UNIMED Digital Repository feedhttp://digilib.unimed.ac.idUNIMED Digital Repository | Digital Library , Theses, Journal Article, Publication, Research, Heritage, Paper, Multimedia , Literature, DocumentidCopyright (C) 2012-2014 UNIMED Digital RepositoryUpaya meningkatkan hasil belajar siswa dengan metode inquiri pada pembelajaran IPS Kelas IV SDN 165725 Kec Rambutan Kota Tebing Tinggi TP 20122013-http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-siswa-dengan-metode-inquiri-pada-pembelajaran-ips-kelas-iv-sdn-165725-kec-rambutan-kota-tebing-tinggi-tp-20122013-30572.htmlSat, 12 Apr 2014 10:57:30 +0700Meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode demonstrasi pada materi fotositensis kelas V SDN No 163094 Kec Rambutan Kota Tebing Tinggi TP 20122013-http://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-hasil-belajar-siswa-dengan-menggunakan-metode-demonstrasi-pada-materi-fotositensis-kelas-v-sdn-no-163094-kec-rambutan-kota-tebing-tinggi-tp-20122013-30571.htmlSat, 12 Apr 2014 10:51:13 +0700Upaya meningkatkan keterapilan membuat kelaimat aktif dengan menggunakan kosa kata melalui pendekatan keterampilan proses pada siswa kelas IV SDN 164524 Kec Rambutan Kota Tebing Tinggi TP 20122013-http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-keterapilan-membuat-kelaimat-aktif-dengan-menggunakan-kosa-kata-melalui-pendekatan-keterampilan-proses-pada-siswa-kelas-iv-sdn-164524-kec-rambutan-kota-tebing-tinggi-tp-20122013-30570.htmlSat, 12 Apr 2014 10:44:49 +0700Upaya meningkatkan hasil belajar menulis karangan melalui media gambar berseri siswa kelas V SD Swasta Budi Dharma Tebing Tinggi-http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-menulis-karangan-melalui-media-gambar-berseri-siswa-kelas-v-sd-swasta-budi-dharma-tebing-tinggi-30569.htmlSat, 12 Apr 2014 10:38:06 +0700THE INFLUENCE OF APPLIED THE CONTEXTUAL TEACHING LEARNING CTL APPROACH LABORATORY EXPERIMENT TO INCREASE STUDENTS ACHIEVEMENT ON TOPIC SALT HYDROLYSISThis thesis explains about the influence of applied the contextual teaching learning CTL approach laboratory experiment to increase students achievement on topic of salt hydrolysis The aimed of this research is determined the students achievement on topic salt hydrolysis is learned by contextual teaching learning approach laboratory experimentThe population of this research is all of students in SMA Negeri 3 Medan grade XI Science The samples are 2 class from students in SMA Negeri 3 Medan by purposive random sampling methods The experimental class is learned by contextual teaching learning approach laboratory experiment and control class is learned by conventional method The instruments are using multiple choice tests to see the students achievement The instrument of research is standardized by expert validators and empiric validity Data is analysis by Microsoft Excel for Windows 2007 The result of test is standardized and there is obtained 25 valid items with reliability 0604The influence of applied contextual teaching learning CTL approach laboratory experiment to increase students achievement is obtained from students ability to answer the questions before teaching treatment pretest and after teaching treatment posttest and the data are used to know normalized gain The research result showed that the data are normal distribution and sample are homogeneous Experimental class is learned by contextual teaching learning approach laboratory experiment in high category the average value of gain is 0825 0101 and control class which learned by conventional method can increase students achievement in medium category the average value of gain is 0603 0122The statistic analysis shows significant difference t count t table 1939 1667 So it shows can conclude that students achievement which learned by contextual teaching learning approach laboratory experiment is higher than conventional method In addition the cognitive aspect which improved by the implementation of contextual teaching learning approach laboratory experiment is C1 C2 C3 and C4 The must level of cognitive aspect improved are C2 comprehension C3 application and C4 analysis C1 is 071 high category C2 is 082 high category C3 is 090 high category and C4 is 079 high categoryhttp://digilib.unimed.ac.id/the-influence-of-applied-the-contextual-teaching-learning-ctl-approach-laboratory-experiment-to-increase-students-achievement-on-topic-salt-hydrolysis-30568.htmlFri, 11 Apr 2014 16:12:55 +0700Analisis Kelayakan Lembar Kegiatan Siswa LKS Untuk Kelas XII SMA Pada Pokok Bahasan Sifat Koligatif Larutan Sesuai Dengan Tuntutan KTSPPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh kelayakan lembar kegiatan siswa untuk kelas XI SMA pada pokok bahasan sifat koligatif larutan yang sesuai dengan tuntutan KTSP Sampel pada penelitian ini yaitu lembar kegiatan siswa SMA Negeri 1 Galang dan SMA Nusantara Lubuk Pakam Tahapan penelitian ini yaitu penyusunan penuntun praktikum uji coba penuntun praktikum di laboratorium kimia UNIMED uji kelayakan penuntun praktikum oleh validator observasi ketersediaan alat dan bahan di sekolah dan uji tingkat pemahaman siswa terhadap penuntun praktikum Data-data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif-kualitatif Dari hasil uji kelayakan penuntun praktikum oleh 4 validator diperoleh 8617 yang menunjukkan penuntun praktikum sangat layak digunakan Hasil uji coba di Laboratorium Kimia FMIPA UNIMED menunjukkan bahwa dari 3 percobaan yang telah diuji di laboratorium hanya 2 percobaan yang baik dan layak dijadikan sebagai penuntun praktikum Hasil observasi terhadap ketersediaan alat dan bahan praktikum terdapat 100 alat dan 100 bahan di SMA Negeri 1 Galang dan 75 alat dan 100 bahan di SMA Nusantara Lubuk Pakam adalah tersedia sesuai penuntun praktikum Hasil uji tingkat pemahaman siswa terhadap penuntun praktikum menunjukkan 8270 siswa SMA Negeri 1 Galang dan 8131 siswa SMA Nusantara Lubuk Pakam paham terhadap penuntun praktikum tersebut Sedangkan hasil dari test siswa menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa sebesar 46 di SMA Negeri 1 Galang dan 66 di SMA Nusantara Lubuk Pakamhttp://digilib.unimed.ac.id/analisis-kelayakan-lembar-kegiatan-siswa-lks-untuk-kelas-xii-sma-pada-pokok-bahasan-sifat-koligatif-larutan-sesuai-dengan-tuntutan-ktsp-30567.htmlFri, 11 Apr 2014 15:55:37 +0700Upaya meningkatkan hasil belajar IPA dengan penerapan pembelajaran remedial melalui metode demonstrasi dan media pembelajaran siswa kelas IV SDN 1663323 Tebing Tinggi TA 2012 2013-http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-ipa-dengan-penerapan-pembelajaran-remedial-melalui-metode-demonstrasi-dan-media-pembelajaran-siswa-kelas-iv-sdn-1663323-tebing-tinggi-ta-2012-2013-30566.htmlFri, 11 Apr 2014 13:59:51 +0700Penggunaan alat peraga nomograf untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika di kelas IV SDN 163096 Tebing Tinggi TA 20122013-http://digilib.unimed.ac.id/penggunaan-alat-peraga-nomograf-untuk-meningkatkan-hasil-belajar-siswa-pada-mata-pelajaran-matematika-di-kelas-iv-sdn-163096-tebing-tinggi-ta-20122013-30565.htmlFri, 11 Apr 2014 13:54:06 +0700Peningkatkan hasil belajar siswa melalui metode inter aktif pada mata pelajaran sains pokok bahasan hubungan antar makhluk hidup di kelas IV SDN 112316 Bulungitit Kec Narbau Kab Labuhanbatu Utara TP 20122013-http://digilib.unimed.ac.id/peningkatkan-hasil-belajar-siswa-melalui-metode-inter-aktif-pada-mata-pelajaran-sains-pokok-bahasan-hubungan-antar-makhluk-hidup-di-kelas-iv-sdn-112316-bulungitit-kec-narbau-kab-labuhanbatu-utara-tp-20122013-30564.htmlFri, 11 Apr 2014 13:47:31 +0700Upaya meningkatkan kemampuan menyusun kalimat menjadi paragraf melalui pendekatan keterampilan proses pada siswa kelas IV SDN 164319 Kec Bajenis Kota Tebing Tinggi TP 20122013-http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-kemampuan-menyusun-kalimat-menjadi-paragraf-melalui-pendekatan-keterampilan-proses-pada-siswa-kelas-iv-sdn-164319-kec-bajenis-kota-tebing-tinggi-tp-20122013-30563.htmlFri, 11 Apr 2014 13:39:56 +0700Upaya meningkatkan kemampuan membaca puisi siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VSDB 112296 Pulo Dogom dengan menggunakan model pembelajaran contekstual teaching learningCTL Kec Lualuh Hulu Kab Labuhanbatu Utara TP 20122013-http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-kemampuan-membaca-puisi-siswa-pada-mata-pelajaran-bahasa-indonesia-kelas-vsdb-112296-pulo-dogom-dengan-menggunakan-model-pembelajaran-contekstual-teaching-learningctl-kec-lualuh-hulu-kab-labuhanbatu-utara-tp-20122013-30562.htmlFri, 11 Apr 2014 11:41:22 +0700Penerapan metode kerja kelompok untuk meingkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas IV SDN 11581 Perkebunan Merbau Selatan Kab Labuhanbatu Utara TP 20122013-http://digilib.unimed.ac.id/penerapan-metode-kerja-kelompok-untuk-meingkatkan-hasil-belajar-ipa-pada-siswa-kelas-iv-sdn-11581-perkebunan-merbau-selatan-kab-labuhanbatu-utara-tp-20122013-30561.htmlFri, 11 Apr 2014 11:32:49 +0700PENGARUH PEMBERIAN TUGAS PADA MODEL PEMBELAJARANCOURSE REVIEW HORAY TERHADAP TANGGUNG JAWABDAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA PADA MATERISIFAT KOLIGATIF LARUTANPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui 1 apakah terdapat perbedaan antarahasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan dengan pemberian tugas secarakelompok melalui model pembelajaran CRH dibandingkan hasil belajar kimiasiswa yang dibelajarkan dengan pemberian tugas secara individu melalui modelpembelajaran CRH pada materi Sifat Koligatif Larutan 2 apakah karaktertanggung jawab siswa berkorelasi positif dengan peningkatan hasil belajar kimiasiswa pada pemberian tugas secara kelompok dan individu melalui modelpembelajaran CRH pada materi Sifat Koligatif Larutan Jenis penelitian ini adalahpenelitian eksperimen Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelasXII SMA Swasta Muhammadiyah 2 Medan Sampel penelitian ini sebanyak 2kelas yang terdiri dari 60 orang yaitu kelas eksperimen I yang dibelajarkan denganpemberian tugas secara kelompok melalui model pembelajaran koperatif tipeCRH dan kelas eksperimen II yang dibelajarkan dengan model pemberian tugassecara individu melalui model pembelajaran CRH Sebagai alat pengumpul datahasil belajar digunakan tes objektif yang berjumlah 20 soal yang telah terujivaliditas realibilitas tingkat kesukaran dan daya beda soalnya Hasil pengujianhipotesis diperoleh thitung ttabel 324 199 dengan taraf signifikan 5 945 005 sehingga Ha diterima yang berarti 1 ada perbedaan pemberian tugas padamodel pembelajaran CRH terhadap tanggung jawab dan hasil belajar kimia siswapada materi sifat koligatif larutan Besarnya perbedaan pemberian tugas secaraindividu dan kelompok melaui model pembelajaran CRH dapat dilihat daribesarnya peningkatan hasil belajar kimia siswa Peningkatan hasil belajar kimiasiswa untuk kelas eksperimen I sebesar 0574 574 dan peningkatan hasilbelajar kimia siswa kelas eksperimen II sebesar 0547 547 Dilihat daripeningkatan hasil belajar kimia siswa pada kelas eksperimen I dan kelaseksperimen II masuk kedalam golongan gain sedang 03 8804 g 8804 07 Besarnyaperbedaan peningkatan hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan denganpemberian tugas secara kelompok dan individu melalui model pembelajaran CRHpada materi Sifat Koligatif Larutan diperoleh sebesar 27 2 karakter tanggungjawab siswa berkorelasi positif dengan hasil belajar kimia siswa kelas eksperimenI dan eksperimen II sebesar 098 Maka dapat disimpulkan bahwa pemberian tugaspada model pembelajaran CRH berpengaruh terhadap hasil belajar kimia siswadan berkorelasi positif terhadap karakter tanggung jawab siswa pada materi SifatKoligatif Larutanhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-pemberian-tugas-pada-model-pembelajarancourse-review-horay-terhadap-tanggung-jawabdan-hasil-belajar-kimia-siswa-pada-materisifat-koligatif-larutan-30560.htmlFri, 11 Apr 2014 10:33:53 +0700PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA MICROSOFT OFFICE POWER POINT TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN SISWA PADAPOKOK BAHASAN TATA NAMA SENYAWA ANORGANIKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match dengan menggunakan media microsoft office powerpoint terhadap hasil belajar dan keaktifan siswa pada pokok bahasan tata nama senyawa anorganik Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Sampel yang digunakan diambil dengan teknik random sampling sebanyak 2 kelas yaitu kelas eksperimen Alat pengumpul data hasil belajar digunakan test objektif berjumlah 20 soal yang telah teruji validitas tingkat kesukaran daya beda dan realibilitasnya dengan nilai r sebesar 082 Hasil analisis data menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa kelas eksperimen sebesar 75 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 69 Rerata nilai hasil belajar siswa pada kelas eksperimen adalah 843336121 sedangkan rerata nilai hasil belajar siswa pada kelas kontrol adalah 353338087 Hasil uji t satu pihak kanan diperoleh thitung ttabel 3737 1672 sehingga Ha diterima Ini berarti hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dari hasil belajar siswa pada kelas kontrol Hasil perhitungan keaktifan siswa di kelas eksperimen menunjukkan bahwa rerata persentase skor keaktifan siswa sebesar 77604 Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe make a match dengan menggunakan media microsoft office powerpoint dapat meningkatkan keaktifan siswa Dari perhitungan korelasi hubungan keaktifan dengan peningkatan hasil belajar menunjukkan korelasi positif Diperoleh rhitung 0374 sedangkan rtabel pada 945 005 N 30 adalah 0361 Karena r hitung r tabel maka ada hubungan antara keaktifan dengan peningkatan hasil belajar siswa yang mendapat pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a match menggunakan media microsoft office powerpointhttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-make-a-match-dengan-menggunakan-media-microsoft-office-power-point-terhadap-hasil-belajar-dan-keaktifan-siswa-padapokok-bahasan-tata-nama-senyawa-anorganik-30559.htmlFri, 11 Apr 2014 10:14:03 +0700ANALYZING OF STUDENTS MISCONCEPTIONS ON SALT HYDROLYSISCHEMSITRY AT SENIOR HIGH SCHOOLS IN PADANGSIDEMPUANStudents misconceptions on learning of salt hydrolysis chemistry at senior highschool in Padangsidempuan were investigated in this study In this study involved 165 ofstudents in grade 11th from six different schools in Padangsidempuan namely SMAN 2Padangsidempuan SMAS Kesuma Indah Padangsidempuan SMAN 4 PadangsidempuanSMAS Muhammadiyah Padangsidempuan SMAN 3 Padangsidempuan and SMASKarya Baru Padangsidempuan Students misconceptions were identified by giving avalid test developed by researcher to students in form of Salt Hydrolysis ChemistryMisconceptions Test that containing 20 open-ended multiple choices The data collectedin this study were students responses in form of students choices from available optionswhere in options consist the reasons The data of students choices and reasons obtainedwere processed and converted into students achievement and understandingrespectively The data of students understanding obtained from students responses werecategorized based on the degree of understanding The data of students misconceptionsfrom five main concepts that investigated in salt hydrolysis chemistry topic including salthydrolysis definition concept 2606 formation of salt hydrolysis concept 2707determining the pH of salt hydrolysis concept 2354 the relation between Kh with KwKa and Kb concepts 2972 and salt hydrolysis in daily life concepts 2576 Fromthe five concept in hydrolysis that analyze by Salt Hydrolysis Chemistry MisconceptionsTest know that most of students have misconceptions in the relation between Kh with KwKa and Kb concepts and the determining of the pH of salt solution The study alsorevealed three main students problems in understanding salt hydrolysis chemistrynamely fragmentation of students understanding problems with symbols andmathematical formula and problems in generalization The results of analysis in studentsmisconception could be used as references for chemistry teachers for identifying studentsmisconception in classroom Considering the importance of students misconception datait was recommended to investigate the source of students misconceptionshttp://digilib.unimed.ac.id/analyzing-of-students-misconceptions-on-salt-hydrolysischemsitry-at-senior-high-schools-in-padangsidempuan-30558.htmlFri, 11 Apr 2014 09:57:36 +0700PENGARUH PEMBELAJARAN MODEL KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE TPS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA HANDOUT TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMATujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share TPS lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional pada pokok bahasan sistem periodik unsur Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Setia Budi Abadi Perbaungan Tahun Ajaran 20132014 Pengambilan sampel secara random sampling maka diperoleh dua kelas yaitu kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2 Kelas eksperimen 1 diberi pengajaran model TPS dan kelas eksperimen 2 diberi pengajaran konvensional Sebelum dilakukan perlakuan yang berbeda kepada kedua kelas sampel diperoleh bahwa rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen 1 adalah 384 701 dan setelah diberikan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share diperoleh hasil belajar siswa sebesar 8717 632 Sedangkan untuk siswa kelas eksperimen 2 sebelum dilakukan perlakuan diperoleh hasil belajar siswa sebesar 4390 768 dan setelah diberikan pembelajaran konvensional ceramah diperoleh rata-rata hasil belajar kimia siswa sebesar 8233 687 Hasil pengujian hipotesis diperoleh harga thitung ttabel yaitu 314 1697 dengan taraf signifikasi 5 945 005 atau dengan taraf kepercayaan 95 sehingga Ha diterima yang berarti hasil belajar kimia siswa antara yang diberi pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran konvensional pada materi pokok Sistem Periodik Unsur Dari hasil perhitungan gain antara post-tes dan pre-tes kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2 diperoleh besarnya gain pada kelas eksperimen 1 adalah 86 dan pada kelas eksperimen 2 adalah 75http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-pembelajaran-model-kooperatif-tipe-think-pair-share-tps-dengan-menggunakan-media-handout-terhadap-hasil-belajar-kimia-siswa-sma-30557.htmlFri, 11 Apr 2014 09:39:39 +0700Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Hasil Belajar Biologi Materi Pencemaran Lingkungan Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Babalan Tahun Pelajaran 20122013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar biologi materi pencemaran lingkungan pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Babalan Tahun Pelajaran 20122013 Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Babalan yang berjumlah tujuh kelas Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cluster sampling kemudian diambil dua kelas sebagai sampel Kelas X3 dengan jumlah 36 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas X4 dengan jumlah 36 siswa sebagai kelas kontrol Kelas Eksperimen diajarkan dengan pembelajaran berbasis masalah dan kelas kontrol dengan pembelajaran metode ceramah Instrumen dalam penelitian ini berupa tes yang terdiri dari 30 soal berbentuk pilihan berganda yang diberikan sebelum dan sesudah proses pembelajaran Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai postes untuk kelas eksperimen lebih tinggi yakni 81481 dibandingkan dengan kelas kontrol yakni 77778 Dari hasil pengujian hipotesis diperoleh bahwa thitung ttabel yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar siswahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-pembelajaran-berbasis-masalah-terhadap-hasil-belajar-biologi-materi-pencemaran-lingkungan-pada-siswa-kelas-x-sma-negeri-1-babalan-tahun-pelajaran-20122013-30556.htmlFri, 11 Apr 2014 08:33:54 +0700PENGARUH ENTRY BEHAVIOR KEMAMPUAN AWAL DAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA PADA POKOK BAHASAN TERMOKIMIA DI SMAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kooperatif kemampuan awal dan interaksi antara pembelajaraan kooperatif dan kemampuan awal terhadap hasil belajar kimia siswa SMA pada pokok bahasan termokimia Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XI siswa SMA 18 Medan Sampel penelitian ada sebanyak 6 kelasdalam jumlah 160 siswa dan diambil secara acak 4 kelas Kemudian menetapkan siswa yang relatif homogen statusnya dari setiap kelas sampel paralel sebanyak 10 orang siswa Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian 2 x 2 Ada dua faktor yang diujicobakan yaitu faktor A kemampuan awal yang terdiri dari dua taraf yaitu kemampuan awal tinggi A1 dan kemampuan awal rendah A2 faktor B pembelajaran kooperatif yang terdiri dari ada dua taraf yaitu NHT B1 dan STAD B2 Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD memberikan rataan peningkatan lebih tinggi bila diberikan kemampuan awal tinggi 437 080 dan memberikan rataan peningkatan yang rendah bila diberikan kemampuan awal rendah 401 058 Siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT memberika rataan peningkatan hasil lebih tinggi bila diberikan kemampuan awal tinggi 155 068 dan memberika rataan lebih rendah bila diberikan kemampuan awal rendah 315 058 Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji statistik anava dua jalur Hasil pengujian hipotesis pada taraf signifikan 945 sebesar 005 diperoleh hasil Fhit AB 1159 707 Ftabel 411 bearti ada interaksi antara pembelajaran kooperatif dan kemampuan awal terhadap hasil belajar kimia siswa Pada uji pengaruh sederhana siswa diajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD sebaiknya diberikan kemampuan awal tinggi sedangkan siswa yang diajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD sebaiknya diberikan kemampuan awal rendahhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-entry-behavior-kemampuan-awal-dan-pembelajaran-kooperatif-terhadap-hasil-belajar-kimia-siswa-pada-pokok-bahasan-termokimia-di-sma-30555.htmlThu, 10 Apr 2014 16:22:45 +0700PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INDUKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA SUB MATERI EKOSISTEM DI KELAS VII SMP NEGERI 35MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 20122013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas VII di SMPN 35 Medan selama pelaksanaan pembelajaran dengan model Induktif Tahun Pembelajaran 20122013 dan mengetahui pengaruh model pembelajaran Induktif terhadap hasil belajar siswa pada sub materi pokok ekosistem di kelas VII SMP Negeri 35 Medan Tahun pembelajaran 20122013 Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan Purposif Sampling Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 35 Medan yang berjumlah 8 kelas Kelas eksperimen menggunakan model Pembelajaran Induktif dengan jumlah siswa sebanyak 38 orang sedangkan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional sebanyak 38 orang siswa Hasil Penelitian menunjukkan adanya pengaruh hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Induktif Nilai rata-rata Model Pembelajaran Induktif sebesar 8263 sedangkan nilai ratarata hasil belajar siswa pada kelas kelas Model Pembelajaran konvensional sebesar 7715 Adanya pengaruh hasil belajar tersebut dibuktikan melalui pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t dan taraf kepercayaan 945 005 dimana thitungttabel 27031995 yang berarti dalam penelitian ini H0 ditolak sekaligus menerima Ha sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh hasil belajar siswa yang signifikan melalui penerapan model pembelajaran Induktif pada materi Ekosistem siswa SMP Negeri 35 Medan tahun pembelajaran 20122013http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-induktif-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-sub-materi-ekosistem-di-kelas-vii-smp-negeri-35medan-tahun-pembelajaran-20122013-30554.htmlThu, 10 Apr 2014 16:18:39 +0700PENGARUH MEDIA e-LEARNING BERBASIS WEBLOG PADA PEMBELAJARAN MODEL KOOPERATIF TIPE TPS THINK PAIR SHARE TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA PADA POKOK BAHASAN STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PERIODIK UNSURPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan e-learningberbasis weblog terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada pokok bahasanstruktur atom dan sistem periodik unsur Populasi yang digunakan dalam penelitianini adalah seluruh kelas XI IPA SMA Negeri 3 Medan yang terdiri dari 9 kelasberjumlah 414 siswa Sampel yang digunakan sebanyak 2 kelas yang berjumlah 80siswa dengan teknik random sampling sehingga diperoleh kelas eksperimen I yangdibelajarkan dengan e-learning berbasis weblog dengan model pembelajarankooperatif tipe TPS dan kelas eksperimen II yang dibelajarkan tanpa e-learningberbasis weblog dengan pembelajaran model kooperatif tipe TPS Instrumen yangdigunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar dalam bentuk pilihanberganda dengan jumlah soal sebanyak 25 soal yang telah dinyatakan valid danreliabel Nilai rata-rata gain kelas eksperimen I adalah 07792 dan rata-rata gainkelas eksperimen II adalah 06620 Persentase peningkatan hasil belajar siswa yangdibelajarkan dengan e-learning berbasis weblog pada pembelajaran modelkooperatif tipe TPS sebesar 77920 dan yang dibelajarkan tanpa e-learningberbasis weblog dengan pembelajaran model kooperatif tipe TPS sebesar 66200Berdasarkan hasil analisa data diperoleh bahwa nilai thitung sebesar 6267 sedangkanttabel sebesar 1994 pada taraf 945 005 dan dk 78 sehingga thitungttabel Hal iniberarti terima Ha Sehingga dari hasil uji di atas dapat disimpulkan bahwa hasilbelajar siswa yang dibelajarkan melalui penerapan e-learning berbasis weblogdengan pembelajaran model kooperatif tipe TPS lebih tinggi daripada peningkatanhasil belajar siswa yang dibelajarkan tanpa e-learning berbasis weblog denganpembelajaran model kooperatif tipe TPS Berdasarkan skor gain untuk setiap aspekkognitif kelompok eksperimen I dan eksperimen II rata-rata nilai C1 C2 dan C3pada siswa yang belajar dengan pembelajaran model kooperatif tipe TPSmenggunakan media e-learning berbasis weblog lebih tinggi dibandingkan nilaipada siswa yang menggunakan pembelajaran model kooperatif tipe TPS tanpamedia e-learning berbasis weblog Pada kelas eksperimen I aspek kognitif yangterkembang adalah Pengetahuan C1 sebesar 774 Pemahaman C2 sebesar765 dan Penerapan C3 sebesar 754 dan sedangkan pada kelas ekperimenII aspek kognitif yang terkembang adalah Pengetahuan C1 sebesar 687Pemahaman C2 sebesar 671 dan Penerapan C3 sebesar 492http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-media-elearning-berbasis-weblog-pada-pembelajaran-model-kooperatif-tipe-tps-think-pair-share-terhadap-hasil-belajar-kimia-siswa-pada-pokok-bahasan-struktur-atom-dan-sistem-periodik-unsur-30553.htmlThu, 10 Apr 2014 16:08:36 +0700Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Model Two Stay-Two Stray Pada Mata Pelajaran IPS Di Kelas IV SD Negeri 060874 Medan T A 20122013Masalah yang melatarbelakangi penelitian ini adalah metode yang digunakan guru tidak bervariasi dalam pembelajaran IPS keaktifan siswa kurang dilibatkan dalam pembelajaran siswa kurang memahami materi pembelajaran IPS dan rendahnya motivasi belajar siswa dalam pelajaran IPS Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar pada siswaJenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas PTK dengan prosedur yang terdiri atas II siklus yang setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan pelaksanaan tindakan pengamatan dan refleksi Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan test kepada siswa disetiap siklus dan lembar observasi untuk menilai aspek afektif dan psikomotor siswa Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV A SD Negeri 060874 Medan dengan jumlah 44 orang Objek penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar siswa dengan model two stay-two stray pada mata pelajaran IPS materi pokok perkembangan teknologi di kelas IV SD Negeri 060874 Medan TA 20122013Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pada sisklus I dan siklus II setelah adanya perbaikan dapat meningkatkan hasil belajar siswa Melalui pembelajaran two stay two stray hasil belajar siklus I dengan nilai rata-rata 6522 dan hasil belajar siklus II dengan nilai rata-rata 8457 Dan untuk persentasi ketuntasan klasikal adalah 5217 pada siklus I dan 8696 pada siklus II sehingga dengan demikian penelitian dikatakan berhasil pada siklus II karena telah mencapai nilai KKM dan persentase ketuntasan klasikal dengan kriteria sangat tinggihttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-hasil-belajar-siswa-dengan-model-two-staytwo-stray-pada-mata-pelajaran-ips-di-kelas-iv-sd-negeri-060874-medan-t-a-20122013-30552.htmlThu, 10 Apr 2014 15:29:11 +0700Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Pada Sub Materi Pokok Pencemaran Lingkungan Di Kelas X SMA Negeri 1 Sunggal Tahun Pembelajaran 20122013Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa serta aktivitas belajar siswa pada sub materi pokok Pencemaran Lingkungan dengan menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah Problem Based Learning Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas PTK yang dimulai dengan pengembangan model pembelajaran berbasis masalah Problem Based Learning Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas X7 SMA Negeri 1 Sunggal yang berjumlah 31 siswa Instrument yang digunakan adalah observasi dan tes hasil belajar Data diperoleh dari tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda kemudian data diperoleh dari observasi yang merupakan catatan penting untuk melihat aktivitas siswa saat kegiatan belajar mengajar pada setiap siklus dan dilakukan penyempurnaan pada implementasi tindakan Peningkatan aktivitas belajar siswa setelah di lakukannya pengamatan oleh dua orang observer selama pembelajaran berdasarkan masalah berlangsung yaitu sebesar 4033 Rata-rata nilai pretes siswa tentang sub materi pokok pencemaran lingkungan sebelum dilakukan pembelajaran berbasis masalah adalah 6388 Tingkat kemampuan siswa setelah diberikan pembelajaran dengan model Pembelajaran Berbasis Masalah Problem Based Learning pada siklus I nilai postes rata-rata yaitu 7010 sedangkan pada siklus II nilai postes rata-rata 8150 Sehingga persentase peningkatan hasil belajar siswa adalah sebesar 1627 Sedangkan persentase ketuntasan belajar siswa pada siklus I adalah 5160 dengan jumlah siswa yang mencapai kriteria belajar tuntas sebanyak 16 siswa dan persentase ketuntasan belajar siswa pada siklus II yaitu 9353 dengan jumlah siswa yang mencapai kriteria belajar tuntas sebanyak 29 siswa Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah Problem Based Learning dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa yaitu sebesar pada sub materi pokok pencemaran lingkungan di kelas X7 SMA Negeri 1 Sunggalhttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-berbasis-masalah-problem-based-learning-untuk-meningkatkan-aktivitas-dan-hasil-belajar-siswa-pada-sub-materi-pokok-pencemaran-lingkungan-di-kelas-x-sma-negeri-1-sunggal-tahun-pembelajaran-20122013-30551.htmlThu, 10 Apr 2014 14:25:31 +0700PENINGKATAN KEMAMPUAN SPASIAL DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAHThis research aimed at to know 1 differences in spatial abilities increase student who received problem-based learning PBL compared with students who received conventional learning 2 differences in mathematical communication skills enhancement students who reiceved PBL with conventional learning 3 intraction between early mathematics learning with students ability to increase spatial ability 4 interaction between early mathematics learning with the ability to increase students mathematical communication skills5 process of problem solving students in solving problems in PBL and conventional learning This study is a quasi-experimental study The population was all students of SMPN13 medan school year 20122013treatment given experimental class problem-based learning and control treated conventional learning The instruments used are tests of spatial ability and communication skills math test The research findings showed that 1 they are differences spatial ability math students in each of learning 2 there are differences communication ability students each of learning 3 there is no interaction between learning with price know ledge mathematics students to increase spatial ability4 there is no interaction between early mathematics learning wiil students ability to increase mathematical communication skill 5 students problem-solving process to solve problems problem-based learning is better than conventional learninghttp://digilib.unimed.ac.id/peningkatan-kemampuan-spasial-dan-komunikasi-matematis-siswa-smp-melalui-pembelajaran-berbasis-masalah-30550.htmlThu, 10 Apr 2014 13:26:44 +0700PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN KREATIVITAS SISWA DALAM PENDIDIKAN MATEMATIKAProses pembelajaran matematik secara konvensional yang lazim dilakukan di sekolah-sekolah saat ini cendrung berpola mekanis Akibatnya siswa terpasung pada pols ysng dicontohkan oleh guru Siswa tidak di arahkan untuk menemukan hal-hal yang tidak biasakurikulum 2013 mengamatkan guru supaya membangkitkan kretivitas siswa Salah satu pembelajaran yang direkomendasikan dalam kurikulum 2013 adalah pembelajaran berbasis masalah Hasil penelitian telah menunjukan bahwa pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika Kreativitas minat dan motivasi siswa Pembelajaran berbasis masalah akan mendorong siswa berfikir divergen Pola pikir divergen akan mengarahkan mereka pada pembentukan kreativitas Penelitian juga telah menunjukan bahwa dengan memberikan masalah yang mengandung banyak solusi ataubanyk cara penyelesaian dapat meningkatkan kreativitas matematika siswahttp://digilib.unimed.ac.id/pembelajaran-berbasis-masalah-dan-kreativitas-siswa-dalam-pendidikan-matematika-30549.htmlThu, 10 Apr 2014 13:02:12 +0700PENINGKATAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP DENGAN PENDEKATAN PMRI PADA PEMBELAJARAN GEOMETRI BERBANTUAN KOMPUTERPenelitian ini bertujuan untuk mengidentipikasi peningkatan disposisi matematis siswa sebagai dampak dari pendekatan pembelajaran matematika realistic Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment Sampel penelitian terdiri dari 152 siswa dari 4 kelas siswa di dua sekolah menengah pertama di kota medaninstrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala disposisi matematis Data di analisis menggunakan uji mann-withney uji-t analisis korelasianova 1 dan 2 arah dilanjutkan dengan uji post-hoc Hasil penelitian menunjukan bahwa secara keseluruhan berdasarkan katagori sekolah dan berdasarkan kemampuanawal siswa pembelajaran geometry berbantuan computer dengan pendekatan PMRI secara signifikan dapat meningkat kan disposisi matematis siswahttp://digilib.unimed.ac.id/peningkatan-disposisi-matematis-siswa-smp-dengan-pendekatan-pmri-pada-pembelajaran-geometri-berbantuan-komputer-30548.htmlThu, 10 Apr 2014 12:43:49 +0700PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN KECERDASAN EMOSIONAL MELALUI PEMBELAJARAN THINK-TALK-WRITEThis study aims to 1 determint the increase mathematical communication skill and emotional intelligence among students who are taught using TTW cooperative learning and conventional learning 2 the interaction between mathematics learning approach with students prior knowledge to the improvement of mathematical communication skill and emotional intelligence of students 3 determine students answers settlement process in resolving problems in each lesson The population was all students of class VII SMP district kuta panjang and samples of class VII SMPTI ladia galaska and SMP N 1 kuta panjang The results showed that 1 improved mathematical communication skill and emotional intelligence among students who are taught using TTW cooperative learning better than conventional learning 2 there is an interaction between early math abilities of students high medium low and learning of mathematical improvement of communication skills and emotional intelligence of studentshttp://digilib.unimed.ac.id/peningkatan-kemampuan-komunikasi-matematis-dan-kecerdasan-emosional-melalui-pembelajaran-thinktalkwrite-30547.htmlThu, 10 Apr 2014 12:25:45 +0700Upaya meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan metode Quantum Learning pada mata pelajaran IPS di kelas IV SDN 016404 Bandar Pasir Mandoge TA 20122013Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar IPS siswa pada materi Masalah Sosial Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Masalah Sosial dengan menggunakan model pembelajaran Quantum LearningPenelitian ini menggunakan desain PTK dengan tindakan model pembelajaran Quantum Learning Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN 016404 Bandar Pasir MandogeTP 2012 2013 yang berjumlah 30 orang Penelitian ini dilaksanakan dua siklus yakni siklus I dan siklus IISetiaap Siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan observasi Soal yang diberikan 3 kali yaitu tes awal siklus I siklus II sedangkan observasi meliputi aktivitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran Dimana nilai standar ketuntasan belajarnya adalah 65Berdasarkan analisis data pada tes awal diperoleh tingkat ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal yaitu 8 orang siswa 2667 Setelah pelaksanaan Siklus I diperoleh tingkat ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal yaitu 15 orang siswa 50 Selanjutnya pada siklus II diperoleh tingkat ketuntasan hasil belajar siswa lebih meningkat yaitu sebanyak 29 orang siswa 9667 temuan dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Quantum Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS materi Masalah Sosial kelas IV SDN 016404 Bandar Pasir Mandoge TP 2012 2013http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-siswa-dengan-menerapkan-metode-quantum-learning-pada-mata-pelajaran-ips-di-kelas-iv-sdn-016404-bandar-pasir-mandoge-ta-20122013-30546.htmlThu, 10 Apr 2014 11:58:58 +0700Penerapan Model Pembelajaran Teams Games Tournament TGT untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa pada pelajaran IPS di kelas IV SDN No040519 Tanjung Barus KabKaro TA20122013IPS sering dianggap pelajaran yang membosankan dan menjenuhkan dalam proses pembelajaran sehingga banyak siswa yang belum memahami materi pelajaran dengan baik serta keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran IPS sangat rendah Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa pada pelajaran IPS dengan Penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament TGT di kelas IV Tanjung Barus KabKaro TA20122013Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas PTK Subjek dalam penelitian ini siswa kelas IV SDN 040519 Tanjung Barus Kabkaro yang terdiri dari 18 orang laki-laki dan 8 orang perempua Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus dimana setiap siklus dilakukan 2 x pertemuan yang masing-masing pertemuan 2 x 35 menit Dalam setiap siklus dilakukan 4 tahapan yaitu perencanaan pelaksanaan observasi pengamatan dan refleksi Instrument yang diberikan setiap siklus berupa lembar observasiHasil penelitian diperoleh dengan menerapkan model TGT keaktifan mengajar guru juga meningkat yaitu dapat dilihat pada lembar observasi siklis I pertemuan 1 75 kategori cukup baik menjadi 7941 kategori cukup baik disiklus I pertemuan 2 Selanjutnya pada siklus II pertemuan 1 8235 kategori baik menjadi 8529 kategori baik Berdasarkan hasil observasi tersebut dapat dilihat bahwa kekaktifan mengajar guru setiap pertemuan mengalami peningkatan dengan penerapan model pembelajaran TGT Selain itu keaktifan belajar siswa mengalami peningkatan mulai dari siklus I pertemuan 1sampai pada siklus II pertemuan 2 Pada siklus I pertemuan 1 siswa yang aktif 1154 menjadi 2692 di siklus I pertemuan 2 Selanjutnya pada siklus II pertemuan 1 siswa yang aktif 7308 menjadi 8461 di siklus II pertemuan 2 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament TGT dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa pada pelajaran IPS dikelas IV SDN No040519 Tanjung Barus KabKaro TA20122013http://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-teams-games-tournament-tgt-untuk-meningkatkan-keaktifan-belajar-siswa-pada-pelajaran-ips-di-kelas-iv-sdn-no040519-tanjung-barus-kabkaro-ta20122013-30545.htmlThu, 10 Apr 2014 11:51:52 +0700IMPLEMENTATION OF CURRICULUM ON IMPROVING SPATIAL ABILITY WITH REALISTIC MATHEMATICS APPROACHImplementation of curriculum is an integral part of the learning process at school There are five pillars of learning in the implementation of the curriculum that must be interpreted carefully for learning to produce the expeted outputs Until now spatial ability is not explicitly and specifically stated in the curriculum in Indonesia Whereas spatial ability is important in everyday human life as well as for students at school Some research indicates that realistic mathematics approach can significantly increase students spatial abilityhttp://digilib.unimed.ac.id/implementation-of-curriculum-on-improving-spatial-ability-with-realistic-mathematics-approach-30544.htmlThu, 10 Apr 2014 11:49:56 +0700Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Numbered Heads Together Di Kelas IV SD Negeri 060822 Medan Tahun Ajaran 2012201320122013Latar belakang dari skripsi saya ini adalah rendahnya keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran IPS guru hanya menggunakan metode ceramah pada pembelajaran IPS disebabkan guru kurang kreatifnya memilih model pembelajaran yang cocok digunakan pada pelajaran IPS diakibatkan siswa menjadi suka ngantuk bosan tidak percaya diri takut dalam mengeluarkan pendapat dan kurang bergairah dalam belajar Adapun jenis penelitian yang digunakan pada skripsi ini adalah Penelitian Tindakan Kelas PTK Subjek yang digunakan ialah siswa kelas IV SD Negeri 060822 Medan di jalan Megawati gang damai yang berjumlahkan 35 siswa yang terdiri dari 17 perempuan dan 18 laki-laki Adapun variabel penelitianya yaitu model pembelajaran Numbered Heads Together X dan keaktifan belajar siswa Y Pada skripsi desain yang di pakai yaitu menurut Kurt Lewis Kemmis dan Tanggart yang terdiri dari dua siklus yaitu siklus I dan siklus II terdiri dari perencanaan pelaksanaan tindakan pengamatan dan refleksi Adapun instrumen yang dipakai yaitu observasi dan angket dan waktu penelitian ini pada bulan April-Juni yang dilaksanakan di SD Negeri 060822 Medan Tahun Ajaran 20122013 Hasil penelitian dan pembahasan pada skripsi ini dimana 35 siswa yang pada siklus I pertemuan pertama siswa yang aktif sebanyak 4 orang 114 yang dinyatakan aktif dalam belajar dan yang dinyatakan belum aktif sebanyak 31 orang 886 pada pertemuan kedua siklus I sebanyak 10 siswa 286 yang dinyatakan aktif dalam belajar dan yang dinyatakan belum aktif sebanyak 25 orang 714 Sedangkan pada siklus II pertemuan pertama siswa yang aktif sebanyak 30 orang 857 dan yang dinyatakan belum aktif sebanyak 5 orang 143 dan pada pertemuan kedua siklus II jumlah siswa yang dinyatakan aktif belajar sebanyak 33 orang 943 dan yang dinyatakan belum aktif sebanyak 2 orang 57Dari penjelasan di atas maka disimpulkan bahwa telah terbukti dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Heads Together dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran IPS materi pokok kegiatan ekonomi di kelas IV SD Negeri 060822 Medan Tahun Ajaran 20122013 Adapun saran yang dapat diberikan kepada siswa diharapkan agar lebihaktif dalam belajar dan memperoleh hasil yang lebih baik dan sebagai bahan masukan untuk guru agar menggunakan model pembelajaran Numbered Heads Together pada pelajaran IPShttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-keaktifan-belajar-siswa-pada-mata-pelajaran-ips-dengan-menggunakan-model-pembelajaran-numbered-heads-together-di-kelas-iv-sd-negeri-060822-medan-tahun-ajaran-20122013-30543.htmlThu, 10 Apr 2014 11:23:47 +0700PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIK DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAHTujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematik siswa yang memperoleh pembelajaran berbasis masalah lebih baik dari pada siswa yang di ajarkan dengan pembelajaran konvensional perbedaan peningkatan kemandirian siswa antara yang memperoleh pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang di ajarkan dengan pembelajaran konvensional adanya interaksi antara pembelajaran dan kemampuan awal matematik siswa terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematik dan kemandirian belajar siswa Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAN di kabupaten Aceh Tenggara yang berakreditasi dengan sampel SMAN 1 Lawe alas kelas X-1 kelas eksperimen dan kelas X-2 kelas kontrol dan SMAN 3 kutacane X-A kelas eksperimen dan kelas X-B kelas kontrol Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematik siswa yang memperoleh pembelajaran berbasis masalah lebih baik dari pada siswa yang di ajarkan dengan pembelajaran konvensional terdapat perbedaan peningkatan kemandirian belajar antara siswa yang memperoleh pelajaran berbasis masalah dengan konvensional ada intereksi antara pembelajaran dan kemandirian belajar siswa kemampuam awal matematika siswa terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematik danhttp://digilib.unimed.ac.id/peningkatan-kemampuan-pemecahan-masalah-matematik-dan-kemandirian-belajar-siswa-melalui-pembelajaran-berbasis-masalah-30542.htmlThu, 10 Apr 2014 11:08:11 +0700Meningkatkan Minat Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode Demontrasi Pada Mata Pelajaran IPS Di Kelas III SD Negeri No 102051 Mangga Dua Tahun Pelajaran 20122013Proses pembelajaran di kelas III selama ini hanya berpusat pada guru guru berada di depan hanya denan ceramah dan siswa menyimak apa yang dikatakan oleh sang guru Hal ini mengakibatkan tingkat minat belajar siswa kurang Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan minat belajar IPS pada meteri denah dan peta setelah menggunakan metode demontrasi siswa kelas III SD Negeri No 102051 Mangga Dua Kecamatan Tanjung Beringin Tahun Pelajaran 20122013 Jenis penelitan yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas Alat pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan observasiSubjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang ada di kelas III SD Negeri No 102051 Mangga Dua TP 20122013 dengan jumlah siswa 30 orang Adapun objek penelitian ini adalah minat belajar siswa sebagai alternatif tindakan yang diambil untuk meningkatkan minat belajar siswa yaitu dengan menggunakan metode demonstrasi Penelitian ini terdiri dari II siklus yaitu siklus I dan siklus II setiap siklus terdiri dari 4 tahapyaitu perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi Sebelum dilakukan tindakan pada siklus I peneliti terlebih dahulu tahap observasi dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa lebih lanjut Kemudian diakhir siklus I dan siklus II secara bersamaan peneliti melakukan observasi terhadap kegiatan belajar siswaSetelah dilakukan penelitian diproleh kesimpulan bahwa minat belajar IPS materi denah dan peta siswa kelas III SD Negeri No 102051 Mangga Dua Kecamatan Tanjung Beringin Tahun Pelajaran 20122013 pada tes awal adalah dengan nilai rata-rata hasil minat belajar siswa 100 kurang berminat Hasil belajar IPS materi denah dan peta kelas III SD Negeri No 102051 Mangga Dua Kecamatan Tanjung Beringin Tahun Pelajaran 20122013 pada siklus I adalah berminat dengan nilai rata-rata 4667 atau meningkat 4667 Selanjutnya pada siklus II terjadi peningkatan minat belajar siswa dengan nilai rata-rata 4000 katagori sangat berminat Ini bermakna penerapan metode demonstrasi meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS materi denah dan peta sebesar penggunaan terjadi peningkatan minat belajar siswa sebesar 4000 Adanya peningkatan minat belajar siswa dari tes awal hingga siklus II memberikan gambaran bahwa penerapan pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi dapat meningkatkan minat belajar mata pelajaran IPS siswa pada tema hiburan dengan materi denah dan peta Disarankan kepada guru-guru lain untuk menggunakan metode demonstrasi ketika proses pembelajaran berlangsug karena dengan menggunakan metode demonstrasi ketika proses pembelajaran merupakan langkah awal dalam meningkatkan minat belajar siswahttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-minat-belajar-siswa-dengan-menggunakan-metode-demontrasi-pada-mata-pelajaran-ips-di-kelas-iii-sd-negeri-no-102051-mangga-dua-tahun-pelajaran-20122013-30541.htmlThu, 10 Apr 2014 11:08:05 +0700Meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Make A Match pada mata pelajaran IPS Kelas V SD N 101883 Tanjung Morawa TA 20122013Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar siswa pada pelajaran IPS kelas V Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dengan model pembelajaran Make A Match Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari dua siklus dengan empat tahapan yaitu perencanaan pelaksanaan observasi dan refleksi Subjek penelitian ini adalah siswa kelas Va SD N 101883 Tanjung Morawa yang berjumlah 38 orang sedangkan objek penelitian ini adalah motivasi belajar siswa pada pelajaran IPS dengan menggunakan model pembelajaran Make A Match Teknik pengumpulan data adalah observasi terhadap motivasi belajar siswa dan observasi kegiatan mengajar guruBerdasarkan analisis data yang diperoleh bahwa motivasi belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung menunjukan adanya peningkatan yang baik Hal ini dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-rata motivasi siswa untuk setiap siklus Pada siklus I pertemuan ke-1 nilai rata-rata motivasi belajar siswa secara klasikal mencapai 4966 dan terjadi peningkatan pada pertemuan ke-2 yang mencapai 6183 Pada siklus II pertemuan ke-1 nilai rata-rata motivasi belajar siswa secara klasikal mencapai 7302 dan pada pertemuan ke-2 nilai rata-rata motivasi belajar siswa semakin meningkat yang mencapai 8050 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Make A Match pada pelajaran IPS materi penjajahan Belanda di Indonesia dapat meningkatkan motivasi belajar siswa Disarankan kepada guru agar dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran Make A Match untuk meningkatkan motivasi belajar siswahttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-motivasi-belajar-siswa-dengan-menggunakan-model-pembelajaran-make-a-match-pada-mata-pelajaran-ips-kelas-v-sd-n-101883-tanjung-morawa-ta-20122013-30540.htmlThu, 10 Apr 2014 11:00:51 +0700Hubungan Motivasi Belajardengan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Kelas IV SDN 101878Desa Buntu BedimbarRumusan masalah dalam penelitian ini yaitu 1 bagaimanakah tingkat motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS Kelas IV SD Negeri 101878 2 bagaimanakah hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Kelas IV SD Negeri 101878 3 apakah ada hubungan antara motivasi belajar dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Kelas IV SD Negeri 101878 Desa Buntu Bedimbar Tanjung Morawa TA 20122013Tujuan penelitian ini adalah 1 untuk mengetahui tingkat motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS Kelsa IV SD Negeri 101878 Desa Buntu Bedimbar Tanjung Morawa 2 untuk mengetahui hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Kelas IV SD Negeri 101878 Desa Buntu Bedimbar Tanjung Morawa 3 untuk mengetahui Hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Kelas IV SD Negeri 101878 Desa Buntu Bedimbar Tanjung Morawa TA 20122013Penelitian ini termasuk penelitian ex-post facto dengan menggunakan metode deskriptif korelasional Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V yang ada pada SD Negeri 101878Desa Buntu Bedimbar Tanjung Morawa sebanyak 40 siswa Ada 2 dua variabel yang dikaji dalam penelitian ini yaitu Motivasi Belajar Siswa sebagai variabel bebas dan Hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS sebagai variabel terikat Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket kuesionerdan observasi Instrumen pengumpulan data menggunakan angket model skala Likert Angket ini diuji cobakan terlebih dahulu untuk memperoleh angket yang valid dan reliabel Uji persyaratan analisis tentang normalitas dilakukan menggunakan uji liliefors uji homogenitas uji linieritas regresiPengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan korelasi product momentHasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar siswa dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Kelas IV SD Negeri 101878 hal tersebut ditunjukkan dari harga rhitung lebih besar dari rtabel dengan N 40 pada taraf signifikansi 5 0693 0312 Sedangkan nilai Fhitung 2778 Ftabel 410 Karena Fhitung Ftabel maka Ho ditolak dan Ha diterima berarti ada hubungan yang linier dan signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar siswa Sedangkan Terhadap uji t diproleh dari daftar kritis pada tabel 945 005 di proleh t tabel sebesar 202 artinya thitung ttabel 5921673 sehingga hipotesis menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas IV SD Negeri No101878 Desa Buntu Bedimbar Tanjung Morawa TA 20122013http://digilib.unimed.ac.id/hubungan-motivasi-belajardengan-hasil-belajar-siswa-pada-mata-pelajaran-ips-kelas-iv-sdn-101878desa-buntu-bedimbar-30539.htmlThu, 10 Apr 2014 10:50:52 +0700Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa DenganMenggunakan Strategi Contextual Teaching And Learning Pada PembelajarannIPS Kelas IV SD Negeri 107415 Tanjung Sari KecBatang KuisYang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya motivasibelajar siswa pada mata pelajaran IPS khususnya pokok bahasan KoperasiTindakan yang di lakukan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa adalahdengan menggunakan strategi contextual teaching adn learning pada pembelajaranIPS di SD 107415 Tanjung sari Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkanmotivasi belajar siswa dengan metode contextual teaching and learning padapelajaran IPS pokok bahasan Koperasi di kelas IV SD Negeri 107415 Tanjung SariKec Batang kuis Tahun Ajaran 20122013Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 36 orang yangterdiri dari 18 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan Jenis penelitian yangdigunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas PTK Penelitian dilaksanakan 2siklus setiap siklus terdiri dari empat Tahap yaitu perencanaan tindakanpengamatan dan refleksi evaluasi Alat pengumpul data yang digunakan adalahobservasiBerdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dengan observasi bahwamotivasi belajar siswa selama proses belajar mengajar berlangsung menunjukkanadanya peningkatan yang baik Hal ini dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-ratamotivasi belajar siswa untuk tiap siklus Pada kondisi awal nilai motivasi belajarsiswa 3667 dan pada siklus I menjadi 5218 meningkat sebanyak 1977 sertaterjadi peningkatan yang signifikan pada siklus II sebesar 2157 menjadi 7128Hasil tersebut didapat dari nilai rata-rata indikator motivasi belajar yaitu adanyaketekunan dalam menghadapi tugas 7465adanya keuletan menghadapi kesulitan7170 adanya minat terhadap masalah yang dihadapi 7031 lebih senangbekerja mandiri 7118 cepat bosan pada tugas-tugas yang rumit 6753 dapatmempertahankan pendapatnya 6961 tidak mudah melepas hal yang diyakini7204 senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal 7326Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode contextualteaching and learning pada pembelajaran IPS tentang Koperasi dapatmeningkatkan motivasi belajar siswahttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-motivasi-belajar-siswa-denganmenggunakan-strategi-contextual-teaching-and-learning-pada-pembelajarannips-kelas-iv-sd-negeri-107415-tanjung-sari-kecbatang-kuis-30538.htmlThu, 10 Apr 2014 10:39:20 +0700Upaya meningkatkan kemampuan belajar siswa dalam peggunaan ejaan dengan menggunakan metode latihan pada siswa kelas IV SDN 105405 SentangMasalah dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan belajar siswadalam penggunaan ejaan pada mata pelajaran bahasa indonesia Penelitian inibertujuan untuk mengetahui bahwa penggunaan metode latihan dapatmeningkatkan kemampuan belajar dalam penggunaan ejaan di kelas IV SO Negeri105405 Tebing Sentang TP 20122013Penelitian ini berbentuk PTK yang dilaksanakan di SD Negeri 105405Sentang Kec Teluk Mengkudu Kab Serdang Bedagai dengan subjek penelitianyaitu siswa kelas IV yang betjumlah 54 orang Adapun teknik pengumpulan datayang digunakan dalam penelitian ini adalah tes observasi langsung dankomunikasi tidak langsung sedangkan teknis analisis datanya adalah analisissccara kla-ikaL Penelitian ini terdiri II siklus siklus I dan siklus IIHasil pcnelitian menunjukkan bahwa ada pcningkatan kcmampuan belajarsisa Adapun peningkatannya adalah pada saal tcs awal nilai rata rata 6228dcngan 17 siswa ang mcngalami ketuntasan ll48o dan 37 siswa yang belumtuntas L52iJ dari keseluruhan siswa Sctclah dilakukan penelitian denganmcnggunakan mctodc latihan nilai rata - rata mcningkat 426 dari nilai malmenjadi 6454 pada siklus dengan 32 siswa yang mengalami ketuntasan5926 dan 22 siswa yang belum tuntas 4074 Setelah dilakukan perbaikanpada siklus II nilai rata -rata kelas meningkat 648 dari siklus I menjadi 7102pada siklus II dengan siswa yang mengalami ketuntasan 47 orang 8704 dan 7siswa yang bel urn tuntas 1296 Dapat disimpulkan bahwa penggunaan metodelatihan dapat meningkatkan kemampuan beljar siswa dalam penggunaan ejaan dikelas IV SDN 105405 Sentanghttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-kemampuan-belajar-siswa-dalam-peggunaan-ejaan-dengan-menggunakan-metode-latihan-pada-siswa-kelas-iv-sdn-105405-sentang-30537.htmlThu, 10 Apr 2014 10:36:42 +0700Peningkatan hasil belajar siswa mengenai keragaman suku bangsa dan budaya setempat menggunakan media gambar pada siswa kelas IV SDN No 101866 Kec Batang Kuis Kab Deli Serdang TP 20122013Masalah dalam penelitian tindakan kelas ini adalah 1 Apakah penerapanmedia gambar dapat meningkatkan hasil belajar siswa khususnya dalam pelajaranIPS 2 Dapatkah siswa dengan mudah menerima materi yang di sampaikan gurudengan menggunakan media gambar 3 Apakah model pembelajaran denganmenggunakan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar siswa Penelitiantindakan kelas ini bertujuan untuk 1 meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDNegeri No 101866 Batang Kuis dengan menggunakan media gambar 2 untukmempersiapkan siswa dalam berinteraksi di lingkungan masyarakatnya3Mengirnplementasiskan media gam bar pada siswa kelas IV SD Negeri 1 01866Batang Kuis dalam mata pelajaran IPS Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri No101866 Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang pada siswa kelas IV melalui duasiklus Data penelitian diperoleb melalui observasi yang di lakukan pada setiap siklusdalam proses pembelajaran dan tes hasil belajar Hasil setiap siklus dianalisis dankemudian dijadikan bahan acuan pada tindakan berikutnyaTindakan yang dilakukan dalam PTK ini terdiri dari empat tahapan yaitu tahapperencanaan pelaksanaan observasi dan refleksi selama dua kali siklus Berdasarkanhasil nilai pada siklus I masih menunjukkan perolehan nilai yang rendah dengan nilairata-rata adalah 6035 5957dengan siswa yang tuntas 17 orang dan yang belum tuntas18 ini menunjukan target yang ditentukan peneliti masih belum tercapai yaitusebesar 70 siswa yang tuntas Sedangkan pada siklus II siswa yang dinyatakantuntas menjadi 32 dan yang tidak tuntas sebayak 3 orang dengan nilai rata-rata 7371Hal ini menunjukkan peningkatan dari postest siklus I dan postest siklus II sehinggadapat disimpulkan bahwa basil belajar siswa melalui penggunaan media gambar padapelajaran IPS materi Keragaman Suku Bangsa Dan Budaya Setempat mengalamipeningkatanHasil tes uji kemampuan secara individu menunjukkan hasil yang baik dimanarata-rata nilai siswa di atas nilai KKM yang telah ditentukan yaitu 60 Hal inimenunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa dapat memberikan dampak yangpositif pada hasil belajar siswa secara individuhttp://digilib.unimed.ac.id/peningkatan-hasil-belajar-siswa-mengenai-keragaman-suku-bangsa-dan-budaya-setempat-menggunakan-media-gambar-pada-siswa-kelas-iv-sdn-no-101866-kec-batang-kuis-kab-deli-serdang-tp-20122013-30536.htmlThu, 10 Apr 2014 10:30:00 +0700Peningkatan hasil belajar keanekaragaman suku bangsa dan budaya dengan media audio visual pada siswa kelas IV SDN 102056 NagurPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui basil belajar siswa denganmenggunakan media audio visual pada materi Keanekaragaman Suku Bangsa danBudaya di kelas IV SD Negeri Nol02056 Nagur TA20122012 Adapun masalahdalam penelitian ini dapat diidentifikasikan sebagai berikut 1 Kurangnya alatperaga dan media 2 Metode dan media pembelajaran yang diterapkan gurukurang bervariasi 3 Siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran 4Rendahnya hasil belajar siswa pada materi keanekaragaman suku bangsa danbudaya Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan subjek kelas siswakelas IV SDN 102056 Nagur KecTanjung Beringin semester ganjil tahun ajaran20122013 yang betjumlah 35 orang Yang terdiri dari 15 orang laki-laki dan 20orang perempuan Penelitian ini terdiri dari II siklus yaitu siklus I dan siklus IIsetiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan pelaksanaan pengamatandan refleksiHasil observasi menunjukkan adanya peningkatan lebih baik hal ini dapatdilihat dari peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa untuk setiap siklus Nilairata-rata hasil belajar siswa sebelum pembelajaran pada materi KeanekaragamanSuku Bangsa Dan Budaya 4271 dari 35 orang siswa dengan sisa yang tuntasbelajar sebanyak 4 siswa 11 dan yang belum tuntas belajar sebanyak 31 orangsiswa 89 Setelah dilakukan pembelajaran pada siklus I nilai rata-rata hasilbelajar siswa meningkat menjadi 6543 dari 35 orang siswa dengan jumlah siswayang tuntas belajar sebanyak 20 orang siswa 58 dan yang belumtuntas belajarsebanyak 15 orang siswa 42 artinya siswa belum tuntas belajar dan padasiklus II nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 8000 dengan jumlah siswa yangtuntas belajar sebesar 33 orang siswa 97 dan yang belum tuntas belajar 1 orangsiswa 3 Dengan kata kategori penilaian baik sekali secara klasikal Hal iniberarti pembelajaran melalui media audio visual dapat meningkatkan hasil belajarsiswa pada materi Keanekaragaman Suku Bangsa dan Budaya di Kelas IV SDNNagurhttp://digilib.unimed.ac.id/peningkatan-hasil-belajar-keanekaragaman-suku-bangsa-dan-budaya-dengan-media-audio-visual-pada-siswa-kelas-iv-sdn-102056-nagur-30535.htmlThu, 10 Apr 2014 10:20:20 +0700Meningkatkan kemampuan dalam memahami perubahan susunan pemerintah desa dan kecamartan dengan menggunakan metode discavery pada siswa kelas IV SDN 100300 GB Mosa Kec Anggola Selatan Kab Tapsel TA 20122013Permasalahan dari penelitian ini adalah Apakah pembelajaran denganmenggunakan metode discovery dapat meningkatkan kemampuan siswadalam memahami susunan pemerintahan desa dan kecamatan di kelas IVSD Negeri Nol00300 GB Mosa TA 20122013Hipotesis pada penelitian ini adalah Meningkatkan kemampuandalam memahami susunan pemerintahan desa dan kecamatan denganmetode Discovery Pada Mata Pelajaran Kewarganegaraan di Kelas IV SDNegeri 100300 TA 20122013Penelitian ini bertujuan untuk meingkatan kemampuan siswa dalammemahami susunan pemerintahan desa dan kecamatan denganmenggunakan metode discovery pada mata pelajaran Kewarganegaraan dikelas IV SD Negeri No100300 GB Mosa TA 20122013Subjek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IV SDNegeri No100300 GB Mosa yang berjumlah 37 orang Objek penelitian iniadalah tindakan untuk meningkatkan kemampuan memahami dalam materisusunan pemerintahan desa dan kecamatan melalui Metode DiscoveryBerdasarkan hasil penelitian diperoleh keberanian siswa bertanya danmengemukakan pendapat rerata perolehan skor pada siklus pertama 5275 menjadi 6944 mengalami kenaikan 1669 Begitupun dalamindikator motivasi dan kegairahan dalam mengikuti pembelajaran padasiklus pertama rata-rata 6382 dan pada siklus kedua 8335 mengalamikenaikan 1953 Dalam indikator interaksi siswa selama mengikutidiskusi kelompok pada siklus pertama 7225 dan pada siklus kedua 8832 mengalami kenaikan sebesar 1607 Dalam indikator hubungan siswadengan guru selama kegiatan pembelajaran pada siklus pertama 75 danpada siklus kedua 9166 mengalami kenaikan sebesar 1666 Dalamindikator hubungan siswa dengan siswa pada siklus pertama 7765 sedangkan pada siklus kedua 8611 mengalami kenaikan sebesar 846 Dalam indikator partisipasi siswa dalam pembelajaraan terlihata padasiklkus pertama 8055 sedangkan pada silklus kedua 9445 mengalamkenaikan sebesar 139 Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakanmetode discovery dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahamisusunan pemerintahan desa dan kecamatan di kelas IV SD NegeriNol00300 GB Mosa TA 20122013http://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-kemampuan-dalam-memahami-perubahan-susunan-pemerintah-desa-dan-kecamartan-dengan-menggunakan-metode-discavery-pada-siswa-kelas-iv-sdn-100300-gb-mosa-kec-anggola-selatan-kab-tapsel-ta-20122013-30534.htmlThu, 10 Apr 2014 10:09:11 +0700Meningkatkan hasil belajar siswa pada materi penggolongan hewan dengan strategi rehearsal di kelas IV SDN 118385 Pinggir Jati Kualu Hulu Kab Labuhanbatu utara TP 20122013Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitasmembaca dan hasil belajar siswa melalui penerapan strategi belajar Rehearsalpada materi pokok penggolongan hewar di kelas N SD Negeri 118385 PinggirJati Kualuh Hulu Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun Ajaran 2012-2013Metode penelitian bersifat penelitian tindakan kelas dan subjek penelitianadalah kelas IV SD Negeri 118385 Pinggir Jati Kelas yang diteliti terdiri dari 34siswa berdasarkan kriteria ketuntasan belajar individu lclasikal pada penelitian inidiperoleh data sebagai berikut sebanyak 8 siswa dari 40 siswa atau 24 yangmemperoleh nilai diatas 65 pada siklus I Setelah diadakan tes akhir pada siklus IIsiswa yang tuntas meningkat menjadi 26 siswa atau jika dirata-ratakan adalah76 Terjadi peningkatan persentase sebanyak 52 yaitu siklus I sebesar 24sedangkan di sildus II sebesar 76Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan adalahpembelajmcm dengan menggunakan strategi belajar rehearsal pada materipenggolongan hewan di kelas N SD Negeri 118385 Pinggir Jati Kualuh HuluKabupaten Labuhanbatu Utara Tahun Ajaran 2012-2013 mengalami peningkatandari siklus I sampai II1http://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-hasil-belajar-siswa-pada-materi-penggolongan-hewan-dengan-strategi-rehearsal-di-kelas-iv-sdn-118385-pinggir-jati-kualu-hulu-kab-labuhanbatu-utara-tp-20122013-30533.htmlThu, 10 Apr 2014 10:00:47 +0700Meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada pokok bahasan wujud benda dengan menggunakan alat peraga sederhana SD N 150707 Telaga Jernih Tp 20122013-http://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-hasil-belajar-siswa-kelas-iv-pada-pokok-bahasan-wujud-benda-dengan-menggunakan-alat-peraga-sederhana-sd-n-150707-telaga-jernih-tp-20122013-30532.htmlThu, 10 Apr 2014 09:53:51 +0700Perbandingan Model Pembelajaran Konvensional Dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Sistem Reproduksi Manusia Di Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Angkola Timur Tahun Pembelajaran 20122013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model Konvensional dengan model Problem Based Learning PBL pada materi pokok sistem reproduksi manusia di kelas XI IPA SMA Negeri 1 Angkola Timur Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dimana populasinya adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Angkola Timur yang terdiri dari dua kelas dengan jumlah siswa 60 orang Pengambilan sampel secara keseluruhan total sampling dimana masing-masing kelas berjumlah 30 orang Instrumen yang dilakukan dalam penelitian ini berupa soal pilihan berganda yang berjumlah 25 buah yang digunakan sebagai soal pre-test dan post-test Rata-rata hasil belajar yang didapatkan untuk kelas Konvensional sebasar 6306 lebih rendah dibanding kelas PBL yaitu sebesar 7240 Uji prasyarat analisis data menunjukkan bahwa data hasil penelitian berdistribusi normal dan kedua kelas sampel memiliki kesamaan varians homogen Pengujian hipotesis yang dilakukan dengan uji t menghasilkan thitung 366 dan ttabel168 dengan dk58 dan taraf signifikansi 005 Berdasarkan kriteria Ho diterima jika t1 t t1 - maka penelitian ini menolak Ho dan menerima Ha Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan perbandingan hasil belajar siswa dengan menggunakan model konvensional dan model PBL pada materi pokok system reproduksi manusia di kelas XI IPA SMA Negeri 1 Angkola Timurhttp://digilib.unimed.ac.id/perbandingan-model-pembelajaran-konvensional-dengan-model-pembelajaran-problem-based-learning-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-materi-pokok-sistem-reproduksi-manusia-di-kelas-xi-ipa-sma-negeri-1-angkola-timur-tahun-pembelajaran-20122013-30531.htmlThu, 10 Apr 2014 09:42:28 +0700Perbandingan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together Dan Think PAir Share Pada Materi Pokok Sistem Reproduksi Manusia Di Kelas XI IPA SMA Negeri 7 Medan Tahun Pembelajaran 20122013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Numbered Head Together NHT dan Think Pair Share TPS pada materi pokok sistem reproduksi manusia di kelas XI IPA SMA Negeri 7 Medan tahun pembelajaran 20122013 Jenis penelitian ini adalah eksperimen Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 7 Medan Pengambilan sampel dilakukan secara acak random yaitu didapat 82 siswa dimana XI IPA 1 menjadi kelas eksperimen 1 dan XI IPA 2 menjadi kelas eksperimen 2 Hasil menunjukkan bahwa ada perbandingan antara hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Numbered Head Together NHT dengan Think Pair Share TPS Hasil analisis data menunjukkan thitung 2329 ttabel 1990 dengan perbandingan 11045 Dimana rata-rata hasil belajar post test siswa pada kelas eksperimen Numbered Head Together NHT sebesar 7558 dengan SD 611 sedangkan untuk kelas eksperimen Think Pair Share TPS sebesar 7897 dengan SD 7097 Persentase peningkatan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Think Pair Share TPS sebesar 4485 jika dibandingkan dengan model pembelajaran Numbered Head Together NHThttp://digilib.unimed.ac.id/perbandingan-hasil-belajar-siswa-dengan-menggunakan-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-numbered-head-together-dan-think-pair-share-pada-materi-pokok-sistem-reproduksi-manusia-di-kelas-xi-ipa-sma-negeri-7-medan-tahun-pembelajaran-20122013-30530.htmlThu, 10 Apr 2014 09:33:53 +0700Perbandingan Hasil Belajar Siswa Yang Diajarkan Menggunakan Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah dan Model Pembelajaran Langsung Pada Materi Pokok Sistem Reproduksi Manusia Kelas XI IPA SMA Negeri 1 P Siantar Tahun Pembelajaran 20122013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran berdasarkan masalah PBL dengan model pembelajaran langsung DI pada materi pokok Sistem reproduksi di kelas XI SMA N 1 Pematangsiantar Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dimana populasinya adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA N 1 Pematangsiantar yang terdiri dari lima kelas dengan jumlah siswa 204 orang Pengambilan sampel secara acak kelas cluster random sampling dan didapat dua kelas sebagai sampel yaitu kelas XI-IPA2 dan XI-IPA3 yang berjumlah 79 orang Kelas XI-IPA2 diajarkan dengan model PBL dan XI-IPA3 dengan model DI Instrumen yang dilakukan dalam penelitian ini berupa soal pilihan berganda yang berjumlah 25 buah yang digunakan sebagai soal pre-test dan post-test Rata-rata hasil belajar yang didapatkan untuk kelas PBL sebesar 7610 lebih tinggi dibanding kelas DI yaitu sebesar 6882 sehingga terdapat perbedaan nilai sebesar 728 Uji prasyarat analisis data menunjukkan bahwa data hasil penelitian berdistribusi normal dan kedua kelas sampel memiliki kesamaan varians homogen Pengujian hipotesis yang dilakukan dengan uji t menghasilkan thitung 248 dan ttabel19815 dengan dk77 dan taraf signifikansi 005 Berdasarkan kriteria Ho diterima jika thitung ttabel dan menerima Ha jika thitung ttabel maka penelitian ini menolak Ho dan menerima Ha Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model PBL dan DI pada materi pokok Sistem reproduksi di Kelas XI-IPA SMA N 1 Pematangsiantarhttp://digilib.unimed.ac.id/perbandingan-hasil-belajar-siswa-yang-diajarkan-menggunakan-model-pembelajaran-berdasarkan-masalah-dan-model-pembelajaran-langsung-pada-materi-pokok-sistem-reproduksi-manusia-kelas-xi-ipa-sma-negeri-1-p-siantar-tahun-pembelajaran-20122013-30529.htmlThu, 10 Apr 2014 09:22:01 +0700Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Listening Team Disertai Dengan Talking Stick Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI IPA Pada Materi Sistem Reproduksi Manusia SMA Swasta Santo Petrus Sidikalang TP 20122013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Listening Team disertai dengan Talking Stick pada materi Sistem Reproduksi Manusia di kelas XI IPA SMA Swasta Santo Petrus Sidikalang tahun pembelajaran 20122013 Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan data diperoleh dari satu kelas yang dipilih secara sampling purposif Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Swasta Santo Petrus Sidikalang yang terdiri dari dua kelas yang berjumlah 100 orang Sampel dalam penelitian ini diambil satu kelas yaitu kelas XI IPA 2 yang terdiri dari 48 orang siswa yang diberikan pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Listening Team disertai dengan Talking Stick Instrumen yang digunakan berupa tes tertulis berbentuk pilihan ganda Sebelum tes diberikan kepada siswa terlebih dahulu diuji kelayakannya di luar sampel yang meliputi uji validitas uji reliabilitas tingkat kesukaran soal dan daya beda soal Dari hasil analisis data diperoleh bahwa nilai rata-rata pretest 5402 dan nila rata-rata postest 6516 Untuk ketuntasan belajar ada 38 orang siswa yang belum tuntas 7916 dan 10 siswa 208 yang tuntas Dari hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Listening Team disertai dengan Talking Stick pada materi sistem reproduksi manusia di kelas XI IPA 2 SMA Swasta Santo Petrus Sidikalang tahun pembelajaran 20122013 belum memberikan hasil yang baikhttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-listening-team-disertai-dengan-talking-stick-terhadap-hasil-belajar-biologi-siswa-kelas-xi-ipa-pada-materi-sistem-reproduksi-manusia-sma-swasta-santo-petrus-sidikalang-tp-20122013-30528.htmlThu, 10 Apr 2014 09:02:11 +0700Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pelajaran IPS Dengan Menggunakan Metode Creative Learning Materi Pokok Masalah-Masalah Sosial Di Lingkungan Setempat Di Kelas IV SD Negeri 101869 Desa Sena Batang Kuis TA 20122013Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah Apakah dengan Menggunakan metode Creative Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran IPS materi pokok masalah-masalah sosial di lingkungan setempat Kelas IV SD Negeri 101869 Desa Sena Batang Kuis Tahun Ajaran 20122013 Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belaj Untuk menigkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran IPS dengan metode Creative Learning materi pokok masalah-masalah sosial di lingkungan setempat Kelas IV SD Negeri 101869 Desa Sena Batang Kuis Tahun Ajaran 20122013Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas PTK Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif karena penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan materi yang berkaitan dengan masalah-masalah sosial di lingkungan setempat Prosedur tindakan kelas ini ditempuh dalam 2 siklus Langkah-langkah setiap pembelajaran terdiri atas perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi Cara pengambilan data dalam penelitian ini dengan mengumpulkan nilai pretes Siklus I Siklus II Sebagai tolak ukur keberhasilannya adalah apabila hasil belajar siswa mencapai tingkat ketuntasan klasikal sebesar 65Berdasarkan hasil penelitian bahwa pada saat pre test dari 32 orang siswa mendapatkan nilai tuntas 4 orang siswa 15 dan sebanyak 28 orang siswa 85 mendapat nilai belum tuntas dengan nilai rata-rata 5156 Pada siklus I dari 32 orang mendapatkan nilai tuntas 18 orang siswa 5625 dan sebanyak 14 orang siswa 4375 mendapat nilai belum tuntas dengan nilai rata-rata 6656 Pada siklus II mendapatkan nilai tuntas 30 orang siswa 9375 dan sebanyak 2 orang siswa 625 mendapat nilai belum tuntas dengan nilai rata-rata 8656Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode creative learning dalam proses pembelajaran IPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas IV SD Negeri 101869 Desa Sena Batang Kuis TA 20122013 Oleh karenanya disarankan kepada guru agar menerapkan metode pembelajaran creative learning sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pokok masalah-masalah sosial di lingkungan setempathttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-hasil-belajar-siswa-pada-pelajaran-ips-dengan-menggunakan-metode-creative-learning-materi-pokok-masalahmasalah-sosial-di-lingkungan-setempat-di-kelas-iv-sd-negeri-101869-desa-sena-batang-kuis-ta-20122013-30527.htmlThu, 10 Apr 2014 08:48:19 +0700Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Take and Give Pada Mata pelajaran IPA Materi Sifat-Sifat Cahaya di Kelas V SD Negeri 101875 Batang Kuis TA 20122013Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah apakah dengan menggunakan model pembelajaran take and give dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya di keas V SDN 101875 Batang Kuis TA 20122013 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana model pembelajaran take and give dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya di kelas V SDN 101875 Batang Kuis TA 20122013Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN 101875 Batang Kuis pada TA 20122013 yang berjumlah 27 orang siswa 14 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan Objek dalam penelitian ini adalah materi sifat-sifat cahaya sebagai alternative tindakan yang diambil untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa dengan menggunakan model pembelajaran take and give Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes dan observasi Penelitian ini terdiri dari dua siklus masing-masing siklus terdiri 2 pertemuan belajarDari hasil analisis data diperoleh peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya Dimana pada saat pretest ketuntasan belajar dari 27 orang siswa hanya 3 orang siswa yang tuntas hasil belajarnya dengan persentase 1111 dan yang tidak tuntas 24 orang dengan persentase 8889 dengan nilai rata-rata 4014 Setelah melaksanakan siklus I dengan menggunakan model pembelajaran take and give ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 13 orang siswa dengan persentase 4815 dan yang tidak tuntas 14 orang siswa dengan persentase 5185 dengan nilai rata-rata 6381 Perolehan dari hasil siklus I perlu ditindak lanjuti pada siklus II sehingga secara signifikan hasil belajar siklus II pada mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya dengan menggunakan model pembelajaran take and give meningkat menjadi 25 orang yang tuntas hasil belajarnya dengan persentase 9259 dan yang tidak tuntas 2 orang dengan persentase 741 dengan nilai rata-rata 8403 Dengan persentase hasil belajar siswa secara klasikal dari siklus I ke siklus II meningkat menjadi 4444Dengan demikian dapat disimpulakan bahawa dengan menggunakan model pembelajaran take and give pada siswa kelas IV SD Negeri 101875 Batang Kuis TA 20122013 hasil belajar siswa meningkat Disarankan kepada guru-guru agar menggunakan model pembelajaran take and give sebagai alternative untuk memperbaiki proses pembelajaranhttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-hasil-belajar-siswa-dengan-menggunakan-model-pembelajaran-take-and-give-pada-mata-pelajaran-ipa-materi-sifatsifat-cahaya-di-kelas-v-sd-negeri-101875-batang-kuis-ta-20122013-30526.htmlThu, 10 Apr 2014 08:38:52 +0700Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode Observasi Pada Pembelajaran IPA Di Kelas V SD Negeri No 104314 Dolok Masihul TA 20122013Masalah dalam penelitian ini adalah apakah dengan menggunakan metode observasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas V SD Negeri No 104314 Dolok Masihul TA 20122013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa di kelas V SD Negeri No104314 Dolok Masihul pada pelajaran IPA dengan menggunakan metode observasiPenelitian ini adalah penilaian tindakan kelas Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri No 104314 Dolok Masihul yang berjumlah 29 orang siswa yang terdiri dari 13 orang laki-laki dan 16 orang perempuan Alat yang digunakan dalam pengumpulan data adalah lembar observasi Objek penggunaan metode observasi dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA Materi peristiwa alam di IndonesiaPenelitian ini terdiri dari dua siklus yaitu siklus I pertemuan I dan pertemuan II siklus II pertemuan I dan pertemuan IIBerdasarkan hasil penelitian dapat diketahui padas iklus I pertemuan I dan pertemuan II terdapat 21 orang siswa 7241 yang memperoleh hasil belajar tuntas 8 orang siswa 2758 yang memperoleh hasil belajar tidak tuntas Pengamatan yang dilakukan terhadap guru menunjukkan nilai rata-rata 80 Pada siklus II pertemuan I dan pertemuan II terdapat 29 orang siswa 100 yang memperoleh hasil belajar meningkat Dan hasil pengamatan guru menunjukkan nilai rata-rata 90-34Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode observasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas V SD Negeri No 104314 Dolok Masihul TA 20122013http://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-hasil-belajar-siswa-dengan-menggunakan-metode-observasi-pada-pembelajaran-ipa-di-kelas-v-sd-negeri-no-104314-dolok-masihul-ta-20122013-30525.htmlThu, 10 Apr 2014 08:22:47 +0700Penggunaan Pendekatan PAILKEM untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada mata Pelajaran IPA Kelas IV SDN Putri Betung Kab Gayo Lues TA 20122013Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah Apakah dengan pendekatan PAILKEM untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri No 1 Putri Betung Kec Putri Betung Kab Gayo Lues TA 2012 2013 Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri No 1 Putri Betung yang berjumlah 26 orang Objek penelitian ini adalah penerapan pendekatan PAILKEM untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa di kelas IV SD Negeri No 1 Putri BetungPenelitian ini adalah penelitian tindakan kelas PTK yang dilakukan dalam dua siklus dimana setiap siklus dilakukan 2x pertemuan yang masing-masing pertemuan 35 menit Jadi dalam 2 siklus ada 4x pertemuan dan 140 menit Dalam setiap siklus dilakukan melalui 4 tahap yaitu perencanaan pelaksanaan observasi dan refleksi Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes dan observasi yang diberikan pada setiap siklus Penerapan pembelajaran PAILKEM dapat digambarkan sebagai berikut 1 Siswa langsung terlibat ke dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui praktek 2 Guru dituntut mmenggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik menyenangkan dan cocok untuk siswaBerdasarkan hasil yang diperoleh oleh siswa melalui alat pengumpulan data berupa tes antara lain 1 Pada saat kondisi awal sebelum diterapkan pendekatan PAILKEM 23 orang siswa 8846 hasil belajarnya tergolong rendah dan 3 orang siswa 1154 tergolong tinggi 2 Pada siklus I terdapat 14 orang siswa 5385 hasil belajarnya tergolong rendah dan 12 orang siswa 4615 tergolong tinggi 3 Pada siklus II terdapat 4 orang siswa 1538 hasil belajarnya tergolong rendah dan 22 orang siswa 8461 tergolong tinggi Maka dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa terdapat peningkatan dibandingkan dari siklus I dengan tingkat presentase tinggi sebesar 3846Dari hasil yang diperoleh dari 26 orang siswa dapat dilihat bahwa setelah dilakukannya tindakan pada setiap siklus terjadi peningkatan nilai Ini dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan pendekatan PAILKEM untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi gaya kelas IV SD Negeri No 1 Putri Betung Kec Putri Betung Kab Gayo Lues TA 2012 2013http://digilib.unimed.ac.id/penggunaan-pendekatan-pailkem-untuk-meningkatkan-hasil-belajar-siswa-pada-mata-pelajaran-ipa-kelas-iv-sdn-putri-betung-kab-gayo-lues-ta-20122013-30524.htmlThu, 10 Apr 2014 08:13:55 +0700KESANTUNAN LINGUISTIKTidak banyak buku mengenai kesantunan linguistik yang tersedia di tanah air terutama yang secara utuh memaparkan teori sekaligus penerapannya dalam penelitian Buku kesantunan linguistik ini berisi paparan mengenai teori sekaligus menyediakan contoh penelitian Buku ini dengan demikian juga memuat fenomena linguistik yang menjadi latar belakang penelitian itu dilakukan Di dalamnya juga termuat paparan mengenai teori yang digunakan yang menjadi dasar sekaligus hasil penelitian kesantunan linguistik yang telah digunakan di bebera Negara Di dalam buku ini dengan demikian juga termuat informasi mengenai bagaimana data di kumpulkan dan dianalisis untuk sampai kepada temuan penelitianOleh karena itu buku kesantunan linguistik ini dipandang dapat member pedoman yang utuh bagi mahasiswa penelitian atau siapa saja yang tertarik pada fenomena kesantunan linguistik Buku ini dapat member informasi lengkap mulai dari bagaimana proses mengamati sebuah fenomena kebahasaan yang menginspirasi bagaimana fenomena diperjelas dalam kerangka teori yang ada bagaiman fenomena itu di datakan untuk analisis dan bagaimana temuan dirumuskanHarapan penulis buku ini dapat menginspirasi mereka untuk melahirkan buku-buku hasil penelitian kesantunan linguistik lainnya dalam rangka memperkaya jumlah dan keragaman buku hasil penelitian mengenai kesantunan linguistik di tanah airhttp://digilib.unimed.ac.id/kesantunan-linguistik-30523.htmlTue, 08 Apr 2014 17:22:58 +0700PENDAMPINGAN GURU MENGGUNAKAN BAHASA INGGRIS DALAM MENGAJAR DI SEKOLAH BERSTANDAR INTERNASIONAL AL AZHAR MEDANProgram pendampingan guru di SDBI AL Azhar bertujuan untuk melatih guru 1 menguasai sejumlah terhnical terms yang digunakan di dalam setiap topik materi 2 menggunakan media pembelajaran berbasis ICT 3 menggunakan bahasa inggris yang benar dalam memberi penjelasan dan instruksi Subjek pendampingan adalah guru mata pelajaran matematika dan sains Pelatihan dan pendampingan menghasilkan RPP yang berisi 1 technical terms yang di perlukan dalam setiap topik 2 ujaran-ujaran berbahasa inggeris yang diperlukan dalam memberi penjelasan 3 ujaran-ujaran dalam berbahasa inggris yang diperlukan dalam memberi instruksi 4 media pembelajaran berbasis ICT dan 5 lembar kerja Pelatihan dan pendampingan juga telah meningkatkan kemampuan guru dalam pengucapan dan menumbuhkan rasa percaya diri dalam menggunakan bahasa inggeris di kelas Secara kelembagaan kemandirian dan rasa percaya diri guru dalam merancang RPP sendiri telah meningkatkan kinerja sekolahhttp://digilib.unimed.ac.id/pendampingan-guru-menggunakan-bahasa-inggris-dalam-mengajar-di-sekolah-berstandar-internasional-al-azhar-medan-30522.htmlTue, 08 Apr 2014 17:20:06 +0700IMRaD AND NAVIGATING STUDENTS WAY AROUND LITERATURETulisan ini mengkaji penerapan strategi IMRaD dalam membantu mahasiswa menulis laporan atas artikel ilmiah berbasis penelitian Tujuannya adalah untuk menjelaskan a Apakah laporan mahasiswa merepresentasikan pemahaman yang baik atas informasi yang dibaca dan b Apakah laporan mahasiswa merepresentasikan pemahaman yang baik atas logika penelitian Penelitian ini di lakukan secara kuantitatif dan kualitatif Data diambil dari 20 laporan tertulis mahasiswa atas artikel berjudul which self Pronominal choice modernity and self-categorization Djener 2008 Temuan penelitian menujukan bahwa pemahaman yang baik atas informasi yang di baca di realisasi melalui paraphrase dan pemahaman yang lemah di tandai dengan laporan yang copy paste Selanjutnya pemahaman yang baik atas logika penelitian direpresentasikan melalui merujuk secara konsisten masalah penelitian dalam menulis setiap komponen laporan dan pemahaman yang rendah ditandai dengan terombang-ambing antara informasi yang bersifat fakta konsep prosedur Penelitian juga menunjukan pemahaman atas logika penelitian lebih buruk dari pemahaman atas informasi dan komponen yang paling lemah dalam logika penelitian adalah mengabstraksikan ringkasan reflektif penulis Penelitian ini menyarankan agar dosen terlebih dahulu membimbing mahasiswa menulis laporan artikel berbasis riset sebelum menugasi mereka critical book review yang sebenarnya Hal ini dikarenakan kompleknya teks akademik selain kompetensi berbahasa inggeris yang belum memadaihttp://digilib.unimed.ac.id/imrad-and-navigating-students-way-around-literature-30521.htmlTue, 08 Apr 2014 16:45:07 +0700THE USE OF READING MATERIALS ACCESSED FROM THE INTERNET UNDER COOPERATIVE LEARNING STRATEGY TO IMPROVE THE QUALITY OF TEACHING AND LEARNING DRAMAhttp://digilib.unimed.ac.id/the-use-of-reading-materials-accessed-from-the-internet-under-cooperative-learning-strategy-to-improve-the-quality-of-teaching-and-learning-drama-30520.htmlTue, 08 Apr 2014 16:39:28 +0700POLITE SILENCE AND SILENT POLITENESSSilence is multifaceted and complex linguistic phenomenon This article explores two phenomena of silence they are polite silence and silent politeness Polite silence is the speakers silence as an intention to be polite while silent politeness is the hearers interpretation of silence as politeness strategy In western societies silence has been the focus of the studies in the last two decade However it has not been studied to such an extent in Indonesian language The purpose of the current study is to describe 1how silence is practiced as a politeness strategy in terms of the speacers intention 2 what type of silence is evaluated as polite by the hearers interpretation One of the significant finding emerged from this study is that silence as a politeness strategy is intended by the speaker in paraller way as evaluated by hearer Non-linguistic devices referred to as the clue for the speaker and hearer is evaluated eye contact facial expression and body gesturehttp://digilib.unimed.ac.id/polite-silence-and-silent-politeness-30519.htmlTue, 08 Apr 2014 16:33:18 +0700PENGEMBANGAN POTENSI PENUTUR BAHASA INDONESIA MELALUI KESANTUNAN BERBAHASAhttp://digilib.unimed.ac.id/pengembangan-potensi-penutur-bahasa-indonesia-melalui-kesantunan-berbahasa-30518.htmlTue, 08 Apr 2014 16:28:06 +0700PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN PAKEM UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN IPS KELAS IV SD SWASTA HARAPAN MANDIRI T A 20122013 MEDANPenelitian ini dilaksanakan di SD Swasta Harapan Mandiri Medan Ada pun masalah yang ditemukan dalam penelitian ini adalah 1 Kurang aktifnya siswa di dalam kelas 2 Kekreatifan siswa kurang terlihat selama kegiatan pembelajaran IPS 3 Siswa kurang memahami konsep materi pembelajaran mengenai pemanfaatan Sumber Daya Alam SDA dalam kegiatan ekonomi 4 Penggunaan metode atau model pembelajaran yang kurang tepat membuat pelajaran kurang disenangi siswa 5Rendahnya pemahaman siswa terhadap pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial IPS 6Metode yang digunakan guru dalam mengajar kurang bervariasi hanya menggunakan metode ceramahTujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa dengan penerapan pendekatan pembelajaran PAKEM pada pelajaran IPS kelas IV SD Swasta Harapan Mandiri MedanJenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas Classroom Action Research Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Swasta Harapan Mandiri Medan dengan jumlah sampel sebanyak 22 orang siswa tahun ajaran 20122013 Pelaksanaan PTK ini dilakukan dengan dua siklus setiap siklus terdiri dari beberapa tahap yaitu perencanaan pelaksanaan tindakan observasi refleksi dan evaluasi Masing-masing siklus dilaksanakan 2 kali pertemuan Alat pengumpul data yang digunakan adalah lembar observasi yang meliputi aktifitas belajar siswa dan aktifitas mengajar guru Teknik analisis data yang digunakan dengan memakai analisis data persentasePenelitian ini menerapkan pendekatan pembelajaran PAKEM untuk meningkatkan keaktifan belajar siswaBerdasarkan analisis data diperoleh bahwa dari 22 orang siswa pada kondisi awal diperoleh rata-rata skor aktifitas belajar siswa sebesar 9 dan 77 27 kategori kurang aktifPadaSiklus I Pertemuan 1 diperoleh rata-rata skor keaktifan belajar siswa sebesar 10 dan 6818 kategori kurang aktif selanjutnya pada siklus I pertemuan 2 diperoleh rata-rata skor keaktifan belajar siswa meningkat menjadi 13 dan 50 termasuk kategori cukup aktif Pada Siklus II Pertemuan 1 diperoleh rata-rata skor aktifitas belajar siswa sebesar 16 dan 4091 sudah termasuk kategori aktif pada Siklus II Pertemuan 2 diperoleh rata-rata skor aktifitas belajar semakin meningkat menjadi 19 termasuk kategori aktif dan 4545 siswa yang termasuk kategori sangat aktifDengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan pendekatan pembelajaran PAKEM dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa pada pelajaran IPS dengan materi sumber daya alam dan kegiatan ekonomi kelas IV di SD Swasta Harapan Mandiri TA 20122013 Medan Hal ini berarti bahwa penerapan pendekatan pembelajaran PAKEM dapat digunakan sebagai alternative dalam pembelajaran IPShttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-pendekatan-pembelajaran-pakem-untuk-meningkatkan-keaktifan-belajar-siswa-pada-pelajaran-ips-kelas-iv-sd-swasta-harapan-mandiri-t-a-20122013-medan-30517.htmlTue, 08 Apr 2014 16:05:43 +0700Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Dengan Menggunakan Metode Take And Give di Kelas V SD Negeri 105296 Percut Hilir T A 2012 2013Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada pelajaran IPA khususnya pada materi Kegiatan Manusia yang Mengubah Permukaan Bumi karena metode pembelajaran yang kurang efektif Maka peneliti menggunakan metode Take And Give dalam proses belajar mengajar yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA sub pokok bahasan Kegiatan Manusia yang Mengubah Permukaan BumiMetode Take And Give adalah salah satu metode mengajar dimana guru dalam penyampaian rangkaian penyajian data diawali dengan pemberian kartu yang berisi materi pelajaran kepada siswa yang kemudian dikuasai siswa untuk nantinya mereka saling bertukar pengetahuanAdapun jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan subjek penelitian siswa kelas V SD Negeri 105296 Percut Hilir Kecamatan Percut Sei Tuan Tahun Ajaran 20122013 yang berjumlah 41 orang terdiri dari 20 perempuan dan 21 laki-laki Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan observasi Tes dan observasi digunakan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif rata rata dan persentase Penelitian ini terdiri dari dua siklus yaitu siklus I dan siklus II masing masing terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi Satu siklus terdiri dari 2 kali pertemuanDari hasil penelitian menunjukan ketuntasan belajar tes awal secara klasikal sebesar 1464 dengan rata rata kelas 5254 Pada tindakan siklus I menunjukan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 4390 dengan rata rata kelas 6427 terjadi peningkatan sebesar 2926 dan pada siklus II menunjukan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 8781 dengan rata rata kelas 8014 terjadi peningkatan sebesar 4391 Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode Take And Give dalam proses belajar mengajar dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan Kegiatan Manusia yang Mengubah Permukaan Bumi dan dapat membuat siswa termotivasi dan bersemangat dalam menjawab soal Sehingga pembelajaran ini dapat dijadikan salah satu alternatif pemecahan masalah rendahnya hasil belajar IPA siswa khususnya pokok bahasan Kegiatan Manusia yang Mengubah Permukaan Bumihttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-hasil-belajar-siswa-pada-mata-pelajaran-ipa-dengan-menggunakan-metode-take-and-give-di-kelas-v-sd-negeri-105296-percut-hilir-t-a-2012-2013-30516.htmlTue, 08 Apr 2014 15:43:58 +0700Perbedaan Hasil Belajar IPA Pada Siswa Kelas IV Yang Diajarkan Dengan Menggunakan Metode Discovery dan Metode Think Pair Share TPS Di SD Negeri No 101880 Tanjung Morawa TP 20122013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat atau tidaknya perbedaan hasil belajar IPA siswa yang diajarkan dengan menggunakan metode discovery dan metode think pair share TPS pada materi gaya kelas IV SDN 101880 Tanjung Morawa TP 20122013Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen sebagai populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri 101880 Tanjung Morawa tahun 20122013 dengan jumlah 60 orang yang terdiri dari 2 kelas yakni kelas IVA dan kelas IVB Sampel dalam penelitian ini di ambil dari dua kelas tersebut yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda sebanyak 20 soal dengan 4 pilihan jawabanUji normalitas menggunakan uji Lilliefors Untuk kelas eksperimen didapat Lhitung 01306 Ltabel 01730 sedangkan kelas kontrol didapat Lhitung 01389 Ltabel 01496 Lhitung Ltabel maka dapat disimpulkan bahwa data kedua sampel berdistribusi normal Selanjutnya uji homogenitas diperoleh Fhitung 1941 Ftabel 1958 Fhitung Ftabel maka dapat disimpulkan sampel kedua data tersebut berasal dari populasi yang homogenBerdasarkan analisis data kelas eksperimen diperoleh rata-rata nilai pretes 632 dengan standar deviasi 1391 untuk rata-rata nilai postes 788 dengan standar deviasi 1003 Untuk kelas kontrol diperoleh rata-rata nilai pretes 5471 dengan standar deviasi 1798 untuk rata-rata nilai postes 69 dengan standar deviasi 1397 Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji t diperoleh thitung 309 pada taraf signifikan 945 005 dan dk 58 dan harga ttabel 1671 Dengan membandingkan antara thitung dengan ttabel diperoleh thitung ttabel atau 309 1671 maka H1 diterima Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ada perbedaan hasil belajar IPA siswa pada materi gaya yang diajarkan dengan metode Discovery dan metode Think Pair Share TPShttp://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-ipa-pada-siswa-kelas-iv-yang-diajarkan-dengan-menggunakan-metode-discovery-dan-metode-think-pair-share-tps-di-sd-negeri-no-101880-tanjung-morawa-tp-20122013-30515.htmlTue, 08 Apr 2014 15:04:48 +0700Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Model Pengajaran Langsung Direct Intruction Pada Pelajaran IPA Kelas IV SD Negeri 112260 Gunting Saga TA 20122013Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar siswa dalam belajar IPA Hal ini dikarenakan dalam pembelajaran IPA guru menggunakan metode konvensional sehingga kurang memotivasi siswa Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menggunakan model pengajaran langsung Direct Intruction pada mata pelajaran IPA pada materi pokok gaya di kelas IV SD Negeri 112260 Gunting Saga TA 20122013Penelitian termasuk jenis Penelitian Tindakan Kelas PTK Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 112260 Gunting Saga yang berjumlah 28 orang siswa 11 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi motivasi belajar siswa dan lembar angket motivasi belajar siswaHasil penelitian menunjukkan ada peningkatan motivasi belajar siswa pada setiap pertemuan Pada kondisi awal persentase motivasi belajar siswa secara klasikal hanya 3571 Kriteria ini masih tergolong rendah dan belum sesuai dengan harapan Pada siklus I pertemuan 1 persentase motivasi belajara siswa secara klasikal naik menjadi 5000 dengan kriteria sedang Pada siklus I pertemuan 2 persentase motivasi belajar siswa secara klasikal 5714 dengan kriteria sedang Pada siklus II pertemuan 1 persentase motivasi belajar siswa secara klasikal naik menjadi 7857 dengan kriteria tinggi Pada siklus II pertemuan 2 persentase motivasi belajar siswa secara klasikal sudah sangat tinggi dengan nilai 9285Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan Model Pengajaran Langsung Direct Intruction dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi pokok gaya di kelas IV SD Negeri 112260 Gunting Saga TA 20122013http://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-motivasi-belajar-siswa-melalui-model-pengajaran-langsung-direct-intruction-pada-pelajaran-ipa-kelas-iv-sd-negeri-112260-gunting-saga-ta-20122013-30514.htmlTue, 08 Apr 2014 14:48:14 +0700Analisis Buku Ajar Bahasa dan Sastra Indonesia SMA Kelas XPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian buku ajar Bahasa dan Sastra Indonesia yang digunakan sebagai buku acuan dalam proses belajar mengajar terhadap kurikulum Bahasa IndonesiaBuku ajar adalah sesuatu yang memungkinkan siswa belajar Belajar adalah proses memperoleh pengetahuan keterampilan dan sikap yang berguna untuk pengembangan diri siswa baik dalam kaitannya untuk menyelesaikan studi mempersiapkan diri memasuki dunia pekerjaan dan belajar sepanjang hayat di tengah masyarakatPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dimana data yang dianalisis tidak untuk menerima atau menolak hipotesis jika ada melainkan hanya berupa deskripsi yang tidak harus berbentuk angka-angka atau koefisien antar variabelObjek penelitian ini adalah buku ajar Bahasa dan Sastra Indonesia Sekolah Menengah Atas kelas X penerbit Depdiknas dengan penulis Sri Utami dengan menggunakan indikator penilaian yang berstandar BNSP Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesesuaian isi buku terhadap kurikulum dengan menggunakan indikator penilaian yang berstandar BNSP Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna dan dapat menambah pemahaman mengenai buku ajar bagi masyarakat khususnya Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesiahttp://digilib.unimed.ac.id/analisis-buku-ajar-bahasa-dan-sastra-indonesia-sma-kelas-x-30513.htmlTue, 08 Apr 2014 14:38:33 +0700Analisi buku teks bahasa dan sastra Indonesia 2 SMP MTs kelas VIII SkripsiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh relevansi buku teks bahasa dan sastra Indoensia 2 SMPMTs kelas VIII karangan Maryati dan Sutopo dengan kurikulum KTSP yang berlakuBuku teks adalah buku pelajaran dalam bidang studi tertentu yang merupakan buku standart yang disusun oleh para pakar dalam bidang tersebut buat maksud dan tujuan-tujuan intruksional yang diperlengkapi dengan sarana-sarana pengajaran yang serasi dan mudah dipahami oleh para pemakainnya di sekolah-sekolah dan perguruan tinggia sehinga dapat menunjang suatu program pengajaranObjek kajian penelitian ini adalah buku teks bahasa dan sastra Indonesia 2 kelas VIII penerbit Pusat perbukuan Departemen Pendidikan Nasional dengan penulis Maryati dan Sutopo dengan indikator penilaian sesuai dengan standart BSNPHasil penelitian ini diharapkan berguna untuk menambah wawasan dan pemahaman pemilihan buku teks bidang studi khususnya bidang studi bahasa dan sastra Indonesiahttp://digilib.unimed.ac.id/analisi-buku-teks-bahasa-dan-sastra-indonesia-2-smp-mts-kelas-viii-skripsi-30512.htmlTue, 08 Apr 2014 14:32:18 +0700Pengaruh Penguasaan Konteks Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Oleh Siswa Kelas VII SMP Swasta Josua Medan Tahun Pembelajaran 20122013Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan siswa dalam penguasaan konteks situasi dan dalam membaca pemahaman Tujuan pembelajaran membaca pemahaman belum terealisasi dengan baik karena belum menguasai konteks situasi dalam bacaanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penguasaan konteks situasi terhadap kemampuan membaca pemahaman oleh siswa SMP Swasta Josua Medan tahun pembelajaran 20122013Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Swasta Josua Medan tahun pembelajaran 20122013 yang berjumlah 197 siswa Sampel dalam penelitian ini sebanyak 38 siswaMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasional yaitu metode yang bertujuan untuk menemukan ada tidaknya pengaruh antara satu variabel dengan variabel lainnya Instrumen yang digunakan untuk menjaring data penelitian adalah tes penguasaan kontekssituasi dan kemampuan membaca pemahaman dalam bentuk pilihan bergandaDari distribusi data yang diperoleh variabel X memiliki rata rata 1929 dengan standar deviasi 221 dan variabel Y memiliki rata rata 651 dengan standar deviasi 642Hasil perhitungan uji normalitas diperoleh 1 variabel X memperoleh nilai 615392hitung615392tabel005yaitu125311070 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data penguasan konteks situasi X berdistribusi normal dan 2 variabel Y memperoleh nilai 615392hitung615392tabel005yaitu740011070 Dengan demikian disimpulkan bahwa data Kemampuan Membaca PemahamanY berdistribusi normalAnalisis korelasi antara variabel X dan Y diperoleh harga korelasi sebesar 0789 dan setelah dikonsultasikan dengan rtabel pada taraf signifikan61537 005 adalah 0320 Dengan demikian rhitungrtabel atau 07890320 berarti hipotesis yang menyatakan adanya hubungan yang signifikan antara penguasaan konteks situasi dengan kemampuan membaca pemahaman teruji kebenarannya Hal ini berarti hipotesis alternatif Ha diterima dan H0 ditolak yang menyatakan ada pengaruh yang signifikan antara penguasaan konteks situasi dengan kemampuan membaca pemahaman oleh siswa kelas VII SMP Swasta Josua Medan Tahun Pembelajaran 20122013http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-penguasaan-konteks-terhadap-kemampuan-membaca-pemahaman-oleh-siswa-kelas-vii-smp-swasta-josua-medan-tahun-pembelajaran-20122013-30511.htmlTue, 08 Apr 2014 14:26:23 +0700Kemampuan Mengapresiasi Dongeng Srikanti Si Batu yang Menangis Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Sibolga Tahun Pembelajaran 20122013Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan mengapresiasidongeng Srikanti Si Batu yang Menangis Populasi penelitian ini adalahseluruh siswa kelas VII SMP Negeri 4 Sibolga Tahun Pembelajaran 20122013yang berjumlah 200 orang Sampel penelitian ini diambil 20 dari jumlahpopulasi yaitu 20 dari 200 orang adalah 40 orang yang ditemukan secara acakMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptifMetode ini digunakan sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian yang bersifatmenggambarkan kemampuan mengapresiasi dongeng Srikanti Si Batu yangMenangis siswa kelas VII SMP Negeri 4 Sibolga Tahun Pembelajaran20122013 Teknik yang digunakan adalah teknik analisis persentase Dari 40siswa yang diteliti diperoleh data-data penilaian untuk setiap aspek yaitu aspekpokok-pokok isi dongeng sebesar 8325 berada pada tingkat baik dan aspekrelevansi isi dongeng dengan situasi sekarang sebesar 4267 berada pada tingkatkurang mampuDitinjau dari distribusi persentase nilai maka dari 40 siswa yang menjadisample diperoleh 4 siswa 10 termasuk dalam kategori sangat baik 7 siswa175 termasuk dalam kategori baik 21 siswa 525 termasuk dalam kategoricukup 8 siswa 20 termasuk dalam kategori kurang dan tidak seorangsiswapun mendapat kategori sangat kurang Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuanmengapresiasi dongeng Srikanti Si Batu yang Menangis siswa kelas VII SMPNegeri 4 Sibolga tahun pembelajaran 20122013 sebesar 6578 yang dapatdikategorikan cukup baikhttp://digilib.unimed.ac.id/kemampuan-mengapresiasi-dongeng-srikanti-si-batu-yang-menangis-siswa-kelas-vii-smp-negeri-4-sibolga-tahun-pembelajaran-20122013-30510.htmlTue, 08 Apr 2014 14:18:04 +0700Efektivitas Metode Hipnosis dalamMeningkatkan Kemampuan Bermain Drama oleh Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Karang Baru Aceh Tamiang Tahun Ajaran 20122013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode Hipnosis terhadappeningkatan kemampuan bermain drama oleh Siswa Kelas XI SMA Negeri 1Karang Baru Aceh Tamiang Tahun Ajaran 20122013 Populasi dalam penelitianini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Karang Baru Aceh Tamiangsebanyak 228 orang Sampel diambil sebanyak 30 sampel ditarik secara randomsampling dari semua kelasMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengandesain one group pretes-postes yaitu untuk mengetahui efektivitas metode yangdigunakan Alat pengumpulan data adalah tes unjuk kerjaHasil belajar dengan menggunakan metode kemampuan tes awal siswa ataupretest bermain drama tanpa menggunakan metode Hipnosis menunjukkan nilairata-rata sebesar 535714 sedangkan nilai rata-rata tes akhir atau postestbermain drama tanpa menggunakan metode Hipnosis adalah 769048 Hal inimembuktikan bahwa adanya peningkatan yang positif yaitu dari rata-rata tesawal 535714 menjadi 769048 sebagai tes akhirAnalisis pengelolaan data dalam penelitian ini dengan menggunakan uji tDengan uji statistik Paired-Sample T Test pada program SPSS-17 Kriteriapengujian adalah dengan membandingkan nilai Sig dengan nilai 945 005 yakniapabila nilai Sig lebih kecil daripada nilai 945 maka dapat dinyatakan bahwahipotesis diterima atau dengan mengkonsultasikan to terhadap ttabel apabila tolebih bersar dari ttabel maka hipotesis diterima diketahui dk 29 maka diperolehdiperoleh taraf signifikansi 5 204 Setelah dikonsultasikan ternyata thitungyang diperoleh lebih besar dari ttabel yaitu 14845 204 ini berarti H0 ditolakKarena thitung yang diperoleh lebih besar dari ttabel maka hipotesis nihil H0ditolak dan hipotesis alternatif Ha diterima Lebih lanjut hasil ini dapatdibuktikan dengan mengkonsultasikan nilai sig 2-tailed terhadap 945 Apabilasig 2-tailed 945 maka H0 diterima dan jika sig 2-tailed 945 maka H0ditolak Dari keterangan tersebut dibuktikan bahwa sig 2-tailed 0000 9450025 maka H0 ditolak Hal ini membuktikan bahwa terdapat perbedaankemampuan siswa dalam bermain drama sebelum dan sesudah menggunakanmetode Hipnosis Ini membuktikan bahwa metode Hipnosis efektiv dalammeningkatkan kemampuan bermain drama Siswa Kelas XI SMA Negeri 1Karang Baru Aceh Tamiang Tahun Ajaran 2012201http://digilib.unimed.ac.id/efektivitas-metode-hipnosis-dalammeningkatkan-kemampuan-bermain-drama-oleh-siswa-kelas-xi-sma-negeri-1-karang-baru-aceh-tamiang-tahun-ajaran-20122013-30509.htmlTue, 08 Apr 2014 14:08:59 +0700Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode Pembelajaran Reward and Punishment Pada Pelajaran Matematika Di Kelas IV SD Negeri 104219 Tg AnomPenelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 104219 Tg Anom Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan metode pembelajaran reward and punishment Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode pembelajaran reward and punishment pada pelajaran Matematika materi pokok Bilangan Romawi di kelas IV SD Negeri 104219 Tg AnomRumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan metode pembelajaran reward and punishment dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi pokok Bilangan Romawi pada pelajaran Matematika di kelas IV SD Negeri 104219 Tg Anom Jumlah subjek penelitian sebanyak 38 orang siswa yang berasal dari siswa kelas IV pada tahun ajaran 20122013 dimana kegiatan dilakukan saat pembelajaran Matematika berlangsungUntuk memperoleh data yang digunakan dalam penelitian ini penulis melakukan tes dan observasi Adapun teknik analisa data dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatifSetelah pelaksanaan pre test diperoleh tingkat ketuntasan hasil belajar secara klasikal yaitu 6 siswa 16 yang mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 504 Setelah pelaksanaan siklus I dengan menggunakan metode pembelajaran reward and punishment diperoleh tingkat ketuntasan hasil belajar secara klasikal yaitu 26 siswa 68 yang mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 699 Setelah pelaksanaan siklus II dengan menggunakan metode pembelajaran reward and punishment diperoleh tingkat ketuntasan hasil belajar secara klasikal sebanyak 38 siswa 100 yang mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 834 Dengan demikian maka dapat dikatakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran reward and punishment dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 104219 Tg Anom pada pelajaran Matematika dalam materi pokok bilangan Romawihttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-hasil-belajar-siswa-dengan-menggunakan-metode-pembelajaran-reward-and-punishment-pada-pelajaran-matematika-di-kelas-iv-sd-negeri-104219-tg-anom-30508.htmlTue, 08 Apr 2014 14:02:18 +0700UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENGANYAM DASAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI DI KELAS XI SMA SWASTA YAYASAN PERGURUAN INDONESIA MEMBANGUN NAMORAMBE MEDAN TA 20122013Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di SMA Swasta Yayasan Perguruan Indonesia Membangun Namorambe Medan Dari hasil wawancara dengan guru mata pelajaran Seni Budaya diketahui bahwa banyak siswa merasa bosan pada saat proses belajar mengajar berlangsung Selain itu siswa tidak banyak berlatih untuk mengembangkan kreativitasnya sehingga berpengaruh terhadap rendahnya aktivitas belajar siswa maupun hasil belajarnya Faktor yang menyebabkan rendahnya hasil belajar adalah karena guru menerapkan model pembelajaran konvensional dengan metode ceramah Pelajaran seni budaya lebih banyak muatan praktikum daripada kajian teori sehingga kurang cocok kalau menggunakan metode ceramah dalam pengajarannyaTujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar menganyam dasar siswa kelas XI SMA Swasta Yayasan Perguruan Indonesia Membangun Namorambe Medan dengan menerapkan metode demonstrasi Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas PTK dengan 2 siklus Subjek dalam penelitian PTK ini adalah siswa kelas XI IA di SMA Swasta Yayasan Perguruan Indonesia MembangunNamorambe Medan dengan jumlah siswa seluruhnya 30 orang yang terdiri dari siswa laki-laki 12 orang dan siswa perempuan 18 orang Setiap siklus memiliki tahapan Perencanaan Pelaksanaan Pengamatan dan Refleksi Instrumen penelitian yang digunakan adalah Lembar Penilaian Siswa Tes Unjuk Kerja Lembar Observasi dan DokumentasiHasil penelitian yang diperoleh adalah terjadinya peningkatan hasil belajar Pada siklus I rata-rata kelas mencapai 7370 dengan siswa yang tuntas belajar 14 siswa 4667 Pada siklus II nilai rata-rata kelas mencapai 8088 Siswa yang mengalami tuntas belajar adalah 24 siswa 80 Penilaian terhadap karya anyaman siswa meliputi Aspek pengukuran kertas pada siklus I 17 siswa 5667 yang tuntas pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 25 siswa 8333 yang tuntas Aspek pemotongan kertas pada siklus I 17 siswa 5667 yang tuntas pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 25 siswa 8333 yang tuntas Aspek ketepatan iratan pada siklus I 14 siswa 4667 yang tuntas pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 24 siswa 80 yang tuntas Aspek finishing pada siklus I 11 siswa 3667 yang tuntas pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 24 siswa 80 yang tuntashttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-menganyam-dasar-dengan-menggunakan-metode-demonstrasi-di-kelas-xi-sma-swasta-yayasan-perguruan-indonesia-membangun-namorambe-medan-ta-20122013-30507.htmlTue, 08 Apr 2014 11:41:44 +0700Pengaruh Penggunaan Taktik Mengajar Punggung Dengan Punggung Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Pada Materi Sistem Reproduksi Di Kelas XI SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan TP 20122013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan taktik mengajar Punggung dengan Punggung terhadap hasil belajar biologi siswa pada materi sistem reproduksi di kelas XI SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pembelajaran 20122013 Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen Populasi dalam penelitian ini terdiri atas 4 kelas dan sampelnya ada 2 kelas Hasil pengujian data diperoleh nilai rata rata untuk hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan taktik mengajar Punggung dengan Punggung 7659 dan nilai rata-rata yang diberi pembelajaran konvensional 6812 Dari hasil pengujian hipotesis diperoleh t hitung t tabel yaitu 457 2372 pada taraf signifikan 945 001 hal ini berarti Ha diterima yang berarti ada pengaruh yang signifikan dalam hasil belajar biologi siswa antara kelas Punggung dengan Punggung dan kelas konvensionalhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-penggunaan-taktik-mengajar-punggung-dengan-punggung-terhadap-hasil-belajar-biologi-siswa-pada-materi-sistem-reproduksi-di-kelas-xi-sma-negeri-1-percut-sei-tuan-tp-20122013-30506.htmlTue, 08 Apr 2014 11:08:21 +0700Implementation Model Pembelajaran Heuristik-Vee Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Pada Materi Sistem Reproduksi Manusia Di Kelas XI IPA3 SMA Negeri 7 Medan Tahun Pembelajaran 20122013http://digilib.unimed.ac.id/implementation-model-pembelajaran-heuristikvee-dalam-upaya-meningkatkan-hasil-belajar-biologi-siswa-pada-materi-sistem-reproduksi-manusia-di-kelas-xi-ipa3-sma-negeri-7-medan-tahun-pembelajaran-20122013-30505.htmlTue, 08 Apr 2014 11:01:40 +0700Meningaktkan keterampilan berbicara melalui metode simulasi pada siswa kelas V SDN 104271 Simpang Tiga Pekan Kec Perbaungan TP 20122013Pezmasalahan yang teliti dalam penelitian ini ialah rendahnya kemampuansiswa dalam berbicara sehingga dilaksanakan penelitian dengan menggunakanmetode simulasi untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berbicara padasiswa kelas V SD Negeri No1 04271 Simpang Tiga PekanPeoelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Nol0427l Sirnpang Tiga PekanKecamatan Perbaungan Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelasdengan menggunakan metode sinmlasi dengan tujuan Penelitian ini bertujuanUntuk ui penggunaan metode simulasi dalam meningkatkanketerampilaa berbicara siswa kelas V SD Negeri 104271 Simpang Tiga PekanTahun Ajaran 20122013 dan Untuk mengetahui keterampilan siswa dalamberbicar setelah ditempkan metode simulasi di kelas V SD Negeri No 104271Simpang TigaPekan Tahun Ajaran 20122013Subjekdalam penelitian ini siswa kelas V SD Negeri No 104271 SimpangTiga Pekan TP 2012-2013 Penentuan subjek diperoleh berdasarkan hasilobservasi tedladap kelas yang di teliti dan berdasarkan pengamatan danpengalaman peneliti pada saat pembelajaran Bahasa Indonesia berlangsungPelaksanaao Penelitian dilakukan selama dua siklusHmil penelitian di peroleh Pada saat pretes tingkat ketuntasan be1ajar 3519 Setelah dilakukan tindakan pada siklus I tingkat ketuntasan belajar mencapai5667 yang bemrti secara keseluruhan siswa belum mencapai standar ketuntasanbelajar Pada siJdus II diperoleh tingkat ketuntasan belajar siswa sebesar 9333atau dengan kata lain setelah dilakukan siklus II siswa secara keseluruhan telahmencapai Sbmdar ketmtasan belajar diatas 75Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan Metode Simulasidapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berbicara pada siswa kelas V SDNegeri No 104271 Simpang Tiga Pekan tahun ajaran 20112013http://digilib.unimed.ac.id/meningaktkan-keterampilan-berbicara-melalui-metode-simulasi-pada-siswa-kelas-v-sdn-104271-simpang-tiga-pekan-kec-perbaungan-tp-20122013-30504.htmlTue, 08 Apr 2014 10:59:33 +0700Upaya meningkatkan kemampuan menulis kerangan bebas dengan menggunakan pendekatan konstruktivisme pada siswa kelas IV SD Swasta Syarifah Percut sei tuan TA 20122013Keterampilan siswa dalam menulis karangan bebas adalah bagaimana siswamampu secara kreatifmenuliskan sesuai dengan EYD Pendekatan kontruktivisme inipada dasarnya menekankan pentingnya siswa membangun sendiri pengetahuanmereka lewat keterlibatan aktif dalam proses belajar mengajarTujuan penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaranBahasa Indonesia melalui karangan bebas dengan pendekatan kontruktivisme danmeningkatkan pemahaman siswa tentang materi karangan bebasSubjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Swasta Syarifah Percut SeiTuan yang berjumlah 38 orang metode yang digunakan adalah penelitian tindakankeJas Action Research Classroom yang terdiri dari 2 sikJus dimana setiap sikJusdilakukan dengan 2x pertemuan dengan 3 tahap yaitu Perencanaan pelaksanaandan refleksiPada pritest awal terdapat 10 siswa 2631 yang meningkat sedangkan 28siswa 7368 yang tidak meningkat pada Siklus I terdapat 24 siswa 63 15 yangmeningkat sedangkan 14 siswa 3684 yang dinyatakan tetap Kmudian padaSiklus II meningkat menjadi 38 siswa 100 Dengan nilai rata-rata 8021Dengan 4emikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatankontruktivisme dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan bebas siswahttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-kemampuan-menulis-kerangan-bebas-dengan-menggunakan-pendekatan-konstruktivisme-pada-siswa-kelas-iv-sd-swasta-syarifah-percut-sei-tuan-ta-20122013-30503.htmlTue, 08 Apr 2014 10:45:10 +0700Pendekatan Matematika Realistik Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Konsep Bilangan Pecahan Di Kelas V SD Negeri No 106178 Desa Baru Tahun Ajaran 20122013Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran Matematika materi penjumlahan dan pengurangan pecahan di kelas V SDN 106178 Desa Baru Tahun kec Batang kuis Kab Deli Serdang Tahun Ajaran 20122013 Subjek penelitian ini dilaksankan di SDN 106178 Desa Baru Tahun Ajaran 20122013 Yang diteliti yaitu siswa kelas V yang berjumlah 30 orang siswa 20 orang siswa perempuan dan 10 orang siswa laki-laki Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas PTK dengan menggunakan pendekatan Matematika Realistik dengan sasaran utama bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa pada konsep bilangan pecahan materi penjumlahan dan pengurangan pecahan kelas V SDN 106178 Desa BaruRumusan masalah penelitian adalah Apakah dengan menggukan Pendekatan Matematika Realistik dapat meningkatkan minat belajar siswa materi penjumlahan dan pengurangan pecahan kelas V SDN 106178 Desa Baru Tahun Ajaran 20122013Pada kondisi awal pada mata pelajaran matematika diperoleh hasil bahwa dari 30 orang siswa 3 orang 10 yang dikatakan memiliki minat tinggi 10 orang 33 memiliki minat sedang 8 orang 27 memiliki minat rendah dan 9 orang 30 yang memiliki minat sangat rendah Hal ini menunjukkan bahwa minat belajar siswa masih sangat rendah Pada siklus I minat belajar siswa mengalami peningkatan dimana diperoleh data bahwa 20 orang 67 yang memiliki minat belajar tinggi 6 orang 20 memiliki minat sedang 4 orang 13 memiliki minat rendah dan tidak ada yang memiliki minat sangat rendah Namun pencapaian tersebut masih belum pada pencapaian yang diharapkan Pada siklus II diperoleh data bahwa 26 orang 87 memiliki minat tinggi3 orang 10 memiliki minat sedang dan 1 orang 3 yang memiliki minat rendahDengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan Pendekatan Matematika Realistik dapat emingkatkan minat belajar siswa bila diterapkan pada pembelajaran matematika pada materi Penjumlahan dan pengurangan Bilangan pecahan di kelas V SDN 106178 Desa Baru Kec Batang kuis Kab Deli serdang Tahun Ajaran 20122013http://digilib.unimed.ac.id/pendekatan-matematika-realistik-dalam-meningkatkan-minat-belajar-siswa-pada-konsep-bilangan-pecahan-di-kelas-v-sd-negeri-no-106178-desa-baru-tahun-ajaran-20122013-30502.htmlTue, 08 Apr 2014 10:38:06 +0700Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Index Card Match ICM Pada Pelajaran Matematika Siswa Kelas IV SD Negeri No 010117 Tunggul 45 Pulau Rakyat TP 20122013 Skripsi Jurusan PPSD Fakultas Ilmu pendidikan UMasalah dalam penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar siswa pada materi pokok penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut tidak sama siswa kelas IV SD Negeri 010117 Tunggul 45 Pulau Rakyat Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar dengan menggunakan model pembelajaran Index Card Match ICMDalam penelitian ini penulis menggunakan Penelitian Tindakan Kelas PTK Lokasi penelitian dilaksanakan di SD Negeri 010117 Tunggul 45 Pulau Rakyat Subjek penelitian berjumlah 30 orang siswa yang terdiri dari 18 orang siswa laki-laki dan 12 orang siswa perempuan Prosedur dalam penelitian ini terdiri dari dua siklus yaitu siklus I dan siklus II yang melalui 4 tahapan yaitu peencanaan pelaksanaan tindakan pengamatanobservasi dan refleksi Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasiPada siklus I pertemuan I motivasi belajar siswa masih tergolong rendah dengan rata-rata 20 sedangkan pada pertemuan II tergolong sedang dengan rata-rata 4666 dan hasil observasi kegiatan guru pada siklus I pertemuan I tergolong sedang dengan rata-rata 5833 sedangkan pada pertemuan II tergolong tinggi dengan rata-rata 65 Berdasarkan kesimpulan sementara bahwa motivasi belajar siswa dan guru belum sesuai dengan hasil yang diharapkan sehingga perlu perbaikan dan pengembangan pembelajaran yang lebih jelas dan sistematis pada siklus II Hasil observasi motivasi belajar siswa pada siklus II pertemuan I sudah tergolong tinggi dengan rata-rata 80 sedangkan pada pertemuan II sudah meningkat menjadi sangat tinggi dengan rata-rata 9333 dan hasil observasi kegiatan guru pada siklus II pertemuan I tergolong tinggi dengan rata-rata 7833 sedangkan pada pertemuan II sudah tergolong sangat tinggi dengan rata-rata 9166Dengan demikian penggunaan model pembelajaran Index Card Match ICM terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas IV SD Negeri 010117 Tunggul 45 Pulau Rakyat Dan disarankan model pembelajaran ini digunakan pada mata pelajaran selain matematika untuk meningkatkan motivasi belajar siswahttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-motivasi-belajar-siswa-dengan-menggunakan-model-pembelajaran-index-card-match-icm-pada-pelajaran-matematika-siswa-kelas-iv-sd-negeri-no-010117-tunggul-45-pulau-rakyat-tp-20122013-skripsi-jurusan-ppsd-fakultas-ilmu-pendidikan-u-30501.htmlTue, 08 Apr 2014 10:34:49 +0700Penerapan Model Pembelajaran Quiz Team Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa Kelas V-a SD Negeri 101868 Desa Sena TP 20122013Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Matematika siswa di kelas V-a SD Negeri 101868 Desa Sena Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam memanfaatkan berbagai jenis model pembelajaran yang dapat dijadikan sebagai strategi dalam memacu semangat belajar siswa di kelasPelaksanaan kegiatan penelitian dilakukan dengan dua siklus di mana pada setiap siklus diadakan dua kali pertemuan Setiap siklus terdiri atas 4 tahap yaitu perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi motivasi belajar siswa dan angket Subyek penelitian adalah siswa kelas V-a SD Negeri 101868 Desa Sena TP 20122013 dengan jumlah siswa 25 orangDari hasil penelitian melalui lembar observasi menunjukkan bahwa pemberian tindakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Quiz Team terjadi peningkatan dilihat dari 8 indikator motivasi belajar yaitu 1 Tekun menghadapi tugas siklus I 24 menjadi 26 dan siklus II 77 menjadi 85 2 Ulet menghadapi kesulitan siklus I 39 menjadi 40 dan siklus II 80 menjadi 83 3 Menunjukkan minat terhadap macam-macam masalah siklus I 33 menjadi 53 dan siklus II 74 menjadi 78 4 Lebih senang bekerja sendiri siklus I 41 menjadi 42 dan siklus II 80 menjadi 82 5 Cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin siklus I 40 menjadi 56 dan siklus II 79 menjadi 83 6 Dapat mempertahankan pendapatnya siklus I 46 menjadi 55 dan siklus II 84 menjadi 89 7 Tidak mudah melepaskan hal yang diyakininya siklus I 45 menjadi 48 dan siklus II 84 menjadi 86 dan 8 Senang mencari dan memecahkan soal-soal siklus I 41 menjadi 47 dan siklus II 78 menjadi 82 Sehingga peningkatan motivasi belajar siswa dari siklus I 4221 kategori sedang menjadi 815 kategori sangat tinggi pada siklus IIDengan menggunakan model pembelajaran Quiz Team pada proses pembelajaran terlihat motivasi siswa dalam belajar lebih tinggi siswa lebih aktif dan semangat dalam belajar Dengan demikian pembelajaran Matematika dengan menggunakan model pembelajaran Quiz Team di kelas dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V-a SD Negeri 101868 Desa Senahttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-quiz-team-untuk-meningkatkan-motivasi-belajar-matematika-siswa-kelas-va-sd-negeri-101868-desa-sena-tp-20122013-30500.htmlTue, 08 Apr 2014 10:31:29 +0700Meningkatkan Efektivitas Belajar Siswa Pada Pelajaran Matematika Dengan Menggunakan Metode Think Talk Write di Kelas III-B SD Negeri 104214 Delitua TA 20122013Masalah yang dihadapi dalam penelitian ini adalah masalah rendahnya efektivitas belajar siswa pada pelajaran Matematika pada materi Pecahan di Kelas III-B SD Negeri 104214 Delitua Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas belajar siswa pada pelajaran Matematika materi Pecahan dengan menggunakan metode Think Talk Write di Kelas III-B SD Negeri 104214 DelituaHipotesis pada penelitian ini adalah Dengan menggunakan metode Think Talk Write dapatmeningkatkan efektivitas belajar siswa pada pelajaran Matematika pada pokok bahasan Pecahan di Kelas III-B SD Negeri 104214 Kedai Durian Delitua TA 20122013Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 104214 Kedai Durian Delitua dengan jenis penelitian yaitu Penelitian Tindakan Kelas PTK Subjek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas III-B di SD Negeri 104214 Delitua TA 20122013 yang berjumlah 35 orang dengan siswa laki-laki sebanyak 16 orang dan siswa perempuan sebanyak 19 orang Sedangkan yang menjadi objek penelitian ini adalah metode Think Talk Write Penelitian Tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus dan setiap siklus melakukan 4 tahap yaitu 1 Tahap perencanaan 2 Tahap Pelaksanaan 3 Tahap Observasi dan 4 tahap Refleksi Setiap siklus dilakukan 2 kali pertemuan dan masing- masing pertemuan selam 60 menit Jadi dalam 2 siklus ada 4 kali pertemuan Untuk memperoleh data dilakukan observasi dan tes yang dibantu dengan alat pengumpulan data seperti lembar observasi yang bertujuan untuk mengetahui perubahan efektivitas belajar siswa serta adanya soal-soal yang menguji kemampuan siswa selama penelitian berlangsung dalam mempelajari Matematika khususnya materi pecahanBerdasarkan tes awal pre tes yang dilakukan terhadap 35 orang siswa diperoleh hasil bahwa efektivitas belajar keseluruhan siswa adalah 0 karena tidak ada satu pun siswa yang memenuhi kriteria belajar efektif yaitu memiliki nilai minimum 65 Sedangkan pada siklus I pertemuan 1 terdapat 8 orang siswa atau 2285 mengalami peningkatan efektivitas belajar akan tetapi masih belum dapat dikategorikan belajar efektif karena nilai yang diperoleh siswa juga masih di bawah 65 Kemudian pada siklus I pertemuan 2 ada 6 orang siswa atau 1714 yang dapat dikategorikan telah efektif dalam belajar dan 29 orang siswa atau 8285 masih belum efektif dalam belajar Setelah memperoleh hasil tersebut peneliti kemudian melanjutkan penelitian pada siklus II Adapun hasil yang diperoleh yaitu pada akhir siklus II dimana seluruh siswa atau 100 sudah dapat dikategorikan efektif dalam belajar walaupun pada tingkatan efektivitas sebenarnya masih ada 7 atau 20 orang siswa yang dikategorikan memiliki tingkat efektivitas sedangBerdasarkan hasil penelitian mulai dari pre tes sikus I pertemuan 1 dan pertemuan 2 dan pada siklus II pertemuan 1 dan pertemuan 2 secara empiris telah terbukti adanya peningkatan yang signifikan terhadap efektivitas belajar siswa Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode Think Talk Write dapat meningkatkan efektivitas belajar siswa khususnya pada pelajaran Matematika pada materi pecahan di SD Negeri 104214 Delitua TA 20122013http://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-efektivitas-belajar-siswa-pada-pelajaran-matematika-dengan-menggunakan-metode-think-talk-write-di-kelas-iiib-sd-negeri-104214-delitua-ta-20122013-30499.htmlTue, 08 Apr 2014 10:23:56 +0700PEMBELAJARAN AKTIF SEBAGAI MODEL DALAM MENULIS NARASIProses pembelajaran di sekolah saat ini masih berpusat pada guru dan proses belajar mengajar cenderung tidak mengembangkan berfikir kritis kreatif dan inovatif sehingga keterampilan berfikir kritis siswa rendah Untuk menghasilkan siswa yang berfikir kritis ini guru diharapkan merubah model pembelajarannyayaitu menerapkan model pembelajaran aktif Dengan kata lain siswa memperoleh pembelajaran harus melalui proses Menulis narasi adalah salah satu kerampilan yang harus dikuasai siswa Keterampilan ini akan dikuasai siswa dengan menerapkan pembelajaran aktifyaitu siswa yang melakukan mengalami sendiri pada saat berlatih dengan arahan dan petunjuk guruhttp://digilib.unimed.ac.id/pembelajaran-aktif-sebagai-model-dalam-menulis-narasi-30498.htmlTue, 08 Apr 2014 10:21:32 +0700Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Kebebasan Berorganisasi Melalui Model Pembelajaran Guided Teaching di Kelas V SD Negeri 105329 Wonosari Tanjung Morawa Tahun Ajaran 2012 2013Yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah 1 Siswa terlihat bosan dalam proses pembelajaran berlangsung 2 Siswa terlihat pasif dalam proses pembelajaran berlangsung 3 Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn dan 4 Metode yang digunakan guru kurang inovatif Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diterapkannya model pembelajaran guided teaching Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 105329 Wonosari Tanjung Morawa Tahun Ajaran 2012 2013 dengan jumlah siswa mencapai 43 siswa Penelitian merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan desain Kemmis dan Mc Taggart dan dalam penerapannya menggunakan dua siklus Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan yang memiliki empat tahap yaitu perencanaan pelaksanaan tindakan pengamatan dan refleksi Alat yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu berupa tes dalam bentuk pilihan berganda dengan setiap tes memiliki 10 butir soal dan lembar observasi untuk mengamati peferma mangajar guru dalam setiap pertemuannya Kriteria ketuntasan belajar didasarkan pada ketuntasan secara individu dan klasikal dengan Kriteria Ketuntasan Minimal KKM sebesar 70 bagi individu dan ketuntasan klasikal mencapai 8805 85Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata kelas siswa pada pre-tes sebesar 4883 dan presentase ketuntasan sebesar 1860 dan dinyatakan masih belum tuntas belajar Setelah diterapkannya model pembelajaran guided teaching hasil belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 2558 yaitu pada siklus I jumlah siswa yang mencapai ketuntasan sebesar 4418 dengan rata-rata 6279 meskipun tidak tuntas namun hasil belajar sudah mengalami peingkatan dan setelah dilanjutkan pada siklus II dengan perbaikan dari siklus I maka peningkatan pada siklus II ini mencapai 4418 dengan presentase ketuntasan mencapai 8837 dan rata-rata nilai mencapai 7883 dengan pencapaian ini menunjukkan bahwa ketuntasan siswa sudah melampaui ketuntasan yang ditentukan peneliti yaitu 8805 85 dan penelitian dihentikan Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran guided teaching dapat meningkatakan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 105329 Wonosari Tanjung Morawa pada materi pokok kebebasan berorganisasi Tahun Ajaran 2012 2013http://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-hasil-belajar-siswa-pada-materi-pokok-kebebasan-berorganisasi-melalui-model-pembelajaran-guided-teaching-di-kelas-v-sd-negeri-105329-wonosari-tanjung-morawa-tahun-ajaran-2012-2013-30497.htmlTue, 08 Apr 2014 10:19:04 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Co-op Co-op Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas IV SD Negeri 106178 Desa Baru Kec Batang Kuis TA 20122013Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 106178 Desa Baru Kec Batang Kuis jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe co-op co-op sebagai sasaran utama bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe co-op co-op untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran matematika di kelas IV SD Negeri 106178 Desa Baru Kec Batang KuisRumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe co-op co-op dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi pokok penjumlahan bilangan bulat pada pelajaran matematika di kelas IV SD Negeri 106178 Desa Baru Kec Batang Kuis Jumlah Subjek Penelitian sebanyak 27 orang siswa yang berasal dari siswa kelas IV pada tahun ajaran 20122013 dimana kegiatan dilakukan saat pembelajaran matematika berlangsungUntuk memperoleh data yang digunakan dalam penelitian ini penulis melakukan tes dan observasi Adapun teknik analisa data dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menguraikan persentase yang digunakanSetelah pelaksanaan pre test diperoleh tingkat ketuntasan hasil belajar secara klasikal yaitu tidak ada siswa 0 yang mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 40 Setelah pelaksanaan siklus I dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe co-op co-op diperoleh tingkat ketuntasan hasil belajar secara klasikal yaitu 16 orang siswa 59 yang mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 67 Setelah pelaksanaan siklus II dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe co-op co-op diperoleh tingkat ketuntasan hasil belajar secara klasikal sebanyak 26 orang siswa 96 yang mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 822 Dengan demikian maka dapat dikatakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe co-op co-op dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 106178 Desa Baru Kec Batang Kuis pada pelajaran matematika dalam materi penjumlahan bilangan bulathttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-siswa-dengan-menggunakan-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-coop-coop-pada-mata-pelajaran-matematika-kelas-iv-sd-negeri-106178-desa-baru-kec-batang-kuis-ta-20122013-30496.htmlTue, 08 Apr 2014 10:18:05 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar SiswaDengan Metode Pembelajaran Student Facilitator And Explaining Dalam Pembelajaran Matematika Pada Siswa Kelas V SD Negeri 101880 Tanjung Morawa TA 2012 2013Peneliti ini dilaksanakan di SDN 101880 Tanjung Morawa jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk meningkatkan Hasil Belajar Matematika materi masalah bangun datar dengan menggunakan metode pembelajaran Student Facilitator And Explaining pada siswa kelas V SDSubjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V yang berjumlah 49 orang Tahun Ajaran 2012 2013 Penentuan kelas ini diambil berdasarkan hasil pengamatan terhadap kelas yang akan ditelitidan peneliti melihat rendahnya hasil belajar Matematika siswa khususnya pada materi masalah Bangun Datar serta kurangnya media dalam pembelajaran yang dilaksanakan guru pada siswa di kelas ini serta guru kurang bervariasi menggunakan metode sehingga siswa kurang termotivasi dalam belajar pada pelajaran Matematika Pelaksanaan PTK dilakukan dua siklus Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan tindakan pengamatan dan refleksi Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi dan Tes Tes diberikan sebanyak 20 pertnyaan berbentuk pilihan berganda multipelcoise diberikan sebanyak 2 kali yaitu kondisi awal dan kondisi akhir Sedangkan observasi meliputi aktivitas guru dan siswa dalam proses pembelajaranPeneliti ini menggunakan metode Student Facilitator And Explaining untuk meningkatkan Hasil belajar Matematika siswa pada materi Bangun datar Hasil penelitian yang diperoleh dari Tes pada kondisi awal 3061 tergolong rendah dan kondisi akhir 9183 tergolong sangat baik Sedangkan hasil yang diperoleh dari hasil observasi hasil belajar siswa yang diperoleh dari lembar observasi pada siklus I 6666 tergolong rendah dan Siklus II 8055 mengalami peningkatan dan tergolong baik Kemudian hasil observasi kegiatan mengajar guru pada siklus I diperoleh skor 7045 tergolong cukup baik Dan pada siklus II diperoleh hasil observasi kegiatan mengajar guru sebesar 9545 tergolong baik Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari tes hasil belajar siklus I ke tes hasil belajar siklus II terjadi peningkatanDengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode Student Facilitator And Explaining untuk meningkatkan Hasil belajar Matematika siswa pada materi Bangun datar di kelas V SD Negeri 101880 Tanjung Morawa TA 2012 2013http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-siswadengan-metode-pembelajaran-student-facilitator-and-explaining-dalam-pembelajaran-matematika-pada-siswa-kelas-v-sd-negeri-101880-tanjung-morawa-ta-2012--2013-30495.htmlTue, 08 Apr 2014 10:17:34 +0700UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MENYIMAK BAHASA INDONESIA DI SEKOLAHThis scientific writing is aimed to know the efforts in enhancing the quality of listening instructional in Indonesian language at school The points to discuss are related to listening instructional causes of less effective in listening instructional at school and some efforts to enhance the quality of listening instructional at schoolThe results of discussion showed that there are some efforts in enhancing the quality of listening instructional at school such as using various and relevant techniques using relevant listening materials using various learning medias managing conducive classroom implementing good and well evaluation having correct assumption and giving the training of planning in producing listening instructional materialshttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-kualitas-pembelajaran-menyimak-bahasa-indonesia-di-sekolah-30494.htmlTue, 08 Apr 2014 10:15:19 +0700Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sains Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Learning Start With A Question Di Kelas IV SD Negeri 064006 Medan Marelan Tahun Ajaran 20122013Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 064006 Medan Marelan jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran learning start with a question dan meningkatkan kemampuan guru dalam mengidentifikasi kesulitan belajar siswa Pelaksanaan penelitian dilaksanakan selama dua siklus yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan tindakan observasi dan refleksi Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi dan lembar angket yang berupa pilihan bergandaSubjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 064006 Medan Marelan Tahun Ajaran 20122013 Dengan jumlah siswa 37 orang yang terdiri dari 20 orang siswa perempuan dan 17 orang siswa laki-laki Penelitian ini dilakukan sesuai dengan jadwal pelajaran sains di kelas tersebut Untuk memperoleh data dalam penelitian ini maka peneliti melakukan observasi Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar angket pilihan ganda dengan indikator sebagai berikut a tekun dan ulet menghadapi tugas b menunjukkan minat yang tinggi c mandiri d dapat mempertahankan pendapat dab teguh pendirian e ego f bekerja sama dalam mencari dan memecahkan masalah g hasrat untuk belajar Hasil penelitian dengan menggunakan lembar angket diperoleh data jumlah skor pada kondisi awal 24 orang siswa 6487 dengan motivasi rendah 9 orang siswa 2432 dengan motivasi sedang dan 4 orang siswa 1081 dengan motivasi tinggi Pada siklus I terdapat 4 orang siswa 1081 dengan motivasi rendah 16 orang siswa 4325 dengan motivasi sedang dan 17 orang siswa 4595 dengan motivasi tinggi Dan pada siklus II terdapat 4 orang siswa 1081 dengan motivasi sedang dan 33 orang siswa 8919 dengan motivasi tinggi Hasil penelitian dengan menggunakan lembar observasi yang diamati oleh observer yang dilakukan di siklus I dan siklus II diperoleh data Pada siklus I terdapat 25 orang siswa 6756 dengan motivasi rendah dan 12 orang siswa 3244 dengan motivasi sedang Dan pada siklus II terdapat 14 orang siswa 3784 siswa dengan motivasi sedang dan 23 orang siswa 6216 dengan motivasi tinggi Berdasarkan data yang diperoleh maka dapat disimpulkna bahwa penggunaan model pembelajaran learning start with a question dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran sains materi pokok dampak perubahan lingkukan di kelas IV SD Negeri 064006 Medan Marelanhttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-motivasi-belajar-siswa-pada-mata-pelajaran-sains-dengan-menggunakan-model-pembelajaran-learning-start-with-a-question-di-kelas-iv-sd-negeri-064006-medan-marelan-tahun-ajaran-20122013-30493.htmlTue, 08 Apr 2014 10:14:42 +0700Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode Eksperimen Pada Pembelajaran Sains Di Kelas V SD Baptis Independen Kec Medan Denai TA 20122013Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode eksperimen dan mengetahui sejauh mana peningkatan hasil belajar siswa dengan metode eksperimen pada pokok bahasan gaya magnet Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas Classroom Action Research Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Swasta Baptis Independen sebanyak 33 orang Prosedur dalam penelitian ini terdiri dari dua siklus Dalam penelitian ini kriteria ketuntasan belajar digunakan sebagai acuan dalam melanjutkan tindakan pada siklus berikutnya Berdasarkan hasil analisis data setelah pemberian tindakan diperoleh pada siklus I terdapat terdapat 14 orang 4242 yang telah mencapai ketuntasan belajar jumlah 8805 65 dengan nilai rata-rata siswa sebesar 5454 Pada siklus II diperoleh data dari 33 orang terdapat 31 orang 9393 yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 8818 Dari siklus I ke siklus II diperoleh peningkatan jumlah siswa yang mencapai nilai 65 ke atas yaitu sebanyak 17 orang dan nilai rata-rata meningkat sebesar 3364 Karena telah memenuhi kriteria ketuntasan belajar siswa dan mengalami peningkatan dari siklus I dan siklus II maka disimpulkan bahwa metode eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan gaya magnethttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-hasil-belajar-siswa-dengan-menggunakan-metode-eksperimen-pada-pembelajaran-sains-di-kelas-v-sd-baptis-independen-kec-medan-denai-ta-20122013-30492.htmlTue, 08 Apr 2014 10:10:22 +0700Penerapan Model Pembelajaran Mind Mapping Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SDN 060799 Kecamatan Medan Labuhan Tahun Ajaran 20122013Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar IPS siswa kelas V SDN 060799 Kecamatan Medan Labuhan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran mind mapping pada materi proklamasi kemerdekaan Bentuk penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas PTK Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN 060799 Kecamatan Medan Labuhan Tahun Ajaran 20122013 yang berjumlah 30 orang siswa yang terdiri 15 orang siswa laki-laki dan 15 orang siswa perempuan Penelitian ini berlangsung dalam 2 siklus Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu 1 perencanaan 2 pelaksanaan tindakan 3 observasi dan 4 refleksi Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes dan lembar observasi Teknik analisis data yang digunakan yaitu 1 reduksi data 2 paparan data 3 verifikasi dan 4 kesimpulan data Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah terjadinya peningkatan hasil belajar siswa Analisis data dengan menggunakan rumus persentase ketuntasan belajar siswa Secara individual siswa dikatakan tuntas apabila telah memenuhi standar nilai KKM yang telah ditentukan yaitu 650 dan secara klasikal dikatakan tuntas apabila siswa di kelas memperoleh nilai 650 ke atas sebanyak 85 Hasil penelitian ini adalah meningkatnya hasil belajar IPS siswa dengan menggunakan model pembelajaran mind mapping Peningkatan hasil belajar siswa dapat dibuktikan dengan peningkatan keaktifan siswa mengikuti pelajaran IPS materi proklamasi kemerdekaan Dari hasil pretest nilai rata-rata hasil belajar siswa pada kondisi awal sebelum tindakan adalah 4120 dengan perbandingan dari 30 siswa hanya 3 siswa dengan nilai 650 Pada siklus 1 mengalami peningkatan yaitu nilai rata-rata menjadi 6250 dengan rincian 17 siswa mendapat nilai 650 57 siswa yang tuntas dan 16 siswa tidak tuntas Selain itu guru juga mendapat nilai 880 dengan kriteria sangat baik Pada akhir pelaksanaan siklus 2 diperoleh nilai rata-rata kelas menjadi 8490 dengan rincian 28 siswa mendapat nilai 650 93 siswa yang tuntas dan 2 siswa tidak tuntas Selain itu juga hasil observasi guru mengalami peningkatan menjadi 9047 dengan kriteria sangat baik Berdasarkan data yang dilakukan pada siklus II Siswa secara keseluruhan sudah mencapai standar ketuntasan nilai siswa 650 yang diharapkan yaitu 85 dan Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran mind mapping dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS dikelas V SDN 060799 Kecamatan Medan Labuhan TA 20122013http://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-mind-mapping-untuk-meningkatkan-hasil-belajar-ips-siswa-kelas-v-sdn-060799-kecamatan-medan-labuhan-tahun-ajaran-20122013-30491.htmlTue, 08 Apr 2014 10:06:28 +0700Meningkatkan Hasil Belajar Sanis Siswa Dengan Menggunakan Model PBL Problem Based Learning di Kelas V SD Negeri 101884 Tanjung Morawa TA 20122013Masalah yang di angkat dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada sains di V SD Tanjung Morawa TA 20122013 Penelitian ini bertujuan Untuk Meningkatkan hasil belajar sains siswa dengan menggunakan Metode PBL Problem Based Learning pada Materi Pelajaran Bumi dan Alam Semesta di Kelas V SD Tanjung Morawa TA 20122013 Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Tanjung Morawa yang berjumlah 30 orang siswa Penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang terdri dari II siklus siklus I dan siklus II Sebelum dilakukan tindakan pada siklus I peneliti melakukan pretest untuk mengetahui hasil belajar siswa Penelitan menggunakan desain PTK dengan tindakan pembelajaran metode Problem Based Learning PBL Data dikumpulkan dengan menggunakan tes dan observasi Untuk mengetahui perubahan hasil belajar siswa Data dianalisis dengan menggunakan persentase analisis kualitatif Berdasarkan analisis data diperoleh bahwa pada saat pretest dari 30 orang siswa diperoleh tingkat ketuntasan klasikal sebanyak 1 orang siswa 333 mendapat nilai tuntas dengan nilai 60-70 dan sebanyak 29 orang siswa 9667 mendapat nilai belum tuntas dengan nilai 20-60 dengan nilai rata-rata 399 Pada siklus I terdapat sebanyak 16 orang siswa 5333 mendapat nilai tuntas dengan nilai 65 90 dan sebanyak 14 orang siswa 4667 mendapat nilai belum tuntas 30 65 dengan nilai rata-rata 6609 Pada siklus II diperoleh sebanyak 27 orang siswa 90 yang mendapat nilai tuntas dengan nilai 65 100 dan sebanyak 3 orang siswa 10 yang tidak tuntas dengan nilai 60 dengan nilai rata-rata 911 Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode Problem Based Learning PBL dapat Meningkatkan Hasil Belajar Sains Siswa Materi Pelajaran Bumi dan Alam Semesta di Kelas V SD Tanjung Morawa TA 20122013 Oleh karena itu guru sebaiknya menggunakan metode PBL Problem Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sains khususnya materi pokok bumi dan alam semestahttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-hasil-belajar-sanis-siswa-dengan-menggunakan-model-pbl-problem-based-learning-di-kelas-v--sd-negeri-101884-tanjung-morawa-ta-20122013-30490.htmlTue, 08 Apr 2014 10:04:32 +0700ANALISIS IDEOLOGI DALAM TEKS UPACARA MELENGKAN BUDAYA ETNIK GAYO DALAM PERSPEKTIF SEMIOTIKA SOSIALTulisan ini menyajikan analisis ideologi dalam teks upacara melengkan budaya etnik Gayo Ranah budaya etnik merupakan semiotik sosial dan pemakaian bahasa atau teks terstruktur digunakan penutur asli native speaker bahasa Gayo dalam konteks sosial Kajian ini bertujuan untuk menganalisis makna ideologi dalam representasi teks upacara melengkan adat perkawinan masyarakat Gayo dalam perspektif semiotik sosial Analisis teks berdasarkan makna antarpesona dalam teori linguistik fungsional sistemik LFS Interaksi komunikasi sosial direalisasikan oleh tatabahasa lexicogrammar dengan bentuk modus deklaratif interogatif dan imperatif disamping penggunaan metafora Dalam Interaksi komunikasi penutur BG pemelengkan dalam teks upacara melengkan cenderung menekankan makna antarpesona dapat diinterpretasikan sebagai timbang rasa untuk membanggun pengertian terhadap mitra interaksi pelibat dengan tujuan agar interaksi komunikasi berlangsung baik Analisis teks dalam konteks secara semiotik dikodekan dengan makna ideologi yang mengacu pada tiga dimensi konstruksi sosial yaitu 1 Teologis 2 Demokrasi dan 3 Sosial Dalam interaksi multietnis semiotik sosial upacara melengkan adat perkawinan masyarakat Gayo perlu dilestarikan sebagai identitas bangsa dan budaya dan menjadikannya sebagai sarana komunikasi sosial untuk mempertahankan integritas bangsa Indonesiahttp://digilib.unimed.ac.id/analisis-ideologi-dalam-teks-upacara-melengkan-budaya-etnik-gayo-dalam-perspektif-semiotika-sosial-30489.htmlTue, 08 Apr 2014 10:00:41 +0700Penggunaan Model Pembelajaran Talking Stick Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Pada Mata Pelajaran SAINS Siswa Kelas IV SD Negeri 101883 LManis TgMorawa TA 2013-2014Masalah yang ditemukan pada pembelajaran di SD yang diteliti adalah kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru kurang mengaktifkan siswa siswa kurang memahami materi pelajaran kurangnya variasi model pembelajaran yang digunakan guru sehingga siswa kurang menyukai pembelajaran yang mengakibatkan rendahnya mutu pebdidikan Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dengan penggunaan model pemebalajaran talking stick pada mata pelajaran SAINS dengan materi rangka manusia Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas PTK sebagai populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IVB SD N 101883 Limau Manis Tanjung Morawa TA 2013-2014 dengan jumlah 43 orang yaitu 23 orang siswa laki-laki dan 21 orang siswa perempuan Pelaksanaan PTK ini dilakukan dalam dua siklus setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan pelaksanaan observasi dan refisi Masing-masing dilaksanakan dua kali pertemuan dalam setiap siklus Alat pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan lembar observasi dan angket untuk mengukur tingkat aktivitas belajar siswa dimana lembar observasi adalah alat pengumpul data yang utama dan angket adalah pendukung Lembar observasi meliputi lembar observasi aktivitas guru dan lembar observasi aktivitas siswa dan angket hanya untuk siswa teknik analisis data yang digunakan dengan memakai analisis pembelajaran Berdasarkan analisis data diperoleh hasil observasi aktivitas belajar siswa pada siklus I pertemuan 1 dengan nilai rata-rata aktivitas belajar sebesar 3990 menunjukkan bahwa aktivitas siswa masih sangat rendah Pada siklus I pertemuan 2 dengan rata-rata 4986 juga masih tergolong sangat rendah Dan pada siklus II telah mengalami peningkatan yaitu pada pertemuan 1 dengan rata-rata sebesar 6468 siklus II pertemuan 2 yaitu sebesar 8815 Maka dapat dikatakan bahwa pada siklus II aktivitas belajar siswa mengalami banyak peningkatan dibandingkan kondisi pada siklus I Sedangkan berdasarkan data yang diperoleh dari hasil observasi aktivitas guru peneliti telah mengalami peningkatan dari siklus ke siklus selanjutnya Yaitu dengan nilai persentase 725 pada siklus I pertemuan 1 825 pada siklus I pertemuan 2 875 pada siklus II pertemuan 1 dan 95 pada siklus II pertemuan 2 Hal ini menunjukkan bahwa peneliti telah melakukan aktivitasnya dengan sangat baik Dengan demikian disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pmebelajaran talking stick dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada pelajaran SAINS materi pokok rangka manusia di SD N 101883 LManis TgMorawa TA 2013-2014 Hal ini berarti bahwa model pembelajaran talking stick dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran SAINShttp://digilib.unimed.ac.id/penggunaan-model-pembelajaran-talking-stick-untuk-meningkatkan-aktivitas-belajar-pada-mata-pelajaran-sains-siswa-kelas-iv-sd-negeri-101883-lmanis-tgmorawa-ta-20132014-30488.htmlTue, 08 Apr 2014 09:58:40 +0700Meningkatkan Kemampuan MembacaPemahaman Bahasa Indonesia dengan Model Cooperative Integrated Readingand Composition CIRC di Kelas V SD Negeri No 101875 Bintang MeriahYang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuanmembaca pemahaman siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnyapokok bahasan Cerita Anak tindakan yang di lakukan untuk meningkatkankemampuan membaca pemahaman siswa adalah dengan menggunakan modelCooperative Integrated Reading and Composition pada pembelajaran BahasaIndonesia di SD 101875 Bintang Meriah Penelitian ini bertujuan untukmeningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa dengan menggunakanmodel Cooperative Integrated Reading and Composition pada pelajaran BahasaIndonesia pokok bahasan Cerita Anak di kelas V SD Negeri 101875 BintangMeriah Tahun Ajaran 20122013Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V yang berjumlah 27 orang yangterdiri dari 15 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan Jenis penelitian yangdigunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas PTK Penelitian dilaksanakan 2siklus setiap siklus terdiri dari empat Tahap yaitu Perencanaan TindakanPengamatan dan Refleksi evaluasi Alat pengumpul data yang digunakan adalahtes dan observasiBerdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dengan observasi bahwakemampuan membaca pemahaman siswa selama proses belajar mengajarberlangsung menunjukkan adanya peningkatan yang baik Hal ini dapat dilihat daripeningkatan nilai rata-rata motivasi belajar siswa untuk tiap siklus Pada kondisiawal nilai siswa mencapai ketuntasan 2059 7 orang siswa dengan nilai rata-rata5259 dan pada siklus I menjadi 6295 17 siswa meningkat sebanyak 4036dengan nilai rata-rata 6537 serta terjadi peningkatan yang signifikan pada siklus IIsebesar 8889 24 siswa dengan nilai rata-rata kelas 7981 Yang di dukungdengan lembar observasi guru dan lembar observasi pada siswa dengan limaindikator membaca pemahaman Yakni hasil observasi siswa pada siklus I sebesar5925 16 siswa meningkat pada siklus II sebesar 100 Sedangkan observasiguru pada siklus I mendapat hasil 6470 dengan kriteria kurang meningkat padasiklus II yakni 9411 dengan kategori sangat baik Dari hasil yang diperoleh dari data diatas dengan demikian dapatdisimpulkan bahwa penerapan model Cooperative Integrated Reading andComposition CIRC pada pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi Cerita Anakdapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswahttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-kemampuan-membacapemahaman-bahasa-indonesia-dengan-model-cooperative-integrated-readingand-composition-circ-di-kelas-v-sd-negeri-no-101875-bintang-meriah-30487.htmlTue, 08 Apr 2014 09:55:12 +0700MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD NEGERI 101880 TANJUNG MORAWA TAHUN AJARAN 20122013Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada pokok bahasan sifat-sifat cahaya di kelas V SD Negeri 101880 Tanjung Morawa Jalan Batang Kuis No1 Tanjung Morawa Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Discovery pada pokok bahasan sifat-sifat cahaya dan untuk mengetahui apakah penggunaan model pembelajaran Discovery dapat meningkatkan hasil belajar siswaPenelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas Classroom Action Research dan dilaksanakan dengan dua siklus Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan tindakan observasi dan refleksi Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan observasi Analisis data menggunakan data kuantitatif dan kualitatif Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 101880 Tanjung Morawa Tahun Ajaran 20121013 dengan jumlah siswa 40 orang yang terdiri dari 23 perempuan dan 17 laki-laki Waktu penelitian dilaksanakan mulai dari bulan April sampai dengan bulan Mei 2013Sebelum dilakukan tindakan pada siklus I peneliti memberikan pre test kepada 40 orang siswa untuk mengetahui letak kesulitan siswa pada materi pokok gaya sifat-sifat cahaya Kemudian di akhir siklus I dan siklus II diberikan post test I dan post test IIHasil penelitian diperoleh nilai rata-rata pada tes awal dari 40 orang siswa sebesar 4800 dimana terdapat 8 orang siswa yang tuntas 20 dan sebanyak 32 orang siswa 80 yang belum tuntas Pada siklus I nilai rata-rata dari 40 orang siswa meningkat menjadi 6712 dimana terdapat 21 orang siswa 525 yang memperoleh nilai tuntas dan 19 orang siswa 475yang belum memperoleh nilai tuntas Pada siklus II nilai rata-rata dari 40 orang siswa meningkat menjadi 8100 dimana terdapat 36 orang siswa 90 yang memperoleh nilai tuntas dan 4 orang siswa 10 yang belum mendapat nilai tuntas Pada hasil pengamatan observasi yang dilakukan guru dengan menggunakan metode Discovery pada siklus I masih dalam kategori Cukup atau hasilnya 6625 dan pengamatan observasi yang dilakukan guru pada siklus II dengan menggunakan metode Discovery sudah dalam kategori tuntas atau berhasil dengan nilai 9200Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode Discovery dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi Sifat-Sifat Cahayakelas V SDN 101880 Tanjung Morawa Tahun Ajaran 20122013sehingga pembelajaran dengan menggunakan metode Discovery dapat diterapkan sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswahttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-hasil-belajar-siswa-dengan-menggunakan-model-pembelajaran-discovery-pada-mata-pelajaran-ipa-kelas-v-sd-negeri-101880-tanjung-morawa-tahun-ajaran-20122013-30486.htmlTue, 08 Apr 2014 09:53:39 +0700Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menerapkan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray Pada Pelajaran Sains Materi Pokok Jenis-jenis Tanah Di Kelas V SDN 101865 Bintang Meriah Kec Batang Kuis TA 20122013Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa Sains siswa pada di kelas V SD Negeri 101865 Bintang Meriah Kecamatan Batang Kuis Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan strategi pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray pada materi jenis-jenis tanah untuk meningkatkan hasil belajar siswa di kelas V SD Negeri 101865 Bintang Meriah Kecamatan Batang Kuis Subjek dalam penelitian ini seluruh siswa kelas V yang berjumlah 28 siswa yang terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas di lakukan dalam 2 siklus yang masing-masing terdiri dari dua tahap perencanaan tahap pelaksanaan tahap observasi dan tahap refleksi Tekhnik pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan tes dan observasi berupa daftar ceklistBerdasarkan analisis data pada kondisi awal terdapat 2 siswa 714 yang memenuhi kriteria ketuntasan dengan nilai rata-rata kelas 425 Dari hasil post tes siklus I terdapat 19 siswa 6892 yang memenuhi kriteria ketuntasan dengan nilai rata-rata kelas 6782 data ini menunjukkan ada peningkatan dari tes awal Dari hasil post tes siklus II terdapat 26 siswa 9286 yang memenuhi kriteria ketuntasan dengan nilai rata-rata 9142 data ini menunjukkan ada peningkatan hasil dari post tes siklus I Dari temuan dan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pokok jenis-jenis tanah pada pelajaran Sains di kelas V SD Negeri 101865 Bintang Meriah Kec Batang kuis Oleh karena itu disarankan untuk guru agar menerapkan strategi pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswahttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-hasil-belajar-siswa-dengan-menerapkan-model-pembelajaran-two-stay-two-stray-pada-pelajaran-sains-materi-pokok-jenisjenis-tanah-di-kelas-v-sdn-101865-bintang-meriah-kec-batang-kuis-ta-20122013-30485.htmlTue, 08 Apr 2014 09:52:29 +0700Hubungan Variasi Gaya Mengajar Guru Dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas V SD Negeri No 107415 Batang Kuis Tahun Ajaran 20122013Masalah dalam penelitian ini adalah gaya mengajar guru yang monoton peran aktif siswa dalam menerima pelajaran guru rendah sehingga motivasi belajar siswa rendah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variasi gaya mengajar guru dengan motivasi belajar siswa kelas V SD Negeri No 107415 Batang Kuis Tahun Ajaran 20122013Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian deskriftip korelasional Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas V SD Negeri No 107415 Batang Kuis Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah 35 siswa Yang terdiri dari 15 orang siswa laki-laki dan 20 orang siswa perempuanUntuk memperoleh data dalam penelitian ini penulis memberikan angket kepada siswa yang terdiri dari 2 angket yang masing-masing angket memiliki butir item yang berbeda angket pertama khusus untuk mengetahui variasi gaya mengajar guru penulis membuat sebanyak 25 butir soal Sementara untuk mengetahui motivasi belajar penulis membuat sebanyak 20 butir soal Dari analisis data penulis menggunakan korelasi product moment untuk mengetahui hubungan antara variasi gaya mengajar guru dengan motivasi belajar siswaBerdasarkan hasil data penelitian diketahui bahwa variasi gaya mengajar guru di Kelas V SD Negeri No 107415 Batang Kuis termasuk dalam kategori sangat baik dengan nilai rata-rata 338 Dan motivasi belajar siswa kelas V SD Negeri 107415 juga termasuk dalam kategori sangat baik dengan nilai rata-rata 341 Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat hubungan yang cukup berarti antara variasi gaya mengajar guru dengan motivasi belajar siswa yang dinyatakan dengan rxy 0597 rtabel 0334 Variabel variasi gaya mengajar guru berkontribusi sebesar 357 terhadap motivasi belajar siswa Kelas V SD Negeri No 107415 Batang Kuis Tahun Ajaran 20122013Berdasarkan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t diperoleh thitung sebesar 4275 sedangkan ttabel yang diperoleh dari daftar kritis pada tabel t terhadap alpha 005 sebesar 2034 artinya thitung ttabel 4275 2034 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variasi gaya mengajar guru dengan motivasi belajar siswa Kelas V SD Negeri No 107415 Batang Kuis Tahun Ajaran 20122013Berdasarkan hasil penelitian dapat dibuat kesimpulan bahwa baik atau tidaknya variasi gaya mengajar guru dapat memberikan dampak bagi motivasi belajar siswa di sekolah Apabila variasi gaya mengajar guru baik maka motivasi belajar siswa tinggi sehingga prestasi belajar siswa pun akan tinggi pula begitu juga sebaliknya Motivasi berperan penting sebagai penggerak dalam diri siswa agar dapat belajar secara aktif senang dalam belajar dan dapat mencapai hasil belajar yang baikhttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-variasi-gaya-mengajar-guru-dengan-motivasi-belajar-siswa-kelas-v-sd-negeri-no-107415-batang-kuis-tahun-ajaran-20122013-30484.htmlTue, 08 Apr 2014 09:48:13 +0700BAHASA ETNISITAS DAN POTENSINYA TERHADAP KONFLIK ETNISEtnis merupakan katgori sosial atau identifikasi sosial Artinya etnis adalah konsep yang diciptakan berdasarkan ciri khas sosial yang dimiliki sekelompok masyarakat yang membedakannya dari kelompok yang lain Etnisitas adalah properti hubungan antar kelompok di mana perbedaan budaya antar kelompok dikomunikasikan secara sistematis dan berlangsung secara terus menerus Hubungan ini bersifat relational dan situasional di mana karakter etnis terlibat di dalamnya Perbedaan antar etnis bisa jadi menimbulkan perilaku etnosentris keberpihakan terhadap anggota etnis yang berlebihan perilaku prejudice berburuk sangka dan perilaku negatif lainnya yang diwujudkan dalam tindakan terlihat seperti tindak diskriminatif dan tindakan terdengar yang wujud dalam penggunaan bahasa Kedua jenis tindakan ini dan tindakan negatif lainnya menumbuhkan potensi konflik antar etnis Tindak terlihat maupun tindak terdengar adalah cerminan atau perwujudan dari nilai sikap dan pandangan yang dimiliki suatu etnis dalam konteks etnisitas Oleh karena itu peningkatan dan pembinaan penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi dalam konteks etnisitas tanpa pembinaan nilai sikap dan pandangan besar kemungkinannya untuk gagal dalam upaya mencegah potensi konflik menjadi konflik sesungguhnyahttp://digilib.unimed.ac.id/bahasa-etnisitas-dan-potensinya-terhadap-konflik-etnis-30483.htmlTue, 08 Apr 2014 09:44:45 +0700Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pelajaran IPA Dengan Menggunakan Model Cooperative Learning Tipe CIRC Cooperative Integrated Reading and Composition Kelas V SD Negeri 104233 Bandar Labuhan Tahun Pelajaran 20122013Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunaka metode Cooperative Learning tipe CIRC Cooperative Integrated Reading and Composition pada materi bumi dan alam semesta di kelas V SD Negeri 104233 Bandar Labuhan Tahun Pelajaran 20122013Jenis penelitian yang digunakan ini adalah Penelitian Tindakan Kelas PTK Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang berguna untuk mengungkapkan kelemahan-kelemahan siswa dalam penguasaan materi Penelitian ini terdiri dari dua siklus Setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan dimana dalam setiap siklus terdiri dari 5 tahap yaitu perencanaan tindakan observasi evaluasi dan refleksi Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 104233 Bamdar Labuhan sebanyak 36 orang siswa Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan observasi Sedangkan analisis data yang digunakan adalah penilaian tes dan penghitungan hasil observasiDari hasil tes ini makahasil penelitian diperoleh pada saat pre test rata-rata nilai belajar siswa 4360 dengan ketuntasan belajar 1700 atau hanya 6 siswa yang tuntas belajar dengan kriteria dikatakan sangat kurang dan belum tuntas secara klasikal Kemudian pada post test I siklus I rata-rata nilai siswa sebesar 5530 dengan ketuntasan belajar 3850 atau hanya 14 siswa yang tuntas belajar dengan kriteria dikatakan cukup dan belum tuntas belajar secara klasikal Sedangkan pada siklus II post test II rata-rata nilai siswa meningkat menjadi 8400 dengan ketuntasan belajar 9400 atau 34 orang siswa yang tuntas belajar dengan kriteria dikatakan sangat baik atau tuntas belajar secara klasikalBerdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode Cooperative Learning tipe CIRC Cooperative Integrated Reading and Composition dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bumi dan alam semesta kelas V SD Negeri 104233 Tahun Pelajaran 20122013http://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-hasil-belajar-siswa-pada-pelajaran-ipa-dengan-menggunakan-model-cooperative-learning-tipe-circ-cooperative-integrated-reading-and-composition-kelas-v-sd-negeri-104233-bandar-labuhan-tahun-pelajaran-20122013-30482.htmlTue, 08 Apr 2014 09:41:24 +0700Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Scramble Pada Mata Pelajaran Sains Kelas lV SD Negeri 101896 Tanjung Morawa Tahun Ajaran 20122013Masalah dalam penelitian ini adalah Rendahnya motivasi belajar siswapada pelajaran Sains Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan MotivasiBelajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Scramble Pada Mata Pelajaran SainsKelas lV SD Negeri 101896 kiri hulu I Kec Tanjung Morawa Tahun Ajaran20122013 Yang berjumlah 30 orang siswa Penentuan subjek berdasarkan hasil observasi dan angket yang dilakukan peneliti terhadap guru kelas IV Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas PTK yangdilakukan dalam dua siklus dimana setiap siklus dilakukan 2x pertemuan yang masing-masing terdiri dari 35 menit Dalam setiap siklus dilakukan melalui 4 tahap yaitu perencanaan pelaksanaan observasi dan refleksi Instrumen yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu berdasarkan hasil angket yang diberikan pada setiap siklus Hasil penelitian menunjukkan pada siklus I pertemuan I hasil observasi siswa persentase rata-rata nilai motivasi adalah 158 pada siklus I pertemuan II persentase rata-rata nilai motivasi adalah 219 pada siklus II pertemuan I persentase rata-rata nilai motivasi adalah 283 pada siklus II pertemuan II persentase rata-rata nilai motivasi adalah 352 Dari hasil yang diperoleh dari 30 orang siswa dapat dilihat bahwa setelah dilakukannya tindakan pada setiap siklus terjadi peningkatan motivasi belajar siswa Ini dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran scramble dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi pokok perubahan lingkungan di kels IV SD Negeri 101896 kiri hulu I Kec Tanjung Morawahttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-motivasi-belajar-siswa-melalui-model-pembelajaran-scramble-pada-mata-pelajaran-sains-kelas-lv-sd-negeri-101896-tanjung-morawa-tahun-ajaran-20122013-30481.htmlTue, 08 Apr 2014 09:41:13 +0700Meningkatkan Hasil Belajar Siswa denganMetode Brainstorming Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V SDN 116260Simonis Aek Natas Labuhan Batu Utara TP 20122013Penelitian ini dilakukan berdasarkan hasil observasi dan wawancaradengan guru kelas V ditemukan bahwa hasil belajar siswa kelas V SDN 116260masih rendah Menurut Nasution dkk 2007 622 Metode brainstorming adalahcara mengajar yang dilaksanakan oleh guru dalam kelas dalam melontarkan suatumasalah kemudian siswa menjawab atau menyatakan pendapat atau komentarsehingga mungkin masalah tersebut menjadi masalah baru atau diartikan pulasebagai suatu cara untuk mendapatkan banyak ide dari seluruh siswa dalam waktuyang singkat Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajarsiswa dengan menggunakan metode Brainstorming pada pelajaran IPA kelas VSDN 116260 Simonis Kec Aek Natas Kab Labuhan Batu Utara TP 20122013Penelitian ini menggunakan desain PTK dengan tindakan pembelajaranmetode Brainstorming Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VSDN 116260 Simonis Kec Aek Natas Kab Labuhan Batu Utara TP 20122013yang berjumlah 30 orang Data dikumpulkan dengan menggunakan tes danobservasi Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yakni siklus I dan siklusII Data dianalisis dengan menggunakan persentase dan analisis kualitatifBerdasarkan analisis data pada tes awal diperoleh nilai rata-rata hasilbelajar sebesar 535 dengan tingkat ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikalyaitu 7 orang siswa 233 Setelah pelaksanaan siklus I nilai rata-rata siswameningkat menjadi 6450 dengan tingkat ketuntasan hasil belajar siswa secaraklasikal yaitu 17 orang siswa 567 Selanjutnya pada siklus II nilai rata-ratasiswa meningkat menjadi 7650 dengan tingkat ketuntasan hasil belajar siswalebih meningkat yaitu sebanyak 26 orang siswa 867 Berdasarkan temuan darihasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode Brainstorming dapatmeningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi Sumber DayaAlam kelas V SDN 116260 Simonis Kec Aek Natas Kab Labuhan Batu UtaraTP 20122013http://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-hasil-belajar-siswa-denganmetode-brainstorming-pada-mata-pelajaran-ipa-kelas-v-sdn-116260simonis-aek-natas-labuhan-batu-utara-tp-20122013-30480.htmlTue, 08 Apr 2014 09:38:35 +0700Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Artikulasi Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Di Kelas V SD Negeri 060898 Medan Maimun Tahun Ajaran 20122013Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 060898 Medan Maimun jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menerapkan model Artikulasi sebagai sasaran utama bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran IPA di kelas V SD Negeri 060898 Medan Maimun dan untuk mengetahui perbedaan belajar siswa yang menerapkan model Artikulasi dengan yang tidak menerapkan model Artikulasi pada pembelajaran IPA materi peristiwa alam di kelas V SD Negeri 060898 Medan Maimun Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah model Artikulasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi pokok peristiwa alam pelajaran IPA di kelas V SD Negeri 060898 Medan Maimun Jumlah Subjek Penelitian sebanyak 40 orang siswa yang berasal dari siswa kelas V pada tahun ajaran 20122013 dimana kegiatan dilakukan saat pembelajaran IPA berlangsung Untuk memperoleh data yang digunakan dalam penelitian ini penulis melakukan tes dan observasi Adapun teknik analisa data dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif dan kualitatif dengan menguraikan persentase yang digunakan Setelah pelaksanaan pre test diperoleh tingkat ketuntasan hasil belajar secara klasikal yaitu tidak ada siswa 75 yang mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 29 Setelah pelaksanaan siklus I dengan menerapkan model Artikulasi diperoleh tingkat ketuntasan hasil belajar secara klasikal yaitu 19 orang siswa 475 yang mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 512 Setelah pelaksanaan siklus II dengan menerapkan model Artikulasi diperoleh tingkat ketuntasan hasil belajar secara klasikal sebanyak 38 orang siswa 95 yang mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 84 Dengan demikian maka dapat dikatakan kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model Artikulasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 060898 Medan Maimun pada pelajaran IPA dalam materi peristiwa alamhttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-hasil-belajar-siswa-melalui-penerapan-model-artikulasi-pada-mata-pelajaran-ilmu-pengetahuan-alam-di-kelas-v-sd-negeri-060898-medan-maimun-tahun-ajaran-20122013-30479.htmlTue, 08 Apr 2014 09:33:50 +0700Perbandingan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode SQ3R Dan Metode Konvensional Pada Mata Pelajaran IPA kelas IV SD Negeri 105389 Timbang Deli Kecamatan Galang TA 20122013Masalah dalam penelitian ini adalah Metode belajar mengajar yang dipakai dalam penyampaian materi pelajaran IPA kurang variatif sehingga rendahnya hasil belajar siswa pada materi perubahan kenampakan bumi dan benda langit dalam mata pelajaran IPA di kelas IV SD Negeri 105389 Timbang Deli Kecamatan Galang Sebagai upaya yang dilakukan untuk menemukan metode yang tepat dan dapat meningkatkan hasil belajar IPA diadakan perbandingan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode SQ3R dan metode Konvensional pada materi perubahan kenampakan bumi dan benda langit pada mata pelajaran IPA Kelas IV SD Negeri 105389 Timbang Deli Kecamatan Galang Salah satu metode belajar yang secara spesifik dirancang untuk memahami isi suatu bacaan adalah metode belajar SQ3R yaitu Survey Question Read Recite dan Review Melalui metode ini tingkat pemahaman yang diperoleh siswa diharapkan lebih mendalam karena siswa membaca dengan aktif sehingga proses membaca lebih efektif dan efisien serta siswa lebih termotivasi untuk berfikir sendiri dan ketrampilan tidak hanya mengingat fakta Penelitian ini terdiri dari satu kelas dimana kelas berjumlah 30 siswa terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan Pada kelas diadakan pembelajaran pertama dengan menggunakan metode SQ3R dan pembelajaran kedua dengan menggunakan metode Konvensional Sebelum proses belajar mengajar dimulai terlebih dahulu dilakukan pre-tes dan setelah selesai pengajaran dilakukan post-tes Tes yang diujikan sebanyak 20 soal yang digunakan sebagai alat pengumpul data Data penelitian diolah untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan dengan menggunakan uji statitik t dan hasil penelitian telebih dahulu diolah untuk mencari rata-rata mean dan nilai Standard Deviasi SD Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan metode SQ3R dan metode konvensional Nilai rata-rata skor pre-tes siswa kelas eksperimen adalah 58166 dengan Standard Deviasi 1262 Nilai rata-rata skor post-tes siswa kelas eksperimen adalah 82 dengan Standard Deviasi 1323 Nilai rata-rata skor pre-tes siswa kelas kontrol adalah 58166 dengan Standard Deviasi 1262 Nilai rata-rata skor post-tes siswa kelas kontrol adalah 655 dengan Standard Deviasi 1268 Dari hasil perhitungan untuk data post-tes diperoleh thitung 5092 sedangkan ttabel 2002 Jadi didapat bahwa thitung ttabel sehingga dapat disimpulkan bahwa ada Perbedaan Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Metode SQ3R dan Metode Konvensional pada mata pelajaran IPA di kelas IV SD Negeri 105389 Timbang Deli Kecamatan Galang Tahun Ajaran 20122013http://digilib.unimed.ac.id/perbandingan-hasil-belajar-siswa-dengan-menggunakan-metode-sq3r-dan-metode-konvensional-pada-mata-pelajaran-ipa-kelas-iv-sd-negeri-105389-timbang-deli-kecamatan-galang-ta-20122013-30478.htmlTue, 08 Apr 2014 09:29:27 +0700Meningakatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Pendekatan Cooperative Tipe Jigsaw Pada Pelajaran IPA Tentang Hewan Di Kelas IV SD Negeri 106814 Tembung TA 2012-2013Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajarsiswa pada materi pokok Daur hidup beberapa hewan di kelas IV SD Negeri 106814 Tembung Kecamatan Percut sei Tuan Kabupaten Deli serdangPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan pendekatan cooperative tipe jigsaw pada materi Daur hidup beberapa hewan dan untuk mengetahui apakah penggunaan pendekatan cooperative tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswaSubjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 106814 Tembung tahun ajaran 20122013 dengan jumlah 37 orang siswa yang terdiri dari 19 orang siswa laki- laki dan 18 orang siswa perempuan Waktu penelitian dilaksanakan dari bulan april sampai dengan bulan juni 2012 Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas Classroom Action Research dan dilaksanakan selama dua siklus Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan tindakan pengamatan dan refleksi evaluasi Teknik pengumpula ndata yang digunakan adalah tes dan observasi Analisis data menggunakan analisis data kuantitatif dan kualitatifSebelum dilakukan tindakan pada Siklus I penelitian memberikan pre teskepada 37 orang siswa untuk mengetahui letak kesulitan siswa pada materi pokok daur hidup beberapa hewan Kemudian di akhiri Siklus I dan siklus II diberikan post tes Idan post tes II Hasil penelitian di peroleh nilai rata-rata pada tes awal dari 37 orang siswa sebesar 5730 dimana terdapat 5 orang siswa yang memperoleh nilai tuntas dan sebanyak 32 orang siswa yang tidak tuntas Pada siklus I nilai rata-rata dari 37 orang siswa meningkat menjadi 6810 dimana terdapat 22 orang siswa yang memperoleh nilai tuntas dengan dan sebanyak 15 orang siswa yang belum tuntas Pada siklus II nilai rata-rata dari 37 orang siswa meningkat menjadi 7324 dimana terdapat 32 orang siswa yang memperoleh nilai tuntas dan sebanyak 5 orang siswa yang belum tuntas Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekata ncooperative tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa padamateri daur hidup beberapa hewan di kelas IV SD Negeri 106814 Tembung tahun ajaran 20122013 Sehingga pembelajaran pendekatan cooperative tipe jigsaw dapat diterapkan sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswahttp://digilib.unimed.ac.id/meningakatkan-hasil-belajar-siswa-melalui-pendekatan-cooperative-tipe-jigsaw-pada-pelajaran-ipa-tentang-hewan-di-kelas-iv-sd-negeri-106814-tembung-ta-20122013-30477.htmlTue, 08 Apr 2014 09:24:03 +0700Meningkatkan Hasil Belajar Bangun Ruang dan Bangun Datar Melalui Model Pembelajaran Index Card Match Siswa Kelas IV SD Negeri 116892 Tanjung Haloban TP 20122013Permasalahan dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada pembelajaran Matematika masih rendah dikarenakan guru hanya menggunakan metode ceramah dan lebih menekankan pada membuat catatan dari buku paket keaktifan siswa siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan dalam kegiatan KBM masih belum optimal sehingga siswa kurang termotivasi untuk belajar Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Matematika di kelas IV SD Negeri 116892 Tanjung Haloban Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan jumlah Subjek Penelitian sebanyak 30 orang siswa yang berasal dari siswa kelas IV SD Negeri 116892 Tanjung Haloban pada tahun ajaran 20122013 dimana kegiatan dilakukan saat pembelajaran Matematika berlangsung Untuk memperoleh data yang digunakan dalam penelitian ini penulis melakukan tes dan observasi Adapun teknik analisa data dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif dengan menguraikan persentase yang digunakanSetelah pelaksanaan pre test diperoleh tingkat ketuntasan hasil belajar secara klasikal yaitu ada 6 siswa yang mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan presentasi 20 dan 24 orang siswa tidak tuntas dengan presentasi 80 dengan nilai rata-rata 46 Perolehan hasil siklus I dengan menggunakan model pembelajaran index card match diperoleh tingkat ketuntasan hasil belajar secara klasikal yaitu 18 orang siswa yang mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan presentasi 60 dan tidak tuntas sebanyak 12 dengan presentasi 40 dengan nilai rata-rata 65 Perolehan hasil siklus II ada 28 siswa yang tuntas dengan presentasi ketuntasan 93 dan yang tidak tuntas sebanyak 2 siswa dengan presentasi ketuntasan 7 dengan nilai rata-rata 82 Peningkatan hasil belajar terjadi dimana hasil perolehan di pretes ke siklus I dengan presentasi sebesar 40 dengan kekurangan yang dilakukan di siklus I maka dilanjutkan di siklus II dengan hasil belajar yang meningkat dengan presentasi sebesar 33 Dengan demikian maka dapat disimpulkan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran index card match dapat meningkatkan hasil belajar siswa Tanjung Haloban pada pelajaran Matematika dalam materi bangun datar dan bangun ruang kelas IV SD Negeri 116892 TP 20122013http://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-hasil-belajar-bangun-ruang-dan-bangun-datar-melalui-model-pembelajaran-index-card-match-siswa--kelas-iv-sd-negeri-116892-tanjung-haloban-tp-20122013-30476.htmlTue, 08 Apr 2014 09:17:42 +0700Penggunaan Model Quantum Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sains Pada Siswa Kelas V SDN No 101896 Tanjung Morawa Skripsi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan 2013Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 101896 Tanjung Morawa jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas PTK dengan menggunakan Model Quantum Learning sebagai sasaran utama bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunakan Model Quantum Learning dalam meningkatkan hasil belajar pada pelajaran Sains di kelas V SD Negeri 101896 Tanjung MorawaRumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan Model Quantum Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi Cahaya dan Sifatnya pada pelajaran Sains di kelas V SD Negeri 101896 Tanjung Morawa Jumlah Subjek Penelitian sebanyak 30 orang siswa kelas V pada tahun ajaran 20122013 dimana kegiatan dilakukan saat pembelajaran Sains berlangsungUntuk memperoleh data yang digunakan dalam penelitian ini penulis melakukan tes dan observasi Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif dengan menguraikan persentase yang digunakanSetelah pelaksanaan pre test diperoleh tingkat ketuntasan hasil belajar secara klasikal yaitu ada 2 orang siswa 667 yang mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 46 Setelah pelaksanaan siklus I dengan menggunakan Model Quantum Learning diperoleh tingkat ketuntasan hasil belajar secara klasikal yaitu 17 orang siswa 5667 yang mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 653 Setelah pelaksanaan siklus II dengan menggunakan Model Quantum Learning diperoleh tingkat ketuntasan hasil belajar secara klasikal sebanyak 29 orang siswa 9667 yang mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 83Dengan demikian maka dapat dikatakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan Model Quantum Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 101896 Tanjung Morawa pada pelajaran Sains dalam materi Cahaya dan Sifatnyahttp://digilib.unimed.ac.id/penggunaan-model-quantum-learning-untuk-meningkatkan-hasil-belajar-sains-pada-siswa-kelas-v-sdn-no-101896-tanjung-morawa-skripsi-fakultas-ilmu-pendidikan-universitas-negeri-medan-2013-30475.htmlTue, 08 Apr 2014 09:16:05 +0700Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Sains dengan Menggunakan Pembelajaran Action Learning di Kelas IV SD Negeri 1 Kutapanjang Kab Gayo Lues TA 20122013Penelitian ini melangkapi kegiatan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sains dengan menggunakan pembelajaran action learning pada materi pokok Sumber Daya Alam di kelas IV SD Negeri 1 Kutapanjang Tahun Ajaran 20122013 Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sains Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sains materi pokok Sumber Daya Alam dengan menggunakan pembelajaran action learning di kelas IV SD Negeri 1 Kutapanjang Tahun Ajaran 20122013Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Kutapanjang yang bertempat di Desa Kutapanjang Kecamatan Kutapanjang Kabupaten Gayo Lues Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 1 Kutapanjang yang berjumlah 30 orang siswa Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah action learningHasil penelitian ini diperoleh bahwa sebelum diberikan tindakan dari hasil tes awal siswa mendapat nilai rata-rata 3643 dengan ketuntasan klasikal sebesar 20 Setelah dilakukan siklus I dengan menggunakan pembelajaran action learning hasil postest tingkat penguasaan siswa meningkat menjadi rata-rata 5533 dengan ketuntasan klasikal sebesar 40 Selanjutnya setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II tingkat penguasaan siswa meningkat dengan nilai rata-rata 8773 dengan ketuntasan klasikal 8333 atau secara klasikal siswa telah mencapai ketuntasan dalam belajar Berdasarkan temuan dari hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran action learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sains materi pokok Sumber Daya Alam di kelas IV SD Negeri 1 Kutapanjang Tahun Ajaran 20122013http://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-hasil-belajar-siswa-pada-mata-pelajaran-sains-dengan-menggunakan-pembelajaran-action-learning-di-kelas-iv-sd-negeri-1-kutapanjang-kab-gayo-lues-ta-20122013-30474.htmlTue, 08 Apr 2014 09:08:04 +0700PEMBANGUNAN PENDIDIKAN TAMAN KANAK-KANAK DAN SEKOLAH DASAR 2005-2009http://digilib.unimed.ac.id/pembangunan-pendidikan-taman-kanakkanak-dan-sekolah-dasar-20052009-30473.htmlTue, 08 Apr 2014 09:05:27 +0700