UNIMED Digital Repository feedhttp://digilib.unimed.ac.idUNIMED Digital Repository | Digital Library , Theses, Journal Article, Publication, Research, Heritage, Paper, Multimedia , Literature, DocumentidCopyright (C) 2012-2014 UNIMED Digital RepositoryHUBUNGAN PENGGUNAAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 LIMA PULUH KABUPATEN BATUBARA TAHUN PEMBELAJARAN 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan fasilitas belajar terhadap hasil belajar biologi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Limapuluh Kabupaten Batubara Tahun Pembelajaran 20132014 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Limapuluh Kabupaten Batubara Tahun Pembelajaran 20132014 dengan jumlah siswa 72 orang Sedangkan sampel penelitian ini sebanyak 30 orang Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan kuesioner angket sebagai alat pengumpul data penelitianDari hasil analisis uji persyaratan data diketahui bahwa baik data penggunaan fasilitas belajar maupun data prestasi belajar biologi siswa di nyatakan berdistribusi normal dan homogen Untuk teknik analisis data di ketahui bahwa bentuk persamaan regresi374 1246 084X1 079X2merupakan regresi lenier hal ini dapat diketahui dari harga Fhitung 1242 Ftabel 335 sedangkan untuk keberartian persamaan regresi diketahui bahwa Fhitung Ftabel1242 Ftabel 335yang berarti bahwa arah regresi Y atas X berarti pada tarap kepercayaan 945005 Dari perhitungan koefesien korelasi didapatkan adapun kontribusi dari penggunaan laboratorium dan perpustakaan 26 dan penggunaan fasilitas perpustakaan sebesar 22 Artinya ada korelasi yang positif dan berarti antara penggunaan fasilitas perpustakaan dan laboratorium dengan hasil belajar siswa Hasil ini diperkuat dengan hasil wawancara penggunaan fasilitas laboratorium dan perpustakaan dalam proses pembelajaran kepada Guru Biologi SMA Negeri 1 Limapuluh Kabupaten Barubara sebesar 43 penggunaan perpustakaan dan 36 penggunaan fasilitas perpustakaan Untuk pengujian hipotesis diperoleh thit ttab 292170sehingga dalam penelitian ini H0 di tolak sekaligus menerima Ha Sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya Hubungan Penggunaan Fasilitas Belajar terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri I Limapuluh Kabupaten Batubara Tahun Pembelajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/hubungan-penggunaan-fasilitas-belajar-terhadap-hasil-belajar-biologi-siswa-kelas-xi-ipa-sma-negeri-1-lima-puluh-kabupaten-batubara-tahun-pembelajaran-20132014-33420.htmlFri, 28 Nov 2014 16:05:39 +0700PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE TPS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK VIRUS DI KELAS X SMA NEGERI 2 PEMATANGSIANTAR TP 20132014Penelitian bertujuan ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share TPS Terhadap Hasil Belajar Siswa pada materi pokok virus di kelas X SMA Negeri 2 Pematangsiantar TP 20132014 Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 10 kelas 474 orang Sampel penelitian ini diambil secara purposive Sampel terdiri dari dua kelas yakni X-5 dan X-6 Kelas X-5 diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share TPS dan kelas X-6 diajar dengan menggunakan metode konvensional Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar siswa kelas TPS 7658 SD 868 dan kelas diskusi adalah 5913 SD 1036 Berarti hasil belajar siswa dengan kelas TPS lebih tinggi dari pada kelas kontrol Pengujian hipotesis siswa menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar siswa yang signifikan yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share TPS dan metode konvensional Oleh karena itu Ho ditolak dan Ha diterimahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-penggunaan-model-pembelajaran-think-pair-share-tps-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-materi-pokok-virus-di-kelas-x-sma-negeri-2-pematangsiantar--tp-20132014-33419.htmlFri, 28 Nov 2014 16:00:20 +0700Pengembangan bahan ajar bentuk komik dan lembar kerja siswa dengan pendekatan matematika realistik untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SD Negeri 060843 Kecamatan Medan BaratPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar bentuk komik dan Lembar Kerja Siswa LKS materi bangun datar kelas III dengan Pendekatan Matematika Realistik PMR Penelitian ini dilakukan karena minat membaca siswa di Indonesia masih rendah termasuk pada siswa kelas III SD Negeri 060843 kecamatan Medan Barat Selain itu buku pelajaran matematika yang beredar di sekolah masih menggunakan bahasa formal dan deskriptif sehingga belum memberikan pemahaman bagi siswa Hal ini berdampak pada minat dan motivasi belajar matematika siswa yang kurang dan hasil belajar materi geometri bangun datar siswa yang rendahSubjek penelitian ini adalah siswa kelas III SD Negeri 060843 kecamatan Medan Barat Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2013 sampai dengan bulan Maret 2014 Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan Research and Development RD model Van den Akker 1999 Langkah-langkah yang dilaksanakan adalah 1 Analisis awal 2 Evaluasi ahli dan guru 3 Uji coba skala kecil 4 Data empiris 5 Refleksi dan Revisi 6 Model penelusuran Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1 Analisis data validitas bahan ajar komik dan Lembar Kerja Siswa 2 Analisis data tes hasil belajar 3 Analisis peningkatan tes hasil belajar 4 Analisis efektivitas penerapan bahan ajar komik dan Lembar Kerja SiswaHasil penelitian ini menunjukkan bahwa komik dan Lembar Kerja Siswa berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh 2 orang pakar dan 3 orang guru matematika adalah valid dan tergolong sangat baik Demikian pula dengan tes hasil belajar siswa yang menggunakan validitas product moment Terjadi peningkatan hasil belajar siswa dengan sangat baik Rerata perolehan skor pada tes awal uji coba I sebelum menggunakan bahan ajar yang dikembangkan adalah 6425 kemudian pada tes akhir setelah menggunakan bahan ajar yang dikembangkan rerata skor menjadi 8788 Pada uji coba II rerata skor tes awal adalah 6413 sedangkan pada tes akhir diperoleh rerata skor 8838 Berdasarkan pengamatan aktivitas guru siswa kesan guru respon siswa dan hasil belajar siswa yang meliputi ketuntasan tujuan dan klasikal maka penerapan komik dan LKS dinyatakan efektif dan sangat baikhttp://digilib.unimed.ac.id/pengembangan-bahan-ajar-bentuk-komik-dan-lembar-kerja-siswa-dengan-pendekatan-matematika-realistik-untuk-meningkatkan-hasil-belajar-siswa-kelas-iii-sd-negeri-060843-kecamatan-medan-barat-33418.htmlFri, 28 Nov 2014 15:57:52 +0700MENINGKATAKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI PENERPAN METODE PEMBELAJARAN TALKING STICK PADA MATERI POKOK STATISTIKA KELAS VII1 SMP SWASTA HKBP SIDORAME MEDAN T A 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar dan untuk mengetahui bagaimana efektivitas pembelajaran melalui metode pembelajaran talking stick di kelas VII1 SMP Swasta HKBP Sidorame Medan Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus dimana tiap siklus terdiri dari dua pertemuan Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII1 SMP Swasta HKBP Sidorame Medan tahun ajaran 20132014 yang berjumlah 35 orang Objek penelitian ini adalah pembelajaran dengan metode talking stick pada materi pokok ststistika untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswaInstrumen dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar lembar observasi kegiatan guru dan siswa Dari hasil tes belajar yang diberikan hasil belajar matematika siswa dari setiap tindakan yang diberikan meningkat pada tes kemampuan awal diperoleh bahwa banyaknya siswa yang mencapai ketuntasan belajar yaitu 6 dari 35 orang siswa 1714 dengan rata-rata kelas 4411 kategori kemampuan sangat rendah Hasil analisis pada siklus I setelah dilakukan pembelajaran melalui metode pembelajaran talking stick banyaknya siswa yang mencapai ketuntasan adalah 24 dari 35 orang siswa 686 dengan rata-rata kelas 66 kategori kemampuan sedang Pada hasil analisis data siklus II banyaknya siswa yang mencapai ketuntasan belajar adalah 31 dari 35 orang siswa 8857 dengan rata-rata kelas 7914 kategori kemampuan sedang Berdasarkan kriteria ketuntasan belajar klasikal yaitu minimal 85 dari jumlah siswa maka daya serap nilai hasil belajar siswa telah mencapai rata-rata mnimal 65 Maka dari hasil belajar siswa melalui metode pembelajaran talking stick pada tiap siklus meningkat dan telah mencapai target ketuntasan belajar klasikal yang diharapkan Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan metode pembelajaran talking stick khususnya pada materi statistika di kelas VII1 SMP Swasta HKBP Sidorame Medan dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswahttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatakan-hasil-belajar-matematika-siswa-melalui-penerpan-metode-pembelajaran-talking-stick-pada-materi-pokok-statistika-kelas-vii1-smp--swasta--hkbp-sidorame-medan-t-a-20132014-33417.htmlFri, 28 Nov 2014 15:53:53 +0700PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING KELAS X SMA SWASTA RIZKI ANANDA MEDANTA 20132014Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas X SMA Swasta Rizki Ananda Medan dengan menerapkan metode pembelajaran Snowball Throwing pada materi Statistika Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas X-1SMA Swasta Rizki Ananda Medan Tahun Ajaran 20132014 yang berjumlah 20 orang Objek dari penelitian ini adalah kemampuan komunikasi matematis siswa melalui Penerapan Metode pembelajaran Snowball Throwing pada materi Statistika Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas PTKHasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan metode pembelajaran Snowball Throwing pada materi Statistika dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa Hal ini di lihat dari hasil sebelum tindakan diberikan pada pemberian tes awal dari 20 siswa hanya sebanyak 7 siswa 35 yang mencapai nilai 61619 65 dengan nilai rata-rata kelas 5665 Setelah di beri tindakan I Tes Kemampuan Komunikasi Matematis I pada siklus I dari 20 siswa sebanyak 10 siswa 50 mencapai nilai 65 dengan nilai rata-rata kelas 729 Dari analisis data Tes Kemampuan Komunikasi Matematik II pada siklus II diperoleh bahwa dari 20 siswa terdapat 18 siswa 90 yang mencapai nilai 65 dengan nilai rata-rata kelas 8195Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan pembelajaran Snowball Throwingpada materi Statistika dapat meningkatkan komunikasi matematis siswa pada materi Statistikahttp://digilib.unimed.ac.id/peningkatan-kemampuan-komunikasi-matematis-siswa-dengan-menggunakan-metode-pembelajaran-snowball-throwing-kelas-x-sma-swasta-rizki-ananda-medanta-20132014-33416.htmlFri, 28 Nov 2014 15:50:37 +0700Upaya meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika dengan pendekatan kontekstual CTL di kelas V SD Negeri 064028 tahun ajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk 1 meningkatkan aktivitas belajar matematika melalui penggunaan pendekatan kontekstual CTL 2 Meningkatkan hasil belajar melalui penggunaan pendekatan kontekstual CTL Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas PTK yang dilakukan di kelas V SD 064028 dengan jumlah siswa sebanyak 34 orang Teknik pengumpulan data terhadap hasil belajar dan pengamatan aktivitas belajar siswa Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan 1 Penggunaan pendekatan kontekstual CTL dapat meningkatan aktivitas belajar siswa antara siklus I dan siklus II rata-rata pada masing-masing siklus adalah siklus I sebesar 78 dalam kategori Cukup dan pada siklus II sebesar 83 dalam kategori Baik 2 Penggunaan pendekatan pembelajaran kontekstual CTL pada materi pecahan pecahan pada sub topik penjumlahan dan pengurangan berbagai bentuk pecahan juga mengalami peningkatan antara siklus I dan siklus II sebesar 2352 pada masing-masing persentasi siklus adalah pada siklus I siswa diperoleh sebanyak 23 orang 6765 memperoleh nilai 8805 65 dari 34 siswa Sedangkan siswa pada siklus I yang 65 sebanyak 11 orang siswa 3235 Selanjutnya pada siklus II siswa diperoleh sebanyak 31 orang 9117 memperoleh nilai 8805 65 dari 34 siswa Sedangkan siswa pada siklus II yang 65 sebanyak 3 orang siswa 883 dari 34 orang Berdasarkan penelitian ini maka disarankan guru matematika SD Negeri 064028 memgajarkan pecahan menggunakan pendekatan pembelajaran kontekstual CTL Hal ini dapat dipahami karena terbukti dalam penelitian ini pendekatan pembelajaran kontekstual CTL dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa pada materi pecahanhttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-aktivitas-dan-hasil-belajar-siswa-pada-mata-pelajaran-matematika-dengan-pendekatan-kontekstual-ctl-di-kelas-v-sd-negeri-064028-tahun-ajaran-20132014-33415.htmlFri, 28 Nov 2014 15:50:21 +0700PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA MELALUIPENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK BERBASISKURIKULUM 2013 UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUANKOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DIKELAS VII SMP TRI JAYA MEDANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 efektivitas bahan ajar yang dikembangkan melalui pendekatan matematika realistik berbasis Kurikulum 2013 terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa di Kelas VII SMP Tri Jaya Medan 2 respon siswa terhadap bahan ajar yang dikembangkan melalui pendekatan matematika realistik berbasis Kurikulum 2013 di Kelas VII SMP Tri Jaya Medan Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Tri Jaya Medan yang terdiri atas dua kelas dengan banyak siswa masing-masing kelas adalah 25 orang Sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah bahan ajar yang dikembangkan melalui pendekatan matematika realistik berbasis Kurikulum 2013Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan modifikasi dari model pengembangan 4-D Define Design Develop Disseminate yang dibatasi hanya sampai pada tahap ke-3 Pengambilan data dilakukan melalui lembar validasi lembar observasi dan tes kemampuan komunikasi matematis Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan statistik kualitatif Sebelum bahan ajar diujicobakan terlebih dahulu divalidasi kepada tiga orang validator dengan persentase tingkat kevalidan yang diberikan oleh masing-masing validator adalah sebesar 905 875 dan 9318 Analisis efektivitas berdasarkan uji coba I dan II adalah sebagai berikut 1 pencapaian ketuntasan belajar siswa adalah 32 pada uji coba I dan 88 pada uji coba II 2 ketercapaian indikator pada uji coba I tidak efektif dan pada uji coba II efektif 3 kemampuan guru mengelola pembelajaran pada uji coba I dan II berada pada kategori cukup baik dan memenuhi kriteria efektif 4 aktivitas siswa pada uji coba I tidak efektif sementara pada uji coba II efektif Kemampuan komunikasi matematis siswa antara uji coba I dan II meningkat untuk setiap aspek dengan rata-rata total 185 untuk uji coba I dan 287 untuk uji coba II sehingga besar persentase peningkatan rata-ratanya adalah 255 Dengan demikian bahan ajar memenuhi seluruh kriteria efektivitas dan kegiatan uji coba berhenti pada uji coba II Berdasarkan uji coba I dan II diketahui bahwa respon siswa terhadap bahan ajar positif untuk hampir seluruh aspekBerdasarkan hasil penelitian peneliti menyarankan agar guru mengembangkan bahan ajar dan menyelenggarakan kegiatan pembelajaran dengan pendekatan matematika realistik karena dapat memberikan dorongan pada siswa untuk lebih senang dan semangat dalam belajar yang pada akhirnya dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswahttp://digilib.unimed.ac.id/pengembangan-bahan-ajar-matematika-melaluipendekatan-matematika-realistik-berbasiskurikulum-2013-untuk-meningkatkan-kemampuankomunikasi-matematis-siswa-dikelas-vii-smp-tri-jaya-medan-33414.htmlFri, 28 Nov 2014 15:46:49 +0700PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENTS TGT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK TEKANAN DI KELAS VIII SMP SWASTA MUHAMMADIYAH 06 BELAWAN TAHUN PEMBELAJARAN 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan akibat model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments TGT terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok Tekanan Kelas VIII semester II SMP Swasta Muhammadiyah 06 Belawan TP 20132014Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII yang terdiri dari 7 kelas Dengan teknik cluster random sampling terpilih kelas VIII-3 dan VIII-2 sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol Instrumen berupa tes soal pilihan berganda dan lembar observasi telah dilakukan uji persyaratan tes untuk mengukur hasil belajar siswa Data rata-rata pretes kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah 414 dan 396 Pada pengujian data pretes kedua kelas diperoleh bahwa data kedua kelas berdistribusi normal dan homogen Hasil uji t pretes diperoleh thitung ttabel 068 1995 maka Ho diterima artinya kemampuan awal siswa pada kedua kelas sama Kemudian diberikan perlakuan yaitu kelas eksperimen dengan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments TGT dan kelas kontrol dengan model pembelajaran konvensional Setelah pembelajaran selesai diberikan diperoleh data postes dengan hasil rata-rata kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah 733 dan 618 Pada pengujian data postes kedua kelas diperoleh bahwa data kedua kelas berdistribusi normal dan homogen Hasil uji t diperoleh thitung ttabel 4869 1997 maka H diterima yakni ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments TGT terhadap hasil belajar siswahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-teams-games-tournaments-tgt-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-materi-pokok-tekanan-di-kelas-viii-smp-swasta-muhammadiyah-06-belawan-tahun-pembelajaran-20132014-33413.htmlFri, 28 Nov 2014 15:42:28 +0700Pengaruh model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap kemampuan menulis teks berita di kelas VIII MTsN 2 MedanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 Perbedaan kemampuan menulis teks berita antara kelompok siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation GI dan kelompok siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran ekspositori 2 Perbedaan kemampuan menulis teks berita antara kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi yang diajar dengan model pembelajaran Group Investigation GI dan kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi yang diajar dengan model pembelajaran ekspositori 3 Perbedaan kemampuan menulis teks berita antara kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar rendah yang diajar dengan model pembelajaran Group Investigation GI dan kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar rendah yang diajar dengan model pembelajaran ekspositori dan 4 Interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi belajar siswa terhadap kemampuan menulis teks berita Penelitian ini dilaksanakan di MTsN 2 Medan dengan populasi seluruh siswa kelas VIII sebanyak 48 siswa Sampelnya adalah semua siswa yang berjumlah 24 siswa pada kelas VIII U1 dan 24 siswa pada kelas VIII U2 Instrumen yang digunakan untuk mengumpul data adalah tes kemampuan menulis teks berita dan angket motivasi belajar Metode penelitian menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain penelitian faktorial 2x2 Teknik analisis data menggunakan ANAVA pada taraf signifikan 945 005 Hasil penelitian menunjukkan 1 hasil kemampuan menulis kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran Group Investigation GI lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran ekspositori dengan nilai F Hitung36675 F tabel 406 2 hasil kemampuan menulis pada kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi yang diajar dengan model pembelajaran Group Investigation GI lebih baik jika dibandingkan dengan kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi yang diajar dengan model pembelajaran ekspositori dengan nilai Fhitung 1302 Ftabel 406 3 hasil kemampuan menulis pada kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar rendah yang diajar dengan model pembelajaran Group Investigation GI tidak lebih baik dibandingkan kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar rendah yang diajar dengan model pembelajaran ekspositori dengan nilai Fhitung 066 Ftabel 282 4 terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi belajar dalam mempengaruhi kemampuan menulis teks berita siswa dengan nilai Fhitung 3169 Ftabel 406http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-dan-motivasi-belajar-terhadap-kemampuan-menulis-teks-berita-di-kelas-viii-mtsn-2-medan-33412.htmlFri, 28 Nov 2014 15:40:21 +0700PERBEDAAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA YANG DIBERI PENDEKATAN PROBLEM POSING TIPE PRESOLUTION POSING DENGAN SISWA YANG DIBERI PENDEKATAN CREATIVE PROBLEM SOLVING DI SMP NEGERI 2 MEDAN T A 20132014Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang diberi pembelajaran matematika dengan pendekatan creative problem solving lebih baik dibandingkan siswa yang diberi pembelajaran matematika dengan pendekatan problem posing tipe presolution posing berdasarkan indikator kemampuan berpikir kreatif matematis kelancaran keluwesan dan kebaruan Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Medan Metode penelitian yang digunakan adalah pretest postest control group design Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang siswa untuk kelas kontrol dan 30 orang siswa untuk kelas eksperimen Pengambilan data menggunakan instrumen tes kemampuan berpikir kreatif berbentuk uraian yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang diberi pembelajaran matematika dengan pendekatan creative problem solving lebih baik dibandingkan dengan siswa yang diberi pembelajaran matematika dengan pendekatan problem posing tipe presolution posing Analisis data menggunakan uji t Data hasil perhitungan perbedaan nilai rata-rata tes kemampuan berpikir kreatif kedua kelas diperoleh nilai thitung sebesar 1943 sedangkan ttabel dengan signifikan 5 adalah 1672 Maka dapat dikatakan bahwa thitung ttabel Hal tersebut menunjukkan hipotesis alternatif Ha diterima dan hipotesis nol H0 ditolak Dengan demikian kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang diberi pembelajaran matematika dengan pendekatan creative problem solving lebih baik dibandingkan dengan siswa yang diberi pembelajaran matematika dengan pendekatan problem posing tipe presolution posinghttp://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-kemampuan-berpikir-kreatif-matematis-siswa-yang-diberi-pendekatan-problem-posing-tipe-presolution-posing-dengan-siswa-yang-diberi-pendekatan-creative-problem-solving-di-smp-negeri-2-medan-t-a-20132014-33411.htmlFri, 28 Nov 2014 15:36:45 +0700Pengaruh metode inquiry dan motivasi belajar terhadap hasil belajar ilmu pengetahuan alam siswa di kelas V SD Negeri No 064978 Medan DenaiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 Perbedaan hasil belajar IPA siswa yang diajar dengan Metode Inquiry dan hasil belajar IPA siswa yang diajar dengan metode Konvensional 2 Perbedaan hasil belajar IPA dari siswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi dengan siswa yang mempunyai motivasi belajar rendah dan 3 Interaksi antara metode pembelajaran dengan motivasi belajar terhadap hasil belajar IPA siswa Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri No064978 Medan Denai pada semester genap tahun ajaran 20132014 Populasinya adalah seluruh siswa kelas V sebanyak 70 siswa Sampelnya adalah semua siswa yang mengambil mata pelajaran IPA sebanyak 24 siswa pada kelas A dan sebanyak 24 siswa pada kelas B Instrumen yang digunakan untuk mengumpul data adalah tes hasil belajar IPA dan angket motivasi belajar Metode penelitian menggunakan metode quasi experimen dengan desain penelitian factorial 2x2 Teknik analisis data menggunakan ANAVA pada taraf signifikan 945 005 Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa 1 Hasil belajar IPA siswa yang diajar dengan Metode Inquiry lebih tinggi daripada hasil belajar IPA siswa yang diajar dengan metode Konvensional Fhitung 1749 Ftabel 265 2 Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar IPA siswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi dengan siswa yang mempunyai motivasi belajar rendah Fhitung 1351 Ftabel 264 dan 3 Terdapat interaksi antara metode pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar IPA siswa Fhitung 1303 Ftabel 266 Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Metode Inquiry lebih baik digunakan untuk membelajarkan siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi sedangkan metode konvensional baik digunakan kepada siswa yang mempunyai motivasi belajar rendah dan terdapat interaksi antara metode pembelajaran dan motivasi belajar Implikasi dari hasil penelitian ini meninjukkan bahwa siswa yang diajarkan dengan metode Inquiry lebih tinggi hasil belajarnya daripada siswa yang diajarkan dengan metode Konvensionalhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-metode-inquiry-dan-motivasi-belajar-terhadap-hasil-belajar-ilmu-pengetahuan-alam-siswa-di-kelas-v-sd-negeri-no-064978-medan-denai-33410.htmlFri, 28 Nov 2014 15:34:36 +0700PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER NHT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI CAHAYA DI KELAS VIII SMP YPAK PTPN III SEI KARANG TP 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif Numbered Head Together NHT terhadap hasil belajar siswa pada materi cahaya di kelas VIII SMP YPAK PTPN III Sei Karang TP 20132014 dan aktifitas belajar siswa saat menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan design penelitian Two Group Pretest-Postest Design Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII yang terdiri dari 3 kelas Sampel penelitian diambil 2 kelas yang ditentukan dengan teknik cluster random sampling yaitu kelas VIIIB sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 38 orang dan kelas VIIIA sebagai kelas kontrol yang berjumlah 36 siswa Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ada 2 yaitu tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda sebanyak 15 soal yang telah divalidasikan dan lembar observasi aktifitas belajar siswa pada kelas eksperimen dan kontrol Uji Hipotesis menggunakan uji t satu pihakDari data penelitian diperoleh nilai rata-rata pretes kelas eksperimen adalah 4491 dengan standar deviasi 1207 dan 4259 dengan standar deviasi 986 Pada uji normalitas kelas eksperimen untuk pretes diperoleh Lhitung Ltabel 01056 01430 sedangkan kelas kontrol Lhitung Ltabel 013196 01480 maka data kedua kelas berdistribusi normal Pada uji homogenitas data pretes untuk kedua sampel diperoleh Fhitung Ftabel 149 178 maka kedua sampel berasal dari kelompok yang homogen Hasil penelitian menunjukkan aktivitas siswa meningkat dari pertemuan pertama kedua dan ketiga Rata-rata aktivitas pertemuan pertama adalah 6078 pertemuan kedua 7569 dan pertemuan ketiga 8283 Setelah diberikan perlakuan yang berbeda kelas eksperimen dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional diperoleh nilai postes dengan hasil rata-rata kelas eksperimen 7561 dan standar deviasi 971 dan kelas kontrol 6148 dan standar deviasi 1183 Hasil uji t satu pihak postes diperoleh thitung ttabel 569 167 maka Ha diterima dengan demikian diperoleh ada perbedaan akibat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together NHT terhadap hasil belajar siswa pada materi cahaya di kelas VIII SMP YPAK PTPN III Sei Karang TP 20132014http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-numbered-head-together-nht-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-materi--cahaya-di-kelas-viii-smp-ypak-ptpn-iii-sei-karang-tp-20132014-33409.htmlFri, 28 Nov 2014 15:31:07 +0700PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA MIND MAP TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI CAHAYA DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 PANTAI CERMIN TP 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah dengan menggunakan media mind map terhadap hasil belajar siswa pada materi cahaya di kelas VIII di SMP Negeri 1 Pantai Cermin TP 20132014Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII Semester ganjil SMP Negeri 1 Pantai Cermin terdiri dari delapan kelas Sampel penelitian ini diambil dua kelas yaitu kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-2 sebagai kelas kontrol yang masing-masing berjumlah 31 dan 32 siswa ditentukan dengan teknik cluster random sampling Kemudian diberikan perlakuan yang berbeda kelas eksperimen dengan model pembelajaran berbasis masalah dengan menggunakan media mind map dan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional Data yang digunakan dalam penelitian ini digunakan tes essay jumlah soal 10 item yang telah divalidkan oleh validator Dari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata pretes kelas eksperimen adalah 1770 dan nilai rata-rata kelas kontrol adalah 1828 Setelah pembelajaran selesai diberikan postes dengan hasil rata-rata kelas eksperimen 6177 dan kelas kontrol 4975 Dari hasil uji t diperoleh thitung 438 sedangkan ttabel 1669 Karena thitung ttabel 438 1669 maka Ho ditolak dengan menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada materi cahaya dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada pembelajaran konvensional di kelas VIII semester ganjil SMP Negeri 1 Pantai CerminTP 20132014http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-berbasis-masalah-dengan-menggunakan-media-mind-map-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada--materi-cahaya-di-kelas-viii-smp-negeri-1-pantai-cermin-tp-20132014-33408.htmlFri, 28 Nov 2014 15:26:45 +0700Penerapan pendekatan konstruktivisme dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together NHT untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar sains siswa di kelas V SD Negeri 010145 Labuhan RukuPenelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui besarnya persentase peningkatan aktivitas dan hasil belajar sains siswa pada materi sifat-sifat cahaya melalui penerapan pendekatan konstruktivisme dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT di kelas V SDN 010145 Labuhan Ruku TP 20132014 Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas PTK yaitu sebuah penelitian kolaboratif dengan teman sejawat untuk menciptakan kinerja sekolah yang lebih baik Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V yang berjumlah 32 orang terdiri dari 17 siswa perempuan dan 15 siswa laki-laki Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar dalam bentuk essai sebanyak 10 soal dan lembar observasi aktivitas siswa Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dan kuantitatifHasil penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa penerapan pendekatan konstruktivisme dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT terbukti dapat meningkatkan hasil belajar sains siswa pada materi sifat-sifat cahaya di kelas V hal ini dibuktikan dari 1 terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa sebesar 28 melalui penerapan pendekatan konstruktivisme dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT pada materi sifat-sifat cahaya di kelas V yaitu pada siklus I terdapat 56 siswa yang tergolong aktif belajar dan pada siklus II meningkat menjadi 84 siswa yang tergolong aktif belajar 2 terjadi peningkatan hasil belajar siswa sebesar 571 setelah diterapkan tindakan siklus I dibandingkan sebelum tindakan yaitu rata-rata nilai pretest sebelum diberikan tindakan sebesar 1334 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 0 dan setelah dilakukan tindakan siklus I hasil belajar sains siswa meningkat dengan rata-rata nilai postest sebesar 6281 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 66 selanjutnya setelah dilakukan perbaikan pada siklus II hasil belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 491 dibandingkan siklus I serta mengalami peningkatan sebesar 781 dibandingkan sebelum diberikan tindakan prasiklus yaitu dengan rata-rata postest siklus II sebesar 8106 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 91 3 ranah kognitif siswa yang berkembang setelah dilakukan siklus I adalah C2 sebesar 897 tinggi C1 sebesar 891 tinggi C3 sebesar 743 tinggi C5 sebesar 593 sedang C4 sebesar 504 sedang dan C6 sebesar 311 sedang Setelah dilakukan tindakan siklus II ranah kognitif siswa yang berkembang adalah C2 sebesar 100 tinggi C1 sebesar 967 tinggi C3 sebesar 944 tinggi C6 sebesar 758 tinggi C5 sebesar 690 sedang dan C4 sebesar 642 sedanghttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-pendekatan-konstruktivisme-dengan-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-numbered-head-together-nht-untuk-meningkatkan-aktivitas-dan-hasil-belajar-sains-siswa-di-kelas-v-sd-negeri-010145-labuhan-ruku-33407.htmlFri, 28 Nov 2014 15:26:36 +0700Peningkatan hasil belajar IPA materi cahaya dengan menerapkan metode inkuiri siswa kelas VIII-B MTsN Hamparan Perak Kabupaten DeliserdangPenelitian ini bertujuan untuk 1 mengetahui peningkatan proses pembelajaran yang dilakukan guru pada pembelajaran IPA dengan menerapkan metode inkuiri siswa kelas VIII-B MTsN Hamparan Perak Kabupaten Deli serdang dan 2 meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA materi cahaya dengan menerapkan metode inkuiri siswa kelas VIII-B MTsN Hamparan Perak Kabupaten Deliserdang Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus dengan subjek penelitian siswa kelas VIII-B MTsN Hamparan Perak Kabupaten Deliserdang sebanyak 30 orang yang terdiri dari 5 siswa laki-laki dan 25 siswa perempuan Teknik pengumpulan data melalui pengamatan terhadap aktivitas guru dan aktivitas siswa dan tes hasil belajar Analisis data menggunakan analisis kuantitatif dan deskriptif kualitatif dengan menentukan persentase skor rata-rata aktivitas guru skor rata-rata aktivitas siswa ketuntasan hasil belajar siswa dan kemudian menentukan kriteria keberhasilannya Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan 1 terjadi peningkatan proses pembelajaran yang dilakukan guru dengan menerapkan metode inkuiri sebesar 1427 Hal ini dapat dilihat pada persentase rata-rata aktivitas guru pada siklus I sebesar 7524 dengan kategori cukup dan pada siklus II sebesar 8951 dengan kategori baik dan 2 terjadi peningkatan hasil belajar IPA siswa Hal ini dapat dilihat dari persentase ketuntasan belajar siswa pada siklus I sebesar 6667 dan pada siklus II sebesar 8667 Dengan demikian hasil belajar siswa antara siklus I dan siklus II terjadi peningkatan sebesar 2000 Melalui uji gain ternormalisasi diperoleh sebesar 038 dalam kriteria sedanghttp://digilib.unimed.ac.id/peningkatan-hasil-belajar-ipa-materi-cahaya-dengan-menerapkan-metode-inkuiri-siswa-kelas-viiib-mtsn-hamparan-perak-kabupaten-deliserdang-33406.htmlFri, 28 Nov 2014 15:19:05 +0700PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAHTERHADAP HASIL BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI POKOK SUHU DAN KALOR DI KELAS X SMA NEGERI 16 MEDANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berdasarkan masalah terhadap hasil belajar dan kemampuan berfikir kritis siswa pada materi pokok suhu dan kalor di kelas X SMA Negeri 16 Medan Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA SMA Negeri 16 Medan yang terdiri dari 4 kelas Sampel penelitian ini diambil dua kelas yang ditentukan dengan teknik Simple Random Sampling yaitu kelas X IPA 4 sebagai kelas eksperimen dan X IPA 3 sebagai kelas kontrol yang masing-masing terdiri dari 41 siswa Sebagai alat pengumpul data dalam penelitian ini digunakan tes pilihan berganda untuk hasil belajar dan tes essay untuk berpikir kritis Sebelum tes pilihan berganda dan essay diberikan kepada siswa yang hendak diteliti terlebih dahulu tes divalidkan oleh dua orang dosen dan satu orang guru fisika sebagai validatorDari nilai rata-rata pretes diperoleh hasil belajar dan kemampuan berfikir kritis siswa pada kelas eksperimen dan kontrol berturut-turut adalah 3231 dan 2835 untuk hasil belajar serta 1603 dan 1548 untuk kemampuan berfikir kritis Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan awal kedua kelas sama Selanjutnya kedua kelas diberi perlakuan yang berbeda yaitu model pembelajaran berdasarkan masalah pada kelas eksperimen dan pembelajaran konvensional pada kelas kontrol Setelah diberi perlakuan dari nilai rata-rata postes diperoleh hasil belajar pada kelas eksperimen dan kontrol berturut-turut adalah 6554 dan 5853 Setelah diuji t diperoleh thitung 182 sedangkan ttabel 1669 dengan demikian maka thitung ttabel atau dengan kata lain terdapat perbedaan hasil belajar akibat pengaruh model pembelajaran yang dilakukan pada kedua kelas Untuk nilai rata-rata postes kemampuan berfikir kritis diperoleh pada kelas eksperimen dan kelas kontrol berturut-turut 4701 dan 2798 Setelah diuji t diperoleh thitung 811sedangkan ttabel 1669 dengan demikian maka thitung ttabel atau dengan kata lain terdapat perbedaan kemampuan berfikir kritis siswa akibat pengaruh model pembelajaran yang dilakukan pada kedua kelashttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-berdasarkan-masalahterhadap-hasil-belajar-dan-kemampuan-berfikir-kritis-siswa-pada-materi-pokok-suhu-dan-kalor-di-kelas-x-sma-negeri-16-medan-33405.htmlFri, 28 Nov 2014 15:18:33 +0700PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK TEKANAN KELAS VIII SEMESTER II SMP SWASTA MUHAMMADIYAH-06 BELAWAN TA 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran inquiry training lebih baik daripada pembelajaran konvensional pada materi pokok tekanan di kelas VIII SMP Swasta Muhammadiyah-06 BelawanJenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain two group Pre-test dan Pos-test Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII Semester II SMP Swasta Muhammadiyah-06 Belawan yang terdiri dari 7 kelas berjumlah 260 orang Sampel penelitian ini diambil dua kelas yaitu kelas VIII-3 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-1 sebagai kelas kontrol yang masing-masing berjumlah 37 siswa ditentukan dengan teknik cluster random sampling Kemudian diberikan perlakuan yang berbeda kelas eksperimen dengan model pembelajaran inquiry training dan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini digunakan tes essai yang telah divalidkan oleh validatorBerdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata pretes kelas eksperimen adalah 4381 dan nilai rata-rata kelas kontrol adalah 4405 Melalui pengujian uji hipotesis diperoleh hasil yang signifikan bahwa kemampuan awal kedua kelas adalah setara Kemudian diberikan perlakuan yang berbeda kelas eksperimen dengan model pembelajaran inquiry training dan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional Data postes yang diperoleh yaitu hasil rata-rata kelas eksperimen 8005 dan kelas kontrol 6881 Hasil ini menggambarkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran inquiry training melalui pengujian uji hipotesis terhadap hasil belajar Fisikahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-inquiry-training-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-materi-pokok-tekanan-kelas-viii-semester-ii-smp-swasta-muhammadiyah06-belawan-ta-20132014-33404.htmlFri, 28 Nov 2014 15:09:33 +0700Upaya meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA menggunakan pendekatan saintifik siswa kelas V SD Swasta Sabilina Tembung TP 2013-2014Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pelajaran IPA kelas V Sd Swasta Sabilina Tembung Kecamatan Percut seituan kabupaten Deliserdang dengan pendekatan SaintifikJenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas PTK Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan 2 orang Observer yang merupakan tenaga pengajar disekolah tersebut penelitian dilakukan untuk memberi solusi terhadap permasalahan yang dijumpai dikelas tempat penelitianSampel dalam penelitian ini adalah 40 Siswa untuk setiap Siklus I dan IIHasil analisis data membuktikan bahwa terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan menggunakan pendekatan saintifikTerjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan sangat baikPersentase perolehan skor untuk aktivitas siswa pada tes awal uji coba adalah 3000 kemudian pada Siklus I diperoleh persentase skor rata-rata 6849 untuk hasil belajar pada Siklus I diperoleh persentase rata-rata ketuntasan 8250Kemudian pada Siklus II diperoleh persentase rata-rata aktivitas siswa sebesar 9168 dan untuk hasil belajar diperoleh rata-rata ketuntasan sebesar 9265untuk memperkuat Berdasarkan pengamatan aktivitas guru siswa pendapat guru respon siswa dan hasil belajar siswa yang meliputi ketuntasan tujuan dan klasikal maka Penerapan pendekatan Saintifik dinyatakan efektif untuk pelajaran IPAhttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-aktivitas-dan-hasil-belajar-siswa-pada-pembelajaran-ipa-menggunakan-pendekatan-saintifik-siswa-kelas-v-sd-swasta-sabilina-tembung-tp-20132014-33403.htmlFri, 28 Nov 2014 15:09:21 +0700PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC TERHADAP HASIL BELAJAR SISWAPADA MATERI POKOK FLUIDA STATISDI KELAS X SMA NEGERI 1SIANTAR TP 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning dengan pendekatan Scientific dan dengan menggunakan Model Pembelajaran Konvensional terhadap hasil belajar dan aktivitas siswa pada materi pokok Fluida statis di kelas X SMA Negeri 1 Siantar TP 20132014 Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas kelas X SMA Negeri 1 Siantar yang terdiri dari 6 kelas Sampel penelitian diambil 2 kelas yang ditentukan dengan teknik cluster random sampling yaitu Kelas X IPA 1 yang terdiri dari 33 orang sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning dengan pendekatan Scientific dan kelas X IPA 2 yang terdiri dari 32 orang sebagai kelas kontrol dengan Pembelajaran Konvensional Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu pertama tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda sebanyak 20 soal dengan 5 pilihan jawaban yang sebelumnya telah dilakukan uji persyaratan tes dan instrumen yang kedua adalah lembar observasi aktivitas belajar siswa dengan menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dari hasil penelitian nilai rata-rata pretes kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing 3562 dan 3484 Setelah dilakukan uji normalitas dan dan uji homogenitas didapatkan kedua kelas berdistribusi normal dan homogen Selanjutnya adalah uji hipotesis dengan menggunakan uji t dua pihak disimpulkan bahwa kedua kelas memiliki kemampuan awal yang sama Setelah dilakukan perlakuan pada masing-masing kelas diperoleh rata-rata nilai postes kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing 7515 dan 6545 Pada hasil pengujian hipotesis dengan menggunkan uji t satu pihak diperoleh thitung ttabel yaitu 493 169 pada taraf signifikansi 945 005 Dan rata-rata aktivitas siswa kelas eksperimen dalam kategori aktif Dari data yang diperoleh maka Ha diterima yang berarti ada Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning dengan pendekatan Scientific dalam Meningkakan hasil belajar dan Aktivitas siswa pada Materi pokok Fluida statis di kelas X SMA Negeri 1 Siantar TP 20132014http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-problem-based-learning-dengan-pendekatan-scientific-terhadap-hasil-belajar-siswapada-materi-pokok-fluida-statisdi-kelas-x-sma-negeri-1siantar-tp-20132014-33402.htmlFri, 28 Nov 2014 15:02:46 +0700Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA siswa kelas VA SDN No 101731 Kampung LalangPermasalahan penelitian ini adalah apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas VA SD Negeri 101731 Kampung Lalang Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match pada mata pelajaran IPA kelas VA SD Negeri No 101731 Kampung LalangPenelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan tindakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match Subjek penelitian adalah siswa kelas VA SD Negeri 101731 Kampung Lalang Tahun Ajaran 20132014 sebanyak 36 orang siswa Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dengan meliputi kegiatan refleksi awal dan melakukan observasi untuk mengidentifikasi permasalahan yang terjadi di kelas perencanaan pembelajaran pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas dilakukan sebanyak 2 siklus dan pada setiap akhir siklus dilakukan observasi dan tes untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar siswaHasil penelitian pada siklus I menunjukkan bahwa kategori persentase motivasi belajar siswa rendah yaitu sebesar 6667 dan hasil belajarnya belum mengalami ketuntasan yaitu sebesar 6667 Setelah dilaksanakan penelitian pada siklus II diketahui bahwa motivasi belajar siswa adalah termasuk kategori tinggi yaitu sebesar 7222 dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan dan mencapai peningkatan ketuntasan belajar siswa sebesar 9722 sehingga pelaksanaan siklus pembelajaran dinyatakan sudah berhasil Dengan demikian dapat dikemukakan kesimpulan bahwa terjadi peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match pada mata pelajaran IPA di kelas VA SD Negeri No 101371 Kampung Lalang Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-make-a-match-untuk-meningkatkan-motivasi-dan-hasil-belajar-ipa-siswa-kelas-va-sdn-no-101731-kampung-lalang-33401.htmlFri, 28 Nov 2014 15:00:53 +0700Kesiapan guru pada pembelajaran IPS dalam implementasi kurikulum 2013 di kelas IV pada 3 Sekolah Dasar di Kota Medan tahun ajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan guru pada pembelajaran IPS dalam implementasi kurikulum 2013 di Kelas IV pada 3 Sekolah dasar yaitu SDN 060843 SDN 060866 Medan dan SD Swasta Perguruan Al-Azhar Medan Penelitian ini dilakukan karena pemahaman guru tentang pelaksanaan kurikulum 2013 masih rendah faktor lain minimnya sosialisasi Kurikulum 2013 yang diberikan terhadap guru sehingga hanya sebagian guru yang dapat melaksanakan kurikulum 2013 di sekolah sasaranPenelitian ini adalah penelitian kualitatif Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas IV di 3 Sekolah Dasar yang berbeda yaitu 1 orang guru kelas IV di SD Negeri 060843 Medan 1 orang guru kelas IV di SD Negeri 060866 Medan dan 1 orang guru kelas IV di SD Swasta Perguruan Al-Azhar Medan Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara observasi dan dokumentasi Hasil wawancara dan observasi menunjukkan kesiapan guru dalam implementasi kurikulum 2013 masih kurang Guru masih mengalami kendala untuk mencapai pelaksanaan pembelajaran yang optimal diantaranya pengelolaan waktu yang masih sangat terbatas sarana dan prasarana yang masih belum lengkap serta pelatihan yang diterima guru-guru masih minim faktor pendukung dalam pelaksanaan Kurikulum 2013 adalah kebijakan Kepala Sekolah dalam melakukan sosialisasi dan mengundang instruktur kurikulum ke sekolah Antusias guru juga termasuk kemampuan guru merancang pembelajaran serta memberikan motivasi yang tinggi kepada siswa sehingga siswa selalu aktif dalam pembelajaran Sedangkan yang menjadi faktor penghambat pelaksanaan Kurikulum 2013 adalah kurangnya sosialisasi dan pelatihan yang diterima guru sarana dan prasarana yang masih minim mengubah mindset siswa serta teknik penilaian yang dianggap terlalu rumit Hasil analisis data menunjukkan bahwa kesiapan guru dalam pelaksanaan Kurikulum 2013 di kelas IV pada 3 SD Kota Medan dikategorikan kurang siaphttp://digilib.unimed.ac.id/kesiapan-guru-pada-pembelajaran-ips-dalam-implementasi-kurikulum-2013-di-kelas-iv-pada-3-sekolah-dasar-di-kota-medan-tahun-ajaran-20132014-33400.htmlFri, 28 Nov 2014 14:54:41 +0700PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENTTEAMS ACHIEVEMENT DIVISION STAD BERBANTU MACROMEDIA FLASH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SUHU DAN KALOR KELAS X SEMESTER II DI SMANEGERI 1 SIANTAR NARUMONDA TP 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa mengetahui aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantu macromedia flash pada materi pokok suhu dan kalor kelas X semester II di SMA Negeri 1 Siantar Narumonda TP 20132014 Mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantu macromedia Flash terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok suhu dan kalor kelas X semester II di SMA Negeri 1 Siantar Narumonda TP 20132014Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X semester II di SMA Negeri 1 Siantar Narumonda TA20132014 yang berjumlah 7 kelas Pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 35 orang untuk kelas eksperimen dan 35 orang untuk kelas kontrol Dari analisa data diperoleh nilai rata-rata pretes kelas eksperimen 3543 pada kelas kontrol sebesar 3486 Kedua kelas berdistribusi normal karena Lhitung LTabel 01056 01497 dan homogen karena Fhitung FTabel 102 176 Dari hasil uji kemampuan awal siswa diperoleh 0228 Pada taraf nyata 945 005 diperoleh 1997 yang berarti Ho diterima sehingga dapat disimpulkan kemampuan awal siswa pada kelas eksperimen sama dengan kemampuan awal siswa pada kelas kontrol Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh para observator dengan berpedoman pada lembar observasi aktivitas siswa disimpulkan bahwa nilai rata-rata aktivitas siswa yaitu 7122 termasuk kategori cukup aktif Untuk postest diperoleh nilai rata-rata postest kelas eksperimen 7157 pada kelas kontrol sebesar 6586 Kedua kelas menunjukkan berdistribusi normal dan homogen Dari hasil uji hipotesis diperoleh 2092 Pada taraf nyata 945 005 diperoleh 1669 yang berarti Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan akibat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division STAD berbantu macromedia flash terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok suhu dan kalor kelas X semester II di SMA Negeri 1 Siantar Narumonda TP 20132014http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-studentteams--achievement-division-stad-berbantu-macromedia-flash-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-materi-pokok-suhu-dan-kalor-kelas-x-semester-ii--di-smanegeri-1-siantar-narumonda-tp-20132014-33399.htmlFri, 28 Nov 2014 14:52:44 +0700PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERPINDAHAN KALOR DAN ASAS BLACK DI KELAS X SEMESTERII SMA STTHOMAS 3 MEDAN TA 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hasil belajar siswa dengan model pembelajaran kontekstual dan pembelajaran konvensional beserta mengetahui aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran dengan model pembelajaran kontekstual pada materi perpindahan kalor dan asas black di kelas X semester II SMA St Thomas 3 Medan TA 20132014Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain two group Pre-tes dan Pos-tes Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas X Semester II SMA StThomas 3 Medan Pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling dengan mengambil 2 kelas dari 5 kelas yaitu kelas X-1 sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 32 orang dan kelas X-2 sebagai kelas kontrol yang berjumlah 32 orang Instrumen yang digunakan ada dua yaitu hasil belajar dan lembar aktivitas Berdasarkan analisa data nilai rata-rata pretes kelas eksperimen 475 dan nilai rata-rata kelas kontrol 5156 Kemudian diberikan perlakuan yang berbeda kelas eksperimen dengan model pembelajaran kontekstual dan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional Maka nilai rata-rata postes kelas eksperimen 7453 dan kelas kontrol 6859 Hasil uji t diperoleh thitung 241 dan ttabel 199 sehingga thitung ttabel maka Ha diterima yang berarti ada pengaruh yang signifikan antara hasil belajar siswa dengan model pembelajaran kontekstual dan pembelajaran konvensional pada materi perpindahan kalor dan asas balck di kelas X semester II SMA St Thomas 3 Medan TA 20132014http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-kontekstual-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-materi-perpindahan-kalor-dan-asas-black-di--kelas-x-semesterii--sma-stthomas-3-medan-ta-20132014-33398.htmlFri, 28 Nov 2014 14:48:05 +0700Analisis kesiapan guru dalam implementasi kurikulum 2013 pada materi pelajaran IPS di 5 SMP Kota MedanPenelitian ini mengkaji tentang kesiapan guru dalam implementasi Kurikulum 2013 pada mata pelajaran IPS di 5 SMP Kota Medan Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah bagaimana kesiapan para guru sasaran dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 pada mata pelajaran IPS Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menganalisis kesiapan guru dalam Implementasi Kurikulum 2013 pada mata pelajaran IPS di 5 SMP Kota Medan Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif Objek dalam penelitian ini adalah guru-guru sasaran di 5 SMP Kota medan dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 Tingkat kesiapan guru diperoleh melalui pengumpulan data dengan teknik wawancara dan observasi Melalui hasil wawancara dengan para guru sasaran dapat diketahui pemahaman guru tentang Kurikulum 2013 belum optimal hal ini disebabkan minimnya sosialisasi dan pelatihan yang diberikan terhadap guru masih ada guru sasaran yang baru satu kali mengikuti sosialisasi dan pelatihan yang diadakan Pemerintah bahkan ada juga guru yang belum pernah sama sekali mengikuti sosialisasi dan pelatihan sehingga pemahaman guru tentang Kurikulum 2013 sangat kurang akibatnya guru belum mampu menerapkan Kurikulum 2013 di dalam kelas dengan demikian dari hasil observasi juga sangat terlihat pelaksanaan Kurikulum 2013 pada pembelajaran IPS yang diterapkan guru di dalam kelas belum terlaksana sesuai dengan yang diharapkan Pemerintah guru masih menggunakan proses pembelajaran seperti pada Kurikulum lama hal ini disebabkan guru terkendala pada 1 pengelolaan waktu waktu yang sangat terbatas menyebabkan kegiatan pembelajaran tidak selesai pada waktu yang ditentukan 2 buku pelajaran sebagian besar buku pelajaran yang diterima sekolah sasaran masih sangat terbatas dalam satu meja yang terdiri dari dua orang siswa hanya memperoleh satu buku akibatnya materi pembelajaran susah dipahami siswa 3 proses penilaian penilaian adalah hal tersulit yang dialami guru dalam pelaksanaan Kurikulum 2013 penilaian yang harus terstruktur dan dideskripsikan membuat guru terkendala dalam pelaksanaannya Dari hasil wawancara dan observasi terhadap guru-guru sasaran dapat diketahui kesiapan guru dalam implementasi Kurikulum 2013 pada mata pelajaran IPS masih belum optimal karena minimnya sosialisasi dan pelatihan yang diberikan kepada guru-guru sasaranhttp://digilib.unimed.ac.id/analisis-kesiapan-guru-dalam-implementasi-kurikulum-2013-pada-materi-pelajaran-ips-di-5-smp-kota-medan-33397.htmlFri, 28 Nov 2014 14:46:40 +0700Pengaruh teknik pembelajaran dan gaya belajar terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN 014680 Buntu Pane KisaranPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 Hasil belajar IPS siswa yang diajar dengan teknik kunjungan lapangan dibandingkan dengan hasil belajar IPS siswa yang diajar dengan teknik penyajian secara kasus 2 Hasil belajar IPS siswa yang memiliki gaya belajar visual dibandingkan dengan siswa yang memiliki gaya belajar auditori dan 3 Interaksi antara teknik pembelajaran dengan gaya belajar terhadap hasil belajar IPS siswa Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri No014680 Buntu Pane Kisaran pada semester genap tahun ajaran 20132014 Populasinya adalah seluruh siswa kelas IV sebanyak 50 siswa Sampelnya adalah semua siswa yang mengambil mata pelajaran IPS sebanyak 25 siswa pada kelas IVA dan sebanyak 25 siswa pada kelas IV B Instrumen yang digunakan untuk mengumpul data adalah tes hasil belajar IPS dan angket gaya belajar Metode penelitian menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain penelitian faktorial 2x2 Teknik analisis data menggunakan ANAVA pada taraf signifikan 945 005 Hasil penelitian menunjukkan 1 Hasil belajar IPS siswa yang diajarkan dengan teknik kunjungan lapangan lebih tinggi dibadingkan dengan teknik penyajian kasus Fhitung 1986 Ftabel 405 2 Hasil belajar IPS Siswa yang memiliki gaya belajar visual lebih tinggi dibandingkan dengan gaya belajar auditori Fhitung 865 Ftabel 405 3 Terdapat interaksi teknik pembelajaran dan gaya belajar siswa dalam mempengaruhi hasil belajar IPS siswa auditori Fhitung 652 Ftabel 405 Data ini menunjukkan teknik pembelajaran dan gaya belajar berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-teknik-pembelajaran-dan-gaya-belajar-terhadap-hasil-belajar-ips-siswa-kelas-iv-sdn-014680-buntu-pane-kisaran-33396.htmlFri, 28 Nov 2014 14:39:28 +0700PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK KALOR DI KELAS VII SEMESTER II SMP SWASTA AN-NIZAM MEDAN TP 20132014Penelitian ini betujuan untuk mengetahui 1 hasil belajar fisika siswa dengan menggunakan model pembelajaran inquiry training dan menggunakan pembelajaran konvensional 2 aktivitas siswa selama mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran inquiry training dan menggunakan pembelajaran konvensional 3 perbedaan akibat pengaruh penerapan model pembelajaran inquiry training terhadap hasil belajar siswaJenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian two group pretest-posttest design Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VII Semester II SMP Swasta An-Nizam Medan yang terdiri dari 3 kelas Pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling dengan mengambil 2 kelas dari 3 kelas yaitu kelas VII-A sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 35 orang dan kelas VII-C sebagai kelas kontrol yang berjumlah 35 orang Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu 1 tes hasil belajar 2 lembar observasi Tes hasil belajar berbentuk tes esai sebanyak 12 soal yang telah dinyatakan valid oleh tim validator Lembar observasi terdiri dari penilaian aktivitas afektif dan keterampilan Uji hipotesis menggunakan uji tDari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata pretes kelas eksperimen 3465 dengan standar deviasi 131 dan nilai rata-rata postes 7648 dengan standar deviasi 86 Sedangkan pada kelas kontrol nilai rata-rata pretes 3174 dengan standar deviasi 118 dan nilai rata-rata postes 6834 dengan standar deviasi 86 Peningkatan aktivitas belajar di kelas eksperimen yaitu 7094 dan pada kelas kontrol 6087 sehingga disimpulkan kelas eksperimen mengalami peningkatan aktivitas lebih tinggi dari pada kelas kontrol Peningkatan afektif siswa kelas eksperimen 6220 dan kelas kontrol 5760 sehingga disimpulkan kelas eksperimen mengalami peningkatan afektif lebih tinggi dari pada kelas kontrol Perkembangan keterampilan siswa kelas eksperimen mengalami peningkatan pada pertemuan I 6905 pertemuan II 7094 pertemuan III 7284 Jadi nilai rata-rata keterampilan siswa selama pembelajaran adalah 7094 dengan kriteria aktif Dari uji hipotesis diperoleh data postes bahwa thitung 3650 pada taraf signifikan 945 005 dan harga ttabel 1669 Sehingga thitung ttabel 3960 1668 maka Ho ditolak dan Ha diterima Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh dari penerapan model pembelajaran inquiry training pada materi kalor di kelas VII Semester II SMP Swasta An-Nizam TP 20132014http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-inquiry-training-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-materi-pokok-kalor-di-kelas-vii-semester-ii-smp-swasta-annizam-medan-tp-20132014-33395.htmlFri, 28 Nov 2014 14:39:05 +0700THE EFFECT OF COOPERATIVE LEARNING MODEL TYPE OF JIGSAW BASED ON MIND MAPPING ON STUDENTS LEARNING OUTCOMES IN THE TEMPERATURE AND HEAT SUBJECT MATTER IN CLASS X EVEN SEMESTER SMA NEGERI 3 MEDAN LEARNING YEAR 20132014http://digilib.unimed.ac.id/the-effect-of-cooperative-learning-model-type-of-jigsaw-based--on-mind-mapping-on--students-learning-outcomes-in-the-temperature-and-heat-subject--matter-in-class-x-even-semester-sma-negeri-3-medan-learning-year-20132014-33394.htmlFri, 28 Nov 2014 11:57:46 +0700PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE TRUE OR FALSE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PEMBELAJARAN IKATAN KIMIA KELAS X SMAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan strategi pembelajaran aktif tipe true or false terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi pembelajaran ikatan kimia kelas X SMA Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X dan sampel penelitian ini sebanyak 2 kelas yaitu kelas eksperimen yang diajarkan dengan strategi pembelajaran true or false dan kelas kontrol yang diajarkan tanpa menggunakan strategi pembelajaran true or false Hasil pengolahan data diperoleh data pretest dan postest berdistribusi normal dan kedua kelas sampel homogen Dan setelah data tersebut dianalisis diperoleh peningkatan hasil belajar siswa kelas eksperimen adalah sebesar 49 dan peningkatan hasil belajar siswa kelas kontrol adalah sebesar 33 Dan sesuai dengan uji-t diperoleh bahwa thitung ttabel yaitu 26281675 maka hipotesis diterima Ho ditolak yaitu hasil belajar dengan penerapan strategi pembelajaran aktif tipe true or false lebih tinggi dari hasil belajar siswa tanpa penerapan strategi pembelajaran aktif tipe true or false pada materi pembelajaran ikatan kimiaSedangkan untuk mengetahui hubungan aktivitas siswa dengan hasil belajar dilakukan uji regresi linier dengan membandingkan nilai F yang diperoleh F-hit dengan F tabel005126422 pada 945005 dengan kriteria jika F-hit F-tabel yaitu 3063422 maka Ho ditolak yang berarti ada hubungan aktivitas yang ditimbulkan melalui penerapan strategi pembelajaran aktif tipe true or false terhadap peningkatan hasil belajar siswa SMA kelas X pada materi pembelajaran ikatan kimia Dengan itu diperoleh koefisien determinasi koefisien regresi dalam persen adalah 552 Maka sumbangan variabel X aktivitas belajar terhadap variabel Y hasil belajar adalah 552http://digilib.unimed.ac.id/penerapan-strategi-pembelajaran-aktif-tipe-true-or-false-untuk-meningkatkan-aktivitas-dan-hasil-belajar-siswa-pada-materi-pembelajaran-ikatan-kimia-kelas-x-sma-33393.htmlFri, 28 Nov 2014 11:52:47 +0700ASSESSMENT IMPLEMENTATION IN DAILY EXAM UH BY PHYSICS TEACHER IN SENIOR HIGH SCHOOL SMA PILOTING CURRICULUM 2013 IN MEDANhttp://digilib.unimed.ac.id/assessment-implementation-in-daily-exam-uh-by-physics-teacher-in-senior-high-school-sma-piloting-curriculum-2013-in-medan-33392.htmlFri, 28 Nov 2014 11:47:13 +0700THE EFFECT OF GUIDED DISCOVERY LEARNING MODEL ON THE STUDENTS ACHIEVEMENT IN TEMPERATURE TOPIC AT VII GRADE IN SMP N 1 TEBING TINGGI ACADEMIC YEAR 20132014http://digilib.unimed.ac.id/the-effect-of-guided-discovery-learning-model-on-the-students-achievement-in-temperature-topic-at-vii-grade-in-smp-n-1-tebing-tinggi-academic-year-20132014-33391.htmlFri, 28 Nov 2014 11:25:20 +0700KESIAPAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DENGAN PEMANFAATAN ALAM SEKITAR SEKOLAH PADA MATERI POKOK INSECTA UNTUK MENGETAHUI HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 HAMPARAN PERAK KABUPATEN DELI SERDANG T P 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan alam sekitar sekolah terhadap hasil belajar siswa kelas X pada sub materi pokok insecta di SMA Negeri 1 Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang Jenis penelitian ini adalah eksperimen Penelitian ini dengan pendekatan keterampilan proses sains model pengamatan dan metode diskusi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X yang berjumlah 190 siswa Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X1 yang berjumlah 38 siswa dimana teknik pengambilan sampel secara acak random sampling Alat pengumpulan data dalam penelitian ini berupa tes pilihan berganda yang terdiri dari 25 item untuk ranah kognitif lembar observasi untuk ranah afektif dan ranah psikomotorik Dari analisis data diperoleh bahwa 1 nilai rata-rata ujian 798 dengan SD 094 Dari 38 siswa terdapat 32 siswa atau 84 siswa yang telah tuntas belajar dan 6 siswa atau 16 siswa yang belum tuntas belajar Secara klasikal ketuntasan belajar siswa telah terpenuhi 2 Nilai rata-rata hasil observasi ranah afektif 855 dan ranah psikomotorik 97 Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan pemanfaatan alam sekitar sekolah sangat efektif diterapkan pada pembelajaran materi pokok insecta di SMA Negeri 1 Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang Tahun Pembelajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/kesiapan-implementasi-kurikulum-2013-dengan-pemanfaatan-alam-sekitar-sekolah-pada-materi-pokok-insecta-untuk-mengetahui-hasil-belajar-siswa-kelas-x-sma-negeri-1-hamparan-perak-kabupaten-deli-serdang-t-p--20132014-33390.htmlFri, 28 Nov 2014 11:17:32 +0700ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM RESPIRASI DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 TANJUNGTIRAM TAHUN PEMBELAJARAN 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar siswa pada materi sistem respirasi di kelas XI dari aspek kognitif indikator pembelajaran dan faktor penyebab kesulitan belajar siswa pada materi sistem respirasi di kelas XI SMA Negeri 1 Tanjungtiram Tahun Pembelajaran 20132014Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI yang berjumlah 65 orang Sampel diambil secara total yaitu dua kelas XI IPA1 dan XI IPA2 yang memiliki rata-rata hasil belajar 6150070 Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar siswa pada materi sistem respirasi dan angket kesulitan belajarHasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kesulitan belajar siswa pada aspek kognitif tingkat pengetahuan C1 sebesar 5962 yang dimasukkan ke dalam kategori sangat tinggi persentase kesulitan belajar siswa pada aspek kognitif tingkat pemahaman C2 sebesar 5347 yang di masukkan ke dalam kategori sangat tinggi persentase kesulitan belajar siswa pada aspek kognitif tingkat penerapan C3 sebesar 4131 yang di masukkan ke dalam kategori tinggi persentase kesulitan belajar siswa pada aspek kognitif tingkat analisis C4 sebesar 5231 yang di masukkan ke dalam kategori sangat tinggi persentase kesulitan belajar siswa pada aspek kognitif tingkat sintesis C5 sebesar 5385 yang di masukkan ke dalam kategori tinggi dan persentase kesulitan belajar siswa pada aspek kognitif tingkat kreasi C6 sebesar 3231 yang di masukkan ke dalam kategori sedang Sedangkan persentase kesulitan-kesulitan belajar siswa dari aspek indikator pembelajarannya pada indikator-1 sebesar 5725 di masukkan ke dalam kesulitan sangat tinggi pada indikator-2 sebesar 50 di masukkan ke dalam kesulitan tinggi pada indikator-3 sebesar 5283 di masukkan ke dalam kesulitan tinggi dan pada indikator-4 sebesar 4615 di masukkan ke dalam kesulitan sangat tinggi Faktor penyebab kesulitan belajar siswa yang mendukung pada materi sistem respirasi yaitu faktor intelegensi minat motivasi dan materi pembelajaran dan faktor lainnya seperti kesehatan psikiatik lingkungan keluarga dan media kurang mendukung dalam menyebabkan kesulitan belajar siswahttp://digilib.unimed.ac.id/analisis-kesulitan-belajar-siswa-pada-materi-sistem-respirasi-di-kelas-xi-ipa-sma-negeri-1-tanjungtiram-tahun-pembelajaran-20132014-33389.htmlFri, 28 Nov 2014 11:13:28 +0700Persepsi dan Tingkat Pengetahuan Guru dan Siswa tentang Keanekaragaman Hayati dan Pemanasan Globaldi SMA Negeri Se-Kabupaten Pakpak BharatTahun Pembelajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana tingkat pengetahuan guru dan siswa tentang keanekaragaman hayati dan pemanasan global serta melihat persepsi guru dan siswa mengenai lingkungan hidup melalui angket tentang keanekaragaman hayati dan pemanasan global Populasi pada penelitian ini adalah seluruh guru dan siswa kelas XI IPA SMA Negeri Se-Kabupaten Pakpak Bharat dimana yang mewakili tiap sekolah adalah 1 kelas yang jumlah muridnya 40 orang dan 1 orang guru saja Dari analisis data diperoleh bahwa tingkat pengetahuan guru 976 3578 berbeda nyata dibanding dengan tingkat pengetahuan siswa 7609 10571 Sedangkan tingkat pengetahuan siswa laki-laki 7545 10801 cenderung rendah dibanding tingkat pengetahuan siswa 7658 10433 tidak berbeda nyata Sedangkan dari analisis data yang di kaji diperoleh hasil persepsi guru dan siswa itu 886 2702 tidak berbeda nyata dibanding skor persepsi siswa 8323 4949 Sama halnya dengan hasil persepsi siswa laki-laki dan perempuan dimana hasil persepsi siswa laki-laki 8279 5359 tidak berbeda nyata dibanding hasil persepsi siswa perempuan 8357 4610 Dengan demikian hasil tingkat pengetahuan guru dan siswa tentang keanekaragaman hayati dan pemanasan global sudah berada pada kategori baikhttp://digilib.unimed.ac.id/persepsi-dan-tingkat-pengetahuan-guru-dan-siswa-tentang-keanekaragaman-hayati-dan-pemanasan-globaldi-sma-negeri-sekabupaten-pakpak-bharattahun-pembelajaran-20132014-33388.htmlFri, 28 Nov 2014 11:08:18 +0700PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN INOVATIF STOIKIOMETRI SESUAI KURIKULUM 2013 BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PBLPengembangan modul pembelajaran inovatif untuk pengajaran stoikiometri sesuai kurikulm 2013 dijelaskan dalam penelitian ini Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Cerdas Murni Medan yang terdiri dari 3 kelas pararel kemudian diambil secara acak 2 kelas utuk dijadikan polulasi satu kelas sebagai kelas eksperimen dan satu kelas lainnya sebagai kelas kontrol Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data disediakan 40 soal setelah divalidasi diambil 20 soal dan digunakan untuk mengumpulkan data dari kelas eksperimen dan kontrol Penelitian dilakukan untuk mengembangkan dan menstandarisasi modul pembelajaran stoikimetri untuk mengetahui efektivitas peningkatan hasil belajar siswa Standarisasi modul pembelajaran diketahui dari pemberian angket terhadap guru dan siswa Efektivitas modul pembelajaran dalam pengajaran stoikiometri diketahui dari kemampuan siswa mengerjakan soal kimia sebelum dan sesudah proses pengajaran yang dilakukan sebanyak 2 kali dalam selang waktu sebulan Setelah melakukan uji coba modul stoikiometri hasil penilaian guru kimia terhadap modul sangat baik dikisaran 326 400 tepatnya pada 335 yang berarti modul valid dan tidak perlu direvisi dan memenuhi standart sebagai media pembelajaran Modul pembelajaran inovatif diitegrasikan dengan model pembelajaran Problem Based Learning PBL untuk mempermudah penyampaian konsep modul Pembelajaran dengan modul sangat efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata post test siswa di kelas eksperimen adalah 7683 lebih tinggi dari kelas kontrol 6983 dengan thitung ttabel 8231319 Persen peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen adalah 5350 dan pada kelas kontrol adalah 5012 Setelah dilakukan perhitungan maka didapat perbedaan signifikasi peningkatan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah 14 96 pada pokok bahasan stoikiometrihttp://digilib.unimed.ac.id/pengembangan-modul-pembelajaran-inovatif-stoikiometri-sesuai-kurikulum-2013-berbasis-model-pembelajaran-problem-based-learning-pbl-33387.htmlFri, 28 Nov 2014 11:02:17 +0700Perbedaan Pendekatan Kontekstual Menggunakan Multimedia dan Tanpa Multimedia Terhadap Hasil Belajar Materi Struktur dan Fungsi Jaringan Pada Tumbuhan Pada Siswa Kelas XI IPA SMANegeri 2 Sidikalang Tahun Pembelajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pendekatan kontekstual menggunakan multimedia dan tanpa multimedia terhadap hasil belajar materi struktur dan fungsi jaringan pada tumbuhan pada siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Sidikalang tahun pembelajaran 20132014 Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dimana populasinya adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Sidikalang yang terdiri dari 4 kelas yang berjumlah 128 orang Sampel diambil dengan teknik Cluster Random Sampling dan diperoleh sampel sebanyak 2 kelas yaitu kelas XI IPA3 sebagai kelas eksperimen diajar dengan Pendekatan Kontekstual Menggunakan Multimedia dan kelas XI IPA4 sebagai kelas kontrol diajar dengan Pendekatan Kontekstual Tanpa Multimedia Masing-masing kelas berjumlah 32 orang Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal pilihan berganda sebanyak 30 soal yang digunakan sebagai soal pre-test dan post-test Hasil analisis data menunjukkan post-test kelas eksperimen memiliki rata-rata sebesar 7427 dengan standard deviasi 1241 dan kelas kontrol memiliki rata-rata post-test sebesar 6828 dan standard deviasi 1021 Dari uji hipotesis penelitian dengan menggunakan uji-t harga t hitung 529 dan t tabel 1673 Jika dibandingkan harga t hitung dengan t tabel diperoleh t hitung t tabel 529 1673 Berdasarkan kiteria penerimaan dan penolakan hipotesis maka Ha diterima dan Ho ditolak Maka disimpulkan bahwa ada perbedaan pendekatan kontekstual menggunakan multimedia dan tanpa multimedia terhadap hasil belajar materi struktur dan fungsi jaringan pada tumbuhan pada siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Sidikalang tahun pembelajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-pendekatan-kontekstual-menggunakan-multimedia-dan-tanpa-multimedia-terhadap-hasil-belajar-materi-struktur-dan-fungsi-jaringan-pada-tumbuhan-pada-siswa-kelas-xi-ipa-smanegeri-2-sidikalang-tahun-pembelajaran-20132014-33386.htmlFri, 28 Nov 2014 10:57:38 +0700ANALYSIS OF STUDENTS LEARNING DIFFICULTIES ON FUNGI SUBJECT MATTER IN GRADE X SCIENCE OF SMA NEGERI 3 MEDAN ACADEMIC YEAR 20132014http://digilib.unimed.ac.id/analysis-of-students-learning-difficulties-on-fungi-subject-matter-in-grade-x-science-of-sma-negeri-3-medan-academic-year-20132014-33385.htmlFri, 28 Nov 2014 10:52:24 +0700THE EFFECT OF MIND MAP STRATEGY ON STUDENT LEARNING OUTCOMES AT TOPIC SENSORY SYSTEM IN CLASS XI SMA NEGERI 11 MEDAN ACADEMIC YEAR 20132014This study investigates the effect of Mind Map strategy on learningoutcome of student at topic sensory system The design adopted in the researchwas a quasi-experimental pretest and posttest method The population of the studyincluded all student class XI IPA SMA Negeri 11 Medan are 223 There were 2classes chosen as the sample by applying purposive sampling technique Thosetwo classes are class XI IPA 5 that selected to be mind map class and XI IPA 6students that selected to be without mind map class The instrument used in thisresearch was an objectives test that consist of 30 multiple choice questions thathave been validated by validator The result of hypothesis test for posttest showedthat tcount 428 ttable 2383 P 0001 at the level significance of 001 meansthat Ha was accepted and H0 was rejected The average of student learningoutcome in mind map class was 7395 while in without mind map class was6716 From the calculation of t-test obtained tcalculate ttable 428 2383 Itmeans Ho was rejected and Ha was accepted that means mind map has asignificant effect on student learning outcome at topic sensory system in class XIIPA SMA Negeri 11 Medan academic year 20132014http://digilib.unimed.ac.id/the-effect-of-mind-map-strategy-on-student-learning-outcomes-at-topic-sensory-system-in-class-xi-sma-negeri-11-medan-academic-year-20132014-33384.htmlFri, 28 Nov 2014 10:46:57 +0700Makna Gerak Tari Faluaya Tari Perang Pada Masyarakat Nias Selatan di Kota MedanTujuan penelitian pada penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah Tari Faluaya Tari Perang ragam gerak Tari Faluaya Tari Perang dan mengetahui makna gerak Tari Faluaya Tari Perang berdasarkan aspek kognitif dan aspek afektif Populasi pada penelitian ini ialah masyarakat Nias Selatan yang berurbanisasi ke Kota Medan budayawan Nias Selatan penari Faluaya dan Tari Faluaya Sedangkan sampel pada penelitian ini ialah budayawan Nias Selatan penari Faluaya dan Tari FaluayaDalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa penjelasan berdasarkan wawancara dengan narasumber Selain itu penelitian ini juga menggunakan metode studi kepustakaan observasi dan dokumentasiTari Faluaya Tari Perang ini berasal dari Nias Selatan Tarian ini ada sejak 500 tahun yang lalu Tari Faluaya Tari Perang ini lhir bersamaan dengan Hombo Batu Lompat Batu Dahulu kala Tari Faluaya Tari Perang ini merupakan tari pemacu semangat para pasukan perang sebelum berperang Namun karena perkembangan zaman dan kebutuhan entertain tarian ini bukan lagi sebagai tari pemacu semangat melainkan sebagai tari upacara penyambutan tokoh masyarakat pertunjukkan dan bahkan sebagai tari hiburan Tari Faluaya Tari Perang ini tidak diiringi oleh alunan musik sebagai musik pengiring tari melainkan tarian ini diiringi oleh syair lagu Tarian ini biasa ditarikan secara kelompok dengan dipimpin oleh seorang komandan atau kepala suku yang biasa disebut dengan Si Ulu Ragam gerak pada Tari Faluaya Tari Perang terdiri dari 5 ragam yaitu gerak fale gerak fahizale gerak ohigab gerak si li dan gerakfaluaya zan Ragam gerak tersebut memiliki makna gerak berdasarkan aspek kognitifnya ialah pengaturan diri komandan perang dalam memerintahkan pasukan untuk berkumpul berperang kemudian meneriakkan yel yel pembangkit semangat bagi pasukan perang Dan pengaturan diri dari pasukan perang untuk mempertegas karakter dari seorang kesatria dan kewibawaan dari seorang kesatria tangguh yang berperang melawan musuh di medan perang Dan pengungkapan rasa bahagia setelah menang melawan musuh Makna gerak berdasarkan aspek afektifnya ialah sikap seorang komandan perang dalam memerintahkan pasukan untuk berkumpul dan berperang kemudian meneriakkan yel yel pembangkit semangat bagi pasukan perang Dan sikap tegas dari pasukan perang untuk menunjukkan sifat seorang kesatria dan menunjukkan kewibawaan seorang kesatria yang tangguh Dan pengungkapan rasa bahagia setelah menang melawan musuhhttp://digilib.unimed.ac.id/makna-gerak-tari-faluaya-tari-perang-pada-masyarakat-nias-selatan-di-kota-medan-33383.htmlFri, 28 Nov 2014 10:46:46 +0700PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN MIND MAP UNTUK PENINGKATAN HASIL DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN DI KELAS VIII-A SMP NEGERI 1 LAGUBOTI TP 20132014Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil dan aktivitas belajar siswadengan menerapkan strategi pembelajaran Mind Map pada materi struktur dan fungsijaringan tumbuhan di kelas VIII-A SMP Negeri 1 Laguboti TP 20132014Penelitian ini dilakukan bulan Desember sd April 2014 Subjek penelitian ini adalahsiswa kelas VIII-A SMP Negeri 1 Laguboti berjumlah 23 orang Jenis penelitian iniadalah Penelitian Tindakan Kelas PTK dengan penerapan strategi pembelajaranMind Map Parameter yang diamati adalah hasil belajar kemampuan siswa membuatpeta pikiran aktivitas belajar siswa Pada analisis penilaian pembuatan peta pikiranuntuk peta pikiran awalcontoh diperoleh persentase nilai rata-rata 609 dengankategori cukup siklus I 675 dengan kategori cukup dan siklus II 80 dengankategori baik Hasil analisis data hasil belajar yang dilakukan pada siklus I diperolehnilai rata-rata 806 dan siklus II 872 Persentase peningkatan hasil belajar siswasebesar 66 Analisis aktivitas siswa menggunakan strategi Mind Map menunjukkanadanya peningkatan Siklus I diperoleh rata-rata persentase perolehan nilai sebesar5761 kategori cukup dan pada siklus II sebesar 7065 kategori baik Persentasepeningkatan aktivitas belajar siswa adalah 1304http://digilib.unimed.ac.id/penerapan-strategi-pembelajaran-mind-map-untuk-peningkatan-hasil-dan-aktivitas-belajar-siswa-pada-materi-pokok-struktur-dan-fungsi-jaringan-tumbuhan-di-kelas-viiia-smp-negeri-1-laguboti-tp-20132014-33382.htmlFri, 28 Nov 2014 10:41:24 +0700PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE TPS DENGAN NUMBERED HEAD TOGETHER NHT PADA MATERI PERMASALAHAN LINGKUNGAN DI KELAS X SMA NEGERI 1 KEC BINJAI TP 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar siswa yang diajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share TPS dengan tipe Numbered Head Together NHT pada materi Permasalahan Lingkungan di SMA Negeri 1 Kec Binjai TP 20132014 dengan pengajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif Think-Pair-Share TPS sebagai kelas eksperimen I dan pengajaran menggunakan pembelajaran kooperatif Numbered Head Together NHT sebagai kelas eksperimen II Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X-2 dan X-5 Pada kelas X-5 diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif Think-Pair-Share TPS dan kelas X-2 diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif Numbered Head Together Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Think-Pair-Share TPS lebih tinggi dibandingkan pada pembelajaran kooperatif Numbered Head Together NHT dimana diperoleh 773773773 8288 SD 874 untuk kelas eksperimen I Sedangkan pada kelas eksperimen ke II diperoleh 773773773 7811 SD 1109 Hasil analisis data menunjukkan thitungttabel 202 167 Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pebandingan hasil belajar siswa yang diajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share TPS dengan tipe Numbered Head Together NHT pada materi Permasalahan Lingkungan di SMA Negeri 1 KecBinjai TP 20132014 yaitu sebesar 32 untuk keunggulan TPShttp://digilib.unimed.ac.id/perbandingan-hasil-belajar-siswa-melalui-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-think-pair-share-tps-dengan-numbered-head-together-nht-pada-materi-permasalahan-lingkungan-di-kelas-x-sma-negeri-1-kec-binjai-tp-20132014-33381.htmlFri, 28 Nov 2014 10:35:40 +0700EFEKTIFITAS STRATEGI MNEMONIK TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK DUNIA TUMBUHAN PLANTAE KELAS X SMA SWASTA RA KARTINI SEI RAMPAH TAHUNPEMBELAJARAN 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektifitas belajar siswa dengan menggunakan strategi pembelajaran mnemonik pada materi pokok dunia tumbuhan Plantae kelas X SMA Swasta RA Kartini Sei Rampah tahun pembelajaran 20132014 Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Swasta RA Kartini Sei Rampah pada tahun ajaran 20132014 yang terdiri dari 2 kelas sebanyak 76 siswa sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas X-2 yang berjumlah 38 orang siswa dimana teknik pengambilan sampel dilakukan sesuai dengan rekomendasi yang merupakan teknik pengambilan purposive sampling Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif Alat pengumpulan data dalam penelitian ini berupa tes pilihan berganda Terdiri dari 20 item soal Nilai rata-rata siswa sebelum dilakukan strategi mnemonik adalah 5026 sedangkan setelah diterapkan strategi mnemonik diperoleh nilai rata-rata kelas 7868 dan standar deviasi sebesar 216 Efektifitas strategi pembelajaran mnemonik dapat dilihat dari empat indikator yaitu 1 tingkat penguasan siswa 2 ketuntasan belajar siswa 3 ketercapaian tujuan pembelajaran khusus dan 4 hasil observasi Hasil analisa data diperoleh bahwa 1 tingkat penguasaan siswa terhadap pembelajaran sebesar 7868 sehingga syarat ketercapaian tingkat penguasaan siswa terpenuhi 2 Dari 38 sampel terdapat 35 orang 9211 yang telah tuntas belajar 3 Tujuan Pembelajaran Khusus adalah 80 dan dinyatakan tuntas4 Dari lembar observasi kegiatan pembelajaran dengan strategi mnemonik adalah sangat baik Berdasarkan keefektifan pada penelitian ini disimpulkan bahwa pembelajaran dengan strategi mnemonik efektif untuk digunakan pada materi pokok dunia tumbuhan Plantae kelas X SMA Swasta RA Kartini Sei Rampah Tahun pembelajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/efektifitas-strategi-mnemonik-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-materi-pokok-dunia-tumbuhan-plantae-kelas-x-sma-swasta-ra-kartini-sei-rampah-tahunpembelajaran-20132014-33380.htmlFri, 28 Nov 2014 10:25:42 +0700PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF MENCARI PASANGAN KARTU INDEX CARD MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PEMBELAJARAN SISTEM PERTAHANAN TUBUH PADA MANUSIA DI KELASXI IPA-4 SMA NEGERI 2 LUBUK PAKAMTAHUN PEMBELAJARAN 20132014Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam kegiatan mengajar di kelas melalui strategi pembelajaran aktif mencari pasangan kartu Index Card Match pada materi Sistem Pertahanan Tubuh pada Manusia di kelas XI IPA-4 SMA Negeri 2 Lubuk Pakam Tahun Pembelajaran 20132014 Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas PTK yang terdiri dari dua siklus Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Lubuk Pakam dan subjek penelitian ini adalah kelas XI IPA-4 yang berjumlah 36 orang siswa Instrument yang digunakan adalah tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda serta lembar observasi untuk pengamatan aktivitas belajar siswa selama pembelajaran Dari hasil analisis data diketahui bahwa ada peningkatan hasil belajar siswa pada tiap siklus dimana pada siklus I diperoleh rata-rata nilai 5972 dan pada siklus II diperoleh rata-rata nilai 7597 Peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 1625 Untuk hasil aktivitas belajar siswa terjadi peningkatan dari siklus I dengan persentase 65 dengan kategori cukup dan pada siklus II dengan persentase 81 dengan kategori baik Peningkatan yang terjadi pada aktivitas belajar siswa sebesar 16 Hal ini berarti bahwa penerapan strategi pembajaran aktif mencari kartu Index Card Match dapat digunakan sebagai alternative dalam pembelajaran biologi pada materi sistem pertahanan tubuh pada manusiahttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-strategi-pembelajaran-aktif-mencari-pasangan-kartu-index-card-match-untuk-meningkatkan-hasil-belajar-siswa-pada-materi-pembelajaran-sistem--pertahanan-tubuh-pada-manusia-di-kelasxi-ipa4-sma-negeri-2-lubuk-pakamtahun-pembelajaran-20132014-33379.htmlFri, 28 Nov 2014 10:21:45 +0700THE EFFECT OF PROBLEM BASED LEARNING MODEL ON STUDENTS LEARNING OUTCOMES IN STATIC FLUID TOPIC OF CLASS X SMA NEGERI 3 MEDAN ACADEMIC YEAR 20132014http://digilib.unimed.ac.id/the-effect-of-problem-based-learning-model-on-students-learning-outcomes-in-static-fluid-topic-of-class-x-sma-negeri-3-medan-academic-year-20132014-33378.htmlFri, 28 Nov 2014 10:17:25 +0700The Implementation of Guided Inquiry Learning Model to Improve Students Learning Outcomes on Static Fluids Topic at Class XI SMA Cerdas Murni Academic Year 20132014http://digilib.unimed.ac.id/the-implementation-of-guided-inquiry-learning-model-to-improve-students-learning-outcomes-on-static-fluids-topic-at-class-xi-sma-cerdas-murni-academic-year-20132014-33377.htmlFri, 28 Nov 2014 10:09:52 +0700THE EFFECT OF PROJECT BASED LEARNING MODEL ON STUDENTS LEARNING ACHIEVEMENT OF FLUIDTOPIC IN CLASS XI SMA N 1 MATAULI PANDANACADEMIC YEAR 20132014http://digilib.unimed.ac.id/the-effect-of-project-based-learning-model-on-students-learning-achievement-of-fluidtopic-in-class-xi-sma-n-1-matauli-pandanacademic-year-20132014-33376.htmlFri, 28 Nov 2014 10:05:06 +0700Penerapan software Guitar Pro DalamMeningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IX 4 Pada Pokok BahasanPengenalan Akor Di SMP Negeri 3 KisaranJenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas PTK Subjek dalampenelitian ini adalah siswa SMP Negeri 3 Kisaran yang berjumlah 35 siswaObjek penelitin ini adalah pembelajaran dengan menerapkan Software Guitar Prountuk mengetahui hasil belajar siswa Instrumen yang digunakan untukmemperoleh data adalah observasi tes hasil belajar dan dokumentasi Observasidigunakan untuk mengamati penguasaan akord selama proses pembelajaran ketikapenerapan software Guitar Pro diterapkan tes digunakan untuk mengetahuipengetahuan yang dimiliki siswa dengan menggunakan soal pilihan berganda sertauntuk mengetahui ketuntasan belajar siswa dalam menyelesaikan soal yangberkaitan dengan pengenalan akord dan dokumentasi untuk melengkapi data yangdibutuhkan berupa fotoPenelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas PTK yang dibagi atas2 siklus Sebelum memberikan tindakan terlebih dahulu diberikan pre test dansetiap akhir siklus diberikan tes hasil belajar Dari hasil analisis data diperoleh peningkatan hasil pre test sampai tes hasil belajar siswa Banyaknya siswa yang mencapai ketuntasan belajar dari pre test yaitu 3 dari 35 siswa atau 8 6 dengan rata rata kelas 40 1 Hasil analisis data pada siklus I setelah dilakukan penerapan software Guitar Pro menunjukkan banyaknya siswa yang mencapai ketuntasan belajar adalah 15 dari 35 siswa atau 42 86 dengan rata rata kelas 49 86 Hasilanalisis data akhir siklus II dengan pembelajaran yang sama diperoleh banyaksiswa yang mencapai ketuntasan belajar yaitu 31 dari 35 siswa atau 88 6 denganrata rata kelas 79 86 Ini berarti terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari siklus 1 hingga siklus II Berdasarkan kriteria ketuntasan belajar maka pembelajaran ini telah mencapai target ketuntasan belajar karena jumlah siswa yang tuntas telah mencapai lebih dari 85 sehingga tidak perlu dilanjutkan ke siklus berikutnya Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan Software Guitar Pro hasil belajar siswa pada pokok bahasan pengenalan akord kelas IX 4 SMP Negeri 3 Kisaran meningkat sehinggapembelajaran dengan penerapan Software Guitar Pro ini dapat dijadikan salahsatu alternatif pembelajaranhttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-software-guitar-pro-dalammeningkatkan-hasil-belajar-siswa-kelas-ix-4-pada-pokok-bahasanpengenalan-akor-di-smp-negeri-3-kisaran-33375.htmlFri, 28 Nov 2014 10:00:33 +0700Kontribusi Latihan Pullover Pass dan Latihan Back-Lift Terhadap Peningkatan Kemampuan Servis Atas Dalam Permainan Bola Voli Pada Siswa Putra Usia 16-17 Tahun Ekstrakurikuler SMA Negeri 16 Medan Tahun Ajaran 20132014Disini penulis termotivasi untuk mengamati dan melakukan suatu penelitian pada siswa ekstrakurikuler SMA Negeri 16 Medan bahwa siswa dalam melakukan Servis Atas belum dapat melakukannya dengan kuat cepat dan tepat pada sasaran sehingga sangat mudah diantisipasi oleh lawan Hal ini disebabkan karena kurangnya kekuatan otot lengan atau belum dioptimalkan serta Flexibilitas otot punggung juga belum sesuai dengan gerakan Servis Atas yang sebenarnya sehingga kurang memberi pengaruh yang efektif pada gerakan Servis Atas yang tajam keras Hal ini dapat dilihat dari data hasil tes yang dilakukan peneliti pada lembar lampiranPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat Kontribusi Latihan Pullover Pass dan Latihan Back-Lift Terhadap Peningkatan Kemampuan Servis Atas Dalam Permainan Bola Voli Pada Siswa Putra Usia 16-17 Tahun Ekstrakurikuler SMA Negeri 16 Medan Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Sampel yang digunakan sebanyak 10 orang yang diambil dari populasi berjumlah 10 orang dengan kata lain yang digunakan seluruh populasi yang ada Kemudian sampel diberi perlakuan latihan Pullover Pass dan Latihan Back-Lift Hasil pengujian hipotesis pertama yaitu kontribusi latihan Pullover Pass diperoleh Fhitung 151 dan Ftabel 532 maka Fo Ft Berdasarkan kriteria pengujian hipotesis yaitu Ho diterima Ha ditolak maka dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa Tidak terdapat kontribusi yang signifikan dari latihan Pullover Pass Terhadap Peningkatan Kemampuan Servis Atas Dalam Permainan Bola Voli Pada Siswa Putra Usia 16-17 Tahun Ekstrakurikuler SMA Negeri 16 Medan Tahun Ajaran 20132014Hasil pengujian hipotesis kedua yaitu kontribusi latihan Back-Lift diperoleh Fhitung 343 dan Ftabel 532 maka Fo Ft Berdasarkan kriteria pengujian hipotesis yaitu Ho diterima Ha ditolak maka dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa Tidak terdapat kontribusi yang signifikan dari latihan Back-Lift Terhadap Peningkatan Kemampuan Servis Atas Dalam Permainan Bola Voli Pada Siswa Putra Usia 16-17 Tahun Ekstrakurikuler SMA Negeri 16 Medan Tahun Ajaran 20132014 Hasil pengujian hipotesis ketiga yaitu kontribusi secara bersama-sama latihan Pullover Pass dan Latihan Back-Lift diperoleh Fhitung 85 dan Ftabel 474 maka Fo Ft Berdasarkan kriteria pengujian hipotesis yaitu Ho ditolak dan Ha diterima maka penelitian ini menyimpulkan bahwa Terdapat kontribusi secara bersama-sama latihan Pullover Pass dan Latihan Back-Lift Terhadap Peningkatan Kemampuan Servis Atas Dalam Permainan Bola Voli Pada Siswa Putra Usia 16-17 Tahun Ekstrakurikuler SMA Negeri 16 Medan Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/kontribusi-latihan-pullover-pass-dan-latihan-backlift-terhadap-peningkatan-kemampuan-servis-atas-dalam-permainan-bola-voli-pada-siswa-putra-usia-1617-tahun-ekstrakurikuler-sma-negeri-16-medan-tahun-ajaran-20132014-33374.htmlFri, 28 Nov 2014 09:38:54 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Smash Dalam Permainan Bola Voli Dengan Menggunakan Gaya Mengajar Problem Solving Pada Kelas XI SMK Swasta I Immanuel Kabanjahe Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas PTK yang terdiri dari dua siklus yaitu siklus I dan siklus IITujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya peningkatan hasil belajar smash dalam permainan bola voli dengan menggunakan gaya mengajar problem solving pada kelas XI SMK swasta I Immanuel Kabanjahe Tahun Ajaran 20132014 Lokasi penelitian ini yaitu SMK Swasta I Immanuel Kabanjahe Subjek penelitian ini adalah siswa yang berjumlah 28 orang Objek dalam penelitian ini adalah menggunakan gaya mengajar problem solvingDari hasil penelitian menggunakan gaya mengajar problem solving pada smash dalam permainan bola voli yang dijadikan alternative terjadi peningkatan pembelajaran smash dalam permainan bola voli pelajaran pendidikan jasmani pada siswa kelas XI SMK Swasta I Immanuel Kabanjahe yang berjumlah 28 orang pada tes awal dari jumlah siswa yang tuntas 6 siswa 2142 dan yang tidak tuntas 22 siswa 7857 dengan nilai rata-rata siswa adalah 6540 Tidak tuntas kemudian pada siklus I jumlah siswa yang tuntas 11 siswa 3928 dan yang tidak tuntas 17 siswa 6071 dengan nilai rata-rata siswa pada tes I meningkat menjadi 6651 Tidak tuntas dan pada pelaksanaan siklus II jumlah siswa yang tuntas 24 siswa 8571 dan yang tidak tuntas 4 siswa 1429 dengan rata-rata siswa telah mencapai 8013 TuntasBerdasarkan hasil analisis data dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan gaya mengajar problem solving dapat meningkatan hasil belajar smash dalam permainan bola voli pada siswa kelas XI SMK Swasta I Immanuel Kabanjahe Kabupaten Karohttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-smash-dalam-permainan-bola-voli-dengan-menggunakan-gaya-mengajar-problem-solving-pada-kelas-xi-smk-swasta-i-immanuel-kabanjahe-tahun-ajaran-20132014-33373.htmlFri, 28 Nov 2014 09:28:11 +0700Hubungan Antara Dukungan Sosial Orang Tua Terhadap Motivasi Berlatih Atlet Bola Voli Putri Klub Tvri S Umut Tahun 2 0 1 4Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial orang tua terhadap motivasi berlatih atlet bola voli putri klub TVRI Sumut tahun 2014 Metode pengumpulan data menggunakan skala Dukungan Sosial Orang Tua dan Skala Motivasi Berlatih Dalam penelitian ini penulis memilih lokasi penelitian di Klub Bola Voli TVRI Sumut Adapun yang menjadi populasi pada penelitian ini adalah atlet putri Klub Bola Voli TVRI Sumut yang berjumlah 40 orang atlet serta 40 orang tua atlet sehingga populasinya berjumlah 80 orang Maka penelitian ini menjadi penelitian keseluruhan total sampling dengan jumlah sampel sama dengan jumlah populasinya yaitu 80 orang Instrumen yang digunakan untuk mencari data dukungan sosial orang tua dan motivasi berlatih atlet bola voli putri Klub TVRI Sumut adalah dengan angket yang sebelum dipakai untuk penelitian angket terlebih dahulu diuji cobakan di Klub Bola Voli Embrio Bina Putri kemudian dicari validitas dan reliabilitas angket Setelah dicari validitas dan reliabilitas angket dari 40 butir pernyataan ternyata terdapat 18 butir pernyataan yang tidak valid12288122881228812288Hasil penelitian dapat diketahui untuk uji normalitas variabel dukungan sosial orang tua memiliki 01288 01401 pada taraf nyata 945 005 sehingga variabel dukungan sosial orang tua memiliki sebaran normal dan variabel motivasi berlatih memiliki 00986 01401 pada taraf nyata 945 005 sehingga variabel motivasi berlatih memiliki sebaran normal sehingga dapat disimpulkan bahwa masing-masing variabel memiliki sebaran data berdistribusi normal Hasil uji homogenitas diketahui 1028 169 pada taraf nyata 945 005 Jadi varians data angket dari sampel penelitian berasal dari populasi yang homogenHasil analisa menunjukkan terdapat hubungan positif antara dukungan sosial orang tua terhadap motivasi berlatih atlet bola voli Klub TVRI Sumut tahun 2014 dengan nilai korelasi 0426 0312 pada taraf nyata 945 005 yang artinya semakin positif dukungan sosial orang tua maka semakin tinggi motivasi berlatih atlet bola voli Klub TVRI Sumut Tahun 2014 Sebaliknya semakin negatif dukungan sosial orang tua maka semakin rendah motivasi berlatih atlet bola voli Klub TVRI Sumut Tahun 2014http://digilib.unimed.ac.id/hubungan-antara-dukungan-sosial-orang-tua-terhadap-motivasi-berlatih-atlet-bola-voli-putri-klub-tvri-s-umut-tahun-2-0-1-4-33372.htmlFri, 28 Nov 2014 09:13:44 +0700Penerapan Pendekatan Saintifik Melalui Gaya Mengajar Pemecahan Masalah Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Passing Bawah Dalam Permainan Bola voli Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Sei Rampah Serdang Badagai Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penigkatan hasil belajar passing bawah bola voli dengan menggunakan Penerapan Pendekatan Saintifik Melalui Gaya Mengajar Pemecahan Masalah pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Sei Rampah Serdang Badagai Tahun Ajaran 20132014Subjek penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sei Rampah Serdang Badagai Tahun Ajaran 20132014 sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-2 yang berjumlah 32 orang Untuk menganalisis data dalam penelitian ini dan untuk mengetahui hasil dilihat dari ketuntasan siswa secara individu dan secara klasikal Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas Untuk memperoleh data dalam penelitian ini maka dilakukan tes hasil belajar yang berbentuk portofolio dan dilanjutkan dengan penerapan Pendekatan Saintifik Melalui Gaya mengajar Pemecahan Masalah Setelah menerapkan Pendekatan Saintifik melalui gaya Mengajar Pemecahan Masalah maka diadakan tes hasil belajar pada siklus I dan siklus II yang berbentuk teknik passing bawah bola voliBerdasarkan hasil Data awal pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Sei Rampah Serdang badagai Dari 32 siswa terdapat 8 siswa 25 yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa 6223 Hasil dari siklus I terdapat 17 siswa 5312 dari 32 siswa yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa 6770 Disiklus II terdapat 28 siswa 8750 dari 32 siswa yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 7525Penelitian ini menyimpulkan bahwa Penerapan Pendekatan Saintifik Melalui Gaya Mengajar Pemecahan Masalah dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar passing bawah bola voli pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Sei Rampah Serdang Badagai Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/penerapan-pendekatan-saintifik-melalui-gaya-mengajar-pemecahan-masalah-dalam-upaya-meningkatkan-hasil-belajar-passing-bawah-dalam-permainan-bola-voli-pada-siswa-kelas-x-sma-negeri-1-sei-rampah-serdang-badagai-tahun-ajaran-20132014-33371.htmlFri, 28 Nov 2014 08:56:57 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Smash Bola Voli Melalui Penerapan Metode Bagian Media Audio Visual Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 5 Tanjungbalai Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi seberapa besar peningkatan hasil belajar Smash dalam permainan bola voli yang didapat siswa kelas X-3 SMA Negeri 5 Tanjungbalai Tahun Ajaran 20132014 Melalui Penerapan Audio VisualSubjek Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 5 Tanjungbalai Tahun Ajaran 20132014sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-3 yang berjumlah 32 orang Untuk menganalisis data dalam penelitian ini dan untuk mengetahui hasil dilihat dari ketuntasan siswa secara individu dan secara klasikal Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas Untuk memperoleh data dalam penelitian ini maka dilakukan tes hasil belajar yang berbentuk portofolio dan dilanjutkan dengan pembelajaran melalui penerapan media audio visual Setelah menerapkan gaya mengajar di pembelajaran maka diakan tes hasil belajar pada siklus I dan II yang berbentuk gerakan smash dalam permainan bola voliBerdasarkan hasil tes awal yang dilakukan pada siswa kelas X-3 SMA Negeri 5 Tanjungbalai Tahun Ajaran 20132014 Dari 32 siswa terdapat 5 siswa 156 yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata rata hasil belajar siswa 595 Hasil dari siklus I Terdapat 21 siswa 656 dari 32 siswa yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata rata 73 Disiklus II terdapat 28 siswa 875 dari 32 siswa yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata rata 80 Dapat dilihat bahwa hasil belajar siswa dari tes awal sampai dilakukannya siklus I dan siklus II terjadi peningkatan dapat dikatakan melalui penerapan media audio visual dapat meningkatkan hasil belajarhttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-smash-bola-voli-melalui-penerapan-metode-bagian-media-audio-visual-pada-siswa-kelas-x-sma-negeri-5-tanjungbalai-tahun-ajaran-20132014-33370.htmlFri, 28 Nov 2014 08:42:53 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Passing Bawah Permainan Bola Voli Dengan Menggunakan Metode Pembelajaran Resiprokal Pada Siswa Kelas X SMA Swasta Persiapan Stabat Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar passing bawah bola voli pada siswa kelas X SMA Swasta Persiapan Stabat tahun ajaran 20132014 Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas Untuk memperoleh data dalam penelitian ini maka dilakukan Tes Hasil Belajar sebelum menggunakan gaya mengajar resiprokal pre-tes lalu dilakukan pembelajaran dengan menggunakan gaya mengajar resiprokal Tes Hasil Belajar I dan Tes Hasil Belajar II yang berbentuk passing bawah sebanyak dua kali pertemuanPenelitian dilaksanakan di SMA Swasta Persiapan Stabat Kabupaten Langkat Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-1 yang berjumlah 24 orang siswa Hasil perhitungan persentase proses pelaksanaan setelah data terkumpul dilakukan analisis 1 dari tes hasil belajar sebelum menggunakan gaya mengajar resiprokal pre-tes diperoleh 10 siswa 238 yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 32 siswa 762 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar Kemudian dilakukan pembelajaran menggunakan gaya mengajar resiprokal 2 dari tes hasil belajar pada siklus I diperoleh 22 siswa 523 yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 20 siswa 476 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar Kemudian dilakukan kembali pembelajaran 3 dari tes hasil belajar pada siklus II diperoleh 35 siswa 833 yang mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 7 siswa 166 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar Dalam hal ini dapat dilihat bahwa terjadi perbaikan proses nilai rata-rata hasil belajar siklus I ke siklus II Berdasarkan hasil analisis data dikatakan bahwa melalui gaya mengajar resiprokal dapat memperbaiki hasil belajar passing bawah permainan bola voli pada siswa kelas X SMA Swasta Persiapan Stabat Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-passing-bawah-permainan-bola-voli-dengan-menggunakan-metode-pembelajaran-resiprokal-pada-siswa-kelas-x-sma-swasta-persiapan-stabat-tahun-ajaran-20132014-33369.htmlFri, 28 Nov 2014 08:31:42 +0700Pola Pembinaan Olahraga Bola Voli Pada Klub Bina Putri Embrio Tahun 2014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai Pola Pembinaan Olahraga BolaVoli Pada Klub Bina Putri Embrio Tahun 2014 Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancaraobservasi dan dokumentasiPenelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus bertempat di TanjungMulia Hilir Kota MedanSumut Subjek penelitian berjumlah 20 orangsedangkan yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah 1 orang pembina 1orang pelatih dan 1 orang atletHasil penelitian ini menunjukkan 1 Perencanaan pola pembinaan KlubBinia Putri Embrio adalah menghasilkan dan membina atlet untuk Sumut maupunsampai ketingkat nasional 2 Pengorganisasian dalam Klub Bina Putri Embrio merupakan organisasi non formal3 Pergerakannya berupa kerja sama ke dua pelatih dalam proses pembinaan 4 Pengontrolan pada pembinaan berupakoreksi terhadap hasil program latihan yang sudah dijalankan 5 Anggaranberasal dari pengurus dan orang tua atlet secara suka rela 6 Klub tidakmempunyai sponsor dan kerjasama dengan pihak lainKesimpulan penelitian ini yaitu pola pembinaan yang di lakukan oleh KlubBini Putri Embrio sudah cukup baik dapat di lihat dari atlet-atlet yang sudah dihasilkanbaik tingkat daerah maupun nasionalwalaupun target seutuhnya belummaksimal Tetapi hal yang harus lebih diperhatikan lagi ialah sarana danprasarana sponsor sebagaisumber danademi kemajuan Klub Binia Putri Embrio 2014http://digilib.unimed.ac.id/pola-pembinaan-olahraga-bola-voli-pada-klub-bina-putri-embrio-tahun-2014-33368.htmlFri, 28 Nov 2014 08:19:55 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Passing Bawah Bola Voli Melalui Penerapan Gaya Mengajar Inklusi Pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Tanjung PuraTahun Ajaran 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar passing bawah bola voli pada siswa kelas XI SMK Negeri 1 Tanjung Pura Tahun Ajaran 20142015 Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Negeri 1 Tanjung Pura Tahun Ajaran 20142015 dengan jumlah siswa sebanyak 34 orang 9 orang siswa putra dan 25 siswa putri yang akan diberikan tindakan melalui penerapan gaya mengajar inklusi untuk meningkatkan hasil belajar passing bawah bola voli penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas classroom action researchUntuk memperoleh data dalam penelitian ini maka dilakukan tes hasil belajar proses passing bawah bola voli dimulai dari tes awal lalu dilakukan pembelajaran penerapan gaya mengajar inklusi pada setiap siklusnya Pada akhir setiap siklus dilakukan tes unjuk kerja proses passing bawah dengan pelaksanaan penelitian tes hasil belajar ini dilaksanakan selama dua minggu dua kali pertemuan Analisis data dilakukan dengan reduksi data dan paparan dataHasil penelitian menyimpulkan 1 dari tes hasil belajar sebelum menggunakan gaya mengajar inklusi Pre-Test diperoleh 8 siswa 235 yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 26 siswa 765 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 623 Kemudian dilakukan pembelajaran menggunakan gaya mengajar inklusi 2 Dari tes hasil belajar menggunakan gaya mengajar inklusi di siklus I diperoleh 24 siswa 706 yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 10 siswa 294 belum mencapai tingkat ketuntasan Dengan nilai rata-rata 735iKemudian dilakukan kembali gaya mengajar inklusi dengan berbagai variasi 3 Dari tes hasil belajar siklus II diperoleh 31 siswa 912 yang mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 3 siswa 88 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa 804 Dalam hal ini dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siklus I ke siklus II yaitu sebesar 69 dan peningkatan ketuntasan klasikalnya sebesar 206 Berdasarkan hasil analisis data dapat dikatakan bahwa melalui penerapan gaya mengajar inklusi dapat meningkatkan hasil belajar passing bawah bola voli pada siswa kelas XI SMK Negeri 1 Tanjung Pura Tahun Ajaran 2014201http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-passing-bawah-bola-voli-melalui-penerapan-gaya-mengajar-inklusi-pada-siswa-kelas-xi-smk-negeri-1-tanjung-puratahun-ajaran-20142015-33367.htmlFri, 28 Nov 2014 08:13:06 +0700PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAPHASIL BELAJAR BIOLOGI PADA MATERI POKOKKEANEKARAGAMAN HAYATI DI KELAS X MADRASAHALIYAH SWASTAPLUS AL-ULUM MEDANTAHUN PEMBELAJARAN 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaranberbasis masalah terhadap hasil belajar biologi materi keanekaragaman hayatipada siswa kelas X Madrasah Aliyah Swasta Plus Al-Ulum Medan tahunpembelajaran 20132014Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen Populasi dalampenelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Madrasah Aliyah Swasta Plus Al-Ulum Medan yang berjumlah 2 kelas kemudian diambil dua kelas sebagaisampel Kelas X1 berjumlah 28 siswa sebagai kelas kontrol yang diajarkan denganmetode ceramah dan kelas X2 berjumlah 28 siswa sebagai kelas eksperimen yangdiajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah Instrumen dalampenelitian ini adalah berupa tes yang terdiri dari 25 soal berbentuk pilihan gandayang diberikan sebelum dan sesudah proses pembelajaranHasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest untuk kelaseksperimen lebih tinggi yakni 8243 dibandingkan dengan kelas kontrol yakni7643 Dari hasil pengujian hipotesis diperoleh thitung 707 ttabel yang berarti Ho ditolakdan Ha diterima Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasismasalah lebih baik daripada pembelajaran dengan metode ceramahhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-pembelajaran-berbasis-masalah-terhadaphasil-belajar-biologi-pada-materi-pokokkeanekaragaman-hayati-di-kelas-x-madrasahaliyah-swastaplus-alulum-medantahun-pembelajaran-20132014-33366.htmlThu, 27 Nov 2014 17:26:11 +0700UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA DALAM BELAJAR MATEMATIKA DENGAN PEMBELAJARAN MATEMATIKAREALISTIK DI KELAS V SD NEGERI 101774 PERCUTSEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANGTAHUN AJARAN 20132014Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam belajar matematika dengan menerapkan pendekatan pembelajaran matematika realistik pada sub materi pokok bilangan bulat positif di kelas V SD Negeri 101774 Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun Ajaran 20132014 Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas classroom action research Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 101774 Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun Ajaran 20132014 yang berjumlah 36 orang Objek dalam penelitian ini adalah meningkatkan kreativitas siswa kelas V SDN 101774 Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun Ajaran 20132014 terhadap pelajaran matematika melalui pendekatan pembelajaran matematika realistik PMR Kreativitas siswa dalam belajar matematika yang diukur pada penelitian ini adalah kemampuan siswa yang mencerminkan kelancaran fluency keluwesan flexibility dan kemampuan untuk memperinci suatu gagasan elaboration serta keaslian originality dalam berpikir untuk menemukan jawaban atau solusi bervariasi yang bersifat baru dalam pemecahan masalah matematika Penelitian ini terdiri dari dua siklus dimana di akhir setiap siklus diberikan tes kreativitas untuk mengetahui tingkat kreativitas siswa dalam belajar matematikaBerdasarkan hasil tes awal yang dilakukan sebelum tindakan diketahui tingkat kreativitas siswa dalam belajar sangat rendah dengan nilai rata-rata kelas 5104 Setelah pemberian tindakan pada siklus I tingkat kreativitas siswa dalam belajar matematika adalah rendah dengan nilai rata-rata kelas 6389 dengan 19 siswa atau 5278 dari keseluruhan siswa telah mencapai tingkat ketuntasan secara individu Selanjutnya setelah pelaksanaan tindakan pada siklus II tingkat kreativitas siswa dalam belajar matematika adalah tinggi dengan nilai rata-rata kelas 8212 dimana jumlah siswa yang telah mencapai tingkat ketuntasan sebanyak 31 orang atau 8611 dari seluruh siswa Dengan demikian dapat dikatakan kelas tersebut telah tuntas secara klasikal Berdasarkan hasil observasi pada setiap pertemuan diperoleh rata-rata penilaian setiap pertemuan adalah 271 dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran termasuk kategori baik Berdasarkan rata-rata tingkat kreativitas siswa dalam belajar matematika terbukti adanya peningkatan maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika realistik dengan pemberian tindakan tambahan yaitu dengan memaksimalkan pemberian petunjuk dan bimbingan kepada seluruh siswa mengurangi jumlah siswa pada tiap kelompok dari enam siswa menjadi empat siswa dalam tiap kelompok dan mengadakan turnamen dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam belajar matematika di kelas V pada materi operasi hitung bilangan bulat di SD Negeri 101774 Percut Sei Tuanhttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-kreativitas-siswa-dalam-belajar-matematika-dengan-pembelajaran-matematikarealistik-di-kelas-v-sd-negeri-101774-percutsei-tuan-kabupaten-deli-serdangtahun-ajaran-20132014-33365.htmlThu, 27 Nov 2014 17:21:27 +0700ANALISIS KEMAMPUAN GURU DALAM MERENCANAKAN DANMELAKSANAKAN KEGIATAN PRAKTIKUMBIOLOGI BERDASARKAN KTSPDI SMA NEGERI 11 MEDANTP 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan gurudalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan praktikum biologi di SMA Negeri11 Medan Tahun Pembelajaran 20132014 jalan Pertiwi No 93 Medan KecamatanMedan Tembung Penelitian ini dilakukan pada tanggal 20 Januari 2014 Metodepenelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yakni penelitian yang hanyamendeskripsikan hal yang nyata tanpa memberikan perlakuanPopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru biologi yang berjumlahempat orang Sampel dalam penelitian ini adalah semua guru biologi yangberjumlah empat orang Intrumen pengumpulan data pada penelitian ini berupawawancara dengan guru biologi dan pemberian angket kepada seluruh gurubiologi Data dianalisis menggunakan teknik statisti deskriptifHasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan guru biologi di SMANegeri 11 Medan dalam hal merencanakan kegiatan praktikum biologi sesuaituntutan KTSP dinilai mampu dengan kriteria baik 765 dan kemampuan gurubiologi di SMA Negeri 11 Medan dalam hal melaksanakan kegiatan praktikumbiologi sesuai tuntutan KTSP dinilai mampu dengan kriteria baik 7625http://digilib.unimed.ac.id/analisis-kemampuan-guru-dalam-merencanakan-danmelaksanakan-kegiatan-praktikumbiologi-berdasarkan-ktspdi-sma-negeri-11-medantp-20132014-33364.htmlThu, 27 Nov 2014 17:14:47 +0700PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA YANG DIAJAR MENGGUNAKANMODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DENGANPROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI PENCEMARANLINGKUNGAN DAN UPAYA MENGATASINYADI KELAS X SMA NEGERI 11 MEDANTAHUN PEMBELAJARAN 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswayang diajar menggunakan model pembelajaran Project Based Learning denganProblem Based Learning pada materi pencemaran lingkungan dan upayamengatasinya di kelas X SMA Negeri 11 Medan Tahun Pembelajaran 20132014Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMANegeri 11 Medan tahun pembelajaran 20132014 yaitu sebanyak 10 kelas denganjumlah siswa seluruhnya sebanyak 360 orang siswa Sampel diambil secara acakrandom sampling sebanyak dua kelas yaitu kelas X8 sebagai kelas yang diajarmenggunakan model pembelajaran Project Based Learning dan kelas X7 sebagaikelas yang diajar menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning yangmasing-masing berjumlah 33 orang siswa sehingga jumlah sampel dalam penelitianini sebanyak 66 orang siswa Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimenHasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar siswa yang diajar menggunakanModel Pembelajaran Project Based Learning adalah 7930 dengan standar deviasi1086 sedangkan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan Model PembelajaranProblem Based Learning adalah 7707 dengan standar deviasi 859 Meskipun hasilbelajar berbeda namun hasil uji-t pada taraf 945 005 menunjukan tidak adaperbedaan yang signifikan dimana thitung terletak antara ttabel atau masih didalamdaerah penerimaan H0 -1659 0925 1659 yang berarti tidak ada perbedaansignifikan antara hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaranProject Based Learning dengan model pembelajaran Problem Based Learning padamateri pencemaran lingkungan dan upaya mengatasinya di kelas X SMA Negeri 11Medan Tahun Pembelajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-siswa-yang-diajar-menggunakanmodel-pembelajaran-project-based-learning-denganproblem-based-learning-pada-materi-pencemaranlingkungan-dan-upaya-mengatasinyadi-kelas-x-sma-negeri-11-medantahun-pembelajaran-20132014-33363.htmlThu, 27 Nov 2014 17:09:52 +0700PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL INKUIRI DAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATERI POKOK PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KELAS X SMA SWASTA RA KARTINI SEI RAMPAH TAHUN PEMBELAJARAN 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa dengan menggunakan model inkuiri dan model pembelajaran berbasis masalah pada materi pokok pencemaran lingkungan di kelas X SMA Swasta RA Kartini Sei Rampah Tahun Pembelajaran 20132014Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu yang diberi perlakuan yang berbeda pada masing-masing kelas Kelas yang digunakan sebagai sampel adalah kelas X-1 dan kelas X-2 SMA Sampel ditentukan secara total sampling sampel penuh Untuk kelas X-1 menggunakan model inkuiri sedangkan kelas X-2 menggunakan model pembelajaran berbasis masalahHasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan model inkuiri dan model pembelajaran berbasis masalah Rata-rata hasil belajar siswa pada kelas inkuiri adalah 81139 sedangkan rata-rata hasil belajar siswa pada kelas pembelajaran berbasis masalah adalah 75876 Setelah dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t dan taraf kepercayaan 945 005 dimana thitung 2151 ttabel 1668 Maka Ho ditolak dan Ha diterima Sehinggga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model inkuiri dan model pembelajaran berbasis masalah pada materi pokok pencemaran lingkungan di kelas X SMA Swasta RA Kartini Sei Rampah Tahun Pembelajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-siswa-dengan-menggunakan-model-inkuiri-dan-model-pembelajaran-berbasis-masalah-pada-materi-pokok-pencemaran-lingkungan-di-kelas-x-sma-swasta-ra-kartini-sei-rampah-tahun-pembelajaran-20132014-33362.htmlThu, 27 Nov 2014 17:04:23 +0700EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BIOLOGI MENGGUNAKAN METODE ROLE PLAYING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS SISWA PADA SUB MATERI SISTEM PENCERNAANMANUSIA DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 8 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya efektivitas penggunaan metode bermain peran pada Sistem Pencernaan Manusia di kelas XI IPA SMA Negeri 8 Medan Tahun Pembelajaran 20132014Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA yang terdiri dari 4 Kelas IPA yang berjumlah 160 orang siswa Sampel pada penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling sampel bertujuan yaitu kelas XI IPA3 sebanyak 42 orang Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar observasi dan tes pilihan berganda yang terdiri dari 25 soal dan diuji tingkat validitas reliabilitas tingkat kesukaran dan daya pembeda soalBerdasarkan hasil analisa data secara deskriptif keefektifan metode bermain peran dalam penelitian ini dapat dilihat dari rata-rata hasil belajar siswa yang tergolong kategori tinggi yaitu dengan rata-rata 8190 ketuntasan belajar siswa secara klasikal tergolong tinggi dengan persentase 8571 ketuntasan pencapaian indikator telah tercapai dengan persentase 100 dan aktivitas siswa selama pembelajaran secara keseluruhan tergolong tinggi Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode bermain peran pada Sistem Pencernaan Manusia dapat dikatakan efektifhttp://digilib.unimed.ac.id/efektivitas-pembelajaran-biologi-menggunakan-metode-role-playing-dalam-meningkatkan-hasil-belajar-dan-aktivitas-siswa-pada-sub-materi-sistem-pencernaanmanusia-di-kelas-xi-ipa-sma-negeri-8-medan-tahun-pembelajaran-20132014-33361.htmlThu, 27 Nov 2014 16:56:55 +0700PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN DAN TANPA MENGGUNAKAN TEKNIK PETA PIKIRAN MIND MAP PADA SUB MATERI POKOK SISTEM PENCERNAAN MANUSIA DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 PANYABUNGAN TAHUN PEMBELAJARAN 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan dan tanpa menggunakan teknik peta pikiran Mind Map pada sub materi pokok sistem pencernaan manusia di kelas XI IPA SMA Negeri 1 Panyabungan Tahun Pembelajaran 20132014 Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Panyabungan yang terdistribusi kedalam 4 kelas dan seluruhnya berjumlah 154 orang Sampel dalam penelitian ini sebanyak 2 kelas yang terdiri dari 74 orang dengan teknik pengambilan sampel secara cluster random sampling Tidak adanya perbedaan hasil belajar siswa pada kedua kelas penelitian tersebut dibuktikan melalui uji hipotesis dengan menggunakan uji-t dengan taraf kepercayaan 945 005 dimana thitung 706 ttabel 054 706 167 yang berarti dalam penelitian ini H0 diterima sekaligus menolak Ha Disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan secara statistik dimana kelas Mind Map 6640 SD 1248 dan kelas Tanpa Mind Map 6495 SD 1035 pada sub materi pokok sistem pencernaan manusia di kelas XI IPA SMA Negeri 1 Panyabungan tahun pembelajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-siswa-dengan-menggunakan-dan-tanpa-menggunakan-teknik-peta-pikiran-mind-map-pada-sub-materi-pokok-sistem-pencernaan-manusia-di-kelas-xi-ipa-sma-negeri-1-panyabungan-tahun-pembelajaran-20132014-33360.htmlThu, 27 Nov 2014 16:51:06 +0700THE EFFECT OF TEAMS GAMES TOURNAMENT TGT MODEL USING CROSSWORD PUZZLE WORKSHEET ON STUDENTS LEARNING ACHIEVEMENT IN HUMAN REPRODUCTIVE SYSTEM TOPIC OF GRADE XI IPA SMA NEGERI 1 BABALAN ACADEMIC YEAR 2013 2014http://digilib.unimed.ac.id/the-effect-of-teams-games-tournament-tgt-model-using-crossword-puzzle-worksheet-on-students-learning-achievement-in-human-reproductive-system--topic-of-grade-xi-ipa-sma-negeri-1-babalan-academic-year-2013--2014-33359.htmlThu, 27 Nov 2014 16:47:00 +0700PENINGKATAN HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS SISWA DENGAN MODEL BERMAIN PERAN ROLE PLAYING PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN PADA MANUSIA DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 LINTONGNIHUTA TP 20132014Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa pada materi pokok sistem pernapasan pada manusia yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran bermain peran Role playing di kelas XI IPA1 SMA Negeri 1 Lintongnihuta Tahun Pembelajaran 20132014Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA1 berjumlah 32 orang Peneltian ini dilakukan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri atas dua pertemuan Pada setiap siklus diadakan tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda berjumlah 16 butir soal Penilaian aktivitas siswa dilakukan oleh observer dengan cara mengisi lampiran aktivitas siswaHasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I adalah 6347 dan nilai ketuntasan belajar klasikal adalah 3750 tidak tuntas Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus II adalah 7695 dan nilai ketuntasan belajar klasikal adalah 8750 tuntas Rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I adalah 5381 cukup Rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus II adalah 8640 sangat baik Model pembelajaran bermain peran role playing dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa kelas XI IPA1 SMA Negeri 1 Lintongnihuta Tahun Pembelajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/peningkatan-hasil-belajar-dan-aktivitas-siswa-dengan-model-bermain-peran-role-playing-pada-materi-sistem-pernapasan-pada-manusia-di-kelas-xi-ipa-sma-negeri-1-lintongnihuta-tp-20132014-33358.htmlThu, 27 Nov 2014 16:42:50 +0700ANALYSIS OF STUDENTS LEARNING DIFFICULTIES ON PLANT TISSUE TOPIC IN GRADE XI SCIENCE AT SENIOR HIGH SCHOLS IN KECAMATAN PANYABUNGAN ACADEMIC YEAR 20132014This descriptive quantitative research was aimed to know the students learning difficulties the factors and the gender differences on cognitive learning outcomes on Plant Tissue Topic The Population was all student in Grade XI at SMAN Kecamatan Panyabungan 216 students The sample was taken by purposive sampling 85 students The result of cognitive tests according to taxonomy bloom from SMAN 2 Plus Panyabungan 24 students SMAN 3 Panyabungan 32 students and SMAN 1 Panyabungan Utara 29 students on knowledge CI were 58 69 76 on understanding C2 were 51 67 78 on applying C3 were 61 65 76 on analyzing C4 were 53 60 80 on synthesize C5 were 58 72 79 and creation C6 were 69 49 57 it was cathegorized as very high in learning difficulties The result of first indicator was about the identifcation of tissues in plants were 54 66 77 on the second indicator was about the identification of the structure and function of plant tissues were 58 66 74 It was cathegorized as very high in learing difficulties On the third indicator was describing the basic principal of tissue culture were 45 50 71 It was cathegorized as high in learning difficulties On the fourth indicator was comparing the structure of the roots and stems of plants dicots and monocots were 67 64 75 It was cathegorized as very high in learning difficulties The result of internal factors that cause learning difficulties about interest were 87 84 64 on intelegency were 68 66 63 on motivation were 64 63 62 and healthy were 63 66 55 It was included as very high cathegory In External factor the biggest influence from the schools were 74 68 62 It was included to high cathegory On family were 61 54 58 on learning material were 48 54 58 It was included as very high category To calculate the gender differences by using t-test was carried out by using significance degree 945 005 it was obtained that tcount ttable -01091868 there was no differences of gender in cognitive learning outcomes among male and female in learning Plant Tissuehttp://digilib.unimed.ac.id/analysis-of-students-learning-difficulties-on-plant-tissue-topic-in-grade-xi-science-at-senior-high-schols-in--kecamatan-panyabungan-academic-year-20132014-33357.htmlThu, 27 Nov 2014 16:37:43 +0700Pengaruh Metode Sirkuit Training Terhadap Peningkatan Kesegaran Jasmani Pada SiswaI Kelas VII SMP Negeri 2Lubuk Pakam Kab Deli Serdang Tahun Ajaran 20132014 Tahun Ajaran 20132014Hasil penelitian diperoleh bahwa Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui pengaruh Circuit Training Terhadap Peningkatan Kesegaran JasmaniPada Siswa-siswi Kelas VII SMP Negeri 2 Lubuk Pakam Kab Deli SerdangTahun Ajaran 20132014Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi kelas VII SMPNegeri 2 Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang Tahun Ajaran 20132014 yangberjumlah 341 orang Sampel adalah sebagian dari populasi yang diambil dari tiap kelas sebagai perwakilan sample sebanyak 34 orang Metode penelitian ini adalah eksperimen Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan membuktikan hasil latihan eksperimen yang dilakukan Tingkat kesegaran jasmani siswa-siswi kelas VII SMP Negeri 2 LubukPakam Kabupaten Deli Serdang Tahun Ajaran 20132014 meningkat dari pre-testdengan rentang nilai dari 6 minimum sampai 13 maksimum sedang nilairata-ratanya adalah 961 dan simpangan baku adalah 193 Untuk pos-testdiperoleh data dengan rentang nilai dari 8 minimum sampai 15 maksimum sedang nilai rata-ratanya adalah 1235 dan simpangan bakunya adalah 210Hasil uji t-beda untuk data pre-test dengan post-test diperoleh 26 170 dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa CircuitTraining Latihan Berangkai berpengaruh terhadap peningkatan kesegaran jasmani siswa-siswi kelas VII SMP Negeri 2 Lubuk Pakam Kabupaten DeliSerdang Tahun Ajaran 20132014 dapat diterima kebenarannyahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-metode-sirkuit-training-terhadap-peningkatan-kesegaran-jasmani-pada-siswai-kelas-vii-smp-negeri-2lubuk-pakam-kab-deli-serdang-tahun-ajaran-20132014-tahun-ajaran-20132014-33356.htmlThu, 27 Nov 2014 15:35:57 +0700Peningkatan Hasil Belajar Lari Estafet Melalui Pendekatan Bermain Pada Siswa Kelas Viii Smp Pab 3 Saentis Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini adalah penelitian tindak kelas Classroom action researchdengan tahapan-tahapan pelaksanaan meliputi perencanaan pelaksanaantindakan observasi dan refleksi Lokasi penelitian ini delaksanakan dikelas VIII SMP PAB 3 Saentis yang beralamat di jalan Kali Serayu PTPN IIPerkebunan Saentis KabDeliserdang waktu penelitian ini dilaksanakan padatanggal 17 sd 28 Februari 2014 Sedangkan subjek dan objek penelitian ini adalah siswa kelas VIII2 SMP PAB 3 Saentis pada semester genap tahunpelajaran 20132014 dengan jumlah 32 orang siswa Dan objek dalampenelitian ini dalah Peningkatan Hasil Belajar Lari Estafet Melalui PendekatanBermain Pada Siswa Kelas VIII SMP PAB 3 Saentis Tahun Ajaran 20132014Setelah data terkumpul akan dilakukan analisis Dari tes hasil belajarsebelum menggunakan metode pendekatan bermain pre-test di peroleh 11siswa 3421 yang telah mencapai ketuntasan belajar sedangkan 21 siswa6579 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar Dengan nilai rata rata 5562 Kemudian dilakukan pembelajaran dengan menggunakan dua metode pendekatan bermain pada siklus I Dari test hasil belajar Siklus I lari estafet dengan metode pendekatan bermain pada siklus 1 diperoleh 18 siswa 5563 yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 14 siswa 4537 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar Dengan nilai rata rata 7171 Kemudian dilakukan kembali pembelajaran lari estafet dengan metodependekatan bermain yang lebih variatif Dari tes hasil belajar yang dilakukanpada siklus II diperoleh 29 siswa dengan 8984 yang mencapai tingkatketuntasan belajar sedangkan 2 siswa 1016 belum mencapai tingkatketuntas dalam belajar dengan nilai rata rata 9046 Dalam hal ini dapatdilihat bahwa terjadi peningkatan nilai rata rata hasil belajar siklus I dansiklus II yaitu 1875 Sehingga terjadi peningkatan antara siklus I dan siklusBerdasarkan hasil analisis data dapat dikatakan bahwa melalui penggunaanmetode pendekatan bermain dapat meningkat hasil belajar lari estafet pada siswa kelas VIII SMP PAB 3 Saentis Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/peningkatan-hasil-belajar-lari-estafet-melalui-pendekatan-bermain-pada-siswa-kelas-viii-smp-pab-3-saentis-tahun-ajaran-20132014-33355.htmlThu, 27 Nov 2014 15:26:19 +0700Pengaruh Latihan Lari Interval Dengan Latihan Naik Turun Bangku Terhadap Peningkatan Daya Tahan Jantung Paru Anggota Resimen Mahasiswa Satya Nagara Universitas Negeri Medan Tahun 2014Penelitian ini bertujuan untuk menemukan informasi tentang pengaruh latihan lari interval dengan latihan naik turun bangku terhadap peningkatan daya tahan jantung paru anggota resimen mahasiswa satya nagara universitas negeri medanMetode penelitian ini adalah eksperimen dengan jumlah populasi sebanyak 58 orang dan sampel diambil sebanyak 20 orang yang diperoleh dengan teknik proporsional sampel selanjutnya dibagi menjadi dua kelompok melalui teknik matching pairing yaitu kelompok latihan lari interval dan latihan naik turun bangku Penelitian ini dilaksanakan selama empat minggu dengan tiga kali latihan setiap minggunyaInstrumen untuk mengukur daya tahan jantung paru adalah dengan menggunakan tes lari 24 km Hasil analisa data yang menggunakan uji-t menunjukkan peningkatan nyata terhadap kemampuan daya tahan jantung paru baik itu pengaruh latihan lari interval thitung 2134 ttabel 183 maupun pengaruh latihan naik turun bangku thitung 2424 ttabel 183 Kemudian dari analisis statistik ditemukan bahwa latihan naik turun bangku lebih besar pengaruhnya dibanding latihan lari dalam meningkatkan kemampuan daya tahan jantung paru thitung 144 173http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-latihan-lari-interval-dengan-latihan-naik-turun-bangku-terhadap-peningkatan-daya-tahan-jantung-paru-anggota-resimen-mahasiswa-satya-nagara-universitas-negeri-medan-tahun-2014-33354.htmlThu, 27 Nov 2014 15:20:27 +0700Penerapan Model Pembelajaran Make A Match Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Lari Sprint Untuk Siswa Kelas VIII SMP Yayasan Perguruan Pahlawan Nasional Medan Tahun Ajaran 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar lari sprint melalui model pembelajaran Make A Match pada siswa kelas VIII SMP Yayasan Perguruan Pahlawan Nasional Medan Tahun Ajaran 20142015 yang berjumlah 40 orang siswa dimana 18 laki-laki dan 22 perempuanMetode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas Untuk Memperoleh data dalam penelitian ini maka dilakukan obeservasi untuk melihat hasil belajar sebelum dilakukannya tes hasil belajar I dan tes hasil belajar II yang berbentuk aplikasi teknik dasar lari sprint sebanyak 2 kali pertemuanSetelah data terkumpul akan dilakukan analisis 1 dari data KKM siswa sebelum menggunakan model pembelajaran Make A Match diperoleh 14 siswa 35 yang telah mencapai ketuntasan hasil belajar sedangkan 26 siswa 65 belum mencapai ketuntasan dengan nilai rata-rata 4875 Kemudian dilakukan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Make A Match 2 dari tes hasil belajar menggunakan model pembelajaran Make A Match di siklus I diperoleh 26 siswa 65 yang telah mencapai ketuntasan hasil belajar sedangkan 14 siswa 35 belum mencapai ketuntasan hasil belajar dengan nilai rata-rata 5146 Kemudian dilakukan kembali model pembelajaran Make A Match dengan menelaah dimana letak kelemahan di siklus I 3 dari hasil belajar II di siklus II diperoleh 35 siswa 875 yang mencapai tingkat ketuntasan hasil belajar sedangkan 5 siswa lainnya 125 belum mencapai ketuntasan hasil belajar dengan nilai rata-rata 7874 Dalam hal ini dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan hasil belajar dari data KKM yang ada ke siklus I yaitu 271 dan dari siklus I ke siklus II terjadi peningkatan 2728 Berdasarkan hasil analisis data dapat dikatakan bahwa melalui model pembelajaran Make A Match dapatmeningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Yayasan Perguruan Pahlawan Nasional Medan Tahun Ajaran 20142015http://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-make-a-match-untuk-meningkatkan-hasil-belajar-siswa-pada-materi-lari-sprint-untuk-siswa-kelas-viii-smp-yayasan-perguruan-pahlawan-nasional-medan-tahun-ajaran-20142015-33353.htmlThu, 27 Nov 2014 15:14:33 +0700Upaya Peningkatan Hasil Belajar Lari Sprint Dengan Menggunakan Metode Inquiri Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Tebing Tinggi Tahun Ajaran 20132014Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan hasil belajar lari Sprint dengan menggunakan metode inquiri pada siswa kelas X SMA Negeri 3 Tebing Tinggi Tahun Ajaran 20132014 Penelitian ini menggunakan metode PTK penelitian tindakan kelas dilakukan dengan 2 siklus tindakan selama 2 minggu dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 35 siswa-siswi yang terdiri dari 13 laki-laki dan 22 perempuan Untuk memperoleh data dalam penelitian ini maka dilakukan Tes Hasil Belajar 1 yang berbentuk aplikasi teknik dasar lari sprint sebanyak 1 kali pertemuanSetelah data terkumpul dan dilakukan analisis maka diperoleh hasil analisisnya 1 Test awal dari 35orang siswa yang menjadi subjek dalam penelitian ini ternyata hanya 8 orang siswa 2286 yang sudah memiliki ketuntasan belajar sedangkan selebihnya 27 orang siswa 7714 belum memiliki ketuntasan belajar Nilai rata-rata kelas yang diperoleh hanya mencapai 5809 2 Dari data yang didapat terlihat bahwa kemampuan awal siswa dalam melakukan teknik lari sprint masih rendah belum seperti yang diharapkan Dari 35 orang siswa terdapat 25 orang 7143 yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 10 orang 2857 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar Dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 7562 Dengan demikian proses pembelajaran dilanjutkan kesiklus ke II 3 Dari data hasil belajar siklus II yang didapat terlihat bahwa kemampuan siswa dalam melakukan tes hasil belajar secara klasikal sudah meningkatwalaupun ada sebagian siswa yang hasilnya menurun namun sebagian lagi ada yang meningkat Dari 35 orang terdapat 32 orang siswa 9143 yang telah mencapai ketuntasan belajar Sedangkan 3 Orang 857 belum mencapai ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 8517 berarti meningkat dari hasil sebelumnya Dari tes analisis yang dilakukan pada siklus II disimpulkan bahwa telah terjadi peningkatan aktifitas kemampuan siswa Peningkatan ini terjadi setelah diberikanpembelajaran melalui penerapan metode inkuiri yang dirancang pada siklus II yang beracuan pada refleksi dan pengalaman disiklus I Pada tes hasil belajar II nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 8517 dengan tingkat ketuntasan 914 peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa yaitu sebesar 955 dan peningkatan ketuntasan klasikal sebesar 20 Dari hasil observasi kegiatan pembelajaran yang dilakukan pada siklus I dan II termasuk dalam kategori baik dengan nilai rata-rata 7562 dan 8517 terjadi peningkatan sebesar 955 dari siklus persiklus Dilihat dari hasil ini maka dapat disimpulkan bahwa melalui metode inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar atletik nomor lari sprint pada siswa kelas X SMA Negeri 3 Tebing Tinggi Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-peningkatan-hasil-belajar-lari-sprint-dengan-menggunakan-metode-inquiri-pada-siswa-kelas-x-sma-negeri-3-tebing-tinggi-tahun-ajaran-20132014-33352.htmlThu, 27 Nov 2014 15:09:07 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Lari Sprint Melalui Pembelajaran Pendekatan Bermain Tahun Ajaran 20142015Adapun masalah yang berkaitan dengan kemampuan siswa yaitu Pembelajaran lari sprint belum secara bertahap seperti sikap awalan saat startcara cara memperpanjang langkah dan sikap badan saat memasuki garis finishPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar lari sprintmelalui pendekatan bermain pada siswa kelas VII SMP Negeri 27 Medan tahunajaran 20142015Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas Untukmemperolah data dalam penelitian ini maka dilakukan Tes Hasil Belajar pada tes awal lalu dilakukan pembelajaran melalui pendekatan bermain yang dilakukan Tes Hasil Belajar siklus I dan Tes Hasil Belajar siklus II yang berbentuk aplikasi teknik dasar lari sprint Setelah data terkumpul akan dilakukan analisis 1 dari tes hasil belajar sebelum menggunakan Pendekatan bermain pree test diperoleh 12 siswa3000 yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 28 siswa7000 belum mencapai tingkat ketuntasan hasil belajar Dengan nilai rata-rata 5853 Kemudian dilakukan pembelajaran melalui Pendekatan bermain 2 dari tes hasil belajar melalui Pendekatan bermain disklus I diperoleh 18 siswa 4500 yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 22 siswa 5500 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar Dengan nilai rata-rata 6562 Kemudian dilakukan kembali pembelajaran melalui Pendekatan bermain 3 dari tes hasil belajar melalui Pendekatan bermain disiklus II diperoleh 35 siswa 8750 yang mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata siswa adalah 8115 Berdasarkan hasil analisis data dapat dikatakan bahwa dengan menggunakanhttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-lari-sprint-melalui-pembelajaran-pendekatan-bermain-tahun-ajaran-20142015-33351.htmlThu, 27 Nov 2014 15:04:24 +0700Upaya peningkatan hasil belajar lari Sprint melalui permainan Tradisional pada siswa kelas V SD Negeri 1019 23 Ramunia Kecamatan Beringin tahun jaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk menemukan informasi permainan tradisional dalam menunjang pembelajaran pendidikan jasmani terhadap hasil belajar lari sprint siswa kelas kelas V SD Negeri 101923 Ramunia Tahun Ajaran 20132014 Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan objek dalam penelitian ini adalah siswa kelas Vdengan jumlah siswa 24 orang terdiri dari 14 siswa putri dan 10 siswa putra yang akan diberikan tindakan berupa pengajaran melalui permainan tradisional terhadap hasil belajar lari sprintUntuk memperoleh data dalam penelitian ini maka dilakukan tes hasil belajar I yang berbentuk aplikasi teknik dasar lari sprint sebanyak satu kali pertemuanSetelah data terkumpul dan dilakukan analisa maka diperoleh hasil analisis nya 1 dari tes hasil belajar I diperoleh 67 siswa yang telah mencapai ketuntasan belajar sedangkan 33 siswa belum mencapai ketuntasan belajar Dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa 691 2 dari tes hasil belajar II dapat dilihat kemampuan siswa dalam melakukan tes hasil belajar secara klasikal sudah meningkat Terdapat 92 siswa yang telah mencapai ketuntasan belajar sedangkan 8 siswa belum mencapai ketuntasan belajar Dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 799 Untuk hasil persentase siklus I dan II mengalmi peningkatan 25 dan nilai rata-rata 108Berdasarkan hal itu maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran melalui permainan tradisional dapat meningkatkan hasil belajar lari sprint pada siswa kelas V SD Negeri 101923 Ramunia kecamatan deli serdang tahun ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-peningkatan-hasil-belajar-lari-sprint-melalui-permainan-tradisional-pada-siswa-kelas-v-sd-negeri-1019-23-ramunia-kecamatan-beringin-tahun-jaran-20132014-33350.htmlThu, 27 Nov 2014 14:59:11 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Lari Sprint Dengan Menggunakan Variasi Pembelajaran Pada Siswa Kelas VII SMP Tiara Kecamatan Bandar Setia TahunAjaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan proses hasil belajar Lari Sprint dengan Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Lari Sprint Dengan Menggunakan Variasi Pembelajaran Pada Siswa Kelas VII SMP Tiara KecamatanBandar Setia Tahun Ajaran 20132014 Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VII yang menjadi subjek dengan jumlah siswa sebanyak 20 orang yang akandiberikan tindakan melalui Variasi pembelajaran terhadap proses belajar tLari sprint Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas Classroom Action Research Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkanbahwa melalui variasi pembelajaran seluruh siswa memiliki tugas yang samahanya tingkat kesulitannya berbeda sesuai dengan kemampuan dan daya serapsiswa dalam melakukan pembelajaran pada materi lari sprint siswa dapatmeningkatkan hasil belajarnya pada pokok bahasan tolak peluru Dari hasilanalisis data juga dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa dari tes awal dan tes hasil belajar I masih rendah Maka perlu dilakukannya perbaikan tindakan untuk siklus II Kesulitan yang dialami dalam melakukan siklus I adalah siswa belum menguasai tekhnik dalam melakukan lari sprint khususnya teknik cara teknikstart teknik berlari dan teknik memasuki garis finish Di siklus II guru lebih meningkatkan dan memotivasi untuk lebih aktif dalam pengulanganteknik Larisprint khususnya teknik start teknik berlari dan teknik memasuki garis finish Hasil penelitian menyimpulkan 1 Dari tes hasil belajar siklus Idiperoleh sebanyak 11 orang siswa dengan nilai setelah dikonfersikan sebesar55 telah mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 9 orang siswa 45belum mencapai tingkat ketuntasan belajar Dengan nilai rata-rata hasil belajar setelah dikonfersikan adalah 7042 2 dari tes hasil belajar siklus II diperoleh data sebanyak 18 orang siswa dengan nilai setelah dikonfersikan sebesar 90 yang telah mencapai ketuntasan dalam belajar sedangkan 2 orang 10 masih belum tuntas Dengan nilai rata-rata hasil belajar setalah dikonfersikan 8042 Berdasarkan hasil analisis data dapat dikatakan bahwa dengan menggunakan variasi pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar Lari Sprint Pada Siswa Kelas VII SMP Tiara Kecamatan Bandar Setia Tahun Ajaran20132014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-lari-sprint-dengan-menggunakan-variasi-pembelajaran-pada-siswa-kelas-vii-smp-tiara-kecamatan-bandar-setia-tahunajaran-20132014-33349.htmlThu, 27 Nov 2014 14:53:43 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Lari Sprint Melalui Penguatan Umpan Balik Langsung Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 KOTARIH Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar lari sprint pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Kotarih melalui penguatan umpan balik langsungLokasih penelitian ini adalah di SMA Negeri 1 Kotarih Tahun Ajaran 20132014 Populasi adalah seluruh siswa kelas X-1 SMA Negeri 1 Kotarih Tahun Ajaran 20132014 terdiri dari 2 kelas yang berjumlah 207 orangPenelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus siklus 1 dan II Sebelum dilakukan tindakan pada siklus 1 peneliti member pre-test untuk mengetahui letak kesulitan pada pelajaran lari sprint dilanjutkan dengan siklus 1 dan pos test siklus 1 siklus II dan diakhiri dengan pemberian pos- test siklus 11 dengan intrumen penelitian lembaran pengamatan test hasil belajar lari sprintHasil penelitian pada tes awal diperoleh rata-rata skor siswa sebesar 6687 dimana 15 orang siswa yang tuntas dan 25 orang siswa yang belum tuntas Pada saat test awal kemampuan siswa diperoleh ketuntasan persentasi belajar secara klasifikasi adalah 37 dan persentasi siswa yang belum tuntas dalam belajar 63 Pada siklus 1 rata-rata skor siswa meningkat menjadi 5558 Dimana 21 orang siswa yang tuntas dalam belajar dan 19 orang siswa belum tuntas dalam belajar persentase ketuntasan belajar klasikal adalah sebesar 525 dan persentase siswa yang belum tuntas dalam belajar 475 Pada siklus II rata- rata skor siswa meningkat menjadi 85 dimana 35 orang siswa yang lulus dalam belajar dan 5 orang siswa yang tidak lulus dalam belaja persentase ketuntasan belajar klisifikasi adalah sebesar 875 dan persentase siswa yang tidak tuntas dalam belajar sebesar 125 Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa dengan menggunakan melalui pengutan umpan balik langsung dapat meningkatkan hasil belajar lari sprint pada siswa kelas X SMA 1 Kotarih tahun ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-lari-sprint-melalui-penguatan-umpan-balik-langsung-pada-siswa-kelas-x-sma-negeri-1-kotarih-tahun-ajaran-20132014-33348.htmlThu, 27 Nov 2014 14:47:25 +0700PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK LISTRIK DINAMIS DI KELAS X SMA SWASTA MUHAMMADIYAH 8 KISARAN TA 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berdasarkan masalah terhadap hasil belajar fisika siswa dan aktivitas belajar siswa pada materi pokok listrik dinamis di kelas X SMA Muhammadiyah 8 Kisaran TA20132014Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan desain penelitian Two Group Pre-test and Post-test Populasi seluruh siswa kelas X SMA Muhammadiyah 8 Kisaran yang terdiri dari 5 kelas dengan jumlah 178 siswa Sampel penelitian diambil 2 kelas yang ditentukan dengan teknik Cluster Random Sampling yaitu kelas X-1 berjumlah 28 siswa sebagai kelas eksperimen dengan model pembelajaran berdasarkan masalah dan kelas X-2 berjumlah 28 siswa sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ada 2 yaitu tes hasil belajar dan lembar observasi aktivitas belajar siswa tes hasil belajar dalam bentuk essay sebanyak 10 soal yang telah dinyatakan valid dan reliabelDari data penelitian diperoleh nilai rata-rata pretes kelas eksperimen adalah 40179 dengan standar deviasi 10906 dan kelas kontrol adalah 40857 dengan standar deviasi 20798 Pada uji normalitas kelas eksperimen untuk pretes diperoleh Lhitung Ltabel 0160 01658 sedangkan kelas kontrol Lhitung Ltabel 0115 01658 maka data kedua kelas berdistribusi normal Pada uji homogenitas data pretes untuk kedua sampel diperoleh Fhitung Ftabel 0464 189 maka kedua sampel berasal dari kelompok yang homogen dan pada uji hipotesis thitungttabel -1060 2006 sehingga ha ditolak dan menerima h0 datap di simpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan awal siswa kedua sampel atau kemampuan awal kedua sampel sama sebelum diberikan perlakuan Setelah diberikan perlakuan yang berbeda kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh nilai postes dengan hasil rata-rata kelas eksperimen 6532 dan standar deviasi 12317 dan kelas kontrol 5996 dan standar deviasi 11154 Hasil uji t satu pihak postes diperoleh thitung ttabel 1706 1671 maka Ha diterima dan Ho dengan demikian diperoleh ada perbedaan hasil belajar siswa akibat pengaruh model pembelajaran berdasarkan masalah terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok listrik dinamis di kelas X SMA Muhammadiyah 8 Kisaran TA 20132014http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-berdasarkan-masalah-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-materi-pokok-listrik-dinamis-di-kelas-x-sma-swasta-muhammadiyah-8-kisaran-ta-20132014-33347.htmlThu, 27 Nov 2014 14:35:34 +0700Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Lari Sprint Melalui Penggunaan Modifikasi Media Alphabet Pada Siswa Kelas V SD Negeri 014662 Kecamatan Rahuning Kabupaten Asahan Tahun Ajaran 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar lari sprint melalui penggunaan modifikasi media alphabet pada siswa kelas V SD Negeri 014662 Kecamatan Rahuning Kabupaten Asahan pada tahun 20142015Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 014662 Kecamatan Rahuning Kabupaten Asahan dan dilaksanakan pada tanggal 11 dan 14 Agustus 2014 Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas PTK yang terdiri dari I siklusSubjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 014662 tahun ajaran 20142015 yang berjumlah 24 orang diantaranya 15 orang laki-laki dan 9 orang perempuanHasil penelitian menunjukan pada saat Pre Test motivasi siswa tergolong rendah dimana ada 20 orang siswa 833 yang motivasinya tergolong rendah 3 orang siswa 125 tergolong sedang dan 1 orang siswa 41 tergolong tinggi Siswa yang memiliki skor 0-64 atau belum termotivasi yaitu sebanyak 20 orang siswa dan siswa yang memiliki skor 65-100 atau sudah termotivasi yaitu 4 orang siswa dari total keseluruhan siswa sebanyak 24 siswa Dan pada siklus I diperoleh data dari 24 orang siswa terdapat 0 orang siswa 0 yang motivasinya tergolong rendah 15 orang siswa 625 tergolong sedang dan 9 orang siswa 375 tergolong tinggi Siswa yang memiliki skor 0-64 atau belum termotivasi yaitu sebanyak 0 orang siswa dan siswa yang memiliki skor 65-100 atau sudah termotivasi yaitu sebanyak 24 orang siswaPenelitian ini menyimpulkan bahwa melalui penggunaan modifikasi media alphabet dapat meningkatkan motivasi belajar lari sprint pada siswa kelas V SD Negeri 014662 Kecamatan Rahuning Kabupaten Asahan tahun ajaran 20142015http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-motivasi-belajar-lari-sprint-melalui-penggunaan-modifikasi-media-alphabet-pada-siswa-kelas-v-sd-negeri-014662-kecamatan-rahuning-kabupaten-asahan-tahun-ajaran-20142015-33346.htmlThu, 27 Nov 2014 14:33:07 +0700PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK ZAT DAN WUJUDNYA DI KELAS VII SEMESTER I SMP NEGERI 13 MEDANTP 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Inquiry Training terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok Zat dan Wujudnya di kelas VII SMP Negeri 13 Medan TP 20132014Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VII Semester I SMP Negeri 13 Medan yang terdiri dari tujuh kelas Pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling dengan mengambil 2 kelas dari 7 kelas yaitu kelas VII1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII2 sebagai kelas kontrol yang masing-masing berjumlah 20 orang Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini digunakan tes pilihan berganda dengan jumlah 20 item dengan option jawaban yang sebelumnya telah divalidasi untuk menguji hipotesis digunakan uji beda uji tDari analisis data diperoleh skor rata-rata pretes kelas eksperimen 4125 dengan standar deviasi 958 dan rata-rata postes 7625 dengan standar deviasi 1286 sedangkan pada kelas kontrol diperoleh nilai rata-rata pretes kelas kontrol 41 dengan standar deviasi 1089 dan rata-rata nilai postes 64 dengan standar deviasi 1353 Kedua kelas menunjukkan berdistribusi normaldan varians kedua kelas homogen Hasil pengujian menggunakan uji t diperoleh thitung 29 dan ttabel 2024 sehingga thitung ttabel 29 2024 artinya bahwa ada pengaruh model pembelajaran Inquiry Training terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok zat dan wujudnya di kelas VII semester Ganjil SMP Negeri 13 Medan TP 20132014 Dan adanya peningkatan aktivitas pada setiap pertemuan Jadi aktivitas sangat berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajarhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-inquiry-training-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-materi-pokok-zat-dan-wujudnya-di-kelas-vii-semester-i-smp-negeri-13-medantp-20132014-33345.htmlThu, 27 Nov 2014 14:31:28 +0700Upaya Peningkatan Hasil Belajar Lari Sprint Melalui Pendekatan Bermain Pada Siswa kelas IV SD Negeri 21 PekanbaruPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan pendekatan bermain dalam meningkatkan hasil belajar lari sprint pada siswa kelas IV SD Negeri 21 PekanbaruUntuk memperoleh data dalam penelitian ini dilakukan tes hasil belajar di akhir setiap siklus berbentuk penilaian teknik lari sprint Dengan pelaksanaan penelitian tes hasil belajar ini dilaksanakan selama dua kali pertemuanHasil penelitian menyimpulkan 1 dari tes hasil belajar siklus I diperoleh sebanyak 24 orang siswa dengan nilai setelah dikonfersikan 6315 telah mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 14 orang siswa 3685 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar Dengan nilai rata rata hasil belajar setelah dikonfersikan adalah 6960 Namun belum memenuhi kriteria ketuntasan secara klasikal yang diharapkan yaitu 85 2 dari tes hasil belajar siklus II diperoleh data sebanyak 33 orang siswa dengan nilai setelah dikonfersikan sebesar 8684 yang telah mencapai ketuntasan dalam belajar dan 5 orang siswa 1316 masih belum tuntas Dengan nilai rata rata hasil belajar setelah dikonfersikan adalah 7855 Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa melalui pemanfaatan pendekatan bermain dapat meningkatkan hasil belajar lari sprint pada siswa kelas IV SD Negeri 21 Pekanbaruhttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-peningkatan-hasil-belajar-lari-sprint-melalui-pendekatan-bermain-pada-siswa-kelas-iv-sd-negeri-21-pekanbaru-33344.htmlThu, 27 Nov 2014 14:27:50 +0700STUDI IMPLEMENTASI STANDAR PROSES OLEH GURU FISIKA DI BEBERAPA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KOTA MEDANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme perencanaan dan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan juga untuk melihat faktor-faktor penyebab guru belum melakukan proses pembelajaran yang sesuai dengan standar proses pendidikanPenelitian dilaksanakan di beberapa Sekolah Menengah Atas SMA di Kota Medan yang menggunakan Kurikulum 2013 Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan etnografi dengan sumber data tiga guru mata pelajaran Fisika SMA di Kota Medan yang ditetapkan secara Purposive sampling Data diperoleh dengan cara wawancara observasi dan dokumentasi Data dianalisis dengan cara pengumpulan data reduksi data display data dan penarikan kesimpulan sedangkan pengabsahan data dilaksanakan dengan cara perpanjangan pengamatan peningkatan ketekunan dan triangulasiHasil penelitian mengungkapkan bahwa standar proses pendidikan di beberapa SMA di Kota Medan belum sepenuhnya diterapkan berdasarkan Permendiknas No 65 Tahun 2013 Hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai kemampuan guru dalam melakukan proses pembelajaran di dalam kelas hanya sebesar 6317 saja Guru kurang maksimal dalam melaksanakan standar proses pendidikan di mulai dari perencanaan proses dan pelaksanaan proses pembelajaran Pada penelitian ini ditemukan faktor-faktor penyebab guru belum melakukan proses yang sesuai dengan standar Faktor tersebut meliputi guru belum memahami peyusunan proses pembelajaran tidak adanya tuntutan dari sekolah dan kurangnya sosialisasi dari lembaga pelatihan Untuk itu perlu adanya peningkatan pemahaman guru baik dari internal maupun eksternal dalam pelaksanaan standar proses pendidikan agar dapat diterapkan dalam proses pembelajaranhttp://digilib.unimed.ac.id/studi-implementasi-standar-proses-oleh-guru-fisika-di-beberapa-sekolah-menengah-atas-di-kota-medan-33343.htmlThu, 27 Nov 2014 14:27:19 +0700PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBER HEADS TOGETHER BERBANTU MEDIA PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK ZAT DAN WUJUDNYA DI KELAS VII SMP NEGERI 6 KISARAN TP 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Numbered Heads Together berbantu media peta konsep terhadap hasil belajar siswa kelas VII semester I pada materi pokok zat dan wujudnya kelas VII Semester I SMP N 6 Kisaran TP 20132014 Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain two group pretest dan posttest Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 6 Kisaran yang terdiri dari 5 kelas Sampel penelitian diambil 2 kelas yaitu kelas VII1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII2 sebagai kelas kontrol masing-masing kelas berjumlah 30 siswa Instrumen digunakan adalah tes hasil belajar dan lembar observasi yang berbentuk pilihan berganda sebanyak 20 soal yang telah divalidasikan Uji Hipotesis menggunakan uji t dua pihak dan uji t satu pihak Dari data penelitian diperoleh nilai rata-rata pretes kelas eksperimen sebesar 3725 dengan standar deviasi adalah 724 dan nilai ratarata kelas kontrol sebesar 3663 dengan standar deviasi adalah 779 Pada pengujian Normalitas kelas eksperimen diperoleh Lhitung Ltabel 01270 01401 untuk kelas kontrol diperoleh Lhitung Ltabel 01332 01401 maka data kedua kelas berdistribusi normal Pada uji homogenitas diperoleh Fhitung Ftabel 1208 1750 sehingga maka kedua sampel berasal dari kelompok yang homogen Untuk hasil analisis data dari uji beda diperoleh thitung 0369 ttabel 1991 H0 diterima berarti bahwa kedua kelas memiliki kemampuan awal yang sama Setelah pembelajaran selesai diperoleh nilai rata-rata postes kelas eksperimen sebesar 7250 dengan stadar deviasi adalah 1240 dan kelas kontrol sebesar 6063 dengan standar deviasi adalah 1128 Pada uji normalitas kelas eksperimen untuk postes diperoleh Lhitung Ltabel 01062 01410 maka kels berdistribusi normal Pada uji homogenitas data postes kedua sampel diperoleh Fhitung Ftabel 1208 1750 maka kedua sampel berasal dari kelompok yang homogen Hasil uji t diperoleh thitung ttabel 4479 1666 sehingga Ha diterima Dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer diperoleh bahwa aktivitas siswa di kelas eksperimen mengalami peningkatan yang positif Pada pertemuan I rata-rata aktivitas siswa adalah 5875 pertemuan II adalah 7037 dan pertemuan III adalah 8400 Dari hasil uji t ada pengaruh menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together berbantu media peta konsep terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok zat dan wujudnya kelas VII Semester I SMP N 6 Kisaran TP 20132014http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-number-heads-together-berbantu-media-peta-konsep-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-materi-pokok-zat-dan-wujudnya-di-kelas-vii-smp-negeri-6-kisaran-tp-20132014-33342.htmlThu, 27 Nov 2014 14:23:15 +0700Upaya Peningkatan Hasil Belajar Lari Sprint Melalui Metode VAK Visual Audio Kinestetik Pada Siswa kelas VIII SMP PGRI 9 Tembung Tahun Ajaran 20132014Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan hasil belajar lari sprint melalui metode VAK visual audio kinestetik pada siswa kelas VIII SMP PGRI 9 Tembung Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas PTK dilakukan dengan 2 siklus tindakan selama 2 minggu dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 35 siswa-siswi yang terdiri dari 21 laki-laki dan 14 perempuanUntuk memperoleh data dari penelitian ini maka dilakukan pembelajaran lari sprint melalui metode VAKvisual audio kinestetik setelah melakukan pembelajaran maka diperoleh data tes hasil belajar yaitu 1 Dari tes hasil belajar 1 siklus 1 diperoleh 17 orang siswa 485 yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 18 orang siswa 515 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan rata-rata hasil belajar siswa adalah 6928 2 Dari tes hasil belajar 2 siklus 2 diperoleh 30orang siswa 857 yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajarsedangkan 5 orang siswa 143 belum mencapai tingkat ketuntasan belajardengan rata-rata hasil belajar siswa 816 Dalam hal ini dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa dari data awal ke siklus 1 sebesar 929 sedangkan peningkatan nilai rata-rata siklus 1 ke siklus 2 yaitu sebesar 1119Berdasarkan analisis data yang dapat dikatakan bahwa melalui penggunaan penerapan metode pembeljaran VAK visual audio kenestetik dapat menunjang pembelajaran pendidikan jasmani terhadap hasil belajar siswa kelas VIII-3Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-peningkatan-hasil-belajar-lari-sprint-melalui-metode-vak-visual-audio-kinestetik-pada-siswa-kelas-viii-smp-pgri-9-tembung-tahun-ajaran-20132014-33341.htmlThu, 27 Nov 2014 14:22:48 +0700Profil Kondisi Fisik Atlet Atletik KONI Kota Medan Tahun 2014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kondisi Fisik Atlet AtletikKONI Kota Medan Tahun 2014Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriptifdengan teknik tes dan pengukuran Penelitian deskriptif merupakan metode yang berusaha menggambarkan dan menginterprestasikan objek sesuai dengan apa adanya Populasi dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh Atlet Atletik KONI Kota Medan dengan jumlah sampel sebanyak 18 orang terdiri dari 11 atlet putra dan 7 atlet putri Alat tes untuk mengukur kondisi fisik adalah dengan tes sesuai cabang yang keseluruhan tesnya yaitu lari 30 meter sit-up lari 300 meter vertical jump loncat tiga kali tes duduk pada tembok pull up sit and reach lari 1600 meter dan lari 15 menitDari hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut kategoripenilaian baik terdapat 1 orang 555 kategori sedang terdapat 14 orang7778 dan kategori kurang terdapat 3 orang 1667 Untuk nomor sprintmemiliki rentang nilai antara 314 342 dengan rata-rata kategori sedang Untuk nomor jarak menengah dan jauh memiliki rentang nilai 30 371 dengan rata-rata kategori sedang Untuk nomor lempar memiliki rentang nilai 20 271 dengan rata-rata kategori kurang Untuk nomor lompat memiliki rentang nilai 328 berada pada kategori sedang Pada nomor jalan memiliki nilai 314 328 dengan ratarata kategori sedang Maka dapat disimpulkan Kondisi Fisik Atlet Atletik KONI Kota Medan Tahun 2014 berada pada kategori fisik sedanghttp://digilib.unimed.ac.id/profil-kondisi-fisik-atlet-atletik-koni-kota-medan-tahun-2014-33340.htmlThu, 27 Nov 2014 14:18:11 +0700Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswai Dengan Menggunakan Metode Bervariasi Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Di Kelas VII SMP Negeri 43 Medan Tahun Ajaran 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajardan hasil belajar lari sprint dengan menggunakan metode bervariasi pada siswakelas VII SMP N 43 Medan Ajaran 20142015 Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-5 SMP Negeri 43Medan TA 20142015 dengan jumlah siswa 25 0rang yang terdiri dari 12 laki laki dan 13 perempuan Jenis Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas PTK Instrumen penelitian menggunakan angket tertutup sebanyak 32 butir sertadilakukan tes hasil belajar yang berbentuk portofolio dan angket tersebut divalidasikan kesekolah dan telah valid serta memiliki reliabilitas yang tinggi Berdasarkan tahap pre test diperoleh bahwa tingkat motivasi belajar dan hasil belajar siswa masih rendah dimana hasil yang didapat 25 orang siswaterdapat 4 orang siswa atau sebesar 16 yang kategori baik 19 cukup atausebesar 76 yang kategori cukup dan 2 orang siswa atau sebesar 8 kategoriKurang serta jika dilihat dari Hasil belajarnya dalam data awal pelaksanaanhasil belajar lari sprint dari 25 orang siswa terdapat 7 Orang siswa 28 yang telah mencapai nilai ketuntasan dan18 orang siswa 72 belum mencapai nilai ketuntasan belajar dengan nilai rata rata hasil belajar 61Tahap selanjutnya pada siklus I dari 25 orang siswa terdapat I orang siswa atau sebesar 4 yang kategorisangat baik 6 orang siswa atau sebesar 24 yang kategori baik dan 18 orangsiswa atau sebesar 72 dalam kategori cukup sedangkan hasil belajar nya terdapat 9 orang siswa 36 yang telah mencapai nilai ketuntasan Perubahan peningkatan Motivasi belajar siswa secara keseluruhan masih rendah dapat dilihat ada 7 orang yang memenuhi kriteria atau klasikal sebesar 28 sedangkan hasil belajarnya 15 60 orang yang tuntas dan 10 40 orang yang tidak tuntas dengan nilai rata- rata 51 Sedangkan pada siklus II Dari 25 orang siswa terdapat peningkatan sangat baik yaitu ada 5 orang siswa atau sebesar 20 yang memiliki kategori sangat baik peningkatan kategori baik yaitu 14 orang siswa atau sebesar56 dan dalam kategori cukup ada 6 orang siswa atau sebesar 24 Perubahanpeningkatan motivasi belajar siswa keseluruhan secara klasikal sudah tinggibahwa ada 19 orang mencapai ketuntasan yaitu sebesar 76 sedangkan hasilbelajarnya yaitu yang mencapai ketuntasan ada 19 orang siswa 76 sedangkan yang tidak tuntas yaitu 6 orang siswa atau sebesar 24 dengan nilai rata rata 79 Sesuai dengan analisis data mengatakan ketuntasan belajar secara klasikal 880575 dikatakan berhasil maka penelitian ini berhasilhttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-motivasi-belajar-siswai-dengan-menggunakan-metode-bervariasi-dalam-pembelajaran-pendidikan-jasmani-di-kelas-vii-smp-negeri-43-medan-tahun-ajaran-20142015-33339.htmlThu, 27 Nov 2014 14:12:24 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Lari Estafet Melalui Pendekatan Bermain Pada Siswa Kelas X-2 SMA YAPIM Batang Kuis Tahun Ajaran 20142015Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peningkatan hasil belajar lari estafet melalui pendekatan bermain pada siswa kelas X-2 SMA YAPIM Batang Kuis Tahun Ajaran 20142015Lokasi penelitian ini dilaksanakan di SMA YAPIM Batang Kuis Tahun Ajaran 20142015 waktu penelitian pada bulan Agustus 2014 Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-2 SMA YAPIM Batang Kuis Tahun Ajaran 20142015 yang berjumlah 32 orang dan terdiri dari 8 orang siswa putra dan 24 orang siswa putri Sedangkan Objek dalam penelitian ini adalah pendekatan bermain seperti permainan lari estafet dan permainan Lari sprin menerobos ban Jenis dalam penelitian adalah menggunakan pendekatan PTK Penelitian Tindakan Kelas Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah lembar portofolio penilaian hasil belajar Lari EstafetHasil penelitian dari 32 orang siswa yang menjadi subjek dalam penelitian ini ternyata hanya 20 orang siswa 625 yang sudah memiliki ketuntasan belajar sedangkan selebihnya yaitu 12 orang siswa 375 belum memiliki ketuntasan belajar Nilai rata-rata kelas yang diperoleh hanya mencapai 7187 Tidak Tuntas Hasil tes siklus I dari 32 orang siswa telah ada 24 orang siswa 75 sudah memiliki ketuntasan belajar selebihnya 8 orang siswa 25 yang belum memiliki ketuntasan belajar Nilai rata-rata kelas yang diperoleh adalah 7437 Tidak Tuntas Hasil tes siklus II dari 32 orang siswa telah ada 28 orang siswa 875 yang sudah memiliki ketuntasan belajar hanya 4 orang siswa 125 yang belum memiliki ketuntasan belajar Nilai rata-rata kelas yang diperoleh telah mencapai 7875 TuntasDengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui pendekatan bermain dapat meningkatkan hasil belajar lari estafet pada siswa kelas X-2 SMA YAPIM Batang KuisTahun Ajaran 20142015http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-lari-estafet-melalui-pendekatan-bermain-pada-siswa-kelas-x2-sma-yapim-batang-kuis-tahun-ajaran-20142015-33338.htmlThu, 27 Nov 2014 14:06:35 +0700Profil Kondisi Fisik Atlet Pusat Pembinaan Dan Latihan Olahraga PPLM Sumatera Utara Tahun 2014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kondisi Fisik Atlet Pusat Pembinaan Dan Latihan Olahraga Mahasiswa PPLM Sumatera Utara Tahun 2014 Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriptif dengan teknik tes dan pengukuran Penelitian deskriptif merupakan metode yang berusaha menggambarkan dan menginterprestasikan objek sesuai dengan apa adanya Populasi dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh Atlet Pusat Pembinaan Dan Latihan Olahraga Mahasiswa PPLM Sumatera Utara Yang terdiri dari cabor atletikgulat dan karate Jumlah sampel sebanyak 14 orang terdiri dari 8 putra dan 7 putri Sampel yang dipergunakan dalam penelitian ini berjumlah 10 orang Dimana sampel terdiri dari 2 cabor yaitu atletik sebanyak 6 orang dan gulat sebanyak 4 orang Sementara untuk cabor karate tidak diikutkan karena para atletnya sedang mengikuti pemusatan latihan di Jakarta Pelatnas Alat tes untuk mengukur kondisi fisik adalah dengan tes sesuai cabang yang keseluruhan tesnya yaitu lari 30 meter sit-uplari 300 meter vertical jump loncat tiga kali tes duduk pada tembok pull up sit and reach dan lari 15 menit Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut kategori penilaian baik terdapat 6 orang 60 kategori sedang terdapat 4 orang 40 maka dapat disimpulkan Kondisi Fisik Atlet Pusat Pembinaan Dan Latihan Olahraga Mahasiswa PPLM Sumatera Utara Tahun 2014 berada pada kategori fisik sedanghttp://digilib.unimed.ac.id/profil-kondisi-fisik-atlet-pusat-pembinaan-dan-latihan-olahraga-pplm-sumatera-utara-tahun-2014-33337.htmlThu, 27 Nov 2014 14:02:04 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Passing Bawah Dalam Permainan Bola Voli Dengan Menggunakan Variasi Pembelajaran Pada Siswa Kelas Xi Sma Perguruan Taman Siswa Pematangsiantar Tahun Ajaran 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar passing bawah bola voli melalui Variasi Pembelajaran pada siswa kelas XI IA-1 SMA Perguruan Taman Siswa Pematangsiantar tahun ajaran 2014Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas Untuk memperolah data dalam penelitian ini maka dilakukan Tes Hasil Belajar pada tes awal lalu dilakukan pembelajaran melalui variasi pembelajaran yang dilakukan Tes Hasil Belajar siklus I dan Tes Hasil Belajar siklus II yang berbentuk aplikasi teknik passing bawah bola voliSetelah data terkumpul akan dilakukan analisis 1 dari tes hasil belajar sebelum menggunakan Variasi Pembelajaran pree test diperoleh 12 siswa 3000 yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 28 siswa 7000 belum mencapai tingkat ketuntasan hasil belajar Dengan nilai rata-rata 5853 Kemudian dilakukan pembelajaran melalui Variasi Pembelajaran 2 dari tes hasil belajar melalui Variasi Pembelajaran disklus I diperoleh 18 siswa 4500 yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 22 siswa 5500 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar Dengan nilai rata-rata 6562 Kemudian dilakukan kembali pembelajaran melalui Variasi Pembelajaran 3 dari tes hasil belajar melalui Variasi Pembelajaran disiklus II diperoleh 35 siswa 8750 yang mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata siswa adalah 8115Berdasarkan hasil analisis data dapat dikatakan bahwa dengan menggunakanVariasi Pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar passing bawah bola voli pada siswa kelas XI IA-1 SMA Perguruan Taman Siswa Pematangsiantar Tahun Ajaran 2014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-passing-bawah-dalam-permainan-bola-voli-dengan-menggunakan-variasi-pembelajaran-pada-siswa-kelas-xi-sma-perguruan--taman-siswa-pematangsiantar--tahun-ajaran-20142015-33336.htmlThu, 27 Nov 2014 11:07:34 +0700Kontribusi Latihan Kecepatan Reaksi dan Latihan Pullover Pass Terhadap Hasil Smash Bola Voli Pada Siswa Ekstrakurikuler SMA Negeri 16 Medan Tahun 2014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat kontribusi latihan kecepatan reaksi dan latihan pullover pass terhadap hasil smash bola voli pada siswa Ekstrakurikuler SMA Negeri 16 Medan Tahun 2014Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Sampel yang digunakan sebanyak 8 orang yang diambil dari populasi berjumlah 12 orang dengan menggunakan tehnik purposive random sampling Kemudian sampel diberi perlakuan latihan kecepatan reaksi dan pullover passHasil pengujian hipotesis pertama diperoleh Fhitung 388 Selanjutnya harga tersebut dibandingkan dengan harga Ftabel 599 maka Fo Ft Berdasarkan kriteria pengujian hipotesis yaitu Ho diterima Ha ditolak maka dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat kontribusi yang signifikan dari latihan kecepatan reaksi terhadap hasil smash bola voli pada siswa ekstrakurikuler SMA negeri 16 medan tahun 2014Hasil pengujian hipotesis kedua diperoleh Fhitung 004 Selanjutnya harga tersebut dibandingkan dengan harga Ftabel 599 maka Fo Ft Berdasarkan kriteria pengujian hipotesis yaitu Ho diterima Ha ditolak maka dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat kontribusi yang signifikan dari latihan kecepatan reaksi terhadap hasil smash bola voli pada siswa ekstrakurikuler SMA negeri 16 medan tahun 2014Hasil pengujian hipotesis ketiga diperoleh Fhitung 17607 dan Ftabel 579 dengan demikian Fo Ft Berdasarkan kriteria pengujian hipotesis maka penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat kontribusi yang signifikan secara bersama-sama latihan kecepatan reaksi dan pullover pass terhadap hasil smash bola voli pada siswa ekstrakurikuler SMA negeri 16 medan tahun 2014http://digilib.unimed.ac.id/kontribusi-latihan-kecepatan-reaksi-dan-latihan-pullover-pass-terhadap-hasil-smash-bola-voli-pada-siswa-ekstrakurikuler-sma-negeri-16-medan-tahun-2014-33335.htmlThu, 27 Nov 2014 10:29:08 +0700PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN ACCELERATED LEARNINGMODEL MESSAGE UNTUK MENINGKATKAN HASILBELAJAR SISWA DI KELAS VII SMP SWASTAAL-WASHLIYAH 1 MEDAN TA 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada materi bilangan pecahan dengan menerapkan metode pembelajaran accelerated learning model MESSAGE di Kelas VII-A SMP Swasta Al-Washliyah 1 Medan tahun ajaran 20132014 Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas PTK Subjek dalam penelitian ini adalah 30 siswa kelas VII-A SMP Swasta Al-Washliyah 1 Medan dan objek penelitian ini adalah metode pembelajaran accelerated learning model MESSAGE pada materi pecahanInstrumen yang digunakan untuk memperoleh data adalah tes dan lembar observasi Tes digunakan untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa dalam menyelesaikan soal yang berkaitan dengan bilangan pecahan dan lembar observasi digunakan untuk melihat proses pembelajaran ketika metode pembelajaran accelerated learning model MESSAGE diterapkanPenelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas PTK yang terdiri atas 2 siklus masing-masing terdiri dari 2 kali pertemuan Sebelum memberikan tindakan terlebih dahulu diberikan tes awal dan setiap akhir siklus diberikan tes hasil belajar Dari hasil analisis data tes awal diperoleh banyaknya siswa yang mencapai ketuntasan belajar dari tes awal yaitu 7 dari 30 siswa atau 2333 dengan rata-rata kelas 4402 Hasil analisis data pada siklus I setelah dilakukan metode pembelajaran accelerated learning model MESSAGE menunjukkan banyaknya siswa yang mencapai ketuntasan belajar adalah 22 dari 30 siswa atau 7333 dengan rata-rata kelas 6984 Hasil analisis data akhir siklus II dengan pembelajaran yang sama diperoleh banyak siswa yang mencapai ketuntasan belajar yaitu 26 dari 30 siswa atau 8667 dengan rata-rata kelas 7744 Ini berarti terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I hingga siklus II Berdasarkan kriteria ketuntasan belajar klasikal maka pembelajaran ini telah mencapai target ketuntasan belajarDengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui metode pembelajaran accelerated learning model MESSAGE hasil belajar siswa khususnya pada materi bilangan pecahan di kelas VII-A SMP Swasta Al-Washliyah 1 Medan meningkat Saran yang diajukan yaitu guru dapat menerapkan metode pembelajaran accelerated learning model MESSAGE sebagai alternatif dalam pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswahttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-metode-pembelajaran-accelerated-learningmodel-message-untuk-meningkatkan-hasilbelajar-siswa-di-kelas-vii-smp-swastaalwashliyah-1-medan-ta-20132014-33334.htmlThu, 27 Nov 2014 10:22:06 +0700Eksistensi Lagu Lagu Islami Ciptaan Nur Asiyah Jamil Di Kota MedanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana eksistensi lagu lagu Islami yang diciptakan oleh Nur Asiyah Jamil di Indonesia khususnya dikota Medan serta juga untuk mengetahui biografi dan prestasi-prestasi Nur Asiyah Jamil sebagai pencipta lagu lagu Islami juga sebagai Qori ah seseorang yang pandai membaca dan melantunkan Al quran Teori teori yang digunakan dalam penelitian ini mencakup pengertian teori tentang musik jenis lagu lagu Islami maqam-maqam lagu Al quran dan eksistensiPenelitian ini dilaksanakan di jalan Persamaan Simp Limun Medan pada bulan Juni 2013 Agustus 2013 Dalam penelitian ini metode yang digunakan yaitu metode deskriftif kualitatif Dimana sampelnya adalah salah satu oreks padang pasir di Kota Medan dan penggemar lagu lagu Islami di Kota Medan Teknik pengumpulan data yang dilakukan berupa obeservasi studi kepustakaan wawancara dan dokumentasi yang dilakukan langsung terhadap penyanyi Nur Asiyah Jamil tersebut Penelitian ini dillakukan selama kurang lebih 8 mingguHasil dari observasi dan wawancara tersebut menunjukkan bahwa lagu Islami yang diciptakan oleh Nur Asiyah Jamil adalah lagu lagu yang didalamnya mengajarkan orang untuk berbuat kebaikan dan memiliki aturan aturan didalam ajaran agama Islam dan lagu lagu Islami yang dibawakan oleh Nur Asiyah Jamil ini sering ditampilkan pada acara keagamaan seperti Maulid Nabi Khitanan Pesta Pernikahan Isra Mi raj dan festival festival nasyid BahkanKeberadaan lagu lagu beliau sudah sampai beredar dibeberapa negara sepertiMalaysia Thailand Selatan Brunei Darussalam Mekah dan lain sebagainya Di Indonesia sendiri banyak masyarakat yang menggemari lagu lagunya terutama para orang tua Lagu lagu Islami yang diciptakan beliau ini sampai sekarang masih tetap eksis walaupun terkadang timbul tenggelam dikarenakan banyaknya pengaruh dari jenis musik yang lebih modern lagiPada mulanya Nur Asiyah Jamil sudah memiliki bakat bernyanyi ia menciptakan lagu mulai semenjak masa kuliah hingga sekarang pun beliau masih tetap menciptakan lagu lagu Islami Penciptaan lagu lagu Islami beliau jadikan sebagai curhatnya melalui agama dan menuliskannya kedalam lirik lagu Islami Lagu lagu Islami yang sudah diciptakannya kurang lebih sudah sampai 500 lagu dan kini masih tetap menciptakan lagu lagu Islamihttp://digilib.unimed.ac.id/eksistensi-lagu-lagu-islami-ciptaan-nur-asiyah-jamil-di-kota-medan-33333.htmlThu, 27 Nov 2014 10:19:16 +0700PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK LISTRIK DINAMIS DI KELAS X SEMESTER II SMA SWASTABINTANG TIMUR 1 BALIGE TP 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hasil belajar siswa dengan model pembelajaran problem posing dan pembelajaran konvensional beserta mengetahui aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran dengan model pembelajaran problem posing pada materi pokok listrik dinamis di kelas X semester II SMA Swsata Bintang Timur 1 Balige TP 20132014Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian Two Group Pretess-Postest Design Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas X Semester II SMA Swasta Bintang Timur 1 Balige yang terdiri dari 7 kelas Sampel penelitian diambil 2 kelas yang ditentukan dengan teknik cluster random sampling yaitu kelas X-B sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 36 orang dan kelas X-C sebagai kelas kontrol yang berjumlah 34 orang Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ada 2 yaitu tes hasil belajar dalam bentuk pilhan berganda sebanyak 20 soal yang telah divalidasikan dan lembar observasi aktifitas belajar siswa yang dilakukan oleh observer Uji hipotesis menggunakan uji t satu pihak Berdasarkan analisa data nilai rata-rata pretes kelas eksperimen 2444 dengan standar deviasi 901 dan nilai rata-rata kelas kontrol 2471 dengan standar deviasi 861 Pada pengujian normalitas untuk pretes pada kelas eksperimen Lhitung 01428 dan Ltabel 01476 untuk kelas kontrol Lhitung 01351 dan Ltabel 01519 sehingga Lhitung Ltabel maka data kedua kelas berdistribusi normal Kemudian diberikan perlakuan yang berbeda kelas eksperimen dengan model pembelajaran problem posing dan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional Setelah dilakukan perlakuan pada masing-masing kelas nilai rata-rata postes kelas eksperimen 7292 dengan standar deviasi 831 dan kelas kontrol 6544 dengan standar deviasi 772 Rata-rata nilai keseluruhan aktivitas belajar siswa adalah 5278 termasuk dalam kriteria aktif Hasil uji t diperoleh thitung 3914 dan ttabel 1668 sehingga thitung ttabel maka Ha diterima yang berarti ada pengaruh yang signifikan antara hasil belajar siswa dengan model pembelajaran problem posing dan pembelajaran konvensional pada materi pokok listrik dinamis di kelas X semester II SMA Swsata Bintang Timur 1 Balige TP 20132014http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-problem-posing-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-materi-pokok-listrik-dinamis-di-kelas-x-semester-ii-sma-swastabintang-timur-1-balige-tp-20132014-33332.htmlThu, 27 Nov 2014 10:10:15 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Passing Bawah Bola Voli Melalui Penerapan Gaya Mengajar Inklusi Pada Siswa Kelas XII IPA SMA Yayasan Esa Prakarsa Kecamatan SelesaiKabupaten Langkat Tahun Ajaran 20142015Penelitian ini dilaksanakan di SMA Yayasan Esa Prakarsa KecamatanSelesai Kabupaten Langkat Tahun Ajaran 20142015 Penelitian ini dilakukandalam dua siklus dimana setiap siklus berisikan tindakan berupa pelaksanaanpembelajaran dengan penerapan gaya mengajar inklusi yang disesuaikan denganmateri pelajaran Populasi dalam penelitian ini adalah kelas XII IPA SMAYayasan Pendidikan Esa Prakarsa Kecamatan Selesai Kabupaten Delis Serdang Tahun Ajaran 20142015 dengan subjek penelitian sebanyak 36 orang Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan kelas Classroom Action Research Untuk memperoleh data dalam penelitian ini maka dilakukan tes hasil belajar I dan tes hasil belajar II yang berbentuk aplikasi teknik dasar passing bawah sebanyak dua kali pertemuanSetelah data terkumpul dan dilakukan analisis maka diperoleh hasilanalisisnya 1 Pada siklus I setelah tes hasil belajar I dapat dilihat bahwa dari 36 orang siswa yang menjadi subjek dalam penelitian ini ternyata hanya 20 orang siswa 5556 yang sudah memiliki ketuntasan belajar sedangkan selebihnyayaitu 16 orang siswa 4444 belum memiliki ketuntasan belajar Nilai rata rata yang diperoleh hanya mencapai 6972 2 Pada siklus II dapat dilihat bahwa ternyata dari 36 orang siswa terdapat 31 orang siswa yang tuntas 8611 yang sudah memiliki ketuntasan belajar sedangkan selebihnya yaitu 5 orang siswa 1389 belum memiliki ketuntasan belajar Nilai rata rata yang diperoleh hanya mencapai 8111 Berdasarkan hal itu maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran menggunakan penerapan gaya mengajar inklusi dapat meningkatkanhasil belajar passing bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas XII IPA SMA Yayasan Pendidikan Esa Prakarsa Kecamatan Selesai Kabupaten LangkatTahun Ajaran 20142015http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-passing-bawah-bola-voli-melalui-penerapan-gaya-mengajar-inklusi-pada-siswa-kelas-xii-ipa-sma-yayasan-esa-prakarsa-kecamatan-selesaikabupaten-langkat-tahun-ajaran-20142015-33331.htmlThu, 27 Nov 2014 10:08:28 +0700PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK LISTRIK DINAMIS DI KELAS X SMA SWASTA AL ULUM MEDAN TP 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok listrik dinamis di kelas X semester II SMA Swasta Al Ulum Medan TP 20132014Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan Pretest-Posttest Control Group Design Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Swasta Al Ulum Medan TP 20132014 dengan jumlah 6 kelas Pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling dengan mengambil 2 kelas dari 6 kelas secara acak yaitu kelas X-6 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-5 sebagai kelas kontrol Kelas eksperimen berjumlah 30 orang dan kelas kontrol berjumlah 30 orang Instrumen yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa adalah tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda sebanyak 20 soal dengan 5 option a b c d dan e yang telah divalidasi oleh validator serta uji ramalan Hasil uji pretes pada awal penelitian diperoleh nilai rata-rata pretes kelas eksperimen 2950 dengan standar deviasi 1155 dan nilai rata-rata pretes kelas kontrol 3133 dengan standar deviasi 1203 Pada pengujian normalitas masing-masing kelas diperoleh Lhitung 01272 dan Ltabel 01610 untuk kelas eksperimen Lhitung 01025 dan Ltabel 01610 untuk kelas kontrol sehingga Lhitung Ltabel maka data masing-masing kelas berdistribusi normal Sedangkan pada uji homogenitas diperoleh Fhitung 109 dan Ftabel 186 sehinggan Fhitung Ftabel maka kedua sampel berasal dari kelompok yang homogen Kemudian diberikan perlakuan pada kelas eksperimen dengan model pembelajaran inkuiri sedangkan kelas kontrol diajar menggunakan pembelajaran konvensional Setelah pembelajaran selesai diberikan postes dan diperoleh hasil rata-rata kelas eksperimen 6883 dengan standar deviasi 1230 dan kelas kontrol 5867 dengan standar deviasi 937 Kelas eksperimen maupun kelas kontrol berdistribusi normal dan kedua kelas memiliki varians yang homogen Hasil uji t diperoleh thitung 3600 dan ttabel 1671 pada taraf signifikan 945 005 sehingga thitung ttabel 3600 1671 maka H0 ditolak dan terima Ha dengan demikian ada pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok listrik dinamis di kelas X SMA Swasta Al Ulum Medan TP 20132014http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-inkuiri-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-materi-pokok-listrik-dinamis-di-kelas-x-sma-swasta--al-ulum-medan-tp-20132014-33330.htmlThu, 27 Nov 2014 10:07:06 +0700SENANDUNG DALAM TRADISI MENGAYUNKAN ANAK PADA MASYARAKAT MELAYU DI KABUPATEN BATUBARA STUDI TERHADAP BENTUK MUSIK DAN FUNGSIPenelitian ini bertujuan untuk membahas tentang proses tradisi mengayunkan anak fungsi senandung bentuk musik dan bentuk penyajian senandung dalam tradisi mengayunkan anak pada masyarakat Melayu di kabupaten Batubara Populasi penelitian ini adalah tokoh adat yang berjumlah 2 orang seniman berjumlah 3 orang dan masyarakat yang melaksanakan tradisi mengayunkan anak sebanyak 2 orang sehingga jumlah populasinya adalah 7 orang Sampel yang digunakan sebanyak 7 orang Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif ditafsirkan dan dirumuskan antara data yang satu dengan data yang lain agar data tersebut akurat dan cermat Teknik pengumpulan data meliputi studi kepustakaan observasi wawancara dan dokumentasi Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka dapat diketahui susunan acara pada tradisi mengayunkan anak yaitu pembacaan shalawat Al Barzanji Marhaban menabalkan nama anak doa hiburan dan senandung Senandung di Kabupaten Batubara memiliki 1 Fungsi pengungkapan emosional dapat dilihat pada liriknya yang mengungkapkan kesyukuran dan kasih sayang seorang ibu 2 Fungsi hiburan dapat dinikmati melalui liriknya yang berupa pantun serta melodi dan iringan musiknya 3 Fungsi komunikasi dapat dilihat pada peran senandung sebagai media ekspresi kecintaan orang tua terhadap anaknya Senandung memiliki bentuk musik A brid dan pecahan Iyolah Molek memiliki bentuk musik Bentuk penyajian senandung dalam tradisi mengayunkan anak di Kabupaten Batubara yaitu dinyanyikan oleh grup nasyid wanita yang terdiri dari 1 orang penyenandung yang memainkan tambourin dan 3 orang lainnya mamainkan rebana Senandung dinyanyikan secara medley dengan pecahannya Iyolah molek Cenggok cenggok Kayuh mak Ijah kayuh Cak cak umpan Berpisah dan Gelang sipaku gelang Senandung menjadi bagian dalam acara mengayunkan anak yang dilaksanakan pada siang hari di dalam rumah masyarakat yang melaksanakan tradisi mengayunkan anakhttp://digilib.unimed.ac.id/senandung-dalam-tradisi-mengayunkan-anak-pada-masyarakat-melayu-di-kabupaten-batubara-studi-terhadap-bentuk-musik-dan-fungsi-33329.htmlThu, 27 Nov 2014 10:04:18 +0700Pengaruh Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Listrik Dinamis Kelas X SMA RK Deli Murni Deli Tua TA 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model problem based learning untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa pada materi listrik dinamis di kelas X SMA RK Deli Murni Deli Tua TP 20132014Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA RK Deli Murni Deli Tua TA 20132014 yang terdiri dari 3 kelas dengan populasi 108 siswa Pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling dengan mengambil 2 kelas yaitu kelas X-1 sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 31 orang dan kelas X-2 sebagai kelas kontrol yang berjumlah 31 orang Instrumen yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa adalah tes hasil belajar yang berbentuk essay test dengan jumlah 15 soal Dari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata pretes kelas eksperimen 2045 dengan simpangan baku 6884 dan nilai rata-rata kelas kontrol 1929 dengan simpangan baku 7276 Pada pengujian normalitas untuk pretes pada kelas eksperimen diperoleh Lhitung 01192 dan Ltabel 01591 untuk kelas kontrol dengan Lhitung 01451 dan Ltabel 01591 karena Lhitung Ltabel maka data kedua kelas berdistribusi normal Pada uji homogenitas diperoleh Fhitung 1117 dan Ftabel 184 karena Fhitung Ftabel maka kedua sampel berasal dari kelompok yang homogen Dari hasil uji beda nilai kedua kelas pada taraf signifikan 945 005 diperoleh thitung 0645 dan ttabel 200 karena thitung ttabel maka Ho diterima maka dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan nilai pretes kedua kelas artinya kedua kelas memiliki kemampuan awal yang sama Kemudian diberikan perlakuan yang berbeda kelas eksperimen dengan model problem based learning dan kelas kontrol dengan model konvensional Setelah pembelajaran selesai diberikan diperoleh postes dengan hasil rata-rata kelas eksperimen 5265 dengan simpangan baku 19889 dan kelas kontrol 4755 dengan simpangan baku 12359 Berdasarkan hasil uji t diperoleh thitung 182 dan ttabel 167 Karena thitung ttabel maka Ha diterima dengan kata lain terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa di kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penerapan model problem based learning dalam meningkatkan hasil belajar fisika siswa pada materi pokok listrik dinamis di kelas X semester II SMA RK Deli Murni Deli Tua TA 20132014http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-berdasarkan-masalah-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-materi-pokok-listrik-dinamis-kelas-x-sma-rk-deli-murni-deli-tua-ta-20132014-33328.htmlThu, 27 Nov 2014 10:03:19 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Passing Bawah Pada Bola Voli Melalui Modifikasi Sarana Pembelajaran Pada Siswa Kelas Xi Smk Swasta Bersama Berastagi KabKaro Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar passing bawah bola voli pada siswa kelas XI SMK Swasta Bersama Berastagi Kab Karo dengan menggunakan modifikasi sarana pembelajaranLokasi penelitian ini adalah di SMK Swasta Bersama Berastagi Kab Karo Tahun Ajaran 20132014 Sampel penelitian ialah siswa kelas XI sebanyak 30 orangPenelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus siklus I dan II Sebelum dilakukan tindakan pada siklus I peneliti memberi pre-test untuk mengetahui hasil pada pelajaran passing bawah bola voli dilanjutkan dengan siklus I dan post-test siklus I dan diakhiri dengan pemberian post test siklus II dengan instrumen penelitian lembar pengamatan test hasil belajar passing bawah bola voli dengan menggunakan lembar fortofolioDengan menggunakan sarana modifikasi pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan hasil belajar passing bawah bola voli siswa dari mulai tes awal hingga pada siklus II pada test awal yang dilakukan terdapat 13 orang siswa 433 yang berhasil dalam mencapai ketuntasan belajar dengan rata-rata nilai 681 Ketuntasan belajar siswa pada post-tes siklus I mencapai 19 orang siswa yang berhasil dalam mencapai ketuntasan belajar yaitu sebesar 63 dengan nilai rata-rata 792 dan ketuntasan belajar siswa pada pos tes siklus II mencapai 26 orang siswa yang berhasil dalam mencapai ketuntasan belajar yaitu sebesar 867 dengan rata-rata nilai 881 Jadi dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa dalam passing bawah bola voli menggunakan sarana modifikasi pembelajaran di kelas XI SMK Swasta Bersama Berastagi Kab Karo Tahun Ajaran 20132014 Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa dengan menggunakan modifikasi sarana pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar passing bawah bola voli pada siswa kelas XI SMK Swasta Bersama Berastagi Kab Karo Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-passing-bawah-pada-bola-voli-melalui-modifikasi-sarana-pembelajaran-pada-siswa-kelas-xi-smk-swasta-bersama-berastagi-kabkaro-tahun-ajaran-20132014-33327.htmlThu, 27 Nov 2014 10:00:26 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Passing Bawah Dalam Permainan Bola Voli Dengan Menggunakan Metode VAK Visual Auditori Kinestetik Pada Siswa Kelas XI SMK Karya Serdang Lubuk Pakam Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan Hasil Belajar Passing Bawah Dalam Permainan Bola Voli Dengan Menggunakan Metode VAK Visual Auditori Kinestetik Pada Siswa Kelas XI SMK Karya Serdang Lubuk Pakam Tahun Ajaran 20132014 Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas classroom action research Penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan yang sengaja dimunculkan didalam kelas secara bersama Peneltian ini dilaksanakan di sekolah SMK Karya Serdang Lubuk Pakam yang beralamat di jalan Galang Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang Subjek penelitian ini adalah kelas XI TI SMK Karya Serdang Lubuk Pakam Tahun Ajaran 20132014 yang berjumlah 32 orang Untuk memperoleh data dalam penelitian ini dilakukan tes hasil belajar di akhir setiap siklus berbentuk penilaian teknik passing bawah dalam permainan bola voli Dengan pelaksanaan penelitian tes hasil belajar ini dilaksanakan selama dua minggu atau dua kali pertemuan Hasil penelitian menyimpulkan 1 dari tes hasil belajar siklus I diperoleh sebanyak 20 orang siswa dengan nilai setelah dikonfersikan 6250 telah mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 12 orang siswa 3750 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar Dengan nilai rata rata hasil belajar setelah dikonfersikan adalah 887 Namun belum memenuhi kriteria ketuntasan secara klasikal yang diharapkan yaitu 85 2 dari tes hasil belajar siklus II diperoleh data sebanyak 28 orang siswa dengan nilai setelah dikonfersikan sebesar 8750 yang telah mencapai ketuntasan dalam belajar dan 4 orang siswa 1250 masih belum tuntas Dengan nilai rata rata hasil belajar setelah dikonfersikan adalah 959 Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode VAK Visual Auditori Kinestetik dapat meningkatkan hasil belajar passing bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas XI SMK Karya Serdang Lubuk Pakam Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-passing-bawah-dalam-permainan-bola-voli-dengan-menggunakan-metode-vak-visual-auditori-kinestetik-pada-siswa-kelas-xi-smk-karya-serdang-lubuk-pakam-tahun-ajaran-20132014-33326.htmlThu, 27 Nov 2014 09:51:36 +0700PERBEDAAN HASIL BELAJAR ANTARA MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG PADA MATERI POKOK HIMPUNAN BAGI SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 3 BALIGE TAHUN AJARAN 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah lebih tinggi daripada model pembelajaran langsung pada materi pokok himpunan bagi siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Balige TA 20142015 Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunakan pre-test and post-test group design Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 3 Balige TA 20142015 Sedangkan yang menjadi sampel dalam penelitian ini ada dua kelas yaitu kelas VII-A sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 26 siswa dan kelas VII-B sebagai kelas kontrol dengan jumlah 28 siswa Instrumen yang digunakan adalah tes pretest dan posttest yang berbentuk essay test uraian masing-masing sebanyak 3 soal Sebelum tes diberikan kepada siswa sampel terlebih dahulu tes divalidkan oleh 2 orang dosen dan 1 orang guru dan dinyatakan valid Hasil Uji validitas dengan rtabel 0388 diperoleh bahwa pada soal pre test terdapat 3 soal valid dari 3 soal dan untuk soal post test terdapat 3 soal valid dari 3 soal Dan hasil uji reliabilitas soal pre test diperoleh sebesar 0846 sedangkan pada soal post test diperoleh sebesar 0750 Dari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata hasil belajar matematika siswa pada kelas eksperimen adalah 7792 dan pada kelas kontrol adalah 75 Dari perhitungan uji normalitas data pretest kelas eksperimen diperoleh Lhitung Ltabel 01314 0173 dan data pretest kelas kontrol Lhitung Ltabel 01284 0173 sedangkan pada posttest kelas eksperimen diperoleh Lhitung Ltabel 0164 0173 dan data posttest kelas kontrol Lhitung Ltabel 01077 0173 sehingga disimpulkan bahwa kedua kelas berasal dari populasi yang berdistribusi normal Dari perhitungan uji homogenitas data pretest diperoleh Fhitung 120 dan Ftabel 197 sedangkan pada posttest diperoleh Fhitung 117 dan Ftabel 197 maka Fhitung Ftabel sehingga dapat disimpulkan kedua sampel berasal dari populasi yang homogenHasil uji-t pada taraf 945 005 dan dk 52 diperoleh thitung ttabel yaitu 2646 20105 artinya bahwa peningkatan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah lebih tinggi daripada peningkatan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran langsung pada materi himpunan bagi siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Balige TA 20142015http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan--hasil-belajar-antara-model-pembelajaran-berbasis-masalah-dengan-model-pembelajaran-langsung-pada-materi-pokok-himpunan-bagi-siswa-kelas-vii-di-smp-negeri-3-balige-tahun-ajaran-20142015-33325.htmlThu, 27 Nov 2014 09:47:09 +0700Upaya Meningkatkan Hasil BelajarPassing Bawah Dalam Permainan Bola Voli Melalui Kombinasi Gaya Mengajar Pada Siswa Kelas XI SMA Islam Terpadu Khairu Imam TA20132014Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar passingbawah dalam permainan bola voli melalui kombinasi gaya mengajar pada siswaKelas XI SMA Islam Terpadu Khairu Imam TA 20132014 Metode penelitianini adalah Penelitian Tindakan kelas Classroom Action Research Penelitian inidilakukan dalam dua siklus dimana setiap siklus berisikan tindakan berupapelaksanaan pembelajaran dengan kombinasi gaya mengajar yang disesuaikandengan materi pelajaran Subjek penelitian sebanyak 17 orang Untukmemperoleh data dalam penelitian ini maka dilakukan tes hasil belajar I dan tes hasil belajar II yang berbentuk aplikasi teknik dasar passing bawah sebanyak dua kali pertemuanSetelah data terkumpul dan dilakukan analisis maka diperoleh hasilanalisisnya 1 Pada siklus I setelah tes hasil belajar I dapat dilihat bahwa dari 17 siswa terdapat 8 siswa 4705 yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 9 siswa 5295 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar dalam pembelajaran passing bawah permainan bola voli Dengan nilai rata-rata yang diperoleh pada siklus I ini mencapai 6762 2 Pada siklus II setelah hasil dites bahwa dari 17 siswa terdapat 15 siswa 8824 yang telah mencapai ketuntasan belajar Sedangkan 2 siswa 1176 belum mencapai ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa 7547 Perubahan hasil data dari siklus 1 dan siklus 2 yaitu 781 Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa Hasil Belajar Passing BawahDalam Permainan Bola Voli Meningkat Melalui Penerapan Kombinasi GayaMengajar Pada Siswa Kelas XI SMA Islam Terpadu Khairu Imam TA 20132014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajarpassing-bawah-dalam-permainan-bola-voli-melalui-kombinasi-gaya-mengajar-pada-siswa-kelas-xi-sma-islam-terpadu-khairu-imam-ta20132014-33324.htmlThu, 27 Nov 2014 09:45:48 +0700PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG MENGGUNAKAN MEDIA CAMTASIA DAN POWER POINT PADA POKOK BAHASAN LINGKARAN KELAS VIII SMP PADAMU NEGERI MEDAN TA 20122013Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang belajar dengan menggunakan media Camtasia lebih baik daripada siswa yang belajar dengan menggunakan media Power Point pada pokok bahasan Lingkaran di kelas VIII SMP Padamu Negeri MedanPopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Padamu Negeri Medan yang terdiri dari 3 kelas Sedangkan yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah 64 siswa yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas VIII-1 yang merupakan kelas eksperimen I sebanyak 32 orang dan kelas VIII-2 yang merupakan kelas eksperimen II sebanyak 32 orang Kelas eksperimen I menggunakan media Camtasia dan pada kelas eksperimen II menggunakan media Power Point Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini digunakan test objektif sebanyak 10 soal dan telah dinyatakan valid oleh tim ahliSebelum pengujian hipotesis terlebih dahulu diuji normalitas dan homogenitas data Dari pengujian ini diperoleh bahwa sampel berasal dari populasi yang memiliki varians yang homogen dan berdistribusi normal Dari analisis data pada kelas eksperimen I diperoleh nilai rata-rata pretest 4625 dan standar deviasi pretest 1519 sedangkan nilai rata-rata posttest 7688 dan standar deviasi posttest 1355 Pada kelas eksperimen II diperoleh nilai rata-rata pretest 4594 dan standar deviasi pretest 1341 sedangkan nilai rata-rata posttest 6938 dan standar deviasi posttest 1544 Dari analisis data posttest dengan menggunakan uji-t pada taraf 005 diperoleh thitung 2066 ttabel 1670 maka H0 ditolak dan Ha diterimaMaka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran langsung menggunakan media Camtasia lebih tinggi dibandingkan dengan model pembelajaran langsung menggunakan media Power Point pokok bahasan Lingkaran di kelas VIII SMP Padamu Negeri Medanhttp://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-siswa-dengan-model-pembelajaran-langsung-menggunakan-media-camtasia-dan-power-point-pada-pokok-bahasan-lingkaran-kelas-viii-smp-padamu-negeri-medan--ta-20122013-33323.htmlThu, 27 Nov 2014 09:42:24 +0700Perbedaan Pengaruh Latihan Berbeban Dengan Latihan Plyometrik Terhadap Peningkatan Power Otot Tungkai dan Smash Bola Voli Atlet Klub Bola Voli Putri Bina Putri Medan Tahun 2014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latihan manakah yang lebihberpengaruh antara latihan berbeban dan latihan plyometrik terhadap peningkatanpower otot tungkai dan Smash bola voli atlet klub bola voli putri Bina PutriMedan tahun 2014 Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan pelaksanaan latihan yaitu latihan beban dan latihanplyometrik Populasi adalah atlet Klub bola voli putri Bina Putri Medan yangberjumlah 16 orang Jumlah sampel 10 orang diperoleh dengan teknik PurposiveSampling selanjutnya dibagi menjadi dua kelompok dengan teknik MatchingPairing yaitu kelompok latihan beban dan latihan Plyometrik Instrumenpenelitian untuk pengumpulan data dengan tes power otot tungkai dan smash bolavoli penelitian dilaksanakan selama 18 x pertemuan dengan latihan 4 empatkali dalam seminggu Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan maka diperoleh pengujian hipotesis pertama Hitung t sebesar 905 Selanjutnya harga tersebut dibandingkan dengan harga Tabel t dengan dk n-1 5 -1 4 pada taraf signifikan 945 005 adalah 213 dengan demikian Hitung t Tabel t atau 905 213 Hal ini berarti 0 H ditolak dan a H diterima Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara signifikan latihan beban berpengaruh terhadap peningkatan power otot tungkaiatlet bola voli putri Klub Bina Putri Medan tahun 2014 Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan maka diperoleh pengujian hipotesis kedua Hitung t sebesar 262 Selanjutnya harga tersebut dibandingkan dengan harga Tabel t dengan dk n-1 5 -1 4 pada taraf signifikan 945 005 adalah 213 dengan demikian Hitung t Tabel t atau 262 213 Hal ini berarti 0 H ditolak dan a H diterima Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara signifikan latihan plyometrik berpengaruh terhadap peningkatan power otot tungkai atlet bola voli putri Klub Bina Putri Medan tahun 2014 Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan maka diperoleh pengujian hipotesis ketiga Hitung t sebesar 196 Selanjutnya harga tersebut dibandingkan dengan harga tTabel dengan dk 1 2 n 61483 n -2 5 5 2 8 pada taraf signifikan 945 005 adalah 186 dengan demikian Hitung Tabel t 61502 t atau 196 186 Hal ini berarti Ha diterima dan Ho ditolak Dengan demikian dapat disimpulkan bahwalatihan Beban lebih besar pengaruhnya dibandingkan latihan Plyometrik terhadappeningkatan power otot tungkai atlet bola voli putri Klub Bina Putri Medan tahun 2014 Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan maka diperoleh pengujian hipotesis keempat Hitung t sebesar -046 Selanjutnya harga tersebut dibandingkandengan harga Tabel t dengan dk n-1 5 -1 4 pada taraf signifikan 945 005adalah 213 dengan demikian Hitung t Tabel t atau -046 213 Hal ini berarti 0 H diterima dan a H ditolak Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan beban terhadap Smash bola voli atlet bola voli putri Klub Bina Putri Medan tahun 2014 Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan maka diperoleh pengujian hipotesis kelima Hitung t sebesar 045 Selanjutnya harga tersebut dibandingkan dengan harga Tabel t dengan dk n-1 5 -1 4 pada taraf signifikan 945 005 adalah 213 dengan demikian Hitung t Tabel t atau 045 213 Hal ini berarti 0 H diterima dan a H ditolak Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan plyometrik terhadap Smash BolaVoli atlet bola voli putri Klub Bina Putri Medan tahun 2014 Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan maka diperoleh pengujian hipotesis keenam Hitung t sebesar -028 Selanjutnya harga tersebut dibandingkan dengan harga tTabel dengan dk 1 2 n 61483 n -2 4 4 2 6 pada taraf signifikan 945 005 adalah 186 dengan demikian Hitung Tabel t 61500 t atau -028 186 Hal ini berarti 0 H diterima dan a H ditolak Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan beban dan latihan Plyometrik terhadap Smash bola voli atlet bola voli putri Klub Bina Putri Medan tahun 2014Dari Pengujian hipotesis III dan III dapat disimpulkan bahwa Dari hasilpengujian hipotesis yang ketiga menunjukkan bahwa latihan beban lebih besar pengaruhnya dibandingkan latihan plyometrik terhadap power otot tungkai atlet bola voli putri Klub Bina Putri Medan tahun 2014http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-pengaruh-latihan-berbeban-dengan-latihan-plyometrik-terhadap-peningkatan-power-otot-tungkai-dan-smash-bola-voli-atlet-klub-bola-voli-putri-bina-putri-medan-tahun-2014-33322.htmlThu, 27 Nov 2014 09:38:44 +0700Eksplanasi Tari Didong Alo padaMasyarakat Gayo LuesPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan tari Didong Alo siapa yang menciptakannya kapan di ciptakan Tari Didong Alo dimanadiciptakan Tari Didong Alo bagaimana gagasan yang membentuk tari DidongAlo dan Mengapa tari Didong Alo diciptakan Tempat penelitian ini di Desa Cempa Kecamatan Belangkejeren Kabupaten Gayo Lues Metode yang digunakan untuk membahas tari Didong Alo di kecamatanaBelangkejeren Kabupaten Gayo Lues adalah metode deskriptif kualitatif Populasidalam tari ini sekaligus menjadi sampel dalam penelitian yaitu pencipta taripenari penari dan beberapa tokoh seniman Aceh Tamiang yang mengetahuimengenai tari Didong Alo pada Masyarakat Gayo Lues Teknik pengumpulan datameliputi studi kepustakaan observasi wawancara dan dokumentasi kemudiandianalisis dengan metode Deskriptif Kualitatif Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Kecamatan Belangkejeren Kabupaten Gayo Lues Dapat ditarik kesimpulan bahwa Asal mula terciptanya tari Didong Alo ini terinspirasi dari sebua cerita rakyat dimana gajah putih atau jelmaan dari seorang raja yang akan di bawa keistana raja gajah putih tidak mau berjalan tanpa adanya kesenian dengan inilah Sech saman menciptakan kesenian Didong Alo ini untuk membawakan gajah putih ke istana raja dan untuk menyebarkan Agama Islam kepada masyarakat Gayo tarian ini diciptakan oleh Sech Saman dan agama islam disebarkan oleh Sech Abdul Kader pada tahun 1915 Tari Didong Alo ini diguanakan untuk menyambut tamu dalam acara resmi seperti Perkawinan khitanan dan acara resmi lainnya berfungsi sebagai tari hiburan dan pertunjukan Di dalam tarian ini ada gerak samar yaitu kedua kelompok berlari-lari kemudian membentuk lingkaran berkeliling dan berjalan biasa Musik yang digunakan dalam tarian ini adalah internal penarimenggunakan syair yang berisikan amanat untuk tamu tamu yang datang Busanayang digunakan dalam penyajian tari Didong Alo ini adalah baju kerawang gayo terdiri dari baju lukub pawak kerawang belgong upuh kerawang dan teleng yangmelambangkan ciri khas daerahhttp://digilib.unimed.ac.id/eksplanasi-tari-didong-alo-padamasyarakat-gayo-lues-33321.htmlThu, 27 Nov 2014 09:37:51 +0700