UNIMED Digital Repository feedhttp://digilib.unimed.ac.idUNIMED Digital Repository | Digital Library , Theses, Journal Article, Publication, Research, Heritage, Paper, Multimedia , Literature, DocumentidCopyright (C) 2012-2014 UNIMED Digital RepositoryPenerapan Model Pembelajaran Student Teams Achievement Divisions Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri I Limapuluh TP 20132014Masalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas dan hasil belajar ekonomi siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri I Limapuluh Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar ekonomi jika diterapkan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri I Limapuluh Tahun Pembelajaran 20132014 Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri I Limapuluh TP 20132014 dengan subjek siswa kelas XI IPS 2 yang berjumlah 35 orang Objek dalam penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan 2 siklus setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi Pengumpulan data menggunakan teknik pengumpulan data seperti observasi dan tes Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan data kualitatifHasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas belajar siswa pada siklus I terdapat 23 orang 657 siswa yang termasuk dalam kriteria aktif dan sangat aktif Sedangkan pada siklus II terdapat 27 orang 77 siswa yang termasuk dalam kriteria aktif dan sangat aktif telah memperoleh hasil aktivitas sesuai dengan kriteria penilaian skor 8805 23 atau 8805 7187 Dari hasil analisis data diperoleh data pretest 8 orang 2285 siswa yang tuntas dengan rata-rata nilai 6557 sedangkan pada siklus I terdapat 20 orang 7143 siswa yang tuntas dengan rata-rata nilai menjadi 7630 atau terjadi peningkatan sekitar 1073 poin Dan pada siklus II menjadi 30 orang 857 siswa yang tuntas dengan rata-rata nilai menjadi 8371 atau mengalami peningkatan 741 poin dari siklus I yang telah memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal KKM 880575Dapat disimpulkan bahwa aktivitas dan hasil belajar ekonomi meningkat setelah diterapkan model pembelajaran Student Teams Achivement Divisions pada Standard Kompetensi Memahami Perekonmian Terbuka siswa kelas XI-IPS 2 SMA Negeri 1 Limapuluh Tahun Pembelajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-student-teams-achievement-divisions-untuk-meningkatkan-aktivitas-dan-hasil-belajar-ekonomi-siswa-kelas-xi-ips-sma-negeri-i-limapuluh-tp-20132014-32274.htmlWed, 22 Oct 2014 16:40:38 +0700Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Galperin Pada Materi Pelajaran IPS Ekonomi Kelas VIII SMP Negeri 1 Berastagi Tahun Ajaran 20132014Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar IPS Ekonomi siswa dan metode konvensional yang diterapkan guru dalam proses pembelajaran Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peningkatan hasil belajar IPS ekonomi siswa dengan menggunakan model pembelajaran Galperin dikelas VIII SMP Negeri 1 Berastagi Tahun Pelajaran 20132014 dan untuk melihat perbedaan hasil belajar IPS Ekonomi siswa yang positif dan signifikan antar siklusPenelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Berastagi beralamat dijalan Perwira No 157 kecamatan Berastagi Kabupaten Karo Subjek dalam penelitian ini adalah kelas VIII4 yang berjumlah 35 orang siswa dan objek penelitian ini adalah Penerapan model pembelajaran Galperin Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas PTK yang terdiri dari dua siklus Setiap siklus terdiri dari perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksiDalam pengambilan data Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan menggunakan instrumen tes Sedangkan teknik analisis data dengan menggunakan data kuantitatif yaitu reduksi data dan paparan dataDari analisis diperoleh nilai rata- rata pretest sebelum dilakukan tindakan adalah 5857 dimana 10 siswa 2857 memenuhi KKM Pada postest siklus I nilai rata- rata 7428 dimana 20 siswa 5714 siswa dinyatakan tuntas Hasil pada siklus I ini belum memenuhi indikator keberhasilan sehingga penelitian dilanjutkan ke siklus II Pada postest siklus II nilai rata- rata 82 dimana 27 siswa 7714 memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal Ini berarti pada siklus II telah memenuhi indikator keberhasilan sehingga penelitian dihentikan pada siklus ini Analisis uji t antara hasil belajar siklus I dengan siklus II diperoleh thitung ttabel yaitu thitung 5039 ttabel 2032 Dengan kata lain peningkatan hasil belajar IPS Ekonomi siswa antara siklus I dan siklus II adalah positif dan signifikanDapat disimpulkan bahwa Penerapan model pembelajaran Galperin dapat meningkatkan hasil belajar IPS ekonomi siswa pada pokok bahasan Pajak dikelas VIII4 SMP Negeri 1 Berastagi Tahun Ajaran 20132014 Hal ini berarti model pembelajaran Galperin dapat digunakan sebagai alternatife dalam pembelajaran Ekonomihttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-siswa-melalui-model-pembelajaran-galperin-pada-materi-pelajaran-ips-ekonomi-kelas-viii-smp-negeri-1-berastagi-tahun-ajaran-20132014-32273.htmlWed, 22 Oct 2014 16:36:25 +0700Perbedaan Hasil Belajar Siswa Yang Diajar Menggunakan Pembelajaran Kontekstual Dengan Menggunakan Media Crossword Puzzle Dan Media Word Square Pada Materi Ekosistem Di Kelas VII SMP Negeri 8 Medan Tahun Pembelajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa menggunakan media crossword puzzle dan media word square pada materi ekosistem di kelas VII SMP Negeri 8 Medan Tahun Pembelajaran 20132014 Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 8 Medan yang terdiri dari 10 kelas berjumlah 304 orang Sedangkan sampel penelitian diambil secara purposive sampling dengan jumlah siswa sebanyak 60 orang dengan perincian kelas VII-3 dengan menggunakan crossword puzzle dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang dan kelas VII-4 dengan menggunakan media word square dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang Berdasarkan hasil perolehan hasil belajar siswa terlihat rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan media crossword puzzle sebesar 7453 sedangkan rata-rata hasil belajar siswa dengan menggunakan media word square sebesar 8066 Adanya perbedaan hasil belajar siswa pada kedua kelas penelitian tersebut dibuktikan melalui pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t dan taraf kepercayaan 61537 005 dimana thitung ttabel yaitu 261 167http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-siswa-yang-diajar-menggunakan-pembelajaran-kontekstual-dengan-menggunakan-media-crossword-puzzle-dan-media-word-square-pada-materi-ekosistem-di-kelas-vii-smp-negeri-8-medan-tahun-pembelajaran-20132014-32272.htmlWed, 22 Oct 2014 16:33:45 +0700Perbedaan Hasil Belajar Dengan Menggunakan Media Audio Visual dan Media Powerpoint Pada Mata Pelajaran Memberikan Pelayanan Kepada Pelanggan SMK Swasta PAB 2 Helvetia TP 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan media audio visual dibandingkan yang diajarkan dengan media powerpoint pada mata pelajaran memberikan pelayanan kepada pelangganPenelitian yang dilaksanakan di SMK PAB 2 Helvetia pada semester ganjil Tahun Pembelajaran 20142015 dengan sampel siswa kelas XII AP 3 dan XII AP 2 yang berjumlah 65 orang XII AP-3 sebagai kelompok perlakuan menggunakan audio visual dan XII AP-4 sebagai kelompok perlakuan menggunakan Ms Powerpoint Sampel penelitian diambil dengan menggunakan cluster random sampling Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan teknik analisis varians ANAVA satu jalur Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda dengan jumlah 20 soal yang telah dinyatakan validTeknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah lembar instrument test guna untuk mengetahui hasil belajar siswa Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata keseluruhan siswa di kelas eksperimen sebesar 425 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 398setelah dilakukan pembelajaran yang didukung dengan menggunakan media audio visual terdapat peningkatan hasil belajar yang diperoleh sebesar 809 sedangkan pada media powerpoint terdapat peningkatan hasil belajar sebesar 748Dari hasil uji analisis varians ANAVA satu jalur pada taraf 945 005 diperoleh thitung 9772 dan ttabel 399 Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa thitungttabel atau 9772 399 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan media audio visual dibandingkan yang diajarkan dengan media powerpointhttp://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-dengan-menggunakan-media-audio-visual-dan-media-powerpoint-pada-mata-pelajaran-memberikan-pelayanan--kepada-pelanggan-smk-swasta-pab-2-helvetia-tp-20142015-32271.htmlWed, 22 Oct 2014 16:31:22 +0700Pengaruh Model Pembelajaran Teams Games Tournament TGT Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bekerja Sama dengan Kolega dan Pelanggan Kelas X AP SMK Swasta Marisi Medan TP 20132014Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournament TGT terhadap hasil belajar Bekerja Sama dengan Kolega dan Pelanggan siswa kelas X AP di SMK Swasta Marisi MedanPenelitian ini dilaksanakan di SMK Swasta Marisi Medan Jalan Guru Sinumba No 2 Helvetia Timur Kecamatan Medan Helvetia - Medan Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X AP yang terdiri atas 2 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 56 orang Sampel yang digunakan yaitu kelas X AP I yang berjumlah 28 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas X AP II yang berjumlah 28 orang siswa sebagai kelas kontrol Tehnik yang digunakan untuk pengumpulan data adalah tes hasil belajar berupa pilihan berganda sebanyak 20 soal yang telah diujicobakan terlebih dahulu untuk mengetahui validitas realibilitas daya beda soal dan tingkat kesukaran soalHasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar yang diajarkan dengan model pembelajaran Teams Games Tournament TGT lebih tinggi dari hasil belajar siswa yang diajarkan dengan metode konvensional Hasil analisis data menunjukkan hasil belajar siswa dengan model pembelajaran Teams Games Tournament TGT dengan nilai rata-rata pretest 4303 dan nilai rata-rata post test 7839 sedangkan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan metode konvensional nilai rata-rata pre test 4178 dan nilai rata-rata post test 6767 Hasil pengujian hipotesis yang diperoleh thitung ttabel yaitu 317 167 pada taraf signifikan 95 dan 945 005 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan dari model pembelajaran Teams Games Tournament TGT terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bekerja Sama dengan Kolega dan Pelanggan di Kelas X AP SMK Swasta Marisi Medan TP 20132014http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-teams-games-tournament-tgt-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-mata-pelajaran-bekerja-sama-dengan-kolega-dan-pelanggan-kelas-x-ap-smk-swasta-marisi-medan-tp-20132014-32270.htmlWed, 22 Oct 2014 16:27:38 +0700Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT Teams Games Tournament Pada Materi Pokok Ekosistem Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar di Kelas VII SMP Negeri 8 Medan Tahun Pembelajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan aktivitas belajar siswa dalam kegiatan mengajar di kelas melalui metode pembelajaran kooperatif tipe TGT Teams Games Tournament pada materi pokok Ekosistem di kelas VII SMP Negeri 8 Medan Tahun Pembelajaran 20132014 Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas PTK yang terdiri dari dua siklus dan sebagai subjek penelitian adalah kelas VII-2 yang berjumlah 28 siswa Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda serta lembar observasi untuk pengamatan aktivitas siswa selama pembelajaran Dari hasil analisis diperoleh posttest pada siklus I dengan rata-rata nilai 7704 dan posttest pada siklus II diperoleh rata-rata nilai 9043 Persentase peningkatan aktivitas siswa terjadi pada aktivitas 1 mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru sebesar 447 aktivitas 2 keaktifan dalam kelompok diskusi sebesar 1428 aktivitas 3 mengajukan pertanyaan sebesar 804 aktivitas 5 menyelesaikan persoalan sebesar 625 dan aktivitas 6 mencatat hasil diskusi sebesar 536 Pada aktivitas 4 mengungkapkan ide atau pendapat tidak terjadi peningkatan Dapat disimpulkan penerapan pembelajaran kooperatif tipe TGT Teams Games Tournament pada materi pokok Ekosistem di kelas VII SMP Negeri 8 Medan Tahun Pembelajaran 20132014 membuktikan peningkatan hasil belajar siswa Hal ini berarti bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TGT Teams Games Tournament dapat digunakan sebagai alternatif lain dalam pembelajaran biologihttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-tgt-teams-games-tournament-pada-materi-pokok-ekosistem-untuk-meningkatkan-aktivitas-dan-hasil-belajar-di-kelas-vii-smp-negeri-8-medan-tahun-pembelajaran-20132014-32269.htmlWed, 22 Oct 2014 16:26:53 +0700Penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving CPS Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bekerja Sama Dengan Kolega Dan Pelanggan SMK Swasta Josua Medan Tahun Ajaran 20142015Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran bekerja sama dengan kolega dan pelanggan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan menerapkan model pembelajaran Creative Problem Solving CPS dapat meningkatkan hasil belajar bekerja sama dengan kolega dan pelanggan siswa kelas X AP SMK Swasta Josua Medan Tahun Ajaran 20142015Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas Penelitian ini dilaksanakan di SMK Swasta Josua Medan Tahun Ajaran 20142015 dengan subjek penelitian siswa kelas X AP yang berjumlah 36 orang Untuk memperoleh data penelitian menggunakan tes observasi Tes yang digunakan adalah objektif Tes diberikan secara individual yang dilaksanakan setiap akhir siklus Observasi dilakukan secara lansung pada saat kegiatan pembelajaran berlansung menerapkan model pembelajaran Creative Problem Solving Tehnik analisa data dalam penelitian ini dilakukan dengan reduksi data sajian data dan menarik kesimpulanHasil penelitian pada siklus I diperoleh nilai rata-rata kelasnya adalah 6180 Pada siklus II nilai rata-rata kelasnya 8013 terjadi peningkatan sebesar 1833 Dan kelulusan klasikal secara klasikal pada siklus I mencapai 3333 12 orang sedangkan pada siklus II mencapai 8889 32 orang Aktivitas siswa juga secara umum mengalami peningkatan dengan penerapan model pembelajaran Creative Problem Solving Peningkatan aktivitas belajar siswa sebesar 1803 Hasil rata-rata diskusi pada siklus I tidak ada kelompok yang mencapai kriteria penghargaan sedangkan pada siklus II terdapat tiga kelompok yang mencapai kriteria penghargaanDapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Creative Problem Solving dapat meningkatkan hasil belajar bekerja sama dengan kolega dan pelanggan siswa kelas X AP SMK Swasta Josua Medan tahun ajaran 20142015http://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-creative-problem-solving-cps-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-mata-pelajaran-bekerja-sama-dengan-kolega-dan-pelanggan-smk-swasta-josua-medan-tahun-ajaran-20142015-32268.htmlWed, 22 Oct 2014 16:22:50 +0700Perbedaan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Head Together NHT dengan Student Teams- Achievement Division STAD pada materi ekosistem dikelas X SMA Negeri 17 Medan pada tahun pembelajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together NHT dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams - Achievement Division STAD pada materi pokok ekosistem di kelas X SMA Negeri 17 Medan TP 20132014 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi kelas X SMA Negeri 17 Medan TP 20132014 yang terdiri atas 8 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 166 orang Metode Pengambilan sampel penelitian diambil secara purposive sampling yakni kelas X-2 yang berjumlah 32 siswa sebagai kelas NHT dan kelas X -4 yang berjumlah 35 siswa sebagai kelas STAD Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen Hasil pengujian pretes sebelum diberikan perlakuan yang berbeda yaitu nilai rata-rata pretes kelas NHT adalah 386 dengan standar deviasi 9 dan nilai rata-rata pretes kelas STAD359 dengan standar deviasi 817 Pada pengujian data pretes kedua kelas diperoleh bahwa data kedua kelas berdistribusi normal dan homogen Kemudian setelah diberikan perlakuan yaitu melalui model pembelajaran yang berbeda diperoleh postes dengan hasil rata-rata kelas NHT 733 dengan standar deviasi 996 dan kelas STAD744 dengan standar deviasi 6686 Dari hasil pengolahan data postes diperoleh bahwa thitung -050 dan ttabel 1998 pada taraf 945 005 sehingga thitung ttabel -050 1998 maka HOditerima yakni tidak ada perbedaan hasil belajar siswa yang diajardengan menggunakan model NHT dengan STAD padamateri ekosistem di kelas X SMA Negeri 17 Medan TP 20132014http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-siswa-menggunakan-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-numbered-head-together-nht-dengan-student-teams-achievement-division-stad-pada-materi-ekosistem-dikelas-x-sma-negeri-17-medan-pada-tahun-pembelajaran-20132014-32267.htmlWed, 22 Oct 2014 16:20:16 +0700Perbedaan Hasil Belajar Siswa Yang Diajar Dengan Menggunakan Multimedia Animasi Dan Charta Pada Sub Materi Pokok Ekosistem Di Kelas X Yayasan Perguruan Islam Cerdas Murni Medan Tahun Pembelajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaanhasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan Multimedia Animasi dengan Charta pada materi ekosistem di kelas XYayasan Perguruan Islam Cerdas Murni Medan tahun pembelajaran 20132014 Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas X Yayasan Perguruan Islam Cerdas Murni Medan sedangkan sampel yang diambil sebanyak dua kelas yaitu kelas X-2 dan kelas X-3 yang diambil secara purposif dimana kelas X-2 diajar menggunakan Animasi sedangkan kelas X-3 diajar menggunakan Charta Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen Instrumen yang digunakan pada penelitian adalah tes objektif 25 soal dari 50 soal yang telah diuji validitasnya Data penelitian yaitu dalam bentuk data kuantitatif hasil belajar Untuk data hasil belajar diawali dengan uji normalitas dan homogenitas Dengan data yang sudah telah berdistribusi normal dan homogen maka dilakukan uji statistik dengan uji t pada taraf signifikan 945 005 Rata-rata hasil belajar kelas Animasi adalah 7867 dengan standar deviasi 7867753 sedangkan kelas Charta adalah 7156 dengan standar deviasi 7156708 Peningkatan hasil belajar kelas Animasi sebesar 2378 satuan sedangkan kelas Charta sebesar 1912 satuan Perbedaan peningkatan hasil belajar kedua kelas sebesar 466 satuan Dari hasil uji tt -t 945 dan t t 945 diperoleh thit ttab 412 1997 yang berarti Ho ditolak sekaligus menerima Ha yang berarti ada perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan multimedia Animasi dengan Charta pada sub materi ekosistem di kelas X Yayasan Perguruan Islam Cerdas Murni Medan tahun pembelajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan--hasil-belajar--siswa-yang-diajar--dengan-menggunakan-multimedia-animasi-dan-charta-pada-sub-materi-pokok-ekosistem-di-kelas-x-yayasan-perguruan-islam-cerdas-murni-medan-tahun-pembelajaran-20132014-32266.htmlWed, 22 Oct 2014 16:14:34 +0700Pengaruh Model Pembelajaran Two Stay Two Stray Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Memberikan Pelayanan Kepada Pelanggan SMK Negeri 1 Medan Tahun Pembelajaran 20142015Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Two Stay Two Stray Terhadap Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Memberikan Pelayanan Kepada Pelanggan Kelas XII SMK Negeri 1 Medan Tahun Pembelajaran 20142015 Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 1 two stay two stray dan 2 konvensionalPenelitian ini dilaksanakan di kelas XII SMK Negeri 1 Medan dengan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XII Administrasi Perkantoran yang berjumlah 144 orangTeknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling yaitu kelas XII AP1 yang menjadi kelaskontrol dengan jumlah 37 orang siswa dan kelas XII AP2 yang diberi perlakuan atau kelas eksperimen dengan jumlah 36 orang siswa instrument yang digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa memberikan pelayanan kepada pelanggan adalah objektif test dalam bentuk pilihan berganda Test yang diberikan kepada siswa adalah test yang kevalidan dan reabilitasnya telah terujiTeknik analisis data yang dipergunakan yaitu dengan uji t pada taraf signifikan taraf kepercayaan 945 005 Hasil yang diperoleh menunjukkan hasil belajar kelas XII AP2 yang diberi perlakuan model pembelajaran two stay two stray yaitu X 773 8236 dan SD 779 lebih tinggi daripada yang diajarkan dengan metode konvensional yaitu X 773 7391 dan SD 906 Hipotesis dalam penelitian ini di uji dengan uji t dengan nilai thitung 3275 sedangkan ttabel 1652 pada taraf nyata 945 005 dan interval kepercayaan dk 36 37 2 71 Dengan demikian thitung ttabel yaitu 3275 1652 yang berarti hipoteisis diterimaDapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan model pembelajaran two stay two stray terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran memberikan pelayanan kepada pelangganSMK Negeri 1 Medan tahun pembelajaran 20142015http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh--model-pembelajaran-two-stay-two-stray-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-mata-pelajaran-memberikan-pelayanan-kepada-pelanggan-smk-negeri-1-medan-tahun-pembelajaran-20142015-32265.htmlWed, 22 Oct 2014 16:14:27 +0700Pengaruh Model Pembelajaran Two Stay Two Stray Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pelayanan Prima Di SMK Swasta Harapan Bangsa Kuala Tahun Pembelajaran 20132014Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa yang ditandai dengan kurangnya minat dan partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Two Stay Two Stray Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pelayanan Prima Di SMK Swasta Harapan Bangsa Kuala Tahun Pembelajaran 20132014Penelitian ini dilaksanakan di SMK Swasta Harapan Bangsa Kuala yang berlokasi di Jalan Binjai-Kuala Km 185 Pasar I Kecamatan Kuala Kabupaten Langkat Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X BM SMK Swasta Harapan Bangsa Kuala Teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah total sampling dimana sampel dalam penelitian ini terdiri dari 2 kelas Kelas X-1 sebagai kelas eksperimen berjumlah 40 orang yang diajar dengan model pembelajaran Two Stay Two Stray dan kelas X-2 sebagai kelas kontrol berjumlah 40 orang yang diajar dengan model pembelajaran konvensional Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa tes hasil belajar mata pelajaran pelayanan prima dalam bentuk pilihan berganda sebanyak 20 soal Data yang diperoleh dianalisa melalui uji normalitas homogenitas dan uji hipotesis yang diajukan acuan untuk membuat kesimpulanHasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran Two Stay Two Stray lebih tinggi dari hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional Hasil uji statistik menunjukkan hasil belajar siswa dengan model pembelajaran Two Stay Two Stray adalah pre test sebesar 39375 dan post test sebesar 7525 sedangkan hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional adalah pre test sebesar 38 dan post test sebesar 63 Hasil pengujian hipotesis yang diperoleh thitung ttabel yaitu 5053 1667 pada taraf signifikan 95 dan 945 005 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh Model Pembelajaran Two Stay Two Stray Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pelayanan Prima Di SMK Swasta Harapan Bangsa Kuala Tahun Pembelajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-two-stay-two-stray-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-mata-pelajaran-pelayanan-prima-di-smk-swasta-harapan-bangsa-kuala-tahun-pembelajaran-20132014-32264.htmlWed, 22 Oct 2014 16:09:33 +0700Perbedaan Hasil Belajar Siswa Model Pembelajaran Kooperatif tipeThink Pair Share TPS dengantipeStudent Teams Achievement Division STAD pada Materi Ekosistem di Kelas X SMA SMA Negeri 1 Aek Natas Tahun Pembelajaran20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share TPS dan tipe Student Teams Achievement Division STAD pada materi ekosistem di kelas X SMA Negeri 1 Aek Natas Tahun pembelajaran 20132014 Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA SMA Negeri 1 Aek Natas yang berjumlah 180 siswa dan sampel diambil secara random sampling sebanyak 70 siswa Berdasarkan rata-rata hasil pretest siswa menunjukkan nilai rata-rata pretest siswa adalah 1 2973 dan SD 1241 untuk kelas yang diajar dengan penggunaan model TPS sedangkan kelas yang diajar dengan penggunaan model STAD didapat 2 3190 dan SD 1212 Setelah mendapat perlakuan nilai rata-rata post test siswa yang diajar dengan penggunaan model TPS 1 8266 SD 1052 lebih tinggi dibanding dengan penggunaan model STAD 2 7273 SD 955 Adanya perbedaan hasil belajar tersebut dibuktikan melalui pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t dan taraf kepercayaan 945 005 dimana thit 383 ttab 2038 yang berarti dalam penelitian ini H0 ditolak sekaligus menerima Ha Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan secara statistik dimana kelas TPS lebih tinggi hasil belajarnya daripada kelas yang menggunakan model STAD pada materi Ekosistem di Kelas X SMA Negeri 1 Aek Natas Tahun Pembelajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-siswa-model-pembelajaran-kooperatif--tipethink-pair-share-tps-dengantipestudent-teams-achievement-division-stad-pada--materi--ekosistem-di-kelas-x-sma-sma-negeri-1-aek-natas-tahun-pembelajaran20132014-32263.htmlWed, 22 Oct 2014 16:09:27 +0700Hubungan Kreativitas Guru Dengan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bekerjasama Dengan Kolega Dan Pelanggan Kelas X AP Di SMK Swasta Marisi Medan TP 20132014Masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan kreativitas guru dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran bekerjasama dengan kolega dan pelanggan kelas X AP SMK Swasta Marisi Medan TP 20132014Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kreativitas guru dengan prestasi belajar siswa dalam proses pembelajaran pada mata pelajaran bekerjasama dengan kolega dan pelanggan kelas X AP SMK Swasta Marisi Medan Populasi dari penelitian ini adalah seluruh kelas X AP SMK Swasta Marisi Medan yang berjumlah 56 orang Sampel dalam penelitian ini adalah sebesar 56 orang yang diambil secara Total Sampling Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi wawancara angket dan dokumentasiTeknik analisa data yang digunakan untuk mengetahui adanya hubungan variabel X dengan variabel Y adalah Statistik Korelasi Product Moment dari perhitungan tersebut diperoleh hasil rhitung 0701yang berarti hubungan antara kreativitas guru dengan prestasi belajar siswa dikategorikan kuat Selanjutnya untuk mengetahui besarnya hubungan kreativitas guru dengan prestasi belajar siswa ditentukan dengan regresi linear sederhana dari perhitungan tersebut diperoleh hasil Y 3833 073x Bila diprediksi X naik satu-satuan berarti Y bergerak naik ke kanan atas positif Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan semakin tingginya kreativitas guru maka prestasi belajar siswa di sekolah akan lebih optimalhttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-kreativitas-guru-dengan-prestasi-belajar-siswa-pada-mata-pelajaran-bekerjasama-dengan-kolega-dan-pelanggan-kelas-x-ap--di-smk-swasta-marisi-medan-tp-20132014-32262.htmlWed, 22 Oct 2014 16:02:33 +0700Pengaruh Pemanfaatan Lingkungan Sekitar Sekolah Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Ekosistem Kelas X SMA Negeri 1 Sunggal Tahun Pembelajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan lingkungan sekitar sekolah terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok ekosistem di kelas X SMA Negeri 1 Sunggal Tahun pembelajaran 20132014 Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan teknik pengambilan data secara acak Di mana jumlah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Sunggal yang terdiri dari 8 kelas dengan jumlah keseluruhan adalah 304 siswa Sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 3 kelas dengan jumlah 109 siswa yang dipilih secara acak Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes yang berbentuk pilihan berganda sebanyak 25 soal dengan 5 pilihan abcd dan e sebelum item tes digunakan sebagai instrument terlebih dahulu peneliti mengujikan soal tersebut ke siswa yang berbeda untuk mengetahui validitas dan reliabilitasnya Dari hasil pengujian diperoleh 25 soal yang valid dan memiliki reliabilitas yang tinggi Setelah instrument diujikan diperoleh bahwa sampel berdistribusi normal dan mempunyai varians yang sama homogen Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sekolah lebih tinggi daripada pengajaran tanpa memanfaatkan lingkungan sekitar sekolah dimana pada kelas eksperimen I diperoleh 7109 1054 kelas eksperimen II diperoleh 7189 940 sedangkan pada kelas yang tidak memanfaatkan lingkungan sekitar sekolah yaitu kelas kontrol diperoleh 707 928 Hasil analisis data menunjukkan Fhitung Ftabel 014 3095 Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan dari pemanfaatan lingkungan sekitar sekolah terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok ekosistem di kelas X SMA Negeri 1 Sunggal Tahun Pelajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-pemanfaatan-lingkungan-sekitar-sekolah-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-materi-pokok-ekosistem-kelas-x-sma-negeri-1-sunggal-tahun-pembelajaran-20132014-32261.htmlWed, 22 Oct 2014 15:58:01 +0700Penerapan Model Pembelajaran Make a Match Untuk Menigkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Selesai Tahun Pembelajaran 20132014Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas dan hasil belajar ekonomi siswa Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar jika diterapkan model pembelajaran Make a Match di kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Selesai tahun pembelajaran 20132014 Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Selesai yang beralamatkan di Jln Binjai-Selayang Simpang Selesai Kabupaten Langkat Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 1 dengan jumlah 37 orang Objek penelitian ini adalah model pembelajaran Make a Match Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus dimana masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan pelaksanaan observasi dan refleksi Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi dan tes untuk melihat hasil belajar siswa Teknik analisis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan data kualitatif Dari data hasil observasi terhadap aktivitas siswa pada siklus I terdapat 5 siswa 1351 yang masuk dalam kategori sangat aktif 18 siswa 4865 yang masuk dalam kategori aktif dan 14 siswa 3784 kategori cukup aktif Sedangkan pada siklus II terdapat 21 siswa 5676 yang masuk dalam kategori sangat aktif 15 siswa 4054 kategori aktif dan 1 siswa 270 masuk dalam kategori cukup aktif Siswa dikatakan dalam kategori sangat aktif apabila siswa tersebut memperoleh skor keaktivan 27-32 siswa masuk dalam kategori aktif apabila siswa tersebut memperoleh skor keaktivan 21-26 siswa dikatakan dalam kategori cukup aktif apabila siswa tersebut memperoleh skor keaktivan 15-20 dan siswa masuk dalam kategori kurang aktif apabila siswawa tersebut memperoleh skor 9-14 serta siswa dikatakan dalam kategori tidak aktif apabila siswa tersebut hanya memperoleh skor 0-8 Aktivitas klasikal dapat terpenuhi apabila persentase aktivitas seluruh siswa di kelas tersebut mencapai 70 Selanjutnya dari data nilai hasil belajar siswa pada sklus I jumlah siswa yang tuntas dalam belajar adalah sebanyak 28 siswa7566 Pada siklus II jumlah siswa yang tuntas dalam belajar yaitu sebanyak 34 siswa 9189 Siswa dikatakan tuntas dalam belajar apabila siswa mencapai nilai KKM yaitu 70 dan ketuntasan klasikal tercapai apabila 90 dari jumlah siswa telah mencapai nilai KKM Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Make a Match dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar ekonomi siswa kelas XI IPS 1 pada kompetensi dasar perdagangan internasional di SMA Negeri 1 Selesai tahun pembelajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-make-a-match-untuk-menigkatkan-aktivitas-dan-hasil-belajar-ekonomi-siswa-kelas-xi-ips-1-sma-negeri-1-selesai-tahun-pembelajaran-20132014-32260.htmlWed, 22 Oct 2014 15:57:45 +0700Pengaruh Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas X SMA Negeri 8 Medan TP 20133014Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar ekonomi siswa Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berdasarkan masalah Problem Based Learning dan metode pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 8 Medan TP 20132014Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 8 Medan yang beralamat di Jalan Sampali No 23 Medan Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik porpusive sampling yaitu kelas X-5 sebanyak 30 orang terpilih sebagai kelas kontrol dan kelas X-7 sebanyak 30 orang terpilih sebagai kelas eksperimen Teknik pengumpulan data penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar ekonomi dalam bentuk pilihan berganda sebanyak 20 soal yang telah diuji coba dan dianalisis Teknik analisis data adalah menggunakan analisis statistik yaitu uji-t dengan dk n1 n2 2 pada taraf signifikansi 945 005Dari hasil analisis data yang diperoleh nilai rata-rata pretest kelas eksperimen 38 dengan SD 952 dan nilai rata-rata posttest setelah menggunakan model pembelajaran berdasarkan masalah Problem Based Learning 7966 dengan SD 991 Sedangkan nilai rata-rata pretest kelas kontrol 4016 dengan SD 914 dan nilai rata-rata posttest setelah menggunakan metode pembelajaran konvensional 6567 dengan SD 1165 Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan uji-t pada taraf signifikansi 945 005 didapatkan thitung ttabel yaitu 498 2002 dengan kata lain hipotesis diterimaBerdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan model pembelajaran berdasarkan masalah Problem Based Learning dan metode pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar ekonomi siswahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-berdasarkan-masalah-problem-based-learning-terhadap-hasil-belajar-ekonomi-siswa-kelas-x-sma-negeri-8-medan-tp-20133014-32259.htmlWed, 22 Oct 2014 15:46:43 +0700Perbedaan Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together NHT dan Snowball Throwing pada Materi Pokok Ekosistem di Kelas X SMA Negeri 1 Pegajahan Kabupaten Serdang Bedagai Tahun Pembelajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa dengan menggunakan Numbered Head Together NHT dan Snowball Throwing ST pada materi ekosistem di kelas X SMA Negeri 1 Pegajahan Kabupaten Serdang Bedagai tahun Pembelajaran 20132014 Jenis penelitian ini adalah eksperimen Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Pegajahan yang terdiri dari 5 kelas dengan jumlah 163 orang dan sampel diambil secara purprosif dan dibagi atas 2 kelas dimana kelas X-2 dijadikan sebagai kelas NHT dengan Jumlah siswa 33 orang dan kelas X-3 dijadikan sebagai kelas ST dengan jumlah 33 orang Alat yang digunakan untuk pengumpulan data adalah tes yang berbentuk soal pilihan berganda yang terdiri dari 20 butir soal Dari hasil uji persyaratan analisis data populasi berdistribusi normal dan memmiliki varians yang seragam homogen Berdasarkan analisis data bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe ST adalah sebesar 8848 dengan SD 605 dan hasil belajar siwa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT adalah sebesar 8636 dengan SD 547 Perbedaan hasil belajar pada kedua kelas tersebut diuji melalui pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t dua pihak dan taraf signifikan 945 001 dimana thitung ttabel 294265 yang berarti dalam penelitian ini H0 ditolak sekaligus menerima Ha sehinga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang di ajar menggunakan tipe Snowball Throwing ST dan Numbered Head Together NHT pada materi ekosistem di kelas X SMA Negeri 1 Pegajahan Kabupaten Serdang Bedagai Tahun Pembelajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-siswa-dengan-menggunakan----model-pembelajaran-kooperatif-tipe-numbered-head-together-nht-dan-snowball-throwing--pada-materi-pokok-ekosistem-di-kelas-x-sma-negeri-1-pegajahan-kabupaten-serdang-bedagai-tahun-pembelajaran-20132014-32258.htmlWed, 22 Oct 2014 15:42:26 +0700Hubungan Keterampilan Guru Memberi Penguatan Dan Motivasi Guru Dengan Prestasi Belajar Ekonomi Siswa Kelas X SMA Tri Sakti Lubuk Pakam Tahun Pembelajaran 20132014Masalah penelitian ini adalah kurangnya keterampilan guru memberi penguatan dan motivasi guru serta rendahnya prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X SMA Tri Sakti Lubuk Pakam TP 20132014Tujuan penelitian ini adalah apakah keterampilan guru memberi penguatan dan motivasi guru memiliki hubungan positif dan signifikan dengan prestasi belajar ekonomi siswa kelas X SMA Tri Sakti Lubuk Pakam TP 20132014Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Tri Sakti Lubuk Pakam TP 20132014 yang berjumlah 69 orang sedangkan teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling dan diperoleh sampel sebanyak 69 orang Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi dokumentasi dan angket Uji validitas untuk analisis butir angket menggunakan rumus korelasi product moment reliabilitasnya dihitung dengan menggunakan rumus cronbach alpha Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi sederhana uji t dan uji F dan korelasi bergandaBerdasarkan analisis data diperoleh hasil pengujian hipotesis pertama terdapat hubungan yang signifikan keterampilan guru memberi penguatan dengan prestasi belajar Hal ini diperoleh rhitung sebesar 0630 rtabel 0234 menunjukan bahawa hipotesis pertama diterima dengan signifikansi 945 5 thitung ttabel 8802 1668 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan Sedangkan untuk uji hipotesis kedua terdapat hubungan yang signifikan motivasi guru dengan prestasi belajar siswa yang diperoleh rhitung sebesar 0613 rtabel 0234 menunjukkan bahwa hipotesis kedua diterima dengan signifikansi 945 5 thitung ttabel 5080 8805 1668 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan Sedangkan untuk hipotesis ketiga terdapat hubungan yang signifikan antara keterampilan guru memberi penguatan dan motivasi guru dengan prestasi belajar Hal ini diperoleh rhitung sebesar 0806 rtabel 0234 dan n 69 Diketahui bahwa nilai ritung rtabel maka dinyatakan bahwa hipotesis yang diajukan oleh peneliti diterima dengan signifikansi 945 5 Fhitung Ftabel 648 3135 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan Persentase keterampilan guru memberi penguatan dan motivasi oleh guru terhadap prestasi belajar siswa sebesar 649Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keterampilan guru memberi penguatan dan motivasi guru berhubungan dengan prestasi belajar ekonomi siswa kelas X SMA Tri Sakti Lubuk Pakamhttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-keterampilan-guru-memberi-penguatan-dan-motivasi-guru-dengan-prestasi-belajar-ekonomi-siswa-kelas-x-sma-tri-sakti-lubuk-pakam-tahun-pembelajaran-20132014-32257.htmlWed, 22 Oct 2014 15:37:26 +0700Pengaruh Penggunaan Internet sebagai Media Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Salak Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan internet sebagai media belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Salak tahun ajaran 20132014 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Salak yang berjumlah 107 siswa Sampel penelitian ini berjumlah 53 siswa Analisis data yang digunakan adalah regresi linier sederhana Adapun Persamaan regresi linier serhana yang diperoleh adalah Y 27437 0451 X Koefisien determinasi R2 sebesar 0204 yang menjelaskan bahwa penggunaan internet sebagai media belajar X berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa Y sebesar 204 sedangkan sisanya sebesar 796 dipengaruhi oleh variabel-variabel lain Hipotesis penelitian ini diterima dengan t_hitung 3611 12310t 12311_tabel 2007 pada taraf signifikansi 95 dan alpha 5 Dimana Ha diterima dan Ho ditolak Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan penggunaan internet sebagai media belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Salak tahun ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-penggunaan-internet-sebagai-media-belajar-terhadap-prestasi-belajar-siswa-pada-mata-pelajaran-ekonomi-kelas-xi-ips-sma-negeri-1-salak-tahun-ajaran-20132014-32256.htmlWed, 22 Oct 2014 15:31:05 +0700Upaya peningkatan hasil belajar biologi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division STAD yang dikombinasikan dengan Mind mapping pembuatan peta pikiran pada materi ekosistem dikelas X SMA Negeri 17 Medan padPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X-3 SMA Negeri Medan dengan menggunakan kombinasi model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division STAD dan strategi Mind Mapping mata pelajaran BiologiSubjek penelitian adalah seluruh siswa kelas X-3 SMA Negeri 17 Medan Tahun pembelajaran 20132014 Penelitian ini di desain dalam bentuk penelitian tindakan kelas Classroom Action Research yang dilakukan dengan dua siklus Adapun yang menjadi indikator keberhasilan penelitian meliputi persentase peningkatan hasil belajar ketuntasan belajar dan hasil dari penilaian peta pikiran yang dikerjakan oleh siswaInstrumen yang digunakan adalah tes kognitif siswa Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa sebesar 15 Nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada pretest adalah 5004 rata-rata postest I adalah 6604 20 siswa tuntas dan nilai rata-rata siswa pada postest II adalah 8604 36 siswa tuntas Persentase ketuntasan nilai siswa secara klasikal pada siklus I adalah 4883 hal ini belum mencapai kriteria ketuntasan seacar kalsikal karena belum mencapai 880580 Pada siklus II diperoleh ketuntasan belajar siswa menjadi adalah 8204 Dalam aspek psikomotorik yaitu penilaian terhadap hasil peta pikiran mind mapping siswa menunjukkan nilai yang baik Untuk penilaian pada peta pikiran pada siklus I siswa mendapatkan persentase rata-rata 6770 dan hasilnya meningkat pada siklus II menjadi 7885Hasil penelitian membuktikankombinasi model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division STAD dan Mind Mapping dapat meningkatkan hasil belajar kelas X-3 SMA Negeri 17 Medan Tahun Pembelajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-peningkatan-hasil-belajar-biologi-dengan-menggunakan-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-student-team-achievement-division-stad-yang-dikombinasikan-dengan-mind-mapping-pembuatan-peta-pikiran-pada-materi-ekosistem-dikelas-x-sma-negeri-17-medan-pad-32255.htmlWed, 22 Oct 2014 15:30:53 +0700Penerapan Kolaborasi Model Pembelajaran Group Investigation dengan Model Pembelajaran Talking Stick untuk meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas X IPS 1 SMA Negeri 1 Galang TP 20132014Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas dan hasil belajar ekonomi siswa Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar ekonomi siswa di kelas X IPS 1 SMA Negeri 1 Galang Tahun Pembelajaran 20132014 melalui penerapan kolaborasi model pembelajaran Group Investigation dengan Talking Stick Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Galang yang beralamat di Jl Mawar Galinda Galang Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPS 1 dengan jumlah siswa 40 orang Objek penelitiannya adalah penerapan kolaborasi model pembelajaran Group Investigation dengan Talking StickDari hasil lembar observasi belajar siswa menunjukan adanya peningkatan aktivitas belajar dari siklus I ke siklus II Pada siklus I diperoleh 5 atau 2 orang siswa yang termasuk kategori aktif Sedangkan pada siklus II diperoleh 80 atau 32 orang siswa dalam kategori aktif Maka terjadi peningkatan sebesar 75 Selanjutnya dari hasil penelitian diperoleh data nilai rata-rata hasil belajar siswa pada pretest dengan nilai rata-rata 535 Selanjutnya dari data nilai hasil belajar siswa pada siklus I jumlah siswa yang tuntas belajar adalah 50 atau 20 orang siswa dengan rata-rata 643 sedangkan pada siklus II jumlah siswa yang tuntas belajarnya ialah 825 atau 33 orang dengan nilai rata-rata 80 terjadi peningkatan sebesar 325 Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan Penerapan kolaborasi model pembelajaran Group Investigation dengan Talking Stick dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X IPS 1 SMA Negeri 1 Galang Tahun Pembelajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/penerapan-kolaborasi-model-pembelajaran-group-investigation-dengan-model-pembelajaran-talking-stick-untuk-meningkatkan-aktivitas-dan-hasil-belajar-ekonomi-siswa-kelas-x-ips-1-sma-negeri-1-galang-tp-20132014-32254.htmlWed, 22 Oct 2014 15:27:21 +0700Pengaruh Penggunaan Sumber Belajar dan Motivasi Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Siswa Kelas X SMA Swasta Nusantara Lubuk Pakam 20132014Masalah penelitian ini adalah rendahnya prestasi belajar siswaTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan sumber belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X di SMA Swasta Nusantara Lubuk Pakam Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini dilaksanakan di SMA Swasta Nusantara Lubuk Pakam Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X yang berjumlah 192 orang dan sampel berjumlah 60 orang Instrument yang digunakan untuk mengukur penggunaan sumber belajar dan motivasi belajar berupa angket yang berjumlah 25 soal untuk masing-masing variabel dan studi dokumen DKN untuk variabel prestasi belajar siswa Validatas tes diuji dengan menggunakan teknik korelasi product moment Reliabel tes diuji dengan menggunakan rumus Alpha Cronbarch Kemudian data dianalisis dengan rumus regresi linear berganda Selanjutnya untuk menguji hipotesis secara secara parsial uji t dan secara simultan digunakan uji fSetelah uji validatas untuk variabel X1 dan X2 dilakukan dengan masing-masing variabel 25 instrument hasilnya kesulurannya valid Dan untuk hasil uji reliabilitas angket diperoleh 0946 0396 r11 rtabel untuk penggunaan sumber belajar dan 0961 0396 r11 rtabel untuk motivasi belajar Hasil analisis regresi linear berganda diperoleh persamaan garis linear Y 59735 0178 X1 0083 X2 Secara parsial menunjukkan bahwa ada pengaruh penggunaan sumber belajar terhadap prestasi belajar sebesar 4311 4311 dan ada pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar sebesar 2106 2106 dan untuk uji f diperoleh Fhitung sebesar 28759 sedangkan Ftabel pada taraf kesalahan 5 sebesar 315 berarti Fhitung Ftabel 28759 315 maka hipotesis Ha3 diterima atau ada pengaruh positif antara penggunaan sumber belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas X di SMA Swasta Nusantara Lubuk Pakam Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-penggunaan-sumber-belajar--dan-motivasi-belajar-siswa-terhadap-prestasi-belajar-ekonomi-siswa-kelas-x-sma-swasta-nusantara-lubuk-pakam-20132014-32253.htmlWed, 22 Oct 2014 15:23:18 +0700Pengaruh Penggunaan Video Pembelajaran Dari Media Sosial Youtube Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Ekosistem Di Kelas X SMA Negeri 6 Medan Tahun Pembelajaran 20132014ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan video pembelajaran dari media sosial YouTube terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok ekosistem di kelas X SMA Negeri 6 Medan Tahun Pembelajaran 20132014 Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 6 Medan Tahun Pembelajaran 20132014 yang berjumlah 229 orang yang terdiri dari 6 kelas Sedangkan sampel penelitian ini diambil secara purvosive sampling sebanyak 2 kelas dengan perincian kelas X-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-4 sebagai kelas kontrol Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen Berdasarkan hasil uji persyaratan data diketahui bahwa data yang digunakan berdistribusi normal dan memiliki varians yang seragam homogen Setelah dilakukan penilaian nilai rata-rata pre-tes siswa dikelas eksperimen X 773 595 SD7800 sedangkan dikelas kontrol X 773 588 SD8324 dan post-test siswa dikelas eksperimen X 773 808 SD 6615 lebih tinggi dibanding kelas kontrol X 773 686 SD 5619 Dari uji t diperoleh thitung 4975 ttabel 200 pada hasil post-test dari kedua kelas pada 945 005 yang berarti dalam penelitian ini H0 ditolak sekaligus menerima Ha Jadi disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari penggunaan video pembelajaran dari media sosial YouTube terhadap hasiL belajar siswa pada materi pokok ekosistem di kelas X SMA Negeri 6 Medan Tahun Pembelajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-penggunaan-video-pembelajaran-dari-media-sosial-youtube-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-materi-pokok-ekosistem-di-kelas-x-sma-negeri-6-medan-tahun-pembelajaran-20132014-32252.htmlWed, 22 Oct 2014 15:20:03 +0700Hubungan Keterampilan Guru Mengadakan Variasi Mengajar dengan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X IPS di SMA Negeri 2 Kabanjahe Kab Karo Tahun Pelajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Keterampilan Guru Mengadakan Variasi Mengajar dengan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X IPS di SMA Negeri 2 Kabanjahe Kab Karo Tahun Pelajaran 20132014Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Kabanjahe yang berlokasi di Jalan Jamin Ginting Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo Populasi dalam penelitian ini adalah 129 orang dengan jumlah sampel sebanyak 46 orang dan teknik pengumpulan data terdiri dari observasi angket dan dokumentasi Hipotesis penelitian diuji dengan menggunakan analisis Koefisien Korelasi Product Moment dengan hasil r_hitung sebesar 0431 sedangkan r_tabel sebesar 0291 Hal ini berarti r_hitung r_tabel sedangkan untuk menguji signifikansi digunakan Uji Determinasi Uji R2 maka dapat diketahui besarnya kontribusi ataupun sumbangan variabel X variasi mengajar dalam variabel Y prestasi belajar siswa yaitu sebesar 1855 sedangkan 8145 lagi dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian iniDapat disimpulkan ada hubungan yang positif dan signifikan antara keterampilan guru mengadakan variasi mengajar dengan prestasi belajar siswa kelas X IPS di SMA Negeri 2 Kabanjahe Kab Karo Tahun Pelajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/hubungan-keterampilan-guru-mengadakan-variasi-mengajar-dengan-prestasi-belajar-siswa-pada-mata-pelajaran-ekonomi-kelas-x-ips-di-sma-negeri-2-kabanjahe-kab-karo-tahun-pelajaran-20132014-32251.htmlWed, 22 Oct 2014 15:17:35 +0700Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together NHT Pada Sub Materi Pokok Ekosistem Kelas X SMA Negeri 1 Sei Kepayang TP 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar biologi siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT media kartu dan NHT media papan tulis pada sub materi pokok Ekosistem di kelas X SMA Negeri 1 Sei Kepayang Tahun Pembelajaran 20132014 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Sei Kepayang yang terdiri dari empat kelas Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yaitu kelas X-3 sebagai kelas eksperimen I yang menggunakan model pembelajaran NHT media kartu dan kelas X-4 sebagai kelas eksperimen II yang menggunakan model pembelajaran NHT media papan tulis yang masing-masing berjumlah 30 siswa Data penelitian diambil dari hasil pre-test sebagai data awal dan post-test sebagai data hasil penelitian Hasil belajar kelas eksperimen I 7033 7303 sedangkan kelas eksperimen II 78 6512 dan setelah dilakukan uji t pada taraf kepercayaan 945 005 diperoleh nilai thitung ttabel 4309 2002 Hal ini menunjukkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti bahwa ada perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelas eksperimen I dan kelas eksperimen II pada materi pokok Ekosistem di kelas X SMA Negeri 1 Sei Kepayang Tahun Pembelajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-numbered-head-together-nht-pada-sub-materi-pokok-ekosistem-kelas-x-sma-negeri-1-sei-kepayang-tp-20132014-32250.htmlWed, 22 Oct 2014 15:12:09 +0700Hubungan Minat Belajar dan Pendapatan Orang Tua Dengan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Sipahutar Tahun Ajaran 2013 2014Masalah dalam penelitian ini adalah apakah minat belajar dan pendapatan orang tua memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan prestasi belajar siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Sipahutar Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan minat belajar dan pendapatan orang tua dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS SMA Negeri 1 Sipahutar Tahun Ajaran 2013 2014Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Sipahutar dengan jumlah 107 orang dan sampel dengan jumlah 84 orang Instrumen yang digunakan untuk mengukur minat belajar dan pendapatan orang tua berupa angket yang berjumlah 25 soal untuk masing-masing variabel dan studi dukumen DKN untuk variabel prestasi belajar Validitas tes diuji dengan menggunakan teknik korelasi product moment Reliabilitas tes diuji dengan menggunakan rumus rumus alpha cronbach Kemudian data dianalisis dengan rumus korelasi berganda Selanjutnya untuk menguji hipotesis secara simultan digunakan uji FBerdasarkan hasil perhitungan uji validitas diperoleh dari 25 instrumen variabel minat belajar semua instrumen dinyatakan valid Sedangkan untuk variabel pendapatan orang tua diperoleh dari 25 instrumen semua instrumen dinyatakan valid Uji reliabilitas dengan menggunakan rumus alpha cronbach diperoleh hasil r_hitungr_tabel 0743 0361 untuk variabel minat belajar dan r_hitungr_tabel 0750 0361 untuk variabel pendapatan orang tua Uji korelasi ganda diperoleh hasil 0739 menunjukkan keeratan hubungan antara variabel minat belajar dan pendapatan orang tua dengan prestasi belajar Uji hipotesis secara simultan variabel minat belajar dan pendapatan orang tua diperoleh F_hitungF_tabel 48640311 Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara minat belajar dan pendapatan orang tua dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS SMA Negeri 1 Sipahutar Tahun Ajaran 2013 2014http://digilib.unimed.ac.id/hubungan-minat-belajar-dan-pendapatan-orang-tua-dengan-prestasi-belajar-siswa-pada-mata-pelajaran-ekonomi-kelas-xi-ips-sma-negeri-1-sipahutar-tahun-ajaran-2013-2014-32249.htmlWed, 22 Oct 2014 15:06:46 +0700Perbedaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share TPS dan Make a Match MaM terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Ekosistem di kelas X SMA Negeri 1 Pancurbatu TP 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar ketuntasan belajar ketercapaian indikator siswa dan aktivitas siswa dengan model pembelajaran Think-Pair-Share TPS dan Make a Match MaM pada materi ekosistem di kelas X SMA Negeri 1 Pancurbatu tahun pembelajaran 20132014 Jenis penelitian ini adalah eksperimen Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X unggulan SMA Negeri 1 Pancurbatuyang berjumlah 76 siswa dan sampel diambil secara total sampling sampel keseluruhan Dimana kelas X-1 sebagai kelas eksperimen yang diberi pembelajaran dengan model Think-Pair-Share TPS dengan jumlah 38 orang dan kelas X-2 sebagai kelas eksperimen yang diberi pembelajaran dengan model Make a Match MaM dengan jumlah 38 orang sehingga jumlah sampel sebanyak 76 orang Alat yang digunakan untuk pengumpulan data adalah tes yang berbentuk soal pilihan berganda yang terdiri dari 30 butir soal dan lembar observasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada kelas TPS Sebesar 7468 sedangkan untuk kelas MaM sebesar 8036 Tingkat ketuntasan siswa di TPS dengan daya serap 8805 65 mencapai 921 sedangkan kelas MaM mencapai 100 Dengan ketuntasan klasikal kedua kelas mencapai 100 Aktivitas belajar siswa pada kelas MaM lebih aktif dibandingkan kelas TPS Adanya perbedaan hasil belajar siswa antara model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share TPS dengan Make a Match MaM terbukti melalui pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t dan taraf kepercayaan 945 005 dimana thitung ttabel 3909 1996 yang berarti dalam penelitian ini maka Ha diterima dan H0 ditolak yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share TPS dengan Make a Match MaM pada materi Ekosistem di kelas X SMA Negeri 1 Pancurbatu Tahun Pembelajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-think-pair-share-tps-dan-make-a-match-mam-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-materi-ekosistem-di-kelas-x-sma-negeri-1-pancurbatu--tp-20132014-32248.htmlWed, 22 Oct 2014 15:03:04 +0700Pengaruh Pemanfaatan Media Internet Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI IPS SMA Negeri 2 Kabanjahe Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan media internet terhadap prestasi belajar siswaTeknik pengumpulan data terdiri dari observasi dokumentasi angket atau kuisioner Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Kabanjahe Kabupaten Karo Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS yang berjumlah 123 orang dan sampel yang diambil sebanyak 37 siswaAnalisis data yang digunakan regresi linear sederhana Dari hasil regresi Linear sederhana terdapat pengaruh positif dan signifikan Koefisien determinan dari hasil analisis sebesar 048 artinya bahwa pengaruh media internet akan menyebabkan naiknya hasil belajar siswa sebesar 48 sedangkan sisanya 52 dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini seperti model pembelajaran sumber pembelajaran komunikasi guru dengan murid motivasi dari dalam diri siswa serta faktor eksternal lingkungan sekolah keluarga Untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan uji t regresi diperoleh thitung 5725 sedangkan nilai ttabel 20301 pada taraf signifikan 95 dan alpha 5 dengan dk n-2 maka thitung ttabel Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini menyatakan terdapat pengaruh positif dan signifikan pemanfaatan media internet terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 2 Kabanjahe Tahun Ajaran 20132014 dapat diterimahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-pemanfaatan-media-internet-terhadap-prestasi-belajar-siswa-pada-mata-pelajaran-ekonomi-kelas-xi-ips-sma-negeri-2-kabanjahe-tahun-ajaran-20132014-32247.htmlWed, 22 Oct 2014 15:02:21 +0700Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas VIII MTs Al-Washliyah 42 Sipispis TP 20132014Permasalahan dalam penelitian ini adalah Rendahnya hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPS terpadu Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model problem based learning terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas VIII MTs Al-Washliyah 42 Sipispis TP 20132014Penelitian ini dilaksanakan di MTs Al-Washliyah 42 Sipispis Jalan Sudirman No 83 TP 20132014 Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII yang terdiri dari dua kelas berjumlah masing-masing 21 orang kelas VIII A dan 21 orang kelas VIII B Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tes hasil belajarBerdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai rata-rata pretest siswa kelas eksperimen 25238 dengan standar deviasi 10895 dan nilai rata-rata postest siswa setelah menggunakan model problem based learning 74286 dengan standar deviasi 9910 Sedangkan nilai rata-rata pretest siswa kelas kontrol 25952 dengan standar deviasi 10679 dan nilai rata-rata postest siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional 67143 dengan standar deviasi 11573 Dari analisis data yang diperoleh bahwa data hasil belajar berdistribusi normal Lhitung Ltabel dan homogen Fhitung Ftabel Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji t dan diperoleh thitung ttabel 215 2021 yang berarti hipotesis dapat diterima antara variabel X dan Y pada tara signifikan 95 atau 945 005 dengan dk n1 n2 2 40Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan model problem based learning terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas VIII MTs Al-Washliyah 42 Sipispis TP 20132014http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-problem-based-learning-terhadap-hasil-belajar-ekonomi-siswa-kelas-viii-mts-alwashliyah-42-sipispis-tp-20132014-32246.htmlWed, 22 Oct 2014 14:58:22 +0700Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Ekonomi Kelas X SMA Negeri 1 Sei Bamban Tahun Ajaran 20132014Permasalahan dalam penelitian ini adalah Rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran ekonomi Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dengan menerapkan model pembelajaran Group Investigation dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajarPenelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sei Bamban Jalan Pendidikan Desa Gempolan TA 20132014 Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X3 di SMA Negeri 1 Sei Bamban yang berjumlah 40 orang Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data ini adalah observasi dan tes hasil belajarHasil penelitian menunjukkan bahwa persentase nilai pretes siswa yang tuntas adalah 20 dengan rata-rata hasil belajar siswa 3925 Siklus I persentase nilai siswa yang tuntas 475 dengan rata-rata hasil belajar siswa 6225 dan hasil observasi aktivitas yaitu terdapat 7 orang 175 siswa untuk kriteria tidak aktif 4 orang 10 siswa untuk kriteria kurang aktif 8 orang 20 siswa untuk kriteria cukup aktif 21 orang 525 siswa untuk kriteria aktif Pada siklus II diperoleh peningkatan ketuntasan yaitu 825 dengan rata-rata hasil belajar siswa menjadi 7125 Secara keseluruhan hasil belajar siswa setelah diterapkannya model pembelajaran ini dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Group Investigation dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar ekonomihttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-group-investigation-untuk-meningkatkan-aktivitas-dan-hasil-belajar-ekonomi-kelas-x-sma-negeri-1-sei-bamban-tahun-ajaran-20132014-32245.htmlWed, 22 Oct 2014 14:54:40 +0700Perbedaan Penggunaan Metode SQ3R Dengan Metode Konvensional Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi pokok Ekosistem Di Kelas VII Semester II MTs Swasta PAB- 1 Helvetia Tahun Pembelajaran 20132014Penelitian yang dilakukan di MTs Swasta PAB-1 Helvetia ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan Penggunaan Metode SQ3R Dengan Metode Konvensional Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan memberikan perlakuan kepada kedua kelompok sampel penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII Semester II MTsSwasta PAB-1 Helvetia yaitu sebanyak 3 kelas dengan rata -rata jumlah siswa 42 orang Sampel penelitian diambil dua kelas yang ditentukan dengan teknik random sampling yaitu Kelas Eksperimen I dan Kelas Eksperimen II masing-masing sebanyak 42 siswaInstrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dalam bentuk objektif tes yaitu untuk soal pretes dan postes masing-masing sebanyak 25 soal yang masing-masing telah dinyatakan valid dan reliabel Sebelum pengujian hiptesis terlebih dahulu diuji normalitas dan homogenitas tes Normalitas diuji dengan menggunakan teknik Lilliefors dan homogenitas dengan menggunakan uji F Dari pengujian yang dilakukan diperoleh bahwa kedua sampel berdistribusi normal dan homogenHasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan metode SQ3R lebih tinggi dari hasil belajar siswa yang diajar dengan metode Konvensional dengan hasil pengujian hipotesis diperoleh thitung ttabel yaitu 2541 1667 pada taraf Hasil belajar siswa kelas Eksperimen I diperoleh rata-rata pretes sebesar 74476 dan rata-rata postes sebesar 87714 Sedangkan hasil belajar siswa kelas Eksperimen II diperoleh rata-rata pretes sebesar 62381 dan rata-rata postes sebesar 85714http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-penggunaan-metode-sq3r-dengan-metode-konvensional-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada--materi-pokok-ekosistem-di-kelas-vii-semester-ii-mts-swasta-pab-1-helvetia-tahun-pembelajaran-20132014-32244.htmlWed, 22 Oct 2014 14:49:35 +0700Perbedaan Hasil Belajar Ekonomi Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Numbered Head Together dan Student Facilitator and Explaining Pada Siswa Kelas X SMA RK Deli Murni Medan Tahun Pelajaran 2013 2014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together dan Student Facilitator and Explaining ada siswa kelas X Sma RK Deli Murni Medan Tahun Pelajaran 2013 2014 Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang dilakukan pada SMA RK Deli Murni Jalan Nogio 117 Delitua Medan Dengan populasi seluruh kelas X yang terdiri dari 3 kelas yang berjumlah 108 siswa Sampel yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan purposive sampling yang terdiri dari 2 kelas berjumlah 72 siswa dimana kelas X-I sebagai eksperimen I dan kelas X-II sebagai eksperimen II Instrumen yang digunakan untuk mengukur hasil belajar ekonomi siswa yaitu tes dalam bentuk pilihan berganda sebanyak 20 soal dimana sebelumnya telah diujicobakan untuk mengetahui validitas reliabilitas tingkat kesukaran soal dan daya pembeda soal Teknik analisis data yang digunakan adalah uji F dan uji-tDari hasil penelitian ini ditentukan nilai rata-rata hasil pretes eksperimen I yaitu 4111 dengan SD1276 Dan nilai rata-rata hasil pretes eksperimen II yaitu 4014 dengan SD1396 Sedangkan nilai rata-rata postes eksperimen I yaitu 7819 dengan SD1265 dan nilai rata-rata postes eksperimen II yaitu 7028 dengan SD1218 Berdasarkan pengujian statistik diperoleh t 291 pada 945 005 jadi t 1997 maka t t atau 291 1997Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar ekonomi dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together dan Student Facilitator and Explaining pada siswa kelas X Sma Rk Deli Murni Medan Tahun Pelajaran 2013 2014http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-ekonomi-dengan-menggunakan-model-pembelajaran-numbered-head-together-dan-student-facilitator-and-explaining-pada-siswa-kelas-x-sma-rk-deli-murni-medan-tahun-pelajaran-2013-2014-32243.htmlWed, 22 Oct 2014 14:48:59 +0700Pengaruh Pemanfaatan Internet Sebagai Sumber Pembelajaran Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 8 Medan Tahun Ajaran 20132014Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah pemanfaatan internet sebagai sumber pembelajaran memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 8 Medan Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan internet sebagai sumber pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 8 MedanPenelitian ini dilaksanakan di kelas XI IPS SMA Negeri 8 Medan Tahun Ajaran 20132014 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 8 Medan Tahun Ajaran 20132014 yang terdiri dari 4 kelas Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik random sampling dan jumlah sampel adalah 92 orang Instrumen atau teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dokumentasi dan angket Angket yang digunakan berjumlah 20 soalHasil analisis data menunjukkan bahwa nilai rata-rata secara keseluruhan pada distribusi angket internet sebagai sumber belajar sebesar 301 dikategorikan baik Untuk mengetahui pengaruh antara variabel X dan Y dihitung dengan menggunakan rumus Regresi Linear Sederhana diperoleh Y 45866 0502X Kemudian untuk mengetahui besarnya kontribusi atau sumbangan variabel X terhadap variabel Y dihitung dengan menggunakan rumus dterminasi r2 menurut Carl Pearson Dan hasil perhitungan diketahui besarnya kontribusi variabel X terhadap variabel Y yaitu sebesar 307Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan rumus uji t diperoleh thitung sebesar 6312 dan ttabel sebesar 1986 pada taraf siginfikansi 95 dengan dk n-2 92-2 90 sehingga diketahui thitung ttabel dengan kata lain hipotesis diterima Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan antara Pemanfaatan Internet Sebagai Sumber Pembelajaran Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 8 Medan Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-pemanfaatan-internet-sebagai-sumber-pembelajaran-terhadap-prestasi-belajar-siswa-pada-mata-pelajaran-ekonomi--siswa-kelas-xi-ips-sma-negeri-8--medan-tahun-ajaran-20132014-32242.htmlWed, 22 Oct 2014 14:44:57 +0700Perbedaan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Media Audiovisual Dan Media Charta Pada Materi Ekosistem Di kelas VII SMP Negeri 2 Babalan Tahun Pembelajaran 20092010Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan media audiovisual dan media charta Mengetahui apakah penggunaan media audiovisual dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi ekosistem di kelas VII SMP Negeri 2 Babalan tahun pembelajaran 20132014 dilaksanakan selama bulan Februari - Mei 2013 Jenis penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 2 Babalan tahun pembelajaran 20132014 yang berjumlah 326 orang Sampel penelitian diambil secara random sampling sampel acak yang berjumlah 76 orang Kelas VII 1 diberi pembelajaran dengan menggunakan media Audio-Visual dan kelas VII 3 diberi pembelajaran menggunakan media Charta Alat pengumpul data berupa tes pilihan berganda sebanyak 25 soal Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar biologi siswa dengan menggunakan media Audio-Visual lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar biologi siswa dengan pembelajaran menggunakan media Charta pada materi ekosistem Nilai rata-rata kelas Audio-Visual 7926 905 sedangkan pada kelas Charta 7347 936 Terdapat perbedaan yang signifikan antara media Audio-visual dan media charta sebesar 579 Adanya perbedaan hasil belajar ini juga terbukti melalui pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t-test dan P 005 thitung 273 ttabel 199 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar biologi materi ekosistem dengan media Audio-visual lebih baik dari pada dengan media chartahttp://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-siswa-dengan-menggunakan-media-audiovisual-dan-media-charta-pada-materi-ekosistem-di-kelas-vii-smp-negeri-2-babalan---tahun-pembelajaran-20092010-32241.htmlWed, 22 Oct 2014 14:42:35 +0700Pengaruh Keterampilan Mengajar Guru Terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Siswa Kelas X Di SMA Swasta Taman Siswa Kisaran Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterampilan mengajar guru terhadap prestasi belajar ekonomi siswa Kelas X SMA Swasta Taman Siswa Kisaran Tahun Ajaran 20132014Penelitian ini dilaksanakan di SMA Swasta Taman Siswa Kisaran dengan populasi seluruh siswa kelas X yang berjumlah 57 siswa Sedangkan sampel penelitian sebanyak 53 siswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling yang dilakukan dengan cara undian Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dokumentasi dan kuesioner angket untuk menguji tingkat validitas menggunakan rumus korelasi product moment serta uji reliabelitas menggunakan rumus alpha Dan teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui pengaruh keterampilan mengajar guru terhadap prestasi belajar Ekonomi digunakan rumus regresi linier sederhana serta untuk menguji hipotesis digunakan rumus uji t Berdasarkan hasil perhitungan regresi linier sederhana diperoleh persamaan regresi yaitu Y 3975 046X dimana dari persamaan dapat dihitung bahwa jika nilai X naik maka nilai Y juga naik yang berarti terdapat pengaruh keterampilan mengajar guru terhadap prestasi belajar ekonomi siswa Keterampilan mengajar guru yang dilakukan oleh guru memberikan kontribusi sebesar 34 terhadap prestasi belajar siswa selebihnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain Berdasarkan hasil perhitungan uji t diperoleh nilai thitung sebesar 5168 ttabel sebesar 1674 dimana nilai thitung ttabel pada taraf signiifikan 95 atau alpha 5 yang berarti Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara keterampilan mengajar guru terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas X SMA Swasta Taman Siswa Kisaran Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-keterampilan-mengajar-guru-terhadap-prestasi-belajar-ekonomi-siswa-kelas-x-di-sma-swasta-taman-siswa-kisaran-tahun-ajaran-20132014-32240.htmlWed, 22 Oct 2014 14:40:31 +0700Penerapan Pendekatan Open-Ended Yang Berbasis Contextual Teaching and Learning CTL Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Akuntansi Siswa Kelas X Ak 2 SMKN 1 Medan Tahun Pembelajaran 20132014Masalah penelitian ini adalah Rendahnya aktivitas dan hasil belajar akuntansi siswa kelas X Ak 2 SMKN 1 Medan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar akuntansi siswa dengan menerapkan Pendekatan Open-Ended Yang Berbasis Contextual Teaching and Learning CTL di kelas X Ak 2 SMKN 1 Medan Tahun Pembelajaran 20132014Penelitian ini dilaksanakan di SMKN 1 Medan yang berada dijalan Sindoro no 1 Medan Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Ak 2 yang berjumlah 36 orang Penelitian dilakukan berdasarkan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas PTKHasil analisis lembar observasi aktivitas belajar siswa menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II sebessar 2222 Pada siklus I diperoleh hasil 5556 siswa masuk dalam kategori aktif dan pada siklus II diperoleh hasil 7778 siswa masuk dalam kategori aktif Hasil belajar siswa pada siklus I diperoleh 6944 siswa memenuhi ketuntasan dengan nilai rata-rata 7472 akan tetapi belum mencapai indikator keberhasilan yaitu 90 Oleh karena itu penelitian dilanjutkan ke siklus II Hasil belajar diperoleh pada siklus II yaitu 9444 siswa memenuhi ketuntasan dengan nilai rata-rata 8444 atau meningkat sebesar 25 yang berarti telah melampaui indikator keberhasilan sehingga penelitian berhenti di siklus II Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan Pendekatan Open-Ended Yang Berbasis Contextual Teaching and Learning CTL dikelas X Ak 4 SMKN 1 medan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa Hal ini berarti bahwa Pendekatan Open-Ended Yang Berbasis Contextual Teaching and Learning CTL dapat digunakan sebagai alternative dalam pembelajaran akuntansihttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-pendekatan-openended-yang-berbasis-contextual-teaching-and-learning-ctl-untuk-meningkatkan-aktivitas-dan-hasil-belajar-akuntansi-siswa-kelas-x-ak-2-smkn-1-medan-tahun-pembelajaran-20132014-32239.htmlWed, 22 Oct 2014 14:34:52 +0700Penerapan model pembelajaran berdasarkan masalah untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi bilangan bulat di kelas VII SMP STAntonius Bangun Mulia Medan TA 20142015Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa penerapan model pemebelajaran berdasarkan masalah dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi bilangan bulat di kelas VII SMP StAntonius Bangun Mulia Medan TA 20142015 Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII3 SMP StAntonius Bangun Mulia Medan yang berjumlah 35 orang Objek dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran berdasarkan masalah untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi bilangan bulat di SMP StAntonius Bangun Mulia Medan Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas PTK Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah tes kemampuan pemecahan masalah lembar observasi dan dokumentasi Penelitian ini terdiri dari 2 siklus masing-masing terdiri dari 2 kali pertemuan Sebelum memberikan tindakan terlebih dahulu diberikan tes awal dan pada awal siklus dibentuk kelompok belajar yang dipilih secara random dan di akhir siklus diberikan tes kemampuan pemecahan masalah Dari hasil analisis data diperoleh tingkat kemampuan siswa memecahkan masalah setelah diterapkannya pembelajaran berdasarkan masalah pada siklus I melalui tes kemampuan pemecahan masalah I adalah tinggi dengan nilai rata-rata kelas adalah 7217 atau 26 orang siswa 742 dari 35 siswa telah mencapai tingkat ketuntasan secara individu Sedangkan pada siklus II melalui tes kemampuan pemecahan masalah II tingkat kemampuan pemecahan masalah siswa adalah tinggi dengan nilai rata-rata kelas adalah 793 dengan jumlah siswa yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar secara individu sebanyak 31 orang siswa 886 dari 35 siswa Sehingga mengalami peningkatan sebesar 144 Adapun ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 7217 Sedangkan ketuntasan belajar klasikal pada siklus II adalah 8813 Jadi ketuntasan belajar siswa meningkat sebesar 794 Berdasarkan kriteria ketuntasan belajar klasikal maka pembelajaran ini telah mencapai target ketuntasan belajar Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berdasarkan masalah dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi bilangan bulat di kelas VII SMP StAntonius Bangun Mulia Medan Saran yang diajukan yaitu guru dapat menerapkan pembelajaran berdasarkan masalah sebagai alternatif dalam pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswahttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan--model--pembelajaran--berdasarkan-masalah-untuk-meningkatkan-kemampuan-pemecahan-masalah-matematika-siswa-pada-materi-bilangan-bulat-di-kelas-vii-smp-stantonius-bangun-mulia-medan-ta-20142015-32238.htmlWed, 22 Oct 2014 12:40:19 +0700Pengembangan Bahan Ajar Matematika Melalui Pendekatan Matematika Realistik PMR untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa di SMP Swasta Muhammadiyah 2 MedanTujuan penelitian ini adalah untuk 1 Mengetahui efektivitas bahan ajar yang dikembangkan pada materi aritmatika sosial melalui Pendekatan Matematika Realistik PMR untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa 2 Mengetahui respon siswa terhadap bahan ajar yang telah dikembangkan melalui Pendekatan Matematika Realistik PMR Penelitian dilakukan di SMP Swasta Muhammadiyah 2 Medan Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan Pengembangan yang dilakukan adalah pengembangan terhadap perangkat melalui model 3-D Three-D Model yang dikemukakan Thiagarajan Semmel dan Semmel dan dimodifikasi sesuai kebutuhan Model ini meliputi tiga tahapan terdiri dari tahap pendefenisian define tahap rancangan design dan tahap pengembangan develop Ujicoba bahan ajar dilakukan sebanyak dua kali coba dan dilakukan pada siswa kelas VII SMP Swasta Muhammadiyah 2 Medan Pada ujicoba 1 sampel diambil dari kelas VII-A sebanyak 25 orang dan setelah diperoleh hasilnya tidak efektif sehingga dilakukan perbaikan maka dilakukan ujicoba kedua Pada Ujicoba 2 sampel diambil dari kelas V11-B sebanyak 24 orang Hasil penelitian dapat disimpulkan beberapa hal berikut 1 Efektivitas bahan ajar yang dikembangkan melalui pendekatan matematika realistik disimpulkan berdasarkan bahwa a ketuntasan klasikal sebesar 875 b ketercapaian tujuan pembelajaran khusus TPK c kemampuan guru mengelola pembelajaran sebesar 304 dan d ketercapaian aktivitas siswa efektif 2 Berdasarkan analisis data penelitian diperoleh gambaran bahwa bahan ajar yang dikembangkan melalui pendekatan matematika realistik dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematis pada pokok bahasan aritmatika sosial dimana peningkatan diperoleh setelah ujicoba 2 dilakukan 3 Respon siswa terhadap bahan ajar yang telah dikembangkan melalui Pendekatan Matematika Realistik PMR adalah positif Sehingga disarankan kepada setiap guru terutama guru matematika agar mampu mengembangkan bahan ajar sendiri yang sesuai dengan kebutuhan peserta didiknyahttp://digilib.unimed.ac.id/pengembangan-bahan-ajar-matematika-melalui-pendekatan-matematika-realistik-pmr-untuk-meningkatkan-kemampuan-pemecahan-masalah-matematis-siswa-di-smp-swasta-muhammadiyah-2-medan-32237.htmlWed, 22 Oct 2014 12:36:03 +0700Pengaruh Penggunaan Metode Pembelajaran Trade A Problem Dengan Reward Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas VIII MTsN Tanjung Pura Materi Kubus Dan Balok TA 20132014Penelitian ini dilakukan karena rendahnya kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika yang non rutin Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh yang terjadi sebagai akibat dari penggunaan metode pembelajaran Trade A Problem terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII MTsN Tanjung Pura TA 20132014Penelitian ini termasuk kedalam jenis penelitian quasi eksperimen eksperimen semu Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTsN Tanjung Pura dimana sampel dipilih secara acak dan yang terpilih adalah kelas VIII-3 dengan jumlah siswa 39 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-4 dengan jumlah siswa 40 orang sebagai kelas kontrol Penelitian ini didukung oleh beberapa penelitian yang relevan yaitu penelitian yang dilakukan Reza Apriska 2011 dan penelitian yang dilakukan Noor Afifah 2013 Didalam proses pelaksanaannya penelitian ini menggunakan beberapa perangkat pembelajaran seperti RPP lembar aktivitas siswa LAS dan buku pegangan siswa Instrumen pengumpul data yang digunakan berupa tes kemampuan pemecahan masalah yang terdiri dari pre-test dan pos-test dan masing-masing memuat 3 soal essay yang sebelumnya telah diuji cobakan dan dinyatakan validRata-rata nilai pos-test dikelas eksperimen adalah sebesar 690833 dan rata-rata dikelas kontrol sebesar 81367521Berdasarkan perhitungan uji hipotesis menggunakn uji t satu pihak pihak kanan diperoleh t hitung 58109 dant tabel 16672 dengan dk 77 dan taraf nyata 945 005 Dapat dilihat bahwa thitungtidak berada diantara interval -16672 t 16672sehingga H0 ditolak dan Ha diterima artinya kemampuan pemecahan matematika siswa yang diajarkan dengan menggunakan metode pembelajaran Trade A Problem dengan Reward lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran konvensionalSelanjutnya berdasarkan hasil uji t satu pihak terhadap data indeks gain diperoleh hasil thitung ttabel yaitu 46998 16672 yang menunjukkan bahwa Ho ditolak artinya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar menggunakan metode pembelajaran Trade A Problem dengan Reward lebih tinggi daripada peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan menggunakan metode pembelajaran konvensionalhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-penggunaan-metode-pembelajaran-trade-a-problem-dengan-reward-terhadap-kemampuan-pemecahan-masalah-matematika-siswa-kelas-viii-mtsn-tanjung-pura-materi-kubus-dan-balok-ta-20132014-32236.htmlWed, 22 Oct 2014 12:31:43 +0700Penerapan Pendekatan pembelajaran Realistik untuk meningkatkan kemampuan Pemecahan masalah Matematika siswa pada materi SPLDV kelas VIII SMP Negeri 1 Rantau Selatan TA 20132014Penelitian ini bertujuan 1 Mengetahui apakah pembelajaran realistik dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada pokok bahasan Sistem Persamaan Linear Dua Variable 2 Mengetahui pengelolaan pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan menerapkan pembelajaran realistik Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas Subjek penelitian yaitu kelas VIII-1 SMP Negeri 1 Rantau Selatan yang berjumlah 30 siswa Objek penelitian adalah untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dengan penerapan pembelajaran realistik pada pokok bahasan SPLDV Tahun Ajaran 20142015 Penelitian ini terdiri dari dua siklus dimana di akhir setiap siklus diberikan tes kemampuan pemecahan masalah untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah siswaBerdasarkan hasil tes diagnostik yang dilakukan sebelum tindakan diketahui tingkat kemampuan memecahkan masalah siswa sangat rendah dengan nilai rata-rata kelas 3631 Setelah pemberian tindakan pada siklus I tingkat kemampuan siswa memecahkan masalah adalah Sangat Rendah dengan nilai rata-rata kelas 50 dengan 11 siswa atau 347 dari keseluruhan siswa telah mencapai tingkat ketuntasan belajar secara individu Selanjutnya setelah pelaksanaan tindakan pada siklus II tingkat kemampuan siswa memecahkan masalah adalah sedang dengan nilai rata-rata kelas 75 dimana jumlah siswa yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar sebanyak 27 orang atau 90 dari seluruh siswa Dengan demikian dapat dikatakan kelas tersebut telah tuntas dalam belajar dan terdapat 85 siswa yang memiliki tingkat kemampuan pemecahan masalah sedang Berdasarkan hasil observasi pada setiap pertemuan diperoleh nilai rata-rata pada kegiatan awal 288 kegiatan inti 313 dan kegiatan akhir 325 pengelolaan pembelajaran yang dilaksanakan guru termasuk kategori baik Berdasarkan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa terbukti adanya peningkatan maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika realistik dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII pada pokok bahasan SPLDV SMP Negeri 1 Rantau Selatanhttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-pendekatan-pembelajaran-realistik-untuk-meningkatkan-kemampuan-pemecahan-masalah-matematika-siswa-pada-materi-spldv-kelas-viii-smp-negeri-1-rantau-selatan-ta-20132014-32235.htmlWed, 22 Oct 2014 12:22:18 +0700Pengaruh Penggunaan Metode Penemuan Terbimbing Berbantuan Alat Peragaterhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas VIII SMPYayasan Perguruan Istiqlal TA 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 apakah terdapat pengaruh positif penggunaan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika Siswa Kelas VIII SMP Yayasan Perguruan Istiqlal TA 20132014 2 respon siswa kelas VIII SMP Yayasan Perguruan Istiqlal terhadap penggunaan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga pada pokok bahasan kubus dan balokPopulasi dalam peneltian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Yayasan Perguruan Istiqlal Tahun Ajaran 20132014 Sedangkan sampel dalam penelitian ini terdiri dari 2 kelas masing-masing 33 orang siswa pada kelas VIII-2 sebagai kelas eksperiman dan kelas VIII-3 sebagai kelas kontrol Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan memberikan perlakuan pada kelompok sampel penelitian kemudian diberikan pretest dan posttest sebagai alat pengumpul data digunakan instrument tes dan angket Tes dalam bentuk tes uraian yaitu soal pretest dan posttest masing-masing sebanyak 5 soal dan telah dinyatakan valid oleh tim ahli serta angket respon siswa sebanyak 20 item pernyataanSebelum pengujian hipotesis terlebih dahulu diuji normalitas dan homogenitas tes Normalitas diuji dengan menggunakan teknik Liliefors dan homogenitas dengan menggunakan uji F dari pengujian yang dilakukan diperoleh bahwa kedua sampel berdistribusi normal dan homogenDari hasil analisis data posttest dengan menggunakan uji-t pada taraf 945 005 diperoleh kemampuan pemecahan masalah thitung ttabel yaitu 2004 1669 maka H0 ditolak dan Ha diterima artinya bahwa rata-rata kemampuan pemecahan yang diajar melalui metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga lebih tinggi dari pada rata-rata kemampuan pemahaman yang diajar dengan pembelajaran konvensional Besar pengaruh penggunaan metode penemuan terbimbing berbanuan alat peraga lebih tinggi yaitu 4264 dibandingkan besar pengaruh penggunaan model pembelajaran langsung yaitu 4096 Serta hasil perhitungan angket respon siswa terhadap penggunaan metode penemuan terbimbing diperoleh 7989 yang termasuk dalam kategori baikDengan demikian berarti ada pengaruh positif penggunaan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi kubus dan balok di Kelas VIII SMP Yayasan perguruan Istiqlal Tahun Ajaran 21032014http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-penggunaan-metode-penemuan-terbimbing-berbantuan-alat-peragaterhadap-kemampuan-pemecahan-masalah-matematika-siswa-kelas-viii-smpyayasan-perguruan-istiqlal-ta-20132014-32234.htmlWed, 22 Oct 2014 12:16:30 +0700Perbedaan Pengaruh Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition AIR dan Pembelajaran Konvensional Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP N Satu Atap 6 Pakkat HumbahasPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh yang signifikan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition AIR terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi pokok tabung dan kerucut di kelas IX SMP Negeri Satu Atap 6 Pakkat Humbahas Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas IX SMP Negeri Satu Atap 6 Pakkat semester ganjil tahun pelajaran 20142015 yang terdiri dari 3 kelas paralel dengan rata-rata jumlah siswa tiap kelas adalah 24 orang Sedangkan yang menjadi sampel dalam penelitian ini terdiri dari 2 kelas yaitu kelas IX-A sebanyak 24 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas IX-B sebanyak 22 orang sebagai kelas kontrol yang ditentukan secara random dengan sistem undi Kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition AIR dan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensionalJenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan memberikan perlakuan pada kelompok sampel penelitian kemudian diberikan pretes dan postes sebagai alat pengumpulan data digunakan instrumen tes kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dalam bentuk tes objektif pada materi pokok tabung dan kerucut sebanyak 4 soal yang telah dinyatakan valid Sebelum pengujian hipotesis terlebih dahulu diuji normalitas tes dengan menggunakan teknik liliefors dan homogenitas tes dengan menggunakan uji F Dari pengujian yang dilakukan diperoleh bahwa kedua sampel berdistribusi normal dan homogenHipotesis dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan analisis inferensial regresi anakova Hasil penelitian diperoleh persamaan regresi untuk kelas eksperimen yaitu Y598320349 X dan kelas kontrol Y542420363 X Berdasarkan uji keberartian model regresi dan uji linieritas model regresi diperoleh kesimpulan bahwa model regresi kelas eksperimen dan kontrol berarti dan linier Berdasarkan uji kesamaan dua model regresi dan homogenitas gradient regresi diperoleh kesimpulan bahwa kedua model regresi sama dan sejajar homogen Karena syarat homogenitas dipenuhi maka analisis kovarians dapat dilakukan Berdasarkan perhitungan uji analisis kovarians dapat diperoleh F_hitung F_tabel yaitu 12597 4025 pada taraf 8733 005 Ini berarti ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition AIR terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi pokok tabung dan kerucut di kelas IX SMP N Satu Atap 6 Pakkat Humbahashttp://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-pengaruh-model-pembelajaran-auditory-intellectually-repetition-air-dan-pembelajaran-konvensional-terhadap-kemampuan-pemecahan-masalah-siswa-smp-n-satu-atap-6-pakkat-humbahas-32233.htmlWed, 22 Oct 2014 12:10:06 +0700Penerapan Model Pembelajaran Koperatif tipe CIRC Cooperative Integrated Reading and Composition untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa kelas VII SMP Free Methodist-1 Medan TA 20132014Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika dengan model pembelajaran Kooperatif Tipe CIRC Cooperative Integrated Reading and Composition pada materi pokok bangun datar segitiga dan segiempat bagi siswa kelas VII SMP Free Methodist 1 MedanJenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus siklus I terdiri dari 2 kali pertemuan dan pada siklus II terdiri dari 1 kali pertemuan Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Free Methodist 1 Medan yang berjumlah 25 orang Objek penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi pokok bangun datarsegitiga dan segiempat dengan menerapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe CIRC Cooperative Integrated Reading and Composition Berdasarkan hasil analis data pada tes kemampuan awal diketahui bahwa tingkat kemampuan pemecahan masalah siswa sangat rendah dengan nilai rata-rata kelas 4840 yang diperoleh dari jumlah nilai siswa tiap indikator per banyak siswa Setelah pemberian tindakan pada siklus I tingkat kemampuan pemecahan masalah siswa adalah rendah dengan nilai rata-rata kelas 5416 dimana 13 dari 25 siswa atau 6486 dari keseluruhan siswa telah tuntas memecahkan masalah Selanjutnya setelah pelaksanaan tindakan di siklus II tingkat kemampuan pemecahan masalah siswa adalah tinggi dengan nilai rata-rata kelas 8040 dimana 24 dari 25 siswa atau 96 dari keseluruhan siswa telah tuntas memecahkan masalah Dengan demikian dapat dikatakan kelas tersebut telah tuntas memecahkan masalah karena terdapat 85 dari banyaknya siswa yang telah tuntas memecahkan masalahDengan demikian dapat disimpulkan bahwa Model pembelajaran Kooperatif Tipe CIRC Cooperative Integrated Reading and Composition dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi bangun datar segitiga dan segiempat di kelas VII SMP Free Methodist 1 Medanhttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-koperatif-tipe-circ-cooperative-integrated-reading-and-composition-untuk-meningkatkan-kemampuan-pemecahan-masalah-matematika-siswa-kelas-vii-smp-free-methodist1-medan-ta-20132014-32232.htmlWed, 22 Oct 2014 12:03:49 +0700Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation berbantuan alat peraga untuk meningkatkan kemampuan pemecahan Masalah matematis siswa kelas VIII SMP Swasta Pelita TA 20132014Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII SMP Swasta Pelita Medan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation pada materi Kubus dan Balok Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas VIII-C SMP Swasta Pelita Medan Tahun Ajaran 20132014 yang berjumlah 40 orang Objek dari penelitian ini adalah kemampuan pemecahan matematis siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe group investigation pada materi Kubus dan Balok Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelasInstrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah tes kemampuan pemecahan masalah dan lembar observasi Penelitian ini terdiri dari 4 siklus dan di akhir setiap siklus diberikan tes kemampuan pemecahan masalah Sebelum diberikan tes terlebih dahulu divalidkan ke validatorHasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dapat meningkatkan kemampuan pemecahan matematis siswa Hal ini dilihat dari hasil tindakan pemberian tes kemampuan pemecahan masalah matematis 1 pada siklus I hanya sebanyak 11 siswa 275 yang mencapai nilai 880575 dengan nilai rata-rata kelas 6297 pada tes kemampuan pemecahan masalah matenatis 2 pada siklus II terdapat 23 siswa 575 yang mencapai nilai 880575 dengan nilai rata-rata kelas 6953 tes kemampuan pemecahan masalah matematis 3 pada siklus III terdapat 27 siswa 675 yang mencapai nilai 880575 dengan nilai rata-rata kelas 7031 dan dari analisis data tes kemampuan pemecahan masalah matematis 4 pada siklus IV diperoleh bahwa dari 40 siswa terdapat 35 siswa 875 dengan nilai rata-rata kelas 8313Berdasarkan hasil observasi pengelolaan pembelajaran yang dilaksanakan peneliti pada siklus I termasuk kriteria baik dengan rata-rata hasil pengamatan 26 pada siklus II termasuk kriteria baik dengan rata-rata hasil pngamatan 28 pada siklus III termasuk kriteria baik dengan rata-rata pengamatan 31 Akan tetapi pada siklus IV tingkat kemampuan peneliti mengelola kelas termasuk kriteria sangat baik dengan rata-rata hasil pengamatan 36Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dapat meningkatkan kemampuan pemecahan matematis siswa pada materi kubus dan balokhttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-group-investigation-berbantuan-alat-peraga-untuk-meningkatkan-kemampuan-pemecahan-masalah-matematis-siswa-kelas-viii-smp-swasta-pelita-ta-20132014-32231.htmlWed, 22 Oct 2014 11:59:12 +0700Pengaruh Media Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa Pada Materi Pokok Sistem Koloid di Kelas XI IPA SMAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran Kartu Soal Peta Konsep Poster dan Teka-teki Silang terhadap hasil belajar siswa pada materi sistem koloid Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Tanjung Morawa yang terdiri dari 4 kelas Pengambilan sampel dilakukan dengan dua tahap yaitu tahap pertama sampel kelas diambil secara total dimana seluruh kelas menjadi sampel penelitian Pada tahap kedua sampel diambil secara purposif 12 orang siswa di setiap kelas yang relatif homogen statusnya Kehomogenan sampel siswa dilihat dari beberapa faktor yaitu kesamaan hasil pretest fasilitas penunjang belajar yang dimiliki dan tempat tinggal Instrumen yang digunakan untuk mengetahui rataan hasil belajar kimia siswa adalah tes objektif dalam bentuk pilihan ganda berjumlah 25 soal Dalam penelitian digunakan Rancangan Acak Lengkap RAL dengan 4 perlakuan dan setiap perlakuan diberi 12 ulangan Perlakuan yang diberikan adalah pembelajaran dengan berbagai jenis media yang berbeda yaitu media pembelajaran dikelas XI IPA 1 Teka-teki Silang kelas XI IPA 2 Peta Konsep kelas XI IPA 3 Poster dan kelas XI IPA 4 Kartu Soal Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa media pembelajaran berpengaruh terhadap rataan hasil belajar siswa dengan uji analisis ragam dimana harga Fhitung Ftabel 730 282 Dari hasil uji BNT diperoleh rataan hasil belajar dan standard deviasimedia Kartu Soal8933 599a media Peta Konsep 8483 669a media Poster 7600 870b dan media Teka-teki Silang 9100 569a dengan demikian disimpulkan bahwa ketiga media pembelajaran Kartu Soal Peta Konsep dan Teka-teki Silang memberikan rataan nilai hasil belajar yang tidak berbeda secara statistika namun ketiga media pembelajaran tersebut memberikan hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan media pembelajaran Poster8195http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-media-pembelajaran-terhadap-hasil-belajar-kimia-siswa-pada-materi-pokok-sistem-koloid-di-kelas-xi-ipa-sma-32230.htmlWed, 22 Oct 2014 11:52:25 +0700Perbedaan Hasil Belajar Kimia Siswa Yang Di Ajarkan Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning PBL Dengan Process Oriented Guided Inquiry Learning POGIL Pada Pokok Bahasan Struktur AtomPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan peningkatan hasil belajar siswa yang diberikan pengajaran melalui model pembelajaran Problem Based Learning dengan Process Oriented Guided Inquiry Learning pada materi Srtuktur Atom Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas X IPA SMA Negeri 1 Sei Kanan yang terdiri dari 2 kelas Sampel yang digunakan sebanyak 2 kelas dengan cara purposive sampling dan masingmasing kelas terdiri atas 30 siswa Pada kelas eksperimen I diberi pengajaran dengan model Pembelajaran Problem Based Learning dan pada kelas eksperimen II diberikan pengajaran dengan model Pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning Hasil uji statistik menggunakan uji t dua pihak menggunakan data gain diperoleh bahwa nilai thitung sebesar 417 sedangkan nilai ttabel sebesar 183 pada taraf signifikan 945 005 sehingga thitungttabel Dari hasil perhitungan gain antara post-tes dan pre-tes kelas eksperimen I dan kelas eksperimen II diperoleh besarnya gain pada kelas eksperimen I dengan rata-rata 373 77 dan post-tes 78572 adalah 74 dan pada kelas eksperimen II rata-rata 2733 793 dan pos-tes 7183 98 adalah 84 Besar perbedaan peningkatan hasil belajar antara kedua kelas eksperimen adalah 10http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-kimia-siswa-yang-di-ajarkan-dengan-menggunakan-model-pembelajaran-problem-based-learning-pbl-dengan-process-oriented-guided-inquiry-learning--pogil-pada-pokok-bahasan-struktur-atom-32229.htmlWed, 22 Oct 2014 11:47:57 +0700Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT Numbered Head Together Dengan Media Handout Pada Pokok Bahasan Struktur Atom Di SMA Negeri 1 Silaen TA 20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT menggunakan media handout lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional menggunakan media handout Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X SMA Negeri 1 Silaen yang terdiri dari 6 kelas dengan total jumlah siswa rata-rata 30 orang tiap kelas Sampel yang digunakan pada penelitian ini diambil dengan teknik random sampling sebanyak 2 kelas yakni satu kelas sebagai kelas eksperimen I dan satu kelas sebagai kelas eksperimen II Masing masing kelas terdiri atas 30 orang siswa Siswa pada kelas eksperimen I diberi pengajaran dengan model kooperatif tipe NHT menggunakan media handout sedangkan siswa pada kelas eksperimen II diberi pengajaran dengan model konvensional media handoutHasil pengolahan data menunjukkan siswa pada kelas ekperimen I memiliki rata-rata nilai pretest 3017 81456 dan post-tes 7733 8683 dengan rata rata gain sebesar 06809 010015 Sedangkan siswa pada kelas eksperimen II memiliki rata rata nilai pretest 3333 6114 dan pos-tes 6917 81456 dengan rata rata gain sebesar 05355 01209 Kemampuan berpikir siswa kelas eksperimen I diperoleh nilai rata-rata 702 1276 dan di kelas eksperimen II diperoleh nilai rata-rata 5095 1288 Hasil uji statistik menggunakan uji t pihak kanan menggunakan nilai rata-rata post test diperoleh bahwa nilai thitung sebesar 5356 sedangkan nilai ttabel sebesar 16723 pada taraf signifikan 945 005 sehingga thitung ttabel Hal tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar kimia siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan media handout lebih tinggi dari pada hasil belajar kimia siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional tanpa media handouthttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-nht-numbered-head-together-dengan-media-handout-pada-pokok-bahasan-struktur-atom--di-sma-negeri-1-silaen-ta-20142015-32228.htmlWed, 22 Oct 2014 11:42:25 +0700Penerapan Model Quantum Teaching Learning Dengan Media Peta Konsep Untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Karakter Kerjasama Siswa Pada Pokok Bahasan Struktur Atom di SMAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan karakter kerjasama siswa yang mendapat pembelajaran dengan model Quantum Teaching Learning pada pokok bahasan Struktur Atom Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X IPA SMAN 2 Bandar yang berjumlah 4 kelas dan setiap kelas terdiri dari 30-32 siswa Sampel dalam penelitian ini sebanyak 2 kelas yang diambil secara purposif yaitu satu kelas sebagai kelas eksperimen dan satu kelas lainnya sebagai kelas kontrol Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas 2 yaitu instrumen tes berupa tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda dengan jumlah soal sebanyak 20 soal yang telah dinyatakan valid dan reliabel dan instrumen non-tes berupa lembar observasi Pada kelas eksperimen dilakukan pretes diperoleh nilai terendah5 nilai tertinggi25 dan dilakukan posttes dengan nilai terendah55 nilai tertinggi90 Pada kelas kontrol dilakukan pretes dan diperoleh nilai terendah5 nilai tertinggi25 dan dilakukan posttes dengan nilai terendah55 nilai tertinggi85 Rata-rata gain yang diperoleh siswa di kelas eksperimen 0805 dan kelas kontrol 0693 sehingga persentase peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen sebesar 805 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 696 Berdasarkan uji hipotesis dengan taraf signifikan 005 diperoleh thitung 8805 ttabel 55630687 berarti Ha diterima dan Ho ditolak yaitu hasil belajar kimia siswa yang mendapat pembelajaran dengan model Quantum Teaching Learning lebih tinggi dibandingkan dengan yang mendapat pembelajaran dengan metode ceramahObservasi terhadap karakter kerjasama siswa yang dilakukan pada kelas eksperimen diperoleh rata-rata nilai kerjasama siswa pada pertemuan pertama63 dan pada pertemuan kedua7250 dan nilai rata-rata total6775 baik Pada kelas kontrol diperoleh bahwa rata-rata nilai kerjasama siswa pada pertemuan pertama 5350 dan pada pertemuan kedua6050 dan nilai rata-rata total5700 cukup Hal ini menunjukkan bahwa karakter kerjasama siswa yang mendapat pembelajaran dengan model Quantum Teaching Learning lebih tinggi dibandingkan dengan yang mendapat pembelajaran dengan metode ceramahNilai korelasi antara hasil belajar dengan kerjasama siswa pada kelas eksperimen 904 sangat tinggi dan kontribusi model Quantum Teaching Learning terhadap hasil belajar dan kerjasama siswa yaitu sebesar 817 Sedangkan nilai korelasi antara hasil belajar dengan kerjasama siswa pada kelas kontrol 605 tinggi dan kontribusi metode ceramah terhadap hasil belajar dan kerjasama siswa yaitu sebesar 366http://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-quantum-teaching-learning-dengan-media-peta-konsep-untuk-meningkatkan-hasil-belajar-dan-karakter-kerjasama-siswa-pada-pokok-bahasan-struktur-atom-di-sma-32227.htmlWed, 22 Oct 2014 11:38:14 +0700Perbedaan Hasil Belajar Kimia Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together dan Tipe Think Pair Share Pada Materi Struktur Atom dan Sistem Periodik di SMAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kimia siswa yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together kelas eksperimen 1 dan yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share kelas eksperimen 2 pada materi Struktur Atom dan Sistem Periodik Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XI IPA SMA Negeri Medan Sampel yang diteliti terdiri dari dua kelas yang diambil pada sekolah SMAN Negeri 6 Medan Masing-masing kelas terdiri dari 34 siswa Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda dengan jumlah soal sebanyak 20 soal yang telah dinyatakan valid dan reliabel Berdasarkan analisis data hasil penelitian rata-rata nilai pretest-postest pada kelas eksperimen 1 adalah 2779 8618 sedang rata-rata nilai pretest-posttest pada kelas eksperimen 2 adalah 2760 7485 Pada uji normalitas dengan tehnik uji 9672 pada tingkat signifikansi 005 data penelitian ini tidak berdistribusi normal Pada uji homogenitas dengan tehnik Fhitung pada tingkat signifikansi 005 menunjukkan data penelitian ini adalah homogen Dengan demikian berdasarkan uji beda nyata dengan tehnik statistik t pada tingkat signifikansi 005 dapat dinyatakan bahwa ada perbedaan hasil belajar kimia siswa secara signifikan antara yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together dan tipe Think Pair Sharehttp://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-kimia-siswa-dengan-menggunakan-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-numbered-heads-together-dan-tipe-think-pair-share-pada-materi-struktur-atom-dan-sistem-periodik-di-sma-32226.htmlWed, 22 Oct 2014 11:34:16 +0700Perbedaan Hasil Belajar Kimia SMA yang Dibelajarkan dengan Menggunakan Model Pembelajaran CPBL dan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan Media Power Point pada Materi HidrokarbonPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan antara model Cooperative Problem Based Learning CPBL dengan model pembelajaran kooperative tipe Student Teams Achievement Division STAD terhadap hasil belajar kimia siswa kelas XI SMA Al-Hidayah Medan pada materi Hidrokarbon dengan menggunakan media Power point Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Al-Hidayah Medan yang terdiri dari 2 kelas Sampel terdiri dari kelas XI IPA-1 sebagai kelas eksperimen I dan kelas XI IPA-2 sebagai kelas eksperimen II Sampel penelitian kelas eksperimen I kelas eksperimen II berjumlah 70 siswa Hasil belajar yang ditinjau dari penelitian ini mencakup ranah kognitif afektif dan psikomotorik Kognitif siswa yang diukur adalah melalui tes berupa pre-test dan post-test penilaian psikomotorik siswa diamati melalui lembar observasi indikator standar pengukuran psikomotorik dan penilaian afektif mencakup dari sikap komunikatif siswa melalui lembar observasi indikator standar pengukuran karakter komunikatifHasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan tumbuh kembangnya sikap komunikatif psikomotorik dan hasil belajar kognitif siswa yang dibelajarkan dengan model cooperative problem based learning dengan siswa yang dibelajarkan dengan model kooperatif tipe Student Teams Achievement Division STAD Sig 0000 005 Peningkatan hasil belajar pada kelas yang dibelajarkan dengan model cooperative problem based learning sebesar 7515 dan peningkatan hasil belajar pada kelas yang dibelajarkan dengan model Student Teams Achievement Division sebesar 5923 Sehingga selisih peningkatan hasil belajar siswa antara kedua model tersebut sebesar 16http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-kimia-sma-yang-dibelajarkan-dengan-menggunakan-model-pembelajaran-cpbl-dan-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-stad-dengan-media-power-point-pada-materi-hidrokarbon-32225.htmlWed, 22 Oct 2014 11:29:59 +0700Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Berbasis Word Square Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa Pada Pokok Bahasan HidrokarbonPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil belajar kimia siswa yang diajarkan dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Students Team Achivement Division STAD berbasis word square dibandingkan dengan siswa yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional pada pokok bahasan hidrokarbon Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Swasta Persiapan Stabat yang terdiri dari 4 kelas Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposif sampling dengan mengambil 2 kelas dari 4 kelas yaitu kelas X 2 dan sebagai kelas Kontrol dan kelas X 4 sebagai kelas eksperimen Sampel penelitian kelas kontrol dan kelas eksperimen masing-masing berjumlah 26 orang Instrumen yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa adalah tes objektif dalam bentuk pilihan ganda berjumlah 18 soal Kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan model pembelajaran koperatif tipe STAD berbasis Word Square dan kelas Kontrol diberikan perlakuan dengan model pembelajaran konvensional Dari hasil penelitian untuk kelas Kontrol diperoleh nilai rataan pretest sebesar 2288 554 dan nilai rataan postest adalah 7135 1111 sedangkan nilai rataan untuk kelas eksperimen adalah 2246 670 dan nilai rata-rata postest adalah 7819 984 Nilai rataan gain kelas Kontrol diperoleh 063 dan nilai rataan gain untuk kelas kontrol dalah 072 Uji normalitas pretest kelas Kontrol diperoleh x2 hitung 488 dan 967 2 tabel 1107 untuk postest diperoleh 9672 700 dan dan 967 2 tabel 1107 Uji normalitas pretest kelas eksperimen diperoleh dan 967 2 hitung 888 dan 967 2 tabel 1107 untuk postest diperoleh 967 2 hitung 877 dan dan 967 2 tabel 1107 Sehingga 967 2 hitung 967 2 tabel maka data kedua kelas berdistribusi normal Pada uji homogenitas untuk pretest diperoleh Fhitung 151 dan Ftabel 192 untuk postest diperoleh Fhitung 1275 dan Ftabel 192 sehingga Fhitung Ftabel maka kedua sampel homogen Hasil uji t diperoleh thitung -235 dan daerah kritis pada t - 19895 dan t 19895 sehingga ttabel berada pada daerah kritis yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima Berdasarkan hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kimia siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD Berbasis Word Square dan yang diajar dengan model pembelajaran konvensionalhttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-stad-berbasis-word-square-terhadap-hasil-belajar-kimia-siswa-pada-pokok-bahasan-hidrokarbon-32224.htmlWed, 22 Oct 2014 11:24:18 +0700Efektivitas Pembelajaran Kooperatif Berbasis Masalah untuk Menumbuhkembangkan Kreativitas dan Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pokok Bahasan Hidrolisis GaramPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tumbuhkembangnya karakter kreativitas dan peningkatan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan pembelajaran kooperatif berbasis masalah dibandingkan dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pokok bahasan hidrolisis garam Serta untuk mengetahui seberapa efektif pembelajaran kooperatif berbasis masalah diterapkan pada pokok bahasan hidrolisis garam Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XI IPA SMA Negeri 3 Medan Sampel dalam penelitian ini sebanyak 2 kelas yang diambil secara acak Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda dengan jumlah soal sebanyak 20 soal yang telah dinyatakan valid dan reliabel serta lembar observasi karakter kreativitas Hasil penelitian menunjukkan bahwa sig 0000005 yaitu terdapat perbedaan yang signifikan tumbuhkembangnya kreativitas siswa yang diajarkan dengan model kooperatif berbasis masalah dibandingkan dengan siswa yang menggunakan model kooperatif tipe STAD pada pokok bahasan hidrolisis garam Pada sig 0014 005 terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan pembelajaran kooperatif berbasis masalah dibandingkan dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pokok bahasan hidrolisis garam Peningkatan hasil belajar pada kelas pembelajaran kooperatif berbasis masalah eksperimen 1 sebesar 669 dan peningkatan hasil belajar pada kelas pembelajaran kooperatif tipe STAD eksperimen 2 sebesar 6042 Adapun efektivitas pembelajaran dari pembelajaran kooperatif berbasis masalah sebesar 969http://digilib.unimed.ac.id/efektivitas-pembelajaran-kooperatif-berbasis-masalah-untuk-menumbuhkembangkan-kreativitas-dan-meningkatkan-hasil-belajar-siswa-pokok-bahasan-hidrolisis-garam-32223.htmlWed, 22 Oct 2014 11:18:55 +0700Penerapan Model Quantum Teaching Learning Dengan Media Powerpoint Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dan Berpikir Kritis Siswa Pada Pokok Bahasan Hidrokarbon Di SMAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kimia dan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan dengan model Quantum Teaching Learning dengan media PowerPoint pada pokok bahasan Hidrokarbon Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XI IPA SMA N 1 Tanjung Morawa yang berjumlah 4 kelas dan setiap kelas terdiri dari 30 siswa Sampel dalam penelitian ini sebanyak 2 kelas yang diambil secara purposif yakni satu kelas sebagai kelas eksperimen dan satu kelas sebagai kelas kontrol Siswa pada kelas eksperimen dibelajarkan dengan menggunakan model Quantum Teaching Learning dengan media PowerPoint dan kelas kontrol dengan metode ceramah Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua ranah yaitu kognitif dan afektif Untuk mengukur ranah kognitif digunakan tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda dengan jumlah soal sebanyak 20 soal yang telah dinyatakan valid dan reliabel Sedangkan untuk mengukur ranah afektif digunakan lembar observasi penilaian sikap untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa Sebagai prasyarat uji hipotesis data hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa kedua kelompok sampel diuji normalitas dan homogenitasnya dan diperoleh data kedua kelompok sampel yang berdistribusi normal dan homogen Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan SPSS 16 for windows dan diperoleh rata rata hasil belajar kimia siswa kelas eksperimen sebesar 4533 dan rata rata hasil belajar kimia siswa kelas control sebesar 4217 Dari hasil post-test didapatkan nilai siswa pada kelas kontrol dengan rata-rata 8183 dan pada kelas eksperimen dengan rata-rata nilai 8933 Berdasarkan uji hipotesis dengan taraf signifikan 005 diperoleh thitung ttabel yakni 1881 1672 berarti Ha diterima dan tolak Ho yaitu hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan dengan model Quantum Teaching Learning menggunakan media powerpoint lebih tinggi dari hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan metode ceramah Untuk uji hipotesis kemampuan berpikir kritis siswa dengan taraf signifikan 005 diperoleh thitung ttabel yakni 8432 1672 Selain itu rata-rata gain yang diperoleh siswa di kelas eksperimen 0808 dan kelas kontrol 0687 sedangkan persentase peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen sebesar 808 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 687 Sehingga ditarik kesimpulan bahwa ada peningkatan hasil belajar kimia dan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan dengan model Quantum Teaching Learning dengan media PowerPoint pada pokok bahasan Hidrokarbonhttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-quantum-teaching--learning--dengan-media-powerpoint-untuk-meningkatkan--hasil-belajar-dan-berpikir-kritis-siswa-pada-pokok-bahasan-hidrokarbon--di-sma-32222.htmlWed, 22 Oct 2014 11:10:15 +0700Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Berbasis Masalah PBM Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Dan Kerjasama Siswa Pada Pokok Bahasan HidrokarbonPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran problem based learningPembelajaran Berbasis Masalah terhadap peningkatan hasil belajar dan sikap kerjasama siswa Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bandar Khalipah yang terdiri dari 2 kelas Pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil seluruh populasi yaitu kelas pertama XI1 sebagai kelas eksperimen dan kelas kedua XI2 sebagai kelas kontrol Sampel penelitian kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing berjumlah 30 orang Instrumen yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar kimia siswa adalah tes objektif dalam bentuk pilihan ganda berjumlah 20 soal Kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan model pembelajaran problem based learningPembelajaran Berbasis Masalah dan kelas kontrol diberikan perlakuan dengan model pembelajaran langsung Direct Instruction Dari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata pretes kelas eksperimen 38667 dengan standar deviasi 987 dan nilai rata-rata post-test adalah 7633 dengan standar devasi 9091 sedangkan nilai rata-rata pretest kelas kontrol sebesar 41 dengan standar deviasi 8449 dan nilai rata-rata post-test adalah 6467 dengan standar devasi 9185 Pada pengujian normalitas pada tes awal pada kelas eksperimen diperoleh sign 0292 dan pada kelas control diperoleh sign 0249 karena sign 593 0292 005 dan 0249 005 maka data kedua kelas berdistribusi normal Pada gain hasil belajar pada kelas eksperimen diperoleh sign 0994 dan pada kelas control diperoleh sign 0906 Karen sign 593 0994 005 dan 0906 005 berarti gain kedua kelas berdistribusi normal Pada uji homogenitas sig yang diperoleh sebesar 0371 Jika 593 8804 sig artinya data homogen 005 8804 0371 berarti data tersebut homogen Peningkatan hasil belajar kimia siswa kelas eksperimen lebih besar dari pada hasil belajar kimia kelas kontrol yaitu 61 dan 399 dengan rata-rata nilai keseluruhan kerjasama belajar siswa kelas eksperimen adalah 748138 Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan SPSS 16 for windows diperoleh nilai sig 2 tailed 593 0002 005 berarti Ha2 diterima dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran problem based learning Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap peningkatan hasil belajar dan sikap kerjasama siswahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-penggunaan-model-pembelajaran-berbasis-masalah-pbm-terhadap-peningkatan-hasil-belajar-dan-kerjasama-siswa-pada-pokok-bahasan-hidrokarbon-32221.htmlWed, 22 Oct 2014 11:04:53 +0700Pengaruh Media Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa Pada Pokok Bahasan HidokarbonPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan berbagai media pembelajaran terhadap hasil belajar kimia siswa pada pokok bahasan hidrokarbon di kelas X SMA Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di SMA Negeri 1 Tanjung Morawa yang terdiri dari 9 kelas Pengambilan sampel dilakukan dua tahap yaitu tahap pertama sampel kelas diambil empat kelas secara acak dari 9 kelas paralel yang ada di sekolah tempat penelitian Pada tahap kedua sampel diambil secara purposif 10 orang siswa di setiap kelas yang relatif homogen statusnya Instrumen yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa adalah tes objektif dalam bentuk pilihan ganda berjumlah 20 soal Penelitian ini menggunakan desain penelitian RAL Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan yaitu Kelas A media Powerpoint Kelas B media Peta Konep Kelas C media Molymod dan kelas D media kartu hidrokarbon Data di analisis menggunakan uji F dan dilanjutkan dengan uji BNT Dari hasil penelitian diperoleh ada pengaruh media pembelajaran terhadap rataan hasil belajar kimia siswa pada pokok bahasan Hidrokarbon di kelas X SMAMedia Powerpoint memberikan rataan hasil belajar kimia yang secara nyata lebih tinggi dibandingkan media Peta Konsep Molymod dan Kartu Hidrokarbonhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-media-pembelajaran-terhadap-hasil-belajar-kimia-siswa-pada-pokok-bahasan-hidokarbon-32220.htmlWed, 22 Oct 2014 10:59:09 +0700Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Student Teams Acievement and Divisions menggunakan media powerpoint dan matrikulasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan HidrokarbonPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 Apakah hasil belajar siswa menggunakan model STAD media powerpoint dan matrikulasi lebih tinggi dibandingkan hasil belajar siswa dengan model DI dengan media powerpoin dan matrikulasi 2 Apakah ada interaksi kemampuan awal siswa terhadap hasil belajar siswa dan 3 Apakah ada korelasi antara minat dan motivasi awal siswa terhadap hasil belajar siswa Penelitian ini dilakasanakan di MAN 2 Model Medan TP 20132014 Jenis Penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian faktorial 3x2 Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas X Semester genap yang terdiri dari 10 kelas Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive yang disebut juga judgmental sampling dengan mengambil 2 kelas dari 9 kelas yaitu kelas X-3 sebagai kelas eksperimen I menggunakan Model STAD dan kelas X-6 sebagai kelas eksperimen II mengunakan Model Direct Instruction Kedua kelas berjumlah 72 orang Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar yang berbentuk pilihan berganda sebanyak 20 soal yang terlebih dahulu divalidasikan Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji ANAVA dua jalur pada signifikan 120630 005Dari data penelitian diperoleh nilai rata- rata hasil belajar siswa kelas yang diajar dengan model STAD sebesar 8736 dan untuk kelas yang diajarkan dengan model Direct adalah 7385 pada taraf signifikan 5 diperoleh thitung 46418 ttabel 16731 menunjukkan bahwa lebih tinggi hasil belajar siswa yang diajar dengan model STAD dibandingkan siswa yang diajar dengan model pembelajaran Direct Instruction Pada penerapan model STAD kelas minat dan motivasi tinggi diperoleh rata rata hasil belajar sebesar 81089 dan minat dan motivasi sedang 7258 serta rata-rata kelas minat dan motivasi Rendah adalah 6158 untuk taraf signifikan 5 diperoleh Fhitung 66074 Ftabel 39862 sedangkan untuk interaksi antara model belajar dan gaya belajar untuk taraf signifikan 5 diperoleh Fhitung 32545 Ftabel 344 Untuk penerapan model STAD r hitung 09407 rtabel 0329 sedangkan Direct r hitung 07842 rtabel 0329 Dari hasil penelitian dapat disimpulkan 1 hasil belajar dengan model STAD lebih tinggi dibanding DI 2 tidak ada interaksi antara kemampuan awal siswa dengan model pembelajaran 3 adanya korelasi antara minat dan motivasi awal dengan hasil belajar siswahttp://digilib.unimed.ac.id/implementasi-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-stad-student-teams-acievement-and-divisions-menggunakan-media-powerpoint-dan-matrikulasi-untuk-meningkatkan-hasil-belajar-siswa-pada-pokok-bahasan-hidrokarbon-32219.htmlWed, 22 Oct 2014 10:51:09 +0700Perbedaan Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas X PIA Yang Dibelajarkan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together Dan Problem Based Learning Dengan Media Powerpoint Dan Handout Pada Materi Struktur AtomPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa kelas X PIA yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dengan media PowerPoint dan Handout dibandingkan dengan yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together dengan media PowerPoint dan Handout pada materi struktur atomPopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Swasta Muhammadiyah 2 Medan yang terdiri dari 3 kelas Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 2 kelas yang berjumlah 70 orang dengan cara purposive sampling yaitu pengambilan sampel dengan pertimbangan peneliti sehingga diperoleh kelas yang diberi pengajaran menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dengan media PowerPoint dan Handout dan kelas model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together dengan media PowerPoint dan HandoutNilai rata-rata gain untuk siswa kelas eksperimen1 0777 0894 dan untuk siswa kelas eksperimen2 0638 0809 Berdasarkan hasil analisa data diperoleh harga thitung sebesar 5291 serta nilai ttabel sebesar 1997 pada taraf signifikan 945 005 dan dk 68 sehingga thitung ttabel Sedangkan persentase peningkatan hasil belajar siswa kelas eksperimen1 ini sebesar 77 dan persentase peningkatan hasil belajar siswa kelas eksperimen2 ini sebesar 638 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan dari hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran PBL disertai media powerpoint dan handout dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT disertai media powerpoint dan handout pada materi struktur atomhttp://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-kimia-siswa-kelas-x-pia-yang-dibelajarkan-menggunakan-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-numbered-head-together-dan-problem-based-learning-dengan-media-powerpoint-dan-handout-pada-materi-struktur-atom-32218.htmlWed, 22 Oct 2014 10:44:10 +0700Pengaruh Model Mengajar Menginduksi Perubahan Konsep M3PK Simson Tarigan Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas X Pada Pokok Bahasan Struktur AtomPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan Model Mengajar Menginduksi Perubahan Konsep M3PK Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPA SMA Swsta Parulian 2 Medan yang terdiri dari 2 kelas Pengambilan sampel dilakukan dengan sampling total dengan mengambil seluruh kelas X yaitu kelas X IPA 2 dan sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA 1 sebagai kelas kontrol Instrumen yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa adalah tes objektif dalam bentuk pilihan ganda berjumlah 20 soal Kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan Model Mengajar Menginduksi Perubahan Konsep M3PK Dari hasil penelitian untuk kelas Eksperimen diperoleh nilai rata-rata gain sebesar 08057 sedangkan untuk kelas Kontrol adalah 05672 Persentase peningkatan hasil belajar siswa pada kelas Eksperimen adalah 8040 sedangkan pada kelas Kontrol adalah 5700 Uji normalitas gain kelas eksperimen diperoleh 967 2 hitung 0596 dan 967 2 tabel 1107 untuk gain kelas kontrol diperoleh 967 2 hitung 0280 dan dan 967 2 tabel 1107 Sehingga 967 2 hitung 967 2 tabel maka data kedua kelas berdistribusi normal Pada uji homogenitas untuk gain diperoleh Fhitung 1122 dan Ftabel 1727 maka sampel homogen Hasil uji t pihak kanan diperoleh thitung 10989 dan ttabel 1677 sehingga Diperoleh thitung 10989 berada pada daerah penolakan Ho di mana thitung ttabel 10989 1667 yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak Dari data yang diperoleh ranah kognitif yang paling terkembang adalah C2 pengetahuan pada kelas eksperimen yakni sebesar 0680 Berdasarkan hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi daripada peningkatan hasil belajar siswa kelas kontrol Oleh karena itu penggunaan Model Mengajar Menginduksi Perubahan Konsep M3PK dapat meningkatkan hasil belajar siswahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-mengajar-menginduksi-perubahan-konsep-m3pk-simson-tarigan-terhadap-peningkatan-hasil-belajar-kimia-siswa-kelas-x-pada-pokok-bahasan-struktur-atom-32217.htmlWed, 22 Oct 2014 10:36:47 +0700Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Student Team Achievement Division Menggunakan Media Tts Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA Pada Materi Struktur AtomPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui adakah pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe stad student team achievement division menggunakan media tts terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMA pada materi struktur atomsemester ganjil tahun ajaran 20142015 Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen masing masing berjumlah 35 siswa dan sampel diambil secara randon sampling Sampel penelitian ini sebanyak 2 kelas XI IPA sebagai kelas eksperimen I dan eksperimen II Kelas eksperimen I diajarkan dengan Kooperatif Tipe STAD dengan Media TTS dan kelas eksperimen II diajarkan dengan Kooperatif Tipe STAD tanpa Media Sebagai alat pengumpul data hasil belajar digunakan tes objektif yang berjumlah 20 soal yang sudah divalidasi reliabilitas tingkat kesukaran dan daya beda soal Hasil analisis data diperoleh rata-rata hasil belajar kimia kelas eksperimen I 79215679lebih tinggi dibandingkan pada kelas eksperimen II diperoleh rata-rata 68222 Hasil belajar kedua kelas eksperimen diuji beda dengan uji t satu pihak diperoleh thitung ttabel 3856 1699 sehingga Ha diterima berarti ada pengaruh Media TTS terhadap Model Kooperatif Tipe STAD terhadap hasil belajar kimia siswa pada materi struktur atom di kelas XI IPA SMA Swasta Tunas Pelita Binjai Maka dapat disimpulkan bahwa Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan Media TTSmemberikan hasil belajar yang lebih baik dari pada pembelajaran Kooperatif Tipe STAD tanpa Media TTSDan Peningkatan atau persen gain hasil belajar kimia siswa kelas eksperimen I sebesar79 sedangkan untuk kelas eksperimen II sebesar 68http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-stad-student-team-achievement-division-menggunakan-media-tts-terhadap-hasil-belajar-siswa-kelas-xi-sma-pada-materi-struktur-atom-32216.htmlWed, 22 Oct 2014 10:32:29 +0700Perbandingan Hasil Belajar dan Kerja Keras Siswa yang Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Group Investigation GI dan Model Jigsaw Berbantuan Lembar Kerja Siswa LKSPenerapan model pembelajaran ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar dan karakter kerja keras kimia siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Group Investigation GI dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif Jigsaw pada pokok bahasan Sturuktur Atom dijelaskan dalam skripsi ini Penelitian dilakukan terhadap siswa kelas X MAN 1 Medan TA 20142015 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MAN 1 Medan yang terdiri dari 8 delapan kelas Sampel ditetapkan dengan cluster random sampling yakni mengambil 2 kelas yang dijadikan kelas eksperimenPenelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen Pengambilan data untuk hasil belajar siswa diperoleh dengan tes hasil belajar yang menggunakan instrumen yang valid sebanyak 20 soal dan reliabel 0814 Sedangkan data untuk karakter kerja keras siswa diperoleh melalui observasi dengan menggunakan data instrumen yang telah validHasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Group Investigation GI dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Jigsaw dan terdapat perbedaan yang signifikan karakter kerja keras siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Group Investigation GI dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran JigsawPeningkatan hasil belajar siswa pada kelas yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif Group Investigation GI sebesar 6410 dan peningkatan hasil belajar siswa pada kelas yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Jigsaw sebesar 6021 Maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar dan sikap kerja keras siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif Group Investigation GI dan Model Jigsawhttp://digilib.unimed.ac.id/perbandingan-hasil-belajar-dan-kerja-keras-siswa-yang-menggunakan-model-pembelajaran-kooperatif-group-investigation-gi-dan-model-jigsaw-berbantuan-lembar-kerja-siswa-lks-32215.htmlWed, 22 Oct 2014 10:27:28 +0700Perbedaan Hasil Belajar Kimia Yang Dibelajarkan Dengan Menggunkan Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Process Oriented Guided Inquiry Learning Pada Materi HidrokarbonPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan dengan model Problem Based Learning PBL dengan Process Oriented Guided Inquiry Learning POGIL pada pokok bahasan hidrokarbonPenelitian ini merupakan penelitian eksprimen Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA N 1 Percut Sei Tuan yang tediri dari lima kelas Pengambilan sampel dilakukandengan random sampeling atau probability sampling yaitu secara undian diambil 2 kelas dari 5 kelas yaitu kelas XI IPA4 sebagai kelas eksprimen I dan kelas XI IPA5 sebagai eksprimen II Sampel penelitian kelas eksprimen I dan kelas eksprimen II masing-masing berjumlah 34 orang Instrumen test yang digunakan adalah instrument test dan nontest Instrumen test digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa berupa tes objektif dalam bentuk pilihan berganda berjumlah 20 soal dan instrument non test digunakan untuk mengetahui sikap siswa selama proses pembelajaran berlangsung Kelas eksprimen I diberikan perlakukan dengan model pembelajaran Problem Based Learning dan kelas eksprimen II diberikan perlakuan dengan model Process Oriented Guided Inquiry Learning Dikedua kelas diberikan perlakuan yang sama yaitu pada pertemuan awal dilakukan pretest dan pada pertemuan terakhir dilakukan posttest Data hasil belajar siswa diuji normalitas dan homogenitasnya hasil yang diperoleh kedua kelompok sampel homogen dan berdistribusi normal Hasil uji t di peroleh thitung 2844 dan ttabel 2002 untuk 945 005 karena thitung berada pada daerah kritis dimana daerah kritis berada pada t-2002 dan t 2002 maka Ho ditolak dan Ha diterima Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan dengan Problem Based Learning dengan model Process Oriented Guided Inquiry Learninghttp://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-kimia-yang-dibelajarkan-dengan-menggunkan-model-pembelajaran-problem-based-learning-dan-process-oriented-guided-inquiry-learning-pada-materi-hidrokarbon-32214.htmlWed, 22 Oct 2014 10:22:47 +0700Perbandingan Hasil Belajar Biologi dan Aktivitas Siswa Dengan Menggunakan Model pembelajaran Kooperatif Tipe NHT dengan MAM Pada SubMateri pokok Sistem Ekskresi Manusia di Kelas XI SMA Negeri 8 Medan Tahun permbalajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa dan aktivitas siswa dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together dan Make A Match pada submateri pokok sistem ekskresi manusia di kelas XI IPA SMA Negeri 8 Medan Tahun Pembelajaran 20132014 Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimen Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XI IPA SMA Negeri 8 Medan Tahun Pembelajaran 20132014 yang terdiri dari 4 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 160 orang Sampel dalam penelitian ini diambil berdasarkan purposive sampling dimana XI IPA 3 dijadikan sebagai kelas Numbered Head Together dengan jumlah siswa sebanyak 40 orang dan kelas XI IPA 4 dijadikan sebagai kelas Make A Match dengan jumlah siswa sebanyak 40 orang Hasil penelitian menunjukan adanya perbandingan hasil belajar biologi dan aktivitas siswa yang diajar menggunakan Numbered Head Together dengan Make A Match Untuk hasil belajar nilai rata-rata skor pre-tes siswa kelas Numbered Head Together 441 dengan Standar Deviasi 1443 Nilai rata-rata skor pos-tes siswa kelas Numbered Head Together 8212 dengan Standar Deviasi 1082 Nilai rata-rata skor pre-tes siswa kelas Make A Match 443 dengan Standar Deviasi 1505 Nilai rata-rata skor pos-tes siswa kelas Make A Match 771 dengan Standar Deviasi 983 Untuk data aktivitas disajikan dalam bentuk persentase aktivitas secara individu dan secara klasikal yaitu untuk kelas yang diajar dengan Numbered Head Together memiliki aktivitas sebesar 84 sedangkan kelas yang diajar Make A Match dengan sebesar 75 Dari pengujian hipotesis taraf signifikan 945 005 diperoleh thitung 309 ttabel 1994 Sehingga dapat disimpulkan ada perbandingan yang signifikan antara hasil belajar biologi dan aktivitas siswa dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together NHT dan model pembelajaran Make a Match pada submateri Sistem Ekskresi Manusia di kelas XI IPA SMA Negeri 8 Medan Tahun Pembelajran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/perbandingan-hasil-belajar-biologi-dan-aktivitas-siswa-dengan-menggunakan-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-nht-dengan-mam-pada-submateri-pokok-sistem-ekskresi-manusia-di-kelas-xi-sma-negeri-8-medan-tahun-permbalajaran-20132014-32213.htmlWed, 22 Oct 2014 10:17:05 +0700Perbedaan Hasil Belajar Siswa Yang Diajar Menggunakan Strategi Pembelajaran Inkuiri Terstruktur Dengan Strategi Pembelajaran Ekspositori Pada Materi Sistem Ekskresi Manusia Di Kelas XI SMA Negeri 2 Lubuk Pakam Tahun Pembelajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan strategi inkuiri dan strategi ekspositori pada materi sistem ekskresi manusia di kelas XI IPA SMA Negeri 2 Lubuk Pakam TP 20132014 Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi kelas XI IPA SMA Negeri 2 Lubuk Pakam TP 20132014 yang terdiri atas 4 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 132 orang Metode Pengambilan sampel penelitian diambil secara purposive sampling yakni kelas XI IPA 2 yang berjumlah 33 siswa sebagai kelas inkuiri dan kelas XI IPA 3 yang berjumlah 33 siswa sebagai kelas ekspositori Hasil uji t pretes diperoleh thitung ttabel 041 2631 maka Ho diterima artinya kemampuan awal siswa pada kedua kelas sama Dari hasil pengolahan data postes diperoleh bahwa thitung 3047 dan ttabel 2631 pada taraf 945 001 sehingga thitung ttabel 3047 2631 Maka Ha diterima yakni ada perbedaan yang sangat signifikan dari hasil belajar siswa yang diajarkan menggunakan strategi pembelajaran inkuiri terstruktur dan strategi pembelajaran ekspositori pada materi sistem ekskresi manusia di kelas XI IPA SMA Negeri 2 Lubuk Pakam TP 20132014http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan---hasil---belajar---siswa---yang-diajar-menggunakan---strategi-pembelajaran-inkuiri-terstruktur-dengan-strategi-pembelajaran-ekspositori-pada-materi--sistem-ekskresi-manusia-di-kelas-xi-sma-negeri-2-lubuk-pakam-tahun-pembelajaran-20132014-32212.htmlTue, 21 Oct 2014 10:38:14 +0700Efektivitas Penggunaan Metode Role Playing Bermain Peran Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Sistem Ekskresi Manusia di Kelas XI IPA 2 SMA Negeri 5 Medan Tahun Pembelajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran biologi dengan menggunakan metode bermain peran role playing pada Materi Pokok Sistem Ekskresi Manusia di kelas XI IPA 2 SMA Negeri 5 Medan Tahun Pembelajaran 20132014Jenis penelitian ini adalah deskriptif-kuantitatif Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 5 Medan tahun Pembelajaran 20132014 yang terdiri dari 10 kelas yang berjumlah keseluruhan 313 orang Sampel pada penelitian ini adalah kelas XI IPA 2 dengan jumlah siswa 33 orang yang diambil dengan cara acak random sampling Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes objektif dalam bentuk pilihan ganda yang telah diujicobakan validitas reliabilitas tingkat kesukaran dan daya pembeda Instrumen penelitian yang digunakan sebanyak 30 soalDalam penelitian ini keefektifan suatu pembelajaran dapat dilihat dari tiga indikator yaitu 1 Tingkat Penguasaan Siswa 2 Ketuntasan Belajar Siswa dan 3 Ketuntasan Pencapaian Indikator Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 Tingkat penguasaan siswa secara umum tergolong tinggi dengan rentang nilai berada pada 80-89 dengan persentase sebesar 51 2 Secara klasikal siswa telah tuntas belajar 91 dan terdapat 3 orang siswa 9 yang belum tuntas 3 Persentase pencapaian indikator adalah 833 dimana 5 dari 6 indikator telah tercapai Dengan demikian pembelajaran dengan menggunakan metode role playing pada materi pokok Sistem Ekskresi Manusia di kelas XI IPA 3 SMA Negeri 5 Medan Tahun Pembelajaran 20132014 adalah efektifhttp://digilib.unimed.ac.id/efektivitas-penggunaan-metode-role-playing-bermain-peran-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-materi-pokok-sistem-ekskresi-manusia-di-kelas-xi-ipa-2-sma-negeri-5-medan-tahun-pembelajaran-20132014-32211.htmlTue, 21 Oct 2014 10:32:40 +0700Pengaruh Kreativitas guru dan Fasilitas Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Kewirausahaan di Kelas X SMK Negeri 6 Medan T P 2013-2014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kreativitas Guru Dan Fasilitas Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Kewirausahaan di Kelas X SMK Negeri 6 Medan T P 2013-2014 Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 6 Medan T P 2013-2014 dengan populasi kelas X PM dan X AK yang berjumlah 180 orang Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 dari populasi yaitu 60 orang Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dokumentasi dan angket Angket kreativitas guru di uji validitasnya dengan rumus korelasi product moment dengan tingkat penerimaan signifikansi 5 dari 16 item angket kreativitas guru yang diuji seluruhnya dinyatakan valid Reliabilitas angket kreativitas guru diuji dengan rumus koefisien alpha sebesar 0 883 Angket fasilitas belajar diuji validitasnya dengan rumus korelasi product moment dengan tingkat penerimaan signifiansi 5 dari 16 item angket fasilitas belajar yang diuji seluruhnya dinyatakan valid Reliabilitas item angket yang diuji dengan rumus koefisien alpha sebesar 0 910 Teknik analisis data yang digunakan metode statistic regresi linear ganda diperoleh hasil Y 23771 0 343 X1 0439X2 hal ini menunjukkan bahwa nilai Y dipengaruhi X1 dan X2 Untuk menguji hipotesis digunakan uji pada taraf signifikan 95 atau alpha 005 dengan hasil 72825 dengan demikian Fhitung dibandingkan dengan Ftabel yaitu 72 825 3 16 maka hipotesis menyatakan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kreativitas guru dn fasilitas belajar terhadap prestasi belajar siswa mata pelajaran kewirausahaan kelas X di SMK Negeri 6 Medan T P 2013-2014 dapat diterimahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-kreativitas-guru-dan-fasilitas-belajar-terhadap-prestasi-belajar-siswa-mata-pelajaran-kewirausahaan-di-kelas-x-smk-negeri-6-medan-t-p-20132014-32210.htmlTue, 21 Oct 2014 10:23:42 +0700Penerapan Media Handout dan Peta Konsep Dalam Pembelaiaran Kooperatif Tipe STAD Dengan Pendekatan Konstruktivisme Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Teori Atom dan Mekanika Kuantum TA20142015Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan peningkatan hasil belajar siswa yangmenerapkan model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement divisi on dengan pendekatan konstruktivisme menggunakan media handout dan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement division dengan pendekatan konstruktivis memenggunakan media peta konsepPenelitian ini merupakan penelitian eksperimen Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA di SMAN 1 Padangsidimpuan SMAN 6 Padangsidimpuan dan SMAN 7 Padangsidimpuan yang masing-masing berurutan terdiri dari 4 kelas 5 kelas dan 4 kelas Pengambilan sampel digunakan dengan cara teknik sampling random dengan mengambil 2 kelas Sampel penelitian kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2 masing-masing berjumlah 25 32 dan 20 siswa Instrumen yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa adalah tes objektif dalam bentuk pilihan ganda berjumlah 20 soal Kelas eksperimen 1 diberikan perlakuan dengan model pembelajaran koperatif tipe student team achievement division dengan pendekatan konstruktivisme menggunakan media handout dan kelas eksperimen 2 diberi perlakuan dengan model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement division dengan pendekatan konstruktivisme menggunakan media peta konsep Dari hasil penelitian diperoleh data persen peningkatan hasil belajar siswa di SMAN 1 Padangsidimpuan sebesar 37 lebih tinggi dibandingkan persen peningkatan hasil belajar di SMAN 6 Padangsidimpuansebesar 05 dan persen peningkatan hasil belajar di SMAN 7 Padangsidimpuansebesar 04http://digilib.unimed.ac.id/penerapan-media-handout-dan-peta-konsep-dalam-pembelaiaran-kooperatif-tipe-stad-dengan-pendekatan-konstruktivisme-untuk-meningkatkan-hasil-belajar-siswa-pada-materi-pokok-teori-atom-dan-mekanika-kuantum-ta20142015-32209.htmlTue, 21 Oct 2014 10:16:32 +0700Pengaruh Model PembelajaranKooperatif Tipe Two Stay Two Stray Terhadap Hasil Belajar Ekonomi SiswaKelas X SMA Negeri 1 Tanjung Morawa T P 2013-2014Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajarekonomi siswa Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswamelalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray pada pelajaranEkonomi di SMA Negeri 1 Tanjung Morawa kelas X T P 2013-2014Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Tanjung Morawa yangberalamat di Jl Batang Kuis No 151 Tanjung Morawa Populasi dalampenelitian ini adalah seluruh siswa kelas X yang terdiri 9 kelas dengan jumlahtotal 319 siswa Sedangkan teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalahpurposive sampling dengan menggunakan 2 kelas yaitu kelas X 6 sebagai kelaseksperimen dan kelas X5 sebagai kelas kontrol yang masing-masing kelas terdiridari 32 siswa dengan jumlah total 64 siswa Instrumen yang digunakan untukmengukur hasil belajar siswa berbentuk tes pilihan berganda sebanyak 20 itemsoalSebelum tes digunakan untuk mengumpulkan data tes terlebih dahulutelah diuji cobakan dengan mencari validitas reliabilitas tingkat kesukaran dandaya pembeda soal Teknik analisis data yang digunakan dimulai dari menghitungskor mentah untuk tiap kelompok mencari standar deviasi uji normalitas ujihomogenitas dan uji hipotesisBerdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai rata rata pre test siswakelas eksperimen 44 06 dengan standar deviasi 9 28 dan nilai rata rata posttest siswa setelah menggunakan model Two Stay Two Stray 75 31 denganstandar deviasi 7 82 Sedangkan nilai rata-rata pre test siswa kelas kontrol 4390 dengan standar deviasi 8 68 dan nilai rata-rata post test siswa setelahmenggunakan model pembelajaran konvensional 60 78 dengan standar deviasi 8 43 Dari analisis data yang diperoleh bahwa data hasil belajar berdistribusinormal Lhitung Ltabel dan homogen Fhitung Ftabel Pengujian hipotesis dalampenelitian ini menggunakan uji t dan diperoleh thitung t tabel 7 14 1 669 yangberarti hipotesis dapat diterima antara variabel X dan Y pada taraf signifikansi95 atau alpha 0 05 dengan dk N N 2 62Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa Adapengaruh yang positif dan signifikan antara model pembelajaran kooperatif tipeTwo Stay Two Stray terhadap hasil belajar Ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 1Tanjung MorawaTahun Pembelajaran 2013-2014http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajarankooperatif-tipe-two-stay-two-stray-terhadap-hasil-belajar-ekonomi-siswakelas-x-sma-negeri-1-tanjung-morawa-t-p-20132014-32208.htmlTue, 21 Oct 2014 10:06:12 +0700Pengaruh Penerapan Model Cooperative Problem Based Learning Untuk Menumbuhkan Sikap Komunikatif dan Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi StoikiometriPengaruh penerapan model pembelajaran ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan karakter komunikatif psikomotorik dan hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model cooperative problem based learning dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan model direct instruction pada pokok bahasan Stoikiometri dijelaskan dalam skripsi ini Penelitian dilakukan terhadap siswa kelas X SMA Negeri 2 TTinggi TA 20132014 Pengambilan data untuk karakter komunikatif dan psikomotorik siswa diperoleh melalui observasi dengan menggunakan data instrumen yang telah valid Sedangkan hasil belajar siswa diperoleh dengan tes hasil belajar yang menggunakan instrumen yang valid sebanyak 20 soal dan reliabel 0690 Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan tumbuh kembangnya sikap komunikatif psikomotorik hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model cooperative problem based learning dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan model direct instruction Sig 0000 005 Peningkatan hasil belajar pada kelas yang dibelajarkan dengan model cooperative problem based learning sebesar 7515 dan peningkatan hasil belajar pada kelas yang dibelajarkan dengan model direct instruction sebesar 5923 Sehingga selisih peningkatan hasil belajar siswa antara kedua model tersebut sebesar 16http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-penerapan-model--cooperative-problem-based-learning-untuk-menumbuhkan-sikap-komunikatif-dan-meningkatkan-hasil-belajar-siswa-pada-materi-stoikiometri-32207.htmlTue, 21 Oct 2014 10:01:06 +0700Perbedaan Hasil Belajar Berpikir Kritis dan Kerjasama Siswa yang Dibelajarkan Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Kooperatif Tipe Student Teams Achivement Division Pada Pokok Bahasan StoikiometriPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kimia berpikir kritis dan kerjasama siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran problem based learning dan kooperatif tipe student teams achivement division pada pokok bahasan stoikiometri Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Sei Suka yang berjumlah lima kelas dengan total jumlah siswa 168 siswa Sampel yang digunakan pada penelitian ini diambil dengan teknik random sampling sebanyak dua kelas yakni satu kelas sebagai kelas eksperimen I dan satu kelas sebagai kelas eksperimen II Masing - masing kelas terdiri atas 32 orang siswa Siswa pada kelas eksperimen I dibelajarkan menggunakan model pembelajaran problem based learning Sedangkan siswa pada kelas eksperimen II dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement division Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua ranah yaitu kognitif dan afektif Untuk mengukur ranah kognitif digunakan Instrumen tes hasil belajar yang disusun dalam bentuk objective test dengan jumlah soal sebanyak 25 soal yang telah dianalisis dan dinyatakan memenuhi syarat uji validitas isi secara expert judgement tingkat kesukaran daya pembeda distraktor dan reliabilitas Sedangkan untuk mengukur ranah afektif digunakan lembar observasi penilaian sikap untuk mengukur kemampuan berpikir kritis dan sikap kerjasama siswa yang sudah dianalisis validitasnya secara expert judgement dan dinyatakan valid Sebagai prasyarat uji hipotesis data hasil belajar kemampuan berpikir kritis dan kerjasama siswa kedua kelompok sampel diuji normalitas dan homogenitasnya dan diperoleh data kedua kelompok sampel yang berdistribusi normal dan homogen Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t-test uji dua pihak Untuk uji hipotesis hasil belajar siswa diperoleh thitung 30590 sedangkan ttabel 19994 untuk 945 005 dan dk 62 Untuk uji hipotesis kemampuan berpikir kritis siswa diperoleh thitung 21038 sedangkan ttabel 19994 untuk 945 005 dan dk 62 Untuk uji hipotesis sikap kerjasama diperoleh thitung 25924 sedangkan ttabel 19994 untuk 945 005 dan dk 62 thitung Dengan demikian thitung 19994 maka uji hipotesis hasil belajar kemampuan berpikir kritis dan kerjasama siswa terima Ha dan tolak Ho Sehingga ditarik kesimpulan bahwa ada perbedaan antara hasil belajar kemampuan berpikir kritis dan kerjasama siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning dan model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement divisionhttp://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-berpikir-kritis-dan-kerjasama-siswa-yang-dibelajarkan-menggunakan-model-pembelajaran-problem-based-learning--dan--kooperatif-tipe-student-teams-achivement-division-pada-pokok-bahasan-stoikiometri-32206.htmlTue, 21 Oct 2014 09:55:54 +0700Upaya Meningkatkan Aktivitas Belajar dan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Ekonomi Melalui Model Pembelajaran Problem Posing Tipe Post Solution Posing Pada Siswa Kelas XI IPS SMA Swasta Harapan Bangsa Langkat Tahun Ajaran 2013-2014Permasalahan penelitian ini adalah rendahnya aktivitas belajar dan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar dan hasil belajar ekonomi siswa kelas XI IPS di SMA Swasta Harapan Bangsa Langkat dengan menggunakan model pembelajaran Problem Posing Tipe Post Solution PosingPenelitian ini dilaksanakan di SMA Swasta Harapan Bangsa Langkat yang beralamat di Jln Binjai Kuala Km 18 5 pasar I lingkungan V Bela Rakyat Langkat Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS yang berjumlah 43 orang dan objeknya adalah penerapan model pembelajaran Posing Tipe Post Solution Posing Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi aktivitas siswa dan hasil belajar dan untuk mengetahui perbedaan peningkatan hasil belajar ekonomi siswa yang signifikan dan positif antar siklus dapat dihitung dengan rumus uji tBerdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata observasi aktivitas siswa yang dilaksanakan pada siklus I adalah 23 25 yang termasuk kategori aktif dan sangat aktif Pada siklus II rata rata observasi aktivitas siswa adalah 76 74 termasuk kategori aktif dan sangat aktif Selain itu test yang dilakukan pada siklus I terdapat 18 siswa41 86 tuntas dengan rata-rata nilai 61 04 Pada siklus II terdapat 38 siswa 88 37 tuntas dengan rata rata nilai 78 02 Ada terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siklus I dengan Siklus II dengan thitung 2 00 dan ttabel 1 68 dimana thitung ttabel 2 00 1 68Dapat disimpulkan bahwa melalui model pembelajaran Problem Posing Tipe Post Solution Posing dapat meningkatkan Aktivitas Belajar dan Hasil Belajar ekonomi siswa di kelas XI IPS pada standar kompetensi Memahami kondisi ketenagakerjaan dan dampaknya terhadap pembangunan ekonomi di SMA Swasta Harapan Bangsa Langkat Tahun Ajaran 2013-2014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-aktivitas-belajar-dan-hasil-belajar-pada-mata-pelajaran-ekonomi-melalui-model-pembelajaran-problem-posing-tipe-post-solution-posing-pada-siswa-kelas-xi-ips-sma-swasta-harapan-bangsa-langkat-tahun-ajaran-20132014-32205.htmlTue, 21 Oct 2014 09:50:15 +0700Analisis Kesulitan Belajar Siswa pada Materi Pewarisan Sifat di Kelas IX SMP Se-Kecamatan Muara TP 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar siswa dari aspek kognitif dan indikator pembelajaran faktor penyebab kesulitan belajar siswa dan hubungan jenis kelamin terhadap kesulitan belajar siswa pada materi Pewarisan Sifat di SMP se-kecamatan Muara KabTapanuli Utara Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif Sampel diambil secara cluster random sampling yang berjumlah 98 orang Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes diagnostik angket dan wawancara Hasil penelitian menunjukkan 7755 siswa tidak tuntas Persentase kesulitan belajar siswa pada tingkat kognitif C1 C2 C3 C4 C5 dan C6 berturut-turut sebesar 4082 3725 4840 5510 4796 dan 6684 Sedangkan persentase kesulitan belajar siswa pada indikator membedakan pengertian sifat resesif dominan dan intermediet sebesar 4579 indikator menentukan gamet dari genotip fetusinduk sebesar 4031 indikator mendeskripsikan materi genetis yang bertanggung jawab dalam Pewarisan Sifat gen kromosom sebesar 5128 dan indikator menentukan rasio hasil persilangan-persilangan monohibrid dan dihibridmelalui bagan sebesar 5204 Faktor penyebab kesulitan belajar adalah indikator media pembelajaran materi pelajaran lingkungan sekolah inteligensi motivasi minat psikiatik guru lingkungan masyarakat dan orang tua sebesar 6114 5986 5478 5210 4719 4528 4311 4265 4235 dan 4097 Jenis kelamin juga mempunyai hubungan terhadap kesulitan belajar dengan rhitung 0458 untuk siswa perempuan dan 0594 untuk siswa laki-lakihttp://digilib.unimed.ac.id/analisis-kesulitan-belajar-siswa-pada-materi-pewarisan-sifat-di-kelas-ix-smp-sekecamatan-muara-tp-20132014-32204.htmlTue, 21 Oct 2014 09:43:20 +0700Perbedaan hasil belajar biologi siswa menggunakan media animasi dengan media gambar pada materi pokok sistem reproduksi manusia di kelas XI IPA SMA Swasta Setia Budi Abadi PerbaunganTahunPembelajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajarkan menggunakan media animasi dengan yang menggunakan media gambar pada materi pokok sistem reproduksi di kelas XI IPA SMA Swasta Setia Budi Abadi Perbaungan Tahun Pembelajaran 20132014Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA yang tebagi atas 2 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 62 orang Sedangkan sampel penelitian diambil secara total sampling dengan jumlah siswa sebanyak 62 orang dengan perincian kelas XI IPA-1dengan menggunakan media animasi dengan jumlah siswa sebanyak 31 orang dan kelas XI IPA-2 dengan menggunakan media gambar dengan jumlah siswa sebanyak 31 orang Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimenBerdasarkan hasil uji persyaratan data diketahui bahwa baik data hasil belajar siswa pada kelas media animasi dan kelas media gambar dinyatakan berdistribusi normal dan memiliki varians yang seragam homogen Sementara berdasarkan hasil perolehan hasil belajar siswa terlihat adanya perbedaan hasil belajar dimana rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan media animasi sebesar 7581 sedangkan rata-rata hasil belajar siswa dengan menggunakan media gambar sebesar 6936 Adanya perbedaan hasil belajar siswa pada kedua kelas penelitian tersebut dibuktikan melalui pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t dan taraf kepercayaan 61537 005 dimana thitung ttabel 485 200 yang berarti dalam penelitian ini Ha ditolak sekaligus menerima H0 Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajarkan menggunakan media animasi dengan yang menggunakan media gambar pada materi pokok sistem reproduksi di kelas XI IPA SMA Swasta Setia Budi Abadi Perbaungan tahun pembelajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-biologi-siswa-menggunakan-media-animasi-dengan-media-gambar-pada-materi-pokok-sistem-reproduksi-manusia-di-kelas-xi-ipa-sma-swasta-setia-budi-abadi-perbaungantahunpembelajaran-20132014-32203.htmlTue, 21 Oct 2014 09:36:45 +0700AMLIORATION DE COMPTENCE DE LEXPRESSION CRITE DES LYCENS DE SMA SWASTA MULIA MEDAN EN UTILISANT LA MTHODE COOPRATIVE TYPE TGTLe but de la recherche est de savoir lamlioration de comptence de lexpression crite des lycens de SMA Swasta Mulia Medan en utilisant la mthode cooprative type TGT Lnchantillon de cette recherche est 28 lycens dans la classe X du premire semestre de SMA Swasta Mulia MedanLa mthode de recherche est la recherche dactivit en classe Cette recherche a t ralise en deux cycles chaque cycle se compose de 3 runions pendants 6 semaines Cette recherche a t ralis chez SMA Swasta Mulia Medan dans la classe X au cours franais au mois Aot de lanne scolaire 20132014 Cette recherche a tre ralis en appliquantsuivants planifier ce que le professeur va enseigner demain en utilisant la mthode cooprative de Teams Games Tournament faire le scenario de lapprentissage en utilisant la mthode Puis prparer le format de lvaluation de lapprentissage pour lexamen final pour que lenseignent sache la comptence de lexpression crite des lycens Crer des question pour lexamen final et raliser lexamen pr test avant dapprendre en utilisant la mthode et les examens finals aprs le premier cycle et le deuxime cycle sont terminsLes donnes provenaient de la comptence des lycens au dbut pr-test la comptence au premier cycle et la comptence la fin post-test Bas sur les rsultats on peut constater que laugmentation des scores comptences dcriture est la valeur - les tudiants de capacit initiale moyenne de 663 Valeur - moyenne dans le premier cycle est la suivante 689 et la valeur finale de la moyenne - capacit moyenne de la fin post - test dans le cycle II est 821 Apres avoir eu les rsultat on peut voir laugmentation des scores de comptences de lexpression crite sont les suivant Grce la mthode cooprative de Teams Games Tournament il y a eu laugmentation de comptence de lexpression crite des lycenshttp://digilib.unimed.ac.id/amlioration-de-comptence-de-lexpression-crite-des-lycens-de-sma-swasta-mulia-medan-en-utilisant-la-mthode-cooprative-type-tgt-32202.htmlTue, 21 Oct 2014 09:31:11 +0700Pengaruh keahlian hubungan manusiawi dan ketaatan norma terhadap efektivitas kerja dosen STKIP Riama di MedanPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui 1 apakah keahlian dapat berpengaruh langsung terhadap efektivitas kerja dosen 2 apakah hubungan manusiawi dapat berpengaruh langsung terhadap efektivitas kerja dosen 3 apakah ketaatan norma dapat berpengaruh langsung terhadap efektivitas kerja dosen 4 apakah keahlian berpengaruh langsung terhadap ketaatan norma dosen 5 apakah hubungan manusiawi berpengaruh langsung terhadap ketaatan norma dosenRumusan penelitian adalah 1 apakah keahlian berpengaruh langsung terhadap efektivitas kerja dosen 2 apakah hubungan manusiawi berpengaruh langsung terhadap efektivitas kerja dosen 3 apakah ketaatan norma berpengaruh langsung terhadap efektivitas kerja dosen 4 apakah keahlian berpengaruh langsung terhadap ketaatan norma 5 apakah hubungan manusiawi berpengaruh langsung terhadap ketaatan normaPenelitian menggunakan metode kuantitatif model yang digunakan analisis jalur dengan teknik analisis data inferensial Populasi adalah seluruh dosen STKIP Riama sebanyak 90 orang Sampel berjummlah 45 orang Tehnik sampling yang digunakan adalah Probability samplingrandom sampling atau pengambilan sampling secara acak yaitu teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel yang reprensentatif Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data Instrument di uji validitasnya dengan Product Moment dengan tingkat penerimaan 95 atau pada taraf signifikan 005 Reabilitas dihitung dengan rumus koefisien alpha r11Data penelitian ini terlebih dahulu di uji normalitas distribusi variabelnya dengan rumus Liliefors Untuk menguji linieritas dan keberartian persamaan regresi di uji dengan Analisis Varians ANAVA Homogenitas di uji dengan rumus Bartlett uji independensi dilakukan dengan rumus Product Moment Untuk menguji hipotesis secara keseluruhan sub struktur 1 dan 2 dilakukan dengan distribusi F sedangkan pengujian secara individual sub struktur 1 dan 2 dilakukan dengan uji-t Uji model jalur dilakukan dengan koefisien multipel determinasiHasil penelitian menemukan variabel keahlian hubungan manusiawi ketaatan norma menjadi faktor terhadap efektivitas kerja dosen di STKIP Riama Medanhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-keahlian-hubungan-manusiawi-dan-ketaatan-norma-terhadap-efektivitas-kerja-dosen-stkip-riama-di-medan-32201.htmlMon, 20 Oct 2014 17:38:43 +0700Hubungan kompetensi pedagogik dan tingkat kepemimpinan demokratis kepala sekolah dengan kinerja guru SD Negeri Kecamatan Kisaran Barat Kabupaten AsahanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan 1 kompetensi pedagogik dengan kinerja guru 2 tingkat kepemimpinan demokratis kepala sekolah dengan kinerja guru 3 kompetensi pedagogik dan tingkat kepemimpinan demokratis kepala sekolah secara bersama-sama dengan kinerja guru Subjek penelitian adalah Guru SD Negeri Kecamatan Kisaran Barat Kabupaten Asahan dengan jumlah sampel sebanyak 88 respondenAlat ukur instrumen yang dipergunakan dalam pengambilan data kompetensi pedagogik tingkat kepemimpinan demokratis kepala sekolah menggunakan angket berskala likert dan kinerja guru menggunakan observasi Sebelum instrumen penelitian digunakan untuk data kompetensi pedagogik tingkat kepemimpinan demokratis kepala sekolah terlebih dahulu diujicobakan dilanjutkan dengan uji validitas dan uji reliabilitas Untuk perhitungan uji validitas angket digunakan rumus korelasi product momen dan untuk uji reliabilitas angket digunakan rumus alpha CrombackHasil ujicoba validitas instrumen angket kompetensi pedagogik diperoleh 20 dari 20 items dan tingkat kepemimpinan demokratis kepala sekolah diperoleh 20 dari 21 items yang diujicobakan Untuk koefisien reliabilitas kompetensi pedagogik sebesar 0843 dan tingkat kepemimpinan demokratis kepala sekolah sebesar 0860 Dengan demikian instrument angket tersebut termasuk dalam angket berkategori sangat tinggi Hasil uji tingkat kecendrungan data instrumen kompetensi pedagogik diperoleh kategori tinggi 4 responden 4545 52 responden 59091 termasuk dalam kategori sedang 32 responden 36364 termasuk dalam kategori rendah dan tingkat kepemimpinan demokratis kepala sekolah diperoleh kategori tinggi 11 responden 12500 59 responden 67045 termasuk dalam kategori sedang 18 responden 20455 termasuk dalam kategori rendah serta untuk data instrumen kinerja guru diperoleh kategori rendah 69 responden 78409 19 responden 21591 termasuk dalam kategori sedang dan yang termasuk dalam kategori tinggi tidak ada Berdasarkan pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara 1 kompetensi pedagogik dengan kinerja guru rX1Y 0406 dan besar ttabel thitung 1990 4119 2 tingkat kepemimpinan demokratis kepala sekolah dengan kinerja guru rX2Y 0450 dan besar ttabel thitung 1990 4669 3 kompetensi pedagogik dan tingkat kepemimpinan demokratis kepala sekolah secara bersama-sama dengan kinerja guru R 0568 dan besar Ftabel Fhitung 310 20277Semakin baik kompetensi pedagogik dan tingkat kepemimpinan demokratis kepala sekolah maka semakin meningkat kinerja guru sekolah dasar negeri Kecamatan Kisaran Barat Kabupaten Asahan maka untuk mengoptimalkan kinerja guru perlu peningkatan kompetensi pedagogik dan persepsi yang baik tentang tingkat kepemimpinan demokratis kepala sekolahhttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-kompetensi-pedagogik-dan-tingkat-kepemimpinan-demokratis-kepala-sekolah-dengan-kinerja-guru-sd-negeri-kecamatan-kisaran-barat-kabupaten-asahan-32200.htmlMon, 20 Oct 2014 17:29:56 +0700Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif TipeTeams Games Tournament TGT Terhadap Hasil Belajar dan Aktivitas Siswa Pada Materi Pokok Plantae di Kelas XMAN 1 Medan Tahun Pembelajaran20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament TGT terhadap hasil belajar dan aktivitas siswa pada materi pokok plantae di kelas X MAN 1 Medan tahun pembelajaran 20132014 Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen Sebagai populasinya adalah seluruh siswa kelas X MAN 1 Medan yang terdiri dari 9 kelas Sedangkan sampelnya ada dua kelas Satu kelas dijadikan sebagai kelas eksperimen yang terdiri dari 44 orang dan satu kelas sebagai kelas kontrol yang terdiri dari 43 siswa Instrumen atau alat pengumpul data yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar biologi siswa pada penelitian ini adalah tes hasil belajar pada materi pokok plantae yang terdiri dari 30 soal dalam bentuk soal objektif dengan 5 optionBerdasarkan hasil analisis data penelitian diperoleh skor rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament sebesar 7402 SD 1035 sedangkan skor rata-rata hasil belajar siswa kelas kontrol sebesar 4420 SD 807 Uji hipotesis dengan menggunakan uji t yaitu diperoleh thitung 1499 ttabel 1667 yang berarti Ha diterima yaitu ada perbedaan yang signifikan dalam prestasi belajar biologi kelas eksperimen dan kelas kontrol dimana prestasi belajar biologi siswa kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol dan aktivitas siswa kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol dan aktivitas siswa selama pembelajaran tergolong sangat baik dengan persentase 100 siswa sudah aktif Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada plantae memberikan hasil yang baik terhadap hasil belajar dan aktivitas siswahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-kooperatif-tipeteams-games-tournament-tgt--terhadap-hasil-belajar-dan-aktivitas-siswa-pada-materi-pokok-plantae-di-kelas-xman-1-medan-tahun-pembelajaran20132014-32199.htmlMon, 20 Oct 2014 17:16:35 +0700Peningkatan kemampuan membaca pemahaman melalui penerapan model pembelajaran CIRC Cooperative Integrated Reading and Composition di kelas VI-C MIN Medan BaratBerdasarkan hasil pengamatan sehari-hari dan analisis tugas memperlihatkan bahwa kemampuan siswa kelas VI-C MIN Medan Barat dalam membaca pemahaman masih rendah yaitu sebanyak 14 dari 24 siswa belum mencapai kriteria ketuntasan minimal 70 Secara umum latihan soal bahasa Indonesia tidak selesai tepat waktu dan siswa pasif menerima materi pelajaran Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca pemahaman melalui penerapan model pembelajaran CIRC Cooperative Integrated Reading and Composition pada pelajaran bahasa Indonesia di kelas VI-C MIN Medan Barat Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas VI-C MIN Medan Barat dengan jumlah siswa sebanyak 24 orang Instrumen untuk pengumpulan data terdiri dari tes hasil belajar dan observasi terhadap aktivitas belajar siswa Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran CIRC Cooperative Integrated Reading and Composition dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas VI-C Kemampuan menjelaskan informasi dari siklus I hingga siklus III terjadi peningkatan skor sebesar 1475 Untuk kemampuan menghubungkan dari siklus I hingga siklus III terjadi peningkatan skor sebesar 2 Untuk kemampuan membuat pernyataan dari siklus I hingga siklus III terjadi peningkatan skor sebesar 29 Untuk kemampuan menemukan informasi dari siklus I hingga siklus III terjadi peningkatan skor sebesar 105 Kemampuan mendukung informasi dari siklus II hingga siklus III terjadi peningkatan skor sebesar 1133 Secara keseluruhan kemampuan membaca pemahaman siswa dari siklus I ke siklus III mengalami peningkatan sebesar 6758 Pada siklus I diperoleh skor ketuntasan belajar klasikal siswa sebesar 4167 pada siklus II diperoleh skor ketuntasan belajar klasikal siswa sebesar 6250 pada siklus III diperoleh skor ketuntasan belajar klasikal siswa sebesar 8333 Hasil observasi terhadap aktivitas siswa menunjukkan peningkatan pada siklus I diperoleh skor aktivitas belajar siswa sebesar 6119 pada siklus II diperoleh skor aktivitas siswa sebesar 6667 pada siklus III diperoleh skor aktivitas siswa sebesar 7669 Peningkatan aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 548 Peningkatan aktivitas siswa dari siklus II ke siklus III sebesar 1002 Secara keseluruhan peningkatan aktivitas siswa dari siklus I ke siklus III sebesar 1550 Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada guru lain untuk menggunakan model pembelajaran CIRC Cooperative Integrated Reading and Composition dalam setiap proses pembelajaranhttp://digilib.unimed.ac.id/peningkatan-kemampuan-membaca-pemahaman-melalui-penerapan-model-pembelajaran-circ-cooperative-integrated-reading-and-composition-di-kelas-vic-min-medan-barat-32198.htmlMon, 20 Oct 2014 17:13:38 +0700Analisis Manfaat dan Pelaksanaan Kuliah Lapangan Field trip pada Mata Kuliah Ekologi Tumbuhan di Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unversitas Negeri Medan Tahun Akademik 2013 2014ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat kuliah lapangan atau Field tripbagi mahasiswa pada mata kuliah ekologi tumbuhan d Jurusan Biologi dan untuk mengetahui pelaksanaan kuliah lapangan pada mata kuliah ekologi tumbuhan di Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan Tahun Akademik 2013 2014Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Biologi angkatan 2012 yang masing-masing terdistribusi menjadi 7 kelas Jumlah kelas yang menjadi sampel ada 2 kelas Kelas Non Pendidikan A 2012 dan Kelas Non Pendidikan B 2012 Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling secara bertujuan Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripstif dengan menggunakan kuesioner angket dan wawancara langsung dengan dosen pengampu mata kuliah Praktikum Ekologi TumbuhanHasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pelaksanaan kuliah lapangan di Jurusan Biologi pada Mata Kuliah Ekologi Tumbuhan baik dengan persentase 886 pada Manfaat kuliah lapangan sendiri bagi individu ataupun perkelompok bagi mahasiswa baik dengan persentase 90 40 pelaksanaan kuliah lapangan untuk memahami karakter antara mahasiswa dengan dosen dan mahasiswa dengan teman sekelasnya baik dengan persentase 8561 teknik dan perlengkapan yang digunakan dalam pelaksanaan kuliah lapangan baik dengan persentase 8425 dan pandangan mahasiswa tentang pelaksanaan kuliah lapangan baik dengan persentase 86http://digilib.unimed.ac.id/analisis-manfaat-dan-pelaksanaan-kuliah-lapangan--field-trip--pada-mata-kuliah-ekologi-tumbuhan-di-jurusan-biologi-fakultas-matematika-dan-ilmu-pengetahuan-alam-unversitas-negeri-medan-tahun-akademik-2013--2014-32197.htmlMon, 20 Oct 2014 17:09:55 +0700Pengaruh Video Pembelajaran Taksonomi Tumbuhan Tingkat Rendah dan Motivasi Belajar Pada Hasil Belajar Mahasiswa Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Medan Angkatan 2013 Pada Pembelajaran LichenesPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh video pembelajaran terhadap hasil belajar mahasiswa pada materi pokok lichenesdi kelas Regular Pendidikan dan Non-Kependidikan Angkatan 2013 Jurusan Biologi Unimed Tahun Pembelajaran 20132014 pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar mahasiswa pada materi pokok lichenes di kelas Regular Pendidikan dan Non-Kependidikan Angkatan 2013 Jurusan Biologi Unimed Tahun Pembelajaran 20132014 dan interaksi video pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar mahasiswa Regular Pendidikan dan Non-KependidikanAngkatan 2013Jurusan Biologi Unimed Tahun Pembelajaran 20132014 Penelitian ini dilakukan di Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Medan pada tahun pembelajaran 20132014 Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa angkatan 2013 Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Medan sedangkan yang menjadi sampel penelitian adalah mahasiswa angkatan 2013 kelas reguler Pendidikan C dan kelas reguler Non-Kependidikan A Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain faktorial 2x2 Seluruh data dianalisa dengan menggunakan program SPSS 19 for Windows Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang dipergunakan sudah valid dan reliabel untuk memperoleh data hasil penelitian Uji hipotesis menunjukkan 1 terdapat pengaruh video pembelajaran yang signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa Fhitung 54021 P0000 2 terdapat pengaruh motivasi belajar yang signifikan terhadap hasil belajar siswa Fhitung 19647 P0000 dan 3 tidak terdapat interaksi video pembelajaran dan motivasi belajar yang signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa Fhitung 2211 P0143http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-video-pembelajaran-taksonomi-tumbuhan-tingkat-rendah-dan-motivasi-belajar-pada-hasil-belajar-mahasiswa-jurusan-biologi-fmipa-universitas-negeri-medan-angkatan-2013-pada-pembelajaran-lichenes-32196.htmlMon, 20 Oct 2014 17:03:19 +0700Pengaruh strategi pembelajaran kontekstual dan kemandirian siswa terhadap hasil belajar mata diklat kelistrikan penerangan otomotif siswa SMK HKBP PangururanPenelitian ini bertujuan untuk 1 Mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan strategi pembelajaran berbasis proyek dan yang diajar dengan strategi pembelajaran kooperatif 2 Mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang memiliki kemandirian tinggi dengan yang memiliki kemandirian rendah 3 Mengetahui interaksi antara srategi pembelajaran kontekstual dan kemandirian terhadap hasil belajar siswa Penelitian ini dilaksanakan di SMK HKBP Pangururan Populasi dan Sampel penelitian ini adalah Siswa kelas XIO semester gasal Tahun Pelajaran 201 2012 yang banyaknya 4 kelas dengan jumlah siswa 142 siswa Adapun sampelnya adalah Kelas XIO2 dan Kelas XIO4 sebanyak 62 siswa Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah 1 Tes teori berbentuk objektif tes jumlah tes 25 dengan jumlah pilihan 5 lima dan tes praktek 17 kegiatan 2 Untuk tes kemandirian sebanyak 34 pertanyaan dan jumlah option 5 lima Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan faktorial 2 x 2 Variabel bebas penelitian ini adalah 1 Pembelajaran berbasis proyek dan 2 Pembelajaran kooperatif serta 3 variabel terikat adalah hasil belajar kelistrikan penerangan otomotif Uji statistik yang digunakan adalah statistik deskriptif untuk menyajikan data dan dilanjutkan dengan statistik inferensial dengan menggunakan ANAVA dua jalur dengan taraf signifikan 945 005 yang dilanjutkan dengan uji scheffe sebelumnya dilakukan uji analisis berupa uji normalitas dan uji homogenitasTemuan penelitian ini adalah 1 Hasil belajar siswa dengan strategi pembelajaran berbasis proyek memiliki skor rata-rata 82892 berbeda dengan hasil belajar siswa dengan strategi pembelajaran kooperatif yaitu skor rata-rata 79500 2 Hasil belajar kelompok siswa kemandirian tinggi dengan rata-rata 85944 dan kelompok siswa kemandirian rendah dengan rata-rata 76500 3 Terdapat interaksi antara strategi pembelajaran kontekstual dengan kemandirian terhadap hasil belajar hal ini terbukti dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa kelompok siswa yang memiliki kemandirian tinggi memperoleh nilai hasil belajar lebih baik diajar dengan pembelajaran strategi pembelajaran berbasis proyek Siswa yang memiliki kemandirian rendah memperoleh nilai hasil belajar lebih baik diajar dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperatif karena Fhitung 32173 sedangkan pengujian untuk 945 5 dengan dk 168 Ftabel 3986 sehingga dapat dinyatakan bahwa Fh 32173 F tabel 400 taraf signifikan 5http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-strategi-pembelajaran-kontekstual-dan-kemandirian-siswa-terhadap-hasil-belajar-mata-diklat-kelistrikan-penerangan-otomotif-siswa-smk-hkbp-pangururan-32195.htmlMon, 20 Oct 2014 16:57:12 +0700Perbedaan Hasil Belajar dan Aktivitas Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Tipe Numbered Heads Together NHT dengan Role Playing Bermain Peran Pada Materi Sistem Ekskresi Manusia Di Kelas XI SMA Negeri 2 PSiantar T P 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaanhasil belajar dan aktivitas siswa yang diajar dengan model pembelajaran tipe NHT dengan Bermain Peran pada materi sistem ekskresi manusia di kelas XI SMA Negeri 2Pematangsiantar tahun pembelajaran 20132014 Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Pematangsiantar sedangkan sampel yang diambil sebanyak dua kelas yaitu kelas XI IPA-2 dan kelas XI IPA-7 yang diambil secara random dimana kelas XI IPA-7 diajar dengan NHT sedangkan kelas XI IPA-2 diajar dengan Bermain Peran Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen Hasil pada penelitian ini adalah dari hasil uji tt -t 945 dan t t 945 untuk hasil belajar diperoleh thit -ttab -392 -199 sedangkan untuk aktivitas siswa diperoleh thit -ttab - 431-199 yang berarti Ho ditolak sekaligus menerima Ha yang berarti ada perbedaan hasil belajar dan aktivitas siswa menggunakan model pembelajaran tipe NHT dengan Bermain Peran pada materi sistem ekskresi manusia di kelas XI SMA Negeri2Pematangsiantar tahun pembelajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-dan-aktivitas-siswa-menggunakan-model-pembelajaran-tipe-numbered-heads-together-nht-dengan-role-playing-bermain-peran-pada-materi-sistem-ekskresi-manusia-di-kelas-xi-sma-negeri-2-psiantar-t-p-20132014-32194.htmlMon, 20 Oct 2014 16:56:41 +0700Perbedaan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Media Video Pembelajaran Dan Media Gambar Pada Materi Pokok Sistem Ekskresi Manusia Di Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Balige Tahun Pembelajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa dengan menggunakan media video pembelajaran dan media gambar pada materi pokok sistem ekskresi manusia di kelas XI SMA Negeri 1 Balige Tahun Pembelajaran 20132014 Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Balige Tahun Pembelajaran 20132014 yang berjumlah 165 orang yang terdiri dari 5 kelas Sedangkan sampel penelitian ini diambil secara purposive sampling yaitu sebanyak 2 kelas dengan perincian kelas XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen media video pembelajaran eksprimen I dan kelas XI IPA 2 eksperimen II sebagai kelas ekperimen media gambar Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen Berdasarkan hasil uji persyaratan data diketahui bahwa data yang digunakan berdistribusi normal dan memiliki varians yang seragam homogen Setelah mendapat perlakuan nilai rata-rata postes siswa dikelas media video pembelajaran X 773 7491 SD 1282 lebih tinggi dibanding kelas media gambar X 773 5988 SD 977 Dari uji t diperoleh thitung6204 ttabel1672 pada hasil postes kedua kelas pada 945 005 yang berarti dalam penelitian ini H0 ditolak sekaligus menerima Ha Jadi dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang diajar dengan menggunakan media video pembelaran dan media gambar pada materi pokok sistem ekskresi manusia di kelas XI IPA SMA Negeri 1 Balige TP 20132014http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-siswa-dengan-menggunakan-media-video-pembelajaran-dan-media-gambar-pada-materi-pokok-sistem-ekskresi-manusia-di-kelas-xi-ipa-sma-negeri-1-balige-tahun-pembelajaran-20132014-32193.htmlMon, 20 Oct 2014 16:50:50 +0700Perbedaan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Media Video Pembelajaran Dan Media Gambar Pada Materi Pokok Sistem Ekskresi Manusia Di Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Balige Tahun Pembelajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa dengan menggunakan media video pembelajaran dan media gambar pada materi pokok sistem ekskresi manusia di kelas XI SMA Negeri 1 Balige Tahun Pembelajaran 20132014 Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Balige Tahun Pembelajaran 20132014 yang berjumlah 165 orang yang terdiri dari 5 kelas Sedangkan sampel penelitian ini diambil secara purposive sampling yaitu sebanyak 2 kelas dengan perincian kelas XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen media video pembelajaran eksprimen I dan kelas XI IPA 2 eksperimen II sebagai kelas ekperimen media gambar Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen Berdasarkan hasil uji persyaratan data diketahui bahwa data yang digunakan berdistribusi normal dan memiliki varians yang seragam homogen Setelah mendapat perlakuan nilai rata-rata postes siswa dikelas media video pembelajaran X 773 7491 SD 1282 lebih tinggi dibanding kelas media gambar X 773 5988 SD 977 Dari uji t diperoleh thitung6204 ttabel1672 pada hasil postes kedua kelas pada 945 005 yang berarti dalam penelitian ini H0 ditolak sekaligus menerima Ha Jadi dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang diajar dengan menggunakan media video pembelaran dan media gambar pada materi pokok sistem ekskresi manusia di kelas XI IPA SMA Negeri 1 Balige TP 20132014http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-siswa-dengan-menggunakan-media-video-pembelajaran-dan-media-gambar-pada-materi-pokok-sistem-ekskresi-manusia-di-kelas-xi-ipa-sma-negeri-1-balige-tahun-pembelajaran-20132014-32192.htmlMon, 20 Oct 2014 16:50:40 +0700Pengaruh strategi pembelajaran kooperatif dan minat belajar terhadap hasil belajar membuat busana wanita siswa kelas XI SMK Negeri 3 Pematang SiantarTujuan penelitian ini adalah 1 untuk mengetahui hasil belajar mana yang lebih tinggi antara kelompok siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan kelompok siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD 2 untuk mengetahui perbedaan hasil belajar membuat busana wanita antara kelompok siswa yang memiliki minat belajar tinggi dengan kelompok siswa yang memiliki minat belajar rendah 3 untuk mengetahui interaksi antara strategi pembelajaran dan minat belajar terhadap hasil belajar membuat busana wanitaPopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Tata Busana SMKN 3 Pematangsiantar Teknik sampel yang terpilih untuk menjadi kelas dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw adalah kelas XI Tata Busana 1 dengan jumlah 32 orang siswa sedangkan kelas XI Tata Busana 3 sebagai kelas dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan jumlah 34 orang siswa Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah cluster random sampling Uji coba tes hasil belajar membuat busana wanita meliputi validitas reliabilitas indeks kesukaran daya pembeda dan pengecoh Uji coba angket minat belajar meliputi validitas dan reliabilitas Instrumen yang digunakan adalah tes untuk menjaring data hasil belajar dan angket untuk menjaring minat belajar siswa Teknik analisis data adalah Anava dua jalur pada taraf signifikan yang dilanjutkan dengan uji lanjut ScheffeHasil penelitian menunjukkan 1 hasil belajar membuat busana wanita siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw lebih tinggi dari pada hasil belajar membuat busana wanita siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan Fhitung 1141 Ftabel 400 2 hasil belajar membuat busana wanita siswa yang memiliki minat belajar tinggi lebih tinggi dari pada hasil belajar membuat busana wanita siswa yang memiliki minat belajar rendah dengan Fhitung 4017 Ftabel 398 3 terdapat interaksi antara strategi pembelajaran dengan minat belajar siswa dalam mempengaruhi hasil belajar siswa dengan Fhitung 3191 Ftabel 400 Hipotesis ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw lebih tepat digunakan daripada strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam meningkatkan hasil belajar membuat busana wanita siswa dan siswa yang memiliki minat belajar tinggi akan memperoleh hasil belajar membuat busana wanita yang lebih baik dari pada siswa yang memiliki minat belajar rendah Implikasi dari penelitian ini secara khusus ditujukan kepada tenaga pengajar agar memperhatikan karakteristik siswa dalam menerapkan strategi pembelajaranhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-strategi-pembelajaran-kooperatif-dan-minat-belajar-terhadap-hasil-belajar-membuat-busana-wanita-siswa-kelas-xi-smk-negeri-3-pematang-siantar-32191.htmlMon, 20 Oct 2014 16:44:48 +0700Perbedaan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together NHT Dengan Think Talk Write TTW Pada Materi Sistem Ekskresi Manusia di Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Berastagi Tahun Pembelajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together NHT dengan Think Talk Write TTW pada materi sistem ekskresi manusia di kelas XI IPA SMA Negeri 1 Berastagi tahun pembelajaran 20132014 Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA3 Kelas NHT dan kelas XI IPA4 Kelas TTW yang masing masing berjumlah 32 orang siswa Hasil analisis data menunjukkan nilai rata rata hasil belajar siswa kelompok TTW sebesar 7987 dengan nilai SD sebesar 670 lebih baik daripada kelas NHT yakni sebesar 6575 dengan nilai SD sebesar 780 Hasil uji-t 2 pihak menunjukkan thitung ttabel yaitu 753 199 dengan interpolasi pada taraf signifikansi 005 yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara hasil belajar siswa yang diajar dengan kelas NHT dan kelas TTW Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini Ha diterima sekaligus menolak H0 yang berarti ada perbedaan yang signifikan pada hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan TTW terhadap hasil belajar siswa pada materi sistem ekskresi manusia di kelas XI IPA SMA Negeri 1 Berastagi tahun pembelajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-siswa-dengan-menggunakan-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-numbered-head-together-nht-dengan-think-talk-write-ttw-pada-materi-sistem-ekskresi-manusia-di-kelas-xi-ipa-sma-negeri-1-berastagi-tahun-pembelajaran-20132014-32190.htmlMon, 20 Oct 2014 16:44:29 +0700Inovasi Pembelajaran Biologi Melalui Kombinasi Metode Konvensional Dengan TPS Think-Pair-Share Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Pada Sub Materi Sistem Ekskresi Di Kelas XI IPA 2 SMA Negeri 1 Labuhan Deli Tahun Pembelajaran 20132014Penelitian ini dilaksanakan untuk meningkatkan hasil belajar biologi pada sub materi sistem ekskresi pada manusia dengan inovasi pembelajaran melalui kombinasi metode konvensional dengan TPS Think-Pair-Share di kelas XI IPA 2 SMA Negeri 1 Labuhan Deli Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas PTK yang dilakukan dalam dua siklus penelitian Penelitian ini dilakukan dengan pengamatan langsung terhadap guru peneliti dan siswa observer pelaksanaan penelitian dilakukan oleh dua orang rekan peneliti Pengamatan dilakukan terhadap 28 orang siswa Indicator keberhasilan peneliti meliputi persentase penilaian hasil ketuntasan belajar dan hasil observasi aktivitas siswa Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretes siswa sebelum dilaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan metode TPS Think-Pair-Share adalah 4714 sedangkan rata-rata pada postes I adalah 6553 dan terdapat 17 orang siswa yang termasuk kriteria tuntas dalam belajar Persentase ketuntasan belajar siswa pada siklus I sebesar 61 hal ini belum mencapai kriteria ketuntasan secara klasikal karena belum mencapa 8805 85 Pada siklus II di peroleh nilai rata-rata hasil belajar siswa sebesar 7767 serta terdapat 24 orang siswa yang termasuk kriteria tuntas dalam belajar Persentase ketuntasan belajar siswa pada siklus II sebesar 86 dan mencapai criteria klasikal Berdasarkan persentase rata-rata siswa yang aktif pada siklus I dan siklus II diperoleh peningkatan aktivitas siswa yaitu pada siklus I rata-rata tingkat persentase keaktifan siswa yaitu 6785 dan pada siklus II meningkat menjadi 100http://digilib.unimed.ac.id/inovasi-pembelajaran-biologi-melalui-kombinasi-metode-konvensional-dengan-tps-thinkpairshare-untuk-meningkatkan-hasil-belajar-biologi-pada-sub-materi-sistem-ekskresi-di-kelas-xi-ipa-2-sma-negeri-1-labuhan-deli-tahun-pembelajaran-20132014-32189.htmlMon, 20 Oct 2014 16:38:02 +0700Pengaruh model pembelajaran kooperatif dan kemampuan penalaran siswa terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 3 Pematang SiantarPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1perbedaan hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan tipe TGT 2 perbedaan hasil belajar siswa yang memiliki kemampuan penalaran tinggi dan siswa yang memiliki kemampuan penalaran rendah dan 3 interaksi antara model pembelajaran kooperatif dan kemampuan penalaran terhadap hasil belajar matematika siswaPopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Negeri 3 Pematangsiantar Tahun Pelajaran 20132014Sampel penelitian terdiri dari 38 orang siswa kelas X Tata Busana 2 untuk pembelajaran kooperatif tipe STAD dan 37 orang siswa kelas X Tata Kecantikan 1 untuk pembelajaran kooperatif tipe TGTTeknik penarikan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling Instrumenuntuk mengukur hasil belajar matematika siswa digunakantes bentuk pilihan berganda yang berjumlah 22 soalSedangkan pengelompokan kemampuan penalaran siswa menggunakan tes kemampuan penalaran dengan bentuk tes pilihan berganda yang berjumlah 28 soal Metode penelitian menggunakan rancangan kuasi eksperimen dengan desain faktorial 2 x 2Teknik analisis data menggunakan Anava dua jalurTemuan penelitian menunjukkan bahwa 1 hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD X 7731539lebih tinggi dari pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT X 7731433 dengan Fhitung 401 Ftabel 398 2 hasilbelajar matematika siswa yang memiliki kemampuan penalaran tinggi lebih tinggi daripada hasil belajar matematika siswa yang memiliki kemampuan penalaran rendah dengan Fhitung 2002 Ftabel 398 3 terdapat interaksi antara model pembelajaran kooperatif dan kemampuan penalaran dengan Fhitung 478 Ftabel 398Dari hasil analisis data disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih tepat digunakan untuk siswa yang memiliki kemampuan penalaran tinggi dan model pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih tepat digunakan untuk siswa yang memiliki kemampuan penalaran rendahPenelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk pengembangan khazanah ilmu pengetahuan mengenai peningkatan kemampuan guru dalam menggunakan berbagai model pembelajaran kooperatif khususnya tipe STAD dan TGThttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-kooperatif-dan-kemampuan-penalaran-siswa-terhadap-hasil-belajar-matematika-siswa-kelas-x-smk-negeri-3-pematang-siantar-32188.htmlMon, 20 Oct 2014 16:36:00 +0700Perbedaan hasil belajar siswa dengan menggunakan media audiovisual dan media charta pada sub materi sistem ekskresi manusia di kelas XI IPA SMA Negeri 18 Medan Tahun Pembelajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa dengan menggunakan media audiovisual dan media charta pada sub materi sistem ekskresi manusia di kelas XI IPA SMA Negeri 18 Medan Tahun Pembelajaran 20132014 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 18 Medan Tahun Pembelajaran 20132014 yang terdiri dari 3 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 102 orang Sampel dalam penelitian ini diambil secara acak dimana kelas XI IA 1 dijadikan sebagai kelas audiovisual dengan jumlah siswa sebanyak 33 orang dan kelas XI IA 2 dijadikan sebagai kelas charta dengan jumlah siswa sebanyak 34 orang Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimen semuHasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan media audiovisual dengan media charta Nilai rata-rata skor pre-test siswa kelas audiovisual 4545 dengan Standar Deviasi 1076 Nilai rata-rata skor post-test siswa kelas audiovisual 8436 dengan Standar Deviasi 808 Nilai rata-rata skor pre-test siswa kelas charta 4529 dengan Standar Deviasi 965 Nilai rata-rata skor post-test siswa kelas charta 7764 dengan Standar Deviasi 849 Adanya perbedaan hasil belajar tersebut dibuktikan melalui pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t dan taraf kepercayaan 945 005 dimana thitung 3319 ttabe1 16707 yang berarti dalam penelitian ini H0 ditolak sekaligus menerima Ha sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang diajar menggunakan media audiovisual dengan media charta pada sub materi sistem ekskresi manusia di kelas XI IPA SMA Negeri 18 Medan Tahun Pembelajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-siswa-dengan-menggunakan-media-audiovisual-dan-media-charta-pada-sub-materi-sistem-ekskresi-manusia-di-kelas-xi-ipa-sma-negeri-18-medan-tahun-pembelajaran-20132014-32187.htmlMon, 20 Oct 2014 16:27:50 +0700Perbandingan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Snowball Throwing dan Role Playing pada sub materi Sistem Eksresi Manusia di Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sei Bingai TP 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing dan Role Playing pada sub materi sistem ekskresi manusia di kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sei Bingai Kabupaten Langkat tahun pembelajaran 20132014 Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sei Bingai sedangkan sampel yang diambil yaitu total sampling dimana populasi secara keseluruhan dijadikan sebagai sampel penelitian ini kelas XI IPA 1 dan kelas XI IPA 2 yang diambil secara random untuk penentuan model pembelajaran dimana kelas XI IPA 1 diajar dengan Role Playing sedangkan kelas XI IPA 2 diajar dengan Snowball Throwing Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen Instrumen yang digunakan pada penelitian adalah tes objektif 30 soal dari 33 soal yang telah diuji validitasnya Data penelitian ada dua macam yaitu dalam bentuk data kualitatif aktivitas siswa dan data kuantitatif hasil belajar Untuk data aktivitas disajikan dalam bentuk persentase aktivitas secara individu dan secara klasikal yaitu untuk kelas yang diajar dengan Role Playing aktivitas sebesar 8029 sedangkan kelas yang diajar dengan Snowball Throwing sebesar 7149 Untuk data hasil belajar diawali dengan uji normalitas dan homogenitas Dengan data yang sudah telah berdistribusi normal dan homogen maka dilakukan uji statistik dengan uji t pada taraf signifikan 945 005 Rata-rata hasil belajar kelas Snowball Throwing adalah 7620 sedangkan kelas Role Playing adalah 7924 Peningkatan hasil belajar kelas Snowball Throwing 5366 sedangkan Role Playing 5133 Jadi tidak ada perbedaan yang begitu menonjol dalam penggunaan model pembelajaran ini Dari hasil uji t1-12 945 diperoleh thitung ttabel 1458 162 yang berarti Ho diterima sekaligus menolak Ha yang berarti tidak ada perbandingan hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing dan Role Playing pada sub materi sistem ekskresi manusia di kelas XI IPA SMA Negri 1 Sei Bingai Kabupaten Langkat tahun pembelajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/perbandingan-hasil-belajar-siswa-menggunakan-model-pembelajaran-kooperatif-snowball-throwing-dan-role-playing-pada-sub-materi-sistem-eksresi-manusia-di-kelas-xi-ipa-sma-negeri-1-sei-bingai-tp-20132014-32186.htmlMon, 20 Oct 2014 16:20:57 +0700Upaya meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematik siswa SMA melalui pembelajaran berbasis masalahPenelitian ini berfokus pada rendahnya hasil pembelajaran matematika dalam aspek pemecahan masalah komunikasi matematik dan aktivitas siswa dalam belajar matematika yang rendah respon terhadap kegiatan pembelajaran matematika masih rendah serta pembelajaran yang diterapkan selama ini belum tepat Oleh karena itu diperlukan suatu upaya untuk memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan pemecahan masalah dan komunikasi matematis Salah satu upaya adalah menerapkan pembelajaran berbasis masalah Penelitian bertujuan untuk mengetahui 1 Bagaimana peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa setelah pembelajaran berbasis masalah 2 Bagaimana peningkatan komunikasi matematik siswa setelah pembelajaran berbasis masalah 3 Aktivitas aktif siswa pada pembelajaran berbasis masalah 4 Respon siswa terhadap pembelajaran berbasis masalah Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Sibolangit yang berjumlah 33 orang Objek penelitian adalah peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan komunikasi matematik melalui pembelajaran berbasis masalah Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan awal tes kemampuan pemecahan masalah matematik tes kemampuan komunikasi matematik lembar aktivitas siswa lembar observasi siswa dan respon siswa Reliabilitas hasil uji coba reabilitas tes kemampuan pemecahan masalah siklus 1 dan 2 adalah 082 dan reliabilitas kemampuan komunikasi matematik adalah 080 Hasil analisis data rata-rata skor penguasaan materi prasyarat untuk pemecahan masalah matematik adalah 4464 dan rata-rata kemampuan komunikasi matematik 5030 Hasil analisis data pada siklus satu adalah 1 rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematik siswa adalah 6618 2 rata-rata skor kemampuan komunikasi matematik siswa adalah 70 3 siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah matematik sebanyak 18 orang 5454 dan yang memiliki kemampuan komunikasi matematik sebanyak 20 orang 6060 Hasil analisis data pada siklus kedua adalah 1 rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematik siswa adalah 7263 dan rata-rata skor kemampuan komunikasi matematik adalah 7265 2 siswa yang telah memiliki kemampuan pemecahan masalah matematik sebanyak 27 siswa 8182 dan siswa yang telah mampu berkomunikasi matematik sebanyak 27 siswa 8182 3 Aktivitas aktif siswa telah memenuhi waktu persentase ideal yang ditetapkan dalam bab III 4 respon siswa terhadap pembelajaran adalah baik Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan komunikasi matematik siswa dan proses pembelajaran yang dilakukan berlangsung baik dengan meninjau pada hasil observasi kegiatan siswa Berdasarkan kesimpulan ini maka diharapkan temuan penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan komunikasi matematik siswahttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-kemampuan-pemecahan-masalah-dan-komunikasi-matematik-siswa-sma-melalui-pembelajaran-berbasis-masalah-32185.htmlMon, 20 Oct 2014 16:16:05 +0700Penerapan model pembelajaran know want - learn sebagai upaya peningkatan hasil belajar siswa pada sub materi pokok sistem ekskresi pada manusia di kelas xi ipa sma nusantara lubuk pakam tahun pembelajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model K-W-L Know-Want-Learn terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok Sistem Ekskresi Pada Manusia di kelas XI SMA Nusantara Lubuk Pakam Tahun Pembelajaran 2013-2014 Populasi penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas XI sebanyak 40 siswa Teknik pengambilan sample dengan cara Purposive Sampling Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas Classroom Action Research yang menekankan kepada kegiatan atau tindakan dengan mengujicobakan suatu ide ke dalam praktik atau situasi nyata dalam skala makro dan diharapkan kegiatan tersebut mampu memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang berguna untuk mengungkapkan kesulitan yang dialami oleh siswa dan cara mengatasinya sebagai upaya untuk menanggulangi kesulitan yang dialamiBerdasarkan hasil penelitian bahwa pada tes hasil belajar siklus I yang diperoleh nilai rata-rata siswa sebesar 7125 dalam tingkat ketuntasan 725 Kegiatan guru dalam melaksanakan pembelajaran belum optimal dan kegiatan siswa juga belum maksimal Siswa belum terkondisikan dengan baik sehingga masih banyak siswa yang membuat ramai dan kurang memperhatikan penjelasan guru Pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 7475 dengan tingkat ketuntasan 825 hal ini terlihat pada proses pembelajaran kegiatan guru dan siswa sudah mengalami peningkatan guru dan siswa sudah melaksanakan pembelajaran secara maksimal sehingga hasil yang diperoleh juga maksimal Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Know-Want-Learn mengalami peningkatan hasil belajar yang sangat baik sesuai dengan indikator keberhasilanhttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan--model--pembelajaran--know---want---learn-sebagai-upaya-peningkatan-hasil-belajar-siswa-pada-sub-materi-pokok-sistem-ekskresi-pada-manusia-di-kelas-xi-ipa-sma-nusantara-lubuk-pakam-tahun-pembelajaran-20132014-32184.htmlMon, 20 Oct 2014 16:15:56 +0700Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning PBL Berbantu Media Kartu Berpasangan Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Tata Nama SenyawaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah peningkatan hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan dengan model Problem Based Learning PBL berbantu media kartu berpasangan lebih tinggi daripada pembelajaran konvensional pada materi tata nama senyawa bagaimana korelasi sikap kerjasama terhadap peningkatan hasil belajar siswa dan seberapa besar kontribusinya Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X IPA SMAN 7 Medan yang berjumlah 6 kelas sedangkan sampel dalam penelitian ini sebanyak 2 kelas yang diambil secara purposif 1 kelas sebagai kelas eksperimen dan 1 kelas lagi sebagai kelas kontrol Jenis penelitian ini adalah penelitian ekperimental Instrumen tes yang valid sebanyak 20 soal dan dinyatakan reliabel 07866 Berdasarkan hasil uji persyaratan data diketahui bahwa data hasil pretest dan gain pada kelas eksperimen dan kontrol berdistribusi normal dan homogen Sedangkan untuk uji hipotesis dengan taraf signifikan 005 diperoleh thitung 8805 ttabel yakni 921 16671 berarti Ha diterima dan tolak Ho yaitu peningkatan hasil belajar kimia siswa yang menerapkan model Problem Based Learning PBL berbantu media kartu berpasangan lebih tinggi dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional pada materi tata nama senyawa di kelas X IPA SMA Negeri 7 Medan yaitu 8290 6931 Untuk korelasi menunjukan korelasi positif antara sikap kerjasama siswa dalam kelompok dengan peningkatan hasil belajar yaitu r hitung r tabel 07430 0312 dengan koefisien determinasi 5520http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-penerapan-model-problem-based-learning-pbl-berbantu-media-kartu-berpasangan-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-materi-tata-nama-senyawa-32183.htmlMon, 20 Oct 2014 16:09:15 +0700Perbedaan kemampuan pemahaman konsep dan berpikir kritis siswa SMA antara yang diberi pembelajaran berbasis masalah dengan pengajaran langsungTujuan dari penelitian ini untuk mengetahui 1 perbedaan kemampuan pemahaman konsep antara siswa yang diberi model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang diberi model pengajaran langsung 2 perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa antara siswa yang diberi model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang diberi model pengajaran langsung 3 mendeskripsikan kadar aktivitas aktif siswa selama proses pembelajaran berbasis masalah 4 mendeskripsikan proses penyelesaian jawaban yang dibuat siswa dalam menyelesaikan masalah pada model pembelajaran berbasis masalah dan model pengajaran langsungPenelitian ini merupakan penelitian semi eksperimen Populasi penelitian ini adalah adalah siswa kelas X SMA Ahmad Yani Binjai Kemudian secara acak dipilih dua kelas dari tiga kelas Kelas eksperimen diberi perlakuan pembelajaran berbasis masalah dan kelas kontrol diberi perlakuan model pengajaran langsung Instrumen yang digunakan terdiri dari tes kemampuan pemahaman konsep matematika tes kemampuan berpikir kritis siswa dan lembar observasi Instrumen tersebut dinyatakan telah memenuhi syarat validitas isi serta koefisien reliabilitas sebesar 042 dan 041 berturut-turut untuk kemampuan kemampuan pemahaman konsep matematika dan tes berpikir kritis Analisis data dilakukan dengan analisis kovarians anakova Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 Terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep antara siswa yang diberi model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang diberi model pengajaran langsung 2 Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang diberi model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang diberi model pengajaran langsung Secara deskriptif juga dikaji jawaban dari rumusan masalah yaitu 1 secara klasikal tingkat kemampuan pemahaman konsep pada kelas kontrol hanya sebesar 0 sedangkan pada kelas eksperimen sebesar 9118 2 secara klasikal tingkat kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas kontrol hanya sebesar 0 sedangkan pada kelas eksperimen sebesar 1765 3 kadar aktivitas aktif siswa telah memenuhi waktu persentase ideal yang ditetapkan dalam bab III 4 Proses penyelesaian jawaban siswa yang pembelajarannya dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik dibandingkan dengan siswa yang pembelajarannya dengan menggunakan model pengajaran langsunghttp://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-kemampuan-pemahaman-konsep-dan-berpikir-kritis-siswa-sma-antara-yang-diberi-pembelajaran-berbasis-masalah-dengan-pengajaran-langsung-32182.htmlMon, 20 Oct 2014 16:07:23 +0700Pengaruh Penerapan Kombinasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Students Team Achiviements Divisioan dengan Number Head Together terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Pokok KoloidPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan penerapan kombinasi model pembelajaran kooperatif tipe STAD Students TeamsAchivments Division dengan NHT Number Head TogetherPada Materi PokokKoloid Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA MAN 2 Model yang terdiri dari 6 kelas Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik purposive sampling Kelas eksperimen I diberi perlakuan kombinasi model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan NHT sedangkan kelas eksperimen II diberi perlakuan model pembelajaranKooperatif Tipe STAD Hasil belajar siswa dihitung dari rata-rata nilai Post-Test siswa pada kelas eksperimen I sebesar 7786 sedangkan hasil belajar siswa kelas eksperimen II sebesar 6861 Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji-t pihak kanan dengan kriteria thitung ttabeldan diperoleh thitung 376 sedangkan ttabel 168 untuk 945 005 dan db 37 Dengan demikian thitung ttabel maka Ha diterima yaknihasil belajar siswa yang diajar dengan kombinasi model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan NHT lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STADhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-penerapan-kombinasi-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-students-team-achiviements-divisioan-dengan-number-head-together-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-materi-pokok-koloid-32181.htmlMon, 20 Oct 2014 16:02:44 +0700Pengembangan model pembelajaran berbasis masalah melalui integrasi media internet pada kimia larutan untuk meningkatkan hasil belajar dan karakter siswa SMAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 Perbedaan hasil belajar kimia antara siswa yang dibelajarkan dengan model Problem Based Learning PBL terintegrasi media internet dan Direct Instruction DI terintegrasi media Internet serta pembelajaran Direct Instruction DI 2 Perbedaan nilai karakter toleransi komunikatif percayadiri menghargai prestasi dan demokratis yang terkembang antara siswa yang dibelajarkan dengan model PBL terintegrasi media Internet dan model pembelajaran DI terintegrasi media Internet serta model pembelajaran DI 3Terdapat interaksi antara karakter toleransi komunikatif percayadiri menghargai prestasi dan demokratis yang terkembang dengan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model PBL terintegrasi media Internet dan model pembelajaran DI terintegrasi media Internet serta model pembelajaran DI 4 Ranah kognitif apa yang terkembang pada siswa yang dibelajarkan dengan model PBL terintegrasi media Internet dan model pembelajaran DI terintegrasi media Internet serta model pembelajaran DI Sampel dalam penelitian ini terdiri dari tiga kelas eksperimen Sebelum dilakukan perlakuan terlebih dahulu dilakukan pretes yang telah di validasi oleh tim ahli Hasil belajar siswa diukur dengan instrument tes hasil belajar menggunakan gain ternormalisasi sedangkan untuk karakter digunakan angket dan observasi Teknik analisis yang digunakan Anacova pada tariff signifikan 945 00 Hipotesis diuji dengan menggunakan general linear model univariate Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa yang mendapat pembelajaran dengan model PBL terintegrasi internet dan DI terintegrasi internet serta model DI 2 Terdapat perbedaan nilai karakter toleransi komunikatif percaya diri menghargai prestasi dan demokratis yang terkembang antara siswa yang dibelajarkan dengan model PBL terintegrasi internet dan DI terintegrasi internet serta model DIhttp://digilib.unimed.ac.id/pengembangan-model-pembelajaran-berbasis-masalah-melalui-integrasi-media-internet-pada-kimia-larutan-untuk-meningkatkan-hasil-belajar-dan-karakter-siswa-sma-32180.htmlMon, 20 Oct 2014 15:57:26 +0700Penerapan Model Pembelajaran Problem Based LearningDenganPendekatan Konstruktivisme Menggunakan Median Animasi Flash dan TTS Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Sistem Koloid Dikelas XI SMAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar kimia siswa menggunakan model Problem Based Learning PBL dengan pendekatan konstruktivisme menggunakan media Flash lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan media Teka-Teki Silang TTS pada materi pokok Sistem koloid Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Swasta Panca Budi Medan yang terdiri dari 4 kelas Sampel penelitian diambil secara acak Random sampling sebanyak 2 kelas dimana kelas eksperimen I diajarkan dengan model PBL dengan pendekatan konstruktivisme menggunakan media flash dan kelas eksperimen II diajarkan dengan model PBL dengan pendekatan konstruktivisme menggunakan media TTS Data hasil belajar siswa sebagai aspek kognitifdiperoleh melalui tes obyektif Teknik analisis data yang digunakan adalah uji-tpihak kananDari hasil pengolahan data penelitian dengan thitung33436 ttabel16697 dengan tarif signifikansi 5 sebagai hipotesis alterntif diterima Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada pembelajaran kimia yang diajar dengan model PBL dengan pendekatan konstruktivisme menggunakan media flash lebih tinggi dibandingkan hasil belajar siswa pada pembelajaran kimia yang dijar dengan model PBL dengan pendekatan konstruktivisme menggunakan media TTS pada materi pokok Sistem KoloidPeningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen I yang diajarkan dengan media flash sebesar 8584 sedangkan peningkatan hasil belajar kelas eksperimen II yang diajar dengan medi TTS sebesar 7724http://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-problem-based-learningdenganpendekatan-konstruktivisme-menggunakan-median-animasi-flash-dan-tts-terhadap-hasil-belajar-siswa-pada-materi-pokok-sistem-koloid-dikelas-xi-sma-32179.htmlMon, 20 Oct 2014 15:56:38 +0700Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together NHT Dengan Media Windows Movie Maker Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Larutan Elektrolit Kelas X SMA Negeri 1 BukitPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar kimia siswa yang menggunakan pembelajaran model kooperatif tipe penomoran kepala bersama NHT dengan media windows movie maker lebih tinggi dari pada hasil belajar siswa yang menggunakan metode konvensional dengan media windows movie maker Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X SMA Negeri 1 Bukit yang terdiri dari 7 kelas dengan total jumlah siswa 268 orang Sampel yang digunakan pada penelitian ini diambil dengan teknik random sampling sebanyak 2 kelas yakni satu kelas sebagai kelas eksperimen I dan satu kelas sebagai kelas eksperimen II Masing masing kelas terdiri atas 40 orang siswa Siswa pada kelas eksperimen I diberi pengajaran menggunakan model kooperatif tipe NHT dengan media windows movie maker Sedangkan siswa pada kelas eksperimen II diberi pengajaran dengan metode konvensional dengan media windows movie makerHasil pengolahan data menunjukkan siswa pada kelas ekperimen I memiliki rata-rata nilai pre-test 3265 dan post-tes 7962 dengan rata-rata gain sebesar 069 Sedangkan siswa pada kelas eksperimen II memiliki rata-rata nilai pre-tes3087 dan post-tes 7655 dengan rata-rata gain sebesar 065 Sedangkan persentase peningkatan hasil belajar kelas eksperimen I 69 dan pada kelas eksperimen II 65 Hal ini menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar sebesar 4 dengan kategori signifikan sedangHasil uji statistik menggunakan uji t pihak kanan menggunakan nilai rata-rata post-tes diperoleh bahwa nilai thitung sebesar 193 sedangkan nilai ttabel sebesar 168 pada taraf signifikan 945 005 sehingga thitungttabel Hal tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar kimia siswa yang menggunakan pembelajaran modelkooperatif tipe NHT dengan media windows movie maker lebih tinggi dari pada hasil belajar kimia siswa yang menggunakan pembelajaran metodekonvensional dengan media windows movie makerhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-numbered-head-together-nht-dengan-media-windows-movie-maker-terhadap--hasil-belajar-siswa-pada-pokok-bahasan-larutan-elektrolit-kelas-x-sma-negeri-1-bukit-32178.htmlMon, 20 Oct 2014 15:52:33 +0700Pengaruh Penggunaan Strategi Pembelajaran Genius Learning Dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Kimia Berpikir Kritis dan Kerjasama Siswa SMA Pada Pokok Bahasan Reaksi RedoksPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kimia berpikir kritis dan kerjasama siswa yang dibelajarkan menggunakan strategi pembelajaran Genius Learning dengan model pembelajaran PBL problem based learning pada pokok bahasan reaksi redoks Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Advent Air Bersih Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan sampel jenuh sampel total dimana sampel diambil dari semua kelas Total keseluruhan terdapat 2 kelas kelas pertama sebagai Kelas eksperimen 1 yang diajarkan dengan menggunakan Genius Learning Strategi dengan model pembelajaran PBL sedangkan kelas kedua sebagai kelas eksperimen 2 diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran PBL Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua ranah yaitu kognitif dan afektif Untuk mengukur kemampuan siswa digunakan Instrumen tes hasil belajar yang disusun dalam bentuk objective test dengan jumlah soal sebanyak 20 soal yang telah dianalisis dan dinyatakan memenuhi syarat uji validitas isi Sedangkan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis dan sikap kerjasama siswa digunakan lembar observasi penilaian sikap Sebagai prasyarat uji hipotesis data hasil belajar kemampuan berpikir kritis dan kerjasama siswa kedua kelompok sampel diuji normalitas dan homogenitasnya dan diperoleh data kedua kelompok sampel yang berdistribusi normal dan homogen Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t-test uji dua pihak Untuk uji hipotesis hasil belajar siswa thitung 230 uji hipotesis kemampuan berpikir kritis siswa thitung 223 dan uji hipotesis sikap kerjasama thitung 333 dimana ttabel 1979 untuk 945 005 dan dk 58 Dengan demikian thitung 1979 maka uji hipotesis hasil belajar kemampuan berpikir kritis dan kerjasama siswa terima Ha dan tolak Ho Sehingga ditarik kesimpulan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kemampuan berpikir kritis dan kerjasama siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan strategi pembelajaran genius learning dengan model pembelajaran PBLhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-penggunaan-strategi-pembelajaran-genius-learning-dengan-model-pembelajaran-problem-based-learning-terhadap-hasil-belajar-kimia-berpikir-kritis-dan-kerjasama-siswa-sma-pada-pokok-bahasan-reaksi-redoks-32177.htmlMon, 20 Oct 2014 15:46:36 +0700Penerapan Kolaborasi Model Pembelajaran Practice-Rehearsal Pairs dengan Means-Ends Analysis Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Kelas XI-IPS MAN 1 Stabat Tahun Pembelajaran 20132014Permasalahan pada penelitian ini adalah rendahnya aktivitas dan hasil belajar akuntansi siswa dalam proses pembelajaran Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar akuntansi siswa kelas XI-IPS MAN 1 Stabat Tahun Pembelajaran 20132014 dengan Penerapan Kolaborasi Model Pembelajaran Practice-Rehearsal Pairs dengan Means-Ends Analysis Penelitian dilaksanakan di MAN 1 Stabat Tahun Pembelajaran 20132014 dengan subjek siswa kelas XI IPS yang berjumlah 25 orang Penelitian ini berbentuk Penelitian Tindakan Kelas PTK yang dilaksanakan dalam dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan tindakan observasi dan refleksi Dalam pengumpulan data teknik yang digunakan adalah tes untuk mengukur hasil belajar dan observasi untuk mengukur aktivitas belajar siswa Sedangkan untuk analisis data menggunakan data kualitatif dan data kuantitatif Dari hasil observasi aktivitas siswa terjadi peningkatan aktivitas siswa pada siklus I ke siklus II Pada siklus I diperoleh 40 atau 10 orang untuk aktif dan sangat aktif Sedangkan pada siklus II diperoleh 76 atau 19 orang untuk kriteria aktif dan sangat aktif Sehingga aktivitas belajar meningkat dari siklus I ke siklus II sebesar 36 Selanjutnya tes yang dilaksanakan pada siklus I terdapat 18 orang dari 25 orang siswa yang mendapat nilai 75 atau sebesar 72 dan 7 orang mendapat nilai 75 atau sebesar 28 dengan nilai rata-rata 77 Pada siklus II yang memperoleh nilai 75 sebanyak 23 siswa 92 dan siswa yang memperoleh 75 sebanyak 2 orang 8 dengan nilai rata-rata sebesar 83 Jadi peningkatan nilai rata-rata dari siklus I ke siklus II sebesar 20 Pengujian signifikan hasil belajar siswa dilakukan dengan menggunakan uji t berpasangan dengan dk n -1 pada 005 dan N 25 Dari data perhitungan diperoleh t hitung 1056 dan t tabel 206 hasil pengujian menunjukkan t hitung t tabel yaitu 1056 20369 Dengan kata lain perbandingan hasil belajar siswa signifikanDapat disimpulkan bahwa Penerapan kolaborasi Model Pembelajaran Practice-Rehearsal Pairs dengan Means-Ends Analysis di kelas XI-IPS MAN 1 Stabat Tahun pembelajaran 20132014 dapat meningkatan aktivitas dan hasil belajar akuntansi siswahttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-kolaborasi-model-pembelajaran-practicerehearsal-pairs-dengan-meansends-analysis-untuk-meningkatkan-aktivitas-dan-hasil-belajar-kelas-xiips-man-1-stabat-tahun-pembelajaran-20132014-32176.htmlMon, 20 Oct 2014 14:55:29 +0700Penerapan Kolaborasi Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining Dengan Concept Mapping Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Tahun Pembelajaran 20132014Permasalahan penelitian adalah rendahnya aktivitas dan hasil belajar akuntansi siswa dalam proses pembelajaran Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa dengan menerapkan kolaborasi model pembelajaran Student Facilitator and Explaining Dengan Concept Mapping akan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar akuntansi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Lumbanjulu Tahun Pembelajaran 20132014Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Lumbanjulu Tahun Pembelajaran 20132014 dengan subjek siswa kelas XI IPS yang berjumlah 32 orang Penelitian ini berbentuk penelitian tindakan kelas PTK yang dilaksanakan dalam dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi Dalam pengumpulan data teknik yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas belajar siswa dan tes hasil belajar siswa Sedangkan untuk analisa data dilakukan dalam beberapa tahap yaitu kuantitatif dan kualitatifData hasil observasi terhadap aktivitas siswa menunjukkan adanya peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II Pada siklus I diperoleh 2 siswa kategori aktif dan sangat aktif yaitu 625 Sedangkan pada siklus II diperoleh 25 siswa kategori aktif dan sangat aktif yaitu 7812 berarti peningkatan 7187 Selanjutnya dari data nilai hasil belajar siswa pada siklus I jumlah siswa yang tuntas belajar 4375 atau 14 siswa dengan rata-rata nilai 7093 sedangkan pada siklus II jumlah siswa yang tuntas 875 atau 28 siswa dengan rata-rata hasil belajar 8218 Jika ketuntasan hasil belajar siklus I dibandingkan dengan siklus II maka diperoleh peningkatan sebesar 4375 Sebagai indikator ketuntasan belajar klasikal ditetapkan 85 siswa memperoleh nilai 70Untuk menguji signifikansi peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I dan siklus II digunakan rumus uji-t untukdan dk 321 31 diperoleh thitung sebesar 740 ttabel sebesar 2039 Dengan membandingkan thitung dan ttabel diperoleh thitungttabel yaitu 7402039 sehingga hasil belajar akuntansi pada siklus I dan siklus II adalah signifikanDapat disimpulkan bahwa penerapan kolaborasi model pembelajaran Student Facilitator and Explaining dengan Concept Mapping dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar akuntansi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Lumbanjulu Tinggi Tahun Pembelajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/penerapan-kolaborasi-model-pembelajaran-student-facilitator-and-explaining-dengan-concept-mapping-untuk-meningkatkan-aktivitas-dan-hasil-belajar-akuntansi-siswa-kelas-xi-ips-sma-negeri-1-tahun-pembelajaran-20132014-32175.htmlMon, 20 Oct 2014 14:51:33 +0700