UNIMED Digital Repository feedhttp://digilib.unimed.ac.idUNIMED Digital Repository | Digital Library , Theses, Journal Article, Publication, Research, Heritage, Paper, Multimedia , Literature, DocumentidCopyright (C) 2012-2014 UNIMED Digital RepositoryPeran Pemerintahan Kelurahan Dalam Pembinaan Generasi Muda Studi Kasus Di Kelurahan Sei Kera Hilir I Kecamatan Medan Perjuangan Kota MedanPenelitan ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pembinaan generasi muda yang dilakukan aparat pemerintahan kelurahan di Kelurahan Sei Kera Hilir I Kecamatan Medan Perjuangan Kota Medan Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kwalitatifAdapun populasi dalam penelitian dalah seluruh anggota pemerintahan dan para generasi muda yang berusia 17-25 tahun yang ada di Kelurahan Sei Kera Hilir I Kecamatan Medan Perjuangan Kota Medan yang berjumlah 200 orang Sedangkan informan kunci yaitu berjumlah 20 orang dan para generasi muda sebagai informan pelelngkap yaitu 25 dari jumlah populasi yang ada yakni 50 orang generasi muda yang diambil secara acak random sampling Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi wawancara dan angket Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan tabel frekuensiAdapun hasil dari penelitian ini bahwa pemerintahan Kelurahan cukup berhasil melakukan kinerjanya dalam hal ini memberikan bekal keterampilan di kalangan generasi muda Persentase menunjukkan bahwa sangat tingginya jawaban responden yang menyatakan bahwa pemerintahan Kelurahan berperan dalam menggerakkan kegiatan olahraga keagamaan pemberantasan narkoba pemberantasan perjudian dan perbuatan asusila kegiatan wirausaha generasi muda dalam rangka membekali keterampilan pemuda di masa mendatanghttp://digilib.unimed.ac.id/peran-pemerintahan-kelurahan-dalam-pembinaan-generasi-muda-studi-kasus-di-kelurahan-sei-kera-hilir-i-kecamatan-medan-perjuangan-kota-medan-33207.htmlMon, 24 Nov 2014 16:59:38 +0700Kajian Tentang Kesadaran HukumMasyarakat Dalam Kepemilikan Akta Kelahiran Studi Kasus di KelurahanNamo Gajah Kecamatan Medan Tuntungan Kota MedanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman masyarakat KelurahanNamo Gajah Medan Tuntungan tentang Pendaftaran Akta Kelahiran dan kendalayang dihadapi masyarakat Kelurahan Namo Gajah Kecamatan Medan Tuntungandalam Kepemilikan Akta Kelahiran Adapun jumlah populasi dalam penelitian iniadalah sebanyak 477 Kepala Keluarga Sampel yang diambil yaitu 15 dariJumlah populasi yaitu sebanyak 41KepalakeluargaSebagai kelanjutan dalam proses penelitian ini maka peneliti menggunakanteknik pengumpulan data berupa observasi wawancara dan angket Padapenelitian ini teknik analisis data yang dipakai adalah metode analisis deskriptifkualitatifSetelah data diperoleh dari hasil pengujian maka dapat diketahui jawabanresponden bahwa persentase jawaban responden yang mendukung adalah 65 sedangkan persentase jawaban responden yang tidak mendukung adalah 35 Dengan demikian kesadaran hukum masyarakat dalam kepemilikan akta kelahiranStudi kasus di KelurahanNamo Gajah Kecamatan Medan Tuntungan KotaMedan adalahtergolong sedang Ini di pengaruhi oleh tingkat pengetahuan sertatingkat pendidikan orang tua yang sangat minim untuk mengikuti perkembanganinformasi mengenai aktakelahiran serta tingkat ekonomi yang masih rendah tidakadanya akta perkawinan buku nikah orang tua karena orang tua juga kurangmemahami apa arti pentingnya sebuah akta kelahiran bagi seorang anak hal inidapat dibuktikan dari kesadaran masyarakat yang kurang dalam kepemilikan aktakelahiran bagi anaknya dengan tidak memiliki akta kelahiran sampai anaknnyasudah besarhttp://digilib.unimed.ac.id/kajian-tentang-kesadaran-hukummasyarakat-dalam-kepemilikan-akta-kelahiran-studi-kasus-di-kelurahannamo-gajah-kecamatan-medan-tuntungan-kota-medan-33206.htmlMon, 24 Nov 2014 16:53:38 +0700Kajian Tentang Kesadaran HukumMasyarakat Dalam Kepemilikan Akta Kelahiran Studi Kasus di KelurahanNamo Gajah Kecamatan Medan Tuntungan Kota MedanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman masyarakat KelurahanNamo Gajah Medan Tuntungan tentang Pendaftaran Akta Kelahiran dan kendalayang dihadapi masyarakat Kelurahan Namo Gajah Kecamatan Medan Tuntungandalam Kepemilikan Akta Kelahiran Adapun jumlah populasi dalam penelitian iniadalah sebanyak 477 Kepala Keluarga Sampel yang diambil yaitu 15 dariJumlah populasi yaitu sebanyak 41KepalakeluargaSebagai kelanjutan dalam proses penelitian ini maka peneliti menggunakanteknik pengumpulan data berupa observasi wawancara dan angket Padapenelitian ini teknik analisis data yang dipakai adalah metode analisis deskriptifkualitatifSetelah data diperoleh dari hasil pengujian maka dapat diketahui jawabanresponden bahwa persentase jawaban responden yang mendukung adalah 65 sedangkan persentase jawaban responden yang tidak mendukung adalah 35 Dengan demikian kesadaran hukum masyarakat dalam kepemilikan akta kelahiranStudi kasus di KelurahanNamo Gajah Kecamatan Medan Tuntungan KotaMedan adalahtergolong sedang Ini di pengaruhi oleh tingkat pengetahuan sertatingkat pendidikan orang tua yang sangat minim untuk mengikuti perkembanganinformasi mengenai aktakelahiran serta tingkat ekonomi yang masih rendah tidakadanya akta perkawinan buku nikah orang tua karena orang tua juga kurangmemahami apa arti pentingnya sebuah akta kelahiran bagi seorang anak hal inidapat dibuktikan dari kesadaran masyarakat yang kurang dalam kepemilikan aktakelahiran bagi anaknya dengan tidak memiliki akta kelahiran sampai anaknnyasudah besarhttp://digilib.unimed.ac.id/kajian-tentang-kesadaran-hukummasyarakat-dalam-kepemilikan-akta-kelahiran-studi-kasus-di-kelurahannamo-gajah-kecamatan-medan-tuntungan-kota-medan-33205.htmlMon, 24 Nov 2014 16:47:22 +0700Pengembangan Potensi Wisata Di Danau Linting Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Kabupaten Deli SerdangPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 Pengembangan potensi wisata di kawasan danau linting daya tarik aksebilitas sarana dan prasarana Kecamatan Sinembah Tanjung Muda 2 Usahausaha masyarakat dalam pengembangan potensi danau linting Kecamatan Sinembah Tanjung Muda 3 Kendala-kendala masyarakat dalam pengembangan danau linting Kecamatan Sinembah Tanjung MudaPenelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sinembah Tanjung Muda pada tahun 2014 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kawasan di sekitar danau linting yang sekaligus dijadikan sebagai sampel Teknik pengumpulan data dengan observasi komunikasi tidak langsung dan komunikasi langsung Teknik analisis data yang digunakan yakni teknik analisis deskriptif kualitatifHasil penelitian menunjukkan bahwa 1 Pengembangan potensi wisata di kawasan danau linting dayatarik aksebilitas sarana dan prasarana Kecamatan Sinembah Tanjung Muda yaitu dengan menjaga keaslian dan kelestarian kawasan perbaikan jalan menuju daerah tujuan wisata alam dan pembuatan papan penunjuk arah yang memudahkan pengunjung mencapai lokasi pengadaan pusat informasi dan pelayanan pengunjung pengadaan peta serta membuat batas-batas di sekitar danau yang boleh dimasuki oleh pengunjung 2 Usaha-usaha masyarakat dalam pengembangan danau linting Kecamatan Sinembah Tanjung Muda berupa penambahan fasilitas seperti menyediakan tikar menyediakan tempat parkir serta ayunan untuk menambah kegiatan pengunjung 3 Kendala-kendala masyarakat dalam pengembangan danau linting Kecamatan Sinembah Tanjung Muda berupa lemahnya sumber daya manusia yang berada di sekitar danau tidak ada dukungan dari pihak manapun untuk membuat rencana kegiatan pengembangan potensi wisata dan kurangnya dana dalam pengembangan potensi danau lintinghttp://digilib.unimed.ac.id/pengembangan-potensi-wisata-di-danau-linting-kecamatan-sinembah-tanjung-muda-kabupaten-deli-serdang-33204.htmlMon, 24 Nov 2014 14:20:20 +0700Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Giving Question and Getting Answer untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Materi Kondisi Fisik Wilayah Indonesia di Kelas VIII SMP N 40 Medan TA 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan 1 Aktivitas belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe giving question and getting answer pada materi kondisi fisik wilayah Indonesia 2 Hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe giving question and getting answer pada materi kondisi fisik wilayah Indonesia di kelas VIII-A SMP N 40 Medan TA 20132014Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 40 Medan Tahun 2013 Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas PTK dengan subjek penelitian kelas VIII-A yang berjumlah 19 siswa Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari lembar observasi Lembar Kerja Siswa LKS dan tes tertulis sebagai alat mengevaluasi hasil belajar siswa dan data dianalisis dengan teknik deskriptifHasil penelitian menunjukkan bahwa 1 Aktivitas belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe giving question and getting answer pada materi kondisi fisik wilayah Indonesia dapat meningkat dengan rata-rata 1473 7193 pada siklus I menjadi 8666 pada siklus II 2 Hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe giving question and getting answer pada materi kondisi fisik wilayah Indonesia juga meningkat sebesar 1611 7337 pada siklus I menjadi 8948 pada siklus II Dengan demikian hipotesis tindakan yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima Artinya bahwa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Giving Question and Getting Answer pada materi Kondisi Fisik Wilayah Indonesia dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswahttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-giving-question-and-getting-answer-untuk-meningkatkan-aktivitas-dan-hasil-belajar-siswa-pada-materi-kondisi-fisik-wilayah-indonesia-di-kelas-viii-smp-n-40-medan-ta-20132014-33203.htmlMon, 24 Nov 2014 14:14:58 +0700Penerapan Model Pembelajaran Student Teams Achievement Divisions Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Perairan Darat Di Kelas X SMA Negeri 1 Karang Baru Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 Aktivitas belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions pada materi perairan darat di kelas X SMA Negeri 1 Karang Baru Tahun Ajaran 20132014 2 Hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions pada materi perairan darat di kelas X SMA Negeri 1 Karang Baru Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Karang Baru Tahun Ajaran 20132014 Jenis Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian siswa kelas X-6 yang berjumlah 31 0rang Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi langsung dan komunikasi tidak langsung selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriftifHasil penelitian menunjukkan 1 Adanya peningkatan aktivitas belajar siswa sebesar 2566 dari siklus I sebesar 5855 meningkat menjadi 8421 pada siklus II dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions pada materi perairan darat 2Adanya peningkatan hasil belajar siswa sebesar 6129 dari siklus I sebesar 3225 meningkat menjadi 9354 pada siklus II dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions pada materi perairan darahttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-student-teams-achievement-divisions-untuk-meningkatkan-aktivitas-dan-hasil-belajar-siswa-pada-materi-perairan-darat-di-kelas-x-sma-negeri-1-karang-baru-tahun-ajaran-20132014-33202.htmlMon, 24 Nov 2014 14:07:16 +0700Hubungan Sosial Ekonomi Dengan Partisipasi Pasangan Usia Subur PUS Dalam Gerakan KB di Kecamatan Sipispis Kabupaten Serdang BedagaiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sosial ekonomi dengan partisipasi Pasangan Usia Subur PUS dalam Gerakan Keluarga Berencana KB di Kecamatan Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2013 dengan populasi Pasangan Usia Subur PUS yang aktif dalam mengikuti program KB yang tersebar di 20 desa sebanyak 3396 KK Sampel dimbil secara proportional random sampling sebanyak 5 berjumlah 170 KK Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumenter dan komunikasi tidak langsung berupa angket skala likert kemudian data dianalisis dengan menggunakan tekhnik analisis korelasi product momentHasil Penelitian menunjukkan bahwa Terdapat hubungan yang positif antara kondisi sosial ekonomi dengan partisipasi pasangan usia subur dalam gerakan KB Hasil perhitungan koefisien korelasi dengan rxy sebesar 022 diperoleh hasil dengan taraf nyata 945 005 menunjukkan bahwa thitung 8805 ttabel dimana 295 8805 198 artinya H0 ditolak dan Ha diterima Besarnya hubungan sosial ekonomi dengan partisipasi pasangan usia subur diketahui bahwa koefisien determinasi sebesar 4928 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara sosial ekonomi dengan partisipasi Pasangan Usia Subur PUS dalam Gerakan Keluarga Berencana KB di Kecamatan Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai sebesar 4928 dan sisanya yaitu 95072 dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak ditelitihttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-sosial-ekonomi-dengan-partisipasi-pasangan-usia-subur-pus-dalam-gerakan-kb-di-kecamatan-sipispis-kabupaten-serdang-bedagai-33201.htmlMon, 24 Nov 2014 14:00:15 +0700Studi Kualitas Air Sumur Gali Penduduk Dilihat Dari Fisik Kimia dan Bakteriologis serta Gambaran Konstruksi Sumur Gali di Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli SerdangPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 Kondisi konstruksi sumur gali penduduk di Kecamatan Pancur Batu 2 Pencemaran fisik suhu bau rasa pencemaran kimia pH dan bakteriologis Bakteri Total Coliform pada air sumur gali penduduk di Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli SerdangPenelitian ini dilakukan di Kecamatan Pancur Batu pada tahun 2014 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh sumur gali penduduk yang terdapat di Kecamatan Pancur Batu yakni sebanyak 1351 sumur Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan sistematis random sampling menggunakan grid sehingga sampel berjumlah 60 sumur Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah observasi dan pengukuran Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatifHasil penelitian menunjukkan bahwa 1 Kondisi konstruksi sumur gali penduduk di Kecamatan Pancur Batu tergolong buruk Hal ini dapat dilihat dari 8333 sumur gali tidak memenuhi syarat dinding sumur yakni minimal 3 m 5666 sumur tidak memenuhi syarat bibir sumur yang baik yakni minimal 70 cm dan 8167 sumur tidak memenuhi syarat lantai sumur yang baik dengan minimal 15 m di sekeliling sumur gali 9167 sumur gali tidak memenuhi syarat jarak antara sumur gali terhadap septic tank yang baik dengan minimal 10 m dan sebanyak 90 dari air sumur gali memiliki jarak 1-2 m antara sumur gali terhadap saluran pembuangan limbah 2 Pencemaran fisik suhu bau rasa pencemaran kimia pH dan bakteriologis Bakteri Total Coliform pada air sumur gali penduduk di Kecamatan Pancur Batu sangat tinggi Hal ini dapat dilihat dari 8333 air sumur memiliki bau 8500 sumur yang berasa dan 9167 sumur memiliki kadar bakteriologis Total Coliform terlalu tinggi Nilai indeks kualitas air untuk seluruh air sumur gaki penelitian adalah berkisar antara 3219-3314 dan indeks kualitas rata-ratanya adalah 3264 buruk sehingga air sumur gali penduduk di Kecamatan Pancur Batu tidak sesuai dengan mutu air bersihhttp://digilib.unimed.ac.id/studi-kualitas-air-sumur-gali-penduduk-dilihat-dari-fisik-kimia-dan-bakteriologis-serta-gambaran-konstruksi-sumur-gali-di-kecamatan-pancur-batu-kabupaten-deli-serdang-33200.htmlMon, 24 Nov 2014 13:51:39 +0700Efek model pembelajaran inquiry training berbantukan handout dan sikap ilmiah terhadap pengetahuan siswa berbasis keterampilan proses sains KPSPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan 1 keterampilan proses sains siswa yang diajarkan dengan inquiry training berbantukan media handout dan direct instruction 2 keterampilan proses sains siswa antara siswa yang memiliki sikap ilmiah di atas di bawah rata rata dan 3 interaksi inquiry training menggunakan media handout dan direct instruction dengan sikap ilmiah dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa Penelitian yang dilakukan secara eksperimen ini menggunakan siswa SMA Swasta Prayatna sebagai populasi dan memilih sampel secara cluster random sampling Instrument yang digunakan adalah tes essay berbasis keterampilan proses sains yang telah valid dan reliabel Data yang dihasilkan dianalisis dengan menggunakan ANAVA dua jalur Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan keterampilan proses sains 1 antara siswa yang diajarkan dengan inquiry training berbantukan media handout dan direct instruction dimana inquiry training berbantukan handout lebih baik dari pada direct instruction 2 antara kelompok siswa yang memiliki sikap ilmiah di atas dan di bawah rata rata dimana sikap ilmiah di atas rata rata lebih baik dari pada di bawah rata rata dan 3 Terdapat interaksi antara inquiry training berbantukan media handout dan direct isntruction dengan sikap ilmiah siswa dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa dimana interaksi pada kelas direct instructional lebih baik dari pada interaksi pada kelas inquiry training berbantukan media handouthttp://digilib.unimed.ac.id/efek-model-pembelajaran-inquiry-training-berbantukan-handout-dan-sikap-ilmiah-terhadap-pengetahuan-siswa-berbasis-keterampilan-proses-sains-kps-33198.htmlFri, 21 Nov 2014 17:20:40 +0700Efek model pembelajaran berbasis proyek terhadap keterampilan proses sains dan prestasi belajar siswa SMKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan proses sains siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model konvensional dan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran berbasis proyek dengan model konvensional Sampel dalam penelitian ini dilakukan secara cluster random sampling sebanyak dua kelas dimana kelas pertama sebagai kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran berbasis proyek dan kelas kedua sebagai kelas kontrol diterapkan pembelajaran konvensional Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu instrumen tes prestasi belajar fisika dalam bentuk pilihan ganda sebanyak 20 soal yang telah dinyatakan valid dan reliabel dan insrumen keterampilan proses sains bentuk lembar observasi dengan 8 indikator Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran berbasis proyek lebih baik dari hasil belajar pembelajaran konvensional Keterampilan proses sains siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran berbasis proyek lebih baik dari keterampilan proses sains siswa pada pembelajaran konvensionalhttp://digilib.unimed.ac.id/efek-model-pembelajaran-berbasis-proyek-terhadap-keterampilan-proses-sains-dan-prestasi-belajar-siswa-smk-33197.htmlFri, 21 Nov 2014 17:14:22 +0700Efek model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dan motivasi terhadap hasil belajar fisika siswa SMAPenelitian ini bertujuan untuk 1 Mengetahui perbedaan hasil belajar Fisika siswa anatar model pembelajaran Group Investigation dan model pembelajaran Ekspositori 2Mengetahui hasil belajar Fisika antara siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan motivasi belajar rendah 3Apakah ada interaksi antara model pembelajaran Group Investigation dengan model pembelajran Ekspositori dan motivasi siswa dalam meningkatkan hasil belajar Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain faktorial 2x2 Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Swasta Prayatna Pemilihan sampel dilakukan secara random dengan mengacak kelas Instrumen yang digunakan terdiri dari 1 tes hasil belajar 2 tes angket motivasi belajar siswa Adapun tes yang digunakan untuk memperoleh data adalah berbentuk essay Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis ANAVA dua jalur Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 Terdapat perbedaan hasil belajar Fisika antara siswa yang menggunakan model pembelajaran Group Investigation dibandingkan dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran Ekspositori 2 Terdapat perbedaan hasil belajar Fisika siswa yang memiliki motivasi belajar rendah dan motivasi belajar tinggi baik di kelas Group Investigation dan di kelas Ekspositori 3 Terdapat interaksi antara model pembelajaran Group Investigation dan Ekspositori dengan motivasi belajar dalam meningkatkan hasil belajar Fisikahttp://digilib.unimed.ac.id/efek-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-group-investigation-dan-motivasi-terhadap-hasil-belajar-fisika-siswa-sma-33196.htmlFri, 21 Nov 2014 17:07:03 +0700Efek model pembelajaran kooperatif berbantuan modul belajar dan motivasi siswa terhadap hasil belajar pada siswa kelas X SMA St Thomas 1 MedanPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pada siswa kelas X SMA Pokok bahasan adalah Vektor Penelitian ini adalah penelitian Eksperimental semu Pemilihan sampel adalah secara random dengan kelas control dari kelas yang berdekatan untuk menghindari bias yang besarHasil pemilihan sampel kelas control adalah siswa kelas X-H dan kelas Eksperimen adalah kelas X-I berdasarkan nilai seleksi masuk kelas X-H lebih unggul dari kelas X-I untuk variable motivasi dibedakan dari pengamatan aktivitas siswa prapenelitian dan saat Penelitian Siswa motivasi tinggi adalah siswa yang aktif bertanya aktif menjawab sedangkan siswa motivasi rendah adalah siswa yang aktivitas belajarnya kurangPenelitian dirancang menggunakan ANAVA 2x2 faktorial yaitu Pengaruh pembelajaran kooperatif antara pembelajaran tanpa Modul dengan pembelajaran berbantuan Modul terhadap hasil belajar siswa dan pengaruh motivasi belajar siswa antara siswa motivasi tinggi dan siswa motivasi rendahSetelah diberi perlakuan yaitu Pre-tes yang sama Pembelajaran Kooperatif tanpa modul pada kelas Kontrol pembelajaran Kooperatif berbantuan Modul pada kelas Eksperimen Post-tes yang sama mengedarkan angket mengumpulkan dan mentabulasi data Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan presentaseHasil analisis data dengan bantuan SPSS 170 diperoleh kesimpulan 1 Ada perbedaan hasil belajar dalam pembelajaran kooperatif tanpa modul terhadap pembelajaran kooperatif berbantuan modul secara signifikan 2 Ada perbedaan hasil belajar antara siswa motivasi tinggi terhadap hasil belajar siswa motivasi rendah secara signifikan 3 Ada perbedaan hasil belajar siswa yang signifikan antar kelompok pembelajaran kooperatif dan antar kelompok motivasi siswa Semua pengujian dilakukan pada taraf signifikansi 945 005http://digilib.unimed.ac.id/efek-model-pembelajaran-kooperatif-berbantuan-modul-belajar-dan-motivasi-siswa-terhadap-hasil-belajar-pada-siswa-kelas-x-sma-st-thomas-1-medan-33195.htmlFri, 21 Nov 2014 16:56:38 +0700Peningkatan Aktivitas Dan HasilBelajar Melalui Model Pembelajaran Think Pair And Share TPS Pada MateriPelestarian Lingkungan Hidup Di Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Hutabayu Raja TA20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 Peningkatan aktivitas belajar siswamelalui model pembelajaran Think Pair and Share TPS pada Materi Pelestarianlingkungan hidup di kelas XI IPS SMA Negeri 1 Hutabayu Raja TA 20132014 2Peningkatan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Think Pair and Share TPSpada materi Pelestarian Lingkungan Hidup di kelas XI IPS SMA Negeri 1 Hutabayu RajaTA 20132014Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Hutabayu Raja Tahun Ajaran20132014 Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas PTK dengansubjek penelitian kelas XI IPS-2 yang berjumlah 34 siswa Penelitian ini dilaksanakandalam dua siklus Teknik pengumpul data yang digunakan adalah teknik observasi dankomunikasi tidak langsung kemudian data dianalisis dengan teknik analisis deskriptifHasil penelitian menunjukan 1 Ada peningkatan aktivitas belajar melaui modelpembelajaran Think Pair and Share TPS pada Materi Pelestarian Lingkungan HidupHal ini terbukti dari hasil siklus I yakni 5849 meningkat menjadi 8104 pada siklusII 2 Ada peningkatan hasil belajar melalui model pembelajaran Think Pair and ShareTPS pada Materi Pelestarian Lingkungan Hidup Hal ini dibuktikan dari hasil siklus Iyakni 5588 menjadi 8824 pada siklus IIhttp://digilib.unimed.ac.id/peningkatan-aktivitas-dan-hasilbelajar-melalui-model-pembelajaran-think-pair-and-share-tps-pada-materipelestarian-lingkungan-hidup-di-kelas-xi-ips-sma-negeri-1-hutabayu-raja-ta20132014-33194.htmlFri, 21 Nov 2014 16:50:00 +0700Efek model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation menggunakan peta konsep dan gaya belajar kinestetik terhadap keterampilan proses sains fisika siswaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan proses Fisika siswa dengan model pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation menggunakan peta konsep dan model pembelajaran Direct Instruction untuk mengetahui perbedaan keterampilan proses sains Fisika siswa yang mempunyai Gaya Belajar Kinestetik tinggi dan Gaya Belajar Kinestetik rendah untuk mengetahui Interaksi antara Model Pembelajaran dan Gaya Belajar Kinestetik terhadap keterampilan proses sains Fisika siswa Sampel dalam penelitian ini dilakukan secara cluster random sampling sebanyak dua kelas dimana kelas pertama sebagai kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran Kooperatif Group Investigation menggunakan Peta Konsep dan kelas kedua sebagai kelas kontrol diterapkan Model Pembelajaran Direct Instruction Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu instrumen tes keterampilan proses sains Fisika dalam bentuk uraian sebanyak 13 soal dan insrumen angket Gaya Belajar Kinestetik yang telah dinyatakan valid dan reliabel Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan proses sains Fisika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation menggunakan Peta Konsep dan Model Pembelajaran Direct Instruction Terdapat perbedaan keterampilan proses sains Fisika siswa yang memiliki Gaya Belajar Kinestetik tinggi dan siswa yang memiliki Gaya Belajar Kinestetik rendah Interaksi antara Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation menggunakan Peta Konsep dan Gaya Belajar Kinestetik dalam mempengaruhi keterampilan proses sains Fisika siswahttp://digilib.unimed.ac.id/efek-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-group-investigation-menggunakan-peta-konsep-dan-gaya-belajar-kinestetik-terhadap-keterampilan-proses-sains-fisika-siswa-33193.htmlFri, 21 Nov 2014 16:44:29 +0700Studi Tentang Jaringan Dan Pengelolaan Irigasi Di Desa Tanjung Pasir Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten SimalungunPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 kondisi jaringan irigasi 2 kondisi debit air irigasi dan 3 pengelolaan irigasi di Desa Tanjung Pasir Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten SimalungunPenelitian ini dilakukan di Desa Tanjung Pasir pada tahun 2013 Populasi dan sampel penelitian ini adalah seluruh lahan pertanian padi sawah yang menggunakan air jaringan irigasi yakni 210 Ha Data dikumpulkan dengan teknik komunikasi langsung wawancara dan observasi lapangan Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatifHasil penelitian menunjukkan 1 kondisi jaringan irigasi di Desa Tanjung Pasir tergolong kurang baik karena fungsi pelayanan irigasi hanya sebesar 70 dan jaringan irigasi tidak mampu mengairi sawah secara keseluruhan 2 debit air irigasi pada periode pertumbuhan mengalami kekurangan air sebanyak 00604 m3detik dan pada periode panen mengalami kelebihan sebanyak 00375 m3detik 3 pengelolaan irigasi kurang baik karena ketidakaktifan organisasi dalam merawat dan menjaga jaringan irigasi sehingga berdampak pada jaringan yang mengalami kerusakan sehingga mempengaruhi laju air dan kondisi debit air yang tidak sesuai dengan kebutuhanhttp://digilib.unimed.ac.id/studi-tentang-jaringan-dan-pengelolaan-irigasi-di-desa-tanjung-pasir-kecamatan-tanah-jawa-kabupaten-simalungun-33192.htmlFri, 21 Nov 2014 16:43:07 +0700The Difference of Students Mathematical Representation Ability by Using Cooperative Learning Model Type Teams Games Tournament and Conventional Learning in Grade VIII SMP Negeri 1 Tanjung Morawa Academic Year 20142015The type of this research is quasi experiment The aim of this research is to know whether students mathematical representation ability by using cooperative learning model type TGT better than conventional learning The population is all students at class VIII SMP Negeri 1 Tanjung Morawa Academic Year 20142015 The taking sample by cluster random sampling obtained that the sample of this research conduct two classes namely VIII 1 as experimental class by using cooperative learning model type TGT and VIII 2 as control class by using conventional learning This research using pretest posttest and n-gain data and was analyzed using descriptive analysis and inferential analysisThere are six problem for pretest and posttest All the problem are valid From the result of conditional test of data all of data from pretest posttest and n-gain are normal distribution and homogeneous The result of the research shows that the means score of pretest in experiment class and control class are 656 and 606 After doing treatment in experiment and control class obtained the means score are 1819 and 1278 while for means of n-gain obtained 067 in experiment class and 037 in control class Descriptively can see that the means score of posttest and n-gain data the students mathematical representation ability by using cooperative learning type TGT better than conventional learning Therefore in hypothesis using posttest and n-gain data obtained that significant value one-tailed alpha value 0000 005 withfor posttest data and significant value one-tailed alpha value 0000 005 for n-gain data so consequently H0 is rejected and H1 accepted So it can be conclude that the students mathematical representation ability using cooperative model type TGT is better than using conventional learning in Grade VIII SMP Negeri 1 Tanjung Morawa Academic Year 20142015 Based on research that has been done mathematics teacher suggested can use cooperative learning model type TGT as learning model alternative in develop students mathematical representationhttp://digilib.unimed.ac.id/the-difference-of-students-mathematical-representation-ability-by-using-cooperative-learning-model-type-teams-games-tournament-and-conventional-learning-in-grade-viii-smp-negeri-1-tanjung-morawa-academic-year-20142015-33191.htmlFri, 21 Nov 2014 16:42:54 +0700UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA PADA MATERI OPERASI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN DI KELAS VI SD PARULIAN 2 MEDAN TAHUN AJARAN 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui pendekatan matematika realistik pada materi penjumlahan dan pengurangan pecahan Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas classroom action research Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Parulian 2 Medan yang berjumlah 33 orang Objek dalam penelitian ini adalah hasil belajar matematika siswa dengan menerapkan Pendekatan Matematika Realistik di kelas VI SD Swasta Parulian 2 Medan Data yang diperlukan diperoleh dengan menggunakan tes awal dan tes hasil belajar berbentuk uraian dimana tes hasil belajar dilakukan sebanyak dua kaliHasil analisis tes hasil belajar setelah diberikan tindakan pada siklus I yaitu melalui pendekatan matematika realistik terdapat 16 orang siswa 4848 telah mencapai ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 6727 namun belum mencukupi syarat ketuntasan klasikal 85 maka dilanjutkan ke siklus berikutnya yaitu siklus II dan hasil analisis tes hasil belajar setelah diberikan tindakan pada siklus II terdapat 30 orang siswa 909 telah mencapai ketuntasan belajar dengan skor rata-rata 8539 dan telah lulus secara klasikal maka pembelajaran sukses dan penelitian dihentikan Dari tindakan yang diberikan diperoleh peningkatan nilai rat-rata hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 1812Dari tindakan dan analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa melalui pendekatan matematika realistik dapat meningkatkan hasil belajar siswa maka kepada guru perlu memikirkan untuk menggunakan pendekatan matematika realistik dalam pembelajaran matematikahttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-siswa-melalui-pendekatan-matematika-realistik-indonesia-pada-materi-operasi-penjumlahan--dan-pengurangan-pecahan-di-kelas-vi-sd-parulian-2-medan-tahun-ajaran-20142015-33190.htmlFri, 21 Nov 2014 16:38:34 +0700The Difference of Students Mathematical Communication Ability Taught by Cooperative Learning Model ThinkTalkWrite Type with Numbered Head Together Type at SMP Negeri 1 Lubuk PakamThe research method was quasi experiment The purpose of this research was to know whether any difference in students mathematical communication ability in cooperative learning ThinkTalkWrite TTW type with Numbered Head Together NHT type The population of this research was all students at SMP Negeri 1 Lubuk Pakam The sample was two classes which each consist of 36 students VII A as experimental class I which taught by cooperative learning model type TTW and VII B as experimental class II which taught by cooperative learning model type NHT The sample was taken by cluster random sampling Collecting data technique of this research was mathematical comunication ability test that was given in the end of learning either in experimental class I or experimental class II The type of this test was essay test Before doing hypothesis test it would be done normality and homogeneity test beforehand From the result of those tests sample was taken from normal distributed and homogeneous variance From the data analysis of each of experimental class were obtained that the average of posttest score in TTW classroom is higher than in NHT classroom It was also obtained that score of mathematical communication indicators in TTW classroom is higher than in NHT classroom From the data analysis of posttest score by using t-test with significance level 945 005 then it was obtained that tcalculated 4687 and ttable 1667 It means that tcalculated ttable then H0 is rejected and Ha is acceptedSo it can be concluded that there is difference of students mathematical communication ability who taught by cooperative learning model type TTW with NHT at SMP Negeri 1 Lubuk Pakam Based on research that has been done mathematics teachers are suggested to use cooperative learning model type TTW or NHT as learning model alternative in improving students mathematical communication abilityhttp://digilib.unimed.ac.id/the-difference-of-students-mathematical-communication-ability-taught-by-cooperative-learning-model-thinktalkwrite-type-with-numbered-head-together-type-at-smp-negeri-1-lubuk-pakam-33189.htmlFri, 21 Nov 2014 16:34:55 +0700Efek model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament TGT menggunakan media kartun dengan model pembelajaran Direct Instruction DI terhadap motivasi belajar siswa dan hasil belajar fisika pada materi gerak di Sekolah Menengah Pertama SMPTujuan dari penelitian ini adalah untuk 1 Untuk mengetahui perbedaan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT menggunakan media kartun dengan penerapan model DI terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada materi Gerak 2 Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang memiliki motivasi tinggi dan motivasi rendah pada kedua model pembelajaran tersebut 3 Untuk mengetahui adanya interaksi antara pembelajaran Kooperatif tipe TGT menggunakan media kartun dan model pembelajaran DI terhadap motivasi dalam meningkatkan hasil belajar siswaPenelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan desain 2 group yaitu pretes dan postes Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 3 Air Batu Satu Atap TA 20122013 sebanyak 3 kelas 90 orang Sampel penelitian terdiri dari 2 kelas yaitu kelas VII-1 sebanyak 30 orang dan kelas VII-2 sebanyak 30 orang Kelas VII-1 diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT kelas Eksperimen dan kelas VII-2 diajar dengan model pembelajaran Direct Interaction kelas KontrolData dianalisis menggunakan SPSS 17 dapat disimpulkan 1 Hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe TGT lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model Direct Interaction 2 siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan motivasi akan memperoleh hasil belajar yang tinggi dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model DI dengan motivasi 3 Terdapat interaksi antara model pembelajaran Kooperatif Tipe TGT dan model pembelajaran model DI terhadap peningkatan hasil belajar siswahttp://digilib.unimed.ac.id/efek-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-teams-games-tournament-tgt-menggunakan-media-kartun-dengan-model-pembelajaran-direct-instruction-di-terhadap-motivasi-belajar-siswa-dan-hasil-belajar-fisika-pada-materi-gerak-di-sekolah-menengah-pertama-smp-33188.htmlFri, 21 Nov 2014 16:33:06 +0700UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS SISWA MELALUI STRATEGI METAKOGNITIG PADA MATERI EKSPONEN DI KELAS X SMA SWASTA SULTAN HASANUDDIN AEK KANOPAN TA 20142015Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas PTK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi metakognitf dalam meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa pada materi eksponen di kelas X SMA Swasta Sultan Hasanuddin Aek KanopanSubjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Swasta Sultan Hasanuddin Aek Kanopan dengan jumlah siswa 28 orang dan objek penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa melalui penerapan strategi metakognitif pada materi eksponen Instrumen dalam penelitian ini adalah tes dan lembar observasi Prosedur dalam penelitian ini terdiri dari dua siklus dimana tiap akhir siklus diberi tes yang telah divalidasi oleh validator dan observasi dilakukan oleh observer yaitu Dosen Matematika Unimed dan guru matematika SMA Swasta Sultan Hasanuddin Aek KanopanBerdasarkan hasil observasi aktivitas siswa pada sikluss I adalah kategori cukup dan sedangkan pada siklus II aktivitas siswa adalah kategori baik Jadi terdapat peningkatan aktivitas siswa dari siklus I dengan siklus IISebelum pemberian tindakan terlebih dahulu diadakan tes diagnostik hasil belajar siswa Dari 28 siswa yang mengikuti tes diagnostik hanya 8 orang siswa yang nilainya mencapai KB sehingga ketuntasan klasikal yang diperoleh yaitu 2857 Serta nilai rata-rata kelas yang diperoleh hanya sebesar 5518 dengan presentase sebesar 4643 dan termasuk ke dalam kategori sangat rendah Pada akhir siklus I ada 15 orang siswa yang nilainya mencapai KB sehingga ketuntasan klasikal yang diperoleh menjadi 5357 Dan nilai rata-rata kelas yang diperoleh menjadi 6735 dengan persentase sebesar 3572 dan termasuk ke dalam kategori rendah Pada akhir siklus II sebanyak 25 orang siswa yang nilainya mencapai KB sehingga ketuntasan klasikal yang diperoleh menjadi 8929 Dan nilai rata-rata kelas yang diperoleh menjadi 8089 dan persentasenya sebesar 1429 termasuk ke dalam kategori sedanghttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-dan-aktivitas-siswa-melalui-strategi-metakognitig-pada-materi-eksponen-di-kelas-x-sma-swasta-sultan-hasanuddin-aek-kanopan-ta-20142015-33187.htmlFri, 21 Nov 2014 16:30:31 +0700Penerapan Metode Non Directive dengan menggunakan peta untuk meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Materi Kondisi Fisik Wilayah dan Pendduduk di kelas VIII-1 SMP Negeri 1 Bilah Hulu Tahun Ajaran 2013 2014Tujuan Penelitian ini adalah 1 Aktivitas belajar siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 1 Bilah Hulu dalam penerapan Metode Non Directive dengan menggunakan Media Peta 2 hasil belajar siswa kelas VIII-1 IPS dalam Penerapan Metode Non Directive dengan menggunakan Media petaSubjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 1 Bilah Hulu yang berjumlah 38 orang Teknik pengumpulan data dengan menggunakan komunikasi langsung dan tidak langsung alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar Observasi dan Tes Tes yang digunakan sesuai dengan tujuan kurikulum yang dicapai dan diambil dari buku pelajaran IPS kelas VIII-1 SMP Negeri 1 Bilah Hulu Untuk mengumpulkan data penelitian menggunakan LKS dan Post Tes Penelitian ini dilakukan dengan 2 siklus yaitu siklus I dan siklus II Setiap siklus mempunyai tahapan tahap yaitu perencanaan pelaksanaan observasi dan refleksiHasil Penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan belajar siswa dengan ketuntasan siswa mencapai 3518 kemudian meningkat pada siklus II menjadi 4622 Dari hasil penelitian dapat dilihat juga peningkatan kemampuan belajar siswa dengan LKS pada siklus 1 tingkat ketuntasan siswa mencapai 6944 kemudian meningkat pada siklus II menjadi 9444 Dari analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran Non Directive dapat meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar siswa pada siswa SMP Negeri 1 Bilah Hulu Tahun Ajaran 2013 2014http://digilib.unimed.ac.id/penerapan-metode-non-directive-dengan-menggunakan-peta-untuk-meningkatkan-aktivitas-dan-hasil-belajar-siswa-pada-materi-kondisi-fisik-wilayah-dan-pendduduk-di-kelas-viii1-smp-negeri-1-bilah-hulu-tahun-ajaran-2013--2014-33186.htmlFri, 21 Nov 2014 16:29:53 +0700Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Anak Usia Sekolah Bekerja Untuk Membantu Orangtua di Kelurahan Tangkahan Durian Kecamatan Brandan BaratPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi anak usia sekolah ekonomi putus sekolah lingkungan keluarga dan masyarakat pendidikan orangtua pendapatan orangtua dan jenis pekerjaan orangtua bekerja untuk membantu orangtua di Kelurahan Tangkahan Durian Kecamatan Brandan BaratPenelitian ini dilaksanakan di kelurahan Tangkahan Durian Populasi dalam penelitian ini adalah 105 orang Sampel dalam penelitian ini diambil 40 yang berjumlah 42 orang Data dikumpulkan dengan teknik observasi langsung studi dokumenter dan teknik pengaambilan data tidak langsung Teknik analisa data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatifHasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan orangtua rendah SD 4040 SMP 3810 Orangtua hanya dapat bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang kurang mencukupi Rp500000 Rp800000 Responden bekerja dengan keinginan sendiri tanpa unsur paksaan dari orangtua 5710 dan seluruh anggota keluarga menanggapinya dengan biasa saja 5470 Tingkat prestasi responden yang bekerja membantu orangtua mengalami penurunan 5950 Upah yang didapat oleh responden dari hasil bekerjaAnak yang bekerja membantu orangtua memberikan upahnya hanya sebagian kepada orangtuanya 7380 dan sebagian anak lagi hanya dinikmati untuk diri sendiri seperti untuk uang jajan saku responden itu sendiri 1670 karena harapan mendapatkan uang jajan dari orangtua tidak mungkin adahttp://digilib.unimed.ac.id/faktorfaktor-yang-mempengaruhi-anak-usia-sekolah-bekerja-untuk-membantu-orangtua-di-kelurahan-tangkahan-durian-kecamatan-brandan-barat-33185.htmlFri, 21 Nov 2014 16:22:49 +0700Penerapan Kolaborasi Model Pembelajaran Giving Question And Getting Answer Dengan The Power Of Two Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pelestarian Lingkungan Hidup Kelas XI-IPS1 SMA ERIA Medan TA 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 Aktifitas belajar siswa dengan penerapan kolaborasi model pembelajaran Giving Question And Getting Answer dengan The Power Of Two pada materi pelestarian lingkungan hidup kelas XI-IPS1 SMA ERIA Medan TA 20132014 2 Hasil belajar siswa dengan penerapan kolaborasi model pembelajaran Giving Question And Getting Answer dengan The Power Of Two pada materi pelestarian lingkungan hidup kelas XI-IPS1 SMA ERIA Medan TA 20132014Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas PTK yang dilaksanakan di Kelas XI-IPS1 SMA ERIA Medan TA 20132014 Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI-IPS1 dengan jumlah siswa sebanyak 40 orang Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi dan teknik komunikasi tidak langsung Penelitian ini dilaksanakan 2 siklus Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatifHasil penelitian menunjukkan bahwa 1 kolaborasi model pembelajaran Giving Question And Getting Answer dengan The Power Of Two dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada materi pelestarian lingkungan hidup kelas XI-IPS1 SMA ERIA Medan TA 20132014 dari siklus I 5933 cukup ke siklus II 7617 baik sebesar 1684 2 kolaborasi model pembelajaran Giving Question And Getting Answer dengan The Power Of Two dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pelestarian lingkungan hidup kelas XI-IPS1 SMA ERIA Medan TA 20132014 dari siklus I 6500 ke siklus II 8750 sebesar 2250 tuntas secara klasikalhttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-kolaborasi-model-pembelajaran-giving-question-and-getting-answer-dengan-the-power-of-two-untuk-meningkatkan-aktivitas-dan-hasil-belajar-siswa-pada-materi-pelestarian-lingkungan-hidup-kelas-xiips1-sma-eria-medan-ta-20132014-33184.htmlFri, 21 Nov 2014 16:15:03 +0700Perubahan Penggunaan Lahan Di Kecamatan Percut Sei Tuan Tahun 2002 - 2009Penelitian ini bertujuan untuk 1 mengetahui perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Percut Sei Tuan Tahun 20022009 2 Desa di Kecamatan Percut Sei Tuan yang paling dominan mengalami perubahan penggunaan lahan dari tahun 2002-2009 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh desa dan kelurahan yang ada di Kecamatan Percut Sei Tuan yang berjumlah sebanyak 18 desa dan 2 kelurahan Tekhnik pengumpulan data dengan tekhnik studi dokumenter serta menggunakan tekhnik penulisan deskriptif kualitatif Hasil penelitian menunjukan bahwa 1 Perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Percut Sei Tuan dari tahun 2002 2009 menunjukkan adanya pertambahan luas lahan pemukiman seluas 188243 ha atau sebanyak 992 lahan industri seluas 75152 ha atau sebanyak 396 serta lahan sarana dan prasarana seluas 48244 ha atau sebanyak 254 sementara lahan yang mengalami pengurangan adalah lahan kosong seluas 5385 ha dengan persentase 028 lahan pertanian seluas 34456 ha dengan persentase 182 pertanian lahan basah seluas 142332 ha dengan persentase 750 dan ruang terbuka hijau seluas 129465 ha dengan persentase 683 Lahan mangrove di Kecamatan Percut Sei Tuan tidak mengalami pertambahan maupun pengurangan selama 7 tahun dimana total luas lahan mangrove di Kecamatan Percut Sei Tuan adalah 327062 ha dengan persentase sebesar 1724 2 Desa yang mengalami perubahan penggunaan lahan paling dominan adalah Desa Tembung dimana terjadi perubahan penggunaan lahan seluas 68477 ha lalu Desa Cinta Damai seluas 53464 ha Desa Saintis berikutnya juga menjadi desa yang cukup dominan mengalami perubahan penggunaan lahan dimana terjadi perubahan penggunaan seluas 27626 ha serta Desa Sampali yang juga banyak mengalami perubahan penggunaan lahan cukup banyak dimana terjadi perubahan seluas 27252 hahttp://digilib.unimed.ac.id/perubahan-penggunaan-lahan-di-kecamatan-percut-sei-tuan-tahun-2002--2009-33183.htmlFri, 21 Nov 2014 15:11:43 +0700UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA DENGAN PENERAPAN TEORI VYGOTSKY PADA MATERI KUBUS DAN BALOK DI KELAS VIII MTs NEGERI KISARAN TAHUN AJARAN 20132014Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui peningkatan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika dengan menerapkan teori Vygotsky Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif Dimana operasional dalam penelitian ini dijabarkan menjadi 4 tahap yang berupa siklus yaitu tahap perencanaan tahap pelaksanaan tindakan tahap observasi pengamatan dan tahap reduksi Pelaksanaan dalam penelitian ini dibuat dalam 2 siklus dan proses pengajarannya dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan Data yang telah direduksi dicari presentase kelas yang mampu memecahkan masalah secara individu DSP dan presentase kelas yang mampu memecahkan masalah secara klasikal DSK serta tingkat kemampuan pemecahan masalah siswa Dari hasil teknik analisa data yang diperoleh bentuk kesalahan yang dihadapi siswa yaitu sulit menyelesaikan soal dengan menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah Dari kesulitan-kesulitan yang diketahui diperoleh tingkat kemampuan siswa memecahkan masalah secara klasikal yaitu 71875 atau 0 8804 DSK 8804 85 kelas belum mampu memecahkan masalah dengan 23 siswa yang memperoleh nilai 65 8804 DSP8804 79 kemampuan pemecahan masalah sedang Diakhir tindakan pada siklus I kemudian diberikan tes kemampuan pemecahan masalah II dimana diperoleh tingkat kemampuan siswa memecahkan masalah secara klasikal 875 atau 85 8804 DSP8804100 kelas telah mampu memecahkan masalah dengan tingkat ketuntasan pemecahan masalah secara individu sebanyak 28 siswa Berdasarkan analisis penelitian di atas diperoleh gambaran bahwa penerapan teori Vygotsky pada materi kubus an balok di kelas VIII-A MTsN Kisaran dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika Dimana peningkatan diperoleh setelah siklus II dilakukanhttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-kemampuan-pemecahan-masalah-matematika-siswa-dengan-penerapan-teori-vygotsky-pada-materi-kubus-dan-balok-di-kelas-viii--mts--negeri-kisaran-tahun-ajaran-20132014-33182.htmlFri, 21 Nov 2014 10:15:44 +0700Pengembangan instrumen portofolio kemampuan pemecahan masalah dan rasa ingin tahu siswa kelas XI IPA pada pokok bahasan peluang di Kabupaten Gayo LuesPenelitian ini berfokus pada pengembangan instrumen portofolio kemampuan pemecahan masalah dan rasa ingin tahu siswa pada pokok bahasan peluang Komponen penilaian portofolio ini mencakup tes kemampuan pemecahan masalah refleksi diri rasa ingin tahu lembar aktivitas siswa pekerjaan rumah lembar karya bebas siswa dan lembar observasi rasa ingin tahu Model pengembangan instrumen portofolio yang digunakan adalah modifikasi sistem pendekatan model Dick dan Carey Tahapan-tahapan pengembangan yang dilakukan mencakup 1 identifikasi SK KD dan indikator penilaian 2 identifikasi materi penilaian dan urutannya 3 identifikasi penilaian konvensional dan daya dukung 4 menentukan tujuan pengembangan 5 mengembangkan tes acuan patokan 6 mengembangkan strategi penilaian 7 mengembangkan dan memilih bahan penilaian 8 mendesain dan melaksakan evaluasi formatif 9 merevisi penilaian dan 10 mendesain dan melaksanakan evaluasi sumatif Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1 instrumen portofolio kemampuan pemecahan masalah dan rasa ingin tahu memenuhi persyaratan validitas yang mencakup validitas isi validitas konstruk dan validitas empiris dalam proses pengembangannya seluruh butir pada setiap komponen instrumen portofolio yang terdiri atas 146 butir terdapat 121 butir dipakai tanpa revisi 24 butir dipakai dengan perbaikan dan 1 butir dibuang 2 penerapan instrumen portofolio kemampuan pemecahan masalah dan rasa ingin tahu efektif hal ini ditandai dengan tercapainya tujuan penilaian kemampuan guru mengelola pembelajaran yang baik dan respon positif siswa 3 terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas XI IPA SMA pada pokok bahasan peluang di Kabupaten Gayo Lues yang dinilai dengan menggunakan instrumen portofolio yang dikembangkan dibandingkan dengan penilaian konvensional hal ini ditandai dengan terdapat perbedaan skor rata-rata tes akhir kemampuan pemecahan masalah sebesar 3221 dengan t hitung 4244 dan signifikansi 0000 dan 4 terdapat perbedaan rasa ingin tahu siswa kelas XI IPA SMA pada pokok bahasan peluang di Kabupaten Gayo Lues yang dinilai dengan menggunakan instrumen portofolio yang dikembangkan dibandingkan dengan penilaian konvensional hal ini ditandai dengan terdapat perbedaan skor rata-rata refleksi diri akhir rasa ingin tahu sebesar 2203 dengan t hitung 2637 dan signifikansi 0012http://digilib.unimed.ac.id/pengembangan-instrumen-portofolio-kemampuan-pemecahan-masalah-dan-rasa-ingin-tahu-siswa-kelas-xi-ipa-pada-pokok-bahasan-peluang-di-kabupaten-gayo-lues-33181.htmlThu, 20 Nov 2014 16:21:25 +0700Analisis perbedaan kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah matematik siswa SMP antara siswa yang belajar dengan pembelajaran matematika realistik dan pembelajaran biasaTujuan penelitian ini adalah 1 menelaah perbedaan kemampuan pemahaman konsep antara siswa yang mengikuti pembelajaran matematika realistik dengan siswa yang mengikuti pembelajaran biasa 2 menelaah perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematik antara siswa yang mengikuti pembelajaran matematika realistik dengan siswa yang mengikuti pembelajaran biasa 3 menelaah kadar aktivitas aktif siswa selama proses pembelajaran matematika realistik dan 4 menelaah proses penyelesaian jawaban yang dibuat siswa dalam menyelesaikan masalah pada masing-masing pembelajaranPenelitian ini merupakan penelitian semi eksperimen Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 1 Stabat Sampel yang dipilih adalah kelas VII-2 kelas eksperimen kelas yang diberi perlakuan pembelajaran matematika realistik dan siswa kelas VIII-3 kelas kontrol yang diberi perlakuan pembelajaran biasa Instrumen yang digunakan terdiri dari tes kemampuan pemahaman konsep tes kemampuan pemecahan masalah dan lembar observasi Instrumen tersebut dinyatakan telah memenuhi syarat validitas isi serta koefisien reliabilitas sebesar 092 dan 084 berturut-turut untuk kemampuan pemahaman konsep dan pemecahan masalah matematik Analisis data dilakukan dengan anakova Hasil utama dari penelitian ini adalah secara keseluruhan siswa yang mengikuti pembelajaran matematika realistik secara signifikan lebih baik dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep dan pemecahan masalah matematik dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran biasa Secara deskriptif juga dikaji jawaban dari rumusan masalah yaitu 1 Aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika realistik termasuk dalam kategori baik 2 bentuk proses penyelesaian masalah siswa yang mengikuti pembelajaran matematika realistik lebih bervariasi dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran biasaBerdasarkan hasil penelitian maka peneliti menyarankan 1 pembelajaran matematika realistik pada pembelajaran matematika lebih baik untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep dan pemecahan masalah matematik siswa dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk menerapkan pembelajaran matematika yang inovatif 2 Aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika realistik adalah baik Diharapkan guru matematika dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan memberi kesempatan pada siswa untuk mengungkapkan gagasannya dalam bahasa dan cara mereka sendirihttp://digilib.unimed.ac.id/analisis-perbedaan-kemampuan-pemahaman-konsep-dan-kemampuan-pemecahan-masalah-matematik-siswa-smp-antara-siswa-yang-belajar-dengan-pembelajaran-matematika-realistik-dan-pembelajaran-biasa-33180.htmlThu, 20 Nov 2014 16:13:12 +0700Perbedaan Pengaruh Latihan Zig-Zag Trajectory dan Latihan Curving Line Trajectory Terhadap Peningkatan Hasil Kecepatan Menggiring Bola Dalam Sepak Bola pada Atlet Usia 14 15 Tahun SSB Daun Emas Stabat Tahun 2013-2014Sepak bola adalah olahraga permainan yang sudah memasyarakat di indonesia Sepak bola dimainkan dengan menggunakan kaki dimana tim pemenang memasukkan bola terbanyak ke gawang lawan Terdapat berbagai latihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknik menggiring bola dalam diantaranya adalah latihan zig-zag trajectory dan latihan curving line trajectory Kedua latihan tersebut merupakan latihan teknik yang bertujuan untuk meningkatkan kecepatan menggiring bolaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui latihan apakah yang lebih berpengaruh antara latihan zig-zag trajectory dan latihan curving line trajectory terhadap peningkatan hasil kecepatan menggiring bola pada Atlet Usia 14-15 SSB Daun Emas Stabat tahun 2013-2014Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experiment Dengan pelaksanaan latihan yaitu zig-zag trajectory dan latihan curving line trajectory Populasi adalah Atlet Club Daun Emas Stabat tahun 2013-2014 sebanyak 22 Orang Jumlah sampel 20 orang diperoleh dengan teknik total sampling selanjutnya dibagi menjadi dua kelompok dengan teknik mathing pairing yaitu kelompok latihan zig-zag trajectory dan kelompok latihan curving line trajectory Instrumen penelitian untuk pengumpulan data dengan test dan pengukuran yaitu tes kecepatan menggiring bola untuk mengetahui kecepatan menggiring bola atlet Penelitian dilaksanakan selama 5 lima minggu dengan latihan 4 empat kali dalam seminggu Untuk melihat pengaruh masing masing variabel bebas maupun terikat digunakan perhitungan statistic uji- t berpasangan dan uji- t tidak berpasanganAnalisis hipotesis pertama dari data pre-test dan data post- test kecepatan menggiring bola pada kelompok latihan zig-zag trajectory diperoleh thitung sebesar 1905 serta ttabel sebesar 226 dengan 005 t hitung t tabel berarti Hohttp://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-pengaruh-latihan-zigzag-trajectory-dan-latihan-curving-line-trajectory-terhadap--peningkatan-hasil-kecepatan-menggiring-bola-dalam-sepak-bola-pada-atlet-usia-14--15-tahun-ssb-daun-emas-stabat-tahun-20132014-33179.htmlThu, 20 Nov 2014 15:33:40 +0700Perbedaan PengaruhLatihan Shooting After A Dribble Latihan Shooting After A Wall Pass danLatihan Shooting After A Centering Pass Terhadap Kemampuan HasilShooting Atlet Sekolah Sepak Bola Surya Putra Marindal Usia 14 16 Tahun2013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh antaralatihan shooting after a dribble shooting after a wall pass dan shooting after acentering pass terhadap kemampuan shooting sepak bola pada Atlet Usia 14-16tahun SSB Surya Putra Marindal Tahun 2013Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodeexperiment Dengan pelaksanaan latihan yaitu shooting after a dribble shootingafter a wall pass dan shooting after a centering passAnalisis hipotesis pertama dari data pre-test dan data post-testkemampuan shooting sepak bola pada kelompok latihan shooting after a dribblediperoleh thitung sebesar 1204 serta ttabel sebesar 1943 dengan 61537 005 t hitung ttabel berarti Ho ditolak dan Ha diterima Jadi latihan shooting after a dribbleberpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan shooting sepak bola padaatlet Sekolah Sepak Bola Surya Putra Marindal usia 14-16 tahun 2013Analisis hipotesis kedua dari data pre-test dan data post- test kemampuanshooting sepak bola pada kelompok latihan shooting after a wall pass diperoleh thitungsebesar 1255 serta ttabel sebesar 1943 dengan 61537 005 t hitung t tabel berarti Ho ditolak dan Ha diterima Jadi latihan shooting after a wall passberpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan shooting sepak bola padaatlet Sekolah Sepak Bola Surya Putra Marindal usia 14-16 tahun 2013Analisis hipotesis ketiga dari data pre-test dan data post- test kemampuanshooting sepak bola pada kelompok latihan shooting after a centering passdiperoleh thitung sebesar 577 serta ttabel sebesar 1943 dengan 61537 005 t hitung ttabel berarti Ho ditolak dan Ha diterima Jadi latihan shooting after a centeringpass berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan shooting sepak bolapada atlet Sekolah Sepak Bola Surya Putra Marindal usia 14-16 tahun 2013Analisis hipotesis keempat dari perhitungan analisis varians satu jalurdidapat Fhitung 0615 dan Ftabel 355 Dapat ditarik kesimpulan bahwa FhitungFtabel 0615355 sehingga tidak terdapat perbedaan antara latihan shootingafter a dribble shooting after a wall pass dan shooting after a centering passterhadap kemampuan hasil shooting pada atlet Sekolah Sepak Bola Surya PutraMarindal usia 14-16 tahun 2013 Karena dari ketiga bentuk latihan tersebut samasamaberpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan hasil shooting padasiswa Sekolah Sepak Bola Surya Putra Marindal Usia 14-16 tahun 2013http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-pengaruhlatihan-shooting-after-a-dribble-latihan-shooting-after-a-wall-pass-danlatihan-shooting-after-a-centering-pass-terhadap-kemampuan-hasilshooting-atlet-sekolah-sepak-bola-surya-putra-marindal-usia-14--16-tahun2013-33178.htmlThu, 20 Nov 2014 15:26:37 +0700Perbedaan Pengaruh Latihan Shooting dari operan Dengan Latihan Shooting setelah menggiring Terhadap Peningkatan Hasil Shooting Atlet Sekolah Sepak Bola SSB Usia 14-15 Tahun Jaharun B Muda Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang Tahun 2014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara shooting dari operan shooting setelah menggiring terhadap kemampuan shooting sepak bola pada Atlet Sekolah Sepak Bola SSB Usia 14-15 Tahun Jaharun B Muda Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang Tahun 2014Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experiment Dengan pelaksanaan latihan yaitu shooting dari operan shooting setelah menggiringPopulasi adalah Atlet Sekolah Sepak Bola Jaharun Muda Usia 14-15 Tahun yang berjumlah 24 orang Jumlah sampel 24 orang diperoleh dengan teknik total sampling selanjutnya dibagi menjadi dua kelompok dengan teknik matching pairing yaitu kelompok latihan dari operan kelompok latihan shooting setelah menggiring Instrumen penelitian untuk pengumpulan data dengan tes dan pengukuran yaitu tes menembak bola ke sasaran untuk mengetahui kemampuan shooting sepak bola Penelitian dilaksanakan selama 6 enam minggu dengan latihan 3 tiga kali dalam seminggu Untuk melihat pengaruh masing masing variabel bebas maupun terikat digunakan perhitungan statistic uji- t Analisis hipotesis pertama dari data pre-test dan data post-test kemampuan shooting sepak bola pada kelompok latihan shooting dari operan diperoleh thitung sebesar 468 serta ttabel sebesar 180 dengan 005 t hitung t tabel berarti Ho ditolak dan Ha diterimaAnalisis hipotesis kedua dari data pre-test dan data post- test kemampuan shooting sepak bola pada kelompok latihan shooting setelah menggiring diperoleh thitung sebesar 718 serta ttabel sebesar 180 dengan 005 t hitung t tabel berarti Ho ditolak dan Ha diterimahttp://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-pengaruh-latihan-shooting-dari-operan-dengan-latihan-shooting-setelah-menggiring-terhadap-peningkatan-hasil-shooting-atlet-sekolah-sepak-bola-ssb-usia-1415-tahun-jaharun-b-muda-kecamatan-galang-kabupaten-deli-serdang-tahun-2014-33177.htmlThu, 20 Nov 2014 15:19:51 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Shooting Bola Basket Melalui Penerapan Gaya Mengajar Inklusi Pada Siswa Kelas VIII 2 SMP Negeri 21 Medan tahun ajaran 20132014Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peningkatan Hasil Belajar shooting bola basket dengan menggunakan gaya mengajar inklusi pada siswa kelas VIII 2 SMP Negeri 21 Medan tahun ajaran 20132014Subjek yang dijadikan sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling atau sampel bertujuan Sampel yang terpilih adalah siswa di kelas VIII 2 SMP Negeri 21 Medan tahun ajaran 20132014 yang berjumlah 21 orang siswa Penentuan sampel ini berdasarkan hasil penelitian awal terhadap kelas yang akan diteliti Alat yang dipakai untuk mengumpulkan data adalah tes hasil belajar pada materi pokok Shooting bola basketHasil penelitian yang diperoleh pada siklus I rata-rata nilai tes hasil belajar shooting bola basket siswa adalah 6786 dengan nilai ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 4761 Nilai ini masih belum memenuhi nilai ketuntasan sehingga dilakukan refleksi sebagai pedoman untuk siklus II Setelah direfleksi ternyata didapatkan permasalahan bahwa siswa belum menguasai teknik latihan melakukan shooting yang benar Hasil yang diperoleh pada siklus II nilai rata-rata kelas juga meningkat menjadi 8135 dengan ketercapaian tes hasil belajar sebesar 9747 Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan gaya mengajar inklusi dapat meningkatkan hasil belajar shooting dalam bola basket di kelas VIII 2 SMP Negeri 21 Medan tahun ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-shooting-bola-basket-melalui-penerapan-gaya-mengajar-inklusi-pada-siswa-kelas-viii-2-smp-negeri-21-medan-tahun-ajaran-20132014-33176.htmlThu, 20 Nov 2014 15:10:09 +0700Optimalisasi Hasil Belajar Passing Dalam Permainan Sepak Bola Melalui Variasi Pembelajaran Pada Siswa Kelas XI SMK Swasta Melati Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Tahun Ajaran 20132014Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi passing dalam permainan sepakbola Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan kelas Classroom Action Research Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas XI-1 Teknik Mesin Otomotif yang berjumlah 30 siswa Sampel Instrumen tes dalam peneltian ini adalah proses belajar passing dalam permainan sepak bola Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dimana setiap siklus berisikan tindakan berupa pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan variasi pembelajaran disesuaikan dengan materi pelajaranSetelah data terkumpul dan dilakukan analisis maka diperoleh hasil analisisnya 1 Pada siklus I Dari 30 orang siswa yang menjadi subjek dalam penelitian ini ternyata hanya 16 orang siswa 5333 yang sudah memiliki ketuntasan belajar sedangkan selebihnya yaitu 14 orang siswa 4667 belum memiliki ketuntasan belajar Nilai rata rata yang diperoleh hanya mencapai 6944 2 Sedangkan pada siklus II dapat dilihat bahwa kemampuan siswa dalam melakukan tes hasil belajar secara klasikal sudah meningkat Ternyata dari 30 orang siswa terdapat 27orang siswa yang tuntas 90 yang sudah memiliki ketuntasan belajar sedangkan selebihnya yaitu 3 orang siswa 10 belum memiliki ketuntasan belajar Nilai rata rata yang diperoleh hanya mencapai 7639 Berdasarkan hal itu maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran menggunakan variasi pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar passing dalam permainan sepak bola pada siswa kelas XI SMK Swasta Melati Perbaungan TA 20132014phttp://digilib.unimed.ac.id/optimalisasi-hasil-belajar-passing-dalam-permainan-sepak-bola-melalui-variasi-pembelajaran-pada-siswa-kelas-xi-smk-swasta-melati-perbaungan-kabupaten-serdang-bedagai-tahun-ajaran-20132014-33175.htmlThu, 20 Nov 2014 15:03:13 +0700Penerapan Strategi Pengelolaan Motivasi Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Jump Shoot Bola Basket Pada SiswaSiswi Kelas VIII SMP Swasta YP Raksana Medan Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Jump Shoot Bola Basket melalui Penerapan Strategi Pengelolaan Motivasi Pada SiswaSiswi Kelas VIII SMP Swasta YP Raksana MedanSubjek dalam penelitian ini ada sebanyak 45 orang yang diberi tindakan berupa pembelajaran jump shoot Jenis dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas Clasroom Action ResearchUntuk memperoleh data dalam penelitian ini dilakukan tes hasil belajar diakhir setiap siklus yang berbentuk aplikasi teknik dasar jump shoot bola basket Dengan pelaksanaan penelitian tes hasil belajar ini dilaksanakan selama dua minggu atau dua kali pertemuanAnalisis data dilakukan dengan paparan dataHasil penelitian dari tes awal diperoleh 15 orang siswa 3333 yang mencapai nilai ketuntasan sedangkan 30 orang siswa 6666 belum mencapai tingkat ketuntasan dengan nilai rata-rata 6223 dan setelah pemberian tindakan diperoleh hasil belajar siklus I yaitu 32 orang siswa yang mencapai tingkat ketuntasan 7111 sedangkan 13 orang belum mencapai tingkat ketuntasan 2888 Dengan nilai rata-rata 7333 dan belum memenuhi kriteria ketuntasan klasikal yang diharapkan Dan dari hasil tes belajar siklus dua diperoleh data sebanyak 39 orang siswa 8666 telah mencapai ketuntasan dalam belajar dan 6 orang siswa 1333 masih belum tuntas dengan nilai rata rata 7689 Dengan nilai rata-rata 7333 pada siklus satu meningkat menjadi 7672 pada siklus dua dan peningkatan ketuntasan klasikal sebesar 8666 Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran dengan penerapan strategi pengelolaan motivasi dalam pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar jump shoot bola basket pada siswa kelas VIII SMP Swsata YP Raksana Medan Tahun Ajaran 20142015http://digilib.unimed.ac.id/penerapan-strategi-pengelolaan-motivasi-dalam-meningkatkan-hasil-belajar-jump-shoot-bola-basket-pada-siswasiswi-kelas-viii-smp-swasta-yp-raksana-medan-tahun-ajaran-20132014-33174.htmlThu, 20 Nov 2014 14:55:07 +0700Penerapan Media Audio Visual Dengan Bentuk Variasi Latihan Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Dribbling Bola Basket Pada Siswa Kelas X SMK Negeri 2 Binjai Tahun Ajaran 2011-2012Penelitian ini bertujuan untuk menemukan informasi pemanfaatan media pembelajaran dalam menunjang pembelajaran pendidikan jasmani terhadap hasil belajar dribbling bola basket siswa kelas X SMK Negeri 2 Binjai Tahun Ajaran 2011-2012 Sampel dalam penelitian ini adalah kelas siswa X dengan jumlah siswa 40 yang akan diberikan tindakan berupa pengajaran melalui media audio visual dengan bentuk variasi latihanUntuk memperoleh data dalam penelitian ini maka dilakukan tes hasil belajar I yang berbentuk aplikasi teknik dasar dribbling sebanyak dua kali pertemuanSetelah data terkumpul dan dilakukan analisi maka diperoleh hasil analisis nya 1 dari tes hasil belajar I diperoleh 60 yang telah mencapai ketuntasan belajar sedangkan 40 belum mencapai ketuntasan belajar Dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa 689 2 dari tes hasil belajar II dapat dilihat kemampuan siswa dalam melakukan tes hasil belajar secara klasikal sudah meningkat Terdapat 85 yang telah mencapai ketuntasan belajar sedangkan 15 belum mencapai ketuntasan belajar Dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 767 Untuk hasil persentase siklus I dan II mengalmi peningkatan 25 dan nilai rata-rata 78Berdasarkan hal itu maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran melalui Penerapan Media Audio Visual Dengan Bentuk Variasi Latihan dapat meningkatkan Hasil Belajar Dribbling Bola Basket Pada Siswa Kelas X SMK Negeri 2 Binjai Tahun Ajaran 2011-2012http://digilib.unimed.ac.id/penerapan-media-audio-visual-dengan-bentuk-variasi-latihan-terhadap-peningkatan-hasil-belajar-dribbling-bola-basket-pada-siswa-kelas-x-smk-negeri-2-binjai-tahun-ajaran-20112012-33173.htmlThu, 20 Nov 2014 14:48:03 +0700Perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis dan sikap siswa yang diberi pembelajaran kooperatif tipe think pair share dengan tipe think pair square pada SMP Negeri Pematang SiantarTujuan penelitian ini adalah 1 untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share dengan think pair square pada materi persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel 2 untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan sikap siswa antara siswa yang diberi pembelajaran kooperatif tipe think pair share dengan think pair square dan 3 untuk mengetahui proses penyelesaian masalah yang dibuat oleh siswa terhadap tes kemampuan pemecahan masalah matematis antara pembelajaran kooperatif tipe think pair share dengan kooperatif tipe think pair square Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri Pematangsiantar dan sampelnya dipilih secara acak yaitu SMP Negeri 9 dan SMP Negeri 3 Pematangsiantar dengan VII-4 dan VII-5 sebagai kelas eksperimen 1 dan VII-5 dan VII-7 sebagai kelas eksperimen 2 yang masing- masing berjumlah 68 orang Instrumen yang digunakan terdiri dari tes kemampuan pemecahan masalah yang berbentuk uraian dan angket sikap siswa Instrumen tersebut dinyatakan telah memenuhi syarat validasi serta memiliki koefisien realibilitas 0549 untuk tes kemampuan pemecahan masalah dan 0864 untuk angket skala sikap Penelitian ini menggunakan uji Anakova Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang diberi model pembelajaran think pair share dengan siswa yang diberi model pembelajaran think pair square 2 Sikap siswa terhadap matematika yang memperoleh pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share lebih baik secara signifikan dari siswa yang memperoleh pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Square dan 3 Proses penyelesaian jawaban siswa dengan mengunakan model pembelajaran Think Pair Share lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran Think Pair Squarehttp://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-kemampuan-pemecahan-masalah-matematis-dan-sikap-siswa-yang-diberi-pembelajaran-kooperatif-tipe-think-pair-share-dengan-tipe-think-pair-square-pada-smp-negeri-pematang-siantar-33172.htmlThu, 20 Nov 2014 12:11:08 +0700Perbedaan kemampuan representasi dan disposisi matematis siswa melalui pendekatan pembelajaran matematika realistik dengan pendekatan ekspositori di SMP Negeri TakengonTujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui 1 perbedaan kemampuan representasi matematis siswa yang diajar dengan pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik PMR dengan siswa yang diajar dengan pendekatan Ekspositiri 2 perbedaan disposisi matematis siswa yang diajar PMR dengan Ekspositori 3 ada tidaknya interaksi antara pembelajaran dengan kemampuan matematika siswa terhadap kemampuan representasi4 ada tidaknya interaksi antara pembelajaran dengan kemampuan matematika siswa terhadap disposisi matematis siswa dan 5 proses penyelesaian representasi matematis terhadap penyelesaian soal Penelitian ini berbentuk kuasi-eksperimen dengan rancangan eksprimen pretes-postes dua kelompok Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri di Takengon Kabupaten Aceh Tengah yang memiliki akreditasi B yang secara acak dipilih 2 sekolah yaitu SMP Negeri 6 Takengon dan SMP Negeri 17 Takengon Instrumen yang digunakan terdiri dari tes kemampuan awal matematika tes kemampuan representasi matematis angket disposisi skala likert dan lembar observasi Instrumen tersebut dinyatakan telah memenuhi syarat validitas dengan koefisien reliabilitas kemampuan representasi matematis sebesar 067 sedang dan koefisien reliabilitas disposisi matematis sebesar 089 sangat tinggi Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik ANOVA Dua Jalur Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan representasi dan disposisi matematis siswa yang diberi pendekatan PMR secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diberi pendekatan Ekspositori Skor rerata kemampuan representasi matematis siswa yang diberi pendekatan PMR sebesar 2207 lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang beri pendekatan Ekspositori sebesar 1813 Skor rerata skala disposisi matematis siswa yang diberi pendekatan PMR sebesar 9426 lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang beri pendekatan Ekspositori sebesar 8697 Hasil penelitian lainnya menyebutkan 1 tidak terdapat interaksi antara pembelajaran dengan kemampuan matematika siswa tinggi sedang rendah terhadap kemampuan representasi dan disposisi matematis siswa 2 persentase proses penyelesaian representasi matemtis siswa yang memperoleh katagori baik pada siswa PMR dan Ekspositori masing-masing adalah sebagai berikut indikator gambar PMR 3226 dan Ekspositori 4000 indikator ekspresi matematis PMR 2903 dan Ekspositori 333 dan indikator kata-kata PMR 2903 dan Ekspositori 1000 Dari ketiga indikator representasi matematis didapat rerata persesntase katagori baik pada kelas PMR 3011 lebih tinggi dari kelas Ekspositori 1776http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-kemampuan-representasi-dan-disposisi-matematis-siswa-melalui-pendekatan-pembelajaran-matematika-realistik-dengan-pendekatan-ekspositori-di-smp-negeri-takengon-33171.htmlThu, 20 Nov 2014 12:02:52 +0700UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA DENGAN PENERAPAN TEORI VYGOTSKY PADA MATERI KUBUS DAN BALOK DI KELAS VIII MTs NEGERI KISARAN TAHUN AJARAN 20132014Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui peningkatan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika dengan menerapkan teori Vygotsky Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif Dimana operasional dalam penelitian ini dijabarkan menjadi 4 tahap yang berupa siklus yaitu tahap perencanaan tahap pelaksanaan tindakan tahap observasi pengamatan dan tahap reduksi Pelaksanaan dalam penelitian ini dibuat dalam 2 siklus dan proses pengajarannya dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan Data yang telah direduksi dicari presentase kelas yang mampu memecahkan masalah secara individu DSP dan presentase kelas yang mampu memecahkan masalah secara klasikal DSK serta tingkat kemampuan pemecahan masalah siswa Dari hasil teknik analisa data yang diperoleh bentuk kesalahan yang dihadapi siswa yaitu sulit menyelesaikan soal dengan menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah Dari kesulitan-kesulitan yang diketahui diperoleh tingkat kemampuan siswa memecahkan masalah secara klasikal yaitu 71875 atau 0 8804 DSK 8804 85 kelas belum mampu memecahkan masalah dengan 23 siswa yang memperoleh nilai 65 8804 DSP8804 79 kemampuan pemecahan masalah sedang Diakhir tindakan pada siklus I kemudian diberikan tes kemampuan pemecahan masalah II dimana diperoleh tingkat kemampuan siswa memecahkan masalah secara klasikal 875 atau 85 8804 DSP8804100 kelas telah mampu memecahkan masalah dengan tingkat ketuntasan pemecahan masalah secara individu sebanyak 28 siswa Berdasarkan analisis penelitian di atas diperoleh gambaran bahwa penerapan teori Vygotsky pada materi kubus an balok di kelas VIII-A MTsN Kisaran dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika Dimana peningkatan diperoleh setelah siklus II dilakukanhttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-kemampuan-pemecahan-masalah-matematika-siswa-dengan-penerapan-teori-vygotsky-pada-materi-kubus-dan-balok-di-kelas-viii--mts--negeri-kisaran-tahun-ajaran-20132014-33170.htmlThu, 20 Nov 2014 11:51:47 +0700Pengembangan buku ajar kimia SMAMA kelas X semester II berdasarkan kurikulum 2013 berbasis pendidikan karakterPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh buku ajar yang berbasis pendidikan karakter untuk SMAMA kelas X semester II yang dapat menumbuhkembangkan kreaktivitas dan hasil belajar siswa Populasi penelitian ini adalah 1 Semua guru kimia yang ada di Kota Medan yang dikategorikan guru ahli 2 Seluruh siswa kelas X semester II Tahun ajaran 20132014 dari 4 SMAMA di Kota Medan Seluruh sampel dipilih dengan cara purposive sampling Sampel yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah 1 guru kimia dengan kriteria memiliki pendidikan formal minimal S1 dan pengalaman mengajar di sekolah 2 Dua kelas X dari masing-masing sekolah tempat penelitian dijadikan kelas kontrol dan kelas eksperimen Kelas ekperimen diberi perlakukan pengajaran menggunakan buku ajar kimia yang berbasis pendidikan karakter kurikulum 2013 sedangkan kelas kontrol menggunakan buku ajar kimia kurikulum KTSP Berdasarkan uji persyaratan analisis data bahwa data semua penelitian termasuk data terdistribusi normal dan homegen Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 Kualitas buku ajar kimia yang dihasilkan dalam penelitian ini memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan oleh BSNP 2 Besar efektivitas dari buku ajar kimia yang dikembangkan sangat tinggi sehingga dapat menumbuhkembangnya karakter siswa hal ini dapa dibuktikan dari nilai karakter tanggung jawab sebesar 8123 kreaktfiftas sebesar 7993 komunikatif sebesar 828 sedangkan psikomotoriknya 8220 3 Besar efektifitas bukua ajar yang dihasilkan penelitian ini sebesar 8220 sangat tinggi berkembang dari pada psikomotorik siswa pada kurikulum KTSP sebesar 7979 4 Kualitas buku ajar kimia yang dikembangkan sebesar 874 lebih tinggi dibandingkan kualitas buku ajar kimia KTSP sebesar 692 5 Buku ajar kimia yang dikembangkan dalam penelitian dalam menumbuhkembangkan karakter siswa lebih baik dibandingkan dengan kemampuan buku ajar kimia berdasarkan kurikulum KTSP 6 Berdasarkan data hasil belajar siswa yang diperoleh nilai sign 005 0000005 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa yang diajarkan menggunakan buku ajar kurikulum 2013 dibandingkan hasil belajar yang diajarkan menggunakan buku ajar kurikulum KTSPhttp://digilib.unimed.ac.id/pengembangan-buku-ajar-kimia-smama-kelas-x-semester-ii-berdasarkan-kurikulum-2013-berbasis-pendidikan-karakter-33169.htmlThu, 20 Nov 2014 11:43:53 +0700Upaya Peningkatan Hasil Belajar Dribble Dalam Permaian Bola Basket Melalui Penerapan Gaya Mengajar Self-Check Pada Siswa Kelas VII SMP Laksamana Martadinata Tahun Ajaran 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peningkatkan Hasil Dribble bola basket menggunakan gaya mengajar self-check Pada Siswa Kelas VII SMP Laksamana Martadinata Tahun Ajaran 20142015 Penelitian pada siklus I dan siklus IIyang menjadi sampel dengan jumlah siswa sebanyak 40 siswa yang akan diberikan tindakan berupa Mengajar Dribble dengan evaluasi proses gaya mengajar Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas Classroom Action ResearchUntuk memperoleh data dalam penelitian ini dilakukan tes hasil belajar di akhir setiap siklus yang berbentuk aplikasi penilaian teknik dasar dasar Dribble bola basket Dengan pelaksanaan penelitian tes hasil belajar ini dilaksanakan selama dua minggu atau empat kali pertemuan Analisis data dilakukan dengan reduksi data dan paparan dataHasil penelitian menyimpulkan 1 dari tes hasil belajar siklus I diperoleh sebanyak 26 orang siswa 65 telah mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 14 orang siswa 35 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar Dengan nilai rata-rata hasil belajar adalah 7375 Namun belum memenuhi kriteria ketuntasan secara klasikal yang diharapkan yaitu 80 2 dari tes hasil belajar siklus II diperoleh data sebanyak 35 orang siswa 875 yang telah mencapai ketuntasan dalam belajar sedangkan 5 orang siswa masih belum tuntas 125 Dengan nilai rata-rata hasil belajar setelah adalah 8162 Peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa dari tes sebelumnya yaitu 7375 Berdasarkan hasil analisis data dapat dinyatakan bahwa menggunakan gaya mengajar self-check dapat meningkatkan hasil belajar Dribble pada siswa kelas VII SMP Laksamana Martadinata Tahun Ajaran 20142015http://digilib.unimed.ac.id/upaya-peningkatan-hasil-belajar-dribble-dalam-permaian-bola-basket-melalui-penerapan-gaya-mengajar-selfcheck-pada-siswa-kelas-vii-smp-laksamana-martadinata-tahun-ajaran-20142015-33168.htmlThu, 20 Nov 2014 11:40:33 +0700Pengembangan buku ajar kimia SMAMA kelas XII semester I berdasarkan kurikulum 2013Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh susunan urutan materi untuk buku ajar kimia SMAMA kelas XII semester I yang layak dan sesuai kurikulum 2013 dan mengetahui seberapa besar efektivitas penggunaan buku ajar kimia SMAMA kelas XII semester I terhadap hasil belajar kimia siswa Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII IPA SMA di Kabupaten Dairi Sampel penelitian diambil secara random sebanyak dua kelas dari tiga sekolah yaitu SMA N 1 Sidikalang SMA N 2 Sidikalang dan SMA 1 N Parongil Masing-masing sekolah terdiri atas kelas kontrol dan eksperimen Tahap awal penelitian dilakukan dengan penyusunan buku ajar kimia SMAMA kelas XII semester I yang layak dan sesuai kurikulum 2013 tahap kedua dilakukan uji coba dan tahap akhir adalah analisis data Sebelum tahap uji coba buku distandarisasi kepada ahli yang terdiri dari empat orang guru dan empat orang dosen Berdasarkan penilaian para ahli diperoleh hasil standarisasi kelayakan isi sebesar 356 standarisasi kelayakan bahasa sebesar 359 standarisasi kelayakan penyajian buku sebesar 360 standarisasi kelayakan kegrafikaan sebesar 361 Hasil rata-rata yang diperoleh untuk masing-masing analisis standar kelayakan yang diajukan kepada dosen dan guru kimia memperlihatkan berada pada kisaran 356 400 yang berarti bahwa dosen dan guru kimia setuju dengan buku ajar kimia standar yang diajukan dan tidak perlu dilakukan revisi kembali Setelah diperoleh buku yang standar maka dilakukan uji coba untik memperoleh data hasil belajar siswa dengan menggunakan buku ajar yang disusun Data yang akan dianalisi terdistribusi normal dan homogen Dari hasil pengolahan data diperoleh ajar kimia diketahui persentase efektifitas hasil belajar di SMA Negeri 1 Sidikalang sebesar 78 SMA Negeri 2 Sidikalang sebesar 58 SMA Negeri 1 Parongil sebesar 31 Hasil tersebut menunjukkan penggunaan buku sesuai kurikulum 2013 efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswahttp://digilib.unimed.ac.id/pengembangan-buku-ajar-kimia-smama-kelas-xii-semester-i-berdasarkan-kurikulum-2013-33167.htmlThu, 20 Nov 2014 11:34:44 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kaki Bagian Luar Dalam sepak Bola Melalui Gaya Mengajar Komando Pada Siswa Kelas X SMA Swasta Methodist -8 Medan Tahun Pelajaran 20132014Penelitian ini kertujuan untuk meningkatkan hasil belajar teknik dasar dribbling dalam permainan sepak bola melalui penerapan gaya mengajar komando pada siswa kelas X SMA Swasta Methodist -8 Medan tahun Pelajaran 20132014Dalam penelitian ini yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dan dilaksanakan dalam dua siklus subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X SMA Swasta Methodis-8 Medan dengan jumlah siswa sebanyak 30 siswa yang terdiri dari 16 siswa putra dan 14 siswa putri Pada setiap siklus terdiri dari empat langkah yaitu Perencanaan Pelaksanaan Observasi dan Refleksi data yang diperoleh kemudian dinalisis melalui tahapan pengumpulan data reduksi data penyajian data triangulasidan penarikan kesimpulan dimana deknik dyang digunakan untuk pengumpulan data diperoleh melaui tahapan observasi tes dan dokumentasi pelaksanaan kegiatan yang berupa foto kegiatan pembelajaranBerdasarkan dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan gaya mengajar komando dalam pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar teknik dasar dribbling dalam sepakbola pada siswa kelas X SMA Swasta Methodist-8 Medan tahun pembelajaran 20132014 Dari hasil yang telah dianalisis diproleh peningkatan hasil belajar yang segnifikan dari pra siklus siklu I dan silklus II Pada Pra Siklus dari jumlah 30 orang siswa hanya 6 orang atau 20 siswa yang termasuk katagori tuntas dan s4 orang siswa atau 80 siswa katagori tidak tuntas dan 14 orang atau 4667 siswahttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-kaki-bagian-luar-dalam-sepak-bola-melalui-gaya-mengajar-komando-pada-siswa-kelas-x-sma-swasta-methodist-8-medan-tahun-pelajaran-20132014-33166.htmlThu, 20 Nov 2014 11:32:30 +0700Efektivitas strategi pembelajaran menulis writing for learning dengan menggunakan multimedia presentasi dalam meningkatkan hasil belajar IPA dan aktivitas siswa pada pokok bahasan perubahan fisika dan kimia di kelas VII SMPTujuan penelitian ini untuk mengetahui 1 Apakah hasil belajar siswa yang diajarkan dengan penggunaan multimedia Microsoft PowerPoint dalam pembelajaran menulis lebih tinggi dibandingkan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan pembelajaran menulis tanpa multimedia 2 Apakah hasil belajar siswa yang diajarkan dengan penggunaan multimedia Microsoft PowerPoint dalam pembelajaran menulis lebih tinggi dibandingkan aktivitas belajar siswa yang diajarkan dengan pembelajaran menulis tanpa multimedia 3 Hubungan antara penggunaan multimedia Microsoft PowerPoint yang dipadukan dengan pembelajaran menulis terhadap aktivitas belajar siswa dalam meningkatkan hasil belajar siswa SMP pada pokok bahasan Perubahan Fisika dan Kimia 4 Efektifitas penggunaan multimedia Microsoft PowerPoint dalam pembelajaran menulis pada pokok bahasan Perubahan Fisika dan Kimia Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VII SMP pada semester ganjil pada tahun ajaran 20132014 Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampel Sampel penelitian yang terdiri dari dua kelas kelas eksperimen yang diajarkan dengan pembelajaran menulis dengan multimedia Microsoft PowerPoint dan kelas kontrol yang diajarkan dengan pembelajaran menulis tanpa multimedia dengan jumlah sampel 60 siswa Instrumen penelitian ini berupa tes hasil belajar dan kuisioner aktivitas belajar Uji coba tes menggunakan Microsoft Excel 2007 dan dari 40 butir soal yang diuji cobakan terdapat 30 butir soal yang valid Uji reliabilitas diperoleh R11 sebesar 0940 sangat tinggi Teknik analisa data dilakukan dengan Independet Sample t test dan General Linier Model Univariate untuk mengetahui interaksi aktivitas terhadap hasil belajar Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 Hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran menulis yang menggunakan multimedia Microsoft PowerPoint lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dari hasil belajar siswa yang diajarkan dengan pembelajaran menulis tanpa multimedia sig 0001 005 2 Aktivitas belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran menulis yang menggunakan multimedia Microsoft PowerPoint lebih tinggi secara signifikan dari aktivitas belajar siswa yang diajarkan dengan pembelajaran menulis tanpa multimedia sig 0000 005 3 Terdapat interaksi model pembelajaran dengan aktivitas belajar dalam memengaruhi hasil belajar siswa sig 0006 005 dan 4 Penggunaan multimedia presentasi dalam pembelajaran menulis yang menggunakan Microsoft Powerpoint menghasilkan efektifitas pembelajaran yang baik yang dapat dilihat dari ketercapaian nilai Kriteria Ketuntasan Minimal KKM siswa sebesar 70 persen pada kelas eksperimenhttp://digilib.unimed.ac.id/efektivitas-strategi-pembelajaran-menulis-writing-for-learning-dengan-menggunakan-multimedia-presentasi-dalam-meningkatkan-hasil-belajar-ipa-dan-aktivitas-siswa-pada-pokok-bahasan-perubahan-fisika-dan-kimia-di-kelas-vii-smp-33165.htmlThu, 20 Nov 2014 11:29:06 +0700Efektivitas model problem-based learning dan media animasi untuk meningkatkan hasil belajar kimia siswa pada pokok bahasan larutan elektrolit dan non-elektrolitPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kimia yang meliputi aspek kognitif afektif dan psikomotorik siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model Problem-Based Learning dan media animasi dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Inkuiri Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kelas X-IA SMA Negeri 1 Stabat SMA Persiapan Stabat dan SMA Negeri 1 Kecamatan Binjai yang terdiri dari 13 kelas setiap kelas rata-rata terdiri atas 35 orang siswa sehingga jumlah seluruh siswa sebanyak 455 orang Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda dengan jumlah soal sebanyak 20 soal yang telah dinyatakan valid dan reliabel serta lembar observasi untuk menilai aspek afektif dan psikomotorik siswa Hasil pengujian hipotesis Ho pertama diperoleh nilai Sig005 yaitu secara berurut 0000 005 0000 005 0000 005 pada taraf signifikansi 945 005 Hal ini berarti Ho ditolak yaitu peningkatan hasil belajar kimia aspek kognitif siswa yang diajar dengan menggunakan model Problem-Based Learning dan media animasi lebih tinggi dibandingkan siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Inkuiri Hasil pengujian hipotesis Ho kedua diperoleh nilai Sig 005 yaitu secara berurut 0576005 0191005 0407 pada taraf signifikansi 945 005 Hal ini berarti Ho diterima yaitu peningkatan hasil belajar kimia aspek afektif siswa yang diajar dengan menggunakan model Problem-Based Learning dan media animasi tidak lebih tinggi dibandingkan siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Inkuiri Untuk Ha ketiga diperoleh nilai Sig 005 yaitu secara berurut 0323005 0000005 0000005 Hal ini berarti Ho ditolak yaitu peningkatan hasil belajar kimia aspek psikomotorik siswa yang diajar dengan menggunakan model Problem-Based Learning dan media animasi lebih tinggi dibandingkan siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Inkuirihttp://digilib.unimed.ac.id/efektivitas-model-problembased-learning-dan-media-animasi-untuk-meningkatkan-hasil-belajar-kimia-siswa-pada-pokok-bahasan-larutan-elektrolit-dan-nonelektrolit-33164.htmlThu, 20 Nov 2014 11:20:51 +0700Penerapan model problem based learning PBL berbasis kolaboratif dengan pemanfaatan media komputer terhadap hasil belajar dan kreativitas siswaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 perbedaan hasil belajar kimia antara siswa yang diajarkan model Problem Based Learning PBL berbasis kolaboratif memanfaatkan media komputer dengan siswa yang diajarkan model Direct Instruction DI tanpa media komputer 2 perbedaan hasil belajar kimia antara siswa yang memiliki karakter kreativitas tinggi dengan yang memiliki karakter kreativitas rendah 3 interaksi antara model pembelajaran dan karakter kreativitas terhadap hasil belajar kimia siswa 4 perbedaan karakter kreativitas antara siswa yang diajarkan model PBL berbasis kolaboratif memanfaatkan media komputer dengan yang diajarkan model DI tanpa media komputer dan 5 ranah kognitif yang berkembang antara siswa yang diajarkan model PBL berbasis kolaboratif memanfaatkan media komputer dengan yang diajarkan model DI tanpa media komputerPenelitian ini termasuk penelitian quasi eksperimen Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Rantau Utara sebanyak 6 kelas dan SMA Negeri 2 Rantau Utara sebanyak 4 kelas Sampel penelitian ini sebanyak 2 kelas dari SMA Negeri 1 dan 2 kelas dari SMA Negeri 2 Rantau Utara Instrumen penelitian menggunakan tes hasil belajar berjumlah 20 soal dalam bentuk pilihan berganda angket dan lembar observasi tentang karakter kreativitas yang telah divalidasi oleh validator Teknik analisis yang digunakan teknik Analisis varians dua jalur Two Ways Anova dan uji Independet Sampel T-Test uji-t dengan bantuan program SPSS 160 Hasil penelitian disimpulkan bahwa 1 terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar kimia antara siswa yang diajarkan dengan model PBL berbasis kolaboratif memanfaatkan media komputer dengan siswa yang diajarkan model DI tanpa media komputer p 0000 005 2 terdapat perbedaan hasil belajar kimia antara siswa yang memiliki karakter kreativitas tinggi dengan siswa yang memiliki karakter kreativitas rendah p 0004 005 3 terdapat interaksi antara model pembelajaran dan karakter kreativitas terhadap hasil belajar kimia siswa p 0000 005 4 terdapat perbedaan yang signifikan nilai karakter kreativitas antara siswa yang diajarkan dengan model PBL berbasis kolaboratif memanfaatkan media komputer dengan siswa yang diajarkan model DI tanpa media komputer 0013 005 dan 5 ranah kognitif yang berkembang untuk kelompok siswa yang diajarkan dengan model PBL berbasis kolaboratif memanfaatkan media komputer yaitu C1 sebesar 91 tinggi C2 sebesar 767 tinggi C3 sebesar 615 sedang dan C4 sebesar 609 sedanghttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-problem-based-learning-pbl-berbasis-kolaboratif-dengan-pemanfaatan-media-komputer-terhadap-hasil-belajar-dan-kreativitas-siswa-33163.htmlThu, 20 Nov 2014 11:12:56 +0700THE EFFECTIVENESS OF INTERACTIVE LEARNING MODULE WITH MACROMEDIA FLASH IN PROBLEM BASED LEARNING TO INCREASE STUDENTS ACHIEVEMENT AND FOSTER STUDENTS CREATIVITY IN TEACHING OF COLLOIDAL SYSTEMThe effectiveness of Interactive Learning Module with Macromedia Flash in the teaching of Colloidal System was the treatment that applied in this research This research was conducted in three different schools those are SMA Negeri 1 Medan SMA Negeri 3 Medan and SMA Swasta Dharwangsa Medan by using the interactive learning module in experimental class and using Direct Instruction with regular chemistry textbook in control class The effectivity of Interactive Learning Module to increase Senior High School students achievement that was found based on their ability to answer the test that consist of pretest as preliminary test and posttest as test after treatment And also to foster students creativity that was found by assessment by descriptor by observe each students in every meeting from the creativity indicator questionnaire The result of this research showed that in experiment class that taught using interactive learning module have the percentage of gain is 74 and in control class that taught using direct instruction using regular chemistry textbook have the percentage of gain is 59 The effectivity of interactive learning module with macromedia flash by using Problem Based Learning PBL is 1216 The average percentage of students creativity in experiment class is 8942 and in control class is 8517 It means that the Interactive Learning Module with Macromedia Flash was effective to increase students achievement and foster students creativity From the result of this research this media especially Interactive Learning Module is suitable applied in teaching and learning process in chemistry lesson especially in topic Colloidal System because it can improve students achievement and foster students creativityhttp://digilib.unimed.ac.id/the-effectiveness-of-interactive-learning-module-with-macromedia-flash-in-problem-based-learning-to-increase-students-achievement-and-foster-students-creativity-in-teaching-of-colloidal-system-33162.htmlThu, 20 Nov 2014 11:09:20 +0700Analisis kesesuaian Lembar Kerja Siswa LKS biologi SMA Negeri se-Kota Lhokseumawe kelas XI berbasiskan isi KTSPPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesesuaian buku LKS Biologi SMA kelas XI semester 2 berdasarkan Standar Isi KTSP berupa kelayakan isi penyajian buku LKS dan penyajian bahasa atau keterbacaan yang digunakan di SMA Negeri se-kota Lhokseumawe Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan data kuantitatif Dengan menggunkan teknik purposive sampling diperoleh sampel buku LKS terdiri dari 3 buku LKS Biologi Penilaian kesesuaian buku LKS menggunakan standar penilaian buku LKS oleh Badan Standar Nasional Pendidikan BSNP Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase komponen kesesuaian buku LKS berdasarkan Standar Isi KTSPHasil penelitian ini menunjukkan buku LKS biologi Fokus memiliki kesesuaian dengan KTSP sebesar kelayakan isi 86 539 kelayakan penyajian 77 373 dan kelayakan kebahasaan atau keterbacaan 82 255 dengan kriteria sesuai atau layak untuk digunakan Buku LKS biologi Maestro diperoleh kelayakan isi 82 549 kelayakan penyajian 78 593 dan kelayakan kebahasaan atau keterbacaan 75 000 dengan kriteria valid dan sesuai untuk digunakan Buku LKS biologi Mefi diperoleh kelayakan isi sebesar 80 287 kelayakan penyajian 76 290 dan kelayakan kebahasaan atau keterbacaan 73 325 dengan kriteria cukup valid Dari hasil analisis ketiga buku LKS yang digunakan di sekolah SMA Negeri se-kota Lhokseumawe memiliki tingkat kesesuaian yang tinggi dan sesuai dengan standar dari BSNP Hal ini menunjukkan bahwa buku LKS biologi tersebut layak untuk digunakanhttp://digilib.unimed.ac.id/analisis-kesesuaian-lembar-kerja-siswa-lks-biologi-sma-negeri-sekota-lhokseumawe-kelas-xi-berbasiskan-isi-ktsp-33161.htmlThu, 20 Nov 2014 11:03:14 +0700PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA PADA POKOK BAHASAN PERHITUNGAN KIMIAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar siswa kelas X SMA pada pokok bahasan perhitungan kimia Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X SMA Negeri 1 Sumbul yang berjumlah 7 kelas dan setiap kelas terdiri dari 36 - 40 siswa Sampel dalam penelitian ini sebanyak 2 kelas yang diambil secara acak Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda dengan jumlah soal sebanyak 20 soal yang telah dinyatakan valid dan reliabel Dari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata gain kelas eksperimen 0615 dan rata-rata gain kelas control 0445 Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan uji t yaitu uji pihak kanan dan diperoleh thitung sebesar 5059 sedangkan nilai ttabel sebesar 1668 pada taraf signifikan 945 005 dan db 74 sehingga thitung ttabel Maka Ha diterima Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar siswa kelas X SMA pada pokok bahasan perhitungan kimiahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-penerapan-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-jigsaw-terhadap-hasil-belajar-siswa-kelas-x-sma-pada-pokok-bahasan-perhitungan-kimia-33160.htmlThu, 20 Nov 2014 11:02:06 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Passing Menggunakan Kaki Bagian Dalam Melalui Pendekatan Bermain Pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 2 Kisaran Tahun Ajaran 2013 2014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar passing menggunakan kaki bagian dalam melalui pendekatan bermain pada siswa kelas XI SMK Negeri 2 Kisaran Tahun Ajaran 20132014Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI TKR yang berjumlah 32 siswa yang terdiri dari 32 siswa putra Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas Untuk memperoleh data dalam penelitian ini maka dilakukan tes hasil belajar pre-test sebelum melakukan passing sepak bola menggunakan kaki bagian dalam lalu dilakukan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan bermain dan mengambil tes hasil belajar I dan tes hasil belajar IISetelah data terkumpul dilakukan analisis 1 dari hasil pre-test di peroleh 12 peserta didik 375 yang mencapai ketuntasan belajar sedangkan 20 peserta didik 625 belum mencapai ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 6715 Kemudian dilakukan pembelajaran melalui pendekatan bermain 2 dari hasil belajar I diperoleh 19 peserta didik 594 yang telah mencapai ketuntasan belajar sedangkan 13 peserta didik 406 belum mencapai ketuntasan belajar nilai rata-rata 7210 Kemudian dilakukan evaluasi 3 dari hasil belajar II diperoleh 28 peserta didik 875 yang mencapai ketuntasan belajar sedangkan 4 peserta didik 125 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan rata-rata 7991 4 pada hasil pre-test terdapat 375 12 siswa hasil belajar I terdapat 594 19 siswa pada tes hasil belajar II terdapat 875 28 siswa yang mencapai ketuntasan belajar Dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata dari pre-test ke hasil belajar I sebanyak 22 belajar ke siklus II sebanyak 28 berdasarkan hasil data dikatakan bahwa melalui pendekatan bermain dapat meningkatkan hasil belajar passing sepak bola dengan menggunakan kaki bagian dalam pada peserta didik kelas XI TKR 1 SMK Negeri 2 Kisaran Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-passing-menggunakan-kaki-bagian-dalam-melalui-pendekatan-bermain-pada-siswa-kelas-xi-smk-negeri-2-kisaran-tahun-ajaran-2013-2014-33159.htmlThu, 20 Nov 2014 10:58:25 +0700PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA PADA MATERI POKOK STOIKIOMETRIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah peningkatan hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dan pendekatan Scientific lebih tinggi daripada pembelajaran yang hanya menggunakan pendekatan Scientific serta untuk mengetahui apakah pencapaian nilai afektif dan psikomotorik kelas eksperimen I lebih tinggi daripada kelas eksperimen II Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X PIA SMA Negeri 2 Pematangsiantar yang terdiri dari 7 kelas berjumlah 280 siswa Sampel yang digunakan sebanyak 2 kelas yang berjumlah 78 siswa dengan teknik random sampling sehingga diperoleh kelas eksperimen I yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dan pendekatan Scientific dan kelas eksperimen II yang dibelajarkan dengan pendekatan Scientific Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar pilihan berganda dengan jumlah soal sebanyak 20 soal yang telah dinyatakan valid dan reliabel Nilai rata-rata gain kelas eksperimen I adalah 08394 dan rata-rata gain kelas eksperimen II adalah 07515 Persentase peningkatan hasil belajar siswa dengan model pembelajaran PBL sebesar 8394 dan tanpa model PBL 7515 Berdasarkan hasil analisa data diperoleh bahwa nilai thitung sebesar 3864 sedangkan ttabel sebesar 16697 pada taraf 945 005 dan dk 66 sehingga thitungttabel Hal ini berarti Ha diterima dan Ho ditolak sehingga dari hasil uji di atas dapat disimpulkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran PBL lebih tinggi daripada peningkatan yang tidak menerapkan model PBL Pencapaian afektif dan psikomotorik kelas eksperimen I lebih tinggi daripada kelas eksperimen II untuk kelas eksperimen I capaian nilai afektif siswa adalah 8412 dan nilai psikomotorik adalah 9020 Pencapaiaan nilai afektif untuk kelas eksperimen II adalah 7476 dan capaian nilai psikomotorik adalah 8578http://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-problem-based-learning-dengan-pendekatan-scientific-terhadap-peningkatan-hasil-belajar-siswa-kelas-x-sma-pada-materi-pokok-stoikiometri-33158.htmlThu, 20 Nov 2014 10:57:49 +0700Pengaruh model pembelajaran learning cycle dan problem based learning terhadap hasil belajar dan berpikir kritis siswa pada materi ekosistem di SMP Swasta Methodist Pematang SiantarPenelitian ini dilakukan pada siswa kelas VII SMP Swasta Methodist Pematangsiantar yang bertujuan untuk mengetahui 1 Pengaruh model pembelajaran Learning Cycle Problem Based Learning dan Konvensional terhadap hasil belajar siswa pada materi ekosistem di SMP Swasta Methodist Pematangsiantar dan 2 Pengaruh model pembelajaran Learning Cycle Problem Based Learning dan Konvensional terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi ekosistem di SMP Swasta Methodist Pematangsiantar Populasi dalam penelitian ini berjumlah 4 kelas dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini 3 kelas dengan jumlah 35 orang siswa yaitu kelas VIII-A sebagai kelas dengan pembelajaran Problem Based Learning kelas VIII-B sebagai kelas dengan pembelajaran Learning Cycle dan kelas VIII-C sebagai kelas dengan pembelajaran Konvensional Instrumen pengumpulan data dengan menggunakan 1 tes hasil belajar dalam bentuk pilihan ganda berjumlah 30 item dan 2 tes berpikir kritis dalam bentuk pilihan ganda berjumlah 20 item Metode penelitian ini kuasi eksperimen dengan teknik analisis data menggunakan anakova dan anava 2 jalur dengan taraf signifikansi 945 005 Hasil penelitin diperoleh bahwa 1 Terdapat pengaruh model pembelajaran Learning Cycle Problem Based Learning dan Konvensional terhadap hasil belajar siswa pada materi ekosistem di SMP Swasta Methodist Pematangsiantar dimana yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 749511386 Problem Based Learning 81331023 dan Konvensional 68191024 dengan Fhitung 13280 p 0000 dan taraf signifikansinya 005 2 Terdapat pengaruh model pembelajaran Learning Cycle Problem Based Learning dan Konvensional terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi ekosistem di SMP Swasta Methodist Pematangsiantar dimana yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 73291169 Problem Based Learning 79571039 dan Konvensional 66431019 dengan Fhitung 12717 p 0000 dan taraf signifikansinya 005http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-learning-cycle-dan-problem-based-learning-terhadap-hasil-belajar-dan-berpikir-kritis-siswa-pada-materi-ekosistem-di-smp-swasta-methodist-pematang-siantar-33157.htmlThu, 20 Nov 2014 10:55:48 +0700THE IMPLEMENTATION OF COOPERATIVE LEARNING STAD TYPE WITH MULTIMEDIA BASED ON COMPUTER TO FOSTER TEAMWORK AND INCREASE STUDENTS ACHIEVEMENT IN REDOX REACTION TOPIChttp://digilib.unimed.ac.id/the-implementation-of-cooperative-learning-stad-type-with-multimedia-based-on-computer-to-foster-teamwork-and-increase-students-achievement-in-redox-reaction-topic-33156.htmlThu, 20 Nov 2014 10:53:08 +0700Upaya meningkatkan hasil belajarpassing dengan kaki bagian dalam pada permainan sepak bola DenganMenggunakan Audiovisual di Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Lima PuluhTahun Ajaran 20132014Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya meningkatkanhasil belajar passing dengan kaki bagian dalam pada permainan sepak boladengan menggunakan audiovisual di Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 LimaPuluh Tahun Ajaran 20132014 Lokasi penelitian ini dilaksanakan di SMANegeri 1 Lima Puluh Tahun Ajaran 20132014 waktu penelitian dilaksanakanselama 2 Minggu Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah siswakelas XI SMA Negeri 1 Lima Puluh Tahun Ajaran 20132014 dengan jumlah32 orang siswa Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan PTKPenelitian Tindakan KelasPenelitian ini dilaksanakan dengan dua siklusdengan ketentuan apabila pada siklus I hasil pembelajaran tidak tuntas makaakan dilajutkan ke siklus II Berdasarkan data hasil analisis penelitian bahwa1 Setelah dilaksanakan test pembelajaran passing kaki bagian dalam siklus Idi peroleh data bahwa kemampuan passing kaki bagian dalam permainan sepakbola masih tergolong rendah Dari 32 siswa yang menjadi sampel dalampenelitian ini yang mencapai nilai ketuntasan belajar sebanyak 18 orang siswaatau 5333 selebihnya 14 orang siswa atau 4667 belum mencapai nilaiketuntasan belajar 2 Data hasil test siklus II passing kaki bagian permainansepak bola menunjukan terjadi peningkatan hasil belajar dari 32 siswa yangmenjadi sampel 28 siswa atau 8667 sudah mencapai nilai ketuntasanbelajar secara klasikal sedangkan 4 siswa atau 1333 belum mencapai nilaiketuntasan belajar Dari hasil penelitian yang dilaksanakan di kelas XI IPS 1SMA Negeri 1 Lima Puluh selama dua siklus dapat ditarik kesimpulan bahwa Dengan menggunakan media audiovisual dapat meningkatkan hasil belajarpassing kaki bagian dalam permainan sepak bola pahttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajarpassing-dengan-kaki-bagian-dalam-pada-permainan-sepak-bola-denganmenggunakan-audiovisual-di-kelas-xi-ips-1-sma-negeri-1-lima-puluhtahun-ajaran-20132014-33155.htmlThu, 20 Nov 2014 10:51:03 +0700PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KARTU DOMINSUR PADA PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD Students Teams Achiviements Division TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN SISTEM PERIODIK UNSUR DI SMAPenelitian ini dilakukan di SMA Swasta PABA Binjai untuk mengetahui pengaruh penggunaan media kartu dominsur pada pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas eksperimen1 dan pengaruh pembelajaran kooperatif tipe STAD tanpa media kartu dominsur eksperimen II Sebagai alat pengumpul data hasil belajar digunakan tes objektif yang berjumlah 20 soal yang telah teruji validitas realibilitas tingkat kesukaran dan daya beda soalnya Adapun hipotesis dalam penelitian ini yaitu apakah ada pengaruh pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media kartu dominsur terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan sistem periodik unsurUji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t dua pihak dan diperoleh thitung 352 sedangkan ttabel 1667 untuk 945 005 dan db 78 Dengan demikian t -t 945 dan t t 945 maka Ha diterima yakni ada pengaruh yang signifikan penggunaan media kartu dominsur pada pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada pokok bahasan sistem periodik unsur Peningkatan hasil belajar siswa dihitung dengan bentuk gain ternormalisasi dan didapatkan persen peningkatan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen 1 sebesar 4158 sedangkan persen peningkatan hasil belajar siswa kelas eksperimen 2 sebesar 3102Dengan melihat persen peningkatan hasil belajar siswa yang diberi pengajarkan melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media kartu dominsur pada pokok bahasan sistem periodik unsur maka model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media kartu dominsur ini dapat diaplikasikan dalam pembelajaran kimia dengan materi pokok lain yang sesuaihttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-penggunaan-media-kartu-dominsur-pada-pembelajaran-kooperatif-tipe-stad-students-teams-achiviements-division---terhadap--peningkatan-hasil-belajar-siswa-pada-pokok-bahasan-sistem-periodik-unsur-di-sma-33154.htmlThu, 20 Nov 2014 10:48:03 +0700Pengaruh strategi pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi manganalisis mengevaluasi mencipta dan keterampilan proses sains mahasiswa STIPAP LPP MedanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 pengaruh strategi pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi menganalisis mengevaluasi mencipta mahasiswa dan 2 pengaruh strategi pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan proses sains mahasiswa Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester I Jurusan Budidaya Perkebunan BDP Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan STIPAP LPP Medan Tahun Pembelajaran 20132014 sebanyak 5 kelas dengan jumlah 210 mahasiswa Sedangkan sampel diambil 2 kelas dari 5 kelas yang ada Jumlah sampel sebanyak 88 orang yang dikelompokkan ke dalam kelompok eksperimen dengan strategi pembelajaran berbasis masalah dan kelompok kontrol dengan pembelajaran tradisional Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara acak cluster random sampling Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar kemampuan berpikir tingkat tinggi menganalisis mengevaluasi mencipta dan lembar observasi keterampilan proses sains mahasiswa Metode penelitian ini bersifat kuasi eksperimen quasi eksperimental method dengan teknik analisis uji t pada taraf signifikansi 945 005 Hasil penelitian ini diperoleh bahwa 1 kemampuan berpikir tingkat tinggi menganalisis mengevaluasi mencipta mahasiswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran berbasis masalah 7539 883 SD signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran tradisional 6623 899 t-hitung 4907 P 0000 dan 2 keterampilan proses sains mahasiswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran berbasis masalah 7130 729 SD signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran tradisional 6616 1107 t-hitung 3338 P 0002 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran berbasis masalah berpengaruh terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi menganalisis mengevaluasi mencipta dan keterampilan proses sains mahasiswa STIPAP LPP Medan Penelitian ini mengimplikasikan bahwa strategi pembelajaran berbasis masalah merupakan strategi yang perlu dipertimbangkan untuk dilaksanakan dalam proses pembelajaran biologi atau ilmu alamiah dasarhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-strategi-pembelajaran-berbasis-masalah-terhadap-kemampuan-berpikir-tingkat-tinggi-manganalisis-mengevaluasi-mencipta-dan-keterampilan-proses-sains-mahasiswa-stipap-lpp-medan-33153.htmlThu, 20 Nov 2014 10:47:46 +0700PENGARUH MODEL MENGAJAR MENGINDUKSI PERUBAHAN KONSEP M3PK SIMSON TARIGAN TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X PADA POKOK BAHASAN SISTEM PERIODIK UNSURPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan Model Mengajar Menginduksi Perubahan Konsep M3PK Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Siantar Narumonda yang terdiri dari 5 kelas Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling purposive dengan mengambil 2 kelas dari 5 kelas yaitu kelas X IPA 1 dan sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA 5 sebagai kelas kontrol Sampel penelitian kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing berjumlah 30 orang Kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan Model Mengajar Mengiduksi Perubahan Konsep dan kelas kontrol diajarkan dengan model konvensional Dari hasil penelitian untuk kelas Eksperimen diperoleh nilai rata-rata gain sebesar 07166 00960 sedangkan kelas Kontrol adalah 06153 00836 Persentase peningkatan hasil belajar siswa pada kelas Eksperimen adalah 7187 sedangkan pada kelas Kontrol adalah 6153 Uji normalitas gain kelas eksperimen diperoleh 967 2 hitung 104 dan 967 2 tabel 1107 untuk gain kelas kontrol diperoleh 967 2 hitung 71 dan dan 967 2 tabel 1107 Sehingga 967 2 hitung 967 2 tabel maka data kedua kelas berdistribusi normal Pada uji homogenitas untuk gain diperoleh Fhitung 134 dan Ftabel 186 maka sampel homogen Hasil uji t pihak kanan diperoleh thitung 4265 dan ttabel 1672 sehingga Diperoleh thitung 4265 berada pada daerah penolakan Ho di mana thitung ttabel 4265 1672 yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak Dari data yang diperoleh ranah kognitif yang paling terkembang adalah C2 pengetahuan pada kelas eksperimen yakni sebesar 2822 Berdasarkan hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa dengan pembelajaran M3PK lebih tinggi daripada peningkatan hasil belajar siswa yang diajar dengan model konvensionalhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-mengajar-menginduksi-perubahan-konsep-m3pk-simson-tarigan-terhadap-peningkatan-hasil-belajar-kimia-siswa-kelas-x-pada-pokok-bahasan-sistem-periodik-unsur-33152.htmlThu, 20 Nov 2014 10:42:34 +0700Upaya Peningkatan Hasil BelajarShooting Dalam Permaian Bola Basket Menggunakan Media - AudioVisual Pada Kelas XI SMA Negeri 2 Binjai TA 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peningkatkan Hasil Shootingbola basket menggunakan media Audio Visual Pada kelas XI SMANegeri 2 Tahun Ajaran 20142015 Penelitian pada siklus I dan siklus IIyang menjadi sampel dengan jumlah siswa sebanyak 32 siswa yang akandiberikan tindakan berupa Mengajar Shooting dengan evaluasi proses gayamengajar Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah PenelitianTindakan Kelas Classroom Action ResearchUntuk memperoleh data dalam penelitian ini dilakukan tes hasilbelajar di akhir setiap siklus yang berbentuk aplikasi penilaian teknik dasarShooting bola basket Dengan pelaksanaan penelitian tes hasil belajar inidilaksanakan selama dua minggu atau empat kali pertemuan Analisis datadilakukan dengan reduksi data dan paparan dataHasil penelitian menyimpulkan 1 dari tes hasil belajar siklus Idiperoleh sebanyak 20 orang siswa 62 telah mencapai tingkatketuntasan belajar sedangkan 12 orang siswa 37 belum mencapaitingkat ketuntasan belajar Dengan nilai rata-rata hasil belajar adalah 7496Namun belum memenuhi kriteria ketuntasan secara klasikal yangdiharapkan yaitu 80 2 dari tes hasil belajar siklus II diperoleh datasebanyak 28 orang siswa 875 yang telah mencapai ketuntasan dalambelajar sedangkan 4 orang siswa masih belum tuntas 125 Dengannilai rata-rata hasil belajar setelah adalah 8190 Peningkatan nilai rata-ratahasil belajar siswa dari tes sebelumnya yaitu 694 Berdasarkan hasilanalisis data dapat dinyatakan bahwa menggunakan media audio-Visualdapat meningkatkan hasil belajar Shooting pada siswa kelas XI SMANegeri 2 Binjai Tahun Ajaran 20142015http://digilib.unimed.ac.id/upaya-peningkatan-hasil-belajarshooting-dalam-permaian-bola-basket-menggunakan-media--audiovisual-pada-kelas-xi-sma-negeri-2-binjai-ta-20142015-33151.htmlThu, 20 Nov 2014 10:41:44 +0700PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENTS TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION STAD DAN TEAMS GAMES TOURNAMENTS TGT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN TATA NAMA SENYAWA KIMIA BERBASIS POWER POINTPenelitian ini dilakukan untuk 1 mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD dan TGT berbasis power point 2 mengetahui perbedaan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran pembelajaran kooperatif STAD dan TGT berbasis power point3 mengetahui kontribusi aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD dan TGT berbasis power point Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA N 1 Kerajaan masing-masing kelas berjumlah 30 orang sehingga jumlah sampel menjadi 60 orang siswa Sampel penelitian sebanyak 2 kelas X sebagai eksperimen I diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division STAD dan eksperimen II diajarkan dengan model pembelajaraan kooperatif Teams Games Tournamens TGT Sebagai alat pengumpul data hasil belajar digunakan tes objektif yang berjumlah 25 soal yang telah diuji validitas reliabilitastingkat kesukaran dan daya beda soalHasil analisa data diperolah rata-rata 1hasil belajar kimia eksperimen I 7064 lebih rendah dari eksperimen II dengan nilai rata-rata 81264 Hasil belajar kedua kelas eksperimen diuji dengan uji t dua pihak diperoleh bahwa thitung ttabel 11344 2167 Karena thitung berada pada daerah kritis maka Haditerima2berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kimia siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran tipe STAD dengan model pembelajaran tipe TGTberbasis power pointDengan peningkatan atau persen gain hasil belajar kimia siswa kelas eksperimen I 5602 sedangkan kelas eksperimen II adalah 7258 Maka dapat disimpulkan bahwa siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran TGT mengalami perkembangan hasil belajar yang lebih baik daripada siswa yang diajarkan dengan menggunakn model pembelajaran STAD Dengan kata lain tingkat pemahaman siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran TGT lebih baik daripada siswa yang diajarkan dengan menggunakan STAD 3 Kontribusi aktivitas model pembelajaran STAD sebesar 1332 sedangkan kontribusi model pembelajaran TGT sebesar 7259 jadi model pembelajaran yang paling berkontribusi aktivitas paling besar adalah model pembelajaran TGThttp://digilib.unimed.ac.id/perbandingan-model-pembelajaran-kooperatif-students-teams--achievement-division-stad-dan-teams-games-tournaments-tgt-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-pokok-bahasan-tata-nama-senyawa-kimia-berbasis-power-point-33150.htmlThu, 20 Nov 2014 10:38:55 +0700Pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis blended learning pada materi kultur jaringan kelas XII SMA Negeri 1 Simpang Empat AsahanPenelitian ini bertujuan untuk merancang dan menghasilkan model media pembelajaran interaktif yang akan digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah tingkat SMA Penelitian dilakukan dengan metode penelitian pengembangan dan analisis statistic atau metode eksperimen Hasil penelitian akan diperoleh hipotesis deskriptif dan hipotesis statistik Penelitian dilakukan secara procedural yang terbagi kedalam 2 tahap yaitu validitas dan pengembangan dengan menggunakan aplikasi computer untuk media kuis interaktif dan untuk modul akan diintegrasikan ke dalam website yang dapat diakses di internet Kemudian hasil akhir akan bertujuan untuk hipotesis hasil belajar siswa Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 kelas XII SMA Negeri 1 Simpang Empat Asahan Sementara sampelnya adalah 2 kelas dari total 3 kelas populasi yaitu kelas XII IPA 1 DAN XII IPA 2 Alur rancangan penelitian terbagi 2 jenis yaitu procedural pengembangan 1 Validasi ahli materi kultur jaringan oleh dosen yang berkompeten dibidangnya 2 Validasi ahli desain media pembelajaran yang dilakukan pada pengembangan media pembelajaran interaktif 3 Revisi pengembangan tahap I berdasarkan penilaian yang diperoleh dari hasil kritikan atau saran dari 2 ahli materi dan 2 ahli desain media pembelajaran 4 Uji coba terhadap program ini berdasarkan angket yang diisi oleh 3 orang siswa pada uji perorangan 5 Revisi produk tahap II dan 10 orang siswa pada uji coba kelompok kecil 6 Revisi produk akhir uji coba lapangan terbatas terhadap 30 orang siswa 7 Hasil produk media pengembangan interaktif berbasis blended learning Dan procedural statistik untuk memperoleh uji hipotesis 1Validitas butir soal 2 Reabilitas butir soal 3 Tingkat kesukaran 4 Daya beda soal 5 Uji normalitas data 6 Uji homogenitas 7 Uji hipotesis Dari data hasil perhitungan diperoleh thitung 407 202 Hal ini berarti Ho ditolak sedangkan Ha diterima sehingga disimpulkan Hasil belajar siswa yang diajar menggunakan Blended Learning lebih besar daripada hasil belajar siswa yang diajar menggunakan Konvensional Diperoleh data hasil pengembangan media yaitu 1 data uji kepada 30 orang mahasiswa diperoleh rata-rata sebesar 836 2 data uji Dosen ahli materi diperoleh rata-rata sebesar 8442 dan 3data uji ahli media diperoleh rata-rata sebesar 8328 Dan dari total keseluruhan rata-rata perhitungan hasil uji pengembangan video adalah 84 kategori layak Namun perlu adanya pengembangan lebih lanjuthttp://digilib.unimed.ac.id/pengembangan-media-pembelajaran-interaktif-berbasis-blended-learning-pada-materi-kultur-jaringan-kelas-xii-sma-negeri-1-simpang-empat-asahan-33149.htmlThu, 20 Nov 2014 10:38:29 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Shooting Bola Basket Dengan Menerapkan Gaya Mengajar Berbasis Masalah Problem Based Learning Pada Siswa Kelas XI IPA SMA Sriwijaya Medan TA 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui peningkatkan hasil belajar shooting bola basket pada siswa kelas XI IPA SMA Sriwijaya Medan TA 20132014 melalui menerapkan gaya mengajar berbasis masalah Problem Based Learning Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah PTK Penelitian Tindakan Kelas Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Sriwijaya Medan TA 20132014 yang berjumlah 19 orang Untuk memperoleh data dari penelitian ini maka dilakukan tes awal untuk mendapatkan hasil belajar sebelum melakukan tindakan post-test lalu dilakukan pembelajaran shooting bola basket dengan penerapan gaya mengajar berbasis masalah Problem Based Learning siklus I dan kemudian dilakukan tes hasil belajar I karena tes hasil belajar I belum memenuhi persentase ketuntasan klasikal maka dilakukan pembelajaran shooting bola basket dengan penerapan gaya mengajar berbasis masalah Problem Based Learning siklus II dan kemudian dilakukan tes hasil belajar II Setelah data terkumpulkan maka dilakukan analisis Dari tes awal diproleh nilai awal 3 orang siswa 1578 yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 16 orang siswa 8421 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar Dengan nilai rata-rata 5228 Kemudian dilakukan post-test I siklus I dengan hasil yang diproleh 8 orang siswa 4110 mencapai tingkat ketuntasan belajarsedangkan 11 orang siswa 5789 belum mencapai tingkat ketuntasnn belajar dengan nilai rata-rata yang diperoleh 71 57 Kemudian dilakukan tes post-test siklus II dengan hasil 17 orang siswa 8947 yang mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 2 orang siswa 1052 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 8035 Dalam hal ini dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I dengan ketuntasan siswa sebanyak 4210 dan siklus II dengan ketuntasan siswa sebanyak 8947Berdasarkan hasil analisis data dapat dilihat bahwa melalui gaya mengajar berbasis masalahhttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-shooting-bola-basket-dengan-menerapkan-gaya-mengajar-berbasis-masalah-problem-based-learning-pada-siswa-kelas-xi-ipa-sma-sriwijaya-medan-ta-20132014-33148.htmlThu, 20 Nov 2014 10:33:34 +0700PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PADA POKOK BAHASAN REAKSI REDOKSPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah peningkatan hasil belajar siswa yang diajar dengan model Problem Based Learning lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang diajar dengan model konvensional apakah kemampuan berpikir kritis siswa di kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol serta apakah ada korelasi yang positif dan signifikan antara kemampuan berpikir kritis siswa dengan peningkatan hasil belajar siswa Penelitian ini merupakan jenis penelitian pretest-postest control group design Pengambilan sampel digunakan dengan cara teknik random sampling dengan mengambil 2 kelas Sampel penelitian kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing berjumlah 26 siswa Instrumen yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa adalah tes objektif dalam bentuk pilihan ganda berjumlah 20 soal Kelas eksperimen diberi perlakuan menggunakan model Problem Based Learning sedangkan kelas kontrol diberi perlakuan model konvensional Penelitian ini menggunakan instrument test yang telah diujicobakan dan telah valid Data hasil belajar siswa diuji normalitas dan homogenitasnya hasil yang didapat kedua kelompok sampel homogen dan berdistribusi normal Dengan penerapan model Problem Based Learning diperoleh peningkatan hasil belajar gain di SMAN 8 Medan 8256 SMAN 10 Medan 8583 dan SMAN 18 Medan 8466 Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t-test uji satu pihak pihak kanan dan diperoleh thitung untuk SMAN 8 Medan 2423 SMAN 10 Medan 2726 dan SMAN 18 Medan 2447 sedangkan ttabel 1677 untuk 945 005 dan db 50 Dengan demikian thitung ttabel maka Ha diterima yakni hasil belajar siswa yang diajar dengan model Problem Based Learning lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang diajar dengan metode ceramah pada pokok bahasan Reaksi redoks Uji hipotesis dengan menggunakan uji korelasi dan diperoleh Fhitung untuk SMAN 8 Medan 0478 untuk kelas kontrol dan 0449 untuk kelas eksperimen SMAN 10 Medan 0406 untuk kelas eksperimen dan 0598 untuk kelas kontrol serta SMAN 18 Medan 0463 untuk kelas eksperimen dan 0389 untuk kelas kontrol sedangkan ttabel 0388 untuk untuk 945 005 dan N26 Dengan demikian Fhitung ttabel maka Ha diterima yakni ada korelasi yang positif dan signifikan antara kemampuan berpikir kritis dengan peningkatan hasil belajar siswa Dengan melihat keberhasilan belajar dengan menggunakan model Problem Based Learning pada pokok bahasan Reaksi Redoks maka diharapkan model pembelajaran ini dapat diaplikasikan dalam pembelajaran kimiahttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-problem-based-learning-terhadap-peningkatan-hasil-belajar-siswa-kelas-x-pada-pokok-bahasan-reaksi-redoks-33147.htmlThu, 20 Nov 2014 10:32:01 +0700PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY DENGAN MEDIA PETA KONSEP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI STRUKTUR ATOM KELAS XI SMAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan peningkatan hasil belajar dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dengan media peta konsep dan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray tanpa media peta konsep pada materi struktur atom kelas XI SMA Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Air Putih yang terdiri dari 4 kelas Sampel yang digunakan 2 kelas yaitu kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2 masing-masing berjumlah 32 orang dengan cara acak random Instrumen adalah tes objektif dalam bentuk pilihan ganda berjumlah 25 soal yang valid dari 40 soal dengan tingkat reliabel 0896 dari rtabel 0312 Kelas eksperimen 1 diberikan perlakuan dengan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dengan media peta konsep dan kelas eksperimen 2 diberikan perlakuan dengan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray tanpa media peta konsep Dari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata pretes kelas eksperimen 1 485 dan nilai rata-rata post-test adalah 6912 sedangkan nilai rata-rata pretest kelas eksperimen 2 sebesar 5037 dan nilai rata-rata post-test adalah 66 Peningkatan hasil belajar kimia siswa kelas eksperimen 1 lebih besar dari pada hasil belajar kimia kelas eksperimen 2 yaitu 397 dan 3101 Hasil uji hipotesis menggunakan rumus uji t dua pihak diperoleh thitung 23489 dan ttabel 19993 sehingga thitung ttabel thitung -23489 19993 23489 maka Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan peningkatan hasil belajar dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dengan media peta konsep dengan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray tanpa media peta konsep pada materi struktur atom kelas XI SMAhttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-two-stay-two-stray--dengan-media-peta-konsep-untuk-meningkatkan-hasil-belajar-siswa-pada-materi-struktur-atom-kelas-xi-sma-33146.htmlThu, 20 Nov 2014 10:27:54 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Tembakan Bebas Bola Basket Free Throw Melalui Penerapan Gaya Mengajar Inklusi Pada Siswa Kelas XI IPA SMA Swasta Kartika I-1 Medan Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar tembakan bebas bola basket melalui penerapan gaya mengajar inklusi pada siswa kelas XI IPA SMA Swasta Kartika I-1 Medan Tahun Ajaran 20132014 Subjek Penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA yang berjumlah 29 orangMetode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian tindakan kelas Untuk memperoleh data hasil belajar dalam penelitian ini maka dilakukan tes hasil belajar I dan tes hasil belajar II dengan penilaian sesuai dengan portofolio yang menilai proses teknik melakukan tembakan bebasSetelah data terkumpul akan dilakukan analisis maka diperoleh hasil analisisnya 1 dari tes hasil belajar 1 di siklus I diperoleh 16 orang 5517 yang telah mencapai ketuntasan belajar 2 dari tes hasil belajar II di siklus II diperoleh 27 orang 9310 yang telah mencapai ketuntasan belajarBerdasarkan hasil analisis data dapat dikatakan bahwa melalui penerapan gaya mengajar inklusi dapat meningkatkan hasil belajar tembakan bebas free throw pada siswa kelas XI IPA SMA Swasta Kartika I-1 Medan Tahun Ajaranhttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-tembakan-bebas-bola-basket-free-throw-melalui-penerapan-gaya-mengajar-inklusi-pada-siswa-kelas-xi-ipa-sma-swasta-kartika-i1-medan-tahun-ajaran-20132014-33145.htmlThu, 20 Nov 2014 10:25:33 +0700PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT TGT DENGAN MEDIA POWER POINT TERHADAPA HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN KONSEP REAKSI REDOKS KELAS X SMA NEGERI 3 MEDANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament TGT dengan media power point terhadap hasil belajar siswa pada pokok konsep reaksi redoks yang dilakukan di kelas X SMA Negeri 3 Medan tahun pembelajaran 20132014 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPA SMA Negeri 3 Medan yang terdiri dari 14 kelas Sampel diambil secara acak dan diperoleh sampel untuk kelas eksperimen 10 MIA 11 sebanyak 40 siswa dan kelas control X MIA10 sebanyak 40 siswa Instrument yang digunakan adalah tes hasil belajar siswa dalam bentuk pilihan berganda yang berjumlah 22 soal yang sudah divalidasi terlebih dahuluHasil analisis data menunjukkan pretest kelas eksperimen 3223 1089 dan pretest kelas kontrol 3125 1258 Setelah dilakukan uji -t dengan taraf signifikan 945 005 maka diperoleh t hitung 036 ttabel 1994 Karena thitung ttabel sehingga dapat diketahui bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan awal siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol Sedangkan posttest kelas eksperimen 7482 1136 dan posttest kelas kontrol 6635 1283 Setelah dilakukan uji t diperoleh thitung 308 dan ttabel 1664 Karena thitung lebih besar ttabel sehingga dapat diketahui bahwa hasil belajar kimia siswa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrolhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-teams-games-tournament-tgt-dengan-media-power-point-terhadapa-hasil-belajar-siswa-pada-pokok-bahasan-konsep-reaksi-redoks-kelas-x-sma-negeri-3-medan-33144.htmlThu, 20 Nov 2014 10:24:05 +0700THE DEVELOPMENT OF INTERACTIVE LEARNING MODULE BY USING PROBLEM BASED LEARNING PBL TO INCREASE STUDENT ACHIEVEMENT AS COGNITIVE ASPECT AND STUDENT INDEPENDENCE IN TEACHING OF SALT HYDROLYSIS TOPIChttp://digilib.unimed.ac.id/the-development-of-interactive-learning-module-by-using-problem-based-learning-pbl-to-increase-student-achievement-as-cognitive-aspect-and-student-independence-in-teaching-of-salt-hydrolysis-topic-33143.htmlThu, 20 Nov 2014 10:19:02 +0700THE DEVELOPMENT OF INNOVATIVE LEARNING MODULE ON TEACHING OF SALT HYDROLYSIS BASED ON CURRICULUM 2013http://digilib.unimed.ac.id/the-development-of-innovative-learning-module-on-teaching-of-salt-hydrolysis-based-on-curriculum-2013-33142.htmlThu, 20 Nov 2014 10:14:21 +0700THE IMPLEMENTATION OF PROBLEM BASED LEARNING WITH MULTIMEDIA BASED ON COMPUTER TO FOSTER THE STUDENTS CREATIVITY AND INCREASE THE STUDENTS ACHIEVEMENT IN SALT HYDROLYSIS TOPIChttp://digilib.unimed.ac.id/the-implementation-of-problem-based-learning-with-multimedia-based-on-computer-to-foster-the-students-creativity-and-increase-the-students-achievement-in-salt-hydrolysis-topic-33141.htmlThu, 20 Nov 2014 10:10:32 +0700THE INFLUENCE OF DISCOVERY LEARNING MODEL TOWARD THE STUDENTS ACHIEVEMENT WITH CREATIVITY AND COOPERATION INTEACHING OF SALT HYDROLYSIShttp://digilib.unimed.ac.id/the-influence-of-discovery-learning-model-toward-the-students-achievement-with--creativity-and-cooperation-inteaching-of-salt-hydrolysis-33140.htmlThu, 20 Nov 2014 10:04:34 +0700THE EFFECTIVENESS OF WEB-BASED LEARNING MEDIA IN IMPROVING STUDENTS ACHIEVEMENT ON THE TEACHING OF SALT HYDROLISIShttp://digilib.unimed.ac.id/the-effectiveness-of-webbased-learning-media-in-improving-students-achievement-on-the-teaching-of-salt-hydrolisis-33139.htmlThu, 20 Nov 2014 09:59:36 +0700Pengembangan perangkat penilaian otentik pada mata kuliah kultur jaringanPenelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui kualitas kelayakan dan efektivitas perangkat penilaian otentik yang dikembangkan pada mata kuliah kultur jaringan Penelitian ini dilakukan di Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam FMIPA UNIMED pada bulan Januari-Juni 2014 dengan menggunakan model pengembangan Borg and Gall Penelitian pengembangan ini secara umum dapat dikelompokkan menjadi tiga prosedur yaitu tahap pertama adalah model pengembangan produk dengan melakukan analisis kebutuhan melalui analisis materi standart kompetensi dan tugas tahap kedua adalah prosedur pengembangan produk berupa perancangan produk penilaian validasi oleh tim ahli dan tahap ketiga adalah uji coba produk yang meliputi uji coba perorangan kelompok kecil dan kelompok besar Produk yang dihasilkan berupa perangkat penilaian otentik yang digunakan mahasiswa Pendidikan Biologi UNIMED semester VIII angkatan 2010 Perangkat penilaian otentik disusun dan dinilai layak oleh tim validasi Hasil penilaian tim ahli materi menunjukkan rata-rata 86 kategori sangat baik dan ahli desain penilaian 95 dengan kategori sangat baik Uji coba perorangan 77 dengan kriteria sangat baik Uji coba kelompok kecil 82 dengan kriteria sangat baik uji coba kelompok besar 89 dengan kategori sangat baik Uji coba kelayakan produk 89 dengan kategori sangat layak yang sangat sesuai dengan hasil uji coba efektivitas pada perangkat penilaian otentik dan 42 mahasiswa semester VIII pendidikan biologi UNIMED menilai 89 efektivitas perangkat penilaian otentik pada mata kuliah kultur jaringan ini sangat baikhttp://digilib.unimed.ac.id/pengembangan-perangkat-penilaian-otentik-pada-mata-kuliah-kultur-jaringan-33138.htmlThu, 20 Nov 2014 09:23:35 +0700PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KREATIVITAS SISWA PADA POKOK BAHASAN KUBUS DAN BALOK DI KELAS VIII SMP BHAYANGKARI MEDAN TA 20132014Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana 1 meningkatkan kemampuan pemahaman konsep siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw 2 meningkatkan kemampuan kreativitas siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe jigsawPenelitian ini berbentuk Penelitian Tindakan Kelas PTK Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-I SMP Bhayangkari Medan dan jumlah subjeknya dalam kelas ini ada 40 siswa Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep dan kreativitas siswa berbentuk isian tentunya instrumen yang digunakan sudah memenuhi syarat validasi dengan koefiesien reliabilitas sebesar 0852 untuk kemampuan pemahaman konsep dan 0813 untuk kemampuan kreativitas siswa Untuk mengetahui kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran diperoleh dari lembar pengamatan yang dilakukan pada tiga pengamatHasil penelitian pada siklus I diperoleh sebagai berikut 1 rerataan kemampuan kreativitas siswa 6950 2 rerataan pemahaman konsep siswa 6390 3 persentase penguasaan guru dalam pembelajaran hanya 6785 dan 4 siswa yang mencapai ketuntasan hanya 5625 Kemudian dilanjutkan pada siklus II sehingga hasil yang diperoleh pada siklus II sebagai berikut 1 rerataan kemampuan pemahaman konsep siswa tercapai sesuai dengan yang diharapkan sebasar 794 2 rerataan kemampuan kreativitas tercapai dengan nilai rata-rata 7550 3 persentase penguasaan guru juga sesuai dengan target yaitu sebesar 8975 dan 4 presentase ketuntasan siswa sebesar 8375 Berdasarkan hasil pada siklus II setiap aspek telah memenuhi kriteria ketuntasan minimal sehingga penelitian tidak dilanjutkan pada siklus selanjutnyaDengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran model kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan kreativitas siswahttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-jigsaw-untuk-meningkatkan-kemampuan-pemahaman-konsep-dan-kreativitas-siswa-pada-pokok-bahasan-kubus-dan-balok-di-kelas-viii-smp-bhayangkari-medan--ta-20132014-33137.htmlWed, 19 Nov 2014 17:01:40 +0700PERBEDAAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA YANG DIAJAR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE DAN KONVENSIONAL DI MTsSUBULUSSALAM KOTANOPAN TAHUN AJARAN 20132014Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle lebih baik daripada dengan metode konvensional di MTsSubulussalam Kotanopan tahun ajaran 2013 2014Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTsSubulussalam Kotanopan tahun ajaran 2013 2014 yang terdiri dari 4 kelas Sedangkan yang menjadi sampel dalam dalam penelitian ini ada dua kelas yaitu kelas VIII-3 sebanyak 35 orang dan kelas VIII-2 sebanyak 35 orang Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan instrumen berupa tes berpikir kritis yang telah divalidasi oleh 2 orang dosen dan seorang guru bidang study Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini digunakan tes essay yaitu untuk melihat kemampuan berpikir kritis siswa Sebelum pengujian hipotesis terlebih dahulu diuji normalitas dan homogenitas data Dari pengujian ini diperoleh bahwa sampel berasal dari populasi yang memiliki varians yang homogen dan berdistribusi normal Dari analisis data pada kelas eksperimen diperoleh nilai rata-rata pretest 3043 dan simpangan baku pretest 1087 sedangkan nilai rata-rata posttest 78 dan simpangan baku posttest 806 Pada kelas kontrol diperoleh nilai rata-rata pretest 2743 dan simpangan baku pretest 834 sedangkan nilai rata-rata posttest 70 dan simpangan baku posttest 717 Dari analisa data posttest dengan menggunakan uji t pada taraf 61537 005 diperoleh thitung 4386 dan ttabel 1997 ternyata thitung 61502 ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterimaMaka dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle lebih baik daripada dengan metode konvensional di MTsSubulussalam Kotanopan tahun ajaran 2013 2014http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan--kemampuan--berpikir--kritis--matematis--siswa--pada-pembelajaran-matematika-yang-diajar-dengan-model-pembelajaran-learning-cycle--dan-konvensional-di-mtssubulussalam-kotanopan-tahun-ajaran-20132014-33136.htmlWed, 19 Nov 2014 16:58:02 +0700PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA YANG DIAJAR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TPS DAN TIPE STAD PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS DI KELAS VIII SMPMUHAMMADIYAH PEMATANGSIANTARPenelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model kooperatif tipe TPS Think Pair Share lebih tinggi daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model kooperatif tipe STAD Student Teams Achievement Division pada materi Teorema Phytagoras di kelas VIII SMP Muhammadiyah Pematangsiantar Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPMuhammadiyah Pematangsiantaryang terdiri dari 3 kelasDua kelas dijadikan sampel yaitu kelas VIII-1 yang merupakan kelas ekperimen A sebanyak 40 orang dan kelas VIII-2 yang merupakan kelas eksperimen B sebanyak 40orang Kelas eksperimen A menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TPS Think Pair Sharedan pada kelas eksperimen B menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD Student Teams Achievement Division Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini dilakukan test dengan test essay sebanyak 5 soal dan telah dinyatakan valid oleh tim ahliSebelum pengujian hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan homogenitas dataDari pengujian ini diperoleh bahwa sampel berasal dari populasi yang memiliki varians yang homogen dan berdistribusi normalDari analisis data pada kelas eksperimen A diperoleh nilai rata-rata pre-test 295 dan simpangan baku pre-test 10896 sedangkan nilai rata-rata post-test 7875 dan simpangan baku post-test 9816 Pada kelas eksperimen B diperoleh nilai rata-rata pretest 24 dan simpangan baku pre-test 11029 sedangkan nilai rata-rata post-test 7265 dan simpangan baku post-test 8891Dari analisa data post-test dengan menggunakan uji-t pada taraf 61537 005 diperoleh nilai thitung 2908 dan ttabel 1667 Sehingga diperoleh thitung ttabelmaka H0 ditolak dan Ha diterima Maka dapat disimpulkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model kooperatif tipe TPS Think Pair Share lebih tinggi daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model kooperatif tipe STAD Student Teams Achievement Division pada materi Teorema Phytagoras di kelas VIII SMP Muhammadiyah Pematangsiantarhttp://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-kemampuan-pemecahan-masalah-matematika-siswa--yang--diajar--dengan--model--pembelajaran-kooperatif-tipe-tps-dan-tipe-stad-pada-materi-teorema-pythagoras-di-kelas-viii-smpmuhammadiyah-pematangsiantar-33135.htmlWed, 19 Nov 2014 16:53:20 +0700PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY DISERTAI MEDIA BERBASIS KOMPUTER MICROSOFT POWER POINT TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA PADA MATERI KOLOIDPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray disertai media berbasis komputer Microsoft Power Point terhadap hasil belajar kimia siswa pada materi koloid di SMAN 6 Medan TA 20132014 Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA yang ada di SMAN 6 Medan sebanyak 4 kelas dan setiap kelas terdiri dari 36 siswa Sedangkan sampel dilakukan secara purpossive sampling sebanyak dua kelas yaitu kelas eksperimen I diajar dengan menggunakan model kooperatif tipe Two Stay Two Stray dan kelas eksperimen II diajar dengan model Konvensional Dan kedua model menggunakan media yang sama Sebelum proses belajar mengajar dimulai terlebih dahulu dilakukan pre-test serta setelah selesai pengajaran dilakukan post-test Hasil analisis data diperoleh nilai rata-rata pre-test siswa kelas eksperimen I 28778 4328 dan post-test 845565091 dengan persen peningkatan belajar 7848 sedangkan nilai rata-rata pre-test siswa kelas eksperimen II 28667 4269 dan post-test 758896359 dengan persen peningkatan belajar 6630 Kemudian berdasarkan hasil uji t diperoleh thitung 64 dan harga ttabel 1669 thitung ttabel pada 945 005 yang menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray disertai media berbasis komputer Microsoft Power Point lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran Konvensional disertai media berbasis komputer Microsoft Power Point pada materi Koloidhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-two-stay--two--stray--disertai-media-berbasis-komputer-microsoft-power-point-terhadap-hasil-belajar-kimia-siswa-pada-materi-koloid-33134.htmlWed, 19 Nov 2014 16:49:25 +0700PERBANDINGAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DAN MODEL DIRECT INSTRUCTION DENGAN MEDIA POWER POINT PADAMATERI POKOK SISTEM KOLOIDPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 hasil belajar kimia siswa menggunakan model problem based learning dengan media power point dan model direct instruction dengan media power point pada materi pokok sistem koloid 2 apakah hasil belajar kimia siswa yang diajar menggunakan model problem based learning dengan media power point lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar kimia siswa yang diajar menggunakan model direct instruction dengan media power point pada materi pokok sistem koloid dan 3 ranah kognitif yang terkembangkan melalui model problem based learning dengan media power point dan model direct instruction dengan media power point pada materi pokok sistem koloid Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 17 Medan yang terdiri dari 4 kelas Pengambilan sampel digunakan dengan cara teknik sampling sederhana dengan mengambil 2 kelas Sampel penelitian kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2 masing-masing berjumlah 40 siswa Kelas eksperimen 1 diberikan perlakuan menggunakan model problem based learning dengan media power point sedangkan kelas eksperimen 2 diberikan perlakuan menggunakan model direct instruction dengan media power point Instrumen yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa adalah tes objektif dalam bentuk pilihan ganda berjumlah 20 soal yang telah teruji validitas reliabilitas tingkat kesukaran soal dan daya pembeda soal Dari hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen 1 adalah 78625724 lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil belajar pada kelas eskperimen 2 adalah 715 9014 Hasil uji hipotesis menggunakan rumus uji t-pihak kanan diperoleh hasil thitung3956 pada taraf signifikan 945 005 dk 78 dan ttabel 16671 yang berarti thitung ttabel sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar kimia siswa yang diajar menggunakan model problem based learning dengan media power point lebih tinggi dibandingkan dengan bahwa hasil belajar kimia siswa yang diajar menggunakan direct instruction dengan media power point pada materi pokok sistem koloid Ranah kognitif yang terkembangkan pada pada kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2 dalam penelitian ini adalah C2 pemahaman dengan rataan gain ranah kognitif masing-masing 0785 dan 0675http://digilib.unimed.ac.id/perbandingan-hasil-belajar-kimia-siswa-menggunakan-model-problem-based-learning-dan-model-direct-instruction-dengan-media-power-point-padamateri-pokok-sistem-koloid-33133.htmlWed, 19 Nov 2014 16:44:10 +0700Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dengan Media Berbasis Audiovisual Pada Materi Pelestarian Lingkungan Hidup Kelas XI IPS SMA Negeri 17 Medan Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 Peningkatan aktivitas belajar siswa menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dengan media Berbasis Audio Visual pada materi Pelestarian Lingkungan Hidup kelas XI IPS SMA Negeri 17 Medan dan 2 Peningkatan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dengan media Berbasis Audio Visual pada materi Pelestarian Lingkungan Hidup kelas XI IPS SMA Negeri 17 MedanPenelitian ini dilaksanakan di kelas XI IPS 2 SMA Negeri 17 Medan Tahun Ajaran 20132014 Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas PTK Subjek dalam penelitian ini adalah siswa XI IPS 2 sebanyak 38 orang dan objek yaitu upaya Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dengan Media Berbasis Audiovisual Pada Materi Pelestarian Lingkungan Hidup Kelas XI IPS SMA Negeri 17 Medan Tahun Ajaran 20132014 Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi dan teknik komunikasi tidak langsung Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kuantiitatifHasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning dengan media Berbasis Audio Visual 1 Terdapat peningkatan aktivitas belajar siswa sebesar 1069 dari 7298 di siklus I meningkat menjadi 8367 di siklus II 2 Terdapat peningkatan hasil belajar siswa sebesar 1578 dari 7632 di siklus I meningkat menjadi 9210 di siklus II Dengan demikian hipotesis yang diajukan dapat diterima artinya penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan aktivitas dan belajar siswahttp://digilib.unimed.ac.id/peningkatan-aktivitas-dan-hasil-belajar-siswa-menggunakan-model-pembelajaran-problem-based-learning-dengan-media-berbasis-audiovisual-pada-materi-pelestarian-lingkungan-hidup-kelas-xi-ips-sma-negeri-17-medan-tahun-ajaran-20132014-33132.htmlWed, 19 Nov 2014 15:12:37 +0700Analisis Budidaya Ikan Keramba Jaring Apung Di Danau Laut Tawar Kabupaten Aceh TengahPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 budidaya ikan keramba jaring apung yang dilakukan petani dilihat dari segi modal benihbibit pakan produksi dan pemasaran 2 pendapatan yang diperoleh petani keramba jaring apung di Danau Laut Tawar Kabupaten Aceh TengahPenelitian ini dilakukan di Danau Laut Tawar 2013 Populasi dalam penelitian ini yaitu total petani keramba jaring apung yang berjumlah 188 KK Sampel ditentukan sebanyak 50 dari jumlah total petani keramba jaring apung berjumlah 94 KK yang diambil secara acak Data dikumpulkan melalui teknik komunikasi langsung kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif 2013Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 Budidaya ikan keramba jaring apung dilihat dari segi modal terendah yang dibutuhkan untuk budidaya ikan keramba jaring apung sebesar Rp 1319000 dan modal tertinggi yaitu sebesar Rp 314304000 sedangkan modal rata-rata yang dibutuhkan yaitu sebesar Rp 53636667 dengan rata-rata produksi 4528 kgpanen dalam satu kali masa panen dengan masa 4 bulan Sebagian besar menggunakan benih berukuran 5 8 cm dengan padat tebar benih sebayak 3000 ekorpetak Pakan yang diberikan yaitu jenis pelet yang diberikan sebanyak 3 4 kali dalam sehari Tingkat kelangsungan hidup ikan berkisar antara 75 80 artinya bahwa dari 3000 ekor benih yang ditebar hanya 2400 ekor yang hidup sampai masa panen Saluran distribusi yang digunakan tergolong saluran tingkat nol produsen konsumen saluran tingkat 1 produsen pengecer konsumen dan saluran tingkat 2 produsen pedagang besar pengecer konsumen dengan daerahwilayah pemasaran di dalam dan luar kabupaten Aceh Tengah 2 RC ratio yang diperoleh lebih besar dari 1 artinya usaha budidaya keramba ikan jaring apung layak untuk dijalankan sebagai mata pencaharian Dilihat dari pendapatan perkapita masih terdapat 2766 petani keramba jaring apung yang tidak layak hidup Pendapatan petani keramba jaring apung tertinggi sebesar Rp 212580667 dan pendapatan terendah yaitu sebesar Rp 8890000 dengan rata-rata pendapatan perkapita sebesar Rp 3177266bulan yang berada di atas rata-rata Upah Minimum Propinsi UMP Aceh sebesar RP1550000- Hal ini menunjukkan bahwa petani keramba jaring apung layak hiduphttp://digilib.unimed.ac.id/analisis-budidaya-ikan-keramba-jaring-apung-di-danau-laut-tawar-kabupaten-aceh-tengah-33131.htmlWed, 19 Nov 2014 15:04:14 +0700Penerapan Model Pembelajaran Think-Talk-Write TTW Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Kompetensi Pelestarian Lingkungan Hidup di Kelas XI SMA Negeri 3 Pematangsiantar TA 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 Aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Think-Talk-Write TTW pada kompetensi Pelestarian Lingkungan Hidup di Kelas XI SMA Negeri 3 Pematangsiantar 2 Hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Think-Talk-Write TTW pada kompetensi Pelestarian Lingkungan Hidup di Kelas XI SMA Negeri 3 PematangsiantarJenis Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas PTK dengan subjek penelitian adalah kelas XI IPS 2 SMA Swasta Raksana Medan Tahun Ajaran 20132014 yang berjumlah 37 orang Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I yang terdiri dari 1 pertemuan dan siklus II juga terdiri dari 1 pertemuan Teknik pegumpul data yang digunakan adalah teknik observasi langsung dan komunikasi tidak langsung kemudian data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatifHasil penelitian menunjukkan bahwa 1 Ada peningkatan aktivitas belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Think-Talk-Write TTW pada kompetensi Pelestarian Lingkungan Hidup Hal ini ditunjukkan dari hasil siklus I 7130 meningkat menjadi 8540 pada siklus II 2 Ada peningkatan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Think-Talk-Write TTW pada kompetensi Pelestarian Lingkungan Hidup Hal ini terbukti dari hasil siklus I yakni 6330 meningkat menjadi 8670 pada siklus IIhttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-thinktalkwrite-ttw-untuk-meningkatkan-aktivitas-dan-hasil-belajar-siswa-pada-kompetensi-pelestarian-lingkungan-hidup-di-kelas-xi-sma-negeri-3-pematangsiantar-ta-20132014-33130.htmlWed, 19 Nov 2014 14:58:30 +0700Eksistensi Industri Kecil Dodol Di Desa Paya Perupuk Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten LangkatPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 Eksistensi industri kecil dodol ditinjau dari modal bahan baku tenaga kerja transportasi dan pemasaran di Desa Paya Perupuk 2 Pendapatan pengusaha dan pekerja industri kecil dodol di Desa Paya PerupukPenelitian ini dilaksanakan di Desa Paya Perupuk Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat 2014 dengan populasi sebanyak 35 KK mengingat terbatasnya jumlah populasi maka populasi dalam penelitian ini sekaligus dijadikan sampelTeknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik komunikasi langsung Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatifHasil penelitian menunjukkan bahwa 1 Eksistensi industri kecil dodol ditinjau dari modal bahan baku tenaga kerja transportasi dan pemasaran di Desa Paya Perupuk menunjukkan bahwa a Rata rata jumlah modal pengusaha sebesar Rp 21644069 yang bersumber dari modal pribadi dan pinjaman terdapat sebanyak 2857 pengusaha yang mengalami kekurangan modal hal ini menunjukkan eksistensi industri dodol belum maksimal sebab masih terdapat pengusaha yang kekurangan modal b Sebagian besar pengusaha menggunakan bahan baku dalam kategori rendah dengan sumber bahan bahan baku yang dibeli langsung dari pedagang besar sebanyak 8857 dan dari pengecer sebanyak 1143 c Penyerapan seluruh tenaga kerja pada industri dodol berjumlah 198 orang masingmasing industri memiliki pekerja 419 orang yang sebagian besar berasal dari lokasi industri d sebanyak 8286 pengusaha tidak menggunakan jasa transportasi untuk membantu proses pemasaran dodol dan 1714 pengusaha membutuhkan jasa transportasi e Pemasaran dilakukan secara langsung dan tidak langsung dengan daerah pemasaran lokal sebanyak 8286 regional 1428 dan 286 pemasaran nasional 2 Rata rata pendapatan pengusaha Rp 6176674 bulan dengan pendapatan perkapita rata rata Rp 3964056 bulan yang apabila dikaitkan dengan UMR Kabupaten Langkat tahun 2014 yaitu sebesar Rp 1332000 secara keseluruhan para pengusaha industri dodol di Desa Paya Perupuk sudah melewati UMR Kabupaten Langkat tahun 2014 walaupun masih terdapat sebanyak 2857 pengusaha yang belum mencapai UMR Kabupaten Langkat tahun 2014 dan untuk pendapatan pekerja pada industri dodol di desa Paya Perupuk seluruh pekerja belum ada yang mencapai batas UMR Kabupaten Langkat tahun 2014http://digilib.unimed.ac.id/eksistensi-industri-kecil-dodol-di-desa-paya-perupuk-kecamatan-tanjung-pura-kabupaten-langkat-33129.htmlWed, 19 Nov 2014 14:48:51 +0700Analisis Pertanian Padi Sawah di Kelurahan Cengkeh Turi Kecamatan Binjai Utara Kota BinjaiPenelitian ini bertujuan 1 Untuk mengetahui faktor- faktor sosialekonomi dalam usaha tanaman padi sawah di Kelurahan Cengkeh Turi 2 Untukmengetahui faktor-faktor teknis dalam usaha tanaman padi sawah di KelurahanCengkeh Turi3 Untuk mengetahui produksi tanaman padi sawah di KelurahanCengkehTuriPenelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Cengkeh Turi pada bulan Maret2014 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat petani yangbertanampa disawah di Kelurahan Cengkeh Turi Kecamatan Binjai Utara denganjumlah 300 kepala keluarga Sedangkan sampelnya di ambil 20 dari jumlahpopulasi yaitu 60 kepala keluarga secara random sampling acak Adapun teknikpengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah teknikkomunikasi langsung berupa wawancara dan pemberian angket yang dilakukanuntuk memperoleh data dari respondenHasil penelitian menunjukkan 1 faktor sosial ekonomi ditinjau darimodal 41 responden 6833 memiliki modal tanah sendiri dan sisanya darisewa tenaga kerja yang digunakan ada 2 macam yaitu tenaga kerja upahan dankeluarga sendiri produksi yang di peroleh petani dalam usaha tanaman padisawah di Kelurahan Cengkeh Turi sebesar 5 tonhektar atau 544366 kghektarBila dikaitkan dengan tingkat produktivitas di Indonesia 5 ton perhektar sudahtergolong tinggi Dengan demikian dapat dikatakan bahwa produksi para petanidalam usaha tanaman padi sawah di Kelurahan Cengkeh Turi sudah mencapaistandar nasional rata-rata 5 tonhektar Pendapatan yang di peroleh petani adalahpenghasilan yang diperoleh keluarga berdasarkan pendapatan dari sisa setelahmereka menjual hasilnya dan membayar untuk modal baik bibit pupuk maupuntraktor 2 Faktor teknis ditinjau dari lahan hampir seluruh petani memiliki luaslahan kurang dari 1 hektar yakni sebanyak 42 responden atau 7000penggunaan bibit unggul ditunjukan dengan adanya penggunaan bibit unggulvarietas serang IR-64 PB-8 Sayang Sari pemupukan jenis pupuk yang palingsering digunakan adalah Urea dan NPK yaitu sebanyak 33 responden atau5500 pemberantasan hama dengan pemakaian pada bahan jenis insektisidayaitu Dursban untuk hama walang sangit antrakol untuk hama wereng baktosinuntuk hama belalang urater untuk hama tikus sevin untuk hama ulathttp://digilib.unimed.ac.id/analisis-pertanian-padi-sawah-di-kelurahan-cengkeh-turi-kecamatan-binjai-utara-kota-binjai-33128.htmlWed, 19 Nov 2014 14:40:23 +0700Eksistensi Industri Kecil Dodol Di Desa Paya Perupuk Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten LangkatPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 Eksistensi industri kecil dodol ditinjau dari modal bahan baku tenaga kerja transportasi dan pemasaran di Desa Paya Perupuk 2 Pendapatan pengusaha dan pekerja industri kecil dodol di Desa Paya PerupukPenelitian ini dilaksanakan di Desa Paya Perupuk Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat 2014 dengan populasi sebanyak 35 KK mengingat terbatasnya jumlah populasi maka populasi dalam penelitian ini sekaligus dijadikan sampelTeknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik komunikasi langsung Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatifHasil penelitian menunjukkan bahwa 1 Eksistensi industri kecil dodol ditinjau dari modal bahan baku tenaga kerja transportasi dan pemasaran di Desa Paya Perupuk menunjukkan bahwa a Rata rata jumlah modal pengusaha sebesar Rp 21644069 yang bersumber dari modal pribadi dan pinjaman terdapat sebanyak 2857 pengusaha yang mengalami kekurangan modal hal ini menunjukkan eksistensi industri dodol belum maksimal sebab masih terdapat pengusaha yang kekurangan modal b Sebagian besar pengusaha menggunakan bahan baku dalam kategori rendah dengan sumber bahan bahan baku yang dibeli langsung dari pedagang besar sebanyak 8857 dan dari pengecer sebanyak 1143 c Penyerapan seluruh tenaga kerja pada industri dodol berjumlah 198 orang masingmasing industri memiliki pekerja 419 orang yang sebagian besar berasal dari lokasi industri d sebanyak 8286 pengusaha tidak menggunakan jasa transportasi untuk membantu proses pemasaran dodol dan 1714 pengusaha membutuhkan jasa transportasi e Pemasaran dilakukan secara langsung dan tidak langsung dengan daerah pemasaran lokal sebanyak 8286 regional 1428 dan 286 pemasaran nasional 2 Rata rata pendapatan pengusaha Rp 6176674 bulan dengan pendapatan perkapita rata rata Rp 3964056 bulan yang apabila dikaitkan dengan UMR Kabupaten Langkat tahun 2014 yaitu sebesar Rp 1332000 secara keseluruhan para pengusaha industri dodol di Desa Paya Perupuk sudah melewati UMR Kabupaten Langkat tahun 2014 walaupun masih terdapat sebanyak 2857 pengusaha yang belum mencapai UMR Kabupaten Langkat tahun 2014 dan untuk pendapatan pekerja pada industri dodol di desa Paya Perupuk seluruh pekerja belum ada yang mencapai batas UMR Kabupaten Langkat tahun 2014http://digilib.unimed.ac.id/eksistensi-industri-kecil-dodol-di-desa-paya-perupuk-kecamatan-tanjung-pura-kabupaten-langkat-33127.htmlWed, 19 Nov 2014 14:28:02 +0700Pertanian Pada Sawah Organik di Desa Lubuk Bayas Kecamatan Perbaungan kabupaten Serdang BedagsiPenelitian ini bertujuan untuk 1 mengetahui penerapan sistem pertanianorganik pada padi sawah yang dilakukan Kelompok Tani Subur di Desa LubukBayas Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai 2 mengetahuipengaruh penerapan sistem pertanian organik terhadap produksi padi sawah diDesa Lubuk Bayas Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang BedagaiPenelitian dilakukan di Desa Lubuk Bayas Kecamatan PerbaunganPopulasi dan Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh petani organik yangtergabung dalam Kelompok Tani Subur di Desa Lubuk Bayas yang berjumlah 50KK Mengingat populasi dalam penelitian ini relatif kecil maka populasidijadikan sekaligus sampel Teknik pengumpulan data yang digunakan yaituteknik observasi dan teknik komunikasi langsung wawancara kemudian datayang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatifHasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sistem pertanianorganik pada padi sawah yang dilakukan oleh Kelompok Tani Subur dapatmeningkatkan produksi padi meningkatkan pendapatan petani mengurangi biayaproduksi pertanian dan meningkatkan kesuburan biologis lahan pertanianhttp://digilib.unimed.ac.id/pertanian-pada-sawah-organik-di-desa-lubuk-bayas-kecamatan-perbaungan-kabupaten-serdang-bedagsi-33126.htmlWed, 19 Nov 2014 14:18:32 +0700Evaluasi Tingkat Bahaya Erosi TBE Permukaan untuk Arahan Konservasi Tanah pada Lahan Pertanian di Desa Merdeka Kecamatan Merdeka Kabupaten KaroPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 Berapa besar laju bahaya erosi 2 Berapa besar erosi terbolehkan 3 Sebaran indeks bahaya erosi 4 Sebaran tingkat bahaya erosi TBE 5 Wilayah prioritas konservasi tanah di Desa Merdeka Kecamatan Merdeka Kabupaten KaroPenelitian ini dilakukan pada tahun 2014 di Desa Merdeka Kecamatan Merdeka Kabupaten Karo Populasi dalam penelitian ini adalah 30 satuan lahan di Desa Merdeka dengan sampel sebanyak 13 satuan lahan yang diambil dengan teknik Proposive Sampling Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah berupa teknik pengukuran studi dokumenter observasi lapangan dan analisis laboratorium kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatifHasil penelitian menunjukkan bahwa 1 Besar bahaya erosi pada lahan di Desa Merdeka adalah bervariasi dengan laju bahaya erosi mulai 0015 sampai dengan 116068 tonhatahun laju bahaya erosi terbesar berada pada satuan lahan AVUs dan laju bahaya erosi terendah berada pada satuan lahan AISs 2 Erosi terbolehkan di Desa Merdeka berkisar antara 840 sampai dengan 2625 tonhatahun 3 Indeks Bahaya Erosi di Desa Merdeka berkisar 0001 sampai dengan 12161 tonhatahun luas satuan lahan di Desa Merdeka yang memiliki IBa1 adalah 22961 ha 7162 dan luas lahan yang memiliki IBEa1 adalah 9097 ha 2838 dari luas jumlah satuan lahan di Desa Merdeka4 Sebaran tingkat bahaya erosi yang ada pada lahan di Desa Merdeka yaitu tingkat bahaya erosi sangat ringan SR memiliki luas 795 ha 248 tingkat bahaya erosi ringan R memiliki luas 6874 ha 2144 tingkat bahaya erosi sedang sedang S memiliki luas 15562 ha 4854 luas tingkat bahaya erosi berat B adalah 7323 ha 2284 dan sangat berat SB memiliki luas 1504 ha 470 5 Wilayah prioritas konservasi tanah adalah AIIIUs AIVUs AVUs AIVHz AVHz AIIBu dan AIVBu sedangkan wilayah yang tidak perlu dikonservasi tanah adalah AIUs AIIUs AIBu AIHz AIIHz dan AISs Luas satuan lahan yang perlu mendapatkan prioritas konservasi tanah adalah 9097 ha 2838 dan luas satuan lahan yang tidak perlu mendapat konservasi tanah adalah 22961 ha atau 7162http://digilib.unimed.ac.id/evaluasi-tingkat-bahaya-erosi-tbe-permukaan-untuk-arahan-konservasi-tanah-pada-lahan-pertanian-di-desa-merdeka-kecamatan-merdeka-kabupaten-karo-33125.htmlWed, 19 Nov 2014 14:07:01 +0700PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED-LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA PADA MATERI PROGRAM LINEAR KELAS XI SMK PARULIAN 1 MEDAN TA 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based-Learning pada materi Program Linear di kelas XI AKAP SMK Parulian 1 Medan Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas Objek penelitian ini adalah upaya meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi program linear dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based-Learning Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI AKAP SMK Parulian 1 Medan sebanyak 43 orangSebelum tindakan dilakukan terlebih dahulu diberikan tes awal untuk mengetahui kemampuan awal dan kesulitan awal siswa Dari hasil tes awal yang diperoleh menunjukkan bahwa siswa kelas XI AKAP diperoleh 40 orang siswa 9302 yang mencapai nilai persentase 65 dan 3 orang siswa 698 yang mencapai nilai persentase 880565 syarat ketuntasan belajar TKPM dengan rata rata nilai pada tes awal 997Setelah pemberian tindakan pengajaran melalui model pembelajaran Problem Based-Learning nilai tes hasil belajar TKPM I di kelas XI AKAP dari 43 orang siswa 27 orang siswa 6280 telah mencapai tingkat ketuntasan belajar klasikal yang mendapat nilai persentase 880565 sedangkan 16 orang siswa 3720 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar TKPM dan nilai rata rata kelasnya mencapai 20 Sedangkan setelah dilakukannya perbaikan dari siklus I pada siklus II di kelas XI AKAP nilai tes hasil belajar TKPM siklus II dari 43 orang siswa siswa 38 orang siswa 8837 telah mencapai tingkat ketuntasan belajar klasikal yang mendapat nilai persentase 880565 dan 5 orang siswa 1163 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar TKPM dan nilai rata rata kelasnya mencapai 2551 Dengan kata lain nilai dari ketuntasan klasikal tes hasil TKPM I di kelas XI AKAP mengalami peningkatan pada siklus II Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based-Learning di SMK Parulian 1 Medan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi Program Linearhttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-problem-basedlearning-untuk-meningkatkan-kemampuan-pemecahan-masalah-matematika-siswa-pada-materi-program-linear-kelas-xi-smk-parulian-1-medan-ta-20142015-33124.htmlWed, 19 Nov 2014 14:05:11 +0700PENERAPAN PENDEKATAN OPEN-ENDED UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL DI KELAS VIII SMP SWASTA MUHAMMADIYAH 25 RANTAUPRAPAT TAHUN AJARAN 20132014Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa ketuntasan belajar siswa melalui penerapan pendekatan Open-Ended serta efektif atau tidak penerapan pendekatan Open-Ended pada pembelajaran Sistem Persamaan Linear Dua Variabel SPLDV di kelas VIII SMP Swasta Muhammadiyah 25 Rantauprapat TA 20132014 Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas PTK Subjek dalam penelitian ini adalah 24 siswa kelas VIII-1 SMP Swasta Muhammadiyah 25 Rantauprapat Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data adalah tes lembar observasi dan respon siswa Tes digunakan untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa dalam menyelesaikan soal yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel lembar observasi digunakan untuk melihat proses pembelajaran ketika pendekatan Open-Ended diterapkan dan lembar respon siswa untuk melihat seberapa suka siswa dengan pendekatan Open-Ended Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas PTK yang terdiri atas 2 siklus siklus I terdiri dari 2 kali pertemuan dan siklus II terdiri dari 1 kali pertemuan Penerapan pendekatan Open-Ended pada materi sistem peramaan linear dua variabel dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Swasta Muhammadiyah 25 Rantauprapat TA 20132014 Pembelajaran dilakukan dengan cara terlebih dahulu membangun pemahaman siswa dengan memberikan penjelasan tentang indikator yang akan dicapai serta memberikan motivasi kepada siswa Guru memberikan masalah terbuka untuk dipecahkan setiap kelompok kemudian siswa menyelesaikan masalah tersebut dengan cara yang diyakini masing-masing kelompok benar Guru mempersilahkan masing-masing kelompok untuk menuliskan hasil diskusi mereka di papan tulis Guru dan siswa bersama-sama membahas benar atau salah dari bermacam cara dan jawaban yang diperoleh masing-masing kelompok Kemudian siswa menyimpulkan materi yang baru saja dipelajari dengan bimbingan guru Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa yaitu Pada siklus I pembelajaran dilakukan dengan menggunakan LAS dimana metode yang diguanakan siswa ada 4 metode yang dapat digunakan siswa yaitu metode grafik eliminasi substitusi dan gabungan Pada siklus ke II pembelajaran dilakukan dengan menggunakan LAS dimana guru memberikan satu metode tambahan selain 4 metode pada siklus I dalam menjawab soal yaitu metode eliminasi berpola Dari hasil analisis data tes awal diperoleh banyaknya siswa yang mencapai ketuntasan dari tes awal yaitu 3 dari 24 siswa atau 125 dengan rata-rata kelas 40 Hasil analisis data pada siklus I setelah dilakukan penerapan pendekatan Open-Ended menunjukkan banyaknya siswa yang mencapai ketuntasan belajar adalah 17 dari 24 siswa atau 7083 dengan rata-rata kelas 68125 Karena belum mencapai syarat ketuntasan klasikal sebesar880585 maka pembelajaran dilanjutkan ke siklus II Hasil analisis data akhir siklus II dengan pembelajaran yang sama diperoleh banyak siswa yang mencapai ketuntasan belajar yaitu 21 dari 24 siswa atau 875 dengan rata-rata kelas 77625 Ini berarti terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I hingga siklus II Berdasarkan kriteria ketuntasan belajar klasikal maka pembelajaran ini telah mencapai target ketuntasan belajar Hasil observasi guru pada siklus I adalah 265 baik meningkat menjadi 334 baik pada siklus II Hasil observasi siswa pada siklus I adalah 268 baik menjadi 325 baik pada siklus II Dan respon siswa diperoleh hamper seluruh siswa 791 setuju jika pendekatan Open-Ended diterapkan dalam proses pembelajaran pada materi sistem persamaan linear dua variabel Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan pendekatan Open-Ended hasil belajar siswa khususnya pada materi sistem persamaan linear dua variabel di kelas VIII-1 SMP Swasta Muhammadiyah 25 Rantauprapat efektif Saran yang diajukan yaitu guru dapat menerapkan pendekatan Open-Ended sebagai alternatif dalam pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswahttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-pendekatan-openended-untuk-meningkatkan-hasil-belajar-matematika-siswa-pada-materi-sistem-persamaan-linear-dua-variabel-di-kelas-viii-smp-swasta-muhammadiyah-25-rantauprapat-tahun-ajaran-20132014-33123.htmlWed, 19 Nov 2014 14:01:18 +0700Penerapan Model Pembelajaran CooperativeIntegrated Reading And Composition CIRC Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil BelajarSiswa Pada Materi Hidrosfer Di Kelas X SMA Negeri 2 Sidikalang Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 Peningkatan aktivitas belajar siswa padamateri hidrosfer di kelas X-6 SMA Negeri 2 Sidikalang dengan penerapan model pembelajaranCooperative Integrated Reading And Composition CIRC 2 Peningkatan hasil belajar siswapada materi hidrosfer di kelas X-6 SMA Negeri 2 Sidikalang dengan penerapan modelpembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition CIRC di kelas X SMA Negeri2 Sidikalang Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas PTK dilaksanakan di SMA Negeri2 Sidikalang Subjek penelitian adalah siswa kelas X-6 dengan jumlah sebanyak 40 orangPenelitian dilakukan dalam 2 siklus Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalahlembar observasi dan teknik pengumpulan data komunikasi tidak langsung Kemudian datadianalisis dengan menggunakan analisis deskripifHasil penelitian menunjukkan bahwa 1 ada peningkatan aktivitas belajar siswa padamateri Hidrosfer dengan penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading AndComposition CIRC meningkat sebesar 2013 6841 pada siklus I menjadi 8854 siklusII 2 ada peningkatan hasil belajar pada materi Hidrosfer dengan penerapan modelpembelajaCooperative Integrated Reading And Composition CIRC meningkat sebesar 27506000 pada siklus I menjadi 8750 siklus IIhttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-cooperativeintegrated-reading-and-composition-circ-untuk-meningkatkan-aktivitas-dan-hasil-belajarsiswa-pada-materi-hidrosfer-di-kelas-x-sma-negeri-2-sidikalang-tahun-ajaran-20132014-33122.htmlWed, 19 Nov 2014 13:58:43 +0700PENINGKATAN KEPERCAYAAN DIRI DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER DI KELAS X SMAN 1 KISARAN TA 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran Cooperative Learning Tipe Numbered Head Together dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa pada materi eksponen di kelas X SMA Negeri 1 Kisaran TA 20142015 dan untuk mengetahui apakah siswa yang memiliki kepercayaan diri juga memiliki hasil belajar baikJenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas classroom action research Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 1 Kisaran TA 20142015 yang berjumlah 32 orang dan objek penelitian ini adalah pembelajaran dengan menggunakan model Cooperative Learning tipe Numbered Head Together untuk meningkatkan kepercayaan diri dan hasil belajar siswa kelas X di SMAN 1 Kisaran Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes observasi angket dan wawancara Tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah dilakukan pembelajaran lembar observasi dan angket digunakan untuk melihat kepercayaan diri siswa dan wawancara digunakan untuk mendukung penggunaan model Cooperative Learning Tipe NHT Sedangkan analisis data yang dilakukan di dalam penelitian adalah teknikmetode analisisPenelitian ini dibagi atas 2 siklus masing-masing terdiri dari 2 pertemuan Setiap pertemuan dilakukan observasi terhadap kepercayaan diri siswa dan observasi pembelajaran serta di akhir dari siklus diberikan tes hasil belajar Dari siklus I diperoleh skor pengamatan kepercayaan diri siswa dalam kategori kurang baik begitu juga hasil angket yang menunjukkan belum adanya siswa di kategori tinggi sehingga belum memenuhi target peneliti sedangkan di siklus II diperoleh skor pengamatan kepercayaan diri siswa dalam kategori baik serta angket juga menunjukkan hasil sudah ada siswa di kategori tinggi dan terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II Hasil observasi menunjukkan bahwa proses pembelajaran berlangsung dengan baik yaitu dari hasil observasi di siklus I mencapai 6911 dengan kategori cukup dan mengalami peningkatan di siklus II menjadi 7125 dengan kategori baik Pada tes hasil belajar I dari 32 orang siswa sebanyak 18 siswa 5625 telah mencapai ketuntasan belajar sedangkan 14 siswa lainnya 4375 belum tuntas Pada tes hasil belajar II sebanyak 28 orang 857 telah mencapai ketuntasan belajar dan 4 orang siswa lainnya 125 tidak tuntas Karena hasil pengamatan kepercayaan diri siswa serta angket mengalami peningkatan dan ketuntasan belajar klasikal telah tercapai maka pelaksanaan tindakan berhenti di siklus IIDengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model Cooperative Learning tipe Numbered Head Together dapat meningkatakan kepercayaan diri dan hasil belajar siswa di kelas X SMAN 1 Kisaran TA 20142015http://digilib.unimed.ac.id/peningkatan-kepercayaan-diri-dan-hasil-belajar-siswa-melalui-pembelajaran-model-cooperative-learning-tipe-numbered-head-together-di-kelas-x-sman-1-kisaran-ta-20142015-33121.htmlWed, 19 Nov 2014 13:57:33 +0700PENERAPAN MODEL DIRECT INSTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA BENTUK PANGKAT DAN AKAR DI KELAS XSMA NEGERI 3TEBING TINGGI TAHUN AJARAN 2014 2015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pembelajaran dengan menggunakan model Direct Instruction dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada bentuk pangkat dan akar di kelas X SMA Negeri 3 Tebing Tinggi tahun Ajaran 2014 2015Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas classroom action research Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 3 Tebing Tinggi yang berjumlah 43 orang dan objek penelitian ini adalahpenerapan model Direct Instruction untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada bentuk pangkat dan akar Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes awal tes hasil belajar wawancara dan observasi Tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa sebelum dan setelah diterapkan model Direct Instruction lembar observasi digunakan untuk melihat proses pembelajaran dan wawancara digunakan untuk mengetahui apa saja kesulitan belajar siswa Sedangkan analisis data yang dilakukan di dalam penelitian adalah reduksi data paparan data dan penarikan kesimpulanPenelitian ini dibagi atas 2 siklus masing-masing terdiri dari 2 pertemuan Sebelum memberikan tindakan siswa diberikan tes awal dan setiap akhir dari siklus diberikan tes hasil belajar Dari tes awal diperoleh rata rata kelas 2688 dan tidak ada yang tuntas Pada tes hasil belajar I dari 43 orang siswa sebanyak 13 siswa 3023 telah mencapai ketuntasan belajar dengan rata rata kelas 5642 sedangkan 30 siswa lainnya 6977 belum tuntas Pada tes hasil belajar II33 orang 7674 telah mencapai ketuntasan belajar dengan rata rata 7491 dan 10 orang lainnya 2326 tidak tuntas Hasil observasi proses pembelajaran berlangsung dengan baik yaitu dari hasil observasi di siklus I mencapai 2875 dengan kategori baik dan mengalami peningkatan di siklus II menjadi 319 dengan kategori baikDengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model Direct Instruction dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada bentuk pangkat dan akarhttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-direct--instruction-untuk-meningkatkan-hasil-belajar-siswa-pada-bentuk-pangkat-dan-akar-di-kelas--xsma--negeri-3tebing-tinggi-tahun-ajaran-2014--2015-33120.htmlWed, 19 Nov 2014 13:53:26 +0700PENYEDIAAN MODUL PEMBELAJARAN KIMIA LARUTAN ELEKTROLIT NONELEKTROLIT INOVATIF SESUAI KURIKULUM 2013 BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNINGPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran PBL Problem Based Learning dengan Menggunakan Modul dan pembelajaran Problem Based Learning dengan Menggunakan LKS dan Buku Teks Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 7 MEDAN yang terdiri dari 6 kelas Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling dengan mengambil 2 kelas dari 6 kelas yaitu kelas X 3 dan sebagai kelas eksperimen dan kelas X 1 sebagai kelas kontrol Sampel penelitian kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing berjumlah 40 orang Instrumen yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa adalah tes objektif dalam bentuk pilihan ganda berjumlah 20 soal Kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan model pembelajaran PBL Problem Based Learning dengan Menggunakan Modul dan kelas kontrol diberikan perlakuan dengan model pembelajaran Problem Based Learning dengan Menggunakan LKS dan Buku Teks Dari hasil penelitian untuk kelas eksperimen diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 4075 1174 dan nilai rata-rata postest adalah 79375 928 sedangkan nilai rata-rata untuk kelas kontrol adalah 5437 1340 dan nilai rata-rata postest adalah 73875 865 Nilai rata-rata gain kelas eksperimen diperoleh 061 dan nilai rata-rata gain untuk kelas kontrol dalah 043 Uji normalitas gain kelas eksperimen diperoleh 967 2 hitung 718 dan 967 2 tabel 1107 untuk gain kelas kontrol diperoleh 967 2 hitung 519 dan dan 967 2 tabel 1107 Sehingga 967 2 hitung 967 2 tabel maka data kedua kelas berdistribusi normal Pada uji homogenitas untuk gain diperoleh Fhitung 1028 dan Ftabel 1725 maka sampel homogen Hasil uji t pihak kanan diperoleh thitung 26307 dan ttabel 16671 sehingga Diperoleh thitung 26307 berada pada daerah penolakan Ho di mana thitung ttabel 26307 16671 yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak Berdasarkan hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan bahwa dapat disimpulkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi daripada peningkatan hasil belajar siswa kelas kontrol Oleh karena itu penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning dengan menggunakan Modul Inovatif Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit dapat meningkatkan hasil belajar siswahttp://digilib.unimed.ac.id/penyediaan-modul-pembelajaran-kimia-larutan-elektrolit-nonelektrolit-inovatif-sesuai-kurikulum-2013-berbasis-model-pembelajaran-problem-based-learning-33119.htmlWed, 19 Nov 2014 13:48:52 +0700Pengaruh Strategi Pembelajaran Inkuiri Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Kimia Siswa SMA Kelas XI IPA Pada Pokok Bahasan KoloidTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh Strategi pembelajaran inkuiri terhadap peningkatan hasil belajar kimia siswa pada pokok bahasan koloid Penelitian ini dilakukan di SMA Dharma Pancasila Medan kelas XI IPA sebanyak dua kelas dengan rata-rata jumlah siswa 35 orang siswa Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tes dan non tes Instrumen tes yang digunakan dalam penelitian ini dalam bentuk soal objektifdan Instrumen non tes adalah penilaian sikap kerja sama siswa Instrumen tes terdiri dari 40 soal sebelum divalidkan dan diperoleh soal yang valid sebanyak 25 soal dengan reliabilitas soal adalah rhitung089 rtabel 0374 Sebelum pengujian hipotesis dilakukan terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas pengujian yang dilakukan diperoleh bahwa kedua sampel berdistribusi normal dan homogen Hasil penelitian yang dilakukan di SMA Dharma Pancasila Medan adalah ada pengaruh Strategi pembelajaran Inkuiri terhadap peningkatan hasil belajar kimia siswa pada pokok bahasan koloid yaitu rata-rata hasil belajar dan gain yang diajar dengan Strategi Pembelajaran Inkuiri berturut-turut adalah 7874 dan 6691 sedangkan hasil belajar kimia dan gain yang diajarkan dengan model pembelajaran konvensional adalah 7303 dan 5942 yang mana terdapat selisis gain sebesar 749 Presentase nilai rata-rata sikap kerjasama siswa terdapat perbedaan antara kelas eksperimen dan kontrol yakni 3096 dan 218 Aspek kognitif yang terkembangkan dari implementasi strategi pembelajaran inkuiri adalahC2 Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan uji-t pihak kanan dan hasil pengujian hipotesis diperoleh thitung ttabel yaitu3167 1669 pada taraf 945 005 sehingga Ha diterima dan Ho ditolakhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-strategi-pembelajaran-inkuiri-terhadap-peningkatan-hasil-belajar-kimia-siswa-sma-kelas-xi-ipa-pada-pokok-bahasan-koloid-33118.htmlWed, 19 Nov 2014 13:44:31 +0700PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONCEPTUAL TEACHING AND LEARNING CTL BERBASIS PRAKTIKUM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJARSISWA PADA POKOK BAHASAN KOLOIDPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada pengaruh penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning CTL berbasis Praktikum terhadap hasil belajar kimia siswa pada pokok bahasan Koloid Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 2 kelas yang berjumlah 72 siswa dengan teknik pengambilan sampel dengan cara acak random sampling sehingga diperoleh yaitu kelas eksperimen yang diajarkan dengan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning CTL berbasis Praktikum dan kelas kontrol yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional Hasil pengolahan data diperoleh rata-rata pre-test kelas eksperimen adalah 2291 dan rata-rata pre-test kelas kontrol adalah 2125 Setelah diberi perlakuan maka diperoleh nilai rata-rata post-test pada kelas eksperimen sebesar 8847 dan pada kelas kontrol diperoleh nilai rata-rata post-test sebesar 7625 Semua data pre-test dan post-test diuji normalitas dan hasilnya seluruh data berdistribusi normal Data tersebut kemudian diuji homogenitas sehingga diketahui bahwa kedua kelas homogen Dari diperoleh persentase peningkatan hasil belajar siswa dari rata-rata nilai gain kelas eksperimen adalah sebesar 8532 dan persentase peningkatan hasil belajar siswa dari rata-rata nilai gain kelas kontrol adalah sebesar 6986 sehingga penelitian memiliki selisih peningkatan hasil belajar sebesar 1546 di sekolah SMA Negeri 2 Tebing Tinggi Peningkatan hasil belajar kedua kelas diuji beda dengan uji t satu pihak sehingga diperoleh thitung ttabel 831 198 sehingga Ha diterima Yang berarti metode pembelajaran Contextual Teaching and Learning CTL berbasis Praktikum berpengaruh terhadap hasil belajar yang meliputi aspek kognitif aspek afektif dan aspek psikomotorik Dengan melihat keberhasilan belajar siswa maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Contextual Teaching and Learning CTL berbasis Praktikum ini dapat diaplikasikan dalam pembelajaran kimia pada pokok bahasan koloidhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-penerapan-model-pembelajaran-conceptual-teaching-and-learning-ctl--berbasis-praktikum-untuk-meningkatkan-hasil-belajarsiswa-pada-pokok-bahasan-koloid-33117.htmlWed, 19 Nov 2014 13:40:26 +0700Perbedaan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Media Gambar dengan Infokus dan Media Pembelajaran Video dengan Windows Movie Maker Pada Materi Hidrosfer di Kelas X SMA Negeri 3 Kisaran Kabupaten Asahan TA 20132014Penelitian ini bertujuan untuk 1 mengetahui hasil belajar siswa menggunakan media gambar dengan infokus pada materi hidrosfer di kelas X SMA Negeri 3 Kisaran 2 mengetahui hasil belajar siswa menggunakan media pembelajaran video dengan windows movie maker pada materi hidrosfer di kelas X SMA Negeri 3 Kisaran dan 3 mengetahui perbedaan hasil belajar siswa menggunakan media gambar dengan infokus dan media pembelajaran video dengan windows movie maker di kelas X SMA Negeri 3 KisaranPenelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Kisaran pada tahun 2014 Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X yang terdiri dari 5 kelas Sampel ditentukan 2 kelas yakni kelas eksperimen X-2 dan satu lagi sebagai kelas kontrol X-3 Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan alasan karena melihat perbedaan antara kedua kelas tersebut Teknik pengumpulan data menggunakan komunikasi tidak langsung berupa LKK LKS dan tes hasil belajar yang dianalisis dengan teknik analisis nferensialBerdasarkan hasil penelitian diperoleh 1 hasil belajar siswa menggunakan media gambar dengan infokus memiliki nilai rata-rata hasil belajar 7522 dengan ketuntasan klasikal sebesar 7459 2 hasil belajar siswa menggunakan media pembelajaran video dengan windows movie maker memiliki nilai rata-rata hasil belajar 7789 dengan ketuntasan klasikal sebesar 8484 3 hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa menggunakan media pembelajaran video dan media gambar dengan infokus pada materi hidrosfer di SMA Negeri 3 Kisaran TA 20132014 Hasil ini ditunjukkan dari hasil uji statistik thitung 1867 ttabel 1998 dengan dk 65 pada taraf 945 005http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-siswa-menggunakan-media-gambar-dengan-infokus-dan-media-pembelajaran-video-dengan-windows-movie-maker-pada-materi-hidrosfer-di-kelas-x-sma-negeri-3-kisaran-kabupaten-asahan-ta-20132014-33116.htmlWed, 19 Nov 2014 12:25:14 +0700THE DEVELOPEMENT OF INNOVATIVE LEARNING MODULE ON THE TEACHING OF ELECTROLYTE AND NON ELECTROLYTE SOLUTION ASED ON CURRICULUM 2013http://digilib.unimed.ac.id/the-developement-of-innovative-learning-module-on-the-teaching-of-electrolyte-and-non-electrolyte-solution-ased-on-curriculum-2013-33115.htmlWed, 19 Nov 2014 12:20:18 +0700Perbedaan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Media Audiovisual dengan Media Gambar dan Peta Konsep pada Materi Lithosfer di Kelas X SMA Setia Budi Perbaungan Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 Aktivitas belajar Siswa menggunakan media audiovisual serta media gambar dan peta konsep pada materi lithosfer di kelas X SMA Setia Budi Perbaungan tahun ajaran 20132014 2 Hasil belajar Siswa menggunakan media audiovisual serta media gambar dan peta konsep pada materi lithosfer di kelas X SMA Setia Budi Perbaungan tahun ajaran 20132014 3 Perbedaan hasil belajar siswa menggunakan media audiovisual dengan media gambar dan peta konsep pada materi lithosfer di kelas X SMA Setia Budi Perbaungan tahun ajaran 20132014Penelitian ini merupakan Penelitian Eksperimen yang dilaksanakan pada tahun 2014 di SMA Setia Budi Perbaungan Populasi penelitian yaitu seluruh siswa SMA Kelas X yang berjumlah 60 orang yakni 30 orang kelas X-1 dan 30 orang X-2 serta sekaligus dijadikan sampel dalam penelitian total sempling Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah 1 Teknik komunikasi tidak langsung 2 Observasi Teknik analisis data yang dilakukan adalah deskriptif inferensialHasil penelitian menunjukkan 1 Aktivitas belajar siswa kelas X SMA Setia Budi Perbaungan menggunakan media audiovisual pada materi lithosfer dengan rata-rata 242 dan yang menggunakan media gambar dan peta konsep dengan rata-rata 212 2 Hasil belajar siswa kelas X SMA Setia Budi Perbaungan menggunakan media audiovisual pada materi lithosfer dengan rata-rata 8293 serta yang menggunkan media gambar dan peta konsep dengan rata-rata 7413 3 Ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa menggunakan media audiovisual dengan media gambar dan peta konsep pada materi lithosfer di kelas X SMA Setia Budi Perbaungan Tahun Ajaran 20132014 Hal ini terlihat setelah dilakukan perhitungan dengan uji-t yaitu thitung ttabel 55 Dimana nilai rata-rata kelas eksperimenX-1 sebesar 8293 dan nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas kontrolX-2 sebesar 7413 Dengan perbedaan hasil belajar antara kelas X-1 dengan X-2 sebesar 88 Hal ini menunjukkan bahwa media audiovisual lebih baik digunakan dari pada media gambar dan peta konsephttp://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-siswa-menggunakan-media-audiovisual-dengan-media-gambar-dan-peta-konsep-pada-materi-lithosfer-di-kelas-x-sma-setia-budi-perbaungan-tahun-ajaran-20132014-33114.htmlWed, 19 Nov 2014 12:18:18 +0700The Implementation of Collaborative Learning with Experiment Method to Increase Students Achievement in Solubility and SolubilityProducthttp://digilib.unimed.ac.id/the-implementation-of-collaborative-learning-with-experiment-method-to-increase-students-achievement-in-solubility-and-solubilityproduct-33113.htmlWed, 19 Nov 2014 12:15:26 +0700Analisis Ketersediaan Air Secara Meteorologis di Sub DAS Babura DAS Deli Provinsi Sumatera Utara April 2014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya 1 runoff 2 aliran mantap dan 3 ketersediaan air secara meteorologis di Sub DAS BaburaPenelitian ini dilakukan pada tahun 2014 di Sub DAS Babura Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wilayah Sub DAS Babura yang sekaligus dijadikan sampel Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi kemudian dianalisis dengan analisis deskriptif Hasil penelitian menunjukan bahwa 1 Rata-rata Runoff di Sub DAS Babura sebesar 13415392 mmthn sedangkan intensitas curah hujannya rata-rata sebesar 26595832 mmtahun Jika besarnya Runoff setiap tahunnya meningkat maka berpeluang terjadi banjir 2 Rata-rata aliran mantap pada Sub DAS Babura sudah tergolong besar yaitu sebesar 425 sedangkan standarisasi untuk aliran mantap adalah 35 dan 3 Rata-rata air yang tersedia sebesar 403520421 m3tahun dengan luas wilayah rata-rata seluas 5228597273 m2 Jika air yang tersedia tidak dapat memenuhi kebutuhan penduduk maka akan mengalami kekeringanhttp://digilib.unimed.ac.id/analisis-ketersediaan-air-secara-meteorologis-di-sub-das-babura-das-deli-provinsi-sumatera-utara-april-2014-33112.htmlWed, 19 Nov 2014 12:10:15 +0700EFFECT OF PROBLEM-BASED LEARNING MODEL USING VIRTUAL LABORATORY FLASH MEDIA ON STUDENTS ACHIEVEMENT ON THE TEACHING OF SOLUBILITY AND SOLUBILITY PRODUCTThe research was conducted on the second year of SMA Negeri 2 Pematangsiantar North Sumatera Effect of Problem-based learning model using virtual laboratory flash media on students achievement was investigated in order to know the significance difference of students achievement in experimental class and in control class using a direct instructional model Instrument used is multiple choice questions validated as much as 20 questions and questionnaire that spread related to the virtual laboratory flash media The pretest is done as a preliminary action to know the prior knowledge of students and also to homogenize the sample After that the teaching treatment could be conducted for both experimental class and control class The last posttest is given for both classes Before the hypothesis test was done the data were tested by normality using Chi Square test and Homogeneity using F test The result is sample was distributed normally and homogenyResult of this study showed positive effects of problem-based learning through virtual laboratory flash media on students achievement Where the average of pretest score in experimental class was 365 with standard deviation of 604 and posttest score 843 with standard deviation of 565 In the control class the average of pretest was 37 with standard deviation of 535 and the average posttest was 693 with standard deviation of 926 The hypothesis is tested by using t-test and obtained tcount ttable 8068 16723 at level 945 005 and df 58 so Ha is accepted It proved that there is significant difference of students achievement taught by problem-based learning compare to direct instructional model which both using virtual laboratory flash media in solubility and solubility product topic The students achievement taught by problem-based learning model is higher compare to direct instructional model Increasing of students achievement was calculated by using normalized gain and the percentage gain in experimental class is 75 and in control class is 51http://digilib.unimed.ac.id/effect-of-problembased-learning-model-using-virtual-laboratory-flash-media-on-students-achievement-on-the-teaching-of-solubility-and-solubility-product-33111.htmlWed, 19 Nov 2014 12:09:56 +0700The Development of Innovative Learning Module on the Teaching of Acid and Base Solution Based On Curriculum 2013The objective of this research is to know the effectiveness of innovative learning module and it can increase students achievement on the teaching of Acid and Base Solution This research is a type of Research and Development R D the research that is used to produce instructional design and test the effectiveness of the product Population in this research consisted of all students in North Sumatera Samples are students Grade XI in MAN 1 Medan MAN 2 Model Medan and SMAN 1 Perbaungan The samples are selected by pretest to divide class into two namely experiment class that used innovative learning module and another class namely control class that used their textbook in learning process and then every class grouped based on their achievement in pretest to categorized the relative high achievement and low achievement The instrument that used is evaluation test and a set of standard questionnaire The product in this research is innovative chemistry learning module that had been standardized by lectures teachers and students The average of questionnaire is 352 so it is valid The data result are distributed normally and homogeny and can increase students achievement that seen in increasing value of posttest-1 in experiment class in high group 77500 6960 and low group 75167 5212 and in control class in high group 74000 7037 and low group 70000 8015 that is higher than pretest value The effectiveness of innovative chemistry learning module can seen in posttest-2 in experiment class in high group 81167 6490 and low group 77167 6816 and in control class in high group 74500 6510 and low group 72000 7173 The average increase of students achievement percentage of high group which is given chemistry module is 35095 while in low group is 61025http://digilib.unimed.ac.id/the-development-of-innovative-learning-module-on-the-teaching-of-acid-and-base-solution-based-on-curriculum-2013-33110.htmlWed, 19 Nov 2014 11:52:56 +0700THE DEVELOPMENT OF INNOVATIVE LEARNING MODULE ON THE TEACHING OF ACID-BASE TITRATION BASED ON CURRICULUM 2013http://digilib.unimed.ac.id/the-development-of-innovative-learning-module-on-the-teaching-of-acidbase-titration-based-on-curriculum-2013-33109.htmlWed, 19 Nov 2014 11:45:39 +0700Implementasi Peraturan Daerah Kota Medan No31 Tahun 1993 Tentang Pemakain Tempat Berjualan Studi Kasus Pembangunan Kios di Badan Jalan Pasar SukaramaiThis study aims to determine the implementation of local regulations of Medan Number 31 of 1993 on use of place selling of stall construction on the road in Sukaramai market The method used in this research is descriptive qualitative method which describes the state of the phenomena to be found in the research Data collection techniques used are observation questionnaires and interviews his research was conducted in the Sukaramai market located at Jalan Arif Rahman Hakim in the region Tegal Sari I in the district of Medan Area Total population of this study were 210 merchants who sell at the stall located on the road Sukaramai market and the sample is 10 of the number of traders is 21 merchants Research Questionnaire filled by Sukaramai market traders who use on the road stalls Sukaramai market while the interviews were conducted at the Regional Company officials Medan Sukaramai Market The data have been collected through the questionnaire will be analyzed through a simple statistical calculation techniques using frequency tables and then supplemented by data collected through observation and interviewsIn this study the results showed that the implementation of the Regional Regulation No Medan 31 1993 on use of place selling not running optimally It can be seen from the violation of the regulation with the stall construction on the road in Sukaramai market The authorities forced the regional company officials medan sukaramai market set up a stall on the road to accommodate the merchants As for the constraints encountered in the implementation of this regulation is the lack of socialization of these regulations to the public especially traders merchants relocation failure of fire victims and building new markets has not been completed But this is only temporary stall is a temporary shelter until the new building was completed in the market up againhttp://digilib.unimed.ac.id/implementasi-peraturan-daerah-kota-medan-no31-tahun-1993-tentang-pemakain-tempat-berjualan-studi-kasus-pembangunan-kios-di-badan-jalan-pasar-sukaramai-33108.htmlWed, 19 Nov 2014 11:44:10 +0700THE EFFECTIVENESS OF INNOVATED LEARNING MODULE TO INCREASE STUDENTS ACHIEVEMENT ON THE TEACHING OF CHEMICAL BONDING IN SENIOR HIGH SCHOOLhttp://digilib.unimed.ac.id/the-effectiveness-of-innovated-learning-module-to-increase-students-achievement-on-the-teaching-of-chemical-bonding-in-senior-high-school-33107.htmlWed, 19 Nov 2014 11:40:43 +0700