UNIMED Digital Repository feedhttp://digilib.unimed.ac.idUNIMED Digital Repository | Digital Library , Theses, Journal Article, Publication, Research, Heritage, Paper, Multimedia , Literature, DocumentidCopyright (C) 2012-2014 UNIMED Digital RepositoryKehidupan Bangsawan Kesultanan Kotapinang Pada Masa Kolonial BelandaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana Kehidupan Bangsawan Kesultanan Kotapinang Pada Masa Kolonial Belanda di Kecamatan Kotapinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan yang mencakup urutan gelar stratifikasi sosial kehidupan sosial budaya dan seni serta pemerintahan pada masa Kolonial Belanda Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode deskriptif kualitatif menggunakan metode penelitian lapangan field research dan penelitian kepustakaan library research Dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka observasi secara langsung di Kecamatan Kotapinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan dan wawancara menganalisis data maka dilakukan beberapa tahapan yaitu Heuristik yaitu kegiatan mencari sumber-sumber untuk mendapatkan data-data selanjutnya pengelompokkan sumber data hasil dari studi pustaka Tahap ketiga adalah interpretasi data mengenai Kehidupan Bangsawan Kesultanan Kotapinang Pada Masa Kolonial Belanda Berikutnya menganalisis dan menyusun hasil-hasil penelitian kedalam satu pola yang benar Tahap kelima adalah membuat kesimpulan dari penelitian Tahap keenam adalah menyajikan hasil penelitian kedalam bab pembahasan Dari penelitian diperoleh hasil bahwa Kehidupan sosial ekonomi masyarakat Kotapinang dipengaruhi oleh keadaan alam yang berhutan dan dilalui oleh sungai Sistem sosial budaya Kesultanan Kotapinang diwarnai oleh nilai-nilai agama Islam Stratifikasi yang menjadi perbedaan dapat kita lihat dari gelar-gelar yang mereka pakai Semua gelar yang berasal dari pihak bangsawan sebagai identitas kaum feodal atau bangsawan tersebut diturunkan secara turun temurun Disamping beberapa campur tangan Sultan dalam kehidupan rakyat Sultan juga memperhatikan keinginan-kenginan rakyatnya dengan mengadakan pesta dan memberikan hiburan kepada rakyatnya Potensi alam di Kesultanan Kotapinang mendorong kedatangan pengusaha Belanda menanamkan modalnya di daerah ini dan sekaligus menguasainyahttp://digilib.unimed.ac.id/kehidupan-bangsawan-kesultanan-kotapinang-pada-masa-kolonial-belanda-33812.htmlSat, 20 Dec 2014 12:22:44 +0700Perkembangan Sekolah Bibelvrouw penginjil wanita HKBP di Laguboti Kabupaten Toba Samosir Pada Masa Kolonial - Akhir 1937-1998Penelitian ini bertujuan untuk 1 Mengetahui latar belakang berdirinya sekolah Bibelvrouw Penginjil Wanita HKBP di Laguboti Kabupaten Toba Samosir 2 Perkembangan sekolah Bibelvrouw Penginjil Wanita di Laguboti Kabupaten Toba Samosir 3 Untuk mengetahui Peranan Bibelvrouw dalam pelayanan Jemaat HKBP Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif Untuk memperoleh data data yang diperlukan untuk menjawab penelitian ini maka peneliti menggunakan metode Field Research penelitian lapangan dan library research studi kepustakaan Untuk mengumpulkan data dilakukan dengan melakukan wawancara kepada direktur Sekolah Bibelvrouw pensiunan Bibelvrouw dan studi pustaka serta mengambil fotoarsip yang berhubungan dengan penelitian Dalam menganalisis data penulis melakukan langkah-langkah dengan cara mengumpulkan data mengelompokkan data menganalisis data menginterpretasi data dan membuat kesimpulan serta membandingkan dengan buku-buku lain yang diperoleh dari hasil observasi dilapangan dan wawancara Dari hasil penelitian yang dilakukan dan informasi yang diberikan oleh informan bahwa 1 latar belakang berdirinya Sekolah Bibelvrouw Penginjil Wanita HKBP di Laguboti adalah adanya rasa keprihatinan oleh missionaris perempuan Schwester Elfriede Harder akan perempuan batak yang jauh dari pendidikan Sekolah sehingga kehidupan perempuan batak cenderung miskin dan buta huruf 2 Perkembangan Sekolah Bibelvrouw dapat dilihat dari jumlah perempuan batak yang semakin terbuka untuk mengikuti sekolah kemudian kurikulum yang diterapkan di Sekolah serta fasilitas di yang ada disekolah 3 Peranan Bibelvrouw dalam pelayanan jemaat HKBP adalah teman sekerja pendeta untuk membimbing jemaat yang ada di HKBP sebagai penginjil jemaat untuk menggembalakan anggota jemaat baik anak-anak pemuda-pemudi dan dewasa sebagai penginjil wanita untuk tugas pelayanan terhadap kaum wanita pemudi dan anak-anak dan terlebih menjadi teladan bagi anggota jemaathttp://digilib.unimed.ac.id/perkembangan-sekolah-bibelvrouw-penginjil-wanita-hkbp-di-laguboti-kabupaten-toba-samosir-pada-masa-kolonial--akhir-19371998-33811.htmlSat, 20 Dec 2014 12:00:12 +0700Perkembangan PT Rubber Hock Lie Rantauprapat Labuhanbatu Induk 1952-2013 Kajian Sejarah IndustriPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang berdirinya PT Rubber Hock Lie Rantauprapat Labuhanbatu Induk selanjutnya mengetahui perkembangan PT Rubber Hock Lie Rantauprapat Labuhanbatu Induk dan untuk produksi PT Rubber Hock Lie Rantauprapat Labuhanbatu indukPenelitian ini menggunakan metode field research dan studi dokumen dimana peneliti langsung turun kelapangan dan mencari sumber dokumentasi untuk pengumpulan data Sumber data diperoleh dari karyawan yang bertugas di perusahaan terkait dan masyarakat sekitar perusahaan Dari hasil penelitian yang dilakukan maka diperoleh hasil bahwa latar belakang berdirinya PT Rubber Hock Lie adalah karena tingginya permintaan dunia akan karet banyak perusahaan perusahaan di bidang karet bermunculan akibat konsumsi karet yang terus meningkat PT Rubber Hock Lie merupakan sebuah perusahaan swasta asing yang memproduksi karet remah crumb rubber yaitu karet alam yang akan diproses selanjutnya menjadi barang jadi karet seperti ban dan sepatuPerusahaan ini berdiri sejak tahun 1952 di bawah naungan group lie rubber yang berpusat di Singapura dan fasilitas fasilitas yang di sediakan perusahaan untuk para karyawan adalah perumahan karyawan sarana olahraga dan sarana ibadahhttp://digilib.unimed.ac.id/perkembangan-pt-rubber-hock-lie-rantauprapat-labuhanbatu-induk-19522013-kajian-sejarah-industri-33810.htmlSat, 20 Dec 2014 11:54:45 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Lompat Jauh Melalaui Evaluasi Pembelajaran Dengan Menggunakan Media Audio Visual Pada Kelas VIII SMP Yayasan Bona Pasogit Sejahtera TA 20132014Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan hasil belajar teknik lompat jauh gaya jongkok dengan evaluasi melalui audio visual pada siswa kelas VIII SMP Swasta Yayasan Bona Pasogit Sejahtera TA 20132014 Dari hasil data awal pre test yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam melakukan teknik lompatan masih rendah dan hal ini berdampak pada hasil belajar siswaPenelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan kelas PTK yang dapat dianalisis Dalam hal ini peneliti menganalisis data dengan mereduksi data dan memaparkan data dalam bentuk tabel sehingga dapat dicari nila rata-rata dan persentase ketuntasan belajarSubjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIIU SMP Swasta Yayasan Bona Pasogit Sejahtera TA 20132014 yang berjumlah 31 orang terdiri dari 18 orang siswa putra dan 13 orang siswa putriHasil penelitian pada siklus I menunjukkan bahwa hasil belajar lompat jauh yaitu 14 4516 siswa yang tuntas dalam belajarnya dan 17 6484 siswa yang tidak tuntas belajarnya Hasil belajar siswa dalam melakukan teknik lompatan pada siklus I secara keseluruhan mencapai 694 Pada siklus II menunjukkan bahwa hasil belajar lompat jauh 26 8387 siswa yang tuntas dalam belajarnya dan 5 1613 siswa yang tidak tuntas belajarnya dan hasil belajar siswa secara keseluruhan dalam melakukan teknik lompat jauh gaya jongkok pada siklus II mencapai 8277Penelitian ini menyimpulkan bahwa evaluasi melalui audio visual dapat memberikan konstribusi yang sangat besar dan signifikan terhadap hasil belajar lompat jauh pada siswa kelas VIIIU SMP Swasta Yayasan Bona Pasogit Sejahtera TA 20132014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-lompat-jauh-melalaui-evaluasi-pembelajaran-dengan-menggunakan-media-audio-visual-pada-kelas-viii-smp-yayasan-bona-pasogit-sejahtera-ta-20132014-33809.htmlFri, 19 Dec 2014 16:45:14 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Lompat Jauh Gaya Jongkok Dengan Menggunakan Media Rintangan Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Panai Hulu Kabupaten Labuhan Batu Tahun Ajaran 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Lompat Jauh Gaya Jongkok Dengan Menggunakan Media Rintangan Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Panai Hulu Kabupaten Labuhan Batu Tahun Ajaran 20142015 Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas Kelas VIII SMP Negeri 1 Panai Hulu Kabupaten Labuhan Batu Tahun Ajaran 20142015 dengan jumlah siswa sebanyak 32 orang 11 orang siswa putra dan 21 siswa putri yang akan diberikan tindakan penggunaan media rintangan untuk meningkatkan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas classroom action researchUntuk memperoleh data dalam penelitian ini maka dilakukan tes hasil belajar proses lompat jauh gaya jongkok dimulai dari tes awal lalu dilakukan pembelajaran menggunakan media rintangan pada setiap siklusnya Pada akhir setiap siklus dilakukan tes unjuk kerja proses lompat jauh gaya jongkok dengan pelaksanaan penelitian tes hasil belajar ini dilaksanakan selama dua minggu dua kali pertemuan Analisis data dilakukan dengan reduksi data dan paparan dataHasil penelitian menyimpulkan 1 dari tes hasil belajar sebelum menggunakan media rintangan Pre-Test diperoleh 10 siswa 3125 yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 22 siswa 687 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 676 Kemudian dilakukan pembelajaran menggunakan media rintangan 2 Dari tes hasil belajar setelah pembelajaran menggunakan media rintangan di siklus I diperoleh 23 siswa 719 yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 9 siswai281 belum mencapai tingkat ketuntasan Dengan nilai rata-rata 793 Kemudian dilakukan kembali pembelajaran menggunakan media rintangan berbagai variasi 3 Dari tes hasil belajar siklus II diperoleh 29 siswa 906 yang mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 3 siswa 94 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa 904 Dalam hal ini dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siklus I ke siklus II yaitu sebesar 111 dan peningkatan ketuntasan klasikalnya sebesar 187 Berdasarkan hasil analisis data dapat dikatakan bahwa dengan menggunakan media rintangan dapat meningkatkan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Panai Hulu Kabupaten Labuhan Batu Tahun Ajaran 20142015http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-lompat-jauh-gaya-jongkok-dengan-menggunakan-media-rintangan-pada-siswa-kelas-viii-smp-negeri-1-panai-hulu-kabupaten-labuhan-batu-tahun-ajaran-20142015-33808.htmlFri, 19 Dec 2014 16:33:02 +0700Upaya Peningkatan Hasil Belajar Lompat Jauh Gaya Jongkok Melalui Pendekatan Bermain Pada Siswa Kelas V SD Negeri 11435Bandar Sentosa Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhan Batu Utara Tahun 20132014Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok melalui pendekatan bermain pada siswa kelas V SD Negeri 11435 Bandar sentosaPenelitian ini menggunakan metode PTK penelitian tindakan kelas dilakukan dengan 2 siklus tindakan selama 2 minggu terhitungmulaitanggal 3-12 februari 2014 dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 40 siswa-siswi yang terdiri dari 22 laki-laki dan 18 perempuan Untuk memperoleh data dalam penelitian ini maka dilakukan Tes Hasil Belajar 1 yang berbentuk aplikasi teknik lompatjauhgayajongkok sebanyak 1 kali pertemuan Setelah data terkumpul dan dilakukan analisis maka diperoleh hasil analisisnya 1 Dari tes awal diperoleh 7 orang siswa 175 yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 33 orang siswa 825 belum mencapai ketuntasan belajar Dengan rata-rata hasil belajar siswa adalah 5375 2 Dari tes hasil belajar 1 siklus 1 diperoleh 20 orang siswa 50 yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 20 orang siswa 50 belum mencapai tingakt ketuntasan belajar dengan rata-rata hasil belajar siswa adalah 6843 3 Dari tes hasil belajar 2 siklus 2 diperoleh 35 orang siswa 875 yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajarsedangkan 5 orang siswa 125 belum mencapai tingkat ketuntasan belajardengan rata-rata hasil belajar siswa 8187 Dalam hal ini dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa dari data awal ke siklus 1 sebesar 1468 sedangkan peningkatan nilai rata-rata siklus 1 ke siklus 2 yaitu sebesar 1344 Berdasarkan analisis data yang dapat dikatakan bahwa melalui pendekatanbermaindapat menunjang pembelajaran pendidikan jasmani terhadap hasil belajar siswa kelas VSD Negeri11435 Bandar Sentosa Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhan Batu Utara Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-peningkatan-hasil-belajar-lompat-jauh-gaya-jongkok-melalui-pendekatan-bermain-pada-siswa-kelas-v-sd-negeri-11435bandar-sentosa-kecamatan-marbau-kabupaten-labuhan-batu-utara-tahun-20132014-33807.htmlFri, 19 Dec 2014 16:21:48 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Renang Gaya Dada Dengan Menggunakan Gaya Mengajar Komando Pada Siswa Kelas VIII Smp Swasta Al-Maksum Kec Percut Sei Tuan Kab Deli Serdang Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan proses hasil belajar renang melalui gaya dada Pada Siswa Kelas VIII SMP Swasta Al-Maksum KecPercut Sei Tuan KabDeli Serdang Tahun Ajaran 20132014 Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VIII SMP Swasta Al-yang menjadi subjek penelitian dengan jumlah siswa sebanyak 40 orang siswa yang akan diberikan tindakan gaya mengajar komando terhadap proses belajar renang gaya dada Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas Classroom Action ResearchHasil penelitian menyimpulkan 1 Dari tes hasil belajar siklus I diperoleh sebanyak 13 orang 325 yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 27 orang siswa 675 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar Dengan nilai rata-rata hasil belajar setelah dikonfersikan adalah 5623 2 dari tes hasil belajar siklus II diperoleh data sebanyak 22 orang siswa dengan nilai setelah dikonfersikan sebesar 55 yang telah mencapai ketuntasan dalam belajar 18 orang 45 masih belum tuntas Sudah memenuhi kriteria ketuntasan secara klasikal yaitu 55 Suryosubroto 1997 129Dari hasil penelitian yang dilakukan terlihat bahwa pada siklus I siswa yag mencapai nilai ketuntasan sebasar 325 kemudian meningkat sedikit menjadi 55 pada siklus II Hasil belajar renang gaya dada dikatakan belum tuntas dalam pembelajaran Hal ini dikarenakan sulitnya siswa melakukan gerakan-gerakan renang gaya dada pada kelas viii smp swasta al-maksum kecpercut sei tuan kabdeli serdang tahun ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-renang-gaya-dada-dengan-menggunakan-gaya-mengajar-komando-pada-siswa-kelas-viii-smp-swasta-almaksum-kec-percut-sei-tuan-kab-deli-serdang-tahun-ajaran-20132014-33806.htmlFri, 19 Dec 2014 16:12:34 +0700Gaya Mengajar Resiprokal Siswa Kelas VII SMP Swasta Alwashliyah 4 Medan Tahun Ajaran 20122013Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan informasi seberapa besar peningkatan hasil belajar gerakan tangan renang gaya bebas dengan penerapan gaya mengajar resiprokal pada siswa kelas VII SMP Alwashliyah Medan Tahun Ajaran 20122013 Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas PTK Untuk mengetahui hasil belajar renang gaya bebas dilakukan tes hasil belajar dalam bentuk forto folio yang dilanjutkan dengan pembelajaran melalui penerapan gaya mengajar resiprokal dengan melalukan pembelajaran gerakan tangan renang gaya bebas Maka diadakan tes hasil belajar pada siklus I dan dilanjutkan pada siklus II yang tertuang dalam pelaksanaan gerakan tangan renang gaya bebas Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa putera dan puteri kelas VII SMP Alwashliyah Medan Tahun Ajaran 20122013 yang berjumlah 30 orang Untuk mengumpulkan data menggunakan lembar pengamatan yang selanjutnya dianalisis dengan cara deskriptif secara persentaseHasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa belajar renang gaya bebas yang dilakukan pada tes awal sebesar 4667 7 orang tuntas dan 23 orang tidak tuntas kemudian meningkat pada pelaksanaan di Siklus I mencapai 6225 16 orang tuntas dan 14 orang tidak tuntas Kemudian pada siklus II berdasarkan hasil refleksi ternyata membawa peningkatan menjadi 7025 26 orang tuntas dan 4 orang tidak tuntasPenelitian ini menyimpulkan bahwa gaya mengajar resiprokal dapat memberikan peningkatan terhadap hasil belajar gerakan tangan renang gaya bebas pada siswa kelas VII SMP Alwashliyah Medan Tahun Ajaran 20122013http://digilib.unimed.ac.id/gaya-mengajar-resiprokal-siswa-kelas-vii-smp-swasta-alwashliyah-4-medan-tahun-ajaran-20122013-33805.htmlFri, 19 Dec 2014 16:05:55 +0700Perbedaan Pengaruh Latihan Circuit Training Dengan Interval Trainning Terhadap Peningkatan Power Otot Tungkai Pada Atlet Renang Putra Club Tirta Prima Selayang Medan 2014Penelitian ini dilaksanakan di Kolam Renang Selayang Medan Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode penelitian eksperimen Data yang diperoleh dalam penelitian ini dilakukan dengan tes power otot tungkai yaitu Standing Broad Jump Test Sampel dalam penelitian ini berjumlah 12 orang yakni atlet renang putra Club Tirta Prima Medan Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2014 sampai 14 Maret 2014Dari hasil perhitungan data kelompok latihan ciruit training diatas diperoleh thitung 866 Dari daftar ditribusi t dengan menggunakan peluang 1-945 095 dengan dk n-1 6-1 5 diperoleh harga ttabel 202 Dari hasil perhitungan data kelompok interval training diatas diperoleh thitung 321 Dari daftar ditribusi t dengan menggunakan peluang 1-945 095 dengan dk n-1 6-1 5 diperoleh harga ttabel 202Dari hasil perhitungan data kelompok circuit training dan kelompok interval training diatas diperoleh thitung 2104 Dari daftar ditribusi t dengan menggunakan peluang 1-945 095 dengan dk n1n2 -2 diperoleh harga ttabel 181 Maka 210 181 Sehingga hipotesis yang menyatakan Terdapat Perbedaan Pengaruh Latihan Circuit Training Dengan Interval Trainning Terhadap Peningkatan Power Otot Tungkai Pada Atlet Renang Putra Club Tirta Prima Selayang Medan 2014 dan dapat diterima kebenarannyahttp://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-pengaruh-latihan-circuit-training-dengan-interval-trainning-terhadap-peningkatan-power-otot-tungkai-pada-atlet-renang-putra-club-tirta-prima-selayang-medan-2014-33804.htmlFri, 19 Dec 2014 15:51:39 +0700Upaya Meningkatkan Kemampuan Dribbling Dalam Permainan Sepakbola Melalui Pendekatan Taktis Pada Atlet Putra Usia 13-15 Tahun Pada SSB Teruna Padang Sidimpuan Tahun 2014Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dribbling dalam permainan sepakbola melalui pendekatan taktis pada atlet putra usia 13-15 tahun pada SSB Teruna Padang Sidimpuan tahun 2014 Subjek dalam penelitian ini adalah atlet putra usia 13-15 tahun pada SSB Teruna Padang Sidimpuan tahun 2014 yang berjumlah 12 atlet yang akan diberikan tindakan pendekatan taktis bentuk latihan bola musik serangan hiu sandwich buaya penangkap anjing dan king of the ring Untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah pencapaian nilai kemampuan dribbling dalam permainan sepakbola Berdasarkan hasil data observasi pre-test yang dilakukan pada atlet putra usia 13-15 tahun SSB Teruna Padang Sidimpuan pada Jumat 15 November 2013 ternyata dari 12 atlet putra usia 13-15 tahun SSB Teruna Padang Sidimpuan belum mencapai nilai yang diingankan peneliti dengan perincian 12 atlet belum mencapai target personal dengan nilai rata-rata kemampuan atlet yakni 1775 dengan persentase kemampuan 4930 Peneliti menentukan peningkatan target personal kemampuan dribbling atlet sebesar 10 dan peningkatan perkelompok sebesar 80 Adapun hasil penilaian target personal atlet pada saat dilakukan pre-test dribbling yakni Wiro Pransisko 18 Suganda 18 Mhd Safrizal Siregar 19 Mhd Ali Nugraha Lubis 17 Riko Putra Harahap 18 Imam Santoso 19 Ramadhan Siregar 17 Julius Fernando 16 Jefri Nasution 18 Hendri Batubara 17 Faisal Lubis 19 Budi Simanjuntak 17 Batas nilai personal ketercapaian peningkatan yang ditentukan peneliti dalam penelitian ini yaitu sebesar 10 Apabila atlet telah mencapaimelewati batas nilai target yang telah ditentukan peneliti maka atlet tersebut dinyatakan telah TercapaiSelanjutnya dilakukan penerapan bentuk pendekatan taktis sebanyak 18 pertemuan selama 8 minggu Setelah itu dilaksanakan tes dribbling siklus-I pada Senin 20 Januari 2014 Dari hasil kemampuan siklus-I ternyata dari 11 atlet putra usia 13-15 tahun SSB Teruna Padang Sidimpuan tahun 2014 telah mencapai nilai ketercapaian kelompok dengan perincian dari 11 atlet yang telah mencapai batas target personal dan 1 atlet belum mencapai batas target personal yang telah ditentukan peneliti sebesar 10 dari nilai kemampuan awal atlet dengan nilai rata-rata kemampuan atlet yakni 20 dengan persentase kemampuan 5555 dengan perincian yaitu Wiro Pransisko 21 Suganda 20 Mhd Safrizal Siregar 21 Mhd Ali Nugraha Lubis 19 Riko Putra Harahap 20 Imam Santoso 22 Ramadhan Siregar 19 Julius Fernando 18 Jefri Nasution 21 Hendri Batubara 20 Faisal Lubis 20 Budi Simanjuntak 19Berdasarkan hasil penelitian setelah penerapan bentuk pendekatan taktis pada siklus-I rata-rata peningkatan target personal hasil tes dribbling sebesar 1218 dengan peningkatan ketercapaian atlet 9166 dilihat dari jumlah keseluruhan atlet yang meningkat dengan perincian peningkatan atlet yakni Wiro Pransisko 1666 Suganda 1111 Mhd Safrizal Siregar 1052 Mhd Ali Nugraha Lubis 1176 Riko Putra Harahap 1111 Imam Santoso 1578 Ramadhan Siregar 1176 Julius Fernando 125 Jefri Nasution 1111 Hendri Batubara 1764 Faisal Lubis 526 Budi Simanjuntak 1176 Hal ini menunjukkan bahwa penerapan bentuk pendekatan taktis dapat meningkatkan kemampuan dribbling pada atlet putra usia 13-15 tahun SSB Teruna Padang Sidimpuan tahun 2014Dari data diatas maka dapat disimpulkan bahwa melalui bentuk pendekatan taktis dapat meningkatkan kemampuan dribbling pada atlet putra usia 13-15 tahun SSB Teruna Padang Sidimpuan tahun 2014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-kemampuan-dribbling-dalam-permainan-sepakbola-melalui-pendekatan-taktis-pada-atlet-putra-usia-1315-tahun-pada-ssb-teruna-padang-sidimpuan-tahun-2014-33803.htmlFri, 19 Dec 2014 15:39:44 +0700Perbedaan Pengaruh Latihan IntervalMenggunakan Alat Bantu Gripper Dan Pelampung Dengan Latihan IntervalMenggunakan Alat Bantu Gripper Tampa Pelampung Terhadap Hasil Kecepatan Renang 50 Meter Gaya Bebas Atlet Putra Usia 13-14 Tahun Perkumpulan RenangPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui latihan Interval manakah yanglebih berpengaruh antara latihan Interval menggunakan alat bantu gripper dan mpelampung dengan latihan Interval menggunakan alat bantu gripper tampapelampung terhadap hasil kecepatan renang 50 meter gaya bebas Metodepenelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experiment dan pelaksanaan latihan Interval yaitu latihan Interval menggunakan alat bantu gripper dan pelampung dengan latihan Interval menggunakan gripper tampa pelampung Populasi adalah seluruh atlet putra usia 13-14 tahun yang berjumlah 32orang Jumlah sampel 16 orang diperoleh dengan teknik Purposive SamplingSelanjutnya dibagi menjadi dua kelompok teknik Matching Pairing yaitukelompok latihan Interval menggunakan gripper dan pelampeng dengan latihanInterval Menggunakan gripper tampa pelampung Instrumen penelitian untukpengumpulan data dengan test renang gaya bebas 50 meter dan pengukuran adalahstop watch penelitian ini dilaksanakan selama 18 kali pertemuan dengan latihan 5lima kali dalam seminggu Untuk melihat pengaruh masing-masing variabelbebas maupun terikat digunakan perhitungan uji-t berpasangan dan uji-t tidakberpasanganAnalisis hipotesis I dari data pre-test dan data post-test peningkatankecepatan renang 50 meter gaya bebas kelompok latihan Interval MenggunakanGripper dan pelampung diperoleh t hitung sebesar 94 dan t tabel sebesar 236 dengan 945 005 t hitung t tabel berarti ditolak dan diterima Dengan kesimpulan latihan Interval Menggunakan Gripper dan pelampung secara signifikanberpengaruh terhadap peningkatan kecepatan renang 50 meter gaya bebas atlet putra usia 13-14 tahun perkumpulan renang Lumba-Lumba Binjai 2014Analisis hipotesis II dari data pre-test dan data post-test peningkatankecepatan renang 50 meter gaya bebas kelompok latihan Interval menggunakangripper tampa pelampung diperoleh t hitung sebesar 28 serta t tabel sebesar 236dengan 945 005 t hitung t tabel berarti ditolak dan diterima Jadi latihanInterval Menggunakan Gripper tampa pelampung secara signifikan berpengaruhterhadap peningkatan kecepatan renang 50 meter gaya bebas atlet putra usia 13-14tahun perkumpulan renang Lumba-Lumba Binjai 2014 Analisis hipotesis III dari rata-rata dan simpangan baku diperoleht hitung 232 serta t tabel sebesar 214 dengan 945 005 t hitung t tabel berarti ditolak dan diterima Jadi latihan Interval menggunakan alat bantu gripper dan pelampung lebih besar pengaruhnya daripada latihan Interval menggunakan alat bantu gripper tampa pelampung terhadap hasil kecepatan renang 50 meter gaya bebas atlet putra usia 13-14 tahun Perkumpulan Renang Lumba-Lumba Binjai2014http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-pengaruh-latihan-intervalmenggunakan-alat-bantu-gripper-dan-pelampung-dengan-latihan-intervalmenggunakan-alat-bantu-gripper-tampa-pelampung-terhadap-hasil-kecepatan-renang-50-meter-gaya-bebas-atlet-putra-usia-1314-tahun-perkumpulan-renang-33802.htmlFri, 19 Dec 2014 15:37:15 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Permainan Sepak Bola Melalui Model Pembelajaran Team Games Turnamen TGT Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Kota Tanjung Balai TA 20132014Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah dengan menggunakan model pembelajaran Team Games Turnamen TGT dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menggiring bola pada permainan Sepak bola di Kelas XI SMA Negeri 1 Kota Tanjung Balai TA 20132014Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas Teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan menggunakan Total Sampling yaitu pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kota Tanjung Balai TA 20132014 dengan jumlah sampel 40 orang siswa Untuk memperoleh data dalam penelitian ini maka dilakukan tes hasil belajar pada awal kemampuan menggiring bola lalu dilakukan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif Team Game Tournament TGT yang dilakukan tes hasil belajar I dan tes hasil belajar II yang berbentuk aplikasi teknik dasar menggiring bola sebanyak dua kali pertemuanBerdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa dari 40 orang siswa pada awal tindakan sebanyak 10 orang siswa 25 yang memiliki kentuntasan belajar sedangkan sebanyak 30 orang siswa 75 belum memiliki ketuntasan belajar dengan nilai persentase ketuntasan klasikal KKM rata-rata kelas sebesar 5626 Pada siklus I sebanyak 28 orang siswa 70 yang mendapat nilai tuntas dan sebanyak 12 orang siswa 30 belum mendapat nilai ketuntasan dengan nilai Persentase Ketuntasan Klasikal KKM rata-rata kelas sebesar 6908 Pada siklus II meningkat menjadi sebanyak 37 orang siswa 925 yang mendapat nilai tuntas dan sebanyak 3 orang siswa 75 belum mendapat nilai ketuntasan belajar dengan nilai Persentase Ketuntasan Klasikal KKM rata-rata kelas yang diperoleh hanya mencapai 767 Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan model pembelajaran Team Games Turnamen TGT dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menggiring bola pada permainan sepak bola di Kelas XI SMA Negeri 1 Kota Tanjung Balai TA 20132014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-permainan-sepak-bola--melalui-model-pembelajaran-team-games-turnamen-tgt--pada-siswa-kelas-xi-sma-negeri-1-kota-tanjung-balai-ta-20132014-33801.htmlFri, 19 Dec 2014 15:36:08 +0700Upaya Peningkatan Hasil Passing Melalui Variasi Latihan Berbalik Dan Mengoper Bola Pada Atlet Sepakbola Usia 13-15 Tahun Di SSB Sinar Pagi Bandar Setia MedanTahun 2013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil passing melalui variasi latihan berbalik dan mengoper bola pada atlet sepakbola usia 13-15 tahun di SSB Sinar Pagi tahun 2013 Subjek dalam penelitian ini adalah atlet sepakbola usia 13-15 tahun yang berjumlah 16 orang yang akan diberikan tindakan berupa variasi latihan berbalik dan mengoper bola Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling yang dilakukan melalui metode Penelitian Tindakan dalam Kepelatihan Olahraga Untuk memperoleh data dalam penelitian ini dilakukan tes hasil latihan di akhir siklus yang berbentuk aplikasi penilaian dengan menggunakan tes passing NurhasanPelaksanaan penelitian ini dilaksanakan dengan II siklus setiap siklus dilaksanakan 2 minggu dengan frekwensi kali dalam seminggu atau sebanyak 8 kali pertemuan dalam 1 siklus Dalam 8 kali pertemuan terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan tindakan tahap pelaksanaan tindakan tahap observasitahap evaluasi dan tahap refleksiHasil penelitian menyimpulkan 1 dari data tes awal pre-test hasil passing atlet sebelum melakukan variasi latihan berbalik dan mengoper bola adalah 125 dengan nilai rata-rata 51 belum mencapai target latihan 2 dari hasil tindakan dari siklus I yaitu variasi berbalik dan mengoper bola adalah mencapai 437 dengan nilai rata-rata 58 sedang mencapai target latihan 3 dari hasil tindakan siklus II yaitu variasi berbalik dan mengoper bola adalah 875 dengan rata-rata 65telah mencapai target latihan Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa latihan menggunakan variasi latihan berbalik dan mengoper bola dapat meningkatkan passing atlet sepakbola usia 13-15 tahun di SSB Sinar Pagi Bandar Setia medan tahun 2013http://digilib.unimed.ac.id/upaya-peningkatan-hasil-passing-melalui-variasi-latihan-berbalik-dan-mengoper-bola-pada-atlet-sepakbola-usia-1315-tahun-di-ssb-sinar-pagi-bandar-setia-medantahun-2013-33800.htmlFri, 19 Dec 2014 15:32:45 +0700Upaya Peningkatan Hasil Belajar Shooting Sepak Bola Dengan Punggung Kaki Melalui Evaluasi Proses Menggunakan Media Audio Visual Pada Siswa Kelas XII SMK Negeri 1 Stabat Tahun Ajaran 20132014Penelitan ini bertujuan untuk menetahui peningkatan hasil belajar shooting sepak bola dengan punggung kaki melalui evaluasi proses menggunakan media audio visual pada siswa kelas XII SMK Negeri 1 Stabat Tahun Ajaran 20132014 Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelasuntuk memperoleh data dalam penelitian ini maka dilakukan tes hasil belajarpre-tessebelum melakukan shooting sepak bola dengan punggung kaki lalu di lakukan pembelajaran dengan menggunakan evaluasi proses menggunakan media audio visual tes hasil belajar I dan tes hasil belajar II yang berbentuk aplikasi teknik dasar shooting dengan punggung kaki Setelah data terkumpulkan dilakukan analisis 1 dari tes hasil belajar sebelum menggunakan evaluasi proses dengan media audio visual pre-tes di peroleh 10 peserta didik 3125yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 22 peserta didik 6875 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata rata 5544 Kemudian dilakukan pembelajaran melalui evaluasi proses menggunakan media audio visual 2 dari tes hasil belajar melalui evaluasi proses menggunakan media audio visual di siklus 1 diperoleh peserta didik 5625 yang telah mencapai ketuntasan belajar sedang 14 pesrta didik 4375 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata rata 6942 Kemudian dilakukan kembali evaluasi proses menggunakan media audio visual dengan pembelajaran shooting sepak bola 3 dari tes hasil belajar II di peroleh 28 peserta didik 875 yang mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 4 pesrta didik 125 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata rata 7864 Dalam hal ini dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan nilai rata rata hasil belajar siklus I ke siklus II sebesar 922 Berdasarkan hasil analisis data dikatakan bahwa melalui evaluasi proses menggunakan media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar shooting sepak bola dengan punggung kaki pada pesrta didik kelas XII Kr SMK Negeri 1 Stabat Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-peningkatan-hasil-belajar-shooting-sepak-bola-dengan-punggung-kaki-melalui-evaluasi-proses-menggunakan-media-audio-visual-pada-siswa-kelas-xii-smk-negeri-1-stabat-tahun-ajaran-20132014-33799.htmlFri, 19 Dec 2014 15:29:03 +0700Kontribusi Latihan Back Up Dan Latihan Neck Extensor Terhadap Kemampuan Menyundul Bola Pada Atlet SSB Sura Putra Usia 12 13 Tahun Desa Sampali Deli Serdang Tahun 2014Sepakbola merupakan olahraga permaian yang dimainkan oleh dua tim yang terdiri dari sebelas pemain dimana setiap tim berusaha untuk memasukkan bola ke gawang lawan sebanyak banyaknya dengan tidak menggunakan tangan Banyak teknik yang digunakan dalam permainan sepakbola yaitu menendang menggiring mengumpan dan juga menyundul bola Menyundul bola perlu pada saat pertandingan untuk mengantisipasi bola bola yang tinggi sehingga bisa mengarahkan bola dengan kepala baik ke arah kawan maupun memasukkan bola dengan kepala ke gawang lawan Karena menyundul bola penting dalam pertandingan maka perlu dilatih baik teknik maupun kondisi fisik yang mendukung untuk melakukan teknik tersebut Banyak bentuk latihan fisik yang dapat meningkatkan kemampuan menyundul bola diantaranya adalah latihan back up dan latihan neck extensorPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi latihan back up dengan latihan neck extensor terhadap kemampuan menyundul bola dalam permainan sepakbola pada atlet SSB Surya Putra Usia 12 13 Tahun Desa Sampali Deli Serdang Tahun 2014Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experiment Dengan pelaksanaan latihan yaitu latihan back up dengan latihan neck extensor Populasi adalah atlet SSB Surya Putra Usia 12 13 Tahun Deli Serdang Tahun 2014 berjumlah 20 orang Jumlah sampel 20 orang diperoleh dengan teknik purposive random sampling selanjutnya akan diberikan latihan back up dan latihan neck extensor Instrumen penelitian untuk pengumpulan data dengan tes dan pengukuran yaitu tes menyundul bola untuk mengetahui kemampuan menyundul bola Penelitian dilaksanakan selama 6 enam minggu dengan latihan 3 tiga kali dalam seminggu Untuk melihat pengaruh masing - masing variabel bebas maupun terikat digunakan perhitungan statistic uji- regresiPengujian hipotesis pertama diperoleh persamaan regresi Y 2772 069X sedangkan koefisien determinasi diperoleh sebesar 4327 Dapat disimpulkan bahwa kelentukan otot punggung memberikan sumbangan atau korelasi terhadap kemampuan heading sepakbola sebesar 4327 sedangkan 5673 berasal dari veriabel yang lain Dari hasil perhitungan pengujian signifikansi antara Kelentukan Otot Punggung X1 Terhadap Kemampuan Heading Y diperoleh 371 Dengan menggunakan uji dua sisi dari daftar distribusi t dengan menggunakan peluang 1- 0975 dengan dk n-2 18 diperoleh harga t 0975 2101 berarti thitung t tabel 371 2101 Dapat disimpulkan terdapat kontribusi yang signifikan dari Kelentukan Otot Punggung X1 Terhadap Kemampuan Heading Y Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat kontribusi yang signifikan dari latihan back up terhadap kemampuan menyundul bola dalam permainan sepakbola pada atlet SSB Surya Putra Usia 12 13 Tahun Desa Sampali Deli Serdang Tahun 2014 Pengujian hipotesis kedua diperoleh persamaan regresi Y 843 227X Sedangkan koefisien determinasi diperoleh sebesar 7172 Dapat disimpulkan bahwa kelentukan otot leher memberikan sumbangan atau korelasi terhadap kemampuan heading sepakbola sebesar 7172 sedangkan 2828 berasal dari veriabel yang lain Dari hasil perhitungan pengujian signifikansi antara Kelentukan Otot leher X2 Terhadap Kemampuan Heading Y diperoleh 501 Dengan menggunakan uji dua sisi dari daftar distribusi t dengan menggunakan peluang 1- 0975 dengan dk n-2 18 diperoleh harga t 0975 2101 berarti thitung t tabel 501 2101 Dapat disimpulkan terdapat kontribusi yang signifikan dari Kelentukan Otot leher X2 Terhadap Kemampuan Heading Y Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat kontribusi yang signifikan dari latihan neck extensi terhadap kemampuan menyundul bola dalam permainan sepakbola pada atlet SSB Surya Putra Usia 12 13 Tahun Desa Sampali Deli Serdang Tahun 2014Pengujian hipotesis ketiga diperoleh persamaan regresi Y 170 033X1 193X Sedangkan koefisien determinasi diperoleh sebesar 7924 Dapat disimpulkan bahwa kelentukan otot leher memberikan sumbangan atau korelasi terhadap kemampuan heading sepakbola sebesar 7924 sedangkan 2076 berasal dari veriabel yang lain Dari hasil perhitungan pengujian signifikansi antara Kelentukan otot punggung X1 dan Kelentukan Otot leher X2 Terhadap Kemampuan Heading Y diperoleh 3245 Dari Hasil perhitungan pengujian signifikansi didapat F hitung F Tabel yakni 3245 300 Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima berarti dapat disimpulkan terdapat kontribusi yang signifikan antara Kelentukan Otot Punggung X1 dan Kelentukan Otot Leher X2 terhadap Kemampuan Menyundul Bola Y Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat kontribusi yang signifikan dari latihan neck extensi terhadap kemampuan menyundul bola dalam permainan sepakbola pada atlet SSB Surya Putra Usia 12 13 Tahun Desa Sampali Deli Serdang Tahun 2014http://digilib.unimed.ac.id/kontribusi-latihan-back-up-dan-latihan-neck-extensor-terhadap-kemampuan-menyundul-bola-pada-atlet-ssb-sura-putra-usia-12--13-tahun-desa-sampali-deli-serdang-tahun-2014-33798.htmlFri, 19 Dec 2014 15:25:46 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Renang Gaya Bebas Crawl Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Langsung Direct Instruction Pada Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Panyabungan Tahun Ajaran 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peningkatkan Hasil Belajar Renang Gaya Bebas Crawl Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Langsung Direct Instruction Pada Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Panyabungan Tahun Ajaran 20142015Metode peneltian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas Untuk memperolah data dalam penelitian ini maka dilakukan Tes Hasil Belajar pada tes awal lalu dilakukan pembelajaran menggunakan Model Pembelajaran Langsung yang dilakukan Tes Hasil Belajar I dan Tes Hasil Belajar II yang berbentuk aplikasi Gerakan Meluncur Gerakan Kaki Gerakan Lengan dan Gerakan Pernapasan dilakukan masing-masing dalam dua materi 1 kali pertemuan dan siklus ke 2 1 kali pertemuan dalam hal ini keseluruhan ada 3 kali pertemuanSetelah data terkumpul akan dilakukan analisis 1 dari tes hasil belajar sebelum menggunakan model pembelajaran Langsung pree test diperoleh 9 siswa 3103 yang telah mencapai tigkat ketuntasan belajar sedangkan 20 6897 siswa belum mencapai tingkat ketuntasan hasil belajar Dengan nilai rata-rata 5833 Kemudian dilakukan pembelajaran menggunakan Model Pembelajaran Langsung 2 dari tes hasil belajar menggunakan Model Langsung disiklus I diperoleh 13 orang siswa 4483 yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 16 orang siswa 5517 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar Dengan nilai rata-rata 6788Kemudian dilakukan kembali Model Pembelajaran Langsung Direct Instruction yang divariasikan dengan jarak belajar yang diperpanjang 3 dari tes hasil belajar menggunakan model pembelajaran langsung disiklus II diperoleh 26 orang siswa 8965 yang mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata siswa adalah 7306 Sedangkan 3 orang siswa 1035 belum mencapai ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata siswa adalah 7306Dalam hal ini dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siklus I ke siklus II yaitu sebesar 518 dan peningkatan ketuntasan klasikalnya sebesar 3448 Berdasarkan hasil analisis data dapat dikatakan bahwa melalui penerapan model pembelajaran langsung Direct Instruction dapat meningkatkan hasil belajar renang gaya bebas pada siswa kelas X SMK Negeri 1 Panyabungan Tahun Ajaran 20142015http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-renang-gaya-bebas-crawl-dengan-menggunakan-model-pembelajaran-langsung-direct-instruction-pada-siswa-kelas-x-smk-negeri-1-panyabungan-tahun-ajaran-20142015-33797.htmlFri, 19 Dec 2014 15:24:43 +0700Pola Manajemen Pelatih pada Perkumpulan Renang Bina Tirta Medan Tahun 2014 Pembimbing INDRA DARMA SITEPU Skripsi Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri MedaTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola manajemen pelatih pada Perkumpulan Renang Bina Tirta Medan Pendekatan yang dilakukan dalampenelitian ini adalah kualitatifnaturatik Metode pengumpulan data yaitu observasiwawancaradokumentasi dan triangulasiPembinaan prestasi yang dilakukan dalam Perkumpulan renang Bina Tirta Medan melalui perencanaan dan pembuatan program berdasarkan pada event-eventpelombaan yang diadakan PRSI Persatuan Renang Seluruh Indonesia dan yang lainnya Manajemen pelatih belum sepenuhnya berjalan dengan baikHasil penelitian ini adalah 1 secara umum prestasi yang diraih terbilang cukup baik2 Keadaan organisasi belum berjalan dengan baik karena belum mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga 3 Sarana dan prasarana masih sangat terbatas 4 Prestasi yang terakhir yang telah dicapai yaitu meraih 3 emas 1 perak 1 perunggu pada Kejuaraan Renang Pekan Olahraga Kota Porkot V Kota Medan pada tahun 2013Simpulan hasil penelitian pola manajemen Pelatih pada Perkumpulan Renang Bina Tirta Medan tahun 2014 secara umum dinyatakan masih perlu perbaikan Pelaksanaan program pembinaan prestasi yangdilaksanakan oleh Perkumpulan Renang Bina Tirta Medan telah berjalan dengan polalatihan secara sistematis denganmengacu pada latihan teknik secara maksimal Pelatih yang ada memiliki kualitasyang baik dan jumlah pelatih sesuai dengan banyaknya jumlah atlet Program latihan tertulis belum adasarana danprasarana latihan masih terbatas tetapiprestasi yang telah diperoleh cukup membanggakan di tingkat lokalmaupun regionalhttp://digilib.unimed.ac.id/pola-manajemen-pelatih-pada-perkumpulan-renang-bina-tirta-medan-tahun-2014-pembimbing-indra-darma-sitepu-skripsi-jurusan-pendidikan-kepelatihan-olahraga-program-studi-pendidikan-kepelatihan-olahraga-fakultas-ilmu-keolahragaan-universitas-negeri-meda-33796.htmlFri, 19 Dec 2014 15:15:22 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Passing Bawah Bola Voli Melalui Model Pembelajaran Koperatif Tipe TGT Team Games Tournament Pada Siswa Kelas X Di SMA BUDI MURNI 3 Medan Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar teknik passing bawah siswa Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas melalui penerapan gaya mengajar Team Games Tournament Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-a yang berjumlah 40 orang Untuk memperoleh data hasil belajar siswa diberikan tes diakhir siklusSetelah data terkumpul akan dilakukan analisis 1 Tes hasil passing bawah sebelum diterapkan gaya mengajar Team Games Tournment diperoleh hasil yaitu 7 siswa 175 telah mencapai standart ketuntasan belajar dan 33 siswa 825 belum mencapai standart ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 5874975 2 Setelah diterapkan pembelajaran melalui gaya Mengajar Team Games Tournament pada siklus I diperoleh hasil yaitu 18 siswa 45 telah mencapai standart ketuntasan belajar dan 22 siswa 55 belum mencapai standart ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 6791625 3 Pembelajaran dilanjutkan ke siklus II kemudian siswa kembali diberikan tes dan diperoleh hasil yaitu 38 siswa 90 telah mencapai standart ketuntasan belajar dan 2 siswa 10 belum mencapai standart ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 8645975 Dalam hal ini dapat dilihat bahwa telah terjadi peningkatan hasil belajar passing bawah siswa setelah diberi perlakuan sehingga dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan gaya mengajar Team Games Tournamet dapat meningkatkan hasil belajar passing bawah siswa kelas X SMA Budi Murni 3 Medan Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-passing-bawah-bola-voli-melalui-model-pembelajaran-koperatif-tipe-tgt-team-games-tournament-pada-siswa-kelas-x-di-sma-budi-murni-3-medan-tahun-ajaran-20132014-33795.htmlFri, 19 Dec 2014 15:08:00 +0700Perbedaan Pengaruh Latihan Double LegSpeed Hop Dengan Latihan Knee Tuck Jump Terhadap Peningkatan Power OtotTungkai Bola Voli Siswa SMA Dharmawangsa Medan Tahun 2014Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan power otot tungkai latihan double leg speed hop dan knee tuck jump pada siswa bola voli SMA Dharmawangsa Medan tahun ajaran 2014Metode penelitian ini menggunakan eksperimental yang dilaksanakan selama 6minggu dengan frekuensi latihan 3 kali seminggu Jumlah sampel penelitian sebanyak 16 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampel Kemudian sampel tersebut dibagi menjadi 2 kelompok dengan teknik matching by fair berdasarkan ranking yangdiperoleh atlet pada pre-test power otot tungkai Kedua kelompok tersebut masing-masing diberikan perlakuan yakni latihan double leg speed hop dengan latihan knee tuck jump untuk meningkatkan power otot tungkai dan diakhiri dengan pelaksanaan post-testData yang diperoleh dari hasil pre-test dan post-test akan dianalisis denganperhitungan statistik yakni untuk menentukan uji hipotesis uji-t Berdasarkan hasil perhitungan maka diperoleh pengujian hipotesis 1 Terdapat pengaruh yang signifikandari latihan double leg speed hop terhadap power otot tungkai bola voli siswa SMADharmawangsa Medan tahun 2014 t hitung 284 t tabel 190 2 Terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan knee tuck jump terhadap power otot tungkai bola voli siswa SMA Dharmawangsa Medan tahun 2014 t hitung 298 190 3 Latihan double leg speed hop tidak lebih besar pengaruhnya daripada latihan knee tuck jump terhadap peningkatan power otot tungkai bola voli siswa SMA Dharmawangsa Medan tahun 2014 t hitung 0865 t tabel 176http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-pengaruh-latihan-double-legspeed-hop-dengan-latihan-knee-tuck-jump-terhadap-peningkatan-power-otottungkai-bola-voli-siswa-sma-dharmawangsa-medan-tahun-2014-33794.htmlFri, 19 Dec 2014 14:59:04 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Servis Atas Permainan Bola Voli Dengan Menggunakan Gaya Mengajar Discovery Learning Pada Siswa Kelas XI SMK Swasta I Immanuel Kabanjahe Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas PTK yang terdiri dari dua siklus yaitu siklus I dan siklus IITujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya peningkatan hasil belajar servis atas permainan bola voli dengan menggunakan gaya mengajar discovery learning pada siswa kelas XI SMK swasta I Immanuel Kabanjahe Tahun Ajaran 20132014 Lokasi penelitian ini yaitu SMK Swasta I Immanuel Kabanjahe Subjek penelitian ini adalah siswa yang berjumlah 28 orang Objek dalam penelitian ini adalah menggunakan gaya mengajar discovery learningDari hasil penelitian menggunakan gaya mengajar discovery learning pada servis atas permainan bola voli telah dapat meningkatkan pembelajaran servis atas permainan bola voli pelajaran pendidikan jasmani pada siswa kelas XI SMK Swasta I Immanuel Kabanjahe yang berjumlah 28 orang pada tes awal dari jumlah siswa yang tuntas 6 siswa 2142 dan yang tidak tuntas 22 siswa 7857 dengan nilai rata-rata siswa adalah 6540 Tidak tuntas kemudian pada siklus I jumlah siswa yang tuntas 11 siswa 3928 dan yang tidak tuntas 17 siswa 6071 dengan nilai rata-rata siswa pada tes I meningkat menjadi 6651 Tidak tuntas dan pada pelaksanaan siklus II jumlah siswa yang tuntas 24 siswa 8571 dan yang tidak tuntas 4 siswa 1429 dengan rata-rata siswa telah mencapai 8013 TuntasBerdasarkan hasil analisis data dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan gaya mengajar discovery learning dapat meningkatan hasil belajar servis atas permainan bola voli pada siswa kelas XI SMK Swasta I Immanuel Kabanjahe Kabupaten Karohttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-servis-atas-permainan-bola-voli-dengan-menggunakan-gaya-mengajar-discovery-learning-pada-siswa-kelas-xi-smk-swasta-i-immanuel-kabanjahe-tahun-ajaran-20132014-33793.htmlFri, 19 Dec 2014 14:51:32 +0700Perbedaan Pengaruh Latihan Passing Bawah Berpasangan Dengan Passing Bawah ke Dinding Terhadap Hasil Passing Bawah Bola Voli Siswa Putri Ekstrakurikuler SMA Swasta Al-Maksum Percut Sei Tuan Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada Perbedaan Latihan Passing Bawah Berpasangan Dengan Latihan Passing Bawah ke Dinding Terhadap Hasil Passing Bawah Bola Voli Siswa Putri Ekstrakurikuler SMA Swasta Al-Maksum Percut Sei Tuan Tahun Ajaran 20132014Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 12 orang yang diperoleh dengan teknik purposive random sampling sampel pertimbangan Selanjutnya penelitian dilakukan dengan menggunakan tes dan pengukuran terhadap hasil passing bawah pada saat pre-test dan post-testDiantara pre-test dan post-test diberi latihan passing bawah berpasangan dan latihan passing bawah ke dinding sebagai bentuk latihan untuk meningkatkan hasil passing bawah bola voli Hasil tes dan pengukuran ynag dilakukan di lapangan merupakan temuan penelitian yang dilakukan selama 5 mingguMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan teknik pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran dengan melibatkan dua variabel bebas dan satu variabel terikat Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu latihan passing bawah berpasangan dan latihan passing bawah ke dinding sedangkan variabel terikatnya adalah hasil passing bawah Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan uji-t berpasanganAnalisis yang digunakan adalah dengan perhitungan statistik yaitu dengan uji hipotesis atau uji-t Hasil dengan uji-t menunjukkan bahwa untuk hipotesis pertama didapat nilai thitung sebesar 1718 dan ttabel sebesar 257 ini berarti mnunjukkan bahwa thitung ttabel berarti Ho ditolak dan Ha diterima Jadi terdapat pengaruh signifikan dari latihan passing bawah berpasangan terhadap hasil passing bawah bola voli pada pemain bola voli usia 16-17 tahun di SMA Swasta Al-Maksum Percut Sei Tuan Deli Serdang Tahun 20132014Selanjutnya hipotesis kedua menunjukkan bahwa thitung sebesar 1053 dan ttabel sebesar 257 ini berarti bahwa thitung ttabel berarti Ho ditolak dan Ha diterima Jadi terdapat pengaruh signifikan latihan passing bawah ke dinding terhadap hasil passing bawah bola voli pada pemain bola voli usia 16-17 tahun di SMA Swasta Al-Maksum Percut Sei Tuan Deli Serdang Tahun 20132014Berdasarkan hipotesis ketiga menujukkan bahwa thitung sebesar 120 dan ttabel tabel sebesar 223 ini berarti menujukkan thitung ttabel berarti Ho diterima dan Ha ditolak Menunjukkan bahwa Latihan passing bawah berpasangan lebih besar pengaruhnya dibandingkan dengan latihan passing bawah ke dinding terhadap hasil passing bawah bola voli Ektrakurikuler SMA Swasta Al-Maksum Deli Serdang Tahun 20132014http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-pengaruh-latihan-passing-bawah-berpasangan-dengan-passing-bawah-ke-dinding-terhadap-hasil-passing-bawah-bola-voli-siswa-putri-ekstrakurikuler-sma-swasta-almaksum-percut-sei-tuan-tahun-ajaran-20132014-33792.htmlFri, 19 Dec 2014 14:31:27 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Dribbling Dalam Pembelajaran Permainan Sepak Bola Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Quantum Teaching Pada Siswa Di Kelas X SMA Dharma Pancasila Medan Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk melihat hasil belajar dribbling siswa dalam pelajaran olahraga dengan model pembelajaran Quantum Teaching di SMA Dharma Pancasila Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas Subjek penelitian ini diambil di kelas X-2 SMA Dharma Pancasila dengan jumlah siswa 30 orang yang terdiri dari 17 siswa dan 13 siswi Awal KBM dilakukan tes hasil belajar Pretes dengan data rata-rata 63 dengan persentase kelulusan sebesar 30 hal tersebut menunjukkan bahwa kemampuan dribbling bola oleh siswa masih rendah Kemudian dilanjutkan KBM menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching akhir KBM ke I dan KBM ke II dilakukan tes hasil belajar dribbling Siklus I didapat nilai rata-rata kelas sebesar 713 persentase kelulusan 70 siswa kelas yang nilainya diatas KKM dan mengalami peningkatan pada Siklus II dengan nilai rata-rata kelas sebesar 762 dengan persentase kelulusan sebesar 86 siswa kelas yang nilainya diatas KKM Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai hasil belajar dribbling siswa mengalami peningkatan dari sebelum diberi perlakuan model pembelajaran Quantum Teaching ke siklus I dan juga mengalami peningkatan pada siklus II Penerapan model pembelajaran Quantum Teaching selama KBM siswa sangat senang dan sangat antusias Namun demikian masih terdapat keterbatasan dalam penelitian yang dilaksanakan di Kelas X SMA Dharma Pancasila ini yaitu materi yang di bahas dalam penelitian ini adalah dribbling hal ini ini tidak menjamin pada materi yang lainnya akan mengalami peningkatan hasil belajar yang sama dan harus dilakukan penelitian lebih lanjuthttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-dribbling-dalam-pembelajaran-permainan-sepak-bola-dengan-menggunakan-model-pembelajaran-quantum-teaching-pada-siswa-di-kelas-x-sma-dharma-pancasila-medan-tahun-ajaran-20132014-33791.htmlFri, 19 Dec 2014 14:26:48 +0700Profil Kondisi Fisik Atlet sepak Bola Thamrin Graha Metropolitan Medan 2014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kondisi fisik atlet Thamrin Graha Metropolitan Medan 2014 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil kondisi fisik atlet sepakbola Thamrin Graha Metropolitan Lokasi penelitian ini dilakukan di lapangan kompleks Graha Metropolitan helvetia Medan Waktu penelitian pada tanggal 22 Maret 2014 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet sepak bola Thamrin Graha Metropolitan yang berjumlah 23 orang Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh atlet Sepak Bola Thamrin Graha Metropolitan Medan 2014 dengan menggunakan Total Sampling yang dimana jumlah dari populasi sebanyak 23 pemain menjadi sampel penelitian keseluruhan Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik tes dan pengukuran Tes yang digunakan adalah tes kondisi fisik untuk sepakbola yang diambil dari buku Perkembangan Olahraga TerkiniHasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar kondisi fisik Atlet sepak bola Thamrin Graha Metropolitan Medan 2014 masuk dalam kategori Sedang 91 dan sebagian kecil masuk dalam kategori Baik 9 Kesimpulan penelitian ini adalah Kondisi fisik Atlet sepak bola Thamin Graha Metropolitan Medan 2014 termasuk dalam kategori Sedang dengan Konversi Penilaian adalah 3 dari keseluruhan item teshttp://digilib.unimed.ac.id/profil-kondisi-fisik-atlet-sepak-bola-thamrin-graha-metropolitan-medan-2014-33790.htmlFri, 19 Dec 2014 14:22:09 +0700Perbedaan Pengaruh Latihan Staright Line Trajectory Dengan Latihan Zig-Zag Line Trajectory Terhadap Peningkatan Hasil Menggiring Bola Pada Atlet Sepakbola Usia 12 Tahun SSB Patriot Tahun 20132014Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan Staright Line Trajectory dan Zig-Zag Line Trajectory terhadap peningkatan hasil menggiring bola pada atlet Sepakbola Usia 12 Tahun SSB PATRIOT tahun 20132014 serta mengetahui mana yang lebih besar pengaruhnya antara latihan Staright Line Trajectory dengan latihan Zig-Zag Line Trajectory terhadap peningkatan hasil menggiring bola pada atlet sepakbola usia 12 tahun SSB PATRIOT tahun 20132014 Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimenLokasi penelitian dilaksanakan di lapangan sepakbola SSB PATRIOT waktu penelitian dilaksanakan mulai tanggal 22 Januari sampai tanggal 7 Maret 2014 Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah atlet sepakbola usia 12 tahun SSB PATRIOT tahun 20132014 dengan jumlah 20 orang atlet Dari hasil perhitungan uji hipotesis pertama diperoleh harga thitung 772 ttabel 226 maka hipotesis pertama dapat diterima sehingga dapat dibuktikan bahwa Latihan Staright Line Trajectory dapat meningkatkan hasil menggiring bola pada Atlet sepakbola usia 12 tahun SSB PATRIOT tahun 20132014 Kedua diperoleh harga thitung 601 ttabel 226 maka hipotesis kedua dapat diterima sehingga dapat dibuktikan bahwa Latihan Zig-Zag Line Trajectory dapat meningkatkan hasil menggiring bola pada Atlet sepakbola usia 12 tahun SSB PATRIOT tahun 20132014 Ketiga diperoleh harga thitung 0288 ttabel 210 maka hipotesis ketiga dapat diterima sehingga dapat dibuktikan bahwa Latihan Staright Line Trajectory tidak lebih besar pengaruhnya terhadap peningkatan hasil menggiring bola dibanding latihan Zig-Zag Line Trajectory pada Atlet sepakbola usia 12 tahun SSB PATRIOT tahun 20132014http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-pengaruh-latihan-staright-line-trajectory-dengan-latihan-zigzag-line-trajectory-terhadap-peningkatan-hasil-menggiring-bola-pada-atlet-sepakbola--usia-12-tahun-ssb-patriot-tahun-20132014-33789.htmlFri, 19 Dec 2014 14:17:46 +0700Upaya Peningkatan Hasil Belajar Menggiring Bola Dalam Permainan Sepak Bola Melalui Pemanfaatan Rintangan Media Tiang Pada Siswa Kelas V SD Negeri 106845 Ujung Negeri Kahan Kecamatan Bintang Bayu Kab Serdang Bedagai Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk menemukan informasi pemanfaatan Rintangan Media Tiang dalam menunjang pembelajaran pendidikan jasmani terhadap hasil belajar menggiring bola siswa kelas V SD Negeri 106845 Ujung Negeri Kahan Tahun Ajaran 20132014 Jenis Penelitian ini adalah penelitian Tindakan kelas Sampel dalam penelitian ini adalah kelas siswa V dengan jumlah siswa 30 yang terdiri dari 14 putra dan 16 Putri yang akan diberikan tindakan berupa pengajaran melalui Pemanfaatan Rintangan Media Tiang terhadap hasil belajar menggiring BolaUntuk memperoleh data dalam penelitian ini maka dilakukan tes hasil belajar I yang berbentuk aplikasi teknik dasar menggiring Bola sebanyak satu kali pertemuanSetelah data terkumpul dan dilakukan analisi maka diperoleh hasil analisis nya 1 dari tes hasil belajar I diperoleh 63 dari 19 siswa yang telah mencapai ketuntasan belajar sedangkan 37 dari 11 siswa belum mencapai ketuntasan belajar Dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa 73 2 dari tes hasil belajar II dapat dilihat kemampuan siswa dalam melakukan tes hasil belajar secara klasikal sudah meningkat Terdapat 87 siswa yang telah mencapai ketuntasan belajar sedangkan 13 siswa belum mencapai ketuntasan belajar Dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 815 Untuk hasil persentase siklus I dan II mengalami peningkatan 24 dan nilai rata-rata 85Berdasarkan hal itu maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran Melalui Pemanfaatan Rintangan Media Tiang dapat meningkatkan hasil belajar menggiring bola pada permainan sepak bola Pada Siswa Kelas V SD Negeri 106845 Ujung Negeri Kahan Kecamatan Bintang Bayu Kab Serdang Bedagai Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-peningkatan-hasil-belajar-menggiring-bola-dalam-permainan-sepak-bola-melalui-pemanfaatan-rintangan-media-tiang-pada-siswa-kelas-v-sd-negeri-106845--ujung-negeri-kahan-kecamatan-bintang-bayu-kab-serdang-bedagai-tahun-ajaran-20132014-33788.htmlFri, 19 Dec 2014 14:11:25 +0700Perbedaan Pengaruh Latihan Shooting After A Centering Pass Dengan Latihan Shooting After A Dribble Terhadap Peningkatan Hasil Shooting Pada Pemain Sepakbola Usia 15-16 Tahun Di SMA Negeri 1 Barumun Padang Lawas Tahun 20132014Sepakbola merupakan olahraga yang sudah memasyarakat setiap regu disebut kesebelasan Masing-masing kesebelasan berusaha untuk memasukan bola sebanyak-banyaknya ke dalam gawang lawan dan mempertahankan gawangnya agar tidak kemasukan bola Dalam permainan sepak bola banyak teknik yang harus dikuasai oleh pemain diantaranya adalah membawa bola menyundul bola dan yang paling penting adalah menembak bola ke gawang atau shooting Untuk dapat melakukan shooting yang baik diperlukan ketepatan dan juga koordinasi serta beberapa kondisi fisik yang lain sehingga hal tersebut perlu dilatih agar kemampuan shooting sepak bola bisa semakin baik Terdapat berbagai latihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan shooting sepak bola diantaranya adalah latihan shooting after a centering pass dan latihan shooting after a dribble Kedua bentuk latihan tersebut merupakan latihan teknik yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan shooting sepak bolaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara latihan shooting after a centering pass dan latihan shooting after a dribble terhadap peningkatan hasil shooting dalam permainan sepakbola pada pemain sepakbola usia 15-16 tahun di SMA Negeri 1 Barumun Padang Lawas 20132014Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experiment Dengan pelaksanaan latihan yaitu shooting after a centering pass dan latihan shooting after a dribble Populasi adalah pemain sepakbola usia 15-16 tahun di SMA Negeri 1 Barumun Padang Lawas 20132014 berjumlah 15 orang Jumlah sampel 14 orang diperoleh dengan teknik purposive random sampling selanjutnya dibagi menjadi dua kelompok dengan teknik mathing pairing yaitu kelompok latihan shooting after a centering pass dan latihan shooting after a dribble Instrumen penelitian untuk pengumpulan data dengan tes dan pengukuran yaitu tes menembak bola ke sasaran untuk mengetahui kemampuan shooting sepak bola Penelitian dilaksanakan selama 6 enam minggu dengan latihan 3 tiga kali dalam seminggu Untuk melihat pengaruh masing masing variabel bebas maupun terikat digunakan perhitungan statistic uji- t berpasangan dan uji t tidak berpasangan Analisis hipotesis pertama dari data pre-test dan data post-test hasil shooting dalam permainan sepakbola pada kelompok latihan shooting after a centering pass diperoleh thitung sebesar 487 serta ttabel sebesar 1943 dengan 005 t hitung t tabel berarti Ho ditolak dan Ha diterima Jadi latihan shooting after a centering pass berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan hasil shooting dalam permainan sepakbola pada pemain sepakbola usia 15-16 tahun di SMA Negeri 1 Barumun Padang LawasAnalisis hipotesis kedua dari data pre-test dan data post-test hasil shooting dalam permainan sepakbola pada kelompok latihan shooting after a dribble diperoleh thitung sebesar 401 serta ttabel sebesar 1943 dengan 005 t hitung t tabel berarti Ho ditolak dan Ha diterima Jadi latihan shooting after a dribble berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan hasil shooting dalam permainan sepakbola pada pemain sepakbola usia 15-16 tahun di SMA Negeri 1 Barumun Padang LawasAnalisis hipotesisi ketiga dari perhitungan rata- rata dan simpangan baku diperoleh harga t hitung sebesar 182 serta ttabel sebesar 178 dengan 005 thitung ttabel berarti Ho ditolak dan Ha diterima Jadi latihan shooting after a centering pass lebih baik dari latihan shooting after a dribble terhadap peningkatan hasil shooting dalam permainan sepakbola pada pemain sepakbola usia 15-16 tahun di SMA Negeri 1 Barumun Padang Lawashttp://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-pengaruh-latihan-shooting-after-a-centering-pass-dengan-latihan-shooting-after-a-dribble-terhadap--peningkatan-hasil-shooting-pada-pemain-sepakbola-usia-1516-tahun-di-sma-negeri-1-barumun-padang-lawas-tahun-20132014-33787.htmlFri, 19 Dec 2014 14:07:42 +0700Peningkatan Hasil Belajar Dribbling Dengan Kaki Bagian Dalam Melalui Metode Cooperative Learning Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dribbling sepak bola melalui metode cooperative learning pada siswa kelas VII SMP Negeri 3 Tanjung Beringin pada tahun 2013-2014 Dari hasil data awal pre test yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam melakukan dribbling dengan kaki bagian dalam masih rendah yaitu ada 9 orang siswa yang tuntas dalam belajar nya 25 dan 27 orang siswa yang tidak tuntas belajar nya 75 Hal ini berdampak pada hasil belajar siswaPenelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan kelas PTK yang dapat dianalisis Dalam hal ini peneliti menganalisis data dengan mereduksi data dan memaparkan data dalam bentuk tabel sehingga dapat dicari nila rata-rata dan persentase ketuntasan belajarSubjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII 3 SMP Negeri 3 Tanjung Beringin Tahun Ajaran 2013-2014 yang berjumlah 36 orang diantaranya terdiri dari 18 orang siswa putra dan 18 orang siswa putriHasil penelitian pada siklus I menunjukkan bahwa ada 23 siswa yang tuntas melakukan dribbling dengan kaki bagian dalam 64 dengan jumlah persiapan 122 dengan rata-rata 339jumlah pelaksanaan 80 dengan rata-rata 222jumlah sikap akhir 110 dengan rata-rata 306 dan jumlah keseluruhan 312 dengan rata-rata 867 dan ada 13 siswa yang tidak tuntas melaksanakan dribbling dengan kaki bagian dalam 36 Pada siklus II menunjukkan bahwa ada 32 siswa yang tuntas melakukan dribbling dengan kaki bagian dalam 89 dengan jumlah persiapan 125 dengan rata-rata 347jumlah pelaksanaan 920 dengan rata-rata 256jumlah sikap akhir 122 dengan rata-rata 339 dan jumlah keseluruhan 339 dengan rata-rata 942Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran dengan metode cooperative learning dapat memberikan konstribusi yang sangat besar dan signifikan terhadap hasil belajar dribbling dengan kaki bagian dalam pada siswa kelas VII 3 SMP Negeri 3 Tanjung Beingin Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/peningkatan-hasil-belajar-dribbling-dengan-kaki-bagian-dalam-melalui-metode-cooperative-learning-pada-siswa--kelas-vii-smp-negeri-3-tanjung-beringin-kabupaten-serdang-bedagai-tahun-ajaran-20132014-33786.htmlFri, 19 Dec 2014 14:03:05 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Passing Bawah Bola Voli Melalui Pendekatan Pembelajaran Dengan Metode Bagian Repetitive Siswa Kelas XI SMA Negeri 4 Kisaran Tahun Ajaran 20132014Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar passing bawah bola voli dengan menggunakan pendekatan pembelajaran dengan metode bagian repetitive tahun ajaran 20132014 Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 4 Kisaran yang berjumlah 39 siswa yang diberikan tindakan berupa pengajaran berupa penerapan pendekatan pembelajaran dengan metode bagian repetitivePenelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 4 Kisaran yang beralamat di Jalan Pondok Indah Kecamatan Kisaran Barat Kabupaten Asahan Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini menggunakan tes dan fortofolioDari analisis data hasil belajar siswa mengalami peningkatan yaitu data pre-test sebagai hasil belajar awal siswa dengan 12 siswa yang tuntas atau rata-rata 3076 Data post-test siklus I dengan 20 siswa yang tuntas belajar atau dengan nilai rata-rata 5128 Sedangkan data post-tessiklus II hasil belajar siswa yang tuntas 34 siswa yang tuntas atau dengan nilai rata-rata 7732 Berarti ada peningkatan hasil belajar siswa dari post-tessiklus I kepost-tessiklus II sebesar282Dapat disimpulkan bahwa melalui pendekatan pembelajaran dengan metode bagian repetitive dapat meningkatkan hasil belajar passing bawah bola voli siswa di kelas XI SMA Negeri 4 KisaranTahunAjaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-passing-bawah-bola-voli-melalui-pendekatan-pembelajaran-dengan-metode-bagian-repetitive-siswa-kelas-xi-sma-negeri-4-kisaran-tahun-ajaran-20132014-33785.htmlFri, 19 Dec 2014 13:52:48 +0700Perbedaan Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Student Teams Achievent Division dan Tipe TGT Team Games Tournament Terhadap Hasil Belajar Passing Bawah Bola Voli Pada Siswa Kelas XI SMA Krakatau Medan Tahun Ajaran 20132014Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan informasi seberapa besar pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan tipe TGT terhadap hasil belajar passing bawah bola voli pada siswa kelas XI SMA Krakatau Medan Tahun Ajaran 20132014Metode penelitian ini adalah metode eksperimen Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMA Krakatau Medan dengan jumlah sebanyak 52 orang sedangkan sampel adalah kelas XI IPS berjumlah 26 orang yang diperoleh berdasarkan teknik cluster samplingInstrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah test dan pengukuran terhadap passing bawah bola voli Untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variabel digunakan perhitungan statistik uji tDari hasil analisis data menunjukkan bahwa 1 terdapat pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar passing bawah bola voli pada siswa kelas XI SMA Krakatau Medan Tahun Ajaran 20132014 dimana thitung 1222 sedangkan ttabel pada dk n-1 13-1 178 sehingga thitung ttabel 1222 178 2 terdapat pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran tipe TGT terhadap hasil belajar passing bawah bola voli pada siswa SMA Krakatau Medan Tahun Ajaran 20132014 dimana thitung 1495 sedangkan ttabel pada dk n-1 13-1 178 sehingga thitung ttabel 1495 178 3 model pembelajaran Kooperatif tipe STAD lebih besar pengaruhnya dari pada tipe TGT terhadap peningkatan hasil belajar passing bawah bola voli pada siswa kelas XI SMA Krakatau Medan Tahun Ajaran 20132014 dimana thitung 550 sedangkan ttabel pada dk n1n2-2 1313-2 171 sehingga thitung ttabel 550 171http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-pengaruh-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-stad-student-teams-achievent-division-dan-tipe-tgt-team-games-tournament-terhadap-hasil-belajar-passing-bawah-bola-voli-pada-siswa-kelas-xi-sma-krakatau-medan-tahun-ajaran-20132014-33784.htmlFri, 19 Dec 2014 13:43:49 +0700Perbedaan Pengaruh Latihan Double Contact Dan Latihan Medicine Ball Dengan Menggunakan Media Tali Terhadap PowerOtot Lengan Dan Hasil Passing Atas Bola Voli Kegiatan Ekstrakurikuler Siswa Putra SMA Swasta Daerah Meranti Kabupaten Asahan Tahun Ajaran20Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat PerbedaanPengaruh Latihan Double Contact dan Latihan Medicine Ball denganMenggunakan Media Tali terhadap Power Otot Lengan dan Hasil Passing AtasBola Voli Kegiatan Ekstrakurikuler Siswa SMA Swasta Daerah MerantiKabupaten Asahan tahun ajaran 20132014 Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Sampel yang digunakansebanyak 14 orang yang diambil dari populasi berjumlah 14 orang denganmenggunakan tehnik purposive random sampling Kemudian sampel diberiperlakuan latihan Double contact dan Medicine BallHasil pengujian hipotesis pertama maka peroleh pengujian hipotesis hitung tsebesar 348 Selanjutnya harga tersebut dibandingkan dengan harga tabel t dengandk n-17-16 pada taraf signifikan 61537 005 adalah 194 dengan demikianhitung tabel t 61502 t 348194 Hal ini berarti H0 ditolak dan H a diterima Dengandemikian dapat disimpulkan bahwa secara signifikan latihan Double Contactberpengaruh terhadap power otot lengan pada pada permaianan bola voli dalamkegiatan ekstrakurikuler siswa putra SMA Swasta Daerah Meranti KabupatenAsahan Tahun 20132014Hasil pengujian hipotesis kedua diperoleh hitung t sebesar 606 Selanjutnyaharga tersebut dibandingkan dengan harga tabel t dengan dk n-17-16 padataraf signifikan 61537 005 adalah 194 dengan demikian hitung tabel t 61502 t 606194Hal ini berarti H0 ditolak dan Ha diterima Dengan demikian dapat disimpulkanbahwa secara signifikan latihan Medicine Ball dengan menggunakan media taliberpengaruh terhadap power otot lengan pada pada permaianan bola voli dalamkegiatan ekstrakurikuler siswa putra SMA Swasta Daerah Meranti KabupatenAsahan Tahun 20132014Hasil pengujian hipotesis ketiga diperoleh hitung t sebesar 05 selanjutnyaharga tersebut dibandingkan dengan harga t tabel dengaan dk 2 1 2 n 61483 n 61485 14-212 pada taraf signifikan 61537 005 adalah 178 dengan demikian hitung t tabel t05178 Hal ini berarti H0 ditolak dan H a diterima Dengan demikian dapatdisimpulkan bahwa latihan Double Contact tidak lebih besar pengaruhnyadaripada latihan Medicine Ball dengan menggunakan media tali terhadap powerotot lengan pada permainan bola voli dalam kegiatan ekstrakurikuler siswa PutraSMA Swasta Daerah Meranti Kabupaten Asahan Tahun Ajaran 20132014Hasil pengujian hipotesis keempat diperoleh hitung t sebesar 823Selanjutnya harga tersebut dibandingkan dengan harga tabel t dengan dk n-17-16 pada taraf signifikan 61537 005 adalah 194 dengan demikian hitung tabel t 61502 t823194 Hal ini berarti H0 ditolak dan H a diterima Dengan demikian dapatdisimpulkan bahwa secara signifikan latihan Double Contact berpengaruhterhadap passing atas pada pada permaianan bola voli dalam kegiatanekstrakurikuler siswa putra SMA Swasta Daerah Meranti Kabupaten AsahanTahun 20132014 Hasil pengujian hipotesis kelima di peroleh hitung t sebesar 1268 Selanjutnya harga tersebut dibandingkan dengan harga tabel t dengan dk n-17- 16 pada taraf signifikan 61537 005 adalah 194 dengan demikian hitung tabel t 61502 t1268194 Hal ini berarti H0 ditolak dan H a diterima Dengan demikian dapatdisimpulkan bahwa secara signifikan latihan Medicine Ball dengan menggunakanmedia tali berpengaruh terhadap passing atas pada pada permaianan bola volidalam kegiatan ekstrakurikuler siswa putra SMA Swasta Daerah MerantiKabupaten Asahan Tahun 20132014Hasil pengujian hipotesis keenam di peroleh hitung t sebesar 06 selanjutnyaharga tersebut dibandingkan dengan harga t tabel dengaan dk 2 1 2 n 61483 n 61485 14-212 pada taraf signifikan 61537 005 adalah 178 dengan demikian hitung t tabel t06178 Hal ini berarti H0 ditolak dan H a diterima Dengan demikian dapatdisimpulkan bahwa latihan Double Contact tidak lebih besar pengaruhnyadaripada latihan Medicine Ball dengan menggunakan media tali terhadap passingatas pada permainan bola voli dalam kegiatan ekstrakurikuler siswa Putra SMASwasta Daerah Meranti Kabupaten Asahan Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-pengaruh-latihan-double-contact-dan-latihan-medicine-ball-dengan-menggunakan-media-tali-terhadap-powerotot-lengan-dan-hasil-passing-atas-bola-voli-kegiatan-ekstrakurikuler-siswa-putra-sma-swasta-daerah-meranti-kabupaten-asahan-tahun-ajaran20-33783.htmlFri, 19 Dec 2014 13:32:30 +0700Perbedaan Pengaruh Latihan Speed Play Dan Interval Training Terhadap Peningkatan VO2MAX Pada Atlet Bola Voli Junior Putra Kabupaten Langkat Tahun 2014Bola voli adalah olahraga permainan yang sudah memasyarakat di Indonesia Bola voli dimainkan dengan menggunakan tangan dimana setiap tim bermain dengan memukul bola ke lapangan lawan yang dibatasi oleh net setiap regu berusaha untuk mematikan bola di lapangan permainan lawan Dalam permainan bola voli banyak teknik yang harus dikuasai oleh pemain diantaranya adalah passing smash block dan servis Selain kemampuan teknik permainan bola voli sangat didikung oleh kemampuan fisik yang akan mendukung kemampuan teknik dan taktik berjalan selama pertandingan berlangsung Dari kemampuan teknik tersebut diantaranya adalah kemampuan daya tahan atau kemampuan VO2MAX Untuk dapat meningkatkan kemampuan VO2MAX dibutuhkan latihan diantaranya adalah latihan speed play dan latihan interval training Kedua latihan tersebut merupakan bentuk latihan fisik yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan VO2MAXPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan speed play dan latihan interval training terhadap peningkatan VO2MAX pada atlet bola voli junior putra PBVSI Kabupaten Langkat tahun 2014 Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experiment Dengan pelaksanaan latihan yaitu speed play dan latihan interval trainingPopulasi adalah atlet bola voli junior putra PBVSI Kabupaten Langkat tahun 2014 sebanyak 10 Orang Jumlah sampel 10 orang diperoleh dengan teknik purposif random sampling selanjutnya dibagi menjadi dua kelompok dengan teknik mathing pairing yaitu kelompok latihan speed play dan latihan interval training Instrumen penelitian untuk pengumpulan data dengan test dan pengukuran yaitu bleep test untuk mengetahui kemampuan VO2MAX Penelitian dilaksanakan selama 4 empat minggu dengan latihan 5 lima kali dalamiv seminggu Untuk melihat pengaruh masing masing variabel bebas maupun terikat digunakan perhitungan statistic uji- t berpasangan dan uji- t tidak berpasangan Analisis hipotesis pertama dari data pre-test dan data post-testpeningkatan hasil VO2MAX pada kelompok latihan speed play diperoleh thitungsebesar 3313 serta ttabel sebesar 2132 dengan 61537 005 t hitung t tabel berarti Ho ditolak dan Ha diterima Jadi latihan speed play berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan hasil VO2MAX pada atlet bola voli junior putra PBVSI Kabupaten Langkat tahun 2014Analisis hipotesis kedua dari data pre- test dan data post- test peningkatan hasil VO2MAX pada kelompok latihan interval training diperoleh thitung sebesar 256 serta ttabel sebesar 2132 dengan 61537 005 t hitung t tabel berarti Ho ditolak danHa diterima Jadi latihan interval training berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan hasil VO2MAX pada atlet bola voli junior putra PBVSI Kabupaten Langkat tahun 2014Analisis hipotesis ketiga dari data pre- test dan data post- test peningkatanhasil VO2MAX pada latihan speed play dan interval training diperoleh thitungsebesar 4343 serta ttabel sebesar 1833 dengan 61537 005 t hitung t tabel berarti Ho ditolak dan Ha diterima Jadi latihan speed play dan interval training berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan hasil VO2MAX pada atlet bola voli junior putra PBVSI Kabupaten Langkat tahun 2014http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-pengaruh-latihan-speed-play-dan-interval-training-terhadap-peningkatan-vo2max-pada-atlet-bola-voli-junior-putra-kabupaten-langkat-tahun-2014-33782.htmlFri, 19 Dec 2014 12:25:02 +0700Upaya Peningkatan Hasil Belajar Passing Bawah Bola Voli Dengan Menggunakan Variasi Pembelajaran Pada Siswa Kelas XI SMA Yayasan Perguruan Keluarga Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajarpassing bawah bola voli melalui variasi pembelajaran siswa kelas XI SMAYayasan Perguruan Keluarga Pematangsiantar Tahun ajaran 20132014Penelitian ini dilaksanakan di SMA Yayasan Perguruan KeluargaPematangsiantar 20132014 Objek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IA1yang berjumlah 40 orang Untuk menganalisis data dalam penelitian ini dan untuk mengetahui hasil dilihat dari ketuntasan siswa secara individu dan secara klasikal Metode ini penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas Untuk memperoleh data dalam penelitian ini maka dilakukan tes hasil belajar yang berbentuk fortopolio dan dilanjutkan dengan variasi passing bawah bola voli maka diadakan tes hasil belajar pada siklus I dan siklus II yang berbentuk teknik dasar passing bawah bola voli Berdasarkan hasil tes awal yang dilakukan pada siswa kelas XI SMAYayasan Perguruan Keluarga Pematangsiantar dari 40 siswa terdapat 15 siswa 3750 yang telah mencapai ketuntasan sedangkan 25 siswa belum tuntas dalam melakukan passing bawah bola voli dengan nilai rata rata 6250 Hasil dari siklus I terdapat 25 siswa 6250 dari 40 siswa yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 15 siswa belum mencapai ketuntasan 3750 dengan nilai rata rata belajar 704 Di siklus II terdapat 35 siswa 8750 dari 40 siswa yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 5 siswa belum mencapai ketuntasan 1250 dengan nilai rata rata 7640 mengapa mereka tidak tuntas karena mereka belum memahami gerakan gerakan passing bawah bola voli baik dar v persiapanpelaksanaan dan lanjutanmereka belum memahaminya Penelitian ini menyimpulkn bahwa variasi passing bawah bola voli dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap hasil belajar passing bawah bola voli siswa kelas XI SMA Yayasan Perguruan Keluarga Pematangsiantar Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-peningkatan-hasil-belajar-passing-bawah-bola-voli-dengan-menggunakan-variasi-pembelajaran-pada-siswa-kelas-xi-sma-yayasan-perguruan-keluarga-tahun-ajaran-20132014-33781.htmlFri, 19 Dec 2014 12:14:34 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Passing bawah bola voli melalui pendekatan scientific learning pada siswa Kelas X SMA Negeri 1 Meranti Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar passing bawah bola voli pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Meranti tahun ajaran 20132014 Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas Untuk memperoleh data dalam penelitian ini maka dilakukan Tes Hasil Belajar sebelum melalui pendekatan scientific learning pre-tes lalu dilakukan pembelajaranmelalui pendekatan scientific learning Tes Hasil Belajar I dan Tes Hasil Belajar II yang berbentuk aplikasi teknik passing bawah bola voli sebanyak dua kali pertemuan Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Meranti KabAsahan Hasil perhitungan persentase proses pelaksanaan setelah data terkumpul dilakukan analisis 1 dari tes hasil belajar sebelum melalui pendekatan scientific learningpre-tes diperoleh 9 siswa 25 yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajarsedangkan 27 siswa 75 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar Kemudiandilakukan pembelajaran melalui pendekatan scientific learning 2 dari tes hasil belajar pada siklus I diperoleh 18 siswa 50 yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 18 siswa 50 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar Kemudian dilakukan kembali pembelajaran 3 dari tes hasil belajar padasiklus II diperoleh 31 siswa 87 yang mencapai tingkat ketuntasan belajarsedangkan 5 siswa 13 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar Dalam hal ini dapat dilihat bahwa terjadi perbaikan proses nilai rata-rata hasil belajar siklus I ke siklus II Berdasarkan hasil analisis data dikatakan bahwa melalui melaluipendekatan scientific learning dapat memperbaiki hasil belajar passing bawah bola voli pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Meranti Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-passing-bawah-bola-voli-melalui-pendekatan-scientific-learning-pada-siswa-kelas-x-sma-negeri-1-meranti-tahun-ajaran-20132014-33780.htmlFri, 19 Dec 2014 12:01:59 +0700Upaya Peningkatan Hasil Belajar Servis Atas Bola Voli Melalui Media Pembelajaran Yang Dimodifikasi Pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 2 Kisaran Tahun Ajaran 20132014Tujuan penelitian iniadalah untuk mengetahui sejauh mana peningkatan hasil belajar servis atas bola voli menggunakan media pembelajaran yang dimodifikasi pada siswa kelas XI di SMK Negeri 2 Kisaran TA 20132014Lokasi penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Kisaran Tahun Ajaran 20132014 waktu penelitian pada tanggal 7 22 agustus 2014 Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI TKJ 2 SMK Negeri 2 Kisaran yang berjumlah 32 orang yang terdiri dari 17 siswa putra dan 15 orang siswa putri Jenis dalam penelitian ini menggunakan pendekatan PTK Penelitian Tindakan Kelas Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar portofolio penilaian hasil belajar servis atasHasil penelitian dari 32 orang siswa yang menjadi subjek dalam penelitian ini ternyata hanya 12 orang siswa 375 yang sudah memiliki ketuntasan belajar sedangkan selebihnya yaitu 20 oarang siswa 625 belum memiliki ketuntasan belajar Nilai rata yang diperoleh hanya mencapai 6636 tidak tuntas Hasil siklus I dari 32 orang siswa telah ada 19 orang siswa 5937 sudah memiliki ketuntasan hasil belajarselebihnya i3 orang siswa 4063 yang belum memiliki ketuntasan hasil belajar Nilai rata-rata kelas yang diperoleh adalah 70 tidak tuntas Hasil belajar siklus II dari 32 sisiwa telah ada 28 orang siswa875 yang sudah memilki ketuntasan belajar dan hanya 4orang siswa 125 yang belum memiliki ketuntasan belajar Nilai rata rata kelas yang diperoleh telah mencapai 77 Berdasarkan hal itu maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran melalui peningkatan hasil belajar dengan menggunakan media pembelajaran yang dimodifikasi dapat meningkatkan hasil belajar servis atas Bola Voli pada siswa kelas XI SMK Negeri 2 Kisaran Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-peningkatan-hasil-belajar-servis-atas-bola-voli-melalui-media-pembelajaran-yang-dimodifikasi-pada-siswa-kelas-xi-smk-negeri-2-kisaran-tahun-ajaran-20132014-33779.htmlFri, 19 Dec 2014 11:52:20 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Dribbling Dalam Permainan Sepak Bola Melalui Pendekatan Pembelajaran Dengan Metode Bagian Progresif Siswa Kelas VII MTs Muhammadiyah 04 Sibolga Tahun Ajaran 20132014Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Dribbling dalam permainan Sepak Bola dengan menggunakan pendekatan pembelajaran dengan metode bagian Progresif tahun ajaran 20132014 Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIIa MTs Muhammdiyah 04 Sibolga yang berjumlah 35 siswa yang terdiri dari 17 siswa pria dan 18 siswa wanita yang diberikan tindakan berupa pengajaran berupa penerapan pendekatan pembelajaran dengan metode bagian progresifPenelitian ini dilaksanakan di MTs Muhammadiyah 04 Sibolga yang beralamat di Jalan DE Sutan Bungaran Panggabean No 24A Kota SIBOLGA Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini menggunakan tes dan fortofolioDari analisis data hasil belajar siswa mengalami peningkatan yaitu data pre-test sebagai hasil belajar awal siswa dengan 8 siswa yang tuntas atau rata-rata 2285 Data post-test siklus I dengan 17 4857 siswa yang tuntas belajar atau dengan nilai rata-rata 6996 Sedangkan data post-test siklus II hasil belajar siswa yang tuntas 31 8857 siswa yang tuntas atau dengan nilai rata-rata 8059 Berarti ada peningkatan hasil belajar siswa dari post-test siklus I ke post-test siklus II sebesar 40Dapat disimpulkan bahwa melalui pendekatan pembelajaran dengan metode bagian Progresif dapat meningkatkan hasil belajar Dribbling dalam permainan sepak bola siswa kelas VII MTs Muhammadiyah 04 Sibolga Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-dribbling-dalam-permainan-sepak-bola-melalui-pendekatan-pembelajaran-dengan-metode-bagian-progresif--siswa-kelas-vii-mts-muhammadiyah-04-sibolga-tahun-ajaran-20132014-33778.htmlFri, 19 Dec 2014 11:51:53 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Passing atas bola voli Melalui penerapan metode pembelajaran konstruktivisme pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Percut Sei Tuan Tahun Ajaran 20132014Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode pembelajaran konstruktivisme dalam meningkatkan hasil belajar passing atas bola voli pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Percut Sei Tuan Tahun Ajaran 20132014 Lokasi penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Percut Sei Tuan Tahun Ajaran 20132014 waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2014 selama 2 Minggu Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Percut Sei Tuan Tahun Ajaran 20132014 dengan jumlah 28 orang siswa dengan 13 siswa putra dan 15 siswa putri Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan PTK Penelitian Tindakan Kelas Berdasarkan hasil penelitian berupa kegiatan awal kegiatan lanjutan siklus I dan Siklus II dalam proses pembelajaran passing atas bola voli ternyata telah diperoleh peningkatan hasil belajar siswa secara signifikan Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya nilai Persentase Ketuntasan Klassikal PKK serta nilai rata-rata hasil belajar siswa Persentase ketuntasan hasil belajar passing atas bola voli pada tes awal 1786 dengan nilai rata-rata siswa adalah 5774 Tidak Tuntas pada tes siklus I dari 28 orang siswa yang mengikuti tes ternyata telah ada 15 orang siswa 5357 sudah memiliki ketuntasan belajar selebihnya 13 orang siswa 4643 yang belum memiliki ketuntasan belajar Nilai rata-rata kelas yang diperoleh adalah 6845 Tidak Tuntas dan pada pelaksanaan tes siklus II diperoleh hasil 24 orang siswa 8571 sudah memiliki ketuntasan belajar hanya 4 orang siswa 1429 yang belum memiliki ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata siswa telah mencapai 7827 Tuntas Peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II adalah 3214 Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran konstruktivisme dapat meningkatkan hasil belajar passing atas bola voli siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Percut Sei Tuan Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-passing-atas-bola-voli-melalui-penerapan-metode-pembelajaran-konstruktivisme-pada-siswa-kelas-viii-smp-negeri-3-percut-sei-tuan-tahun-ajaran-20132014-33777.htmlFri, 19 Dec 2014 11:41:23 +0700Perbedaan Pengaruh Latihan Squat Jump dengan Latihan Box Jump Terhadap Kekuatan Otot Tungkai Pada Siswa Ekstrakurikuler Sepak Bola SMP PANCA BUDI Medan Tahun 2014Sepak bola adalah salah satu cabang olahraga permainan yang dimainkan oleh dua regu dimana masing-masing regu terdiri dari 11 orang pemain Masing-masing pemain regu berusaha memasukkan bola sebanyak-banyaknya ke gawang lawan dan memepertahankan gawangnya sendiri agar tidak kemasukan Regu yang lebih banyak membuat gol dinyatakan sebagai pemenang dalam pertandingan Untuk menemukan informasi-informasi penting tentang kontribusi latihan squat jump dan box jump terhadap peningkatan kekuatan otot tungkai siswa ekstrakurikuler sepak bola SMP PANCA BUDI Medan Tahun 2014 Dengan didapatkannya informasi tersebut maka diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak baik para Pelatih Guru Penjas pemerhati olahraga maupun insan yang membacanyaPenelitian ini dilaksanakan pada 12 Mei sd 11 Juni 2014 Penelitian dilaksanakan 6 enam minggu dalam frekuensi 4 empat kali seminggu yaitu Senin Rabu jumat dan Sabtu Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan jumlah sampel 16 orang digunakan dengan total sampling Selanjutnya diberikan kedua bentuk latihan tersebut yaitu squat jump dan box jump Selanjutnya untuk memperoleh hasil kekuatan otot tungkai maka dilakukan tes loncat dada selama 1 menit leg dynameter dan hasil tendangan Penelitian ini dilakukan selama 6 minggu dengan frekuensi tiga 4 kali dalam seminggu Untuk melihat pengaruh masing-masing variabel bebas maupun terikat maka digunakan perhitungan statistic uji normalitas uji FHomogenitas uji Keberartian RegresiAnalisis hipotesis pertama menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dengan pemberian latihan squat jump terhadap kekuatan otot tungkai pada siswa ekstrakurikuler sepak bola SMP PANCA BUDI Medan tahun 2014 Hal ini memberikan pengertian bahwa latihan squat jump yang diberikan kepada siswa ekstrakurikuler sepak bola SMP PANCA BUDI Medan dapat meningkatkan kekuatan otot tungkai Analisis hipotesis kedua menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dengan pemberian latihan box jump terhadap kekuatan otot tungkai pada siswa ekstrakurikuler sepak bola SMP PANCA BUDI Medan Hal ini memberikan pengertian bahwa latihan box jump yang diberikan kepada siswa ekstrakurikuler sepak bola SMP PANCA BUDI Medan dapat meningkatkan kekuatan otot tungkai Analisis hipotesis ketiga menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan latihan squat jump lebih besar pengaruhnya dengan latihan box jump terhadap kekuatan otot tungkai pada siswa ekstrakurikuler sepak bola SMP PANCA BUDI Medan tahun 2014http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-pengaruh-latihan-squat-jump-dengan-latihan-box-jump-terhadap-kekuatan-otot-tungkai-pada-siswa-ekstrakurikuler-sepak-bola-smp-panca-budi-medan-tahun-2014-33776.htmlFri, 19 Dec 2014 11:39:38 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Menggirng Bola dalam Permainan Sepak Bola Melalui Gaya Mengajar Periksa Diri Self Check Style Pada Siswa Kelas VIII MTs Negeri 3 Medan Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan menggiring bola melalu gaya mengajar priksa diri Self Check Style pada siswa kelas VIII Mts Negeri 3 Medan Tahun Ajaran 20132014Sepak bola merupakan permainan beregu masing-masing regu terdiri atas sebelas pemain dan salah satunya penjaga gawang Dribbling menggiring bola adalah keterampilan dasar dalam sepak bola karena semua pemain harus mampu menguasai bola pada saat sedang bergerak berdiri atau bersiap melakukan operan atau tembakanMetode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas Untuk memperoleh data dalam penelitian ini maka dilakukan Test Hasil Belajar pada test awal kemudian dilakukan pembelajaran dengan penerapan variasi mengajar dengan pelaksanaan test Hasil Belajar yang berbentuk aplikasi teknik menggiring bolaSetelah data terkumpul akan dilakukan analisis 1 Dari test hasil belajar dapat dilihat bahwa kemampuan awal pre-test siswa dalam melakukan teknik dasar menggiring bola sebelum menggunakan metode periksa diri Self Check Style pada permainan sepak bola masih rendah Dari 30 siswa terdapat 6 siswa 20 yang telah mencapai ketuntasan belajar sedangkan 24 siswa 80 belum mencapai ketuntasan belajar Dengan nilai rata-rata KKM siswa adalah 7001 Kemudian dilakukan pembelajaran menggunakan metode periksa diri Self Check Style 2 Dari test hasil belajar dengan menggunakan metode periksa diri Self Check Style dapat dilihat kemampuan siswa dalam melakukan tes hasil belajar secara klasikal sudah meningkat Dari 30 siswa terdapat 13 siswa 4333 yang telah mencapai ketuntasan belajar sedangkan 17 siswa 5667 belum mencapai ketuntasan belajar Dengan nilai rata-rata KKM siswa adalah 8073 Kemudian dilakukan kembali penerapan metode periksa diri Self Check Style dengan memberikan contoh gerkan yang benar 3 Dari test hasil belajar II berdasarkan analisis data dapat dikatakan bahwa melalui metode periksa diri Self Check Style dapat meningkatkan hasil belajar menggiring bola siswa kelas VIII Mts Negari 3 Medan Tahan Ajaran 20132014 Dari 38 siswa terdapat 20 siswa 6667 yang telah mencapai ketuntasan belajar sedangkan 10 siswa 3333 belum mencapai ketuntasan belajar Dengan nilai rata-rata KKM siswa adalah 8777http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-menggirng-bola-dalam-permainan-sepak-bola-melalui-gaya-mengajar-periksa-diri-self-check-style-pada-siswa-kelas-viii-mts-negeri-3-medan-tahun-ajaran-20132014-33775.htmlFri, 19 Dec 2014 11:35:10 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Dribbling Dalam Permainan Sepak Bola Melalui Penerapan Gaya Mengajar Konvergen The Convergent Discovery Style Pada Siswa Kelas VIII SMP Karya Bakhti Medan Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini dilaksanakan di SMP Karya Bakhti 20132014 Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dimana setiap siklus berisikan tindakan berupa pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan gaya mengajar konvergen yang disesuaikan dengan materi pelajaran Subjek penelitian ini adalah kelas VIII-1 SMP Karya Bakhti TA 20132014 berjumlah 27 siswa Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan kelas Classroom Action Research Untuk memperoleh data dalam penelitian ini maka dilakukan tes hasil belajar I dan tes hasil belajar II yang berbentuk aplikasi teknik dasar dribbling dalam permainan sepak bola sebanyak dua kali pertemuanSetelah data terkumpul dan dilakukan analisis maka diperoleh hasil analisisnya 1 Pada siklus I setelah tes hasil belajar I dapat dilihat bahwa kemampuan awal siswa dalam melakukan teknik dribbling masih rendah Dari 27 orang siswa yang menjadi subjek dalam penelitian ini ternyata hanya 14 orang siswa 5185 yang sudah memiliki ketuntasan belajar sedangkan selebihnya yaitu 13 orang siswa 4815 belum memiliki ketuntasan belajar Nilai rata rata yang diperoleh hanya mencapai 6170 2 Pada siklus II dapat dilihat bahwa kemampuan siswa dalam melakukan tes hasil belajar secara klasikal sudah meningkat Dari 27 orang siswa ternyata 23 orang siswa 8519 yang sudah memiliki ketuntasan belajar sedangkan selebihnya yaitu 4 orang siswa 1481 belum memiliki ketuntasan belajar Nilai rata rata yang diperoleh hanya mencapai 7405 Dan pada siklus II didapat hasil bahwa kriteria ketuntasan belajar secara klasikal yang diharapkan telah tercapai Berdasarkan hal itu maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Meningkatkatnya Hasil Belajar Dribbling Dalam Permainan Sepak bola Melalui Penerapan Gaya Mengajar Konvergen Pada Siswa Kelas VIII SMP Karya Bakhti Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-dribbling-dalam-permainan-sepak-bola-melalui-penerapan-gaya-mengajar-konvergen-the-convergent-discovery-style-pada-siswa-kelas-viii-smp-karya-bakhti-medan-tahun-ajaran-20132014-33774.htmlFri, 19 Dec 2014 11:31:01 +0700Perbedaan Pengaruh Latihan heading with a body turn dengan Latihan diving header Terhadap Hasil heading Dalam Permainan Sepakbola Pada Siswa Ekstrakurikuler Madrasah Aliyah Negeri Kisaran Tahun 2014Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah kurangnya kemampuan teknik heading pada siswa ekstrakurikuler Madrasah Aliyah Negeri Kisaran Tahun 2014 Hal ini disebabkan kurangnya variasi yang dilakukan pelatih dalam melatih Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar Perbedaan Pengaruh Latihan heading with a body turn Dengan Latihan diving header terhadap hasil heading dalam permainan sepakbola pada siswa ekstrakurikuler Madrasalah Aliyah Negeri Kisaran Tahun 2014Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Lapangan UNA dengan jumlah populasi terdiri dari 26 orang sedangkan sampel terdiri dari 18 orang dibagi menjadi 2 kelompok Pembagiannya dilakukan dengan teknik matching pairing yaitu dengan melakukan tes awal kemampuan teknik heading Dari hasil tes awal ini sampel dibagi menjadi 2 kelompok dimana hasil yang diperoleh diurutkan dari ranking tertinggi sampai terendah Masing-masing kelompok terdiri dari 9 orang dan diberi 2 bentuk media latihan yang berbeda Kelompok I diberi latihan heading with a body turn dan kelompok II diberi Latihan diving header Kedua kelompok ini akan mendapatkan waktu serta perlakuan yang sama yaitu 6 minggu dengan frekuensi latihan 3 tiga kali pertemuan dalam semingguHasil pegujian hipotesis penelitian pertama diperoleh nilai t hitung 72 selanjutnya harga tersebut dibandingkan dengan harga t tabel dengan dk n-1 9-18 pada taraf signifikan 0005 adalah 186 dengan t hitung t tabel dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan heading with a body turn terhadap hasil heading kelompok latihan dalam permainan sepakbola pada siswa ekstrakurikuler Madrasah Aliyah Negeri Kisaran tahun 2014Hasil Pengujian Hipotesis Kedua berdasarkan hasil penghitungan yang dilakukan diperoleh nilai t hitung 632 selanjutnya harga tersebut dibandingkan dengan harga t tabel dengan dk n-1 9-18 pada taraf signifikan 0005 adalah 186 dengan t hitung t tabel dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan diving header tehadap hasil heading dalam permainan sepakbola pada siswa ekstrakurikuler Madrasah Aliyah Negeri Kisaran tahun 2014Dan pegujian hipotesis ketiga yaitu data post-test heading kelompok latihan heading with a body turn dengan diving header berdasarkan perhitungan yang dilakukan dengan rumus uji-t diperoleh nilai t gabungan 178 selanjutnya dengan harga tersebut dibandingkan dengan harga t tabel dengan dk n1n2 -2 99-2 16 pada taraf signifikan 0005 adalah 175 dengan demikian thitung t tabel 178175 dapat disimpulkan bahwa Latihan heading with a body turn lebih besar pengaruhnya dari pada latihan diving header terhadap hasil heading dalam permainan sepakbola pada siswa Ekstrakurikuler Madrasah Aliyah Negeri Kisaran Tahun 2014http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-pengaruh-latihan-heading-with-a-body-turn-dengan-latihan-diving-header-terhadap-hasil-heading-dalam-permainan-sepakbola-pada-siswa-ekstrakurikuler-madrasah-aliyah-negeri-kisaran-tahun-2014-33773.htmlFri, 19 Dec 2014 11:26:20 +0700Kontribusi Antara Kekuatan Otot Tungkai dan Kelentukan Pergelangan Kaki dengan Keterampilan Menggiring Bola Pada Permainan Sepakbola Bagi Pemain SSB Portis Saentis Percut Tahun 2013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kontribusi Antara Kekuatan Otot Tungkai dan Kelentukan Pergelangan Kaki dengan Keterampilan Menggiring Bola Pada Permainan Sepakbola Bagi Pemain SSB Portis Saentis Percut Tahun 2013Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pemain Klub SSB Portis Saentis Percut Tahun 2013 Untuk sampel digunakan seluruh pemain SSB Portis Saentis Percut Tahun 2013 yang berusia 13-14 Tahun yang berjumlah 24 orang Data dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi dan uji regresi sederhanaDari hasil perhitungan pada taraf signifikan 61537 005 dapat disimpulkan bahwa 1 Adanya kontribusi antara kekuatan otot tungkai dengan keterampilan menggiring bola pada permainan sepakbola bagi pemain SSB Portis Saentis Percut Tahun 2013 dengan nilai r 0481 dengan kontribusi sebesar 2314 2 Adanya kontribusi antara kelentukan pergelangan kaki dengan keterampilan menggiring bola pada permainan sepakbola bagi pemain SSB Portis Saentis Percut Tahun 2013 dengan nilai r 0634 dengan kontribusi sebesar 4020 3 Adanya kontribusi antara kekuatan otot tungkai dengan kelentukan pergelangan kaki terhadap keterampilan menggiring bola pada permainan sepakbola bagi pemain SSB Portis Saentis Percut Tahun 2013 sebesar r 0699 dengan besar sumbangan 4881 Dengan demikian keterampilan menggiring bola merupakan kontribusi dari kekuatan otot tungkai dan kelentukan pergelangan kakiDalam penelitian ini pelatih serta para Pembina SSB Portis dapat menerapkan serta melakukan latihan yang meningkatkan kekuatan otot tungkai dan kelentukan pergelangan kaki kepada para Pemain SSB Portis yang berusia 13-14 Tahun karena latihan tersebut akan dapat meningkatkan keterampilan menggiring bolahttp://digilib.unimed.ac.id/kontribusi-antara-kekuatan-otot-tungkai-dan-kelentukan-pergelangan-kaki-dengan-keterampilan-menggiring-bola-pada-permainan-sepakbola-bagi-pemain-ssb-portis-saentis-percut-tahun-2013-33772.htmlFri, 19 Dec 2014 11:18:52 +0700Penerapan Gaya Mengajar Inklusi Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Menggiring Bola Dalam Permainan Sepak Bola Kelas Viii Smp Negeri 16 Medan Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk menemukan informasi pemanfaatan gaya mengajar dalam menunjang pembelajaran pendidikan jasmani terhadap hasil belajar menggiring bola siswa Kelas VIII SMP Negeri 16 Medan Tahun Ajaran 20132014 Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII dengan jumlah siswa 32 orang yang akan diberikan tindakan berupa pengajaran dengan menggunakn gaya mengajar inklus terhadap hasil belajar menggiring bola Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah Penelitian Tindak Kelas Classroom Action ResearchUntuk memperoleh data dalam penelitian ini maka dilakukan tes hasil belajar diakhir setiap siklus yang berbentuk aplikasi penilaian eknik menggiring bola yang dilaksanakan selama dua minggu atau dua kali pertrmuan Analisis data dilakukan dengan reduksi dan paparan dataBerdasarkan hasil tes awal yang dilakukan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Medan dari 32 siswa ternyata hanya 6 orang siswa 1875 yang tuntas dalam pembelajaran sedangkan selebihnya sebanyak 26 orang siswa 8125 belum tuntas dalam pembelajaran nilai rata-rata yang diperoleh hanya mencapai 4687 Hasil dari siklus I terdapat 18 orang siswa 5625 yang tuntas dalam pembelajaran sedangkan selebihnya sebanyak 14 orang siswa 4375 belum tuntas dalam pembelajaran Nilai rata-rata yang diperoleh hanya mencapai 6756 Pada siklus II dari 32 orang siswa yang menjadi sampel dalam penelitian ini sudah mencapai 28 orang siswa 875 yang tuntas dalam pembelajaran sedangkan selebihnya sebanyak 4 orang siswa 125 belum tuntas dalam pembelajaran Nilai rata-rata yang diperoleh mencapai 7928Berdasarkan hasil analisis data dapat dikatakan bahwa melalui penerapan gaya mengajar inklusi dapat memberikan peningkatan hasil belajar menggiring bola dalam permainan sepak bola kelas VIII SMP negeri 16 Medan Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/penerapan-gaya-mengajar-inklusi-dalam-upaya-meningkatkan-hasil-belajar-menggiring-bola-dalam-permainan-sepak-bola-kelas-viii-smp-negeri-16-medan-tahun-ajaran-20132014-33771.htmlFri, 19 Dec 2014 11:14:27 +0700Upaya Peningkatan Hasil Belajar Pada Passing Atas Bola Voli Melalui Penerapan Metode Distributed Practice PadaSiswaKelas X MAS YPKS PadangsidimpuanTahunAjaran 20132014Penelitian ini mengunakan metode penelitian tindakan kelas PTK yang terdiri dari dua siklus yaitu siklus I dan siklus II Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Apakah Metode Distributed Practice dapat meningkatkan Hasil Belajar Passing Atas Dalam Permainan Voli pada Siswa Kelas X MAS YPKS Padangsidimpuan Tahun Ajaran 20132014 Lokasi penelitian ini yaitu MAS YPKS Padangsidimpuan yang beralamat di Jln Sutan Soripada Mulia Gang Anggrek Padangsidimpuan Kelurahan Tanobato Kecamatan Padangsidimpuan Utara Subjek penelitian ini adalah siswa yang berjumlah 25 orang Objek penelitian ini adalah Hasil Belajar Pada Passing Atas Bola Voli dan Penerapan Metode pembelajaran Distributed PracticeDari hasil penelitian menggunakan metode pembelajaran pada distribted practice pada passing atas bola volipada hasil kondisi awal dari 25 siswa yang tidak mencapai ketuntasan 21 orang dan yang tuntas hanya 4 orang dengan nilai rata-rata adalah 420 pada siklus I nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 14 Tuntas dan 11 orang Tidak Tuntas nilai rata-rata 763 dan siklus II nilai rata-rata siswa mencapai 860 Tuntas 23 orang dan Tidak Tuntas 2 orangPersentase ketuntasan belajar siswa pada kondisi awal adalah 16TUNTASpada siklus I meningkat menjadi 56TUNTAS dan pada pelaksanaan tes siklus II persentase ketuntasan belajar siswa telah mencapai 92TUNTAS Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa dengan Penerapan Metode Distributed Practice dapat meningkatkan Hasil Belajar Pada Passing Atas Bola Voli Pada Siswa Kelas X MAS YPKS Padangsidempuan Tahun Ajaran 20132014 yang dibuktikan dengan meningkatnya hasil belajar passing atas bola voli siswa setelah diberikan tindakanhttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-peningkatan-hasil-belajar-pada-passing-atas-bola-voli-melalui-penerapan-metode-distributed-practice-padasiswakelas-x-mas-ypks-padangsidimpuantahunajaran-20132014-33770.htmlFri, 19 Dec 2014 11:09:31 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Passing Bawah Dengan Menggunakan Variasi Latihan Formasi Segitiga Pada Atlet Putra Ekstrakurikuler Bola Voli SMK YP Pembangunan Galang Tahun 20132014Latihan passing bawah dengan menggunakan variasi formasi segitiga adalah bentuk latihan yang dapat meningkatkan kemampun passing bawah permainan bola voli Sedangkan passing bawah adalah teknik dasar dalam permainan bola voli yang harus dikuasai oleh siswa untuk bisa bermain bola voliPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan passing bawah dalam permainan bola voli siswa SMK YP Pembangunan Galang Tahun 20132014 Metode Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas Dalam Bidang Kepelatihan Olahraga Dengan meggunakan variasi segitiga Subjek penelitian ini berjumlah 14 orang siswa Untuk memperoleh data dalam penelitian ini dilakukan tes diakhir siklusSetelah data terkumpul akan dilakukan analisis 1 Tes hasil kemampuan passing bawah sebelum ditetapkan latihan dengan latihan passing bawah menggunakan variasi formasi segitiga diperoleh hasil tes yaitu 1 orang siswa 714 telah mencapai target latihan dan 13 orang siswa 9285 belum mencapai target latihan dengan nilai rata-rata 5106 2 Setelah diterapakan melalui latihan passing bawah dengan menggunakan variasi formasi segitiga diperoleh hasil tes 10 orang siswi 7143 telah mencapai target latihan dan 4 orang siswi 2857 belum mencapai target latihan dengan persentase nilai rata-rata 7142Dalam hal ini dapat dilihat bahwa telah terjadi peningkatan kemampuan passing bawah pada siklus I setelah diberi perlakuan sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan melalui latihan passing bawah dengan menggunakan variasi latihan formasi segitiga dapat meningkatkan kemampuan passing bawah dalam permainan bola voli siswa ekstrakurikuler bola voli SMK YP Pembangunan Galang Tahun 20132014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-passing-bawah-dengan-menggunakan-variasi-latihan-formasi-segitiga-pada-atlet-putra-ekstrakurikuler-bola-voli-smk-yp-pembangunan-galang-tahun-20132014-33769.htmlFri, 19 Dec 2014 11:05:31 +0700Perbedaan Pengaruh latihan Fartlek dengan Interval Training terhadap peningkatan V02 Max Atlet Bulutangkis usia 16-19 tahun PB Angsapura Medan Tahun 2014Bulutangkis adalah cabang olahraga yang termasuk dalam kelompok olahraga permainan perorangan Tujuan permainan ini adalah untuk memukul bola kok atau shuttlecock melewati net agar jatuh dibidang permainan lawan yang sudah ditentukan dan mencegah lawannya melakukan hal tersebut kepadanya Permainan ini cukup dikenal dan merakyat di Negara kita Prestasi Bulutangkis dinegara kita cukup menggembirakan dan sering menjuarai berbagai tournament namun beberapa tahun kebelakangan ini agak menurunpenelitian ini bertujuan untuk mengetahui latihan manakah yang lebih berpengaruh antara latihan Fartlek dengan Interval Training terhadap peningkatan VO2 Max atlit Bulutangkis Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experiment dan pelaksanaan latihan Fartlek dengan Interval Training terhadap peningkatan VO2 Max atlit Bulutangkis PB Angsapura Medan tahun 2014 Populasi adalah berjumlah 30 orang Jumlah sampel 10 orang diperoleh dengan teknik Purposive Sampling Selanjutnya dibagi menjadi dua kelompok teknik Matching Pairing yaitu kelompok latihan Fartlek dan latihan Interval Training Instrumen penelitian untuk pengumpulan data dengan test peningkatan VO2Max dilakukan dengan melakukan test lari 15menittest balke Untuk melihat pengaruh masing-masing variabel bebas maupun terikat digunakan perhitungan uji-t berpasangan dan uji-t tidak berpasangan Pengujian hipotesis pertama dari data pre-test dan data post-test Dari hasil perhitungan data kelompok Latihan Fartlek diperoleh t_hitung632 dari daftar ditribusi t maka t tabel menggunakan 1-8733 095 dengan dk 5-14 diperoleh harga t_095213 Ternyata dari hasil perhitungan diperoleh t_hitungt_tabel dimana 632213 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari Latihan Fartlek Terhadap Peningkatan 12310VO12311_2 Max Kelompok Atlet Bulu Tangkis Usia 16-19 Tahun PB Angsapura Medan Tahun 2014 Penguji hepotesis kedua dari data pre-test dan data post-test Dari hasil perhitungan data kelompok Latihan Interval Training diperoleh t_hitung35 dari daftar ditribusi t maka t tabel menggunakan 1-8733095 dengan dk 5-14 diperoleh hargat_095213 Ternyata dari hasil perhitungan diperoleh t_hitungt_tabel dimana 632213 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari Latihan Interval Training Terhadap Peningkatan 12310VO12311_2 Max Kelompok Atlet Bulu Tangkis Usia 16-19 Tahun PB Angsapura Medan Tahun 2014 Penguji hipotesis ketiga dari hasil perhitungan uji-t Postest antara kelompok latihan Fartlek dan kelompok latihan Interval Training diperoleh t_hitung031 Dari daftar distribusi t dengan menggunakan peluang 18733 095 dengan n_1n_2-28 diperoleh harga t_095 186 Dalam kriteria pengujian hipotesis dinyatakan bahwa pada t_hitungt_tabel dimana 188186 sehingga H_0 ditolak dan H_a diterima yang berarti Latihan Fartlek lebih besar pengarunya daripada Latihan Interval Training Terhadap Peningkatan 12310VO12311_2 Max Kelompok Atlet Bulu Tangkis Usia 16-19 Tahun PB Angsapura Medan Tahun 2014http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-pengaruh-latihan-fartlek-dengan-interval-training-terhadap-peningkatan-v02-max-atlet-bulutangkis-usia-1619-tahun-pb-angsapura-medan-tahun-2014-33768.htmlFri, 19 Dec 2014 10:05:20 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Pukulan Smash Forehand Bulutangkis melalui Model Pembelajaran AIR Auditory Intellectually Repitition Pada Siswa VIII SMP Negeri 41 Medan Tahun Ajaran 20142015Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Model Pembelajaran AIR Auditory Intellectually Repitition terhadap hasil belajar pukulan smash dalam permainan bulu tangkis pada siswa kelas VIII SMP Negeri 41 Medan Tahun Ajaran 20142015 Dari hasil data awal pre-test yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam melakukan pukulan smash forehand masih rendah dan hal ini berdampak pada hasil belajar siswaPenelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas PTK yang dapat dianalisis Dalam hal ini peneliti menganalisis data dengan mereduksi data dan memaparkan data dalam bentuk tabel sehingga dapat dicari nilai rata-rata dan persentase keberhasilan belajarSampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 41 Medan Tahun Ajaran 20142015 yang berjumlah 32 orang diatarnya adalah 18 orang siswa putera dan14 orang siswa puteriHasil penelitian pada Siklus I menunjukkan bahwa hasil belajar pukulan smash forehand yang belum mencapai ketuntasan belajar yaitu 11 orang siswa 3438 dan yang mencapai ketuntaan belajar yaitu 21 orang siswa 6562 Hasil belajar siswa pada siklus I secara keseluruhan masih mencapai 6093 Sedangkan pada Siklus II menunjukkan bahwa hasil belajar pukulan smash forehand yang belum mencapai ketuntasan belajar yaitu 4 orang siswa 125 dan yang mencapai ketuntaan belajar yaitu 28 orang siswa 875 dan hasil belajar siswa secara keseluruhan dalam melakukan pukulan smash forehand pada siklus II mencapai 7396Penelitian ini menyimpulkan bahwa Model Pembelajaran AIR Auditory Intellectually Repitition dapat memberikan kontribusi yang sangat besar dan signifikan terhadap hasil bejar pukulan smash forehand dalam permainan bulu tangkis pada siswa kelas VIII SMP Negeri 41 Medan Tahun Ajaran 20142015http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-pukulan-smash-forehand-bulutangkis-melalui-model-pembelajaran-air-auditory-intellectually-repitition--pada-siswa-viii-smp-negeri-41-medan-tahun-ajaran-20142015-33767.htmlFri, 19 Dec 2014 09:52:56 +0700Pengaruh Kesadaran MasyarakatTerhadap Penggunaan Hak Pilih Pada Pemilu Legislatif 2014 Di DusunSadar Barat Desa Sekip Kecamatan Lubuk PakamPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh kesadaran masyarakatterhadap penggunaan hak pilih pada pemilu legislatif 2014 di Dusun Sadar BaratDesa Sekip Kecamatan Lubuk Pakam Penelitian ini dilakukan di Dusun SadarBarat Desa Sekip Kecamatan Lubuk Pakam Populasi dalam penelitian ini adalahkepala keluarga di Dusun Sadar Barat Desa Sekip Kecamatan Lubuk Pakam yangberjumlah 281 kepala keluarga dengan sampel 15 dari populasi sebanyak 42kepala keluarga yang dipilihsecaraacaksederhana Random Sampling Metodeyang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif KuantitatifAdapun alat pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalahobservasi wawancara dan angket questioner berjumlah 20 soal yang akan diisioleh responden sampel Teknik analisis data yang digunakan adalah rumusstatistik korelasi Product Moment Korelasi antara variabel x dan variabel ymenunjukkan bahwa nilai 1050446105161110516121051623105162410516171051610 105044610516231051604105160510516081051615 atau 04430304 pada taraf signifikan5 terdapat pengaruh kesadaran masyarakat terhadap penggunaan hak pilih padapemilu legislatif 2014 di Dusun Sadar Barat Desa Sekip Kecamatan LubukPakam dan untuk menguji hipotesis apakah hipotesis alternatif Ha diterima atauditolak dilakukan uji statistika tDari analisi hasil penelitian diperoleh 1050448105161110516121051623105162410516171051610 105044810516231051604105160510516081051615 atau3126 2021 padataraf signifikan 5 pada derajat kebebasan dk n-2 42-2 40 dengandemikian hipotesis Ha alternatif dapat diterimahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-kesadaran-masyarakatterhadap-penggunaan-hak-pilih-pada-pemilu-legislatif-2014-di-dusunsadar-barat-desa-sekip-kecamatan-lubuk-pakam-33766.htmlThu, 18 Dec 2014 11:48:32 +0700Pengaruh penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis komputer dan kecerdasan emosional terhadap hasil belajar Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi KKPI siswa pada SMK Negeri 1 Air Joman Kabupaten AsahanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan media pembelajaran interkatif model tutorial dengan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran interaktif model latihan dan praktik 2 hasil belajar KKPI siswa yang memiliki kecerdasan emosional tinggi lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang memiliki kecerdasan emosisonal rendah dan 3 interkasi antara media pembelajaran interaktif dan kecerdasan emosional siswa terhadap hasil belajar KKPIPopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X SMK Negeri 1 Air Joman Tahun Pelajaran 20122013 yang berjumlah 120 siswa Sampel penelitian terdiri dari 30 siswa untuk penggunaan media interaktif model tutorial dan 30 siswa penggunaan media interaktif model latihan dan praktik Teknik pernarikan sampel dilakukan dengan purposive sampling Instrumen pengukuran pengukuran untuk mengukur hasil belajar digunakan tes berbentuk pilihan ganda dengan 5 pilihan jawaban Untuk menjaring data kecerdasan emosional siswa digunakan angket yang telah diuji kevalidtannya Metode penelitian meggunakan kuasi ekperimen dengan desain faktorial 2 x 2 Teknik analisis data menggunakan Anava dua jalurTemuan penelitian menunjukkan bahwa 1 hasil belajar KKPI siswa yang belajarkan dengan penggunaan media interaktif latihan dan praktik x 773 3510 lebih tinggi dari hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan media interkatif tutorial x 773 3143 dengan Fhitung 839 Ftabel 402 2 hasil belajar KKPI siswa yang memiliki kecerdasan emosional tinggi x 773 359 lebih tinggi dari siswa yang memiliki kecerdasan emosional rendah x 773 3063 dengan Fhitung 1942 Ftabel 402 3 interaksi antara pembelajaran menggunakan media interaktif dengan kecerdasan emosional siswa terhadap hasil belajar KKPI dengan Fhitung 913 Ftabel 402Perhitungan uji lanjut dengan menggunakan uji Tukey menunjukan 1 pada media pembelajaran interaktif latihan dan praktik rata-rata nilai belajar KKPI siswa yang memiliki kecerdasan emosional tinggi x 773 3500 lebih tinggi dari pada siswa yang memiliki kecerdasan emosional rendah x 773 3466 2 pada media pembelajaran interaktif tutorial rata-rata nilai hasil belajar KKPI siswa yang memiliki kecerdasan emosional tinggi x 773 3600 lebih tinggi dari pada siswa yang memiliki kecerdasan emosional rendah x 773 2800 3 rata-rata nilai hasil belajar KKPI yang tertinggi adalah pada media pembelajaran interaktif latiham dan praktik dengan siswa yang memiliki kecerdasan emosional tinggi x 773 3600 sedangkan yang terendah adalah pada media pembelajaran interaktif tutorial dengan siswa yang memiliki kecerdasan emosional rendah x 773 2800http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-penggunaan-media-pembelajaran-interaktif-berbasis-komputer-dan-kecerdasan-emosional-terhadap-hasil-belajar-keterampilan-komputer-dan-pengelolaan-informasi-kkpi-siswa-pada-smk-negeri-1-air-joman-kabupaten-asahan-33765.htmlThu, 18 Dec 2014 11:44:08 +0700Implementasi Hukum Syariat Islam Di Kabupaten Aceh Tengah Studi Tentang Pelaksanaan Hukum MaisirPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya Dinas Syariat Islam di Kabupaten Aceh Tengah dalam mengimplementasikan hukum syariat Islam di Kabupaten Aceh Tengah khususnya pelaksanaan hukum maisir Eksistensi Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Tengah kembali dipertanyakan oleh masyarakat atas vakumnya kinerja pihak terkait dalam menerapkan syariat Islam Masyarakat di Kabupaten Aceh Tengah resah karena maraknya perjudian yang terjadi tanpa ada perhatian dan tanggapan serius yang berwujud tindakan pemberantasan perjudian tersebut Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif Penelitian ini akan dilaksanakan di kantor Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Tengah yang berada di Jln Yos Soedarso Kecamatan Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh staf atau pegawai di Dinas Syariat Islam di Kab Aceh Tengah yang berjumlah 33 Orang Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan purposive sampling yang berarti sampel dipilih sesuai dengan tujuan untuk memperoleh data yang akurat Untuk itu peneliti memilih responden yang dianggap paling berkompeten dalam memberikan data-data yang berkaitan dengan penerapan Syariat Islam di Aceh Tengah Dengan demikian yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah staff internal di bagian Bina Hukum Syariat Islam dan Bidang Pengembangan Sumber Daya Syariat Islam serta Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Tengah yang berjumlah 8 orang Teknik pengumpulan data yang dibutuhkan adalah penelitian kepustakaan observasi wawancara dan dokumentasi Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan menarasikan hasil dari penelitian Pada akhirnya dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan syariat Islam di Kabupaten Aceh tengah khususnya mengenai hukum maisir masih belum terlalu signifikan dan masih banyak kendala yang dihadapi 1 penemuan yang menarik dalam penelitian ini adalah peneliti dan pihak terkait berusaha mencari kendala utama dalam penerapan hukum maisir yaitu adanya orang-orang tertentu yang menjadi back-up bagi pelaku maisir dalam artian adanya perlindungan yang diberikan oleh alat pemerintahan yang memiliki jabatan strategis kepada pelaku pelanggaran maisirhttp://digilib.unimed.ac.id/implementasi-hukum-syariat-islam-di-kabupaten-aceh-tengah-studi-tentang-pelaksanaan-hukum-maisir-33764.htmlThu, 18 Dec 2014 11:42:45 +0700Peningkatan Hasil Belajar SiswaPada Mata Pelajaran PP-Kn Dengan Menggunakan Model pembelajaranExamples Non Examples di Kelas X SMA Swasta Parulian 2 Medan TahunPelajaran 20132014Penelitian ini dimaksudkan untuk meneliti peningkatan hasil belajar siswa kelas XSMA Parulian 2 Medan dengan menerapkan model Pembelajaran Examples NonExamplesPenelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas PTK yang dilaksanakandalam dua siklus dengan empat tahap yaitu perencanaan tindakan pengamatanserta refleksi dengan lokasi penelitian di SMA Swasta Parulian 2 Medan dandengan subjek penelitian yaitu siswa kelas X-1 yang berjumlah 37 orang Datadalam penelitian ini dikumpulkan melalui tes hasil belajar siswa yaitu melalui testawal dengan soal pilihan berganda berjumlah 10 butir soal kemudian dengan soalpost test I dan Post test II dengan jumlah 20 butir soalPada tahap awal penelitian ini dilakukan dengan memberikan tes awal kepadasiswa lalu dilanjutkan dengan memaparkan materi yang telah disiapkan kepadasiswa Kemudian setela melalui tahap itu dilanjutkan dengan membagi siswakedalam beberapa kelompok yang bertujuan untuk mendiskusikan danmenganalisis gambar-gambar yang telah dipersiapkan guru Gambar-gambartersebut disesuaikan dengan kebutuhan pencapaian terhadap materi Tentunyasetelah siswa usai berdiskusi tiap kelompok akan membacakan hasil diskusinyaSetela itu siswa akan diarahkan untuk mengerjakan soal untuk post test siklus IKetika pada tahapan test ini pencapain ketuntasan siswa tidak mencapai 70maka akan dilanjutkan ke tahap siklus II yaitu dengan tahapan yang sama dengansiklus I Dari data yang diterangkan dalam perbandingan pre test dengan post testsiklus I yang menampilkan data siswa dengan ketuntasan 2 siswa dan persentase540 serta nilai rata-rata 4162 pada pre test setelah itu pada post test siklus Isiswa yang mengalami ketuntasan 17 siswa dengan persentase 4594 serta nilairata-rata 6567 sudah memberikan sedikit efek dominan dalam meningkatkan hasilbelajar siswa Namun pada kategori tersebut masi belum memenuhi indikatorpencapaian hasil belajar 70 tetapi lebih dari itu model pembelajaran ExamplesNon Examples berpengaruh dalam peningkatan hasil belajar siswa dikuatkan olehdata hasil penelitian siklu II yaitu yang menampilkan data siswa mencapaiketuntasan adalah sebanyak 29 siswa dengan persentase 7837 serta nilai ratarata7554 Artian sudah melebihi standart ketuntasan lebih dari 70http://digilib.unimed.ac.id/peningkatan-hasil-belajar-siswapada-mata-pelajaran-ppkn-dengan-menggunakan-model-pembelajaranexamples-non-examples-di-kelas-x-sma-swasta-parulian-2-medan-tahunpelajaran-20132014-33763.htmlThu, 18 Dec 2014 11:34:23 +0700Pengaruh media pembelajaran dan kreativitas terhadap kemampuan menulis huruf peserta didik taman kanak-kanak Dr Wahidin Sudirohusodo-MedanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 Kemampuan menulis huruf anak TK yang diajarkan melalui tepung huruf lebih tinggi daripada anak TK yang diajarkan melalui kartu huruf 2 Kemampuan menulis huruf anak TK yang memiliki tingkat kreativitas tinggi lebih tinggi daripada anak TK yang memiliki tingkat kreativitas rendah dan 3 Interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan kreativitas terhadap kemampuan menulis huruf anak TKPopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik di TK Dr Wahidin Sudirohusodo Medan yang berjumlah 9 kelas Sampel dalam penelitian ini ditentukan secara acak dengan teknik cluster sampling dengan mengambil 2 kelas dengan jumlah tiap kelas 40 anak Metode penelitian menggunakan penelitian eksperimen semu quasi experiment Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan menulis huruf dan tes kreativitas Analisis data yang digunakan adalah ANAVA Faktorial 2 2Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 1 terdapat perbedaan kemampuan menulis huruf peserta didik kelas media pembelajaran tepung huruf dengan kemampuan menulis huruf peserta didik kelas media pembelajaran kartu huruf dengan Fhitung Ftabel 4042 394 2 terdapat perbedaan kemampuan menulis huruf peserta didik yang memiliki kreativitas tinggi dengan kemampuan menulis huruf peserta didik yang memiliki kreativitas rendah dengan Fhitung Ftabel 42024 394 dan 3 ada interaksi antara media pembelajaran dan kreativitas terhadap kemampuan menulis huruf dengan Fhitung Ftabel 7172 394Hasil penelitian yang diperoleh diharapkan memberikan informasi bagi guru dan sekolah untuk menggunakan media pembelajaran tepung huruf dalam meningkatkan kemampuan menulis huruf pada anak TK Selain itu perlu ditingkatkan kreativitas anak dalam pembelajaran di kelashttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-media-pembelajaran-dan-kreativitas-terhadap-kemampuan-menulis-huruf-peserta-didik-taman-kanakkanak-dr-wahidin-sudirohusodomedan-33762.htmlThu, 18 Dec 2014 11:34:22 +0700Pengaruh strategi pembelajaran dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar KKPI siswa SMK Negeri 3 Pematang SiantarTujuan penelitian ini adalah untuk menemukan 1 hasil belajar KKPI siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran Quantum Teaching dan hasil belajar KPPI yg diajar dengan strategi pembelajaran Expository 2 hasil belajar KPPI antara siswa dengan motivasi berprestasi tinggi dan hasil belajar KKPI siswa dengan motivasi berprestasi rendah dan 3 interaksi antara strategi pembelajaran dan motivasi berprestasi siswa terhadap hasil belajar KKPI Populasi penelitian ini adalah 72 siswa SMK Sekolah Menengah Kejurusan SMK Berdasarkan teknik cluster random sampling Kelas XI Perhotelan 1 diajar dengan strategi pembelajaran Quantum Teaching dan Kelas XI Jasa Boga diajar dengan strategi pembelajaran Ekspositori Instrumen penelitian untuk mengukur hasil belajar digunakan tes pilihan berganda dengan 4 pilihan jawaban dengan jumlah soal sebanyak 38 dan koefisien reliabilitas 0 948 sedangkan untuk mendapatkan data tentang Motivasi berprestasi siswa digunakan angket dengan jumlah 38 soal dan koefisien reliabilitas 0885 Uji normalitas dengan uji Lilifors sedangkan uji homogenitas dengan uji Fisher dan Bartlett Teknik analisis data adalah ANAVA dua jalur pada taraf signifikansi 945 005 yang dilanjutkan dengan uji Scheffe Hasil penelitian menunjukan bahwa 1 rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran Quantum Teaching X 773 2761 lebih tinggi daripada rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran Expository X 773 2642 dengan Fhitung 2903 Ftabel 398 2 rata-rata hasil belajar siswa dengan motivasi berprestasi tinggi X 773 3010 lebih tinggi daripada hasil belajar siswa dengan motivasi berprestasi rendah 2527 dengan Fhitung 557 Ftabel 398 dan 3 terdapat interaksi antara strategi pembelajaran dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar KKPI dengan Fhitung 665 Ftabel 398Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa strategi yang digunakan untuk siswa dengan karakteristik motivasi berprestasi tinggi adalah strategi pembelajaran Quantum Teaching sedangkan siswa dengan motivasi berprestasi rendah strategi pembelajaran yang tepat adalah Expository Implikasi hasil penelitian ini secara khusus ditujukan kepada para guru KKPI untuk memahami karakteristik siswa untuk motivasi berprestasi Para guru dan Kepala Sekolah disarankan untuk menerapkan beberapa strategi pembelajaran untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-strategi-pembelajaran-dan-motivasi-berprestasi-terhadap-hasil-belajar-kkpi-siswa-smk-negeri-3-pematang-siantar-33761.htmlThu, 18 Dec 2014 11:27:13 +0700Pengaruh media pembelajaran dan gaya belajar terhadap hasil belajar biologi kelas XI SMA Swasta Persiapan StabatPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 Perbedaan hasil belajar biologi siswa yang diajar dengan media pembelajaran Animasi dengan hasil belajar biologi siswa yang diajar dengan media pembelajaran powerpoint 2 Perbedaan hasil belajar biologi siswa yang memiliki gaya belajar visual dengan hasil belajar biologi siswa yang diajar dengan gaya belajar auditori 3 Interaksi antara media pembelajaran dan gaya belajar terhadap hasil belajar biologiPopulasi penelitian adalah selurih siswa SMA Swasta Persiapan Stabat berjumlah 157 orang yang berasal dari 4 kelas Teknik penarikan sampel dilakukan dengan cluster random sampling Jumlah sampel penelitian untuk media pembelajaran animasi terdiri dari 38 siswa dan 40 siswa untuk media pembelajaran powerpoint Instrumen pengukuran untuk mengukur hasil belajar digunakan tes berbentuk pilihan ganda dengan 4 pilihan jawaban terdiri dari 30 soal Untuk menjaring data gaya belajar digunakan angket gaya belajar yang merujuk pada skala gaya belajar menurut Bledso Metode penelitian yang menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain penelitian faktorial 2 x 2 Teknik analisis data menggunakan ANAVA dua jalur pada taraf signifikan 945 005Temuan penelitian menunjukkan bahwa 1 Hasil belajar biologi siswa yang diajar dengan media pembelajaran animasi 2325 lebih tinggi daripada hasil belajar biologi siswa yang diajar dengan media pembelajaran powerpoint 2118 dengan Fhitung 459 Ftabel 410 2 hasil belajar biologi siswa yang memiliki gaya belajar visual 242 lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang memilki gaya belajar auditori 2095 dengan Fhitung 2035 Ftabel 410 3 terdapat interaksi antara media pembelajaran dan gaya belajar terhadap hasil belajar biologi dengan Fhitung 526 Ftabel 410 Perhitungan lebih lanjut dengan uji Scheffe menunjukkan a hasil belajar biologi siswa yang diajar dengan media pembelajaran animasi lebih tinggi daripada hasil belajar biologisiswa yang diajar dengan menggunakan media pembelajaran powerpoint b hasil belajar biologi siswa yang memiliki gaya belajar visual lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang memiliki gaya belajar auditori c terdapat interaksi antara media pembelajaran dengan gaya belajar siswahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-media-pembelajaran-dan-gaya-belajar-terhadap-hasil-belajar-biologi-kelas-xi-sma-swasta-persiapan-stabat-33760.htmlThu, 18 Dec 2014 11:18:18 +0700Implementasi Model Pembelajaran Modelling The Way untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Materi Pedosfer di Kelas X SMA Negeri 1 Aek Kuasan Tahun Ajaran 2013-2014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui1 Aktivitas belajar siswa melalui implementasi model pembelajaran Modelling The Way pada materi Pedosfer di kelas X SMA Negeri 1 Aek Kuasan Tahun Ajaran 2013 2014 2 Hasil belajar siswa melalui implementasi model pembelajaran Modelling The Way pada materi Pedosfer di kelas X SMA Negeri 1 Aek Kuasan Tahun Ajaran 2013 2014Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Aek Kuasan Tahun Ajaran 2013 2014 Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas PTK dengan subjek penelitian adalah kelas X 2 SMA Negeri 1 Aek Kuasan Tahun Ajaran 2013 2014 yang berjumlah 36 orang Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I yang terdiri dari I pertemuan dan siklus II juga terdiri I pertemuan Teknik pengumpul data yang digunakan yaitu teknik observasi dan komunikasi tidak langsung kemudian data dianalisis dengan teknik analisis inferensialHasil penelitian menunjukkan 1 Implementasi Modelling The Way dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada materi pedosfer Hal ini terbukti dari hasil siklus I yakni 61 95 meningkat menjadi 85 5 pada siklus ke II 2 Implementasi Modelling The Way dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pedosfer Hal ini ditunjukkan dari hasil siklus I yaitu 67 meningkat menjadi 89 pada siklus IIhttp://digilib.unimed.ac.id/implementasi-model-pembelajaran-modelling-the-way-untuk-meningkatkan-aktivitas-dan-hasil-belajar-siswa-pada-materi-pedosfer-di-kelas-x-sma-negeri-1-aek-kuasan-tahun-ajaran-20132014-33759.htmlThu, 18 Dec 2014 11:13:47 +0700Pengembangan media pembelajaran interaktif mata pelajaran fisika pada siswa kelas X semester ganjil di SMK Negeri 1 BaligePenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Fisika pada Siswa Kelas X Semester Ganjil di SMK Negeri 1 Balige Pengembangan media pembelajaran interaktif mata pelajaran fisika ini diperoleh melalui observasi dari guru dan siswa di SMK Negeri 1 Balige menyatakan media interaktif dibutuhkan dPenelitian ini diadaptasi dari model desain penelitian dan pengembangan menurut Borg Gall 1981 Prosedur penelitian ini terdiri dari 1 tahap pertama melakukan penelitian pendahuluan 2 tahap kedua pembuatan desain software 3 tahap ketiga pengumpulan bahan 4 tahap keempat membuat dan memproduksi media pembelajaran interaktif dan 5 tahap kelima yaitu review atau uji lapangan dalam rangka evaluasi formatif dan revisi produk Pengumpulan data evaluasi validasi dilakukan dengan menggunakan instrumen penilaian yang diberikan kepada subjek uji coba yang berjumlah 50 orang antara lain 2 Ahli Materi Pembelajaran 2 Ahli Desain Instruksional 2 Ahli Media Pembelajaran 3 orang siswa uji coba satu-satu 9 orang siswa uji kelompok kecil 32 orang siswa kelas eksperimenHasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa 1 produk media interaktif mata pelajaran Fisika ini dikemas dalam bentuk Compact Disk CD 2 validasi para ahli secara umum menyatakan kualitas produk media interaktif ini termasuk dalam kriteria 9134 dari rentang skor 1 5 pengujian hipotessis produk media interaktif ini dinyaakan efektif digunakan untuk pembelajaran momentum impuls dimana terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen Hasil pengolahan data dengan menggunakan uji t satu pihak diperoleh harga thitung seharga 1939 lebih besar dari ttabel seharga 1676 maka dapat dinyatakan bahwa pengembangan media interaktif pembelajaran momentum impuls telah teruji efektifKesimpulan pengembangan media interaktif lebih baik dibandingkan dengan media konvensional karena proses pembelajaran menjadi lebih baik dan siswa dapat belajar mandiri sesuai kebutuhannya Dengan demikian guru sebaiknya dilatih menerapkan dan membuat media interaktif dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajarhttp://digilib.unimed.ac.id/pengembangan-media-pembelajaran-interaktif-mata-pelajaran-fisika-pada-siswa-kelas-x-semester-ganjil-di-smk-negeri-1-balige-33758.htmlThu, 18 Dec 2014 11:12:38 +0700Penerapan Metode DiskusiKelompok Dengan Menggunakan Multimedia Interaktif Untuk MeningkatkanAktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Hidrosfer Kelas X SMA Negeri 1Laguboti T A 2013-2014Penlitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan 1 Aktivitasbelajar geografi siswa pada materi Hidrosfer kelas X SMA Negeri 1 Lagubotidengan menerapkan metode diskusi kelompok menggunakan multimediainteraktif 2 Hasil belajar geografi siswa pada materi Hidrosfer kelas X SMANegeri 1 Laguboti dengan menerapkan metode diskusi kelompok menggunakanmultimedia interaktifPenelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan subjekpenelitian yaitu siswa kelas X D yang berjumlah 34 siswa Penelitian inidilaksanakan dalam 2 siklus Teknik pengumpulan data yang digunakan adalahteknik observasi dan teknik komunikasi tidak langsung lalu dianalisis secaradeskriptif kualitatifHasil penelitian menunjukkan bahwa 1 Aktivitas belajar siswa melaluimetode diskusi kelompok dengan menggunakan multimedia interaktif pada materi hidrosfer mengalami peningkatan dimana pada siklus I sebesar 73 74 dan pada siklus II sebesar 82 50 2 Sejalan dengan peningkatan aktivitas ketuntasanhasil belajar siswa juga mengalami peningkatan sebesar 20 59 dari siklus I73 52 ke siklus II 94 11 Dengan demikian hipotesis tindakan yangdirumuskan dalam penelitian ini dapat diterimahttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-metode-diskusikelompok-dengan-menggunakan-multimedia-interaktif-untuk-meningkatkanaktivitas-dan-hasil-belajar-siswa-pada-materi-hidrosfer-kelas-x-sma-negeri-1laguboti-t-a-20132014-33757.htmlThu, 18 Dec 2014 10:56:02 +0700Pengembangan bahan ajar berbasis multimedia dengan strategi pembelajaran kooperatif cooperative learning pada mata diklat analisis mikrobiologi di SMK Negeri 3 MedanPenelitian ini bertujuan untuk 1 menghasilkan bahan ajar berbasis multimedia yang layak dan memenuhi syarat sebagai media pembelajaran yang baik 2 mengetahui bahan ajar berbasis multimedia sebagai media ajar lebih efektif dibanding dengan pemakaian bahan ajar modulJenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan Research Development dengan mengacu pada model pengembangan produk Borg and Gall Model pengembangan produk pembelajaran ini merupakan model yang disusun secara terprogram dengan urutan yang sistematik dan memenuhi karakteristik siswa dalam belajar Model pengembangan ini meliputi 9 tahapan yaitu 1 Penelitian dan pengumpulan data 2 Perencanaan 3 Pengembangan draf produk 4 Uji coba lapangan awal validasi ahli 5 Revisi 6 Uji coba lapangan perorangan dan kelompok kecil 7 Revisi 8 Uji Pelaksanaan lapangan 9 Penyempurnaan produk akhir Setelah dihasilkan produk akhir maka dilanjutkan dengan Uji Efektifitas produk dalam proses pembelajaran Subjek uji coba terdiri dari dua ahli materi mata diklat Mikrobiologi dua ahli desain pembelajaran dua ahli media pembelajaran tiga siswa untuk uji coba perorangan Sembilan siswa untuk uji coba kelompok kecil dan tiga puluh enam siswa untuk uji coba lapangan Data tentang kualitas produk pengembangan ini dikumpulkan dengan angket dan dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatifHasil penelitian pengembangan menunjukkan 1 hasil validasi ahli materi tentang penilaian kelayakan isi berada pada kriteria sangat baik 8769 2 hasil validasi ahli desain pembelajaran berada pada kriteria sangat baik 9361 3 hasil validasi ahli media pembelajaran berada pada kriteria baik 7710 4 Uji coba perorangan berada pada kriteria sangat baik 9282 5 Uji coba kelompok kecil berada pada kriteria sangat baik 9261 6 Uji coba lapangan berada pada kriteria sangat baik 9302 dan untuk keseluruhan kategori menunjukkan kriteria sangat baik 8948Hasil uji efektifitas produk pada proses pembelajaran menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan multimedia pembelajaran lebih efektif 8891 dibanding dengan pembelajaran menggunakan modul 8203http://digilib.unimed.ac.id/pengembangan-bahan-ajar-berbasis-multimedia-dengan-strategi-pembelajaran-kooperatif-cooperative-learning-pada-mata-diklat-analisis-mikrobiologi-di-smk-negeri-3-medan-33756.htmlThu, 18 Dec 2014 10:50:56 +0700Peran Guru PPKn DalamPembentukan Sikap Kesopanan Siswa di Kelas VII SMP Negeri 2 BerastagiTahun Pelajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru PPKn dalampembentukan sikap kesopanan siswa di kelas VII SMP Negeri 2 Berastagi TahunPelajaran 20132014 Adapun metode penelitian yang digunakan adalah analisisdeskriptif kualitatif Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMPNegeri 2 Berastagi yang terdiri dari 6 kelas Namun sebagai sampel penulismengambil secara acak sederhana Random Sampling yaitu sebanyak 40 siswayaitu kelas VII-1 Alat pengumpulan data yang digunakan adalah observasiangket wawancara dan studi dokementasi Teknik analisis yang digunakan adalahdeskriptif kualitatif ini dilakukan dengan cara mempresentasikan data-data yangdiperoleh dari penelitian kemudian dianalisis datanya secara sistematik sehinggadapat lebih mudah dipahami dan disimpulkan Guru pendidikan kewarganegaraansangat berperan dalam pembentukan sikap kesopanan siswa Melalui peran gurupendidikan pancasila kewarganegaraan yang diberikan di sekolah maka sikapkesopanan peserta didik semakin terbentuk Sesuai dengan kepribadian Pancasilaguru pendidikan pancasila kewarganegaraan melakukan upaya-upaya dalampembentukan sikap kesopanan siswa yaitu melalui melakukan kerjasama denganorangtua siswa terkait membicarakan masalah perkembangan karakter pesertadidik tersebut mengadakan kegiatan ekstrakurikuler yang bersifat positifmisalnya mengikuti pramuka OSIS Paskibra dan selalu memberikan nasihatyang membangun untuk membangkitkan semangat siswa Dan selalu mendorongsiswa untuk selalu berbuat baik tanpa memandang bulu Melalui peran guru matapelajaran pendidikan pancasila kewarganegaraan yang di berikan di sekolah sikapkesopanan siswa semakin terbentuk Sesuai dengan kepribadian pancasila Gurumata pelajaran pendidikan pancasila kewarganegaraan melakukan usaha-usahadalam pembinaan kesopanan peserta didik yaitu melalui melakukan kerjasamadengan orang tua peserta didikhttp://digilib.unimed.ac.id/peran-guru-ppkn-dalampembentukan-sikap-kesopanan-siswa-di-kelas-vii-smp-negeri-2-berastagitahun-pelajaran-20132014-33755.htmlThu, 18 Dec 2014 10:48:51 +0700Pengembangan bahan ajar berbasis multimedia interaktif pada pembelajaran ketrampilan komputer dan pengelolaan informasi kelas XI SMK Negeri 3 MedanPenelitian ini bertujuan untuk 1Mengembangkan bahan ajar berbasis multimedian interaktif sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran KKPI di SMK Negeri 3 Medan 2Mengetahui tingkat kelayakan bahan ajar berbasis multimedia interaktif sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran KKPI di SMK Negeri 3 Medan Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development RD dengan prosedur penelitian menggunakan model Borg Gall Pengembangan bahan ajar berbasis multimedia interaktif terdiri dari 4 tahap yaitu 1 Analisis Kebutuhan 2 Desain Pembelajaran 3 Desain pengembangan 4 Uji Coba dan Revisi Produk Penentuan tingkat kelayakan bahan ajar berbasis multimedia interaktif berdasarkan uji validasi para ahli dan uji coba kepada siswa serta dilanjutkan dengan uji efektifitas Cara menentukan sampel validasi ahli dengan teknik purposive sample dan untuk sampel uji coba yaitu siswa kelas XI KA 1 sebanyak masing-masing 36 siswa menggunakan teknik random sampling Hasil penilaian yang dilakukan oleh ahli materi yang terdiri dari guru KKPI SMK Negeri 3 Medan dan dosen STMIK Guna Dharma rata-rata 8723 yang termasuk pada kategori sangat baik Hasil penilaian ahli materi ini dapat diartikan bahwa bahan ajar yang dikelas dalam CD pembelajaran multimedia interaktif dikategorikan sangat baik atau layak Hasil penilaian yang dilakukan oleh ahli Media rata-rata 8357 termasuk pada kategori sangat baik Demikian juga dengan hasil penilaian ahli desain pembelajaran kedua ahli memberikan penilaian rata-rata 8107 termasuk pada kategori sangat baik atau layak Selanjutnya dari presentase penilaian siswa diperoleh pada uji coba lapangan adalah 9345 juga dapat dintepretasikan bahwa bahan ajar berbasis multimedia interaktif termasuk pada kategori sangat baik atau layak Hasil uji efektifitas pada kelas uji coba berhasil meningkatkan nilai dari 6283 menjadi 85 atau meningkat 3529 Secara keseluruhan berdasarkan penilaian ahli materi ahli desain dan ahli media serta hasil uji coba pada siswa serta uji efektifitas maka dapat disimpulkan bahwa bahan ajar berbasis multimedia interaktif pada pembelajaran KKPI kelas XI KA 1 SMK Negeri 3 Medan layak digunakan dan lebih efektif meningkatkan hasil belajar siswahttp://digilib.unimed.ac.id/pengembangan-bahan-ajar-berbasis-multimedia-interaktif-pada-pembelajaran-ketrampilan-komputer-dan-pengelolaan-informasi-kelas-xi-smk-negeri-3-medan-33754.htmlThu, 18 Dec 2014 10:44:27 +0700Implementasi UU No 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan Terhadap Partisipasi Masyarakat Dalam Melestarikan Objek Wisata Studi Kasus Desa Tomok Kabupaten SamosirPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar partisipasi masyarakat dalam melestarikan objek wisata ditinjau dari UU No 10 Tahun 2009 tentang KepariwisataanPenelitian ini dilaksanakan di Desa Tomok Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir Teknik pengumpulan data yang dilakukan ada 4 yaitu observasi wawancara angket dan dokumentasi Adapun jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 801 kepala keluarga sampel yang diambil yaitu 10 dari jumlah Populasi yaitu sebanyak 80 kepala keluarga setelah dilakukan pembulatanKemudian dilakukan penyebaran angket Angket merupakan alat pengumpul data yang berisi pertanyaan tertulis questioner yang akan diisi oleh responden sampel Pada penelitian ini penulis akan menganalisa data dengan menggunakan teknik analisa non statistik karena penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yaitu suatu cara atau metode yang memecahkan dan menjawab permasalahan yang dihadapi pada situasi sekarangBerdasarkan hasil penelitian dan dilanjutkan dengan menganalisis data yang diperoleh terdapat gambaran mengenai penerapan Undang Undang No 10 tahun 2009 belum terwujud dengan baik sesuai dengan yang diharapkan karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan Danau Toba Hal ini terbukti dari jumlah jawaban responden yang pada umumnya menyatakan bahwa dalam menjaga kelestarian objek wisata khususnya area Danau Toba masih jarang dilakukan selain itu unsur unsur sapta pesona masih kurang diterapkan oleh masyarakat setempat Padahal sapta pesona sangat memberi pengaruh besar terhadap kelestarian lingkungan objek wisatahttp://digilib.unimed.ac.id/implementasi-uu-no-10-tahun-2009-tentang-kepariwisataan-terhadap-partisipasi-masyarakat-dalam-melestarikan-objek-wisata-studi-kasus-desa-tomok-kabupaten-samosir-33753.htmlThu, 18 Dec 2014 10:35:37 +0700Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PKn Di Kelas X SMK Yayasan Perguruan Gotong Royong Kuala Tahun Pelajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan 1 Aktivitas belajar siswa kelas X SMK Gotong Royong Kuala dengan menerapkan model Pembelajaran Jigsaw 2 Hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn Kelas X SMK Gotong Royong Kuala dengan menerapkan model Pembelajaran JigsawBentuk penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan empat tahap yaitu perencanaan tindakan pengamatan serta refleksi dengan lokasi penelitian di SMK Yayasan Perguruan Gotong Royong Kuala dan dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas X SMK yang berjumlah 30 orang Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui observasi dan tes hasil belajar Pada penelitian ini teknis analisis data yang dipakai adalah metode deskriptif kuantitatif Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi yang dilakukan oleh observer Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu berdasarkan hasil observasi menyimpulkan apakah dengan penerapan model pembelajaran Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pretest sebelum diadakan tindakan pada siklus I adalah dari 30 orang siswa sebanyak 5 orang siswa 1667 yang memenuhi standar ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 6266 Setelah diadakan tindakan pada post test siklus I siswa yang telah mencapai standar ketuntasan belajar sebanyak 10 orang siswa 3333 dengan nilai rata-rata 6467 dan setelah diadakan pada siklus II sebanyak 26 orang siswa 8667 siswa yang telah memenuhi standar ketuntasan dengan nilai rata-rata 8667 Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn di Kelas X SMK Yayasan Perguruan Gotong Royong Kualahttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-jigsaw-dalam-meningkatkan-hasil-belajar-siswa-pada-mata-pelajaran-pkn-di-kelas-x-smk-yayasan-perguruan-gotong-royong-kuala-tahun-pelajaran-20132014-33752.htmlThu, 18 Dec 2014 10:28:00 +0700Persepsi Mahasiswa Tentang Pelaksanaan Fungsi Partai Politik pada Pemilu Legislatif 2014Studi Kasus Mahasiswa Jurusan PP-Kn Angkatan 2011 Faakultas Jeguruan dan Ilmu Pendidikan UnimedPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi mahasiswa Jurusan PP-KnAngkatan 2011 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas DarmaAgung Medan tentang pelaksanaan fungsi partai politik pada pemilu legislatif2014Sedangkan tujuannya adalah 1 untuk mengetahui persepsi mahasiswa PPKnAngkatan 2011 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas DarmaAgung Medan tentang pelaksanaan fungsi partai politik pada pemilu legislatif2014 2 untuk mengetahui faktor-faktor yang mendukung mahasiswaPP-KnAngkatan 2011 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas DarmaAgung Medan dalam memahami fungsi partai politik dalam pemilu legislatif2014 3 untuk mengetahui pemahamaan mahasiswaPP-Kn Angkatan 2011Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Darma Agung Medanterhadap fungsi partai politik yang ada di Indonesia Adapun metode yangdigunakan penulis dalam penelitian ini adalah dengan metode deskriptif kualitatifPenelitian ini dilakukan di Jurusan PP-Kn Fakultas Keguruan Dan IlmuPendidikan Universitas Darma Agung Medan Pengumpulan data dilakukanmelalui studi lapangan yaitu observasi angket dan wawancara Adapaun yangmenjadi Populasi dalam penelitian ini sebanyak 50 mahasiswa yang terdiri darikelas pagi dan kelas siang mahasiswa PP-Kn angkatan 2011 Sedangkan sampeldari penelitian ini adalah seluruhnya50 mahasiswa PP-kn tersebutatau yangdinamakan penelitian populasi Hasil yang diperoleh pada penelitian iniberdasarkan jawaban responden mahasiswa pada tabel rekapitulasi dimanapersentase respondem yang memilih A sebanyak 59 yang memilih jawaban Bsebanyak 51 yang memilih jawaban C sebanyak 518 yang memilih jawabanD sebanyak 34 Berdasarkan persentase jawaban respondem maka penulismenyimpulkan bahwa mahasiswaPP-Kn Angkatan 2011 Fakultas Keguruan danIlmu Pendidikan Universitas Darma Agung Medan berpersepsi bahwa partaipolitik pada pemilu legislatif 2014 sangat kurang maksimal dalam melaksanakansetiap fungsi partai politikhttp://digilib.unimed.ac.id/persepsi-mahasiswa-tentang-pelaksanaan-fungsi-partai-politik-pada-pemilu-legislatif-2014studi-kasus-mahasiswa-jurusan-ppkn-angkatan-2011-faakultas-jeguruan-dan-ilmu-pendidikan-unimed-33751.htmlThu, 18 Dec 2014 10:18:48 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar PKn Dengan Menggunakan Model Kooperatif Make A Match Di Kelas VIII SMP Kartika Medan Tahun Ajaran 2013 2014Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn dengan menggunakan model make a match siswa kelas VIII SMP Kartika Medan Penelitian ini dilatarbelakangi karena selama ini guru kurang mengorganisasikan pembelajaran PKn dikelas sehingga proses pembelajaran PKn cenderung monoton dan tidak menarik Rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran PKn mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa atau masih banyak siswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan Agar proses pembelajaran PKn bagi siswa menjadi bermakna maka diperlukan penggunaan metode pembelajaran yang lebih bervariatif sepertihalnya model make a match Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas PTK yang dilaksanakan dalam dua siklus tindakan Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar dan lembar observasi Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII SMP Kartika Medan dengan jumlah siswa sebanyak 29 Orang Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar siswa yang dimulai dari pre test 6092 meningkat kembali pada siklus I 6988 dan kemudian meningkat kembali pada siklus II 7954 Dengan meningkatkan hasil belajar siswa maka dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe mencari pasangan make a match dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas VIII SMP Kartika Medanhttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-pkn-dengan-menggunakan-model-kooperatif-make-a-match-di-kelas-viii-smp-kartika-medan-tahun-ajaran-2013-2014-33750.htmlThu, 18 Dec 2014 10:05:13 +0700Fungsi Mual Tio Pada Marga-Marga Batak Toba Di Desa Cinta Dame Kecamatan Simanindo Kabupaten SamosirPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi Mual Tio pada marga-marga Batak Toba dengan mengambil daerah penelitian di Desa Cinta Dame Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk memahami dan menafsirkan makna dari suatu peristiwa interaksi tingkah laku manusia sehingga dapat memberikan gambaran sistematis Penelitian ini memakai subjek dan objek penelitian sebagai pengganti dari sampel dan populasi Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi wawancara dokumentasi dan studi kepustakaanHasil penelitian ini adalah marga-marga Batak Toba yang mempercayai nilai keramat dari Mual Tio sebagai warisan dari nenek moyang pendahulu mereka Mual Tio merupakan sumber mata air yang dimiliki oleh marga-marga Batak Toba dan berada di tempat yang berbeda Setiap Mual Tio pada marga memiliki sejarah yang berbeda tergantung pada bagaimana Ompung leluhur setiap marga menemukan Mual Tio Tempat ini bukan tempat yang bisa untuk dikunjungi setiap oranghal ini dikarenakan hanya marga tertentu dan berkepentingan saja yang bisa berkunjung dan mengambil Mual Tio contohnya Mual Tio marga Sidauruk yakni Mual Tio Si Tukko hanya bisa diambil oleh marga Sidauruk Selain itu Marga-marga Batak Toba meyakini bahwa tempat Mual Tio didiami oleh leluhur pendahulu mereka sehingga apabila keturunan dari leluhur pendahulu ingin mengambil Mual Tio melakukan beberapa tahap ritual untuk menunjukkan rasa hormat dan menghargai leluhur dari marga Batak Toba yang memiliki Mual Tio tersebut Di samping itu Mual Tio memiliki fungsi bagi kehidupanselain dari Mual Tio merupakan air bersih di mana pada umumnya air berfungsi sebagai pemuas dahaga Mual Tio memiliki fungsi sosial budaya dan fungsi spiritual yakni dengan meyakini dan mempercayai keberadaan dan mengandung unsur magic dari Mual Tio memiliki hubungan dengan batin dan jiwa manusiaapabila mengkonsumsi Mual Tio maka harapan yang diinginkan bisa berjalan dengan baik yang diminta pada Tuhan melalui leluhur nenek moyang pendahulu Dengan demikian bagi orang yang mempercayai akan hal tersebut akan menjaga baik tempat Mual Tio dengan memperbaiki lokasi sekitar Mual Tio agar terlihat bersih dan nyaman untuk dikunjungi sehingga hal ini menjadi salah satu faktor mempererat hubungan sesama yang satu marga sekaligus satu leluhur yang memiliki tempat Mual Tio samual yang sama untuk lebih sama-sama untuk menjaga dan menghormati serta menghargai warisan leluhur mereka agar menjadi tempat yang sakral dan menjaga kekeramatan dari tempat Mual Tiohttp://digilib.unimed.ac.id/fungsi-mual-tio-pada-margamarga-batak-toba-di-desa-cinta-dame-kecamatan-simanindo-kabupaten-samosir-33749.htmlThu, 18 Dec 2014 09:44:15 +0700Tinjauan Perilaku Konsumen Pada Gaya Hidup Pria Teknoseksual Di Kalangan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera UtaraPenelitian ini untuk mengetahui realitas sosial terkini pria teknoseksual yang ada pada masyarakat perkotaan dan menjadi fokus terhadap mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif yang bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan Perilaku konsumen pada pria teknoseksual ketika menentukan produk teknologi yang mereka gunakan melalui lingkungan Tindakan sosial teman gaya hidup dan pertimbangan lainnya Tehnik pengumpulan data yang digunakan dengan observasi dan wawancara mendalam dengan jumlah 6 informan 3 diantaranya informan kunci dan 3 informan biasa melalui wawancara dengan ketiga informan kunci didapatkan gambaran konsumsi pada pria teknoseksual terhadap gadget kemudian tinjauan perilaku konsumen pada saat penentuan brand ataupun produk gadget yang digunakan dipengaruhi oleh tindakan sosial dan gambaran terakhir penggunaan gadget tersebut terhadap nilai yang didapat pada lingkungan oleh pria teknoseksual Adanya tingkat konsumsi yang tinggi tehadap gadget menjadikan pria teknoseksual menjadi individu yang konsumtif terhadap gadget namun dalam tingkat konsumsi yang tinggi tersebut manfaat dari gadget tersebut juga dijadikan sebagai penunjang aktifitas sebagai mahasiswa sehingga dalam kategori konsumen dapat dikatakan konsumen cerdas dalam penggunaan produk teknologi selain pengguna diharapkan pria teknoseksual yang mengerti teknologi juga sebagai pencipta teknologihttp://digilib.unimed.ac.id/tinjauan-perilaku-konsumen-pada-gaya-hidup-pria-teknoseksual-di-kalangan-mahasiswa-fakultas-kedokteran-universitas-sumatera-utara-33748.htmlThu, 18 Dec 2014 09:37:47 +0700Eksistensi Pedagang Rujak Simpang Jodoh Di Pasar 7 Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli SerdangPenelitian ini mengenai Eksistensi Pedagang Rujak Simpang Jodoh Di Pasar 7 Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang keberadaan pedagang rujak pola interaksi diantara pedagang rujak dan solidaritas diantara pedagang rujak serta persepsi masyarakat terhadap pedagang rujak tersebutPenelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif Penelitian kualitatif ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi partisipasi serta wawancara peneliti terlibat langsung dengan aktifitas masyarakat yang sedang diamati dan melalui tanya jawab Data-data dari hasil penelitian ini didukung oleh hasil wawancara yang peneliti lakukan yaitu terlibat langsung dengan aktifitas yang sedang diamati dalam penelitian Eksistensi Pedagang Rujak Simpang Jodoh Di Pasar 7 Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli SerdangBerjualan rujak sudah menjadi salah satu mata pencaharian pada masyarakat Pasar 7 Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Rujak yang sudah sangat dikenal dengan sebutan Rujak Simpang Jodoh ini memiliki cerita yang menarik dengan versi yang berbeda-beda Dari bermacam cerita tentang simpang jodoh semuanya merujuk pada pencarian jodoh di Pasar 7 iniSelain cerita tentang nama rujak simpang jodoh rasa rujaknya juga tidak diragukan lagi Dari berbagai kalangan telah datang untuk mencicipi rujak simpang jodoh Selain terkenal dengan ciri khas bumbu tempat pedagang berjualan juga sangat unik Mereka masih menggunakan lampu senthir sebagai penerangan di malam hari dan menggunakan gerobak dorong sebagai tempat mereka berjualan dan meletakkan berbagai alat dagangan seperti buah-buahan kacang tanah garam bumbu racikan terasi dan sebuah ulekkanhttp://digilib.unimed.ac.id/eksistensi-pedagang-rujak-simpang-jodoh-di-pasar-7-kecamatan-percut-sei-tuan-kabupaten-deli-serdang-33747.htmlThu, 18 Dec 2014 09:29:03 +0700Pengaruh Pembelajaran Role Playing Terhadap Kemampuan Gerak Dasar Siswa Kelas III SD Negeri 105385 Kotasan Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang Tahun Ajaran 20122013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran role playing terhadap kemampuan gerak siswa kelas III SD Negeri 105385 Kotasan Tahun Ajaran 20122013Dari hasil perhitungan uji normalitas data yang terdapat pada lampiran 7 dan lampiran 8 di peroleh hasil uji normalitas data pre-test dan post-test Data pre test diperoleh nilaiL_o01304 sedangkan nilai L_tabel 01401 n 40 dan taraf signifikan 945 005 Sehingga dapat di simpulkan bahwa data pre-test kemampuan gerak dasar siswa kelas III SD Negeri 105385 Kotasan berasal dari populasi yang berdistribusi normalUntuk data post test diperoleh nilaiL_o00832 sedangkan nilai L_tabel 01401 n 40 dan taraf signifikan 945 005 Sehingga dapat di simpulkan bahwa data pre-test kemampuan gerak dasar siswa kelas III SD Negeri 105385 Kotasan berasal dari populasi yang berdistribusi normal Dari hasil nilai F dari uji distribusi F pada taraf 945 005 adalah 408F_tabel maka F_hitung 123 F_tabel 408Sehingga dapat di ketahui bahwa kedua kelompok sampel tersebut berasal dari varians yang HomogenDari hasil nilai uji-t beda untuk data pre test dengan post test untuk variabel kemampuan gerak dasar siswa kelas III SD Negeri 105385 Kotasan nilai t_hitung 4792 dan t_tabel 1684 nilai t dk n-1 39 pada taraf signifikan 945005 Diperoleh t_hitungt_tabel4792 1684 dengan demikian hipotesis yang menyatakan Pembelajaran Role Playimg memberikan pengaruh terhadap kemampuan gerak dasar siswa kelas III SD Negeri 105385 Kotasan Tahun Ajaran 20122013dapat di terima kebenarannyahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-pembelajaran-role-playing--terhadap-kemampuan-gerak-dasar-siswa-kelas-iii-sd-negeri-105385-kotasan-kecamatan-galang-kabupaten-deli-serdang-tahun-ajaran-20122013-33746.htmlThu, 18 Dec 2014 08:31:17 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Tolak Peluru Dengan Menggunakan Gaya Mengajar Resiprokal Pada siswa Kelas XI SMA Panca Budi Medan Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar tolak peluru gaya Obrain melalui penerapan gaya mengajar resiprokal pada siswa kelas XI SMA Panca Budi Medan tahun ajaran 20132014Subjek penelitian ini dilaksanakan di SMA Panca Budi Medan tahun ajaran 20132014 sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 2 yang berjumlah 33 orang Untuk menganalisis data dalam penelitian ini dan untuk mengetahui hasil dilihat dari ketuntasan siswa secara individu dan secara klasikal Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas Untuk memperoleh data dalam penelitian ini maka dilakukan tes hasil belajar I dan tes hasil belajar II dengan penilaian sesuai dengan portofolio yang menilai proses teknik tolak peluruSetelah data terkumpul telah dilakukan analisis maka diperoleh hasil analisisnya 1 dari tes hasil belajar 1 di siklus I diperoleh 19 orang 5757 yang telah mencapai ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata belajar siswa 6447 2 dari tes hasil belajar II di siklus II diperoleh 28 orang 8484 yang telah mencapai ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata belajar siswa 79 Berdasarkan hasil analisis data dapat dikatakan bahwa melalui penerapan gaya mengajar resiprokal dapat meningkatkan hasil belajar Tolak peluru gaya Obrain pada siswa kelas XI SMA Panca Budi Medan Tahun Pembelajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-tolak-peluru-dengan-menggunakan-gaya-mengajar-resiprokal-pada-siswa-kelas-xi-sma-panca-budi-medan-tahun-ajaran-20132014-33745.htmlWed, 17 Dec 2014 12:08:16 +0700Optimalisasi Penggunaan Media Pembelajaran Yang Dimodifikasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Tolak Peluru Gaya Obrien Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Tahun Ajaran 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penigkatan hasil belajar tolak peluru gaya Obrien dengan menggunakan media modifikasi pada siswa kelas VIII-2 SMP Negeri 1 Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Tahun Ajaran 20142015 Subjek penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Perbaungan Tahun Ajaran 20142015 sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-2 yang berjumlah 40 orang Untuk menganalisis data dalam penelitian ini dan untuk mengetahui hasil dilihat dari ketuntasan siswa secara individu dan secara klasikal Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas Untuk memperoleh data dalam penelitian ini maka dilakukan tes hasil belajar yang berbentuk portofolio dan dilakukan dengan penggunaan media pembelajaran yang dimodifikasi Setelah menerapkan media pembelajaran yang dimodifikasi maka diadakan tes hasil belajar pada siklus I dan siklus II yang berbentuk teknik tolak peluru gaya ObrienBerdasarkan hasil tes yang dilakukan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Perbaungan Hasil dari siklus I terdapat 25 siswa 625 dari 40 siswa Hasil dari siklus II terdapat 35 siswa 875dari 40 siswa Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi penggunaan media pembelajaran yang dimodifikasi dapat meningkatkan hasil belajar tolak peluru gaya Obrien pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Tahun Ajaran 20142015http://digilib.unimed.ac.id/optimalisasi-penggunaan-media-pembelajaran-yang-dimodifikasi-untuk-meningkatkan-hasil-belajar-tolak-peluru-gaya-obrien-pada-siswa-kelas-viii-smp-negeri-1-perbaungan-kabupaten-serdang-bedagai-tahun-ajaran-20142015-33744.htmlWed, 17 Dec 2014 12:02:57 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Tolak Pelurud Dengan Menggunakan Gaya Mengajar Divergen Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Bagan Asahan Kecamatan Tanjung Balai Kabupaten Asahan TA 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar Tolak Peluru yang didapat siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bagan Asahan 20132014 melalui gaya mengajar divergen Subjek Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Bagan Asahan TA 20132014 sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang berjumlah 38 orang Untuk menganalisis data dalam penelitian ini dan untuk mengetahui hasil dilihat dari ketuntasan siswa secara individu dan secara klasikal Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas Untuk memperoleh data dalam penelitian ini maka dilakukan tes hasil belajar yang berbentuk portofolio dengan metode gaya mengajar inklusi maka diadakan tes hasil belajar pada siklus I dan siklus II yang berbentuk melakukan teknik dasar Tolak PeluruBerdasarkan hasil tes awal yang dilakukan pada siswa kelas VIII SMP N 1 Bagan Asahan Dari 38 siswa terdapat 11 siswa 2764 yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa 6490 Hasil dari siklus I terdapat 19 siswa 50 dari 38 siswa yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa 6841 Di siklus II terdapat 33 siswa 8684 dari 38 siswa yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 8004 dapat dilihat bahwa hasil belajar siswa dari tes awal sampai dilakukannya siklus I dan siklus II terjadi peningkatan dapat dikatakan melalui gaya mengajar divergen dapat meningkatkan hasil belajar siswahttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-tolak-pelurud-dengan-menggunakan-gaya-mengajar-divergen-pada-siswa-kelas-viii-smp-negeri-1-bagan-asahan-kecamatan-tanjung-balai-kabupaten-asahan-ta-20132014-33743.htmlWed, 17 Dec 2014 11:59:10 +0700Penerapan Pendekatan Savi SomatisAuditoriVisualIntelektual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Tolak Peluru Gaya Ortodoks Pada Siswa Kelas VIII SMP PGRI 9 Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan proses hasil belajar tolak peluru gaya ortodoks dengan penrapan pendekatan SAVI SomatisAuditoriVisualIntelektual Pada Siswa Kelas VIII SMP PGRI 9 Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan Tahun Ajaran 20132014 Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VIII-4 yang menjadi subjek dengan jumlah siswa sebanyak 25 orang yang akan diberikan tindakan melalui penerapan pendekatan SAVI SomatisAuditoriVisualIntelektual terhadap proses belajar tolak peluru gaya ortodoks Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas Classroom Action ResearchUntuk memperoleh data dalam penelitian ini dilakukan tes hasil belajar di akhir setiap siklus yang berbentuk penilaian tolak peluru gaya ortodoks Dengan pelaksanaan penelitian tes hasil belajar ini dilaksanakan selama dua minggu atau dua kali pertemuan Analisis data dilakukan dengan reduksi data dan paparan dataDari analisis data hasil belajar siswa mengalami peningkatan 1 Dari tes hasil belajar siklus I diperoleh sebanyak 14 orang siswa dengan nilai setelah dikonfersikan sebesar 56 telah mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 11 orang siswa 44 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar Dengan nilai rata-rata hasil belajar setelah dikonfersikan adalah 6925 2 dari tes hasil belajar siklus II diperoleh data sebanyak 20 orang siswa dengan nilai setelah dikonfersikan sebesar 80 yang telah mencapai ketuntasan dalam belajar sedangkan 5 orang 20 masih belum tuntas Dengan nilai rata-rata hasil belajar setalah dikonfersikan 7575 Berdasarkan hasil analisis data dapat dikatakan bahwa dengan penerapan pendekatan SAVI SomatisAuditoriVisualIntelektual dapat meningkatkan hasil belajar tolak peluru gaya ortodoks pada siswa kelas VIII SMP PGRI 9 Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/penerapan-pendekatan-savi-somatisauditorivisualintelektual-untuk-meningkatkan-hasil-belajar-tolak-peluru-gaya-ortodoks-pada-siswa-kelas-viii-smp-pgri-9-tembung-kecamatan-percut-sei-tuan-tahun-ajaran-20132014-33742.htmlWed, 17 Dec 2014 11:54:33 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Tolak Peluru Dengan Menggunakan Gaya Ortodoks Melalaui Media Audio Visual Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Hinai TP 2013 - 2014Penelitian ini dilaksanakan dengan latar belakang hasil belajar siswa pada materi tolak peluru gaya ortodoks masih relative rendah Tujuan dalam penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar tolak peluru gaya ortodoks siswa melalui penggunaan media audio visual Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas PTK yang dilaksanakan dalam dua siklus melalui kegiatan perencanaan pelaksanaan observasi dan refleksi Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII 3 SMP Negeri 1 Hinai Tahun Ajaran 20132014Pengambilan data dilakukan dengan melakukan tes hasil belajar dengan sistem penilaian fortopolio dengan menilai sikap permulaan sikap pelaksanaan dan sikap akhir untuk mengetahui hasil belajar siswa Hasil penelitian Hasil tes siklus 1 dari 35 siswa telah ada 7 siswa 2000 yang mencapai ketuntasan belajar selebihnya 28 siswa 8000 siswa yang tidak tuntas dalam belajar Nilai rata-rata yang diperoleh siswa adalah 64 Hasil tes siklus II dari 35 siswa telah ada 32 siswa 9143 yang sudah memiliki ketuntasan belajar hanya 3 orang siswa 857 yang belum memiliki ketuntasan belajar Nilai rata-rata kelas yang diperoleh 7905 tuntas Dapat dilihat bahwa hasil belajar siswa dari tes awal siklus I dan siklus II terjadi peningkatan maka dengan ini dikatakan melalui melalui metode pembelajaran variasi latihan dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kata kunci Tolak Peluru Gaya Ortodoks penelitian tindakan kelas8195http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-tolak-peluru-dengan-menggunakan-gaya-ortodoks-melalaui-media-audio-visual-pada-siswa-kelas-viii-smp-negeri-1-hinai-tp-2013--2014-33741.htmlWed, 17 Dec 2014 11:46:52 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Tolak Peluru Dengan Menggunakan Media Berbentuk Sudut 45 Derajat Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Kisaran Tahun Ajaran 20132014Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa terhadap materi tolak peluru melalui media pembelajaran modifikasi yang berbentuk sudut45 derajat bagi siswa kelas X SMA Negeri 4 Kisaran Tahun Ajaran 20132014 Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas classroom action research Lokasi penelitian ini dilaksanakan SMA Negeri 4 Kisaran yang beralamat di jalan Pondok Indah No11 Kecamatan Kota Kisaran Barat Kabupaten Asahan Waktu penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 26 November sd 26 Desember 2013 Dilaksanakan diluar jam pelajaran sekolah sore hari Subjek penelitian adalah siswa kelas X-2 SMA Negeri 4Kisaran pada Semester II Tahun Ajaran 20132014 yang berjumlah 40 siswa Objek dalam penelitian ini menggunakan media berbentuk sudut 45 derajat Instrumen yang digunakan untuk mengukur proses hasil belajar siswa terhadap materi tolak peluru gaya Ortodok ini adalah lembar portofolioSetelah data terkumpul akan dilakukan analisis Dari hasil tes belajar siswa sebelum menggunakan modifikasi pembelajaran tes awal pre-test diperoleh 17 siswa 425 yang telah mencapai ketuntasan proses hasil belajar sedangkan 23 siswa 575 belum mencapai tingkat ketuntasan dalam proses hasil belajar Nilai rata-rata yang diperoleh adalah 6984 Pada Siklus I post-test I diperoleh 25 siswa 625 yang telah mencapai ketuntasan proses hasil belajar sedangkan 15 siswa 375 belum mencapai tingkat ketuntasan dalam proses hasil belajar Nilai rata-rata yang diperoleh adalah 7343 Pada Siklus II post-test II diperoleh 37 siswa 925 yang telah mencapai ketuntasan proses hasil belajar sedangkan 3 siswa 75 belum mencapai tingkat ketuntasan dalam proses hasil belajar di sekolah Nilai rata-rata yang diperoleh adalah 8515 tuntasKesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa dengan menggunakan media modifikasi yang berbentuk sudut 45 derajat dapat meningkatkan proses hasil belajar siswa dalam materi tolak peluru gaya Ortodok pada siswa kelas X Semester II SMA Negeri 4 Kisaran Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-tolak-peluru-dengan-menggunakan-media-berbentuk-sudut-45-derajat-pada-siswa-kelas-x-sma-negeri-4-kisaran-tahun-ajaran-20132014-33740.htmlWed, 17 Dec 2014 11:34:17 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Tolak Peluru Gaya OBrien Dengan Menggunakan Media Pembelajaran Yang Dimodifikasi Media Bola Tennis Berekor Pada Siswa Kelas VIII MTsN Lubuk Pakam Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan proses pembelajaran tolak peluru melalui media pembelajaran yang dimodifikasi bagi siswa kelas VIII MTsN Lubuk Pakam Tahun Ajaran 20132014 Subjek disini adalah siswa kelas VIII-I yang berjumlah 31 orangMetode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas Untuk memperoleh data dalam penelitian ini maka dilakukan Tes Hasil Belajar pada tes awal lalu dilakukan pembelajaran tolak peluru dengan menggunakan media pembelajaran yang dimodifikasi yang dilakukan pada Tes Hasil Belajar I dan Tes Hasil Belajar II yang berbentuk tes tolak peluru dengan menggunakan peluru yang sebenarnyaSetelah data terkumpul akan dilakukan analisis Dari tes hasil belajar sebelum menggunakan modifikasi pembelajaran pre-test di peroleh 11 siswa 3548 yang telah mencapai ketuntasan belajar sedangkan 20 siswa 6451 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar Dengan nilai rat-rata 625 Kemudian dilakukan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran yang dimodifikasi melalui beberapa variasi pembelajaran siklus I Dari tes hasil belajar siklus I tolak peluru dengan media pembelajaran yang dimodifikasi pada siklus I diperoleh 18 siswa 5806 yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 13 siswa 4193 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar Dengan nilai rat-rata 7258 Kemudian dilakukan kembali pembelajaran tolak peluru menggunakan media pembelajaran yang dimodifikasi serta beberapa variasi pembelajaran yang lebih variatif Dari tes hasil belajar yang dilakukan pada siklus II diperoleh 26 siswa dengan 8387 yang mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 5 siswa 1612 belum mencapai tingkat ketuntasan dalam belajar dengan nilai rata-rata 8145 Dalam hal ini dapat di lihat bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siklus I dan siklus II yaitu 887 Sehingga terjadi peningkatan antara siklus I dan siklus II Berdasarkan hasil analisis data dapat dikatakan bahwa melalui penggunaan media pembelajaran yang dimodifikasi dapat meningkatkan hasil belajar tolak peluru gaya OBrien pada siswa kelas VIII MTsN Lubuk Pakam Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-tolak-peluru-gaya-obrien-dengan-menggunakan-media-pembelajaran-yang-dimodifikasi-media-bola-tennis-berekor-pada-siswa-kelas-viii-mtsn-lubuk-pakam-tahun-ajaran-20132014-33739.htmlWed, 17 Dec 2014 11:27:13 +0700Penerapan Modifikasi Media Pembelajaran Dalam Upaya Memperbaiki Hasil Pembelajaran Tolak Peluru Pada KelasV SDN 050630 Tanjung Langkat Tahun Ajaran 20112012Penelitian ini bertujaun untuk menemukan informasi pemanfaatan media pembelajaran yang dimodifikasi dalam menunjang pembelajaran pendidikan jasmani terhadap Hasil Belajar Tolak Peluru di SDN 050630 Tanjung Langkat Tahun Ajaran 20112012 Sampel dalam penelitian ini kelas siswa v dengan jumlah siswa 30 yang akan diberikan tindakan berupa pengajaran dengan modifikasi media pembelajaran terhadap hasil belajar tolak peluruUntuk memperoleh data dalam penelitian ini maka dilakukan tes hasil belajar I yang berbentuk aplikasi teknik dasar tolak peluru sebanyak satu kali pertemuanSetelah data terkumpul dan dilakuakan analisis maka diperoleh hasil analisisnya 1 Dari tes hasil belajar 633 yang telah tercapai ketuntasan belajar sedangkan 367 belum mencapai ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata asil belajar siswa 698 2 Dari test hasil belajar II dapat dilihat kemampuan siswa dalam melakukan tes hasil belajar secara klasikal sudah meningkat Terhadap 90 yang telah mencapai ketuntasan belajar sedangkan 10 belum mencapai ketuntasan belajar dangan nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 748 untuk hasil persentase siklus I dan II mengalami peningkatan 267 dan nilai rata-rata 5Berdasarkan hal itu maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan modifikasi media dapat meningkatkan hasil belajar tolak pelurudi SDN 050630 Tanjung Langkat Tahun Ajaran 20112012http://digilib.unimed.ac.id/penerapan-modifikasi-media-pembelajaran-dalam-upaya--memperbaiki-hasil-pembelajaran-tolak-peluru-pada--kelasv-sdn-050630-tanjung-langkat--tahun-ajaran-20112012-33738.htmlWed, 17 Dec 2014 11:23:12 +0700Upaya Penggunaan Media Audio Visual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Tolak Peluru Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Tigabinanga Kabupaten Karo Tahun Pelajaran 20132014Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Tolak Peluru Melalui Penggunaan Media Audio Visual Pada Siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tigabinanga Tahun Pelajaran 20132014Lokasi Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Tigabinanga Tahun Pelajaran 20132014 waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 14 sd 21 Mei 2014 Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tigabinanga Tahun Pelajaran 20132014 dengan jumlah sampel 40 orang siswa Metode penelitian ini menggunakan pendekatan PTK Penelitian Tindakan KelasHasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar Tolak Peluru siswa Berdasarkan hasil penelitian berupa kegiatan awal kegiatan lanjutan siklus I dan siklus II dalam Proses pembelajaran Tolak Peluru ternyata telah diperoleh peningkatan hasil belajar siswa secara signifikan Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya nilai Persentase Ketuntasan Klasikal PKK serta nilai rata-rata hasil belajar siswa Persentase ketuntasan hasil belajar Tolak Peluru pada tes awal 33 dengan nilai rata-rata 5843 Tidak Tuntas pada tes siklus I persentase ketuntasan hasil belajar Tolak Peluru 55 dengan nilai rata-rata 6258 Tidak Tuntas dan pada pelaksanaan tes siklus II persentase ketuntasan hasil belajar Tolak Peluru 70 dengan nilai rata-rata yang telah mencapai 6555 Tuntashttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-penggunaan-media-audio-visual-untuk-meningkatkan-hasil-belajar-tolak-peluru-pada-siswa-kelas-xi-sma-negeri-1-tigabinanga-kabupaten-karo-tahun-pelajaran-20132014-33737.htmlWed, 17 Dec 2014 11:19:28 +0700Survey Sarana dan Prasarana Obyek Wisata Pemandian Air Soda di Desa Parbubu Kecamatan Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2012Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui survey sarana dan prasarana obyek wisata pemandian air soda di Desa Parbubu Kecamatan Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2012 Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan angket jumlah sampel penelitian adalah 20 orang Kemudian dilakukan penyebaran angket dilokasi penelitian yang dilaksanakan selama 2 hariDari hasil penyebaran angket setelah dianalisis dengan teknik persentase menunjukkan bahwa survey sarana dan prasana pemandian air soda di Desa Parbubu Kecamatan Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2012 dalam kategori sedang dengan hasil analisis persentase yaitu indikator pertama keindahan alam serta kesejukan udara 80 termasuk kategori baik sekali indikator kedua keramah tamahan penduduk serta keamanan di daerah obyek wisata 70 termasuk kategori baik indikator ke tiga sarana dan prasarana yang memadai 45 termasuk kategori sedang indikator ke empat kemudahan aksebilitas transportasi 55 termasuk kategori sedang Dalam survey sarana dan prasana pemandian air soda di Desa Parbubu Kecamatan Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2012 banyak hal yang harus diperlihatkan seperti melakukan kerja sama dengan berbagi pihak swasta maupun negeri keramah tamahan masyarakat di daerah wisatamaupun fasilitas untuk daya tarik wisataDengan demikian dapat disimpulkan bahwa survey sarana dan prasana pemandian air soda di Desa Parbubu Kecamatan Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2012 dalam kategori sedanghttp://digilib.unimed.ac.id/survey-sarana-dan-prasarana-obyek-wisata-pemandian-air-soda-di-desa-parbubu-kecamatan-tarutung-kabupaten-tapanuli-utara-tahun-2012-33736.htmlWed, 17 Dec 2014 11:15:43 +0700The Effort To Improve The Learning Outcomes In Floor Gymnastic Backroll Material Trough The Learning Variation In 11th Grade Student Of Sma Swasta Harapan 2 Medan Academic Year 20132014The Objective On This Research Is To Find The Improvement Of The Learning Outcomes Of Back-Roll Material In Floor Gymnastics Through Learning Variation In The 11th Grade Students Of SMA SWASTA HARAPAN 2 Medan Academic Year 2013 2014This research was held conducted in SMA Swasta Harapan 2 Medan Jl Imam Bonjol No35 Kelurahan Jati Kecamatan Medan Maimun-Medan 20152This research was held on August 2meet for the lesson Start from pre test treatment giving learning of process and post test This research is conducted by applying Classroom Action Research This method give it this research about learning difficulties of the students during process learning of the physical education and also giving the solution for increase performance study of that material Based on the results of the data and the average percentage of the learning process can be concluded that backroll through a variation of materials such as additional stunts relay games and games get it ball can provide significant influence on the learning process in a backroll material for High School class XI of SMA Harapan 2 Medan field with average value of 72 on the initial conditions not completed on the implementation of the post -test I value students average initial test increased to 50 not complete and the post - implementation II test score average student has reached 8684 Completedhttp://digilib.unimed.ac.id/the-effort-to-improve-the-learning-outcomes-in-floor-gymnastic-backroll-material-trough-the-learning-variation-in-11th-grade-student-of-sma-swasta-harapan-2-medan-academic-year-20132014-33735.htmlWed, 17 Dec 2014 11:11:19 +0700Pesta Tapai sebagai Local Brand Studi Sosiologi terhadap Kearifan Lokal pada Masyarakat Melayu dalam Otonomi Daerah di Desa Dahari Selebar Kecamatan Talawi Kabupaten BatubaraPenelitian ini mengenai Pesta Tapai sebagai Local Brand Studi Sosiologi Kearifan Lokal pada Masyarakat Melayu dalam Otonomi Daerah di Kecamatan Talawi Kabupaten Batubara Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah pesta tapai pada masyarakat Melayu di Desa Dahari Selebar fungsi pesta tapai sebagai local brand peran masyarakat dan pemerintah untuk menjadikan pesta tapai sebagai local brand serta persepsi masyarakat terhadap penyelenggaraan pesta tapai sebagai local brand Kabupaten BatubaraAdapun jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif Tekhnik pengumpulan data dengan observasi partisipasi yakni peneliti terlibat langsung dalam setiap proses kegiatan pesta tapai Data-data yang didapat dari hasil observasi partisipasi juga didukung dengan hasil wawancara yang peneliti lakukan kepada masyarakat yang sangat mengerti mengenai pesta tapai sebagai local brand ini Berdasarkan metode penelitian tersebut diperoleh hasil sebagai berikut a Sejarah tradisi pesta tapai bermula pada zaman kedatukan yakni Datuk Semuangsa sekitar tahun 1890-an Kedatukan Pesisir yang terkenal taat beribadah dan selalu bergembira dalam menyambut bulan suci Ramadhan melakukan penyembelihan kerbau sapi kambing dan ayam hal ini dilakukan juga untuk bersedekah makanan dan mengirimkan doa kenduri arwah b Saat ini pesta tapai sudah memiliki beberapa pergeseran baik dalam fungsi pelaksanaannya maupun nilai-nilai yang terkandung pada tradisi ini Pesta tapai kini dijadikan sebagai local brand Kabupatem Batubara yang berfungsi untuk melestarikan budaya Desa Dahari Selebar meningkatkan perekonomian Kabupaten Batubara membentuk kesadaran terhadap masyarakat agar lebih menghargai nilai budaya dan bahasa nilai-nilai solidaritas sosial kekeluargaan dan cinta tanah air yang dirasakan semakin kuat c peran masyarakat dan pemerintah yakni ikut serta dan berpartisipasi dalam pelaksanaan sama-sama melestarikan budaya pesta tapai sehingga tetap memiliki nilai luhur adiluhung bahkan keindahan edipeni serta mempromosikan tradisi pesta tapai d Persepsi masyarakat terhadap penyelenggaraan pesta tapai sebagai local brand Kabupaten Batubara selalu berbeda-beda Ada masyarakat yang pro dan ada juga yang kontra terhadap kegiatan inihttp://digilib.unimed.ac.id/pesta-tapai-sebagai-local-brand-studi-sosiologi-terhadap-kearifan-lokal-pada-masyarakat-melayu-dalam-otonomi-daerah-di-desa-dahari-selebar-kecamatan-talawi-kabupaten-batubara-33734.htmlWed, 17 Dec 2014 11:06:21 +0700Upaya Meningkatkan Kemampuan Gerak SKSU Dengan Penerapan Desain Pembelajaran Model PPSI Pada Kelas VIII SMP Yayasan Pendidikan HKBP Sidorame Medan Tahun Ajaran 20142015Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peningkatan kemampuan gerak senam kebugaran sumatera utara Dengan Penerapan Desain Pembelajaran Model PPSI Pada Kelas VIII SMP Yayasan Pendidikan HKBP Sidorame Medan Tahun Ajaran 20142015Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah PTK Penelitian Tindakan Kelas Yang terdiri dari 2 siklus Sebelum dilakukan tindakan pada siklus I peneliti memberi pree-test untuk mengetahui kemampuan dan kesulitan belajar siswa Dengan menggunakan Penerapan Desain Pembelajaran Model PPSI Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional dimana siswa lebih aktif dalam pelaksanaan Senam kebugaran Sumatera UtaraSubjek adalah siswa kelas VIII-1 dengan jumlah siswa 28 orang Instrumen penelitian alat pengumpul data yang digunakan dalam tes ini adalah lembar fortofolio Teknik analisis data yang digunakan dengan rata-rata dan persentaseDari anaisis data diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siklus I diperoleh 18 siswa 6428 telah mencapai ketuntasan belajar sedangkan 10 siswa 3571 belum mencapai ketuntasan belajar Nilai rata-rata kelas yang diperoleh hanya mencapai 6607 Namun belum memenuhi kriteria ketuntasan secara klasikal yang diharapkan yaitu 80 Dari tes hasil belajar siklus II diperoleh data sebanyak 24 siswa 8571 yang telah mencapai ketuntasan belajar sedangkan 4 siswa 1428 belum memenuhi ketuntasan belajar Nilai rata-rata kelas yang diperoleh meningkat mencapai 8771 Dari penelitian diatas menunjukkan adanya peningkatan pada pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan gerak melalui Penerapan Desain Pembelajaran Model PPSI dapat meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran Senam Kebugaran Sumatera Utara dari 6420 pada siklus I dan meningkat pada siklus II yaitu 8571 Dengan Penerapan Desain Model Pembelajaran Model PPSI Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional dapat dijadikan alternative untuk Meningkatkan Kemampuan Gerak Senam Kebugaran Sumatera Utara SKSUhttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-kemampuan-gerak-sksu-dengan-penerapan-desain-pembelajaran-model-ppsi-pada-kelas-viii-smp-yayasan-pendidikan-hkbp-sidorame-medan-tahun-ajaran-20142015-33733.htmlWed, 17 Dec 2014 11:06:05 +0700Pengaruh Interval Training Dengan Circuit Training Terhadap Peningkatan Kemampuan Daya Tahan Janttung Paru Atlet Squash Sumatera Utara Tahun 2014Setiap cabang olahraga yang berkompetisi tentunya mengharapkan tercapainya prestasi yang maksimal baik secara individu maupun kelompok Prestasi juga menjadi tolak ukur apakah program yang selama ini dijalankan berhasil atau tidak Untuk mencapai prestasi tersebut salah satu cara yang dilakukan adalah dengan pembinaan dan salah satunya melalui penerapan latihan yang terprogram secara sistematis terarah dan berkesinambungan Squash adalah cabang olahraga perorangan yang menggunakan raket dan bola untuk memainkannya Dimainkan di dalam sebuah ruangan persegi empat yang berukuran 975 m x 64 m dan tujuan dari permainan squash adalah menjauhkan bola dari lawan dan mengembalikan bola pukulan dari lawan untuk meraih angka Kemampuan daya tahan pada umumnya banyak dibutuhkan pada semua cabang olahraga salah satunya cabang olahraga squash Daya tahan jantung paru merupakan faktor yang penting dalam permainan squash karena dengan daya jantung paru yang baik maka seorang Atlet dapat bermain hingga akhir pertandingan Berdasarkan keterangan di atas maka yang menjadi latar belakang peneliti adalah Atlet squash Sumatera Utara akan menghadapi beberapa pertandingan Untuk mengikuti sebuah pertandingan seorang Atlet dituntut memiliki kemampuan daya tahan jantung paru yang baik Untuk itu peneliti membuat penelitian tentang Pengaruh Interval Training dengan Circuit Training Terhadap Peningkatan Kemampuan Daya Tahan Jantung Paru Atlet Squash Sumatera Utara Tahun 2014Berdasarkan dari data penelitian yang sudah diambil dari hasil tes kemampuan daya jantung paru Atlet squash Sumatera Utara tahun 2014 maka diperoleh Kemampuan daya tahan jantung paru Atlet squash Sumatera Utara tahun 2014 melalui tes bleep mencapai rata-rata level 9 shuttle 2 dengan VO2max sebesar 439 mlkgmnt Kemampuan daya tahan jantung paru Atlet squash Sumatera Utara tahun 2014 sudah dikategorikan dalam kategori di atas rata-ratabaik Dan teknik analisis data yang digunakan adalah uji t berdasarkan pre test dan post test diperoleh hasil t hitung sebesar 09 dan t tabel 183 yang menyatakan t hitung t tabel Dengan demikian kesimpulan dari penelitian ini adalah latihan interval training dengan circuit training memberi pengruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan daya tahan jantung paru atlet squash Sumatera Utara tahun 2014http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-interval-training-dengan-circuit-training-terhadap-peningkatan-kemampuan-daya-tahan-janttung-paru-atlet-squash-sumatera-utara-tahun-2014-33732.htmlWed, 17 Dec 2014 10:45:38 +0700Pengaruh strategi pembelajaran dan kreativitas siswa terhadap hasil belajar menggambar konstruksi bangunan SMK Negeri Humbang HasundutanPenelitian ini bertujuan 1 Untuk mengetahui pengaruh penerapan strategi pembelajaran inkuiri dan strategi pembelajaran ekspositori terhadap hasil belajar Menggambar Konsruksi Bangunan 2 Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Menggambar Konstruksi Bangunan terhadap siswa yang kreativitas tinggi dan siswa yang kreativitas rendah 3 Untuk mengetahui interaksi antara strategi pembelajaran dengan kreativitas siswa terhadap hasil belajar Menggambar Konstruksi BangunanPopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMK Teknologi dan Rekayasa kelas XI TKBB di Kabupaten Humbang Hasundutan yang terdiri dari 3 kelas yaitu SMK N 1 L Nihuta terdiri dari 2 kelas dan SMK N 2 Dolok Sanggul memiliki 1 kelas dan jumlah kesaeluruhan 90 orang Teknik penarikan sampel dilakukan dengan cluster random sampling Sampel penelitian terdiri dari 60 orang Instrumen pengukuran untuk mengukur hasil belajar digunakan tes berbentuk pilihan ganda dengan 5 pilihan jawaban terdiri dari 30 butir soal Untuk menjaring data Kreativitas siswa dilakukan melalui angket yang telah diuji kevalidannya oleh jasa Konsultan Psikolog yang terdiri dari 25 butir angket Kreativitas yang dinyatakan sahih yang digunakan dalam penelitian Metode penelitian menggunakan metode quasi eksperimen dengan disain penelitian faktorial 2x2 sedangkan teknik analisis data menggunakan ANAVA dua jalur pada taraf signifikansi 61537 005 Syarat ANAVA adalah data berdistribusi normal dengan Lilifors dan data harus memiliki varians populasi homogen dengan uji Barlett dan uji FisherHasil penelitian diperoleh 1 hasil belajar Menggambar Konstruksi Bangunan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Inkuiri lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar Menggambar Konstruksi Bangunan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Ekspositori 2 hasil belajar Menggambar Konstruksi Bangunan siswa yang memiliki Kreativitas tinggi lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang memiliki Kreativitas rendah dan 3 Belum ditemukan interaksi antara penggunaan Strategi pembelajaran dengan Kreativitas dalam mempengaruhi hasil belajar Menggambar Konstruksi Bangunan Dari hasil analisis data disimpulkan bahwa penggunaan Strategi Pembelajaran dan Kreativitas memberi pengaruh yang signifikan terhadap Hasil Belajar Menggambar Konstruksi Bangunan Implikasi dari penelitian ini secara khusus ditujukan kepada guru Menggambar Konstruksi Bangunan yaitu dalam penerapan Strategi pembelajaran harus diperhatikan karakteristik siswa khususnya Kreativitas siswahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-strategi-pembelajaran-dan-kreativitas-siswa-terhadap-hasil-belajar-menggambar-konstruksi-bangunan-smk-negeri-humbang-hasundutan-33731.htmlWed, 17 Dec 2014 10:45:16 +0700Upaya meningkatkan hasil belajar pukulan lob fore-hand bulu tangkis dengan gaya mengajar resiprokal kelas VII-1 SMP Negeri 31 Medan Tahun Ajaran 20122013Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar Pukulan Fore-Hand Bulutangkis Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 31 Medan Tahun Ajaran 2012 2013Lokasi penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 31 Medan Tahun Ajaran 20122013 waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 6-13 Desember 2012 selama 2 minggu Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Siswa Kelas VII SMP Negeri 31 Medan dengan jumlah siswa 240 orang Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari populasi yaitu kelas VII-1 SMP Negeri 31 Medan Tahun Ajaran 20122013 dengan menggunakan purposive sampling berjumlah 36 orang Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan PTK Penelitian Tindakan KelasBerdasarkan hasil penelitian bahwa pembelajaran melalui metode resiprokal dapat meningkatkan hasil belajar siswa nilai rata-rata awal siswa yaitu 5414 Tidak Tuntas Pada tes siklus I nilai rata-rata siswa jadi meningkat yaitu 6491 Tidak Tuntas dan pada pelaksanaan siklus II nilai rata-rata siswa telah mencapai 7202 Tuntashttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil--belajar-pukulan-lob-forehand-bulu-tangkis-dengan-gaya-mengajar-resiprokal-kelas-vii1-smp-negeri-31-medan-tahun-ajaran-20122013-33730.htmlWed, 17 Dec 2014 10:41:08 +0700Pengaruh model pembelajaran dan kemampuan berpikir logis terhadap hasil belajar matematika di SMP Negeri Tanjung TiramPenelitian ini beertujuan untuk mengetahui 1 pengaruh model pembelajaran terhadap hasil belajar matematika 2 pengaruh kemampuan berpikir logis terhadap hasil belajar matematika 3 interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan berpikir logis terhadap hasil belajar matematika siswaPopulasi Penelitian ini dilaksanakan terhadap siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri Tanjung Tiram dengan populasi 288 siswa dari 9 kelas Teknik penarikan sample yang digunakan adalah teknik cluster random sampling Sampel penelitian berjumlah 52 siswa dimana 26 siswa sebagai kelompok eksperimen yang dibelajarkan dengan model pemeblajaran berbasis masalah dan 26 siswa sebagai kelompok yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-squareInstrumen yang digunakan berdasarkan tes berpikir logis dari Piaget sebanyak 30 butir semuanya memenuhi kriteria untuk mengukur kemampuan berpikir logis dan angket 14 butir setelah diuji cobakan 46 butir yang memenuhi kriteria untuk mengukur hasil belajar matematika Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan disain faktorial 2x2 Teknik analisis data yang digunakan adalah uji ANAVA dua jalur pada taraf signifikan 005Hasil uji hipotesis menunjukkan 1 skor rata-rata hasil belajar matematika yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah lebih tinggi dari skor rata-rata hasil belajar model kooperatif Tipe Think-pair-square dengan Fhitung 1027 Ftabel 404 dengan taraf signifikan 005 dan derajat kebebasan 1 48 2 siswa yang mempunyai kemampuan berpikir logis tinggi memperoleh skor rata-rata hasil belajar matematika lebih tinggi dari pada skor rata-rata hasil belajar matematika dengan kemampuan berpikir logis rendah dengan Fhitung 25 10 Ftabel 404 dengan taraf signifikan 005 dan derajat kebebasan 148 3 terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan kemampuan berpikir logis terhadap hasil belajar matematika Fhitung 885 Ftabel 404 dengan taraf signifikan 005 dan derajat kebebasan 148http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-dan-kemampuan-berpikir-logis-terhadap-hasil-belajar-matematika-di-smp-negeri-tanjung-tiram-33729.htmlWed, 17 Dec 2014 10:35:09 +0700Pengaruh pendekatan pembelajaran tematik dengan menggunakan video dan kemampuan spasial visual terhadap hasil belajar matematika sekolah dasarPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 hasil belajar matematika yang diajar dengan pendekatan pembelajaran tematik dengan mengunakan video lebih tinggi dari pada siswa yang diajar dengan pendekatan pembelajaran tematik dengan menggunakan grafis konvensional 2 hasil belajar matematika siswa yang memiliki kemampuan Spasial visual tinggi lebih tinggi dari pada siswa yang memiliki kemampuan Spasial visual rendah 3 ada interaksi pendekatan pembelajaran tematik dengan menggunakan video dan kemampuan Spasial visual terhadap hasil belajar matematika siswaPenelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 067245 Medan Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV semester 2 yang terbagi atas 3 kelas dengan jumlah siswa 99 orang Kelas IV a dibelajarkan dengan Pendekatan Pembelajaran Tematik denga Menggunakan Video dan Kelas IV b dibelajarkan dengan Pendekatan Pembelajaran Tematik dengan Menggunakan Grafis Konvensional Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan cara cluster rundom sampling Instrumen penelitian untuk mengukur hasi belajar digunakan tes berbentuk pilihan ganda dengan empat pilihan jawaban dengan jumlah soal sebanyak 30 butir Untuk mengukur kemampuan Spasial visual siswa dilakukan melalui tes yang telah diuji kevalidannya oleh ahli psikologi Metode penelitian menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain penelitian faktorial 2 x 2 Teknik analisis data menggunakan ANAVA dua jalur pada taraf signifikan 61537 005Temuan hasil penelitian menunjukan bahwa 1 hasil belajar matematika yang diajar dengan pendekatan pembelajaran tematik dengan mengunakan video lebih tinggi dari pada siswa yang diajar dengan pendekatan pembelajaran tematik dengan menggunakan grafis konvensional 2077 1879 dengan Fhitung 24968 Ftabel 399 2 hasil belajar matematika siswa yang memiliki kemampuan Spasial visual tinggi lebih tinggi dari pada siswa yang memiliki kemampuan Spasial visual rendah 2388 1489 dengan Fhitung 404 Ftabel 399 3 ada interaksi pendekatan pembelajaran tematik dengan menggunakan media video grafis konvensional dan kemampuan Spasial visual terhadap hasil belajar matematika siswa Fhitung 713 Ftabel 399 Perhitungan uji lanjut dengan uji Tukey menunjukkan perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan antara siswa yang diajar dengan pendekatan pembelajaran tematik dengan mengunakan video dan siswa yang diajar dengan pendekatan pembelajaran tematik dengan menggunakan grafis konvensional begitu juga dengan hasil belajar matematika siswa yang memiliki kemampuan Spasial visual tinggi dan siswa yang memiliki kemampuan Spasial visual rendah Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan adanya interaksi antara pendekatan pembelajaran tematik dengan menggunakan Video dengan pendekatan pembelajaran tematik dengan menggunakan Grafis Konvensional Hasil belajar matematika siswa yang memiliki kemampuan spasial visual tinggi lebih tinggi dari pada hasil belajar matematika siswa yang memiliki kemampuan spasial visual rendah jika diajar dengan menggunakan video sebaliknya hasil belajar matematika siswa yang memiliki kemampuan spasial visual rendah lebih tinggi dari pada hasil belajar matematika siswa yang memiliki kemampuan spasial visual tinggi jika diajar dengan menggunakan grafis konvensionalhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-pendekatan-pembelajaran-tematik-dengan-menggunakan-video-dan-kemampuan-spasial-visual-terhadap-hasil-belajar-matematika-sekolah-dasar-33728.htmlWed, 17 Dec 2014 10:26:32 +0700Pengaruh strategi pembelajaran dan kemampuan berpikir kreatif terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas XI SMA Swasta Teladan Medan TP 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 perbedaan kemampuan membaca pemahaman siswa yang diajarkan dengan strategi Quantum Teaching dengan kemampuan membaca pemahaman siswa strategi pembelajaran Ekspositori 2 perbedaan kemampuan pemahaman antara kelompok siswa yang memiliki kemampuan berpikir tinggi dan kelompok siswa yang memiliki kemampuan berpikir rendah 3 intraksi antara strategi pembelajaran dengan kemampuan berpikir kreatif terhadap kemampuan pemahaman membaca siswa kelas XI SMA Swasta Teladan Medan Penelitian ini dilakukan pada siswa SMA Swasta Teladan Medan semester genap tahun ajaran 20132014 terhadap kemampuan pemahaman siswa Teknik pengambilan sampel digunakan dengan Cluster Random Sampling berdasarkan kemampuan berpikir kreatif siswa sehingga sampel penelitian ini pada kelompok pembelajaran masing-masing terdiri dari 40 orang untuk eksperimen dan 40 orang untuk kelompok kontrol Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan faktorial 2 x 2 Teknik analisis yang digunakan adalah analisis varian dua jalur dengan taraf signifikansi 945 005 dengan Uji F pengujian lanjut menggunakan Uji TuckeyTemuan penelitian menunjukkan 1 kemampuan membaca pemahaman siswa yang diajarkan dengan strategi pembelajaran Quantum Teaching dibandingkan dengan siswa yang mengikuti strategi pembelajaran pada taraf signifikasi 945 005 dengan Fh sebesar 3278 dan Ftabel 396 untuk taraf signifikansi 5 Fhitung Ftabel 3278 396 Dengan Uji lanjut Tuckey diperoleh Fh sebesar 844 dan Ftabel 379 untuk taraf signifikansi 5 Fhitung Ftabel 844 396 Maka secara keseluruhan siswa SMA Swasta Teladan Medan yang mengikuti strategi pembelajaran quantum teaching memperoleh kemampuan yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan menggunakan strategi pembelajaran ekspositori Perhitungan analisis varians tentang perbedaan kemampuan pemahaman antara kelompok siswa yang memiliki kemampuan pemahaman membaca tinggi dengan kemampuan pemahaman antara kelompok membaca rendah pada taraf signifikasi 5 Fhitung Ftabel 41427 396 untuk taraf signifikansi 5 Fhitung Ftabel 2136 396Dengan demikian temuan penelitian menyimpulkan bahwa hipotesis penelitian yang berbunyi kemampuan membaca pemahaman siswa yang memiliki kemampuan berpikir kreatif tinggi dengan kemampuan membaca pemahaman siswa yang memiliki kemampuan berpikir kreatif rendah telah teruji kebenarannya sehingga hipotesis Ha diterima dan Ho ditolak 4hasil perhitungan rata-rata kemampuan membaca pemahaman siswa untuk strategi pembelajaran X S_qt B_T 3610 dan S_qt B_t 2825 sedangkan X S_ep B_r 3140 dan X S_ep B_r 3025 Hasil perhitungan Anava Factorial 2x2 hasil perhitungan F_h 527218 dan harga table F_t 396 pada taraf signifikan 005 dengan dk 176 adalah 12310Ft12311_005176 396 sehingga di dapat F_h 527218 F_t 318 maka hipotesis yang dirumuskan terdapat strategi pembelajaranDengan demikian temuan penelitian menyimpulkan bahwa hipotesis penelitian yang berbunyi hasil belajar fisika siswa yang memiliki kemampuan numerik rendah yang diberikan strategi pembelajaran eksperimen laboratorium lebih tinggi dengan siswa yang diberikan strategi pembelajaran simulasi komputer berbasis laboratorium telah teruji kebenarannya sehingga hipotesis Ha diterima dan Ho ditolak Dengan demikian semakin baik strategi pembelajaran yang digunakan dalam menyampaikan materi ajar fisika maka semakin tinggi hasil belajar fisika siswa atau semakin tinggi kemampuan numerik siswa dengan strategi pembelajaran maka semakin tinggi pencapaian kompetensi yang diperoleh siswa interaksi antara strategi pembelajaran dan kemampuan numerik akan memberikan dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar fisika siswa Akan tetapi pengaruh strategi pembelajaran lebih banyak memberikan pengaruh terhadap hasi belajar fisika dibandingkan dengan kemampuan numerik siswahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-strategi-pembelajaran-dan-kemampuan-berpikir-kreatif-terhadap-kemampuan-membaca-pemahaman-siswa-kelas-xi-sma-swasta-teladan-medan-tp-20132014-33727.htmlWed, 17 Dec 2014 10:12:53 +0700Pengembangan media interaktif berbasis strategi PBL pada mata pelajaran pattern making membuat pola kelas X busana SMK N 8 MedanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengembangan Media Interaktif Berbasis Strategi PBL Pada Mata Pelajaran Pattern Making Membuat Pola Kelas Busana SMKN 8 Medan Pengembangan Media Interaktif Berbasis Strategi PBL Pada Mata Pelajaran Pattern Making Membuat Pola ini diperoleh melalui observasi dari guru dan siswa di SMK N 8 Medan menyatakan media interaktif dibutuhkan dalam pembelajaranPenelitian ini diadaptasi dari model desain penelitian dan pengembangan menurut Borg Gall 1981 dan model pengembangan mediaMukminan 2001 dan Luther Aris HadiS 200315 Prusedur penelitian ini terdiri dari 1 Tahap I Melakukan penelitian Pendahuluan 2 Tahap II Pengumpulan data 3 Tahap III Membuat desain software 4 Tahap IV Membuat dan memproduksi Software 5 Tahap V Review dan Uji Coba Produk Pengumpulan data evaluasi validasi dilakukan dengan menggunakan instrumen penilaian yang diberikan kepada subjek uji coba yang berjumlah 50 orang antara lain 2 AhliMateri pembelajaran 2 Ahli Desain Instruksional 2 Ahli Media Pembelajaran 3 orang siswa Uji Coba satu-satu 9 orang siswa Uji Kelompok Kecil 32 orang siswa kelas eksperimenHasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa 1 Produk Media interaktif pattern making dikemas dalam bentuk CD 2 validasi para ahli secara umum menyatakan kualitas produk media iteraktifini termasuk dalam kriteria 8478 dari rentang skor 1- 5 pengujian hipotesis produk media interaktif ini dinyatakan efektif digunakan untuk pembelajaran pattern making di mana terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen Hasil pengolahan data dengan menggunakan uji t satu pihak diperoleh harga t hitung seharga 285 lebih besar dari t tabel seharga 200 maka dapat dinyatakan bahwa pengembangan media interaktif pembelajaran pattern making telah teruji efektif Kesimpulan pengembangan media interaktif lebih baik dibandingkan dengan media grafis karena proses pembelajaran menjadi lebih baik dan siswa dapat belajar mandiri sesuai kebutuhannya Dengan demikian guru sebaiknya dilatih menerapkan media interaktif dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajarhttp://digilib.unimed.ac.id/pengembangan-media-interaktif-berbasis-strategi-pbl-pada-mata-pelajaran-pattern-making-membuat-pola-kelas-x-busana-smk-n-8-medan-33726.htmlWed, 17 Dec 2014 10:00:04 +0700Evalausi Penerapan Program Pembinaan Prestasi Alet Arung Jeram Mapal Unimed Tahun 2013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan program pembinaan prestasi atlet arung jeram Mapala Unimed Tahun 2013 Penelitian ini dilakukan di Gedung UKM Universitas Negeri Medan Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengurus pelatih dan atlet arung jeram Mapala Unimed yang berjumlah 11 orang Sedangkan sampel penelitian diambil secara total sampling sehingga penelitian ini adalah penelitian populasi Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan kuesioner angket sebagai alat pengumpul data penelitian Untuk menggambarkan evaluasi penerapan program pembinaan prestasi atlet digunakan 4 indikator penelitian yaitu sumber daya manusia sumber daya keuangan sumber daya materi dan sumber daya fasilitas Dari hasil penelitian diketahui bahwa penerapan program pembinaan prestasi atlet ditinjau dari sumber daya manusia tergolong kurang 47 untuk sumber daya keuangan tergolong kurang 52 untuk sumber daya materi tergolong kurang 51 dan untuk sumber daya fasilitas tergolong cukup 56 Sedangkan untuk gambaran secara umum tentang penerapan program pembinaan prestasi atlet arung jeram Mapala Unimed Tahun 2013 diketahui 1 responden 9 menyatakan baik 3 responden 27 menyatakan cukup dan 7 responden 64 lagi menyatakan kurang Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa persentase rata-rata sebesar 52 yang berarti bahwa penerapan program pembinaan prestasi atlet arung jeram Mapala Unimed Tahun 2013 tergolong kuranghttp://digilib.unimed.ac.id/evalausi-penerapan-program-pembinaan-prestasi-alet-arung-jeram-mapal-unimed-tahun-2013-33725.htmlTue, 16 Dec 2014 17:59:41 +0700Profil Kondisi Fisik Dan Motivasi Berprestasi Atlet Arung Jeram Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Negeri Medan Tahun 2013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi secara objektif mengenai kategori tingkat kondisi fisik dan motivasi berprestasi atlet arung jeram Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Negeri Medan tahun 2013Metode penelitian adalah metode deskriptif Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah atlet arung jeram Mapala Unimed tahun 2013 dengan jumlah 18 orang Sedangkan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh atlet arung jeram Mapala Unimed tahun 2013 yang berarti penelitian ini mempergunakan sampel total Teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah tes pengukuran kondisi fisik yang meliputi daya tahan cardiovasculair daya tahan otot lengan bahu daya tahan otot perut kekuatan otot lengan power otot lengan bahu kelentukan koordinasi keseimbangan Persentase hasil tes pengukuran kondisi fisik atlet arung jeram putra Mapala Unimed 2013 menunjukkan bahwa daya tahan cardiovasculair 100 berada pada kategori kurang untuk daya tahan otot lengan bahu 6111 kurang 3333 cukup 556 baik Daya tahan otot perut 50 berada pada kategori cukup 50 baik kekuatan otot lengan 1667 kurang 7778 cukup 556 baiki Power otot lengan 6667 kurang 2778 cukup 556 baik Kelentukan 50 cukup 4444 baik 556 baik sekali Koordinasi 50 cukup 50 baik sedangakan keseimbangan 556 kurang 8889 cukup 556 baik Dan untuk pengukuran motivasi berprestasi atlet arung jeram Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Negeri Medan tahun 2013 adalah dengan menggunakan angket yang meliputi indikator kemampuan dengan kategori tinggi indikator kebutuhan dengan kategori tinggi indikator minat dengan kategori tinggi indikator harapankeyakinan dengan kategori sangat tinggi indikator adanya norma standar yang harus dicapai dengan kategori sedang indikator adanya situasi kompetisi dengan kategori sedangDan dapat disimpulkan bahwa kondisi fisik atlet arung jeram Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Negeri Medan Mapala Unimed tahun 2013 dalam kategori kurang Motivasi berprestasi atlet arung jeram Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Negeri Medan Mapala Unimed tahun 2013 dalam kategori tinggi Motivasi berprestasi atlet arung jeram Mapala Unimed tahun 2013 lebih tinggi dari kondisi fisik atlet arung jeram Mapala Unimed tahun 2013http://digilib.unimed.ac.id/profil-kondisi-fisik-dan-motivasi-berprestasi-atlet-arung-jeram-mahasiswa-pencinta-alam-universitas-negeri-medan-tahun-2013-33724.htmlTue, 16 Dec 2014 17:55:07 +0700Profil kondisi fisik atlet arung jeram putra Mapala Unimed 2013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi secara objektif mengenai kategori tingkat kondisi fisik atlet arung jeram putra Mapala Unimed 2013Metode penelitian adalah metode deskriptif Populasi yang di gunkan dalam penelitian ini adalah atlet arung jeram putra Mapala Unimed 2013 dengan jumlah 11 orang Sedangkansampel yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh atlet arung jeram putra Mapala Unimed 2013 yang berarti penelitian ini mempergunakan sampel total Teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah tes pengukuran kondisi fisik yang meliputi daya tahan cardiovasculair daya tahan otot lengan bahu daya tahan otot perut kekuatan otot lengan power otot lengan bahu kelentukan koordinasi keseimbangan Persentase hasil tes pengukuran kondisi fisik atlet arung jeram putra Mapala Unimed 2013 menunjukkan bahwa daya tahan cardiovasculair 100 berada pada kategori kurang untuk daya tahan otot lengan bahu 5454 kurang 2727 cukup 1818 baik Daya tahan otot perut 100 berada pada kategori cukup kekuatan otot lengan 7272 kurang 909 cukup 909 baik dan 909 baik sekali Power otot lengan 5454 kurang 3636 cukup 909 baik Kelentukan 2727 cukup 6363 baik 909 baik sekali Koordinasi 2727 cukup 7272 baik sedangakan keseimbangan 1818 kurang 4545 cukup 1818 baik dan 1818 sempurnaHasil rata-rata dari keseluruhan atlet dengan nilai 393 dimana 4 orang 364 berada pada kategori kurang dan 7 orang 636 berada pada kategori cukup Dapat disimpulkan bahwa ProfilKondisi Fisik Atlet Arung Jeram Putra Mapala Unimed 2013 berada pada kategori kuranghttp://digilib.unimed.ac.id/profil-kondisi-fisik-atlet-arung-jeram-putra-mapala-unimed-2013-33723.htmlTue, 16 Dec 2014 17:50:32 +0700WARUNG INTERNETGERBANG DUNIA VIRTUAL REMAJA KOTA MEDANPerkembangan warung internet telah merambah semua lapisan sosial dan budaya masyarakat yang menjadikan dunia tanpa batas sehingga dipersepsikan telah mendorong globalisasi perubahan sosial dan budaya masyarakat Keberadaan warnet adalah gambaran kehidupan virtual dengan dua realitas paralel Warnet merupakan bagian dari budaya massa mass culture diidentikkan dengan budaya populer populer culture dan hiburan massa mass entertainment Keberadaan warnet sebagai produk perkembangan teknologi cyberspace melahirkan dua sisi konsekuensi Konsekuensi positif-konstruktifnya diantaranya sebagai fasilitas belajar wahana pengembangan kreativitas remaja menghilangkan kejenuhan dengan bertualang di dunia virtual second life dan bisa membangun hubungan sosial baru Konsekuensi negatif-destruktifnya diantaranya adalah yang digolongkan pada kategori isu subversiv yaitu kecanduan kekerasan agresifitas dan kebingungan antara dua dunia Bagi remaja dikhawatirkan menggangu pelajaran sekolahnya serta mengurangi perhatian dan kepekaannya terhadap lingkungan sosialhttp://digilib.unimed.ac.id/warung-internetgerbang-dunia-virtual-remaja-kota-medan-33722.htmlTue, 16 Dec 2014 12:43:36 +0700Efektivitas PenegakanHukum Yang Tegas Dalam Memberantas Pencurian Kelapa Sawit StudiKasus AFD III Kebun Sei Musam PTPN II LANGKATPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penegakan hukum yang tegas dalam memberantas pencurian kelapa sawit studi kasus Afd III Kebun Sei Musam Langkat Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metodeanalisis deskriptif Penelitian ini dilaksanakan di Afdeling III Kebun Sei Musam PTPN II Langkat dan di Polsek Padang Tualang Langkat Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota Polisi Resort Langkat Sektor Padang Tualang yang berjumlah 26 orang dan keseluruhan karyawan Afdeling III KebunSei Musam Langkat yang berjumlah 52 orang dan mengambil data darikeseluruhan populasi Teknik yang digunakan penulis dalam pengumpulan dataadalah dengan teknik observasi wawancara dan angket Adapun teknik analisisdata dalam penelitian ini adalah menggunakan tabel frekuensiAdapun hasil penelitian skiripsi ini adalah bahwa penegakan hukum dalammemberantas pencurian kelapa sawit yang dilakukan pihak Kepolisian SektorPadang Tualang Langkat pada umumnya melaksanakan peranya dengan baik halini ditunjukan dengan adanya upaya Polisi seperti menyita hasil pencurian kelapa sawit berupa Tandan Buah Segar TBS dan beberapa goni berondolanmemberikan sanksi yang tegas berdasarkan pasal 365 KUHP melakukan patrolidengan membentuk tim khusus melakukan razia dengan memeriksa dokumen surat surat yang berkaitan dengan pengangkutan buah kelapa sawit di kawasan perkebunan sawit PTPN II Kebun Sei Musam Langkat Dalam melaksanakan peranya sebagai aparat penegak hukum Kepolisian Sektor Padang Tualang Langkat mendapatkan hambatan hambatan seperti tidak pedulinya masyarakat maupun karyawan terhadap kasus pencurian kelapa sawit berupa minimnya pengaduan mengenai kasus pencurian kelapa sawit yang terjadi diAfdeling III Kebun Sei Musam Langkat sehingga polisi sering lamban menerimainformasi untuk menindaklanjuti kasus kasus pencurian kelapa sawithttp://digilib.unimed.ac.id/efektivitas-penegakanhukum-yang-tegas-dalam-memberantas-pencurian-kelapa-sawit-studikasus-afd-iii-kebun-sei-musam-ptpn-ii-langkat-33721.htmlTue, 16 Dec 2014 10:56:51 +0700PORNOGRAFI DALAM EKSPRESI DANAPRESIASI SENI RUPA TINJAUAN ONTOLOGIS EPISTEMOLOGIS DAN AKSIOLOGISDalam ekspresi dan apresiasi seni rupa pornografi berkembang sejalan dengan kebebasan senimannya Secara epistemologis pornografi sudah ada semenjak seni rupa prasejah atau primitif sampai perkembangan seni rupa kontemporer di era postmodern sekarang ini Dalam realitas sosial dan budaya beberapa kelompok masyarakat di Indonesia kehidupan yang bernuansa pornografi juga berkembang dan dipertahankan Oleh sebab itu sulit untuk mengeneralisasikan pornografi dalam pemahaman yang terbatas karena banyak variabel yang mesti dipertimbangkan apalagi untuk merumuskannya dalam bentuk undang-undang Oleh sebab itu permasalahan ini harus dilihat secara holistik dan proporsional Dalam aktivitas kesenirupaan keselarasan antara kebebasan estetika dengan tanggung jawab moral dan etika harus tetap dijagahttp://digilib.unimed.ac.id/pornografi-dalam-ekspresi-danapresiasi-seni-rupa-tinjauan-ontologis-epistemologis-dan-aksiologis-33720.htmlTue, 16 Dec 2014 10:48:24 +0700Survei Perkembangan Explore Sumatera Desa Belinteng Kecamatan Namo Tating Kabupaten Langkat sebagai Pengelola Jasa Wisata Arung Jeram Tahun 2012Penelitian ini bertujuan untuk menemukan informasi mengenai perkembangan Explore Sumatera sebagai pengelola jasa wisata arung jeram Metode yang yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan data hasil analisisangketdan wawancara jumlah sampel yang digunakan adalah 50 orang sampel bersyarat kemudian dilakukan penyebaran angket dilokasi penelitian Penelitian dilaksanakan selama 1 mingguSecara keseluruhan dari hasil analisis keuangan Explore Sumatera tampak bahwa rasio DER perusahaan meningkat secara drastis Sedangkan rasio perbandingan pendapatan terhadap modal berfluktuasi pada angka rasio maksimum 200 Rasio terakhir yaitu rasio perbandingan pendapatan terhadap hutang menekan turun ke level rasio dibawah angka 050 yang berarti kemampuan efektif perusahaan ini juga sedang mengalami penurunan atas efektifitas pendapatan terhadap pengembalian hutangnya Namun demikian Explore Sumatra masih memiliki kemampuan efektif pengembalian hutang dan pembayaran kewajiban dikarenakan terjadi peningkatan kemampuan perusahaan ini dalam rasio pengembalian hutangnya berdasarkan rasio pendapatan terhadap hutang Hasil dari penyebaran angket dan wawancara setelah dianalisis dengan teknik persentase menunjukkan bahwa perkembangan Explore Sumatera desa Belinteng Kecamatan Namo Tating kabupaten Langkat dikatakan baik dengan hasil analisis presentase rata-rata 70 Tetapi jika dihitung per indikator dengan rincian indikator pertama Attraction 84 indikator kedua Facililities 74 indikator ketiga Transportation 69 indikator keempat Hospitally 74 indikator kelima Infrastructure 49Bahwa Explore Sumatera sudah berada di tahap perkembangan Dalam pengembangan wisata arung jeram banyak hal yang harus diperhatikan seperti melakukan kerjasama dengan berbagai pihak swasta maupun negeri dan terutama masyarakat sekitar Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perkembangan Explore Sumatera desa belinteng kacamatan namo tating kabupaten langkat memiliki persentase baikhttp://digilib.unimed.ac.id/survei-perkembangan-explore-sumatera-desa-belinteng-kecamatan-namo-tating-kabupaten-langkat-sebagai-pengelola-jasa-wisata-arung-jeram-tahun-2012-33719.htmlTue, 16 Dec 2014 10:43:47 +0700Evaluasi Kondisi Fisik dan Keterampilan Dasar Arung Jeram Atlet Mapala UnimedPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kondisi fisik atlet Arung Jeram Mapala Unimed dan keterampilan dasar atlet Arung Jeram Mapala Unimed Populasi yang digunakan penelitian ini adalah seluruh atlet Arung Jeram Mapala Unimed dengan jumlah 12 orang Sedangkan yang menjadi sampel penelitian ini adalah sebanyak 12 orang total sampling Untuk mengetahui gambaran kondisi fisik atlet Arung Jeram Mapala Unimed dan keterampilan dasar atlet Arung Jeram Mapala Unimed dilakukan dengan tes dan pengukuranAdapun tes dan pengukuran yang dilakukan meliputi kekuatan otot lengan power otot lengan dan bahu daya tahan cardiovasculair daya tahan otot lengan dan bahu daya tahan otot perut kelentukan dan keseimbangan Sedangkan untuk mengetahui keterampilan dasar Arung Jeram Atlet Mapala Unimed dilakukan tes pengintaian dan mendayungHasil penelitian tentang kondisi fisik atlet Arung Jeram Mapala Unimed meliputi kekuatan otot lengan power otot lengan dan bahu dan daya tahan otot lengan dan bahu daya tahan otot perut kelentukan dan keseimbangan atlet Arung Jeram Mapala Unimed berada pada kategori cukup daya tahan cardiovasculair berada pada kategori kurang Sedangkan keterampilan dasar Arung Jeram atlet Mapala Unimed yang termasuk dalam kategori baikDengan demikian disimpulkan bahwa Kondisi fisik atlet Arung Jeram Mapala Unimed berada dalam kategori cukup Keterampilan dasar Arung Jeram atlet Mapala Unimed berada dalam kategori baikhttp://digilib.unimed.ac.id/evaluasi-kondisi-fisik-dan-keterampilan-dasar-arung-jeram-atlet-mapala-unimed-33718.htmlTue, 16 Dec 2014 10:38:20 +0700Hubungan Percaya Diri Terhadap Kemampuan Berkomunikasi Pada Pemandu Wisata Arung Jeram Explore Sumatera Tahun 2013Kegiatan arung jeram merupakan kegiatan yang memiliki resiko tinggi sehingga dibutuhkan pengadaan keamanan dan prosedur keselamatan yang ekstra sebelum melakukan kegiatan arung jeram termasuk seorang pemandu Kemampuan berkomunikasi merupakan salah satu persyaratan yang harus dimiliki oleh seorang seorang pemandu wisata arung jeram river guide Kemampuan berkomunikasi termasuk bagi seorang pemandu arung jeram juga tidak terlepas dari faktor percaya diri Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan percaya diri terhadap kemampuan berkomunikasi pada pemandu wisata arung jeram di Explore Sumatera tahun 2013 Populasi dalam penelitian ini adalah pemandu wisata arung jeram di Explore Sumatera sebanyak 15 orang Sampel dalam penelitian ini merupakan total unit populasi yaitu sebanyak 15 orang pemandu wisata arung jeram di Explore SumateraHasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan tingkat percaya diri terhadap kemampuan berkomunikasi pada pemandu wisata arung jeram di Explore Sumatera tahun 2013 dengan nilai Pearson Correlation sebesar 0721 dan nilai sig 0002 005 Tingkat percaya diri pemandu wisata arung jeram memberikan pengaruh sebesar 5198 terhadap kemampuan berkomunikasi pemandu wisata arung jeram dengan nilai thitung ttabel yaitu 3753 177 dan Fhitung Ftabel yaitu 14085 460 Tingkat percaya diri pemandu wisata arung jeram di Explore Sumatera mayoritas sebanyak 40 tergolong kategori sangat baik atau sangat percaya diri yaitu dengan rata-rata skor sebesar 8187 Sedangkan kemampuan berkomunikasi pemandu wisata arung jeram di Explore Sumatera mayoritas sebanyak 467 tergolong kategori sangat baik dengan rata-rata skor angket 6860http://digilib.unimed.ac.id/hubungan-percaya-diri-terhadap-kemampuan-berkomunikasi-pada-pemandu-wisata-arung-jeram-explore-sumatera-tahun-2013-33717.htmlTue, 16 Dec 2014 10:33:19 +0700Survei Perkembangan Wisata Ancol Arung Jeram Desa Buluh Duri Kecamatan Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai Sebagai Pengelola Wisata Arung Jeram Tahun 2014Penelitian ini bertujuan untuk menemukan informasi mengenai perkembangan Ancol Arung Jeram sebagai pengelola wisata arung jeram Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan data hasil analisis angket jumlah sampel yang digunakan adalah 50 sampel teknik pengambilan sampel dengan metode Probability sampling atau teknik simpel random sampling kemudian dilakukan penyebaran angket dilokasi penelitian penelitian dilakukan selama 2 mingguHasil dari penyebaran angket dan setelah dianalisis teknik data yang telah disusun oleh peneliti di bab III maka didapat hasil dari unsur atau indikator untuk Attractions 62 Facilities 61 Infrastructure 581 Transportations 60 Hospitality 62 nilai persentase ini masih belum menunjukkan perkembangan yang baik untuk pengelolaan wisata arung jeram Ini terlihat dari indikator Attractions Facilities Infrastructure Transportations Hospitality tidak banyak fasilitas yang berubah pelayanan juga tidak berubah fasilitas ruang ganti toilet tempat makan sholat istirahat serta sarana dan prasarana serta infrastruktur juga tidak menunjukkan peningkatan yang baik trasnportasi lokal juga pelayanannya tidak berubah serta keramah tamahan penduduk sekitar ini terlihat dari minimnya atau rendahnya jawaban pengunjung Ancol Arung Jeram terhadap perkembangan Ancol Arung Jeram sebagai pengelola wisata arung jeramHasil survei yang dilakukan peneliti kepada pengunjung Ancol Arung Jeram menunjukkan terjadi perkembangan yang tidak terlalu besar atau tidak menunjukkan perkembangan yang berarti terhadap unsur atau indikator Attractions Facilities Infrastructure Transportations Hospitality atau masih belum menunjukkan perkembangan yang cukup baik untuk pengelolaan wisata arung jeram Dari hasil data yang diperolaeh dari pengelola Ancol Arung Jeram terjadi perkembangan pengunjung penambahan peralatan arung jeram dan fasilitas yang ada di ancol arung jeram akan tetapi belum juga dapat menunjukkan perkembangan yang baik Setelah dianalisi dengan teknik analisis data menunjukkan bahwa perkembangan Ancol Arung Jeram Desa Buluh Duri Kecamatan Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai dikatakan belum baik Dari hasil data yang diperolaeh dari pengelola Ancol Arung Jeram terjadi perkembangan pengunjung penambahan peralatan arung jeram dan fasilitas yang ada di ancol arung jeram akan tetapi belum juga dapat menunjukkan perkembangan yang baik Setelah dianalisi dengan teknik analisis data menunjukkan bahwa perkembangan Ancol Arung Jeram Desa Buluh Duri Kecamatan Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai dikatakan belum baik Perlu adanya kerjasama untuk membangun perkembangan di Ancol Arung Jeram seperti melakukan kerjasama dengan berbagai pihak swasta maupun negeri dan terutama masyarakat sekitarhttp://digilib.unimed.ac.id/survei-perkembangan-wisata-ancol-arung-jeram-desa-buluh-duri-kecamatan-sipispis-kabupaten-serdang-bedagai-sebagai-pengelola-wisata-arung-jeram-tahun-2014-33716.htmlTue, 16 Dec 2014 10:27:12 +0700Implementasi Undang Undang Pokok Agraria Nomor 5 Tahun 1960 Dalam Meningkatkan Kesadaran Hukum Masyarakat Untuk Mensertifikatkan Tanah di Desa Limau MungkurPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Implementasi UUPA No 5 Tahun 1960 dalam meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Limau Mungkur Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deli Serdang untuk mensertifikatkan tanahnya Kendala yang dihadapi dalam meningkatkan kesadaran Masyarakat untuk mensertifikatkan tanahnya dirinjau dari UUPA No 5 Tahun 1960 di Limau Mungkur Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deli Serdang Adapun Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif Alat pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh data yang dibutuhkan adalah observasi angket wawancara dan dokumentasi Jumlah populasi yaitu seluruh KK yang ada di desa Limau Mungkur yaitu sebanyak 591 KK karena jumlahnya lebih dari 100 KK maka penulis hanya mengambil sampel yaitu 10 dari 591 KK yaitu 59 KK Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif melalui perhitungan persentase dengan menggunakan rumus tabel frekuensi yang kemudian dihitung persentasenyaDari hasil penelitian di lapangan setelah data terkumpul bahwa UUPA No 5 Tahun 1960 sudah terimplementasikan dengan baik di desa Limau Mungkur hal tersebut dapat di buktikan dari data tabel 1yaitu masyarakat yang mengetahui UUPA No 5 Tahun 1960 ada sebanyak 39 kepala keluarga 66 serta dari data tabel 5 yang menunjukkan bahwa masyarakat yang sudah mensertifikatkan tanahnya di desa Limau Mungkur sebanyak 40 kepala keluarga 68 dan di simpulkan dari hasil tabulasi angket yang mendukung pelaksanaan UUPA No 5 Tahun 1960 dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat untuk mensertifikatkan tanah di desa Limau Mungkur yaitu jumlah persentasenya ialah sebasar 93 Oleh sebab itu di desa Limau Mungkur UUPA No 5 Tahun 1960 sudah terimplementasikan dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat dalam mensertifikatkan tanahhttp://digilib.unimed.ac.id/implementasi-undang-undang-pokok-agraria-nomor-5-tahun-1960-dalam-meningkatkan-kesadaran-hukum-masyarakat-untuk-mensertifikatkan-tanah-di-desa-limau-mungkur-33715.htmlTue, 16 Dec 2014 10:26:20 +0700Studi Pengembangan Manajemen Pemasaran Wisata Arung Jeram Explore Sumatera Menjadi Industry Olahraga yang Unggul Tahun 2013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengembangan manajemen pemasaran wisata arung jeram di explore sumatera menjadi industry olahraga yang unggul tahun 2013Metode penelitian adalah metode deskriptif dengan teknik survey data menggunakan angket Dimana angket tersebut terlebih dahulu diuji cobakan Jumlah sampel sebanyak 15 orang yang bersyarat kemudiandi lakukan penyebaran angket di lokasi penelitian yang di laksanakan 2 hari Dari hasil penyebaran angketsetelah di perhitungkan dengan teknik persentase menunjukkan bahwa manajemen pengembangan wisata arung jeram explore sumatera desa namotating kabupaten langkat di katagorikan baikdengan hasil perhitungan persentase melalui 4 indikator yakni 1 pemasaran pariwisata dari segi pelayanan diperoleh persentase sebesar 7569 2 promosi diperoleh persentase 6688 3 distribusi diperoleh persentase 8017 dan 4 harga diperoleh persentase 7600Dalam pengembangan wisata arung jeram banyak hal yang harus diperhatikan seperti melakukan kerjasama dengan berbagai pihak swasta maupun negeri keramah tamahan masyarakat di daerah wisata fasilitas juga daya tarik wisata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengembangan wisata arung jeram di Ancol Sipispis memiliki persentase Baikhttp://digilib.unimed.ac.id/studi-pengembangan-manajemen-pemasaran-wisata-arung-jeram-explore-sumatera-menjadi-industry-olahraga-yang-unggul-tahun-2013-33714.htmlTue, 16 Dec 2014 10:22:12 +0700Pengaruh Latihan Small Side Games Terhadap Peningkatan Kemampuan Daya Tahan Jantung Paru dan Keterampilan Dasar Bermain Sepak Bola Pemain Formula FC Kecamatan NamorambeTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Latihan Small Side Games Terhadap Peningkatan Kemampuan Daya Tahan Jantung Paru dan Keterampilan Dasar Bermain Sepak Bola Pemain Formula FC Kecamatan NamorambePenelitian ini menggunakan metode eksperimen latihan diberikan selama 6 minggu 18 kali pertemuan Sampel berjumlah 15 orang yang diambil dengan cara total sampling Latihan yang diberikan adalah Latihan Small Side Games Untuk mengetahui pengaruhnya digunakan statistik dengan ujit Hasil analisis dengan uji t menunjukan bahwa 1 Terdapat Pengaruh Latihan Small Side Games Terhadap Peningkatan Kemampuan Daya Tahan Jantung Paru Pemain Formula FC Kecamatan Namorambe 2 Terdapat Pengaruh Latihan Small Side Games Terhadap Keterampilan Dasar Bermain Sepak Bola Pemain Formula FC Kecamatan Namorambe Penelitian ini menyimpulkan bahwa Terdapat Pengaruh Latihan Small Side Games Terhadap Peningkatan Kemampuan Daya Tahan Jantung Paru dan Keterampilan Dasar Bermain Sepak Bola Pemain Formula FC Kecamatan Namorambehttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-latihan-small-side-games-terhadap-peningkatan-kemampuan-daya-tahan-jantung-paru-dan-keterampilan-dasar-bermain-sepak-bola-pemain-formula-fc-kecamatan-namorambe-33713.htmlTue, 16 Dec 2014 10:14:03 +0700