UNIMED Digital Repository feedhttp://digilib.unimed.ac.idUNIMED Digital Repository | Digital Library , Theses, Journal Article, Publication, Research, Heritage, Paper, Multimedia , Literature, DocumentidCopyright (C) 2012-2015 UNIMED Digital RepositoryPENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN DI DUNIA PENDIDIKANDalam era globalisasiterdapat kebebasan memasarkan hasil sumber daya alamprodukjasa profesional dan layanan-lainnya baik kesehatan pendidikan dan lain sebagainyaDengan kebebasan tersebut suka atau tidak suka harus mengikuti perkembangan dan kemajuan zaman sesuai dengan perkembangan teknologiDalam era perekonomian global tersebut akan membuka peluang bisnis yang semakin luas bagi negara berkembang maupun negara majudengan disertai tantangan-tantangan yang semakin ketat dan kompleks dalam kewirausahaanTidak satupun negara di dunia ini yang dapat memenuhi kebutuhannya dengan baik tanpa menjalin hubungan dengan negara lain Hubungan antara negara dengan negara lain sangat dibutuhkan bukan saja oleh negara berkembang tetapi juga negara maju Umumnya negara-negara berkembang sebagai penghasil bahan baku yang kemudian di ekspor ke negara majusedangkan hasil olahan industri negara maju di pasarkan di negara-negara berkembangDengan demikian terjadilah perdagangan internasional yang diharapkan dapat menguntungkan pihak yang melakukan perdagangan tersebutFaktor pendorong terjadinya perdagangan internasional antara lain adalah perbedaan sumber daya alamkekayaan alam yang dimiliki masing-masing negaraselera penduduk suatu negara terhadap suatu produkefisiensi yang berbeda dari suatu negara dengan negara yang lainsehingga dapat menekan biaya produksi masal sehingga lebih menguntungkanperbedaan teknologi sesuai dengan keahlian suatu bangsa dengan bangsa yang laindipengaruhi dengan faktor-faktor yang lain yang mendorong perdagangan internasionalDilihat dari perbedaan tersebut diatassebaiknya suatu negara akan mengembangkan kewirausahaan di dunia pendidikan agar dapat membangun negaranya melalui kewirausahaan yang telah di pelajari di sekolah ataupun di kursus-kursus maupun perguruan tinggi untuk mengubah pola pikir dari pencarian kerja menjadi pemberi kerjaSehingga setiap negara memanfaatkan peluang bisnis yang ada sesuai dengan keberadaan dan kemampuan masyarakat negara tersebutuntuk dapat digunakan sebagai alat dalam menghadapi tantangan kewirausahaan yang semakin kompleks serta meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia SDM masyarakat negara berkembang melalui pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan suatu masyarakat guna meningkatkan kesejahtraan masyarakan Di sisi lain negara maju memanfaatkan peluang yang ada guna meningkatkan perluasan pasar produksinyahttp://digilib.unimed.ac.id/pengembangan-kewirausahaan-di-dunia-pendidikan-34253.htmlFri, 30 Jan 2015 14:58:55 +0700Penerapan Strategi Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Mengoperasikan Software Spreadsheet Pada Siswa Kelas X SMK Swasta Harapan Stabat Tahun ajaran 20122013Masalah yang dihadapi dalam penelitian ini adalah masalah rendahnya hasil belajar siswa pada kompetensi dasar Mengoperasikan Software Spreadsheet di kelas X SMK Swasta Harapan Stabat Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada kompetensi dasar Mengoperasikan Software Spreadsheet dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Problem Based Learning kelas X SMK Swasta Harapan StabatJenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas PTK Subjek dalam penelitian sebanyak 36 orang siswa terdiri dari 16 laki-laki dan 20 perempuan Pelaksanaan PTK dilakukan dengan dua siklus Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan observasi Tes yang diberikan berupa soal pilihan ganda dengan 15 sd 20 butir soal Soal yang diberikan 3 kali yaitu tes awal siklus I dan siklus II sedangkan observasi meliputi aktivitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran Observasi meliputi aktivitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran Pada tes awal sebelum diberikan tindakan terlihat bahwa ketuntasan yang diperoleh hanya sebanyak 6 siswa mendapat nilai tuntas dengan persentase 1666 dan sebanyak 30 siswa mendapat nilai tidak tuntas dengan persentase 8333 Pada tindakan siklus I dengan penerapan Strategi Pembelajaran Problem Based Learning ketuntasan hasil belajar siswa yang dicapai masih dalam kriteria rendah yaitu sebanyak 25 siswa mendapat nilai tuntas dengan persentase 6944 dan sebanyak 11 siswa mendapat nilai tidak tuntas dengan persentase 3055 Pada tindakan siklus II dengan penerapan Strategi Pembelajaran Problem Based Learning ketuntasan hasil belajar siswa yang dicapai mengalami peningkatan yaitu sebanyak 32 siswa mendapat nilai tuntas dengan persentase 8888 dan sebanyak 4 siswa mendapat nilai tidak tuntas dengan persentase 1111 Selanjutnya dari hasil observasi pada siklus I kegiatan guru dalam mengajar diperoleh nilai rata-rata 75 dan kegiatan siswa selama mengikuti pelajaran memperoleh nilai 6875 Sedangkan pada siklus II ternyata terjadi peningkatan dimana kegiatan guru dalam mengajar memperoleh nilai 9218 dan kegiatan siswa selama mengikuti pelajaran memperoleh nilai 9166Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan Strategi Pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kompetensi dasar Mengoperasikan Software Spreadsheet kelas X SMK Swasta Harapan Stabathttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-strategi-pembelajaran--problem-based-learning-terhadap-hasil-belajar-mengoperasikan-software-spreadsheet-pada-siswa-kelas-x-smk-swasta-harapan-stabat-tahun-ajaran-20122013-34252.htmlFri, 30 Jan 2015 10:45:59 +0700Hubungan Budaya Organisasi Dan Motivasi Berprestasi Dengan Prestasi Belajar Perakitan Komputer PK Pada Siswa Kelas X Jurusan Teknik Komputer Dan Jaringan Di SMK Musda Perbaungan Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara Budaya Organisasi Dan Motivasi Berprestasi Dengan Prestasi Belajar Perakitan Komputer PK Pada Siswa Kelas X Jurusan Teknik Komputer Dan Jaringan Di SMK Musda Perbaungan Tahun Ajaran 20132014 dan untuk mengetahui tingkat pemahaman Budaya Organisasi Dan Motivasi Berprestasi Dengan Prestasi Belajar Perakitan Komputer PK Pada Siswa Metode penelitian ini bersifat deskriptif korelasional yaitu bertujuan untuk memperoleh informasi tentang suatu gejala pada saat penulisan dilakukanPopulasi pada penelitian ini adalah seluruh Siswa Kelas X Jurusan TKJ SMK Musda Perbaungan Tahun Ajaran 20132014 dengan jumlah 60 orang Sampel penelitian ini sebanyak 57 orangData penelitian ini dikumpulkan dengan angket dan tes objektif dimana data penelitian yang dijaring dengan angket adalah variabel Budaya Organisasi dan Motivasi Berprestasi sedangkan untuk variabel Prestasi Belajar Perakitan Komputer PK dijaring dengan menggunakan tes objektif berbentuk pilihan bergandaValiditas kesahihan instrument penelitian diuji dengan rumus Korelasi Product Moment untuk angket sedangkan untuk tes digunakanKorelasi Point Biserial pada taraf signifikansi 5 Reliabilitas keterandalan instrument penelitian diuji dengan rumus Koefisien Alpha yaitu sebesar 0893 untuk angket Budaya Organisasi dan untuk Motivasi Berprestasi sebesar 0955 sedangkan untuk tes diuji dengan rumus KR-20 yaitu sebesar 0826 untuk instrument Prestasi Belajar Perakitan Komputer PKUntuk uji keberartian dan kelinieran Prestasi Belajar Perakitan Komputer PK Y atas variabel Budaya Organisasi X1 diperolehFhitung1645 dengan Ftable pada taraf signifikansi 5 453 sehingga FhitungFtabelyaitu1645 415 Sehingg aregresi dinyatakan berarti pada taraf signifikansi 5Pada uji kelinieran diperoleh Fhitung -0160 dengan Ftabel pada taraf signifikansi 5 453 sehingga FhitungFtabel yaitu -0160 453 sehingga hubungan X1dan Y adalah positif dan berarti Untuk uji keberartian dan kelinieran hasil belajar Perakitan Komputer PK Y atas variabel Kemampuan Motivasi Berprestasi X2 diperolehFhitung 14989 dengan Ftabel pada taraf signifikansi 5 415 sehingga FhitungFtabel yaitu 18989 415 Sehingga regresi dinyatakan berarti pada taraf signifikansi 5Pada uji kelinieran diperoleh Fhitung-0414 dengan Ftabel pada taraf signifikansi 5 277 sehingga FhitungFtabel yaitu-0414 277 sehingga hubungan X2dan Y adalah positif dan berartiDari hasil analisis data diperoleh bahwa pemahaman Budaya organisasi X1yang baik 54385 dan Motivasi berprestasi X2 yang baik 57895 sedangkan Prestasi Belajar Perakitan komputer PK Y yang baik 59469 Hasil analisis Budaya Organisasi dan Motivasi berprestasi dengan Prestasi Belajar Perakitan Komputer PK koefisien korelasi ganda menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang positif dan berarti dari Koefisien korelasi ganda R 0671 sedangkan determinasi R2 0451Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan berarti dari Budaya Organisasi Dan Motivasi Berprestasi Dengan Prestasi Belajar Perakitan Komputer PK Pada SiswaKelas X Jurusan Teknik Komputer Dan Jaringan Di SMK MusdaPerbaunganTahunAjaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/hubungan-budaya-organisasi-dan-motivasi-berprestasi-dengan-prestasi-belajar-perakitan-komputer-pk-pada-siswa-kelas-x-jurusan-teknik-komputer-dan-jaringan-di-smk-musda-perbaungan-tahun-ajaran-20132014-34251.htmlFri, 30 Jan 2015 10:40:33 +0700Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif Pada Mata Pelajaran Mendiagnosis Permasalahan Pengoperasian PC dan Peripheral Di SMK Negeri 1 Pergetteng-Getteng Sengkut Pakpak BharatPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui rancang bangun media pembelajaran interaktif pada mata pelajaran Mendiagnosis Permasalahan Pengoperasian PC Dan Peripheral dan menguji kelayakan media pembelajaran interaktif yang dirancang sebagai media pembelajaran yang efektif bagi siswa Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X jurusan Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 1 Pergetteng-Getteng Sengkut Pakpak Bharat Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas X jurusan Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 1 Pergetteng-GettengSengkut Pakpak Bharat yang terdiri dari 1 kelas dan berjumlah 28 orang Prosedur rancang bangun media pembelajaran berbasis multimedia interaktif pada mata pelajaran mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC dan peripheral yang dikemas dalam bentuk CD interaktif dilakukan dengan menggunakan model desain pengembangan ADDIE Analysis Design Development Implementation and EvaluationBerdasarkan hasil pengujian yang dilakukan dalam beberapa tahap media pembelajaran yang dirancang dinyatakan sangat layak dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran terlihat dari respon yang diberikan oleh ahli media ahli materi dan siswa sebagai pengguna utamahttp://digilib.unimed.ac.id/pengembangan-media-pembelajaran-berbasis-multimedia-interaktif-pada-mata-pelajaran-mendiagnosis-permasalahan-pengoperasian-pc-dan-peripheral-di-smk-negeri-1-pergettenggetteng-sengkut-pakpak-bharat-34250.htmlFri, 30 Jan 2015 10:36:35 +0700Hubungan Antara Belajar Mandiri Dan Motivasi Belajar Dengan Hasil Belajar Membaca Gambar Teknik Pada Siswa Kelas X Teknik Pemesinan SMK Negeri 1 Lubuk PakamPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 Hubungan Antara Belajar Mandiri Dengan Hasil Belajar Membaca Gambar Teknik 2 Hubungan Antara Motivasi Belajar Dengan Hasil Belajar Membaca Gambar Teknik 3 Hubungan Antara Belajar Mandiri Dan Motivasi Belajar Secara Bersama-sama Dengan Hasil Belajar Membaca Gambar Teknik Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2014 Lokasi penelitian di SMK Negeri 1 Lubuk Pakam Populasi dalam penelitian ini adalah sejumlah 68 siswa pada siswa kelas X Jurusan Mesin Produksi Penentuan sampel pada penelitian ini digunakan Table Krejcie dan Morgan dengan populasi N 68 orang karena tidak terdapat pada tabel maka digunakan rumus interpolasi maka sampel penelitian adalah n 58 siswa dengan taraf signifkan 5 Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket Belajar Mandiri Dan Motivasi Belajar siswa sedangkan data Hasil belajar Membaca Gambar Teknik melalui dokumentasi Daftar Kumpulan Nilai Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif Analisis data menggunakan deskriptif korelasional persyaratan analisis dengan uji normalitas uji linieritas uji regresi ganda uji koefisien korelasi antar variabel uji hipotesis dengan korelasi product momen dan uji t Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara Belajar Mandiri Terhadap Hasil Belajar Membaca Gambar Teknik sebesar rhitung 056 rtabel 0258 dan besar thitung 552 ttabel 1672 pada taraf signifikansi 5 Dan terdapat korelasi antara Motivasi Belajar Dengan Hasil Belajar Membaca Gambar Teknik sebesar rhitung 059 rtabel 0258 dan besar thitung 546 ttabel 1672 pada taraf signifikansi 5 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat Hubungan Antara Belajar Mandiri Dan Motivasi Belajar Membaca Gambar Teknik Pada Siswa Kelas X Teknik Pemesinan SMK Negeri 1 Lubuk Pakamhttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-antara-belajar-mandiri-dan-motivasi-belajar-dengan-hasil-belajar-membaca-gambar-teknik-pada-siswa-kelas-x-teknik-pemesinan-smk-negeri-1-lubuk-pakam-34249.htmlThu, 29 Jan 2015 10:54:51 +0700Perbedaan Hasil Belajar Gambar Teknik GT Siswa Kelas X Teknik Kendaraan Ringan SMK Swasta YPD TTinggi yang Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Model Kooperatif Tipe STAD Tahun Ajaran 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar gambar teknik di kelas X Teknik Kendaraan Ringan SMK Swasta YPD Tebing TinggiJenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X TKR yang terdiri dari 2 kelas pada semester I Tahun Ajaran 20142015 Pengambilan sampel dilakukan dengan cara clauster random sampling dengan mengambil 2 kelas X TKR1 sebagai kelas eksperimen dan X TKR2 sebagai kelas kontrol Instrumen yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa adalah tes pilihan berganda sebanyak 25 soal yang sudah diujicobakan dan dianalisis terlebih dahulu Sebelum dilakukan perlakuan pada 2 dua kelas tersebut terlebih dahulu diberikan pretest untuk memperoleh data awal dan mengetahui kemampuan kedua kelas tersebut apakah sama atau tidak Setelah diberikan perlakuan kemudian diberikan posttest untuk memperoleh data hasil belajar sebagai alat pengumpul data penelitian Data diambil dari hasil belajar yang dicapai oleh siswa dan selanjutnya dianalisis untuk menguji hipotesis dengan menggunakan uji tHasil dari penelitian menunjukkan hasil belajar siswa sebelum pembelajaran antara kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki kemampuan awal yang hampir sama ditunjukkan dengan peroleh rata - rata nilai pretest dari kelas eksperimen 4933 dan kelas kontrol sebesar 4907 Sesudah perlakuan pembelajaran kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran problem based learning hasilnya lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD Ditunjukkan dengan perolehan rata - rata nilai posttest dari kelas eksperimen 8467 dan kelas kontrol sebesar 7853 Dari hasil analisis uji hipotesis dengan taraf 945 005 dan dk 58 data perbandingan nilai posttest dari kedua kelas didapat bahwa harga thitung ttabel 27598 16723 maka H0 ditolak dengan demikian diperoleh bahwa terdapat perbedaan hasil belajar Gambar Teknik siswa kelas X TKR SMK Swasta YPD Tebing Tinggi yang menggunakan model pembelajaran problem based learning dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD Tahun Ajaran 20142015http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-gambar-teknik-gt-siswa-kelas-x-teknik-kendaraan-ringan-smk-swasta-ypd-ttinggi-yang-menggunakan-model-pembelajaran-problem-based-learning-dan-model-kooperatif-tipe-stad-tahun-ajaran-20142015-34248.htmlThu, 29 Jan 2015 10:51:21 +0700Pemberian Penguatan Reinforcement Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Menggunakan Alat Ukur Pada Siswa Kelas X Teknik Kendaraan Ringan SMK Swasta YAHDI TA 20132014Menggunakan alat ukur dianggap pelajaran yang membosankan dan menjenuhkan dalam proses pembelajaran membuat banyak siswa yang belum memahami materi pelajaran dengan baik sehingga hasil belajarnya rendah Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa menggunakan alat ukur pada kompetensi dasar menggunakan dan merawat alat ukur mekanik pokok bahasan penyetelan pengukuran dan pemeliharaan jangka sorong dan micrometer melalui pemberian penguatan Reinforcement pada siswa kelas X Teknik Kendaraan Ringan SMK Swasta YAHDIPenelitian ini adalah penelitian tindakan kelas PTK subjek dalam penelitian ini siswa kelas X Teknik Kendaraan Ringan SMK Swasta YAHDI TA 20132014 sebanyak 34 siswa Pelaksanaan tindakan dilakukan dalam 2 siklus dimana setiap siklus dilakukan dua kali pertemuan Dalam setiap siklus dilakukan 4 tahap yaitu perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksiInstrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan lembar observasiPada siklus I diperoleh nilai rata-rata siswa 758 dan setelah dilakukan tindakan perbaikan pemberian penguatanpada siklus II diperolehrata-rata nilai hasil belajar siswa menjadi 852 Demikian halnya dengan ketuntasan belajar siswa siklus I sebanyak 25siswa 735 dan setelah dilakukan tindakan siklus II sebanyak 29siswa 853 yang telah tuntas sedangkan 5siswa 147 masih belum tuntasHasil observasi aktivitas siswa pada siklus I dengan rata-rata 463 tergolong cukup Aktif dan setelah dilakukan siklus II diperoleh rata-rata 632 tergolong aktifPengolahan pembelajaran yang dilakukan guru meningkat dengan rata-rata nilai akhir 3 baik pada siklus I meningkat menjadi 387 sangat baik pada siklus IIDisimpulkan bahwa dengan pemberian penguaatan reinforcementdapat meningkatkan hasil belajar siswamenggunakan alat ukur dari hasil nilai semester rata-rata hasil belajar 659 kemudian dilakukan tindakan pada siklus I rata-rata hasil belajar 758 sedangkan pada siklus II rata-rata hasil belajar 852http://digilib.unimed.ac.id/pemberian-penguatan-reinforcement-untuk-meningkatkan-hasil-belajar--menggunakan-alat-ukur-pada-siswa-kelas-x-teknik-kendaraan-ringan-smk-swasta-yahdi-ta-20132014-34247.htmlThu, 29 Jan 2015 10:45:42 +0700Hubungan Kelengkapan Fasilitas Menggambar Dan Kecerdasan Emosional Dengan Hasil Belajar Menggambar Teknik Pada Siswa Kelas X SMK-TI Swasta Budi Agung Medan TP20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya hubungan antara kelengkapan fasilitas menggambar dan kecerdasan emosional dengan Hasil Belajar menggambar teknik pada siswa kelas X SMK-TI Swasta Budi Agung Medan TP 20132014 baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama Dan untuk mengetahui tingkat kecenderungan kelengkapan fasilitas menggambar kecerdasan emosional dan Hasil Belajar menggambar teknik Metode penelitian ini bersifat deskriktif korelasional yaitu suatu metode penelitian yang bertujuan untuk memperoleh informasi tentang suatu gejala pada saat penelitian dilakukanPopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK-TI Swasta Budi Agung Medan TP 20132014 yang terdiri dari 2 kelas dengan jumlah 80 orang Sampel penelitian diambil dengan menggunakan tabel Krajcei dan Morgan Namun saat penelitian subjek yang didapatkan hanya sebanyak 51 siswa dikarenakan suasana puasa dan pengurusan prakerin Jumlah item pada angket kelengkapan fasilitas menggambar sebanyak 29 item yang valid dengan realibilitas 08510 tergolong sangat tinggi Untuk angket kecerdasan emosional sebanyak 30 item yang valid dengan realibilitas 0914 tergolong sangat tinggiHasil analisis data yang diperoleh kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara kelengkapan fasilitas menggambar dengan Hasil Belajar Menggambar Teknik dengan korelasi product momen r 029 dan analisis korelasi parsial rtabel 0266 dengan n 56 dan terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan dengan Hasil Belajar Menggambar Teknik diperoleh korelasi product moment r 039 dan analisis korelasi parsial rtabel 0266 dengan n 56 pada taraf signifikan 5 Analisis regresi ganda menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kelengkapan fasilitas menggambar dan kecerdasan emosional dengan Hasil Belajar menggambar teknik yang hasil persamaan regresi 374 a0 a1X1 a2X2 berarti pada taraf signifikansi 5 945 005 Berdasarkan temuan diatas dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan Hasil Belajar menggambar teknik pada siswa kelas X SMK-TI Swasta Budi Agung Medan perlu dilengkapi fasilitas menggambar dan peningkatan kecerdasan emosional selain IQhttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-kelengkapan-fasilitas-menggambar-dan-kecerdasan-emosional-dengan-hasil-belajar-menggambar-teknik-pada-siswa-kelas-x-smkti-swasta-budi-agung-medan-tp20132014-34246.htmlThu, 29 Jan 2015 10:40:48 +0700Hubungan Motivasi Berprestasi dan Kecerdasan Emosional Dengan Hasil Belajar Menggambar Teknik Pada Siswa Kelas X Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Di SMK 2 Trisakti Pematang SiantarPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar Motivasi Berprestasi dan Kecerdasan Emosional Dengan Hasil Belajar Menggambar Teknik Pada Siswa Kelas X Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Di SMK 2 Trisakti Pematang Siantar yang terdiri dari 2 kelas sebanyak 58 siswaPenelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional Data motivasi berprestasi dan kecerdasan emosional siswa dijaring dengan menggunakan angket dan hasil belajar menggambar teknik dijaring dengan menggunakan test yang sebelumnya instrument telah diuji coba di SMK Trisakti Lubuk Pakam Uji coba instrument dihitung dengan menggunakan Korelasi Biserial dengan jumlah soal terdiri dari 39 butir soal pada angket motivasi berprestasi dan 41 butir soal pada angket kecerdasan emosional Diperoleh 30 butir tes yang valid untuk motivasi berprestasi dengan reliabilitas 0732 30 butir tes yang valid untuk kecerdasan emosional dengan reliabilitas 0776 dan 25 butir tes yang valid untuk hasil belajar menggambar teknik dengan reliabilitas 0764 Dengan demikian ketiga variabel memiliki tingkat reliabilitas yang sangat tinggiTingkat kecenderungan motivasi berprestasi Siswa Kelas X SMK 2 Trisakti Pematang Siantar berada dalam kategori tinggi 8103 sementara kecerdasan emosional berada dalam kategori tinggi 5344 dan Hasil Belajar Mengambar teknik berada dalam kategori tinggi sangat kompeten 8103Hasil analisis pengujian hipotesis dalam penelitian ini diperoleh bahwa 1 motivasi berprestasi dengan hasil belajar menggambar teknik Ha diterima dengan ry12 02658 rtabel 0258 dan besar thitung 2063 ttabel 2003 2 kecerdaan emosional dengan hasil belajar menggambar teknik Ha diterima dengan ry21 03615 rtabel 0258 dan besar thitung 2901 ttabel 2003 3 motivasi berprestasi dan kecerdasan emosional dengan hasil belajar menggambar teknik Ha diterima dengan R 04731 rtabel 0258 dan besar Fhitung 79394 Ftabel 3164http://digilib.unimed.ac.id/hubungan-motivasi-berprestasi-dan-kecerdasan-emosional-dengan-hasil-belajar-menggambar-teknik-pada-siswa-kelas-x-program-keahlian-teknik-kendaraan-ringan-di-smk-2-trisakti-pematang-siantar-34245.htmlThu, 29 Jan 2015 10:36:45 +0700Hubungan Kecerdasan Emosional dan Kemampuan Membaca Gambar Teknik Dengan Hasil Praktek Melakukan Pekerjaan dengan Mesin Bubut Siswa Kelas XII Program Keahlian Teknik Pemesinan SMK Negeri 2 MedanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara Kecerdasan Emosional Dan Kemampuan Membaca Gambar Teknik Dengan Hasil Praktek Melakukan Pekerjaan dengan Mesin Bubut Siswa Klas XII SMK Negeri 2 Medan yang terdiri dari 3 kelas sebanyak 93 siswaPenelitian ini menggunakan metode korelasional Data Kecerdasan Emosional menggunakan angket Kemampuan Membaca Gambar Teknik menggunakan tes dan Hasil Praktek Melakukan Pekerjaan dengan Mesin Bubut menggunakan metode dokumentasi Instrument Kecerdasan Emosional dan Kemampuan Membaca Gambar Teknik diuji coba di SMK Negeri 5 Medan Untuk uji coba instrument angket dihitung dengan menggunakan Product Moment dan untuk instrument tes dihitung dengan menggunakan Korelasi Biserial dengan jumlah soal terdiri dari 30 butir pada setiap variabel Diperoleh 25 butir tes yang valid untuk Kecerdasan Emosional dengan reliabilitas 0846 dan 24 butir tes yang valid untuk Kemampuan Membaca Gambar Teknik dengan reliabilitas 0531 Dengan demikian kedua variabel memiliki tingkat reliabilitas yang sangat tinggiTingkat kecenderungan Kecerdasan Emosional Siswa Kelas XII SMK Negeri 2 Medan berada dalam kategori Cukup 71 sementara Kemampuan Membaca Gambar Teknik berada dalam kategori baik Kompeten 48 dan Hasil Praktek Melakukan Pekerjaan dengan Mesin Bubut berada dalam ategori baik 71Hasil analisis pengujian hipotesis dalam penelitian ini diperoleh bahwa 1 Kecerdasan Emosional dengan Hasil Praktek Melakukan Pekerjaan dengan Mesin Bubut Ha diterima dengan ry1 0844 rtabel 0227 dan besar thitung 602 ttabel 1990 2 Kemampuan Membaca Gambar Teknik dengan Hasil Praktek Melakukan Pekerjaan dengan Mesin Bubut Ha diterima dengan ry2 0829 rtabel 0227 dan besar thitung 524 ttabel 1990 3 Kecerdasan Emosional dan Kemampuan Membaca Gambar Teknik Dengan Hasil Praktek Melakukan Pekerjaan dengan Mesin Bubut Ha diterima dengan R 0889 rtabel 0227 dan besar Fhitung 1362 Ftabel 3124http://digilib.unimed.ac.id/hubungan-kecerdasan-emosional-dan-kemampuan-membaca-gambar-teknik-dengan-hasil-praktek-melakukan-pekerjaan-dengan-mesin-bubut-siswa-kelas-xii-program-keahlian-teknik-pemesinan-smk-negeri-2-medan-34244.htmlThu, 29 Jan 2015 10:33:03 +0700MANAJEMEN AUDIT AUDIT MANAGEMENT Prosedur dan ImplementasiBuku ini dorancang dan disusun untuk menyajikan prosedur dan implementasi melalui pendekatan contoh studi kasus serta pemberian soal latihan Hal ini dilakukan agar praktisi dan akademisi yang mempelajarinya dapat dengan mudah untuk memahaminya Buku ini sebagai tambahan dari literatur yang telah ada dan diharapkan bermanfaat bagi pembacanya dan dilengkapi dengan rangkumanhttp://digilib.unimed.ac.id/manajemen-audit-audit-management--prosedur-dan-implementasi-34243.htmlThu, 29 Jan 2015 10:31:05 +0700Hubungan Antara Motivasi Berprestasi Dan Kreativitas Dengan Hasil Belajar Membaca gambar Teknik di Kelas XI SMK Yapim Simpang KawatPenelitian ini bertujuan untuk 1 hubungan antara motivasi berprestasi dengan hasil belajar membaca gambar teknik di kelas XI TKR SMK Yapim Simpang Kawat 2 hubungan antara kreativitas dengan hasil belajar membaca gambar teknik di kelas XI TKR SMK Yapim Simpang Kawat 3 hubungan antara motivasi berprestasi dan kreativitas dengan hasil belajar membaca gambar teknik di kelas XI TKR SMK Yapim Simpang Kawat yang berjumlah 66 orang Untuk mendapatkan data tentang motivasi berprestasi dan kreativitas diperoleh dengan menggunakan angket tertutup berskala Likert dan data hasil belajar membaca gambar teknik diperoleh melalui dokumentasi daftar nilai yang diperoleh dari wali kelas siswa yang bersangkutanUji coba instrumen penelitian dilakukan dengan korelasi product moment diperoleh 26 butir angket motivasi berprestasi yang valid dan 28 butir angket kreativitas yang valid dengan reliabilitas sebesar 0888 angket tergolong sangat tinggi Hasil deskripsi dan analisis data penelitian dengan teknik korelasi parsial dan korelasi ganda pada taraf signifikansi 945 5 menunjukkan bahwa 1 Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dengan hasil belajar membaca gambar teknik r0411 2 Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kreativitas dengan variabel hasil belajar membaca gambar teknik sebesar 0219 lebih kecil dari rtabel dan t sebesar 1796 lebih kecil dari ttabel 3 Terdapat hubungan yang positif dan berarti antara motivasi berprestasi dan kreativitas dengan hasil belajar membaca gambar teknik sebesar 0296 adalah diterima melalui persamaan 52501 0179X1 0072X2http://digilib.unimed.ac.id/hubungan-antara-motivasi-berprestasi-dan-kreativitas-dengan-hasil-belajar-membaca-gambar-teknik-di-kelas-xi-smk-yapim-simpang-kawat-34242.htmlThu, 29 Jan 2015 10:28:33 +0700Hubungan Motivasi Berprestasi dan Kemandirian Dengan Hasil Belajar Menggambar Teknik Pada Siswa Kelas X Program Keahlian Teknik Pemesinan SMK Negeri 2 MedanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya hubungan motivasi berprestasi dan kemandirian dengan hasil belajar menggambar teknik pada siswa kelas x program keahlian teknik pemesinan smk negeri 2 medandengan menggunakan metode deskriptif korelasional yang berjumlah 100 orang Sampel diambil dengan menggunakan tabel yang dikembangkan oleh isaac dan michael Untuk mendapatkan data motivasi berprestasi dan kemandirian dilakukan dengan menggunakan angket sedangkan untuk datahasil belajar menggambar teknik digunakan dengan tes Sebelum angket digunakan dalam penelitian terlebih dahulu dilakukan uji coba instrumen penelitian Uji coba dilakukan di SMK N 5 Medan Hasil uji coba instrumen diperoleh dengan menggunakan rumus koefisien korelasi product moment dimana terdapat 26 butir soal valid dari 30 butir soal dengan reliabilitas 0862 untuk motivasi berprestasi 25 butir soal valid dari 30 butir soal dengan reliabilitas 0747 untuk angket kemandirian Hasil analisis pengujian hipotesis dalam penelitian ini diperoleh bahwa 1 motivasi berprestasi dengan hasil belajar menggambar teknik Ha diterima dengan ry12 03263 rtabel 0195 dan besar thitung 34127 ttabel 1984 2 kemnadirian dengan hasil belajar menggambar teknik Ha diterima dengan ry21 03269 rtabel 0195 dan besar thitung 34243 ttabel 1984 3 motivasi berprestasi dan kemandirian dengan hasil belajar menggambar teknik Ha diterima dengan R 0416 rtabel 0195 dan besar Fhitung 101996 Ftabel 30901http://digilib.unimed.ac.id/hubungan-motivasi-berprestasi-dan-kemandirian-dengan-hasil-belajar-menggambar-teknik-pada-siswa-kelas-x-program-keahlian-teknik-pemesinan-smk-negeri-2-medan-34241.htmlThu, 29 Jan 2015 10:22:21 +0700Perbedaan Hasil Belajar Kognitif Gambar Teknik yang Diajar Menggunakan Pembelajaran Berbasis Komputer dengan Pembelajaran Direct Instruction pada Siswa Kelas XI SMK N 2 PematangsiantarPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kognitif gambar teknik yang diajar dengan pembelajaran berbasis komputer dengan pembelajaran direct instruction pada siswa kelas XI SMK N 2 PematangsiantarDesain penelitian yang digunakan adalah Pretest-Posttest Control Group Design Dalam desain ini terdapat dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen Populasi dalam penelitian ini adalah kelas XI TP SMK N 2 Pematangsiantar yang berjumlah 90 orang Sampel dari penelitian ini adalah kelas XI TP 1 yang merupakan kelompok eksperimen dan kelas XI TP 2 yang merupakan kelompok kontrol Instrumen dalam penelitian ini adalah tes objektif pilihan ganda yang digunakan untuk menilai kemampuan kognitif siswa Instrumen penelitian diuji dengan uji validitas reliabilitas taraf kesukaran dan daya pembeda Teknik analisis deskriptif uji normalitas uji homogenitas dan uji t digunakan untuk menganalisis dataBerdasarkan peneltian yang telah dilaksanakan maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar kognitif gambar teknik yang diajar dengan menggunakan pembelajaran berbasis komputer dengan pembelajaran direct instruction Berdasarkan hasil penelitian pembelajaran berbasis komputer dinilai lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran direct instruction Hal ini dibuktikan dari uji t dan diperoleh bahwa thitung sebesar 600 Dengan dk 2725-2 50 pada taraf signifikansi 945 005 diperoleh bahwa ttabel 1675 dengan demikian thitung ttabel atau 600 1675http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-kognitif-gambar-teknik-yang-diajar-menggunakan-pembelajaran-berbasis-komputer-dengan-pembelajaran-direct-instruction-pada-siswa-kelas-xi-smk-n-2-pematangsiantar-34240.htmlThu, 29 Jan 2015 10:18:08 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada PemeliharaanServis Sistem Bahan Bakar Bensin Dengan Menggunakan Model Type Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Kelas XI Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 1 Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai TPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran PemeliharaanServis Sistem Bahan Bakar Bensin melalui model pembelajaran berbasis masalah Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 1 Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai yang terdiri dari 25 siswa Penelitian ini dilakukan dengan 2 siklus dan setiap siklus dilakukan dengan tiga pertemuan Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes hasil belajar dan lembar observasi aktivitas siswa Berdasarkan nilai hasil belajar nilai siswa meningkat di setiap tes Nilai rata-rata pre test siswa di siklus pertama sebesar 472 sedangkan post test sebesar 696 Pada siklus ke dua nilai rata-rata pre test sebesar 522 dan nilai post test sebesar 816 Keaktifan belajar siswa juga terjadi peningkatan Pada siklus pertama keaktifan siswa sebesar 6396 Pada siklus kedua terjadi peningkatan presentase keaktifan siswa yaitu sebesar 762 IPKG 1 dilakukan pengamatan hanya satu kali saja hanya pada siklus I yaitu 8117 karena secara umum rencana pelaksanaan pembelajaran IPKG 1 yang disusun oleh peneliti tidak jauh berbeda untuk setiap kali pertemuanSedangkan aktivitas guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas IPKG 2 dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan dari 5545 sampai 8545 Berdasarkan lembar observasi ditemukan bahwa proses belajar mengajar berjalan dengan baik Penelitian ini menunjukkan bahwa penelitian model pembelajaran berbasis masalah meningkatkan nilai belajar siswa dalam mata pelajaran PemeliharaanServis Sistem Bahan Bakar Bensin Pada Kelas XI SMK Negeri 1 Sipispis Kabupaten Serdang Bedagaihttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-siswa-pada-pemeliharaanservis-sistem-bahan-bakar-bensin-dengan-menggunakan-model-type-pembelajaran-berbasis-masalah-pada-kelas-xi-program-keahlian-teknik-kendaraan-ringan-smk-negeri-1-sipispis-kabupaten-serdang-bedagai-t-34239.htmlThu, 29 Jan 2015 10:13:05 +0700Pengaruh Layanan Bimb-ingan Kelompok Dengan Teknik Homeroom Terhadap Sikap Konformitas Pada Siswa Kelas X SMA RKDeli Murni Deli Tua TA 20122013Masalah dalam penelitian ini adalah Adakah pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik homeroom terhadap sikap konformitas pada siswa kelas X SMA RK Deli Murni Delitua Ta20122013 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah Pengaruh Layanan BimbinganKelompok Dengan Teknik Homeroom Terhadap Sikap Konformitas Pada SiswaKelas X SMA RK Deli Murni Delitua TA 20122013 Subjek penelitian adalah siswa kelas X-2 yang terdiri dari 32 orang siswa Instrumen yang digunakan adalah angket Sikap Konformitas siswa yang berfungsi untuk mengumpulkan data tentang tingkat Sikap Konformitas siswa yang diberikan layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Homeroom Teknik analisis data menggunakan uji beda uji tHasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Layanan Bimbingan kelompok Dengan teknik homeroom berpengaruh untuk mengurangi Sikap Konformitas pada siswa kelas X di SMA RK Deli Murni Deli Tua TA 20122013 Hal ini tergambar dengan hasil pre-test yang mempunyai rata-rata M 6162 dan Standard Deviasi SD 883 sedangkan post-test rata-rata M 4415 dan Standard Deviasi SD 793 sehinga uji t yang dilakukan dengan hasil thitung ttabel yaitu 960 170 maka dapat disimpulkan bahwa ada Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Homoroom Terhadap Perubahan Sikap Konformitas Yang Tinggi Pada Siswa Di Kelas X-2 SMA RK Deli Murni Deli Tua Tahun Ajaran 20122013http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-layanan-bimbingan-kelompok-dengan-teknik-homeroom-terhadap-sikap-konformitas-----pada-siswa-kelas-x-sma-rkdeli-murni-deli-tua-ta-20122013-34238.htmlThu, 29 Jan 2015 10:07:54 +0700Upaya Meningkatkan Nilai Moral Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Kegiatan Mendongeng Di TK Dahlia Indah Laut Dendang TA 20122013Permasalahan pada penelitian ini adalah perkembangan moral anak belum berkembang secara maksimal Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai moral anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan mendongeng di TK Dahlia Indah Laut Dendang TA 20122013Subjek penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun di TK Dahlia Indah yang berjumlah 15 anak terdiri dari 9 anak perempuan dan 6 anak laki-laki Sedangkan objek penelitian ini adalah meningkatkan nilai moral anak di TK Dahlia Indah Laut Dendang Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas PTK yang dilakukan dalam 2 siklus dimana setiap siklus dilakukan 2 kali pertemuan Setiap siklus dilakukan melalui 4 tahapan yaitu perencanaan pelaksanaan observasi dan refleksi Alat pengumpulan data yang digunakan adalah observasi Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi nilai moral anak dengan indikator yakni mematuhi perintah Tuhan YME disiplin rendah hati hormat santun tolong menolong dan peduli lingkungan Hasil analisis pada siklus I menunjukkan tidak ada seorangpun anak yang tergolong baik sekali 3333 tergolong baik 60 tergolong cukup baik dan 667 tergolong kurang baik Hasil analisis pada siklus II menunjukkan terdapat 80 tergolong baik sekali 20 tergolong baik serta tidak ditemukan seorangpun anak yang tergolong dalam cukup baik dan kurang baik Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan mendongeng dapat meningkatkan nilai moral anak Oleh karena itu kegiatan mendongeng dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan nilai moral anak di TK Dahlia Indah Laut Dendang Serta diharapkan para pendidik dapat menerapkan kegiatan mendongeng ini dalam upaya meningkatkan nilai moral anakhttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-nilai-moral-anak--usia-56-tahun-melalui-kegiatan-mendongeng-di-tk-dahlia-indah-laut-dendang-ta-20122013-34237.htmlThu, 29 Jan 2015 10:02:29 +0700MENINGKATKAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA 5-6 TAHUN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVELEARNING TIPE MAKE A MATCH DI TK SWASTA KATOLIK ASSISI MEDAN TA 20122013Penelitian ini dilatar belakangi oleh masalah Rendahnya perkembangan kognitif anak usia 5-6 Tahun Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penerapan metode Cooperative Learning tipe make a match terhadap peningkatan perkembangan kognitif anak Taman Kanak-Kanak usia 5-6 tahunJenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas classroom action research yang terdiri dari 2 siklus dimana setiap siklus diadakan 2 kali pertemuan Rancangan masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi Subyek dalam penelitian ini adalah anak kelas B4 TK Katolik Assisi Medan yang berjumlah 30 orang anak Obyek penelitian ini adalah meningkatkan perkembangan kognitif anak usia 5 sampai 6 tahun melalui pembelajaran kooperatif dengan tipe make a match Pelaksanaan penelitiaan pada bulan Maret sampai Juni 2013 Alat pengumpul data yang digunakan peneliti adalah lembar observasiHasil analisis siklus I diperoleh data bahwa perkembangan kognitif anak dengan skor rata-rata umum 142 berada pada kategori cukup baik Jumlah persentase 67 tergolong sangat baik 333 tergolong baik 40 tergolong cukup baik dan 40 tergolong kurang Dari data hasil observasi tersebut perlu adanya pembelajaran yang lebih baik lagi melalui pembelajaran mencari pasangan yang lebih baik pada siklus II Dari hasil analisis siklus II diperoleh hasil bahwa adanya peningkatan perkembangan kognitif anak dengan skor rata-rata umum 257 sangat baik Jumlah persentase 733 tergolong sangat baik 6 anak atau 20 tergolong baik 33 tergolong cukup baik dan 33 tergolong kurangDari hasil temuan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui metode Cooperative Learning tipe make a match dapat meningkatkan perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun Di Tk Swasta Katolik Assisi Medan TA 20122013http://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-perkembangan-kognitif-anak-usia-56-tahun-dengan-menggunakan-model-cooperativelearning-tipe-make-a-match-di-tk-swasta-katolik-assisi-medan-ta-20122013-34236.htmlThu, 29 Jan 2015 09:58:33 +0700Pengaruh Alat Permainan Edukatif Dalam Mengembangkan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun Di TK Khatolik Assisi Medan TA 2012-2013Masalah dalam penelitian ini yaitu 1 Adakah pengaruh yang signifikan dari alat permainan edukatif dalam mengembangkan motorik halus anak usia 5 6 tahun di TK Katholik Assisi Medan 2 Seberapa besar pengaruh alat permainan edukatif dalam mengembangkan motorik halus anak usia 5 6 tahun di TK Katholik Assisi Medan Penelitian ini bertujuan untuk 1 Mengetahui pengaruh yang signifikan dari alat permainan edukatif dalam mengembangkan motorik halus anak usia 5 6 tahun di TK Katholik Assisi Medan 2 Mengetahui besarnya pengaruh alat permainan edukatif dalam mengembangkan motorik halus anak usia 5 6 tahun di TK Katholik Assisi Medan Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 2 kelas sampel yaitu kelas eksperimen yang diberi pengajaran dengan menggunakan alat permainan edukatif dan satu kelas tanpa menggunakan alat permainan edukatif Masing-masing kelas 29 anak instrumen pengumpulan data yaitu pedoman observasi Untuk mendeskripsikan data penelitian digunakan teknik analisis statistik deskriptif sedangkan untuk menguji hipotesis penelitian digunakan uji-tBerdasarkan hasil analisis data penelitian diketahui bahwa sebelum dilakukan pembelajaran dengan menggunakan alat permainan edukatif baik pada kelas kontrol maupun kelas eksperimen kemampuan motorik halus anak sama-sama cenderung cukup dimana rata-rata kemampuan motorik halus anak kelas kontrol 7483 dan untuk kelas eksperimen 7517 Setelah diberi pembelajaran dengan menggunakan alat permainan edukatif pada kelas eksperimen ternyata kemampuan kelas eksperimen data skornya lebih tinggi X13586 di banding kelas kontrol X9138Selanjutnya berdasarkan hasil data pengujian hipotesis dilakukan bahwa thitung 1555 ttabel16826 pada 945005 sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan alat permainan edukatif berpengaruh secara signifikan terhadap perkembangan motorik halus anak di TK Katholik Assisi Medanhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-alat-permainan-edukatif-dalam-mengembangkan-motorik-halus-anak-usia-56-tahun-di-tk-khatolik-assisi-medan-ta-20122013-34235.htmlThu, 29 Jan 2015 09:54:15 +0700Upaya Meningkatkan Kecerdasan Visual Spasial Melalui Kegiatan Menggambar Pada Anak Kelompok B Di TK Cahaya Bangsa Medan Tahun Ajaran 20122013Masalah dalam penelitian ini adalah Apakah dengan kegiatan menggambar dapat meningkatkan kecerdasan visual spasial pada anak kelompok B di TK Cahaya Bangsa Medan Tahun Ajaran 20122013Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas PTK yang menggunakan 2 siklus dan setiap siklus 2 kali pertemuan Subjek penelitian adalah seluruh anak Kelompok B Ebenheazer TKCahaya Bangsa MedanTeknik yang berjumlah 20 orang anak Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan teknik lembar tes unjuk kerja Teknik analisis data yang dilakukan adalah dengan analisis persentase dan deskriptifHasil penelitian pada siklus I ditemukan bahwa pada terdapat 2 orang anak berkriteria sangat baik 3 orang berkriteria baik 7 orang berkriteria cukup dan 8 orang berkriteria kurang Hal ini menunjukkan bahwa hasil belum mencapai maksimal sehingga perlu dilakukan perbaikan tindakan pembelajaran pada siklus II Dari hasil siklus I dilakukan perbaikan tindakan dengan tetap menggunakan kegiatan menggambar akan tetapi pembelajaran dibentuk menjadi kelompok anak diberi kebebasan untuk menggambar beberapa objek yang disukai dari media yang ditampilkan Sehingga pada Siklus II mengalami peningkatan dengan 5 orang anak berkriteria sangat baik 9 orang baik 4 orang cukup dan 2 orang anak yang kurangDengan demikian maka kegiatan menggambar dapat meningkatkan kecerdasan visual spasial anak pada kelompok B di TK Cahaya Bangsa Medan Tahun Ajaran 20122013http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-kecerdasan-visual-spasial--melalui-kegiatan-menggambar-pada-anak-kelompok-b-di-tk-cahaya-bangsa-medan-tahun-ajaran-20122013-34234.htmlThu, 29 Jan 2015 09:50:12 +0700Hubungan Antara Efikasi Diri dan Motivasi Kerja dengan Hasil Belajar Teknik Pengelasan pada siswa kelas X SMK Teknologi dan Rekayasa Dharma Bakti 2 MedanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara Efikasi Diri dan Motivasi Kerja secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama dengan Hasil Belajar Teknik Pengelasan pada siswa kelas X SMK Teknologi dan Rekayasa Dharma Bakti 2 Medan dan untuk mengetahui tingkat kecenderungan Efikasi Diri Motivasi Kerja dan Hasil Belajar Teknik Pengelasan Metode penelitian ini bersifat deskriktif korelasional yaitu suatu metode penelitian yang bertujuan untuk memperoleh informasi tentang suatu gejala pada saat penelitian dilakukanPopulasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Teknologi dan Rekayasa Dharma Bakti 2 Medan yang terdiri dari 2 kelas dengan jumlah 65 orang Sampel penelitian diambil dengan menggunakan tabel Krejcie-Morgan dengan sampel 56 orang Jumlah item pada angket Efikasi Diri sebanyak 30 item terdapat 25 item yang valid dengan realibilitas 0915 tergolong sangat tinggi Untuk angket Motivasi Kerja sebanyak 30 item terdapat 27 item yang valid dengan realibilitas 0933 tergolong sangat tinggiHasil analisis data yang diperoleh disimpulkan terdapat hubungan yang positif dan berarti antara Efikasi Diri dengan Hasil Belajar Teknik Pengelasan dengan korelasi product momen r 0292 dan analisis korelasi parsial r 0301 dengan t 234 Ringkasan hasil analisis Regresi tersebut sebagai berikut Fhitung Ftabel 5790 3168 dengan persamaan Regresi 374 5410 0180X1 0119X2http://digilib.unimed.ac.id/hubungan-antara-efikasi-diri-dan-motivasi-kerja-dengan-hasil-belajar-teknik-pengelasan-pada-siswa-kelas-x-smk-teknologi-dan-rekayasa-dharma-bakti-2-medan-34233.htmlThu, 29 Jan 2015 09:44:00 +0700Hubungan Hasil Belajar Kompetensi Kejuruan Dan Peran Keluarga Dengan Minat Berwirausaha Pada Siswa Kelas XI Kompetensi Keahlian Teknik Kenderaan Ringan di SMK Multi Karya MedanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar Hubungan antara Hasil Belajar Kompetensi Kejuruan Dan Peran Keluarga dengan Minat Berwirausaha Pada Siswa Kelas XI Kompetensi Keahlian Teknik Kenderaan Ringan di SMK Multi Karya Medan Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional Populasi penelitian ini sebanyak 56 siswa Data Hasil Belajar Kompetensi Kejuruan dijaring dari Daftar Kumpulan Nilai DKN Data Peran Keluarga dan Minat Berwirausaha dijaring dengan menggunakan angket Angket telah di uji Validitas dan Reliabilitasnya Angket Peran Keluarga terdiri dari 28 butir angket yang valid Angket Minat Berwirausaha terdiri dari 32 angket yang validHasil analisis data diperoleh tingkat kecenderungan Hasil Belajar Kompetensi Kejuruan Pada Siswa Kelas XI Kompetensi Keahlian Teknik Kenderaan Ringan SMK Multi Karya Medan Tahun Ajaran 20132014 berada dalam kategori Kompeten 9107 Peran Keluarga berada dalam kategori tinggi 9642 dan Minat Berwirausaha juga berada dalam kategori cukup 7143Hasil pengujian hipotesis menunjukkan 1 Terdapat hubungan yang positif dan berarti antara Hasil Belajar Kompetensi Kejuruan dengan Minat Berwirausaha2Terdapat hubungan yang positif dan berarti antara Peran Keluarga dengan Minat Berwirausaha 3 Terdapat hubungan yang positif dan berarti secara bersama-sama antara Hasil Belajar Kompetensi Kejuruan dan Peran Keluarga dengan Minat Berwirausahahttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-hasil-belajar-kompetensi-kejuruan-dan-peran-keluarga--dengan-minat-berwirausaha-pada-siswa-kelas-xi-kompetensi--keahlian-teknik-kenderaan-ringan-di-smk-multi-karya-medan-34232.htmlThu, 29 Jan 2015 09:39:53 +0700Penerapan Metode Problem Solving Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Memperbaiki Sistem Pengapian Pada Siswa Kelas XI Teknik Kenderaan Ringan SMK Mandiri Percut Sei Tuan TP 20142015Sistem pengapian dianggap pelajaran yang membosankan dan menjenuhkan dalam proses pembelajaran sehingga banyak siswa yang belum memahami materi pelajaran dengan baik dan membuat hasil belajarnya rendah Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran memperbaiki sistem pengapian pokok bahasan mengidentifikasi sistem pengapian dan komponen-komponennya dengan menggunakan metode Problem Solving di kelas XI Teknik Kendaraan Ringan I SMK MandiriPercutsei TuanPenelitian ini adalah penelitian tindakan kelas PTK subjek dalam penelitian ini siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan I SMK Mandiri Percut sei Tuan tahun pelajaran 20142015 sebanyak 32 orang siswa Pelaksanaan tindakan dilakukan selama 2 siklus dimana setiap siklus dilakukan dua kali pertemuan Dalam setiap siklus dilakukan 4 tahap yaitu perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan lembar observasiPada siklus I diperoleh nilai rata-rata siswa 6781 dengan ketuntasan belajar siswa sebanyak 15 orang 4686 sedangkan hasil observasi aktivitas siswa pertemuan pertama diperoleh rata-rata 424 dan pada pertemuan kedua diperoleh rata-rata 618 tergolong rendah Padasiklus II diperoleh nilai rata-rata siswa 875 dengan ketuntasan belajar sebanyak 30 orang 9375 yang telah tuntas dan 2 orang 625 masih belum tuntas sedangkan hasil observasi aktivitas siswa pertemuan pertama diperoleh rata-rata 7624 tergolong sedang dan pertemuan kedua diperoleh nilai 837 tergolong tinggi Disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode Problem Solving dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran sistem pengapian pokok bahasan mengidentifikasi sistem pengapian dan komponen-komponennya dari pretes rata-rata hasil belajar 4156 kemudian dilakukan tindakan pada siklus I rata-rata hasil belajar 6781 sedangkan pada siklus II rata-rata hasil belajar 875http://digilib.unimed.ac.id/penerapan-metode-problem-solving-untuk-meningkatkan-hasil-belajar-memperbaiki-sistem-pengapian-pada-siswa-kelas-xi-teknik-kenderaan-ringan-smk-mandiri-percut-sei-tuan-tp-20142015-34231.htmlThu, 29 Jan 2015 09:35:49 +0700Perbedaan Pengaruh Metode Pembelajaran Inkuiri dengan Metode Pembelajaran Peta Konsep Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Kompetensi Dasar Menggunakan Alat Ukur Mekanik Presisi Kelas X SMK Negeri 2 MedanPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perbedaan pengaruh dua metode pembelajaran inkuiri dan peta konsep terhadap hasil belajar siswa pada kompetensi dasar menggunakan alat ukur mekanik presisi kelas X Mesin Produksi di SMK Negeri 2 Medan tahun ajaran 20132014 Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperiman semu yang dilaksanakan di dua kelas X Mesin Produksi yang berjumlah 48 siswa yaitu kelas A terdiri dari 23 siswa dan kelas B 25 siswa Kelas A diberi perlakuan pembelajaran dengan menggunkaan metode peta konsep sedangkan kelas B diberi perlakuan pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan tes Tes yang diberikan berbentuk pilihan berganda sebanyak 20 butir soal Sebelum dilakukan tes di dua kelas tersebut lebih dahulu diberikan perlakuan yang berbeda di masing masing kelas dalam jangka waktu dan jumlah pertemuan yang sama Dari hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil belajar alat ukur yang diajar dengan metode pembelajaran inkuiri adalah 6816 dan untuk hasil belajar siswa yang diajar dengan metode pembelajaran peta konsep adalah 7185 Dari daftar distribusi t didapat thitung 41684 sedangkan ttabel 20147 Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan data yang didapatkan tidak cukup membuktikan bahwa hasil belajar dengan menggunakan metode pembelajaran inkuiri dan menggunakan metode pembelajaran peta konsep adalah sama Jadi hipotesis Ho 9561 9562 ditolak dalam taraf nyata 005 Sehingga terdapat perbedaan pengaruh pembelajaran menggunakan metode inkuiri dan metode peta konsep terhadap hasil belajar siswa pada kompetensi dasar menggunakan alat ukur mekanik presisi di kelas X Mesin Produksi SMK Negeri 2 Medan tahun ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-pengaruh-metode-pembelajaran-inkuiri-dengan-metode-pembelajaran-peta-konsep-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-kompetensi-dasar-menggunakan-alat-ukur-mekanik-presisi-kelas-x-smk-negeri-2-medan-34230.htmlThu, 29 Jan 2015 09:31:37 +0700Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation Terhadap Hasil Belajar Teknik Listrik Dasar Mesin Siswa Smk Negeri 2 Medan Tahun Ajaran 20142015Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang signifikan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation terhadap hasil belajar Teknik Listrik Dasar Mesin siswa kelas X Teknik Pemesinan SMK Negeri 2 Medan Tahun Ajaran 20142015 Sesuai dengan tujuan penelitian maka penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan rancangan analisis statistik Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Teknik Pemesinan Sampel penelitian ini adalah Kelas X MP 1 dan Kelas X MP 2 Kelas X MP 2 ditetapkan sebagai kelompok eksperimen yang akan diajar dengan menggunakan model kooperatif tipe GI sedangkan Kelas X MP 1 ditetapkan sebagai kelompok kontrol yang akan diajar dengan menggunakan konvensional Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling Sedangkan Teknik analisis data menggunakan Uji Normalitas Uji Homogenitas dan Uji Hipotesis Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation terhadap hasil belajar Teknik Listrik Dasar Mesin siswa kelas X Teknik Pemesinan SMK Negeri 2 Medan Tahun Ajaran 20142015 Hal ini ditunjukkan dengan harga Lhitung lebih kecil dari Ltabel atau Lhitung 0122 Ltabel 0157 yang berarti bahwa data hasil belajar Teknik Listrik Dasar Mesin siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation berasal dari populasi yang berdistribusi normal Fhitung lebih kecil dari Ftabel atau Fhitung 0124 Ftabel 0181 diambil kesimpulan bahwa data hasil belajar Teknik Listrik Dasar Mesin antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran Kooperatif tipe Group Investigation dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional Ceramah adalah Homogen thitung lebih besar dari ttabel atau thitung 312 ttabel 167 maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Ho ditolak dan sekaligus menerima Ha yaitu hasil belajar Teknik Listrik Dasar Mesin siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation lebih tinggi dari hasil belajar Teknik Listrik Dasar Mesin siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensionalhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-group-investigation-terhadap-hasil-belajar-teknik-listrik-dasar-mesin-siswa-smk-negeri-2-medan-tahun-ajaran-20142015-34229.htmlThu, 29 Jan 2015 09:27:25 +0700Rancang Bangun Mesin Pengiris Buah Mahkota Dewa dengan Kapasitas 180KgJamMesin pengiris buah mahkota dewa ini dirancang untuk mempermudah dalam pengirisan buah mahkota dewa tanpa menggunakan cara tradisional Buah mahkota dewa ini digunakan sebagai pengobatan alternative untuk penyakit tekanan darah tinggi diabetes lever kanker sakit jantung dll Elemen mesin yang digunakan pembuatan mesin pengiris buah mahkota dewa ini adalah motor listrik kerangka mesin corong masuk buah porospisau pengiris puli sabuk bantalan dan pasak Adapun prinsip kerja mesin pengiris buah mahkota dewa ini sangat sederhana terlebih dahulu buah mahkota dewa yang akan diiris dibelah dua untuk dibuang bijinya Setelah itu motor dihidupkan dan ditunggu sampai putaran motor stabil putaran motor akan diteruskan ke puli Putaran ini ditransmisikan melalui sabuk sehingga akan memutar poros dan memutar piringan pisau yang berdiameter 300 mm Buah mahkota dewa yang akan diiris dimasukkan kedalam corong masukan buah kemudian buah tersebut akan diiris tipis berbentuk lembaran oleh pisau pengiris yang berputar buah yang telah diiris jatuh ke plat keluaran buahhttp://digilib.unimed.ac.id/rancang-bangun-mesin-pengiris-buah-mahkota-dewa-dengan-kapasitas-180kgjam-34228.htmlThu, 29 Jan 2015 09:22:48 +0700Teknologi Pembuatan Mesin Perajang Singkong Kapasitas 60 kgjamProses pembuatan mesin perajang singkong bertujuan untuk mengetahui proses pembuatannya mengetahui biaya yang dikeluarkan dalam pembuatan mesin perajang singkong bahan yang digunakan mengetahui peralatan yang digunakan serta mengetahui hasil pembuatan dilihat dari fungsinya yang digunakan dalam pembuatan rangka mata pisau rumah perajang corong masuk corong keluar pegas dan penarik pegas sampai pembentukan dan proses perakitan Metode proses pembuatan mesin perajang singkong meliputi pada mesin perajang singkong meliputi 1 memeriksa dan mengecek gambar kerja serta menentukan bahan yang akan digunakan 2 penentuan alat dan mesin yang akan digunakan 3 proses pembuatan 4 perakitan antara komponen yang satu dengan yang lain menggunakan baut Tahap pembuatan ini meliputi proses pemotongan bahan proses pengelasan proses penekukan bahan dan proses perakitan benda kerja Dari hasil yang dicapai mesin perajang singkong ini dirancang menggunakan sistem transmisi sabuk-V dan puli dalam mereduksi putaran motor peggerak dengan perbandingan diameter puli d1 d2 1 7 Spesifikasi mesin perajang singkong ini antara lain 1 Dimensi mesin 700 mm x 480 mm x 350 mm 2 daya penggerak motor listrik 025 hp 1400 rpm 3 diameter puli penggerak d1 508 mm 4 diameter puli pada piringan d2 3556 mm 5 diameter poros 30 mm 6 bantalan poros tipe bantalan duduk 254 mmg 7 piringan perajang besi ukuran 300 mm x 20 mm 8 mata pisau stainless steel ukuran 88 mm x 50 mm x 1 mmhttp://digilib.unimed.ac.id/teknologi-pembuatan-mesin-perajang-singkong-kapasitas-60-kgjam-34227.htmlThu, 29 Jan 2015 09:18:16 +0700Pengaruh strategi pembelajaran dan tipe kepribadian terhadap hasil belajar fisika siswa SMKN 1 Lubuk PakamPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Strategi pembelajaran Yaitu 1 strategi pembelajaran kooperatif dan strategi pembelajaran ekspositori 2 Tipe Kepribadian siswa yaitu Tipe Kepribadian Ekstrovert Dan Tipe Kepribadian Introvert 3 Interaksi antara strategi pembelajaran dan Tipe Kepribadian siswa terhadap Hasil belajar fisika Penelitian ini dilakukan di SMKN 1 Lubuk Pakam pada siswa kelas X semester ganjil tahun akademi 20132014 Metode Penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan faktorial 2x2 Variabel bebas penelitian ini adalah 1 Strategi pembelajran dan 2 Tipe Kepribadian siswa sedangkan variabel terikat adalah hasil belajar FisikaPopulasi Penelitian ini adalah siswa kelas X semester ganjil SMKN 1 Lubuk Pakam sedangkan sampel berjumlh 75 orang instrumen yang digunakan untuk menggumpulkan data 1 Tes hasil belajar fisika berbentuk tes objektif r11 086 2 Tes Tipe Kepribadian yang diadaptasi dari tes yang telah dikembangkan oleh Tambunan RN Teknik analisis data menggunakan ANAVA 2 jalur dan uji lanjut menggunakan teknk Scheffe pada taraf signifikansi 945 005 Metode penelitian yang menggunakan quasi eksperimen Teknik pengumpulan data adalah teknik tes yaitu instrumen tes psikomotorkognitif dan tes kepribadianTemuan penelitian untuk uji normalitas data diperoleh melalui formula Lilliefors yang menggunakan pembelajaran kontekstual sebesar01418 pada 945 005 dan pengajaran ekspositori01476 Untuk ekstrovert01253 dan introvert 01338 kemudian untuk Pengujian hipotesis yang menggunakan teknik analisis varians 1 Hasil belajar fifika siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran kooperatif lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran ekspositori Hal ini ditunjukkan oleh FHitung-432 FTabel341 pada taraf signifikan 945005 2 siswa yang memiliki Tipe Kepribadian Ekstrovert Memiliki hasil belajar lebih tinggi dari pada siswa yang memiliki Tipe Kepribadian Introvert Hal ini ditunjukan oleh FHitung 64 FTabel341 pada taraf signifikan 945 005 3 Terdapat Interaksi antara startegi Pembelajaran dan gaya kognitif dalam mempengaruhi hasil belajar fisika siswa hal ini ditunjukan oleh FHitung5575 FTabel341 pada taraf signifikan 945 005 dengan dk1http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-strategi-pembelajaran-dan-tipe-kepribadian-terhadap-hasil-belajar-fisika-siswa-smkn-1-lubuk-pakam-34226.htmlWed, 28 Jan 2015 17:18:27 +0700Hubungan persepsi guru terhadap gaya kepemimpinan kepala sekolah pemberian insentif dan stres kerja dengan komitmen kerja guru SMP Swasta di Kabupaten Labuhan BatuPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 hubungan persepsi guru terhadap gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan komitmen kerja 2 hubungan pemberian insentif dengan komitmen kerja 3 hubungan stres kerja dengan komitmen kerja dan 4 hubungan persepsi guru terhadap gaya kepemimpinan kepala sekolah pemberian insentif dan stres kerja dengan komitmen kerja Subjek penelitian adalah guru SMP Swasta di Kabupaten Labuhan Batu dengan jumlah sampel sebanyak 159 orang Pengambilan sampel dilakukan dengan proportionate stratified random sampling Metode penelitian bersifat deskriptif korelasional yang bertujuan untuk memperoleh informasi tentang suatu gejala pada penelitian Berdasarkan pengujian hipotesis dapat disimpulkan 1 terdapat hubungan yang berarti antara persepsi guru terhadap gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan komitmen kerja sebesar ry123 0567 rtabel 0266 dan thitung 9515 ttabel 167 2 terdapat hubungan yang berarti antara pemberian insentif dengan komitmen kerja sebesar ry213 0309 rtabel 0266 dan thitung 3261 ttabel 167 3 terdapat hubungan yang berarti antara stres kerja dengan komitmen kerja sebesar ry312 0432 rtabel 0266 dan thitung 5530 ttabel 167 dan 4 terdapat hubungan yang berarti antara persepsi guru terhadap gaya kepemimpinan kepala sekolah pemberian insentif dan stres kerja dengan komitmen kerja sebesar Ry123 0602 rtabel 0266 dan Fhitung 10034 Ftabel 265Hasil penelitian diperoleh persepsi guru terhadap gaya kepemimpinan kepala sekolah pemberian insentif dan stres kerja secara bersama-sama memberikan sumbangan sebesar 235 terhadap komitmen kerja dan sisanya ditentukan keadaan lainhttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-persepsi-guru-terhadap-gaya-kepemimpinan-kepala-sekolah-pemberian-insentif-dan-stres-kerja-dengan-komitmen-kerja-guru-smp-swasta-di-kabupaten-labuhan-batu-34225.htmlWed, 28 Jan 2015 17:10:10 +0700Meningkatkan kemampuan guru matematika melaksanakan pembelajaran dalam kurikulum 2013 melalui pelatihan di SMAN 1 Kluet Utara Aceh SelatanPeranan guru berkenaan dengan pelaksanaan kurikulum 2013 adalah guru berperan dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran di kelas sesuai kurikulum 2013 Merencanakan dan melaksanakan pembelajaran maksudnya adalah guru membuat persiapan dan melaksanakan pembelajaran di kelas sesuai dengan kurikulum terbaru Hal ini didasarkan pada asumsi bahwa jika guru tidak mempunyai persiapan sesuai kurikulum maka peluang untuk tidak terarah dalam melaksanakan pembelajaran terbuka lebar bahkan mungkin cenderung untuk melakukan improvisasi sendiri tanpa acuan yang jelasPenelitian ini bermaksud mendeskripsikan peningkatan kemampuan guru matematika melaksanakan pembelajaran dalam kurikulum 2013 melalui pelatihan di SMA Negeri 1 Kluet Utara Aceh Selatan Untuk menjawab permasalahan penelitian diajukan hipotesis yaitu pemberian pelatihan dapat meningkatkan kemampuan guru matematika SMAN 1 Kluet Utara melaksanakan pembelajaran dalam kurikulum 2013Subjek penelitian ini terdiri dari 5 orang guru matematika Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian yaitu instrumen penilaian RPP kurikulum 2013 dengan skor maksimal 100 instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013 dengan skor maksimal 100 instrumen penilaian aktivitas guru dengan skor maksimal 40 dan instrumen penilaian respon guru terhadap pelaksanaan pelatihan dengan skor maksimal 75 Guru dianggap berhasil jika mencapai nilai dalam rentang kategori baik sesuai kriteria keberhasilan yang sudah ditetapkan Prosedur yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi perencanaan pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi yang bersifat daur ulang atau siklus Hasil tahap observasi pada siklus ke satu yang sudah sesuai dengan kriteria keberhasilan dipertahankan atau ditingkatkan lagi Hasil dalam tahap observasi yang belum sesuai kriteria keberhasilan akan diperbaiki pada siklus ke dua Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pelatihan terhadap guru matematika SMA Negeri 1 Kluet Utara ternyata dapat meningkatkan kemampuan guru matematika menyusun RPP dan melaksanakan pembelajaran dalam kurikulum 2013 Hal ini terlihat dari perbandingan hasil dalam tahap observasi pada siklus I dan siklus II Pada siklus I dalam menyusun RPP kurikulum 2013 guru memperoleh nilai 437 dan pada siklus II menjadi 47 atau meningkat sebesar 033 poin Sedangkan hasil penilaian pelaksanaan pembelajaran pada siklus I guru memperoleh nilai 371 dan pada siklus II menjadi 4 63 atau meningkat sebesar 92 poin Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa kemampuan guru matematika melaksanakan pembelajaran dalam kurikulum 2013 dapat ditingkatkan melalui pelatihanhttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-kemampuan-guru-matematika-melaksanakan-pembelajaran-dalam-kurikulum-2013-melalui-pelatihan-di-sman-1-kluet-utara-aceh-selatan-34224.htmlWed, 28 Jan 2015 17:03:40 +0700Meningkatkan kompetensi guru fisika membuat media pembelajaran perpindahan kalor melalui workshop di SMA Negeri Sub Rayon 1 dan 2 Kabupaten Tapanuli TengahPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah melalui workshop dapat meningkatkan kompetensi guru fisika membuat media perpindahan kalor di SMA Negeri Sub Rayon 1 dan 2 Kabupaten Tapanuli Tengah Hipotesis tindakan pada penelitian ini adalah melalui workshop dapat meningkatkan kompetensi guru fisika membuat media pembelajaran perpindahan kalorPenelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Tukka Kabupaten Tapanuli Tengah selama lima bulan yaitu bulan Oktober 2013 sd Februari 2014 Subjek penelitian adalah guru fisika SMA Negeri sub rayon 1 dan 2 Kabupaten Tapanuli Tengah sebanyak 6 enam orang Objek penelitian adalah media pembelajaran perpindahan kalor Media pembelajaran perpindahan kalor yang dibuat adalah dari barang bekas atau dari bahan yang harganya murah sehingga dapat terjangkauHasil analisis data membuat media pembelajaran perpindahan kalor secara konduksi pada siklus 1 pertemuan 1 sebesar 3133 kurang pertemuan 2 sebesar 3667 kurang dan pertemuan 3 sebesar 4333 cukup Perpindahan Kalor secara Konveksi siklus 1 pertemuan 1 sebesar 4667 cukup pertemuan 2 sebesar 5267 cukup dan pertemuan 3 sebesar 6267 baik Perpindahan kalor secara radiasi siklus 1 pertemuan 1 sebesar 70 baik pertemuan 2 sebesar 7667 baik dan pertemuan 3 sebesar 8933 sangat baik Nilai rata-rata kompetensi guru dalam membuat media pembelajaran perpindahan kalor secara Konduksi Konveksi dan Radiasi meningkat dari siklus 1 pertemuan ke 1 sampai dengan siklus 3 pertemuan 3 yaitu 3133 menjadi 8933 Peningkatan nilai rata-rata kompetensi guru 8933 3133 5800 Hasil analisis angket tentang pelaksanaan workshop memperoleh rata-rata 9771 berarti pelaksanaannya berlangsung dengan hasil amat baik dan kompetensi guru meningkat dalam pembuatan media pembelajaranImplikasi penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru membuat media pembelajaran meningkat sehingga diharapkan kompetensi tersebut dapat diterapkan dalam peningkatan kualitas pembelajaran fisika melalui pembuatan media pembelajaranhttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-kompetensi-guru-fisika-membuat-media-pembelajaran-perpindahan-kalor-melalui-workshop-di-sma-negeri-sub-rayon-1-dan-2-kabupaten-tapanuli-tengah-34223.htmlWed, 28 Jan 2015 16:51:22 +0700Hubungan antara kompetensi pedagogik persepsi guru terhadap gaya kepemimpinan kepala sekolah dan iklim sekolah dengan keefektifan pembelajaran guru SMA Negeri di Kabupaten Aceh TimurPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 hubungan kompetensi pedagogik dengan keefektifan pembelajaran 2 hubungan persepsi guru terhadap gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan keefektifan pembelajaran 3 hubungan iklim sekolah dengan keefektifan pembelajaran dan 4 hubungan kompetensi pedagogik persepsi guru terhadap gaya kepemimpinan kepala sekolah dan iklim sekolah dengan keefektifan pembelajaran Subjek penelitian adalah guru SMA Negeri di Kabupaten Aceh Timur dengan jumlah sampel sebanyak 169 orang Pengambilan sampel dilakukan dengan proportionate stratified random sampling Metode penelitian bersifat deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh informasi tentang suatu gejala pada penelitian Sebelum penelitian ini dilakukan instrumen penelitian terlebih dahulu diujicobakan dilanjutkan dengan uji validitas dan uji reliabilitas Instrumen angket keefektifan pembelajaran yang valid diperoleh 26 butir dari 30 butir angket yang diujicobakan dan mempunyai reliabilitas sebesar 0879 Instrumen angket kompetensi pedagogik yang valid diperoleh 27 butir dari 30 butir angket yang diujicobakan dan koefisien reliabilitasnya sebesar 0886 Instrumen angket persepsi guru terhadap gaya kepemimpinan kepala sekolah yang valid diperoleh 28 butir dari 30 butir angket yang diujicobakan dan koefisien reliabilitasnya sebesar 0890 Instrumen angket iklim sekolah yang valid diperoleh 27 butir dari 30 butir angket yang diujicobakan dan koefisien reliabilitasnya sebesar 0902 Berdasarkan pengujian hipotesis dapat disimpulkan 1 terdapat hubungan yang berarti antara kompetensi pedagogik dengan keefektifan pembelajaran sebesar ry123 0567 r tabel 0266 dan t hitung 9515 t tabel 167 2 terdapat hubungan yang berarti antara persepsi guru terhadap gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan keefektifan pembelajaran sebesar ry213 0309 r tabel 0266 dan t hitung 3261 t tabel 167 3 terdapat hubungan yang berarti antara iklim sekolah dengan keefektifan pembelajaran sebesar ry312 0432 r tabel 0266 dan t hitung 5530 ttabel 167 dan 4 terdapat hubungan yang berarti antara kompetensi pedagogik persepsi guru terhadap gaya kepemimpinan kepala sekolah dan iklim sekolah dengan keefektifan pembelajaran sebesar Ry123 0602 r tabel 0266 dan F hitung 10034 Ftabel 265Hasil penelitian diperoleh kompetensi pedagogik persepsi guru terhadap gaya kepemimpinan kepala sekolah dan iklim sekolah secara bersama-sama memberikan sumbangan sebesar 362 terhadap keefektifan pembelajaran dan sisanya ditentukan keadaan lainhttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-antara-kompetensi-pedagogik-persepsi-guru-terhadap-gaya-kepemimpinan-kepala-sekolah-dan-iklim-sekolah-dengan-keefektifan-pembelajaran-guru-sma-negeri-di-kabupaten-aceh-timur-34222.htmlWed, 28 Jan 2015 16:44:08 +0700Meningkatkan kompetensi guru ekonomi menyusun instrumen tes hasil belajar melalui model pelatihan Step by Step On-the-job Teacher Training SSOT di SMA dan SMK Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera UtaraTujuan penelitian ini untuk meningkatkan kompetensi guru ekonomi menyusun instrumen tes hasil belajar Kompetensi guru menyusun instrumen tes hasil belajar adalah pengetahuan kemampuan dan keterampilan yang harus dimiliki oleh guru untuk menyusun alat yang digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik setelah melakukan proses belajar mengajar melalui kegiatan penilaian Penelitian menggunakan metode penelitian tindakan sekolah PTS Model penelitian tindakan yang digunakan adalah model Kemmis McTaggart dengan proses siklus terdiri atas empat langkah yaitu perencanaan pelaksanaan tindakan pengamatan dan refleksi Meningkatkan kompetensi guru menyusun instrumen tes hasil belajar menggunakan model pelatihan SSOTT Subyek penelitian melibatkan guru SMA dan SMK rumpun ekonomi berjumlah 30 orang yang berada di Kabupaten Dairi Langkah-langkah menyusun instrumen tes hasil belajar adalah 1 menyusun spesifikasi tes 2 menulis tes 3 menelaah tes 4 melakukan ujicoba tes 5 menganalisis butir tes 6 memperbaiki tes dan 7 merakit tes Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui model pelatihan SSOTT dapat meningkatkan kompetensi guru menyusun instrumen tes hasil belajar Indikator untuk mengukur kompetensi guru menyusun instrumen tes hasil belajar adalah 1 membuat kisi-kisi soal 2 merangkai soal dan 3 menganalisis soal Peningkatan kompetensi guru pada setiap siklus yaitu persentase nilai pembuatan kisi-kisi soal mengalami kenaikan yang ditunjukkan dari hasil penilaian yaitu 14067 pada prasiklus 21367 pada siklus pertama dan 22833 pada siklus kedua Persentase nilai merangkai soal mengalami kenaikan yang ditunjukkan dari hasil penilaian yaitu 19850 pada prasiklus 31997 pada siklus pertama dan 33503 pada siklus kedua Persentase nilai menganalisis soal mengalami kenaikan yang ditunjukkan dari hasil penilaian yaitu 18033 pada prasiklus 30700 pada siklus pertama dan 52100 pada siklus kedua Hasil penelitian ini menemukan bahwa model pelatihan SSOTT dapat meningkatkan kompetensi guru menyusun instrumen tes hasil belajar Disarankan pada pelatihan agar menggunakan model SSOTT untuk meningkatkan kompetensi guruhttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-kompetensi-guru-ekonomi-menyusun-instrumen-tes-hasil-belajar-melalui-model-pelatihan-step-by-step-onthejob-teacher-training-ssot-di-sma-dan-smk-kabupaten-dairi-provinsi-sumatera-utara-34221.htmlWed, 28 Jan 2015 16:14:08 +0700Peningkatan kemampuan guru dalam menerapkan teori belajar konstruktivisme melalui supervisi akademik pendekatan direct instruction di SMK Program Studi Teknik Elektronika Sub Rayon 01 Kabupaten KaroTujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan guru menerapkan teori belajar konstruktivisme Subyek penelitian adalah guru Elektronika SMK Sub Rayon 01 Kabupaten Karo sebanyak enam orang Metode yang digunakan adalah melalui supervisi akademik pendekatan direct instruction yang dilaksanakan dengan empat tahapan yaitu review presentasi latihan terbimbing dan latihan mandiri Hipotesis tindakan pada penelitian ini adalah dengan melakukan supervisi akademik pendekatan direct instruction dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan teori belajar konstruktivisme Penelitian dilaksanakan di SMKN 1 Merdeka selama dua bulan yaitu bulan Januari sd Februari 2014 Hasil analisis data kemampuan rata-rata guru pada siklus I hasil tes sebesar 7204 membuat RPP sebesar 7489 dan menerapkan pembelajaran konstruktivisme sebesar 7036 Sedangkan hasil analisis data kemampuan rata-rata guru pada siklus II hasil tes sebesar 8778 membuat RPP sebesar 8911 dan menerapkan pembelajaran konstruktivisme sebesar 8666 Nilai rata-rata kemampuan guru meningkat dari siklus I sampai siklus II Hasil analisis angket menunjukkan bahwa guru Elektronika SMK Sub Rayon 01 Kabupaten Karo 3333 sangat setuju dan 6667 setuju metode supervisi akademik pendekatan direct instruction dapat membangun pemahaman guru tentang pembelajaran konstruktivisme Implikasi penelitian menyatakan bahwa supervisi akademik pendekatan direct instruction dapat diterapkan di ruang lingkup yang lebih luas dalam stakeholder pendidikan guna meningkatkan kemampuan guru Dengan demikian disarankan kepada pengawas sekolah agar melaksanakan supervisi akademik pendekatan direct instruction untuk membina kualitas kinerja guru kepada kepala sekolah hendaknya melakukan pengawasan pendekatan direct instruction untuk meningkatkan mutu pembelajaran di kelas kepada guru Elektronika bahwa menerapkan strategi belajar konstruktivisme sebagai salah satu alternatif solusi terhadap pembelajaran yang berpusat kepada siswa dan hasil penelitian ini menjadi sumberrujukan dalam penelitian selanjutnyahttp://digilib.unimed.ac.id/peningkatan-kemampuan-guru-dalam-menerapkan-teori-belajar-konstruktivisme-melalui-supervisi-akademik-pendekatan-direct-instruction-di-smk-program-studi-teknik-elektronika-sub-rayon-01-kabupaten-karo-34220.htmlWed, 28 Jan 2015 16:04:36 +0700Meningkatkan kinerja guru biologi dalam pembelajaran melalui supervisi klinis di SMA Negeri 1 Tukka dan SMA Negeri 1 Pinang sori Kabupaten Tapanuli TengahTujuan penelitian ini adalah 1 untuk mengetahui kinerja guru biologi dalam pembelajaran di SMA Negeri 1 Tukka dan SMA Negeri 1 Pinangsori Kabupaten Tapanuli Tengah setelah memperoleh pembinaan melalui supervisi klinis 2 mengetahui peningkatan kinerja guru biologi dalam pembelajaran di SMA Negeri 1Tukka dan SMA Negeri 1 Pinangsori Kabupaten Tapanuli TengahMetode penelitian ini adalah kualitatif atau penelitian tindakan dengan pendekatan observasi Subjek penelitian adalah guru biologi SMA Negeri 1 Tukka dan guru biologi SMA Negeri 1 Pinangsori Kabupaten Tapanuli Tengah berjumlah empat orang Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data lembar penilaian observasi kinerja guru dalam perencanaan pembelajaran APKG 1 pelaksanaan pembelajaran APKG 2 dan evaluasi pembelajaran untuk menilai hasil proses pembelajaranHasil penelitian menunjukkan 1 pra siklus rata-rata nilai kinerja guru biologi dalam pembelajaran yaitu merencanakan adalah 687 dengan kategori cukup melaksanakan adalah 656 dengan kategori cukup dan menilai hasil proses pembelajaran adalah 687 dengan kategori cukup 2 siklus pertama rata-rata nilai kinerja guru biologi dalam pembelajaran yaitu merencanakan adalah 743 dengan kategori cukup melaksanakan adalah 742 dengan kategori cukup menilai hasil proses pembelajaran adalah 75 dengan kategori baik 3 siklus kedua rata-rata nilai kinerja guru biologi dalam pembelajaran yaitu merencanakan adalah 95 dengan kategori sangat baik melaksanakan adalah 966 dengan kategori sangat baik menilai hasil proses pembelajaran adalah 9875 dengan kategori sangat baik 4 rata-rata nilai kinerja guru biologi dalam pembelajaran dari pra siklus siklus pertama dan siklus kedua yaitu merencanakan adalah 795 dengan kategori baik melaksanakan adalah 788 dengan kategori baik dan menilai hasil proses pembelajaran adalah 808 dengan kategori baik telah memenuhi kriteria keberhasilan tindakan yang ditetapkan 5 supervisi klinis dapat meningkatkan kinerja guru biologi dalam pembelajaranhttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-kinerja-guru-biologi-dalam-pembelajaran-melalui-supervisi-klinis-di-sma-negeri-1-tukka-dan-sma-negeri-1-pinang-sori-kabupaten-tapanuli-tengah-34219.htmlWed, 28 Jan 2015 15:57:11 +0700Pengaruh Hasil Belajar Micro Teaching Terhadap Kemampuan Mengajar Dalam Program Pengalaman Lapangan PPL Pada Mahasiswa Prodi Pendidikan Tata Niaga Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan Tahun Akademik 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh hasil belajar micro teaching terhadap kemampuan mengajar dalam program pengalaman lapangan PPL pada mahasiswa Prodi Pendidikan Tata Niaga Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan tahun akademik 20132014Penelitian ini dilaksanakan di Prodi Pendidikan Tata Niaga Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan Unimed Pada bulan Mei 2014 dengan jumlah populasi sebanyak 100 orang dan sampelnya keseluruhan populasi sebanyak 100 orang Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui observasi dan dokumentasi Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier sederhana dengan rumus Y a bX dan uji hipotesis menggunakan uji t secara statistik dengan bantuan software SPSS versi 21Untuk mengetahui besarnya pengaruh hasil belajar micro teaching terhadap kemampuan mengajar dalam PPL digunakan rumus regresi linier sederhana Berdasarkan hasil analisis menunjukkan persamaan regresi Y96285-0029X Untuk menguji hipotesis digunakan uji t sehingga diperoleh nilai sebesar t_hitung-0570t_tabel 1984 pada taraf signifikansi 005 dengan nilai sig 0570005 sedangkan koefisien determinasi diperoleh sebesar 0003Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh yang positif dan signifikan antara hasil belajar micro teaching terhadap kemampuan mengajar dalam program pengalaman lapangan PPL pada mahasiswa Prodi Pendidikan Tata Niaga Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan tahun akademik 20132014http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-hasil-belajar-micro-teaching-terhadap-kemampuan-mengajar-dalam-program-pengalaman-lapangan-ppl-pada-mahasiswa-prodi-pendidikan-tata-niaga-fakultas-ekonomi-universitas-negeri-medan-tahun-akademik-20132014-34218.htmlTue, 27 Jan 2015 15:09:31 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pelajaran Surat Menyurat Melalui Penggunaan Media Pembelajaran Power Point Di Smk Tengku Amir Hamzah Indrapura TP 2014 2015Permasalahan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah apakah penggunaan media pembelajaran power point dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran surat menyurat di SMK Tengku Amir Hamzah Indrapura TP 20142015 Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran surat menyurat di SMK Tengku Amir HAmzah Indrapura melalui penggunaan media pembelajaran power point Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMK TEngku Amir Hamzah Indrapura yang beralamat di Jalan Syarifuddin No 39 Tanjung Kubah Indrapura Subjek dalam penelitian ini adalah kelas X1 Jurusan Administrasi Perkantoran SMK Tengku Amir Hamzah Indrapura yang terdiri dari 24 siswa dan penelitian ini adalah penggunaan media pembelajaran power point untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran surat menyuratPenelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus dimana setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan pelaksanaan observasi dan refleksi Cara pengumpulan data adalah melaui tes Berdasarkan hasil analisis data perolehan hasil belajar siswa pada pelajaran surat menyurat mengalami peningkatanhal ini dapat dilihat dari jumlah siswa yang tuntas pada siklus ada 17 siswa dengan rata rata nilai siswa 687 708 mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 22 siswa yang tuntas dengan rata rata nilai siswa 816 916sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran power point dapa menigkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran surat menyurat di SMK Tengku Amir Hamzah Indrapura TP 20142015http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-siswa-pada-pelajaran-surat--menyurat-melalui-penggunaan-media-pembelajaran-power-point-di-smk-tengku-amir-hamzah-indrapura-tp-2014-2015-34217.htmlTue, 27 Jan 2015 15:05:43 +0700Penerapan Kolaborasi Model Pembelajaran Guided Teaching dengan Numbered Heads Together Untuk Meningkatkan Minat Dan Hasil Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI IPS SMA Kemala Bhayangkari I Medan Tahun Pembelajaran 20122013Permasalahan dalam penelitian ini adalah Rendahnya minat dan hasil belajar akuntansi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan minat dan hasil belajar akuntansi siswa kelas XI IPS SMA Kemala Bhayangkari I Medan melalui kolaborasi Model Pembelajaran Guided Teaching dengan Number Heads Together serta untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara siklus I dan siklus IIPenelitian ini dilaksanakan di SMA Kemala Bhayangkari I Medan tahun pembelajaran 20122013 Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS yang berjumlah 30 orang Objek penelitian ini adalah penerapan kolaborasi model pembelajaran Guided Teaching dengan Number Heads Together Jenis Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas PTK yang terdiri dari dua siklus dimana dalam tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu 1 Perencanaan 2 Pelaksanaan 3 Pengamatan dan 4 Refleksi Teknik pengumpulan data menggunakan tes untuk melihat hasil belajar akuntansi dan angket untuk mengetahui minat belajar akuntansi siswa Sedangkan teknik analisis data adalah dengan data kuantitatif dan data kualitatifHasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil angket mengenai minat belajar siswa menunjukkan adanya peningkatan minat belajar dari siklus I ke siklus II Hal ini terlihat dari minat belajar siswa pada siklus I terdapat 17 siswa 566 untuk kriteria minat sedang sedangkan pada siklus II terdapat 26 siswa 866 dengan kriteria minat tinggi berdasarkan kriteria penilaian yaitu 76 - 100 dikatakan minat tinggi Sedangkan hasil tes yang dilaksanakan terdapat peningkatan hasil belajar siswa yaitu dari 30 siswa hanya 17 siswa 566 yang tuntas belajar pada siklus I menjadi 27 siswa 90 pada siklus II Hal ini menunjukan siklus II sudah mencapai standar KKM secara klasikal yaitu 70 siswa harus memperoleh nilai 8805 70 Dan adanya perbedaan yang signifikan antara siklus I dan siklus II dengan diperoleh nilai thitung 660 ttabel 2045Berdasarkan analisis diatas dapat disimpulkan bahwa penerapan Kolaborasi Model pembelajaran Guided Teaching dengan Number Heads Together dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada standar kompetensi memahami penyusunan siklus akuntansi perusahaan jasa pada materi jurnal penutup dan neraca saldo setelah penutupan di kelas XI IPS SMA Kemala Bhayangkari I Medan Tahun Pembelajaran 20122013http://digilib.unimed.ac.id/penerapan-kolaborasi-model-pembelajaran-guided-teaching-dengan-numbered-heads-together-untuk-meningkatkan-minat-dan-hasil-belajar-akuntansi-siswa-kelas-xi-ips--sma-kemala-bhayangkari-i-medan-tahun-pembelajaran-20122013-34216.htmlTue, 27 Jan 2015 14:58:19 +0700Analisis Faktor-faktoryang Mempengaruhi Pemilihan Metode Penilaian Persediaan pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek IndonesiaPermasalahan yangdibahasyaitu apakah variabel ukuran perusahaan financial leverage rasio lancar dan margin laba kotor berpengaruh terhadap pemilihan metode penilaian persediaan Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris pengaruh variabel ukuran perusahaan financial leverage rasio lancar dan margin laba kotor terhadap pemilihan metode penilaian persediaan baik secara parsial maupun simultan Metode penilaian persediaan yang digunakan adalah metode FIFO dan metode rata-rataPopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2010 2012 sebanyak 131 perusahaanTeknik penarikan sampel menggunakan metode purposive sampling sehingga dari 131 perusahaan diperoleh 64 perusahaan yang menjadi sampelPenelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data sekunder dengan cara mendownload laporan keuangan tahun 2010 2012 melalui wwwidxcoid Teknik analisis data menggunakan regresi logistik logistic regression dengan bantuan SPSS 20Pengujian hipotesis berdasarkan tingkat signifikansi 5Hasil pengujian membuktikan bahwa secara parsial variabel ukuran perusahaan berpengaruh signifikan sedangkan variabel financial leverage rasio lancar dan margin laba kotor tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pemilihan metode penilaian persediaan dan hasil pengujian secara simultan membuktikan bahwa variabel ukuran perusahaan financial leverage rasio lancar dan margin laba kotor tidak berpengaruh signifikan terhadap pemilihan metode penilaian persediaanKesimpulan dari hasil penelitian adalah variabel ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap pemilihan metode penilaian persediaan secara parsialhttp://digilib.unimed.ac.id/analisis-faktorfaktoryang-mempengaruhi-pemilihan-metode-penilaian-persediaan-pada-perusahaan-manufaktur-yang-terdaftar-di-bursa-efek-indonesia-34215.htmlTue, 27 Jan 2015 14:52:06 +0700Pengaruh Remedial Teaching Dalam Mencapai Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Kewirausahaan Di SMK Budi Satrya Medan TP 20132014Permasalahan dalam penelitian ini adalah guru cenderung menerapkan metode konvensional dalam proses belajar mengajar sehingga siswa pasif dan menyebabkan siswa tidak tuntas hasil belajarnya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh remedial teaching dalam mencapai hasil belajar siswa kelas X AP di SMK Budi Satrya Medan TP 20132014Penelitian ini dilaksanakan di SMK Budi Satrya MedanPopulasi dalam penelitian ini terdiri dari 40 orang siswa dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 orang siswa dengan teknik total sampling Teknik Pengumpulan data dilakukan dengan observasi wawancara angket dan studi dokumentasi Teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui adanya hubungan variabel X dengan variabel Y adalah regresi linear sederhana kemudian untuk mengetahui besarnya hubungan variabel X dengan variabel Y menggunakan determinasi dan pengujian hipotesis menggunakan uji tBerdasarkan analisis data dengan menggunakan rumus regresi linear sederhana diperoleh persamaan garis linear 374 1516 065X Besarnya hubungan variabel X dengan variabel Y dihitung dengan determinasi dan diperoleh besarnya hubungan variabel X dengan variabel Y adalah 30 Hipotesis diuji dengan uji t sehingga diperoleh t_hitung sebesar 410 sedangkan t_tabel pada taraf signifikan 95 atau alpha 5 adalah 168 Berarti t_hitungt_tabel 410168 maka dapat disimpulkan hipotesis yang menyatakan Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan remedial teaching dengan hasil belajar siswa kelas X AP pada mata pelajaran kewirausahaan di SMK Budi Satrya Medan TP 20132014 dapat diterimahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-remedial-teaching-dalam-mencapai-hasil-belajar-siswa-pada-mata-pelajaran-kewirausahaan-di-smk-budi-satrya-medan-tp-20132014-34214.htmlTue, 27 Jan 2015 14:48:06 +0700The Influence of Earnings Management on The Cost of Debt An Empirical Study on Listed Consumer Goods Companies in Indonesia Stock ExchangeThe problem in this research is whether earnings management has influence on cost of debt This research is aimed to find out the empirical evidence of the influence of earnings management on the cost of debt on consumer goods companies listed in Indonesian Stock Exchange IDX in year 2012The population in this research are all consumer goods companies listed in Indonesia Stock Exchange in 2012 From 36 listed companies 35 companies were selected as the samples Judgment sampling is used as a method of sample selection The data used in this research is secondary data by collecting and downloading the financial statements from Indonesian Stock Exchange site httpwwwidxcoid Data analysis technique used was simple regressionThe results obtained with significance level 945 5 indicates that earnings management has no effect on the cost of debt In this research the hypothesis testing of the second and third are ignored because it moderates first hypothesis The second and third hypotheses as moderating will not strengthen or weaken the relationship between earnings management and the cost of debt because of the remaining first hypothesis showed no influence between earnings management and cost of debtThe conclusion of the research hypothesis states that the first hypothesis is rejected This means that earnings management has no influence on the cost of debt on consumer goods companies listed in Indonesian Stock Exchangeshttp://digilib.unimed.ac.id/the-influence-of-earnings-management-on-the-cost-of-debt-an-empirical-study-on-listed-consumer-goods-companies-in-indonesia-stock-exchange-34213.htmlTue, 27 Jan 2015 14:43:47 +0700Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi dividend payout ratio pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2010-2012Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu apakah ROIDERCR dan Firm Size memiliki pengaruh secara parsial dan simultan terhadap Dividend Payout Ratio DPR Dan tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh ROIDERCR dan Firm Size secara parsial dan simultan terhadap Dividend Payout Ratio DPR pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2010-2012Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2012 Dari 134 perusahaan yang terdaftar dipilih 31 perusahaan dengan menggunakan purposive sampling Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan cara mendokumentasikan laporan keuangan perusahaan yang diunduh dari wwwidxcoid dan ICDM Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda bantuan SPSS 190 Dalam pemenuhan asumsi klasiknya pada penelitian ini mengalami pembuangan data outlier agar dapat berdistribusi normalHasil Pengujian menunjukkan bahwa variabel ROIDERCR dan Firm Size berpengaruh signifikan secara simultan terhadap Dividend Payout Ratio DPR Namun secara parsial ROI berpengaruh positif dan signifikan CR dan DER berpengaruh positif tetapi tidak signifikan serta Firm size berpengaruh negatif terhadap Dividend Payout Ratio DPRDapat disimpulkan bahwa secara parsial maupun simultan variabel ROIDERCR dan Firm Size memiliki pengaruh terhadap Dividend Payout Ratio DPRhttp://digilib.unimed.ac.id/analisis-faktorfaktor-yang-mempengaruhi-dividend-payout-ratio-pada-perusahaan-manufaktur-yang-terdaftar-di-bei-periode-20102012-34212.htmlTue, 27 Jan 2015 14:38:42 +0700Pengaruh Faktor-faktor Produksi Terhadap Pendapatan Petani Padi Di Desa Sido Makmur Kecamatan Kuala Kabupaten LangkatPenggunaan faktor-faktor produksi usahatani yang mempunyai hubungan terhadap tingkat produksi dan pendapatan yang diterima petani Semakin luas tanah lahan usahatani yang diusahakan maka jumlah produksi yang dihasilkan juga semakin banyak sehingga pendapatan yang diterima petani semakin tinggi Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh faktor-faktor produksi lahan tenaga kerja dan modal terhadap pendapatan petani padi di Desa Sido Makmur Kecamatan Kuala Kabupaten LangkatPopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani pemilik lahan padi di Desa Sido Makmur Kecamatan Kuala berjumlah 60 Kepala Keluarga Teknik pengambilan sampel adalah total sampling yaitu sebanyak 60 responden Teknik pengumpulan data adalah observasi dan angket Teknik analisis menggunakan uji parsial dan uji simultan Analisis data pada penelitian ini diperoleh persamaan regresi 374 4245 0231 X1 0025 X2 0757 X3 e Nilai konstanta 4245 diasumsikan jika tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor produksi maka pendapatan petani tetap sebesar 4245 Koefisien regresi luas han X1 sebesar 0231 menyatakan bahwa setiap ada peningkatan luas lahan 1 Ha akan mempengaruhi pendapatan petani 0231 Koefisien regresi tenaga kerja X2 0025 artinya apabila petani menambah 1 tenaga kerja maka akan menaikan pendapatan petani sebesar 0025 Koefisien regresi modal X3 sebesar 0757 artinya jika modal bertambah 1 akan mempengaruhi pendapatan sebesar 0757 Koefesien Determinasi adjust R square sebesar 0873 artinya bahwa besarnya pengaruh lahan tenaga kerja dan modal terhadap pendapatan petani pad di Desa Sido Makmur Kecamatan Kuala sebesar 873 dan sisanya 127 dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitianHasil uji hipotesis dalam penelitian ini diperoleh thitung X1 2308 X2 3571 X3 8521 dengan p 005 maka hipotesis diterima yang artinya bahwa lahan tenaga kerja dan modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani padi di Desa Sido Makmur Kecamatan Kuala Uji F simultan diperoleh Fhitung F tabel atau 135953 277 dengan level of significant 945 0000 0005 yang berarti bahwa variabel lahan tenaga kerja dan modal secara bersama-sama simultan berpengaruh terhadap pendapatan petani padi di Desa Sido Makmur Kecamatan Kualahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-faktorfaktor-produksi-terhadap-pendapatan-petani-padi-di-desa-sido-makmur-kecamatan-kuala-kabupaten-langkat-34211.htmlTue, 27 Jan 2015 14:34:14 +0700Grammatical metaphor in English textbook of Junior High SchoolThis study investigates grammatical metaphor in the English textbook of Junior High School The objectives of the study are to identify what grammatical metaphor are used in Junior High School English textbook to describe the way those grammatical metaphor are used and to explain the reason why the English textbook of Junior High School uses those grammatical metaphors The research was conducted by applying descriptive qualitative design The data for this study were texts which were taken from an English textbook for Junior High School The data were collected by selecting the texts contained in the textbook based on tiheir subjects then retyping the passage of the text editing the passage by breaking down the clauses into a data and finally printing out the data After the data had been collected they were analyzed by some procedures identifying the grammatical metaphor in the data rewording or unpacking the data into a congruent form making comparisons between the two forms classifying the classes of grammatical metaphor and its functions Then analyzing the strategy of grammatical metaphor coded in the data and analyzing the reason the grammatical metaphor is used in the English textbook The findings of the study show that there are five grammatical metaphors used in the English textbook namely the realization of epithet thing event thing event epithet head modifier and manner epithet It is found that the reason why the English textbook uses the grammatical metaphors is in order to make the information compact or denser Moreover the English textbook directs the students to a scientific writing model which is mostly applied in their higher educational level Therefore it is demanded that the students should have good reading skillhttp://digilib.unimed.ac.id/grammatical-metaphor-in-english-textbook-of-junior-high-school-34210.htmlTue, 27 Jan 2015 14:31:07 +0700Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI IPS di MAN 2 Model Medan Tahun Ajaran 20132014Masalah penelitian ini adalah guru kurang mengembangkan kecerdasan emosional siswa dan rendanya prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi kelas XI IPS MAN 2 Model MedanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis regresi tentang pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi kelas XI IPS MAN 2 Model Medan Penelitian ini dilaksanakan di MAN 2 Model Medan yang berlokasi di jalan Williem Iskandar No 5-7 MedanTeknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear sederhana diperoleh nilai Y13693 06745x Pengujian hipotesis menggunakan uji t diperoleh thitung sebesar 2193 dan ttabel sebesar 1697 Hal ini menunjukkan thitttabel 21931697 maka hipotesis diterima Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi studi dokumentasi dan angket Populasi dalam penelitian ini sebanyak 118 siswa dengan sampel 30 siswa random samplingHasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi kelas XI IPS MAN 2 Model Medan Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-kecerdasan-emosional-terhadap-prestasi-belajar-siswa-pada-mata-pelajaran-ekonomi-kelas-xi-ips-di-man-2-model-medan-tahun-ajaran-20132014-34209.htmlTue, 27 Jan 2015 14:29:19 +0700Interpersonal metaphor in Indonesia Now English news program on Metro TVThis study investigate interpersonal metaphor in Indonesia Now English news program on Metro TV based on SFL approach The objectives of the study are to identify what types of interpersonal metaphor used in Indonesia Now to describe the way those interpersonal metaphors are used and to explain in what context those interpersonal metaphors are used A qualitative descriptive research was applied The data were taken from three broadcasts from November 2013 December 2013 and January 2014 The data were collected by recording the Indonesia Now program then transcribing those programs into written text classifying the data into types of interpersonal metaphor and then drawing conclusion from the data The findings of the study show that there are six types of interpersonal metaphor used in Indonesia Now namely epithet euphemism connotative meaning vocative metaphor of mood and metaphor of modality The use of interpersonal metaphor in Indonesia Now is realized by the use of incongruent types of expressing meaning It is also found that the use of interpersonal metaphor in Indonesia Now is closely related to social context The speaker use interpersonal metaphor to accurately reflect their point of view and express the emotion and this purpose can be achieved with reference to context of situation and context of culturehttp://digilib.unimed.ac.id/interpersonal-metaphor-in-indonesia-now-english-news-program-on-metro-tv-34208.htmlTue, 27 Jan 2015 14:27:03 +0700THE INFLUENCE OF INTERACTIVE CHEMISTRY MODULE DEVELOPMENT TOWARDS STUDENTS ACHIEVEMENT ON THE TEACHING OF SOLUBILITY AND SOLUBILITY PRODUCT IN SENIOR HIGH SCHOOLThe purpose of this research which the title of the influence of interactive chemistry module development on the teaching of solubility and solubility product are to develop and standardize of interactive chemistry module and to know its influence to students achievement The population of this research are all of students grade XI of SMA Negeri 3 Medan SMA StThomas 1 Medan and SMA Sutomo 2 Medan and all students grade XII SMA StThomas 1 Medan Chemistry Lecture chemistry teachers as expert team The samples that were chosen from two classes those were homogenenize and distributed normally There are two kinds of research instruments those are questionnaire for standardization of interactive chemistry module and 20 multiple choice those were validated by expert valuator and students with its rcount 0847 rtable 0291 stated that it was reliable Questionnaire was done in standardized interactive chemistry module by chemistry lecturer and chemistry teachers called as expert judgment Trial for module have done by giving pre test teaching and learning activities by using interactive chemistry module as media in experiment class and by using chemistry book as a media control class and giving the posttest The research result can be shown as the average percentage normalized gain where in experimental class is obtained 79 and in the control class is obtained 54 Based on all significantly 000 005 so alternative hypothesis Ha was received so that it can concluded that interactive chemistry module is effective and significant higher to increase students achievement The standarization of interactive chemistry module have assessed by lecturer 368 chemistry teachers 3803 and the total average 3742 it means that interactive chemistry module is valid and doesnt need revised In addition the development of cognitive aspect which is improved by solubility and solubility module is C2 C3 and C4 The level of cognitive aspect is C2 comprehension C3 application and C4 analysis Its average of normalized gain from cognitive aspect is C2 090 high category C3 086 high category and C4 080 high categoryhttp://digilib.unimed.ac.id/the-influence-of-interactive-chemistry-module-development-towards-students-achievement-on-the-teaching-of-solubility-and-solubility-product-in-senior-high-school-34207.htmlTue, 27 Jan 2015 14:24:23 +0700Improving students achievement in writing descriptive texts through mind-mappingThis research objective is to improve students achievement in writing descriptive text taught through mind mapping Mind mapping is simply a diagram used to represent words ideas which can help the students to generate visualize structure and classify ideas to construct a written paragraph In this case the researcher is eager to investigate the significant of mind mapping technique in improving students achievement in writing descriptive text The research method is classroom action research and it is conducted to grade VIII-1 of 33 students of SMP Negeri 2 Delitua in the second semester 20132014 academic year which is to intervene in a deliberate way in the problematic situation in order to bring about changes and even better improvement in practice In classroom action research the researcher applies some instrument such as writing test observation sheet to see the progress of each session namely plan action observation and reflection Then the data are analyzed qualitatively Qualitative data consist of the observation result of students and teachers activities Quantitative data are taken from the writing test to look the increase of students achievement in writing descriptive text in cycle 1 and cycle 2 The improvement increase based on KKM Criteria Completeness Minimal is 80 In cycle 1 the mean of students score in level mastery was 7022 with 12 students 36 pass KKM and in average category as fair It increased in cycle 2 the mean of students score in level mastery was 8129 with 26 students 79 pass KKM and in average category as good then during teaching learning process the students were active in attending the learning activity In conclusion mind mapping technique is able to improve the students achievement in writing descriptive texthttp://digilib.unimed.ac.id/improving-students-achievement-in-writing-descriptive-texts-through-mindmapping-34206.htmlTue, 27 Jan 2015 14:21:17 +0700PENGARUH TEKNOLOGI IT PADA MODEL DISCOVERY CONSTRUCTIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA POKOK BAHASAN ZAT ADITIF MAKANAN KELAS VIII SMP KALAM KUDUS MEDANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan peningkatan hasil belajar kimia SMP Kalam Kudus Medan yang menggunakan media animasi flash dengan Ms Power Point pada model Discovery Constructive Learning Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-B dan VIII-C SMP Kalam Kudus Medan Pengambilan sampel penelitian diambil secara purposive sampling yang terdiri dari kelas pembelajaran Discovery Constructive Learning dengan media animasi flash dan pada kelas pembelajaran Discovery Constructive Learning dengan media MsPower Point Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu Berdasarkan hasil uji persyaratan data diketahui bahwa baik data hasil belajar siswa kelas pembelajaran Discovery Constructive Learning dengan media animasi flash dan kelas pembelajaran Discovery Constructive Learning dengan media MsPower Point dinyatakan berdistribusi normal dan memiliki varians yang seragam homogen Berdasarkan data gain ternormalisasi besar peningkatan hasil belajar yang menggunakan pembelajaran Discovery Constructive Learning dengan media animasi flash adalah 8443 dan peningkatan hasil belajar yang menggunakan pembelajaran Discovery Constructive Learning dengan media MsPower Point adalah 7106 Besarnya perbedaan peningkatan hasil belajar kimia siswa adalah 1337 Hasil pengujian hipotesis diperoleh t -t945 dan t t945 dengan menggunakan uji t dua pihak yaitu 00437 -0025 dan 00437 0025 pada taraf signifikansi 945 0025 Hal ini berarti H0 ditolak dan Ha diterima dimana Ha ada perbedaan peningkatan hasil belajar kimia SMP Kalam Kudus Medan yang menggunakan media animasi flash dengan Ms Power Point pada model Discovery Constructive Learning kelas VIII SMP Kalam Kudus Medan pada pokok bahasan zat aditif makanan TA 20132014http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-teknologi-it-pada-model-discovery-constructive-learning-untuk-meningkatkan-pemahaman-siswa-pada-pokok-bahasan-zat-aditif-makanan-kelas-viii-smp-kalam-kudus-medan-34205.htmlTue, 27 Jan 2015 14:18:44 +0700Lexical change of Pidie dialectThis study presents a research conducted on the Lexical Change of Pidie It employs qualitative research the objectives of the study were to 1 investigating the lexical change type 2 describing the lexical change patterns and 3 explaining the lexical change reasons of Pidie Dialect of Aceh The empirical materials were thoroughly and well-gathered from the documents and interviews The data were analyzed by using interactive model by miles and hubberman model Based on the analysis the findings in this research are drawn as the following First the lexical change of Pidie Dialect of Aceh comprised lexical loss semantic change and lexical creation Every single sort of change was figured out based on it lexical classes for examples noun verb adjective and adverb Where in lexical loss found 357 lexicons the percentage of lexical loss of noun 6727 verb 1340 adjective 1648 adverb 083 Semantic change 19 lexicons semantic change of noun 8947 verb 1052 adjective 526 adverb was unrecognizable and not treated as semantic change and lexical creation 128 lexiconsthe lexical creation of noun 7368 verb 526 adjective 1929 and adverb 175 The researcher found that the major occurrence of lexical change of Pidie Dialect were noun while verb adjective and adverb were minor Second the pattern of lexical change of Pidie Dialect has been manifested on three types 1 lexical loss potential loss and total lexical loss 2semantic change 3 lexical creation Internal lexical creation and external lexical creation Third The reasons of lexical change of PDA Lexical loss semantic change lexical creation In educational setting the various change of Pidie Dialect of Aceh implicitly implicate that language standardization like selection dification elaboration and acceptance was not totally employed consequently it bears an enormously complicated impending the success of teaching and learning of PDA to the next generationhttp://digilib.unimed.ac.id/lexical-change-of-pidie-dialect-34204.htmlTue, 27 Jan 2015 14:16:35 +0700Perbandingan Peningkatan Hasil Belajar Kimia Siswa dengan Media Hand Outdan Komik Melalui Model PembelajaranKooperatif Tipe Student Team Achievement DivisionSTADPada Pokok Bahasan HidrokarbonPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbandingan peningkatan hasil belajar kimia siswa pada kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD menggunakan media Hand Out dan media komik pada materi hidrokarbon Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 21 Medanyang terdiri dari 4 kelasSampel penelitian diambil 2 kelas dengan cara random sample Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajardan observasiInstrumen tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar berupa pilihan ganda dengan jumah sebanyak 21 soal yang telah dinyatakan valid dan reliabel Berdasarkan uji hipotesis yang dilakukan yakni uji t pihak kanan dengan taraf signifikan 005 diperoleh thitung ttabel yakni thitung 0801 ttabel 0361 berarti Ha diterima dan tolak Ho yaitu hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division STADmelalui media komik lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan media hand out pada pokok bahasan Hidrokarbon Hal ini diperoleh dari analisis data gain Rata-rata gain yang diperoleh siswa di kelas eksperimen 1 adalah 042dan kelas eksperimen 2 adalah 0 62sehingga persentase peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen 1 sebesar 42 sedangkan pada kelaseksperimen 2 sebesar 62 Maka dapat di simpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media komik dapata meningkatkan hasil belajar kimia siswa pada pokok bahasan hidrokarbonhttp://digilib.unimed.ac.id/perbandingan-peningkatan-hasil-belajar-kimia-siswa-dengan-media-hand-outdan-komik-melalui-model-pembelajarankooperatif-tipe-student-team-achievement-divisionstadpada-pokok-bahasan-hidrokarbon-34203.htmlTue, 27 Jan 2015 14:13:48 +0700THE INFLUENCE OF EXPERIMENTAL METHOD USING PAS IN SENIOR HIGH SCHOOL TOWARD STUDENTS PROCESS SKILL AND ACHIEVEMENTIN REDOX REACTIONThis research purposed to know the influence of experimental method using PAS toward students process skill and achievement in redox reaction In addition this research also purposed to know the feasibility of PAS guidance the result of testing PAS guidance in laboratory UNIMED percentage skill of student and students perception to PAS guidance The population of this research is all Senior High School students grade X at MAN 2 Model Medan and the sample are 2 classes of students in superior class experiment class that taught with experimental method using PAS and control class that taught using conventional method The instrument that used in this research is 15 questions in the form of multiple choice that has been standardized by statistic method by using t-test with validity test rcount 0444 reability test 0781 rtable with category is high Then the result data was analyzed with normality test and homogeneity test In experiment class normality test for gain data is 180 and in control class normality test for gain data is 237 with X2table is 1107 so the data both of class is normal distributed In homogeneity test for pre-test Fcount is 103 post-test is 111 gain is 100 with Ftable is 207 so the data are homogenous Based on the analysis data of research both of class seen the differentiate of students achievement where the average score of post-test in experiment class is 8121 with average gain is 069 meanwhile the average score of post-test in control class is 7303 with average gain is 053 The difference of students achievement in both of class proven by hypothesis test by using t-test with significant level is 945 005 where tcount ttable 5333 1717 can be concluded refusing Ho and accepting Ha it means that the students process skill and achievement that be learnt with experimental method using PAS higher than student that be learnt with conventional method in the teaching of redox reaction The result data of research show 1 PAS guidance is very feasible to used as experiment guidance with average score is 9583 2 the result testing of PAS guidance in laboratory UNIMED was give similar result with the theory 3 percentage skill of student is high with average score is 8712 4 students perception to PAS guidance got average score is 8625 thats mean student understand by the presence of PAS guidance as experimental guidancehttp://digilib.unimed.ac.id/the-influence-of-experimental-method-using-pas-in-senior-high-school-toward-students-process-skill-and-achievementin-redox-reaction-34202.htmlTue, 27 Jan 2015 14:09:00 +0700Peningkatan kemampuan penalaran logis dan pemecahan masalah matematika siswa SMA Laksamana Martadinata melalui pendekatan kontekstualPenelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang meneliti tentang pendekatan pembelajaran kontekstual dalam upaya meningkatkan kemampuan penalaran logis dan pemecahan masalah matematika siswa yang dilakukan di SMA Laksamana Martadinata Medan dengan sampel kelas XII IPA semester genap tahun pelajaran 20112012 sebanyak tiga kelas yang diambil secara acak yang berjumlah 108 orang Sampel ini dibagi menjadi dua bagian yang masing-masing berjumlah 54 orang yakni sampel pertama dan sampel kedua selanjutnya disebut kelas eksperimen yang menggunakan pendekatan pembelajaran kontekstual dan kelas kontrol menggunakan pendekatan pembelajaran biasa Kelas Eksperimen memiliki 7 orang siswa dengan kemampuan matematika tinggi 39 orang siswa dengan kemampuan sedang serta 8 orang siswa yang lain dengan kemampuan matematika rendah Kelas Kontrol memiliki 5 orang siswa dengan kemampuan matematika tinggi 41 orang siswa dengan kemampuan sedang serta 8 orang siswa yang lain dengan kemampuan matematika rendah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan penalaran logis matematika dan kemampuan pemecahan masalah matematika serta proses belajar siswa Penelitian ini difokuskan pada penguasaan konsep proses belajar siswa terhadap pendekatan pembelajaran kontekstual dan pendekatan pembelajaran biasa dalam rangka meningkatkan kemampuan penalaran logis dan pemecahan masalah matematika siswa Setelah dilakukan pembelajaran pada kelas eksperimen dan di kelas kontrol selama delapan kali pertemuan dilanjutkan dengan pengumpulan data Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah tes matematika untuk kemampuan penalaran logis dan tes matematika untuk kemampuan pemecahan matematika siswa yang masing-masing empat soal tes bentuk uraian dan lembar observasi siswa dan guru untuk mengetahui proses siswa dan guru di kelas eksperimen maupun kelas kontrol Pengolahan data menggunakan uji gain ternormalisasi melihat perbedaannya dengan menggunakan uji-t dan Mann Withney Hasil uji perbedaan dua rata-rata gain keseluruhan aspek indikator kemampuan penalaran logis dan pemecahan masalah diperoleh bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan penalaran logis dan pemecahan masalah siswa yang mengikuti pembelajaran matematika melalui pendekatan kontekstual dibandingkan dengan siswa yang menggunakan pembelajaran biasa Menurut hasil analisis ini proses belajar terdapat perbedaan proses jawaban siswa yang mengikuti pembelajaran matematika melalui pendekatan kontekstual dibandingkan dengan siswa yang menggunakan pembelajaran biasa Berdasarkan hasil penelitian ini pembelajaran matematika dengan pendekatan kontekstual dapat diterapkan pada kegiatan pembelajaran matematika dengan demikian pendekatan pembelajaran kontekstual dapat dijadikan solusi dan alternatif pilihan guru dalam upaya meningkatkan kemampuan penalaran logis dan pemecahan masalah matematika siswahttp://digilib.unimed.ac.id/peningkatan-kemampuan-penalaran-logis-dan-pemecahan-masalah-matematika-siswa-sma-laksamana-martadinata-melalui-pendekatan-kontekstual-34201.htmlTue, 27 Jan 2015 14:07:46 +0700PENGARUH KOMPETENSI DAN INDENPENSI AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT Studi Empiris Pada KAP di MedanKualitas audit dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor baik itu faktor internal maupun faktor eksternal Faktor- faktor yang sangat penting peranannya dalam menentukan kualitas audit tersebut diantaranya adalah kompetensi dan independensi Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Kompetensi dan independensi Auditor terhadap kualitas Audit Rumusan masalah penelitian ini dinyatakan sebagai berikut 1 Apakah kompetensi dan independensi secara simultan mempunyai pengaruh terhadap kualitas audit 2 apakah kompetensi dan independensi secara parsial mempunyai pengaruh terhadap kualitas audit Populasi penelitian ini adalah auditor yang bekerja dikantor akuntan publik KAP di medan dengan sampel penelitian yang diambil menggunakan teknik propotrional Simple Random Sampling berukuran 34 auditor Data dianalisis dengan teknik analisis diskriptif dan analisis statistik Hasil penelitian menunjukan bahwa secara simultan kompetensi dan indenpendensi berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit dan hasil secara parsial menunjukkan bahwa variabel kompetensi dan independensi berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit Sedangkan koefisien determinasi menunjukkan bahwa secara bersama sama kompetensi dan independensi memberikan sumbangan terhadap variabel terkait kualitas audit sebesar 282 sedangkan sisanya 718 dipengaruhi oleh faktor lain diluar model Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kompetensi dan Independensi auditor secara simultan maupun parsial berpengaruh terhadap kualitas audithttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-kompetensi-dan-indenpensi-auditor-terhadap-kualitas-audit--studi-empiris-pada-kap-di-medan-34200.htmlTue, 27 Jan 2015 12:31:46 +0700Rancang Bangun Mesin Roll Dengan Penggerak Motor ListrikTujuan dari pembuatan rangka mesin roll yaitu dibutuhkan sebuah rangka yang kuat yang mampu menahan beban dari komponen-komponen mesin dan mampu menahan gaya-gaya yang ditimbulkan pada saat mesin beroperasi dengan tujuan agar bisa mendukung proses kerja dari mesin roll tersebut Dalam pembuatan rangka mesin roll metode yang digunakan ialah dengan mengidentifikasi gambar kerja Dari identifikasi gambar kerja diperoleh gambaran tentang konstruksi yang akan dibuat dan bahan yang digunakan Proses pembuatan rangka mesin roll meliputi Melukis bahan pengurangan volume bahan perakitan bahan dan penyempurnaan permukaanDari hasil yang telah dicapai dapat disimpulkan bahwa 1 Urutan pengerjaan rangka terdiri dari Melukis bahan pemotongan bahan perakitan bahan dengan menggunakan mesin las busur listrik pengeboran penyempurnaan permukaan uji fungsi rangka 2 Peralatan yang digunakan dalam proses pembuatan rangka terdiri dari roll meter mistar baja busur derajat mistar siku penggores mesin gerinda mesin las busur listrik palu penitik mesin bor kikir kompresor udara Spray gun 3 Peralatan keselamatan kerja yang digunakan meliputi wear pack helm kerja sepatu safety sarung tangan kaca mata dan perlengkapan keselamatan kerja las 4 Dari hasil uji kinerja diperoleh data sebagai berikut 1 Uji dimensi terdapat perbedaan ukuran benda kerja dengan gambar kerja dengan presentase kesalahan 073 2 Uji fungsi rangka mampu menahan dan menopang beban yang diakibatkan oleh komponen mesin lainnya pemasangan komponen mesin lainnya terhadap rangka dapat sesuai seperti misalnya lubang-lubang untuk baut pengunci 3 Uji unjuk kerja rangka mampu menahan getaran rangka tidak bergeser pada saat mesin beroperasi rangka mampu menahan gaya-gaya yang diberikan oleh komponen-komponen mesin lainnyahttp://digilib.unimed.ac.id/rancang-bangun-mesin-roll-dengan-penggerak-motor-listrik-34199.htmlTue, 27 Jan 2015 12:09:34 +0700Pengaruh model pemecahan masalah dalam tatanan pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar biologi dan kecakapan sosial siswa di SMA Negeri 5 BinjaiPenelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh 1 model pemecahan masalah dalam tatanan pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar biologi siswa 2 pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar biologi siswa 3 model pemecahan masalah dalam tatanan pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap kecakapan sosial siswa dan 4 pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap kecakapan sosial siswa Sampel dalam penelitian ini merupakan populasi sampel yang terbagi ke dalam 3 kelas dengan jumlah 156 siswa Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar dan angket kecakapan sosial siswa Metode penelitian ini bersifat kuasi eksperimen dengan teknik analisis anakova pada taraf signifikan 945 005 Hasil penelitian ini diperoleh bahwa 1 terdapat pengaruh model pemecahan masalah dalam tatanan pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar biologi siswa Fhitung 45017 p 0000 2 tidak terdapat pengaruh pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar biologi siswa Fhitung 2095 p 0151 3 tidak terdapat pengaruh model pemecahan masalah dalam tatanan pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap kecakapan sosial siswa Fhitung 3122 p 0080 dan 4 tidak terdapat pengaruh pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap kecakapan sosial siswa pada materi sistem pencernaan makanan pada manusia dan hewan di SMA Negeri 5 Binjai Fhitung 3215 p 0076 Hasil penelitan ini mengimplikasikan bahwa model pemecahan masalah dalam tatanan pembelajaran kooperatif tipe STAD memberikan solusi pemecahan masalah pada materi biologi dengan baik dalam meningkatkan hasil belajar siswahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pemecahan-masalah-dalam-tatanan-pembelajaran-kooperatif-tipe-stad-terhadap-hasil-belajar-biologi-dan-kecakapan-sosial-siswa-di-sma-negeri-5-binjai-34198.htmlTue, 27 Jan 2015 11:58:02 +0700Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Menggunakan Mesin Untuk Operasi Dasar Kelas XI Program Keahlian Teknik Pemesinan SMK Negeri 1 Lubuk PakamPenelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada pembelajaran Menggunakan Mesin Untuk Operasi Dasar Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dengan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran ekspositori pada pembelajaran Menggunakan Mesin Untuk Operasi Dasar kelas XI Program Keahlian Teknik Pemesinan SMK Negeri 1 Lubuk Pakam Tahun Ajaran 20142015 Penelitian ini dilaksanakan pada bulan agustus 2014 Lokasi penelitian di SMK Negeri 1 Lubuk Pakam Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI program keahlian teknik pemesinan SMK Negeri 1 Lubuk Pakam sebanyak dua kelas Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI program keahlian teknik pemesinan SMK Negeri 1 Lubuk Pakam Pemilihan didapat kelas XI Teknik Pemesinan B sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol karena kelas XI Teknik Pemesinan A sedang melakukan prakerin di luar sekolah sehingga sampel hanya diambil dari kelas Teknik Pemesinan B dengan jumlah siswa 30 orang dan dibagi menjadi 15 orang untuk kelas eksperimen dan 15 orang lagi untuk kelas kontrol Metode penelitian yang digunakan adalah True Experimental Design dengan desain Posttest-Only Control Design Teknik pengumpulan data dijaring dengan menggunakan test objektif Teknik analisis data yang digunakan adalah uji normalitas uji homogenitas dan uji hipotesis Untuk menguji normalitas data digunakan uji Liliefors pada taraf signifikan 945 sebesar 005 Uji normalitas posttest Menggunakan Mesin Untuk Operasi Dasar dengan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation diperoleh Lhitung 015 Ltabel0220 pada kategori normal uji normalitas posttest Menggunakan Mesin Untuk Operasi Dasar dengan model pembelajaran ekspositori diperoleh Lhitung018 Ltabel0220 pada ketegori normal Uji homogenitas posttest kelompok sampel siswa Menggunakan Mesin Untuk Operasi Dasar dari kedua kelas Fhitung189 Ftabel248 dimana seluruh varians adalah homogen Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol pada pembelajaran Menggunakan Mesin Untuk Operasi Dasar Hal ini dibuktikan dengan pengujian hipotesis yang dilakukan dengan cara uji t dua pihak dimana diperoleh thitung 214 sedangkan ttabel 170 thitung ttabel berarti Ha diterima dan Ho ditolak Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe group investigation terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran Menggunakan Mesin Untuk Operasi Dasarhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-group-investigation-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-pembelajaran-menggunakan-mesin-untuk-operasi-dasar-kelas-xi-program-keahlian-teknik-pemesinan-smk-negeri-1-lubuk-pakam-34197.htmlTue, 27 Jan 2015 11:54:23 +0700Pengaruh strategi problem solving guided discovery dan konvensional terhadap sikap ilmiah hasil belajar biologi dan kemampuan berpikir kritis siswa di SMA Negeri 3 LangsaPenelitian bertujuan untuk mengetahui Pengaruh strategi pembelajaran Problem Solving Guided Discovery dan Konvensional terhadap 1 Hasil belajar Biologi 2 Kemampuan berpikir kritis siswa 3 sikap ilmiah siswa pada materi pokok ekosistem di kelas X SMA Negeri 3 Langsa Populasi dalam penelitian berjumlah 6 kelas dan sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 3 kelas yang ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling yaitu kelas X1 sebagai kelas yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran Guided Discovery X3 sebagai kelas yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran Problem Solving dan X2 dibelajarkan dengan strategi pembelajaran Konvensional Instrumen pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar sebanyak 30 soal dan kemampuan berpikir kritis sebanyak 25 soal dalam bentuk pilihan berganda serta lembar observasi untuk mengetahui sikap ilmiah siswa Teknik analisis menggunakan Analysis of Covariances ANAKOVA dan One Way Analysis of Variances One Way ANOVA dengan taraf signifikansi 8733 005 dengan bantuan program SPSS 180 Hasil penelitian ini diperoleh bahwa 1 tidak ada pengaruh yang signifikan strategi pembelajaran terhadap hasil belajar Biologi siswa dengan Fhit 3308 p 0051 meskipun demikian hasil belajar biologi siswa yang dibelajarkan dengan strategi Guided discovery 7357895 lebih tinggi dibandingkan strategi Problem solving 7279458 maupun strategi Konvensional 7057458 2 ada pengaruh yang signifikan strategi pembelajaran terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dengan Fhit 10588 p 0000 Kemampuan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan dengan strategi Problem solving 7693868 tidak berbeda signifikan dibandingkan dengan kelas strategi Guided discovey 76191003 namun berbeda signifikan dari kelas yang dibelajarkan dengan strategi Konventional 6895 856 3 ada pengaruh yang signifikan strategi pembelajaran terhadap sikap ilmiah belajar siswa Fhit 26193 p 0000 Sikap ilmiah siswa yang dibelajarkan dengan strategi Guided discovery 7583576 lebih tinggi dibandingkan dengan strategi Problem solving 7226 508 maupun kelas yang dibelajarkan dengan strategi Konvensional 6764 505 Berdasarkan hasil penelitian strategi Guided discovery lebih baik dari strategi yang lainhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-strategi-problem-solving-guided-discovery-dan-konvensional-terhadap-sikap-ilmiah-hasil-belajar-biologi-dan-kemampuan-berpikir-kritis-siswa-di-sma-negeri-3-langsa-34196.htmlTue, 27 Jan 2015 11:47:02 +0700Penerapan Metode Demonstrasi Pada Media Audiovisual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Siswa Kelas XII SMK Awal Karya Pembangunan Tahun Ajar 2012-2013Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan penerapan metode demonstrasi pada media audiovisual pada mata pelajaran menjahit busana wanita dikelas XII Tata Busana pada pokok bahasan menjahit rok modifikasi Penelitian tinadakan kelas ini dilakukan di SMK Awal Karya Pembangunan Pada Tahun pembelajaran 2012-2013Adapun sasaran dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII Tata Busana di SMK Awal Karya Pembangunan Galang dengan jumlah siswa 18 orang Dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas PTK dan alat pengumpulan data yaitu observasi dan testMetode penelitian meliputi sebagai berikut 1 Pertemuan awal oleh peneliti dengan guru meta pelajaran untuk merencanakan tugas teknik pelaksanaan tindakan kelas 2Menyusun rencana pelaksanaan kegiatan yang telah disepakati dimana penelitian dilakukan pada bulan september-oktober 2012 Setiap siklus mencakup aktivitas perencanaan tindakan observasi dan refleksiPengumpulan data dilakukan dengan tes kemampuan siswa menjahit rok modifikasi lalu dianalisis dengan analisis persentase Dengan menggunakan indikator keberhasilan tindakan sebesar 70 siswa memperoleh nilai minimal 70Hasil analisis setelah diberikan tindakan siklus I yaitu penerapan metode demonstrasi pada media audiovisual untuk meningkatkan hasil belajar dari nilai hasil tes belajar I nilai rata-ratanya 787 Sebanyak 15 siswa 833 tuntas dalam belajar sedangkan 3 siswa 167 belum tuntas Ini berarti pada siklus I sudah tercapai ketuntasan belajar secara klasikal Dari hasil yang dilakukan mulai dari pre test dan post test dapat dilihat adanya peningkatan hasil belajar pada mata pelajaran mejahit busana wanita Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode demonstrasi pada media audiovisual dapat meningkatkan hasil belajar menjahit rok modifikasi pada siswa kelas XII Tata Busana SMK Awal Karya Pembanguan Galanghttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-metode-demonstrasi-pada-media-audiovisual-untuk-meningkatkan-hasil-belajar-pada-siswa-kelas-xii-smk-awal-karya-pembangunan-tahun-ajar-20122013-34195.htmlTue, 27 Jan 2015 11:46:35 +0700FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FLUKTUASI NILAI TUKAR INDONESIA DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERDAGANGAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMIPerkembangan ekonomi internasional yang sangat pesat membuat hubungan ekonomi antar negar akan menjadi saling terkait dan mengakibatkan peningkatan perdagangan barang dan jasa Peningkatan perdagangan tersebut membuat arus lalu lintas uang juga mengalami peningkatan Pergerakan uang antar negara tidak hanya diakibatkan perdagangan namun juga oleh penanaman modal dan kegiatan lainnya Seperti yang telah dikatakan aktifitas perdagangan antar negara sesungguhnya sama dengan perdagangan biasa yang lebih berorientasi laba namun terdapat satu perbedaan yaitu ketidaksamaan nilai tukar negara Hal ii mengakibatkan pelaku perdagangan internasional harus memperhatikan pergerakan nilai tukar dan faktor faktor yang mempengaruhinya Faktor yang paling umum mempengaruhi adalah faktor makro seperti inflasi suku bunga cadangan devisa dll Penelitian ini berusaha untuk menentukan variabel-variabel tersebutMetode yang digunakan adalah dengan menggunakan regresi berganda dengan Level signifikansi yang lebih pembanding lainnya Hasil analisis data menunjukkan bahwa Cadangan devisa Inflasi dan Suku Bunga tidak mempengaruhi nilai tukar Namun perlu diperhatikan bahwa Tingkat suku bunga berpengaruh pada level signifikansi 10 dan cadangan devisa berpengaruh pada level signifikansi 20 Kesimpulanm lain menunjukkan bahwa nilai tukar tidak mempengaruhi neraca perdagangan dan juga tidak mempengaruhi pertumbuhan ekonomihttp://digilib.unimed.ac.id/faktorfaktor-yang-mempengaruhi-fluktuasi-nilai-tukar-indonesia-dan-pengaruhnya-terhadap-perdagangan-dan-pertumbuhan-ekonomi-34194.htmlTue, 27 Jan 2015 11:43:59 +0700Hubungan Kemampuan Membordir Dengan Minat Berwirausaha Siswa Latihan Bordir Pada UPT Pelayanan Sosial Anak Remaja PSAR Tanjung MorawaPenelitian ini bertujuan untuk 1 mengetahui kecenderungan Kemampuan Membordir Siswa pelatihan Membordir di Pelayanan Sosial Anak Remaja Tanjung Morawa 2 mengetahui tingkat kecenderungan Minat Berwirausaha Siswa pelatihan Membordir di Pelayanan Sosial Anak Remaja Tanjung Morawa 3 mempelajari bagaimana hubungan antara Kemampuan Membordir dengan Minat Berwirausaha Siswa Pelatihan Membordir di Pelayanan Sosial Anak Remaja Tanjung MorawaPopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa alumni dari Panti Pelayanan sosial Anak Remaja PSAR Tanjung Morawa dari tahun 20122013 sebanyak empat kelas dalam empat kali priode dengan jumlah 121 orang siswa Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Random yaitu jumlah dari 20 siswa Alumni dari setiap periode yang dipilih secara acak yang berjumlah 25 orang siswa Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional yang meliputi hubungan antara dua variabel yaitu persepsi Kemampuan Membordir X dengan Minat Berwirausaha YPenelitian dengan menggunakan 2 jenis instrumen yaitu lembar pengamatan observasi terhadap Kemampuan Membordir siswa pelatihan bordir PSAR dengan rata-rata 17712 dan penyebaran angket Minat Berwirausaha siswa pelatihan bordir PSAR dengan rata-rata 106Perhitungan normalitas dari sebaran data dengan menggunakan rumus lilifors dengan kenormalan jika L_hitung L_tabel terima H_o dan jika L_hitung L_tabel tolak H_o pada taraf 945 005 kesimpulan bahwa sebaran dari data penelitian berdistribusi normal linieritas dengan mengkonsultasikan Fhitung terhadap Ftabel pada taraf signifikansi 5 dan derajat kebebasan dk pembilang K 2 17 2 15 dan dk penyebut n K 25-17 8 diperoleh harga ftabel 158 adalah 255 Maka didapat fhitung ftabel 0836320 sehingga dapat disimpulkan bahwa persamaan regresi Y 448741 0206X adalah linierUji kesepakatan menggunakan ANAVA satu arah yang dijaring dengan 5 orang pengamat Setelah besar F_hitung 0060 dikonsentrasikan dengan F_tabel pada taraf signifikan 5 dan dk 4120 diperoleh F_tabel 246 sehingga F_h F_t0060246 Mengingat F_tabel maka disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan secara signifikan antara hasil pengamatan dari 5 pengamatDari hasil analisis korelasi diperoleh rxy adalah sebesar rxy 0783 dikonsultasikan terhadap harga rtabel pada taraf signifikansi 5 dengan jumlah responden 25 orang diperoleh rtabel 0396 Dengan demikian harga rxy rt yaitu 0783 0396 dengan demikian hipotesis nol Ho ditolak sedangkan Ha diterima Terdapat hubungan signifikan antara variabel Kemampuan Membordir X dengan Minat Berwirausaha Y pada siswa pelatiahan membordir di UPT pelayanan Sosial PSAR Tanjung Morawahttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-kemampuan-membordir-dengan-minat-berwirausaha-siswa-latihan-bordir-pada-upt-pelayanan-sosial-anak-remaja-psar-tanjung-morawa-34193.htmlTue, 27 Jan 2015 11:41:59 +0700Hubungan Pengetahuan Tata Rias Wajah Dengan Hasil Rias Wajah Karakter Pada Siswa Kelas XII SMK Negeri 8 MedanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 Tingkat kecenderungan pengetahuan tata rias wajah 2 Tingkat kecenderungan hasil rias wajah karakter luka lebam 3 Sejauh mana hubungan antara pengetahuan tata rias wajah dengan hasil rias wajah karakter luka lebam Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2013 sampai Februari 2014 Lokasi penelitian di SMK Negeri 8 Medan Populasi penelitian ini adalah siswa SMK Negeri 8 Medan tahun ajaran 20132014 sebanyak satu kelas dengan jumlah siswa 27 orang Pengambilan sampel digunakan teknik total sampling Metode pengumpulan data menggunakan tes pengetahuan tata rias wajah dan pengamatan rias wajah karakter luka lebam Analisi data menggunakan teknik deskriptif persyaratan analisis dengan uji normalitas uji linieritas dan uji hipotesis dengan korelasi product momenHasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tata rias wajah pada siswa kelas XII Tata Kecantikan SMK Negeri 8 cenderung tinggi dimana Mhitung 2225 Mi 16 didukung jumlah responden pada kategori tinggi dan cukup 96 jumlah pada kategori kurang dan rendah 4 Hasil rias wajah karakter lebam pada siswa kelas XII SMK Negeri 8 Medan cenderung tinggi yang mana Mhitung 3350 Mi 280 Hal ini diperkuat dari data jumlah responden pada kategori tinggi dan cukup 96 jumlah pada kategori kurang dan rendah 4 Dari hasil analisis korelasi terdapat hubungan yang positif antara pengetahuan tata rias wajah dengan hasil rias wajah karakter luka lebam pada siswa kelas XII SMK Negeri 8 Medan diman rxy 012 rt 060 pada taraf signifikasnsi 5 Hubungan kedua variable di atas cukup signifikasnsi dengan harga thitung 060 ttabel 1703 Dengan demikian hipotesis penelitian ini dengan Ho dapat diterimahttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-pengetahuan-tata-rias-wajah-dengan-hasil-rias-wajah-karakter-pada-siswa-kelas-xii-smk-negeri-8-medan-34192.htmlTue, 27 Jan 2015 11:35:29 +0700Upaya meningkatkan kemampuan komunikasi dan disposisi matematis siswa melalui penerapan pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray di kelas VIII-1 SMP Swasta Al-Washliyah 26 MedanPenelitian ini bertujuan untuk 1 Meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa 2 Meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa 3 Mengetahui efektivitas penerapan pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray terhadap pembelajaran matematika siswa dan 4 Mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas VIII-1 SMP Swasta Al-Washliyah 26 Medan dengan jumlah siswa sebanyak 40 orang Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data terdiri dari tes kemampuan komunikasi matematis lembar observasi aktivitas siswa dan kemampuan guru mengelola pembelajaran angket disposisi matematis siswa dan wawancara Hasil penelitian menunjukkan 1 pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa Untuk klasikal kelas pada siklus I sebesar 593 pada pertemuan pertama dan 757 pada pertemuan kedua pada siklus II menjadi 794 pada pertemuan pertama dan 833 pada pertemuan kedua dan pada siklus III menjadi 891 pada pertemuan pertama dan 868 pada pertemuan kedua 2 pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dapat meningkatkan disposisi matematis siswa untuk skor angket disposisi matematis meningkat dari 674 pada siklus I menjadi 725 pada siklus II serta 814 pada siklus III 3 penerapan pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray terhadap proses pembelajaran matematika efektif ditandai dengan tercapainya i ketuntasan klasikal sebesar 879 diatas kriteria yang ditetapkan yaitu 85 dan rata-rata kelas sebesar 864 diatas kriteria yang ditetapkan yaitu 75 ii ketuntasan tujuan pembelajaran pada siklus III mencapai 815 siswa yang mencapai ketuntasan tujuan pembelajaran 75 untuk setiap individu iii persentase aktivitas siswa kategori baik sebesar 811 pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua sebesar 868 pada siklus III untuk kemampuan guru mengelola pembelajaran sebesar 857 diatas kriteria yang ditetapkan yaitu 80 iv waktu yang efisien dimana penerapan pembelajaran telah dilaksanakan sesuai dengan waktu pada RPP 4 respon siswa terhadap pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray positif siswa menganggap pembelajaran ini merupakan suatu pembelajaran yang baru sehingga siswa berminat mengikuti pembelajaran di kelas Siswa juga memahami dan tertarik dengan lembar aktivitas yang diberikan Rekomendasi atas hasil penelitian ini adalah para guru agar melaksanakan pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray sebagai salah satu alternatif upaya meningkatkan kemampuan komunikasi dan disposisi matematishttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-kemampuan-komunikasi-dan-disposisi-matematis-siswa-melalui-penerapan-pembelajaran-kooperatif-tipe-two-stay-two-stray-di-kelas-viii1-smp-swasta-alwashliyah-26-medan-34191.htmlTue, 27 Jan 2015 11:30:14 +0700ANALISIS PERBEDAAN PENGELOLAAN UNIT BISNIS DI KOTA MEDAN SUATU PENDEKATAN DENGAN TEORI KEAGENANTeori perusahaan menyatakan bahwa tujuan perusahaan adalah meningkatkan kemakmuran pemegang saham Teori ini berkembang bersma dengan teori keagenan yang menyatakan terdapat perbedaan kepentingan antara pemilik perusahaan dengan manajer yang bekerja di perusahaan tersebut yang sering disebut sebagai masalah keagenan Manajer yang sekaligus bertindak sebagai pemilik memiliki kecenderungan untuk lebih fokus pada usaha untuk meningkatkan kemakmuran dirinya sebagai pemegang saham dibandingkan dengan manajer yang murni sebagai professional yang menerima gaji atas yang dia berikan kepada perusahaan Kebijakan yang sering menjadi focus perhatian di dalam masalah keagenan adalah kebijakan penggunaan hutang sebagai sumber pendanaan kebijakan operasional yang berkaitan efisiensi biaya dan kebijakan pemberian kredit bagi pihak lain yang berhubungan dengan perusahaan Ketiga hal tersebut akan menjadi variable dalam menjawab atau mengetahui apakah terdapat perbedaan pengelolaan perusahaan berdasarkan kepemilikan di dalam perusahaan Metode penelitian yang digunakan untuk melakukan survey terhadap manajer yang mengelola unit bisnis dikota medan yang telah memiliki umur minimal 5 tahun Kuesioner disebarkan kepada responden dengan membagi ke dalam dua kategori yaitu manajer yang memiiki porsi kepemilikan dalam perusahaan dan manajer yang tidak memiliki kepemilikan dalam perusahaan Kuesioner ini dianalisis dengan melakukan uji beda dengan taraf signifikansi 005 Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan terdapat perbedaan pengelolaan unit bisnis dikota medan Manajer yang juga merupakan pemilik perusahaan megelolah perusahaan dengan pola yang berbeda dengan manajer yang tidak memiliki kepemilikan Berdasarkan penelusuran pada hasil koesionerterdapat kecenderungan manajer yang memiliki porsi kepemilikan dalam perusahaan cenderung lebih menyukai dana pinjaman lebih efisien dalam pengeluaran perusahaan serta lebih sulit dalam memberikan kredit bagi pihak lainhttp://digilib.unimed.ac.id/analisis-perbedaan-pengelolaan-unit-bisnis-di-kota-medan-suatu-pendekatan-dengan-teori-keagenan-34190.htmlTue, 27 Jan 2015 11:25:47 +0700Hubungan Penggunaan Media Cetak Dengan Hasil Belajar Perawatan Kulit Wajah Berjerawat Secara Elektrik Pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 8 Medan TA 20132014Penelitian ini bertujuan untuk 1 Untuk mengetahui penggunaan media cetak pada siswa kelas XI SMK Negeri 8 Medan 2 Untuk mengetahui hasil belajar perawatan kulit wajah berjerawat secara elektrik pada siswa kelas XI SMK Negeri 8 Medan 3 Untuk mengetahui hubungan penggunaan media cetak dengan hasil belajar perawatan kulit wajah berjerawat secara elektrik pada siswa kelas XI SMK Negeri 8 Medan Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional yang meliputi hubungan antara penggunaan media cetak X dan hasil belajar perawatan kulit wajah berjerawat secara elektrik YUji coba dilakukan diSMK Negeri 8 Medan yang terdiri dari 30 orang uji coba perawatan wajah secara elektrik dilakukan dengan menggunakan angket sebanyak 40 pernyataan sedangkan untuk mendapatkan data hasil belajar perawatan kulit wajah berjerawat secara elektrik menggunakan lembar pengamatan dengan menggunakan 3 pengamat yang dianggap mampu dibidang perawatn kulit wajah berjerawat secara elektrikPada penggunaan media cetak diperoleh rata-rata M 1088 dan standrt deviasi SD 117 Dari hasil pengamatan praktek perawatan kulit wajah berjerawat secara elektrik diperoleh rata-rata M 268 dan standart deviasi SD 24 Untuk tingkat kecenderungan padapenggunaan media cetak diperoleh cenderung cukup sedangkan tingakat kecenderungan pada hasil praktek perawatan kulit wajah berjerawat secara elektrik cenderung tinggi Untuk uji normalitas data pada penggunaan media cetak berdistribusi normal karena 9602 11070 Sedangkan varibel hasil praktek perawatan kulit wajah berjerawat secara elektrik berdistribusi normal karena 101 11070Dari hasil analisis korelasi diperoleh r_xy adalah sebesar 0515 sedangkan nilai r_tabel pada taraf signifikan 5 dengan N30 adalah sebesai 0361 Dengan demikian r_xy r_tabel atau 0515 0361 dengan demikian hipotesis nol Ho ditolak sedangkan Ha diterima Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan berarti antara penggunaan media cetak dengan hasil belajar perawatan kulit wajah berjerawat secara elektrik pada siswa kelas XI SMK Negeri 8 Medan TA 20132014http://digilib.unimed.ac.id/hubungan-penggunaan-media-cetak-dengan-hasil-belajar-perawatan-kulit-wajah-berjerawat-secara-elektrik-pada-siswa-kelas-xi-smk-negeri-8-medan-ta-20132014-34189.htmlTue, 27 Jan 2015 11:22:59 +0700Hubungan Motivasi Mengikuti Kursus Dengan Hasil Belejar Uji Kompetensi Lulusan Kursus PLS Ervina MedanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Motivasi Mengikuti Kursus dengan Hasil Belajar Uji Kompetensi Kemudian untuk mengetahui tingkat kecenderungan motivasi mengikuti kursus dengan hasil belajar uji kompetensi lulusan kursus Metode penelitian ini bersifat deskriptif korelasionalPopulasi pada penelitian ini adalah 40 orang lulusan PLS Ervina tahun 2013 yang berada di kotamadya Medan Teknik pengambilan sampel yaitu dengan cara acak Random Sampling Data variabel motivasi mengikuti kursus dijaring dengan menggunakan angket sedangkan data hasil belajar kompetensi dasar diambil melalui dokumentasi nilai ijazah Hasil uji coba angket motivasi mengikuti kursus dari 40 butir angket yang tidak valid adalah 3 butir Jadi untuk menjaring data penelitian digunakan 37 butir angket dengan reliabilitas 1012 yang termasuk pada kategori tinggiHasil analisis regresi linier sederhana Y Y 871 0898 X diperoleh keberartian yang signifikan yaitu 188 Ft 407 Dan diperoleh juga bentuk regresi yang linier yaitu Fh 00214 Ftabel 206 Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi mengikuti kursus terhadap hasil belajar uji kompetensi lulusan kursus PLS Ervina Medan rxy sebesar 0398 dan rtabel 0312 pada taraf signifikan 5 Hasil uji t diperoleh harga thitung 976 dan ttabel 1681 pada taraf signifikansi 5 Sementara itu diperoleh koefisien penentu determinasi sebesar 0521 yang berarti bahwa 8880 hasil belajar uji kompetensi dapat dipengaruhi oleh motivasi mengikuti kursushttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-motivasi-mengikuti-kursus-dengan-hasil-belejar-uji-kompetensi-lulusan-kursus-pls-ervina-medan-34188.htmlTue, 27 Jan 2015 11:16:37 +0700Peningkatan hasil belajar dan kecakapan sosial siswa dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah problem based learning di kelas IV SDN 060843 Medan TA 20132014Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan kecakapan sosial siswa dan penggunaan model pembelajaran berbasis masalah Problem Based Lerning Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan jumlah siswa 30 orang Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data terdiri dari tes hasil belajar angket kecakapan sosial siswa dan observasi penggunaan model pembelajaran berbasis maslaah Problem Based Lerning Analisis data untuk melihat adanya peningkatan hasil belajar dan kecakapan sosial siswa dengan deskriptif Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah Problem Based Lerning dapat meningkatkan hasil belajar siswa Siklus I nilai rata-rata hasil belajar untuk penilaian kognitif siswa adalah 238 meningkat menjadi 315 pada siklus II Untuk penilaian keterampilan Psikomotorik nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada siklus I yaitu 247 dan pada siklus II meningkat menjadi 330 Untuk penilaian sikap Afektif siswa pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh siswa yaitu 207 meningkat menjadi 313 pada siklus II Kecakapan sosial siswa juga mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II Indikator bekerja sama dengan teman yang lain meningkat menjadi 6667 menjadi 8667 mengendalikan emosi meningkat dari 7667 menjadi 80 berinteraksi dengan teman lain meningkat dari 60 menjadi 8767 mengelola konflik meningkat dari 7667 menjadi 9333 toleransi meningkat dari 7333 menjadi 8667 membudayakan sikap sportif dan disiplin meningkat dari 70 menjadi 80 mendengarkan teman yang lain meningkat dari 6333 menjadi 80 berkomunikasi dengan teman lain meningkat dari 7333 menjadi 80 dan indikator memimpin meningkat dari 70 menjadi 8333 Penggunaan model pembelajaran berbasis masalah Problem Based Lerning juga mengalami peningkatan untuk masing-masing indikatornya yaitu dengan nilai 70 Model pembelajaran berbasis masalah Problem Based Lerning dapat dijadikan salah satu alternative bagi guru dalam menyajikan pelajaran pada tema indahnya negerikuhttp://digilib.unimed.ac.id/peningkatan-hasil-belajar-dan-kecakapan-sosial-siswa-dengan-menggunakan-model-pembelajaran-berbasis-masalah-problem-based-learning-di-kelas-iv-sdn-060843-medan-ta-20132014-34187.htmlTue, 27 Jan 2015 11:16:04 +0700Faktorfaktor yang Mempengaruhi Keterampilan Peserta Kursus Dalam Menguasai Pelurusan Rambut Rebonding beberapa LPK Kota MedanSedikitnya tiga syarat untuk menguasai pelurusan rambut rebonding memahami sepenuhnya materi yang diberikan pengajar menggunakan peralatan penggunaan bahan-bahan yang dipakai oleh LPK yang merupakan faktor keterampilan peserta kursus dalam menguasai kemampuan pelurusan rambut rebonding yang merupan tujuan penulisan penulis dalam melakukan penelitian ini Penelitian harus dilaksanakan dibeberapa LPK untuk memperoleh perbandingan dan mengetahui bahan-bahan apa yang dipakai dalam proses pelurusan rambut tersebut Lokasi penelitian LPK yakni LPK Lenny LPK D Hilla Salon dan LPK KEKE Populasi dalam penelitin ini adalah seluruh peserta kursus tahun 2013 program pelurusan rambut Rebonding dengan jumlah 30 orang Penentuan sampel dengan cara total sampling sehingga jumlah sampel penelitian 30 orang Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket penguasaan Keterampilan Materi Bahan dan Alat Pelurusan rambut rebonding data menggunakan- deskriptif Tingkat kelulusan maka mereka perlu mengikuti test yang dilakukan oleh LPK dengan memenuhi dan syarat nilai yang telah ditentukan oleh pemerintah Agar mereka nanti memperoleh legalitas dalam melaksanakan operasional dalam menjalankan praktek-praktek tata rias kecantikan khususnya tata rias pelurusan rambut rebonding Lembaga LPK peserta kursus lulus 100 test yang dilakukan diakhir menjalani kursus selama beberapa lama yang telah dijadwalkanhttp://digilib.unimed.ac.id/faktorfaktor-yang-mempengaruhi-keterampilan-peserta-kursus-dalam-menguasai-pelurusan-rambut-rebonding-beberapa-lpk-kota-medan-34186.htmlTue, 27 Jan 2015 11:10:06 +0700Upaya peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode inkuiri di kelas IV SDN 060843 Medan TA 20132014Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan penerapan metode pembelajaran Inkuiri Penelitian ini terdiri dari 2 siklus dengan jumlah siswa 25 orang Pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar angket respon siswa dan observasi aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan metode inkuiri Analisis data menggunakan tekhnik kuantitatif dan tekhnik kualitatif dengan mengkaitkan data yang ada Hasil analisis menunjukkan 1 terjadi peningkatan pada aktivitas siswa yaitu pada siklus I perolehan aktivitas siswa sebesar 6125 dan 7563 dengan kategori cukup Pada siklus II meningkat menjadi 9250 dengan kategori sangat baik 2 terjadi peningkatan hasil belajar siswa yaitu pada siklus I nilai rata-rata hasil belajar siswa untuk penilaian kognitif adalah 248 meningkat menjadi 317 di siklus ke II dengan persentase siswa yang memperoleh predikat belajar sangat baik 96 Untuk penilaian psikomotorik siswa juga mengalami peningkatan yaitu pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh adalah 255 meningkat menjadi 324 pada siklus II dengan persentase siswa yang memperoleh predikat belajar baik 72 Untuk penilaian afektif jujurdisiplin dan kerjasama juga mengalami peningkatan yaitu pada siklus I adalah 258 menjadi 333 pada siklus II Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan metode inkuiri dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa di kelas IV SDN060843 Medanhttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-peningkatan-aktivitas-dan-hasil-belajar-siswa-dengan-menggunakan-metode-inkuiri-di-kelas-iv-sdn-060843-medan-ta-20132014-34185.htmlTue, 27 Jan 2015 11:08:17 +0700Perbedaan Hasil Jahitan Kebaya Modifikasi yang Menggunakan Sistem Pola Penjahit Wulan Gumilang dengan Sistem Pola Penjahit Lindawati Pada Wanita Bertubuh GemukPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan hasil jahitan kebaya modifikasi yang menggunakan sistem pola penjahit Lindawati dengan sistem pola penjahit Wulan Gumilang pada wanita bertubuh pendek gemukSubjek penelitian adalah hasil jahitan kebaya modifikasi sistem pola penjahit Wulan Gumilang dan sistem pola penjahit Lindawati Data penelitian dikumpul dengan menggunakan lembar observasi yang berisi skor-skor yang berkaitan dengan hasil jahitan kebaya modifikasi untuk waniata tubuh pendek gemuk Pengamatan dilakukan oleh 3 orang observer pengamat yang dianggap ahli pada bidang yang diamati Pengamat adalah dosen PKK Tata Busana dan dari dunia industri busana yang dianggap memiliki kualifikasi pada bidangnya Data hasil penelitian dianalisis dengan uji kesamaan dua rata-rata dengan uji t dua pihak pada taraf signifikansi 5Berdasarkan hasil penelitian diperoleh jumlah skor total dari ketiga pengamat terhadap kedua subjek penelitian Jahitan Kebaya Modifikasi Wulan Gumilang adalah sebesar 197 dengan skor rata-rata sebesar 985 dan standar deviasi sebesar 495 Sedangkan data hasil penelitian untuk Jahitan Kebaya Modifikasi Lindawati diperoleh jumlah skor total dari ketiga pengamat terhadap kedua subjek penelitian adalah sebesar 223 dengan skor rata-rata sebesar 1115 dan standar deviasi sebesar 071 Hasil uji persyaratan analisis menunjukkan bahwa sebaran data hasil penelitian antara jahitan kebaya modifikasi Wulan Gumilang dan Lindawati keduanya adalah berdistribusi normal dimana LHitung 02612 LTabel 03810 dan kedua varians data adalah Homogen karena 9672hitung 255 9672Tabel 384 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil jahitan kebaya modifikasi yang menggunakan sistem pola penjahit Lindawati dengan sistem pola penjahit Wulan Gumilang pada wanita bertubuh pendek gemuk dengan nilai thitung 520 tTabel 430http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-jahitan-kebaya-modifikasi-yang-menggunakan-sistem-pola-penjahit-wulan-gumilang-dengan-sistem-pola-penjahit-lindawati-pada-wanita-bertubuh-gemuk-34184.htmlTue, 27 Jan 2015 11:05:23 +0700Perbedaan Hasil Belajar Antara Penggunaan Metode Demonstrasi dan Metode Konvensional Pada Mata Pelajaran Keterampilan Di SMP negeri 35 Medan Tahun Ajaran 20122013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar Keterampilan Pembuatan Gantungan Kunci siswa yang diajar dengan menggunakan metode Demonstrasi lebih tinggi dari hasil belajar Keterampilan Pembuatan Gantungan Kunci siswa yang diajar dengan menggunakan metode Konvensional Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 38 Medan Sampel dalam penelitian ini diambil 2 kelas dengan cara random sampling kelas VII dengan jumlah siswa 30 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas VII dengan jumlah 30 orang sebagai kelas control Data penelitian hasil belajar dikumpul dengan menggunakan tes Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata nilai hasil belajar Keterampilan Pembuatan Gantungan Kunci siswa yang diajar dengan metode Demonstrasi adalah 7801 dan rata-rata hasil belajar Keterampilan Pembuatan Gantungan Kunci siswa yang diajar dengan metode pembelajaran Konvensional adalah 7338 Hasil uji persyaratan analisis menunjukkan bahwa sebaran data hasil belajar Keterampilan Pembuatan Gantungan Kunci siswa yang diajar dengan metode Demonstrasi adalah berdistribusi normal dimana LHitung 01006 LTabel 01618 dan data hasil belajar Keterampilan Pembuatan Gantungan Kunci siswa yang diajar dengan metode pembelajaran Konvensional adalah berdistribusi normal dimana LHitung 01252 LTabel 01175 dan kedua varians data adalah Homogen karena Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar Keterampilan Pembuatan Gantungan Kunci kelompok siswa yang diajar dengan menggunakan metode Demonstrasi lebih tinggi dari pada kelompok siswa yang diajar dengan menggunakan metode pembelajaran Konvensional pada siswa kelas VII SMP Negeri 38 Medan Tahun Pembelajaran 20122013 dengan nilai tHitung 262 tTabel 167http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-antara-penggunaan-metode-demonstrasi-dan-metode-konvensional--pada-mata-pelajaran-keterampilan-di-smp-negeri-35-medan-tahun-ajaran-20122013-34183.htmlTue, 27 Jan 2015 11:01:05 +0700Penerapan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif untuk Meningkatkan Hasil Belajar Muatan Lokal Pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 3 Pematang Siantar TA 20122013Masalah yang dihadapi dalam penelitian ini adalah masalah rendahnya hasil belajar siswa pada Mata Pelajaran Muatan Lokal di kelas XI SMK Negeri 3 Pematang Siantar Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi membuat smock jepang dengan menerapkan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif pada siswa kelas XI SMK Negeri 3 Pematang Siantar TA 20122013Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas PTK Subjek dalam penelitian sebanyak 30 orang siswa Pelaksanaan PTK dilakukan dalam dua siklus Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan observasi Tes yang diberikan berupa soal pilihan ganda sebanyak 25 butir soal Soal yang diberikan 3 kali yaitu tes awal siklus I dan siklus II sedangkan observasi meliputi aktivitas siswa dalam proses pembelajaran Hasil penelitian menunjukkan pada saat dilakukan tes awal dari 30 orang siswa diperoleh 2 siswa yang mendapat nilai tuntas dengan persentase 667 dan 28 siswa mendapat nilai tidak tuntas dengan persentase 9333 selanjutnya pada siklus I meningkat menjadi 19 siswa yang mendapat nilai tuntas dengan persentase 6333 dan 11 siswa mendapat nilai tidak tuntas dengan persentase 3667 Pada siklus II meningkat menjadi 28 siswa mendapat nilai tuntas dengan persentase 9333 dan 2 siswa mendapat nilai tidak tuntas dengan persentase 667 Jadi dapat dikatakan bahwa ketuntasan belajar siswa dari siklus I ke siklus II meningkat sebesar 30 Dari hasil observasi pada siklus I kegiatan siswa selama mengikuti pelajaran diperoleh nilai rata-rata 7093 Sedangkan pada siklus II ternyata terjadi peningkatan dimana kegiatan siswa selama mengikuti pelajaran memperoleh nilai 8067Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Muatan Lokal pada siswa kelas XI SMK Negeri 3 Pematang Siantarhttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-media-pembelajaran-berbasis-multimedia-interaktif-untuk-meningkatkan-hasil-belajar-muatan-lokal-pada-siswa-kelas-xi-smk-negeri-3-pematang-siantar-ta-20122013-34182.htmlTue, 27 Jan 2015 10:51:18 +0700Hubungan Pengetahuan Teknik Mengait Dengan Kemampuan Mengait Pada Siswa Kelas XI Jurusan Tata Busana SMK Negeri 3 Pematang Siantar Tahun Ajaran 20122013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Mengait dengan Kemampuan Mengait Ikat Rambut pada siswa kelas XI Program Keahlian Tata Busana SMK Negeri 3 Pematang Siantar yang berjumlah 26 siswaSampel penelitian sebanyak 26 orangData penelitian dijaring melalui tes objektif untuk variabel pengetahuan mengait dan pengamatan untuk variabel kemampuan mengaitSebelum penelitian terlebih dahulu harus mengetahui uji validitasrealibilitas index kesukarandan uji pembeda tesValiditas instrumen penelitian diuji dengan rumus korelasi poit biraserial dengan tingkat penerimaan signifikan 5 dari 35 soalDiperoleh r tabel adalah 0325Dari 35 soal tes objektif yang disusun terdapat 28 soal yang dinyatakan valid dan 7 soal yang tidak validRealibilitas instrumen penelitian diuji dengan rumus Kudder Richarson KR-20dari hasil perhitungan diperoleh koefisien realibilitas tes objektif sebesar 096Sedangkan kemampuan mengait melalui pengamatan oleh empat observer yang sudah berpengalaman dibidang mengait untuk variabel kemampuan mengait diperoleh dengan menggunakan lembar pengamatan dengan rumus Anava 1 JalurBerdasakan hasil perhitungan diketahui bahwa uji normalitas tes pengetahuan mengait X diketahui Fo Ft yaitu 202 154 sedangkan uji normalitas kemampuan mengkait Y diketahui Fo Ft yaitu 086 154Dengan demikian dapat diartikan bahwa butir-butir komponen tentang Kemampuan Mengait dapat digunakan untuk menjaring data penelitianHasil analisis data menunjukan bahwa variabel pengetahuan mengait X dalam Kategori Tinggi 4666 dan variabel kemampuan mengkait Y dalam kategori Tinggi 9333Berdasarkan uji persyaratan analisissebaran data pengetahuan mengkait dan kemampuan mengkait berdistibusi NormalSelanjutnya terdapat hubungan yang linier dan berarti antara pengetahuan mengait X dengan kemampuan mengkait Y ikat rambut pada siwa kelas XI jurusan Tata Busana SMK Negeri 3 Pematang Siantar Dari r tabel dengan taraf signifikan 8733005 dengan jumlah reponden 26 orangDiperoleh r Tabel sebesar 0374 dan r hitung sebesar 0518Maka dapat disimpulkan harga r hitung r tabel yaitu 0518 0374 sehingga koefisien korelasi X terhadap Y adalah signifikanSesuai dengan kriteria penerimaan dan penolakan hipotesismaka hipotesis kerja Ha yang diajukan diterimaDengan demikian dinyatakan terdapat Korelasi yang berarti antara Pengetahuan Mengkait X dengan Kemampuan Mengkait Yhttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-pengetahuan-teknik-mengait-dengan-kemampuan-mengait-pada-siswa-kelas-xi-jurusan-tata-busana-smk-negeri-3-pematang-siantar-tahun-ajaran-20122013-34181.htmlTue, 27 Jan 2015 10:45:22 +0700Pengembangan Media Animasi Pada Pembelajaran Merawat Badan Berbasis Macro Media Flash Pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 8 MedanPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media animasi perawatan badan berbasis macro media flash untuk kelas XI Tata Kecantikan Kulit SMK Negeri 8 Medan Penilitian ini dilakukan di SMK Negeri 8 Medan Penelitian ini menggunakan metode penelitian research and depelopment yakni penelitian ini termasuk penelitian pengembangan pendidikan yang dimaksudkan untuk menghasilkan produk pembelajaran yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan Subjek penelitian dalam pengembangan produk media animasi berbasis macro media flash adalah 2 orang validasi ahli materi 2 orang validasi ahli media pembelajaran dan siswa kelas XI SMK Negeri 8 Medan yang berjumlah 29 siswa Instrument pengumpulan data pada pengembangan ini berupa lembar angket yang disebarkan oleh ahli materi dan ahli media pembelajaran dan lembar soal pilihan berganda disebarkan kepada siswa Hasil penelitian yang diperoleh dari validasi ahli materi skor keseluruhan pada aspek kelayakan materi pembelajaran memperoleh skor 80 dan pada aspek penyajian materi memperoleh skor 88 Skor keseluruhan yang diperoleh dari ahli materi pembelajaran berjumlah 84 dengan kriteria baik Hasil skor yang diperoleh dari ahli media pembelajaran pada aspek kelayakan isi memperoleh skor 87 aspek penyajian media pembelajaran memperoleh skor 79 dan pada aspek penilaian bahasa memperoleh 79 dan penilaian media animasi berbasis macro media flash memperoleh skor 83 Secara keseluruhan skor yang diperoleh dari ahli media pembelajaran berjumlah 82 dengan kriteria baik Hasil skor yang diperoleh dari uji coba lapangan pada siswa memiliki dua cara penilaian dimana cara penilaian pertama tidak menggunakan media animasi berbasis macro media flash pretest memiliki skor ketuntasan dalam belajar 38 dan pada penilaian kedua setelah menggunakan media animasi berbasis macro media flash posttest memiliki skor ketuntasan belajar 79 Dengan demikian dari hasil pembelajaran menunjukkan bahwa adanya peningkatan belajar siswa setelah mengembangkan media animasi berbasis macro media flash pada pelajaran perawatan badanBerdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa media animasi berbasis macro media flash pada pelajaran perawatan badan yang dikembangkan termasuk dalam kriteria baik untuk itu disarankan kepada guru guru untuk selalu memanfaatkan media sebagai alat bantu pembelajaranhttp://digilib.unimed.ac.id/pengembangan-media-animasi-pada-pembelajaran-merawat-badan-berbasis-macro-media-flash-pada-siswa-kelas-xi-smk-negeri-8-medan-34180.htmlTue, 27 Jan 2015 10:37:33 +0700Perbedaan Hasil Belajar Siswa Yang Diajar Menggunakan Metode Pembelajaran Berbeda Pada Kompetensi Dasar Pemeriksaan Dan Pemeliharaan Sistem Injeksi Bahan Bakar Kelas X SMK-TI Swasta Budi Agung MedanPenelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan metode pembelajaran berbeda yaitu metode diskusi sebagai kelas eksperimen 1 metode penugasan resitasi sebagai kelas eksperimen 2 dan metode ceramah sebagai kelas kontrol pada kompetensi dasar pemeriksaan dan pemeliharaan sistem injeksi bahan bakar di SMK-TI Swasta Budi Agung Medan Tahun Ajaran 20122013 Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X TKR 1 yang berjumlah 36 siswa kelas X TKR 3 yang berjumlah 36 siswa dan kelas X TKR 4 yang berjumlah 36 siswa Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan soal pilihan berganda multiple choice sebanyak 25 soal dan lembar observasi aktivitas siswa Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang diajar dengan menggunakan metode Resitasi memberikan hasil belajar yang paling tinggi yaitu sebesar 7958 924 dengan peningkatan hasil belajar sebesar 704 kemudian diikuti oleh metode Diskusi yang memberikan hasil belajar sebesar 7225 1045 dengan peningkatan hasil belajar sebesar 591 dan yang terakhir yaitu metode Ceramah yang memberikan hasil belajar paling rendah yaitu sebesar 6792 918 dengan peningkatan hasil belajar sebesar 548 Uji hipotesis pada penelitian ini dilakukan dengan ANOVA satu jalur pada taraf 945 005 dan dk2105 diperoleh hasil hasil Fhitung 8805 Ftabel 11652 8805 307 yang berarti Ho1 ditolak dan Ha1 diterima atau 1 8800 2 8800 3 Dari uji BNT945 diperoleh hasil Ho2 ditolak dan Ha2 diterima 1 8800 2 Ho3 ditolak dan Ha3 diterima 1 8800 3 Ho4 ditolak dan Ha4 diterima 2 8800 3 Nilai hasil belajar dari ketiga metode pembelajaran tersebut memberikan hasil yang berbeda dikarenakan berbedanya aktivitas siswa dari masing-masing metode pembelajaran dimana pada metode Resitasi memiliki aktivitas belajar siswa yang paling banyak bila dibandingkan dengan metode pembelajaran Diskusi dan Ceramah Hal tersebut didukung dengan lembar observasi aktivitas siswa Dengan melihat hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan metode pembelajaran tipe Diskusi Resitasi dan Ceramah pada kompetensi dasar pemeriksaan dan pemeliharaan sistem injeksi bahan bakarhttp://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-siswa-yang-diajar-menggunakan-metode-pembelajaran-berbeda-pada-kompetensi-dasar-pemeriksaan-dan-pemeliharaan-sistem-injeksi-bahan-bakar-kelas-x-smkti-swasta-budi-agung-medan-34179.htmlTue, 27 Jan 2015 10:34:08 +0700Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Picture and Picture Terhadap Hasil Belajar Rias Wajah Dasar Pada Siswa Kelas X SMK Negeri 8 MedanTujuan penelitian ini 1 untuk mengetahui hasil belajar rias wajah pagi hari sebelum diberi penerapan pada siswa kelas X di SMK Negeri 8 Medan 2 untuk mengetahui hasil belajar rias wajah pagi hari yang diberi penerapan model pembelajaran picture and picture pada siswa SMK Negeri 8 Medan 3 untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran picture and picture terhadap hasil belajar rias wajah pagi hari pada siswa SMK Negeri 8 Medan Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah pengaruh hasil belajar rias wajah pagi hari setelah menggunakan model pembelajaran picture and picture pada siswa SMK Negeri 8 Medan Metode yang digunakan eksperimen semuquasi eksperimen Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 8 Medan Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh siswa kelas X yang berjumlah 30 orang Sampel dalam penelitian ini merupakan sampel total Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar rias wajah pagi hari sebelum diberi penerapan model pembelajaran picture and picture X dan tes hasil belajar rias wajah pagi hari setelah diberi penerapan model pembelajaran picture and picture YUji coba tes hasil belajar rias wajah pagi hari sebelum diberi penerapan model pembelajaran picture and picture di SMK Negeri 10 Medan pada kelas X dengan jumlah responden 25 orang Untuk menghitung validitas instrument penelitian diuji dengan rumus product moment untuk tes dengan tingkat penerimaan pada taraf signifikan 5 Hasil uji coba tes rias wajah pagi hari sebelum diberi penerapan model pembelajaran rias wajah pagi hari X didapat 38 item valid dan 12 item tidak valid sedangkan reliabilitas instrument penelitian ini diuji dengan rumus kudder rieharsen KR-20 yaitu sebesar 0920 Hasil deskritif tingkat kecenderungan 30 siswa hasil belajar rias wajah pagi hari sebelum diberi penerapan model pembelajaran picture and picture X termasuk kategori cukup dan hasil belajar rias wajah pagi hari setelah diberi penerapan model pembelajaran picture and picture Y termasuk kategori tinggi Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara hasil belajar rias wajah pagi hari setelah diberi penerapan model pembelajaran picture and picture pada siswa SMK Negeri 8 Medan Hal ini dibuktikan dengan uji hipotesis dengan derajat kebebasan db n 1 29 pada taraf signifikas 005 adalah 122 204 dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterimahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-penerapan-model-pembelajaran-picture-and-picture-terhadap-hasil-belajar-rias-wajah-dasar-pada-siswa--kelas-x-smk-negeri-8-medan-34178.htmlTue, 27 Jan 2015 10:29:03 +0700Hubungan Penguasaan Teori Membentuk Alis Menggunakan Sketsa Dengan Hasil Praktek Makeup Sehari-hari Pada Siswa Tata Kecantikan Smk Negeri 8 MedanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 penguasaan teori membentuk alis menggunakan sketsa 2 Hasil praktek makeup sehari-hari 3 Hubungan antara penguasaan teori membentuk alis menggunakan sketsa dengan hasil praktek makeup sehari-hari siswa pada satu kelas di kelas X program Tata Kecantikan Kulit SMK Negeri 8 Medan T A 20132014 Penelitian dilaksanakan pada Februari 2014 Lokasi penelitian di SMK Negeri 8 Medan Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas X program tata kecantikan SMK Negeri 8 Medan tahun ajaran 20132014 sebanyak satu kelas dengan jumlah 30 orang Pengambilan sampel digunakan teknik total sampling sehingga jumlah sampel penelitian adalah 30 orang Metode pengumpulan data menggunakan tes penguasaan teori membentuk alis menggunakan sketsa dan lembar pengamatan hasil praktek makeup sehari-hari Analisis data menggunakan teknik deskriptif korelasional persyaratan analisis dengan uji normalitas uji linieritas dan uji hipotesis dengan korelasi product momentUntuk mengumpulkan data penguasaan teori membentuk alis menggunakan sketsa diperoleh dengan menyebarkan tes pilihan ganda sedangkan untuk menjaring data hasil praktek makeup sehari-hari diperoleh dengan lembar pengamatan Tes penguasaan teori membentuk alis menggunakan sketsa disusun oleh peneliti sehingga perlu di uji coba Hasil uji instrument tes pengetahuan menunjukkan dari 50 item tes penguasaan teori menjadi 38 item dinyatakan valid dan 12 item tidak valid dengan indeks reliabilitas 0936 kategori kuat Untuk melihat apakah lembar pengamatan layak dilakukan untuk menjaring data maka terlebih dahulu dilakukan uji coba lembar pengamatan Dari hasil uji coba yang dilakukan maka dapat disimpulkan tidak ada perbedaan penilaian antara ketiga pengamat dimana diperoleh hasil Fhitung Ftabel 297 336 sehingga lembar pengamatan layak digunakan untuk menjaring data penelitian yang sebenarnyaPada uji kecenderungan dari 30 sampel penelitian menunjukkan bahwa tingkat penguasaan teori membentuk alis menggunakan sketsa diperoleh 4 siswa 87 cenderung tinggi 24 siswa 522 cenderung cukup dan 2 siswa 43 cenderung kurangDari perhitungan uji normalitas pada variable X dengan taraf signifikansi 5 didapat 9672hitung 8804 9672tabel 1914 1107 disimpulkan data berdistribusi normal dan variable Y didapat nilai 9672hitung 8804 9672tabel 3743 1107 disimpulkan data berdistribusi normal Dari uji hipotesis penelitian pada taraf signifikansi 5 dengan menggunakan rumus korelasi product moment diperoleh rxy 0638 sehingga rxy rtabel yaitu 0638 0361 maka hipotesis diterimahttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-penguasaan-teori-membentuk-alis-menggunakan-sketsa-dengan-hasil-praktek-makeup-seharihari-pada-siswa-tata-kecantikan-smk-negeri-8-medan-34177.htmlTue, 27 Jan 2015 10:25:02 +0700Analisis Kompetensi Guru Dalam Melaksanakan Pembelajaran Praktek Jasa Boga Di SMK Putra Anda Binjai dan SMK Pencawan MedanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 Tingkat kompetensi pedagogik guru dalam melaksanakan pembelajaran praktek jasa boga di SMK Putra Anda Binjai dan SMK Pencawan Medan 2 Tingkat kompetensi kepribadian guru dalam melaksanakan pembelajaran praktek jasa boga di SMK Putra Anda Binjai dan SMK Pencawan Medan 3 Tingkat kompetensi profesional guru dalam melaksanakan pembelajaran praktek jasa boga di SMK Putra Anda Binjai dan SMK Pencawan Medan Populasi dalam penelitian ini adalah guru jasa boga di SMK Putra Anda Binjai dan SMK Pencawan Medan yang berjumah 4 orang yang sekaligus menjadi sampel dalam penelitian total sampling Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk melihat gambaran tentang kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran praktek jasa boga membuat potongan sayur Data penelitian ini dijaring dengan menggunakan lembar observasi untuk kompetensi pedagogik guru angket untuk kompetensi kepribadian guru dan tes untuk kompetensi profesional guru Berdasarkan hasil analisis data maka diperoleh hasil penelitian kedua sekolah yaitu tingkat kompetensi guru memiliki rata-rata yang masing masing 1 Tingkat kompetensi pedagogik guru dalam melaksanakan pembelajaran praktek jasa boga di SMK Putra Anda Binjai dan SMK Pencawan Medan termasuk dalam kategori cukup 83 2 Tingkat kompetensi kepribadian guru dalam melaksanakan pembelajaran praktek jasa boga di SMK Putra Anda Binjai dan SMK Pencawan Medan termasuk dalam kategori cukup 7239 3 Tingkat kompetensi profesioanl guru dalam melaksanakan pembelajaran praktek jasa boga di SMK Putra Anda Binjai dan SMK Pencawan Medan termasuk dalam kategori tinggi 91 Hal ini menunjukkan untuk kompetensi pedagogik kompetensi kepribadian dan kompetensi profesioanl sudah sesuai dengan yang diharapkan dan ditingkatkan lagi agar menjadi lebih baikhttp://digilib.unimed.ac.id/analisis-kompetensi-guru-dalam-melaksanakan-pembelajaran-praktek-jasa-boga-di-smk-putra-anda-binjai-dan-smk-pencawan-medan-34176.htmlTue, 27 Jan 2015 10:21:38 +0700Hubungan Pengetahuan Peserta Prakrin dengan Minat Berwirausaha siswa kelas XII SMK Negeri 10 Medan Tahun Ajaran 20122013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang positif dan signifikan antara PengetahuanPeserta Prakrin dengan Minat Berwirausaha siswa kelas XII SMK Negeri 10 Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII SMK Negeri 10 yang berjumlah 102 siswa Sampel penelitian diambil dengan teknik proporsional random sampling sehingga sampel penelitian ini berjumlah 36 siswa Data penelitian dikumpul dengan menggunakan angket Pengetahuan Peserta Prakrin dan angket Minat BerwirausahaBerdasarkan data hasil uji coba instrumen penelitian terhadap 30 responden untuk uji validitas angket Pengetahuan Prakrin siswa diperoleh sebanyak 30 butir angket dinyatakan valid dan 2 butir angket tidak valid Dengan demikian butir angket yang valid digunakan untuk menjaring data penelitian pengetahuan Prakrin sebanyak 30 butir Kemudian uji reliabelitas angket Pengetahuan Prakrin siswa diperoleh indeks sebesar 0889 dan setelah dikonsultasikan dengan indeks korelasi termasuk dalam kategori Sangat Tinggi Selanjutnya untuk uji validitas angket Minat Berwirausaha siswa diperoleh sebanyak 35 butir angket dinyatakan valid dan 5 butir angket tidak valid Dengan demikian butir angket yang valid digunakan untuk menjaring data penelitian Minat Berwirausaha siswa adalah sebanyak 35 butir Kemudian uji reliabelitas angket Minat Berwirausaha siswa diperoleh indeks sebesar 0963 dan setelah dikonsultasikan dengan indeks korelasi termasuk dalam kategori Sangat Tinggi Berdasarkan data hasil penelitian diperoleh hasil analisis data korelasi Pengetahuan Peserta Prakrin X terhadap Minat Berwirausaha Y ternyata memiliki bentuk hubungan linier yaitu yang dibuktikan dengan nilai FHitung 032 FTabel 221 sehingga persamaan regresi tersebut adalah linier Selanjutnya untuk uji keberartian regresi diperoleh FHitung 2947 FTabel 413 sehingga persamaan regresi Y atas X adalah berarti Apabila dilanjutkan pada analisis koefisien korelasi antara Y dan X maka nilai koefisien korelasi sebesar 0681 dan rTabel untuk jumlah responden sebanyak 36 orang sebesar 0329 pada taraf signifikansi 5 Dengan demikian diperoleh rhitung 0681 rTabel 0329 sehingga koefisien korelasi X terhadap Y adalah signifikan Selanjutnya hasil analisis keberartian koefisien korelasi antar variabel X dengan Y diperoleh nilai tHitung sebesar 543 dan dikonsultasikan dengan nilai tTabeldk 34 945 005 sebesar 204 sehingga diperoleh t Hitung t Tabel 543 204 Sesuai dengan hal tersebut dapat dikatakan bahwa terdapat korelasi yang berarti antara variabel X dengan Y Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa terdapat hubungan fungsional yang signifikan dari Pengetahuan Peserta Prakrin X terhadap Minat Berwirausaha Y Bentuk kontribusi tersebut berarah positif berarti semakin baik Pengetahuan Peserta Prakrin maka akan semakin baik pula Minat Berwirausaha begitu juga sebaliknyahttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-pengetahuan-peserta-prakrin-dengan-minat-berwirausaha-siswa-kelas-xii-smk-negeri-10-medan-tahun-ajaran-20122013-34175.htmlTue, 27 Jan 2015 10:10:26 +0700Penerapan Media Gambar Untuk MeningkatkanHasil Menggambar Ornamen Tradisional Batak Toba Pada Mata Pelajaran SeniBudaya Di SMK Negeri 1 Laguboti TA 20122003Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan media gambar dapat meningkatkan hasil menggambar ornamen tradisional Batak Toba pada mata pelajaran seni budaya di SMK Negeri 1 Laguboti Tahun Pembelajaran 20122013 Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI Program Keahlian Tata Busana dan Kriya Kayu di SMK Negeri 1 Laguboti Tahun Pembelajaran 20122013 Sampel penelitian diperoleh dengan teknik sampel populasi yaitu dengan mengambil seluruh kelas sebagai sampel penelitian maka sampel penelitian ini adalah kelas XI program studi Prodi Tata Busana I yang berjumlah 17 orang dan Kelas XI Prodi Kriya kayu yang berjumlah 17 orang sehingga jumlah keseluruhan sampel adalah 34 orang yang sama-sama memperoleh pelajaran menggambar ornamen Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yaitu metode yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendali Alat pengumpul data yang digunakan adalah lembar observasi kemampuan menggambar ornament tradisional batak toba yaitu gorga simeol-meol Sebelum Media diterapkan dalam kegiatan pembelajaran media gambar terlebih dahulu dilakukan uji validasi oleh ahli media menggunakan jenis validasi isi Untuk menguji normalitas data digunakan uji Lilliefors pada taraf kepercayaan sebesar 005 Pada kelas dengan penerapan Media Gambar diperoleh Lhitung001 Ltabel0206 dengan data berdistribusi normal pada pembelajaran siswa dengan penerapan media papan tulis diperoleh Lhitung002 Ltabel0206 dengan data berdistribusi normal Untuk menguji homogenitas dilakukan dengan kesamaan dua varians maka diperoleh Fhitung 232 Ftabel233 sehingga disimpulkan seluruh data varians hasil penelitian homogen Dalam penelitian khususnya KBM hendaknya guru menerapkan Media Gambar untuk dapat meningkatkan hasil menggambar ornamen Tradisional Batak Toba mata pelajaran Seni Budaya karena hal ini membantu guru dalam membuat suasana belajar yang lebih kondusif dan siswa lebih dapat efisien dalam belajar Untuk penelitian lanjutan dengan variabel yang relevan hendaknya dapat memperbaiki kekurangan yang ada pada penelitian ini dengan membuat perencanaan penelitian yang lebih baik lagi untuk mendapatkan hasil yang diinginkanhttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-media-gambar-untuk-meningkatkanhasil-menggambar-ornamen-tradisional-batak-toba-pada-mata-pelajaran-senibudaya-di-smk-negeri-1-laguboti-ta-20122003-34174.htmlMon, 26 Jan 2015 15:02:09 +0700PENGARUH CARA GURU DALAM MENGAJAR TERHADA MINAT BELAJAR DAN HASIL BELAJAR KEWIRAUSAHAAN PADA SISWA KELAS X SMK NEGERI 10 MEDAN TA 2012 2013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat belajar siswa dengan pembelajaran konvensional mengetahui minat belajar siswa dengan pengaplikasian keterampilan mengajar guru dan mengetahui pengaruh hasil belajar antara siswa yang diajar dengan pengaplikasian keterampilan mengajar guru dan yang diajar dengan pembelajaran konvensional dengan minat belajar pada mata pelajaran kewirausahaan kelas 1 SMK Negeri 10 Medan Tahun Pelajaran 2012 2013 Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 3 jenis instrumen yaitu tes hasil belajar angket minat belajar siswa dan lembar pengamatan observasi terhadap pelaksanaan pembelajaran dengan keterampilan mengajar guruHasil belajar siswa diperoleh dengan tes pengetahuan pada kelas konvensional berjumlah 24 siswa dengan rata rata 171667 dan kelas dengan pengaplikasian keterampilan mengajar guru berjumlah 23 siswa dengan rata rata 1862Minat belajar diperoleh dengan menyebarkan angket pada kelas konvensional berjumlah 24 siswa dengan rata rata 77125 dan kelas dengan pengaplikasian keterampilan mengajar guru berjumlah 23 siswa dengan rata rata 82608 penyebaran angket khususnya pada kelas eksperimen diberikan setelah pembelajaran berlangsung menggunakan keterampilan mengajar guru Dari data tersebut yang diperoleh bahwa lebih tinggi minat belajar siswa pada kelas eksperimen daripada kelas konvensionalPada perhitungan normalitas dari sebaran data dengan menggunakan rumus Lilifors dengan syarat kenormalan yang harus dipenuhi yaitu Jika Lhitung Ltabel terima H0 dan Jika Lhitung Lhitung tolak H0 pada taraf 945 005 Dan menghsilkan kesimpulan bahwa sebaran dari data pada penelitian ini berdistribusi normal Untuk menguji homogenitas sampel digunakan uji kesamaan varians Syarat data homogeny adalah jika Fhitung Ftabel pada taraf nyata 945 005 dan dk V1 n1 1 dan V2 n2 1 Dan menghasilkan kesimpulan bahwa data hasil belajar siswa bedistribusi homogen dengan Fhitung 1195 dan angket minat belajar tidak homogen dengan Fhitung 2716Uji kesepakatan menggunakan ANAVA satu arah yang dijaring dari empat pengamat Setelah besaran Fhitung 048 dikonsentrasikan dengan Ftabel pada taraf signifikan 5 dan dk 372 diperoleh Ftabel 274 sehingga Fh Ft 048 274 Maka disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan secara signifikan antara hasil pengamatan dari 4 pengamatPada uji hipotesis 1 yaitu terdapat pengaruh positif antara keterampilan mengajar guru Hasil belajar siswa dengan minat belajar kewirausahaan pada siswa kelas X SMK Negeri 10 Medan TA 2012 2013 Dengan menggunakan rumus product moment Diperoleh hasil yaitu rhitung 0964 rtabel 005 dk 21 0413 Dari hasil di atas yaitu rhitung rtabel 0964 0413 berarti Ho diterima Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara keterampilan mengajar guru Hasil belajar siswa dengan minat belajar kewirausahaan padawa kelas X SMK Negeri 10 Medan TA 2012 2013 Pada uji hipotesis 2 yaitu terdapat pengaruh positif antara pembelajaran konvensional Hasil Belajar Siswa dengan minat belajar kewirausahaan pada siswa kelas X SMK Negeri 10 Medan TA 2012 2013 Dengan menggunakan rumus product moment diperoleh hasil yaitu rhitung 0931 rtabel 005 dk 22 0404 Berdasarkan hasil di atas yaitu rhitung rtabel 0931 0404 berarti Ho diterima Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara pembelajaran konvensional Hasil belajar siswa dengan minat belajar kewirausahaan pada siswa kelas X SMK Negeri 10 Medan TA 2012 2013 Uji hipotesis 3 yaitu terdapat pengaruh positif antara keterampilan mengajar guru dan pembelajaran konvensional dengan hasil belajar kewirausahaan pada siswa kelas X SMK Negeri 10 Medan TA 2012 2013 dan minat belajar siswa sebagai variabel intervensi Menggunakan rumus ANAVA dua arah Dengan syarat Fhitung Ftabel 0 05 H0 diterima Fhitung Ftabel 0 05 H0 ditolak Kesimpulan pada faktor A Fhitung Ftabel 0 05 - 2 44 407 dari hasil perhitungan di atas dapat disimpulkan menerima hipotesis nol Tidak terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang mempunyai minat belajar siswa Dari hasil perhitungan di atas dapat disimpulkan menerima hipotesis nol Tidak terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang mempunyai minat belajar siswaKesimpulan pada faktor B Fhitung Ftabel 0 05 - 1977 407 Dari hasil perhitungan di atas dapat disimpulkan menerima hipotesis nol Tidak terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diberikan pembelajaran dengan metode pembelajaran konvensional dengan pengaplikasian keterampilan mengajar guruKesimpulan pada interaksi A x B Fhitung Ftabel 0 05 2040 407 Dari hasil perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa menolak hipotesis nol Menjelaskan bahwa faktor minat belajar siswa salah satunya dipengaruhi oleh cara guru dalam memberikan pembelajaran konvensional dan keterampilan mengajar guru yang akan mempengaruhi hasil belajar siswahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh--cara-guru-dalam-mengajar-terhada-minat-belajar-dan-hasil-belajar-kewirausahaan-pada-siswa-kelas-x-smk-negeri-10-medan-ta-2012--2013-34173.htmlMon, 26 Jan 2015 14:56:39 +0700Hubungan Pengetahuan Busana Anak Dengan Hasil Jahitan Busana Pesta Anak Pada Siswa Kelas X Jurusan Tata Busana SMK Negeri 10 Medan Tahun Ajaran 20122013Penelitian ini bertujuan 1 untuk mengetahui kecenderungan Pengetahuan Busana Anak 2 untuk mengetahui kecenderungan Hasil Jahitan Busana Pesta Anak 3 untuk mengetahui Hubungan yang signifikan antara Pengetahuan Busana Anak Dengan Hasil Jahitan Busana Pesta Anak Pada Siswa Kelas X Jurusan Tata Busana SMK Negeri 10 Medan Populasi dalam penelitian ini adalah Siswa Kelas X Jurusan Tata Busana SMK Negeri 10 Medan berjumlah 23 orang Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan cara purposive sampling yaitu digunakan peneliti jika peneliti mempunyai pertimbangan-pertimbangan tertentu didalam pengambilan sampelnyajumlah sampel sebanyak 23 orang Data penelitian ini dijaring melalui tes objektif untuk variabel Pengetahuan Busana Anak Validitas kesahihan test Pengetahuan Busana Anak diuji dengan rumus korelasi point biserial dengan tingkat penerimaan pada taraf signifikansi 5 sehingga diketahui dari 35 soal tes objektif yang disusun ada 33 soal dinyatakan valid dan 2 soal tidak valid Reliabilitas keterandalan test Pengetahuan Busana Anak diuji dengan rumus kudder-Richarson KR-20 dari hasil perhitungan diperoleh koefisien reliabilitas test sebesar 0908 Sedangkan untuk data Hasil Jahitan Busana Pesta Anak data dijaring melalui lembar pengamatan Berdasarakan uji kesepakatan pengamat dengan menggunakan ANAVA satu jalur dengan tingkat penerimaan pada taraf signifikansi 5 dan dk 4 115 diperoleh Ftabel 245 sehingga diketahui Fo Ft 2276 245 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang berarti antara hasil pengamatan dari kelima orang observer pengamat atau dapat diartikan bahwa butir-butir komponen tentang Hasil Jahitan Busana Pesta Anak dapat digunakan untuk menjaring data penelitian Hasil analisis data menunjukkan bahwa variabel Pengetahuan Busana Anak berada dalam kategori cukup sedangkan Hasil Jahitan Busana Pesta Anak pada Siswa Kelas X Jurusan Tata Busana SMK Negeri 10 Medan berada dalam kategori cukup Berdasarkan uji persyaratan analisis sebaran data Pengetahuan Busana Anak dan Hasil Jahitan Busana Pesta Anak berdistribusi normal Persamaan regresi linier 24392 0658 X mempunyai hubungan yang linier dan berarti pada taraf signifikansi 5 Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan menggunakan korelasi Product moment diketahui terdapat hubungan linier positif dan berarti antara Pengetahuan Busana Anak dengan Hasil Jahitan Busana Pesta Anak Pada Siswa Kelas X Jurusan Tata Busana SMK Negeri 10 Medan rxy sebesar 0521 dimana rhitung rtabel 0521 0413 Dengan demikian Pengetahuan Busana Anak yang tinggi akan memberikan hubungan yang signifikan pada Hasil Jahitan Busana Pesta Anak oleh Siswa Kelas X Jurusan Tata Busana SMK Negeri 10 Medan UNIMEDhttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-pengetahuan-busana-anak-dengan-hasil-jahitan-busana-pesta-anak-pada-siswa-kelas-x-jurusan-tata-busana-smk-negeri-10-medan-tahun-ajaran-20122013-34172.htmlMon, 26 Jan 2015 14:50:41 +0700Perbedaan Hasil Belajar Memilih Bahan Baku Busana Antara Yang Diajarkan Dengan Metode Index Card Match Dan Metode Konvensional Siswa Kelas X SMK Negeri 8 Medan Tahun Ajaran 20122013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar memilih bahan baku busana antara yang diajarkan dengan metode index card match dan metode konvensional siswa kelas X SMK Negeri 8 Medan tahun ajaran 20122013 Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperimen yaitu penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya akibat dari sesuatu yang dikenakan pada subjekPopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Negeri 8 Medan Tahun Ajaran 20122013 yang diajarkan dengan metode Index Card Match dengan metode konvensional yaitu masing-masing kelompok sebanyak 30 orangData penelitian ini dijaring melalui tes objektif Memilih Bahan Baku Busana Validitas kesahihan test Memilih Bahan Baku Busana diuji dengan rumus korelasi point biserial dengan tingkat penerimaan pada taraf signifikansi 5 sehingga diketahui dari 50 soal tes objektif yang disusun ada 44 soal dinyatakan valid dan 6 soal tidak valid Reliabilitas keterandalan test Memilih Bahan Baku Busana diuji dengan rumus kudder-Richarson KR-20 dari hasil perhitungan diperoleh koefisien reliabilitas test sebesar 0947Dalam penelitian ini digunakan rumus uji t Berdasarkan hasil perhitungan terlihat bahwa t hitung antara X1 dan X2 sebesar 4399 sedangkan ttabel pada taraf signifikan 5 dengan dk 2-1 sebesar 1697 terlihat thitung ttabel yaitu 4399 1697 Sesuai dengan kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis maka hipotesis kerja Ha yang diajukan diterima Dengan demikian dinyatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar dengan menggunakan metode Index Card Match dan Metode Konvensional terhadap hasil belajar Memilih Bahan Baku Busanahttp://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-memilih-bahan-baku-busana-antara-yang-diajarkan-dengan-metode-index-card-match--dan-metode-konvensional-siswa-kelas-x-smk-negeri-8-medan-tahun-ajaran-20122013-34171.htmlMon, 26 Jan 2015 14:31:38 +0700Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning sebagai upaya Untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Keterampilan Melipat Kertas di SDLB C YPAC MedanTujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif learning tipe learning together pada mata pelajaran keterampilan melipat kertas di kelas VI SDLB C pada pokok bahasan membuat benda permainan dengan teknik melipat kertas bentuk ikanPenelitian tindakan kelas ini dilakukan di SDLB C YPAC Medan pada tahun ajaran 20122013Penelitian ini dilaksanakan di Yayasan Pembinaan Anak Cacat YPAC Medan yang beralamatkan di Jl Adinegoro No 2 Medan Subjek dalam penelitian adalah kelas VI SDLB-C yang berjumlah 15 orang Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan kelas PTK yang dilaksanakan dengan tiga siklus yaitu siklus I siklus II dan siklus III Pada tiap siklus dilaksanakan dua kali pertemuan Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar observasipengamatan Observasi aktifitas belajar dilakukan secara langsung pada saat proses pembelajaran berlangsung dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe learning togetherDari hasil analisis diperoleh data pretest sebagai hasil belajar pengetahuan awal diperoleh 27 dengan siswa yang tuntas sebanyak 4 siswa Data post test Siklus I diperoleh 40 dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 6 siswa post test Siklus II diperoleh 533 dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 8 siswa dan pada post test siklus III siswa yang tuntas sebanyak 13 siswa atau 867 sehingga siswa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal KKM yaitu 8805 70 dengan kriteria penilaian yang sangat baikDengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif learning tipe learning together dalam pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan keterampilan melipat kertas di kelas VI SDLB-C YPAC Medanhttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-cooperative-learning-sebagai-upaya-untuk-meningkatkan-hasil-belajar-pada-mata-pelajaran-keterampilan-melipat-kertas-di-sdlb--c-ypac-medan-34170.htmlMon, 26 Jan 2015 14:26:52 +0700PENGEMBANGAN FORMUA BISKUIT DAUN KATUK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASIAir susu ibu ASIadalah cairan kehdupan terbaik yang sangat dibutuhkan oleh byi ASI mengandung berbagai zat yang penting untuk tumbuh kembang bayi dan sesuai dengan kebutuhannya Selama ini produk yang banyak beredar dipasaran berupa kapsul pelancar ASI ataupun susu pelancar ASI namun untuk produk biskuit pelancar ASI belum ada dipasaran Sehubungan dengan itu tujuan penelitian ini adalah 1Mengkaji teknologi proses produksi tepung daun katuk 2 Menentukan formula biskuit daun katuk yang dikembangkan 3Menganalisis kandungan zat gizi Proteinlemakzat besikadar air dan kadar abu pada biskuit daun katukPenelitian dilaksanakan di Laboratorium Pendidikan Tata Boga Fakultas Teknik Unimed dan Balai Riset dan Standarisasi Industri yang dilaksanakan Selama 6 enambulan mulai dari Mei-Oktober 2012Penelitian Pendahuluan yang dilakukan yaitupembuatan tepung dan katukSelanjutnya tepung daun katuk yang dihasilkan digunakan pada percobaan pentuan subtitusi tepung daun katuk pada biskuit Presentastepung daun katuk yang disubstitusi terhadap tepung terigu adalah 0 sebagai kolestrol 20 3040 Penelitian Lanjutan yaitu membuat Formula biskuit daun katuk Proses pembuatan bikuit meliputi Persiapan bahan Pencampuranpembuatan bentuk adonan serta pemanggangan kemudian dilakukan uji organoleptif terhadap biskuit berupa uji hedonik untuk mengetahui tingkat kesukaan dari masing-masing formulaSkala Hedonik yang digunakan yaitu 1sangat tidak suka 2 tidak suka 3 agaksuka4 suka 5 sangat suka Panelis dalm penelitian ini sebanyak 30 orang Selanjutnya produk biskuit terbaik dianalisis kandungan gizinya Data hasi luji organoleptif dianalisis secara diskrptip dengan menggunakan presentase penerimaan panelis dari masing-masing taraf perlajuan Untuk mengetahui pengaruh Substitusi tepung daun katuk terhadap perlakuan digunakan analisis statik ANAVA Data hasil analisis kandungan gizi selanjutnya dibandingkan dengan SNI NO01-2973-93 SNI yang merupakan standar untuk produk yang akan dipasarkan yang ditetapkan oleh DepartemenPerindustriansebagai pedoman bgi para produsen Hasil penelitian ini menunjukkan warna biskuit daun katuk yang lebih disukai panelis adalah sampel A dengan subtitusi 20 tepung daun katuk dengan rataan warna sebesar420 Rasa biskuit yang disukaipenelis adalah sampel A dengan substitusi tepung daun katuk 20 persen dengan rataan sebesar 340 aroma yang lebih disukai paa sampel A dengan rataan sebesar 400 Tekstur yang lebih disukai panelis adalah sampel A dengan rataan tekstur sebesar 397 Berdasarkan Penilaian organoleptif tersebut maka Formulasi terbaik adalah sampel A dengan substitusi tepung daun katuk 20 persen dengan rataan warna 420rasa340 aroma 400 dan tekstur 397 Berdasarkan hasil uji ANAVA diketahui bahwa terdapat perbedaan nyata pada warna rasa aroma dan tekstur biskuit daun katuk dengan nilai warna Fh Ft2758 384 rasa Fh Ft1565 384 aroma Fh Ft 3451 384 dan tekstur Fh Ft 4272 3840 kandungan gizi biskut daun katuk hasil analisis Proksimat deperoleh protein 779bb lemak 294 bb Zat besi Fe0 245 bb kadar air 311 bb dan kadar abu 125 bb jika hasil analisis zat besi dibandingkan dengan persyaratan mutu Standar Nasional Indonesia SNI NO01-2973-93 produk ini layak dikonsumsi oleh ibu menyusui karena hasil penelitian ini memenuhi Standar Nasional Indonesiahttp://digilib.unimed.ac.id/pengembangan-formua-biskuit-daun-katuk-untuk-meningkatkan-produksi-asi-34169.htmlMon, 26 Jan 2015 13:41:14 +0700INTERNAL AUDIT OUTSORCING FRAUD PREVENTION LAPORAN KEUANGAN DAN PERSEPSI TERHADAP INDEPENDENSI AUDITORPeranan auditor dalam meningkatkan kepercayaan pemakai laporan keuangan sangat signifikan Hal ini mengakibatkan tingkat kepercayaan tersebut harus dijaga agar laporan keuangan dapat memberikan manfaat dalam bentuk informasi yang dihargai oleh pembacanya Salah satu faktor yang independensi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah penugasan diluar audit biasa akan menjadi fokus pembahasan dalam artikel ini Kompeteisi yang semakin ketat telah mendorong beberapa perusahaan untuk melakukan salah satu sstrategi dalam penurunan cost yaitu outsourcing dari beberapa atau seluruh aktivitas audit internal perusahaan Secara keseluruhan outsourcing hanya akan dapat digunakan untuk alasan yang tepat bukan hanya alasan taktik atau cost-cutting ketika mencocokan strategi yang ingin digunakan Pada dasarnya tidak ada perbedaan persepsi para pengguna terhadap fraud prevention laporan keuangan antara tim audit internal yang outsorcing dengan departemen audit internal yang dilakukan sendiri oleh perusahaan ketika keduanya dilaporkan kepada komite audit Hasilnya menyatakan bahwa peningkatan terhadap pengalaman audit terjadi ketika outsourcing tetapi tidak secara signifikan meningkatkan kepercayaan para pengguna terhadap fungsi internal audit karena para pengguna laporan keuangan menghadap tim outsourcing kurang memiliki pengetahuan yang dalam mengenai perusahaan dibandingan departemen audit internalyang dilakukan sendiri oleh perusahaanhttp://digilib.unimed.ac.id/internal-audit-outsorcing-fraud-prevention-laporan-keuangan-dan-persepsi-terhadap-independensi-auditor-34168.htmlMon, 26 Jan 2015 12:24:16 +0700ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT IPO UNDERPRICING DI BURSA EFEK INDONESIAPenelitian ini bertujuan untuk meneliti factor-faktor yang diperkirakan dapat memepengaruhi tingkat underpricing dalam penentuan harga saham perdana saat initial public offering IPO di Bursa Efek Indonesia Faktor-faktor yang diperkirakan tersebut adalah reputasi underwriter jumlah saham yang masih ditahan pemegang saham lama skala ukuran perusahaan return on asset ROA financial leverage serta earning per shar EPS Sampel penelitian ini adalah perusahaan yang melakukan Initial Public Offering IPO di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2003 sampai dengan 2006 dan mengalami underpriced Jumlah sampel yang memenuhi kritea tersebut ada 25 perusahaan Hipotesis diuji dengan model regresi bergandaDari hasil pengujian yang dilakukan terhadap 25 perusahaan diperoleh hasil uji F test dalam table ANOVA menunjukkan semua variable independen secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap tingkat underpricing Disarankan pada penelitian selanjutnya sebaiknya memperpanjang rentang waktu penelitian yaitu sebelum perusahaan tersebut melakukan IPO dan sesudah melakukan IPO sehingga dapat diketahui faktor-faktor apa saja yang mungkin mempengaruhi terjadinya IPOhttp://digilib.unimed.ac.id/analisis-faktorfaktor-yang-mempengaruhi-tingkat-ipo-underpricing-di-bursa-efek-indonesia-34167.htmlMon, 26 Jan 2015 12:17:35 +0700Kualitas Pound Cake yang menggunakan tepung terigu dengan tepung labu kuning dalam berbagai komposisiPenelitian ini bertujuan 1 mengetahui kualitas pound cake labu kuning yang menggunakan tepung terigu dengan tepung labu kuning 20 30 dan 40 dari aspek warna rasa aroma tekstur dan 2 Untuk mengetahui manakah komposisi perbandingan tepung labu kuning dan tepung terigu yang baik yakni 20 persen tepung labu kuning 80 persen tepung terigu 30 persen tepung labu kuning 70 persen tepung terigu 40 persen tepung labu kuning 60 persen tepung teriguMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan uji organoleptik Sampel penelitian ini adalah semua jumlah populasi yang tediri dari pound cake dengan penambahan tepung labu 20 pound cake dengan penambahan tepung labu 30 pound cake dengan penambahan tepung labu 40 Alat pengumpulan data yang digunakan adalah lembar penilaian berupa angket dan uji ranking yang disebarkan pada 10 orang panelis bebas Penelitian dilakukan dengan teknik analisa secara deskriptifDimana kualitas pound cake dengan penambahan tepung labu 20 menurut 10 orang panelis memilih kualitas untuk segi warna 30 sangat baik 50 baik dan 20 cukup Dari segi rasa 20 sangat baik 40 baik 40 cukup Dari segi aroma 20 sangat baik 20 baik 50 cukup Dari segi tekstur 60 sangat baik 20 baik dan 20 cukup Kualitas pound cake dengan penambahan tepung labu 30 menurut 10 orang panelis memilih kualitas untuk segi warna 30 sangat baik 70 baik Dari segi rasa 30 sangat baik 50 baik 20 cukup Dari segi aroma 80 baik 20 cukup Dari segi tekstur 30 sangat baik 70 baik Kualitas pound cake dengan penambahan tepung labu 40 menurut 10 orang panelis memilih kualitas untuk segi warna 80 sangat baik 20 baik Dari segi rasa 50 sangat baik 50 baik Dari segi aroma 40 sangat baik 50 baik 10 cukup Dari segi tekstur 30 sangat baik 40 baik dan 30 cukup Hasil uji hipotesis menggunakan uji-t didapat hasilhttp://digilib.unimed.ac.id/kualitas-pound-cake-yang-menggunakan-tepung-terigu-dengan-tepung-labu-kuning-dalam-berbagai-komposisi-34166.htmlMon, 26 Jan 2015 09:56:56 +0700PEMERIKSAAN AKUNTANSIDI INDONESIABuku ini membahas tentang pemeriksaan akuntansi auditing yang meliputi sejarah pemeriksaan akuntansi di Indonesia bagaimana profesi ini dalam dunia bisnis di Indonesia etika profesi standar kerja dan melakukan prosedur pelaksanaan hingga pelaporannya di Negara Republik Indonesia dan Negara-negara di dunia Buku ini ditulis selengkap mungkin bagi pelajar dan praktisi yang ingin mempelajari auditing sebagai peletakan dasar bagi keterampilan bagi mahasiswa yang mengambil program Strata satu jurusan Akuntansi terasa sangat dibutuhkan hal ini dikarenakan mahasiswa yang mengambil program Strata satu S1 memiliki latar belakang yang berbeda-beda dan sangat buta terhadap bidang auditing hingga pemahaman praktek auditing di Indonesia karena itu kehadiran buku ini dirasakan sangat urgen Buku ini dilengkapi dengan kasus-kasus untuk menambah pemahaman yang komprehensif bagi pengetahuan mahasiswa terhadap pemeriksaan akuntansihttp://digilib.unimed.ac.id/pemeriksaan-akuntansidi-indonesia-34165.htmlThu, 22 Jan 2015 15:50:27 +0700ANALISIS PENGARUH INDEPENDENSI MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE DAN KUALITAS AUDIT TERHADAP INTEGRITAS LAPORAN KEUANGANStudi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEIPermasalahan dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh independensi mekanisme corporate governance dan kualitas audit terhadap integritas laporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris pengaruh independensi mekanisme corporate governance dan kualitas audit terhadap integritas laporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada tahun 2008-20012 dan sampel dipilih dengan menggunakan stratified random sampling sehingga didapat 190 sampel Data yang digunakan didownload dari wwwidxcoidTeknik analisis data yang dipergunakan yaitu dengan uji t dan uji F pada taraf signifikansi 005Hasil penelitian menunjukkan independensi dengan tingkat signifikansi 0792005 dan t-hitung 0264t-tabel 1960 tidak berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan sehingga H1 ditolak mekanisme corporate governance dengan tingkat signifkansi 0023005 dan F-hitung 2927F-tabel 237 berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan sehingga H2 diterima dan kualitas audit dengan tingkat signifikansi 0127005 dan t-hitung 1536t-tabel 1960 tidak berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan sehingga H3 ditolakKesimpulan dalam penelitian ini independensi dan kualitas audit tidak berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan dan mekanisme corporate governance berpengaruh terhadap integritas laporan keuanganhttp://digilib.unimed.ac.id/analisis-pengaruh-independensi-mekanisme-corporate-governance-dan-kualitas-audit-terhadap-integritas-laporan-keuanganstudi-empiris-pada-perusahaan-manufaktur-yang-terdaftar-di-bei-34164.htmlThu, 22 Jan 2015 14:01:22 +0700PENGHENTIAN PREMATUR ATAS PROSEDUR AUDITStudi Empiris Pada Kantor Akuntan Publik Di Kota MedanPenghentian prematur atas prosedur audit merupakan suatu kondisi dimana dalam melaksanakan prosedur audit auditor tidak melakukan pekerjaan secara lengkap tetapi berani mengeluarkan opini terhadap laporan keuangan yang diauditnya Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penghentian prematur atas prosedur audit dengan menggunakan variabel time pressure risiko audit materialitas prosedur review dan kontrol kualitas dan locus of control Responden dalam penelitian ini adalah partner manager supervisor dan auditor senior yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik di Kota MedanData yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer Teknik analisa data menggunakan uji Friedman dan analisis regresi linear sederhana yang dianalisa dengan menggunakan program SPSS versi 15 for windows hipotesis pertama diterima karena dari uji Friedman yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat urutan prioritas audit yang dihentikan Hipotesis kedua ditolak karena nilai uji t-hitung t-tabel 1225 1684 yang artinya bahwa time pressure tidak memiliki pengaruh terhadap penghentian prematur atas prosedur audit Hipotesis ketiga ditolak karena nilai uji t-hitung t-tabel -0836 1684 yang artinya bahwa risiko audit tidak memiliki pengaruh terhadap penghentian prematur atas prosedur audit Hipotesis keempat ditolak karena nilai uji t-hitung t-tabel -1254 1684 yang artinya bahwa materialitas tidak memiliki pengaruh terhadap penghentian prematur atas prosedur audit Hipotesis kelima ditolak karena nilai uji t-hitung t-tabel -1802 1684 yang artinya bahwa prosedur review dan kontrol kualitas tidak memiliki pengaruh terhadap penghentian prematur atas prosedur audit Hipotesis keenam ditolak karena nilai uji t-hitung t-tabel -1675 1684 yang artinya bahwa locus of control tidak memiliki pengaruh terhadap penghentian prematur atas prosedur audithttp://digilib.unimed.ac.id/penghentian-prematur-atas-prosedur-auditstudi-empiris-pada-kantor-akuntan-publik-di-kota-medan-34163.htmlThu, 22 Jan 2015 11:44:42 +0700ANALISIS PENGARUH PROFESIONALISME AUDITOR TERHADAP PERTIMBANGAN TINGKAT MATERIALITAS DALAM PROSES PENGAUDITAN LAPORAN KEUANGAN STUDI EMPIRIS PADA KAP DI MEDANPenelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh profesionalisme auditor terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam proses audit atas laporan keuangan Profesionalisme auditor diukur melalui lima dimensi yakni pengabdian pada profesi kewajiban sosial kemandirian Keyakinan terhadap profesi dan Hubungan dengan rekan seprofesiMetode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Non Probabilitas Sampling Jenis data yang digunakan adalah data primer data yang diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik di Kota Medan Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini dianalisa dengan menggunakan model statistik regresi linear dengan bantuan pengolahan program statistik Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dimensi profesionalisme pengabdian pada profesi keyakinan terhadap profesi dan hubungan dengan rekan seprofesi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam proses pengauditan laporan keuangan Sementara dimensi profesionalisme kewajiban sosial dan kemandirian tidak memberikan pengaruh terhadap pertimbangan tingkat materialismehttp://digilib.unimed.ac.id/analisis-pengaruh-profesionalisme-auditor-terhadap-pertimbangan-tingkat-materialitas-dalam-proses-pengauditan-laporan-keuangan--studi-empiris-pada-kap-di-medan-34162.htmlThu, 22 Jan 2015 11:14:45 +0700ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI MEDAN DALAM PEMBELIAN SOFTWARE AKUNTANSIPermasalahan yang hendak dirumuskan dalam penelitian ini mengenai price performance stability flexibility implementation vendor support dan customization mempengaruhi sebuah perusahaan dalam pembelian software akuntansi Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh price performance stability flexibility implementation vendor support dan customization secara bersama-sama terhadap pembelian software akuntansi pada perusahaan manufaktur di Medan Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner secara langsung kepada respondenPopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan perusahaan manufaktur yang ada di Medan Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sampel penelitian ini berjumlah 59 responden Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling Teknik analisis data yang digunakan adalah metode regresi linier bergandaPenelitian ini memberikan hasil bahwa price performance stability flexibility implementation vendor support dan customization secara bersama-sama memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pembelian software akuntansi Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai F test signifikan pada 945 005 p 0000 p 005 yang berarti bahwa persamaan regresi yang dihasilkan yaitu dapat digunakan untuk memprediksi variabel pembelian software akuntansi Hasil ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Halim 2002 yaitu bahwa faktor price performance stability flexibility implementation customization vendor support secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan dalam pembelian seperangkat softwareNilai dari Adjusted R Squared menunjukkan bahwa proporsi persentase dari pembelian software akuntansi yang dijelaskan oleh ketujuh variabel independen relatif rendah yaitu sebesar 321 Ini berarti bahwa perusahaan manufaktur di Medan dalam melakukan pembelian software akuntansi mungkin dipengaruhi oleh variabel lain seperti tingkat kebutuhan perusahaan tingkat kepuasan pengguna jenis usaha kemajuan teknologi dan sebagainyahttp://digilib.unimed.ac.id/analisis-faktorfaktor-yang-mempengaruhi-perusahaan-manufaktur-di-medan-dalam-pembelian-software-akuntansi-34161.htmlThu, 22 Jan 2015 10:08:42 +0700Hubungan kepuasan kerja keterlibatan kerja dan persepsi guru terhadap kepemimpinan kepala sekolah dengan keinginan pindah guru di Perguruan Al-Azhar Medan Kelurahan Kwala Bekala Kecamatan Medan JohorPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 Apakah terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kepuasan kerja dengan keinginan pindah guru di Perguruan Al-Azhar medan 2 Apakah terdapat hubungan negatif yang signifikan antara keterlibatan kerja dengan keinginan pindah guru di Perguruan Al-Azhar medan 3 Apakah terdapat hubungan negatif yang signifikan antara persepsi terhadap kepemimpinan kepala sekolah dengan keinginan pindah guru di Perguruan Al-Azhar medan 4 Apakah terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kepuasan kerja keterlibatan kerja dan persepsi terhadap kepemimpinan kepala sekolah bersama-sama dengan keinginan pindah guru di Perguruan Al-Azhar medan Penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional Penelitian dilakukan di Perguruan Al-Azhar Medan dengan populasi semua guru berjumlah 172 orang yang tersebar di 6 sekolah Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Proportional random sampling yang menggunakan tabel penentuan jumlah sampel dari populasi yang dikembangkan Krejcie dengan jumlah populasi 172 orang dengan tingkat kesalahan sebesar 5 diperoleh jumlah sampel 118 orang Instrumen pengumpulan data adalah angket untuk kepuasan kerja keterlibatan kerja dan persepsi terhadap kepemimpinan kepala sekolah Perhitungan reabilitas instrumen kepuasan kerja menunjukkan r 096 untuk instrumen keterlibatan kerja r 096 untuk instrument persepsi terhadap kepemimpinan kepala sekolah r 089 Teknik analisis yang digunakan adalah regresi dan korelasi Hasil penelitian ini menunjukkan 1 Tidak terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kepuasan kerja dengan keinginan pindag dengan koefisien korelasi sebesar -002 dan persamaan regresi 374 9789 - 002 X1 2 tidak terdapat hubungan negatif yang signifikan antara keterlibatan dengan keinginan pindah dengan koefisien korelasi sebesar 007 dengan persamaan regresi 374 8539 010 X2 3 Tidak terdapat hubungan negatif yang signifikan antara persepsi tentang kepemimpinan kepala sekolah dengan keinginan pindah dengan koefisien korelasi sebesar -001 dan persamaan regresi 374 8539 001X3 Penelitian ini menyimpulkan tidak terdapat hubungan negatif yang signifikan anatara kepuasan kerja keterlibatan kerja dan persepsi terhadap kepemimpinan kepala sekolah secara sendiri dengan keinginan pindah guru di Perguruan Al-Azhar Medanhttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-kepuasan-kerja-keterlibatan-kerja-dan-persepsi-guru-terhadap-kepemimpinan-kepala-sekolah-dengan-keinginan-pindah-guru-di-perguruan-alazhar-medan-kelurahan-kwala-bekala-kecamatan-medan-johor-34160.htmlWed, 21 Jan 2015 12:03:18 +0700Perbandingan implementasi manajemen berbasis sekolah pada SMP Swasta Harapan 1 Medan dan SMP Swasta As-Syafiiyah MedanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan 1 kemandirian dalam implementasi manajemen berbasis sekolah MBS 2 kemitraan dalam implementasi manajemen berbasis sekolah MBS 3 partisispasif dalam implementasi manajemen berbasis sekolah MBS 4 transparansi dalam implementasi manajemen berbasis sekolah MBS 5 akuntabilitas dalam implementasi manajemen berbasis sekolah MBS Subjek penelitian adalah SMPS Harapan 1 dan SMPS As-syafiiyah Medan dengan jumlah sampel 56 orang Pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling Alat pengumpul data yang digunakan adalah angket Teknik analisa data yang digunakan adalah analisis komparatif Berdasarkan pengujian hipotesis dapat disimpulkan 1 terdapat perbedaan kemandirian antara SMPS Harapan 1 Medan dengan SMPS As-syafiiyah Medan dengan nilai rata-rata sebesar 12310 95612311_11 100 956_21 905 dan t_hitung 2928 t_tabel 2005 2 terdapat perbedaan kemitraan antara SMPS Harapan 1 Medan dengan SMPS As-syafiiyah Medan dengan nilai rata-rata sebesar 956_12 9843 956_22 8854 dan t_hitung 2934 t_tabel 2005 3 terdapat perbedaan partisipasif antara SMPS Harapan 1 Medan dengan SMPS As-syafiiyah Medan dengan nilai rata-rata sebesar 956_13 9693 956_23 8275 dan t_hitung 4271 t_tabel 2005 4 terdapat perbedaan transparansi antara SMPS Harapan 1 Medan dengan SMPS As-syafiiyah Medan dengan nilai rata-rata sebesar 956_14 10536 956_24 8596 dan t_hitung 6119 t_tabel 2005 5 terdapat perbedaan akuntabilitas antara SMPS Harapan 1 Medan dengan SMPS As-syafiiyah Medan dengan nilai rata-rata sebesar 956_15 9607 956_25 8768 dan t_hitung 2741 t_tabel 2005http://digilib.unimed.ac.id/perbandingan-implementasi-manajemen-berbasis-sekolah-pada-smp-swasta-harapan-1-medan-dan-smp-swasta-assyafiiyah-medan-34159.htmlWed, 21 Jan 2015 11:49:30 +0700Meningkatkan kemampuan guru kimia dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw melalui supervisi klinis di SMA Negeri 1 Pangururan Kabupaten SamosirTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan guru kimia dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw melalui supervisi klinis di SMA Negeri 1 Pangururan Kabupaten Samosir Metode penelitian ini adalah kualitatif atau penelitian tindakan sekolah Subyek penelitian adalah guru kimia SMA Negeri 1 Pangururan Kabupaten Samosir sebanyak empat orang Obyek penelitian adalah penerapan supervisi klinis untuk meningkatkan kemampuan guru kimia dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah instrumen telaah RPP dan lembar observasi kemampuan guru menerapkan model kooperatif tipe jigsaw Hasil penelitian menunjukkan 1 siklus pertama rata-rata nilai kemampuan guru kimia dalam merencanakan pembelajaran adalah 7986 dalam kategori cukup dan menerapkan model pembelajaran koperatif tipe jigsaw adalah 7898 dalam kategori cukup 2 siklus kedua rata-rata nilai kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran adalah 9630 dalam kategori amat baik dan menerapkan model pembelajaran koperatif tipe jigsaw adalah 9431 dalam kategori amat baik Hasil temuan peneliti menemukan bahwa supervisi klinis dapat meningkatkan kemampuan guru kimia dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw Kepada guru agar terus meningkatkan kemampuanya dalam ilmu pengetahuan dan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam proses pembelajaran karena dapat meningkatkan hasil belajar siswa serta tetap terbuka dan bersedia menerima terhadap setiap pembaharuan dan perkembangan terkait dengan model-model pembelajaran Kepada pengawas sekolah dalam melaksanakan tugasnya sebaiknya menerapkan supervisi klinis terhadap guru dalam membimbing guru Kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupeten Samosir sebaiknya memberikan pelatihan kepada pengawas untuk memperluas wawasan tentang penerapan supervisi klinis dan melakukan pengawasan yang ketat serta berkesinambungan kepada pengawas sekolah dan guru sehingga dalam melaksanakan tugasnya mampu membuat perubahan peningkatan pendidikan dengan mengacu kepada peraturan yang berlakuhttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-kemampuan-guru-kimia-dalam-menerapkan-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-jigsaw-melalui-supervisi-klinis-di-sma-negeri-1-pangururan-kabupaten-samosir-34158.htmlWed, 21 Jan 2015 11:14:45 +0700Peningkatan keterampilan guru memanfaatkan multimedia interaktif drill and practice melalui teknik supervisi demonstrasi di SMA Negeri 5 Banda AcehPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru memanfaatkan multimedia interaktif drill practice melalui teknik supervisi demonstrasi di SMA Negeri 5 Banda Aceh Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah action research yang dilaksanakan dalam dua siklus terdiri atas 6 kali pertemuan pada siklus I dan 3 kali pertemuan pada siklus II Sampel penelitian terdiri atas 4 orang guru kimia pada SMA Negeri 5 Banda Aceh yang ditentukan dengan menggunakan teknik sampling purposive Instrumen penelitian adalah berupa lembar observasi yang menggunakan rating scale dalam bentuk checklist Lembar observasi terdiri atas dua parameter pengukuran yaitu observasi terhadap keterampilan guru dan tampilan komunikasi visual produk yang dihasilkan guru Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dengan menghitung nilai rata-rata dan persentase keberhasilan setiap siklus Data awal penelitian menunjukkan bahwa belum pernah ada guru yang menggunakan aplikasi yang tersedia untuk mendesain multimedia interaktif drill practice Skor rata-rata pada siklus I untuk setiap parameter yang disebutkan diatas berturut-turut adalah sebagai berikut 6417 dan 6967 Hasil tersebut belum memenuhi standar keberhasilan yang ditentukan sehingga penelitian harus dilanjutkan ke siklus II Skor yang diperoleh pada siklus II naik secara signifikan untuk setiap parameter yaitu 8688 dan 8500 Angka tersebut menunjukkan bahwa guru telah berhasil memenuhi kriteria ketuntasan Berdasarkan hasil akhir penelitian maka dapat disimpulkan bahwa teknik supervisi demonstrasi mampu meningkatkan keterampilan guru SMA Negeri 5 Banda Aceh dalam memanfaatkan multimedia interaktif drill practice Diharapkan agar teknik supervisi demonstrasi dapat diimplementasikan oleh supervisor dalam membina guru khususnya dalam memanfaatkan multimedia interaktif drill practicehttp://digilib.unimed.ac.id/peningkatan-keterampilan-guru-memanfaatkan-multimedia-interaktif-drill-and-practice-melalui-teknik-supervisi-demonstrasi-di-sma-negeri-5-banda-aceh-34157.htmlWed, 21 Jan 2015 11:09:01 +0700Upaya peningkatan keterampilan dasar mengajar guru melalui supervisi klinis dengan pendekatan kolaboratif di SMA Negeri 2 Takengon Kabupaten Aceh TengahPenelitian tindakan sekolah PTS ini pada dasarnya ingin mengetahui apakah melalui supervisi klinis dengan pendekatan kolaboratif dapat meningkatkan keterampilan dasar mengajar guruSelain itu tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan guru dalam bertanya memberi penguatan membuka dan menutup pelajaran dan keterampilan guru dalam mengelola kelas melaui supervisi klinis dengan pendekatan kolaboratif di SMA Negeri 2 Takengon Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan sekolah mengacu pada model penelitian Kemmis yang dirancang dengan proses siklus terdiri dari 4 fase kegiatan yaitu merencanakan planning melakukan tindakan action mengamati observation dan merefleksi reflectif Tahapan ini terus berulang dilakukan perindividu sampai permasalahan guru dalam menerapkan 4 keterampilan dasar mengajar guru tersebut dapat teratasiHasil analisis data guru dalam menerapkan 4 keterampilan dasar mengajar yaitu pada siklus I adalah 6752 sedangkan pada siklus II adalah 8616 Dari uraian tersebut dapat dilihat bahwa telah terjadi peningkatan nilai rata-rata keterampilan guru yaitu dari siklus I ke siklus II yaitu sebesar 8616 6752 1864Dengan demikian penerapan supervisi klinis dengan pendekatan kolaboratif dapat meningkatakan keempat keterampilan dasar mengajar guru di SMA Negeri 2 Takengon yang dibuktikan dengan adanya peningkatan masing-masing keterampilan dari siklus I ke siklus II Untuk itu diharapkan kepada semua pengawas sekolah agar dapat membimbing semua guru melalui kegiatan supervisi klinis karena banyak para guru yang membutuhkan pembinaan dan bantuan dari para pengawas sekolah dengan harapan kualitas pembelajaran guru akan menjadi lebih baik dan menyenangkan bagi siswa yang diajarnyahttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-peningkatan-keterampilan-dasar-mengajar-guru-melalui-supervisi-klinis-dengan-pendekatan-kolaboratif-di-sma-negeri-2-takengon-kabupaten-aceh-tengah-34156.htmlWed, 21 Jan 2015 11:03:11 +0700Upaya meningkatkan kemampuan mengajar guru kimia melalui supervisi akademik model ilmiah di SMA Negeri Kota TakengonPermasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemapuan mengajar guru kimia di SMA Negeri di Kota Takengon Adapun yang menjadi tujuan pada penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan mengajar guru kimia melalui supervisi akademik model ilmiahJenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Sekolah action research yang dilaksanakan di SMA Negeri Kota Takengon dengan subjek penelitian sebanyak 4 guru kimia kelas X Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kwantitatif melalui dua siklus yang masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menghitung nilai nilai rata-rata serta presentase keberhasilan kemampuan mengajar guru kimiaHasil temuan penelitian diperoleh nilai rata-rata pada pra siklus sebesar 6672 dan meningkat menjadi 7651 pada siklus I kemudian meningkat menjadi 9104 pada siklus II Adapun setelah melakukan tindakan pada siklus I terjadi peningkatan kemampuan mengajar guru kimia sebesar 25 Hal ini menunjukkan bahwa guru kimia belum mencapai standar kelulusan Beranjak dari refleksi tindakan yang dilakukan di siklus I maka pada siklus II setelah diberikan tindakan yang optimal maka diperoleh 100 guru meningkat kemampuan mengajarnya Jika semua guru kimia mencapai nilai 8805 80 maka memenuhi indikator keberhasilan yang telah ditentukan maka penelitian ini dianggap tuntasDengan demikian dapat disimpulkan penerapan supervisi akademik model ilmiah dapat meningkatkan kemampuan mengajar guru kimia di SMA Negeri Kota Takengon Disarankan kepada pengawas serta kepala sekolah menerapkan supervisi akademik model ilmiah untuk melakukan pembinaan kepada guru dalam rangka meningkatkan kemampuan mengajar guru khususnya guru kimiahttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-kemampuan-mengajar-guru-kimia-melalui-supervisi-akademik-model-ilmiah-di-sma-negeri-kota-takengon-34155.htmlWed, 21 Jan 2015 10:53:23 +0700Meningkatkan kemampuan guru melaksanakan pembelajaran kuantum melalui supervisi akademik teknik job instruction training di SMAN 1 Simpang Kanan Rokan Hilir-RiauPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru SMAN 1 Simpang Kanan Rokan Hilir Riau dalam melaksanakan pembelajaran kuantum melalui supervise akademik teknik job instruction training JIT Hipotesis penelitian adalah melalui supervisi akademik teknik JIT dapat meningkatkan kemampuan guru melaksanakan pembelajaran kuantum di SMAN 1 Simpang Kanan Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah PTS melalui dua siklus Subjek dalam penelitian berjumlah enam orang yakni guru MIPA SMAN 1 Simpang Kanan tahun ajaran 20132014 Data utama yang dikumpulkan adalah kemampuan guru melaksanakan pembelajaran kuantum Data penunjang lainnya adalah hasil refleksi pelatihan dan telaah RPP pembelajaran kuantum Teknik pengumpulan data melalui angket wawancara observasi studi dokumentasi dan rekaman informasi Kegiatan yang dilakukan adalah berupa pelatihan pembelajaran kuantum telaah RPP observasi kelas dan refleksi Data dianalisis dengan cara kualitatif deskriptif Kriteria keberhasilan penelitian ini adalah jika semua guru mendapatkan nilai di atas 70 atau kategori nilai amat baik A dan baik B Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan guru melaksanakan pembelajaran kuantum sebesar 4652 dibanding prasiklus atau sebesar 2740 dibanding siklus pertama Dengan demikian penelitian dengan menerapkan supervisi akademik teknik job instruction training dapat dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan guru melaksanakan pembelajaran kuantum bagi guru-guru SMAN 1 Simpang Kanan khususnya guru MIPAhttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-kemampuan-guru-melaksanakan-pembelajaran-kuantum-melalui-supervisi-akademik-teknik-job-instruction-training-di-sman-1-simpang-kanan-rokan-hilirriau-34154.htmlWed, 21 Jan 2015 10:46:18 +0700