UNIMED Digital Repository feedhttp://digilib.unimed.ac.idUNIMED Digital Repository | Digital Library , Theses, Journal Article, Publication, Research, Heritage, Paper, Multimedia , Literature, DocumentidCopyright (C) 2012-2015 UNIMED Digital RepositoryThe Effectiveness Of Guided Inquiry With Concept Mapping Toward Students Metacognition And Students Achievement In The Teaching Of Solubility And Solubility ProductThe implementation of Guided-Inquiry with concept mapping learning model in improving senior high school students achievement on the topic of solubility and solubility product were investigated in this study by comparing the result to direct instruction leaarning model This study involved 80 homogenous students of 11th grade in SMAN 13 Medan were equally into 2 classes those were 40 students treated by Guided Inquiry with concept mapping as experimental class sample and 40 remaining students treated by irect Instruction as control class sample The instrument test that used in this study to measure the ability of students were 20 questions which were reliable to use as the instrument with the value of r11 was 0863 that catecorized as high reliable for used as the instrument test Pretest and Posttest Pretest was given in the beginning as the initial scores of the students achievement then posttest was given in the last meeting after teaching treatment had been done in both of class sample Students achievement measured by posttest scores of experimental class sample gained 745100 of improving to be averagely 821250893 while control class sample gained 696110 only to be averagely 783751018 By comparing those values the student achievement that be taught by guided inquiry with concept mapping is significant higher than the student achievement that be taught by direct instruction with concept mapping where the tcount 3124 ttable 1991 The correlation test was also studied in experimental class with the value of r correlation coefficient is 0763 there is significant correlation between students metacognition to the students achievement obtained by guided inquiry with concept mapping with the rcount 5094 rtable 0312 and the percentage of correlation gotten 582 Thus Guided-Inquiry with concept mapping was statistically proven to be able to improve students achievement better than direct intruction and there was possitive correlation between students metacognition to students achievement obtained by Guided-Inquiry with concept mappinghttp://digilib.unimed.ac.id/the-effectiveness-of-guided-inquiry-with-concept-mapping-toward-students-metacognition-and-students-achievement-in-the-teaching-of-solubility-and-solubility-product-37207.htmlMon, 03 Aug 2015 15:29:01 +0700Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantu Multimedia Interaktif Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Fluida Dinamis Di Kelas XI Semester II SMA Negeri 4 Medan TP 20142015Pengenalan materi secara autentik disertai dengan kegiatan belajar yang aktif merupakan proses belajar yang sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning berbantu multimedia interaktif dalam meningkatkan hasil belajar siswa Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen Instrumen yang digunakan pada penelitian adalah tes essay 8 soal yang telah diuji validitas isinya Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 4 Medan sedangkan sampel yang diambil sebanyak dua kelas yaitu kelas XI PIA 2 dan kelas XI PIA 4 yang diambil secara random dimana kelas XI PIA 2 sebagai kelas eksperimen diajar dengan Model Problem Based Learning sedangkan kelas XI PIA 4 sebagai kelas kontrol diajar dengan pengajaran Konvensional Data penelitian yang diambil dalam bentuk hasil belajar pada bidang kognitif psikomotorik dan afektif Untuk data hasil belajar diawali dengan uji normalitas dan homogenitas Dengan data yang sudah telah berdistribusi normal dan homogen maka dilakukan uji statistik dengan uji t pada taraf signifikan 005 Rata-rata hasil belajar kelas Eksperimen adalah 3387 sedangkan kelas kontrol adalah 3497 Peningkatan hasil belajar kelas eksperimen sebesar 7517 sedangkan kelas kontrol sebesar 6090 Jadi perbedaan peningkatan hasil belajar kedua kelas sebesar 1427 satuan Dari hasil uji 623 1668 maka Ho ditolak dan Ha di terima dengan kata lain bahwa hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih besar dari hasil belajar kelas kontrol berarti Ada pengaruh model Problem Based Learning berbantu multimedia interaktif dalam meningkatkan hasil belajar siswa SMA N 4 Medan TP 20142015http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-berbasis-masalah-berbantu-multimedia-interaktif-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-materi-fluida-dinamis-di-kelas-xi-semester-ii-sma-negeri-4-medan-tp-20142015-37206.htmlMon, 03 Aug 2015 14:53:39 +0700Persepsi Masyarakat Tentang Perkawinan Dini dan Permasalahannya di Kelurahan Sigulang-Gulang Kota PematangsiantarPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pernikahan dini yang banyak terjadi dan permasalahan-permasalahannya pada masyarakat kelurahan Sigulang-Gulang Kota Pematangsiantar Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukkan bagi para remaja agar dapat menjaga pergaulan antar sesama mereka untuk mencegah terjadinya pernikahan diusia dini Karena usia remaja belum mampu menghadapi dan menyelesaikan persoalan-persoalan rumah tangga secara baik Para remaja masih perlu bekal yang banyak baik bekal kedewasaan fisik mental maupun sosial ekonomi ilmu pengetahuan umum agama pengalaman-pengalaman hidup dalam kehidupan berumah tangga Teknik pengumpulan data dengan dengan studi pustaka penelitian di lapangan yakni memberikan angket observasi dan dokumentasi Data yang didapat di lapangan kemudian dianalisis dan disusun dalam tabel pertanyaan antara penulis dan informan yang dijelaskan secara kualitatif Jumlah kepala keluarga yang menjadi Populasi dalam penelitian ini adalah 168 kk dan peneliti mengambil sampel 15 dari jumlah populasi yakni sebanyak 25 kk Dari penelitian yang dilakukan penulis memperoleh data melalui jawaban responden yang menunjukkan bahwa masih banyak perkawinan dini yang terjadi di daerah tersebut serta masih banyak juga muncul permasalahan-permasalahan yang terjadi sebagai akibat perkawinan dini tersebut hal tersebut terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya karena kematangan fisik yang sudah memungkinkan remaja melangsungkan perkawinan karena paksaan dari orangtua namun yang menjadi penyebab utama terjadinya perkawinan usia dini tersebut adalah karena hamil di luar nikah akibat pacaran yang terlalu bebas Masyarakat menganggap hal tersebut sangat mengkhawatirkan dan perlu ada tindakan yang dapat mengatasi dan mencegah hal tersebut terjadi kembalihttp://digilib.unimed.ac.id/persepsi-masyarakat-tentang-perkawinan-dini-dan-permasalahannya-di-kelurahan-sigulanggulang-kota-pematangsiantar-37205.htmlMon, 03 Aug 2015 14:44:24 +0700The Effect Of Cooperative Learning Model Group Investigation GI Type To Conceptual Knowledge Students In Topic Optic Geometry Grade X SMAN 1 Perbaungan Academic Year 2014205The objectives of this research was to analysis the Cooperative Learning Model to students Learning Outcomes by using Cooperative learning model Group Investigation type to conceptual knowledge students The research was done in SMAN Perbaungan which consists of two class they were experimental class and control class The sample in this research were taken with cluster random sampling The research instrument had twenty questions in multiple choice forms with five options the instrument tested validated After that do the treatment in experiment class taught by cooperative learning model of GI type to conceptual knowledge students and in control class taught by conventional learning model and then done the post-test After that was done the data analysis technique like average value standard deviation normality test homogeneity test hypothesis test In experimental class and control class the average value of pretest were 3962 and 3790 that means the capability of students are same while the value of posttest in experimental class and control class were 7837 and 6968 from the research get the conclusion that there was effect of Cooperative learning model Group Investigation type to conceptual knowledge students First it could be seen by the result of outcomes learning that get from each class the outcomes value from the experiment class was higher than control class Second it could be seen the active of students when the model of cooperative type Group Investigation were happened Third it could be seen the conceptual knowledge from the experiment class was higher than control classKeyword Cooperative Group Investigation Conceptual Knowledge students learning outcomeshttp://digilib.unimed.ac.id/the-effect-of-cooperative-learning-model-group-investigation-gi-type-to-conceptual-knowledge-students-in-topic-optic-geometry-grade-x-sman-1-perbaungan-academic-year-2014205-37204.htmlMon, 03 Aug 2015 14:36:10 +0700Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran TTW Think Talk Write Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PKn Di Kelas X Semester Genap SMAN 1 Siborongborong Tahun Pelajaran 20142015Permasalahan dari penelitian ini adalah rendahnya minat belajar siswa dalam memahami mata pelajaran PKn tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas penerapan model pembelajaran TTW dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa pada Mata pelajaran PKn di kelas X Semester Genap Tahun Pelajaran 20142015 Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Siborongborong yang berlokasi di Jalan Sisingamangaraja No 153 pada Tahun pelajaran 20142015 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X SMA Negeri 1 Siborongborong Sampel dari penelitian ini adalah seluruh siswasiswi kelas X IPA 3 SMAN 1 Siborongborong berjumlah 37 orang sebagai perwakilan yang akan diteliti Teknik Pengambilan data yang dilakukan adalah melalui Pengamatan dengan Lembar Observasi dan Wawancara Hasil penelitian menunjukkan bahwa Proses belajar mengajar yang dilakukan di kelas X-5 SMAN 1 Siborongborong dengan menerapkan model pembelajaran Think Talk Write TTW dapat meningkatkan minat belajar siswa dalam mata pelajaran PKn pada standar kompetensi Menganalisis Hubungan Dasar Negara dengan Konstitusi Cara yang dilakukan oleh peneliti untuk meningkatkan minat belajar pada mata pelajaran PKn adalah dengan menggunakan model pembelajaran Think Talk Write tersebut dengan merancangnya agar lebih menarik dan interaktif serta komunikatif dengan melibatkan siswa secara langsung untuk berpartisipasi dalam proses belajar mengajar Pada pelaksanaan siklus I keseluruhan aspek minat belajar rata-rata skor yang diperoleh siswa adalah 220 yang tergolong ke dalam penilaian kurang dengan persentase 5535 dan pada pelaksanaan pembelajaran pada siklus II minat belajar siswa mengalami peningkatan yang dapat dilihat dari perolehan skor hasil observasi dari keseluruhan aspek minat dimana setiap aspek skor rata-rata yang diperoleh adalah 32 dengan persentase 812 Peningkatan skor yang diperoleh dari siklus I ke siklus II yaitu sebesar 2585 sehingga dapat disimpulkan bahwa minat belajar siswa mengalami peningkatanhttp://digilib.unimed.ac.id/efektivitas-penerapan-model-pembelajaran-ttw-think-talk-write-dalam-meningkatkan-minat-belajar-siswa-pada-mata-pelajaran-pkn-di-kelas-x-semester-genap-sman-1-siborongborong-tahun-pelajaran-20142015-37203.htmlMon, 03 Aug 2015 14:05:22 +0700Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PKN Dengan Menerapkan Model Pembelajaran Numbered Heads Together Di Kelas VII SMP Negeri 1 Parapat Tahun pelajaran 20142015Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Parapat di jln Talun sungkit No 12 Parapat Kabupaten simalungun Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan minat belajar siswa pada mata pelajaran PKn kelas VII SMP Negeri 1 Parapat dengan menerapkan model pembelajaran Numbered heads Together Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas PTK yang terdiri dari 2 siklus Masing-masing siklus terdiri dari 4 empat tahapan yaitu perencanaan pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP N 1 Parapat yang terdiri dari 5 kelas berjumlah 179 orang dan yang menjadi Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-1 SMP Negeri 1 Parapat yang berjumlah 35 Orang Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif kualitatif Sedangkan Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Lembar Observasi dan wawancara yang menyimpulkan apakah dengan Penerapan Model Pembelajaran Numbered heads Together dapat meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran PKn Minat belajar siswa yang diamati oleh observer langsung di kelas mengalami peningkatan Pengamatan dilakukan melalui 10 aspek Jadi hasil penelitian menunjukkan persentase minat belajar siswa yang diperoleh pada siklus I sebesar 555 dan pada siklus II meningkat yaitu 797 jadi peningkatan siklus I ke siklus II sebesar 242 Dengan demikian dengan menerapkan Model Pembelajaran Numbered Heads Together dapat meningkatkan minat belajar siswa di SMP Negeri 1 Parapat pada Standar Kompetensi Menampilkan Perilaku Kemerdekaan mengemukakan pendapathttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-minat-belajar-siswa-pada-mata-pelajaran-pkn-dengan-menerapkan-model-pembelajaran-numbered--heads-together-di-kelas-vii-smp-negeri-1-parapat-tahun-pelajaran--20142015-37202.htmlMon, 03 Aug 2015 13:48:52 +0700Peran Guru Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Mengatasi Kenakalan Siswa Kelas VIII SMP Swasta Mulia Kota Rantang Tahun Pelajaran 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru PKn dalam mengatasi kenakalan siswa Kelas VIII SMP Swasta Mulia Kota Rantang Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Swata Mulia Kota Rantang yang berjumlah 87 Siswa yang terdiri dari dua kelas dan sampel yang diambil seluruh jumlah populasi yaitu berjumlah 87 siswa dengan tehnik random sampel Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara observasi penyebaran angket dan wawancarainterview Tehnik analisis data yang digunakan untuk penelitian ini dengan rumus statistik sederhana persentase Hasil penelitian dan pembahasan maka diambil kesimpulan guru pendidikan kewarganegaraan sangat besar peranannya dalam menggatasi siswa-siswa yang nakal di SMP Swasta Mulia Kota Rantang yaitu berada diantara 85-100 Ini membuktikan bahwa peran guru PKn benar adanya dalam mengatasi kenakalan siswa yaitu guru PKn bereran sebagai penasehat pelatih pengajar pembimbing dan modelteladan Kenakalan siswa yang terjadi di SMP Swasta Mulia ini masih tergolongan kedalam kenakalan ringan Adapun hambatan-hambatan yang dialami guru dalam mengatasi kenakalan siswa ini adalah siswa yang sering diganggu oleh temannya tidak segera memberi tahu kepada guru sehingga guru kurang cepat mengambil tindakan kemudian siswa yang merokok sering melakukannya diluar jam sekolah jadi guru kurang bisa mengontrol perilaku siswahttp://digilib.unimed.ac.id/peran-guru-pendidikan-kewarganegaraan-dalam-mengatasi-kenakalan-siswa-kelas-viii-smp-swasta-mulia-kota-rantang-tahun-pelajaran-20142015-37201.htmlMon, 03 Aug 2015 11:57:25 +0700Peran Persatuan Wartawan Indonesia Dalam Mewujudkan Kemerdekaan Pers Studi Kasus Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera UtaraPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera Utara dalam mewujudkan kemerdekaan pers di Sumatera Utara Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yaitu suatu cara atau metode yang menggambarkan keadaan atau obyek penelitian di lapangan Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah melalui observasi angket dan wawancara Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan statistik sederhana persentase Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengurus Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera Utara yang berjumlah 650 orang Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling yaitu pengambilan narasumber dilakukan berdasarkan kriteria tertentu dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah Ketua PWI SUMUT Wakil Ketua Bidang Organisasi Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan Wakil Ketua Bidang Pendidikan Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan Sekretaris Wakil Sekretaris I Wakil Sekretaris II Bendahara Wakil Bendahara dan Wartawan yang menjadi anggota Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera Utara yang berjumlah 10 Orang Adapun rumus teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan tabel frekuensiDari hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa Persatuan Wartawan Indonesia sangat berperan dalam mewujudkan kemerdekaan pers di Sumatera Utara Hal ini dapat dilihat dari hasil angket penelitian terhadap wartawan yang terdaftar anggota Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera Utara dan wawancara dengan wakil ketua bidang pendidikan Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera Utara Usaha-usaha yang dilakukan oleh Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera Utara dalam mewujudkan kemerdekaan pers seperti melakukan pelatihan jurnalistik terhadap wartawan melakukan ujian standar kompetensi wartawan yang dibuktikan dengan pemberian kartu identitas wartawan profesional bagi wartawan yang dinyatakan lulus ujian melakukan pengawasan kode etik jurnalistik terhadap wartawanhttp://digilib.unimed.ac.id/peran-persatuan-wartawan-indonesia-dalam-mewujudkan-kemerdekaan-pers-studi-kasus-persatuan-wartawan-indonesia-sumatera-utara-37200.htmlMon, 03 Aug 2015 11:49:22 +0700Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Menggunakan Media Peta Konsep Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Fluida Statis di Kelas XI Semester II SMA Cerdas Murni TP 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah menggunakan media peta konsep terhadap hasil belajar siswa pada materi fluida statis di kelas XI semester II SMA Cerdas Murni TP 20142015Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan menggunakan two group pretest-postest design Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Cerdas Murni TP 20142015 yang terdiri dari 3 kelas yaitu 118 siswa Pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling dengan mengambil 2 kelas yaitu kelas XI-IPA 1 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 39 orang dan kelas XI-IPA 3 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 39 orang Instrumen yang digunakan ada beberapa yakni 1 lembar hasil belajar dan 2 lembar observasi aktivitas siswa Instrumen yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa adalah tes hasil belajar yang berbentuk essay test dengan jumlah 10 soal yang terlebih dahulu divalidasiUji hipotesis menggunakan uji tDari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata pretes kelas eksperimen 38 dengan simpangan baku 1204 dan nilai rata-rata kelas kontrol 36 dengan simpangan baku 1025Sebelum dilakukan model pembelajaran berbasis masalah menggunakan media peta konsep kemampuan awal kedua kelompok siswa samaSetelah model pembelajaran selesai diberikan diperoleh postes dengan hasil rata-rata kelas eksperimen 84 dengan simpangan baku 703 dan kelas kontrol 7746 dengan simpangan baku 56 Data pretes dan postes telah memenuhi uji prasyarat yaitu uji normalitas dan homogenitas dengan taraf signifikansi 005 sehingga hasil uji t pretes memiliki kesamaan rata-rata dan uji t postes menyatakan ada perbedaan karena pengaruh model pembelajaran berbasis masalah menggunakan media peta konsep terhadap hasil belajar siswa pada materi fluida statis di kelas XI semester II SMA Cerdas Murni TP 20142015Selain berpengaruh terhadap hasil belajar siswa model pembelajaran berbasis masalah juga meningkatkan aktivitas belajar siswa yang dapat diamati dengan peningkatan aktivitas dari pertemuan pertama sampai pertemuan ketigaDari hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer diperoleh bahwa rata-rata peningkatan aktivitas n-gain siswa cukup baik dari pertemuan I ke pertemuan II sebesar 049 dengan kategori sedang dan dari pertemuan II ke pertemuan III sebesar 072 dengan kategori tinggihttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-berbasis-masalah-menggunakan-media-peta-konsep-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-materi-fluida-statis-di-kelas-xi-semester-ii-sma-cerdas-murni-tp-20142015-37199.htmlMon, 03 Aug 2015 11:42:45 +0700Peranan Guru PPKn Dalam Membentuk Karakter Dan Moral Siswa Kelas VIII DI SMP NEGERI 3 KISARAN Tahun Pelajaran 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam pembentukan karakter dan moral siswa SMP Negeri 3 Kisaran Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara observasi angket dan wawancara Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Kisaran yang berjumlah 480 orang siswa dan sampel yang digunakan adalah 10 dari jumlah populasi yaitu 48 orang yang ditetapkan secara acak sederhana random sampling Teknik analisis data yang digunakan adalah menggunakan tabel frekuensi Penelitian yang dilakukan penulis terhadap guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dan siswa SMP Negeri 3 Kisaran yang berjumlah 48 orangDari hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sangat berperan dalam membentuk karakter dan moral siswa di SMP Negeri 3 Kisaran Hal ini dapat dilihat dari hasil angket penelitian terhadap siswa dan hasil wawancara dari guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan SMP Negeri 3 Kisaran Usaha usaha yang dilakukan oleh guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam membentuk karakter dan moral siswa seperti melalui pembelajaran dan melalui tindak nyata pemahaman sesuai dengan kehidupan sehari hari memberikan contoh dan sikap yang dapat ditiru digugu oleh siswa yang dapat mengarahkan siswa menjadi lebih baikhttp://digilib.unimed.ac.id/peranan-guru-ppkn-dalam-membentuk-karakter-dan-moral-siswa-kelas-viii-di-smp-negeri-3-kisaran-tahun-pelajaran-20142015-37198.htmlMon, 03 Aug 2015 10:39:41 +0700Peran Orangtua Asuh Terhadap Anak Penyandang Tunagrahita Ditinjau Dari Undang-Undang Perlindungan Anak Studi Panti Asuhan Santa Lusia Laut Dendang MedanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orangtua asuh terhadap anak penyandang tunagrahita di panti asuhan Santa Lusia Laut Dendang Medan Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif yaitu suatu cara atau metode yang menggambarkan keadaan atau obyek penelitian di lapangan Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah melalui observasi dan angket Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan statistik sederhana persentaseYang dijadikan populasi adalah semua anak dan para orangtua asuh suster di Panti Asuhan dan SLB Santa Lusia yang diantaranya terdiri dari 160 anak penyandang tunagrahita dan 22 orangtua asuh suster Dari hasil perhitungan koefisien product moment dengan rhitung 0597 yang dibandingkan dengan rtabel 0423 pada taraf signifikan 95 dan n sebanyak 22 orang maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara Peran Orangtua Asuh Terhadap Anak Penyandang Tunagrahita Dari hasil perhitungan uji t untuk mengetahui apakah hipotesis diterima atau ditolak maka setelah diadakan pengujian thitung 33280 ttabel 2086 pada taraf signifikan 95 atau 5 dan derajat kebebasan dk yaitu n-2 20 maka hipotesis dapat disimpulkan ada hubungan yang positif dan signifikan antara Peran Orangtua Asuh Terhadap Anak Penyandang Tunagrahita di Panti Asuhan Santa Lusia Laut Dendang Medanhttp://digilib.unimed.ac.id/peran-orangtua-asuh-terhadap-anak-penyandang-tunagrahita-ditinjau-dari-undangundang-perlindungan-anak-studi-panti-asuhan-santa-lusia-laut-dendang-medan-37197.htmlMon, 03 Aug 2015 10:25:07 +0700Persepsi Siswa Terhadap Kreativitas Guru Dalam Penggunaan Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di kelas VIII SMP Negeri 1 Palipi Tahun pelajaran 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap kreativitas guru dalam proses pembelajaran PKn untuk meningkatkan hasil belajar siswa di kelas VIII SMP Negari 1 Palipi Kabupaten Samosir Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang duduk di kelas VIII SMP Negeri 1 Palipi Kabupaten Samosir yang berjumlah 145 siswa maka yang menjadi sampel 20 dari keseluruhan jumlah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Palipi kabupaten Samosir yaitu menjadi 29 siswa Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi atau pengamatan secara langsung kepada objek yang diteliti melakukan penyebaran angket dan melakukan wawancara kepada guru PKn Menganalisis data yang sudah terkumpul dengan menggunkan rumus tebel frekuensiDari hasil penelitian berdasarkan tabulasi jawaban responden secara keseluruhan menurut siswa siswi kelas VIII SMP Negeri 1 Palipi bahwa guru PKn yang mengajar PKn jarang menggunakan media pembelajaran di kelas ketika menyampaikan materi pembelajaran Guru hanya kadang-kadang menggunakan media pembelajaran dan bahkan ada siswa yang mengatakan tidak pernah guru PKn menggunakan media pembelajaran dalam proses belajar-mengajar Dengan gurunya tidak menggunakan media pembelajaran sehingga siswa siswi di kelas VIII SMP Negeri 1 Palipi mendapat nilai yang rendahhttp://digilib.unimed.ac.id/persepsi-siswa-terhadap-kreativitas-guru-dalam-penggunaan-media-pembelajaran-untuk-meningkatkan-hasil-belajar-siswa-di-kelas-viii-smp-negeri-1-palipi-tahun-pelajaran-20142015-37196.htmlMon, 03 Aug 2015 10:17:14 +0700Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Divisions STAD Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Rias Wajah Malam Hari Pada Siswa SMK Negeri 8 MedanPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi rias wajah malam hari di kelas X Tata Kecantikan Rambut SMK Negeri 8 Medan dan untuk mengetahui hasil belajar siswa sebelum dan sesudah diberi tindakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STADJenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas PTK Model siklus ini terdiri dari perencanaan pelaksanaan observasi dan refleksi Subjek dalam penelitian ini adalah materi pembelajaran rias wajah malam hari dan objek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Tata Kecantikan Rambut SMK Negeri 8 Medan yang berjumlah 35 siswa Penelitian ini terdiri dari 2 siklus yaitu siklus I dan siklus II Pengumpulan data menggunakan tes dan observasi Observasi digunakan untuk mengetahui peran serta peserta didik dalam mengikuti pembelajaran rias wajah malam hari dengan penerapan model kooperatif tipe Student Teams-Achievement Divisions STAD dan kesesuaian tindakan guru selama kegiatan pembelajaran berlangsung Tes digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam materi pembelajaran Dalam proses analisis data meliputi reduksi data penyajian data penarikan kesimpulan verifikasiBerdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar pada materi pelajaran rias wajah malam hari hal ini dilihat dari persentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal pada siklus I menunjukkan angka 3428 12 siswa tuntas belajar dari jumlah 35 siswa aktif saat pembelajaran meningkat pada siklus II persentase ketuntasan belajar secara klasikal mencapai 8571 30 siswa tuntas belajar dari 35 siswa aktif saat pembelajaran Dengan demikian terdapat peningkatan hasil belajar secara klasikal dari siklus I ke siklus II yaitu 5143 Rata-rata kelas pada siklus I menunjukkan 2514 dan pada siklus II rata-rata kelas mengalami peningkatan menjadi 4485 Dan hasil observasi pengelolaan pembelajaran pada siklus II 383 juga meningkat dibanding siklus I 297http://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-student-team-achievement-divisions-stad-untuk-meningkatkan-hasil-belajar-rias-wajah-malam-hari-pada-siswa-smk-negeri-8-medan-37195.htmlMon, 03 Aug 2015 10:01:49 +0700Analisis Hasil Praktek Penataan Rambut Puncak Pada Mata Pelajaran Dasar Kecantikan Rambut Di Kelas XI Tata Kecantikan Rambut SMK Awal Karya Pembangunan AKP GalangPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat hasil praktek siswa dalam melakukan penataan rambut puncak pada siswa SMK Kelas XI Tata Kecantikan Rambut di SMK Awal Karya Pembangunan AKP Galang Tahun Ajaran 20142015 Penelitian ini dilaksanakan pada awal bulan Februari 2015 Lokasi penelitian di SMK Awal Karya Pembangunan AKP Galang Populasi penelitian sebanyak satu kelas dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang siswa yaitu Kelas XI Tata Kecantikan Rambut SMK Awal Karya Pembangunan AKP Galang Pengambilan sampel yang digunakan dengan teknik total sampling Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasipengamatan hasil praktek penataan rambut puncak yang diamati oleh 3 orang pengamat yang memiliki keahlian dalam melakukan penataan rambut Untuk menjaring kesepakatan hasil pengamatan disetiap pengamat digunakan uji kesepakatan dengan menggunakan Analisis Varians Satu Jalur Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskripstif yang bermaksud untuk mendapatkan informasi yang akurat tentang karakteristik subjek hal subjek atau menggambarkan situasi atau frekuensi kejadian sesuatu Penelitian ini terdiri dari satu variabel Berdasarkan hasil perhitungan penilaian pengamatan ditemukan bahwa ada perbedaan antara hasil pengamatan ketiga observer pengamat atau dapat diartikan bahwa butir-butir komponen hasil praktek penataan rambut puncak dimana Fo 0560 Ftabel 5 335 Dalam penelitian ini digunakan rumus persentase Untuk setiap indikator penilaian hasil praktek penataan rambut puncak indikator yang mendapat persentase tertinggi adalah Kerapihan penataan rambut puncak dengan persentase 50 dan indikator yang terendah adalah Keseimbangan letak sanggul dengan persentase 10 Dengan demikian hasil praktek penataan rambut puncak yang dikerjakan oleh siswa yang mendapat skor tertinggi sekitar 4 orang 1334 yang dikategorikan memiliki hasil praktek penataan rambut puncak yang sangat baikhttp://digilib.unimed.ac.id/analisis-hasil-praktek-penataan-rambut-puncak-pada-mata-pelajaran-dasar-kecantikan-rambut-di-kelas-xi-tata-kecantikan-rambut-smk-awal-karya-pembangunan-akp-galang-37194.htmlMon, 03 Aug 2015 09:54:50 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menerapkan Model Pembelajaran Numbered Heads Together Pada Mata Pelajaran PKn Kelas VII di SMP Negeri 16 Medan Tahun Pelajaran 20142015Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 16 Medan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran Numbered Heads Together dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Perilaku Kemerdekaan Mengeluarkan Pendapat di Kelas VII SMP Negeri 16 MedanJenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas PTK dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Heads TogetherPopulasi terdiri dari 7 kelas yaitu 313 siswa dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini yaitu kelas VII-3 yang terdiri dari 45 siswa yang terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 28 siswa perempuanAdapun teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi dan tes tertulisDari penelitian yang dilaksanakan diperoleh peningkatan hasil belajar setelah dilaksanakan tindakan Hasil penelitian pada saat pre test rata-rata kelas diperoleh siswa sebanyak 4844 dimana 41 orang siswa 911 dinyatakan tidak tuntas dalam belajar karena mendapat nilai di bawah 75 sedangkan 4 orang siswa 89 dinyatakan telah tuntas dalam belajar Pada siklus I atau post test I nilai rata-rata siswa adalah 7422 dimana 23 orang siswa 5111 dinyatakan tidak tuntas dalam belajar karena mendapat nilai dibawah 75 dan 22 orang siswa 4889 dinyatakan telah tuntas dalam belajar Sedangkan pada siklus II atau post test II nilai rata-rata siswa adalah 84 dimana 7 orang siswa 1556 dinyatakan tidak tuntas belajar karena mendapat nilai di bawah 75 dan 38 orang siswa 8444 dinyatakan telah tuntas belajar Dari peningkatan ketuntasan secara klasikal yang diperoleh siswa dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Numbered Heads Together dapat meningkatkan hasil belajar siswahttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-siswa-dengan-menerapkan-model-pembelajaran-numbered-heads-together-pada-mata-pelajaran-pkn-kelas-vii-di-smp-negeri-16-medan-tahun-pelajaran-20142015-37193.htmlMon, 03 Aug 2015 09:54:22 +0700Analisis Hasil Pengaplikasian Eye Shadow Pada Bentuk Mata Di SMK Negeri 8 MedanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hasil Pengaplikasian Eye Shadow Pada Bentuk Mata Di SMK Negeri 8 Medan Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah hasil pengaplikasian eye shadow pada bentuk mata sipit Sampel penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Tata Kecantikan Kulit SMK Negeri 8 Medan yang berjumlah 30 orang Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling yaitu pengampilan sampel dengan menggunakan seluruh populasi menjadi objek penelitian Alat pengumpulan data yang digunakan adalah lembar pengamatanData hasil praktek pengaplikasian eye shadow diperoleh dengan menggunakan lembar pengamatan Untuk melihat lembar pengamatan layak dilakukan dalam menjaring data maka terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan yang diberikan kepada para ahli untuk melihat kelayakan isi Kemudian melakukan uji kesepakatan pengamat yang dilakukan oleh 3 orang pengamat Dari hasil kesepakatan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan penilaian antara ketiga pengamat dimana FobservasiFtabel atau 054310sehingga lembar pengamatan layak digunakan untuk menjaring data penelitian yang sebenarnya Pada uji kecenderungan dari 30 sampel penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecenderungan hasil pengaplikasian eye shadow pada bentuk mata sipit diperoleh 26 orang 867 cenderung baik 4 orang 133 cenderung cukup Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil pengaplikasian eye shadow pada bentuk mata sipit pada siswa SMK Negeri 8 Medan rata-rata tergolong baik sebanyak 867http://digilib.unimed.ac.id/analisis-hasil-pengaplikasian-eye-shadow-pada-bentuk-mata-di-smk-negeri-8-medan-37192.htmlMon, 03 Aug 2015 09:47:56 +0700Pengembangan Media Pembelajaran CD Interaktif Mata Pelajaran Perawatan Badan SPA Untuk Siswa Kelas XI SMK Negeri I BeringinPengembangan ini bertujuan untuk memberikan suatu pengembangan media CD Interaktif dalam pembelajran untuk meningkatkan respon dan semangat sisw akelas XI SMK Negeri I Beringin Subjek penelitian dalam pengembangan produk CD Interaktifini ada 2 orang validasi materi pembelajaran 1 orang validasi media pembelajaran dan siswa kelas X SMK Negeri I Beringin yang berjumlah 30 siswa instrument pengumpulan data pada pengembangan ini berupa lembar angket yang disebarkan kepada ahli materi ahli media dan siswa Data analisis menggunakan teknik statistic deskripstif Hasil penelitian yang diperoleh dari validasi materim enyatakan bahwa aspek kualitas materi pembelajaran dinilai sangat baik dengan presentase 95 persen Pada aspek kualitas penyajian materi dinilai sangat baik dengan presentase 90 persen dan kualitas kebahasaan materi dinilai sangat baik denga npresentase 90 persen Secara keseluruhan validasi ahli materi pembelajaran dinilai sangat baik Hasil validasi ahli media pada kualitas kelayakan isi 86 persen aspe kpenyajian media 87 persendana spek penilaian bahasa 766 persen Secarak eseluruhan validasi ahli media pembelajaran dinila icukup baik Hasil uji coba lapangan pada siswa kelas XI pada aspek kualitas media pembelajaran sangat baik dengan persentase 99 dan aspek tampilan media pembelajaran sangat baik dengan persentase 90 persenMedia pembelajaran CD Interaktif mata pelajaran perawatan badan SPA yang dikembangkan termasuk dalam kriteria sangat baik untuk itu disarankan kepada guru-guru untuk selalu memanfaatkan media sebagai alat bantu pembelajaranhttp://digilib.unimed.ac.id/pengembangan-media-pembelajaran-cd-interaktif-mata-pelajaran-perawatan-badan-spa-untuk-siswa-kelas-xi-smk-negeri-i-beringin-37191.htmlMon, 03 Aug 2015 09:40:51 +0700Hubungan Persepsi Siswa Tentang Media Pembelajaran Dengan Hasil Belajar Pangkas Dasar Pada Kelas X SMK Pembangunan Daerah Lubuk PakamPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Persepsi siswa tentang Media Pembelajaran dengan hasil Belajar Pangkas Dasar Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah hasil belajar pangkas dasar segiPopulasi penelitian ini adalah siswa kelas X Jurusan Tata Kecantikan SMK Pembangunan Daerah Lubuk Pakam sebanyak satu kelas dengan jumlah 30 orang Pengambilan sampel digunakan teknik total sampling sehingga jumlah sampel penelitian adalah 30 orang Metode pengumpulan data menggunakan angket dan pengamatan hasil pangkas dasar segi Analisis data menggunakan teknik deskriptif korelasional persyaratan analisis dengan uji normalitas uji linieritas Sedangkan uji hipotesis dengan korelasi product momentHasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa tentang media pembelajaran dengan hasil pangkas dasar dikategorikan cenderung tinggi dikarenakan M Mi 8663 70 dan hasil pangkas dasar rata-rata siswa memiliki tingkat kecenderungan hasil belajar yang tinggi oleh karena M Mi 6433 225 Uji linieritas dan uji keberartian persamaan regresi untuk persamaan regresi Y dan X diperoleh persamaan 374 16444 0156 X mempunyai hubungan yang linier pada taraf signifikasi 5 karena untuk uji linier karena untuk uji linear hasil Fhitung Ftabel atau 0913 244 dan koefisien arah regresi Y atas X adalah berarti karena Fhitung Ftabel 24943 420 Dari hasil analisis korelasi diperoleh nilai rxy sebesar 0686 sedangkan harga ttabel dengan derajat kebebasan dk 30-2 28 pada taraf signifikan 5 adalah 2048 sedangkan nilai rtabel pada taraf signifikan 5 dengan N30 adalah sebesar 4994 Dengan demikian hasil pengujian hipotesis diperoleh harga thitung ttabel 4994 2048 Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi siswa tentang media pembelajaran dengan hasil belajar pangkas dasar pada siswa kelas X SMK Pembangunan Daerah Lubuk Pakamhttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-persepsi-siswa-tentang-media-pembelajaran-dengan-hasil-belajar-pangkas-dasar-pada-kelas-x-smk-pembangunan-daerah-lubuk-pakam-37190.htmlMon, 03 Aug 2015 09:31:01 +0700Hubungan Pengetahuan Tata Rias Wajah Dengan Hasil Merias Wajah Panggung Pada Penari Di Sanggar Widatra Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan Jurusan PendidikanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tata rias wajah dengan hasil merias wajah panggung pada penari di Sanggar Widatra Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan Populasi dalam penelitian adalah seluruh anggota sanggar Widatra sebanyak 30 orang Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling sehingga jumlah sampel penelitian adalah 30 orang Metode pengumpulan data menggunakan tes pengetahuan merias wajah panggung dan pengamatan hasil merias wajah panggung pada penari Analisis data menggunakan teknik deskriptif korelasional persyaratan analisis dengan uji normalitas dan uji linieritas Sedangkan uji hipotesis dengan korelasi product momentHasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan penari tentang rias wajah panggung dikategorikan cenderung cukup sebesar 70 dan hasil merias wajah panggung pada penari dikategorikan cenderung cukup sebesar 633 Uji linieritas untuk persamaan regresi Y atas X diperoleh persamaan 374 29497 0491 X dan memiliki hubungan yang linier pada taraf signifikasi 5 karena Fhitung Ftabel 1793 241 dan koefisien arah regresi Y atas X adalah berarti karena Fhitung Ftabel 21318 417 Dari hasil analisis korelasi diperoleh rxy sebesar 0657 sedangkan nilai rtabel pada taraf signifikan 5 dengan N30 adalah sebesar 0361 Dengan demikian harga rxy rhitung 0657 0361 dan harga thitung ttabel 4611 2048 Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan tata rias wajah dengan hasil merias wajah panggung pada penari di Sanggar Widatra Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medanhttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-pengetahuan-tata-rias-wajah-dengan-hasil-merias-wajah-panggung-pada-penari-di-sanggar-widatra-fakultas-bahasa-dan-seni-universitas-negeri-medan-jurusan-pendidikan-37189.htmlMon, 03 Aug 2015 09:16:59 +0700Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching Terhadap Hasil Belajar Penataan Rambut Pada Siswa Kelas XI Tata Kecantikan SMK Pembangunan Daerah Lubuk PakamPenelitian ini bertujuan 1 untuk mengetahui hasil belajar siswa yang tidak menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching pada mata pelajaran penataan rambut 2 Untuk mengetahui hasil belajar yang menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching pada mata pelajaran penataan rambut 3 Untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Quantum Teaching terhadap hasil belajar penataan rambut Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas XI yang berjumlah 41 orang Pengambilan sampel digunakan teknik total sampling Metode pengumpulan data menggunakan pengamatan hasil praktek penataan rambut asimetris Analisis data menggunakan teknik deskriptif uji kecendrungan persyaratan analisis dengan uji normalitas dan homogenitas dan uji hipotesis menggunakan uji-tHasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar pada mata pelajaran penataan rambut pada kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching diperoleh nilai rata-rata sebesar 8100 dan standar deviasi 521 dengan memiliki kecenderungan nilai yang cukup sebesar 381 dan tinggi sebesar 619 Sedangkan pada kelas kontrol tanpa menggunakan pembelajaran quantum teaching diperoleh nilai rata-rata 6435 dan standar deviasi 359 dengan tingkat kecenderungan dalam kategori kurang 15 cukup sebesar 85 Hasil uji t diperoleh harga thitung 11866 dengan ttabel pada dk 39 yaitu sebesar 2023 Maka nilai thitung ttabel atau 11866 2023 yang artinya bahwa Ha diterima Dengan demikian hipotesis yang menyatakan ada pengaruh penerapan model pembelajaran Quantum Teaching terhadap hasil belajar penataan rambut pada siswa kelas XI SMK Pembangunan Daerah Lubuk Pakam teruji kebenarannyahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-penerapan-model-pembelajaran-quantum-teaching-terhadap-hasil-belajar-penataan-rambut-pada-siswa-kelas-xi-tata-kecantikan-smk-pembangunan-daerah-lubuk-pakam-37188.htmlMon, 03 Aug 2015 09:04:09 +0700Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kesulitan Belajar Pada Mata Pelajaran Pemangkasan Rambut Di SMK Negeri 3 PematangsiantarPenelitian ini bertujuan 1 Untuk mengetahui tingkat kesulitan belajar faktor motivasi siswa 2 untuk mengetahui tingkat kesulitan belajar dorongan orangtua pada mata pelajaran pemangkasan rambut graduasi Siswa Kelas XI SMK Negeri 3 Pematang SiantarMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Deskriptif Populasi Penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Kecantikan Rambut SMK Negeri 3 Pematangsiantar yang seluruhnya 50 orang Sampel Penelitian diambil dengan teknik purposive sampel maka sampel diambil dari jumlah keseluruhan populasi yaitu 50 orang siswa Data penelitian ini dijaring dengan menggunakan angket kesulitan belajar yang dihadapi siswa pada mata pelajaran pemangkasan rambutBerdasarkan data hasil penelitian diperoleh hasil analisis faktor internal yaitu motivasi dalam mengikuti mata pelajaran pemangkasan rambut diantaranya hanya 60 siswa yang memiliki keinginan tinggi untuk mempelajari mata pelajaran pemangkasaan Data hasil penelitian tentang faktor dukungan orang tua yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa dalam mengikuti mata pelajaran pemangkasan rambut masih tergolong cukup sebanyak 52 Dilihat dukungan emosional yang tergolong cukup sebesar 44 Jika dilihat dari faktor dukungan penghargaan yang diberikan orang tua siswa masih tergolong kurang sebesar 40 dan dukungan instrumental yang diberikan orang tua siswa juga masih kurang sebesar 52 Sedangkan dukungan informasi yang diberikan orang tua siswa masih tergolong cukup sebesar 54 Kecenderungan Faktor motivasi belajar yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa dalam mengikuti mata pelajaran pemangkasan rambut cenderung cenderung tinggi Mo Mi yaitu 5195 50 sebanyak 7 14 memiliki kesulitan yang tinggi 22 44 cukup 15 30 sedikit 6 12 sangat rendah tidak menemui kesulitan Kecenderungan faktor dukungan orang tua yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa dalam mengikuti mata pelajaran pemangkasan rambut masih cenderung rendah Mo Mi yaitu 5183 525 Sebanyak 6 siswa 12 memiliki dukungan yang tinggi 19 siswa 38 cukup 17 34 sedikit dan 8 16 sangat sedikit tidak menemui kesulitan Nilai skor rata-rata ideal Mi 525 dan standar deviasi SDi 105http://digilib.unimed.ac.id/analisis-faktorfaktor-yang-mempengaruhi-kesulitan-belajar-pada-mata-pelajaran-pemangkasan-rambut-di-smk-negeri-3-pematangsiantar-37187.htmlMon, 03 Aug 2015 08:55:00 +0700Hubungan Tingkat Pendidikan Orang Tua Dengan Perilaku Konsumtif Siswa Dalam Pembelian Kosmetik Kecantikan Di SMA Swasta Eka PrasetyaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan orang tua dengan perilaku konsumtif siswa dalam pembelian kosmetik kecantikan di Kelas XI IPS 1 SMA Swasta Eka PrasteyaPopulasi dalam penelitian ini adalah remaja putri kelas XI SMA Swasta Eka Prasetya dengan jumlah 73 orang Pengambilan sampel digunakan teknik cluster sampling sehingga yang menjadi sampel penelitian adalah remaja putri kelas XI IPS 1 dengan jumlah 30 orang Metode pengumpulan data menggunakan angket tingkat pendidikan dan perilaku konsumtif Analisis data menggunakan teknik deskriptif korelasional persyaratan analisis dengan uji normalitas uji linieritas Sedangkan uji hipotesis dengan korelasi product momentHasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan orang tua dikategorikan cukup sebesar 5333 dan perilaku konsumtif siswa dalam pembelian kosmetik kecantikan dikategorikan cenderung cukup sebesar 50 Uji normalitas dilakukan dengan uji Lilifors Dari hasil perhitungan data tingkat pendidikan orang tua diperoleh bahwa L_hitungL_tabel yaitu 0138486 0161 sehingga dapat disimpulkan bahwa data tingkat pendidikan orang tua berdistribusi normal Data hasil perhitungan perilaku konsumtif siswa dalam pembelian kosmetik kecantikan diperoleh bahwa bahwa L_hitungL_tabel yaitu 0105836 0161 sehingga dapat disimpulkan bahwa data perilaku konsumtif siswa dalam pembelian kosmetik kecantikan berdistribusi normal Uji linieritas dan uji keberartian persamaan regresi untuk persamaan regresi Y dan X diperoleh persamaan 374 257638 386313 X mempunyai hubungan yang liner pada taraf signifikan 5 karena untuk uji linier Fhitung Ftabel 27118 278 dan koefisien arah regresi Y atas X adalah berarti karena Fhitung Ftabel 190019 420 Dari hasil analisis korelasi diperoleh rxy sebesar 0933 sedangkan nilai rtabel pada taraf signifikan 5 dengan N 30 adalah sebesar 0361 Dengan demikian harga rxy rhitung 0933 0361 dan harga thitung ttabel 1372 170 Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan orang tua dengan perilaku konsumtif siswa dalam pembelian kosmetik kecantikan di kelas XI IPS 1 SMA Swasta Eka Prasetyahttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-tingkat-pendidikan-orang-tua-dengan-perilaku-konsumtif-siswa-dalam-pembelian-kosmetik-kecantikan-di-sma-swasta-eka-prasetya-37186.htmlMon, 03 Aug 2015 08:48:28 +0700Analisis Kemampuan Melakukan Rias Kuku Pada Siswa SMK PEMDA LUBUK PAKAMPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan melakukan rias kuku menggunakan kuteks jarum pada siswa kelas XII SMK Pemda Lubuk PakamPenelitian ini dilaksanakan pada bulan maret 2015 Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptip cara atau teknik yang mengungkapkan fakta yang jelas tentang gejala-gejala serta hubungan yang ada pada suatu objek penelitian Penelitian ini terdiri dari 1 variabelPopulasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII Tata Kecantikan Rambut yang seluruhnya 33 orang Sampel penelitian diambil dengan teknik total sampling Data penelitian ini dijaring dengan menggunakan lembar pengamatanberdasarkan hasil pengamatan tentang kemampuan melakukan rias kuku menggunakan kuteks jarum yang dinilai oleh tiga observer pengamat diperoleh rata-rata sebesar 6909 dengan nilai tertimggi 79 dan nilai terendah 62 Hasil pengamatan melakukan rias kuku menggunakan kuteks jarum yang dinilai oleh tiga observer pengamat tentang persiapan area kerja diperoleh rata-rata siswa memiliki keterampilan baik dengan mendapat skor 3 sebanyak 20 orang 606 Hasil pengamatan melakukan rias kuku menggunakan kuteks jarum yang dinilai oleh tiga observer pengamat tentang menyiapkan alat bahan dan kosmetik diperoleh rata-rata siswa memiliki keterampilan baik dengan mendapat skor 3 sebanyak 18 orang 545 Hasil pengamatan melakukan rias kuku menggunakan kuteks jarum yang dinilai oleh tiga observer pengamat tentang persiapan pribadi diperoleh rata-rata siswa memiliki keterampilan baik dengan mendapat skor 3 sebanyak 17 orang 515 Hasil pengamatan melakukan rias kuku menggunakan kuteks jarum yang dinilai oleh tiga observer pengamat tentang membersihkan kutikula diperoleh rata-rata siswa memiliki keterampilan baik dengan mendapat skor 3 sebanyak 21 orang 636 Hasil pengamatan melakukan rias kuku menggunakan kuteks jarum yang dinilai oleh tiga observer pengamat tentang memberikan membentuk kuku model diperoleh rata-rata siswa memiliki keterampilan baik dengan mendapat skor 3 sebanyak 18 orang 545 Hasil pengamatan melakukan rias kuku menggunakan kuteks jarum yang dinilai oleh tiga observer pengamat tentang mengaplikasikan base coad diperoleh rata-rata siswa memiliki keterampilan baik dengan mendapat skor 3 sebanyak 16 orang 485 Hasil pengamatan melakukan rias kuku menggunakan kuteks jarum yang dinilai oleh tiga observer pengamat tentang mengaplikasikan cat dasar diperoleh rata-rata siswa memiliki keterampilan baik dengan mendapat skor 3 sebanyak 24 orang 727 Hasil pengamatan melakukan rias kuku menggunakan kuteks jarum yang dinilai oleh tiga observer pengamat tentang mendesain kuku model diperoleh rata-rata siswa memiliki keterampilan baik dengan mendapat skor 3 sebanyak 21 orang 636http://digilib.unimed.ac.id/analisis-kemampuan-melakukan-rias-kuku-pada-siswa-smk-pemda-lubuk-pakam-37185.htmlMon, 03 Aug 2015 08:42:04 +0700Analisis Hasil Praktek Rias Wajah Geriatri Pada Mata Pelajaran Dasar Kecantikan Kulit Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 BeringinPenelitian ini bertujuan untuk Menganalisis hasil praktek rias wajah geriatri pada siswa Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2015 Lokasi Penelitian SMK Negeri 1 BeringinPopulasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Negeri 1 Beringin sebanyak 32 siswa Pengambilan sampel digunakan teknik total sampling Sehingga jumlah sampel penelitian adalah 32 orang Teknik pengumpulan data menggunakan lembar pengamatan Analisis data menggunakan teknik deskriptif penilaian dengan menggunakan uji kecenderungan dan persentase Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil praktek rias wajah geriatri sebesar 5713 dengan nilai tertinggi 64 dan nilai terendah 49 Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam merias wajah geriatri masih tergolong cukup Hasil rata rata tersebut diperoleh dari 8 indikator yakni 1 indikator kehalusan pengaplikasian concealer memperoleh skor 3 dan mendapatkan nilai yang baik sebesar 594 2 indikator kehalusan pengaplikasian foundation pada wajah memperoleh skor 2 dan mendapatkan nilai yang baik sebesar 594 3 indikator memberikan bedak tabur dan padat secara merata memperoleh skor 2 dan mendapatkan nilai yang baik sebesar 688 4 indikator pembentukan alis memperoleh skor 2 dan mendapatkan nilai yang baik sebesar 656 5 indikator penggunaan scoth pada mata memperoleh skor 2 dan mendapatkan nilai yang baik sebesar 531 6 indikator memberikan pemerah pipi memperoleh skor 2 dan mendapatkan nilai yang baik sebesar 656 7 indikator memberi lipstik memperoleh skor 2 dan mendapatkan nilai yang baik sebesar 625 8 indikator hasil keterampilan akhir merias wajah geriatri memperoleh skor 3 dan mendapatkan nilai yang baik sebesar 469http://digilib.unimed.ac.id/analisis-hasil-praktek-rias-wajah-geriatri-pada-mata-pelajaran-dasar-kecantikan-kulit-siswa-kelas-xi-smk-negeri-1-beringin-37184.htmlMon, 03 Aug 2015 08:31:36 +0700Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Menggunakan LKS TerstrukturTerhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Hukum Newton SMA N 1Percut Sei Tuan TP 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaranberbasis masalah menggunakan LKS terstruktur terhadap hasil belajar pada materipokok hukum newton di kelas X semester I SMA N 1 Percut Sei Tuan TP20142015 Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen Populasi dalampenelitian adalah seluruh siswa kelas X Semester I SMA N 1 Percut Sei Tuanyang terdiri dari 5 kelas Pengambilan sampel dilakukan dengan cara clusterrandom sampling dengan mengambil 2 kelas dari 5 kelas secara acak yaitu kelasX IPA 3 sebagai kelas eksperimen berjumlah 34 orang dan kelas X IPA 1 sebagaikeelas kontrol berjumlah 35 orang Instrumen yang digunakan untuk mengetahuihasil belajar siswa adalah tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda denganjumlah 20 soalHasil pengujian pretes sebelum diberikan perlakuan yang berbeda yaitunilai rata-rata pretes kelas eksperimen 3765 dengan standar deviasi 1082 dannilai rata-rata pretes kelas kontrol 3886 dengan standar deviasi 963 Hasil uji tdua pihak data kedua kelas berdistribusi normal dan homogen Selama prosespembelajaran nilai rata-rata afektif adalah 7235 dengan kategori nilai B dan nilairata-rata psikomotorik adalah 7763 dengan kategori nilai B Setelah pembelajaranselesai diberikan diperoleh postes dengan hasil rata-rata kelas eksperimen 6529dengan standar deviasi 879 dan kelas kontrol 5714 dengan standar deviasi 1009Dari hasil pengolahan data postes diperoleh bahwa thitung 357 dan ttabel 167 sehingga thitung ttabel 357 167 maka H diterima yakni adaperbedaan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran berbasismasalah menggunakan LKS terstruktur dan kelas kontrol dengan pembelajarankonvensional materi pokok hukum newton di kelas X semester I SMA N 1 PercutSei Tuan TP 20142015Kesimpulan dari penelitian ini bahwa model pembelajaran berbasismasalah lebih baik dari pada pembelajaran konvensional Diharapkan untukpeneliti selanjutnya menggunakan model pembelajaran berbasis masalah denganmetode pembelajaran yang lebih menarikhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-berbasis-masalah-menggunakan-lks-terstrukturterhadap-hasil-belajar-siswa-pada-materi-pokok-hukum-newton-sma-n-1percut-sei-tuan-tp-20142015-37183.htmlSat, 01 Aug 2015 12:02:02 +0700Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Pokok Hukum Newton Kelas X Semester I SMA Negeri 5 Medan TA 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas siswa dan pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar siswa pada Materi Pokok Hukum Newton di Kelas X Semester I SMA Negeri 5 Medan TA 20142015Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen Pengambilan populasi dan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling dengan mengambil populasi sebanyak 2 kelas yaitu kelas X Mia 3 sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 40 orang dan kelas X Mia 4 sebagai kelas kontrol yang berjumlah 40 orang Instrumen yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa adalah tes hasil belajar yang berbentuk pilihan berganda dengan jumlah 20 soal Dan instrument yang digunakan untuk mengetahui aktivitas siswa adalah lembar observasi aktivitasDari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata pretes kelas eksperimen 4775 dengan standar deviasi 1271 dan nilai rata-rata kelas kontrol 4737 dengan standar deviasi 1256 Pada pengujian normalitas dan homogenitas diperoleh bahwa data pretes berdistribusi normal dan variansnya homogen Dari hasil uji beda dari kedua kelas thitung 014 dan ttabel 199 karena thitung ttabel maka Ho diterima maka dapat disimpulkan bahwa kedua kelas memiliki kemampuan awal yang sama Kemudian diberikan perlakuan yang berbeda kelas eksperimen dengan model pembelajaran berbasis masalah dan kelas kontrol dengan model konvensional Nilai rata-rata postes kelas eksperimen 79 dan kelas kontrol 7125 Pada pengujian variansnya homogen Dari hasil uji beda nilai kedua kelas diperoleh thitung 285 dan ttabel 167 karena thitung ttabel maka Ha diterima artinya ada pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok Hukum Newton kelas X semester I SMA Negeri 5 Medan TA 20142015 Dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer diperoleh bahwa nilai rata-rata aktivitas siswa dari tiga kali pertemuan adalah sebesar 8963 dengan kategori cukup aktifhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-berbasis-masalah-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-materi-pokok-hukum-newton-kelas-x-semester-i-sma-negeri-5-medan-ta-20142015-37182.htmlSat, 01 Aug 2015 11:51:45 +0700Pengaruh Model Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Hukum Newton di Kelas X SMA Negeri 16 MedanABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model problem based learning terhadap hasil belajar siswa kelas X IPA Semester I pada materi pokok Hukum Newton di SMA N 16 Medan TA 2014 2015 Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas X IPA Semester I SMA Negeri 16 Medan yang terdiri dari 4 kelas berjumlah 150 orang Pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling dengan mengambil 2 kelas dari 4 kelas secara acak yaitu kelas X-IPA 2 sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 37 orang dan kelas X-IPA 1 sebagai kelas kontrol yang berjumlah 37 orang Instrumen dalam penelitian ini ada 2 yaitu tes hasil belajar yang merupakan validitas isi dalam bentuk essay tes dengan jumlah 10 soal dan lembar observasi aktivitas siswaDari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata pretes kelas eksperimen 4381 dengan standar deviasi 1381 dan nilai rata-rata kelas kontrol 4405 dengan standar deviasi 1101 Pada pengujian normalitas untuk pretes diperoleh pada kelas eksperimen dengan Lhitung 00736 dan Ltabel 01476 untuk kelas kontrol dengan Lhitung 00785 dan Ltabel 01476 sehingga diperoleh Lhitung Ltabel maka data kedua kelas berdistribusi normal Pada uji homogenitas diperoleh Fhitung 157 dan Ftabel 174 sehingga Fhitung Ftabel maka kedua sampel berasal dari kelompok yang homogen Kemudian diberikan perlakuan yang berbeda kelas eksperimen dengan model problem based learning dan kelas kontrol dengan model pembelajaran konvensional Setelah pembelajaran selesai diberikan diperoleh postes dengan hasil rata-rata kelas eksperimen 8005 dengan standar deviasi 1091dan kelas kontrol 6881 dengan standar deviasi 1060 Hasil uji t satu pihak dengan taraf signifikansi 005 diperoleh thitung 455 dan ttabel 166 sehingga thitung ttabel maka Ha diterima dan H0 ditolak dengan demikian disimpulkan bahwa penggunaan model problem based learning berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok Hukum Newton di kelas X semester I SMA Negeri 16 Medan TA 2014 2015 Aktivitas siswa selama proses pembelajaran kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata 7203 dengan kategori aktif dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran kelas kontrol memiliki nila rata-rata 5981 dengan kategori cukup aktifhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-problem-based-learning-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-materi-hukum-newton-di-kelas-x-sma-negeri-16-medan-37181.htmlSat, 01 Aug 2015 11:48:24 +0700Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation GI Menggunakan Media Peta Konsep Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Besaran Fisika dan Satuannya di Kelas X Semester I SMA Negeri 1 Lima Puluh Batubara TA 2014201Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa pada materi pokok besaran fisika dan satuannya dengan model pembelajaran kooperatif tipe GI lebih baik daripada pembelajaran konvensionalJenis penelitian ini adalah quasi eksperimen Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas X Semester I SMA NEGERI 1 Lima Puluh Batubara yang terdiri dari 6 kelas Pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling dengan mengambil 2 kelas dari 6 kelas secara acak yaitu kelas X IPA 1 sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 33 orang dan kelas X IPA 2 sebagai kelas kontrol yang berjumlah 33 orang Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar lembar penilaian keterampilan dan lembar penilaian sikap siswa Tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda sebanyak 20 soal dengan 5 option yang telah dinyatakan valid Pengujian hipotesis dengan uji t satu pihak sedangkan lembar penilaian keterampilan dan lembar penilaian sikap dianalisis secara deskriptifBerdasarkan analisa data diperoleh peningkatan hasil belajar siswa pada setiap pertemuan pertama kedua dan ketiga untuk kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation menggunakan media peta konsep Dengan demikian hasil belajar siswa pada materi pokok besaran fisika dan satuannya dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe GI menggunakan media peta konsep lebih baik daripada pembelajaran konvensionalhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-group-investigation-gi-menggunakan-media-peta-konsep-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-materi-pokok-besaran-fisika-dan-satuannya-di-kelas-x-semester-i-sma-negeri-1-lima-puluh-batubara-ta-2014201-37180.htmlSat, 01 Aug 2015 11:42:47 +0700Kinerja Anggota Legislatif Perempuan Dalam Merespon Kepentingan Perempuan Studi Kasus di Kaukus Perempuan DPRD Kota MedanTujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja anggota legislatif perempuan dalam merespon kepentingan perempuan Studi kasus di kaukus perempuan DPRD kota Medan Penelitian ini dilakukan di kantor DPRD bagian kaukus perempuan kota Medan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yaitu dengan menggambarkan keadaan di lapangan yang digunakan untuk memecahkan masalah dan menjawab permasalahan yang dihadapi Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh jumlah anggota dan staf kaukus perempuan di DPRD kota medan yaitu sebanyak 6 orang maka yang menjadi sampel yaitu 6 orang tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi angket wawancara Tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yakni dengan menggunakan tabel frekuensiDari hasil penelitian dilapangan setelah data terkumpul diolah dan dianalisis bahwa kinerja anggota legislatif perempuan dalam merespon kepentingan perempuan di kaukus perempuan DPRD kota Medan belum terlaksana dengan baik Tetapi dalam melaksanakan tugasnya disamping khusus untuk merespon kepentingan perempuan anggota legislatif perempuan telah memahami arti dari lembaga legislatif melaksanakan fungsi-fungsi legislatif dengan baik memahami akan keterwakilan perempuan di lembaga legislatif serta menyadari kesetaraan kedudukan perempuan dalam lembaga legislatif Lembaga legislatif merupakan suatu lembaga yang membuat undang-undang yang anggota-anggotanya berasal dari rakyat Indonesia yang dipilih melalui pemilihan umumhttp://digilib.unimed.ac.id/kinerja-anggota-legislatif-perempuan-dalam-merespon-kepentingan-perempuan-studi-kasus-di-kaukus-perempuan-dprd-kota-medan-37179.htmlFri, 31 Jul 2015 16:27:22 +0700Peran Guru Pendidikan Kewarganegaraan PKn Dalam Membentuk Sikap Demokratis Siswa Di Kelas X SMA Negeri 1 Parlilitan Tahun Pelajaran 20142015Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Guru PKn Dalam Membentuk Sikap Demokratis Siswa Di Kelas X SMA Negeri 1 Parlilitan Tahun Pelajaran 20142015 Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu suatu cara atau metode yang menggambarkan fakta-fakta secara apa adanya dan berdasarkan penelitian di lapangan Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara observasi penyebaran angket dan wawancara Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X sepuluh SMA Negeri 1 Parlilitan yang berjumlah 150 orang dan sampel yang digunakan adalah 20 dari jumlah populasi yaitu sebanyak 30 orang yang ditetapkan dengan acak sederhana Random Sampling Untuk menganalisis data yang terkumpul penulis menggunakan tabel frekuensi Dari hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa guru Pendidikan Kewarganegaraan sangat berperan dalam membentuk sikap demokratis siswa di SMA Negeri 1 Parlilitan Hal ini dapat terlihat dari hasil angket penelitian terhadap siswa dan hasil wawancara dari guru Pendidikan Kewarganegaraan di SMA Negeri 1 Parlilitan Usaha-usaha yang dilakukan guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam membentuk sikap demokratis siswa seperti membiarkan siswa menumbuhkan sikap demokrasi dengan pengawasan guru memberi contoh nilai-nilai demokratis yakni memberikan kesempatan kepada pada peserta didik untuk mengeluarkan idegagasan dan mengembanggkan sikap adil terbuka konsisten menghargai pendapat orang lain berpikir kritis selalu mengadakan diskusi jika ada suatu permasalahan yang menyangkut kepentingan umum serta selalu berupaya menciptakan suasana yang demokratis di sekolah maupun di luar sekolahhttp://digilib.unimed.ac.id/peran-guru-pendidikan-kewarganegaraan-pkn-dalam-membentuk-sikap-demokratis-siswa-di-kelas-x-sma-negeri-1-parlilitan-tahun-pelajaran-20142015-37178.htmlFri, 31 Jul 2015 16:03:43 +0700Sejarah Hukum Agraria Periode Kolonial Dan KemerdekaanHukum Agraria merupakan salah satu hukum terpenting di Indonesia Hukum Agraria di masa kolonial dulu bernama Hukum Tanah dan berubah menjadi Hukum Agraria setelah Indonesia merdeka Hukum Agraria adalah hukum aturan yang mengatur perihal pertanahan baik segala benda yang berada di atas tanah ataupun di bawah tanahTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami bagaimana latar belakang lahirnya Hukum Agraria di masa kolonial perkembangan Hukum Agraria di masa kemerdekaan serta persamaan dan perbedaan antara Hukum Agraria di masa kolonial dan masa kemerdekaan Metode penelitian yang digunakan adalah library research studi pustaka dengan pendekatan literatur seperti buku-buku dan arsip-arsip yang berhubungan dengan Hukum Agraria Metode dan pendekatan ini digunakan sebab ruang lingkup penelitian yang berada di periode kolonial dan kemerdekaanHasil dari penelitian ini adalah Hukum Agraria sebelum periode kemerdekaan lahir karena adanya desakan dari kaum liberal agar adanya kesempatan bagi pihak swasta untuk membuka peluang bisnis karena selama ini segala sumber daya yang ada di Indonesai diolah dan dikuasai oleh pemerintah selain itu untuk menyetarakan hak pribumi selaku pemilik tanah yang selama tertindas dengan adanya penerapan culturstelsesl sehinggan kaum liberal merasa perlu untuk menyusun Hukum Agraria yang dapat digunakan secara menyeluruh Selama periode kolonial Hukum Agraria memiliki sifat dualisme karena adanya peraturan pertanahan yang bersumber pada hukum adat Inilah yang menyebabkan setelah merdeka pemerintah Indonesia menyusun Hukum Agraria nasional atau biasa disebut dengan UUPA Undang-Undang Pokok Agraria yang bertujuan agar terdapat Hukum Agraria yang terlepas dari unsur kolonialisme dan sifat dualisme dan yang terpenting hukumnya sesuai dengan kepribadian dan ideologi bangsa Indonesia Persamaan Hukum Agraria di masa kolonila dan kemerdekaan hanya terletak pada substansi hukumnya sedangkan tujuan sumber hukumnya berbedahttp://digilib.unimed.ac.id/sejarah-hukum-agraria-periode-kolonial-dan-kemerdekaan-37177.htmlFri, 31 Jul 2015 15:23:58 +0700Sejarah Hukum Agraria Periode Kolonial Dan KemerdekaanHukum Agraria merupakan salah satu hukum terpenting di Indonesia Hukum Agraria di masa kolonial dulu bernama Hukum Tanah dan berubah menjadi Hukum Agraria setelah Indonesia merdeka Hukum Agraria adalah hukum aturan yang mengatur perihal pertanahan baik segala benda yang berada di atas tanah ataupun di bawah tanahTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami bagaimana latar belakang lahirnya Hukum Agraria di masa kolonial perkembangan Hukum Agraria di masa kemerdekaan serta persamaan dan perbedaan antara Hukum Agraria di masa kolonial dan masa kemerdekaan Metode penelitian yang digunakan adalah library research studi pustaka dengan pendekatan literatur seperti buku-buku dan arsip-arsip yang berhubungan dengan Hukum Agraria Metode dan pendekatan ini digunakan sebab ruang lingkup penelitian yang berada di periode kolonial dan kemerdekaanHasil dari penelitian ini adalah Hukum Agraria sebelum periode kemerdekaan lahir karena adanya desakan dari kaum liberal agar adanya kesempatan bagi pihak swasta untuk membuka peluang bisnis karena selama ini segala sumber daya yang ada di Indonesai diolah dan dikuasai oleh pemerintah selain itu untuk menyetarakan hak pribumi selaku pemilik tanah yang selama tertindas dengan adanya penerapan culturstelsesl sehinggan kaum liberal merasa perlu untuk menyusun Hukum Agraria yang dapat digunakan secara menyeluruh Selama periode kolonial Hukum Agraria memiliki sifat dualisme karena adanya peraturan pertanahan yang bersumber pada hukum adat Inilah yang menyebabkan setelah merdeka pemerintah Indonesia menyusun Hukum Agraria nasional atau biasa disebut dengan UUPA Undang-Undang Pokok Agraria yang bertujuan agar terdapat Hukum Agraria yang terlepas dari unsur kolonialisme dan sifat dualisme dan yang terpenting hukumnya sesuai dengan kepribadian dan ideologi bangsa Indonesia Persamaan Hukum Agraria di masa kolonila dan kemerdekaan hanya terletak pada substansi hukumnya sedangkan tujuan sumber hukumnya berbedahttp://digilib.unimed.ac.id/sejarah-hukum-agraria-periode-kolonial-dan-kemerdekaan-37176.htmlFri, 31 Jul 2015 15:23:56 +0700Penerapan Model Pembelajaran STAD Student Teams Achievement Division Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PKn Di Kelas VII SMP Muhammadiyah 3 Tanjung Sari Tahun pelajaran 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan menerapkan model belajar STAD Student Teams Achievement Division pada mata pelajaran PKn di SMP Muhammadiyah 3 Tanjung Sari Tahun Pelajaran 20142015 Penelitian ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 3 Tanjung Sari Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas PTK dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD Student Teams Achievement Division yang dilakukan dalam dua siklus dengan empat tahapan yaitu perencanaan tindakan pengamatan dan refleksi Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII Reguler B yang berjumlah 40 orang Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes hasil belajar lembar observasi serta angket Pada penelitian ini teknik analisis data yang dipakai adalah deskriptif sederhana yaitu P FN X100 Dengan keterangan P Angka Prestasi F Jumlah frekuensi N Jumlah responden Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pretest dari 40 orang siswa hanya 5 orang siswa 125 yang mencapai angka ketuntasan dengan nilai rata-rata 6075 Setelah dilakukan siklus I jumlah siswa yang tuntas sebanyak 19 orang siswa 475 dengan nilai rata-rata 7125 dan setelah diadakan siklus II jumlah siswa yang tuntas sebanyak 36 orang siswa 90 dengan nilai rata-rata 8475 Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran STAD Student Teams Achievement Division dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn di kelas VII SMP Muhammadiyah 3 Tanjung Sarihttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-stad-student-teams-achievement-division-dalam-meningkatkan-hasil-belajar-siswa-pada-mata-pelajaran-pkn-di-kelas-vii-smp-muhammadiyah-3-tanjung-sari-tahun-pelajaran-20142015-37175.htmlFri, 31 Jul 2015 15:13:43 +0700Perbandingan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Menggunakan Model Pembelajaran Konvensional dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning Di Kelas XI SMA Kartika 1-2 MedanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Konvensional dengan model pembelajaran Problem Based Learning dikelas XI SMA kartika 1-2 Medan TP 20142015 Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan populasi seluruh siswa-siswi kelas XI SMA Kartika 1-2 Medan yang berjumlah 175 orang Sampel dalam penelitian ini diambil secara acak claster random sampling yaitu kelas XI IPA 1 kelas eksprerimen berjumlah 32 orang dan kelas XI IPA 2 kelas kontrol berjumlah 35 orang Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik komunikasi tidak langsung dan teknik Analisa data yang digunakan adalah uji normatif uji homogenitas dan uji-tHasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata hasil belajar siswa dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol Nilai rata-rata hasil belajar siswa dikelas eksperimen adalah 8156 dan kelas kontrol adalah 6471 Uji-t kedua kelas sampel dengan 005 diperoleh thitung 510 sedangkan ttabel 1998 berarti thitung ttabel 5101998 sehingga Ho ditolak dan Ha diterimahttp://digilib.unimed.ac.id/perbandingan-hasil-belajar-siswa-mata-pelajaran-pendidikan-kewarganegaraan-menggunakan-model-pembelajaran-konvensional-dengan-model-pembelajaran-problem-based-learning-di-kelas-xi-sma-kartika-12-medan-37174.htmlFri, 31 Jul 2015 15:11:52 +0700Pengaruh Terpaan Media Massa Terhadap Elektabilitas Partai Politik Di Kecamatan Pangkalan SusuPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh terpaan media massa terhadap elektabilitas partai politik di Kecamatan Pangkalan Susu Teori yang digunakan untuk menjelaskan pengaruh terpaan media massa terhadap elektabilitas partai politik di Kecamatan Pangkalan Susu adalah teori agenda setting Populasi dalam penelitian ini adalah penduduk kecamatan Pangkalan Susu yang sudah memiliki KTP yaitu sebanyak 17267 jiwa Sampel dalam penelitian ini berjumlah 44 responden Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey studi pustaka dan angket Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini teknik analisis data kuantitatif dengan menggunakan rumus Produk Moment Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh terpaan media massa terhadap elektabilitas partai politik sebesar 25 dengan perolehan thitung sebesar 1687 dan ttabel sebesar 1684 karena harga thitung ttabel sehingga hipotesis Ha dapat diterima dan hipotesis Ho ditolak Terpaan media massa hanya memberikan pengaruh sebesar 29 sedangkan 75 nya dipengaruhi oleh faktor lain yaitu kehadiran seorang tokoh politik dan gaya kepemimpinanhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-terpaan-media-massa-terhadap-elektabilitas-partai-politik-di-kecamatan-pangkalan-susu-37173.htmlFri, 31 Jul 2015 14:54:18 +0700Persepsi Masyarakat Tentang Pelaksanaan Fungsi Badan Permusyawaratan Desa BPD di Desa Petuaran Hilir Kecamatan Pegajahan Kabupaten Serdang BedagaiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang pelaksanaan fungsi Badan Permusyawaratan Desa BPD di Desa Petuaran Hilir Kecamatan Pegajahan Kabupaten Serdang BedagaiPenelitian ini dilakukan di desa Petuaran Hilir Kecamatan Pegajahan Kabupaten Serdang Bedagai dengan menggunakan metode deskriptif yaitu suatu metode yang berusaha menggambarkan fenomena atau gejala yang terjadi dalam masyarakat desa Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini penulis melakukan beberapa alat yaitu dengan melakukan observasi dan mengedarkan angket Jumlah populasi pada penelitian ini adalah seluruh Kepala Keluarga yang berjumlah 702 KK dan sampel ditentukan 10 dari semua populasi yang diambil secara acak random sampling yakni 70 KK Hasil penelitian menunjukkan persepsi masyarakat tentang pelaksanaan fungsi Badan Permusyawaratan Desadi Desa Petuaran Hilir Kecamatan Pegajahan Kabupaten Serdang Bedagai diketahui bahwasanya fungsi menetapkan Peraturan Desa di Desa Petuaran Hilir sudah terlaksana dengan baik dengan persentase 76 hal ini dibuktikan bahwa BPD sudah membuat peraturan desa tentang denda bagi para petugas jaga malam yang tidak melaksanakan jaga malam selanjutnya fungsi menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat di Desa Petuaran Hilir di ketahui bahwasanya fungsi tersebut kurang terlaksana dengan baik dengan persentase 5042 hal ini di sebabkan kurangnya pemahaman masyarakat Desa Petuaran Hilir tentang fungsi-fungsi yang diemban oleh Badan Permusyawaratan Desa sehingga dalam proses menampung dan menyalurkan aspirasimasyarakat sering mendapat pertentangan dan perdebatan dari masyarakat dan kemudian fungsi pengawasan yang dilakukan oleh BPD di Desa Petuaran Hilir sudah terlaksana dengan baik dengan persentase 8828 BPD telah menerapkan tingkat koordinasi dan kerjasama yang baik yaitu dengan melaksanakan koordinasi antara lembaga yang ada di desa sebagai pendukung pelaksanaan fungsi dan bekerja sama yang baik sehingga proses pengawasan dilakukan secara sungguh-sungguh dan dapat mencapai hasil yang optimalhttp://digilib.unimed.ac.id/persepsi-masyarakat-tentang-pelaksanaan-fungsi-badan-permusyawaratan-desa-bpd-di-desa-petuaran-hilir-kecamatan-pegajahan-kabupaten-serdang-bedagai-37172.htmlFri, 31 Jul 2015 14:45:11 +0700Peran Partai Politik Dalam Pendidikan Demokrasi Pada Masyarakat Kabupaten Dairi Studi Kasus DPD II Partai Golongan Karya Kabupaten DairiTujuan penelitian yang ingin dicapai adalah Untuk mengetahui Peran Partai Politik Golongan Karya dalam mewujudkan Pendidikan Demokrasi pada Masyarakat Kabupaten Dairi Adapun metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif sehingga hanya bersifat menggambarkan Dimana dari penelitian ini akan dapat gambaran tentang peran Partai Golkar dalam Pendidikan Demokrasi pada masyarakat sesuai dengan fungsi partai politik dalam melaksanakan pendidikan bagi masyarakat dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat Penelitian memiliki satu variabel yaitu peran partai politik dalam pendidikan demokrasi pada masyarakat Populasi penelitian ini adalah seluruh Fungsionaris Partai Politik Golongan karya di Kantor DPD II Kabupaten Dairi yang berjumlah 65 orang Dan sampel adalah seluruh populasi yang ada Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi angket dan wawancara Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Partai Golkar telah mewujudkan pendidikan demokrasi pada masyarakat Dairi melalui fungsinya dalam sosialisasi politik komunikasi politik rekrutmen politik hingga menjadi pengatur konflik politik masyarakat Dairi sehingga terbentuknya karakter yang demokratis pada masyarakat Dairi dilihat dari partisipasi yang aktif dalam kehidupan politik di Dairihttp://digilib.unimed.ac.id/peran-partai-politik-dalam-pendidikan-demokrasi-pada-masyarakat-kabupaten-dairi-studi-kasus-dpd-ii-partai-golongan-karya-kabupaten-dairi-37171.htmlFri, 31 Jul 2015 14:40:52 +0700Implementasi Pendidikan Karakter Pada Organisasi Mahasiswa Eksternal Kampus Studi Kasus Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Deli SerdangPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktual bagaimana Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Deli Serdang sebagai organisasi mahasiswa eksternal kampus mengimplementasikan pendidikan karakter Penelitian mengunakan metode dekriptif Populasi penelitian adalah anggota Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Deli Serdang yang terdiri dari dua Komisariat yaitu Komisariat Fakultas Ilmu Sosial 157 orang mahasiswa dan komisariat Fakultas Ilmu Keolaragaan 48 orang mahasiswa dengan jumlah keseluruhan 205 orang mahasiswa Sampel penelitian adalah Ketua Umum Komisariat dan 15 dari jumlah populasi yaitu sebanyak 31 orang mahasiswa anggota HMI Cabang Deli Serdang diambil secara proporsional dan menggunakan teknik random sampling Pengumpulan data mengunakan teknik observasi wawancara angket dan studi dokumentasi Data dianalisis mengunakan metode deskriptif dan statistik sederhana Hasil Penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa HMI Cabang Deli Serdang mengimplementasikan pendidikan karakter karena HMI berusaha untuk ikut serta berperan aktif dalam pembangunan nasional Pendidikan karakter merupakan pembangunan nasional dan jalan mencapai tujuan HMI Kesimpulan tersebut diperkuat dengan data yang menegaskan bahwa 25 806 dari 31 responden menyatakan adanya pembangunaan nilai-nilai karakter dalam HMI dan 244 responden 787 menyatakan menerapkan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari Penerapan pendidikan karakter mengunakan 2 metode yaitu formal dan non formal Dampak negatif globalisasi yang menimbukan sikap individualistik dan nilai-nilai hedonisme dan menganggap beroganisasi tidak penting menjadi kendala dalam menerapkan pendidikan karakter Menghadapi kendala tersebut HMI mengajak anggotanya menanamkan nilai persaudaraan kedalam diri dan memberikan sebuah pemahaman pendidikan karakter serta penguatan internal untuk menciptakan suasana belajar yang baik dan menarikhttp://digilib.unimed.ac.id/implementasi-pendidikan-karakter-pada-organisasi-mahasiswa-eksternal-kampus-studi-kasus-himpunan-mahasiswa-islam-cabang-deli-serdang-37170.htmlFri, 31 Jul 2015 14:35:03 +0700The Development of Innovative and Interactive Chemistry Learning Material on the Teaching of Chemical EquilibriumThe development of innovative and interactive learning material on the teaching of chemical equilibrium is explained The study is aimed to obtain good and standard learning material on the teaching of chemical equilibrium to university students The study is conducted through enrichment of chemical equilibrium topics followed by the development of learning media in video form to integrate a relevant material on each chemistry topics on chemical equilibrium The results showed that the learning subject of chemical equilibrium has been developed well Standardization of the material and learning material have been carried out by make questionnaire and the lectures are agree with developed learning materials with respond 362 students bilingual chemistry 2011 with responds 350 students bilingual chemistry 2012 with responds 370 and student bilingual chemistry 2013 with responds 360 The total average of the respond is 367 that means learning material is valid and good The learning material set in e-book and the media is set in a CD to make it easy to use in learning process in offline system The developed of learning material have been standard and can use as learning material on the teaching of chemical equilibrium as topic in General Chemistry II motivate the student to study chemistryhttp://digilib.unimed.ac.id/the-development-of-innovative-and-interactive-chemistry-learning-material-on-the-teaching-of-chemical-equilibrium-37169.htmlFri, 31 Jul 2015 14:19:46 +0700Perbedaan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode Role Playing Dan Mind Mapping Pada Sub Materi Pokok Sistem Ekskresi Manusia Di Kelas XI IPA MAN Sibuhuan Kabupaten Padang Lawas Tahun Pembelajaran 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar biologi siswa dengan menggunakan metode role playing dan mind mapping pada sub materi pokok sistem ekskresi manusia di kelas XI IPA MAN Sibuhuan Tahun Pembelajaran 20142015 Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas XI IPA2 menggunakan metode role playing dan kelas XI IPA3 menggunakan metode mind mapping masing-masing kelas berjumlah 32 siswa Hasil analisis data menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa menggunakan metode role playing 8172 dengan nilai standar deviasi SD 1104 lebih baik dari rata-rata hasil belajar siswa menggunakan metode mind mapping 7531 dengan nilai standar deviasi SD 1211 Hasil hipotesis dengan menggunakan uji-t dan taraf kepercayaan 005 diperoleh thitung ttabel 221 199 sehingga dalam penelitian ini hipotesis nihil H0 ditolak dan hipotesis alternatif Ha diterima dengan demikian diperoleh kesimpulan bahwa ada perbedaan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode role playing dan mind mapping pada sub materi pokok sistem ekskresi manusia di kelas XI IPA MAN Sibuhuan Kabupaten Padang Lawas Tahun Pembelajaran 20142015http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-siswa-dengan-menggunakan-metode-role-playing-dan-mind-mapping-pada-sub-materi-pokok-sistem-ekskresi-manusia-di-kelas-xi-ipa-man-sibuhuan-kabupaten-padang-lawas-tahun-pembelajaran-20142015-37168.htmlFri, 31 Jul 2015 14:18:30 +0700The Difference of Students Mathematical Communication Ability Taught by Cooperative Learning Think Pair Share and Numbered Heads Together Types at SMP Negeri 3 KisaranThis research was conducted at SMP Negeri 3 Kisaran academic year 20142015 It intended to know the difference of students mathematical communication ability taught by cooperative learning Think-Pair-Share and Numbered-Heads-Together typesThe population of this research was all students at SMP Negeri 3 Kisaran The sample was taken from grade VII by simple random sampling technique classes selected were VII-1 as an experimental class I taught by cooperative learning Think-Pair-Share type and VII-3 as an experimental class II taught by cooperative learning Numbered-Heads-Together type Each class consists of 32 students as sample of research Research design of this study was posttest-only comparison group design with the technique of data analysis used is independent sample t-test Result of this study with 005 showed that tstatistic ttable namely 2174 16698 It means that the students mathematical communication ability taught by cooperative learning Think-Pair-Share type was better than that the students mathematical communication ability taught by cooperative learning Numbered-Heads-Together typehttp://digilib.unimed.ac.id/the-difference-of-students-mathematical-communication-ability-taught-by-cooperative-learning-think-pair-share-and-numbered-heads-together-types-at-smp-negeri-3-kisaran-37167.htmlFri, 31 Jul 2015 14:03:00 +0700Pemberian Gelar Saurmatua Dalam Upacara Kematian Pada Etnis Batak Toba di Pematang SiantarLatar belakang penelitian ini berdasarkan kebudayaan dan adat istiadat pada etnis Batak Toba dimana pada orang yang meninggal dunia akan diberikan gelar sesuai dengan syarat dan status dari mendiang Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang pemberian gelar Saurmatua fungsi gelar Saurmatua hubungan gelar Saurmatua dengan lamanya upacara kematian hubungan gelar Saurmatua dengan motivasi orangtua Batak Toba dalam keberhasilan keturunan serta proses pemberian gelar Saurmatua dalam upacara kematianPenelitian ini dilaksanakan di kota Pematang Siantar kelurahan Kahean jenis penelitian yang digunakan dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode yang digunakan adalah penelitian lapangan dan studi kepustakaan Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara studi pustaka dan dokumentasiHasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang pemberian gelar Saurmatua berpijak dari kebudayaan dan adat istiadat Batak Toba serta prinsip hidup orang Batak Toba Fungsi gelar Saurmatua bagi budaya Batak Toba yaitu untuk memperkuat sistem sosial hubungan kekerabatan dan menjadi bukti pencapaian tujuan hidup dari orang Batak Toba pada umunya yaitu Hasangapan kehormatan Hagabeon memiliki anak laki-laki dan perempuan serta Hamoraon kekayaan Fungsi gelar Saurmatua bagi keluarga atau kerabat dari mendiang dapat meningkatkan status sosial Fungsi gelar Saurmatua pada masyarakat Batak Toba sebagai bukti bahwa peninggalan tradisi adat dari para leluhur masih terjaga Hubungan gelar Saurmatua dengan lamanya upacara kematian Batak Toba memiliki perbedaan pada masa pra-Kristen setelah masuknya agama Kristendan pada agama Islam Dimana lamanya upacara kematian Saurmatua pada masa pra-Kristen menghabiskan tujuh tahun tujuh tujuh hari untuk menyimpan mayat di atas bagian rumah loteng tujuh hari tujuh malam penurunan mayat dari loteng dan dikuburkan pada kubur batu Upacara kematian Saurmatua setelah masuknya agama kristen menghabiskan 3-5 hari sedangkan pada upacara kematian Saurmatua Batak Toba yang beragam Islam menghabiskan waktu 1-2 hari Hubungan gelar Saurmatua dengan motivasi orangtua Batak toba dalam keberhasilan Keturunan tidak terdapat hubungan dan proses pemberian gelar Saurmatua terdiri dari tiga belas bagianhttp://digilib.unimed.ac.id/pemberian-gelar-saurmatua-dalam-upacara-kematian-pada-etnis-batak-toba-di-pematang-siantar-37166.htmlFri, 31 Jul 2015 12:08:30 +0700Pandangan Jemaat Kharismatik Gereja Pentakosta Indonesia Tentang Budaya Batak Toba Di Desa Asahan Kecamatan Rambung Merah Pematang SiantarPenelitian ini mengenai Budaya Batak Toba dan Ajaran Kharismatik yang saling bertentangan Budaya Batak ditolak di Ajaran Kharismatik seperti Gondang Jujungan Pesta Tugu dan Ulos Batak dengan mengambil daerah penelitian di Desa Asahan Kecamatan Rambung merah Kecamatan Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan bagaimana interaksi budaya Batak Toba terhadap Ajaran Kharismatik Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara kepada masyarakat pedalaman Pematangsiantar yang dominan persebarannya didiami oleh suku Batak Toba dari Samosir Pusuk Buhit Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana strategi keberadaan Kharismatik dapat diterima oleh masyarakat Seiring dengan hal tersebut maka tingkat persentasi menolak Adat lebih banyak daripada menerima Adat di Ajaran Kharismatik Sebelum Kristen masuk masyarakat mempercayai Mulajadi Nabolon atau Sipelebegu dan melakukan ritual-ritual untuk menghormati arwah-arwah nenek moyang setelah masuknya Kristen Protestan yang dahulu penyembahan kepada Mulajadi Nabolon menjadi penyembahan Debata Jahowa atau Tuhan Yesus Seiring munculnya Kristen Protestan maka masuk Ajaran Kharismatik yang penyembahan kepada Allah seutuhnya dan meninggalkan tradisi Budaya Batak Toba Dari hasil penelitian menyimpulkan masyarakat memecahkan masalah kehidupan agama dan budaya melalui keberadaan budaya Batak Toba dan Ajaran Kharismatik di Desa Asahan Kecamatan Rambung merah dan berbagai aspek kepercayaan sebelum masuk Kristen dan sesudah masuknya Kristen Protestan dan juga masuknya Ajaran Kharismatik Bentuk dari pandangan masing-masing maka budaya yang menyesuaikan keberadaanya pada agama meskipun budaya yang lahir pertama dan melekat dalam kehidupan masyarakathttp://digilib.unimed.ac.id/pandangan-jemaat-kharismatik-gereja-pentakosta-indonesia-tentang-budaya-batak-toba-di-desa-asahan-kecamatan-rambung-merah-pematang-siantar-37165.htmlFri, 31 Jul 2015 11:57:32 +0700Peranan Panti Karya Hephata Dalam membantu Kaum Difabel Di Desa Sintong MarnipiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses sejarah pembentukan Panti Karya Hephata Perkembangan Panti Karya Hephata serta bagaimana peranan Panti Karya Hephata dalam membantu kaum difabel dalam kehidupan sehari - hari Penelitian ini dilakukan di Desa Sintong Marnipi Kecamatan Laguboti Kabupaten Toba Samosir Untuk memperoleh data-data tersebut maka peneliti menggunakan metode yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara observasi serta nara sumber yang digunakan adalah orang-orang yang berkaitan dengan judul skripsi selain itu penelitian ini juga menggunakan studi kepustakaan dengan menggunakan berbagai buku-buku yang berkaitan dengan objek penelitian Dari hasil penelitian yang peneliti lakukan menunjukkan bahwa sejarah pembentukan Panti Karya Hephata dilatarbelakangi oleh adanya orang orang yang termarginalkan diasiangkan dari masyarakat mereka adalah orang orang yang menyandang cacat disabilitas seperti tuna netra sehingga Zending Jerman Robert Richtig pada saat itu mendirikan sebuah Panti untuk menjawab kebutuhan para disabilitas Panti Tersebut dinamakan sebagai Panti Karya Hephata yang arti dari Hephata adalah mangolu sian asi ni roha artinya hidup dari kasih sayang dan karya berarti para difabel mampu menghasilkan hasil untuk diri sendiri maupun untuk orang lainPanti Karya Hephata hingga saat ini terus berkembang dengan tidak hanya melayani cacat tuna netra saja akan tetapi tuna rungu tuna daksa tuna grahita dan tuna ganda Panti Karya Hephata menjadi Panti yang didalamnya ada usaha untuk meningkatlan kemampuan para difabel yang ditunjukkan dengan cara pendampingan bukan karena belas kasihan cara melakukan belas kasihan akan tetapi diperdalam lagi kemudian para difabel dilibatkan dalam kehidupan nya sehari hari untuk melakukan kegiatan nya sehari hari agar lebih mandiri para kaum difabel yang dulunya menjadi Objek kini berubah menjadi Subjek Panti Karya Hephata memiliki peranan dalam membantu para kaum difabel dengan mengadakan program Bina Diri Program Pendidikan Program Bina Karya Program Pra Mandiri dan Program Warga Seniorhttp://digilib.unimed.ac.id/peranan-panti-karya-hephata-dalam-membantu-kaum-difabel-di-desa-sintong-marnipi-37164.htmlFri, 31 Jul 2015 11:32:10 +0700Pengaruh Ajaran Hindu Terhadap Kepercayaan Pemena Di Desa Kidupen Kecamatan Juhar Kabupaten KaroPenulisan skripsi tentang Pengaruh Ajaran Hindu Terhadap Kepercayaan Pemena Pada Masyarakat Karo Di Desa Kidupen Kecamatan Juhar Kabupaten Karo dimana Sebelah Utara berbatasan dengan desa Pasar baru Tiga Binanga Sebelah Selatan berbatasan dengan desa Namo Suro Jandi Sebelah Barat Berbatasan dengan desa Kem-kem Lau dan Sebelah Timur berbatasan dengan desa Juhar Mbetung Keriahen Kebudayaan suku bangsa Indonesia sangat beraneka ragam dan berbeda dengan kebudayaan bangsa lain salah satunya adalah etnik suku Karo yang terdapat di Sumatra Utara Dari hasil penelitian yang peneliti dapatkan bahwa Tradisi Pemena merupakan tradisi pertama yang dianut oleh masyarakat Karo di Desa Kidupen Kecamatan Juhar Kabupaten Karo Setelah masuknya agama Hindu ke Desa Kidupen yang di bawakan oleh Djaman Ginting terjadilah alkuturasi antara agama Hindu dan Kepercayaan Pemena Walaupun hanya terdapat beberapa orang lagi penganut agama Hindu dan Pemena di Desa Kidupen tetapi tradisi Pemena yang di pengaruhi agama Hindu masih di laksanakan oleh masyarakat setempat yang bukan penganut agama Hindu dan Pemena Metode penelitian yang digunakan adalah metode Library Research Studi Pustaka dimana peneliti menggunakan buku-buku yang memiliki kaitan dengan masalah yang di teliti dan metode penelitian Field Research penelitian lapangan yaitu dengan tujuan langsung ke lapangan dan mencari narasumber yang mengetahui masalah yang diteliti Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi pustaka wawancara dan teknik analisis data Dalam penelitian ini yang menjadi unit analis adalah masyarakat di Desa Kidupen Kecamatan Juhar Kabupaten Karo Banyaknya literatur tentang pengaruh Hindu terhadapa kepercayaan Pemena yang masih kurang tepat sehingga hal ini menjadi sebuah ketertarikan bagi penulis untuk melakukan penelitian tentang pengaruh Hindu terhadap kepercayaan Pemenahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-ajaran-hindu-terhadap-kepercayaan-pemena-di-desa-kidupen-kecamatan-juhar-kabupaten-karo-37163.htmlFri, 31 Jul 2015 11:29:04 +0700The Implementation of Team Assisted Individualization TAI Learning Model To Increase Students Mathematical Problem Solving Ability on The Topic of Distance in 3D Space in X Grade of SMAN 8 MedanThe aim of this research is to improve or increase students mathematical problem solving ability through the implementation of cooperative learning Team Assisted Individualization model on the topic of Distance in 3D-Space which is conducted to tenth-graders of SMAN 8 Medan especially for class X-1 as the subject of this research The type of this research is classroom action research The instrument used to collect the data are essay test and observation sheet Before given the action in intial test to 42 students obtained the average score is 5467 with the classical completeness is 3333 or only 14 students achieve the completeness criteria The completeness criteria is the standard point that must be reached by students namely at least 65 and classical completeness is the standart percentage that must be reached by the class namely at least 85 After given the action in first cycle to 42 students obtained the average score is 6476 with the classical completeness 5238 or 22 students achieve the completeness criteria And also after given the same action as the first cycle namely the action in second cycle obtaine the average score is 7748 with the classical completeness 8810 or 37 students achieve the completeness criteria Based on the observation done by teacher obtained that the point of second cycle is higher than the point of first cycle and also based on the average gain score between Initial Test Cycle I Test and Cycle I Test Cycle II Test obtained that the average gain score in Cycle I Test Cycle II Test is higher than Initial Test Cycle I TestFrom the result of research it can be concluded that by the implementation of Team Assisted Individualization Learning Model the mathematical problem solving ability of students can be increased or improved especially on the topic of Distance in 3D-Spacehttp://digilib.unimed.ac.id/the-implementation-of-team-assisted-individualization-tai-learning-model-to-increase-students-mathematical-problem-solving-ability-on-the-topic-of-distance-in-3d-space-in-x-grade-of-sman-8-medan-37162.htmlFri, 31 Jul 2015 11:14:50 +0700The Effect of Problem Based Learning model in Curriculum 2013 towards the Students Learning Outcomes in Topic Uniform Linear Motion in Grade X SMAN 2 Kisaran Academic Year 20142015The aim of this research was to know the the effect of the problem based learning model in Curriculum 2013 towards the students learning outcomes in topic Uniform Linear Motion in Grade X SMAN 2 Kisaran The research method was quasi experiment The population were all of students in grade X MIA SMAN 2 Kisaran that consist of 7 classes The sample of this research was taken by purposive sampling technique class X MIA-4 was experimental class used problem based learning model that consist of 36 students and class X MIA-5 as control class used conventional learning consist 33 students Instruments that used in this research were non-testquestioner and instrument test The data was got from the test was analyzed by statistical analysis t-test Based on research result by using Problem based-learning model that focus on planning learning process and evaluation designing shown that there was significant increasing on experimental class So can be conclude that the students learning outcomes using problem based learning model greater than conventional learning on Uniform Linear Motion topic in grade X SMA N 2 Kisaranhttp://digilib.unimed.ac.id/the-effect-of-problem-based-learning-model-in-curriculum-2013-towards-the-students-learning-outcomes-in-topic-uniform-linear-motion-in-grade-x-sman-2-kisaran-academic-year-20142015-37161.htmlFri, 31 Jul 2015 11:08:04 +0700Sejarah Marga Simanjuntak di Desa Parsuratan Kecamatan Balige Kabupaten Toba SamosirPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam mengenai Sejarah Marga Simanjuntak Di desa Parsuratan serta melihat bagaimana keadaan kehidupan Desa Parsuratan Kecamatan Balige pada saat ini dimana telah terjadi banyak kehidupan dalam kebudayaan bahkan suku Batak Toba menjadi etnis di daerahnya sendiri serta Konflik Parhorbo Jolo dengan Pudi dan usaha keturunan marga Simanjuntak untuk menyelesaikannyaHasil penelitian Marga Simanjuntak mempunyai tarombo Tarombo dalam bahasa Indonesia dapat diartikan adalah skema atau susunan struktur organisasi bagi sebuah generasi Tetapi bagi Marga tarombo adalah susunan marga yang dimulai dari generasi yang pertama ke generasi berikutnya Susunan marga dapat ditarik dari ayahnya generasi pertama ke generasi selanjutnya Karena yang berhak meneruskan marga adalah hanya pihak laik laki Asal mula marga Simanjuntak bermula dari daerah desa Parsuratan desa Hutabulu tempat berdirinya Tugu Sobosihon Boru Sihotang dan Makam Raja Marsundung Simanjuntak serta Makam Raja Parsuratan Konflik diantara Marga Simanjuntak Parhorbo Jolo dengan Pudi belum dapat diselesaikan meskipun usaha sudah banyak dilakukan namun hanya sebagian Marga Simanjuntak yang ingin bersatu dan bergabung khusunya di desa ParsuratanDalam penelitian ini penulis mengadakan penelitian sejarah dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dimana penulis menjelaskan secara sistematis dan objektif dengan cara observasi dan wawancara serta dokumentasi untuk menegakkan fakta dan menarik kesimpulan yang kuat Data yang diperoleh penulis data primer dan sekunder Dalam menganalisi data penulis melakukan langkah langkah dengan cara mengelompokkan hasil data memilih data menginterprestasikan data dan membuat kesimpulan serta membandingkan dengan buku buku yang lain yang mengelompokkan data secara analisa dari berbagai data yang dibuat hipotesis yang dirumuskan Dari hasil penelitian tersebut maka dapat kita simpulkan Sejarah Marga Simanjuntak di Desa Parsuratan Kecamatan Balige Kabupaten Toba sebagai satu marga ternyata hidup mereka rukun dan berdamai satu sama lain Namun di daerah perkotaan jurang pemisah antara parhorbo jolo dengan pudi tetap terlihat dan dirasakan Oleh karena itu diharapkan kepada segenap masyarakat dan Pemerintah setempat untuk saling membantu dan memberikan perhatian kepada etnis Batak Toba melestarkan budaya Batak Toba yang tinggi dan Budaya Batak Toba agar tidak punah dan tetap dikenal oleh generasi berikutnyahttp://digilib.unimed.ac.id/sejarah-marga-simanjuntak-di-desa-parsuratan-kecamatan-balige-kabupaten-toba-samosir-37160.htmlFri, 31 Jul 2015 11:04:50 +0700Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI Semester II Pada Materi Pokok Teori Kinetik Gas SMA Negeri 5 Medan TP 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok teori kinetik gas Kelas XI Semester II SMA Negeri 5 Medan TP 20142015Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X yang terdiri dari 8 kelas Pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling dengan mengambil 2 kelas dari 8 kelas secara acak yaitu kelas XI MIA 1 sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 31 orang dan kelas XI MIA 2 sebagai kelas kontrol yang berjumlah 32 orang Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu 1 Tes hasil belajar dalam bentuk pilihan ganda dengan 5 pilihan jawaban sebanyak 20 soal yang telah dinyatakan valid oleh validator dan 2 Lembar observasi aktivitas belajar siswa Untuk menguji hipotesis digunakan uji beda setelah uji prasyarat dilakukan yaitu uji normalitas dan uji homogenitas Data penelitian menunjukkan nilai rata-rata pretes kelas eksperimen 3097 dan nilai rata-rata kelas kontrol 3125 hasil uji t diperoleh thitung - 0092 dan ttabel 199 karena thitung ttabel maka kedua sampel mempunyai kemampuan awal yang sama Setelah diberi perlakuan yang berbeda diperoleh nilai rata-rata postes kelas eksperimen 7242 dan kelas kontrol 5890 Hasil uji t diperoleh thitung 371 dan ttabel 166 karena thitung ttabel maka Ha diterima yang berati hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah lebih tinggi dibandingkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran konvensionalhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-berbasis-masalah-terhadap-hasil-belajar-siswa-kelas-xi-semester-ii-pada-materi-pokok-teori-kinetik-gas-sma-negeri-5-medan-tp-20142015-37159.htmlFri, 31 Jul 2015 10:59:04 +0700Sejarah Perkembangan Organisasi Muhammadiyah di Kota Tebing Tinggi Tahun 1929-1998Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui awal berdirinya Organisasi Muhammadiyah di Kota Tebing Tinggi kemudian bagaimana perkembangannya dari awal berdiri sampai saat sekarang ini dan untuk mengetahui usaha yang dilakukan dalam memajukan kegiatan dalam bidang Pendidikan maupun Dakwah serta hambatan-hambatannyaDalam melaksanakan penelitian ini penulis memperoleh data dengan cara penelitian lapangan Field Research Adapun data-data yang diperoleh adalah dengan cara observasi dan wawancara kepada informan yang berkecimpung dalam pusat penelitian yang penulis kerjakanDari hasil penelitian ini diperolehlah data bahwa Organisasi Muhammadiyah lahir di kota Tebing Tinggi pada tanggal 1 Mei 1929 yang di bawa oleh para perantau khususnya dari Medan Minangkabau maupun dari Tapanuli Selatan Awalnya para perantau hanya melaksanakan pengajian-pengajian dari rumah ke rumah di daerah Tambangan Namun setelah mendengar kabar bahwasanya pada tanggal 1 Juli 1928 Muhammadiyah telah berdiri di Sumatera Timur Medan dengan segera para pengikut ajaran Muhammadiyah yang dikomandoi oleh Penghulu Jewo Lidin Ulung Gendel dan Nuriman memproklamirkan berdirinya Muhammadiyah di Tebing Tinggi Hingga sekarang ini Muhammadiyah berdiri dan berkembang dalam menjalankan dakwah-dakwahnya dalam menyiarkan Agama Islam Rahmatan Lil Alaminhttp://digilib.unimed.ac.id/sejarah-perkembangan-organisasi-muhammadiyah-di-kota-tebing-tinggi-tahun-19291998-37158.htmlFri, 31 Jul 2015 10:56:27 +0700The Effect of Cooperative Learning Model Type Group Investigation to Students Learning Outcomes on Linear Motion Topic in 10th Grade SMA Santo Thomas 3 Medan AY 20142015The objectives of this research is to know whether students learning outcome by using cooperative learning model type group investigation is better than conventional learning in the subject matter linear motion in class X SMA SANTO THOMAS 3 MEDAN AY 20142015 The research method was quasi experimental The populations were all X IPA grade students in first semester that consist of 3 classes SMA Santo Thomas 3 Medan The samples of this research conduct two classes and consist of 62 students 31 from experiment class and 31 from control class and define by random cluster sampling The results that were obtained pre-test mean value of experiment class was 4226 and 4145 for control class and then post-test mean value of the experiment class was 8048 and 6403 was the mean value for control class Standard deviation in pre-test were 762 in experiment class and 755 in control class and standard deviation in post-test for two classes were 687 and 889 Then based on observation that done by observers by using observation sheet of students affective and psychomotor Students affective score on last meeting of experiment and control class are 9183 and 8710 and students psychomotor score on last meeting of experiment and control class are 8501 and 8078 From data concluded that there was the Effect of Cooperative Learning Model Type Group Investigation on Students Learning Outcome on Linier Motion Topic in 10th Grade SMA Santo Thomas 3 Medan Its conclude that learning outcome by using Cooperative Learning Model Type Group Investigation is better than by using Conventional Learning on Linier Motion Topic in 10th Grade SMA Santo Thomas 3 Medan AY 20142015http://digilib.unimed.ac.id/the-effect-of-cooperative-learning-model-type-group-investigation-to-students-learning-outcomes-on-linear-motion-topic-in-10th-grade-sma-santo-thomas-3-medan-ay-20142015-37157.htmlFri, 31 Jul 2015 10:54:20 +0700The Effect of Cooperative Learning Model Type Group Investigation to Students Learning Outcomes on Linear Motion Topic in 10th Grade SMA Santo Thomas 3 Medan AY 20142015The objectives of this research is to know whether students learning outcome by using cooperative learning model type group investigation is better than conventional learning in the subject matter linear motion in class X SMA SANTO THOMAS 3 MEDAN AY 20142015 The research method was quasi experimental The populations were all X IPA grade students in first semester that consist of 3 classes SMA Santo Thomas 3 Medan The samples of this research conduct two classes and consist of 62 students 31 from experiment class and 31 from control class and define by random cluster sampling The results that were obtained pre-test mean value of experiment class was 4226 and 4145 for control class and then post-test mean value of the experiment class was 8048 and 6403 was the mean value for control class Standard deviation in pre-test were 762 in experiment class and 755 in control class and standard deviation in post-test for two classes were 687 and 889 Then based on observation that done by observers by using observation sheet of students affective and psychomotor Students affective score on last meeting of experiment and control class are 9183 and 8710 and students psychomotor score on last meeting of experiment and control class are 8501 and 8078 From data concluded that there was the Effect of Cooperative Learning Model Type Group Investigation on Students Learning Outcome on Linier Motion Topic in 10th Grade SMA Santo Thomas 3 Medan Its conclude that learning outcome by using Cooperative Learning Model Type Group Investigation is better than by using Conventional Learning on Linier Motion Topic in 10th Grade SMA Santo Thomas 3 Medan AY 20142015http://digilib.unimed.ac.id/the-effect-of-cooperative-learning-model-type-group-investigation-to-students-learning-outcomes-on-linear-motion-topic-in-10th-grade-sma-santo-thomas-3-medan-ay-20142015-37156.htmlFri, 31 Jul 2015 10:53:28 +0700The Effectiveness of Guided Inquiry Learning Model with Macromedia Flash to Increase Students Achievement on the Teaching Colloidal System in Senior High SchoolThe research of guided inquiry learning model with macromedia flash to increase students achievement was done This research aimed to know whether students achievement that be taught by guided inquiry learning model with macromedia flash is significant higher than students achievement that be taught by direct instruction model in the teaching colloidal system and to know the effectiveness and cognitive aspect that most improve through the experiment class The population of this research was senior high school student year XI and due to the limitation SMAN 15 Medan as sample Sample was chosen by purposive sampling and taken 2 classes from the population The first class was used as experimental class and second class was used as control class In experimental class the method that used was Guided Inquiry learning model with macromedia flash while in control class used Direct Instruction model Instrument that used is 20 items of multiple choice tests Before conducting the research the instrument was analyzed by using SPSS-17 and Microsoft Excel for the validity reliability difficulty level and discrimination index From 40 questions of instrument test finally gotten 20 items valid with reliability at 08829 The data have been analyzed by using normality and homogeneity test which is shown that data gain are normal distributed and homogeneous It is requirement to do hypothesis Based on hypothesis test by using SPSS-17 that using Independent Sample T-Test with significance level 005 and by using Right Side t-Test it can be concluded that students achievement that be taught by guided inquiry learning model with macromedia flash is significant higher than students achievement that be taught by direct instruction model in the teaching colloidal system The effectiveness of guided inquiry learning model with macromedia flash in teaching colloidal system is 7702 Based on cognitive aspect gain in experiment class are C1 07731 high category C2 07498 high category and C3 08009 high category so it can be concluded that the most influence of cognitive aspect through experiment class is C3 because it has highest value of gain averagehttp://digilib.unimed.ac.id/the-effectiveness-of-guided-inquiry-learning-model-with-macromedia-flash-to-increase-students-achievement-on-the-teaching-colloidal-system-in-senior-high-school-37155.htmlFri, 31 Jul 2015 10:50:00 +0700Pengaruh Model Problem Based Learning PBL Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Optika Geometris Di Kelas X Semester II SMA Negeri 5 Medan TP 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model problem basedlearning terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok optika geometris dikelasX semester II SMA Negeri 5 Medan TP 20142015Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan menggunakan twogroup pretest-postest design Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswakelas X SMA Negeri 5 Medan TP 20142015 yang terdiri dari 5 kelasPengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling terpilih 2kelas yaitu kelas X Mia 5 terdiri dari 41 siswa sebagai kelas eksperimen denganmodel problem based learning dan kelas X Mia 3 terdiri dari 41 siswa sebagaikelas kontrol dengan pembelajaran konvensional Instrumen yang digunakanadalah tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda berjumlah 20 soal denganlima option yang telah divalidasi oleh para ahli dan aktivitas siswa denganmenggunakan lembar observasiDari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata pretes kelas eksperimen 3683dengan simpangan baku 1094 dan nilai rata-rata kelas kontrol 3524 dengansimpangan baku 1049 Ini menunjukkan bahwa kemampuan awal kedua kelasadalah sama Setelah diberikan perlakuan pada masing-masing kelas diperolehpostes dengan hasil rata-rata kelas eksperimen 7634 dengan simpangan baku 822dan kelas kontrol 7256 dengan simpangan baku 1044 Kedua kelompokberdistribusi normal dan varians kedua kelas homogen Hasil observasi yangdiperoleh dari kelas eksperimen menunjukkan bahwa rata-rata aktivitaspertemuan I 7950 kategori cukup aktif pertemuan II 8224 kategori aktifpertemuan III 8434 dengan kategori aktif dengan keseluruhan rata-rata aktivitas8204 dalam kategori aktif Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji tdengan taraf signifikansi 005 Uji t postes diperoleh thitung 183 ttabel167 oleh karena itu Ha diterima dan Ho ditolak Akhirnya dapat disimpulkanterdapat pengaruh model problem based learning terhadap hasil belajar danaktivitas belajar siswa pada materi pokok Optika Geometris di kelas X semester IISMA Negeri 5 Medan TP 20142015http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-problem-based-learning-pbl-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-materi-pokok-optika-geometris-di-kelas-x-semester-ii-sma-negeri-5-medan-tp-20142015-37154.htmlFri, 31 Jul 2015 10:44:11 +0700The Effectiveness of Problem Based Learning Model Based on Lesson Study to Increase Students Achievement in Salt Hydrolysis TopicThe effectiveness of Problem Based Learning model based on Lesson Study to increase students achievement in Salt Hydrolysis topic in SMA N 15 Medan is explained The research aimed 1 to know the students achievement by using PBL model based on Lesson Study is higher than using direct instruction model 2 to prove that alternative hypothesis Ha is accepted and nil hypothesis H0 is refused by using statistical hypothesis testing 3 to know the using of PBL model based on Lesson Study is effective in increasing students achievement in Salt Hydrolysis topic compared with direct instruction model 4 to know the cognitive aspect will be most improved by using of PBL model based on Lesson Study in salt hydrolysis topic from C1 to C4 The population was all of the students in grade XI at second semester academic year 20142015 The class was divided into two classes experiment class XI IPA-2 and control class XI IPA-4 Instrument that used is validated 20 multiple choice questions by empirical validity and construct validity and all questions are reliable The first time same pre-test is given to both of class In experiment class was used Problem Based Learning model based on Lesson Study and in control class was used direct instruction model The last same post-test is given for each of class after teaching treatment Test result stated that the sample is distributed normally and homogeny Based on the result pre-test of experiment class 35 is higher than control class 3311 and post-test of experiment class 7973 is also higher than control class 6595 Based on the observation sheet of Lesson Study that was observed show that the students less in stay learn with friend 50 but many students worked together in U form seat 833 And the improvement of cognitive aspect level of student that most increasing was obtained that in experiment class is C1 063 C2 053 C3 067 C4 059 The hypothesis testing show that tcount 51985 while ttable 16684 tcount ttable so Ha is received It proved that students achievement was taught by PBL model based on Lesson Study is higher than direct instruction model Increasing of students achievement was calculated show that percentages gain in experiment class is 695 and in control class is 483 And the effectiveness of Problem Based Learning model based on Lesson Study in Salt Hydrolysis topic is 3054http://digilib.unimed.ac.id/the-effectiveness-of-problem-based-learning-model-based-on-lesson-study-to-increase-students-achievement-in-salt-hydrolysis-topic-37153.htmlFri, 31 Jul 2015 10:41:38 +0700Hubungan Kemandirian Belajar Dengan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X MIA SMA Negeri 18 Medan Tahun Pembelajaran 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kemandirian belajar dengan hasil belajar biologi siswa kelas X MIA SMA Negeri 18 Medan TP 20142015 Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X MIA dengan jumlah 123 orang dan sampel yang diambil dengan menggunakan total sampling yakni sebanyak 123 orang Metode penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan menggunakan alat pengumpul data yaitu angket lembar observasi dan dokumen Dari hasil penelitian dengan instrumen kemandirian belajar cukup baik dan hasil belajar siswa kurang baikUntuk analisis data diketahui persamaan regresi 2414 040X merupakan regresi linear dimana Fhitung F005 014 201 sedangkan untuk keberartian persamaan regresi diketahui Fhitung F005 1201 391 yang berarti bahwa arah regresi Y terhadap X positif pada taraf kepercayaan 005 Dari perhitungan koefisien korelasi didapat r 020 dan indeks determinasi I 4 berarti ada korelasi antara hubungan kedua variabel Untuk pengujian hipotesis diperoleh thitung 2245 t005 198 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang positif antara hubungan kemandirian belajar terhadap hasil belajar siswa kelas X MIA SMA Negeri 18 Medan TP 20142015http://digilib.unimed.ac.id/hubungan-kemandirian-belajar-dengan-hasil-belajar-biologi-siswa-kelas-x-mia-sma-negeri-18-medan-tahun-pembelajaran-20142015-37152.htmlFri, 31 Jul 2015 10:38:05 +0700Perbedaan Hasil Belajar Siswa Yang di Ajar Melalui Model Kooperatif Tipe Student Team Achievement Divission STAD Dengan Team Assisted Individualization TAI Pada Sub Materi Pokok Klasifikasi Mahluk Hidup di SMA Negeri 1 Kerajaan Kabupaten Pakpak BharatThis study aims to determine the differences in learning outcomes mastery learning achievement indicators of students and students with learning model activities Student Team Achievement Divission STAD and Team Assisted Individualization TAI in the classification of living things matter in class X SMA Negeri 1 Kingdom of learning year 2014 2015 This research is experimental Where the study population is the entire class X SMA Negeri 1 Empire amounted to 76 students and samples taken by total sampling whole sample Where class X-1 as an experimental class given by the model learning Team Assisted Individualization TAI by the number 38 and the class X-2 as the experimental class given by the model learning Student Team Achievement Divission STAD with the number 38 so the number of sample of 76 people The tools used for data collection is a test in the form of multiple choice questions which consists of 30 items and observation sheet The results showed that the average student learning outcomes in grade TAI much as 7468 while for class STAD at 8036 Student mastery level in TAI with 8805 65 absorption reached 921 while the STAD class reaches 100 With both classical completeness class reaches 100 Learning activities of students at grade STAD more active than TAI class The big difference between the results of student learning cooperative learning model Team Assisted Individualization TAI with Student Team Achievement Divission STAD proved through hypothesis testing using t-test and the confidence level 945 005 where t count t table 3909 1996 which means that in this study the Ha accepted and H0 is rejected which means that there is a significant difference between the results of student learning using cooperative learning model Team Assisted Individualization TAI with student Team Achievement Divission STAD in Living beings Classification material in class X SMA Negeri 1 Kerajaanhttp://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-siswa-yang-di-ajar-melalui-model-kooperatif-tipe-student-team-achievement-divission-stad-dengan-team-assisted-individualization-tai-pada-sub-materi-pokok-klasifikasi-mahluk-hidup-di-sma-negeri-1-kerajaan-kabupaten-pakpak-bharat-37151.htmlFri, 31 Jul 2015 10:34:55 +0700Perbandingan Hasil Belajar Siswa Yang Diajar Dengan Model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan NHT Pada Materi pokok virus di Kelas X SMA Negeri 3 Pematangsiantar Tahun Pembelajaran 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan NHT pada materi pokok virus di kelas X SMA Negeri 3 Pematangsiantar tahun pembelajaran 20142015 Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 3 Pematangsiantar sedangkan sampel yang diambil sebanyak dua kelas yaitu kelas X-1 dan kelas X-3 yang diambil secara random dimana kelas X-1 diajar dengan NHT sedangkan kelas X-3 diajar dengan STAD Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen Instrumen yang digunakan pada penelitian adalah tes objektif 25 soal dari 40 soal yang telah diuji validitasnya Data penelitian ada data kuantitatif hasil belajar Untuk data hasil belajar diawali dengan uji normalitas dan homogenitas Dengan data yang sudah telah berdistribusi normal dan homogen maka dilakukan uji statistik dengan uji t pada taraf signifikan 945 005 Rata-rata hasil belajar kelas NHT adalah 8011 sedangkan kelas STAD adalah 7547 Peningkatan hasil belajar kelas NHT sebesar 4190 satuan sedangkan kelas STAD sebesar 3600 satuan Jadi perbedaan peningkatan hasil belajar kedua kelas sebesar 590 satuan Dari hasil uji t1-12 945 diperoleh thitung ttabel 212 200 yang berarti Ho ditolak sekaligus menerima Ha yang berarti ada perbandingan hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan NHT pada materi pokok virus di kelas X SMA Negeri 3 Pematangsiantar tahun pembelajaran 20142015http://digilib.unimed.ac.id/perbandingan-hasil-belajar-siswa-yang-diajar-dengan-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-stad-dengan-nht-pada-materi-pokok-virus-di-kelas-x-sma-negeri-3-pematangsiantar-tahun-pembelajaran-20142015-37150.htmlFri, 31 Jul 2015 10:22:00 +0700The Difference of Students Achievement in Mathematics by Using Guided Discovery Learning Model and Cooperative Learning Model JIGSAW Type at SMA N 3 PematangsiantarThe type of this study is a quasi-experiment study The objectives of this study is to know any difference of students achievement in mathematics which using the model of guided discovery learning with cooperative learning model JIGSAW type in class X SMA N 3 P SiantarThe population of this study is all students in SMA N 3 P Siantar The sampling technique applied was cluster random sampling The experimental class I that chosen is X-1 consisted of 36 students meanwhile the experimental class II that chosen is X-6 consisted of 36 students The instrument used to measure the students mathematics achievement was a essay test The normality test used was Lilliefors test and the homogeneity test by using Fisher test The data analysis technique was t-test at the level of significance 5The study result showed that there is the difference of students achievement in mathematics which using the guided discovery learning model with cooperative learning model JIGSAW type in grade X SMA N 3 P Siantar where obtained t_calculation 2504 at 005 and t_table t_097570 1995 then t_calculation t_tablehttp://digilib.unimed.ac.id/the-difference-of-students-achievement-in-mathematics-by-using-guided-discovery-learning-model-and-cooperative-learning-model-jigsaw-type-at-sma-n-3-pematangsiantar-37149.htmlFri, 31 Jul 2015 10:16:52 +0700Perbedaan Hasil Belajar Mahasiswa Jalur SNMPTN Dan SBMPTN Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Negeri Medan Angkatan Tahun 2013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar mahasiswa reguler jalur SNMPTN dan SBMPTN Program Studi Pendidikan Biologi Unimed dan mengetahui kecermatan alat seleksi jalur SNMPTN dan SBMPTN sebagai kualifikasi kelulusan calon mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Unimed angkatan tahun 2013 Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa reguler Program Studi Pendidikan Biologi Unimed angkatan tahun 2013 yang dikelompokkan menjadi dua yaitu mahasiswa reguler jalur SNMPTN dan SBMPTN Jumlah total sampel 143 orang terdiri dari 75 orang mahasiswa reguler jalur SNMPTN dan 68 orang mahasiswa reguler jalur SBMPTN Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian ex post facto Data hasil belajar berupa IPK dari KHS mahasiswa semester 1 sampai 3 dan data pendukung melalui pengisian angket Dari hasil analisis data dan pengujian hipotesis diperoleh bahwa rata-rata IPK mahasiswa reguler jalur SNMPTN adalah 317 dan rata-rata IPK mahasiswa reguler jalur SBMPTN adalah 320 Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan 005 Dari hasil analisis angket untuk mengetahui kecermatan alat seleksi jalur SNMPTN dan SBMPTN memberi gambaran bahwa penilaian seleksi jalur SNMPTN sesuai dengan ketentuan alat seleksi yang digunakan sedangkan seleksi jalur SBMPTN menggunakan soal ujian yang termasuk dalam kategori sulithttp://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-mahasiswa-jalur-snmptn-dan-sbmptn-program-studi-pendidikan-biologi-universitas-negeri-medan-angkatan-tahun-2013-37148.htmlFri, 31 Jul 2015 10:00:13 +0700Pengaruh Model Problem Based Learning Dengan Bantuan Animasi Macro Media Flash Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Suhu Kalor Dan Perpindahan Kalor Di Kelas X SMA Negeri 16 Medan TP 20142015Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pengaruh model Problem Based Learning dengan bantuan animasi macromedia flash terhadap hasil belajar dan aktivitas siswa pada materi suhu kalor dan perpindahan kalor di kelas X SMA negeri 16 Medan Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan menggunakan two group pretest postest design Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di SMA Negeri 16 Medan TP 20142015 yang berjumlah 7 kelas Pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling yaitu kelas X-MIA 1 sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 45 siswa dan kelas X-MIA 3 sebagai kelas kontrol yang berjumlah 45 siswa Teknik pengumpulan data hasil belajar kognitif fisika menggunakan teknik tes yaitu bentuk essai tes yang berjumlah 8 soal dan lembar observasi yang diisi oleh observer yang dihitung dengan N-gain Teknik analisis data menggunakan uji normalitas uji homogenitas dan uji kesamaan rata rata uji t dua pihak dan uji t satu pihak Berdasarkan analisis data kedua kelas memiliki kemampuan awal yang sama dilihat dari uji normalitas kelas eksperimen L0 Ltabel yaitu 01088 01321 dan kelas kontrol L0 Ltabel yaitu 01168 0132 maka data kedua kelas berdistribusi normal Pada uji homogenitas Fhitung Ftabel yaitu 159 164 maka kedua sampel berasal dari kelompok yang homogen Hasil penelitian menunjukan aktivitas siswa meningkat dari pertemuan pertama hingga pertemuan keempat pertemuan I-II sebesar 38 pertemuan II-III sebesar 11 dan pertemuan III-IV sebesar 60 dengan kategori aktif Sedangkan kelas kontrol pertemuan I-II sebesar 17 pertemuan II-III sebesar 175 dan pertemuan III-IV sebesar 48 dengan kategori cukup aktif Setelah diberi perlakuan yang berbeda kelas eksperimen dengan model Problem Based Learning dan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional diperoleh hasil uji t satu pihak postes thitung ttabel yaitu 113401665 maka Ha diterima dengan demikian ada pengaruh model Problem Based Learning dengan bantuan animasi macromedia flash terhadap hasil belajar siswa SMA N 16 Medan TP 20142015http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-problem-based-learning-dengan-bantuan-animasi-macro-media-flash-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-materi-suhu-kalor-dan-perpindahan-kalor-di-kelas-x-sma-negeri-16-medan-tp-20142015-37147.htmlFri, 31 Jul 2015 09:29:16 +0700Pengembangan Model Pembelajaran Dick And Carrey Pada Mata Pelajaran Pemangkasan Rambut Siswa Kelas XI SMK Negeri 3 PematangsiantarStudi ini bertujuan menghasilkan produk pengembangan desain model pembelajaran yang layak digunakan mudah dipelajari siswa dan dapat dipakai untuk pembelajaran yang lebih efektif dan siswa merasa lebih menarik dalam pembelajaranJenis penelitian ini adalah pengembangan desain model pembelajaran Dick and Carrey Model pengembangan produk pembelajaran ini merupakan model yang disusun secara terprogram dengan urutan sistematis dan memenuhi karakteristik siswa dalam belajar Model ini meliputi enam tahapan yakni studi literatur perencanaan atau desain pengembangan pengembangan produk validasi ahli uji coba revisi produk akhir Subyek uji coba terdiri dari ahli materi dan ahli desain 5 orang siswa untuk uji coba kelompok kecil 10 orang siswa untuk uji coba kelompok sedang dan 30 orang untuk uji coba lapangan Data tentang kualitas produk pengembangan ini dikumpulkan dengan angket Data data yang dikumpulkan dianalisiss dengan tekhnik analisiss deskriptif kualitatifHasil penelitian menunjukkan 1 ahli materi pelajaran Pemangkasan Rambut Dasar berada pada kualifikasi sangatbaik 8093 2 uji ahli desain pembelajaran berada pada kualifikasi sangat baik 859 3 uji coba kelompok kecil berada pada kualifikasi cukup 5667 4 uji coba kelompok sedang berada pada kualifikasi baik76 5 uji coba lapangan berada pada kualifikasi sangat baik861http://digilib.unimed.ac.id/pengembangan-model-pembelajaran-dick-and-carrey-pada-mata-pelajaran-pemangkasan-rambut--siswa-kelas-xi-smk-negeri-3-pematangsiantar-37146.htmlFri, 31 Jul 2015 09:29:14 +0700Upaya Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematik Siswa Dengan Penerapan Strategi Pembelajaran Think-talk-writeTTW Pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Muara TA 20142015Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematik siswa dan mengetahui upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesulitan komunikasi matematik yang dialami siswa pada materi ajar prisma dan limas di kelas VIII-B SMP Negeri 4 Muara Tahun Ajaran 20142015 Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas PTK Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-B SMP Negeri 4 Muara yang berjumlah 27 orang Objek penelitian ini adalah peningkatan kemampuan komunikasi matematika siswa dengan menerapkan strategi pembelajaran Think-talk-write Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan tes Penelitian ini terdiri dari 2 siklus dan di akhir setiap siklus diberikan tes kemampuan komunikasi matematik Sebelum diberikan tes terlebih dahulu divalidkan ke validator Hasil penelitian pada siklus I diperoleh siswa yang memahami aspek menulis mencapai 7778 kategori sedang siswa yang mampu memahami aspek representasi mencapai 5926 kategori buruk dan ketuntasan klasikal pada siklus I mencapai 7407 kategori cukup Hasil penelitian pada siklus II diperoleh siswa yang memahami aspek menulis mencapai 8889 kategori baik dan siswa yang mampu memahami aspek representasi mencapai 8519 kategori baik dan ketuntasan klasikal pada siklus II mencapai 8889 kategori baik Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan observer diperoleh pengelolaan pembelajaran yang dilaksanakan peneliti pada siklus I termasuk dalam kategori baik dengan nilai 8333 dan pada siklus II kategori baik dengan nilai 8889Peningkatan kemampuan komunikasi matematik itu terjadi setelah diberikan pembelajaran melalui strategi TTW Media ditambah cara penyelesaian soal pada LAS lebih dijabarkan daripada siklus I dan jumlah anggota kelompok dikurangi menjadi 3-4 orang per kelompokBerdasarkan uraian di atas disimpulkan bahwa dengan menggunakan strategi pembelajaran Think-talk-write dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa pada materi ajar prisma dan limas di kelas VIII-B SMP Negeri 4 Muara Tahun Ajaran 20142015http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-kemampuan-komunikasi-matematik-siswa-dengan-penerapan-strategi-pembelajaran-thinktalkwritettw-pada-materi-bangun-ruang-sisi-datar-siswa-kelas-viii-smp-negeri-4-muara-ta-20142015-37145.htmlFri, 31 Jul 2015 09:28:30 +0700Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif tipe Make A Match Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada pokok Bahasan Tata Nama Senyawa Di Kelas XPenelitianini bertujuan untuk menunjukkan peningkatan hasil belajar peserta didik antara yang dibelajarkan dengan model kooperatif tipe Make A Match dan yang dibelajarkan dengan model konvensional Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X SMA Yang diteliti sebagai sampel adalah peserta didik kelas X di SMA N1 Sianjur Mula-Mula tahun ajaran 20142015 yang terdiri dari dua kelas Satu kelas dibelajarkan dengan menggunakan model kooperatif tipe Make A MatchEksperimen sedangkan kelas lainya dibelajarkan dengan menggunakan model KonvensionalKontrol Untuk memperoleh data hasil belajar tersebut digunakan objek test sebanyak 20 butir soal pilihan bergandaRata-rata hasil belajar kimia peserta didik pada kelas EksperimenX untuk pretest X adalah sebesar 3065 sedangkan rata-rata hasil belajar peserta didik untuk postesX adalah sebesar 8145 Rata-rata hasil belajar kimia peserta didik pada kelas control Y untuk Pretest X 3081 sedangkan rata-rata hasil belajar peserta didik untuk postes X 7742 Berdasarkan data gain ternormalisasi besar peningkatan hasil belajar yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a matchadalah 737 dan peningkatan hasil belajar yang menggunakan pembelajaran konvensional adalah 671 Maka persentase peningkatan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match adalah sebesar 9 Data peningkatan hasil belajar tersebut diuji dengan teknik statistik uji t pihak kanan pada taraf signifikasi 005 menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikasi antara hasil belajar kimia peserta didik yang menerapkan model kooperatif tipe Make A Match dan Konvensional pada pokok bahasan tata nama senyawa di SMA Kelas Xhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-make-a-match-terhadap-peningkatan-hasil-belajar-siswa-pada-pokok-bahasan-tata-nama-senyawa-di-kelas-x-37144.htmlFri, 31 Jul 2015 09:22:17 +0700The Effectiveness of Discovery Learning Model Integrated with Experiment to Increase Students Achievement on Learning Colloidal SystemThe objectives of this research are to get the comparison between discovery learning model integrated with experiment and without experiment to increase students achievement and students interest Beside of that this research also conducted to know the correlation between students achievement and students interest This research was done in SMA N 2 Lintongnihuta Population is all the students in SMA N 2 Lintongnihuta which taken by purposive random sampling The research instruments are achievement test and non test in list interest form Both of instruments have been validated The research data analyzed by SPSS -17 for windows The result data shows that 1 The students achievement taught by discovery learning model integrated with experiment give higher significance difference than discovery learning model without experiment It can be seen from the average of gain and also proved with t-test the normalized gain in 1st experimental class is 073015 and 2nd experimental class 055018 at significant level 005 Ha1 is received and Ho1 is refused where Sig 0000 005 2 The students interest taught by discovery learning model integrated with experiment give higher significance difference than discovery learning model without experiment It can be seen from the average of interest and also proved with t-test the average in 1st experimental class is 8386 and 2nd experimental class 6601 at significant level 005 Ha2 is received and Ho2 is refused where Sig 0000 005 3 There is correlation between two variables that are students achievement and students interest at significant level 005 Ha3 is received and Ho3 is refused where Sig 0000 005 with Pearson correlation r 0637 it means categorized in high correlationhttp://digilib.unimed.ac.id/the-effectiveness-of-discovery-learning-model-integrated-with-experiment-to-increase-students-achievement-on-learning-colloidal-system-37143.htmlFri, 31 Jul 2015 09:13:03 +0700Analisis Kesulitan Belajar Siswa Pada Materi Invertebrata Di Kelas X SMA Negeri 1 Hamparan Perak Tahun Pembelajaran 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar siswa pada materi invertebrata di kelas X dari aspek kognitif indikator pembelajaran dan faktor penyebab kesulitan belajar siswa di kelas X SMA Negeri 1 Hamparan Perak Tahun Pembelajaran 20142015 Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X yang berjumlah 190 orang Sampel diambil secara acak yaitu kelas X3 dengan jumlah siswa 38 orang di SMA Negeri 1 Hamparan Perak Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar siswa pada materi invertebrata dan angket kesulitan belajar siswa Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kesulitan belajar siswa pada aspek kognitif tingkat pengetahuan C1 3509 dengan kategori kesulitan sedang tingkat pemahaman C2 3685 dengan kategori kesulitan sedang tingkat penerapan C3 3290 dengan kategori kesulitan sedang tingkat analisis C4 4737 dengan kategori kesulitan tinggi tingkat evaluasi C5 5724 dengan kategori kesulitan sangat tinggi dan tingkat kreasi C6 7018 dengan kategori kesulitan sangat tinggi Persentase kesulitan belajar siswa berdasarkan indikator pada materi invertebrata indikator 1 3422 dengan kategori kesulitan sedang indikator 2 5392 dengan kategori kesulitan sangat tinggi indikator 3 3553 dengan kategori kesulitan tinggi indikator 4 3553 dengan kategori kesulitan tinggi indikator 5 5658 dengan kategori kesulitan sangat tinggi dan indikator 6 5369 dengan kategori kesulitan sangat tinggi Faktor penyebab kesulitan belajar siswa yang paling dominan adalah inteligensi minat motivasi psikiatik keluarga sekolah dan materi pelajaran sedangkan faktor lainnya seperti kesehatan guru media dan metode kurang mendukung dalam menyebabkan kesulitan belajarhttp://digilib.unimed.ac.id/analisis-kesulitan-belajar-siswa-pada-materi-invertebrata-di-kelas-x-sma-negeri-1-hamparan-perak-tahun-pembelajaran-20142015-37142.htmlFri, 31 Jul 2015 09:07:46 +0700Upaya Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Dengan Model Pembelajaran Investigasi Kelompok Pada Materi Aritmrtika Sosial Di Kelas VII SMP Negeri 27 MedanPenelitian ini bertujuan untuk 1 Mengetahui strategi untuk meningkatkan model pembelajaran kooperatif tipe Investigasi Kelompok dalam meningkatkan kemapuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII SMP Negeri 27 Medan pada materi Aritmetika Sosial 2 Untuk mengetahui aktivitas belajar siswa kelas VII-8 SMP Negeri 27 Medan ketika diterapkan pembelajaran Investigasi Kelompok 3 Untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII-8 SMP Negeri 27 Medan pada materi Aritmetika Sosial setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Investigasi Kelompok Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas Subjek penelitian yaitu siswa kelas VII-8 SMP Negeri 27 Medan yang berjumlah 30 siswa Objek penelitian adalah upaya meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika melalui penerapan model pembelajaran Investigasi Kelompok pada materi Aritmetika Sosial dikelas VII-8 SMP Negeri 27 Medan Tahun Pelajaran 20142015Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas PTK yang terdiri atas 2 siklus masing-masing terdiri dari dua pertemuan Hasil dari PTK ini mertupakan tindakan Sebelum melakukan tindakan terlebih dahulu diberikan tes diagnostic dan setiap siklus akhir diberikan tes kemampuan pemecahan masalah Pada pembelajaran tindakan pada siklus I melalui pemberian tes kemampuan pemecahan masalah matematika sudah termasuk criteria sedang yaitu nilai rata-rata 6825 dan 18 siswa 60 dari 30 siswa telah mencapai criteria kemampuan pemecahan masalah sedangkan 12 siswa lainnya 40 belum mencapai criteria kemampuan pemecahan masalah Pada siklus I ini kemampuan pemecahan masalh siswa secara klasikal belum tercapi karena masih 60 siswa yang mencapai kemampuan pemecahan masalah 65 sehingga pembelajaran dilanjutkan ke siklus II Pada siklus II diperoleh bahwa kemampuan siswa dalam memecahkan masalah mengalami peningkatan dan termasuk kriteria tinggi yaitu nilai rata-rata 8475 dan 26 siswa 8667 dari 30 siswa telah mencapai kriteria kemampuan pemecahan masalah Pada siklus II ini kemampuan pemecahan masalah siswa secara klasikal sudah tercapai kemampuan pemecahan masalah 65 maka tindakan dihentikan Berdasarkan hasil kemampuan pemecahan masalah siswa dari siklus I ke siklus II disimpulkan bahwa dengan model Pembelajaran Investigasi Kelompok dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi poko Aritmetika Sosial kelas VII-8 SMP Negeri 27 Medanhttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-kemampuan-pemecahan-masalah-matematika-siswa-dengan-model-pembelajaran-investigasi-kelompok-pada-materi-aritmrtika-sosial-di-kelas-vii-smp-negeri-27-medan-37141.htmlFri, 31 Jul 2015 09:02:43 +0700Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Training Dengan Menggunakan Media Animasi Terhadap Keterampilan Proses Siswa Pada Materi Alat-alat Optik Di Kelas X Semester Genap SMA Negeri 5 Binjai TP 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inquiry training dengan menggunakan media animasi terhadap keterampilan proses siswa pada materi alat optik di kelas X semester genap SMA Negeri 5 Binjai TP 20142015Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain two group pretest and postest Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas X MIA SMA Negeri 5 Binjai yang terdiri dari 4 kelas Pemilihan sampel dilakukan secara cluster random sampling dan terpilih kelas X MIA-1 sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 35 orang dan kelas X MIA-3 sebagai kelas kontrol yang berjumlah 35 orang Instrumen yang digunakan untuk mengetahui keterampilan proses siswa adalah tes keterampilan proses dalam bentuk esai sebanyak 10 soalBerdasarkan analisa data nilai rata-rata pretes kelas eksperimen 5137 dan kelas kontrol 5111 Kedua kelas berdistribusi normal homogen dan memiliki kemampuan awal yang sama Kemudian diberikan perlakuan kelas eksperimen dengan model pembelajaran inquiry training dengan media animasi dan kelas kontrol dengan model pembelajaran konvensional Nilai rata-rata postes kelas eksperimen 7414 dan kelas kontrol 6880 Hasil uji t diperoleh thitung 2053 dan ttabel 1997 sehingga thitung ttabel maka Ho ditolak yang berarti ada perbedaan akibat pengaruh model pembelajaran inquiry training dengan menggunakan media animasi terhadap keterampilan proses siswa pada materi alat-alat optik di kelas X semester genap SMA Negeri 5 Binjai TP 20142015http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-inquiry-training-dengan-menggunakan-media-animasi-terhadap-keterampilan-proses-siswa-pada-materi-alatalat-optik-di-kelas-x-semester-genap-sma-negeri-5-binjai-tp-20142015-37140.htmlFri, 31 Jul 2015 08:58:16 +0700Implementasi Undang Undang No 6 Tahun 2014 Tentang Desa Sebagai Acuan kinerja Kepala Desa dalam melaksanakan Pembangunan di Desa Pusuk Kecamatan Parlilitan Kabupaten Humbang HasundutanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Undang Undang No 6 Tahun 2014 Tentang Desa di Desa Pusuk Kecamatan Parlilitan Kabupaten Humbang Hasundutan dalam Melaksanakan PembangunanMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunkan pendekatan kualitatif yaitu suatu cara atau metode yang menggambarkan keadaan atau objek penelitian di lapangan sehingga hanya bersifat menggambarkan Dari penelitian ini akan didapat gambaran tentang implementasi Undang Undang No 6 Tahun 2014 tentang Desa sebagai acuan Kinerja Kepala desa dalam melaksanakan pembangunanAdapun Populasi dalam penelitian ini adalah Kepala Desa Sekretaris Desa Kepala Urusan Pemerintahan Kepala Urusan Pembangunan Kepala Urusan Kemasyarakatan Kepala Dusun 7 Badan Permusyawaratan Desa 7 Selanjutnya ditetapkan sampel dalam penelitian ini sebanyak 19 orangTeknik pengumpulan data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah observasi angket dan wawancaraDari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Kepala Desa dalam melaksanakan pemerintahannya yaitu dalam bidang pembangunan di Desa Pusuk telah mengacu pada Undang-Undang No 6 Tahun 2014 tentang Desa Kepala Desa Pusuk dalam pelaksanaan pembangunan sudah baik Hal ini dapat dilihat dari pembangunan secara menyeluruh yang telah dilakukan oleh Kepala Desahttp://digilib.unimed.ac.id/implementasi-undang-undang-no-6-tahun-2014-tentang-desa-sebagai-acuan-kinerja-kepala-desa-dalam-melaksanakan-pembangunan-di-desa-pusuk-kecamatan-parlilitan-kabupaten-humbang-hasundutan-37139.htmlThu, 30 Jul 2015 15:29:03 +0700Implementasi Undang Undang No 6 Tahun 2014 Tentang Desa Sebagai Acuan kinerja Kepala Desa dalam melaksanakan Pembangunan di Desa Pusuk Kecamatan Parlilitan Kabupaten Humbang HasundutanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Undang Undang No 6 Tahun 2014 Tentang Desa di Desa Pusuk Kecamatan Parlilitan Kabupaten Humbang Hasundutan dalam Melaksanakan PembangunanMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunkan pendekatan kualitatif yaitu suatu cara atau metode yang menggambarkan keadaan atau objek penelitian di lapangan sehingga hanya bersifat menggambarkan Dari penelitian ini akan didapat gambaran tentang implementasi Undang Undang No 6 Tahun 2014 tentang Desa sebagai acuan Kinerja Kepala desa dalam melaksanakan pembangunanAdapun Populasi dalam penelitian ini adalah Kepala Desa Sekretaris Desa Kepala Urusan Pemerintahan Kepala Urusan Pembangunan Kepala Urusan Kemasyarakatan Kepala Dusun 7 Badan Permusyawaratan Desa 7 Selanjutnya ditetapkan sampel dalam penelitian ini sebanyak 19 orangTeknik pengumpulan data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah observasi angket dan wawancaraDari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Kepala Desa dalam melaksanakan pemerintahannya yaitu dalam bidang pembangunan di Desa Pusuk telah mengacu pada Undang-Undang No 6 Tahun 2014 tentang Desa Kepala Desa Pusuk dalam pelaksanaan pembangunan sudah baik Hal ini dapat dilihat dari pembangunan secara menyeluruh yang telah dilakukan oleh Kepala Desahttp://digilib.unimed.ac.id/implementasi-undang-undang-no-6-tahun-2014-tentang-desa-sebagai-acuan-kinerja-kepala-desa-dalam-melaksanakan-pembangunan-di-desa-pusuk-kecamatan-parlilitan-kabupaten-humbang-hasundutan-37138.htmlThu, 30 Jul 2015 15:29:02 +0700Politik Kekerabatan Dalam Pemilu Pada Pemerintahan Desa Di Desa Si Empat Rube II Kecamatan si Empat Rube Kabupaten PakPak BharatPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui politik kekerabatan dalam pemilu pada pemerintahan desa di Desa Si Empat Rube II Kecamatan Si Empat Rube Kabupaten PakPak Bharat Adapun metode pada penelitian ini dilakuakn dengan bersifat deskriptif kualitatif Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan angket Penelitian ini dilakukan di Desa Si Empat Rube II Kecamatan Si Empat Rube Kabupaten PakPak Bharat Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota masyarakat yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap DPT di Desa Si Empat Rube II yaitu sebanyak 506 warga Dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 10 dari jumlah populasi yaitu sebanyak 50 warga Rumus yang digunakan dalam pengolahan data dengan menggunakan rumus tabel frekuensi Dari hasil penelitian yang diperoleh dari lapangan menunjukkan bahwa politik kekerabatan di Desa Si Empat Rube II sangat Kecamatan Si Empat Rube Kabupaten PakPak Bharat sangat berpegaruh dalam pemilihan pemerintahan desa yakni pemilihan Kepala Desa dan Anggota BPD Hal ini dapat dilihat dari hasil persentase angket yang diberikan Kepada Masyarakat Di Desa Si Empat Rube II Masyarakat memilih calon Kepala desa berdasarkan kekerabatan dengan Kepala Desa dan Anggota BPD Pola kekerabatan yang digunakan masyarakat Di Desa Si Empat Rube II dalam pemilihan Kepala Desa yaitu berdasarkan pola kekerabatan Marga Sedangkan pada pemilihan anggota BPD pola kekerabatan yang digunakan oleh masyarakat yaitu berdasarkan pola kekerabatan marga dan agama Pola kekerabatan berdasarkan Marga dan Agama merupakan pola kekerabatan yang paling menonjol dalam dinamika politik di Desa Si Empat Rube IIhttp://digilib.unimed.ac.id/politik-kekerabatan-dalam-pemilu-pada-pemerintahan-desa-di-desa-si-empat-rube-ii-kecamatan-si-empat-rube-kabupaten-pakpak-bharat-37137.htmlThu, 30 Jul 2015 15:12:03 +0700Korelasi Pemahaman Politik Masyarakat Desa dan Keikutsertaan Masyarakat dalam Proses Politik Studi Kasus Di Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten SimalungunPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi antara pemahaman politik masyarakat desa dengan keikutsertaan masyarakat dalam dalam proses politik populasi dalam penelitian ini adalah seluruh warga desa di kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun yang terdiri dari 16 desa dengan jumlah penduduk 39908 jiwa dengan data pemilih tetap dan khusus tahun 2014 Pilpres sekitar 29306 jiwa Penulis mengambil 3 Nagori sebagai sampel Dengan mempertimbangkan pemerataan pengambilan sampel maka teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purpose sampling yaitu Nagori Dolok Ilir II yang terletak di ujung kecamatan dan berbatasan dengan kabupaten Batu Bara serta Serdang Bedagai Nagori Padang Mainu terletak dipertengahan daerah kecamatan Dolok Batu Nanggar dan Nagori Dolok Mainu yang terletak dekat dengan pusat kecamatan Dolok Batu Nanggar Ketiga desa ini dianggap dapat mewakili seluruh desa yang ada di daerah tersebut sehingga dapat ketahui bagaimana pemahaman masyarakat tentang politik dan keikutsertaan dalam proses politik di ketiga Nagori tersebut Berdasarkan hasil analisis dan pengolahan data serta pengujian hipotesis dalam penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa ada korelasi yang sangat rendah antara pemahaman politik masyarakat desa dengan keikutsertaan masyarakat di Kecamatan Dolok Batu Nanggar hal ini diketahui dari hasil korelasi product moment diperoleh harga dari r_hitungr_tabel yaitu 0197 0138 Jadi hipotesis Ha yang berbunyi terdapat pegaruh antara pemahan politik masyarakat desa dan keikutsertaan masyarakat dalam proses politik di kecamatan Dolok Batu Nanggar diterima yang memiliki interpretasi nilai korelasi pada tingkat hubungan sangat rendah yaitu sekitar 19 Rendahnya korelasi ini disebabkan karena budaya politik masyarakat sebagian masyarakat memiliki budaya politik parokhial dan budaya politik subjektif dan untuk budaya partisipan masyarakat masih belum memahaminya Selain itu adanya faktor lain yang mempengaruhi diantaranya ialah pertama masyarakat desa masih membutuhkan arahan dan bimbingan dalam proses sosialisasi politik sehingga masyarakat memahami apa tugas dan fungsinya dalam sistem politik Kedua Sistem money politic dalam pemilu sebagai upaya mendapatkan jabatan membuat masyarakat tidak memahami bahwa pemilu adalah sarana partisipasi politik dalam negara demokrasi Ketiga Berita media massa terkait dengan pemimpin yang terjerat kasus korupsi dan mencari keuntungan dari sebuah kekuasaan yang mereka pegang memberikan efek rendahnya kepercayaan masyarakat kepada pemimpin dalam sistem pemerintahanhttp://digilib.unimed.ac.id/korelasi-pemahaman-politik-masyarakat-desa-dan-keikutsertaan-masyarakat-dalam-proses-politik-studi-kasus-di-kecamatan-dolok-batu-nanggar-kabupaten-simalungun-37136.htmlThu, 30 Jul 2015 15:03:03 +0700Preparasi Nanopartikel Fe3O4 magnetit dari Pasir Besi sebagai Bahan Pengisi Termoplastik HDPE High Density Poliethylenehttp://digilib.unimed.ac.id/preparasi-nanopartikel-fe3o4-magnetit-dari-pasir-besi-sebagai-bahan-pengisi-termoplastik-hdpe-high-density-poliethylene-37135.htmlThu, 30 Jul 2015 14:55:53 +0700Pembelajaran Sejarah Berbasis Multikulturalisme Di SMA Negeri 2 Padangsidimpuan TA 2014-2015Pembelajaran sejarah adalah salah satu pembelajaran yang sarat akan nilai-nilai luhur termasuk di dalamnya nilai-nilai multikulturalisme yang sudah selayaknya ditanamkan kepada diri setiap siswa karena setiap siswa sudah pasti memiliki latar belakang yang berbeda baik dari segi agama budaya kehidupan ekonomi dan sosial etnis hingga warna kulit Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Padangsidimpuan dikarenakan sekolah ini merupakan sekolah yang memiliki latar belakang siswa yang beragam dibandingkan sekolah lain di kota Padangsidimpuan Dalam penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 83 orang yang merupakan siswa SMA Negeri 2 Padangsidimpuan kelas XI IPA 3 dan XI IPS 1 Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisa pemahaman dan sikap serta prilaku multikulturalisme yang dimiliki oleh siswa SMA Negeri 2 Padangsidimpuan Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptip kualitatif dan menggunakan teknik pengambilan data berupa observasi wawancara dokumentasi dan qustionner Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa siswa SMA Negeri 2 Padangsidimpuan telah memahami dan mampu mengaplikasikan nilai-nilai multikulturalisme di kesehariannya pada saat berada di lingkungan sekolah baik dalam proses pembelajaran maupun diluar jam pelajaran berlangsung sikap yang terlihat mencerminkan nilai multikulturalisme yaitu mampu belajar hidup di dalam perbedaan membangun saling percaya memelihara saling pengertian menjunjung sikap saling menghargai terbuka di dalam berpikir apresiasi dan interdepedensi resolusi konflik dan rekonsiliasi nir kekerasanhttp://digilib.unimed.ac.id/pembelajaran-sejarah-berbasis-multikulturalisme-di-sma-negeri-2-padangsidimpuan-ta-20142015-37134.htmlThu, 30 Jul 2015 14:51:07 +0700peran pemerintahan desa dalam meningkatkan kesejahteraan petani di desa siborongborong kecamatan siborongborong kabupaten tapanuli utaraPenelitian Ini Bertujuan Untuk Mengetahui Bagaimana Kesadaran Pemerintahan Desa Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani Di Desa Siborongborong 1 Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara Adapun Metode Yang Digunakan Peneliti Adalah Bersifat Deskriptif Kualitatif Dengan Tekhnik Pengumpulan Data Yang Digunakan Adalah Observasi Penyebaran Angket dan wawancara Penelitian Ini Dilaksanakan Di Desa Siborongborong 1 Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara Adapun Populasi Dalam Penelitian Ini Adalah Seluruh Jajaran Pemerintah Desa Dan Jumlah Kepala Keluarga Yang Ada Di Daerah Tersebut Yaitu 130 Kepala Keluarga Data Yang Telah Terkumpul Dianalisis Melalui Tekhnik Penghitungan Statistik Sederhana Dengan Menggunakan Tabel FrekuensiDari hasil penelitian terlihat adanya peran Pemerintahan Desa dalam meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Siborongborong 1 Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara Hal ini terlihat dari hasil angket yang mayoritas penduduk menjawab dengan pilihan a Ya dengan rata-rata 9129 yang berarti masyarakat sudah melihat dan merasakan bukti peran pemerintah desa peduli dan pro masyarakat petanihttp://digilib.unimed.ac.id/peran-pemerintahan-desa-dalam-meningkatkan-kesejahteraan-petani-di-desa-siborongborong-kecamatan-siborongborong-kabupaten-tapanuli-utara-37133.htmlThu, 30 Jul 2015 14:41:11 +0700Sejarah Perkembangan Industri Pengolahan Belacan Terasi Di Desa Bagan Asahan Pekan Tanjung Balai Asahan 1980-2015Tujuan pembangunan nasional yaitu mewujudkan masyarakat adil dan makmur salah satunya melalui pembangunan bidang industri khususnya industri kecil Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah berdirinya industri pengolahaan belacan perkembangan faktor faktor produksi bahan baku tenaga kerja produksi pemasaran industri pengolahan belacan serta hambatan hambatan dalam perkembangan industri pengolahan belacanMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan field research dengan pendekatan deskriptif kualitatif Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi ke lokasi penelitian wawancara kepada pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan berkaitan dengan topik penelitian dalam hal ini yang diwawancarai adalah pemilik pengolahan belacan tenaga kerjanelayan serta dokumentasiDari hasil penelitian diketahui bahwa Desa Bagan Asahan Pekan adalah salah satu sentra penghasil belacan terasi dengan kualitas khas udang murni tanpa menggunakan bahan pengawet atau bahan kimia Industri pengolahan belacan merupakan usaha turun temurun yang dimulai pada tahun 1980 sampai sekarang dan terletak disekitar pesisir laut sehingga memudahkan dalam proses pengambilan bahan baku Proses produksi belacan ini meliputi 1 Sortir bahan baku 2 Penggaraman udang 3 Penjemuran udang rebon 4 Penggilingan udang rebon 5 Pencetakan udang terasi 6 Pengeringan terasi 7 Pengemasan terasi Pemanfaatan tenaga kerja didominasi kaum laki laki dan alat produksi untuk meningkatkan hasil pengolahan belacan Faktor penghambat bagi pengusaha ialah kesulitan dalam hal modal pemasaran yang kurang lancar persaingan industri dan bahan baku yang sulit diperoleh Keberadaan industri pengolahan ini telah memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perubahaan sosial ekonomi masyarakat Desa Bagan Asahan Pekan Perubahan ekonomi dapat dilihat dari berbagai aspek yaitu tingkat kesejahteraan masyarakat meliputi keuntungan yang didapatkan oleh para pengusaha dan pendapatan pekerja Industri Pengolahan Belacan Terasihttp://digilib.unimed.ac.id/sejarah-perkembangan-industri-pengolahan-belacan--terasi-di-desa-bagan-asahan-pekan-tanjung-balai-asahan-19802015-37132.htmlThu, 30 Jul 2015 14:33:27 +0700Peran Guru PKn Dalam Pengembangan Moral Siswa Di Kelas VIII SMP Negeri 2 PorseaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam pengembangan moral siswa di kelas VIII SMP Negeri 2 Porsea TP 2014 2015 serta untuk mengetahui pembinaan dan pengembangan moral siswa SMP Negeri 2 Porsea yang dilakukan guru Pendidikan Kewarganegaraan terhadap siswa dan juga untuk mengetahui seberapa besar peran guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam pengembangan moral siswa di SMP Negeri 2 Porsea Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Porsea yang berjumlah 185 siswa oleh karena itu peneliti mengambil sampel sebanyak 1 satu kelas yang berjumlah 23 orang Yang menjadi variabel penelitian ini adalah peran guru PKn dalam pengembangan moral siswa sebagai variabel tunggal Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi penyebaran angket dan wawancara Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan rumus statistik sederhana persentase Dari hasil penelitian di lapangan setelah data yang dikumpul diolah dan dianalisis maka dapat disimpulkan bahwa guru PKn sangat besar peranannya dalam pengembangan moral siswa SMP Negeri 2 Porsea Guru PKn sudah mengwujudkan usaha kemampuannya dan peranan dalam membentuk moral siswa di dalam lingkungan sekolah SMP Negeri 2 Porsea Dalam usaha pengembangan moral siswa SMP Negeri 2 Porsea guru PKn juga mengalami kendala baik yang berasal dari siswa lingkungan sekolah masyarakat dan juga keluarga Namun dengan kemampuan guru PKn dapat mengatasi kendala-kendala tersebuthttp://digilib.unimed.ac.id/peran-guru-pkn-dalam-pengembangan-moral-siswa-di-kelas-viii-smp-negeri-2-porsea-37131.htmlThu, 30 Jul 2015 14:27:56 +0700Pola Permukiman Kabupaten DairiPenelitian ini bertujuan untuk mendapat gambaran secara deskriptif kuantitatif pola permukiman serta faktor yang berpengaruh terhadap pola permukiman yang ada di Kabupaten Dairi faktor berpengaruh yang dimaksud disini adalah faktor fisik ketinggian wilayah kemiringan lereng faktor sosial ekonomi kepadatan penduduk luas lahan pertanian prasarana transportasiPopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh kecamatan yang terdapat di wilayah Kabupaten Dairi Sampel yang diambil menggunakan metode stratified random sampling yaitu menggunakan data ketinggian wilayah hasil dari pengelompokan data ketinggian wilayah diambil sebanyak 30 dengan menggunakan acak sederhana maka sampel dalam penelitian ini menjadi 22 desa dalam 5 kawasan kecamatan Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif menggunakan analisis tetangga terdekat serta chi kuadarat chi square dan koefisien kontingensi untuk analisis data statistik dengan taraf nyata sebanyak 95 Hasil penelitian menunjukkan terjadi variasi pola permukiman di Kabupaten Dairi pola mengelompok clustered sebesar 5909 pola acak random sebesar 3636 pola seragam uniform sebesar 455 dan terjadinya variasi pola permukiman diakibatkan oleh seluruh faktor yang berpengaruh terhadap pola permukiman memiliki hubungan yang signifikan dan faktor sosial ekonomi yaitu kepadatan penduduk memiliki hubungan yang paling besar dari keseluruhan faktor yang berpengaruhhttp://digilib.unimed.ac.id/pola-permukiman-kabupaten-dairi-37130.htmlThu, 30 Jul 2015 14:17:34 +0700Gaya Berbusana Bangsawan Kesultanan Serdang Di Era Kolonial BelandaKesultanan Serdang didirikan pada abad ke-18 sebagai pecahan dari kesultanan Deli Padaakhir abad ke-19 terjadi pembukaan lahan perkebunan tembakau yang dipelopori olehpengusaha asal Belanda Jacob Nienhuys Hal ini tentu saja berdampak kepada kesultananSerdangPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya busana para bangsawan Serdang diera kolonial dan pengaruh perubahan gaya busana terhadap identitas dan status parabangsawan Untuk memperoleh data yang dibutuhkan penulis mengumpulkan data denganmenggunakan metode studi pustakaHasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah sendisendikehidupan kesultanan Serdang mengalami perubahanTerjadi perubahan terhadap gayahidup para bangsawan Berkat kekayaan yang dimiliki oleh Sultan dan bangsawan merekatelah mampu mengadopsi cara-cara kehidupan Barat Terjadi proses pembaratan di SerdangKesenian hiburan dan gaya busana mendapat pengaruh yang cukup besar Penggunaanpakaian modern setelan Kemeja Jas Pentaloncelana panjang beresleting Dasi dan Sepatudigunakan pada saat acara publik dan pakaian adat dikenakan saat acara-acara tertentuseperti upacara adat dan acara perkawinan Pakaian yang mencerminkan kehormatan bagipemakainya ini untuk dekade masuknya pemerintah kolonial kemudian terjadi pergeseranmakna yang begitu mencolok Arti pakaian pada dekade ini bukan hanya untuk menutupiaurat maupun kehormatan melainkan lebih mencerminkan kepada status dan identitaspemakainya kepada lingkungan sosial Gaya busana mereka juga menjadi media efektif untukmenunjukkan status kedudukan kekuasaan gaya hidup dan jenis kelamin Selain itu telahterjadi stratifikasi sosial oleh penguasa kerajaan Stratifikasi yang sudah ada sebelumkedatangan pejabat Kolonial Hindia Belanda Orang Eropa hanya mempertegas suatu gerakyang telah dimulai melalui jalan-jalan lain Mereka datang dengan membawa kebudayaanBarat mereka Penguasa pribumi telah menciptakan jurangnya sendirihttp://digilib.unimed.ac.id/gaya-berbusana-bangsawan-kesultanan-serdang-di-era-kolonial-belanda-37129.htmlThu, 30 Jul 2015 14:07:35 +0700Pemanfaatan Situs Makam Sisingamangaraja XII Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Dalam Materi Perlawanan Bangsa Indonesia Menentang Dominasi Asing Di SMA BaligeThis research aims to 1 find out the potensial of Sisingamangaraja XII grave sites as a source of teaching history 2 find out utilization Sisingamangaraja XII grave sites by history teachers and students specially in the material resistence against foreign domination nation in senior high school of Balige as a source of teaching history 3 Determine student perception to utilizatin Sisingamangaraja XII grave sites as a source of teaching history This research used descriptive qualitative research method with informant guard tomb of Sisingamangaraja XII history teachers in senior high school os Balige SMA N 1 Balige SMA N 2 Balige and SMA Bintang Timur Balige and students grade XI IPS Data collected by observation interview and documentation These result indicate that the potential Sisingamangaraja XII grave sites as a source of teaching hiistory contained in the ornaments namely ornaments building tombs wells house of Batak reliefs gorga of Batak Lions Simbol of Sisingamangaraja XII written batak script Batak Toba Indonesian Batak color red white and black Utilization of historical sites Sisingamangaraja XII tomb has not been fully exploited by teachers and students as well as a source of learning Couse not optimal utilization of historical sites Sisingamangaraja XII tomb as a source of teaching history namely learning materials that discuss the peoples resistance Batak only for reviews at a glance teacher do not get used to in utilizing historical sites as a source of teaching history so students do not understand the historical sites in Toba Samosir regenly and lack information about the use of historical sites as a meanss to increase knowledge Based on the results of studies conducted researchers were able to conclude that the historical heritage sites particularly grave sites Sisingamangaraja XII not fully utilized as a source of teaching history then there needs to be a stimulant to the community in the education environment so that sites of historical relics can be put to good use in order to support national educationhttp://digilib.unimed.ac.id/pemanfaatan-situs-makam-sisingamangaraja-xii-sebagai-sumber-pembelajaran-sejarah-dalam-materi-perlawanan-bangsa-indonesia-menentang-dominasi-asing-di-sma-balige-37128.htmlThu, 30 Jul 2015 14:04:08 +0700Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Petani Nenas Di Desa Sitapongan Kecamatan Sipahutar Kabupaten Tapanuli UtaraKondisi Sosial Ekonomi Petani Nenas Di Desa Sitapongan Kecamatan Sipahutar Kabupaten Tapanuli UtaraSkripsi Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan 2015 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 Untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi petani nenas di Desa Sitapongan Kecamatan Sipahutar ditinjau dari pendidikan 2 Untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi petani nenas di Desa Sitapongan Kecamatan Sipahutar ditinjau dari pendapatan 3 Untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi petani nenas di Desa Sitapongan Kecamatan Sipahutar ditinjau dari perumahanPenelitian ini dilakukan di Desa Sitapongan pada tahun 2015 Populasi dalam penelitian ini adalah petani nenas di Desa Sitapongan dengan jumlah 170 KK dan yang menjadi sampel adalah 25 dari petani nenas yaitu 43 KK Teknik pengumpulan data dilakukan dengan komunikasi langsung Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 Kondisi sosial ekonomi petani nenas ditinjau dari pendidikan anak petani nenas di desa sitapongan tergolong kategori sedang karena tamatan SMA 2802 kemudian SMP 2420 SD 2165 PT Perguruan Tinggi 955 TK 891 dan yang belum sekolah 764 2 Kondisi sosial ekonomi petani nenas ditinjau dari Pendapatan dalam satu bulan antara Rp 1551000 Rp 2401000- yaitu 4222 pendapatan paling tinggi yaitu pendapatan tertinggi mencapai Rp 4000000- dan pendapatan terendah Rp 700000- Hal ini berarti bahwa rata-rata pendapatan sudah diatas UMK Tapanuli Utara 2014 Rp1551000 3 Kondisi sosial ekonomi petani nenas ditinjau dari kondisi perumahan dapat dikatakan baik karena yang menempati rumah permanen dimana lantai semen dinding beton dan atap seng genteng yaitu 8372 dan semi permanen dimana rumah setengah beton setengah papan sebanyak 1627 kemudian sumber penerangan menggunakan listrik sumber air bersih diperoleh dari sumur sanyohttp://digilib.unimed.ac.id/kondisi-sosial-ekonomi-masyarakat-petani-nenas-di-desa-sitapongan-kecamatan-sipahutar-kabupaten-tapanuli-utara-37127.htmlThu, 30 Jul 2015 13:49:16 +0700Perbandingan Hasil Belajar Siswa Yang Dibelajarkan Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Student Teams Achievement Division Dan Jigsaw Pada Pokok Bahasan Hidrokarbon Di SMA Negeri 1 DelituaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasilbelajar kimia siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Kooperatif TipeSTAD Student Teams Achievement Division dan kooperatif tipe Jigsawmenggunakan microsoft powerpoint pada pokok bahasan Hidrokarbon Populasidalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Delitua yangterdiri dari 8 kelas Sampel yang digunakan sebanyak 2 kelas dengan teknikrandom sampling acak dan masingmasing kelas terdiri atas 40 siswa Padakelas eksperimen I diberi pengajaran dengan model Pembelajaran Kooperatif TipeSTAD Student Teams Achievement Division dengan microsoft powerpoint danpada kelas eksperimen II diberikan pengajaran dengan model Pembelajarankooperatif tipe Jigsaw dengan microsoft powerpoint Hasil pengolahan datamenunjukkan siswa pada kelas ekperimen I memiliki rata rata nilai post-tes7350 856 Sedangkan siswa pada kelas eksperimen II memiliki rata rata nilaipost-tes 8050 854 Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t duapihak dari data hasil belajar dan diperoleh thitung -2587 sedangkan ttabel -20252 untuk 005 dan db 58 sehingga thitungttabel Maka Ha terima yakniada perbedaan yang signifikan hasil belajar antara siswa yang diajarkan denganmenerapkan model Kooperatif Tipe STAD Student Teams Achievement Divisionpada kelas eksperimen I dengan model kooperatif tipe Jigsaw kelas eksperimenII Secara signifikan yang tertinggi adalah pada pembelajaran dengan modelkooperatif tipe Jigsaw dengan menggunakan media microsoft powerpointhttp://digilib.unimed.ac.id/perbandingan-hasil-belajar-siswa-yang-dibelajarkan-menggunakan-pembelajaran-kooperatif-tipe-stad-student-teams-achievement-division-dan-jigsaw-pada-pokok-bahasan-hidrokarbon-di-sma-negeri-1-delitua-37126.htmlThu, 30 Jul 2015 13:44:50 +0700Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Lingkaran di Kelas VIII SMP Kartika I 2 Medan TA 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif tipe course review horay dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan lingkaran di kelas VIII SMP Kartika I-2 Medan TA 20142015 Subjek dalam penelitian ini adalah 36 siswa kelas VIII-2 SMP Kartika I-2 Medan dan objek penelitian ini adalah upaya meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay pada pokok bahasan lingkaran Instrumen yang digunakan adalah tes observasi dan wawancara Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas PTK yang terdiri dari 2 siklus setiap siklus dilakukan sebanyak 2 kali pertemuan Dari hasil tes diagnostik diperoleh nilai rata-rata sebesar 4222 dan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 7 siswa 1944 dan tidak tuntas sebanyak 29 siswa 8056 Hasil belajar siswa berdasarkan hasil tes diagnostik masih tergolong sangat rendah Untuk itu dilaksanakan proses pembelajaran pada siklus I dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe course review horay untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi lingkaran Proses pelaksanaan pembelajaran pada siklus I meliputi pengerjaan LAS oleh kelompok tanya jawab dan dilanjutkan dengan permainan kotak hore untuk menguji pemahaman siswa menggunakan soal serta nyanyian yel-yel bagi siswa yang menjawab dengan benar Di akhir siklus diberikan tes hasil belajar I dan diperoleh bahwa terjadi peningkatan hasil belajar pada tes hasil belajar I dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 6261 dan sebanyak 19 siswa mencapai ketuntasan belajar 5278Dikarenakan pencapaian pada siklus I belum memenuhi kriteria ketuntasan belajar klasikal maka penelitian dilanjutkan ke siklus II Hasil refleksi pada siklus I digunakan sebagai acuan dalam pemberian tindakan di siklus II dengan melakukan perbaikan-perbaikan pada siklus II dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay Perbaikan-perbaikan dilakukan dengan meningkatkan pengelolaan pembelajaran meningkatkan keaktifan siswa membentuk kelompok baru berdasarkan hasil tes hasil belajar I menggunakan waktu seefektif mungkin serta memberikan pengawasan yang lebih kepada siswa Hasil tes hasil belajar II menunjukkan peningkatan jumlah siswa yang tuntas menjadi 31 siswa 8611 dengan nilai rata-rata sebesar 7867 Pencapaian ini telah memenuhi kriteria ketuntasan belajar klasikal maka penelitian dikatakan berhasil Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan lingkaran di kelas VIII SMP Kartika I-2 Medan TA 20142015http://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-course-review-horay-untuk-meningkatkan-hasil-belajar-siswa-pada-pokok-bahasan-lingkaran-di-kelas-viii-smp-kartika-i-2-medan-ta-20142015-37125.htmlThu, 30 Jul 2015 13:35:08 +0700Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share TPS Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Aritmatika Sosial Di Kelas VII SMP Swasta Ar - Rahman MedanTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share TPS Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Swasta Ar Rahman Medan dengan jumlah 25 orang dan jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas classroom action research yang dilaksanakan dalam 2 siklusHasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar yang terprogram dan terkontrol oleh guru Berdasarkan observasi di SMP Swasta Ar Rahman Medan yang diperoleh bahwa hasil belajar siswa sangat rendah Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan hasil belajar tersebut Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share TPS diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar matematika siswaCara pengambilan data yang dilakukan melalui observasi dan tes Dari hasil tes awal diperoleh 5 siswa yang tuntas ketuntasan klasikal 20 dengan nilai rata-rata kelas 4768 kategori hasil belajar sangat rendah Dari tes hasil belajar I diperoleh bahwa siswa yang tuntas ada 21 siswa ketuntasan klasikal 84 dengan nilai rata-rata kelas 7572 kategori hasil belajar siswa sedang belum mencapai ketuntasan klasikal 85 maka pembelajaran dilanjutkan ke siklus IIPada pelaksanaan tindakan siklus II dilaksanakan dengan memberikan upaya-upaya seperti memperbaiki media pembelajaran mengajak siswa lebih aktif utnuk bertanya memberikan lebih banyak bimbigan saat proses pembelajaran Berdasarkan upaya-upaya tersebut tentunya berpengaruh kepada hasil belajar siswa Dari tes hasil belajar IIdiperoleh bahwa siswa yang tuntas 22 siswa ketuntasan klasikal 88 dengan rata-rata kelas 8772 kategori hasil belajar siswa tinggi Ketuntasan klasikal meningkat 4 dari hasil belajar siswa Rata-rata nilai kelas meningkat 12Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulakn Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share TPS dapat meningkatkan hasil belajar siswahttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-think-pair-share-tps-untuk-meningkatkan-hasil-belajar-siswa-pada-materi-aritmatika-sosial-di-kelas-vii-smp-swasta-ar--rahman-medan-37124.htmlThu, 30 Jul 2015 13:11:17 +0700Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Numbered Head Together Dengan Menggunakan MacromediaFlash Terhadap Kerjasama dan Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas XI Pada Pokok Bahasan Sistem Koloidhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-kooperatif-numbered-head-together-dengan-menggunakan-macromediaflash-terhadap-kerjasama-dan-hasil-belajar-kimia-siswa-kelas-xi-pada-pokok-bahasan-sistem-koloid-37123.htmlThu, 30 Jul 2015 13:07:37 +0700Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Examples Non Examples Dengan Program Isis Draw Terhadap Hasil belajar Kimia Siswa Pada Pokok Bahasan HidrokarbonPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh hasil belajar kimia siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Examples Non Examples dengan program Isis Draw pada pokok bahasan hidrokarbon dan mengetahui hubungan aktivitas belajar siswa dengan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Examples Non Examples dengan program Isis Draw Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 3 Tebing Tinggi yang terdiri dari 9 kelas Pengambilan sampel dilakukan dengan cara random sampling dengan mengambil 2 kelas dari 9 kelas yaitu kelas X-3 sebagai kelas kontrol dan kelas X-9 sebagai kelas eksperimen Sampel penelitian kelas kontrol dan kelas eksperimen masing-masing berjumlah 34 orang Instrumen yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa adalah tes objektif dalam bentuk pilihan ganda berjumlah 20 yang telah divalidasi Sedangkan untuk mengukur ranah afektif digunakan lembar observasi penilaian sikap untuk mengukur aktivitas belajar siswa Kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan model pembelajaran model pembelajaran kooperatif tipe Examples Non Examples dengan program Isis Draw dan kelas Kontrol diberikan perlakuan dengan model pembelajaran Direct instruction Dari hasil ujit-t pihak kanan pada taraf signifikansi 005 dimana Ha diterima jika thitung ttabel yang sekaligus menolak Ho diperoleh harga thitung 1097 ttabel 1758 maka Ha di terima dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Examples Non Examples dengan program Isis Draw terhadap hasil belajar kimia siswa pada pokok bahasan Hidrokarbon di kelas X SMA Negeri 3 Tebing Tinggi Dari hasil uji korelasi diperoleh nilai r hitung r table Maka Ka diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa ada korelasi yang positif dan signifikan antara aktivitas belajar siswa dengan hasil belajar siswa untuk kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Examples Non Examples dengan program Isis Draw dan Kontribusi aktivitas siswa terhadap hasil belajar kimia siswa adalah 8798http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-examples-non-examples-dengan-program-isis-draw-terhadap-hasil-belajar-kimia-siswa-pada-pokok-bahasan-hidrokarbon-37122.htmlThu, 30 Jul 2015 13:00:30 +0700Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning PBL Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Suhu Dan Kalor Di Kelas X SMA Negeri 1 Peragahan Sei Bintai TP 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaranProblem Based Learning PBL terhadap hasil belajar siswa pada materi pokoksuhu dan kalor Penelitian ini termasuk jenis penelitian quasi eksperimen dengandesain two group Pre-test dan Pos-test Populasi penelitian ini adalah semua siswakelas X semester II Sampel penelitian ini diambil dengan teknik cluster randomsampling yang terdiri dari dua kelas Kelas X-2 sebagi kelas eksperimen dankelas X-1 sebagai kelas kontrol Siswa di kelas eksperimen berjumlah 27 orangdan di kelas kontrol sebanyak 24 orang Instrumen yang digunakan berupa essaytes sebanyak 10 soal Tehnik analisis data yang digunakan adalah uji t setelah databerdistribusi normal dan homogen Berdasarkan hasil analisis data dan ujihipotesis diperoleh bahwa ada pengaruh model Problem Based Learning PBLdalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pokok suhu dan kalorhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-problem-based-learning-pbl-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-materi-pokok-suhu-dan-kalor-di-kelas-x-sma-negeri-1-peragahan-sei-bintai-tp-20142015-37121.htmlThu, 30 Jul 2015 12:16:32 +0700Pengaruh Model Problem Based Learning PBL Terhadap Hasil Belajar dan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa Pada Materi Pokok Suhu Kalor dan Perpindahan Kalor Kelas X Semester II SMA Negeri 4 Medan TP 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap hasil belajar dan keterampilan berpikir kreatif pada materi pokok suhu kalor dan perpindahan kalor di kelas X semester I SMA Negeri 4 Medan TP 20142015Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas X SMA Negeri 4 Medan yang terdiri dari 11 kelas MIA Sampel penelitian diambil 2 kelas yang ditentukan dengan teknik cluster random sampling yaitu kelas X MIA-3 dengan pembelajaran model Problem Based Learning dan kelas X MIA-9 dengan pembelajaran konvensional Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar dan keterampilan berpikir kreatif dalam bentuk essai sebanyak 8 soal Instrumen dinyatakan valid oleh tiga orang ahli dan hasil validitas ramalanAnalisa data menunjukkan nilai rata-rata pretes hasil belajar kelas eksperimen 2066 dan kelas kontrol 1973 Sementara nilai rata-rata pretes keterampilan berpikir kreatif kelas eksperimen 5824 dan kelas kontrol 5742 Hasil analisis data pre-test menggunakan uji Wilcoxon hasil belajar dan keterampilan berpikir kreatif kedua sampel diperoleh bahwa kedua kelas memiliki kemampuan awal yang sama Setelah dilakukan perlakuan diperoleh nilai rata-rata hasil belajar postes pada kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing 6244 dan 3511 Sementara nilai rata-rata keterampilan berpikir kreatif postes pada kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing 7973 dan 7233 Hasil analisis data post-test hasil belajar dan keterampilan berpikir kreatif menggunakan uji wilcoxon diperoleh bahwa ada pengaruh model Problem Based Learning PBL terhadap hasil belajar dan keterampulan berpikir kreatif pada materi pokok suhu kalor dan perpindahan kalor di kelas X semester I SMA Negeri 4 Medan TP 20142015http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-problem-based-learning-pbl-terhadap-hasil-belajar-dan-keterampilan-berpikir-kreatif-siswa-pada-materi-pokok-suhu-kalor-dan-perpindahan-kalor-kelas-x-semester-ii-sma-negeri-4-medan-tp-20142015-37120.htmlThu, 30 Jul 2015 12:00:25 +0700Pengaruh Jenis Model Pembelajaran dan Bahan Ajar Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa Pada Pokok Bahasan Hidrolisis Garam Kelas XI di SMAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis model pembelajaran bahan ajar dan interaksi antara jenis model pembelajaran dan bahan ajar terhadap hasil belajar kimia siswa Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Katolik 1 Kabanjahe yakni sebanyak 7 kelas Sampel diambil dengan dua tahap yaitu sampel kelas diambil 4 kelas secara teknik sampling sederhana yaitu dengan undian selanjutnya sampel siswa diambil secara purposif 15 orang siswa dari setiap kelas yang relatif homogen statusnya Penelitian ini menggunakan rancangan faktorial 2 x 2 Ada dua faktor yang diujicobakan yaitu faktor A Jenis Model Pembelajaran dan terdiri dari 2 taraf yaitu A1 model pembelajaran Jigsaw dan A2 model pembelajaran TAI faktor B Bahan Ajar yang terdiri dari 2 taraf yaitu B1 handout dan B2 LKS Berdasarkan uji hipotesis pada taraf signifikan 005 diperoleh bahwa Fhitung A dan B Ftabel artinya ada pengaruh jenis model pembelajaran dan bahan ajar terhadap hasil belajar kimia siswa di SMA dan Fhitung AB Ftabel atau 1928 400 artinya ada interaksi antara jenis model pembelajaran dan bahan ajar terhadap hasil belajar kimia siswa di SMA Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran TAI dengan menggunakan bahan ajar LKS memberikan rataan hasil belajar siswa yang tertinggi yaitu 86 098 Sebaliknya penerapan model pembelajaran TAI dengan menggunakan bahan ajar handout memberikan rataan hasil belajar siswa yang paling rendah yaitu 67 062 Selanjutnya diperoleh bahwa penggunaan model pembelajaran jigsaw yang dikombinasikan dengan bahan ajar LKS memberikan rataan hasil belajar kimia siswa yang lebih tinggi yaitu sebesar 84 128 dan memberikan rataan lebih rendah dengan menggunakan Handout yaitu sebesar 83 094 Pada uji pengaruh sederhana siswa yang akan diberi bahan ajar LKS sebaiknya menggunakan jenis model pembelajaran TAI sedangkan siswa yang akan diberi bahan ajar Handout dapat diajarkan dengan menggunakan jenis model pembelajaran Jigsaw ataupun TAI karena secara statistik tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil kedua model pembelajaran tersebut pada bahan ajar Handouthttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-jenis-model-pembelajaran-dan-bahan-ajar-terhadap-hasil-belajar-kimia-siswa-pada-pokok-bahasan-hidrolisis-garam-kelas-xi-di-sma-37119.htmlThu, 30 Jul 2015 11:58:13 +0700The Development of Innovative Chemistry Module with Integration of Experiment on Learning of Salt Hydrolysis Topic in Senior High SchoolA set of standard learning material can be used as supporting learning of chemistry based on Curriculum 2013 The aim of this study was to develop a set of good quality chemistry module with intergration of experiment through innovstion for students in Senior High School The arrangement and development of innovative chemistry module with integration of experiment on learning of Salt Hydrolysis topic based on Curriculum 2013 was innovative and equipped with Alternative Experiment of Salt Hydrolysis in Daily Life and virtual lab and video practicum in CD form Based on the questionnaire the innovative chemistry module with integration of experiment on Learning of Salt Hydrolysis Topic that distributing to six chemistry teachers are very appropriate 9115 three chemistry lecturers are very appropriate 9063 and students from three schools are very appropriate 9080 Keyword innovative chemistry module with integration of experiment salt hydrolysis curriculum 2013http://digilib.unimed.ac.id/the-development-of-innovative-chemistry-module-with-integration-of-experiment-on-learning-of-salt-hydrolysis-topic-in-senior-high-school-37118.htmlThu, 30 Jul 2015 11:52:27 +0700Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Suhu dan Kalor di Kelas X Semester II SMA Negeri 4 Medan TP 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok Suhu dan Kalor di kelas X Semester II SMA Negeri 4 Medan TP 20142015 Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas X SMA Negeri 4 Medan yang terdiri dari 11 kelas MIA Sampel penelitian diambil 2 kelas yang ditentukan dengan teknik cluster random sampling yaitu kelas X-7 dengan jumlah siswa 38 orang menggunakan Model Pembelajaran Inkuiri dan kelas X-3 dengan jumlah siswa 35 orang mengggunakan Model Pembelajaran konvensional Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu untuk tes hasil belajar berupa tes pilihan berganda yang berjumlah 20 soal yang sebelumnya telah diuji validitasnya oleh ahli dan untuk observasi aktivitas belajar siswa sudah disusun secara sistematis di lembar observasi Dari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata pretes untuk kelas eksperimen 2908 dan kelas kontrol 2786 Kemudian setelah diberi perlakuan yang berbeda diperoleh nilai rata-rata postes untuk kelas eksperimen 5526 dan kelas kontrol 4814 Untuk data aktivitas disajikan dalam bentuk persentase aktivitas secara individu dan secara klasikal yaitu rata-rata persentase perhitungan aktivitas belajar siswa kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran Inkuiri tergolong sangat baik untuk setiap aspek penilaian dan rata-rata persentase perhitungan aktivitas belajar siswa kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran Konvensional untuk aspek visual listening motor dan mental tergolong tidak baik dan untuk aspek oral dan emotional tergolong cukup baik serta aspek writing tergolong baik Persentase pengaruh peningkatan hasil belajar siswa diperoleh peningkatan sebesar 1479 hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan Model Pembelajaran Inkuiri terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok Suhu dan Kalor di kelas X Semester II SMA Negeri 4 Medan TP 20142015http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-inkuiri-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-materi-pokok-suhu-dan-kalor-di-kelas-x-semester-ii-sma-negeri-4-medan-tp-20142015-37117.htmlThu, 30 Jul 2015 11:50:45 +0700Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Suhu Kalor dan Perpindahan Kalor di Kelas X SMA Negeri 5 Medan TP 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Inquiry terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok Suhu Kalor dan Perpindahan Kalor di kelas X semester II SMA Negeri 5 Medan TP 20142015 serta melihat aktivitas siswa yang menggunakan model pembelajaran InquiryJenis penelitian ini adalah quasi eksperimen Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 5 Medan Pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling dengan mengambil 2 kelas dari 8 kelas dimana kelas X MIA 4 dengan jumlah siswa 41 orang sebagai kelas eksperimen diajar dengan Model pembelajaran Inquiry sedangkan kelas X MIA 2 dengan jumlah siswa 43 orang sebagai kelas kontrol diajar dengan pembelajaran Konvensional Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu untuk tes hasil belajar berupa essai test yang berjumlah 8 soal yang sebelumnya telah diuji validitasnya oleh ahli dan instrumen yang digunakan untuk mengetahui aktivitas belajar siswa adalah lembar observasiDari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata pretes untuk kelas eksperimen 3666 dan kelas control 3372 Kemudian setelah diberikan perlakuan berbeda diperoleh nilai rata-rata postes untuk kelas eksperimen 5646 dan kelas kontrol 5254 Untuk data aktivitas disajikan dalam bentuk persentase aktivitas secara individu dan secara klasikal yaitu untuk kelas eksperimen memiliki rata-rata aktivitas sebesar 7739 sedangkan kelas kontrol sebesar 5519 Persentase pengaruh peningkatan hasil belajar siswa diperoleh peningkatan sebesar 75 hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran Inquiry terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok Suhu Kalor dan Perpindahan Kalor di Kelas X Semester II SMA Negeri 5 Medan TP 20142015http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-inquiry-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-materi-pokok-suhu-kalor-dan-perpindahan-kalor-di-kelas-x-sma-negeri-5-medan-tp-20142015-37116.htmlThu, 30 Jul 2015 11:46:44 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menerapkan Contextual Teaching And Learning CTL Menggunakan Media Komputer Microsoft Power Point Di Kelas VII-I SMP Negeri 3 Simanindo TA 20142015Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dibagi dalam dua siklus siklus I terdiri dari 2 kali pertemuan dan siklus II terdiri dari 2 kali pertemuan Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa melalui Penerapan Contextual Teaching and Learning menggunakan Media Komputer Microsoft Power Point pada materi bangun datar segiempat di kelas VII-I SMP Negeri 3 Simanindo TA 20142015Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-1 SMP Negeri 3 Simanindo Tahun Ajaran 20142015 yang berjumlah 20 orang siswa Objek dalam penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar matematika siswa dengan Penerapan Contextual Teaching and Learning menggunakan Media Komputer Microsoft Power PointInstrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan tes hasil belajar Lembar observasi digunakan untuk melihat proses pembelajaran selama proses belajar mengajar dengan menerapkan pembelajaan kontekstual Tes hasil belajar digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa dan ketuntasan belajar siswa dalam menyelesaikan soal yang berkaitan dengan bangun datar segiempat setelah pembelajaran kontekstual dilakukanDari hasil penelitian diperoleh bahwa nilai rata-rata hasil observasi pembelajaran untuk peneliti pada siklus I adalah 285 dengan kategori baik sedangkan pada siklus II nilai rata-rata hasil observasi pembelajaran adalah 316 dengan kategori baik Berdasarkan hasil tes awal diperoleh ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal 65 adalah 5 dan nilai rata-rata kelas 4675 Setelah pemberian tindakan I siklus I diperoleh ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal yaitu 600 dan nilai rata-rata kelas 635 Setelah pemberian tindakan II siklus II diperoleh ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal yaitu 850 dan nilai rata-rata kelas 8025 Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa Penerapan Contextual Teaching and Learning menggunakan Media Komputer Microsoft Power Point dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi bangun datar segiempat di kelas VII-I SMP Negeri 3 Simanindo TA 20142015 Saran yang diajukan yaitu guru dapat menerapkan Contextual Teaching and Learning menggunakan Media Komputer Microsoft Power Point sebagai alternatif dalam pembelajaran yang bertujuan untk meningkatkan hasil belajar matematika siswahttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-siswa-dengan-menerapkan-contextual-teaching-and-learning-ctl-menggunakan-media-komputer-microsoft-power-point-di-kelas-viii-smp-negeri-3-simanindo-ta-20142015-37115.htmlThu, 30 Jul 2015 11:30:47 +0700The Effect of Project Based Learning Model toward Students Critical Thinking Skill about Dynamic Electricity at Grade X Science in SMA N 2 Lintongnihuta Academic Year 20142015Critical thinking is general term of cognitive skills and intellectual disposition needed to effectively identify analyze and evaluate argument and truth claims Critical thinking is one gold standard of project based learning model This research aimed to know and describe the effect of project based learning toward students critical thinking skill about dynamic electricityThis research employed a quasi experimental pretest and posttest with control design The populations were 60 students grade X-science in SMA N 2 Lintongnihuta academic year 20142015 The samples consist of two classes one class with 30 students as experimental class and one class as control class with 30 students while the sampling technique used cluster random sampling Research instrument used essay test of critical thinking ability based on Ennis indicator The data obtained in the study were analyzed by the computer program SPSS 18The result showed that students critical thinking ability in experimental class which had been treated with project based learning model had been significantly different from control class which had been treated with conventional learning In addition the improvement of critical thinking skill in PBL class was greater than in control class This meant implementation project based learning has a significant effect toward students critical thinking skill Result of student activity also showed student in PBL class has good collaboration responsibility and activenesshttp://digilib.unimed.ac.id/the-effect-of-project-based-learning-model-toward-students-critical-thinking-skill-about-dynamic-electricity-at-grade-x-science-in-sma-n-2-lintongnihuta-academic-year-20142015-37114.htmlThu, 30 Jul 2015 11:17:44 +0700Penerapan Model Problem Based Learning Menggunakan Metode Eksperimen Untuk Meningkatkan Kerjasama Dan Hasil Belajar Kimia Siswa Pada Pokok Bahasan Laruran Elektrolit Dan NonelektrolitPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya penerapan model problem based learning menggunakan metode eksperimen memberikan peningkatan hasil belajar yang lebih tinggi dibanding peningkatan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model problem based learning pada pokok bahasan larutan elektrolit dan nonelektrolit di SMA Sampel penelitian sebanyak dua kelas yaitu kelas eksperimen 1 yang diberi perlakuan menggunakan model problem based learning menggunakan metode eksperimen dan kelas eksperimen 2 diberi perlakuan model problem based learning Penelitian ini menggunakan instrument test yang telah diujicobakan dan telah valid Data hasil peningkatan belajar gain siswa diuji normalitas dan homogenitasnya hasil yang didapat kedua kelompok sampel homogen dan berdistribusi normal Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji satu pihak yaitu uji pihak kanan dan diperoleh Fhitung 359 sedangkan Ftabel 199 Karena Fhitung Ftabel pada taraf 5 maka Ho ditolak Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa adanya penerapan model problem based learning menggunakan metode eksperimen memberikan peningkatan hasil belajar yang lebih tinggi dibanding peningkatan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model problem based learning pada pokok bahasan larutan elektrolit dan nonelektrolit di SMA Nilai afektif berupa sikap kerjasama siswa dilakukan dengan menggunakan analisis korelasi dimana r 0 Pada eksperimen 1 diperoleh r 067 dan eksperimen 2 diperoleh r 048 dengan demikia Ho ditolak Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan nilai sikap kerjasama terhadapa persentase peningkatan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model problem based learning menggunakan metode eksperimen dan yang diajar dengan model problem based learninghttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-problem-based-learning-menggunakan-metode-eksperimen-untuk-meningkatkan-kerjasama-dan-hasil-belajar-kimia-siswa-pada-pokok-bahasan-laruran-elektrolit-dan-nonelektrolit-37113.htmlThu, 30 Jul 2015 11:01:09 +0700Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Suhu dan Kalor di Kelas X Semester II SMA Negeri 15 Medan TP 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa dan bagaimana aktivitas siswa selama menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi pokok Suhu dan Kalor di kelas X Semester II SMA Negeri 15 Medan Tahun Pelajaran 20142015Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan menggunakan design Two group pretest-posttest design dengan populasi seluruh siswa kelas X semester II SMA Negeri 15 Medan yang terdiri dari 10 kelas dengan sampel penelitian diambil 2 kelas yang ditentukan dengan teknik cluster random sampling yaitu kelas X-10 sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan jumlah siswa 35 orang dan kelas X-9 sebagai kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran konvensional dengan jumlah siswa 35 orang Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar siswa dalam bentuk essay sebanyak 8 soal yang telah divalidasiNilai rata-rata pretest kelas eksperimen adalah 724 dan nilai rata-rata pretest kelas kontrol adalah 692 kemudian dilakukan uji normalitas dan homogenitas sehingga dari hasil tersebut disimpulkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen dengan demikian telah terpenuhi persayaratan untuk melakukan uji t dua pihak Uji t menunjukkan -ttabel thitung ttabel -199 034199 dimana Ho diterima yang berarti kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki kemampuan awal yang sama Kelas eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing sedangkan kelas kontrol diberi perlakuan model konvensional kemudian dilakukan posttest dan diperoleh nilai rata-rata pada kelas eksperimen 4756 dan nilai rata-rata posttest kelas kontrol adalah 4195 kemudian dilakukan uji normalitas dan homogenitas sehingga hasil tersebut disimpulkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen Hasil pengujian hipotesis diperoleh thitung ttabel yaitu 237 167 pada taraf signifikansi 945 005 dan dk 68 dengan demikian Ha diterima yang berarti ada perbedaan akibat pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok suhu dan kalor di kelas X semester II SMA Negeri 15 Medan TP 20142015 Pada kelas eksperimen diperoleh rata-rata aktivitas siswa dari pertemuan I sd III sebesar 7010 dengan kategori cukup aktifhttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-inkuiri-terbimbing-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-materi-pokok-suhu-dan-kalor-di-kelas-x-semester-ii-sma-negeri-15-medan-tp-20142015-37112.htmlThu, 30 Jul 2015 10:57:14 +0700Perbandingan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Make A Match dengan Word Square Pada Materi Sistem Pencernaan Di Kelas XI SMA Negeri 1 Hamparan Perak Tahun Pembelajaran 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran make a match dengan word square pada materi sistem pencernaan di kelas XI SMA Negeri 1 Hamparan Perak TP 20142015 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XI IPA SMA Negeri 1 Hamaparan Perak yang terdiri dari 3 kelas Sedangkan sampel penelitian di ambil secara Random Sampling acak yang terdiri dari 2 kelas dimana kelas XI IPA1 dijadikan sebagai kelas eksperimen yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Make A Match dan kelas XI IPA2 dijadikan sebagai kelas eksperimen yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Word Square dengan masing-masing jumlah siswa tiap kelas adalah 35 orang Berdasarkan hasil uji persyaratan data diketahui bahwa baik data hasil belajar siswa pada kelas eksperimen 1 Make A Match dan kelas eksperimen 2 Word Square dinyatakan berdistribusi normal dan memiliki varians yang seragam homogen Dari analisis data diperoleh nilai rata-rata postest siswa pada kelas eksperimen 1 Make A Match adalah sebesar 7535 sedangkan nilai rata-rata pretes pada kelas eksperimen 2 Word Square adalah sebesar 7845 Berdasarkan nilai tersebut dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa di kelas XI IPA 2 yang diberi perlakuan Word Square lebih tinggi dibandingkan dengan kelas XI IPA 1 yang diberi perlakuan Make A Match Kemudian dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t dan taraf kepercayaan 005 dimana thitung 861 ttabel 167 yang berarti H0 ditolak sekaligus menerima Ha Sehingga dapat dinyatakan bahwa adanya perbedaan hasil belajar siswa menggunakan Model Pembelajaran Make A Match dengan Word Square Pada Materi Sistem Pencernaan di Kelas XI SMA Negeri 1 Hamparan Perak TP 20142015http://digilib.unimed.ac.id/perbandingan-hasil-belajar-siswa-menggunakan-model-pembelajaran-make-a-match-dengan-word-square-pada-materi-sistem-pencernaan-di-kelas-xi-sma-negeri-1-hamparan-perak-tahun-pembelajaran-20142015-37111.htmlThu, 30 Jul 2015 10:47:37 +0700Pengaruh Model Problem Based Learning Menggunakan Peta Konsep Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Suhu dan Kalor Di Kelas X Semester II SMA Negeri I Tanjung Morawa TP 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning menggunakan peta konsep terhadap hasil belajar siswa pada materi suhu dan kalor di kelas X semester II SMA Negeri 1 Tanjung Morawa TP 20142015Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain penelitian two group pretest-posttest design Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas X Semester II SMA N 1 Tanjung Morawa yang terdiri dari 10 kelas Pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling dengan mengambil 2 kelas dari 10 kelas secara acak yaitu kelas X-6 sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 40 orang dan kelas X-7 sebagai kelas kontrol yang berjumlah 40 orang Instrumen dalam penelitian ini ada 2 buah yaitu tes hasil belajar yang telah divalidasi dalam bentuk essay sebanyak 10 soal dan lembar observasi aktivitas belajar siswa Teknik analisis data menggunakan uji normalitas uji homogenitas uji kesamaan rata rata uji t dua pihak dan uji t satu pihakDari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata pretes kelas eksperimen 4375 dengan standar deviasi 1113 dan nilai rata-rata kelas kontrol 4275 dengan standar deviasi 1044 Pada pengujian normalitas untuk pretes diperoleh pada kelas eksperimen dengan Lhitung 01323 dan Ltabel 01401 untuk kelas kontrol dengan Lhitung 01388 dan Ltabel 01401 sehingga diperoleh Lhitung Ltabel maka data kedua kelas berdistribusi normal Pada uji homogenitas diperoleh Fhitung 1139 dan Ftabel 1705 sehingga Fhitung Ftabel maka kedua sampel berasal dari kelompok yang homogen Setelah pembelajaran selesai diberikan diperoleh postes dengan hasil rata-rata kelas eksperimen 6237 dengan standar deviasi 912 dan kelas kontrol 5650 dengan standar deviasi 935 Hasil uji t satu pihak dengan taraf signifikansi 005 diperoleh thitung 285 dan ttabel 1668 sehingga thitung ttabel maka Ha diterima dan H0 ditolak dengan demikian disimpulkan bahwa penggunaan model Problem Based Learning ada perbedaan yang signifikan akibat pengaruh hasil belajar siswa pada materi Suhu dan Kalor di kelas X semester II SMA Negeri 1 Tanjung Morawa TP 20142015 Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata nilai 7106 dengan kategori aktif dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran kelas kontrol memiliki nilai rata-rata 5417 dengan kategori cukup aktifhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-problem-based-learning-menggunakan-peta-konsep-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-materi-suhu-dan-kalor-di-kelas-x-semester-ii-sma-negeri-i-tanjung-morawa--tp-20142015-37110.htmlThu, 30 Jul 2015 10:43:57 +0700Efek Hepatoprotektif Tepung Daun Bangun-bangun Plectranthus amboinicus Lour pada tikus putih Rattus norvegicus yang diberi aktivitas fisik maksimal AFMBangunbangun Plectranthus amboinicus Lour telah digunakan untuk berbagai keperluan termasuk untuk memelihara kesehatan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung daun bangunbangun terhadap kadar SGPT tikus wistar yang diberi AFM Dua puluh empat ekor tikus putih digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga kelompok masing-masing kelompok terdiri dari empat ekor jantan dan empat ekor betina Setiap kandang ditempati dua ekor tikus jadi tiap kelompok perlakuan disediakan empat kandang tikus Tikus jantan dan betina dalam setiap kelompok ditempatkan dalam kandang terpisah Tiap kandang dilengkapi dengan tempat makanan dan minuman sekam serta kawat kasa sebagai penutup pada bagian atas Makanan dan minuman diberikan secara ad libitum Cahaya ruang pemeliharaan dikontrol persis 12 jam gelap dan 12 jam terang Sedangkan suhu dan kelembaban dibiarkan sesuai dengan kondisi alamiah Tepung daun bangunbangun diberikan secara oral menggunakan gastric tube setiap hari selama 30 hari Aktifitas Fisik maksimal AFM diberikan dua hari sekali dengan cara berenang hingga tikus hampir tenggelam dan tampak tanda-tanda kelelahan berupa tenggelamnya hampir semua badan kecuali hidung dan melemahnya gerakan anggota gerak Pada hari ke 31 darah tikus diambil dengan cara dekapitasi leher untuk analisis kadar SGPT dan SGOT Data yang diperoleh dianalisis dengan anava dan dilanjutkan dengan BNT Hasil analisis data menunjukkan bahwa pemberian TBB menurunkan kadar SGPT dan SGOT tikus yang diberi AFM hingga hampir sama dengan kontrol TBB meningkatkan daya tahan berenang pada tikushttp://digilib.unimed.ac.id/efek-hepatoprotektif-tepung-daun-bangunbangun-plectranthus-amboinicus-lour-pada-tikus-putih-rattus-norvegicus-yang-diberi-aktivitas-fisik-maksimal-afm-37109.htmlThu, 30 Jul 2015 10:34:32 +0700Aplikasi Algoritma Welch-Powell dan Graf Kompatibel Pada Penentuan Waktu Tunggu Total Optimal Di Persimpangan Lapangan Sejati Pratama Jalan AH Nasution Medan JohorPada persimpangan jalan banyak ditemui lampu lalu lintas dengan durasilampu hijau yang singkat dan lampu merah yang lama Misalnya di PersimpanganLapangan Sejati Pratama Oleh karena itu perlu adanya pengaturan lampu lalulintas yang baik Algoritma Welch-Powell dan graf kompatibel dapatdiaplikasikan untuk menentukan waktu tunggu total optimal pada lampu lalulintas di persimpangan jalan dengan mempertimbangkan volume kendaraan agarhasil yang diperoleh lebih sesuai dan tepat dengan kondisi persimpangan Hasilperhitungan waktu tunggu total optimal di Persimpangan Lapangan Sejati Pratamamenggunakan graf kompatibel dan algoritma Welch-Powell yaitu 120 detik Hasiltersebut sudah optimal karena berada pada batasan waktu siklus yang dianjurkandalam Manual Kapasitas Jalan Indonesia yaitu 80 130 detik untuk pengaturan 4fase Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu bahan masukan bagiDinas Perhubungan Kota Medan untuk menghitung jumlah waktu tunggu totaloptimal pada Persimpangan Lapangan Sejati Pratamahttp://digilib.unimed.ac.id/aplikasi-algoritma-welchpowell-dan-graf-kompatibel-pada-penentuan-waktu-tunggu-total-optimal-di-persimpangan-lapangan-sejati-pratama-jalan-ah-nasution-medan-johor-37108.htmlThu, 30 Jul 2015 10:30:13 +0700