UNIMED Digital Repository feedhttp://digilib.unimed.ac.idUNIMED Digital Repository | Digital Library , Theses, Journal Article, Publication, Research, Heritage, Paper, Multimedia , Literature, DocumentidCopyright (C) 2012-2015 UNIMED Digital RepositoryPengembangan modul pembelajaran inovatif pada pengajaran kesetimbangan kimia berdasarkan tuntutan kurikulum 2013Pengembangan modul pembelajaran inovatif pada pengajaran kesetimbangan kimia berdasarkan tuntutan kurikulum 2013 dijelaskan dalam skripsi ini Penelitian dilakukan untuk mengembangkan menginovasikan menstandarisasi dan mengujicobakan modul pembelajaran kesetimbangan kimia untuk mengetahui efektifitas pembelajaran siswa Pengembangan modul diawali dengan menganalisis buku kimia SMA kemudian mengembangkan berdasarkan silabus kimia kurikulum 2013 dan mengintegrasikan beberapa komponen seperti kegiatan laboratorium kegiatan luar sekolah media dan model yang sesuai Susunan materi disesuaikan dengan silabus kimia kurikulum 2013 untuk meningkatkan kognitif siswa pengadaan kegiatan praktikum untuk meningkatkan psikomotorik dan kegiatan luar sekolah untuk melihat afektif siswa Hal ini sesuai dengan standar kompetensi lulusan SKL kurikulum 2013 Media yang diintegrasikan berupa animasi macromedia flash untuk mempermudah penyampaian konsep modul dan menggunakan model pembelaran PBL dalam setiap sub pokok bahasan kesetimbangan kimia Standarisasi modul pembelajaran diketahui dari pemberian angket penilaian terhadap dosen guru kimia dan siswa sesuai dengan standar baik dari segi isi bahasa dan penyajian Hasil penilaian dari ketiga pihak terhadap modul sangat baik dikisaran 326-400 tepatnya pada 353 yang berarti modul yang dihasilkan valid tidak perlu revisi dan memenuhi standar sebagai media pembelajaran Setelah itu dilakukan ujicoba modul pembelajaran untuk mengetahui efektifitas modul pembelajaran kesetimbangan kimia yang diketahui dari kemampuan siswa mengerjakan soal kesetimbangan kimia sebelum dan sesudah proses pembelajaran yang dilakukan sebanyak dua kali dalam selang waktu dua minggu Motivasi belajar siswa diketahui dari pemberian angket diakhir proses pembelajaran Pembelajaran menggunakan modul efektif digunakan dalam proses pembelajaran dan meningkatkan motivasi belajar siswa Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata post-test siswa di kelas eksperimen yang menggunakan modul pembelajaran inovatif dan dikelas kontrol menggunakan buku teks kimia Efektifitas modul pembelajaran kesetimbangan kimia di kelas eksperimen di kelompok tinggi 10390 dan kelompok rendah adalah 10264 Sedangkan di kelas kontrol pada kelompok tinggi 9915 dan kelompok rendah 9831 Rata-rata nilai motivasi siswa di kelas eksperimen pada kelompok tinggi adalah 7800 dan kelompok rendah 7820 Sedangkan di kelas kontrol pada kelompok tinggi 7747 dan kelompok rendah 7753http://digilib.unimed.ac.id/pengembangan-modul-pembelajaran-inovatif-pada-pengajaran-kesetimbangan-kimia-berdasarkan-tuntutan-kurikulum-2013-34508.htmlThu, 26 Feb 2015 16:13:59 +0700Efektivitas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD Student Teams Achievement Divisionmenggunakan microsoft office power point pada pokok bahasan larutan penyanggaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kimia siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD Student Teams Achievement Division menggunakan Microsoft Office Power Point lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar kimia siswa yang diajar dengan model pembelajaran Direct Instruction menggunakan Microsoft Office Power Point pada pokok bahasan larutan penyangga dan untuk mengetahui besar efektivitas pembelajaran kooperatif tipe STAD menggunakan Microsoft Office Power Point pada pokok bahasan larutan penyangga Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dan desain penelitian ini adalah Pretest-Posttest Control Grup Design Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Swasta RK Delimurni Sibolangit yang berjumlah 2 kelas Pengambilan sampel dilakukan sampling total yaitu kelas XI B sebagai kelas eksperimen I dan kelas XI A sebagai kelas eksperimen II Sampel penelitian kelas eksperimen I dan kelas eksperimen II masing-masing berjumlah 38 orang Instrumen yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa adalah tes objektif dalam bentuk pilihan ganda berjumlah 20 soal Kelas Eksperimen I diberi pengajaran dengan pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dan kelas Eksperimen II diberi pegajaran dengan pembelajaran DI Dari hasil penelitian untuk kelas STAD diperoleh nilai rata-rata gain sebesar 06679 00885 sedangkan untuk kelas DI adalah 05386 01052 Persentase peningkatan hasil belajar siswa pada kelas STAD adalah 6625 sedangkan pada kelas DI adalah 5395 persen efektivitas pembelajaran menggunakan kooperatif tipe STAD 1856 Data kedua kelas berdistribusi normal dan memiliki varians yang homogen sehingga diperoleh hasil uji t dengan thitung ttabel 5813 1667 yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peningkatan hasil belajar kimia siswa dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan menggunakan Microsoft Office PowerPoint lebih baik dibanding dengan peningkatan hasil belajar kimia siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Direct Instrucsion menggunakan Microsoft Office PowerPointhttp://digilib.unimed.ac.id/efektivitas-penerapan-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-stad-student-teams-achievement-divisionmenggunakan-microsoft-office-power-point-pada-pokok-bahasan-larutan-penyangga-34507.htmlThu, 26 Feb 2015 16:10:43 +0700PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING CPS DISERTAI HIERARKI KONSEP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LARUTAN PENYANGGAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar kimia siswa dengan model pembelajaran Creative Peoblem Solving dengan hierarki konsep Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA di SMA Swasta Muhammadiyah 2 Medan yang berjumlah 2 kelas dan setiap kelas rata-rata terdiri dari 35 siswa Sampel dalam penelitian ini adalah sampel jenuh yaitu sampel yang diambil adalah seluruh populasi dan diambil dengan teknik purposive sampling dengan kelas XI IPA 1 adalah kelas eksperimen 1 sedangkan XI IPA 2 adalah kelas eksperimen 2Instrument yang dipakai dalam penelitian ini adalah instrument test dengan jumlah soal sebanyak 20 soal yang telah valid dan reliabe Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar kimia dengan model pembelajaran Creative Problem solving disertai hierarki konsep memberikan peningkatan hasil belajar Hal ini dapat dilihat dari uji hipotesis t pihak kanan 005 t hitung 25 t tabel 1671 sedangkan dari hasil peningkatan gain didapat sebesar 15 denga rata-rata 055 Model pembelajaran Creative Problem SolvingCPS disertai hierarki konsep dapat meningkatkan hasil belajar siswa di SMA Swasta Muhammadiyah 2 Medan pada materi Larutan penyanggahttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-creative-problem-solving-cps-disertai-hierarki-konsep-untuk-meningkatkan-hasil-belajar-siswa-pada-materi-larutan-penyangga-34506.htmlThu, 26 Feb 2015 16:06:48 +0700EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA WINDOWS MOVIE MAKERPADA POKOK BAHASAN LARUTAN PENYANGGAPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah hasil belajar kimia siswa pada pembelajaran model Problem Based Learning dengan menggunakan media Windows Movie Maker lebih tinggi daripada hasil belajar kimia siswa pada pembelajaran model Problem Based Learning tanpa menggunakan media pada pokok bahasan larutan penyangga di MAN 2 Model Medan pada kelas XI IPA semester genap tahun ajaran 20132014 Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimenPengambilan sampel dilakukan dengan cara purposif sampling Sebagai alat pengumpul data hasil belajar digunakan tes objektif berjumlah 20 soal yang telah teruji validitas Dari hasil penelitian untuk kelas eksperimen I diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 2393 dan postest adalah 8690 Sedangkan kelas eksperimen II nilai rata-rata pre test adalah 2441 dan post test adalah 8095 Nilai rata-rata gain kelas eksperimen I diperoleh 035 dan nilai rata-rata gain untuk kelas eksperimen II dalah 031 sehingga diperoleh persen efektifitas pembelajaran model PBL dengan menggunakan media Windows Movie Maker pada kelas eksperimen I sebesar 1048 Berdasarkan hasil uji normalitas dan homogen pre test dan post test terbukti data kedua kelas terdistribusi normal dan homogen Hasil uji t pihak kanan diperoleh thitung 305 dan ttabel 167 sehingga thitung ttabel yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak Berdasarkan hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar kimia siswa pada pembelajaran model PBL yang menggunakan media Windows Movie Maker lebih tinggi secara signifikan daripada hasil belajar kimia siswa pada pembelajaran model PBL tanpa menggunakan media pada pokok bahasan larutan penyangga di MAN 2 Model Medanhttp://digilib.unimed.ac.id/efektivitas-penerapan-model-problem-based-learning-dengan-menggunakan-media-windows-movie-makerpada-pokok-bahasan-larutan-penyangga-34505.htmlThu, 26 Feb 2015 16:03:16 +0700Pengaruh Partisipasi Anggaran dan Kejelasan Sasaran Anggaran Terhadap Kinerja Dinas Pendapatan Pengelolahan Keuanagan Dan Aset Daerah Kabupaten LabuhanbatuPermasalahan dalam penelitian ini adalah apakah partisipasi anggaran dan kejelasan sasaran anggaran berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap kinerja Dinas Pendapatan Pengelolahan Keuangan Dan Aaset Daerah Kabupaten Labuhanbatu Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh partisipasi anggaran dan kejelasan sasaran anggaran terhadap kinerja Dinas Pendapatan Pengelolahan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Labuhanbatu baik secara parsial maupun simultanPenelitian ini dilakukan pada Dinas Pendapatan Pengelolahan Keungan Dan Aset Daerah Kabupaten Labuhanbatu dengan populasi sebanyak 86 dan 80 responden sebagai sampelnya Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara menyebarkan kuesioner Teknik analisis datanya menggunakan beberapa uji yaitu uji kualtias data analisis regresi berganda Adjusted R Square uji normalitas uji heteroskedastisitas uji mulikolinearitas dan uji hipotesisHasil Penelitian ini menyatakan bahwa semua item pertanyaan pada kuesioner dinyatakan valid dan reliabel karena nilai rhitung rtabel dan nilai Cronbach Alpha 060 Pada pengujian hipotesis secara parsial atau uji t pada variabel partisipasi penyusunan anggaran dikatakan berpengaruh denagn nilai signifikan 0000 005 dan nilai t hitung 3988 1680 t tabel maka hipotesis 1 diterima pada variabel kejelasan sasaran anggaran dikatakan tidak berpengaruh dengan nilai signifikan kejeasan sasaran anggaran 0728 005 dan nilai t hitung 0269 t tabel 1680 maka hipotesis 2 ditolak Pada pengujian hipotesis secara simultan atau uji F dikatakan berpengaruh dengan nilai signifikan 0001 005 dan nilai Fhitung 8599 Ftabel 3209 maka hipotesis 3 diterimaKesimpulan dari penelitian ini adalah secara parsial partisipasi penyusunan anggaran berpengaruh terhadap kinerja Dinas Pendapatan Penglolahan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Labuhanbatu sedangkan kejelasan sasaran anggaran tidak berpengaruh terhadap kinerja Dinas Pendapatan Pengelolahan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Labuhanbatu sedangkan secara simultan terdapat pengaruh dari partisipasi penyusunan anggaran dan kejelasan sasaran anggaran terhadap kinerja Dinas Pendapatan Pengelolahan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Labuhanbatuhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-partisipasi-anggaran-dan-kejelasan-sasaran-anggaran-terhadap-kinerja-dinas-pendapatan-pengelolahan-keuanagan-dan-aset-daerah-kabupaten-labuhanbatu-34504.htmlThu, 26 Feb 2015 15:59:35 +0700Pengaruh kepemilikan manajerial institusional terhadap biaya hutang melalui Good Corporate Governance pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek IndonesiaTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepemilikan manajerialinstitusional terhadap biaya hutang melalui good corporate governance Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia BEI pada tahun 2012 Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan maka jumlah perusahaan yang memenuhi syarat sebagai sampel adalah sebanyak 33 perusahaan Hasil penelitian menyatakan Pengaruh kepemilikan manajerial institusionalterhadap biaya hutang melalui Good Corporate Governance dalam bentuk regresi berganda sebagai berikut Pada persamaan satu Y 800950057X1-0122X2 Artinya jika tidak ada kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional maka good corporate governance adalah sebesar 80095 Namun apabila kepemilikan manajerial naik satu satuan maka akan menaikkan good corporate governance sebesar 0057 dan apabila kepemilikan institusional naik satu satuan maka akan menurunkan good corporate governance sebesar 0122 dengan variabel lainnya tetap Pada persamaan kedua Z 00010331Y0351 X10292 X2 Artinya jika tidak ada kepemilikan manajerial kepemilikan institusional dan good corporate governance maka biaya hutang adalah sebesar 0001 Namun apabila good corporate governance naik satu satuan maka akan menaikkan biaya hutang sebesar 0331 sedangkan apabila kepemilikan manajerial naik satu satuan maka biaya hutang adalah sebesar 0351 dan apabila kepemilikan institusional naik satu satuan maka biaya hutang akan naik sebesar 0292 Dengan variabel lainnya tetapDari hasil hipotesis yang menggunakan uji f pada persamaan satu menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional tidak berpengaruh signifikan terhadap good corporate governance f hitung 0368 dengan signifikansi 0695 Sedangkan pada persamaan kedua bahwa good corporate governance kepemilikan manajerial kepemilikan institusional tidak berpengaruh signifikan terhadap biaya hutang f hitung 2592 dengan signifikansi 0072http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-kepemilikan-manajerial-institusional-terhadap-biaya-hutang-melalui-good-corporate-governance-pada-perusahaan-manufaktur-yang-terdaftar-di-bursa-efek-indonesia-34503.htmlThu, 26 Feb 2015 15:51:59 +0700Pengaruh Debt To Equity Ratio Earning Per Share dan Risiko Sistematis Terhadap Harga Saham Sektor Properti Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2012Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Debt To Equity Ratio Earning Per Share dan Risiko Sistematis terhadap Harga Saham Sektor Properti Real Estate dan Konstruksi Bangunan yang merupakan sektor yang sangat prospektif dalam perekonomian dan pasar investasi di Indonesia Variabel eksogen yang digunakan dalam penelitian ini adalah debt to equity ratio Sedangkan variabel endogen dalam penelitian ini adalah Earning Per Share Beta dan Harga sahamPopulasi dalam penelitian ini adalah Perusahaan Properti dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2008-2012 yang berjumlah 54 perusahaan sedangkan sampel yang digunakan adalah 38 Perusahaan pada tahun 2008-2012 Data penelitian ini diperoleh dari publikasi Indonesia Stock Exchange IDX dan Yahoo FinanceTeknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling dimana jumlah amatan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 190 38 x 5 tahun Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis jalur Hasil penelitian menunjukkan bahwa Debt to Equity Ratio berpengaruh langsung terhadap Earning Per Share yaitu 0056 dengan signifikansi sebesar 0444 Debt to Equity Ratio berpengaruh langsung terhadap Beta yaitu sebesar 0109 dengan signifikansi sebesar 0008 Debt to Equity Ratio berpengaruh langsung terhadap harga saham sebesar 0171 dengan signifikansi sebesar 0039 Earning Per Share berpengaruh langsung terhadap beta sebesar 0047 dengan signifikansi sebesar 0512 Earning Per Share berpengaruh langsung terhadap harga saham yaitu sebesar 0699 dengan signifikansi sebesar 0000 Beta berpengaruh langsung terhadap harga saham sebesar 0044 dengan signifikansi sebesar 0060 Dari persamaan jalur Sub struktur 1 menunjukkan bahwa besarnya pengaruh variabel Debt To Equity Ratio terhadap Earning Per Share yaitu sebesar 16 sedangkan sisanya yaitu 0984 atau 984 dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini Sub struktur 2 dari persamaan jalur menunjukkan bahwa besarnya pengaruh variabel Debt To Equity Ratio dan Earning Per Share terhadap BETA yaitu sebesar 159 sedangkan sisanya yaitu 0841 atau 841 dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini Sub struktur 3 dari persamaan jalur menunjukkan bahwa besarnya pengaruh variabel Debt To Equity Ratio Earning Per Share dan BETA terhadap harga saham yaitu sebesar 593 sedangkan sisanya yaitu 0407 atau 407 dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian inihttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-debt-to-equity-ratio-earning-per-share-dan-risiko-sistematis-terhadap-harga-saham-sektor-properti-di-bursa-efek-indonesia-tahun-20082012-34502.htmlThu, 26 Feb 2015 15:48:08 +0700Pengaruh Debt To Equity Ratio Earning Per Share dan Risiko Sistematis Terhadap Harga Saham Sektor Properti Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2012Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Debt To Equity Ratio Earning Per Share dan Risiko Sistematis terhadap Harga Saham Sektor Properti Real Estate dan Konstruksi Bangunan yang merupakan sektor yang sangat prospektif dalam perekonomian dan pasar investasi di Indonesia Variabel eksogen yang digunakan dalam penelitian ini adalah debt to equity ratio Sedangkan variabel endogen dalam penelitian ini adalah Earning Per Share Beta dan Harga sahamPopulasi dalam penelitian ini adalah Perusahaan Properti dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2008-2012 yang berjumlah 54 perusahaan sedangkan sampel yang digunakan adalah 38 Perusahaan pada tahun 2008-2012 Data penelitian ini diperoleh dari publikasi Indonesia Stock Exchange IDX dan Yahoo FinanceTeknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling dimana jumlah amatan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 190 38 x 5 tahun Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis jalur Hasil penelitian menunjukkan bahwa Debt to Equity Ratio berpengaruh langsung terhadap Earning Per Share yaitu 0056 dengan signifikansi sebesar 0444 Debt to Equity Ratio berpengaruh langsung terhadap Beta yaitu sebesar 0109 dengan signifikansi sebesar 0008 Debt to Equity Ratio berpengaruh langsung terhadap harga saham sebesar 0171 dengan signifikansi sebesar 0039 Earning Per Share berpengaruh langsung terhadap beta sebesar 0047 dengan signifikansi sebesar 0512 Earning Per Share berpengaruh langsung terhadap harga saham yaitu sebesar 0699 dengan signifikansi sebesar 0000 Beta berpengaruh langsung terhadap harga saham sebesar 0044 dengan signifikansi sebesar 0060 Dari persamaan jalur Sub struktur 1 menunjukkan bahwa besarnya pengaruh variabel Debt To Equity Ratio terhadap Earning Per Share yaitu sebesar 16 sedangkan sisanya yaitu 0984 atau 984 dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini Sub struktur 2 dari persamaan jalur menunjukkan bahwa besarnya pengaruh variabel Debt To Equity Ratio dan Earning Per Share terhadap BETA yaitu sebesar 159 sedangkan sisanya yaitu 0841 atau 841 dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini Sub struktur 3 dari persamaan jalur menunjukkan bahwa besarnya pengaruh variabel Debt To Equity Ratio Earning Per Share dan BETA terhadap harga saham yaitu sebesar 593 sedangkan sisanya yaitu 0407 atau 407 dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian inihttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-debt-to-equity-ratio-earning-per-share-dan-risiko-sistematis-terhadap-harga-saham-sektor-properti-di-bursa-efek-indonesia-tahun-20082012-34501.htmlThu, 26 Feb 2015 15:44:39 +0700Pengaruh Kegiatan Usaha Bordir Terhadap Tingkat Pendapatan Keluarga Study Pada Usaha Para Ibu Rumah Tangga Di Kelurahan Tebing Tinggi Lama Kecamatan Tebing Tinggi KotaKondisi krisis ekonomi yang dialami oleh bangsa Indonesia saat ini berdampak sangat luas dan memberatkan kehidupan masyarakat dari semua lapisan Dalam keadaan ekonomi yang tidak menentu setiap keluarga pada dasarnya harus menyesuaikan diri Antara lain dengan memanfaatkan anggota rumah tangga untuk bekerja sebagai upaya meningkatkan pendapatan keluarga Upaya peningkatan pendapatan ini ditempuh melalui usaha produktivitas seluruh sumber daya manusia yang ada dalam keluarga Diantara anggota keluarga yang produktif untuk menambah pendapatan adalah para istri Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan usaha bordir di Kelurahan Tebing Tinggi Lama dan apakah kegiatan usaha bordir berpengaruh terhadap tingkat pendapatan keluarga di Kelurahan Tebing Tinggi Lama Populasi penelitian ini berjumlah 30 orang penguasaha bordir Sedangkan sampel penelitian ini adalah 30 orang Instrumen yang digunakan adalah angket Teknik analisis data menggunakan rumus regresiBordir adalah salah satu kerajinan yang dimiliki oleh masyarakat Kerajinan bordir ini sudah ada dan berkembang di beberapa daerah dengan motif dan hiasan khas daerah masing-masing Pendapatan merupakan semua penerimaan seseorang sebagai balas jasanya dalam proses produksi Balas jasa tersebut bisa berupa upah bunga sewa maupun laba tergantung pada faktor produksi pada yang dilibatkan dalam proses produksiJenis penelitian ini adalah penelitian kwantitatif Populasi penelitian ini berjumlah 30 orang pengusaha bordir Sedangkan sampel penelitian ini adalah 30 orang Alat pengumpulan data menggunakan angket dan observasi Sedangkan teknik analisa data menggunakan rumus regresiHasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan positif antara kegiatan usaha bordir terhadap tingkat pendapatan keluarga pada usaha ibu rumah tangga di Kelurahan Tebing Tinggi Lama Dari pembahasan penelitian diketahui bahwa keberadaan usaha bordir sangat berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat sekitar karena dengan adanya usaha bordir tentunya akan membutuhkan tenaga kerja dari masyarakat sekitar Industri kerajinan bordir di Kelurahan Tebing Tinggi Lama memproduksi busana muslim kebaya mukena kerudung dan peralatan rumah tangga seperti taplak meja bahkan pakaian untuk acara perkawinan yang terdapat variasi bordirKesimpulan penelitian yakni ada pengaruh kegiatan usaha bordir terhadap tingkat pendapatan keluarga pada usaha ibu rumah tangga di Kelurahan Tebing Tinggi Lama Kecamatan Tebing Tinggi Kota hal ini diketahui dari hasil pengujian diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0416 berarti tingkat pendapatan keluarga pada usaha ibu rumah tangga di Kelurahan Tebing Tinggi Lama mempunyai hubungan positif atau searah dengan kegiatan usaha bordir karena koefisien regresi bernilai positifhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-kegiatan-usaha-bordir-terhadap-tingkat-pendapatan-keluarga-study-pada-usaha-para-ibu-rumah-tangga-di-kelurahan-tebing-tinggi-lama-kecamatan-tebing-tinggi-kota-34500.htmlThu, 26 Feb 2015 15:34:17 +0700AN ANALYSIS OF PERSONAL DEIXIS IN KEVIN RUDDS RESIGNATION SPEECHThe phenomenon of deixis is still the dominant topic for investigation in the field of pragmatics This study seeks to analyze types of person deixis categories in the Resignation Speech of Kevin Rudd the former minister for Foreign Affairs in Australia The study used the framework of deixis proposed by Stephen Levinson 1983 as well as a pragmatic approach for the analysis of distinct types of person deixis elements in this speech The objectives of this study were to identify and classify the person deixis in the speech It was decided that the best method for this analysis to adopt the qualitative research design To analyze the data theory of Deixis from Levinson 1983 covering the person deixis were used Hence to collect the data of the research methods of conducting the descriptive statistics was employed This study concludes that the speech used the first person singular deixis which implied that the resignation was due to the speakers willingnesshttp://digilib.unimed.ac.id/an-analysis-of-personal-deixis-in-kevin-rudds-resignation-speech-34499.htmlThu, 26 Feb 2015 14:26:48 +0700KAJIAN STUKTURAL CERPEN KEMBANG MAYANG KARYA TITIE SAIDCerpen Kembang Mayang ini bertema tentang emansipasi perempuan Cerpen ini menggunakan alur maju meskipun ada sedikit flashback di tengah penceritaan Akan tetapi flashback di sini tidak mempengaruhi jalan cerita secara menyeluruh hanya sekedar memperkuat jalan cerita saja Tokoh utama dalam cerpen Kembang Mayang adalah tokoh Eka Sedangkan tokoh ibu bapak Mulyo dan ketujuh adiknya hanya tokoh tambahan yang hanya sekedarnya yang berfungsi sebagai penguat cerita Tokoh Eka berwatak keras bertanggung jawab dan penyayang Cerpen ini berlatar pada dini hari menjelang shubuh di sebuah rumah di Ciganjur Pengarang pada cerpen Kembang Mayang menggunakan sudut pandang ketiga pelaku utama tidak menggunakan kata aku tapi menceritakan si tokoh utama hanya menggunakan kata ganti nama Cerpen ini menggunakan gaya bahasa yang lugas dan sederhana Meskipun sedikit diselingi dengan perumpamaan-perumpamaan tertentu Akan tetapi tidak mengubah kelugasannyahttp://digilib.unimed.ac.id/kajian-stuktural-cerpen-kembang-mayang--karya-titie-said-34498.htmlThu, 26 Feb 2015 13:54:43 +0700PENINGKATAN PRESTASI DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH ICT MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIFMahasiswa di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia kurang memiliki minat yang baik dalam meningkatkan prestasi belajarnya dan memiliki kemandirian belajar bersama dengan sesama mahasiswa Penyebab dari permasalahan tersebut karena kurang tepatnya strategi pembelajaran yang digunakan oleh dosen Dosen kurang memberikan kebebasan berpikir dan berkreasi sendiri dalam menyelesaikan permasalahan pengkajian teori dalam perkuliahan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi dan kemandirian belajar mahasiswa pada mata kuliah ICT melalui pembelajaran kooperatif tipe group investigationBerdasarkan hasil penelitian diperoleh data peningkatan prestasi mahasiswa dari siklus I rata-rata nilai mahasiswa 7015 dan siklus II nilai rata-rata mahasiswa 8206 sehingga dapat disimpulkan bahwa melalui model pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan prestasi dan kemandirian belajar mahasiswa pada mata kuliah ICT di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS Unimedhttp://digilib.unimed.ac.id/peningkatan-prestasi-dan-kemandirian-belajar-mahasiswa-pada-mata-kuliah-ict-melalui-pembelajaran-kooperatif-34497.htmlThu, 26 Feb 2015 12:41:42 +0700BAHAS JULI-SEPTEMBER 2014-http://digilib.unimed.ac.id/bahas-juliseptember-2014-34496.htmlThu, 26 Feb 2015 12:21:53 +0700Etos Kerja Petani Penggarap dan Petani Pemilik Di Desa Sukaramai Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak BharatPermasalah dalam penelitian ini etos kerja masyarakat petani penyebab lambannya peningkatan pertanian di desa sukaramai Rendahnya kesadaran petani dalam melakukan pekerjaannya belum maksimalnya menerapkan panca usaha tani adanya lahan-lahan yang terbengkalailahan kosong tidak diproduksikan masih bekerja secara tradisonalturun-temurun hasil panen terus menurun pengetahuan petani tentang teknik bertani masih kurang Penelitian bertujuan untuk mengetahui etos kerja petani penggarap dan petani pemilik Di Desa SukaramaiJenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif Populasi penelitian sebanyak 517 dan sampel penelitian sebanyak10 menjadi 51 orang Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket berbentuk semi tertutup yang berjumlah 25 item menggunanakan rumus PFN100Etos kerja petani merupakan cara mengubah perilaku kerja yang asal-asalan etos kerja petani memiliki lima sikap yaitu efektif efisien kerja keras disiplin dan orientasi kemasa depan dilihat dari bagaimana cara pengolahan lahan penggunaan bibit pemupukan pengairan dan penggunaan pestisida yang digunakan dalam proses pertanianHasil penelitian menunjukkan bahwa etos kerja petani penggarap sudah tergolong baik dimana 68 sudah bekerja secara efektif 62 sudah efisien 64 sudah kerja keras 60 sudah disiplin dalam bekerja namun dalam orientasi kemasa depan mayoritas petani penggarap masih kurang baik dilihat hanya 38 yang mampu berorientasi kemasa depan karena hasil yang selama ini diperoleh harus sistem bagi hasil kepada petani pemilik Sedangkan etos kerja petani pemilik tergolong kurang baik dilihat dari hanya 37 bekerja secara efektif 36 bekerja efisien 49 bekerja keras 41 yang disiplin dan untuk orientasi kemasa depan mayoritas petani pemilik dapat dikatakan baik dilihat dari 60 petani pemilik mampu berorientasi kemasa depan Diharapkan bagi petani terutama untuk petani pemilik agar mengikis sikap kerja yang asal-asalan dan meningkatkan etos kerja dalam pekerjaan bertanihttp://digilib.unimed.ac.id/etos--kerja-petani-penggarap-dan-petani-pemilik-di-desa-sukaramai-kecamatan-kerajaan-kabupaten-pakpak-bharat-34495.htmlThu, 26 Feb 2015 11:56:29 +0700Strategi Pemasaran Yang Dilakukan Pedagang Salak Lokal Di Desa Pon Kabupaten Serdang BedagaiPermasalahan dalam penelitian ini adalah 1 sulitnya pedagang salak lokal dalam menentukan strategi dalam melakukan pemasaran agar tidak kalah bersaing dengan salak jenis lain 2 banyaknya jenis salak yang ada di pasaran saat ini 3 tempat untuk memasarkan salak di Desa Pon terlihat tidak menarik 4 jumlah produksi salak yang rendah 5 dan berkurangnya konsumen yang datang Tujuan dari penelitian ini adalah 1 untuk mengetahui gambaran tentang kondisi pemasaran yang dilakukan pedagang salak lokal di Desa Pon Kabupaten Serdang Bedagai 2 untuk mengetahui strategi pemasaran yang dilakukan pedagang salak lokal di Desa Pon Kabupaten Serdang Bedagai dalam menghadapi persaingan pasar 3 untuk mengetahui hasil dari pelaksanaan strategi yang dilakukan pedagang salak lokal di Desa Pon Kabupaten Serdang Bedagai dalam menghadapi persaingan pasar Teori yang diangkat dari Kotler yang mengemukakan pendapatnya tentang pengertian strategi pemasaran merupakan logika pemasaran yang digunakan dengan harapan agar unit bisnis dapat mencapai tujuan Dan ada lima kekuatan dalam persaingan menurut Porter yaitu para pesaing industri calon pendatang substitusi pembeli dan pemasok Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif informan dalam penelitian ini adalah 3 orang pedagang salak di Desa Pon Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi wawancara dan dokumentasiDengan demikian hasil penelitian dilapangan menunjukkan bahwa pedagang salak lokal di Desa Pon Kabupaten Serdang Bedagai melakukan strategi pemasaran dalam menghadapi persaingan pasar dengan baik Oleh karena itu strategi pemasaran yang dilakukan pedagang salak lokal di Desa Pon Kabupaten Serdang Bedagai dapat memberikan hasil yang positif dalam menghadapi persaingan antar buah sejenis yang ada di pasaran saat inihttp://digilib.unimed.ac.id/strategi-pemasaran-yang-dilakukan-pedagang-salak-lokal-di-desa-pon-kabupaten-serdang-bedagai-34494.htmlThu, 26 Feb 2015 11:53:24 +0700Hubungan Efektivitas Komunikasi Dalam Keluarga Dengan Penyesuaian Diri Remaja Di Lingkungan XV Kelurahan Sidorejo Kecamatan Medan TembungPermasalahan dalam penelitian ini adalah remaja di Lingkungan XV Kelurahan Sidorejo Kecamatan Medan Tembung melakukan perilaku menyimpang yang disebabkan karena kurang mampu melakukan penyesuaian diri Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara efektivitas komunikasi dalam keluarga dengan penyesuaian diri remaja di Lingkungan XV Kelurahan Sidorejo Kecamatan Medan TembungMenurut Djamarah 2004 komunikasi dalam keluarga merupakan proses yang berlangsung secara timbal balik dan silih berganti karena adanya sesuatu pesan yang ingin disampaikan baik antara orangtua ke anak atau dari anak ke orangtua atau dari anak ke anak Penyesuaian diri remaja menurut Serli 2013 merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh remaja untuk mempertemukan tuntutan diri sendiri dengan lingkunganJenis penelitian yang digunakan deskriptif asosiatif dengan pendekatan kuantitatif Sampel berjumlah 43 orang remaja Teknik pengumpulan data menggunakan angket teknik analisis data menggunakan rumus korelasi product moment uji t dan uji determinasiHasil penelitian menunjukkan rhitung rtabel 0769 0301 yang berarti bahwa terdapat hubungan antara efektivitas komunikasi dalam keluarga dengan penyesuaian diri remaja Berdasarkan pengujian koefisien determinasi diperoleh 5914 penyesuaian diri remaja dipengaruhi oleh efektivitas komunikasi dalam keluarga Dapat disimpulkan bahwa bila efektivitas komunikasi dalam keluarga terlaksana maka akan meningkat kemampuan remaja dalam melakukan penyesuaian dirihttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-efektivitas-komunikasi-dalam-keluarga-dengan-penyesuaian-diri-remaja-di-lingkungan-xv-kelurahan-sidorejo-kecamatan-medan-tembung-34493.htmlThu, 26 Feb 2015 11:50:43 +0700Pengaruh Kemiskinan Keluarga Terhadap PandanganTentang Pendidikan Anak Di Kelurahan Bandar Sinembah Kecamatan Binjai Barat Kota Binjai Tahun 2014Permasalahan dalam penelitian ini yaitu 1 Masih banyaknya warga masyarakat Bandar Sinembah yang hidup dalam kemiskinan hal ini dibuktikan dengan masih adanya pendapatan warga masyarakat sebesar Rp 450000 perbulan 2 Masih banyak warga masyarakat Bandar Sinembah yang berpendidikan rendah 3 Kurangnya perhatian masyarakat terhadap pendidikan anak hal ini dibuktikan dengan anak yang usia sekolah ikut membantu bekerja mencari nafkah Tujuan dari penelitian ini yaitu 1 Untuk mengetahui kondisi kemiskinan Di Kelurahan Bandar Senembah Kecamatan Binjai Barat Kota Binjai 2 Untuk mengetahui tingkat pendidikan anak di Kelurahan Bandar Senembah Kecamatan Binjai Barat Kota Binjai 3 Untuk mengetahui pengaruh Kemiskinan keluarga terhadap tingkat pendidikan anak di Kelurahan Bandar Senembah Kecamatan Binjai Barat Kota BinjaiPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan sampel sebanyak 34 orang Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data penelitian ialah kemiskinankeluarga Terhadap Pandanganterhadappendidikananak dengan menggunakan angket Untuk mencari pengaruh antara variabel X dan Y dengan menggunakan rumus Uji regresi linierTemuan penelitian menunjukkan bahwa korelasi antara variabel kemiskinankeluarga X Terhadap pandangantentangpendidikan anal Y sebesar 029 dengan koefisien determinasi sebesar 008 Melalui uji t diperoleh harga thitung sebesar 171 Sedangkan nilai ttabel sebesar 170 Ternyata perbandingan harga thitung dengan ttabel 2171170 hal ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh antara kemiskinankeluarga terhadap pandangantentangpendidikananak di kelurahan Bandar SinembahBinjai Barathttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-kemiskinan-keluarga-terhadap-pandangantentang-pendidikan-anak-di-kelurahan-bandar-sinembah-kecamatan-binjai-barat-kota-binjai-tahun-2014-34492.htmlThu, 26 Feb 2015 11:47:23 +0700Partisipasi Ibu Rumah Tangga dalamMendukung Peningkatan Ekonomi Keluarga di Desa Sei SemayangKecamatan Sunggal Kabupaten Deli SerdangPermasalahan dalam penelitian ini adalah seberapa besar partisipasi iburumah tangga mendukung ekonomi keluarga di Desa Sei Semayang KecamatanSunggal Kabupaten Deli Serdang Serta penelitian ini bertujuan Untukmengetahui seberapa tinggi tingkat partisipasi ibu rumah tangga mendukungpeningkatan ekonomi keluarga di Desa Sei Semayang Kecamatan SunggalKabupaten Deli SerdangPenelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif untuk inginmengetahui bagaimana Partisipasi Ibu Rumah Tangga dalam MendukungPeningkatan Ekonomi Keluarga di Desa Sei Semayang yang berjumlah berjumlahsekitar 63 Kepala Keluarga Untuk memperoleh data yang diperlukan digunakandengan mengunakan angket berbentuk semi tertutup yang berjumlah 25 itemEkonomi keluarga merupakan suatu cara bagaimana keluarga mengaturperekonomiannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga kehidupanekonominya selalu berkembang dan lebih baik Seorang istri memiliki perananyang sangat besar dalam upaya peningkatan ekonomi keluarga baik sebagaiseorang PNS Pedagang Jasa Petani dan Buruh Sebagai seorang istri sangatmenentukan keadaan suatu ekonomi keluarga baik dalam perencanaanpelaksanaan pemanfaatan dan evaluasi peningkatan ekonomi keluargaHasil penelitian yang dilakukan di Desa Sei Semayang diperoleh bahwapartisipasi seorang ibu rumah tangga dalam usaha peningkatan ekonomi keluargamasih sudah cukup baik yaitu dalam perencanaan PNS memberikan partisipasiperencanaan 72 pelaksanaan 82 pemanfaatan 56 dan evaluasi 56Pedagang memberikan partisipasi perencanaan 55 pelaksanaan 59pemanfaatan 61 dan evaluasi 59 Jasa memberikan partisipasi perencanaan60 pelaksanaan 675 pemanfaatan 5250 dan evaluasi 4250 Petanimemberikan partisipasi perencanaan 50 pelaksanaan 5833 pemanfaatan5778 dan evaluasi 4556 Serta buruh memberikan partisipasi perencanaan6667 pelaksanaan 6083 pemanfaatan 60 dan evaluasi 4833 Halmenunjukkan bahwa partisipasi ibu rumah tangga dalam peningkatan ekonomikeluarga secara keseluruhan sudah cukup tinggihttp://digilib.unimed.ac.id/partisipasi-ibu-rumah-tangga-dalammendukung-peningkatan-ekonomi-keluarga-di-desa-sei-semayangkecamatan-sunggal-kabupaten-deli-serdang-34491.htmlThu, 26 Feb 2015 11:44:09 +0700Hubungan Komunikasi Verbal Orang Tua Dengan Kecerdasan Emosional Anak Usia 4-6 Tahun Di PAUD Rahmad Habibi Tanjung MorawaMasalah dalam penelitian ini yaitu orang tua kurang menjalin komunikasi dengan anak yang menyebabkan kecerdasan emosional anak yang kurang optimal Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi verbal orang tua dengan kecerdasan emosional anak usia 4-6 tahun di PAUD Rahmad Habibi Tanjung MorawaTeori yang digunakan dalam penelitian ini adalah komunikasi verbal yang dikemukakan oleh Muhammad 20077 mengemukakan bahwa Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan simbol-simbol atau kata-kata baik yang dinyatakan secara oral atau lisan maupun secara tulisan Kemudian teori kecerdasan emosional dikemukakan oleh Goleman 2002 512 kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang mengatur kehidupan emosinya dengan inteligensi menjaga keselarasan emosi dan pengungkapannya melalui keterampilan kesadaran diri pengendalian diri motivasi diri empati dan keterampilan sosialJenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional dan sifat masalah penelitian berupa asosiatif interaktif timbal balik Sampel dalam penelitian ini adalah 45 orang Alat pengumpul data yaitu angket observasi dan dokumentasi serta teknik analisis data menggunakan rumus korelasi product moment dan uji hipotesisHasil analisis korelasi product moment antara variabel X dan Y diperoleh rhitung rtabel 0789 0294 kategori tinggi Selanjutnya hasil perhitungan uji hipotesis diperoleh thitung ttabel yaitu 8459 1684 berarti Ha diterima Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi verbal orang tua dengan kecerdasan emosional anak usia 4-6 tahun di PAUD Rahmad Habibi Tanjung Morawahttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-komunikasi-verbal-orang-tua-dengan-kecerdasan-emosional-anak-usia-46-tahun-di-paud-rahmad-habibi-tanjung-morawa-34490.htmlThu, 26 Feb 2015 11:41:03 +0700Hubungan Pola Komunikasi Dalam Keluarga Dengan Keterampilan Sosial Remaja di Jalan Kuali Kelurahan Sei Putih Tengah Kecamatan Medan PetisahMasalah dalam penelitian ini yaitu terdapat kesenjangan antara keterampilan sosial remaja dengan keterampilan sosial remaja di Jl Kuali Keluarahan Sei Putih Tengah Kecamatan Medan Petisah terkhusus remaja usia 12-18 tahun Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa kuat hubungan yang terdapat antara Komunikasi dalam keluarga dengan keterampilan sosial remaja pada usia 12-18 tahun di Jl Kuali Kelurahan Sei Putih Tengah Kecamatan Medan PetisahJenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional Dengan mencari seberapa besar hubungan antara komunikasi dalam keluarga dengan keterampilan sosial remaja usia 12-18 tahun Sedangkan alat pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan angket Objek dalam penelitian ini adalah remaja usia 12-18 tahun yang berjumlah 106 orang namun sesuai pendapat Notoajmodjo dengan menggunakan rumus maka sampel yang diambil 81 orang Penelitian ini dilaksanakan pada remaja usia 12-18 tahun di Jl Kuali Kelurahan Sei Putih Tengah Kecamatan Medan PetisahDari hasil pengolahan dan analisis data kecenderungan variabel komunikasi dalam keluarga X rendah yang dibuktikan 48 responden masuk dalam kategori rendah sedangkan kecenderungan variabel keterampilan sosial remaja Y adalah tinggi yang dibuktikan dengan 40 responden masuk dalam kategori tinggi Hasil perhitungan korelasi antar variabel diperoleh 0470 0396 dan atau 2568 171 Berdasarkan analisa deskriptif dan korelasional variabel tersebut dapat disimpulkan bahwa antara variabel komunikasi dalam keluarga dengan keterampilan sosial remaja terdapat hubungan yang nyata Dari pernyataan di atas maka hipotesis dalam penelitian ini diterima Temuan ini memberikan masukan bagi semua pihak dalam upaya meningkatkan keterampilan sosial remaja melalui komunikasi dalam keluargahttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-pola-komunikasi-dalam-keluarga-dengan-keterampilan-sosial-remaja-di-jalan-kuali-kelurahan-sei-putih-tengah-kecamatan-medan-petisah-34489.htmlThu, 26 Feb 2015 11:37:41 +0700Hubungan Keterampilan Berkomunikasi Antarpribadi Tutor Dengan Motivasi Belajar Warga Belajar Paket C di Sanggar Kegiatan Belajar Kota BinjaiPermasalahan dalam penelitian ini adalah 1 seberapa baik keterampilan berkomunikasi antarpribadi tutor dalam proses belajar mengajar di SKB Kota Binjai 2 seberapa tinggi motivasi belajar warga belajar paket C dalam mengikuti proses belajar mengajar di SKB Kota Binjai 3 apakah terdapat hubungan antara keterampilan berkomunikasi antarpribadi tutor dengan motivasi belajar warga belajar paket C di SKB Kota BinjaiTujuan dari penelitian ini adalah untuk 1 mengetahui keterampilan berkomunikasi antarpribadi tutor dalam proses belajar mengajar di SKB Kota Binjai 2 mengetahui motivasi belajar warga belajar paket C di SKB Kota Binjai 3 mengetahui hubungan antara keterampilan berkomunikasi antarpribadi tutor dengan motivasi belajar warga belajar paket C di Sanggar Kegiatan Belajar Kota BinjaiJenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif assosiatif dengan penyajian data berbentuk kuantitatif Populasi dalam penelitian ini adalah warga belajar paket C yang berjumlah 65 orang sekaligus dijadikan sampel penelitian Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket dan studi dokumentasi dengan teknik analisis data menggunakan deskriptif korelasional product moment uji t dan uji determinasiHasil penelitian dari perhitungan menjelaskan bahwa rhitung 61502 rtabel 0721 61502 0244 yang berarti bahwa terdapat hubungan antara keterampilan berkomunikasi antarpribadi tutor dengan motivasi belajar warga belajar paket C dari hasil pengujian hipotesis diperoleh thitung 61502 ttabel 8429 61502 1671 hal ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara keterampilan berkomunikasi antarpribadi tutor dengan motivasi belajar warga belajar paket C di SKB Kota Binjaihttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-keterampilan-berkomunikasi-antarpribadi-tutor-dengan-motivasi-belajar-warga-belajar-paket-c-di-sanggar-kegiatan-belajar-kota-binjai-34488.htmlThu, 26 Feb 2015 11:33:26 +0700PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SETS SCIENSE ENVIRONTMENT TECHNOLOGY SOCIETY TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMK T AMIR HAMZAH INDRAPURAPenggabungan antara Model Project Based Learning dengan pendekatan SETS merupakan model pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam merancang tujuan pembelajaran untuk menghasilkan produk atau proyek yang nyata dan mengajarkan siswa untuk berfikir kritis dan kreatif dengan mengaitkan sains khususnya kimia dengan lingkungan tekhnologi dan masyarakat Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah peningkatan hasil belajar kimia siswa yang diajarkan dengan Model Project Based Learning dengan Pendekatan SETS lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan hasil belajar kimia siswa yang diajarkan dengan pembelajaran konvensionalJenis penelitian ini adalah eksperimen tipe pretest-postest control group design dengan populasi seluruh siswa kelas XI Multimedia Indrapura yang terdiri dari 3 kelas Sampel penelitian diambil dengan dua tahap Tahap pertama secara acak random dan diperoleh 2 kelas yaitu kelas XI2 Multimedia dan XI3 Multimedia Dari dua kelas tersebut diperoleh sampel siswa yang diambil berdasarkan kehomogenan nilai pretes tehnik purpoosif Kelas eksperimen berjumlah 22 siswa dan kontrol berjumlah 22 siswa Pada masing-masing kelas dikelompokkan menjadi kelompok tinggi dan kelompok rendah Tes hasil belajar yang digunakan sebagai soal pretes dan post tes berjumlah 20 soal dalam bentuk pilihan berganda dengan 5 option yang telah dinyatakan valid dan reliabel serta telah diuji tingkat kesukaran dan daya bedanya Untuk menguji hipotesis digunakan uji t pihak kananDari hasil penelitian nilai rata-rata peningkatan hasil belajar kimia siswa kelas eksperimen kelompok tinggi adalah 35000 dan pada kelompok rendah adalah 44090 Pada kelas kontrol diperoleh nilai rata rata pada kelompok tinggi adalah 19230 dan pada kelompok rendah adalah 33333 Kedua kelas termasuk dalam kategori sedang Peningkatan hasil belajar dikedua kelas berdistribusi normal dan homogen Hasil pengujian hipotesis diperoleh thitung ttabel yaitu 3027 1683 pada taraf signifikansi 945 005 dan dk 42 Hal ini berarti terima Ha diterima dan Ho ditolakhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-project-based-learning-dengan-menggunakan-pendekatan-sets-sciense-environtment-technology--society-terhadap-hasil-belajar-kimia-siswa-smk-t-amir-hamzah-indrapura-34487.htmlThu, 26 Feb 2015 11:30:26 +0700Pengaruh Opsi Investasi Return On Investment dan Dividen terhadap Leverage Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2011Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh opsi investasi return on investment dan dividen terhadap leverage perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2008-2011 Populasi dalam penelitian ini sebanyak seratus tiga puluh satu 131 perusahaan yang terdaftar di BEI Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan sampel dalam penelitian ini berjumlah dua puluh tujuh 27 perusahaan Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari situs resmi BEI dengan tahun pengamatan 2008-2011 Alat uji yang digunakan adalah analisis jalur Hasil penelitian ini menyatakan pengaruh opsi investasi retun on investmen dan dividen terhadap leverage adalah sebagai berikut Y 0081X1 0265X2 0175X3 093 Dari hasil pengujian hipotesis yang menggunakan uji T dapat diambil kesimpulan opsi investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap leverage Return on investment dinyatakan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap leverage Dividen dinyatakan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap leverage perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEIhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-opsi-investasi-return-on-investment-dan-dividen-terhadap-leverage-perusahaan-manufaktur-yang-terdaftar-di-bursa-efek-indonesia-periode-20082011-34486.htmlThu, 26 Feb 2015 11:27:16 +0700Identifikasi Kesulitan Tutor Yang Bergelar Sarjana Non Kependidikan Dalam Proses Pembelajaran Kelompok Belajar Paket B Di Kota BinjaiPermasalahan dalam penelitian ialah masih banyaknya tutor paket B yang berasal dari latar belakang non kependidikan latar belakang pendidikan tutor kurang ideal untuk mengajar program paket B motivasi warga belajar yang kurang kuat fasilitas belajar bagi warga belajar masih terbatas dukungan pengelola dan pemerintah masih terbatas Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apa saja kesulitan tutor yang bergelar sarjana non kependidikan dalam proses pembelajaran kelompok belajar paket BDalam penelitian ini teori yang digunakan ialah Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No19 tahun 2005 tentang standar pendidikan nasional dikatakan bahwa standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik IndonesiaPenelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian adalah 2 orang tutor paket B yang bergelar sarjana non kependidikan di Kota Binjai yang ditentukan secara purposive Data dikumpulkan dengan teknik wawancara observasi dan dokumentasi Data yang terkumpul dianalisis dengan langkah Reduksi data penyajian data penarikan kesimpulan dan verifikasiHasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran kelompok belajar paket B di Kota Binjai tutor-tutor yang bergelar sarjana non kependidikan mengalami banyak kesulitan dalam proses pembelajaaran Kesimpulan yang dapat diperoleh dalam penelitian ini yaitu kesulitan-kesulitan yang teridentifikasi terletak pada 1 Proses perencanaan pembelajaran yaitu kesulitan dalam menyusun RPP dan silabus 2 Proses pelaksanaan pembelajaran yaitu kesulitan dalam kegiatan pendahuluan kegiatan inti eksplorasi elaborasi konfirmasi kegiatan penutup dan 3 Penilaian hasil pembelajaranhttp://digilib.unimed.ac.id/identifikasi-kesulitan-tutor-yang-bergelar-sarjana-non-kependidikan-dalam-proses-pembelajaran-kelompok-belajar-paket-b-di-kota-binjai-34485.htmlThu, 26 Feb 2015 11:23:44 +0700Hubungan Kemampuan Kader Menyampaikan Materi PIK-R Dengan Tingkat Pengetahuan Seks Remaja di Desa Dalu X-B Kecamatan Tanjung MorawaRumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1Seberapa baik kemampuan kader menyampaikan materi Pusat Informasi Konseling Remaja PIK-R 2Seberapa baik tingkat pengetahuan seks remaja 3Apakah terdapat hubungan antara kemampuan kader penyampaian materi PIK-R dengan tingkat pengetahuan seks remaja Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 kemampuan kader menyampaikan materi PIK-R 2 tingkat pengetahuan seks remaja 3 hubungan kemampuan kader menyampaikan materi Pusat Informasi Konseling Remaja PIK-R dengan tingkat pengetahuan seks remajaKemampuan kader Robin2007 adalah kecakapan seseorang untuk menguasai keahlian dalam melakukan beragam tugas dalam suatu pekerjaan Pengetahuan seks remaja Notoatmodjo2012 adalah segala informasi yang diterima oleh remaja yang diperoleh dari hasil melihat mendengar dan merasakan Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif Korelasional Populasi dalam penelitian ada 202 remaja dan sampel penelitian 20 dari populasi yang ada yaitu berjumlah 40 orang alat pengumpulan data dokumentasi dan angket teknik analisis data uji kecenderungan uji korelasi dan uji t Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan kemampuan kader menyampaikan materi PIK-R dengan Tingkat pengetahuan seks remaja Hal ini diketahui dari hasil perhitungan dengan menggunakan rumus product moment diperoleh rhitung sebesar 0670 sedangkan rtabel sebesar 0312 Setelah membandingkan kedua nilai tersebut diperoleh rhitung rtabel yaitu 06700312 Sehingga terdapat hubungan kemampuan kader menyampaikan materi PIK-R dengan Tingkat pengetahuan seks remaja thitung ttabel yaitu 556354 1684 Semakin baik kemampuan kader menyampaikan materi PIK-R maka semakin baik pula pengetahuan seks remajaKader dan anggota PIK-R dapat lebih bekerjasama untuk mengembangkan PIK-R yang ada di Desa Dalu X-B Kecamatan Tanjung Morawa agar lebih baikhttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-kemampuan-kader-menyampaikan-materi-pikr-dengan-tingkat-pengetahuan-seks-remaja-di-desa-dalu-xb-kecamatan-tanjung-morawa-34484.htmlThu, 26 Feb 2015 11:20:23 +0700Pengaruh Industri Rumah Tangga Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Keluarga Di Kecamatan Percut Sei TuanMasalah dalam penelitian ini adalah 1 Program pengentasan kemiskinan yang dilaksanakan pemerintah selama ini kurang memperhatikan partisipasi masyarakat 2 Kondisi ekonomi masyarakat masih rendah 3 Masih banyak jumlah masyarakat yang tergolong dalam keluarga pra sejahtera dan sejahtera 1 4 Masih banyak masyarakat miskin yang tidak mengikuti program UPPKS Penelitian ini bertujuan 1 Untuk mengetahui seberapa baik pelaksanaan industri rumah tangga di Kecamatan Percut Sei Tuan 2 Untuk mengetahui seberapa besar tingkat kesejahteraan keluarga di Kecamatan Percut Sei Tuan 3 Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh industri rumah tangga terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga di Kecamatan Percut Sei TuanIndustri rumah tangga menurut BKKBN adalah kegiatan yang anggotanya ibu-ibu rumah tangga Pra Sejahtera Sejahtera I Sejahtera II Sejahtera III dan Sejahtera III Plus Kesejahteraan keluarga menurut UU No10 tahun 2009 dalam BKKBN 2007 adalah kesejahteraan yang tidak menyangkut pada kemakmuran saja melainkan juga harus secara keseluruhan sesuai dengan ketenteraman yang berarti dengan kemampuan itulah dapat menuju keselamatan dan ketenteraman hidupPenelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 30 orang yaitu seluruh anggota UPPKS yang melaksanakan industri rumah tangga Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data penelitian menggunakan angket Teknik analisis data menggunakan korelasi produck moment dan pengujian hipotesis menggunakan uji tDari hasil temuan dapat diketahui terdapat hubungan antara kegiatan industri rumah tangga dengan kesejahteraan keluarga melalui rhitung rtabel 070637 0361 Dengan adanya kegiatan industri rumah tangga yang dilaksanakan melalui program UPPKS di Kecamatan Percut Sei Tuan telah meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan pembuktian bahwa thitung ttabel yaitu 52803 1697 berarti hipotesis diterima Dengan demikian dapat diambil kesimpulan kegiatan industri rumah tangga memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga di Kecamatan Percut Sei Tuanhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-industri-rumah-tangga-terhadap-peningkatan-kesejahteraan-keluarga-di-kecamatan-percut-sei-tuan-34483.htmlThu, 26 Feb 2015 11:17:24 +0700Tanggapan Tokoh Masyarakat Terhadap Perilaku Menyimpang Remaja di Kelurahan Tanjung Gusta Kecamatan Medan HelvetiaPermasalahan dalam penelitian ini adalah kesibukan orangtua dan kurangnya perhatian dan kepedulian terhadap pergaulan maupun aktivitas anak-anaknya di luar rumah serta kurangnya perhatian tokoh masyarakat terhadap aktivitas remaja di lingkungannya menyebabkan banyaknya remaja yang berperilaku menyimpang Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji dan mengetahui tanggapan para tokoh masyarakat terhadap perilaku menyimpang remaja di Kelurahan Tanjung Gusta Kecamatan Medan HelvetiaTanggapan adalah suatu proses kognitif yang dialami setiap orang di dalam memahami informasi tentang lingkungan baik lewat penglihatan pendengaran penghayatan dan penerimaan Tokoh masyarakat adalah orang yang memiliki wibawa kharisma sehingga ia dihormati atau diseganiPenelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kuantitatif Penelitian dilakukan di Kelurahan Tanjung Gusta Kecamatan Medan Helvetia Populasi penelitian adalah tokoh-tokoh masyarakat di Kelurahan Tanjung Gusta Kecamatan Medan Helvetia yang berjumlah sebanyak 46 orang Sampel dalam penelitian ini sebanyak 46 orang tokoh-tokoh masyarakat atau sampel total Pengumpulan data penelitian dengan menggunakan angket Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kuantitatif Hasil penelitian menunjukkan 63 tokoh masyarakat menganggap kenakalan remaja di Kelurahan Tanjung Gusta masih pada tingkat biasa saja 717 menyatakan bahwa perilaku remaja hingga saat ini masih pada tingkat biasa saja 891 menyatakan perlunya suatu wadah atau organisasi bagi remaja untuk menyalurkan bakat minat maupun hobby mereka 848 menganggap bahwa orang tua masih kurang perhatian dan peduli terhadap anak mereka yang berperilaku menyimpang 609 menyatakan lembaga pendidikan juga kurang memberikan perhatian dan kepedulian dan sebanyak 565 menyadari bahwa perhatian dan kepedulian pemerintah desa juga masih kurang sebanyak 696 menilai bahwa perilaku menyimpang remaja masih pada tingkat penyimpangan biasa 826 menilai perilaku menyimpang remaja dikarenakan kurangnya pendidikan dan kepedulian dari orang tua 587 menilai bahwa pihak yang seharusnya bertanggung jawab adalah orang tua 978 menilai bahwa cara persuasif merupakan cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi perilaku menyimpang para remaja sebanyak 978 menyikapinya dengan cara menyerahkan remaja kepada orang tuanya 674 menyatakan sangat perlu dilakukan pembinaan kepada remaja dan 674 beranggapan bahwa untuk mencegah para remaja agar tidak berperilaku menyimpang dapat dilakukan dengan cara memberikan pendidikan pengetahuan dan nasihat kepada remaja untuk tidak melakukan penyimpangan sosial karena melanggar norma dan dilarang oleh agamahttp://digilib.unimed.ac.id/tanggapan-tokoh-masyarakat-terhadap-perilaku-menyimpang-remaja-di-kelurahan-tanjung-gusta-kecamatan-medan-helvetia-34482.htmlThu, 26 Feb 2015 11:13:45 +0700ANALISIS KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER PADA BEBERAPA KOLEKSI GANDARIA Bouea sp YANG BERASAL DARI SUMATERA JAWA AMBON dan KALIMANTANGandaria Bouea sp merupakan tanaman buah tropik yang penyebarannya sangat jarang dijumpai di Indonesia Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis senyawa-senyawa metabolit sekunder meliputi senyawa alkaloid flavonoid saponin steroid dan triterpenoid yang terkandung dalam daun gandaria Bouea sp yang berasal dari Sumatera Lhok Sukon Lhok Seumawe Padang Bolak Bengkalis Pekan Baru Batu Sangkar Palembang Jawa Bogor dan Banten Kalimantan Kalimantan 1 dan Kalimantan 2 dan Ambon Penelitian dilakukan dengan cara analisis kualitatif pada uji alkaloid dengan menggunakan pereaksi Mayer Dragendorff dan Wagner uji senyawa flavonoid dengan ekstrak etanol uji senyawa steroid dan flavonoid dengan metode Liebermann-Burchard Hasil penelitian menunjukkan bahwa gandaria Bouea sp yang berasal dari Sumatera Jawa Kalimantan dan Ambon mengandung senyawa alkaloid flavonoid saponin dan triterpenoid sedangkan gandaria Bouea sp yang berasal dari Kalimantan1 mengandung steroidhttp://digilib.unimed.ac.id/analisis-kandungan-metabolit-sekunder-pada-beberapa-koleksi-gandaria-bouea-sp-yang-berasal-dari-sumatera-jawa-ambon-dan-kalimantan-34481.htmlThu, 26 Feb 2015 11:09:24 +0700IDENTIFIKASI TANAMAN PENYUSUN SARANG ORANGUTAN SUMATERA Pongo abelii DI BESITANG TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSERSUMATERA UTARAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman tanaman penyusun sarang orangutan Sumatera Pongo abelii mengetahui jenis tanaman yang paling dominan oleh orangutan Sumatera Pongo abelii untuk menyusun sarang mengetahui komposisi penyusun sarang orangutan Sumatera di Besitang Penelitian ini dilakukan di hutan sekunder Besitang Taman Nasional Gunung Leuser dari tanggal 7-13 April 2013 Penelitian ini menggunakan metode line transek dengan 4 Jalur transek transek IIIIIIIV yang digunakan untuk mengamati pohon sarang dan penyusun sarang orangutan Sumatera Hasil penelitian ini adalah ada 16 spesies tumbuhan yang digunakan sebagai tanaman penyusun sarang dengan jumlah 52 sarang Tanaman penyusun sarang sarang yang paling dominan adalah pakem 003 tampu jari-jari 0024 merak batu 0013 Untuk komposisi penyusun sarang orangutan juga dengan menggunakan daun dari persentase daun yaitu turi-turi 9482 ternangka 9474 tapak gajah 9474 dan persentase ranting yaitu pakem 625 tampu jari-jari 606 merak batu 557http://digilib.unimed.ac.id/identifikasi-tanaman-penyusun-sarang-orangutan-sumatera-pongo-abelii--di-besitang-taman-nasional-gunung-leusersumatera-utara-34480.htmlThu, 26 Feb 2015 11:05:45 +0700STUDI KEANEKARAGAMAN FITOPLANKTON DI ALIRAN SUNGAI LAU SITELU DESA NAMORAMBE KECAMATAN NAMORAMBE KABUPATEN DELI SERDANGPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman fitoplanktondan keadaan fisika kimia di aliran Sungai Lau Sitelu Desa NamorambeKecamatan Namorambe Kabupaten Deli Serdang Teknik pengumpulan data yangdigunakan adalah teknik observasi karena data diperoleh dari hasil pengamatan secara langsung Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan sejak bulan mei sampai juli 2013 dengan pengambilan sampel pada empat stasiun Stasiun I di daerah bebas aktivitas stasiun II di daerah pertanian stasiun III di daerah objek wisatadan stasiun IV di daerah pemukiman penduduk Sampel adalah fitoplankton yang berhasil dijaring dengan menggunakan Net Plankton sebanyak tiga kalipengambilan dari tepi kanan tengah dan tepi kiri Hasil penelitian menunjukkanbahwa organisme fitoplankton yang ditemukan sebanyak 27 genus yang tergolongkedalam 7 kelas Indeks keanekaragaman berkisar antara 145 266 Dari hasilpenelitian didapat bahwa pada stasiun Imemiliki keanekaragaman fitoplanktonlebih tinggi dan memiliki sifat fisika-kimia yang lebih mendukung kehidupanfitoplankton jika dibandingkan dengan stasiun lainnyahttp://digilib.unimed.ac.id/studi-keanekaragaman-fitoplankton-di-aliran-sungai-lau-sitelu-desa-namorambe-kecamatan-namorambe-kabupaten-deli-serdang-34479.htmlThu, 26 Feb 2015 11:02:05 +0700Inventarisasi Gulma pada Tanaman Jagung Zea mays L di Lahan Sawah Desa Tanah Timbul Kecamatan Sei Balai Kabupaten Batu BaraPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data tentang keanekaragaman gulma vegatasi perbandingan jenis dan pola distribusi yang tumbuh pada tanaman Jagung Zea mays L di Lahan Sawah Desa Tanah Timbul Kecamatan Sei Balai Kabupaten Batu Bara Penelitian dilaksanakan mulai bulan Desember 2013 hingga Januari 2014 Populasi penelitian ini adalah seluruh gulma yang terdapat di lokasi penelitian Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pengambilan sampel menggunakan metode Transek Vertikal ke atas setinggi 4 m Hasil penelitian menunjukkan adanya keanekaragaman yang tinggi dan diperoleh 24 jenis gulma yang terdiri 22 genus pada lokasi penelitian Hasil analisis vegetasi didapatkan indeks nilai penting dari penjumlahan KR FR dan DR di Lahan Sawah Desa Tanah Timbul Kecamatan Sei Balai Kabupaten Batu Bara yaitu tertinggi Cyperus rotundus dengan nilai 4733 dan terendah Basilicum polystachyon dan Elephantopus scaber dengan nilai 084 Pola distribusi gulma yaitu mengelompokhttp://digilib.unimed.ac.id/inventarisasi-gulma-pada-tanaman-jagung-zea-mays-l-di-lahan-sawah-desa-tanah-timbul-kecamatan-sei-balai-kabupaten-batu-bara-34478.htmlThu, 26 Feb 2015 10:57:43 +0700STRUKTUR KOMUNITAS SERANGGA WERENG Auchernorrhyncha PADA MASA VEGETASI DAN MASA SINGGANG - SINGGANG DI KABUPATEN DELI SERDANGPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman kelimpahan indeks keanekaragaman dan indeks dominansi wereng di empat desa di kabupaten Deli Serdang Pengambilan sampel penelitian dilakukan di areal persawahan padi di Desa Dalu Desa wonosari Desa Payah Gambar Desa Sidoarjo II Ramunia sedangkan pengindenfikasiannya dilakukan di laboratorium BiologiPenelitian ini ini menggunakan metode sampling dengan menggunakan jala serangga insecting net Dalam satu minggu dilakukan 4 kali pengambilan sampel Pengambilan wereng dilakukan dengan melakukan pengayunan jala serangga sebanyak 50 kali menyentuh bagian atas singgang-singgang padi Yang dilakukan pada bagian utara barat tengah timur dan selatan sehingga setiap sampling berjumlah 250 kali ayunan pada vegetasi dan Singgang-Singgang Parameter tambahan yang diamati adalah faktor fisika lingkungan pada areal persawahan padi yakni suhu dengan kisaran 27-315C kelembahan dengan kisaran 7575-845 dan kecepatan angin dengan kisaran 725-8 kmjamHasil penelitian menunjukkan bahwa di kabupaten Deli Serdang terdapat 5 jenis serangga wereng Auchernorrhyncha pada masa vegetasi dan masa singgang-singgang pada tanaman padi yaitu Nephotettixsp Nilaparvata lugens Recilia dorsalis Sogatella furcifera Thaia sp Kelimpahan setiap jenisnya yang tertinggi terdapat pada jenis Nilaparvata lugens jumlah 497 individu dan kelimpahan terendah terdapat pada jenis Thaia sp dengan jumlah 2 individuBerdasarkan indeks dominansi wereng Nilaparvata lugens memiliki indeks dominansi paling besar 04261 dan yang paling rendah Thaia sp dengan total dominansi 00002http://digilib.unimed.ac.id/struktur-komunitas-serangga-wereng--auchernorrhyncha-pada-masa-vegetasi-dan-masa-singgang--singgang-di-kabupaten-deli-serdang-34477.htmlThu, 26 Feb 2015 10:52:24 +0700Peningkatan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran SAINS Dengan Menggunakan Metode Simulasi Bagi Siswa Kelas IV MIN Nelayan Indah Kec Medan Labuhan TA 20132014Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Sains di kelas IV MIN Nelayan Indah Medan Labuhan Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan metode pembelajaran simulasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi perubahan penampakan pada benda langit pada pelajaran Sains di kelas IV MIN Nelayan Indah Medan LabuhanJenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 29 orang siswa yang berasal dari siswa kelas IV pada tahun ajaran 20132014 dimana kegiatan dilakukan saat pembelajaran Sains berlangsung Untuk memperoleh data yang digunakan dalam penelitian ini penulis melakukan tes dan observasi Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menguraikan persentase yang digunakanSetelah pelaksanaan pre test diperoleh tingkat ketuntasan hasil belajar secara klasikal yaitu 9 siswa 31 yang mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 678 Setelah pelaksanaan siklus I dengan menggunakan metode pembelajaran simulasi diperoleh tingkat ketuntasan hasil belajar secara klasikal yaitu 19 orang siswa 655 yang mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 787 Setelah pelaksanaan siklus II dengan menggunakan metode pembelajaran simulasi diperoleh tingkat ketuntasan hasil belajar secara klasikal sebanyak 25 orang siswa 862 yang mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 875 Dengan demikian maka dapat dikatakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran simulasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV MIN Nelayan Indah Medan Labuhan pada pelajaran Sains dalam materi perubahan penampakan pada benda langit Disarankan kepada guru untuk menggunakan metode pembelajaran simulasi dalam menyampaikan materi pada pelajaran Sainshttp://digilib.unimed.ac.id/peningkatan-hasil-belajar-pada-mata-pelajaran-sains-dengan-menggunakan-metode-simulasi-bagi-siswa-kelas-iv-min-nelayan-indah-kec-medan-labuhan-ta-20132014-34476.htmlThu, 26 Feb 2015 10:38:33 +0700Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Make A Match Pada Mata Pelajaran Sains Kelas V SD Negeri 107398 Sei Rotan Tahun Ajaran 20132014Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah dengan model pembelajaran make a match dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran Sains materi alat pencernaan makanan di kelas V SD Negeri No 107398 Sei Rotan TA 2013 2014 Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran make a match pada mata pelajaran Sains materi alat pencernaan makanan di kelas V SD Negeri No 107398 Sei Rotan TA 2013 2014Penelitian termasuk jenis penelitian tindakan kelas PTK yang dilakukan selama 2 siklus Subjek dalam penelitian ini siswa kelas V SD Negeri 107398 Sei Rotan tahun ajaran 20132014 sebanyak 33 orang Instrument yang digunakan adalah lembar format observasi aktivitas belajar siswa dan kesesuaian tindakan yang dilakukan oleh peneliti beserta angket Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dan kuantitatif Penelitian dilakukan selama 2 bulan mulai Maret hingga Mei 2014Berdasarkan analisis data aktivitas belajar siswa secara individu pada pertemuan pertama siklus I tahapannya ada 2 orang 6 yang dinyatakan aktif dalam belajar dan pada pertemuan kedua siklus I sebanyak 13 orang 393 siswa dinyatakan aktif dalam belajar Secara klasikal pada siklus I siswa masih dinyatakan belum aktif dalam belajar karena masih kurang dari 80 yang dipersyaratkan dalam penelitian iniSedangkan untuk kegiatan guru pada siklus I pertemuan pertama mendapat persentase 6785 baik dan pada pertemuan kedua 7142 baik dan telah memenuhi indikator keberhasilan dalam penelitian ini Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II pada pertemuan pertama siklus II terjadi peningkatan jumlah siswa yang aktif pada pertemuan pertama sebanyak 18 orang 546 dan di ikuti pertemuan kedua siklus kedua dalam belajar sebanyak 30 orang 901 dinyatakan aktif dalam belajar Sedangkan untuk kegiatan guru pada siklus II pertemuan pertama mendapat persentase 8035 baik dan pada pertemuan kedua 875 baik dan telah memenuhi indikator keberhasilan dalam penelitian ini Dan pada siklus II para siswa sudah dapat dinyatakan aktif belajar secara klasikal karena banyaknya siswa telah aktif lebih dari 80 seperti yang dipersyaratkan Begitu juga dengan kegiatan guru pada siklus II mendapat persentase 90Berdasarkan hasil temuan penelitian selama 2 siklus dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran make a match dapat meningkatkan aktivitas belajar Sains pada materi aktivitas alat pencernaan makanan di kelas V siswa SDN107398 Sei Rotan Sebagai tindak lanjut diharapkan kepada guru untuk dapat menggunakan model pembelajaran make a match dalam upaya peningkatan aktivitas siswa dalam belajar Sainshttp://digilib.unimed.ac.id/peningkatan-aktivitas-belajar-siswa-dengan-menggunakan-model-pembelajaran-make-a-match-pada-mata-pelajaran-sains-kelas-v-sd-negeri-107398-sei-rotan-tahun-ajaran-20132014-34475.htmlThu, 26 Feb 2015 10:33:51 +0700Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Teknik Kancing Gemerincing dalam Pembelajaran Sains pada Siswadi Kelas V SD Negeri 050713 Tanjung BeringinMasalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Apakah dengan Teknik Kancing Gemerincing dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Sains dengan Materi Pokok Cahaya dan Sifatnya dalam Pembelajaran Sains Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 050713 Tanjung beringin yang berlokasi di Tanjung Beringin Kecamatan Hinai Kabupaten LangkatPenelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus yang terdiri atas 4 tahapan yaitu perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi Subjek penelitian adalah seluruh siswa yang berjumlah 20 siswa Sedangkan objek penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sains materi pokok cahaya dan sifatnya dengan menggunakan teknik kancing gemerincing Alat pengumpulan data menggunakan observasi dan angket Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah menggunakan tes yaitu tes awal post tes I post tes II dan observasiHasil penelitian yang diperoleh selama pengamatan menunjukkan adanya peningkatanya itu pada tes awal pada siklusI siklus II diperoleh tingkat ketuntasan belajar siswa sebelum di berikan tindakan siklus nilai rata-rata 4300 dengan tingkat ketuntasan 10 pada siklus I di peroleh nilai rata-rata sebesar 6050 dengan tingkat ketuntasan 35 dan pada tindakan siklus II di peroleh nilai rata-rata 8350 dengan tingkat ketuntasan 90Dari penelitian tindakan ini dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan teknik kancing gemerincing pada mata pelajaran Sains dapat meningkatkan hasil belajar siswaBerdasarkan hal tersebut sebaiknya teknik kancing gemerincing digunakan guru sebagai salah satu alternatif guru dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam maupun pada mata pelajaran lainnyahttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-hasil-belajar-siswa-dengan-menggunakan-teknik-kancing-gemerincing-dalam-pembelajaran-sains-pada-siswadi-kelas-v-sd-negeri-050713-tanjung-beringin-34474.htmlThu, 26 Feb 2015 10:25:40 +0700MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA PELAJARAN SAINS DI KELAS IV MIN SEI AGUL MEDAN TA 2013-2014Permasalahan dalam penelitian ini adalah Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran SAINS di kelas IV MIN SEI AGUL MEDAN Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Student Teams Achievement Division di MIN SEI AGUL MEDAN dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran sains di Kelas IV Penelitian ini dilaksanakan di MIN SEI AGUL MEDAN Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 28 orang dan objek penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar siswa melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD pada pelajaran SAINS Teknik pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi guru dan siswa serta tes pilihan berganda dengan 20 soal untuk melihat hasil belajar siswa Dari hasil analisis diperoleh data pretest sebagian hasil belajar awal siswa dengan persentase 3964 dengan ketuntasan belajar siswa sebanyak 2 orang 714 dan yang belum memenuhi ketuntasan belajar sebanyak 26 orang 9285 dari 28 siswa yang menunjukkan rendahnya hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal Selanjutnya pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh siswa adalah 6017 dengan ketuntasan belajar siswa sebanyak 13 orang 4642 dari 28 siswa dan 15 siswa 5357 yang belum memenuhi ketuntasan belajar Pada siklus II diperoleh nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 7553 yang memenuhi ketuntasan belajar siswa sebanyak 23 orang 8214 dari 28 siswa sedangkan siswa yang belum memenuhi ketuntasan belajar sebanyak 5 orang 1785 Jadi dapat disimpulkan bahwa penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD di kelas IV MIN SEI AGUL MEDAN TA 2013-2014 dapat meningkatkan hasil belajar siswa Hal ini berarti bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat digunakan sebagai model pembelajaran alternatif dalam mata pelajaran SAINS khususnya materi gaya memengaruhi gerak bendahttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-hasil-belajar-siswa-dengan-menggunakan-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-stad-pada-pelajaran-sains-di-kelas-iv-min-sei-agul-medan-ta-20132014-34473.htmlThu, 26 Feb 2015 10:22:35 +0700Meningkatkan Kreativitas Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Word Square Pada Pelajaran IPS Kelas V SDN 107400 Bandar Khalipah TA 20132014Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya kreativitas belajar siswa Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan menggunakan model pembelajaran Word Square dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas V materi pokok jasa dan peranan tokoh pejuang dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 107400 Bandar KhalipahPenelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus yang terdiri atas 4 tahapan yaitu perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi Subjek penelitian adalah seluruh siswa yang berjumlah 37 siswa Sedangkan objek penelitian ini adalah model pembelajaran Word Square dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa pada mata pelajaran IPS materi pokok jasa dan peranan tokoh pejuang dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia Alat pengumpulan data menggunakan observasi Hasil penelitian yang diperoleh selama pengamatan menunjukkan adanya peningkatan tingkat kreativitas belajar siswa sebelum diberikan siklus prasiklus masih tergolong kurang dimana terdapat 26 siswa 702 memiliki kreativitas kurang dan 11 siswa 298 siswa pada kategori cukup Pada siklus I terjadi peningkatan dimana terdapat 3 siswa 81 siswa memiliki kreativitas yang tinggi 22 siswa 594 memiliki kreativitas cukup dan 12 siswa 324 yang memiliki kreativitas pada kategori kurang Pada siklus II juga terjadi peningkatan yaitu 3 siswa 81 memiliki kreativitas sangat tinggi 26 siswa 702 memiliki kreativitas yang tinggi 7 siswa 189 memiliki kreativitas belajar yang cukup dan 1 orang siswa 27 masih memiliki tingkat belajar kreativitas yang kurangDari penelitian tindakan ini dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan Model Pembelajaran Word Square pada mata pelajaran IPS dapat meningkatkan kraetivitas belajar siswa Berdasarkan hal tersebut sebaiknya Model Pembelajaran Word Square digunakan guru sebagai salah satu alternatif guru dalam upaya meningkatkan kreativitas belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial maupun pada mata pelajaran lainnyahttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-kreativitas--belajar-siswa-dengan-menggunakan-model-pembelajaran-word-square-pada-pelajaran-ips-kelas-v--sdn-107400-bandar-khalipah-ta-20132014-34472.htmlThu, 26 Feb 2015 10:19:06 +0700Penerapan Metode Cooperative Learning Tipe Snowball Throwing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Pada Siswa Kelas V SD Negeri 101916 Araskabu TA 20132014Masalah dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPS siswa yang tergolong rendah Rumusan masalah penelitian ini adalah Apakah dengan penerapan metode cooperative learning tipe snowball throwing dapat meningkatkan hasil belajar IPS dengan materi pokok persiapan kemerdekaan indonesia dan perumusan dasar negara pada siswa kelas V SD Negeri No 101916 Araskabu TA 20132014Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas PTK Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri No101916 Araskabu yang beralamat di Desa Serdang dusun IV Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri No 101916 Araskabu TA 20132014 dengan jumlah siswa sebanyak 40 orang terdiri dari 22 siswa perempuan dan 18 siswa laki-lakiPenelitian ini berlangsung dalam dua siklus dalam setiap siklusnya dilaksanakan 2 kali pertemuan Setiap pertemuan harus melakukan 4 tahap yaitu perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi Dan data dianalisis dengan menggunakan persentase dan analisis kualitatifBerdasarkan analisis data pada pelaksanaan pre test diperoleh nilai rata-rata yang diperoleh siswa adalah 48 Dengan persentase ketuntasan hasil belajar klasikan sebesar 10 Setelah pelaksanaan siklus I nilai rata-rata yang diperoleh siswa meningkat menjadi 6175 dengan ketuntasan hasil belajar secara klasikal sebesar 45 Selanjutya pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh siswa meningkat menjadi 71 dengan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 875Kegiatan penelitian selama pertemuan pertama siklus I diperoleh persentase sebesar 531 atau tergolong kurang dan selama pertemuan kedua siklus I diperoleh persentase sebesar 578 atau tergolong kurang Selanjutnya pada kegiatan penelitian selama pertemuan pertama siklus II mengalami peningkatan dengan persentase sebesar 796 atau tergolong baik dan selama pertemuan kedua pada siklus II diperoleh persentace sebesar 859 atau tergolong sangat baikBerdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan metode cooperative learning tipe snowball throwing dapat meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa kelas V SD Negeri No 101916 Araskabu Saran dalam penelitian ini adalah guru hendaknya mampu memilih metode yang tepat pada pembelajaran salah satu alternatif yang bisa digunakan adalah metode cooperative learning tipe snowball throwing agar hasil belajar siswa meningkat sehingga siswa mampu mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkanhttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-metode-cooperative-learning-tipe-snowball-throwing-untuk-meningkatkan-hasil-belajar-ips-pada-siswa-kelas-v-sd-negeri-101916-araskabu--ta-20132014-34471.htmlThu, 26 Feb 2015 10:16:06 +0700Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran Reflektif pada Mata Pelajaran IPS Kelas V SD Negeri 023972 Binjai Kota TA 20132014Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dalam menggunakan model pembelajaran reflektif pada mata pelajaran IPS di kelas V SD Negeri 023972 Binjai Kota TA 20132014 Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas denga dua siklus yang terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V yang berjumlah 24 orang siswa yang terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 13 orang siswa perempuan Sedangkan objek penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS materi pokok Tokoh-tokoh Pergerakan Nasional dengan penerapan model pembelajaran Reflektif Alat pengumpulan data menggunakan observasi dan tesPada pre test awal diperoleh tes hasil belajar siswa pada materi pokok Tokoh-Tokoh Pergerakan Nasional yaitu dengan nilai rata-rata 46 dan presentase 17 4 siswa Setelah diterapkan model pembelajran reflektif pada siklus I diperoleh tingkat pencapaian hasil belajar siswa mencapai nilai rata-rata 64 dengan presentase 46 11 siswa terjadi peningkatan sebesar 29 Sedangkan pada siklus II diperoleh tingkat pencapaian hasil belajar mencapai nilai rata-rata 83 dengan persentase ketuntasan siswa sebesar 92 22 siswaDengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunkan model pembelajaran Reflektif pada proses pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa bila diterapkan pada pelajaran IPS dengan materi pokok Tokoh-Tokoh Pergerakan Nasional di Kelas V SD NEGERI 023972 BINJAI KOTA Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-hasil-belajar-siswa-dengan-menggunakan-model-pembelajaran-reflektif-pada-mata-pelajaran-ips-kelas-v-sd-negeri-023972-binjai-kota-ta-20132014-34470.htmlThu, 26 Feb 2015 10:12:39 +0700Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Word Square Kelas IV SD Negeri 101868 Desa Sena Batang Kuis TA 2013 2014Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar IPS siswa pada mata pelajaran IPS Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Word Square pada mata pelajaran IPS materi pokok teknologi produksi komunikasi dan transportasi Penelitian ini termasuk jenis penelitian Tindakan Kelas PTK Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 101868 Desa Sena Batang Kuis tahun ajaran 20132014 yang berjumlah 31 orang yang terdiri dari 16 siswa perempuan dan 15 siswa laki-laki Penelitian dilakukan selama 2 siklus Masing-masing siklus terdapat 2 kali pertemuan Teknik pengumpulan data menggunakan data observasiyang memiliki 8 indikator dan setiap indikator memiliki 4 deskriptor Tahap-tahap pada penelitian ini adalah perencanaan pelaksanaan observasi dan refleksi Berdasarkan analisis data hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil observasi pada siklus I terhadap 31 orang siswa sebanyak 7 orang siswa 2258 memiliki kategori termotivasi 13 orang siswa 4194 kategori cukup termatovasi dan 11 orang siswa 3548 kategori belum termotivasi sehingga perlu dilakukan tindakan melalui siklus II Hasil observasi motivasi siswa pada siklus II mengalami peningkatan yaitu sebanyak 24 orang siswa 7742 kategori sangat termotivasi dan sebanyak 7 orang siswa 2258 kategori termotivasi Berdasarkan temuan dalam penelitian ini dapat dikemukakan bahwa terjadi peningkatan terhadap motivasi belajar siswa Pada siklus I pertemuan I rata-rata siswa masih belum termotivasi dengan persentase 4877 Selanjutnya pada siklus I pertemuan II rata-rata siswa sudah cukup termotivasi dengan persentase yaitu 5887 Selanjutnya pada siklus II pertemuan I sebagian siswa sudah termotivasi walaupun masih ada sebagian siswa yang tetap pada kriteria cukup termotivasi dengan persentase yaitu 7061 Namun pada siklus II pertemuan II siswa secara keseluruhan menunjukkan peningkatan pada motivasinya Dalam hal ini siswa kelas IV sudah termotivasi pada mata pelajaran IPS materi pokok teknologi produksi komunikasi dan transportasi dengan persentase 8638 dengan kriteria termotivasi dan sangat termotivasi Peningkatan ini membuktikan bahwa tidak perlu dilakukan tindakan pada siklus selanjutnyaDengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Word Square dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS materi pokok teknologi produksi komunikasi dan transportasi di kelas IV SD Negeri 101868 Desa Sena Batang Kuis TA 20132014 Sebagai tindak lanjut disarankan kepada guru untuk dapat merancang dan menggunakan model pembelajara Word Square dalam upaya meningkatkan motivasi belajar IPS siswahttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-motivasi-belajar-siswa-pada-mata-pelajaran-ips-dengan--menggunakan-model-pembelajaran-word-square-kelas-iv-sd-negeri-101868-desa-sena-batang-kuis-ta-2013--2014-34469.htmlThu, 26 Feb 2015 10:09:48 +0700Peningkatan Keterampilan Sosial Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Dengan Menggunakan Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Di Kelas IV SD Negeri No104208 Cinta RakyatMasalah penelitian ini adalah rendahnya keterampilan sosial siswa di kelas IV SD Negeri No104208 Cinta Rakyat Dari hasil observasi ditemukan bahwa masih banyak siswa yang kurang aktif dalam melakukan komunikasi dan bekerja sama dengan sesama teman sebaya kurang partisipatif dan inisiatif dalam menyelesaikan masalah yang terdapat didalam kelas dan dalam pelaksanaan pembelajaran Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Keterampilan siswa dengan menerapkan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD dan mengetahui keterlibatan siswa dalam belajar terhadap startegi pembelajaran kooperatif tipe STAD yang diterapkanSubjek penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 32 siswa pada semester II yang terdiri dari 11 orang laki-laki dan 21 orang perempuan Jenis Penelitian yang dilakukan yaitu Penelitian Tindakan Kelas PTK Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan angket dan observasi Penelitian ini dilaksanakan di sekolah SD Negeri No104208 Cinta Rakyat jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa kelas IV SD Negeri No104208 Cinta Rakyat Kabupaten Deli SerdangHasil penelitian diperoleh 1 Pada test angket awal diperoleh rata-rata angket siswa 4422 dengan persentase sebesar secara klasikal 20 orang siswa terampil 6250 dan 12 orang siswa kurang terampil 3750 sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan yakni perolehan rata-rata angket siswa 44375 dengan persentase secara klasik 23 orang siswa terampil 71875 dan 9 orang kurang terampil 28125 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diajukan dapat diterima yaitu dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD keterampilan sosial siswa pada materi perekonomian masyarakat mata pelajaran IPS di kelas IV SD Negeri No104208 Cinta Rakyat dapat meningkathttp://digilib.unimed.ac.id/peningkatan-keterampilan-sosial-siswa-pada-mata-pelajaran-ips-dengan-menggunakan-strategi-pembelajaran-kooperatif-tipe-stad-di-kelas-iv-sd-negeri-no104208-cinta-rakyat-34468.htmlThu, 26 Feb 2015 10:05:25 +0700Penggunaan Metode Eksperimen Dengan Meningkatkan Berpikir Formal Siswa Pada Pelajaran Sains Kelas V SD Negeri 116886 TA2013-2014Masalah dalam penelitian ini adalah berpikir formal siswa dalam mata pelajaran sains khususnya pada materi gaya magnet masih rendah di bawah nilai KKM Adapun tujuan penelitian ini adalah dengan melalui data dapat meningkatkan berpikir formal siswa menggunakan metode eksperimen dalam pembelajaran Sains pada materi gaya magnetLokasi penelitian ini adalah SD Negeri 116886 Nagodang Tahun Ajaran 20132014 pada siswa kelas V dengan jumlah siswa 28 orang 14 siswa laki-laki dan 14 orang siswa perempuan Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas PTK dengan menerapkan dua Siklus I dan Siklus II yang mencakup perencanaan tindakan pengamatan dan refleksi Teknik Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi penilaian berpikir formal berdasarkan kriteria yaitu 1 Abstrak 2 Logis 3 hipotesis deduktif 4 Penalaran 5 Idealisdiskusi Sebagai tolak ukur keberhasilannya adalah apabila berpikir formal siswa meningkat bila tingkat ketuntasanya Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I pertemuan 1 dan 2 bahwa berpikir formal siswa dengan nilai rata-rata 507 dan 5767 Dari 28 siswa terdapat 3 siswa yang dinyatakan Tinggi dengan persentase 11 sebanyak 25 siswa dengan persentase 89 rendah Pada pertemuan ke 2 berjumlah 5 orang siswa 18 tinggi sedangkan rendah berjumlah 23 orang 82 Selanjutnya terjadi peningkatan berpikir formal siswa pada siklus II pertemuan 3 dan 4 dengan nilai rata-rata siswa 6732 dan 7910 Siklus II pertemuan 4 ini mengalami peningkatan berpikir formal siswa secara klasikal diperoleh data sebanyak 25 orang siswa berpikir formal 89 dan siswa yang tidak berpikir formal 3 orang 11 Untuk hasil observasi dalam proses pembelajaran pada siklus I guru tergolong baik dalam menyampaikan materi yang diajarkan dengan perolehan nilai 825 Sedangkan pada siklus II guru tergolong sangat baik dengan perolehan nilai 95Dengan demikian dapat diambil kesimpulkan dan saran bahwa penggunaan metode eksperimen dapat meningkatkan berpikir formal siswa pada materi gaya magnet di kelas V SD Negeri 116886 Nagodang Tahun Ajaran 2013-2014 Disarankan agar guru dapat menggunakan metode pembelajaran eksperimen pada pelajaran ilmu pengetahuan alam Unsur-unsur yang berpengaruh terhadap proses pembelajaran dengan penggunaan metode eksperimen harus dilaksanakan sehingga memberikan dukungan yang kondusif dan hendaknya memperhatikan pengetahuan awal yang dimiliki siswa sebelum pembelajaran diberikan agar dapat dilakukan tindakan yang tepat bagi siswahttp://digilib.unimed.ac.id/penggunaan-metode-eksperimen-dengan-meningkatkan-berpikir-formal-siswa-pada-pelajaran-sains-kelas-v-sd-negeri-116886-ta20132014-34467.htmlThu, 26 Feb 2015 10:02:45 +0700Efektivitas Metode SQ4R Survey Question Read Reflect Recite Review dalam Pembelajaran Memahami Teks Feature Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Sidikalang Tahun Pembelajaran 20122013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan metode SQ4R Survey Question Read Reflect Recite Review dalam pembelajaran memahami teks feature siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sidikalang sebanyak 253 orang Sampel diambil sebanyak 74 orang dari dua kelas 37 orang untuk kelas eksperimen dan 37 orang untuk kelas kontrolMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yaitu untuk mengetahui efektif tidaknya metode pembelajaran yang digunakan Alat pengumpulan data adalah tes tertulis dalam bentuk multiple choices pilihan bergandaHasil belajar dengan menggunakan metode SQ4R Survey Question Read Reflect Recite Review berada dalam kategori baik dengan nilai rata-rata 7297 Jika dibandingkan pembelajaran dengan metode pembelajaran langsung dalam kategori cukup dengan nilai rata-rata 5510 Analisis pengelolaan data dalam penelitian ini menggunakan uji t Selanjutnya dari perhitungan uji hipotesis diperoleh thitung 337 dan ttabel pada taraf signifikan 5 167 dan pada taraf signifikan 1 239 dengan db 74-2 72 dipergunakan db yang paling dekat dengan 72 Hipotesis diterima jika to ttabel 167337239 Dengan demikian hipotesis diterima Ini menyatakan bahwa metode SQ4R Survey Question Read Reflect Recite Review lebih efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran memahami teks feature siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sidikalang tahun pembelajaran 20122013http://digilib.unimed.ac.id/efektivitas-metode-sq4r-survey-question-read-reflect-recite-review-dalam-pembelajaran-memahami-teks-feature-siswa-kelas-vii-smp-negeri-1-sidikalang-tahun-pembelajaran-20122013-34466.htmlThu, 26 Feb 2015 09:59:18 +0700Analisis Tindak Tutur Mario Teguh dalam Acara Golden Ways di Metro TV Kajian PragmatikPenelitian ini bertujuan untuk mengdeskripsikan tindak tutur lokusi dan ilokusi yang digunakan Mario Teguh dalam acara Golden Ways di Metro TV Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif dengan teknik pengumpulan data adalah teknik simak pilah dan catat Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan tabel analisis sedangkan data penelitian ini adalah tuturan Mario TeguhHasil penelitian yang diperoleh memperlihatkan bahwa terdapat tindak tutur lokusi dan ilokusi pada ujuran Mario Teguh dalam acara Golden Ways di Metro TV Dari hasil penelitian ini diperoleh 472 bentuk tuturan lokusi dan ilokusi yang digunakan Mario Teguh dalam empat kali tayang Tindak tutur lokusi terdapat 44 bentuk tuturan dan tindak tutur ilokusi berjumlah 428 bentuk tuturan Perbedaan bentuk tindak tutur tersebut karena Mario Teguh ingin mengaruhi pikiran penonton lewat tindak tutur ilokusihttp://digilib.unimed.ac.id/analisis-tindak-tutur-mario-teguh-dalam-acara-golden-ways-di-metro-tv-kajian-pragmatik-34465.htmlThu, 26 Feb 2015 09:54:33 +0700Process of the witchs dialogues In snow white and the huntsman movieThis study is concerned with Transitivity System focusing on the Process in Snow White and the Huntsman Movie the main character of the movie Ravenna This study was conducted by using descriptive qualitative design There are six types of process in 145 clauses The result of data analysis showed that the numbers in types of process were Material Process 5655 Mental Process 131 Relational Process 248 Verbal Process 345 and Existential Process 21 It means that Material process is the dominant type of process used in Ravennas utterances 5556 The reason why material process was the most dominant was Ravenna displayed action scenes in the movie Then the material process influences her act became action scenehttp://digilib.unimed.ac.id/process-of-the-witchs-dialogues-in-snow-white-and-the-huntsman-movie-34464.htmlThu, 26 Feb 2015 09:50:35 +0700Lexical Metaphor In Bon Jovis Slected Song LyricsThis thesis deals with Lexical Metaphor as found in the Selected Song of Bon Jovi It was conducted to discover the types of Lexical of Metaphor as proposed by Saragih 2006162 namely Lexical metaphor that is formed by comparing Noun with Noun Lexical metaphor that is formed by comparing Noun with verb Lexical metaphor that is formed by comparing Noun with Adjective Lexical metaphor that is comparing two ideology or concept Lexical metaphor that used as symbol of sound In this researh the writer find out three type of lexical of metaphor that applied in the Bon Jovis songs The research is conducted by using descriptive qualitative approach The subject of the study is all entire contetnt of the selected on Jovis songs The findings indicate that lexical metaphor found in the song include Nominal-VerbalVerbal-Nominal 61 Nominal-Nominal 16 Nominal-Adjective 13 Lexical metaphor that is formed by comparing Noun with Verb was the most dominat type in Lexical metaphor used in Bon Jovis Selected song It is dominantly used when he describes the meaning and represent his feelingshttp://digilib.unimed.ac.id/lexical-metaphor-in-bon-jovis-slected-song-lyrics-34463.htmlWed, 25 Feb 2015 16:56:38 +0700Pengaruh Pelaksanaan Layanan Bimbingan Kelompok Terhadap Motivasi Melanjutkan Studi Pada Siswa Kelas IX SMP Swasta Airlangga Batu Menja Tahun Ajaran 20142015Masalah dalam penelitian ini adalah Adakah pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap motivasi melanjutkan studi siswa kelas IX SMP Swasta Airlangga Batu Menja Tahun Ajaran 20142015 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan layanan bimbingan kelompok terhadap motivasi melanjutkan studi siswa kelas IX SMP Swasta Airlangga Batu Menja Tahun Ajaran 20142015Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX-1 berjumlah 10 orang yang memiliki motivasi melanjutkan studi yang rendah yang ditentukan dari hasil pre-test Instrumen yang digunakan adalah angket untuk menjaring data tentang motivasi melanjutkan studi yang sebelumnya diuji cobakan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas angket Instrument diberikan sebelum dan sesudah pelaksanaan layanan bimbingan kelompok Teknik analisis data menggunakan uji beda uji tHasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan bimbingan kelompok diperoleh nilai rata-rata pre-test xA 786 dan Standart Deviasi SD 256 sedangkan sesudah dilaksanakan bimbingan kelompok diperoleh nilai rata-rata post-test Xb 961 dan Standart Deviasi SD 360 Dengan demikian pemberian layanan bimbingan kelompok berpengaruh terhadap motivasi melanjutkan studi pada siswa kelas IX SMP Swasta Airlangga Batu Menja Tahun Ajaran 2014 2015 Hal ini teruji dengan menggunakan uji t dengan hasil thitungttabel yaitu 1065 183 artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari pelaksanaan layanan bimbingan kelompok terhadap motivasi melanjutkan studi pada siswa kelas IX SMP Swasta Airlangga Batu Menja Tahun Ajaran 2014 2015 dapat diterimahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-pelaksanaan-layanan-bimbingan-kelompok-terhadap-motivasi-melanjutkan-studi-pada-siswa-kelas-ix-smp-swasta-airlangga-batu-menja-tahun-ajaran--20142015-34462.htmlWed, 25 Feb 2015 11:18:48 +0700Pengaruh Teknik Konseling Realita Terhadap Pengurangan Stres Siswa Korban Bully Pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 2 Tebing Tinggi Tahun 2014Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh pemberian layanan konseling individu teknik konseling realita dalam mengurangi stres siswa korban bully kelas XI SMK Negeri 2 Tebing tinggi tahun 2014 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian layanan konseling individu teknik realita dalam mengurangi stres yang dialami oleh siswa korban bully di SMK Negeri 2 Tebing tinggi tahun 2014 Subjek dalam penelitian ini sebanyak 5 orang siswa kelas XI TAV2 SMK Negeri 2 Tebing tinggi tahun 2014 Jenis penelitian ini adalah eksperiment dengan One Group Pre-test dan Post-test Eksperiment Design yaitu penelitian yang dilakukan dengan memberikan perlakuan kepada sekelompok orang yang menjadi subjek penelitian Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah angket Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan uji perbedaan atau uji t yaitu untuk melihat apakah ada penurunan stres yang dialami oleh siswa korban bully SMK Negeri 2 Tebing tinggi tahun 2014Hasil analisa yang diperoleh dalam penelitian ini adalah nilai thitung -505 diperoleh nilai t negative menandakan terjadi penurunan stres yang dialami siswa korban bully SMK Negeri 2 Tebing tinggi tahun 2014 dan ttabel 2132 Dengan demikian thitung ttabel yaitu 505 2132 Data test awal Pre-test diperoleh rata-rata 282 sedangkan setelah pemberian layanan konseling individu dengan menggunakan teknik realita Post-test diperoleh rata-rata 194 artinya rata-rata siswa rata-rata siswa setelam mendapat layanan konseling individu teknik realita lebih rendah dari pada sebelum mendapat 282 194 artinya ada pengaruh konseling individu teknik realita dalam mengurangi stres siswa korban bully SMK Negeri 2 Tebing tinggi tahun 2014 Ini berarti hipotesis yang berbunyi ada penguruh teknik konseling realita terhadap pengurangan stres siswa korban bully pada siswa kelas XI TAV2 SMK Negeri 2 Tebing tinggi tahun 2014 di terimaKesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah konseling individu teknik realita dapat mengurangi stres siswa korban bully kelas XI TAV2 SMK Negeri 2 Tebing tinggi tahun 2014http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-teknik-konseling-realita-terhadap-pengurangan-stres-siswa-korban-bully-pada-siswa-kelas-xi-smk-negeri-2-tebing-tinggi-tahun-2014-34461.htmlWed, 25 Feb 2015 11:12:28 +0700Peningkatan sikap berpikir positif pada anak-anak korban erupsi Gunung sinabung melalui layanan bimbingan kelompok Diposko Hunia Sementara KWK BerastagiKabKaroRumusan masalah penelitian ini adalah apakah ada Peningkatan sikap berpikir positif pada anak-anak korban erupsi Gunung sinabung melalui layanan bimbingan kelompok Diposko Hunia Sementara KWK BerastagiKabKaro Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada Peningkatan sikap berpikir positif pada anak-anak korban erupsi Gunung sinabung melalui layanan bimbingan kelompok Diposko Hunia Sementara KWK BerastagiKabKaroPenelitian ini dilaksanakan pada bulan juni Sampai bulan Agustus 2014 Tempat penelitian dilaksanakan di posko pengungsian sementar korban erupsi gunung sinabungMetode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan bimbingan kelompok Populasi adalah keseluruhan anak yang berjumlah 20 orang Sampel penelitian ini berjumlah 10 anak yang mempunyai sikap berpikir positif rendah yang ditentukan secara purposive sampling penarikan sampel secara sengajaInstrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket berpikir positif Angket berpikir positif sebanyak 36 butir pertanyaan yang akan diberikan kepada 10 anak yang mendapatkan perlakuan Bimbingan Kelompok Dengan menggunakan rumus persentase Untuk memperoleh data dalam penelitian ini dengan menggunakan angket lalu dilakukan pemberian layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusiHasil penelitian awal menunjukkan bahwa 10 orang anak mengalami berpikir positif yang sedang Siklus I terjadi peningkatan sikap berpikir positif dalam optimis dan emosi positif dalam keadaan yang sekarang dan menggunakan layanan bimbingan kelompok teknik diskusi pada pertemuan I peningkatan 20 dan pada pertemuan kedua mengalami peningkatan hingga 40 Selanjutnya terjadi peningkatan 60 pada siklus II pertemuan ketiga dan meningkat kembali menjadi 80 pada pertemuan keempat pada siklus IIHal ini menunjukkan bahwa anak-anak usia 13-15 tahun pada posko hunian sementara korban erupsi gunung sinabung telah mengalami peningkatan Maka hipotesis yang menyatakan bahwa melalui pemberian layanan bimbingan kelompok teknik diskusi dapat meningkatkan sikap berpikir positif pada anak-anak korban erupsi Gunung sinabung melalui layanan bimbingan kelompok Diposko Hunia Sementara KWK BerastagiKabKarohttp://digilib.unimed.ac.id/peningkatan-sikap-berpikir-positif-pada-anakanak-korban-erupsi-gunung-sinabung-melalui-layanan-bimbingan-kelompok-diposko-hunia-sementara-kwk-berastagikabkaro-34460.htmlWed, 25 Feb 2015 11:06:15 +0700Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Melalui Teknik Sosiodarama Dalam Meningkatkan Pertimbangan Moral Siswa yang Menyontek Di Kelas XII IPS SMA Swasta Persiapan Stabat Tahun Ajaran 20142015Permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah Apakah layanan bimbingan kelompok melalui teknik sosiodrama berpengeruh terhadap pertimbangan moral siswa yang menyontek di kelas XII IPS SMA Swasta Persiapan Stabat Tahun Ajaran 20142015 Sedangkan tujuannya adalah Untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok melalui teknik sosiodrama dalam meningkatkan pertimbangan moral siswa yang menyontek di kelas XII IPS SMA Swasta Persiapan Stabat Tahun Ajaran 20142015 Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XII IPS I SMA Swasta Persiapan Stabat yang berjumlah 12 orang Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan pemberian kuesioner dan Defining Issues Test DIT Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis data kuantitatif Berdasarkan hasil yang diperoleh sebelum melakukan layanan adalah diperoleh 2 orang siswa yang memiliki nilai 1 pada prinsip pertimbangan moral 1 orang siswa memiliki nilai 2 4 orang siswa memiliki nilai 3 dan 5 0rang siswa memiliki nilai 5 pada prinsip pertimbangan moral Setelah diberikan layanan bimbingan kelompok teknik sosiodrama terjadi peningkatan pertimbangan moral siswa menjadi 2 orang siswa sudah memiliki nilai 6 pada prinsip pertimbangan moral 1 orang siswa memiliki nilai 7 4 orang siswa memiliki nilai 8 1 orang siswa memiliki nilai 9 2 orang siswa memiliki nilai 10 dan 2 orang siswa memiliki nilai 11 pada prinsip pertimbangan moral Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bimbingan kelompok teknik sosiodrama dapat meningkatkan pertimbangan moral siswa Maka peneliti menyarankan guru bimbingan konseling dapat menggunakan layanan bimbingan kelompok teknik sosiodrama sebagai alternatif yang tepat menangani permasalahan siswa khususnya meningkatkan pertimbangan moral siswa kelas XII IPS SMA Swasta Persiapan Stabat TA 20142015http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-layanan-bimbingan-kelompok-melalui-teknik-sosiodarama-dalam-meningkatkan-pertimbangan-moral-siswa-yang-menyontek-di-kelas-xii-ips-sma-swasta-persiapan-stabat-tahun-ajaran-20142015-34459.htmlWed, 25 Feb 2015 11:00:38 +0700Pengaruh Layanan Bimbingan KelompokTeknik Role Playing Terhadap Kecerdasan Intrapersonal Siswa Kelas VIII SMP Swasta KAVRI Talun Kenas Tahun Ajaran 2014Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok melalui tehnik role playing terhadap kecerdasan intrapersonal siswa kelas VIII SMP Swasta KAVRI Talun Kenas TA 2014 Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan pre-test post-test group Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII 1 SMP Swasta KAVRI Talun Kenas yang berjumlah 10 orang Instrumen penelitian yang digunakan untuk menjaring data tentang kecerdasan intrapersonal melalui kuesioner Teknik analisis data menggunakan uji tanda wilcoxonHasil skor rata-rata kecerdasan intrapersonal siswa pada saat pre test 718 Setelah dilakukan bimbingan kelompok teknik role playing maka hasil post test diperoleh skor rata-rata kecerdasan intrapersonal siswa 85 sehingga kenaikan skor rata-rata adalah 184 Dapat dilihat juga dari hasil uji tanda wilcoxon yang menunjukkan bahwa pada taraf signifikan 5 hasil perhitungan pre test dan post test Thitung Ttabel 0 8 serta Zhitung -2083 Ztabel-196 sehingga kecerdasan intrapersonal siswa setelah mendapatkan perlakuan lebih tinggi dari pada sebelum mendapat perlakuan Dengan demikian dinyatakan layanan bimbingan kelompok teknik role playing mempunyai pengaruh terhadap kecerdasan inrapersonal siswa kelas VIII SMP Swasta KAVRI Talun Kenas kecamatan STM Hilir Kabupaten Deli Serdang Tahun Ajaran 2014http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh---layanan---bimbingan-kelompokteknik-role-playing-terhadap-kecerdasan-intrapersonal-siswa-kelas-viii-smp-swasta-kavri-talun-kenas-tahun-ajaran-2014-34458.htmlWed, 25 Feb 2015 10:45:25 +0700Upaya Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode Mind Mapping Pada Mata Pelajaran Sains Di Kelas V SDN 107400 Bandar Khalipah Tahun Ajaran 20132014Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran Sains di kelas V SDN 107400 Bandar Khalipah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan menggunakan metode pembelajaran mind Mapping dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran Sains materi struktur bumiSubjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN 107400 Bandar Khalipah yang berjumlah 36 orang peserta didik yang terdiri dari 20 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan Pelaksanaan PTK ini dilakukan dalam dua siklus setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan tindakan pengamatan dan refleksi Masing-masing dilaksanakan 2 kali pertemuan Alat pengumpul data yang digunakan adalah dengan menggunakan lembar observasi untuk mengukur tingkat aktivitas belajar siswa Lembar observasi meliputi aktivitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran Teknik analisis data yang digunakan dengan memakai analisis data presentase Adapun masalah yang ditemukan dalam peneltian ini yaitu proses belajar mengajar yang hanya berpusat pada guru rendahnya aktivitas belajar siswa pada pelajaran Sains pendekatan pembelajaran dengan metode ceramah yang tidak efektif sehingga siswa menjadi bosan malas dan jenuh dalam mengikuti pelajaran Sains kurangnya perhatian guru terhadap siswa yang kurang aktif saat pelajaran berlangsung di dalam kelasDari hasil observasi pada kondisi awal menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa sangat kurang dengan persentase ketuntasan klasikalnya hanya 2142 Selanjutnya Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa observasi aktivitas belajar siswa pada saat siklus I pertemuan 1 dengan nilai rata-rata aktivitas aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I yang rata-rata aktivitas belajar siswa pada pertemuan 1 yaitu 5414 pada siklus I pertemuan 2 naik menjadi 6755 kemudian mengalami peningkatan pada siklus II pertemuan 1 menjadi 7520 dan pada pertemuan 2 meningkat sampai 8203 Sedangkan tingkat keberhasilan aktivitas belajar secara klasikal pada siklus I pertemuan 1 yaitu 2222 dan pada pertemuan 2 mengalami kenaikan menjadi 6111 pada siklus 2 pertemuan 1 mengalami peningkatan menjadi 8333 dan pada pertemuan 2 meningkat menjadi 8888Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode Mind Mapping dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada materi pokok strutur bumi di kelas V SDN 107400 Bandar Khalipah Tahun Ajaran 2013-2014 Hal ini berarti bahwa metode Mind Mapping dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran Sainshttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-aktivitas-belajar-siswa-dengan-menggunakan-metode-mind-mapping-pada-mata-pelajaran-sains-di-kelas-v-sdn-107400-bandar-khalipah-tahun-ajaran-20132014-34457.htmlWed, 25 Feb 2015 10:40:39 +0700MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN PADA PEMBELAJARAN SAINS DI KELAS V SD NEGERI 104607 SEI ROTANPenelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan rendahnya hasil belajar siswa pada pembelajaran Sains di SD Negeri 104607 Sei Rotan Siswa tidak berani mengajukan pertanyaan dan tidak berani mengemukakan pendapat selama kegiatan pembelajaran hal ini terjadi karena suasana pembelajaran sering membuat siswa merasa jenuh Oleh karena itu guru berupaya untuk memilih metode yang bervariasi sebagai metode dalam pembelajaran agar tercipta suasana pembelajaran yang menarik dan menyenangkan Tujuan penelitian ini yaitu ingin memperoleh data tentang persiapan guru merancang rencana pembelajaran dan peningkatan hasil belajar siswa serta faktor pendukung Peneliti ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas Penelitian dilakukan dua siklus satu siklus dilakukan sebanyak dua kali tindakan penelitian Subjek penelitian adalah kelas V Sebanyak 39 orang terdiri dari 25 siswa perempuan dan 14 siswa laki-laki dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2014-2015 antara bulan maret sd mei 2014 Teknik pengumpulan data antara lain dengan lembar observasi dan lembar tes selama tindakan dan dokumentasi kegiatan pembelajaranBerdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan Penggunaan metode eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran sains jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar dari tes awal yaitu 6 dari 39 siswa 154 dengan rata-rata nilai 529 Hasil analisis data pada siklus I setelah menggunakan metode eksperimen menunjukan jumlah siswa yang mencapai peningkatan belajar adalah 19 dari 39 siswa 487 dengan rata-rata nilai 631 Hasil analisis data terakhir siklus II dengan metode pembelajaran yang sama diperoleh jumlah siswa yang mencapai peningkatan belajar yaitu 34 dari 39 siswa 872 dengan rata-rata 774 Berdasarkan criteria ketuntasan belajar klasikal maka pembelajaran ini telah mencapai target ketuntasan belajar Koefisen korelasi dengan menggunakan rumus product moment di peroleh harga koefisen korelasi sebesar 051 Uji keberartian menggunakan uji t diperoleh harga t hitung 360 selanjutnya harga ini dikonsultasikan dengan harga t tabel pada tingkat kepercayaan 95 dengan n 39-2 37 dan diperoleh harga t tabel 168 atau harga t hitung t tabelDengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar siswa Saran yang diajukan yaitu guru dapat menerapkan metode eksperimen sebagai alternatife dalam pembelajaran dan selalu membuat latihan dan tes yang bertujuan lebih melatih siswa untuk meningkatkan hasil belajar siswahttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-hasil-belajar-siswa-dengan-menggunakan-metode-eksperimen-pada-pembelajaran-sains-di-kelas-v-sd-negeri-104607-sei-rotan-34456.htmlWed, 25 Feb 2015 10:36:07 +0700Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sains dengan Menggunakan ICT di Kelas V SD Negeri 050630 Tanjung Langkat TA 20132014Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar sains siswa Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan ICT melalui media PowerPoint dalam meningkatkan hasil belajar sains siswa pada materi pokok peristiwa alam di kelas V SD Negeri 050630 Tanjung Langkat Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini termasuk jenis Penelitian Tindakan Kelas PTK Subjek dalam penelitian ini siswa kelas V Negeri 050630 Tanjung Langkat tahun ajaran 20132014 berjumlah 32 siswa yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan Penelitian dilakukan selama 2 siklus Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda sebanyak 20 soal dan lembar observasi Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dan kuantitatif Hasil penelitian menujukkan bahwa sebelum diberikan tindakan dari hasil pretes diperoleh rata-rata nilai siswa sebesar 3172 dengan persentase ketuntasan secara klasikal sebesar 0 Setelah dilakukan tindakan siklus I hasil belajar sains siswa meningkat menjadi rata-rata sebesar 6688 dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 6875 Hasil observasi selama siklus I pada pertemuan diperoleh rata-rata skor kegiatan guru sebesar 525 kurang dan pada pertemuan kedua diperoleh rata-rata skor sebesar 575 cukup Aktivitas siswa selama pertemuan pertama siklus I diperoleh rata-rata skor sebesar 450 kurang dan pada pertemuan kedua rata-rata sebesar 550 cukup Selanjutnya setelah dilakukan perbaikan tindakan siklus II hasil belajar siswa kembali meningkat menjadi rata-rata sebesar 8422 dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 9375 Hasil observasi selama siklus II pada pertemuan diperoleh rata-rata skor kegiatan guru sebesar 775 baik dan pada pertemuan kedua diperoleh rata-rata skor sebesar 850 baik Aktivitas siswa selama pertemuan pertama siklus II diperoleh rata-rata skor sebesar 675 cukup dan pada pertemuan kedua rata-rata skor sebesar 775 baikDengan demikian dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan ICT melalui media PowerPoint dapat meningkatkan hasil belajar sains siswa pada materi pokok peristiwa alam di kelas V SD Negeri 050630 Tanjung Langkat Tahun Ajaran 20132014 Sebagai tindak lanjut disarankan kepada guru untuk dapat merancang media pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa dalam belajar salah satunya adalah media PowerPoint sehingga siswa dapat memperoleh hasil belajar yang lebih baik dan optimalhttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-hasil-belajar-siswa-pada-mata-pelajaran-sains-dengan-menggunakan-ict-di-kelas-v-sd-negeri-050630-tanjung-langkat-ta-20132014-34455.htmlWed, 25 Feb 2015 10:32:21 +0700Pemanfaatan Sumber Daya Alam Di Lingkungan Sekolah Dalam Peningkatan Hasil Belajar Sains Pada Sub Pokok Bahasan Proses Pembentukan Tanah Bagi Siswa Kelas V SD Negeri 200407 Hutapadang TA 2013 2014Masalah yang dihadapi dalam Penelitian adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sains karena disebabkan oleh beberapa faktor dalam diri siswa terutama kemampuan siswa dan faktor guru terutama kemampuan guru dalam menyampaikan materi Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Sains siswa melalui pemanfaatan sumber daya alam di lingkungan sekolah pada sub materi pokok bahasan proses pembentukan tanah di kelas V SD Negeri 200407 Hutapadang TA 20132014Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas Classroom Action Reasearch Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V-A SD yang berjumlah 21 orang terdiri dari 13 siswa laki- laki dan 8 siswa perempuan Penelitian ini dilaksanakan dua siklus yakni siklus I dan siklus II Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi Teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah lembar tes pilihan ganda dengan jumlah 20 soal dan observasi meliputi aktivitas guru dan siswa dalam proses pembelajaranBerdasarkan hasil penelitian dimulai tes awal diperoleh nilai- nilai rata- rata hasil tes awal adalah 581 siswa yang tuntas sebanyak 7 orang dengan persentase ketuntasan 333 dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 14 orang dengan persentase tidak tuntasnya 667 Nilai rata- rata pada siklus I diperoleh702 siswa yang tuntas sebanyak 12 orang dengan persentase ketuntasan 571 dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 9 orang dengan persentase tidak tuntasnya 429 Sedangkan nilai rata-rata pada siklus II diperoleh sebesar 833 siswa yang tuntas sebanyak 18 orang dengan persentase ketuntasan 8571 dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 3 orang dengan persentase tidak tuntasnya 1428Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan sumber daya alam di lingkungan sekolah dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sains sub pokok bahasan proses pembentukan tanah bagi kelas V-A SD Negeri 200407 Hutapadang TA 2014http://digilib.unimed.ac.id/pemanfaatan-sumber-daya-alam--di-lingkungan-sekolah-dalam-peningkatan-hasil-belajar-sains-pada-sub-pokok-bahasan-proses-pembentukan-tanah-bagi-siswa-kelas-v-sd-negeri-200407-hutapadang-ta-2013-2014-34454.htmlWed, 25 Feb 2015 10:26:20 +0700Dengan Menggunakan Metode Cooperative Learning Tipe Bamboo Dancing Kelas V SD Negeri 056613 Kabupaten langkat Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peningkatan hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sains Dengan Menggunakan Metode Cooperative Learning Tipe Bamboo Dancing Kelas V SD Negeri 056613 Kabupaten Langkat Tahun Ajaran 20132014Lokasi penelitian ini adalah SD Negeri 056613 Kabupaten Langkat Tahun Ajaran 2013 subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V yang berjumlah 34 orangPenelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yan terdiri dari dua siklus siklus I dan II Sebelum dilakukan tindakan pada siklus I peneliti memberi pre test untuk mengetahui letak kesulitan pada mata pelajaran Sains dalam materi Jenis Jenis dan Ciri Ciri Tanah dilanjutkan dengan siklus I dan pos test siklus I siklus II dan diakhri dengan pemberian pos tes siklus II dengan test hasil belajar Sains dengan menggunakan bentuk tes uraian Serta untuk mengetahui keaktifan guru dalam menggunakan metode Cooperative Learning Tipe bamboo Dancing dan keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran berlangsung Dengan menggunakan metode Cooperative Learning Tipe bamboo Dancing dapat meningkatkan hasil belajar Sains siswa dari mulai tes awal hingga pada siklus II pada tes awal yang dilakukan terdapat 5 siswa 1417 yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata rata 5147 Ketuntasan belajar siswa pada postes siklus I mencapai 15 siswa 4411 dari 34 siswa yang telah mencapai ketuntasan dengan nilai rata rata hasil belajar siswa 6755 Dan ketuntasan belajar siswa pada postes siklus II mencapai 31 siswa 9117 dari 34 siswa ynag telah mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata rata 8364 Pada observasi kegiatan Guru dalam proses pembelajaran pada siklus I belum terlihat obtimal dengan memperoleh nilai rata rata sebesar 675 Selanjutnya pada siklus II mengalami peningkatan kegiatan guru dalam proses pembelajaran dengan nilai rata- ratanya menjadi 8625 Pada kegiatan siswa dalam proses pembelajaran mengalami peningkatan pada siklus I memperoleh nilai 5681 meningkat menjadi 80 Jadi dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sains dalam materi Jenis Jenis dan Ciri Ciri Tanah di kelas V SD Negeri 056613 Kabupaten Langkat Tahun Ajaran 20132014Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa dengan menggunakan modifikasi alat dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sains dalam materi Jenis Jenis dan Ciri Ciri Tanah di kelas V SD Negeri 056613 Kabupaten Langkat Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/dengan-menggunakan-metode-cooperative-learning-tipe-bamboo-dancing-kelas-v-sd-negeri-056613-kabupaten-langkat-tahun-ajaran-20132014-34453.htmlWed, 25 Feb 2015 10:23:13 +0700Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menerapkan Metode Demonstrasi Pada Pelajaran Sains Di Kelas IV SD Negeri 104266 Pematang Sijonam Kecamatan Perbaungan TA 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan penggunaan demonstrasi pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Sains di kelas IV SD Negeri 104266 Pematang Sijonam Kecamatan Perbaungan Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV yaitu dengan jumlah siswa sebanyak 37 orang yang akan diberikan tindakan berupa pengajaran dengan penggunaan demonstrasi Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan kelas Classroom Action Research Masalah dalam penelitian ini adalah kurangnya minat belajar siswa sehingga mengakibatkan hasil belajar yang kurang maksimal Siswa lebih suka bermain di dalam kelasUntuk memperoleh data dalam penelitian ini maka dilakukan tes hasil belajar I dan tes hasil belajar II yang berbentuk tes perubahan lingkungan dalam pembelajaran IPA Setelah data terkumpul dan dilakukan analisis maka diperoleh hasil analisisnya Dari 37 orang siswa yang menjadi subjek dalam penelitian ini ternyata hanya 15 orang siswa 4054 yang sudah memiliki ketuntasan belajar sedangkan selebihnya yaitu 22 orang siswa 5945 belum memiliki ketuntasan belajar Nilai rata rata yang diperoleh hanya mencapai 7513 Dari hasil observasi pada guru ini dapat dilihat bahwa kegiatan pembelajaran pada siklus I ini telah berlangsung dengan baik dimana persentase yang dilakukan guru sesuai indikator sudah mencapai 7142 Kemudian observasi terhadap siswa juga baik dilihat dari pencapaian indikator mencapai persentase 7343Sedangkan pada siklus II dapat dilihat bahwa kemampuan siswa dalam melakukan tes hasil belajar secara klasikal sudah meningkat Ternyata 35 orang siswa 9459 yang sudah memiliki ketuntasan belajar sedangkan selebihnya yaitu 2 orang siswa 540 belum memiliki ketuntasan belajar Nilai rata rata yang diperoleh hanya mencapai 8351 hasil observasi pada guru ini dapat dilihat bahwa kegiatan pembelajaran pada siklus II ini telah berlangsung dengan sangat baik dimana persentase yang dilakukan guru sesuai indikator sudah mencapai 875 Kemudian observasi terhadap siswa juga baik dilihat dari pencapaian indikator mencapai persentase 8595 Berdasarkan hal itu maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran menggunakan metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran sains pada siswa kelas kelas IV SD Negeri 104266 Pematang Sijonam Kecamatan Perbaunganhttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-hasil-belajar-siswa-dengan-menerapkan-metode-demonstrasi-pada-pelajaran-sains-di-kelas-iv-sd-negeri-104266-pematang-sijonam-kecamatan-perbaungan-ta-20132014-34452.htmlWed, 25 Feb 2015 10:19:21 +0700Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Two Stay Two Stray TSTS Pada Pelajaran Sains Di Kelas V SD Negeri 104206 Sei Rotan TA 20132014Masalah dalam penelitian ini adalah Apakah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray TSTS dapat meningkatkan belajar siswa pada pelajaran sains Materi Pokok Pesawat Sederhana di Kelas V SD Negeri 104206 Sei Rotan Tahun Ajaran 20132014 Penelitian ini bertujuan Untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray TSTS Pada Pelajaran sains Materi Pokok Pesawat Sederhana di Kelas V SD Negeri 104206 Sei Rotan Tahun Ajaran 20132014Penelitian menggunakan desain PTK dengan tindakan pembelajaran model pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray TSTS Data dikumpulkan dengan menggunakan tes dan observasi dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 32 orang siswa Untuk mengetahui perubahan hasil belajar siswa data dianalisis dengan menggunakan persentase dan analisis kualitatif dan uji hipotesis Berdasarkan analisis data diperoleh saat diberikan pretest diperoleh tingkat ketuntasan secara klasikal yaitu 8 orang 25 Pada siklus I pertemuan 1 sebanyak 15 orang 4375 mendapat nilai tuntas dan pada pertemuan 2 sebanyak 16 orang 5375 mendapat nilai tuntas dengan rata-rata nilai klasikal sebesar 6563 Pada siklus II pertemuan 1 sebanyak 29 orang 9063 mendapat nilai tuntas pada siklus II pertemuan 2 sebanyak 29 orang 9063 dengan rata-rata nilai klasikal sebesar 8375 Koefisen korelasi dengan menggunakan rumus product moment diperoleh harga koefisen korelasi sebesar 048 atau berada diantara 048r0599 dengan tingkat hubungan sedang Uji keberartian menggunakan uji t diperoleh harga thitung 300 selanjutnya harga ini dikonsultasikan dengan harga ttabel pada tingkat kepercayaan 95 dengan n 32-230 dan diperoleh harga ttabel 170 atau harga t hitung ttabel Berdasarkan temuan dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Two Stay Two Stray TSTS dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan pesawat sederhana kelas V SD Negeri 104206 Sei Rotan Tahun Ajaran 20132014 Oleh karenya guru perlu meningkatkan keterampilan mengajar guru dalam mengembangkan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray TSTS dalam mata pelajaran sains khususnya pada pesawat sederhanahttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-hasil-belajar-siswa-dengan-menggunakan-model-pembelajaran-kooperatif--two-stay-two-stray-tsts-pada-pelajaran-sains-di-kelas-v-sd-negeri-104206-sei--rotan-ta-20132014-34451.htmlWed, 25 Feb 2015 10:15:47 +0700Penerapan Model Pembelajaran Koperatif Tipe TGT untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Matematika Siswa di Kelas IV SDN 020276 Binjai Timur TA 20132014Masalah dalam penelitian ini adalah kurangnya aktivitas belajar matematika siswa minat siswa dalam pembelajaran matematika kurang sehingga tidak memunculkan sikap antusias dan semangat siswa untuk belajar proses pembelajaran yang terlaksana masih didominasi dengan model pembelajaran yang kurang menyenangkan Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar matematika siswa di kelas IV SDN 020276 Binjai Timur dengan menerapkan model pembelajaran koperatif tipe TGTKajian teori pada penelitian merupakan pendapat dari beberapa para ahli Berdasarkan kesimpulan dari pendapat Sardiman Martinis dan Montessori aktivitas belajar adalah kegiatan yang bersifat fisik dan mental yang dilakukan oleh individu selama melaksanakan proses belajar sesuai dengan kondisi atau situasi yang dihadapinya Berdasarkan pendapat dari Paul indikator dari aktivitas belajar adalah aktivitas visual aktivitas oral aktivitas mendengarkan aktivitas menulis aktivitas mental dan aktivitas emosional Berdasarkan kesimpulan dari pendapat David De Vries Rusman dan Wikandari TGT merupakan salah satu tipe model pembelajaran koperatif yang sangat menyenangkan dengan adanya permainan dalam turnamen akademik Berdasarkan pendapat dari Slavin langkah-langkah TGT adalah guru presentasi di kelas belajar kelompok turnamen akademik dan pemberian penghargaan Penelitian ini berbentuk Penelitian Tindakan Kelas PTK Lokasi penelitian adalah di Jln Ir H Juanda No 203 Kelurahan Mencirim Kecamatan Binjai Timur Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 020276 Binjai Timur berjumlah 23 orang yang terdiri dari 10 orang laki-laki dan 13 orang perempuan Objek dalam penelitian ini adalah aktivitas belajar siswa kelas IV Terdapat dua variabel dalam penelitian ini yaitu aktivitas belajar siswa dan model pembelajaran koperatif tipe TGT Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari dua pertemuan Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini adalah lembar observasi aktivitas siswa dan lembar observasi guru Dari hasil penelitian aktivitas belajar siswa secara klasikal mengalami peningkatan Pada siklus I pertemuan 1 masih tergolong sangat rendah yaitu 1304 dengan rata-rata 4338 siklus I pertemuan 2 tergolong rendah yaitu 3478 dengan rata-rata 5670 siklus II pertemuan 1 tergolong sangat tinggi yaitu 8695 denga rata-rata 7210 dan siklus II pertemuan 2 tergolong sangat tinggi yaitu 100 dengan rata-rata 8605 Hasil lembar observasi guru mengalami peningkatan pada siklus I pertemuan 1 adalah 6071 siklus I pertemuan 2 adalah 75 siklus II pertemuan 1 adalah 8928 dan siklus II pertemuan 2 adalah 100 dan rata-rata keseluruhan adalah 8124 Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran koperatif tipe TGT dapat meningkatkan aktivitas belajar matematika siswa kelas IV SDN 020276 Binjai Timur TA 20132014 pada materi operasi hitung penjumlahan bilangan pecahanhttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-koperatif-tipe-tgt-untuk-meningkatkan-aktivitas-belajar-matematika-siswa-di-kelas-iv-sdn-020276-binjai-timur-ta-20132014-34450.htmlWed, 25 Feb 2015 10:00:42 +0700Pengaruh Organisasi Terhadap Kecerdasan Emosional Mahasiswa di Fakultas Ilmu Pendidikan UNIMED tahun Ajaran 2013Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana pengaruh organisasi terhadap kecerdasan emosional mahasiswa yang mengikuti organisasi di Fakultas Ilmu Pendidikan UNIMED Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dan menggunakan metode analisis deskriptif untuk menganalisis data Subjek dalam penelitian adalah Mahasiswa yang mengikuti organisasi di fakultas ilmu pendidikan dengan jumlah 51 orang Penentuan subjek penelitian dilakukan dengan Propotional Random Sampling Data yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh organisasi terhadap kecerdasan emosional dikumpulkan melalui angket yang diisi selama penelitian berlangsung Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 Pelaksanaan organisasi dapat dikategorikan baik dengan rata-rata 81 2 Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa kecerdasan emosional banyak ditentukan terhadap keaktifan dalam mengikuti organisasi yang sangat baik dengan rata-rata 82 3 Korelasi yang diperoleh antara organisasi dengan kecerdasan emosional menunjukkan angka sebesar 80 Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan skor thitung lebih besar dari ttabel yaitu 008690231 dengan nilai signifikan 005 Kesimpulan dari penelitian ini adalah organisasi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kecerdasan emosional mahasiswahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-organisasi-terhadap-kecerdasan-emosional-mahasiswa-di-fakultas-ilmu-pendidikan-unimed-tahun-ajaran-2013-34449.htmlWed, 25 Feb 2015 09:57:22 +0700Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Simulasi Terhadap Kemampuan Mengelola Emosi Siswa Kelas XI SMA Katolik Budi Murni-3 Medan TA 2013 2014Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi berpengaruh terhadap kemampuan mengelola emosi siswa kelas XI SMA Katolik Budi Murni-3 Medan Tahun Pelajaran 2013 2014 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi terhadap kemampuan mengelola emosi siswa kelas XI SMA Katolik Budi Murni-3 Medan Tahun Pelajaran 2013 2014Penelitian ini merupakan penelitiankuasi eksperimen dengan desain penelitian one-group pretest-posttest design Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA Katolik Budi Murni-3 Medan yang berjumlah 10 orang Analisis yang digunakan untuk menguji validitas adalah korelasi product moment dan reliabilitas menggunakan rumus alphaAnalisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan uji wilcoxon Hasil analisis data test awal pre-test diperoleh skor kemampuan mengelola emosi siswa dengan rata-rata 568 sedangkan setelah pemberian layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi post-test diperoleh rata-rata 744 artinya rata-rata skor kemampuan mengelola emosi siswa setelah mendapat layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum mendapat layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi 744 568 atau terjadi peningkatan sebesar 2365dengan hasil perhitungan uji wilcoxon pada taraf signifikan 5 N10 yaitu bahwa J_hitungJ_tabel 248Adanya peningkatan ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi terhadap kemampuan mengelola emosi siswa kelas XI SMA Katolik Budi Murni-3 Medan Tahun Ajaran 2013 2014http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-layanan-bimbingan-kelompok-dengan-teknik-simulasi-terhadap-kemampuan-mengelola-emosi-siswa-kelas-xi-sma-katolik-budi-murni3-medan-ta-2013-2014-34448.htmlWed, 25 Feb 2015 09:54:11 +0700Pengaruh Penerapan Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Sosiodrama Terhadap Konsep Diri Siswa Kelas X SMA Swasta Budi Agung Medan Tahun Ajaran 2013 2014Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah Apakah ada pengaruh layanan bimbingan kelompok teknik sosiodrama terhadap peningkatan konsep diri siswa Kelas X SMA Swasta Budi Agung Medan tahun pelajaran 2013-2014 Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok teknik sosiodrama terhadap konsep diri siswa Kelas X SMA Swasta Budi Agung Medan tahun pelajaran 2013-2014Subjek dalam penelitian ini adalah 10 siswa kelas X SMA Swasta Budi Agung Medan Pemilihan subjek penelitian yaitu siswa yang memiliki konsep diri rendah yang didapat dari hasil pretest konsep diri Penelitian ini termasuk jenis penelitian Eksperimental Semu yaitu model rancangan eksperimen dengan penelitian yang memberikan perlakuan kepada sekelompok orang yang dijadikan subjek penelitian Penelitian ini menggunaka dua variabel yaitu layanan bimbingan kelompok teknik sosiodram X sebagai variabel bebas konsep diri Y sebagai variabel terikat Alat pengumpulan data yang digunakan adalah angket konsep diri dengan menggunakan skala likert Dengan desain penelitian one group pre test post test Teknik analisis data menggunakan SPSS 16 untuk menguji validitas angket Selanjutnya untuk melihat sebaran angket itu dikatakan normal atau tidak maka digunakan uji normalitas Sedangkan untuk melihat apakah ada pengaruh teknik sosiodrama layanan bimbingan kelompok terhadap konsep diri siswa menggunakan t-tes Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan layanan bimbingan kelompok teknik sosiodrama terhadap konsep diri siswa kelas X SMA Swasta Budi Agung Medan Hal ini diketahui dari melihat t hitung t tabel Melalui perhitungan T Test diperoleh 22582 1833 Sehingga dari hasil ini dapat dikemukakan hipotesis penelitian yang berbunyi Ada Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Sosiodrama Terhadap Konsep Diri Siswa SMA Swasta Budi Agung dinyatakan diterimahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-penerapan-layanan-bimbingan-kelompok-teknik-sosiodrama-terhadap-konsep-diri-siswa-kelas-x-sma-swasta-budi-agung-medan-tahun-ajaran-2013--2014-34447.htmlWed, 25 Feb 2015 09:50:42 +0700Pengaruh Pelaksanaan Bimbingan Kelompok Tekhnik PKC Terhadap Pengembangan Karakter Empati Di Kelas XI SMA Swasta Yayasan Perguruan Keluarga PematangSiantar TahunAjaran 20132014Permasalahan dalam penelitian ini adalah Adakah pengaruh signifikan terhadap pemberian layanan bimbingan kelompok teknik PKC-KO dalam meningkatkan empati siswa di kelasXI SMA Swasta Yayasan Perguruan Keluarga tahun ajaran 20132014 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui yang signifikan terhadap pemberian layanan bimbingan kelompok teknik PKC-KO dalam meningkatkan empati siswa di kelasXI SMA Swasta Yayasan Perguruan Keluarga tahun ajaran 20132014Jenis penelitian ini adalah eksperimen yaitu penelitian yang dilakukan dengan memberikan perlakuan kepada sekelompok orang yang dijadikan subjek penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah kelas XI- sosial 1 Tahun ajaran 20132014 yang berjumlah 10 orang Instrument yang digunakan adalah angket untuk menjaring data tentang empati yang sebelumnya diuji cobakan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas angket Dari 40 angket yang di sebarkan diketahui ada 25 item yang valid dan 15 item yang tidak validJadi jumlah item yang diberikan kepada 10 sampel berjumlah 25 itemDesain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain pre-test dan post-testPre-test diberikan sebelum dilakukan layanan bimbingan kelompok teknik PKC-KO dan post-test diberikan setelah dilakukan layanan bimbingan kelompok teknik PKC-KO Teknik analisis data penelitian ini menggunakan rumus uji tHasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan kelompok teknik PKC-KO memberikan pengaruh yang signifikan terhadap empati pada siswa empati siswa kelasXI SMA SwastaYayasan Perguruan Keluarga tahun ajaran 20132014 Hal ini teruji dengan menggunakan uji t yang diperoleh dari penghitungan dengan hasilthitung 4890 ttabel 1833 artinya hipotesis yang diajukanya itu ada pengaruh yang signifikan pemberian layanan bimbingan kelompok teknik pkc-ko terhadap empati pada siswa kelasXI SMA Swasta Yayasan Perguruan Keluarga tahun ajaran 20132014 dapat diterimahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-pelaksanaan-bimbingan-kelompok-tekhnik-pkc-terhadap-pengembangan-karakter-empati-di-kelas-xi-sma-swasta-yayasan-perguruan-keluarga-pematangsiantar-tahunajaran--20132014-34446.htmlWed, 25 Feb 2015 09:46:37 +0700Meningkatkan Sikap Tanggung Jawab Pada Siswa Melalui Pendidikan Karakter-Cerdas Format Kelompok Kelas XI SMA Negeri 1 STABAT TA 20132014Penelitian ini dilakukan untuk melihat sikap tanggung jawab pada siswa melalui layanan pendidikan karakter-cerdas format kelompok Penelitian ini dilaksanakan pada akhir bulan Mei 2014 Tempat penelitian ini adalah SMA Negeri 1 Stabat yang beralamat di Jalan Proklamasi Kwala Bingai StabatSubjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Stabat yang terdiri dari 7 kelas Dipilih satu kelas yang menunjukan adanya permasalahan mengenai sikap tanggung jawab pada siswa yang ditetapkan berdasarkan data dari guru bimbingan dan konseling juga pengamatan langsung penulis berjumlah 39 siswa Kemudian melalui instrument sikap tanggung jawab siswa didapat 10 siswa yang menjadi subjek penelitian Dari hasil analisis data diperoleh 5 orang siswa yang memiliki tanggung jawab yang rendah dan 5 orang siswa memiliki tanggung jawab yang cukup Setelah tindakan siklus I terjadi peningkatan pengendalian diri siswa menjadi 5 orang siswa sudah memiliki sikap tanggung jawab tinggi 3 orang siswa memiliki sikap tanggung jawab cukup dan 2 orang siswa memiliki sikap tanggung jawab rendah yakni mengalami peningkatan 50 Setelah tindakan siklus II peningkatan juga terjadi menjadi 8 orang siswa memiliki sikap tanggung jawab tinggi dan 2 orang yang memiliki sikap tanggung jawab cukup yakni mengalami peningkatan 80Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pendidikan karakter-cerdas format kelompok dapat meningkatkan sikap tanggung jawab pada siswa Maka peneliti menyarankan guru bimbingan konseling dapat menggunakan layanan pendidikan karakter-cerdas format kelompok sebagai alternatif yang tepat menangani permasalahan siswa khususnya meningkatkan sikap tanggung jawab pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Stabat TA 20132014http://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-sikap-tanggung-jawab-pada-siswa-melalui-pendidikan-karaktercerdas-format-kelompok-kelas-xi-sma-negeri-1-stabat-ta-20132014-34445.htmlWed, 25 Feb 2015 09:43:20 +0700Pengaruh Penerapan Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Diskusi Terhadap Toleransi Siswa dalam Berinteraksi dengan Teman Sebaya Pada Siswa Kelas VII SMP Swasta Budisatrya Medan Tahun Ajaran 20132014Masalah dalam penelitian ini adalah Apakah ada pengaruh pemberian layanan bimbingan kelompok teknik diskusi terhadap toleransi siswa dalam berinteraksi dengan teman sebaya pada kelas VII SMP Swasta Budisatrya Medan Tahun Ajaran 20132014 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian layanan bimbingan kelompok teknik diskusi terhadap toleransi siswa dalam berinteraksi dengan teman sebaya pada siswa kelas VII SMP Budisatrya Medan Tahun Ajaran 20132014 Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain pre-test dan post-test Subjek dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan metode purposive sampling dari siswa kelas VII-3 yang berjumlah 10 orang siswa yang akan diberikan layanan bimbingan kelompok yang memilki toleransi yang rendah yang ditentukan dari hasil pre-test Instrumen yang digunakan adalah angket untuk menjaring data tentang toleransi berinteraksi siswa yang sebelumnya diuji cobakan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas angket Instrument diberikan sebelum dan sesudah pelaksanaan layanan bimbingan kelompok teknik diskusi Teknik analisis data menggunakan uji beda uji tHasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan bimbingan kelompok teknik diskusi diperoleh nilai rata-rata pre-test xA 449 dan Standart Deviasi SD 1285 sedangkan sesudah dilaksanakan bimbingan kelompok teknik diskusi diperoleh nilai rata-rata post-test Xb 547 dan Standart Deviasi SD 629 Dengan demikian pemberian layanan bimbingan kelompok teknik diskusi berpengaruh terhadap toleransi siswa dalam berinteraksi dengan teman sebaya pada siswa kelas VII SMP Swasta Budisatrya Medan Tahun Ajaran 2013 2014 Hal ini teruji dengan menggunakan uji t dengan hasil thitung ttabel yaitu 3456 183 artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari pelaksanaan layanan bimbingan kelompok teknik diskusi terhadap toleransi siswa dalam berinteraksi dengan teman sebaya pada siswa kelas VII SMP Swasta Budisatrya Medan Tahun Ajaran 2013 2014 dapat diterimahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-penerapan-layanan-bimbingan-kelompok-teknik-diskusi-terhadap-toleransi-siswa-dalam-berinteraksi-dengan-teman-sebaya-pada-siswa-kelas-vii-smp-swasta-budisatrya-medan-tahun-ajaran-20132014-34444.htmlWed, 25 Feb 2015 09:39:40 +0700Pengaruh Pelaksanaan Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Diskusi Terhadap Kontrol Diri Self Control Dalam Pergaulan Remaja Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Tanjung Pura Tahun Ajaran 20132014Masalah dalam penelitian ini adalah Apakah ada pengaruh yang signifikan antara pelaksanaan layanan bimbingan kelompok teknik diskusi terhadap kontrol diri Self Control dalam pergaulan remaja pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tanjung Pura Tahun Ajaran 20132014 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan antara pelaksanaan layanan bimbingan kelompok teknik diskusi terhadap kontrol diri self control dalam pergaulan remaja pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tanjung Pura Tahun Ajaran 20132014Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-6 berjumlah 9 yang terdiri dari 6 orang siswa yang memiliki kontrol diri rendah 3 orang yang memiliki kontrol diri sedang ditentukan dari hasil pre-test Instrumen yang digunakan adalah angket untuk menjaring data tentang kontrol diri siswa yang sebelumnya diuji cobakan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas angket Instrument diberikan sebelum dan sesudah pelaksanaan layanan bimbingan kelompok teknik diskusi Teknik analisis data menggunakan uji beda uji tHasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan bimbingan kelompok teknik diskusi diperoleh nilai rata-rata pre-test xA 588 dan Standart Deviasi SD 132 sedangkan sesudah dilaksanakan bimbingan kelompok teknik diskusi diperoleh nilai rata-rata Nilai rata-rata post-test Xb 934 dan Standart Deviasi SD 172 Dengan demikian pemberian layanan bimbingan kelompok teknik diskusi berpengaruh terhadap kontrol diri Self Control dalam pergaulan remaja pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tanjung Pura Tahun Ajaran 2013 2014 Hal ini teruji dengan menggunakan uji t dengan hasil thitung ttabel yaitu 827 1860 artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari pelaksanaan layanan bimbingan kelompok teknik diskusi terhadap kontrol diri Self Control dalam pergaulan remaja pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tanjung Pura Tahun Ajaran 2013 2014 dapat diterimahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-pelaksanaan-layanan-bimbingan-kelompok-teknik-diskusi-terhadap-kontrol-diri-self-control-dalam-pergaulan-remaja-pada-siswa-kelas-viii-smp-negeri-2-tanjung-pura-tahun-ajaran-20132014-34443.htmlWed, 25 Feb 2015 09:35:52 +0700Meminimalisir Kelompok In-Group VS Out-Group Di dalam Kelas Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Homeroom Pada Kelas X SMA Negeri 1 Pegajahan Tahun Ajaran 2013-2014Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah layanan bimbingan kelompok teknik homeroom dapat meminimalisir kelompok in-group vs out-group di dalam kelas pada kelas X SMA Negeri 1 Pegajahan Tahun ajaran 2013-2014 Untuk memperoleh data dalam penelitian ini peneliti melakukan pengumpulan data melalui sosiometri observasi dan penyebaran angket yang sudah divalidasi Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling PTBK yang terdiri dari 2 siklus siklus I dan siklus II dimana masing-masing dilakukan dua kali pertemuan Jenis data dalam penelitian ini termasuk data kualitatif Pada setiap pertemuan terakhir dari masing-masing siklus peneliti melakukan penilaian segera LAISEG observasi dan penilaian melalui hasil angket Berdasarkan hasil analisis angket dan sosiometri sebelum diberikan tindakan dari 24 orang siswa diperoleh 8 orang siswa yang teridentifikasi dalam masalah in-group vs out group Delapan orang siswa tersebut merupakan siswa yang memiliki skor tertinggi dimana 3 diantaranya memperoleh skor dengan kriteria Tinggi dan 5 orang dengan kriteria Sedang Dari hasil analisis data pada siklus I setelah diberikan tindakan diperoleh 3 orang siswa yang mengalami peningkatan hubungan sosial dengan terminimalisrnya perasaan kelompok in-group vs out group sehingga persentase keberhasilan memperoleh hasil 38 hal ini juga dilihat dari hasil analisis angket LAISEG dan lembar observasi Pada siklus II terjadi peningkatan yang signifikan pada hubungan dan interaksi sosial siswa yaitu 87 karena diperoleh 7 orang siswa yang mengalami peningkatan dengan perubahan dalam kriteria Rendah Walaupun masih ada 1 orang siswa 13 yang berada pada kriteria Sedang namun tingkat keberhasilan layanan sudah mencapai target yakni diatas 75 Sedangkan jika dilihat keberhasilan keseluruhan siswa yang mengikuti kegiatan yaitu mencapai 958 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok teknik homeroom dapat membantu meningkatkan interaksi dan komunikasi intrapersonal sehingga dapat membantu meminimalisirkan perasaan kelompok in-group vs out-group didalam kelashttp://digilib.unimed.ac.id/meminimalisir-kelompok-ingroup-vs-outgroup-di-dalam-kelas-melalui-layanan-bimbingan-kelompok-teknik-homeroom-pada-kelas-x-sma-negeri-1-pegajahan-tahun-ajaran-20132014-34442.htmlWed, 25 Feb 2015 09:31:58 +0700Pengaruh Pemberian Layanan Penguasaan Konten untuk Meningkatkan karakter Berpikir Kreatif siswa SMP Negeri 3 Salapian Langkat Tahun Ajaran 20132014Masalah dalam penelitian ini adalah siswa kurang memiliki rasa ingin tahu yang luas jarang mengajukan pertanyaan kurang percaya diri dalam mengemukakan jawaban maupun mengajukan pertanyaan dan tidak memberikan alternatif jawaban yang bervarian ketika diberikan pertanyaan Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh layanan konten terhadap peningkatan karakter berpikir kreatif siswa SMP Negeri 3 Salapian Langkat Tahun Ajaran 20132014Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Salapian Langkat Tahun Ajaran 20132014 Instrumen penelitian yang digunakan merupakan tes kreativitas yang telah dibakukan oleh orang yang telah memiliki sertifikat dalam melakukan tes Tes kreatifitas tersebut merupakan hasil kerjasama peneliti dengan UPBK Unimed Teknik analisis data yang digunakan adalah uji perbedaan menggunakan uji tHasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pelaksanaan layanan penguasaan konten untuk meningkatkan karakter berpikir kreatif siswa SMP Negeri 3 Salapian Langkat Tahun Ajaran 20132014 Penelitian ini memberikan makna bahwa melalui layanan penguasaan konten siswa dapat meningkatkan karakter berpikir kreatif siswa Kesimpulan ini dibuktikan dari hasil pengujian hipotesis yang menunjukkan bahwa t_hitung lebih besar dari t_tabel yaitu 342105 183 yang dapat diterima pada taraf signifikan 5 Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis yang ditegakkan oleh peneliti telah teruji kebenarannyahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-pemberian-layanan-penguasaan-konten-untuk-meningkatkan-karakter-berpikir-kreatif-siswa-smp-negeri-3-salapian-langkat-tahun-ajaran-20132014-34441.htmlWed, 25 Feb 2015 09:28:29 +0700PENDIDIKAN KARAKTER DALAM TULISAN NARASIPendidikan karakter sangat diperlukan bagi masyarakat kita khususnya bagi anak-anak dan remaja Seseorang yang memiliki karakter yang baik akan terwujud melalui perilaku-perilakunya sehari-hari Masyarakat sangat membutuhkan pendidikan karakter yang mengandung nilai-nilai atau pesan-pesan moral sosial yang sesuai dengan keinginan dan harapan masyarakat Salah satu penanaman karakter bagi anak-anak dan remaja dapat dilakukan melalui tulisan-tulisan narasihttp://digilib.unimed.ac.id/pendidikan-karakter-dalam-tulisan-narasi-34440.htmlWed, 25 Feb 2015 09:04:29 +0700Pengaruh Layanan Konseling Individual dengan Menggunakan Terapi Realitas Terhadap Kestabilan Emosi Remaja DI MAN 1 Medan TA 20132014Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah layanan konseling indvidual dengan menggunakan terapi realitas berpengaruh pada kestabilan emosi remaja di MAN 1 Medan TA 20132014 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh penerapan layanan konseling individual dengan menggunakan terapi realitas terhadap kestabilan emosi remaja di MAN 1 Medan TA 20132014Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI-IPA 1 yang terdiri dari 5 orang siswa yang mempunyai kestabilan emosi yang rendah berusia 13-18 tahun yaitu usia matang secara hukum dan menyadari bahwa mereka mempunyai masalah kestabilan emosi yang dilihat dari hasil pre-test Instrumen yang digunakan adalah angket untuk mengetahui tingkat kestabilan emosi siswa yang sebelumnya diuji cobakan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas angket Instrumen diberikan sebelum dan sesudah pelaksanaan layanan konseling individual dengan menggunakan terapi realitas Teknik analisis data menggunakan uji beda uji tHasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan konseling individual dengan menggunakan terapi realitas berpengaruh terhadap kestabilan emosi siswa kels XI-IPA 1 MAN 1 Medan Tahun Ajaran 20132014 Hal ini tergambar dengan hasil uji t yang dilakukan dengan hasil thitung ttabel yaitu 2666 2132 artinya ada pengaruh positif yang signifikan dalam pelaksanaan layanan konseling individual dengan menggunakan terapi realitas terhadap kestabilan emosi remajasiswa kelas XI-IPA 1 di MAN 1 Medan TA 20132014 dapat diterimahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-layanan-konseling-individual-dengan-menggunakan-terapi-realitas-terhadap-kestabilan-emosi-remaja-di-man-1-medan-ta-20132014-34439.htmlTue, 24 Feb 2015 16:51:09 +0700Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Pembimbing di SMA Negeri se-Kota Medan Tahun Ajaran 20132014Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah ada pengaruh supervisi kepala sekolah terhadap kinerja guru pembimbing Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh supervisi kepala sekolah terhadap kinerja guru pembimbing Metode yang digunakan adalah metode penelitian survei dan subjek penelitiannya ini adalah guru pembimbing di SMA Negeri se-Kota Medan Penentuan subjek penelitian dilakukan dengan purposive sampling Data yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh supervisi dikumpulkan melalui angket yang diisi selama penelitian berlangsung Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 Pelaksanaan supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah dapat dikategorikan baik dengan rata-rata 324 2 Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa guru pembimbing memiliki kinerja yang sangat baik dengan rata-rata 358 3 Dari hasil perhitungan diperoleh rxy rtabel dimana 089 0329 skor thitung dan ttabel yaitu 1136 205 Dapat disimpulkan bahwa supervisikepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru pembimbinghttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-supervisi-kepala-sekolah--terhadap--kinerja--guru--pembimbing--di--sma--negeri--sekota-medan-tahun-ajaran-20132014-34438.htmlTue, 24 Feb 2015 16:47:53 +0700Persepsi Guru Mata Pelajaran Tentang Kinerja Guru BK Terhadap Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling Di SMA Negeri Di Kota Medan Tahun Ajaran 2013-2014Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah tentang bagaimana persepsi para guru tentang kinerja guru BK terhadap berjalannya program bimbingan dan konseling di SMA Negeri di kota Medan 2014 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara nyata peran dan pandangan guru terhadap bimbingan dan konseling dan konselor di dalam dunia pendidikan khususnya SMA Negeri di kota Medan Jenis penelitian deskripstif dengan metode survey Penelitian ini menggunakan angket dengan sampel sebanyak 75 guru dari 5 sekolah yang berbeda Analisis data menggunakan deskriptif persentase kuantitatif Berdasarkan analisis data deskriptif persentase Dari hasil pengujian simultan dengan tekhnik analisis uji presentase P fN yang memberikan hasil bahwa persentase persepsi guru mata pelajaran terhadap kinerja konselor di SMA Negeri di kota Medan dikatakan baik dengan besaran persentase 798 ini terbukti dari jawaban angket setiap sekolah yaitu SMAN 5 77 SMAN 8 80 SMAN 21 82 SMAN 17 78 dan SMAN 20 80 Dengan demikian persepsi guru terhadap kinerja Guru BK di SMA Negeri di kota Medan dapat dikatakan baikhttp://digilib.unimed.ac.id/persepsi-guru-mata-pelajaran-tentang-kinerja-guru-bk-terhadap-pelaksanaan-program-bimbingan-dan-konseling-di-sma-negeri--di-kota-medan-tahun-ajaran-20132014-34437.htmlTue, 24 Feb 2015 16:44:17 +0700Meningkatkan Hasil BelajarMatematika Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran ResourseBase Learning RBL DI Kelas V SD Negeri 060875 Medan Tahun Ajaran20112012Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 060875 Medan Tahun Ajaran20112012 Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas PTKPendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif karena penelitian inibertujuan untuk mengungkapkan kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalammenyelesaikan soal-soal bangun ruang di Kelas V Permasalahan yang diangkatdalam penelitian ini adalah Apakah dengan menggunakan Model PembelajaranResource Base Learning RBL dapat meningkatkan hasil belajar matematikansiswa pada materi pokok bangun datar di Kelas V SD Negeri 060875 Medan TA20112012 Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa padamata pelajaran matematik dengan menggunakan model pembelajaran ResouceBase Learning RBL di Kelas V Pada Materi Pokok Bangun Ruang SD Negeri060875 Medan TA 20112012 Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswakelas V sebanyak 40 orang siswa Prosedur tindakan kelas ini ditempuh dalam 2siklus Langkah-langkah setiap pembelajaran terdiri atas perencanaanpelaksanaan pengamatan dan refleksi Cara pengambilan data dalam penelitian inidengan mengumpulkan nilai pretes Siklus I Siklus II Sebagai tolak ukurkeberhasilannya adalah apabila hasil belajar siswa pada materi alat pencernaanpada manusia meningkat yaitu tingkat ketuntasan klasikal sebesar 70Berdasarkan analisis data pada awal tindakan tingkat ketuntasan belajarsiswa secara klasikal dapat diketahui dari 40 orang siswa terdapat sebanyak 6orang siswa dengan persentase 15 mendapat nilai tuntas dan sebanyak 34 orangsiswa dengan peresentase 85 belum tuntas dengan rata-rata nilai 5152 Padasiklus I hasil belajar mengalami perubahan menjadi sebanyak 20 orang siswadengan peresentase 50 mendapat nilai tuntas dan sebanyak 20 orang siswadengan peresentase 50 mendapat nilai belum tuntas dengan rata-rata nilai 6575Pada siklus II terdapat sebanyak 37 orang siswa dengan peresentase 925 yangmendapat nilai tuntas dan sebanyak 3 orang siswa dengan peresentase 795yang belum tuntas dengan rata-rata nilai 8475Berdasarkan hasil penelitiantersebut dapat disimpulkan model pembelajaran resource base learning RBLdapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi pokok bangundatar di Kelas V SD Negeri 060875 Medan TA 20112012http://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-hasil-belajarmatematika-siswa-dengan-menggunakan-model-pembelajaran-resoursebase-learning-rbl-di-kelas-v-sd-negeri-060875-medan-tahun-ajaran20112012-34436.htmlTue, 24 Feb 2015 16:35:02 +0700Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Pembentukan Karakter Anak Di Desa Sigara-Gara Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli SerdangPermasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu apakah pola asuh orang tua memiliki pengaruh terhadap pembentukan karakter anak Hal ini dilatarbelakangi oleh menurunnya karakter anak yang ditunjukkan oleh semakin tingginya tingkat kriminalitas yang terjadi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua terhadap pembentukan karakter anakMenurut Chabib Thoha 1996 pola asuh orang tua adalah suatu cara terbaik yang dapat ditempuh orang tua dalam mendidik anak sebagai perwujudan dari rasa tanggung jawab kepada anak Menurut Koesoema A 2011 menyatakan bahwa karakter sama dengan kepribadian Kepribadian dianggap sebagai ciri atau karakteristik atau gaya atau sifat khas dari diri seseorang yang bersumber dari bentukan-bentukan yang diterima dari lingkungan misalnya keluarga pada masa kecil dan juga bawaan seseorang sejak lahirJenis penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui atau memperoleh informasi tentang hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak yang berusia 15-17 tahun di Desa Sigara-Gara Dari 249 anak dipilih 50 orang anak untuk dijadikan sampel penelitian dengan menggunakan random sampling Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan cara menyebarkan kuesioner yang berisi 24 butir pertanyaan untuk mengukur pola asuh orang tua dan juga 28 butir pertanyaan untuk mengukur karakter anak Skala pengukuran yang digunakan adalah skala likert Teknik penganalisisan data yang digunakan yaitu uji validitas uji reliabilitas uji kecenderungan korelasi product moment determinasi dan uji t Hasil peneltian ini menyatakan bahwa semua item pertanyaan pada kuesioner dinyatakan valid dan reliabel karena nilai rhitungrtabel Pada uji kecenderungan karakter anak termasuk dalam kategori cukup dengan persentase sebesar 38 sedangkan untuk pola asuh orang tua termasuk dalam kategori demokratis dengan persentase sebesar 40 Pada pengujian korelasi diperoleh hasil yaitu rhitungrtabel 03630273 maka kedua variabel dinyatakan berkorelasi atau memiliki hubungan Pada pengujian hipotesis menggunakan uji t dengan hasil yaitu thitungttabel 27022010 maka hipotesis diterima yaitu pola asuh orang tua berpengaruh terhadap pembentukan karakter anak Simpulan dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh pola asuh orang tua terhadap pembentukan karakter anak di Desa Sigara-Gara Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdanghttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-pola-asuh-orang-tua-terhadap-pembentukan-karakter-anak-di-desa-sigaragara-kecamatan-patumbak-kabupaten-deli-serdang-34435.htmlTue, 24 Feb 2015 16:31:29 +0700Pengaruh Pekerjaan Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Anak Di Rumah Studi pada Anak yang OrangTuanya Bekerja Sebagai Pemulung di Kelurahan Glugur Darat MedanMasalah dalam penelitian ini adalah motivasi belajar anak baik di sekolah maupun di rumah berkurang dikarenakan kesibukan orangtua yang bekerja sebagai pemulung untuk memenuhi kebutuhan anak sehingga anak tidak mendapatkan perhatian dari orangtuanya Sedangkan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh yang ditimbulkan atas pekerjaan orang tua sebagai pemulung terhadap motivasi belajar anak di kelurahan Glugur Darat MedanPekerjaan orangtua adalah suatu aktivitas atau kegiatan yang direncanakan oleh orang tua guna memenuhi kebutuhan sehari-hari bagi keluarga dan anaknya Menurut Sardiman 200975 menyatakan bahwa motivasi belajar adalah merupakan faktor psikis yang bersifat non_intelektual Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif Populasi dalam penelitian ini sebanyak 30 orang anak yang orang tuanya bekerja sebagai pemulung di daerah kelurahan Glugur Darat Medan dan sampel penelitian ini adalah 30 orang Alat pengumpul data adalah angket dan observasi Uji validitas menggunakan rumus product moment sedangkan uji reliabilitas angket menggunakan rumus koefisien Alpha Teknik analisis data yang digunakan untuk melihat pengaruh pekerjaan orangtua yang berstatus pemulung variabel x dan motivasi belajar anak y dengan menggunakan rumus regresi linier sederhana sedangkan untuk menguji hipotesis digunakan rumus Uji tBerdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka diketahui bahwa dari 25 item angket seluruhnya valid dengan reliabilitas r 0748 maka angket pekerjaan orangtua yang berstatus pemulung memiliki reliabilitas yang cukup tinggi Dari pengujian regresi linier sederhana diperoleh Y 13882 0786x Uji-t pada taraf signifikan 95 945005 menunjukkan bahwa ada pengaruh antara pekerjaan orang tua yang berstatus pemulung terhadap motivasi belajar anak karena thitung ttabel yaitu 4195 0361 maka diterima Dengan demikian terdapatlah pengaruh yang signifikan pada pekerjaan orang tua yang sebagai pemulung terhadap motivasi belajar anakdi rumah daerah pinggiran rel kereta api jalan Ampera Kelurahan Glugur Darat Medan Pengaruh pekerjaan orangtua yang berstatus pemulung terhadap motivasi belajar anak sebesar 62 sedangkan sisanya 38 disebabkan faktor lainhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-pekerjaan-orang-tua-terhadap-motivasi-belajar-anak-di-rumah-studi-pada-anak-yang-orangtuanya-bekerja-sebagai-pemulung-di-kelurahan-glugur-darat-medan-34434.htmlTue, 24 Feb 2015 16:28:36 +0700Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Percaya Diri Eks Penderita Kusta di Unit Pelaksana Teknis Eks Kusta Belidahan Sei RampahPermasalahan dalam penelitian ini adalah 1 Eks penderita kusta tidak memiliki keterampilan 2 Tidak semua keluarga memberi dukungan atau perhatian kepada eks penderita kusta 3 Eks penderita kusta dijauhi dan dikucilkan masyarakat 4 Dan masih rendahnya kepercayaan diri eks penderita kusta Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan percaya diri eks penderita kusta di UPT Eks Kusta Belidahan Sei RampahTeori yang digunakan dalam penelitian ini adalah dukungan keluarga menurut Friedman 2003196 Dukungan keluarga adalah suatu proses hubungan antara keluarga dengan lingkungan sosialnya dimana proses ini terjadi sepanjang masa kehidupan Dan teori percaya diri menurut Wijaya 2000 mendefinisikan Percaya diri adalah kekuatan keyakinan mental seseorang atas kemampuan dan kondisi dirinya dan mempunyai pengaruh terhadap kondisi dan perkembangan kepribadian seseorang secara keseluruhan Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif sampel dalam penelitian ini 46 orang Alat pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi dengan teknik analisis data menggunakan deskriptif korelasional product moment dan uji tDari hasil penelitian diketahui bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan percaya diri eks penderita kusta di UPT Eks Kusta Belidahan Sei Rampah hal ini didukung dengan hasil perhitungan yang menunjukan bahwa rxy harga rtabel yaitu 0648 0291 kemudian hasil pengujian hipotesis diketahui thitung ttabel yaitu 5187 1684 hal ini menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan percaya diri eks penderita kusta di UPT Eks Kusta Belidahan Sei Rampah Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi dukungan keluarga maka percaya diri eks penderita kusta akan tinggihttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-dukungan-keluarga-dengan-percaya-diri-eks-penderita-kusta-di-unit-pelaksana-teknis-eks-kusta-belidahan-sei-rampah-34433.htmlTue, 24 Feb 2015 16:25:23 +0700Hubungan Pola Asuh Orangtua Dengan Tingkat Kenakalan Remaja Usia 15-18 Tahun Di Kelurahan Parsaoran Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba SamosirAnak usia sekolah berkeliaran setiap saat baik pada siang hari jam sekolah maupun malam hari waktu belajar di rumah akhirnya anak tidak lagi memiliki waktu belajar Angka kenakalan anak semakin meningkat yang kelak bila hal ini dibiarkan akan menjadi penyakit sosial dalam masyarakat Persoalan kenakalan anak merupakan masalah yang harus segera ditemukan penyelesaiannya mengingat ke depannya mereka lah yang akan menjadi pemimpin bangsa ini Pembentukan karakter anak bermula dari keluarga seperti apa pola pengasuhan yang dilakukan oleh orang tua sebagai individu yang paling bertanggung jawab terhadap anak Namun banyak orang tua yang alpa menjalankan perannya sebagai mana harusnya Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Seberapa besar hubungan pola asuh orang tua dengan kenakalan anak usia 15-18 tahun di Kelurahan Parsaoran Ajibata Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat kenakalan anak usia 15-18 tahun di Kelurahan Parsaoran AjibataPenelitian ini merupakan penelitian korealasional yaitu melihat hubungan antara variabel bebas X pola asuh orang tua dengan variabel Y tingkat kenakalan remaja Populasi penelitian ini berjumlah 358 orang Sedangkan sampel penelitian ini adalah 35 orang Teknik analisis data menggunakan rumus korelasi product moment Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang paling sering digunakan orang tua dalam mengantisipasi tingkat kenakalan remaja adalah pola asuh otoriter kemudian disusul dengan pola asuh demokratis dan terakhir adalah pola asuh laissez faire Tingkat kenakalan yang terjadi di Kelurahan Parsaoran Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba Samosir yakni Sering keluar malam diikuti dengan suka berbohong selanjutnya bolos sekolah ketika proses belajar mengajar sedang berlangsung kemudian usil mengganggu orang lain dan terakhir mencuri barang yang bukan miliknya Ada hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat kenakalan remaja di Kelurahan Parsaoran Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba Samosir hal ini diketahui dari hasil pengujian diperoleh nilai rhitung rtabel yaitu 0437 0334 Selanjutnya diketahui bahwa pola asuh orang tua memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kenakalan remaja hal ini diketahui dari hasil perhitungan diperoleh nilai thitung ttabel yaitu 2787 1684http://digilib.unimed.ac.id/hubungan-pola-asuh-orangtua-dengan-tingkat-kenakalan-remaja-usia-1518-tahun-di-kelurahan-parsaoran-kecamatan-ajibata-kabupaten-toba-samosir-34432.htmlTue, 24 Feb 2015 16:22:08 +0700Partisipasi Orangtua Dalam Pelaksanaan Program Pendidikan Anak Usia Dini Di Paud Cahaya Bunda Desa Beguldah Kota BinjaiPermasalahan dalam penelitian ini adalah seberapa baik partisipasi orangtua dalam pelaksanaan program pendidikan anak usia dini Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi orangtua dalam pelaksanaan program pendidikan anak usia dini di PAUD Cahaya Bunda Desa Beguldah Kota BinjaiMenurut Mardikanto 2003 menyatakan bahwa partisipasi merupakan suatu bentuk khusus dari interaksi dan komunikasi yang berkaitan dengan pembangian kewenangan tanggung jawab dan manfaatJenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif yaitu menganalisa data-data dalam upaya pembedahan masalah yang diteliti dengan menggambarkan objek penelitian berdasarkan penelitian ke lokasi penelitian sebagaimana adanya dengan menggunakan perhitungan sebaran frekuensi dan besaran angka persentase Yang menjadi Sampel dalam penelitian ini yaitu orangtua yang anaknya mengikuti pendidikan di PAUD Cahaya Bunda Desa Beguldah Kota Binjai Data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan angket dan menganalisis dengan memperhitungkan persentase Rumus yang digunakan dalam menganalisa data yaitu P FN x 100Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek partisipasi buah pikiran sebanyak 407 orangtua menyatakan bahwa orangtua memberikan partisipasi buah pikiran yang kurang baik dalam pelaksanaan program pendidikan anak usia dini Kemudian dilihat dari aspek Partisipasi tenaga sebanyak 5277 orangtua memberikan partisipasi tenaga yang baik dalam pelaksanaan program pendidikan anak usia dini Untuk aspek Partisipasi Harta benda sebanyak 723 orangtua memberikan partisipasi harta benda yang sangat baik dalam pelaksanaan program pendidikan anak usia dini Dari hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan bahwa orangtua memberi partisipasi yang baik dalam pelaksanaan program pendidikan anak usia dinihttp://digilib.unimed.ac.id/partisipasi-orangtua-dalam-pelaksanaan-program-pendidikan-anak-usia-dini-di-paud-cahaya-bunda-desa-beguldah-kota-binjai-34431.htmlTue, 24 Feb 2015 16:02:13 +0700Faktor-Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah Tingkat SMP di Lingkungan XV Tegal Sari Mandala II Kelurahan Tangguk Bongkar XMasalah dalam penelitian ini adalah 1 Keadaan sosial ekonomi orang tua yang rendah 2 pendidikan orang tua yang rendah 3 Persepsi orang tua terhadap pendidikan anak 4 Lingkungan masyarakat teman sebaya yang kurang baik 5 Minat Anak untuk sekolah rendah Penelitian ini bertujuan untuk 1 Mengetahui faktor-faktor penyebab anak putus sekolah tingkat SMP di Lingkungan XV Tegal Sari Mandala II Tanggok Bongkar X Kota Medan Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah anak putus sekolah yang dikemukakan oleh Suyanto 2013406 adalah anak terlantar diartikan sebagai anak yang orang tuanya karena suatu sebab tidak mampu memenuhi kebutuhan anak sehingga anak terlantar yakni anak yang kebutuhannya tidak terpenuhi secara wajar baik kebutuhan fisik mentalspiritual maupun sosial Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif informan dalam penelitian ini adalah anak putus sekolah sebagai informan kunci Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan teknik observasi wawancara dan dokumentasi Analisa data dilakukan dengan cara bersamaan dengan proses pengamatan yang tidak terlepas satu sama lain serta prediksi data dan membangun keabsahan penelitian Untuk membangun keabsahan penelitian dilakukan dengan cara 1 Kredibilitas 2 Membercheck 3 Transferability 4 dependability 5 ConfirmabilityDari Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak putus sekolah atau tidak bersekolah di Lingkungan XV Tegal Sari Mandala II Kelurahan Tangguk Bongkar X disebabkan oleh 3 faktor yaitu 1 Keadaan Sosial Ekonomi Orang Tua sebanyak 5 responden 3125 2 Lingkungan Masyarakat teman sebaya sebanyak 5 responden 3125 3 Minat Anak sebanyak sebanyak 6 responden 375 Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa penyebab utama terjadi angka putus sekolah di Lingkungan XV Tegal Sari Mandala II Kelurahan Tangguk Bongkar X adalah faktor keadaan sosial ekonomi orang tua yang rendah lingkungan masyarakat teman sebaya yang kurang baik dan kurangnya minat anak untuk belajar Oleh sebab itu orang tua harus menyadari bahwa pentingnya pendidikan terhadap masa depan anak pemerintah harus ikut andil memberi keterampilan khusus bagi masyarakat yang membutuhkan sehingga anak putus sekolah khususnya di Lingkungan XV Tegal Sari Mandala II Kelurahan Tangguk Bongkar X di harapkan akan menurunhttp://digilib.unimed.ac.id/faktorfaktor-penyebab-anak-putus-sekolah-tingkat-smp-di-lingkungan-xv--tegal-sari-mandala-ii-kelurahan-tangguk-bongkar-x-34430.htmlTue, 24 Feb 2015 15:58:53 +0700Penerapan Metode Inquiry Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pelajaran Matematika Di Kelas V SD Negeri 101885 Kiri Hilir Tanjung Morawa TA 20132014Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada pelajaran matematika Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran matematika materi pokok penjumlahan dan pengurangan pecahan di kelas V SD Negeri 101885 Kiri Hilir Tanjung Morawa TA 20132014 Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah a Rendahnya hasil belajar siswa b Penggunaan metode pembelajaran yang dilakukan guru kurang sesuai dengan materi pelajaran c Siswa cenderung pasif dalam melakukan interaksi pada proses pembelajaran d Siswa menganggap pelajaran matematika merupakan pelajaran yang sulit dan membosankan dan e Penguasaan kelas yang dilakukan guru kurang baik sehingga suasana kelas menjadi ricuh dan tak terarahPenelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas PTK dengan menggunakan metode Inquiry Learning pada pelajaran matematika Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 101885 Kiri Hilir Tanjung Morawa Tahun Ajaran 20132014 yang berjumlah 39 orang siswa terdiri dari 19 orang siswa laki-laki dan20 orang siswa perempuan Objek dalam penelitian ini adalah hasil belajar matematika siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan pecahan Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes dan observasi Tes yang dilakukan berupa pemberian soal pilihan berganda dengan jumlah soal adalah 20 buah sedangkan observasi dilakukan terhadap kegiatan guru dan juga aktivitas siswa Penelitian ini dilakukan selama dua siklus dimana setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu 1 perencanaan 2 pelaksanaan 3 pengamatan dan 4 refleksi dan masing-masing siklus terdiri dari tiga pertemuanBerdasasarkan hasil perhitungan nilai pre-test maka dapat diketahui ada sebanyak 7 orang atau sekitar 1795 yang berada dalam kategori tuntas sedangkan sisanya yaitu 32 orang atau 8205 mendapatkan nilai yang berada dalam kategori tidak tuntas Setelah dilakukan tindakan pada siklus I maka persentase nilai siswa meningkat menjadi 4103 atau berkisar 16 orang siswa yang nilainya tuntas Dan pada siklus II diperoleh persentase nilai siswa sebesar 8718 yaitu ada 34 orang siswa mendapatkan nilai yang tuntas dan memuaskan Sedangkan pada hasil observasi persentase yang diperoleh pada siklus I yaitu sebesar 64 untuk guru dan 62 untuk siswa Setelah diberikan tindakan lanjutan pada siklus II diperoleh hasil observasi yang meningkat secara signifikan yaitu hasil observasi guru menjadi 90 sedangkan untuk siswa menjadi 94 Dari persentase hasil tes dan observasi tersebut yang telah mencapai standar ketuntasan yaitu 880585 dapat disimpulkan bahwa penerapan metode inquiry learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran matematika materi penjumlahan dan pengurangan berbagai bentuk pecahan di kelas V SD Negeri 101885 Kiri Hilir Tanjung Morawa Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/penerapan-metode-inquiry-learning-untuk-meningkatkan-hasil-belajar-siswa-pada-pelajaran-matematika-di-kelas--v-sd-negeri-101885-kiri-hilir-tanjung-morawa-ta-20132014-34429.htmlTue, 24 Feb 2015 15:55:15 +0700Penggunaan Metode Problem Solving Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Matematika di Kelas IV SD Free Methodist 1 Helvetia Medan TA 20132014Penelitian ini berangkat dari latar belakang perlunya dilakukan pembaharuan dalam peningkatan kreativitas mengajar guru dalam pengelolaan proses pembelajaran matematika di sekolah dasar sebagai respon rendahnya hasil belajar dalam mata pelajaran matematika pada materi pokok pecahan sederhana dalam bentuk soal ceritaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui meningkat atau tidaknya hasil belajar siswa dalam mata pelajaran matematika dengan menggunakan metode problem solving pada materi pokok pecahan sederhana dalam bentuk soal cerita Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah siswa kelas IVc SD Swasta Free Methodist 1 Helvetia Medan Tahun Ajaran 2013 2014 yang berjumlah 39 orangAlat yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tes dan observasi Tes digunakan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriftif rata-rata dan persentase Sedangkan kriteria ketuntasan belajar didasarkan pada ketuntasan secara perorangan dan secara klasikal Seorang siswa dikatakan telah tuntas apabila telah mendapat nilai minimal 70 dan satu kelas dikatakan tuntas belajar jika dikelas tersebut telah terdapat minimal 85 siswa yang telah tuntasPenelitian ini terdiri dari dua siklus yaitu siklus I dan siklus II Sebelum dilakukan siklus I peneliti melakukan tes awal pretest Hasil penelitian yang diperoleh rata-rata pretes sebelum menggunakan metode problem solving adalah sebesar 509 secara klasikal hanya 5 orang siswa 1282 yang memiliki hasil belajar yang tinggi selebihnya memiliki hasil belajar yang kurang optimal Rata-rata hasil belajar siswa pada postest siklus I setelah diberikan metode problem solving adalah 664 secara klasikal dinyatakan 13 orang siswa 3333 yang memiliki hasil belajar yang tinggi berarti terjadi peningkatan sebesar 2051 Pada pemberian postest II diperoleh rata-rata hasil belajar siswa adalah 775 secara klasikal dinyatakan bahwa 36 orang siswa 9230 yang memiliki hasil belajar yang tinggi berarti terjadi peningkatan sebesar 5897 dari hasil postest IObservasi digunakan untuk mengetahui peningkatan keberhasilan guru dalam mengajar dan aktivitas belajar siswa Hasil observasi mengajar guru pada siklus I tergolong kategori cukup dengan nilai 23 dan aktivitas belajar siswa tergolong kategori cukup dengan nilai 252 Pada siklus II hasil observasi mengajar guru tergolong sangat baik dengan nilai 33 dan aktivitas belajar siswa tergolong kategori baik dengan nilai 28Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran matematika dengan menggunakan metode problem solving dapat meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada materi pokok pecahan sederhana dalam bentuk soal cerita Sehingga pembelajaran ini dapat disajikan salah satu alternatif pemecahan masalah rendahnya hasil belajar matematika siswa khususnya pada materi pokok pecahan sederhana dalam bentuk soal ceritahttp://digilib.unimed.ac.id/penggunaan-metode-problem-solving-untuk-meningkatkan-hasil-belajar-siswa-pada-pembelajaran-matematika-di-kelas-iv-sd-free-methodist-1-helvetia-medan-ta-20132014-34428.htmlTue, 24 Feb 2015 15:51:09 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas IV SD Negeri 101917 Araskabu TA 20142015Permasalahan dalam penelitian ini adalah hasil belajar Matematika siswa Kelas IV yang tergolong masih rendah dan belum mencapai KKM yang telah ditentukan hal tersebut diakibatkan oleh banyak hal termasuk penggunaan model pembelajaran yang belum tepat Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together dapat meningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika dengan materi pokok sifat-sifat operasi hitung di kelas IV SD Negeri 101917 Araskabu TA 20142015Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together pada mata pelajaran Matematika siswa kelas IV SD Negeri 101917 Araskabu Tahun Ajaran 20142015 Pengumpulan data dilakukan pemberian tes dan observasi Data di analisis dengan menggunakan rumus persentase ketuntasan belajar siswa Secara individu siswa dikatakan tuntas jika memenuhi KKM yang ditentukan oleh sekolah untuk mata pelajaran Matematika yaitu 65 dan secara klasikal dikatakan tuntas jika diperoleh 880585 siswa yang tuntas belajar Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas PTK yaitu suatu kegiatan penelitian yang dilakukan secara sistematis dari upaya melakukan tindakan-tindakan dalam pembelajaran berdasarkan refleksi siswa mengenai tindakan tersebut Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 101917 Araskabu Tahun Ajaran 20142015 dengan jumlah 25 siswa yang terdiri dari 14 orang perempuan dan 11 orang laki-laki Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus yang masing-masing siklus dilaksanakan dalam 4 tahap yaitu perencanaan pelaksanaan observasi dan refleksi Pengambilan data dilakukan dengan memberikan test awal kepada siswa pada pre test siklus I dan siklus II dan lembar observasi untuk menilai sikap siswa dan guru saat kegiatan belajar mengajar berlangsungBerdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pada siklus I dan siklus II nilai rata-rata kelas masing-masing 668 dan 80 Untuk persentase ketuntasan klasikal adalah 72 dan 92 Sehingga dengan demikian penelitian dikatakan berhasil pada siklus II karena telah mencapai KKM dan persentase ketuntasan klasikal dengan kriteria sangat tinggi Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together pada kegiatan belajar mengajar dapat meningkatkan hasil belajar Matematika siswa pada matei sifat-sifat operasi hitung kelas IV SD Negeri 101917 Araskabu Oleh sebab itu disarankan kepada guru untuk dapat menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together dalam pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar terkhusus pada mata pelajaran Matematika agar dapat meningkatkan hasil belajar siswahttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-siswa-dengan-menggunakan-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-numbered-head-together-pada-mata-pelajaran-matematika-kelas-iv-sd-negeri-101917-araskabu--ta-20142015-34427.htmlTue, 24 Feb 2015 15:47:02 +0700Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dengan menggunakan Model Pembelajaran Eksplorasi Tak Terbatas Pada Mata Pelajaran Matematika Di Kelas V SD Negeri 101766 Bandar Setia Tahun Ajaran 20132014Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran eksplorasi tak terbatas pada mata pelajaran matematika di kelas V SD Negeri 101766 Bandar Setia Tahun Ajaran 20132014 Penelitian ini termasuk jenis Penelitian Tindakan Kelas PTK Subjek penelitian dalam PTK ini adalah siswa kelas V SD Negeri 101766 Bandar Setia Tahun Ajaran 20132014 Yang berjumlah 35 orang siswa dan siswi Penelitian dilakukan selama 2 siklus Teknik pengumpulan data menggunakan soal tes isian sebanyak 10 soal pada materi bangun datar dan lembar observasi Teknik analisa data yang digunakan adlaah analisis kuantatifDengan demikian berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengunaan model pembelajaran eksplorasi tak terbatas dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran matematika materi pokok bangun datar di kelas V V SD Negeri 101766 Bandar Setia Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-hasil-belajar-siswa-dengan-menggunakan-model-pembelajaran-eksplorasi-tak-terbatas-pada-mata-pelajaran-matematika-di-kelas-v-sd-negeri-101766-bandar-setia-tahun-ajaran-20132014-34426.htmlTue, 24 Feb 2015 15:43:41 +0700Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode Belajar Aktif Tipe Index Card Match ICM Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas V SD Negeri 020260 Binjai Utara Tahun Ajaran 20132014Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa bila metode belajar aktif tipe Index Card Match ICM diterapkan pada materi luas bangun datar di kelas V SD Negeri 020260 Binjai Utara Tahun Ajaran 20132014 Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 020260 Binjai Utara yang berjumlah 25 orang Objek dalam penelitian ini adalah hasil belajar dalam pembelajaran yang menggunakan metode belajar aktif tipe Index Card Match ICM Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data adalah tes dan lembar observasi Tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa observasi digunakan untuk melihat aktivitas siswa pada saat pembelajaran berlangsung yang menggunakan metode belajar aktif tipe Index Card Match ICM Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas Penelitian ini terdiri dari 2 siklus Siklus I dan Siklus II masing-masing memiliki dua pertemuan Pada setiap pertemuan peneliti melakukan tes hasil belajar terhadap siswa untuk mengetahui tingkat ketuntasan belajar siswa Dari hasil analisis data pada pre test diperoleh 6 siswa 24 yang mencapai syarat ketuntasan belajar dan 19 siswa 76 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 424 Dari hasil analisis data pada Siklus I diperoleh 13 siswa 52 telah mencapai tingkat ketuntasan belajar 12 siswa 48 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 6102 Sedangkan hasil tes pada Siklus II diperoleh 22 siswa 88 telah mencapai tingkat ketuntasan belajar 3 siswa 12 belum mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 797 Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada observasi kegiatan guru Siklus I nilai yang diperoleh 65 Pertemuan I dan 775 Pertemuan II sedangkan pada Siklus II nilai yang diperoleh 85 Pertemuan I dan 925 Pertemuan II Pada observasi kegiatan siswa Siklus I nilai yang diperoleh 55 Pertemuan I dan 65 Pertemuan II sedangkan pada Siklus II nilai yang diperoleh 725 Pertemuan I dan 90 Pertemuan II Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan Metode Belajar Aktif Tipe Index Card Match ICM dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 020260 Binjai Utara Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan Metode Belajar Aktif Tipe Index Card Match ICM dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas bangun datarhttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-hasil-belajar-siswa-dengan-menggunakan-metode-belajar-aktif-tipe-index-card-match-icm-pada-mata-pelajaran-matematika-kelas-v-sd-negeri-020260-binjai-utara-tahun-ajaran-20132014-34425.htmlTue, 24 Feb 2015 15:35:32 +0700Penerapan Model Pembelajaran Snowball Throwing dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV SD Negeri 0418 Aek Tinga Kabupaten Padang Lawas Tahun Ajaran 20132014Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada pelajaran matematika pokok bahasan Operasi Hitung Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat hal ini dapat diketahui dari rendahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal- soal yang diberikan Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran Snowball Throwing pada mata pelejaran matematika pokok bahasan Operasi Hitung Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat di kelas IV SD Negeri 0418 Aek Tinga Kabupaten Padang Lawas Tahun Ajaran 20132014 Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah apakah dengan penerapan model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri 0418 Aek Tinga Kabupaten Padang Lawas Tahun Ajaran 20132014 pokok bahasan Operasi Hitung Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan BulatJenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas PTK yang dilakukan dengan 2 dua siklus siklus yang terdiri dari 2 dua pertemuan dan 4 empat tahap yaitu perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 21 orang dan objek penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran snowball throwing pada mata pelajaran matematika materi operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tesobservasi guru dan siswa Dengan menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar siswa dari mulai tes awal pre-tes hingga pada siklus II Dari data hasil belajar siswa pada kondisi awal tidak ada siswa yang tuntas dalam belajar dan 21 siswa 100 yang tidak tuntas dalam beljar dengan nilai rata-rata 322 Ketuntasan belajar pada postes siklus I ada 14 siswa 67 dan 7 siswa 33 yang tidak tuntas dalam belajar dengan nilai rata-rata 646 Terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 134Melalui observasi kegiatan guru pada siklus I pertemuan I dengan nilai rata- rata 283 cukup sedangkan pertemuan II dengan nilai rata- rata 308 baik sedangkan ketuntasan belajar pada siklus II ada 20 siswa 95 dan 1 siswa 5 yang tidak tuntas dalam belajar dengan nilai rata- rata 78Kemudian pada siklus II pertemuan I dengan nilai rata- rata 333 baik sedangkan pada pertemuan II dengan nilai rata- rata 375 baik sekali Kemudian melalui observasi kegiatan siswa pada siklus I pertemuan I dengan nilai rata- rata 275 sedangkan pertemuan II dengan nilai rata- rata 312 Kemudian pada siklus II pertemuan I dengan nilai rata- rata 35 sedangkan pada pertemuan II dengan nilai rata- rata 375Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran Snowall Throwing dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa di kelas IV SD Negeri 0418 Aek Tinga Kabupaten Padang Lawas Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-snowball-throwing--dalam-meningkatkan-hasil-belajar-matematika-siswa-kelas-iv-sd-negeri-0418-aek-tinga-kabupaten-padang-lawas-tahun-ajaran-20132014-34424.htmlTue, 24 Feb 2015 15:31:11 +0700Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Operasi Hitung Dengan Menggunakan Metode Diskusi Kelas IV SD Negeri 104313 Sarang Puah Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai TA 20132014Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan menggunakan metode diskusidapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Mematika materi operasi hitungPenelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus yang terdiri atas 4 tahapan yaitu perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas IV yang berjumlah 20 siswaSedangkan objek penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika materi operasi hitung dengan menggunakan metode diskusiPenelitian ini dilakukan di SD Negeri 104313 Sarang PuahAlat pengumpul data yang digunakan adalah observasi dan tes dan Kriteria ketuntasan hasilbelajar siswa didasarkan ketuntasan secara perorangan dengan nilai 8805 65Dan secara klasikal ketuntasan sluruh siswa dikatakan telah berhasil dalam belajar apabila mendapatkan nilai 8805 65 Berdasarkan tes yang telah dilakukanmenunjukkan adanya peningkatan pada hasil belajar siswa Pre Tes siswa diperoleh data bahwa sekitar 17 orang siswa atau sekitar 85 yang hasil belajarnya tergolong belum tuntas dan 3 orang atau berkisar 15 yang hasil belajarnya sudah tuntas dengan nilai rata-rata 393 pada setiap siklus Yaitu Pada siklus I Pertemuan I diperoleh data bahwa sekitar16 orang atau sekitar 80 yang hasil belajarnya tergolong belum tuntas dan 4 orang atau berkisar 20 yang hasil belajarnya sudah tuntas dengan nilai rata-rata 460 Pada siklus I pertemuan II diperoleh data bahwa sekitar 14 orang atau berkisar 70 yang hasil belajarnya belum tuntas dan 6 orang siswa atau berkisar 30 yang hasil belajarnya sudah tuntas dengan nilai rata-rata 553 Pada siklus II pertemuan I diperoleh data bahwa 3 orang siswa atau berkisar 15 yang hasil belajarnya belum tuntasdan 17 orang atau berkisar 85 yang hasil belajarnya sudah tuntas dengan nilai rata-rata 827 dan Pada siklus II pertemuan II diperoleh data bahwa 0 orang atau berkisar 0 yang hasil belajarnya belum tuntas dan 20 orang siswa atau berkisar 100 yang hasil belajarnya tergolong tuntas dengan nilai rata-rata 920Dari penelitian tindakan ini dapat disimpulkan bahwa metode diskusi pada mata pelajaran Matematika dapat meningkatkan hasil belajar siswa Berdasarkan hal tersebut sebaiknya metode diskusi digunakan guru sebagai salah satu alternatif guru dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika maupun pada mata pelajaran lainnyahttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-hasil-belajar-siswa-pada-materi-operasi-hitung-dengan-menggunakan-metode-diskusi-kelas-iv-sd-negeri-104313-sarang-puah-kecamatan-dolok-masihul-kabupaten-serdang-bedagai-ta-20132014-34423.htmlTue, 24 Feb 2015 11:32:10 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa degan Menggunakan dengan menggunakan Discovery pada Mata Pelajaran Matematika di Kelas V SDN 050657 Stabat TA 20132014Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas Adapun Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan menggunakan metode discovery dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas V SD Negeri 050657 Stabat Tahun Ajaran 2013 2014Yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah Apakah Dengan menggunakan metode discovery dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri No 050657 Stabat Tahun Ajaran 2013 2014 Metode pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode discovery Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 201 Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri No 050657 Stabat yang berjumlah 24 orang Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus dengan masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap yaitu 1 perencanaan 2 melakukan tindakan 3 mengamati observasi dan 4 refleksi Alat penggumpul data dalam penelitian ini dengan menggunakan tes dan observasiDari analisis yang dilakukan pada tes awal sebelum dilakukan tindakan kondisi kemampuan siswa kelas IV masih rendah karena hasil penelitian menunjukkan pada tes awal dari 24 siswa hanya terdapat 6 orang siswa yang tuntas25 sedangkan siswa yang tidak Tuntas sebanyak 18 orang75 Pada siklus I dari 24 siswa terdapat 12 orang siswa yang tuntas 50 sedangkan siswa yang tidak tuntas sebanyak 12 orang siswa50 Setelah dilakukan tindakan pada siklus II kondisi kemampuan siswa jauh lebih baik Dari 24 siswa terdapat 21 orang siswa yang tuntas 875 sedangkan siswa yang tidak tuntas hanya 3 orang siswa125 Setelah dilaksanakan siklus I dan II maka diketahui penyebab kesulitan dalam menyelesaikan soal yaitu kurangnya pemahaman siswa Hal ini disebabkan guru masih cenderung menggunakan metode ceramah dalam proses belajar mengajar Oleh karena itu penggunaan metode discovery pada proses belajar mengajar harus diterapkan pada kalangan guru di setiap sekolah Tujuannya untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika khususnya pada materi sifat-sfait kesebangunan dan simeteri lipat Dengan demikian dapat disimpulkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode discovery dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika kelas V SDN 050657 Stabat Tahun Ajaran 2013 2014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-siswa-degan-menggunakan-dengan-menggunakan-discovery-pada-mata-pelajaran-matematika-di-kelas-v-sdn-050657-stabat-ta-20132014-34422.htmlTue, 24 Feb 2015 11:29:12 +0700Penggunan Model Pembelajaran Team Accelerated Instruction Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Menjumlahkan dan Mengurangkan Pecahan Siswa Kelas V SD Negeri 010204 Dolok Estate Kecamatan Limapuluh TA 2013 2014Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah Apakah dengan menggunakan model pembelajaran Team Accelerated Instruction dapat meningkatkan hasil belajar Matematika siswa pada materi pokok menjumlahkan dan mengurangkan pecahan di kelas V SDN 010204 Dolok Estate Kecamatan Limapuluh TA 20132014 Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui apakah dengan menggunakan model pembelajaran Team Accelerated Instruction dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pokok menjumlahkan dan mengurangkan pecahan di Kelas V SDN 010204 Dolok Estate Kecamatan Limapuluh TA 20132014Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas PTK dengan subjek seluruh siswa kelas V sebanyak 21 orang siswa Prosedur tindakan kelas ini dilakukan dalam 2 siklus yang terdiri perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi Alat pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi dan test Sebagai tolak ukur keberhasilannya adalah hasil belajar siswa meningkat bila tingkat ketuntasan klasikal sebesar 8805 80Berdasarkan analisis data pada saat pretes dari 21 orang siswa diperoleh tingkat ketuntasan klasikal sebanyak 1 orang siswa 48 mendapat nilai tuntas dan sebanyak 20 orang siswa 952 mendapat nilai belum tuntas dengan nilai rata-rata 1333 Pada siklus I terdapat terdapat sebanyak 9 orang siswa 429 mendapat nilai tuntas dan sebanyak 12 orang siswa 571 mendapat nilai belum tuntas dengan rata-rata nilai rata-rata 4730Pada siklus II diperoleh tingkat ketuntasan klasikal sebanyak 17 orang siswa 81 yang mendapat nilai tuntas dan sebanyak 4 orang siswa 19 yang tuntas dengan nilai rata-rata 7270 Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Team Accelerated Instruction dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika materi pokok menjumlahkan dan mengurangkan pecahan di kelas V SDN 010204 Dolok Estate Kecamatan Limapuluh TA 20132014http://digilib.unimed.ac.id/penggunan-model-pembelajaran-team-accelerated-instruction-untuk-meningkatkan-hasil-belajar-menjumlahkan-dan-mengurangkan-pecahan-siswa-kelas-v-sd-negeri-010204-dolok-estate-kecamatan-limapuluh-ta-2013--2014-34421.htmlTue, 24 Feb 2015 11:26:10 +0700Meningkatkan Minat Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Snowball Throwing Pada Mata Pelajaran Matematika di Kelas V SD Negeri 101783 Saentis TA 20132014Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas PTK Dengan penerapan penggunaan Model Snowball Throwing pada pembeajaran Matematika di kelas V SD Negeri 101783 Saentis Masalah penelitian ini adalah rendahnya Minat Belajar siswa SD kelas V Dari hasil Observasi didapat bahwa rendahnya minat belajar matematika siswa hal ini dapat dilihat dari kurang tertartiknya siswa untuk belajar perhatian siswa untuk belajar kurang sehingga siswa terlihat malas untuk belajar matematikaSubjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 101783 Saentis yang berjumlah 35 siswa pada semester II yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan angket dan observasi Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 101783 Saentis dengan penerapan Model Snowball Throwing untuk meningkatkan minat belajar siswaHasil penelitian yang diperoleh 1 Pada test angket awal diperoleh rata-rata angket siswa 3314 dengan persentase sebesar 6880 secara klasikal 15 orang siswa berminat Dan sangat Berminat 4285 dalam belajar Matematika dan 20 orang siswa tidak dan kurang berminat 5714 dari penelitian siklus II mengalami peningkatan yakni dengan perolehan rata-rata angket siswa 3845 dengan persentase sebesar 8011 secara klasikal 31 orang siswa berminat dan sangat berminat 8857 dan 4 orang tidak dan kurang berminat 1142 dalam belajar matematikaDengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang telah dirancang oleh peneliti dapat diterima yaitu dengan menggunakan model Snowball Throwing minat belajar siswa pada mata pelajaran Matematika dengan materi sifat-sifat bangun Ruang meningkathttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-minat-belajar-siswa-dengan-menggunakan-model-snowball-throwing-pada-mata-pelajaran-matematika-di-kelas-v-sd-negeri-101783-saentis-ta-20132014-34420.htmlTue, 24 Feb 2015 11:23:04 +0700Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Dengan Menggunakan Model Pembelajara Team Games Tournament TGT di Kelas V SD Negeri 107415 Batang Kuis TA 20132014Adapun rumusan masalah penelitian ini adalah Apakah dengan menggunakan model pembelajaran team games tournament dapat meningkatkan hasil belajar matematika di kelas V SD Negeri 107415 Batang Kuis TA 20132014Subjek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas V yang berjumlah 36 orang yang terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan di SD Negeri 107415 Batang Kuis Objek dari penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran team games tournament yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa pokok bahasan sudutPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa dalam pembelajaran matematika pada materi pokok sudut di kelas V SD Negeri 107415 Batang Kuis TA 20132014Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas PTK yang dilakukan dalam 2 siklus dimana setiap siklus dilakukan 2x pertemuan 2x35 menit Dalam setiap siklus dilakukan melalui 4 tahap yaitu perencanaan pelaksanaan observasi dan refleksi Alat pengumpul data yang digunakan adalah tes dan observasi Sebelum dilakukan tindakan pada siklus I peneliti terlebih dahulu memberikan pretes yang bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa dan mengetahui kekurangan-kekurangan dalam proses kegiatan belajar mengajarBerdasarkan analisis data pada kondisi awal diperoleh data 34 orang siswa masih belum tuntas sesuai KKM dalam bentuk persentase 9444 dan hanya 2 orang siswa telah tuntas dalam bentuk persentase 556 dari nilai minimal yang ditentukan yaitu 65 Pada siklus I diperoleh data peningkatan hasil belajar siswa yaitu 10 orang siswa mendapat nilai tuntas dalam bentuk persentase 2778 dan 26 orang siswa belum tuntas dalam bentuk persentase 7222 dari jumlah siswa secara keseluruhan Sedangkan aktivitas siswa pada siklus I tergolong cukup dengan persentase 7053 kegiatan peneliti dari observasi guru kelas tergolong cukup kompeten dengan persentase 7222 dan 75Maka dilaksanakan siklus II aktivitas belajar siswa meningkat menjadi baik dengan persentase 8138 dan kegiatan peneliti dalam mengajar sangat kompeten dengan persentase 9167 dan 9722 hasil tes belajar siswa pun semakin meningkat dan sesuai dengan persentase yang ingin dicapai pada tingkat hasil belajar 32 orang siswa telah mencapai nilai tuntas dalam bentuk persentase 8889 dan 4 orang siswa yang tidak tuntas dalam belajar dalam bentuk persentase 1111Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran team games tournament dapat meningkatkan hasil belajar matematika di kelas V SD Negeri 107415 Batang Kuis Oleh karena itu model pembelajaran team games tournament dapat diterapkan sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan hasil belajar siswahttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-hasil-belajar-matematika-dengan-menggunakan-model-pembelajara-team-games-tournament-tgt-di-kelas-v-sd-negeri-107415-batang-kuis-ta-20132014-34419.htmlTue, 24 Feb 2015 11:16:44 +0700Pengaruh Media Gambar Terhadap Kecerdasan Visual Spasial Anak Usia 5-6 Tahun Di TK Islam Siti Hajar Medan Tahun Ajaran 20132014Masalah dalam penelitian ini adalah kurangnya media pembelajaran di dalam kelas yang dapat mengembangkan kecerdasan visual spasial anak serta kurangnya stimulus yang diberikan guru untuk melatih kecerdasan visual spasial anak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media gambar terhadap kecerdasan visual spasial anak usia 5-6 tahun di TK Islam Siti Hajar Medan tahun ajaran 20132014Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak B TK Islam Siti Hajar Medan yang berjumlah 3 kelas B1B2B3 yang masing-masing kelas berjumlah 30 anak sedangkan sampel dalam penelitian ini yaitu kelas B3 sebagai kelas eksperimen dan kelas B2 sebagai kelas kontrol yang diambil dengan metode tehnik random sampling unit kelas Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi terstruktur dan analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif dan dengan uji t dengan taraf nyata 945 005Berdasarkan hasil analisis data di atas diperoleh nilai rata-rata pada kelas kontrol 516 dengan nilai tertinggi 7 dan nilai terendah 3 Sedangkan nilai rata-rata pada kelas eksperimen 1023 dengan nilai tertinggi 12 dan nilai terendah 8 Sehingga dapat disimpulkan bahwa kecerdasan visual spasial anak pada kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol Dari hasil uji hipotesis diperoleh thitung ttabel yaitu 15843 1695 pada taraf 945 005 Dengan demikian media gambar berperngaruh secara signifikan terhadap kecerdasan visual spasial anak usia 5-6 tahun di TK Islam Siti Hajar Medanhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-media-gambar-terhadap-kecerdasan-visual-spasial-anak-usia-56-tahun-di-tk-islam-siti-hajar-medan-tahun-ajaran-20132014-34418.htmlTue, 24 Feb 2015 10:34:44 +0700MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK USIA 4 5 TAHUN KELOMPOK MEALUI METODE BERCAKAP DI TK IPCGAYO T A 2013 2014Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas PTK yang dilakukan dua siklus terdiri dari perencanaan tindakan pengamatan dan refleksiInstrumen pengumpulan data adalah lembar observasiAdapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut 1 dalam proses belajar mengajar metode yang di gunakan kurang berpariasi 2 Sebagian anak dalam proses pembelajaran kurang aktif3 dalam pembelajaran guru pendidik kurang terampil masih kurang terampil dalam membuat alat praga serta media yang di gunakan sangat terbatas Penelitian ini bertujuan untuk 1 Meningkatkan kemampuan bahasa anak 4-5 Tahun Di TK Islamic Preshool BeranagSubjek penelitian ini adalah anak kelompok B yang berjumlah 19 orang Yang terdiri 12 orang anak laki laki Dan 12 orang anak perempuan sedangkan objek penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan bahasa anak 4-5 Tahun Di TK Islamic Preshool Beranag Gayo Lues TA 20122013Hasil opservasi refleksi pada siklus 1 setelah menggunakan metode bercakap-cakap sebanyak 2 kali pertemuan pada pertemuan 1 dari 19 anak yang memiliki kemampuan bahasa 15 anak 75 tergolong cukup dan 4 anak 20 tergolong kurang Pada pertemuan 2 95 tergolong cukup Sehingga dapat di lanjut kan pembelajaran siklus Pada siklus 11 di lakukan 2 kali pertemuan yang di laksanakan penelitian dengan memperbaiki kesulitan yang di hadapi anak untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak dengan maksimal Pada siklus 11 terjadi peningkatan perkembangan yang siknifikan pada pertemuan 1 ada 3 anak 15 Tergolong sangat baik 15 Anak 75 Tergolong baik dan 1 Anak 5 Tergolong cukup Pada pertemuan 2 ada 17 anak 85 Tergolong sangat baik dan 2 anak 10 Tergolong baikDengan demikian penelitian dapat terjawab bahwa kegiatan metode bercakap-cakap merupakan salah satu upaya menigkatkan kemampuan bahasa anak di kelompok B Di TK IPC GAYO LUES TA 20122013http://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-kemampuan-bahasa-anak-usia-4-5-tahun-kelompok-mealui-metode-bercakap-di-tk-ipcgayo-t-a-2013--2014-34417.htmlTue, 24 Feb 2015 10:31:50 +0700UPAYA MENGEMBANGKAN KREATIVITAS ANAK USIA 5-6TAHUNMELALUI KEGIATAN MELIPAT KERTAS ORIGAMI DI TK SALSA CINTA RAKYAT TA 20122013Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas PTK yang dilakukan dua siklus terdiri dari perencanaan tindakan pengamatan dan refleksi Instrumen pengumpulan data adalah lembar observasiSubjek penelitian ini adalah anak kelompok B yang berjumlah 33 orang yang terdiri dari 18 anak laki-laki dan 15 orang anak perempuan Sedangkan objek penelitian ini adalah kegiatan melipat kertas origami untuk mengembangkan kreativitas anakYang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah 1 Anak belum bisa melaksanakan sesuai dengan langkah- langkah yang ditentukan 2 Anak belum memiliki kemampuan dalam melipat kertas origami 3 kurangnya kreativitas anak dalam melipat kertas origami 4 anak memiliki kesulitan dalam melipat kertas origami Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan kegiatan melipat kertas origami dapat mengembangkan kreativitas anak kelompok B di TK Salsa Cinta Rakyat TA 20122013Hasil penelitian pada siklus I adalah Pada pertemuan 1 siklus I terdapat sebanyak 30 orang anak 90 tergolong cukup sebanyak 3 orang anak 10 tergolong kurang dan tidak ada ditemukan anak yang tergolong sangat rendah peneliti melanjutkannya ke siklus 2 dan melatih anak dalam kegiatan melipat kertas origami untuk dapat mengembangkan kreativitas anak Dan Pada siklus II menunjukkan adanya peningkatan pengembangan kreativitas anak dibandingkan pada siklus I yaitu banyaknya anak yang tergolong sangat Baik meningkat menjadi 25 22 orang anak 70 sedangkan banyaknya anak yang tergolong cukup 5 2 orang anak pada pertemuan 2 ada 26 anak 65 tergolong sangat baik dan 7 anak 35 tergolong baikDari penelitian yang dilakukan pada siklus I dan siklus II bahwa kegiatan melipat kertas origami dapat mengembangkan kreativitas anak pada kelompok B di TK Salsa Cinta Rakyat TA 20122013http://digilib.unimed.ac.id/upaya-mengembangkan-kreativitas-anak-usia-56tahunmelalui-kegiatan-melipat-kertas-origami-di-tk-salsa-cinta-rakyat-ta-20122013-34416.htmlTue, 24 Feb 2015 10:28:29 +0700Upaya Mengembangkan Aspek Motorik Kasar Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Permainan Engklek Di Tk Sandhy Putra Medan Jalan Bersama Tahun Ajaran 20132014Masalah dalam penelitia ini adalah rendahnya kemampuan anak pada anak saat bermain engklek di Tk Sandhy Putra untuk menggunakan yang dapat merangsang dan meningkatkan perkembangan motorik kasar anak usia dini kelompok B1 melalui permainan engklek di TK SANDHY PUTRA Jln Bersama Medan Semester genap tahun ajaran 20132014Penelitian ini dilakukan di TK SANDHY PUTRA Jln Bersama Medan penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas Subjek dalam penelitian ini adalah anak Kelompok B1 TK SANDHY PUTRA Jln Bersam MedanYang berjumlah 16 orang anak alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi tehnik analisis data menggunakan rumus P fN x 100Hasil observasi dan refleksi pada siklus I setelah pertemuan 2 dilakukan tindakan dengan memberikan kegiatan permainan engklek terdapat sebanyak 2 orang anak 125 tergolong sangat tinggi 5 orang anak 312 tergolong tinggi 7 orang anak 437 tergolong rendah dan 2 orang anak125 tergolong sangat rendah Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan permainan engklek yang dilakukan pada siklus I untuk meningkatkan motorik kasar anak belum optimal karena masih terdapat 7 437 anak yang tergolong rendahsehingga perlu dilakukan permainan engklek pada siklus II Pada siklus II dilakukan perbaikan tentang motorik kasar dengan tetap melalui kegiatan permainan engklek setelah tindakan siklus II dilakukan terdapat sebanyak 4 orang anak 25 tergolong sangat tinggi 9 orang anak 562 tergolong tinggi 2 orang anak 125 tergolong rendah dan 1 orang anak 65 tergolong sangat rendah Selanjutnya dari hasil observasi pada siklus II sebagai bentuk perbaikan dari hasil siklus I diperoleh tingkat motorik kasar anak yang tinggiDengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan permainan engklek dapat meningkatkan aspek motorik kasar anak usia dini kelompok B1 pada tema alam semesta di TK SANDHY PUTRA Jln Bersama Medan Semester genap tahun ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-mengembangkan-aspek-motorik-kasar-anak-usia-45-tahun-melalui-permainan-engklek-di-tk-sandhy-putra-medan-jalan-bersama-tahun-ajaran-20132014-34415.htmlTue, 24 Feb 2015 10:25:38 +0700Upaya Meningkatkan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Kegiatan Membatik di TK AISIYAH Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues Semester ganjil tahun ajaran 20122013Masalah dalam penelitian ini adalah masih kurangnya kreativitas yang dimiliki oleh anak di TK AISIYAH Kurangnya pengetahuan guru untuk memilih suatu kegiatan yang dapat merangsang dan meningkatkan kreativitas anak Masih kurangnya dilakukan kegiatan membatik padahal ini bisa memberi warna lain dalam metode pembelajaran Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak khususnya melalui kegiatan membatik di TK AISIYAH Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues Semester ganjil tahun ajaran 20122013Penelitian ini dilakukan di TK AISIYAH Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas kegiatan membatik sebagai sasaran utama dengan bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kreativitas anak usia dini kelas B dengan tema jenis-jenis pakaian di TK AISIYAH Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues Semester ganjil tahun ajaran 20122013Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelas B TK AISIYAH Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues Penentuan subjek ini diperoleh berdasarkan hasil observasi terhadap kelas yang akan diteliti dan sasaran dari kepala sekolah Pelaksanaan PTK dilakukan selama dua siklusHasil dari penelitian kreativitas belajar anak siklus I pertemuan I diperoleh rata-rata skor sebesar 5652 13 orang anak yang tergolong cukup kreatif dan pada pertemuann II mengalami pengurangan jumlah anak menjadi 3913 9 orang anak yang tergolong cukup kreatif Pada siklus II dilakukan penelitian dengan tetap menggunakan kegiatan membatik dengan media yang dibuat lebih menarik bagi anak dari media baju dan rok yang kurang menarik menjadi media jaket dan seragam sekolah sehingga anak akan lebih mampu berekspresi dan berkreasi sesuai apa yang ada di dalam imajinasi anak Hasil siklus II pertemuan I diperoleh rata-rata skor 2174 5 orang anak yang tergolong sangat kreatif dan pada pertemuan II mengalami peningkatan menjadi 3478 8 orang anak yang tergolong sangat kreatifDengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan kegiatan membatik dapat meningkatkan kreativitas anak kelas B pada tema jenis-jenis pakaian di TK AISIYAH Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues Semester ganjil tahun ajaran 20122013http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-kreativitas-anak-usia-56-tahun-melalui-kegiatan-membatik-di-tk-aisiyah-blangkejeren-kabupaten-gayo-lues-semester-ganjil-tahun-ajaran-20122013-34414.htmlTue, 24 Feb 2015 10:22:25 +0700Upaya Meningkatkan Kreativitas AnakMelalui Bermain Kolase di KelompokB PAUD Putri Betung Gayo Lues TahunAjaran 2012 2013Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas PTK yang dilakukan dua siklus terdiri dari perencanaan tindakan pengamatan dan refleksi Instrumen pengumpulan data adalah lembar observasiSubjek penelitian ini adalah anak kelompok B PAUD Putri Betung gayo lues yang berjumlah 20 orang yang terdiri 15 laki-laki dan 5 orang anak perempuan Yang menjadi objek penelitian ini adalah bermain kolase dapat meningkatkan kreativitas anakYang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah kurangnya kemampuan anak dalam bermain kolase guru lebih memfokuskan pembelajaran di bidang akademik seperti menulis membaca dan berhitung guru jarang melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan kreativitas anak Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah dengan bermain kolase dapat meningkatkan kreativitas anak di kelompok B PAUD Putri Betung Gayo Lues TA 20122013Hasil penelitian pada siklus I adalah pada pertemuan I siklus I terdapat sebanyak 18 atau 90 orang anak yang tergolong rendah 2 orang anak atau 10 tergolong tinggi peneittidak ada anak yang tergolong sangattinggi maupun sangat rendah dalam bermain kolase masih banyak anak yang kurang mampu hasil tempelan anak masih keluar garis hasil tempelan anak masih terlihat belum penuh pada pola yang disediakan Peneliti melanjutkan ke siklus II dengan mengunakan bahan alam Pada sikus II hasil yang di proleh adalah terdapat peningkatan kreativitas anak yaitu banyaknya anak yang tergolong sangat tinggi meningkat menjadi 17 atau 85 orang anak dan tergolong tinggi menjadi 3 atau 15 orang anak dan tidak ada anak yang tergolong rendah maupun sangat rendah menjadi menurun tidak ada atau 0Pada hasil tersebut menunjukan bahwa pada siklus II perkembangan anak menjadi meningkatDari penelitian yang dilakukan dari siklus I dan siklus II bahwa dengan bermain kolase dapat meningkatkan kreativitas anak di kelompok B PAUD Putri Betung Gayo Lues TA 20122013http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-kreativitas-anakmelalui-bermain-kolase-di-kelompokb-paud-putri-betung-gayo-lues-tahunajaran-2012--2013-34413.htmlTue, 24 Feb 2015 10:18:01 +0700Mengembangkan Kecerdasan Musikal Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Bermain Marakas Di TK Santa Lusia Medan Tahun Ajaran 20132014Masalah dalam penelitian ini adalah Apakah dengan metode bermain marakas dapat mengembangkan kecerdasan musikal anak usia 5-6 tahun di TK Santa Lusia Medan TA 2013 2014Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas PTK yang terdiri dari 2 siklus dan setiap siklus dilaksanakan 2 kali pertemuan Objek penelitian ini adalah kecerdasan musikal anak usia 5-6 tahun Subjek penelitian adalah anak kelas B di TK Santa Lusia Medan yang berjumlah 25 orang terdiri dari 15 orang anak perempuan dan 10 orang anak laki-laki Tindakan penelitian adalah metode bermain marakas Data dikumpulkan menggunakan Tes Unjuk Kerja Test Performance dengan daftar isi Data dianalisis dengan menggunakan analisis persentase dan deskriptifHasil penelitian pada siklus I menunjukkan bahwa kegiatan bermain marakas dapat membantu anak usia 5-6 tahun di TK Santa Lusia Medan untuk mengembangkan kecerdasan musikal Hasil analisis persentasi menunjukkan sebanyak 1 anak atau 40 termasuk kategori sangat baik 14 anak atau 560 termasuk kategori baik 10 anak atau 400 termasuk kategori cukup Hal ini menunjukkan bahwasanya hasil belum mencapai kriteria keberhasilan sehingga perlu dilakukan perbaikan tindakan pembelajaran pada siklus II Dari hasil siklus II dilakukan perbaikan tindakan pembelajaran dengan tetap menggunakan kegiatan bermain marakas akan tetapi guru mempersiapkan kegiatan yang lebih menarik bagi anak guru juga membuat marakas yang dihias berwarna - warni selain itu guru juga merancang permainan yang melibatkan anak secara langsung hal ini dilakukan untuk membuat anak tertarik mengikuti bermain marakas sampai selesai Setelah tindakan siklus II dilakukan menunjukkan bahwa terdapat 16 anak atau 640 termasuk kategori sangat baik 9 anak atau 360 termasuk kategori baikDari hasil temuan penelitian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa metode bermain marakas dapat mengembangkan kecerdasan musikal anak usia 5-6 tahun di TK Santa Lusia Medanhttp://digilib.unimed.ac.id/mengembangkan-kecerdasan-musikal-anak-usia-56-tahun-melalui-bermain-marakas--di-tk-santa-lusia-medan-tahun-ajaran-20132014-34412.htmlTue, 24 Feb 2015 10:13:23 +0700Pengaruh Permainan Konstruktif Tangram Terhadap Pengembangan Kreativitas anak Usia Dini Usia 5-6 Tahun di TK Wijayanta Tigapanah kabupten Karo Tahun Ajaran 20142015Permasalahan pada penelitian ini adalah guru jarang menggunakan permainan konstruktif tangram dalam pengembangan kreativitas anakpembelajaran di Taman kanak-kannak memfokuskan kegiatan membacamenulis dan berhitungyang berdampak pada rendahnya kreativitas anak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengembangan kreativitas anak usia 5-6 tahun melalui permainan konstruktif tangram di TK Wijayanta Tigapanah Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa TK Wijayanta Tigapanah yang berjumlah 41 anak sedangkan sampel dalam penelitian ini yaitu kelas B1 sebagai kelas eksperimen dan kelas B2 sebagai kelas control yang diambil dengan metode tehnik random sampling unit kelas masing-masing 15 orang anak Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi terstruktur dan analisis data yang lakukan dalam penelitian ini yaitu analisis deskribtip dan dengan uji t dengan taraf nyata 945 005Berdasarkan hasil analisis data diatas diperoleh rata-rata nilai pada kelas eksperimen 1113 dengan nilai tertinggi 12 dan nilai terendah 10 sehingga kreativitas anak pada kelas eksperimen tergolong dalam kategori tinggi Sedangkan nilai rata-rata pada kelas control 806 dengan nilai tertinggi 9 dan nilai terendah 7 sehingga kreativitas anak pada kelas control tergolong dalam kategori cukup Uji Normalitas data yaitu dengan uji Liliefors sebagai menunjukkan bahwa data observasi kelas eksperimen Lhitung Ltabel atau 01357 0220 dan data observasi kelas kontrol Lhitung Ltabel atau 02049 0220 Hal ini menunjukkan bahwa kedua kelompok data berdistribusi normalUji homogenitas observasi pada kelas eksperimen dan kelas control di peroleh Fhitung Ftabel atau 1116 248Berdasarkan hasil tersebut hipotesis permainan konstruktif tangram berpengaruh secara signifikan terhadap pengembangan kreativitas anak yaitu dari hasil uji hipotesis diperoleh thitung ttabel yaitu 11171 11753 pada taraf 945 005 Dengan demikian permainan konstruktif tangram secara signifikan terhadap pengembangan kreativitas anak usia 5-6 tahundi TK Wijayanta Tigapanah Kabupaten karohttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-permainan-konstruktif-tangram-terhadap-pengembangan-kreativitas-anak-usia-dini-usia-56-tahun-di-tk-wijayanta-tigapanah-kabupten-karo-tahun-ajaran-20142015-34411.htmlTue, 24 Feb 2015 10:09:14 +0700Upaya Meningkatkan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Permainan balok di PAUD Terpadu Perwari Trisula Medan Tahun Ajaran 20132014Permasalahan pada penelitian ini adalah perkembangan kreativitas anak yangbelum berkembang secara maksimalPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkankreativitas anak usia 5-6 tahun melalui permainan balok di PAUD Terpadu PerwariTrisula Medan Tahun Ajaran 20132014Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas PTK yang dilakukandalam 2 siklus dimana setiap siklus dilakukan 2 kali pertemuan Setiap siklusdilakukan melalui 4 tahapan yaitu perencanaan pelaksanaan observasi dan refleksiSubjek Penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B Bulan di PAUD TerpaduPerwari Trisula dengan jumlah 22 anak yang terdiri dari 13 anak perempuan 9 anaklaki-laki Sedangkan objek penelitian ini adalah meningkatkan kreativitas anak usia 5-6 tahun melalui permainan balok di PAUD Terpadu Perwari Trisula Medan Alatpengumpulan data yang digunakan adalah observasi Instrumen dalam penelitian iniadalah lembar observasi kreativitas anak dengan indikator yakni kelancarankelenturan keaslian dan elaborasiHasil analisis pada siklus I menunjukkan sebanyak 2 orang anak 909tergolong sangat kreatif 2 orang anak 909 tergolong kreatif 11 orang anak50 tergolong cukup kreatif dan 7 orang anak 3182 tergolong kurangkreatifHasil analisis pada siklus II menunjukkan terdapat sebanyak 15 orang anak6818 dan yang tegolong kreatif sebanyak 7 orang anak 3182 dan sudah tidakditemukan lagi anak yang cukup kreatif dan kurang kreatif pada siklus II iniBerdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa permainanbalok dapat meningkatkan kreativitas anak Oleh karena itu permainan balok dapatdijadikan sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan kreativitas anak di PAUDTerpadu Perwari Trisula Medan Serta diharapkan para pendidik dapat menerapkanpermainan balok ini dalam upaya meningkatkan kreativitas anakhttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-kreativitas-anak-usia-56-tahun-melalui-permainan-balok-di-paud-terpadu-perwari-trisula-medan-tahun-ajaran-20132014-34410.htmlTue, 24 Feb 2015 10:05:25 +0700Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kemandirian Anak Usia Dini di PAUD Sinar Surya Medan - Amplas Tahun Ajaran 20132014Masalah dalam penelitian ini adalah terjadinya penyimpangan perilaku anak disebabkan oleh kurang adanya ketergantungan anak dengan orang tua sebab pemikiran antara anak dan orang tua tidak pernah sama atau selaras dalam berbagai hal misalnya keinginan anak untuk memperoleh perlindungandukungandan asuhan dari orang tua didalam berbagai aspek kehidupan anak Selain itu yang terjadi kemungkinan tidak berfungsinya sistem sosial dilingkungan tempat tinggalnya sebab perilaku anak merupakan reaksi atas perlakuan lingkungan terhadap dirinya Berbagai bentuk pola asuh dapat dipilih dan digunakan oleh orang tua untuk mendidik anak-anaknya Perbedaan pola asuh orang tua menyebabkan perbedaan kemandirian anak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kemandirian anak sejak usia dini Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi Populasi penelitian ini adalah anak didik TK-B di PAUD Sinar Surya Medan-Amplas Kota Medan Total sampel pada penelitian ini hanya satu kelas TK-B yang berjumlah 20 orang tua dari 20 anak usia dini Pengumpulan data dalam penelitian ini digunakan dengan alat kuesioner Perhitungan dengan analisis data digunakan korelasi product moment karl pearson untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua terhadap kemandirian anak sejak usia dini Hasil analisis menjelaskan bahwa nilai t hitung 386 t tabel 237 yang berarti bahwa terdapat hubungan positif antara pola asuh orang tua dengan kemandirian anak sejak usia dini Berdasarkan ketentuan t tabel lebih kecil dari t tabel tt th maka H0 di tolak sedangkan t hitung lebih besar dari t tabel tt th maka H1 diterima oleh karena itu dari hasil perhitungan ternyata t hitung lebih besar yaitu 386 dari t tabel yaitu 237 maka H1 diterima Peneliti selanjutnya mengambil kesimpulan bahwa dalam pendekatan pola asuh yang diberikan orang tua secara terbuka bebas terarah terkontrol partisipatif dan komunikatif akan meningkat kemandirian anak secara nyata dan positif yang merupakan bagian dari pola asuh demokratis Pendekatan pola asuh ini pada tingkat terburuk memiliki potensi yang sangat besar terhadap gangguan psikologis dan social phobia atau sukar berkomunikasi terhadap lingkungan dan masyarakathttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan--pola-asuh-orang-tua-dengan-kemandirian--anak-usia--dini-di-paud-sinar-surya-medan--amplas-tahun-ajaran-20132014-34409.htmlTue, 24 Feb 2015 10:01:44 +0700