang tua murid yang ada di TK Pelangi Medan Sampel penelitianberjumlah 70 orang dengan teknik total sampling Instrumen yang digunakanadalah angket tertutup yang jawabannya sudah ditentukan oleh penulis Datayang terkumpul menggunakan teknik analisis data product moment danpengujian hipotesis dengan taraf signifikan 0 05Hasil penelitian dari variabel X dengan rata rata mean adalah 57 5sedangkan standar deviasi 19 tergolong sedang Variabel Y diperoleh rata ratamean 55 5 dan standar deviasi 185 tergolong sedang Teknik uji korelasi yangdigunakan adalah rumus product moment dan hasil penelitian perhitungandiperoleh koefisien korelasi antara variabel X dengan variabel Y sebesar 0 270sedangkan r tabel 0 235 Teknik uji hipotesis yang digunakan adalah rumus uji tHasil uji hipotesis menyatakan adanya hubungan signifikan antara teknikkomunikasi orang tua dengan kecerdasan emosional anak usia 5 6 tahun di TKPelangi Medan T A 2013 2014 pada taraf 5 adalah 2 322 t tabel sebesar 1 671t hitung t tabel Maka dapat dinyatakan bahwa ada hubungan yang positifantara teknik komunikasi orang tua dalam keluarga dengan kecerdasan emosionalanak usia 5 6 tahun di TK Pelangi Medanhttp://digilib.unimed.ac.id/hubunganteknik-komunikasi-orang-tuadengan-kecerdasan-emosional-anakusia-5-6-tahun-di-tk-pelangimedan-ta-2013-2014-31395.htmlWed, 20 Aug 2014 10:05:14 +0700Meningkatkan Kemampuan Membaca AnakUsia 5-6 Tahun Melalui Model Pembelajaran Tebak KataMasalah dalam penelitian ini adalah masih kurangnya kemampuan membaca yangdimiliki oleh anak di TK SANDHY PUTR kurangnya pengetahuan guru untuk memilih suatukegiatan yang dapat merangsang dan meningkatkan kemampuan membaca anakmasihkurangnya dilakukan kegiatan tebak kata padahal ini bisa member warna lain dalam metodepembelajaran Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca anakkhususnya melalui kegiatan tebak kata di TK Sandhy putra medanJenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklusdan setiap siklus 2 kali pertemuan objek penelitian ini adalah kemampuan membaca anak usia5 6 tahun Subjek penelitian adalah anak usia 5 6 tahun di TK SANDHY PUTRA berjumlah 16orang terdiri dari 9 orang anak perempuan dan 7 orang anak laki-laki Tindakan penelitian iniadalah penggunaan media kartu kata Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi Datadianalisis dengan menggunakan analisis persentase dan diskriptifHasil dari penelitian kemampuan membaca anak siklus I pertemuan I diperoleh rata rataskor sebesar 75 12 orang anak yang tegolong kurang baik dan pada pertemuan IImengalami pengurangan jumlah anak menjadi 50 8 orang anak yang tergolong kurang baikPada siklus II dilakukan penelitian dengan tetap menggunakan kegiatan tebak kata denganmedia yang dibuat lebih menarik bagi anak media kartu huruf yang lebih menarikdenganmenggunakan kertas warna warni lebih cerah dan bentuk yang lebih menarik Hasil siklus IIpertemuan I diperoleh rata-rata skor 7 1 orang anak yang tergolong sangat baik dan padapertemuan IImengalami peningkatan menjadi 50 8 orang anak yang tergolong sangat baikDengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan kegiatan tebak kata dapatmeningkatkan kemampuan membaca anak kelas B pada tema binatang di TK SANDHYPUTRA Medan semester genap tahun ajaran 2013 2014http://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-kemampuan-membaca-anakusia-56-tahun-melalui-model-pembelajaran-tebak-kata-31394.htmlWed, 20 Aug 2014 09:51:58 +0700Upaya Mengembangkan Sikap Toleransi Anak Kelompok B Melalui Kegiatan Mendongeng Di TK Pelangi Medan Tahun Ajaran 2013 2014Masalah dalam penelitian ini adalah Apakah dengan kegiatan mendongeng dapat mengembangkan sikap toleransi pada anak usia dini di TK Pelangi Jln Bhayangkara No 417 Medan Kecamatan Medan Tembung Kabupaten Deli Serdang Tahun Ajaran 2013 2014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan mendongeng dapat mengembangkan sikap toleransi anak usia dini Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas PTK Objek penelitian ini adalah kegiatan mendongeng untuk mengembangkan sikap toleransi pada anak usia dini Subjek penelitian adalah seluruh anak kelas B Mawar yang berjumlah 20 orangPenelitian ini dilakukan 2 siklus Setiap siklus diadakan 2 kali pertemuan Data dilakukan dengan menggunakan test performance tes unjuk kerjaHasil analisis siklus I menyatakan bahwa sikap toleransi pada anak yaitu perolehan datanya yaitu sebesar 65 13 orang anak yang termasuk dalam kategori baik 30 6 orang anak yang termasuk pada kategori cukup dan 5 1 orang anak termasuk kategori kurang Hasil tersebut belum mencapai kriteria penelitian Penelitian dilanjutkan ke siklus II dengan tindakan kegiatan mendongeng diiringi penggunaan boneka tangan Setelah siklus II dilakukan diketahui bahwa terdapat 11 orang anak atau 55 termasuk kategori sangat baik dan 9 orang anak atau 45 termasuk kategori baik untuk itu tidak perlu ada perbaikan lagiBerdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan kegiatan mendongeng dapat mengembangkan sikap toleransi pada anak usia dini di TK Pelangi Tahun Ajaran 2013 2014 Dengan demikian kegiatan mendongeng dapat digunakan sebagai salah satu kegiatan untuk mengembangkan sikap toleransi pada anak usia dinihttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-mengembangkan-sikap-toleransi-anak-kelompok-b-melalui-kegiatan-mendongeng-di-tk-pelangi-medan-tahun-ajaran-2013-2014-31393.htmlWed, 20 Aug 2014 09:34:51 +0700Pengaruh Pengalaman Mengapresiasi Naskah Drama terhadap Kemampuan Menganalisis Pementasan Drama Siswa Kelas XI SMA Yayasan Pendidikan Tarbiyah Islamiyah Hamparan Perak Tahun Pembelajaran 2013 2014Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengalaman mengapresiasi naskah drama terhadap kemampuan menganalisis pementasan drama siswa kelas XI SMA Yayasan Pendidikan Tarbiyah Islamiyah Hamparan Perak Tahun Pembelajaran 2013 2014 Populasi penelitian ini berjumlah 96 siswa Dari populasi tersebut ditentukan 64 siswa sebagai sampel penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain penelitian two group post test desaign Teknik pengambilan sampel adalah secara sampel bertujuan atau purposive sample Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji tMetode dalam penelitian ini bersifat quasi eksperimen eksperimen semu hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa menganalisis pementasan drama termasuk dalam kategori cukup dengan nilai rata rata mean yang diperoleh siswa adalah 69 12 sedangkan kemampuan siswa menganalisis pementasan drama dengan pengalaman mengapresiasi naskah drama termasuk dalam kategori baik dengan nilai rata rata mean yang diperoleh siswa adalah 76 75 Selanjutnya pengujian hipotesis menunjukkan thitung 3 27 ttabel 2 00 pada taraf signifikan 0 05 Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima Artinya pengaruh mengapresiasi naskah drama berpengaruh positif terhadap kemampuan menganalisis pementasan drama siswa kelas XI SMA Yayasan Pendidikan Tarbiyah Islamiyah Hamp ran Perak Tahun Pembelajaran 2013 2014Dengan kata lain hasil pembelajaran menganalisis pementasan drama dengan pengaruh mengapresiasi naskah drama berpengaruh yang positifhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-pengalaman-mengapresiasi-naskah-drama-terhadap-kemampuan-menganalisis-pementasan-drama-siswa-kelas-xi-sma-yayasan-pendidikan-tarbiyah-islamiyah-hamparan-perak-tahun-pembelajaran-2013-2014-31392.htmlWed, 20 Aug 2014 09:22:21 +0700PENINGKATAN KOMPETENSI MELALUI PEMENTORAN DALAM MEWUJUDKAN PROFESIONALISME KEPALA SEKOLAHhttp://digilib.unimed.ac.id/peningkatan-kompetensi-melalui-pementoran-dalam-mewujudkan-profesionalisme-kepala-sekolah-31391.htmlTue, 19 Aug 2014 16:29:14 +0700PENGARUH BUDAYA ORGANISASI MODAL INTELEKTUAL DAN PERILAKU INOVATIF TERHADAP KINERJA PEMIMPIN JURUSAN DI UNIVERSITAS NEGERI MEDANhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-budaya-organisasi-modal-intelektual-dan-perilaku-inovatif-terhadap-kinerja-pemimpin-jurusan-di-universitas-negeri-medan-31390.htmlTue, 19 Aug 2014 16:23:41 +0700Persepsi Pengusaha Salon Terhadap Kemampuan Mahasiswa Praktek Kerja Lapangan Industri PKLI Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga PKK Program Studi Tata RiasPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Persepsi Pengusaha Salon Terhadap Kemampuan Mahasiswa Praktek Kerja Lapangan Industri PKLI Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga PKK Program Studi Tata RiasSampel dalam penelitian ini adalah 11 Pengusaha salon di Medan yang menjadi tempat mahasiswa Praktek Kerja Lapangan Industri PKLI Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu cara atau penelitian yang bersifat mengungkapkan fakta yang jelas tentang gejala gejala yang ada pada suatu objek penelitian untuk di analisi Cara mengumpulkan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa AngketTeknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan angket terdapat enam 6 indikator yang menjadi sudut pandang pengusaha salon terhadap mahasiswa Praktek Kerja Lapangan Industri PKLI yaitu kemampuan kreatifitas disiplin tanggung jawab komunikasi dan loyalitas Hasil perhitungan persentase menunjukkan bahwa 1 kemampuan sebesar 54 55 2 kreatifitas sebesar 68 18 3 disiplin sebesar 60 64 4 tanggung jawab sebesar 65 46 5 komunikasi sebesar 41 80 6 5 Loyalitas sebesar 68 18Kemampuan mahasiswa Praktek Kerja Lapangan Industri PKLI memiliki kategori baik kemampuan dapat dipandang sebagai suatu karakteristik yang dimiliki seseorang untuk melakukan kegiatan tertentu Kreatifitas mahasiswa Praktek Kerja Lapangan Industri PKLI memiliki kategori yang baik Pengusaha salon menilai mahasiswa Praktek Kerja Lapangan Industri PKLI memiliki nilai kreatifitas dalam melakukan pekerjaan disalon Disiplin mahasiswa Praktek erja Lapangan Industri PKLI memiliki kategori baik kehadiran mahasiswa Praktek Kerja Lapangan Industri PKLI datang tepat waktu Tanggung jawab memiliki kategori baik hal ini menggambarkan bahwa mahasiswa Praktek Kerja Lapangan Industri PKLI dapat melaksanakan tangung jawab yang dipercaya oleh pengusaha salon dengan baik Komunikasi memiliki kategori cukup baik hal ini dikarenakan mahasiswa Praktek Kerja Lapangan Industri PKLI dengan karyawan kurang berinteraksi selama disalon Hasil penelitian loyalitas mahasiswa Praktek Kerja Lapangan Industri PKLI memiliki kategori baik dalam mempengaruhi kepercayaan pengusaha salonhttp://digilib.unimed.ac.id/persepsi-pengusaha-salon-terhadap-kemampuan-mahasiswa-praktek-kerja-lapangan-industri-pkli-jurusan-pendidikan-kesejahteraan-keluarga-pkk-program-studi-tata-rias-31389.htmlMon, 18 Aug 2014 10:23:33 +0700Faktor-Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Dalam Mengikuti Pelajaran Praktik Siswa Jurusan Kecantikan SMK Negeri 3 Tebing TinggiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor faktor penyebab kesulitan belajar dalam mengikuti pelajaran praktik siswa jurusan kecantikan SMK Negeri 3 Tebing Tinggi Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI dan kelas XII SMK Negeri 3 Tebing Tinggi sebanyak 53 siswa Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu untuk menganalisis dan mengenal masalah-masalah serta mendapatkan pembenaran terhadap keadaan dan praktik-praktik yang sedang berlangsung Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan Angket Teknik analisisa data dalam penelitian menggunakan perhitungan persentaseBerdasarkan hasil penelitian terdapat lima 5 faktor penyebab kesulitan belajar dalam mengikuti pelajaran praktik yaitu motivasi minat keadaan ekonomi keluarga pengertian orang tua dan alat-alat pelajaran Faktor motivasi memberi pengaruh sebesar 33 97 Faktor minat memberi pengaruh sebesar 33 97 Faktor keadaan ekonomi keluarga memberi pengaruh sebesar 30 19 Faktor pengertian orang tua memberi pengaruh sebesar 32 07 Faktor alat-alat pelajaran memberi pengaruh sebesar 41 51Untuk itu disarankan kepada siswa untuk lebih memotivasi dirinya lebih memperhatikan guru ketika mengajar dan memiliki minat pada pelajaran praktik sesuai dengan jurusan yang telah dipilih dan diharapkan kepada pihak pengembang SMK Negeri 3 Tebing Tinggi agar melengkapi sarana dan prasarana praktek yang sesuai dengan kebutuhan siswa SMKhttp://digilib.unimed.ac.id/faktorfaktor-penyebab-kesulitan-belajar-dalam-mengikuti-pelajaran-praktik-siswa-jurusan-kecantikan-smk-negeri-3-tebing-tinggi-31388.htmlMon, 18 Aug 2014 10:08:02 +0700Studi Kasus Konsumsi Pangandengan Gizi Kurang pada Balita di Puskesmas Sahitnihuta KecamatanDolok Sanggul Skripsi Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan 2013Penelitian ini bertujuan antara lain 1 Untuk mengetahui bagaimanakonsumsi pangan pada balita di Puskesmas Sahitnihuta Kecamatan DolokSanggul 2 Untuk mengetahui apakah ada hubungan konsumsi pangan dengangizi kurang pada balita di Puskesmas Sahitnihuta Kecamatan Dolok SanggulPenelitian ini dilakukan di Puskesmas Sahitnihuta Kecamatan DolokSanggul Populasi penelitian ini sebanyak 15 orang Sampel yang digunakan yaitu15 orang pengambilan sampel dilakukan secara porposip Alat yang digunakanuntuk menjaring data penelitian adalah dokumentasi Teknik analisis data yangdigunakan adalah analisis kualitatif yaitu menganalisis data dan menyajikannyasecara fakta dan sistematisHasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa hasilkonsumsi pangan responden secara keseluruhan pada usia balita 0 5 tahun tidakada yang memenuhi Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan untuk tiap-tiapkategori kelompok usia Data yang diperoleh dari Puskesmas Sahitnihutamenunjukkan data balita yang tergolong gizi kuranghttp://digilib.unimed.ac.id/studi-kasus-konsumsi-pangandengan-gizi-kurang-pada-balita-di-puskesmas-sahitnihuta-kecamatandolok-sanggul-skripsi-fakultas-teknik-universitas-negeri-medan-2013-31387.htmlMon, 18 Aug 2014 09:37:28 +0700THE IMPLEMENTATION OF QUANTUM TEACHING TO IMPROVE STUDENT S ACTIVITY AND LEARNING OUTCOMESOF HUMAN REPRODUCTIVE SYSTEMFOR XI GRADE STUDENTOF MAN 1 MEDANACADEMIC YEAR2012 2013This classroom action research aims at finding out the application of Quantum Teaching in improving the students learning outcome and activity in biology on ecosystem topic at class XI MAN 1 Medan Academic Year 2012 2013 The subject of research is all students at class XI IA4 MAN 1 Medan with total number of students are 47 Instrument used in this research for knowing the student s learning outcome is in a form of test consist of 30 questions in multiple choices while the observation sheet from Prof Dr Lufri M S used for knowing the student s activity The result research showed that 1 the application Quantum Teaching method can improves the learning outcome in biology on human reproductive system topic Based on the result of test done in the first cycle for pre test are 45 21 with low criteria In the end of first cycle obtained the average value of post test was 64 04 and still low In the second cycle was 7075with medium criteria and 91 76 high in the third cycle 2 the application of Quantum Teaching can improve the student s activities and the average value of students activities increases each cycle especially for the positive activities that students did it increases from 33 87 low criteria in the first cycle 33 70 and still low criteria and into 54 17 medium criteria in the third cyclehttp://digilib.unimed.ac.id/the-implementation-of-quantum-teaching-to-improve-student--s-activity-and-learning-outcomesof-human-reproductive-systemfor-xi-grade-studentof-man-1-medanacademic-year2012-2013-31386.htmlFri, 15 Aug 2014 09:54:21 +0700THE COMPARISON BETWEEN STAD MODEL COMBINED WITH MIND MAPS AND STAD WITHOUT MIND MAPS ON STUDENT LEARNING ACHIEVEMENT IN TOPIC HUMAN REPRODUCTIVE ORGAN IN CLASS XI SCIENCESMA N 2 SOPOSURUNG BALIGEACADEMIC YEAR 2012 2013This study aims to compare student learning achievement and students ability to explain the topic between students who are taught using STAD and STAD combined with a mind map in human reproductive organ topic in SMA Negeri 2 Balige academic year 2012 2013 The population in this research is all students in grade XI SMA Negeri 2 Balige 204 students The samples is grouped into two by purposive sampling method Each groups consists of 28 students The instrument in this study is test of 30 multiple choice questions The result showed that pre test scores for STAD and STAD with mind map group is 46 71 and 42 71 respectively Pre-test data analysis shows that there is no significant difference between both groups t test H01 for students learning achievement respectively shows that there is a difference between this two groups in students learning achievement tcalculation 4 77 ttable 2 0357 df 54 at 0 05 t test H0 for students ability to explain the topic of human reproductive organ shows that there is a difference between both groups ability to explain the topic tcalculation 1 97 ttable 2 0357 df 54 at 0 05http://digilib.unimed.ac.id/the-comparison-between-stad-model-combined-with-mind-maps-and-stad-without-mind-maps-on-student-learning-achievement-in-topic-human-reproductive-organ-in-class-xi-sciencesma-n-2-soposurung-baligeacademic-year-2012-2013-31385.htmlFri, 15 Aug 2014 09:35:03 +0700THE DIFFERENTATION OF AUDIO VISUAL AND POWERPOINT ON STUDENT LEARNING OUTCOME IN HUMAN REPRODUCTIVE SYSTEM TOPIC IN SMA NEGERI 3 MEDAN ACADEMIC YEAR 2012 2013This research aim to know effect of result learning biology taught student by using audio visual and power point at Human Reproduction System Material in class of XI SMA N 3 Medan academic years 2012 2013Population in research is all student class of XI IPA SMA Negeri 3 Medan academic years 2012 2013 to amount 204 peoples Sample taken by purposive sampling to amount 76 peoples Where class XI IPA 5 to be experimental class for given instruction with audio visual and class XI IPA 6 to be control class for given instruction with powerpoint The result of research to indicate that result learning biology taught student by using audio visual is better than result of learning biology taught student with powerpoint in Human Reproduction System material Where average value of learning biology taught student by using audio visual is higher with average value of postest is 67 36 with SD 10 62 The difference average value both of them is 8 10 or about 12 While average value of learning biology taught student with power point with average value of postest is 59 26 with SD 8 82 The difference in studying result also stained by pursuant to examination of hipotesis by using t test and at level significant 0 05 where is tcount ttable 4 96 1 995 to becoming is Ho refused and Ha accepted So the indicate that result learning biology taught student by using audio is better than result learning biology taught student with powerpoint Human Reproductive System material in class XI SMA Negeri 3 Medan in academic years 2012 2013http://digilib.unimed.ac.id/the-differentation-of-audio-visual-and-powerpoint-on-student-learning-outcome-in-human-reproductive-system-topic-in-sma-negeri-3-medan-academic-year-2012-2013-31384.htmlFri, 15 Aug 2014 09:13:19 +0700Pengaruh penerapan pembelajaran model kooperatif tipe Numbered Head Together NHT dengan media peta konsep terhadap peningkatan hasil belajar pada pokok bahasan hidrokarbon siswa kelas X SMA Negeri 2 Lubuk PakamPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar kimia siswa yang menggunakanpembelajaran modelkooperatif tipe NHT dengan media peta konsep lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang menggunakan metode konvensional dengan media peta konsep Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X SMA Negeri 2 Lubuk Pakam yang terdiri dari 7 kelas dengan total jumlah siswa 268orang Sampel yang digunakan pada penelitian ini diambil dengan teknik random sampling sebanyak 2 kelas yakni satu kelas sebagai kelas eksperimen I dan satu kelas sebagai kelas eksperimen II Masing masing kelas terdiri atas 40 orang siswa Siswa pada kelas eksperimen I diberi pengajaran menggunakan model kooperatif tipe NHT dengan media peta konsep Sedangkan siswa pada kelas eksperimen II diberi pengajaran dengan metode konvensional dengan media peta konsepHasil pengolahan data menunjukkan siswa pada kelas ekperimen Imemiliki rata-rata nilai pre-test 3265 danpost-tes7962 dengan rata-rata gain sebesar 069 Sedangkan siswa pada kelas eksperimen II memiliki rata-rata nilai pre-tes3087 dan post-tes 7655 dengan rata-rata gain sebesar 065 Sedangkan persentase peningkatan hasil belajar kelas eksperimen I 69 dan pada kelas eksperimen II 65 Hal ini menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar sebesar 4 dengan kategori signifikan sedangHasil uji statistik menggunakan uji t pihak kanan menggunakan nilai rata-rata post-tes diperoleh bahwa nilai thitung sebesar 193 sedangkan nilai ttabel sebesar 168 pada taraf signifikan 945 005 sehingga thitungttabel Hal tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar kimia siswa yang menggunakan pembelajaran modelkooperatif tipe NHT dengan media peta konsep lebih tinggi dari pada hasil belajar kimia siswa yang menggunakan pembelajaran metodekonvensional dengan media peta konsephttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-penerapan-pembelajaran-model-kooperatif-tipe-numbered-head-together-nht-dengan-media-peta-konsep-terhadap-peningkatan-hasil-belajar-pada-pokok-bahasan-hidrokarbon-siswa-kelas-x-sma-negeri-2-lubuk-pakam-31383.htmlThu, 14 Aug 2014 16:46:24 +0700Pembelajaran kooperatif tipe TGTTeams Game And Tournament dengan menggunakan media peta konsep terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada materi pokok hidrokarbonPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGTTeam Games and Tournament menggunakan media peta konsep pada pokok bahasan Hidrokarbon di SMA Negeri 1 Deli Tua kelas X tahun ajaran 20122013 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Deli Tua yang berjumlah 8 kelas Sampel penelitian ini sebanyak 2 dua kelas yaitu sebagai kelas eksperimen 1 dan eksperimen 2 yang diambil dengan cara sampling purposif Kelas eksperimen 1 diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT menggunakan media peta konsep Sementara kelas eksperimen 2 diajar dengan menggunakan model konvensional menggunakan media peta konsep Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa hasil belajar siswa dengan menggunakan model kooperatif tipe TGT menggunakan media peta konsep 820596527 lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran konvensional menggunakan media peta konsep 771886082 Analisis statistik menunjukan bahwa pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan mengunakan media peta konsep lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran konvensional dengan menggunakan media peta konsep pengujian hipotesis dengan uji t satu pihak pihak kanan diperoleh nilai thitung ttabel yaitu 2658 1658 Dengan melihat keberhasilan pengajaran dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe TGT menggunakan media peta konsep maka perlu diaplikasikan penelitian ini dalam pengajaran materi kimia lainnya ataupun diluar mata pelajaran lainnyahttp://digilib.unimed.ac.id/pembelajaran---kooperatif---tipe--tgtteams-game-and-tournament--dengan-menggunakan-media-peta-konsep-terhadap-peningkatan-hasil-belajar-siswa-pada-materi-pokok-hidrokarbon-31382.htmlThu, 14 Aug 2014 16:40:08 +0700Komparasi hasil belajar siswa dengan penerapan pendekatan CTL Contextual Teaching Learning dan pendekatan konvensional pada hasil belajar siswa kelas X SMA pada pokok bahasan hidrokarbonTujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan peningkatan hasil belajar kimia siswa dengan menggunakan pendekatan kontektual dan pendekatan konvensional pada materi pokok hidrokarbon di SMA Parulian 2 Medan pada kelas X Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Sampel penelitian ini sebanyak 2 kelas yaitu kelas eksperimen yang diajarkan dengan pendekatan kontektual dan kelas kontrol yang diajarkan dengan pendekatan konvensional Sebagai alat pengumpul data hasil belajar digunakan tes objektif yang berjumlah 20 soal yang telah teruji validitas realibilitas tingkat kesukaran dan daya beda soalnya Dari Pengujian yang dilakukan diperoleh bahwa kedua sampel berdistribusi normal dan homogen Hasil penelitian yang dilakukan di SMA Parulian 2 Medan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan pendekatan CTL Contextual Teaching Learning dengan pembelajaran Konvensional pada siswa kelas X SMA yang mana rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen adalah sebesar 74 sedangkan hasil belajar siswa kelas kontrol adalah sebesar 68 Uji beda nyata terhadap kedua rata-rata hasil belajar siswa ini dilakukan dengan uji statistik z pada tingkat signifikansi 5 Berdasarkan uji ini dapat disimpulkan bahwa peningkatan hasil belajar kimia siswa yang diajar dengan menggunakan pendekatan kontektual lebih baik dari pada yang di ajarkan dengan menggunakan pendekatan Konvensionalhttp://digilib.unimed.ac.id/komparasi-hasil-belajar-siswa-dengan-penerapan-pendekatan-ctl-contextual-teaching--learning--dan-pendekatan-konvensional-pada-hasil-belajar-siswa-kelas-x-sma-pada-pokok-bahasan-hidrokarbon-31381.htmlThu, 14 Aug 2014 16:35:15 +0700Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TSTS Two Stay Two Stray untuk meningkatkan hasil belajar kimia siswa pada pokok bahasan hidrokarbon di kelas X SMA Swasta Siloam Medan TA 20122013Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidak ada pengaruh pembelajaran kooperatif Tipe TSTS Two Stay Two Stray terhadap peningkatan hasil belajar kimia pada materi Hidrokarbon di SMA Swasta Siloam Medan pada kelas X semester genap tahun ajaran 20122013 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Swasta Siloam Medan sebanyak 2 kelas yang memiliki jumlah siswa rata-rata 30 orang Sampel dalam penelitian adalah sampel populasi yakni 2 kelas dimana kelas eksperimen dibelajarkan dengan TSTS dan kelas kontrol dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional Sebagai alat pengumpul data hasil belajar digunakan tes objektif yang berjumlah 19 soal yang telah teruji validitas reliabilitas tingkat kesukaran dan daya beda soal Hasil analisis data diperoleh rata-rata nilai Gain belajar kimia kelas eksperimen 057458013733 lebih tinggi dibandingkan pada kelas kontrol diperoleh rata-rata 050367012225 Peningkatan atau persentase gain hasil belajar kimia siswa kelas eksperimen sebesar 575 sedangkan untuk kelas kontrol sebesar 504 Peningkatan Hasil belajar kedua kelas eksperimen diuji beda dengan uji t satu pihak diperoleh thitung ttabel 244 16723 sehingga Ha diterima berarti Peningkatan hasil belajar kimia dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif TSTS lebih tinggi daripada peningkatan hasil belajar kimia dengan menggunakan pembelajaran konvensional Maka dapat disimpulkan bahwa Pembelajaran TSTS lebih tinggi daripada peningkatan hasil belajar kimia dengan menggunakan pembelajaran konvensional 8195http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh--model-pembelajaran-kooperatif-tipe-tsts-two-stay-two-stray-untuk-meningkatkan--hasil-belajar-kimia-siswa-pada-pokok-bahasan-hidrokarbon-di-kelas-x-sma-swasta-siloam-medan-ta-20122013-31380.htmlThu, 14 Aug 2014 16:30:23 +0700Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe nht menggunakan media kartu kerja terhadap hasil belajar kimia siswa pada materi hidrokarbonPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT menggunakan media kartu kerja lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT tanpa menggunakan media kartu kerja pada materi hidrokarbon Sampel yang digunakan adalah siswa kelas X SMA Negeri 4 Medan tahun ajaran 20122013 yang terdiri dari 80 orang siswa yang berada pada dua kelas Kelas eksperimen I dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT menggunakan media kartu kerja dan kelas eksperimen II dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT tanpa menggunakan media kartu kerja Untuk memperoleh data hasil belajar tersebut digunakan soal pilihan berganda sebanyak 20 butir soal yang telah valid dengan lima pilihan jawaban Hasil yang diperoleh nilai rata-rata pretest 31 dan nilai rata-rata posttest 8575 pada kelas eksperimen I sedangkan pada kelas eksperimen II nilai rata-rata pretest 3525 dan nilai rata-rata posttest 7775 Persentase peningkatan hasil belajar siswa dipeoleh sebesar 782 Dari hasil uji statistik t pada taraf signifikansi 945 005 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT menggunakan media kartu kerja dengan hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT tanpa menggunakan media kartu kerja pada materi hidrokarbon Dari hasil uji hipotesis menggunakan uji hipotesis pihak kanan dengan memakai data gain dari kedua kelompok sampel menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe NHT menggunakan media kartu kerja berpengaruh positif terhadap hasil belajar kimia siswa pada materi hidrokarbonhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-nht-menggunakan-media-kartu-kerja-terhadap-hasil-belajar-kimia-siswa-pada-materi-hidrokarbon-31379.htmlThu, 14 Aug 2014 16:24:53 +0700Pengaruh penggunaan jurnal hasil penelitian dalam proses belajar mengajar terhadap hasil belajar siswa SMA kelas XI pada materi pokok sistem reproduksi manusia di SMA Swasta Hang Tuah Belawan TP 20122013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan jurnal hasil penelitian dalam proses belajar mengajar terhadap hasil belajar siswa SMA kelas XI pada materi pokok sistem reproduksi manusia di SMA Swasta Hang Tuah Belawan Tahun Pembelajaran 20122013Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Hang Tuah Belawan yang berjumlah 85 siswa dan sampel diambil secara random acak yaitu kelas XI IPA 1 sebagai kelas Eksperimen yang siswanya berjumlah 28 orang dan kelas XI IPA 3 sebagai kelas Konvensional yang siswanya berjumlah 28 orang Instrument yang digunakan untuk pengumpulan data adalah tes yang berbentuk soal pilihan berganda yang terdiri dari 25 butir soal yang terlebih dahulu divalidasiBerdasarkan hasil uji persyaratan data baik data hasil belajar siswa pada kelas eksperimen maupun kelas konvensional dinyatakan berdistribusi normal dan memiliki varians yang homogen Sementara berdasarkan hasil analisis data penelitian terlihat adanya perbedaan hasil belajar Dari hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar siswa yang signifikan antara kelas eksperimen dengan kelas konvensional dimana rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen sebesar 7957 sedangkan hasil belajar pada kelas konvensional adalah sebesar 6942 Adanya perbedaan hasil belajar tersebut juga terbukti melalui pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t dan taraf kepercayaan 945 005 dimana thitung ttabel yaitu 334 2006 yang berarti dalam penelitian ini Ho ditolak sekaligus menerima Ha Sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh penggunaan jurnal hasil penelitian dalam proses belajar mengajar terhadap hasil belajar siswa SMA kelas XI pada materi pokok sistem reproduksi manusia di SMA Swasta Hang Tuah Belawan Tahun Pembelajaran 20122013http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-penggunaan-jurnal-hasil-penelitian-dalam------proses-belajar-mengajar-terhadap-hasil-belajar-siswa-sma-kelas-xi-pada-materi-pokok-sistem-reproduksi-manusia--di-sma-swasta-hang-tuah-belawan-tp-20122013-31378.htmlThu, 14 Aug 2014 16:16:10 +0700Pembelajaran inquiry dan resitasi pada materi Sistem reproduksi pada manusia di kelas XI IPA Sma Swasta Yayasan Pendidikan Nurul Iman Kecamatan Tanjung Morawa Tahun Pembelajaran 20122013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan metode pembelajaran inquiry dan resitasi pada materi sistem reproduksi pada manusia di kelas XI IPA SMA swasta yayasan pendidikan Nurul Iman kecamatan Tanjung Morawa tahun pembelajaran 20122013 Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dan di desain dengan dilakukannya pre-tes dan post-tes Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Nurul Iman yang terdiri dari 2 kelas Sampel yang digunakan adalah sampel yang diambil secara quota sampling Dimana kelas XI IPA-1 sebanyak 30 siswa sebagai kelas eksperimen I yang menggunakan metode pembelajaran resitasi dan kelas XI IPA-2 sebanyak 30 siswa sebagai kelas eksperimen II yang menggunakan metode pembelajaran inquiry Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa tes tertulis berbentuk pilihan ganda Sebelum soal diberikan kepada siswa terlebih dahulu dilakukan uji validitas uji realibilitas daya beda soal dan tingkat kesukaran soal dengan rtabel 0291 dan taraf signifikan 61537 005 Berdasarkan hasil analisis data penelitian diperolehan skor rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan metode resitasi sebesar 80778 sedangkan rata-rata hasil belajar siswa dengan menggunakan metode inquiry sebesar 74222 Uji hipotesis dengan menggunakan uji t terlihat thitung 2346 sedang ttabel 2002 pada taraf signifikan 61537 005 yang berarti dalam penelitian ini Ho ditolak sekaligus menerima Ha Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar siswa menggunakan metode inquiry dan resitasi pada materi sistem reproduksi pada manusia di kelas XI IPA SMA swasta yayasan pendidikan Nurul Iman kecamatan Tanjung Morawa tahun pembelajaran 20122013http://digilib.unimed.ac.id/pembelajaran-inquiry-dan-resitasi--pada-materi-sistem-reproduksi--pada-manusia-di-kelas-xi-ipa-sma-swasta-yayasan-pendidikan-nurul-iman-kecamatan-tanjung-morawa-tahun-pembelajaran-20122013-31377.htmlThu, 14 Aug 2014 16:01:09 +0700PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KEINOVATIFAN PEMIMPIN JURUSANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar pengaruh budaya organisasi terhadap keinovatifan pemimpin jurusan di Universitas Negeri Medan dan untuk mengetahui tingkat kecenderungan budaya organisasi dan keinovatifan pemimpin jurusan Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 orang dengan menggunakan teknik acak sederhana random sampling Data penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara budaya organisasi terhadap keinovatifan pemimpin jurusan dengan ryx 0732 Tingkat kecenderungan budaya organisasi di Universitas Negeri Medan cukup tinggi Besar sumbangan variabel budaya organisasi terhadap keinovatifan pemimpin jurusan sebesar 536http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-budaya-organisasi-terhadap-keinovatifan-pemimpin-jurusan-31376.htmlThu, 14 Aug 2014 13:12:30 +0700PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP MANAJEMEN PENDIDIKAN SERTA SISTEM PEMBELAJARANPerguruan Tinggi sebagai suatu lembaga pendidikan formal haruslah mampu sebagai agen perubahan yang dapat menerima setiap perubahan dan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang bermutu Untuk itu Perguruan Tinggi haruslah melakukan sistem manajemen pendidikan yang profesional adaptif otonom lebih demokratis accountable dan kreatif yang dalam pengelolaannya memperhatikan kebutuhan stakeholders-nya yaitu Production oriented Market Oriented dan Society Orientedhttp://digilib.unimed.ac.id/peningkatan-mutu-pendidikan-dan-implikasinya-terhadap-manajemen-pendidikan-serta-sistem-pembelajaran-31375.htmlThu, 14 Aug 2014 13:03:30 +0700STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKANKepemimpinan kepala sekolah sangat berpengaruh bahkan sangat menentukan terhadap kemajuan sekolah Untuk meningkatkan mutu pendidikan maka Kepala Sekolah menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan kualitas total yang mendukung peningkatan mutu dengan memberdayakan empat sumber utama yang dimilikinya yaitu kekuasaan pengetahuan dan keterampilan informasi dan penghargaan Strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam mencapai mutu pendidikan diharapkan bukanlah merupakan hasil dan ditentukan oleh karya perseorangan namun justru merupakan karya dari team work yang cerdas Untuk itu Kepala Sekolah dituntut memiliki kemampuan manajerial yang baik serta mampu mendorong seluruh bawahan serta anggota organisasi untuk dapat memberdayakan dirinya dan membentuk rasa tanggungjawab atas tugas-tugas yang diembannya Kepatuhan tidak lagi didasarkan pada kontrol eksternal organisasi namun justru berkembang dari hati sanubari yang disertai dengan pertimbangan rasionalnya Strategi kepemimpinan kepala sekolah pada intinya merujuk kepada upaya pemberdayaan pada setiap komponen yang terlibat dan bertanggungjawab dalam proses pembelajaran di sekolahhttp://digilib.unimed.ac.id/strategi-kepemimpinan-kepala-sekolah-dalam-meningkatkan-mutu-pendidikan-31374.htmlThu, 14 Aug 2014 12:43:44 +0700PERANAN LEMBAGA PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA MENGHADAPI ERA GLOBALSumber Daya Manusia SDM merupakan aset dan investasi masa depan yang memegang peranan penting dalam menentukan jati diri suatu bangsa Pendidikan dianggap sebagai unsur utama yang berperan dalam peningkatan kualitas dan pengembangan SDM Peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan pada setiap jenis jenjang dan jalur pendiidkan merupakan suatu kebutuhan yang mendesak agar menghasilkan SDM yang bermutu dan mampu menghadapi tantangan pada era global yang bergerak sejalan dalam tiga arena kehidupan manusia yaitu ekonomi politik dan budaya SDM lebih bernilai jika memiliki sikap perilaku wawasan kemampuan keahlian serta keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan berbagai bidang dan sektor Dalam menghadapi era global lembaga pendidikan haruslah melakukan perbaikan yang berkelanjutan terhdap komponen-komponen pendidikan agar menghasilkan kualitas SDM yang mampu beradaptasi terhadap perkembangan atau perubahan sebagai dampak era globalisasi Selain itu manajemen pengelolaan pendidikan haruslah adaptif dan responsif terhadap perubahan serta model pembelajaran mengacu pada Learning to know Learning to do Learning to be dan Learning to live togetherhttp://digilib.unimed.ac.id/peranan-lembaga-pendidikan-dalam-meningkatkan-kualitas-sumber-daya-manusia-menghadapi-era-global-31373.htmlThu, 14 Aug 2014 11:33:55 +0700STRATEGI PEMBELAJARAN KOLABORATIF DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR PEMELAJARStategi pembelajaran di sekolah haruslah dengan baik dengan menumbuhkan kreativitas belajar pemelajar sehinggga pembelajaran lebih berkreasi dan berinovasi sesuai dengan materi ajar Proses pembelajaran di sekolah dibuat bermaknaagar memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar pemelajar pemelajar dengan guru lingkungan dan sumber belajar lainnya Untuk itu stategi pembelajaran kolaboratif merupakan sistem pengajaran yang memberikan kesempatan kepada pemelajar belajar dalam kelompok untuk bekerja sama dengan sesama pemelajar untuk mencapai tujuan bersama Pembelajaran kolaboratif mendasarkan teori Piaget yaitu pemelajar akan dapat bekerja lebih baik jika berpikir secara bersama sama dalam kelompok mempersentasikan hasil karyanya di depan kelas Strategi pembelajaran kolaboratif memiliki keunggulan dalam menumbuhkan kerjasama interaksi sosial yang dapat membantu perkembangan individu sikap saling menghargai antara pemelajar dlam proses belajar mengajar sehingga akan meningkatkan kreativitas belajarnyahttp://digilib.unimed.ac.id/strategi-pembelajaran-kolaboratif-dalam-meningkatkan-kreativitas-belajar-pemelajar-31372.htmlThu, 14 Aug 2014 11:20:06 +0700MENUJU PERGURUAN TINGGI MASA DEPANThe future strike for quality so the university as a runner instutution high education service must has academic capability to product graduate who has academic capability and profession in his field To reach it the future university mast to do anything new and carry out modern and proffesional management The university must has capability to manage and empower all of its resourcess who has quality oriented upgrading its capability and always focus to customer people as the sourcess student The university must implement production oriented management market oriented and society oriented Especially to carry out the Law Institution University as a good institution to get autonomy in financial management educational activity research activity and service to the people and carry out social mission as a institution which organizer high education for the people So the university leaders and all of his officials must always already changes his working culturehttp://digilib.unimed.ac.id/menuju-perguruan-tinggi-masa-depan-31371.htmlThu, 14 Aug 2014 10:02:10 +0700PERSEPSI SUAMI TERHADAP KEMITRASEJAJARAN DALAM KELUARGA ETNIS SIMALUNGUN DI KOTA MEDAN SUMATERA UTARAEtnis Simalungun menganut sistem kekerabatan patrilineal dominasi suami terhadap isteri masih kuat Wanita yang mempunyai multi fungsi yaitu sebagai isteri ibu pengasuh anak sangat mengharapkan adanya kemitrasejajaran dalam keluarga Tanpa adanya kemitrasejajaran dalam keluarga sulit bagi wanita yang sudah berkeluarga untuk mengembangkan multi fungsinya Oleh karena itu penelitian ini mengkaji persepsi suami terhadap kemitrasejajaran dalam keluarga etnis Simalungun dimana ibu bekerja di sektor formalMetode penelitian yang digunakan adalah metode survey Responden penelitian adalah suami yang beretnis Simalungun dikota Medan yang isterinya bekerja di sektor formal Teknik pengambilan sample menggunakan acak sederhana simple random sampling Teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptifHasil penelitian menunjukkan bahwa dilihat dari tiap aspek persepsi suami terhadap kemitrasejajaran menunjukkan pada setiap aspek atau indikator berada pada kategori tinggi Jika ditelusuri dari ke enam aspek hak atas kehidupan pribadi memiliki nilsi kriteria tertinggi diikuti aspek saling menghormati dan saling menghargai aspek saling asih asah dan asuh aspek saling pengertian penyesuaian diri dan toleransi aspek tanggung jawab dalam membina keluarga dan aspek kerjasama dalam membina keluargahttp://digilib.unimed.ac.id/persepsi-suami-terhadap-kemitrasejajaran-dalam-keluarga-etnis-simalungun-di-kota-medan-sumatera-utara-31370.htmlThu, 14 Aug 2014 09:47:28 +0700THE RELATIONSHIP BETWEEN STUDENT ATTITUDE FRIENDS INFLUENCE PARENTS HOPE AND THE INTERESTED TO ENTER SENIOR HIGH TECHNICAL SCHOOL SMK IN NORTH TAPANULIThe purposes of this research are to know about the relationship between student attitudes friends influence and the parents hope and Senior High Technical SMK in North Tapanuli The subject of research are 158 strubents with random sampling Data collect by questionnaire and analysis by Product Moment technigue The result of this research are 1 There is a relationship between The student attitudes and the interested to enter Senior High Technical School 2 Friends influence and The Interested to enter Senior High School 3 Parents hope and The Interested to enter Senior High Technical School 4 The Student attitudes Friends influence Parents Hope and The Interested to enter Senior High Technical School together in North Tapanuli The Interested to enter Senior High Technical School tends enough So that it is necessary to increase by increase the quality of Student attitude Friendss influence and the Parents Hope Friends Influence is the Dominan factor foolowed by Parets Hope and Student attitudeshttp://digilib.unimed.ac.id/the-relationship-between-student-attitude-friends-influence-parents-hope-and-the-interested-to-enter-senior-high-technical-school-smk-in-north-tapanuli-31369.htmlThu, 14 Aug 2014 09:36:56 +0700HUBUNGAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOKSISTEM PENCERNAAN TERHADAP PENGUASAAN ISTILAHILMIAH DAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELASXI SMA NEGERI 11 MEDAN TAHUNPEMBELAJARAN 2012 2013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan minat belajar siswapada materi pokok sistem pencernaan terhadap penguasaan istilah ilmiah dan hasilbelajar siswa di kelas XI SMA Negeri 11 Medan Tahun Pembelajaran 2012 2013Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA dengan jumlah369 siswa Dengan sampel diambil dengan teknik random sampling yaknisebanyak 30 siswa Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalahdeskritif dimana salah satu jenis penelitiannya yaitu penelitian korelasihubungan dengan soal tentang penguasaan istilah ilmiah dengan berjumlah 20soal soal tentang materi pokok sebanyak 20 soal dan kuessioner angketsebanyak 30 soal sebagai alat pengumpulan data penelitian Data penguasaanistilah ilmiah terhadap minat dan hasil belajar siswa dinyatakan berdistribusinormal dan homogen Untuk teknik analisis uji homogenitas data diketahui bahwaminat belajar siswa dengan penguasaan istilah ilmiah dinyatakan homogen denganFhitung Ftabel 1 69 88 sedangkan penguasaan istilah ilmiah dengan hasilbelajar dinyatakan homogen dengan Fhitung Ftabel 171 1 88Dari perhitungan minat belajar siswa dengan penguasaan istilah ilmiahkoefisien korelasi didapat r 0 04 Dan indeks determinasi I 0 16 dimana0 06 dari pencapaian minat belajar siswa memberikan kontribusi terhadappenguasaan istilah ilmiah sebesar 99 84 Sedangkan dari perhitungan minatbelajar siswa dengan hasil belajar siswa koefisien korelasi didapat r 0 5 Danindeks determinasi I 25 dimana 25 dari pencapaian minat belajar siswadengan hasil belajar siswa memberikan kontribusi terhadap hasil belajar siswasebesar 75 untuk pengujian hipotesis minat belajar siswa dengan penguasaanistilah ilmiah sebesar 0 21 1 67 sehingga dalam penelitian ini Ho diterima danHa ditolak yang berarti tidak ada hubungan minat belajar siswa denganpenguasaan istilah ilmiah minat belajar siswa dengan hasil belajar 3 05 1 67sehingga dalam penelitian ini Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti adahubungan minat belajar siswa dengan hasil belajar siswa di kelas XI SMA Negeri11 Medan Tahun Pembelajaran 2012 2013http://digilib.unimed.ac.id/hubungan-minat-belajar-siswa-pada-materi-pokoksistem-pencernaan-terhadap-penguasaan-istilahilmiah-dan-hasil-belajar-siswa-di-kelasxi-sma-negeri-11-medan-tahunpembelajaran-2012--2013-31368.htmlThu, 14 Aug 2014 09:08:29 +0700PERBEDAAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MENGGUNAKAN MODELPEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT NUMBER HEAD TOGETHER DAN WORD SQUARE PADA SUB MATERIPOKOK HEWAN PLATYHELMINTHES DI KELASX SMA TAMAN SISWA MEDAN TAHUNPEMBELAJARAN 2012 2013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar biologi menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT Numbered Head Together dan Word Square pada sub materi pokok hewan Platyhelminthes di kelas X SMA Taman Siswa Medan Tahun Pembelajaran 2012 2013 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Taman Siswa Medan yang terdiri dari 2 kelas Jumlah siswa seluruhnya berjumlah 95 orang Dalam penelitian ini pengambilan sampel dilakukan secara Proposive Sampling yaitu kelas X 1 sebagai kelas NHT yang siswanya berjumlah 35 orang dan di kelas X 2 sebagai kelas Word Square yang siswanya berjumlah 30 Jenis penelitian yang dilakukan termasuk penelitian eksperimen Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan hasil belajar biologi menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT Numbered Head Together dan Word Square Berdasarkan nilai rata rata hasil belajar biologi pada kelas NHT sebesar 51 27 sedangkan nilai rata-rata hasil belajar biologi dikelas Word Square sebasar 72 14 Adanya perbedaan hasil belajar tersebut dibuktikan melalui pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t dengan taraf kepercayaan 0 05 dimana thitung 2 324 ttabel 2 001 yang berarti dalam penelitian ini H0 di tolak sekaligus menerima Ha sehingga dapat disimpulkan Ada perbedaan hasil belajar biologi yang signifikan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan Word Square pada sub materi pokok hewan Platyhelminthes di kelas X SMA Taman Siswa Medan Tahun Pembelajaran 2012 2013 Secara statistic dimana hasil belajar biologi pada kelas Word Square lebih tinggi dari pada hasil belajar biologi dikelas NHThttp://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-biologi-menggunakan-modelpembelajaran-kooperatif-tipe-nht-number-head-together-dan-word-square-pada-sub-materipokok-hewan-platyhelminthes-di-kelasx-sma-taman-siswa-medan-tahunpembelajaran-2012-2013-31367.htmlThu, 14 Aug 2014 08:54:18 +0700PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW MENGGUNAKAN MEDIA PLANTAE TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGISISWA PADA MATERI POKOK KINGDOM PLANTAEDI KELAS X SMA NEGERI 2 TEBING TINGGITAHUN PEMBELAJARAN 2012 2013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar ketuntasan belajar ketercapaian indikator dan aktivitas belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran jigsaw menggunakan media plantae pada materi pokok kingdom plantae di kelas X SMA Negeri 2 Tebing Tinggi Tahun Pembelajaran 2012 2013 Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh siswa kelas X SMA Negeri 2 Tebing Tinggi yang terdiri dari 9 kelas dengan jumlah siswa 288 orang Sampel yang digunakan berjumlah satu kelas yang dipilih secara acak yaitu kelas X 1 yang terdiri dari 32 orang siswa Instrumen yang digunakan berupa tes pilihan berganda sebanyak 20 soal dan lembar observasi Hasil analisis data yang diperoleh untuk hasil belajar siswa dengan rata-rata sebesar 77 97 dan standar deviasi 9 67 Ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 875 Tingkat ketercapaian indikator yang diperoleh sebesar 857 Aktivitas belajar siswa secara klasikal mencapai 84 4 dan dikategorikan tinggi Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran jigsaw menggunakan media plantae pada materi pokok kingdom plantae di kelas X SMA Negeri 2 Tebing Tinggi Tahun Pembelajaran 2012 2013 memberikan hasil yang baik terhadap hasil belajar siswahttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-jigsaw-menggunakan-media-plantae-terhadap-hasil-belajar-biologisiswa-pada-materi-pokok-kingdom-plantaedi-kelas-x-sma-negeri-2-tebing-tinggitahun-pembelajaran-2012-2013-31366.htmlThu, 14 Aug 2014 08:37:13 +0700DEMOKRATISASI DAN OTONOMI PENDIDIKAN DALAM MEWUJUDKAN MASYARAKAT MADANI PADA OTONOMI DAERAHPenelitian adalah suatu usaha manusia untuk memelihara mempertahankan dan mengembangkan keberadaan masyarakat Untuk itu pendidikan harus dapat dirasakan oleh semua masyarakat Indonesia sehingga diperlukan Demokratisasi Pendidikan yang menjamin kesamaan hak dan akses terhadap pendidikan Dengan diberlakukannnya otonomi Daerah maka keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan dapat menjadi unsur penentu dalam terlaksananya demokratisasi pendidikan Untuk dapat mewujudkan demokrasi pendidikan maka perlu diberikan otonomi pendidikan Dalam pengertian otonomi pendidikan terkandung makna demokrasi dan keadilan sosial artinya pendidikan dilakukan secara demokrasi sehingga tujuan yang diharapkan dapat diwujudkan dan pendidikan diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat sesuai dengan cita-cita bangsa dalam mencerdaskan bangsa Dengan bangsa yang cerdas diharapkan dapat diwujudkan masyarakat madani civil societyPemberian otonomi pendidikan mempunyai tujuan untuk memberi suatu otonomi dalam mewujudkan fungsi manajemen pendidikan sehingga demokratisasi pendidikan dapat terwujud dalam pembentukan masyarakat madani Masyarakat madani dapat ditempuh melalui jalur pendidikan baik di sekolah maupun di luar sekolah sehingga pendidikan perlu dikelola dengan memantapkan manajemen membangun pendidikan berbasis masyarakat Pemberdayaan sekolah dengan orientasi pembelajaran yang bermakna dan berkualitashttp://digilib.unimed.ac.id/demokratisasi-dan-otonomi-pendidikan-dalam-mewujudkan-masyarakat-madani-pada-otonomi-daerah-31365.htmlWed, 13 Aug 2014 15:56:45 +0700KAPABILITAS PEMIMPIN DEMOKRATIS DALAM PENDIDIKANBuku ini merupakan sintesis dari beberapa penelitian penulis tentang kepemimpinan pendidikan Agar deskripsi menjadi runut maka buku ini diorganisasikan menjadi beberapa bab Sesuai dengan judulnya bab pertama menguraikan ihwal demokratisasi dan pemimpin demokratis yang didalammya menguiraikan bagaimana gelombang demokratisasi sebagai gejala global juga melanda dunia pendidikan bagaimana karakter pemimpin demokratis yang dimaksudkan dan pentingnya menempatkan trifungsi kepemimpinan bagi seorang pemimpin pendidikanBab kedua membahas rentang teori dan gagasan tentang pemimpin mulai dari yang klasik hingga kontemporer serta perihal kepemimpinan pendidikan dan impilkasi trifungsi kepemimpinan dalam pendidikan sebagaimana dideskripsikan pada bab pertamaBab ketiga mengulas konteks tempat para pemimpin pendidikan berkiprahBab keempat mendeskripsikan berbagai kemampuan atau kapabilitas pemimpin pendidikan yang diperlukanBab kelima mengulas gaya kepemimpinan dan kaitannya dengan perilaku manajemen serta gaya kepemimpinan pendidikan yang relevan dipromosikanBab keenam membicarakan soal kompetensi pemimpin dalam hubungannya dengan kualitas layanan Pada bab ini juga dibahas contoh kasus kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan bagaimana mengevaluasi dan mengembangkan kinerja kepemimpinannya Sedangkan bab ketujuh membahas perihal kepemimpinan demokratis dalam hubungannya dengan mutu pendidikan dan penyelenggaraan sistem pemerintahan yang bersifat baik dan bersih clean and good governancehttp://digilib.unimed.ac.id/kapabilitas-pemimpin-demokratis-dalam-pendidikan-31364.htmlWed, 13 Aug 2014 15:44:43 +0700MANAJEMEN PENDIDIKANSejak tahun 1990-an penamaan studi manajemen pendidikan di Indonesia bisa dibilang lebih populer dibandingkan dengan administrasi pendidikan Esensi kedua studi tersebut sebetulnya nyaris sama persoalan terletak pada sudut pandang paradigma yang digunakan Di Barat sendiri juga demikian para profesional pendidikan di Amerika Serikat lebih suka menggunakan istilah manajemen pendidikanRuang lingkup studi manajemen pendidikan pada hakikatnya sangat luas seluas ruang lingkup dan pengertian pendidikan yang dilekatkannya Namun demikian tidak mungkin rasanya menempatkan seluruh kajian dalam satu judul buku yang disebut manajemen pendidikan Oleh karena itu setiap penulis akan mengambil sikap untuk memilih kajian yang dipandang relevan dan bermanfaat sebagai pengetahuan yang sifatnya general Sebagai suatu pengantar buku berjudul Manajemen Pendidikan inipun juga begitu tidak mencakup keseluruhan esensi manajemen pendidikan melainkan dibatasi pada pembahasan deskripsi tertentu saja berbasis sudut pandang sistem pendidikan di IndonesiaTujuan penulisan buku ini adalah untuk mengenalkan secara umum konsep manajemen pendidikan berdasarkan sudut pandang sistem pendidikan nasional Harapannya ialah agar para siswa dan praktisi terutama yang mnedalami kajian pendidikan dapat mengambil manfaat bahwa operasionalisasi pendidikan tidak akan mencapai tujuannya tanpa ditangani melalui manajemen yang solidhttp://digilib.unimed.ac.id/manajemen-pendidikan-31363.htmlWed, 13 Aug 2014 15:17:54 +0700MANAJEMEN KEPELATIHANKendati banyak sekali kepelatihan manajemen tampak masih sangat sangat sedikit dukungan praktis terhadap para manajer untuk mengubah suasana kerja sehari-hari menjadi lingkungan yang subur untuk mengembangkan dirinya dan anak buahnya Kehadiran buku ini diharapkan memperkaya kelangkaan tersebut dengan cara memanfaatkan aktivitas di tempat kerja sebagai peluang positif untuk pembelajaranMemang masing-masing karyawan bisa melakukan pembelajaran sendiri namun dengan komitmen penuh manajer untuk mengembangkan SDM dan kemampuannya memberi dukungan dan bantuan praktis akan sangat menentukan keberhasilan mereka Banyak buku teks mengenai cara mengoerganisasi aktivitas kepelatihan di tempat kerja maupun di luar tempat kerja Buku-buku tersebut menjelaskan proses pembelajaran dan kebutuhan pembelajaran orang dewasa dalam konteks pekerjaan Beberapa buku yang lain menjelaskan metode kepelatihan dan membahas segi-segi praktis pengembangan manajemen Ada pula buku-buku yang menjelaskan metode dan proses pengembangan diri Dalam pembahasan buku sumber-sumber tersebut tersebut dirujuk sesuai kebutuhanDiharapkan gagasan dan materi yang disampaikan dalam buku ini bisa menjadialat bagi manajer dan pembaca untuk meningkatkan pengembangan dirinya sendiri dan orang lain yang sesuai dengan situasi dan orang-orang disekitarnyahttp://digilib.unimed.ac.id/manajemen-kepelatihan-31362.htmlWed, 13 Aug 2014 13:39:49 +0700KINERJA PIMPINAN JURUSAN DI PERGURUAN TINGGI Teori Konsep dan KorelatnyaPerguruan tinggi memiliki visi dan misi dalam mewujudkan tercapainya tujuan pendidikan nasional Untuk merealisasi pencapaian visi dan misi tersebut maka peran pimpinan dituntut memiliki kemampuan manajemen dalam melaksanakan dan mengelola sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan yang ditetapkan Pimpinan Jurusan dalam suatu institusi pendidikan bertanggungjawab dalam merencanakan dan mengelola penyusunan program kerja pengaturan proses belajar mengajar pelaksanaan penilaian proses hasil belajar bimbingan dan penilaian bagi dosen serta tenaga kependidikan lainnya Kecuali itu juga bertanggungjawab dalam merencanakan dan menyelenggarakan administrasi yang meliputi administrasi ketenagaan keuangan kesiswaan perlengkapan dan kurikulum pelaksanaan hubungan kerjasama fakultas dengan lingkungan danatau masyarakatFungsi utama seorang pimpinan jurusan dalam suatu lembaga atau institusi adalah memantapkan visi organisasi dan mengkomunikasikannya kepada anggota Dengan demikian peran seorang pimpinan jurusan di perguruan tinggi sangat dominan dalam mempengaruhi orang lain untuk mau bekerjasama dalam mencapai tujuan yang diharapkan tanpa perasaan terpaksa sesuai dengan harapan masyarakat dan mutu yang diinginkan Pengaruh ini berlangsung secara berkelanjutan untuk mewujudkan sasaran pendidikan sehingga kinerja perguruan tinggi meningkat dan terlihat dari mutu lulusannyahttp://digilib.unimed.ac.id/kinerja-pimpinan-jurusan-di-perguruan-tinggi--teori-konsep-dan-korelatnya-31361.htmlWed, 13 Aug 2014 13:12:48 +0700MODEL PENGEMBANGAN MINAT WIRAUSAHA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SMK DI SUMATERA UTARATujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui minat wirausaha siswa SMK dan mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam menumbuhkan minat wirausaha siswa SMK di Sumatera Utara sehingga ditemukan model pengembangan minat wirausaha siswa SMK di Sumatera Utara Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif Sumber data pada penelitian adalah para siswa kelas tiga SKMNdi dua lokasi yaitu kota Medan dan Tapanuli Utara Sedangkan informan dalam penelitian ini adalah para guru kepala sekolah dan akademisi Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat siswa SMKN propinsi Sumatera Utara masih rendah Hal ini disebabkan beberapa faktor antara lain kurangnya dukungan orangtua keterpaksaan dalam memasuki SMK kurangnya sarana dan prasarana dalam pembelajaran dan laboratorium kewirausahaan keterbatasan guru dalam mengajar kewirausahaan dan pengetahuan dan kemampuan guru yang masih kurang tentang pembelajaran kewirausahaanhttp://digilib.unimed.ac.id/model-pengembangan-minat-wirausaha-siswa-sekolah-menengah-kejuruan-smk-di-sumatera-utara-31360.htmlWed, 13 Aug 2014 09:34:03 +0700Pengaruh pembelajaran model kooperatif tipe Group Investigation GI menggunakan media handout terhadap hasil belajar kimia siswa di sma pada pokok bahasan sistem koloidPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran model Group Investigation dengan menggunakan media Handout terhadap hasil belajar kimia siswa pada pokok bahasan sistem koloid di kelas XI IPA Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 5 Medan Tahun Ajaran 20122013 Sampel penelitian diambil dengan cara random sampling sehingga diperoleh kelas eksperimen I yang menggunakan model pembelajaran Group Investigation dengan media Handout dan kelas eksperimen II yang menggunakan model pembelajaran konvensional dengan media Handout Nilai rata-rata pre-test dan post-test untuk kelas eksperimen I sebesar 4409 dan 8864 meningkat 80 sedangkan nilai rata-rata pre-test dan post-test kelas eksperimen II sebesar 4515 dan 8379 meningkat 71 Perbedaan peningkatan hasil belajar antara kedua kelompok sampel adalah sebesar 9 Dari data tersebut dapat dilihat bahwa rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen I lebih tinggi daripada rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen II Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t satu pihak yaitu uji pihak kanan pada taraf 945 005 dan dk n1 n2- 2 Jika maka Ha diterima Dari perhitungan diperoleh thitung 22484 ttabel 16723 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak Hal ini berarti bahwa pembelajaran model Group Investigation dengan menggunakan media Handout memiliki pengaruh terhadap hasil belajar kimia siswa pada pokok bahasan sistem koloidhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-pembelajaran-model-kooperatif-tipe-group-investigation-gi--menggunakan-media-handout-terhadap-hasil-belajar-kimia-siswa-di-sma-pada-pokok-bahasan-sistem-koloid-31359.htmlWed, 13 Aug 2014 09:22:57 +0700Analisis kerjasama dan hasil belajar siswa pada model PAKEM menggunakan media komputer dibandingkan media benda nyata pada materi elektrolit dan non elektrolit di SMA N 18 MedanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan rasa kerja sama dan hasil belajar kimia siswa yang diajarkan dengan model PAKEM terintegrasi media komputer dibandingkan yang diajarkan dengan model PAKEM terintegrasi media benda nyata serta untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara kerja sama dan hasil belajar pada pokok bahasan larutan elektrolit dan non elektrolit Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X SMA Negeri 18 Medan yang berjumlah 2 kelas dan setiap kelas terdiri dari 37 siswa Sampel dalam penelitian ini sebanyak 2 kelas yang diambil secara acak Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda dengan jumlah soal sebanyak 18 soal yang telah dinyatakan valid dan reliabel serta data observasi di ambil dari indikator karakter kerjasama yaitu 11 indikator Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kerja sama siswa yang diajarkan dengan model PAKEM dengan media berbasis komputer dibandingkan dengan yang diajar dengan PAKEM dengan media benda nyata yaitu sig 0000005 Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model PAKEM dengan media berbasis komputer dibandingkan dengan yang diajar dengan PAKEM dengan media benda nyata yaitu sig 0000005 Terdapat hubungan yang signifikan antara kerja sama terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada model PAKEM terintegrasi media komputer yaitu sig 0000005 Terdapat hubungan yang signifikan antara kerja sama terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada model PAKEM terintegrasi media benda nyata yaitu sig 0000005 Peningkatan hasil belajar pada kelas yang diajar dengan PAKEM dengan media berbasis komputer sebesar 5878 dan peningkatan hasil belajar pada kelas yang diajar dengan PAKEM dengan media benda nyata sebesar 4868http://digilib.unimed.ac.id/analisis-kerjasama-dan-hasil-belajar-siswa-pada-model-pakem--menggunakan-media-komputer-dibandingkan-media-benda-nyata-pada-materi-elektrolit-dan-non-elektrolit-di-sma-n-18-medan-31358.htmlWed, 13 Aug 2014 09:14:48 +0700Pengaruh model pembelajaran artikulasi pada siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri Pematangsiantar Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran artikulasi pada siswa kelas VII MTsN Pematangsiantar Tahun Ajaran 20132014 Populasi penelitian ini adalah 312 siswa dan sampel penelitian dilakukan terhadap 68 siswa kelas VII MTsN Pematangsiantar Tahun Ajaran 20132014 Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling Selanjutnya sampel dibagi ke dalam dua kelompok yaitu 34 siswa kelompok eksperimen dan 34 siswa kelompok kontrolMasalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah kemampuan menceritakan kembali cerita anak dengan menggunakan model pembelajaran artikulasi kemampuan menceritakan kembali cerita anak dengan menggunakan model pembelajaran ekspositori dan untuk mengetahui penggunaan model mana yang lebih berpengaruh antara model pembelajaran artikulasi dengan model pembelajaran ekspositori dalam meningkatkan kemampuan menceritakan kembali cerita anakDari hasil penelititian diperoleh kesimpulan kemampuan menceritakan kembali cerita anak dengan menggunakan model pembelajaran artikulasi menunjukkan nilai rata-rata 802 kategori baik sedangkan dengan menggunakan model pembelajaran ekspositori menunjukkan nilai rata-rata 652 kategori cukup Model pembelajaran artikulasi berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan menceritakan kmbali cerita anak hal ini terbukti dari hasil uji t diperoleh nilai thitung ttabel005 yakni 204 652 275Untuk itu perlunya guru bidang studi bahasa Indonesia di sekolah setempat meningkatkan pembelajaran kemampuan menceritakan kembali cerita anak kepada siswa dengan menerapkan model pembelajaran artikulasi karena model pembelajaran ini terbukti berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan menceritakan kembali cerita anakhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-artikulasi-pada-siswa-kelas-vii-madrasah-tsanawiyah-negeri-pematangsiantar-tahun-ajaran-20132014-31357.htmlWed, 13 Aug 2014 09:04:42 +0700Analisis Kreativitas Dan Hasil Belajar Dengan Model PembelajaranExample Non Example Dibandingkan Model Pembelajaran StudentFacilitator And Explaining Yang Diintegrasikan DenganMakromedia Flash Pada Aplikasi RedoksPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kreativitas siswa dan hasil belajar kimia siswa yang diajarkan dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Student Facilitator and Explaining yang diintegrasi dengan media Makromedia Flash dibandingkan dengan menggunakan pembelajaran Example non Example yang diintegrasi dengan media Makromedia Flash pada pokok bahasan aplikasi redoks serta untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara kreativitas dan hasil belajar Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA pada semester genap TA 2012 2013 Sampel dalam penelitian ini sebanyak 2 kelas X siswa SMA Negeri 2 Padangsidimpuan yang diambil secara acakInstrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen kreativitas dan tes hasil belajar Instrumen tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda dengan jumlah soal sebanyak 10 soal yang telah dinyatakan valid dan reliabel dapat diterima Hasil penelitian menunjukkan bahwa sig 0 114 0 05 yaitu tidak terdapat perbedaan yang signifikan kreativitas siswa yang diajarkan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining diintegrasikan media Makromedia Flash dibandingkan yang diajar menggunakan model pembelajaran Example non Example yang diintegrasi Makromedia Flash Sedangkan untuk hasil hasil belajar sig 0 008 0 05 terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa yang diajarkan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining yang diintegrasi media Makromedia Flash dibandingkan yang diajar menggunakan model pembelajaran Example non Example yang diintegrasi Makromedia Flash Terdapat hubungan yang signifikan antara kreativitas dengan peningkatan hasil belajar siswa pada kedua kelas dan perbedaan yang signifikan kreativitas siswa yang diajarkan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining diintegrasikan media Makromedia Flash dibandingkan yang diajar menggunakan model pembelajaran Example non Example yang diintegrasi Makromedia Flash dimana sig 0 000 0 05 Peningkatan hasil belajar pada kelas yang diajar dengan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining yang diintegrasi media Makromedia Flash sebesar 78 9 dan peningkatan hasil belajar pada kelas yang diajar dengan model pembelajaran Example non Example yang diintegrasi Makromedia Flash sebesar 69 2http://digilib.unimed.ac.id/analisis-kreativitas-dan-hasil-belajar-dengan-model-pembelajaranexample-non-example-dibandingkan-model-pembelajaran-studentfacilitator-and-explaining-yang-diintegrasikan-denganmakromedia-flash-pada-aplikasi-redoks-31356.htmlWed, 13 Aug 2014 08:55:36 +0700Efektivitas metode inkuiri berbasis lingkungan terhadap kemampuan menulis berita pada siswa kelas VIII SMP Dharma Patra Pangkalan Brandan Tahun Pembelajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode inkuiri berbasis lingkungan terhadap kemampuan menulis berita pada siswa kelas VIII SMP Dharma Patra Pangkalan Brandan Tahun Pembelajaran 20132014 Populasi penelitian ini adalah 190 siswa dan sampel penelitian dilakukan terhadap 70 siswa kelas VIII SMP Dharma Patra Pangkalan Brandan Tahun Pembelajaran 20132014Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling Selanjutnya sampel dibagi ke dalam dua kelompok yaitu 35 siswa kelompok eksperimen dan 35 siswa kelompok kontrol Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah kemampuan menulis berita yang menggunakan metode inkuiri berbasis lingkungan kemampuan menulis berita yang menggunakan metode ekspositori dan untuk mengetahui penggunaan metode mana yang lebih berpengaruh antara metode inkuiri berbasis lingkungan dengan metode ekspositori dalam meningkatkan kemampuan siswa menulis beritaDari hasil penelitian diperoleh kesimpulan kemampuan menulis berita siswa kelas VIII SMP Dharma Patra Pangkalan Brandan Tahun Pembelajaran 20132014 dengan menggunakan metode ekspositori adalah cukup dengan nilai rata-rata 6645 Kemampuan menulis berita siswa kelas VIII SMP Dharma Patra Pangkalan Brandan Tahun Pembelajaran 20132014 dengan menggunakan metode inkuiri berbasis lingkungan adalah baik dengan nilai rata-rata 8022 Metode inkuiri berbasis lingkungan lebih efektif digunakan dalam meningkatkan kemampuan siswa menulis berita Hal ini terbukti dari hasil uji t diperoleh nilai t_hitung t_tabel yakni 706 275 Untuk itu perlunya guru bidang studi bahasa Indonesia di sekolah setempat meningkatkan pembelajaran menulis berita dengan menerapkan metode inkuiri berbasis lingkungan karena metode ini terbukti lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis beritahttp://digilib.unimed.ac.id/efektivitas-metode-inkuiri-berbasis-lingkungan-terhadap-kemampuan-menulis-berita-pada-siswa-kelas-viii-smp-dharma-patra-pangkalan-brandan-tahun-pembelajaran-20132014-31355.htmlWed, 13 Aug 2014 08:53:33 +0700PENGARUH PEMBELAJARAN MODEL KOOPERATIF TIPE NHTNUMBERED HEAD TOGETHER DENGAN MENGGUNAKANMEDIA PETA KONSEP TERHADAP PENINGKATANHASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS XIISMK NEGERI 1 PERCUT SEI TUANPenelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh pembelajaranmodel kooperatif tipe NHT Numbered Head Together dengan media petakonsep terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada pokok HidrokarbonPopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII di SMK Negeri 1Percut Sei Tuan yang terdiri dari 19 kelas Pengambilan sampel dilakukan dengancara teknik sampling purposif dengan mengambil 1 kelas dari masing-masingjurusan TP TU dan jurusan TPBO untuk diberikan pre-test yang bertujuanmenentukan kelas eksperimen 1 dan eksperimen 2 Untuk kelas eksperimen 1akan diberi pengajaran dengan model NHT menggunakan media peta konsepsedangkan untuk kelas eksperimen 2 akan diberi pengajaran dengan media petakonsep saja Kedua kelas berjumlah 24 orang siswa Instrumen yang digunakanuntuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa adalah tes hasil belajarsebanyak 18 soal dalam bentuk pilihan ganda Hasil pengolahan datamenunjukkan siswa pada kelas eksperimen 1 memiliki rata rata nilai pre-test33 93 dan post test 66 92 dengan rata-rata gain sebesar 0 50 Sedangkan siswapada kelas eksperimen 2 memiliki rata-rata nilai pre test 30 46 dan post test 58 21dengan rata-rata gain sebesar 0 398 Untuk persentase peningkatan hasil belajarkelas eksperimen 1 sebesar 50 dan pada kelas eksperimen 2 sebesar 39 8Selisih dari persentase peningkatan hasil belajar antara kelas eksperimen I daneksperimen II sebesar 10 2 Hasil uji statistik menggunakan uji t dua pihakmenggunakan nilai rata-rata post-test diperoleh bahwa nilai thitung sebesar 329sedangkan nilai ttabel sebesar 2 0147 pada taraf signifikan 0 05 sehingga thitung ttabel Hal tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran NHTdengan media peta konsep terhadap peningkatan hasil belajar kimia siswahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-pembelajaran-model-kooperatif-tipe-nhtnumbered-head-together-dengan-menggunakanmedia-peta-konsep-terhadap-peningkatanhasil-belajar-kimia-siswa-kelas-xiismk-negeri-1-percut-sei-tuan-31354.htmlWed, 13 Aug 2014 08:39:40 +0700Upaya mengembangkan kemampuan bahasa anak usia dini kelompok B melalui metode tanya jawab di TK Mesjid Agung Medan TA 20132014Jenis penelitian iniadalah penelitian tindakan kelas PTK yang dilakukan dua siklus dan setiap siklus dilakukan dua kali pertemuan terdiri dari perencanaan tindakan pengamatan dan refleksi Instrumen pengumpulan data adalah lembar observasiSubjek penelitian ini adalah anak kelompok B yang berjumlah 16 orang yang terdiri dari 12 anak laki-laki dan 4 orang anak perempuan Sedangkan objek penelitian ini adalah metode tanya jawab dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak Yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah 1 Aktivitas anak masih rendah 2 Guru kurang melakukan metode Tanya jawab3 Kurangnya kemampuan anak dalam berbahasa yang baik dan fasih 4 Anak masih malu-malu ketika ditanya tentang kegiatan yang dilakukan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan metode Tanya jawab dapat mengembangkan kemampuan bahasa anak di TK Mesjid Agung Medan TA 20132014Hasil penelitian siklus I Pada pertemuan 1 dari 16 anak yang memiliki perkembangan bahasa ada 12 anak 85 tergolong cukup dan 4 anak 15 tergolong kurang Pada pertemuan 2 ada 16 anak 100 tergolong cukupPada siklus II dilakukan 2 kali pertemuan yang dilaksanakan penelitian dengan memperbaiki kesulitan yang dihadapi anak untuk meningkatkan pengembangan bahasa anak dengan maksimal Pada siklus II terjadi peningkatan perkembangan yang siknifikan pada pertemuan 1 ada 4 anak 25 tergolong sangat baik 12 anak 75 tergolong baik Pada pertemuan 2 ada 10 orang anak 62 tergolong sangat baik dan 6 anak 38 tergolong baikDari penelitian yang dilakukan pada siklus I dan siklus II bahwa metode Tanya jawab dapat mengembangkan kemampuan bahasa anak pada kelompok B di TK Mesjid Agung Medan TA 20132014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-mengembangkan-kemampuan-bahasa-anak-usia-dini-kelompok-b-melalui-metode-tanya-jawab-di-tk-mesjid-agung-medan-ta-20132014-31353.htmlWed, 13 Aug 2014 08:35:56 +0700Pengaruh penggunaan media gambar terhadap minat belajar anak di TK AISYIYAH Blangkejeren Tahun Ajaran 20132014Masalah dalam penelitian ini 1 Minat belajar anak masih rendah dalam proses belajar mengajar 2 Metode yang digunakan guru dalam proses belajar mengajar belum bervariasi 3Kurangnya penggunaan media gambar saat proses belajar mengajar Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh penggunaan media gambar terhadap minat belajar anak di TK Aisyiyah BlangkejerenTeori yang digunakan menurut Sudjana dkk 2011 262 media gambar adalah media yang mengombinasikan fakta dan gagasan secara jelas dan kuat melalui kombinasi pengungkapan kata-kata dan gambar-gambar Menurut Walgito 2010 yang menyatakan bahwa minat sesuatu keadaan dimana seseorang mempunyai perhatian terhadap suatu objek dan disertai dengan keinginan untuk mengetahui dan mempelajari dan akhirnya membuktikan lebih lanjut tentang objek tertentu Jenis penelitian ini eksperimen Sampel dalam penelitian B1 20 orang sebagai kelas eksperimen dan B2 20 orang sebagai kelas kontrol Alat pengumpul data menggunakan lembar observasi Sebelum pengujian hipotesis uji-t terlebih dahulu diuji normalitas menggunakan Liliefors dan homogenitas menggunakan uji FDari analisa data observasi akhir minat belajar anak dengan menggunakan uji-t pada taraf nyata 945 005 berturut-turut diperoleh thitung 8805 ttabel 2909 8805 169 dengan dk n1 n2 2 dan ttabel diperoleh dari hasil interpolasi Maka dapat dinyatakan Ho ditolak dan Ha diterima Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan media gambar terhadap minat belajar anak di TK Aisyiyah Blangkejerenhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-penggunaan-media-gambar-terhadap-minat-belajar-anak-di-tk-aisyiyah-blangkejeren-tahun-ajaran-20132014-31352.htmlWed, 13 Aug 2014 08:26:49 +0700Pengaruh penggunaan model Mengajar Menginduksi Perubahan Konsep M3PK Simson Tarigan terhadap peningkatan hasil belajar kimia siswa pada pokok bahasan hidrolisis garam di SMA Negeri 18 MedanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kimia siswa yang diajar dengan menggunakan model mengajar menginduksi perubahan konsep Populasi dalam peneitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA NEGERI 18 MEDAN Tahun Ajaran 20122013 yang terdiri dari tiga kelas tekhnik pengambilan sampel secara Random Sampling Sampel terdiri dari 2 kelas dimana kelas XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan M3PK dan kelas XI IPA 2 dengan menggunakan model pembelajaran konvensional Masing-masing kelas sampel berjumlah 40 orang Instrumen yang digunakan sebagai alat yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu test hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda sebanyak 21 soal yang telah divalidkan dengan pilian jawaban 5 option ABCD dan E Pada kedua kelas dilakukan pre-test serta setelah selesai pengajaran dilakukan post-tes Data penelitian diolah untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan dengan menggunakan uji-t dan hasil penenlitian terlebih dahulu diolah untuk mencari rata-rata dan standart deviasi SDHasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar kimia siswa yang diajar dengan menggunakan M3PK dengan hasil belajar kimia siswa yang diajar tanpa menggunakan M3PK Nilai rata rata pre-test siswa kelas eksperimen 3420 933 dan post-tes 812 566 dengan rata rata gain sebesar 071 Sedangkan nilai rata rata pretest kelas kontrol 3297 961 dan pos-tes 7172 704 dengan rata rata gain sebesar 057Hasil uji statistik menggunakan uji t pihak kanan menggunakan nilai rat-rata pot test diperoleh bahwa nilai thitung sebesar 667 sedangkan nilai ttabel sebesar 1684 pada taraf signifikan 945 005 sehingga thitung ttabel maka Ha diterima dan Ho ditolak Hal tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar kimia siswa yang diajar dengan M3PK Simson Tarigan lebih tinggi dari pada hasil belajar kimia siswa yang diajar tanpa menggunakan M3PK konvensionalhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-penggunaan-model-mengajar-menginduksi-perubahan-konsep-m3pk-simson-tarigan-terhadap-peningkatan-hasil-belajar-kimia-siswa-pada-pokok-bahasan-hidrolisis-garam-di-sma-negeri-18-medan-31351.htmlTue, 12 Aug 2014 14:03:32 +0700STUDI PERBANDINGAN PENGGUNAAN MULTIMEDIA DAN MEDIA SEDERHANA PADA HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMAThis research aims to find out the difference between learning outcome from multimedia class and simple media class of students in teaching atomic structure Background of this study is because of the characteristic very abstract we need more effort for construct the atomic concept in students idea specially in using media As a basic concept if we wrong to comprehend the atomic idea there will be very difficult to study about chemistry So the concept was very important This is a quasi-experimental study with a pretest posttest control and one-school study case There are three class with 38 students of SMAN 1 Padangsidimpuan Timur at 2008-2009 academic year in each class as the population of this study There only two class with random sampling used as sample of this study Class AX1 using multimedia in teaching atomic structure and BX3 using simple media in teaching atomic structure The instrument of this study is the test that already valid and reliable The data were analyzed by t test The result showed that multimedia is more effective than simple media count 415 table 199http://digilib.unimed.ac.id/studi-perbandingan-penggunaan-multimedia-dan-media-sederhana-pada-hasil-belajar-kimia-siswa-sma-31350.htmlTue, 12 Aug 2014 13:00:52 +0700Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan menggunakan media powerpoint sebagai upaya peningkatan hasil belajar siswa pada pokok bahasan hidrokarbonPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas X SMA N 2 Tebing Tinggi yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan menggunakan media PowerPoint lebih baik daripada peningkatan hasil belajar yang diajarkan dengan metode konvensional dengan menggunakan media PowerPoint Dalam penelitian ini populasi yang diambil adalah seluruh siswa kelas X SMA N 2 Tebing Tinggi sebanyak 9 kelas Pengambilan sampel dilakukan secara purpossive sampling dan banyaknya sampel dalam penelitian ini sebanyak 2 kelas Dari hasil pengolahan data diperoleh rata rata pretest untuk kelas eksperimen 1 sebesar 3146 dan kelas eksperimen 2 sebesar 3584 sedangkan untuk data post - test untuk kelas eksperimen 1 adalah 8175 dan untuk kelas eksperimen 2 sebesar 7812 Masing masing kelas meningkat sebesar 5029 untuk kelas eksperimen 1 dan 4228 untuk kelas eksperimen 2 Dari peningkatan rata rata selisih kedua kelas dapat dilihat bahwa peningkatan hasil belajar siswa kelas eksperimen 1 lebih tinggi daripada kelas eksperimen 2 Berdasarkan pengujian hipotesis yang dilakukan yaitu dengan menggunakan uji t uji pihak kanan dengan 945 005 diperoleh t hitung 375 t tabel 167 dengan kata lain peningkatan hasil belajar tersebut berada pada kategori tinggi G 71 pada kelas eksperimen 1 dan kategori sedang G 65 pada kelas eksperimen 2Hal ini menunjukkan bahwa thitung berada diluar penerimaan Ho maka berdasarkan pengujian tersebut diperoleh bahwa Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat dinyatakan bahwa peningkatan hasil belajar yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan menggunakan media PowerPoint lebih baik daripada peningkatan hasil belajar yang diajarkan dengan metode konvensional dengan menggunakan media PowerPointhttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-jigsaw-dengan-menggunakan-media-powerpoint-sebagai-upaya-peningkatan-hasil-belajar-siswa-pada-pokok-bahasan-hidrokarbon-31349.htmlTue, 12 Aug 2014 12:58:17 +0700Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT Teams Games Tournament dengan menggunakan media untuk meningkatkan hasil belajar kimia siswa pada pengajaran hidrokarbonPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah peningkatan hasil belajar kimia siswa yang diajar dengan model pembelajaran TGT Teams Games Tournament dengan menggunakan media lebih tinggi daripada peningkatan hasil belajar kimia siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional Penelitian ini bersifat eksperimen sungguhan True Experiment Design dalam bentuk rancangan Pretest-Posttest Control Group Design menggunakan dua kelompok sampel yang diambil secara acak dari populasi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Sampel penelitian ini sebanyak 2 kelas yaitu kelas eksperimen diajarkan dengan model pembelajara TGT Teams Games Tournament dengan menggunakan media sedang kelas kontrol diajar dengan pembelajaran konvensional Sebagai alat pengumpul data hasil belajar digunakan tes objektif yang berjumlah 22 soal yang telah diuji validitas realibilitas tingkat kesukaran dan daya beda soalnyaDari pengolahan data diperoleh rata-rata peningkatan gain hasil belajar kimia di SMA N 11 Medan Peningkatan atau persen gain hasil belajar kimia siswa kelas eksperimen dengan model pembelajaran TGT dengan menggunakan media sebesar 62 dengan rata-rata hasil belajar siswa 7595 579 dan kelas kontrol sebesar 57 dengan rata-rata 7282 559 MAN Rantauprapat kelas eksperimen sebesar 71 dengan rata-rata hasil belajar siswa 8237 602 dan kelas kontrol 56 dengan rata-rata hasil belajar siswa 724 489 Sedangkan SMA Muhammadiyah 10 Rantauprapat kelas eksperimen sebesar 59 dengan rata-rata hasil belajar siswa 736 664 dan kelas kontrol 48 dengan rata-rata hasil belajar siswa 3563 609 Hasil pengujian hipotesis pada ketiga sekolah tempat penelitian berlangsung Ha diterima yang berarti bahwa peningkatan hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih tinggi daripada peningkatan hasil belajar kimia siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensionalhttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-tgt-teams-games-tournament-dengan-menggunakan-media-untuk-meningkatkan-hasil-belajar-kimia-siswa-pada-pengajaran-hidrokarbon-31348.htmlTue, 12 Aug 2014 12:45:28 +0700Pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match terhadap hasil belajar kimia siswa pada pokok bahasan sistem koloidTujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang diajar dengan Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang diajar dengan Model Pembelajaran Konvensional ceramah pada pokok bahasan sistem koloidSubjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA MAN 3 MEDAN Tahun Ajaran 20122013 pengambilan sampel secara purposive sampling dan diperolehlah dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas control Kelas eksperimen diberi pengajaran model make a match dan kelas control diberi pengajaran konvensionalsebelum dilakukan perlakuan yang berbeda kepada kedua kelas sampel diperoleh bahwa rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen adalah 3562 841 dan setelah diberikan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe make a match diperoleh hasil belajar siswa sebesar 8837 767 Sedangkan untuk siswa kelas kontrol sebelum dilakukan perlakuan diperoleh hasil belajar siswa sebesar 3650 662 dan setelah diberikan pembelajaran konvensional ceramah diperoleh rata-rata hasil belajar kimia siswa sebesar 8362 630Hasil pengujian hipotesis diperoleh harga thitung ttabel yaitu 306 167 dengan taraf signifikasi 5 945 005 atau dengan taraf kepercayaan 95 sehingga Ha diterima yang berarti hasil belajar kimia siswa antara yang diberi pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a match lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran konvensional ceramah pada materi pokok Sistem Koloid Dari hasil perhitungan gain antara post-tes dan pre-tes kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh besarnya gain pada kelas eksperimen adalah 81 dan pada kelas kontrol adalah 72http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-penerapan-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-make-a-match--terhadap-hasil-belajar-kimia-siswa-pada-pokok-bahasan-sistem-koloid-31347.htmlTue, 12 Aug 2014 12:33:16 +0700PENGARUH PEMBERIAN TUNJANGAN PROFESI TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT ATAS SLTA DI KABUPATEN TAPANULI UTARATujuan daripada penelitian tahun ke-1 ini adalah ingin mengetahui dan menganalisis Model Standar Pelayanan Minimal yang dilakukan selama ini Persepsi masyarakat terhadap Model Standar Pelayanan Minimal yang dapat dilakukan di Sumatera Utara Kabupaten Serdang Bedagai Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Toba SamosirMetode penelitian yang digunakan adalah gabungan penelitian kualitatif dan kuantitatif Sampel penelitian ini adalah adalah masyarakat yang pernah meminta layanan di Dinas Pendidikan Dinas Kesehatan dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di Kabupaten Serdang Bedagai Simalungun dan Toba Samosir mulai bulan Juni hingga Agustus 2012 Teknik analisis data kualitatif yang digunakandalam penelitian adalah organisasi data Reduksi data dan interpretasi data serta analisis data kualitatif yang digunakan adalah dengan statistik deskriptif dengan tabel tunggalHasil penelitian menunjukkan bahwa Model Standar Pelayanan Minimal yang dilaksanakan di tiga kabupaten yaitu Kabupaten Serdang Bedagai Simalungun dan Toba Samosir masih menggunakan Model SPM yang terpusat nasional Persepsi masyarakat terhadap model SPM pada umumnya bersifat positif terhadap Model SPM yang berbasis kebutuhankeinginan masyarakat berbasis partisipasi masyarakathttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-pemberian-tunjangan-profesi-terhadap-kinerja-guru-sekolah-lanjutan-tingkat-atas-slta-di-kabupaten-tapanuli-utara-31346.htmlTue, 12 Aug 2014 12:14:49 +0700MODEL PENGEMBANGAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL DI SUMATERA UTARA STUDI PADA TIGA KABUPATENTujuan daripada penelitian tahun ke-1 ini adalah ingin mengetahui dan menganalisis Model Standar Pelayanan Minimal yang dilakukan selama ini Persepsi masyarakat terhadap Model Standar Pelayanan Minimal yang dapat dilakukan di Sumatera Utara Kabupaten Serdang Bedagai Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Toba SamosirMetode penelitian yang digunakan adalah gabungan penelitian kualitatif dan kuantitatif Sampel penelitian ini adalah adalah masyarakat yang pernah meminta layanan di Dinas Pendidikan Dinas Kesehatan dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di Kabupaten Serdang Bedagai Simalungun dan Toba Samosir mulai bulan Juni hingga Agustus 2012 Teknik analisis data kualitatif yang digunakandalam penelitian adalah organisasi data Reduksi data dan interpretasi data serta analisis data kualitatif yang digunakan adalah dengan statistik deskriptif dengan tabel tunggalHasil penelitian menunjukkan bahwa Model Standar Pelayanan Minimal yang dilaksanakan di tiga kabupaten yaitu Kabupaten Serdang Bedagai Simalungun dan Toba Samosir masih menggunakan Model SPM yang terpusat nasional Persepsi masyarakat terhadap model SPM pada umumnya bersifat positif terhadapModel SPM yang berbasis kebutuhankeinginan masyarakat berbasis partisipasi masyarakathttp://digilib.unimed.ac.id/model-pengembangan-standar-pelayanan-minimal-di-sumatera-utara-studi-pada-tiga-kabupaten-31345.htmlTue, 12 Aug 2014 08:22:44 +0700IMPLEMENTASI MODEL PAPIT PLUS YANG DIINTEGRASIDENGAN MEDIA BERBASIS KOMPUTER DIBANDINGKAN DENGANMEDIA MIND MAPPING UNTUK MENGEMBANGKANKREATIVITAS DAN MENINGKATKANHASIL BELAJAR SISWAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tumbuhkembangnya kreativitas dan hasil belajar kimia siswa yang diajarkan denganModel PAPIT Plus yang diintegrasi dengan media berbasis komputerdibandingkan dengan yang diajar dengan Model PAPIT Plus yang diintegrasidengan media mind mapping serta untuk mengetahui hubungan yang signifikanantara tumbuh kembangnya kreativitas dan peningkatan hasil belajar siswa padapokok bahasan reaksi redoks di SMA Swasta Dharmawangsa Medan Sampeldalam penelitian ini sebanyak 2 kelas yaitu kelas eksperimen 1 dan kelaseksperimen 2 Kelas eksperimen 1 diberi perlakuan model PAPIT Plus yangdiintegrasi dengan media berbasis komputer dan kelas eksperimen 2 diberiperlakuan model PAPIT Plus yang diintegrasi dengan media mind mappingInstrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumenkreativitas dan tes hasil belajar Instrumen kreativitas berupa indikator indikatoryang digunakan observer untuk mengamati siswa pada saat proses belajar yangdireferensikan dari instrumen yang telah valid Instrumen tes hasil belajar dalambentuk pilihan berganda sebanyak 22 soal yang telah dinyatakan valid dan reliabelsebesar 0 855 Pengolahan data menggunakan Program SPSS 17 for Windows dandata yang diuji telah dinyatakan homogen dan terdistribusi normalHasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikantumbuh kembangnya kreativitas siswa yang diajar dengan model PAPIT Plusdengan media berbasis komputer dibandingkan dengan yang diajar dengan modelPAPIT Plus dengan media mind mapping sig 0 000 terdapat perbedaan yangsignifikan tumbuh kembangnya kreativitas siswa yang diajarkan dengan ModelPAPIT Plus dengan media berbasis komputer dibandingkan dengan yang diajardengan model PAPIT Plus dengan media mind mapping sig 0 000 terdapathubungan yang signifikan antara tumbuh kembangnya kreativitas terhadappeningkatan hasil belajar siswa yang diajar dengan model PAPIT Plus denganmedia berbasis komputer sig 0 000 dan terdapat hubungan yang signifikanantara tumbuh kembangnya kreativitas terhadap peningkatan hasil belajar siswayang diajar dengan model PAPIT Plus dengan media mind mapping sig 0 000Peningkatan hasil belajar pada kelas yang diajar dengan Model PAPIT Plus yangdiintegrasi dengan media berbasis komputer sebesar 61 00 dan peningkatan hasilbelajar pada kelas yang diajar dengan Model PAPIT Plus yang diintegrasi denganmedia mind mapping sebesar 70 00http://digilib.unimed.ac.id/implementasi-model-papit-plus-yang-diintegrasidengan-media-berbasis-komputer-dibandingkan-denganmedia-mind-mapping-untuk-mengembangkankreativitas-dan-meningkatkanhasil-belajar-siswa-31344.htmlFri, 08 Aug 2014 09:43:47 +0700PENGARUH PENGGUNAAN MODEL MENGAJAR MENGINDUKSI PERUBAHANKONSEP M3PK TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN TITRASI ASAM BASA KELAS XI SMA NEGERI 15 MEDANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh model mengajar menginduksi perubahan konsep M3PK terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan Titrasi Asam Basa kelas XI IPA SMA Negeri 15 Medan tahun pembelajaran 2012 2013Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 15 Medan yang terdiri dari 5 kelas Sedangkan sampel diambil dengan berdasarkan pertimbangan sampling purposive sebanyak dua kelas yaitu XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen yang diajar dengan menggunakan M3PK dan kelas XI IPA 1 sebagai kelas Kontrol yang diajarkan dengan Model Konvensional Sebelum proses belajar mengajar dimulai terlebih dahulu dilakukan pre-test serta setelah selesai pengajaran dilakukan post testHasil analisis data diperoleh nilai rata rata pre test siswa kelas eksperimen 47 95 dan post test 90 23 dengan persen peningkatan belajar 81 7 sedangkan nilai rata rata pre test siswa kelas Kontrol 43 83 dan post test 78 83 dengan persen peningkatan belajar 61 Adanya peningkatan hasil belajar tersebut dibuktikan melalui pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t diperoleh bahwa thitung 5 67 dan harga ttabel 1 67 thitung ttabel pada 0 025 yang menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan penerapan model mengajar menginduksi perubahan konsep M3PK terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada pokok bahasan titrasi asam basa kelas XI SMA Negeri 15 Medan tahun pembelajaran 2012 2013http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-penggunaan-model-mengajar-menginduksi-perubahankonsep-m3pk-terhadap-peningkatan-hasil-belajar-siswa-pada-pokok-bahasan-titrasi-asam-basa-kelas-xi-sma-negeri-15-medan-31343.htmlFri, 08 Aug 2014 09:28:23 +0700PENGARUH METODE LEARNING START WITH A QUESTION LSQ DENGAN MEDIA TEKA TEKI SILANG TTS TERHADAPHASIL BELAJAR KIMIA SISWA PADA POKOKBAHASAN SISTEM KOLOIDPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Learning Start With A Question LSQ dengan media Teka Teki Silang TTS terhadap hasil belajar kimia siswa pada pokok bahasan sistem koloid Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XI SMA Negeri 15 Medan yang berjumlah 5 kelas dan setiap kelas rata rata terdiri dari 40 siswa Sampel dalam penelitian ini sebanyak 2 kelas yang diambil secara purposive sampling Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda dengan jumlah soal sebanyak 20 soal yang telah dinyatakan valid dan reliabel Berdasarkan uji hipotesis yakni uji t pihak kanan dengan taraf signifikan 0 05 diperoleh thitung ttabel yakni thitung 3 4000 ttabel 1 666 berarti Ha diterima dan Ho ditolak yaitu hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan dengan metode Learning Start With A Question LSQ dengan media Teka-Teki Silang TTS lebih tinggi daripada hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan dengan metode konvensional dengan media Teka Teki Silang TTS pada pokok bahasan sistem koloid di kelas XI SMA Negeri 15 Medan Persentase peningkatan hasil belajar kimia siswa pada kelas eksperimen I yaitu sebesar 78 87 sedangkan pada kelas eksperimen II sebesar 50 52http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-metode-learning-start-with-a-question-lsq-dengan-media-teka-teki-silang-tts-terhadaphasil-belajar-kimia-siswa-pada-pokokbahasan-sistem-koloid-31342.htmlThu, 07 Aug 2014 10:02:35 +0700IMPLEMENTATION OF LEARNING CYCLE MODEL WITH EXPERIMENTAL METHOD TO INCREASE SENIORHIGH SCHOOL STUDENTS ACHIEVEMENTIN TEACHING OF COLLOIDThe implementation of Learning Cycle Model with Experimental Method to increase student s achievement is conducted to know the student s achievement in SMA Negeri 3 Medan The population was all the students at second level in SMA Negeri 3 Medan The students were divided into two groups one was called experimental class in class XI IPA 6 and control class in class XI IPA 5 based on purposive sampling techniques The kind of this research is experimental research Instrument used is validated multiple choice questions as 20 questions and all questions is reliable The first time pre-test is given to experimental class and control class In experimental class was used learning cycle model with experimental method and in control class was used conventional learning The last post test is given for each of class Before hypothesis test the data is tested by normality test by using Chi Square test and homogeneity test by using F test Test result stated the sample is distributed normally and homogeny Based on the result in experimental class was obtained the average of pre test score 3686 with standard deviation 6 65 and post test score 79 71 with standard deviation 5 68 In control class was obtained the average of pre test score 36 57 with standard deviation 6 15 and post test score 68 71 with standard deviation 4 90 The hypothesis is tested by using z test and obtained zcount 9 151 while ztable 1 669 at significance level t0 95 and dk 68 so zcount ztable so Hypothesis is received It proved that student s achievement taught by learning cycle model with experimental method is higher than conventional learning Increasing of student s achievement was calculated by using normalized gain and the percentages gain in experimental class is 67 9 and percentages gain in control class is 50 4 Student s experimental skills percentage is 90http://digilib.unimed.ac.id/implementation-of-learning-cycle-model-with-experimental-method-to-increase-seniorhigh-school-students-achievementin-teaching-of-colloid-31341.htmlThu, 07 Aug 2014 09:40:31 +0700PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PENGAJARAN BERDASARKANMASALAH PROBLEM BASED INSTRUCTION DENGAN JURNALILMIAH SEBAGAI PENGAYAAN TERHADAP HASIL BELAJARSISWA PADA SUB MATERI JARINGAN TUBUH TUMBUHANDI KELAS XI SMA N 1 PERCUT SEI TUANTAHUN PEMBELAJARAN 20Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan modelpengajaran berdasarkan masalah Problem Based Instruction terhadap hasilbelajar siswa pada sub materi Jaringan Tubuh Tumbuhan di kelas XI IPA SMANegeri 1 Percut Sei Tuan Penelitian ini merupakan penelitian eksperimendimana populasinya adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Percut SeiTuan yang terdiri dari empat kelas dengan jumlah siswa 156 orang Pengambilansampel secara random random sampling dan didapat dua kelas sebagai sampelyaitu kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 yang berjumlah 72 orang Kelas XI IPA 1diajarkan dengan model PBI dengan jurnal ilmiah sebagai pengayaan dan XI IPA-2 dengan tanpa menggunakan model PBI dengan jurnal ilmiah sebagai pengayaanInstrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal pilihan berganda yangberjumlah 25 buah yang digunakan sebagai soal pre test dan post testRata-rata hasil belajar diperoleh dari selisih antara nilai post test dengannilai pre test Rata-rata hasil belajar untuk kelas eksperimen sebesar 35 11 lebihtinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yaitu sebesar 25 33 Sehingga terdapatperbedaan nilai sebesar 9 78 Uji prasyarat analisis data menunjukkan bahwa datahasil penelitian berdistribusi normal dan kedua kelas sampel memiliki kesamaanvarians homogen Pengujian hipotesis yang dilakukan dengan uji t menghasilkanthitung 2 990 dan ttabel 1 995 dengan dk70 dan taraf signifikansi 0 05Berdasarkan kriteria Ho diterima jika t1 maka penelitian inimenolak Ho dan menerima Ha Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruhpenggunaan model pengajaran berdasarkan masalah problem based instructiondengan jurnal ilmiah sebagai pengayaan terhadap hasil belajar siswa pada submateri Jaringan Tubuh Tumbuhan di Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Percut SeiTuanhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-penggunaan-model-pengajaran-berdasarkanmasalah-problem-based-instruction-dengan-jurnalilmiah-sebagai-pengayaan-terhadap-hasil-belajarsiswa-pada-sub-materi-jaringan-tubuh-tumbuhandi-kelas-xi-sma-n-1-percut-sei-tuantahun-pembelajaran-20-31340.htmlThu, 07 Aug 2014 09:15:41 +0700PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA RANAH KOGNITIF DAN AFEKTIF MENGGUNAKAN MODELPEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER NHT DENGAN TIPETHINK PAIR AND SHARE TPS TENTANG SISTEM GERAK TUMBUHAN DI KELAS VIIISMP NEGERI 1 BAKTIRAJA TAHUN PEMBELAJARAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswaranah kognitif dan afektif menggunakan model pembelajaran kooperatif tipeNumbered Head Together NHT dengan tipe Think Pair and Share TPS tentangSistem Gerak Tumbuhan kelas VIII SMP Negeri 1 Baktiraja Populasi dalampenelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Baktiraja yang terdiriatas 5 kelas Sampel diambil secara Purposive Sampling dan diperoleh sampeluntuk kelas VIIIB NHT berjumlah 34 orang dan kelas VIIIC TPS berjumlah36 orang Instrumen dalam penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajarsiswa dalam bentuk pilihan ganda yang berjumlah 30 soal dan lembar observasiafektif yang di validasi terlebih dahulu Hasil analisis data menunjukkan pretestkelas NHT 40 01 7 95 dan pretest kelas TPS 41 01 8 69 Sehingga dapatdiketahui bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan awalsiswa kelas NHT dengan kelas TPS Sedangkan pada postest kelas NHT 70 78 7 99 dan postest kelas TPS 78 28 8 78 Setelah dilakukan uji t dengan tarafsignifikan 0 05 maka diperoleh thitung 3 65 dan ttabel 1 98 dengan dk 68dan taraf signifikansi 0 05 Berdasarkan kriteria Ho diterima jika t1 t t1 maka penelitian ini menolak Ho dan menerima Ha Sehingga dapatdisimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajar denganmodel pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan tipe TPS tentang Sistem GerakTumbuhan di Kelas VIII SMP Negeri 1 Baktiraja Begitu juga dengan lembarobservasi afektif pada kelas TPS lebih tinggi yaitu 78 05 sedangkan pada kelasNHT 75 25 Sehingga dapat diketahui bahwa hasil belajar ranah kognitif danafektif biologi siswa kelas TPS lebih tinggi dari pada kelas kelas NHT Hasilstudi ini mengimplikasikan keberhasilan model pembelajaran kooperatif tipe TinkPair and Share TPS tentang Sistem Gerak Tumbuhan sehingga perludipikirkan untuk aplikasi model pembelajaran ini dalam pembelajaran materi lainterutama materi yang memerlukan praktikumhttp://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-siswa-ranah-kognitif-dan-afektif-menggunakan-modelpembelajaran-kooperatif-tipe-numbered-head-together-nht-dengan-tipethink-pair-and-share-tps-tentang-sistem-gerak-tumbuhan-di-kelas-viiismp-negeri-1-baktiraja-tahun-pembelajara-31339.htmlWed, 06 Aug 2014 09:21:04 +0700PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PENCAPAIAN KONSEP CONCEPT ATTAINMENT DENGAN MENGGUNAKAN PETAPIKIRAN SEBAGAI UPAYA MENGURANGI MISKONSEPSISISWA PADA SUB MATERI POKOK FLUIDASTATIS DI KELAS XI SEMESTER IISMA N 1 TANJUNG TIRAMTA 2012 2013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran pencapaian konsep concept attainment dengan menggunakan peta pikiran sebagai upaya mengurangi miskonsepsi siswa pada sub materi pokok fluida statis di kelas XI semester II SMA N 1 Tanjungtiram TA 2012 2013Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas XI Semester II SMA N 1 Tanjungitram yang terdiri dari 3 kelas Pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling dengan mengambil 2 kelas yaitu kelas XI-IA 1 berjumlah 36 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IA 3 berjumlah 36 orang sebagai kelas kontrol Instrumen yang digunakan adalah aktivitas belajar dan tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda dengan jumlah 20 item Kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan model pembelajaran pencapaian konsep concept attainment dengan menggunakan peta pikiran dan kelas kontrol dengan model konvensionalSebelum diberikan perlakuan yang berbeda dilakukan pretes yaitu nilai rata rata pretes kelas eksperimen 27 5 dengan standar deviasi 11 4 dan nilai rata-rata pretes kelas kontrol 27 4 dengan standar deviasi 10 4 Pada pengujian data pretes kedua kelas diperoleh bahwa data kedua kelas berdistribusi normal dan homogen Hasil uji t pretes diperoleh thitung ttabel 0 038 1 997 maka H0 diterima artinya kemampuan awal siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol sama Kemudian diberikan perlakuan yaitu kelas eksperimen dengan model pembelajaran pencapaian konsep concept attainment menggunakan peta pikiran dan kelas kontrol dengan model pembelajaran konvensional Selama proses pembelajaran di kelas eksperimen aktivitas belajar siswa meningkat yaitu pertemuan I 48 9 pertemuan II 71 4 dan pertemuan III 86 7 Setelah pembelajaran selesai diberikan postes dengan hasil rata-rata kelas eksperimen 778 dengan standar deviasi 11 3 dan kelas kontrol 52 9 dengan standar deviasi 10 4 Pada pengujian normalitas dan homogenitas data postes diperoleh bahwa data kedua kelas berdistribusi normal dan homogen Hasil pengolahan data postes diperoleh bahwa thitung ttabel 9 562 1 997 maka Ha diterima artinya ada perbedaan yang signifikan akibat pengaruh penggunaan model pembelajaran pencapaian konsep concept attainment dengan menggunakan peta pikiran sebagai upaya mengurangi miskonsepsi siswa pada sub materi pokok fluida statis di kelas XI semester II SMA N 1 Tanjungtiram TA 2012 2013http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-pencapaian-konsep-concept-attainment-dengan-menggunakan-petapikiran-sebagai-upaya-mengurangi-miskonsepsisiswa-pada-sub-materi-pokok-fluidastatis-di-kelas-xi-semester-iisma-n-1-tanjung-tiramta-2012-2013-31338.htmlTue, 05 Aug 2014 09:56:41 +0700THE EFFECTIVENESS OF MODEL OF TEACHING TO INDUCE THE CONCEPTUAL CHANGE M3PK SIMSON TARIGAN TO INCREASE STUDENTS ACHIEVEMENT ON HYDROCARBON TOPICThe purpose of this research was to explore the differences between students chemistry achievement using M3PK and students chemistry achievement using conventional The population of the research was students grade X of SMA Negeri 5 SMA Negeri 1 Sunggal SMA Negeri 1 Tanjungpura The sample is selected by using purposive sampling to choose two classes for every school as experiment class and control class Experiment class taught by M3PK while control class taught by Conventional Model The variable of this research were dependent variable and text book time allocation test instrument as control variable Test instrument was validated before used to validator and students then tested by correlation moment product formula therefore from 30 items taken 20 items were valid And then 20 items choosen as instruments test of research The reliability of test is 0 845 The results showed that this model is very significant to increase the ability of students in learning chemistry especially on the Hydrocarbon as the select topic for this research The statistical data analysis of research showed that mean of pretest in experiment class is 34 667 8 476 and posttest is 85 733 7 784 In control class the mean of pretest is 36 6 11 002 and posttest is 75 267 8 81 The mean of gain values of students score in experiment class is 0 778 as while in control class is 0 596 Based on the hypothesis test of gain values at significant level 0 05 showed that is tcount ttable 13 431 1 645 therefore Ho refused and Ha received Thus students chemistry achievement taught by M3PK is higher than students chemistry achievement taught by Conventional Modelhttp://digilib.unimed.ac.id/the-effectiveness-of-model-of-teaching-to-induce-the-conceptual-change-m3pk-simson-tarigan-to-increase-students-achievement-on-hydrocarbon-topic-31337.htmlTue, 05 Aug 2014 09:36:18 +0700THE EFFECTIVENESS OF CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING CTL AND MULTIMEDIA TO INCREASE STUDENTS ACHIEVEMENT AND STUDENTS ACTIVITY ON TEACHING HYDROCARBONThe purpose of this research was to explore the differences between students chemistry achievement using CTL with multimedia and students chemistry achievement using direct instruction The population of the research was students grade X of SMA Negeri 1 laguboti The sample is selected by using purposive sampling to choose two classes for every school as experiment class and control class Experiment class taught by CTL with multimedia while control class taught by direct instructional The variable of this research were dependent variable and text book time allocation test instrument as control variable Test instrument was validated before used to validator and students then tested by correlation moment product formula therefore from 30 items taken 18 items were valid And then 18 items chosen as instruments test of research The reliability of test is 0 714The results showed that this model is very significant to increase the ability of students in learning chemistry especially on the Hydrocarbon as the select topic for this research The statistical data analysis of research showed that mean of pretest in experiment class is 2197 5 66 and posttest is 88 6 4 30 In control class the mean of pretest is 2373 7 24 and posttest is 73 8 5 30 Based on the hypothesis test of gain values at significant level 0 05 showed that is tcount ttable 3 79 1 671 therefore Ho refused and Ha received Thus students chemistry achievement taught by CTL with multimedia is higher than students chemistry achievement taught by direct instructionhttp://digilib.unimed.ac.id/the-effectiveness-of-contextual-teaching-and-learning-ctl-and-multimedia-to-increase-students-achievement-and-students-activity-on-teaching-hydrocarbon-31336.htmlTue, 05 Aug 2014 09:17:16 +0700PERBANDINGAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA YANG MENGGUNAKANMETODE PRAKTIKUM MELALUI PENDEKATAN CTL CONTEXTUALTEACHING AND LEARNING DAN DEMONSTRASI PADA POKOKBAHASAN SISTEM KOLOID DI SMAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajarkimia siswa pada pokok bahasan koloid yang berdasarkan hasil belajar siswa yangmenggunakan metodepraktikum melalui pendekatan CTL Contextual Teachingand Learning dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang menggunakanmetode demonstrasi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XIIA SMA Negeri 3Medanyang terdiri dari 7 kelas Pengambilan sampel penelitiandiambil secara purposif sampling yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelaskontrol dimana kelas kontrol berjumlah 34 siswa dan kelas Eksperimenberjumlah 30 siswa Pada kelas eksperimen diberi pengajaran dengan metodepraktikum melalui pendekatan CTL dan pada kelas kontrol diberi pengajarandengan metode demonstrasi Sebagai alat pengumpul data hasil belajar digunakantes objektifyang berjumlah 20 soal yang telah valid dengan realibilitas adalah086Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen Berdasarkan hasil pretestdan pos-test pada saat penelitian nilai rata rata pretest siswa kelaseksperimen adalah 37 83 dan nilai rata-rata post test adalah 82 16 sedangkannilairatarata pre test siswa kelas kontrol adalah 36 04 dan nilai rata-rata posttestnyaadalah 74 37 Berdasarkan hasil uji persyaratan data diketahui bahwa baikdata hasil belajar siswa kelas eksperimen maupun kelas kontrol dinyatakanberdistribusi normal dan memiliki varians yang homogenDari data tersebut setelah dianalisis maka diperoleh peningkatan hasilbelajar siswa kelas eksperimen adalah sebesar 71 6 dan peningkatan hasilbelajar siswa kelas kontrol adalah sebesar 61 6Dari hasil uji hipotesis diperoleh thitung ttabel yaitu 3 52 1 671 pada tarafsignifikansi 0 05 dan db 60 Hal ini berarti terima Ha yang berarti bahwahasil belajar kmia siswa yang menggunakan metode praktikum melaluipendekatan CTLContextual Teaching and Learning lebih tinggi secarasignifikan dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang menggunakan metodedemonstrasi pada pokok bahasan koloid di SMA Negeri 3 Medan Tahun Pelajaran2012 2013Dari hasil observasi yaitu untuk melihat aktivitas siswa diperolehhubungan aktivitas siswa dengan hasil belajar Untuk melihat hubungan tersebutmaka dilakukan uji korelasi dengan membandingkan nilai r yang diperoleh hitdengan rtable 0 05 30 0 361 pada 0 05 dengan kriteria jika rhitung rtabelyaitu0 427 0 361 maka Ko ditolak yang berartibahwa ada korelasi positif yangsignifikan antara aktifitas siswa dengan hasil belajar kimia siswahttp://digilib.unimed.ac.id/perbandingan-hasil-belajar-kimia-siswa-yang-menggunakanmetode-praktikum-melalui-pendekatan-ctl-contextualteaching-and-learning-dan-demonstrasi-pada-pokokbahasan-sistem-koloid-di-sma-31335.htmlTue, 05 Aug 2014 09:02:31 +0700Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif tipe Teams Games Tournament TGT terhadap Hasil Belajar Sejarah Siswa Kelas X di SMA Negeri I Babalan TA 2012 2013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif tipe Teams Games Tournamen TGT terhadap Hasil Belajar Sejarah Siswa Kelas X SMA di Negeri I Babalan T A 2012 2013Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan mengambil 2 sampel dari populasi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Babalan yang terdiri dari 7 kelas Pengambilan sampel dilakukan secara random atau acak yaitu kelas X5 sebagai kelas eksperimen yang siswanya berjumlah 35 orang dan kelas X3 sebagai kelas kontrol yang siswanya berjumlah 35 orangHasil Penelitian menunjukkan adanya pengaruh hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT Teams Games Tournament dengan pembelajaran konvensional Berdasarkan nilai rata rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen sebesar 81 71 standar deviasi 606 dan varians 36m7 sedangkan nilai rata rata hasil belajar siswa pada kelas kontrol sebesar 66 14 standar deviasi 7 87 dan varians 61 9 Uji hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 005 menggunakan uji t dua pihak untuk mengetahui kesamaan kemampuan awal dan diperoleh thitung 025 dan ttabel 2 00 thitung ttabel maka 0 25 200 yang artinya Ho diterima Ha ditolak maka antara kelas eksperimen dan kelas kontrol mempunyai kemampuan awal yang sama Sedangkan adanya pengaruh hasil belajar tersebut dibuktikan melalui pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t satu pihak dan diperoleh thitung 8 85 dan ttabel 1 66 thitung ttabel maka 8 85 1 66 yang berarti dalam penelitian ini Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh hasil belajar sejarah siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan hasil belajar sejarah dengan menggunakan model pembelajaran TGT lebih tinggi jika dibandingkan dengan pembelajaran konvensionalhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-teams-games-tournament-tgt-terhadap-hasil-belajar-sejarah-siswa-kelas-x-di-sma-negeri-i-babalan-ta-2012-2013-31334.htmlThu, 24 Jul 2014 10:35:02 +0700JURNAL PENDIDIKAN TEKNOLOGI KEJURUAN Vol 15 No 2 April 2014Pada Jurnal Pendidikan Teknologi Kejuruan Volume 15 No 1 Tahun 2014 ini terhimpun sepuluh tulisan yang berasal dari penelitian dosen atau dosen dan mahasiswanya dengan pendekatan penelitian yang berbeda-beda Ada dua tulisan yang merupakan hasil penelitian dengan pendekatan penelitian tindakan kelas ada empat menggunakan pendekatan korelasional ada dua yang menggunakan pendekatan evaluasi dan dua menggunakan pendekatan eksperimenhttp://digilib.unimed.ac.id/jurnal-pendidikan-teknologi-kejuruan-vol-15-no-2-april-2014-31333.htmlThu, 17 Jul 2014 09:13:21 +0700SIMULASI DAN ANALISIS ALIRAN DAYA PADA SISTEM TENAGA LISTRIK MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK ELECTRICAL TRANSIENT ANALYSER PROGRAM ETAP VERSI 40Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja performance sistem tenaga listrik yaitu aliran daya aktif maupun reaktif serta profil tegangan setiap bus dalam sistem Simulasi aliran daya dilakukan menggunakan perangkat lunak Electrical Transient Analyser Program ETAP versi 40Penelitian ini dilaksanakan di Jurusan Pendidikan Teknik Elektro dengan objek penelitian adalah Sistem Tenaga Listrik di Sumatera Utara dan Aceh yang memiliki 107 bus dan terdiri dari 1 bus referensi Swing Bus 12 bus generator Voltage Regulator Bus dan sisanya yaitu 94 bus adalah bus beban Load Bus Perhitungan aliran daya menggunakan metode Newton-RaphsonHasil penelitian menunjukan bahwa aliran daya aktif terbesar mengalir dari bus Tebing Tinggi ke bus Sei Rotan sebesar 13304 3152 MW dan aliran daya reaktif terbesar mengalir dari bus Belawan SwingReference bus ke bus Sei Rotan sebesar 6680 257 MVAR Total aliran daya aktif dan reaktif dalam sistem adalah 422019 MW dan 25993 MVAR Sedangkan untuk profil tegangan bus penurunan tegangan Voltage drop tertinggi terjadi pada bus 55 bus beban Aek Knopan sebesar 3035 19393 KV dari tegangan normal 20 KV dan sebesar 149773 KV 0151 untuk sistem 150 KVhttp://digilib.unimed.ac.id/simulasi-dan-analisis-aliran-daya-pada-sistem-tenaga-listrik-menggunakan-perangkat-lunak-electrical-transient-analyser-program-etap-versi-40-31332.htmlThu, 17 Jul 2014 08:52:10 +0700PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN DASAR-DASAR GAMBAR TEKNIK ANTARA PEMBELAJARAN RECIPROCAL DENGAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADA SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN TEKNIKONSTRUKSI BATU DAN BETON SMK NEGERI 2 BINJAIGambar teknik adalah sebagai alat komunikasi yang mengandung maksud tertentu perintah-perintah atau informasi dari pembuat gambar perencana untuk disampaikan kepada pelaksana atau pekerja di lapangan dan bentuk gambar kerja dilengkapi dengan keterangan-keterangan berupa kode simbol yang mempunyai satu arti satu maksud dan satu tujuan Pada mata pelajaran Dasar-Dasar Gambar Teknik Program Keahlian Konstruksi Batu dan Beton terdapat materi tentang Menggambar bentuk bidang yang meliputi gambar segitiga segi empat segi lima segi enam lingkaran elips parabola dan menggambar bentuk tiga dimensi yang meliputi gambar kubus balok silinder bola Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar mata pelajaran dasar-dasar gambar teknik antara pembelajaran reciprocal dengan pembelajaran konvensional Yang menjadi subjek penelitian adalah siswa SMK Neg 2 Binjai Program Keahlian Teknik Konstruksi Batu dan Beton TKBB yang terdiri dari kelas X TKBB 1 32 orang dan kelas X TKBB 2 32 orang Dalam penelitian ini kelas XTKBB 1 sebagai kelompok eksperimen dan kelas X TKBB 2 sebagai kelompok kontrol Data untuk ubahan hasil belajar Dasar-Dasar Gambar Teknik diperoleh melalui tes Di mana instrumen yang dipakai sudah melalui uji coba instrumen Dari uji coba diperoleh instrumen yang valid 25 butir dan tingkat keberartian tes sangat tinggi 12310 r12311_110701 Untuk uji-t diperoleh t_hit 485 t_tab2001 pada taraf signifikansi 5 dengan dk 62Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hasil belajar yang signifikan antara pembelajaran reciprocal dengan pembelajaran konvensional mata pelajaran Dasar-Dasar Gambar Teknik pada siswa Kelas X SMK Negeri 2 Binjai Program Keahlian Teknik Konstruksi Batu dan Beton Tahun Pelajaran 20122013 Hasil tersebut dapat sebagai informasi bagi guru dalam menyusun strategi yang tepat guna memilih metode yang digunakan sewaktu proses pembelajaranhttp://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-mata-pelajaran-dasardasar-gambar-teknik-antara-pembelajaran-reciprocal-dengan-pembelajaran-konvensional-pada-siswa-kelas-x-program-keahlian-teknikonstruksi-batu-dan-beton-smk-negeri-2-binjai-31331.htmlThu, 17 Jul 2014 08:46:40 +0700PERBEDAAN PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN PROBLEM POSING TIPE PRE SOLUTION POSING DAN EKSPOSITORI TERHADAP HASIL BELAJAR MENGUASAI HASIL PENGUKURAN SISWA KELAS X TEKNIK PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SMK NEGERI 2 SIATAS BARITAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat Perbedaan Hasil Belajar Menguasai Hasil Pengukuran Antara Siswa Yang Diajarkan Dengan strategi pembelajaran problem posing tipe pre solution posing Dengan Siswa Yang Diajarkan Dengan strategi Pembelajaran Ekspositori pada Siswa Kelas X Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik SMK Negeri 2 Siatas Barita TA 20132014Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental yang mana dalam pelaksanaannya sengaja diberikan perlakuan treatment kepada kelompok eksperimen Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Negeri 2 Siatas Barita yang mengikuti kompetensi Menguasai Hasil Pengukuran yang terdiri dari 2 kelas Sampel dalam penelitian ini diambil seluruh sampel atau secara total sampling yaitu kelas eksperimen kelas yang menerapkan strategi pembelajaran problem posing tipe pre solution posing adalah kelas X TPL-1 yang berjumlah 30 siswa serta kelas X TPL-2 menjadi kelas kontrol kelas yang menerapkan model pembelajaran Ekspositori yang berjumlah 30 siswa Jadi total subjek yang akan diteliti adalah sebanyak 60 siswaBerdasarkan hasil analisis data diperoleh terdapat perbedaan hasil belajar Menguasai Hasil Pengukuran antara strategi Pembelajaran problem Posing tipe pre solution posing dengan strategi pembelajaran ekspositori dimana hasil belajar Menguasai hasil pengukuran untuk kelas yang menerapkan strategi Pembelajaran problem Posing tipe pre solution posing lebih tinggi dari hasil belajar Menguasai hasil pengukuran untuk kelas yang menerapkan pembelajaran Ekspositori Nilai rata-rata pada kelompok eksperimen sebesar 2493 dan rata-rata pada kelas kelompok ekspositori sebesar 2320 Untuk menguji normalitas data digunakan uji lilliefors pada taraf kepercayaan 945 sebesar 005 Uji normalitas instrumen Menguasai Hasil Pengukuran dengan strategi Pembelajaran problem Posing tipe pre solution posing diperoleh Thitung sebesar 01078 dan Ttabel sebesar 01610 karena Thitung Ttabel atau 01078 01610 maka data instrumen pada kelas eksperimen pada kategori normal uji normalitas instrument Menguasa hasil pengukuran dengan stategi pembelajaran ekspositori diperoleh Thitung sebesar 01065 dan Ttabel 01610 karena Thitung Ttabel atau 01065 01610 maka data instrumen pada kelas kontrol pada kategori normal Uji homogenitas instrument hasil belajar menguasai hasil pengukuran diperoleh Xhitung sebesar 0575 dan Xtabel 384 karena Xhitung Xtabel atau 0575 384 maka seluruh varians adalah homogen sehingga dapat disimpulkan seluruh data varians hasil penelitian homogenDengan hasil analisis uji beda yang memakai Uji-t dengan taraf signifikansi 5 menunjukkan bahwa terdapat Perbedaan Antara strategi Pembelajaran problem Posing tipe pre solution posing Dengan Pembelajaran Ekspositori Terhadap Hasil Belajar Menguasai hasil pengukuran Pada Siswa Kelas X SMK Negeri 2 Siatas barita Tahun Pelajaran 20132014 Hal ini terlihat dari nilai thitung 249 yang lebih besar dari ttabel yaitu 1674http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-pengaruh-strategi-pembelajaran-problem-posing-tipe-pre-solution-posing-dan-ekspositori-terhadap-hasil-belajar-menguasai-hasil-pengukuran-siswa-kelas-x-teknik-pemanfaatan-tenaga-listrik-smk-negeri-2-siatas-barita-31330.htmlThu, 17 Jul 2014 08:33:20 +0700