UNIMED Digital Repository feedhttp://digilib.unimed.ac.idUNIMED Digital Repository | Digital Library , Theses, Journal Article, Publication, Research, Heritage, Paper, Multimedia , Literature, DocumentidCopyright (C) 2012-2014 UNIMED Digital RepositoryJURNAL PENDIDIKAN TEKNOLOGI KEJURUAN Vol 15 No 2 April 2014Pada Jurnal Pendidikan Teknologi Kejuruan Volume 15 No 1 Tahun 2014 ini terhimpun sepuluh tulisan yang berasal dari penelitian dosen atau dosen dan mahasiswanya dengan pendekatan penelitian yang berbeda-beda Ada dua tulisan yang merupakan hasil penelitian dengan pendekatan penelitian tindakan kelas ada empat menggunakan pendekatan korelasional ada dua yang menggunakan pendekatan evaluasi dan dua menggunakan pendekatan eksperimenhttp://digilib.unimed.ac.id/jurnal-pendidikan-teknologi-kejuruan-vol-15-no-2-april-2014-31333.htmlThu, 17 Jul 2014 09:13:21 +0700SIMULASI DAN ANALISIS ALIRAN DAYA PADA SISTEM TENAGA LISTRIK MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK ELECTRICAL TRANSIENT ANALYSER PROGRAM ETAP VERSI 40Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja performance sistem tenaga listrik yaitu aliran daya aktif maupun reaktif serta profil tegangan setiap bus dalam sistem Simulasi aliran daya dilakukan menggunakan perangkat lunak Electrical Transient Analyser Program ETAP versi 40Penelitian ini dilaksanakan di Jurusan Pendidikan Teknik Elektro dengan objek penelitian adalah Sistem Tenaga Listrik di Sumatera Utara dan Aceh yang memiliki 107 bus dan terdiri dari 1 bus referensi Swing Bus 12 bus generator Voltage Regulator Bus dan sisanya yaitu 94 bus adalah bus beban Load Bus Perhitungan aliran daya menggunakan metode Newton-RaphsonHasil penelitian menunjukan bahwa aliran daya aktif terbesar mengalir dari bus Tebing Tinggi ke bus Sei Rotan sebesar 13304 3152 MW dan aliran daya reaktif terbesar mengalir dari bus Belawan SwingReference bus ke bus Sei Rotan sebesar 6680 257 MVAR Total aliran daya aktif dan reaktif dalam sistem adalah 422019 MW dan 25993 MVAR Sedangkan untuk profil tegangan bus penurunan tegangan Voltage drop tertinggi terjadi pada bus 55 bus beban Aek Knopan sebesar 3035 19393 KV dari tegangan normal 20 KV dan sebesar 149773 KV 0151 untuk sistem 150 KVhttp://digilib.unimed.ac.id/simulasi-dan-analisis-aliran-daya-pada-sistem-tenaga-listrik-menggunakan-perangkat-lunak-electrical-transient-analyser-program-etap-versi-40-31332.htmlThu, 17 Jul 2014 08:52:10 +0700PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN DASAR-DASAR GAMBAR TEKNIK ANTARA PEMBELAJARAN RECIPROCAL DENGAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADA SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN TEKNIKONSTRUKSI BATU DAN BETON SMK NEGERI 2 BINJAIGambar teknik adalah sebagai alat komunikasi yang mengandung maksud tertentu perintah-perintah atau informasi dari pembuat gambar perencana untuk disampaikan kepada pelaksana atau pekerja di lapangan dan bentuk gambar kerja dilengkapi dengan keterangan-keterangan berupa kode simbol yang mempunyai satu arti satu maksud dan satu tujuan Pada mata pelajaran Dasar-Dasar Gambar Teknik Program Keahlian Konstruksi Batu dan Beton terdapat materi tentang Menggambar bentuk bidang yang meliputi gambar segitiga segi empat segi lima segi enam lingkaran elips parabola dan menggambar bentuk tiga dimensi yang meliputi gambar kubus balok silinder bola Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar mata pelajaran dasar-dasar gambar teknik antara pembelajaran reciprocal dengan pembelajaran konvensional Yang menjadi subjek penelitian adalah siswa SMK Neg 2 Binjai Program Keahlian Teknik Konstruksi Batu dan Beton TKBB yang terdiri dari kelas X TKBB 1 32 orang dan kelas X TKBB 2 32 orang Dalam penelitian ini kelas XTKBB 1 sebagai kelompok eksperimen dan kelas X TKBB 2 sebagai kelompok kontrol Data untuk ubahan hasil belajar Dasar-Dasar Gambar Teknik diperoleh melalui tes Di mana instrumen yang dipakai sudah melalui uji coba instrumen Dari uji coba diperoleh instrumen yang valid 25 butir dan tingkat keberartian tes sangat tinggi 12310 r12311_110701 Untuk uji-t diperoleh t_hit 485 t_tab2001 pada taraf signifikansi 5 dengan dk 62Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hasil belajar yang signifikan antara pembelajaran reciprocal dengan pembelajaran konvensional mata pelajaran Dasar-Dasar Gambar Teknik pada siswa Kelas X SMK Negeri 2 Binjai Program Keahlian Teknik Konstruksi Batu dan Beton Tahun Pelajaran 20122013 Hasil tersebut dapat sebagai informasi bagi guru dalam menyusun strategi yang tepat guna memilih metode yang digunakan sewaktu proses pembelajaranhttp://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-mata-pelajaran-dasardasar-gambar-teknik-antara-pembelajaran-reciprocal-dengan-pembelajaran-konvensional-pada-siswa-kelas-x-program-keahlian-teknikonstruksi-batu-dan-beton-smk-negeri-2-binjai-31331.htmlThu, 17 Jul 2014 08:46:40 +0700PERBEDAAN PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN PROBLEM POSING TIPE PRE SOLUTION POSING DAN EKSPOSITORI TERHADAP HASIL BELAJAR MENGUASAI HASIL PENGUKURAN SISWA KELAS X TEKNIK PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SMK NEGERI 2 SIATAS BARITAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat Perbedaan Hasil Belajar Menguasai Hasil Pengukuran Antara Siswa Yang Diajarkan Dengan strategi pembelajaran problem posing tipe pre solution posing Dengan Siswa Yang Diajarkan Dengan strategi Pembelajaran Ekspositori pada Siswa Kelas X Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik SMK Negeri 2 Siatas Barita TA 20132014Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental yang mana dalam pelaksanaannya sengaja diberikan perlakuan treatment kepada kelompok eksperimen Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Negeri 2 Siatas Barita yang mengikuti kompetensi Menguasai Hasil Pengukuran yang terdiri dari 2 kelas Sampel dalam penelitian ini diambil seluruh sampel atau secara total sampling yaitu kelas eksperimen kelas yang menerapkan strategi pembelajaran problem posing tipe pre solution posing adalah kelas X TPL-1 yang berjumlah 30 siswa serta kelas X TPL-2 menjadi kelas kontrol kelas yang menerapkan model pembelajaran Ekspositori yang berjumlah 30 siswa Jadi total subjek yang akan diteliti adalah sebanyak 60 siswaBerdasarkan hasil analisis data diperoleh terdapat perbedaan hasil belajar Menguasai Hasil Pengukuran antara strategi Pembelajaran problem Posing tipe pre solution posing dengan strategi pembelajaran ekspositori dimana hasil belajar Menguasai hasil pengukuran untuk kelas yang menerapkan strategi Pembelajaran problem Posing tipe pre solution posing lebih tinggi dari hasil belajar Menguasai hasil pengukuran untuk kelas yang menerapkan pembelajaran Ekspositori Nilai rata-rata pada kelompok eksperimen sebesar 2493 dan rata-rata pada kelas kelompok ekspositori sebesar 2320 Untuk menguji normalitas data digunakan uji lilliefors pada taraf kepercayaan 945 sebesar 005 Uji normalitas instrumen Menguasai Hasil Pengukuran dengan strategi Pembelajaran problem Posing tipe pre solution posing diperoleh Thitung sebesar 01078 dan Ttabel sebesar 01610 karena Thitung Ttabel atau 01078 01610 maka data instrumen pada kelas eksperimen pada kategori normal uji normalitas instrument Menguasa hasil pengukuran dengan stategi pembelajaran ekspositori diperoleh Thitung sebesar 01065 dan Ttabel 01610 karena Thitung Ttabel atau 01065 01610 maka data instrumen pada kelas kontrol pada kategori normal Uji homogenitas instrument hasil belajar menguasai hasil pengukuran diperoleh Xhitung sebesar 0575 dan Xtabel 384 karena Xhitung Xtabel atau 0575 384 maka seluruh varians adalah homogen sehingga dapat disimpulkan seluruh data varians hasil penelitian homogenDengan hasil analisis uji beda yang memakai Uji-t dengan taraf signifikansi 5 menunjukkan bahwa terdapat Perbedaan Antara strategi Pembelajaran problem Posing tipe pre solution posing Dengan Pembelajaran Ekspositori Terhadap Hasil Belajar Menguasai hasil pengukuran Pada Siswa Kelas X SMK Negeri 2 Siatas barita Tahun Pelajaran 20132014 Hal ini terlihat dari nilai thitung 249 yang lebih besar dari ttabel yaitu 1674http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-pengaruh-strategi-pembelajaran-problem-posing-tipe-pre-solution-posing-dan-ekspositori-terhadap-hasil-belajar-menguasai-hasil-pengukuran-siswa-kelas-x-teknik-pemanfaatan-tenaga-listrik-smk-negeri-2-siatas-barita-31330.htmlThu, 17 Jul 2014 08:33:20 +0700PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNINGPBL TERHADAP HASIL BELAJAR MERAKIT PERSONAL COMPUTERPC PADA SISWA KELAS X TEKNIK KOMPUTER JARINGAN DI SMK NEGERI 1 TANJUNG PURAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar Merakit Personal Computer PC pada pokok bahasan Merencanakan kebutuhan dan Spesifikasi Personal Computer PC yang diajar dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Problem Based Learning PBL siswa kelas X Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 1Tanjung Pura tahun ajaran 20132014Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 1 Tanjung Pura tahun ajaran 20132014 Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas X TKJ yang berjumlah 74 orang Teknik pengambilan sampel digunakan dengan cara teknik random dimana yang terpilih sebagai kelas eksperimen kelas yang menggunakan Strategi Pembelajaran Problem Based Learning PBL adalah kelas X TKJ 1 yang berjumlah 37 siswa sedangkan yang terpilih sebagai kelas kontrol kelas yang menggunakan Strategi Pembelajaran Ekspositori adalah kelas X TKJ 2 yang juga berjumlah 37 siswa Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian eksperimen Teknik pengumpulan data dijaring dengan menggunakan tes Teknik analisis data yang digunakan adalah validitas test indeks kesukaran soal reliabilitas test pengolahan data dan teknik analisis data Penelitian ini dilakukan selama 3 pertemuan Hasil belajar siswa pada pokok bahasan merencanakan Kebutuhan dan Spesifikasi PC yang diajar dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Strategi Pembelajaran Problem Based Learning PBL memiliki skor rata-rata 24027 sedangkan dengan menggunakan Strategi Ekspositori memiliki skor rata-rata 16648 Secara statistik dengan menggunakan uji-t disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Strategi Pembelajaran Problem Based Learning PBL lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan Strategi Ekspositori pada pokok bahasan Merencanakan kebutuhan dan Spesifikasi PC di kelas X SMK Negeri 1 Tanjung Pura Tahun Ajaran 2013 2014 hal ini dibuktikan dari hasil pengujian hipotesis dimana thitung ttabel yaitu 1377166http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-strategi-pembelajaran-problem-based-learningpbl-terhadap-hasil-belajar-merakit-personal-computerpc-pada-siswa-kelas-x-teknik-komputer-jaringan-di-smk-negeri-1-tanjung-pura-31329.htmlWed, 16 Jul 2014 09:20:35 +0700PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PENGAJARAN KOMPLEKS COMPLEX INTRUCTION DALAM PEMBELAJARAN KOMPETENSI MENGANALISIS RANGKAIAN KEMAGNETANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar menganalisis rangkaian kemagnetan antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe pengajaran kompleks dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran langsung Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X program keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik di SMK Negeri 5 Medan tahun 2013 Populasi penelitian sebanyak tiga kelas dan diambil dua kelas sebagai sampel yaitu kelas X-TITL1 dan X-TITL2 masing-masing sebanyak 27 siswa Metode penelitian adalah eksperimen dengan rancangan Randomized Control Group Posttest Only Design Data penelitian dijaring dengan tes menggunakan instrument berbentuk objektif pilihan ganda lima pilihan jawaban Instrumen tes digunakan setelah melalui ujicoba untuk mengetahui validitasnya dan reliabilitasnya Hasil belajar menganalisis rangkaian kemagnetan siswa yang diajar menggunakan model kooperatif tipe pengajaran kompleks memiliki skor rata-rata 2374 sedangkan siswa yang menggunakan model pembelajaran langsung memiliki skor rata-rata 2070 Secara statistik dengan menggunakan uji-t disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe pengajaran kompleks lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran langsunghttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-pembelajaran-kooperatif-tipe-pengajaran-kompleks-complex-intruction-dalam-pembelajaran-kompetensi-menganalisis-rangkaian-kemagnetan-31328.htmlWed, 16 Jul 2014 09:06:30 +0700PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PENGAJARAN KOMPLEKS COMPLEX INTRUCTION DALAM PEMBELAJARAN KOMPETENSI MENGANALISIS RANGKAIAN KEMAGNETANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar menganalisis rangkaian kemagnetan antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe pengajaran kompleks dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran langsung Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X program keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik di SMK Negeri 5 Medan tahun 2013 Populasi penelitian sebanyak tiga kelas dan diambil dua kelas sebagai sampel yaitu kelas X-TITL1 dan X-TITL2 masing-masing sebanyak 27 siswa Metode penelitian adalah eksperimen dengan rancangan Randomized Control Group Posttest Only Design Data penelitian dijaring dengan tes menggunakan instrument berbentuk objektif pilihan ganda lima pilihan jawaban Instrumen tes digunakan setelah melalui ujicoba untuk mengetahui validitasnya dan reliabilitasnya Hasil belajar menganalisis rangkaian kemagnetan siswa yang diajar menggunakan model kooperatif tipe pengajaran kompleks memiliki skor rata-rata 2374 sedangkan siswa yang menggunakan model pembelajaran langsung memiliki skor rata-rata 2070 Secara statistik dengan menggunakan uji-t disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe pengajaran kompleks lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran langsunghttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-pembelajaran-kooperatif-tipe-pengajaran-kompleks-complex-intruction-dalam-pembelajaran-kompetensi-menganalisis-rangkaian-kemagnetan-31327.htmlWed, 16 Jul 2014 08:58:26 +0700ANALISIS REDUKSI HARMONISA PADA VARIABLE SPEED DRIVE MENGGUNAKAN FILTER LC DENGAN BEBAN MOTOR INDUKSI TIGA FASAMotor induksi tiga fasa digunakan sebagai penggerak utama mesin-mesin di dunia industri Hal ini dikarenakan motor induksi mempunyai beberapa keuntungan Namun yang menjadi pertimbangan penggunaan aplikasi ini adalah sistem pengaturan kecepatannya sangat mempengaruhi efisiensinya Sebagian besar alat yang digunakan sebagai pengatur kecepatan putaran motor induksi tiga fasa adalah Variable Speed Drive VSDdi mana VSD merupakan beban non linear Pemakaian beban non linear akan menghasilkan bentuk gelombang arus dan tegangan sinusoidal yang tidak murni Dari data pengukuran yang dilakukan menggunakan program MATLABSimulink dengan penggunaan sebuah Filter LC yang dihubungkan secara parallel terhadap rangkaian terdapat enam orde harmonisa yang tidak sesuai standar IEC61000-3-2 Kelas D Dari hasil simulasi yang didapat bahwa Filter LC dengan nilai C 10 956F L 029 H dan R 85 937 dapat mengurangi total distorsi harmonisa THD menjadi lebih kecil yaitu THDv berkurang dari 35 menjadi 055 atau tereduksi 295 dan THDi berkurang dari 1029 menjadi 2368 atau tereduksi 7922 Hal ini menunjukkan bahwa Filter LC telah dapat mereduksi arus harmonisa pada Variable Speed Drivehttp://digilib.unimed.ac.id/analisis-reduksi-harmonisa-pada-variable-speed-drive-menggunakan-filter-lc-dengan-beban-motor-induksi-tiga-fasa-31326.htmlWed, 16 Jul 2014 08:52:58 +0700HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN DISIPLIN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PENGETAHUAN DASAR TEKNIK BANGUNAN PDTB PADA SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 1 STABATPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Motivasi Belajar dan Disiplin Belajar Terhadap Hasil Belajar Pengetahuan Dasar Teknik Bangunan Pada Siswa Kelas X Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 1 Stabat Tahun Pelajaran 20122013 dengan jumlah responden 26 orang Data penelitian variabel motivasi belajar X1 dan disiplin belajar X2 dijaring dengan angket Hasil belajar pengetahuan dasar teknik bangunan Y dijaring menggunakan tes Berdasarkan uji coba instrumen didapat hasil 1 variabel motivasi belajar X1 32 valid reabilitas sangat tinggi sebesar 0851 pada taraf signifikansi 5 2 variabel disiplin belajar X2 31 valid reabilitas sangat tinggi sebesar 0838 pada taraf signifikansi 5 3 variabel hasil belajar pengetahuan dasar teknik bangunan Y 39 soal yang valid reliabilitas sangat tinggi sebesar 0935 pada taraf signifikansi 5 Indeks kesukaran tes hasil belajar PDTB yaitu 36 soal kategori sedang dan 3 soal kategori mudah Daya pembeda butir soal hasil belajar PDTB terdapat 1 kategori jelek 8 soal kategori cukup 29 kategori baik dan 1 kategori baik sekali Uji normalitas dengan chi kuadrat masing-masing variabel penelitian didapat hasil sebagai berikut 1 variabel motivasi belajar X1 yaitu hitung 6870 tabel 11070 berdistribusi normal pada taraf signifikansi 5 2 disiplin belajar X2 yaitu hitung 7290 tabel 11070 berdistribusi normal pada taraf signifikansi 5 3 variabel hasil belajar pengetahuan dasar teknik bangunan Y yaitu hitung 8518 tabel 11070 berdistribusi normal pada taraf signfikansi 5Hasil uji masing-masing variabel penelitian didapat hasil 1 persamaan regresi sederhana Y atas X1 yaitu 374 9066 0185X1 uji coba kelinieran persamaan regresi Y atas X1 yaitu Fhitung 1337 Ftabel 3365 mempunyai hubungan yang linier dan berarti pada taraf signifikansi 5 2 persamaan regresi sederhana Y atas X2 yaitu 374 6346 0212X2 uji coba kelinieran persamaan regresi Y atas X2 yaitu Fhitung 1829 Ftabel 320 mempunyai hubungan yang linier dan berarti pada taraf signifikansi 5Hasil analisis korelasi antar variabel didapat hasil 1 variabel motivasi belajar X1 dengan hasil belajar pengetahuan dasar teknik bangunan Y yaitu rhitung 0466 rtabel 0388 menunjukkan korelasi positif dan berarti pada taraf signifikansi 5 2 disiplin belajar X2 dengan hasil belajar pengetahuan dasar teknik bangunan Y yaitu rhitung 0477 rtabel 0388 menunjukkan korelasi positif dan berarti pada taraf signifikansi 5Korelasi ganda antara X1 dan X2 terhadap Y menunjukkan korelasi yang positif dan berarti dengan r 0525 dan R2 0267 yang berarti 267 mata pelajaran Pengetahuan Dasar Teknik Bangunan dapat dijelaskan secara bersama-sama oleh motivasi belajar dan disiplin belajar dan sisanya dijelaskan oleh variabel lainnyahttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-antara-motivasi-belajar-dan-disiplin-belajar-terhadap-hasil-belajar-pengetahuan-dasar-teknik-bangunan-pdtb-pada-siswa-kelas-x-program-keahlian-teknik-gambar-bangunan-smk-negeri-1-stabat-31325.htmlWed, 16 Jul 2014 08:43:41 +0700EFEKTIVITAS PENGGUNAAN JOB SHEET PADA PEMBELAJARAN PRAKTIK JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF FT UNMPenelitian ini bertujuan untuk 1 untuk mengetahui efektifitas penggunaan Job sheet pada pembelajaran praktik 2 untuk mengetahui persepsi mahasiswa tentang kondisi daya tarik Job sheet materi Job sheet gambar Job sheet dan 3 untuk mengetahui pendapat mahasiswa tentang manfaat dan kegunaan Job sheetPenelitian ini melibatkan 86 orang mahasiswa Data dikumpulkan menggunakan dokumentasi dan angket Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan statistik dekriptifHasil penelitian ditemukan sebagai berikut efektifitas penggunaan Job sheet pada pembelajaran praktik termasuk kurang dari 5 lima indikator hanya 1 kategori bernilai tinggi yaitu mengenai pengertian Job sheet Sedangkan empat indikator lainya berkategori rendah mengenai tampilan Job sheet materi Job sheet gambar Job sheet manfaat dan kegunaan Job sheet 1 pengetahuan mahasiswa tentang isi materi Job sheet komponen Job sheet menentukan Job sheet yang lengkap evaluasi dan perlunya daftar peralatan yang digunakan praktik termasuk tinggi 2 kondisi atau tampilan Job sheet termasuk kategori sedang disebabkan Job sheet sulit dimengerti tidak menarik dan kurang enak dipandang 3 persepsi mahasiswa tentang materi Job sheet termasuk rendah dilihat dari tujuan job kurang jelas keselamatan kerja kurang lengkap meskipun langkah kerja dan gambar kerja lengkap 4 penilaian mahasiswa tentang gambar Job sheet termasuk rendah hal ini disebabkan oleh gambar kurang jelas kurang enak dipandang dan kurang menarik dan 5 pendapat mahasiswa tentang manfaat dan penggunaan Job sheet termasuk kategori rendah dilihat dari kegunaan sebagai penuntun mempercepat dan menghemat waktu membantu penjelasan dosen kontribusi Job sheet terhadap kualitas pekerjaan termasuk kategori rendahhttp://digilib.unimed.ac.id/efektivitas-penggunaan-job-sheet-pada-pembelajaran-praktik-jurusan-pendidikan-teknik-otomotif-ft-unm-31324.htmlWed, 16 Jul 2014 08:29:30 +0700PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENJAHIT LUBANG KANCING PASPOILLE PADA SISWA KELAS XI TATA BUSANA SMK NEGERI LAGUBOTIPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran explicit instruction pada mata pelajaran menjahit lubang kancing passpoile Subjek penelitian ini adalah siswa 28 orang kelas XI Tata Busana 1 SMK Negeri 1 Laguboti Pelaksanaan penelitian ini terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi dimana terdiri dari dua kali pertemuan Dalam penelitian ini alat yang digunakan untuk mengumpul data adalah 1 tes 2 lembar pengamatan 3 observasiMetode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang meliputi sebagai berikut 1 Pertemuan awal oleh peneliti dengan guru mata pelajaran untuk merencanakan tugas teknik pelaksanaan tindakan serta menyusun instrumen yang akan digunakan 2 Menyusun rencana pelaksanaan kegiatan yang telah disepakati 3 Proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Explicit Instruction 3 Pengamatan dilakukan oleh 5 observer dengan menilai observasi guru dan hasil praktek siswa dengan lembar pengamatan 4 Merefleksikan pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran explicit instructionHasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasi lpengetahuan awal siswa pre test dengan nilai rata-rata 5982 siswa yang memperoleh nilai tuntas 2143 dan dari data dokumentasi guru bahwa nilai siswa menjahit lubang kancing pass poile belum tuntas yaitu dari 32 siswa yang tuntas hanya 12 orang atau 37 sebelum di terapkan model pembelajaran explicit instruction kemudian dilakukan pengamatan pada hasil belajar praktek siswa menjahit lubang kancing passpoile dengan penerapan model pembelajaran explicit instruction diperoleh rata-rata 8335 siswa yang memperoleh nilai tuntas 9643 dan hasil nilai post testsiswa rata-rata 8642 siswa yang memperoleh nilai tuntas 100 Hasil observasi aktivitas guru mencapai rata-rata 9428 Sesuai dengan KKM yang sudah ditentukan bahwa kelas dinyatakan tuntas jika lebih dari 70 dari jumlah siswa maka pada penelitian ini siklus I sudah tercapai dengan ketuntasan belajar secara klasikal Dari hasil yang dilakukan mulai dari pretest dan post test dapat dilihat adanya peningkatan serta hasil belajar menjahit lubang kancing passpoileBerdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran explicit instruction dapat meningkatkan hasil belajar menjahit lubang kancing passpoile pada siswa kelas XI Tata Busana SMK Negeri 1 Lagubotihttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-explicit-instruction-untuk-meningkatkan-hasil-belajar-menjahit-lubang-kancing-paspoille-pada-siswa-kelas-xi-tata-busana-smk-negeri-laguboti-31323.htmlWed, 16 Jul 2014 08:23:17 +0700FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi berprestasi disiplin belajar dan konsep diri dengan pretasi belajar rangkaian listrik mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Elektro di Universitas Negeri Medan Metode penelitian ini adalah metode survey yang sifatnya exploratory dengan jumlah responden sebanyak 48 orang yang diambil dengan simple random sampling Hasil penelitian menemukan ada hubungan positif dan berarti antara motivasi berprestasi disiplin belajar dan konsep diri dengan prestasi belajar rangkaian listrik mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Medanhttp://digilib.unimed.ac.id/faktor--faktor-yang-berhubungan-dengan-prestasi-belajar-mahasiswa-31322.htmlWed, 16 Jul 2014 08:14:21 +0700PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KEPUASAN KERJA KEPALA SMK DI MEDANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji pengaruh1 budaya organisasi terhadap kepuasan kerja 2 kepemimpinan terhadap kepuasan kerja dan 3 budaya organisasi dan kepemimpinan secara bersama-sama terhadap kepuasan kerjaPenelitian ini dilakukan pada Sekolah Menegah Kejuruan SMK di Medan dengan melibatkan 105 orang kepala SMK sebagai responden yang diambil secara random dan ditetapkan berdasarkan tabel Isaac dan Michael Data penelitian dijaring dengan menggunakan kuesioner pilihan berganda model skala Likert setelah terlebih dahulu diuji coba yaitu untuk menguji validitas dan reliabilitasnya Untuk menguji hipotesis digunakan analisis regresi namun sebelum data dianalisis terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan analisis yang mencakup uji normalitas dengan Kolmogorov Smirnof Test dan uji kelinieran regresi dengan menggunakan statistik F test Hasil penelitian menunjukkan 1 budaya organisasi berhubungan positif dan signifikan dengan kepuasan kerja 2 kepemimpinan berhubungan positif dan signifikan dengan kepuasan kerja 3 budaya organisasi dan kepemimpinan secara bersama-sama berhubungan positif dan signifikan dengan kepuasan kerja Jika dilihat besar sumbangannya maka budaya organisasi lebih besar perannya dari kepemimpinan untuk mempengaruhi kepuasan kerja kepala SMK di Medanhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-budaya-organisasi-dan-kepemimpinan-terhadap-kepuasan-kerja-kepala-smk-di-medan-31321.htmlTue, 15 Jul 2014 09:52:41 +0700ENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIK DAN KECERDASAN EMOSIONAL MAHASISWA FMIPA PENDIDIKAN MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN IMPROVETujuan penelitian dalam desain Eksperimen semu ini menyelidiki peningkatan atas kemampuan pemecahan masalah matematik siswa kecerdasan Emosional mahasiswa dan Interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan kemampuan awal siswa terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan kecerdasan Emosinal mahasiswa Proses penyelasaian masalah yang dibuat oleh mahasiswa dalam menyelesaikan masalah Penelitian ini dilaksanakan Jurusan Pendidikan Matematika Medan Penelitian ini merupakan suatu studi eksperimen dengan desain penelitian pre-test-post-test control group designpopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semesters 1 satu dengan mengambil sampel dua kelas kelas eksperimen dan kelas kontrol melalui teknik random sampling Data diperoleh melalui tes KAM tes kemampuan pemecahan masalah matematik angket kecerdasan emosional Data dianalisis dengan uji ANAVA dua jalur Sebelum digunakan uji ANAVA dua jalur terlebih dahulu dilakukan uji homogenitas dalam penelitian dan normalitas dalam penelitian ini dengan taraf signifikan 5 Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata peningkatan tes kemampuan pemecahan masalah kelas eksperimen adalah 048 dan kelas kontrol adalah 038 dengan nilai sig 002 dengan 002 945 005 maka terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematik mahasiswa yang diajarkan dengan model Pembelajaran IMPROVE lebih tinggi dari pada dengan Pembelajaran Langsung namun rata-rata peningkatan tes kecerdasan emosional kelas eksperimen dan kontrol adalah 003 dan 002 dengan mengguanakan uji man withney p-value 2-tailed adalah 0931 dengan 0931 945 005 maka Tidak terdapat perbedaan peningkatan kecerdasan Emosional mahasiswa yang diajarkan dengan model pembelajaran IMPROVE dibandingkan dengan Pembelajaran Langsung nilai F hitung 154 dan nilai signifikan sebesar 0211 karena 0211 005 maka tidak adanya interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan kemampuan awal siswa terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematik mahasiswa Proses penyelasaian masalah yang dibuat oleh siswa dalam menyelesaikan masalah pada model pembelajaran IMPROVE lebih baik dari pada Pembelajaran Langsung Temuan penelitian merekomendasikan IMPROVE dijadikan salah satu pendekatan pembelajaran yang digunakan di sekolah ataupun universitas utamanya untuk mencapai kompetensi berpikir tinggihttp://digilib.unimed.ac.id/eningkatan-kemampuan-pemecahan-masalah-matematik-dan-kecerdasan-emosional-mahasiswa-fmipa-pendidikan-matematika-melalui-model-pembelajaran-improve-31320.htmlFri, 11 Jul 2014 14:01:15 +0700Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Peta Pikiran Pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas VII Di Smp Negeri 5 Lima Puluh Pada Tahun Ajar 2012 2013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelemahan siswa kelas VII SMP Negeri 5 Lima Puluh dalam menguasai pokok bahasan perkembangan masyarakat Indonesia pada masa Hindu-Budha serta untuk meningatkan kemampuan dalam memahami pokok bahasan perkembangan masyarakat Indonesia pada masa Hindu BudhaJenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian tindakan kelas Penelitian berlangnsung selama dalam dua siklus Tiap siklus terdiri dari perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksiPenelitian ini dilakukan pada siswa kelas VII SMP Negeri 5 Lima Puluh Batu bara dengan jumlah siswa 37 orang Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian yakni model pembelajaran peta pikiran Penelitian ini dikatakan berhasil jika siswa memperoleh nilai 65 00 mencapai 85 secara individual dan klasikal Dari hasil pretes yang telah dilakukan didapat siswa yang memperoleh ketuntasan hanya 2 orang 5 41 dan belum tuntas bekisar 35 siswa lainnya 94 59Dari hasil penelitian siklus I siswa yang memperoleh ketuntasan mencapai 23 siswa 62 16 dan yang nilainya masih dibawah ketuntasan yaitu sebanyak 14 siswa 37 83 Sedangkan untuk siklus II siswa yang telah tuntas yaitu 32 siswa 86 49 dan yang belum tuntas hanya 5 siswa 13 51Berdasarkan kesimpulan yang dapat diambil yaitu bahwa model pembelajaran peta pikiran dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan sejarah perkembangan masyarakat di Indonesia pada masa Hindu-Budha dikelas VII SMP Negeri 5 Lima Puluh Disarankan bagi guru untuk menggunakan model pembelajaran bervariasi termasuk model pembelajaran peta pikiran sebagai alternatif untuk meningkatkan hasil belajar Sejarah pada saat inihttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-hasil-belajar-siswa-dengan-menggunakan-model-pembelajaran-peta-pikiran-pada-mata-pelajaran-sejarah-kelas-vii-di-smp-negeri-5-lima-puluh-pada-tahun-ajar-2012-2013-31319.htmlTue, 08 Jul 2014 13:11:46 +0700HUBUNGAN PENGGUNAAN INTERNET TERHADAP MINAT DALAM BELAJAR SEJARAH SISWA SMA SWASTA RAKSANA MEDAN KELAS XI IPS TAHUN PELAJARAN 20122013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan penggunaan internet terhadap minat belajar sejarah siswa SMA Swasta Raksana Medan Kelas XI IPS Tahun pelajaran 2012 2013Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian statistic deskriptif korelasional Populasi dalam penelitian ini adalah kelas XI IPS yang berjumlah 160 orang dan yang menjadi sampelnya dipilih secara acak rando sebesar 25 dari populasi sebanyak 40 orangTeknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket Dimana sebelum angket disebarkan ke kelas yang sesungguhnya instrument diujicobakan terlebih dahulu Instrument berupa angket tertutup dengan 4 option yang berjumlah 30 butir soal angket dan 20 butir soal angket Setelah diujicobakan angket dihitung dengan validitas dan realibilitas Dari 30 angket yang diujicobakan hanya 23 item yang valid dan 20 item angket valid yang akan disebarkan ke kelas yang akan ditelitiHasil penelitian menunjukkan Dari pengolahan data diperoleh sebesar 0396 dan sebesar 0 312 dimana 0 396 0 312 yang berarti terdapat hubungan positif antara penggunaan internet terhadap minat belajar siswa terhadap mata pelajaran sejarah Dan selanjutnya dilakukan uji signifikan pada taraf 5 Diperoleh bahwa 2 5672 02 sehingga dalam pengujian hipotesis berarti Ho ditolak dan sekaligus menerima Ha Artinya jika penggunaan internet tinggi maka siswanya dapat dikatakan berminat dalam belajar sejarah Dengan demikian maka diperoleh kesimpulan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara hubungan penggunaan internet terhadap minat belajar siswa dalam mata pelajaran sejarah di SMA Sw sta Raksana Medan Tahun Ajaran 2012 2013http://digilib.unimed.ac.id/hubungan-penggunaan-internet-terhadap-minat-dalam-belajar-sejarah-siswa-sma-swasta-raksana-medan-kelas-xi-ips-tahun-pelajaran-20122013-31318.htmlTue, 08 Jul 2014 12:50:43 +0700Identifikasi Situs Sejarah Makam Penyebar Islam Abad ke X di Kecamatan Manduamas Kabupaten Tapanuli TengahLatar belakang penelitian ini berdasarkan pengamatan peneliti secara singkat bahwa penelitian tentang makam - makam penyebar Islam yang terdapat di kecamatan Manduamas masih sangat dangkal Disamping itu tidak banyak masyarakat yang tahu bahwa di kecamatan Manduamas juga terdapat makam makam penyebar Islam seperti yang terdapat di Barus Dari segi ornament yang terdapat pada makam juga berbeda dengan makam makam yang sebelumnya pernah diteliti Ornament makam ini dapat menambah jenis ornament yang telah diketahui sebelumnya Oleh sebab itu peneliti tertarik untuk mengidentifikasi makam penyebar Islam abad ke X di kecamatan Manduamas kabupaten Tapanuli Tengah Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi makam penyebar Islam sejarah bentuk nisan kondisi makam di kecamatan Manduamas serta mengetahui ornament motif dan kaligrafi yang terdapat pada makam Islam tersebut Dalam hal ini peneliti menggunakan penelitian lapangan field research Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah melalui observasi dengan makam untuk mengetahui motif bentuk nisan kaligrafi dan kondisi makam wawancara untuk mengetahui sejarah penyebaran islam yang dibawakan aulia dan studi pustaka Sumber primer dalam penelitian ini adalah orang orang yang mengetahui seluk beluk makam tersebut sedangkan sumber sekunder adalah buku buku dan literatur Dari hasil identifikasi makam penyebar Islam di kecamatan Manduamas di dapat informasi bahwa 1 makam yang bergelar Tuan Rantau Panjang bernama Syekh Agam Puloi makam Tuan Pulau Panjang bernama Syekh Muhammad Abdullah makam Tuan Sago bernama Tuan Syekh Putih dan Makam Tuan Mangkir bernama Tuan Syekh Amir 2 Ajaran Islam yang disebarkan oleh ke empat aulia tersebut melalui ajaran Tasawuf 3 Kondisi makam tersebut berdasarkan hasil observasi peneliti sangat memprihatinkan dipenuhi semak semak tidak terawat dan kotor 4 Hanya makam Syekh Agam Puloi dan Syekh Muhammad Abdullah yang mempunyai nisan dengan tipe yang sama yaitu tipe batu Aceh A1 bentuk F 5 Ornament pada makam Syekh Agam Puloi menggunanakan tulisan Arab Melayu pada nisan bagian kepala yang berbunyi Asslamualaikum Dari kaum mumin Wainna Insya allah Bikum rohikun Sedangkan bagian kaki Allahummagfirlahu warhamhu waafii wafuanhu Untuk makam Syekh Muhammad Abdulah bertuliskan kaligrafi Allah dan Muhammad 6 Motif yang terdapat pada syekh Agam Puloi adalah motif matahari dengan lafadz Allah ditengahnya yang bermakna bahwa Allah adalah cahaya bagi seluruh alam Sedangkan motif Makam Syekh Muhammad Abdullah adalah motif bunga teratai yang bermakna hidup harus menuju kearah yang lebih baikhttp://digilib.unimed.ac.id/identifikasi-situs-sejarah-makam-penyebar-islam-abad-ke-x-di-kecamatan-manduamas-kabupaten-tapanuli-tengah-31317.htmlTue, 08 Jul 2014 12:25:40 +0700Penerapan Model Pembelajaran Giving Question and Getting Answer untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI AK 2 SMK Negeri 1 Medan Tahun Pembelajaran 2013 2014Permasalahan penelitian adalah rendahnya aktivitas dan hasil belajar akuntansi siswa dalam proses pembelajaran Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa dengan menerapkan Model Pembelajaran Giving Question and Getting Answer untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI AK 2 SMK Negeri 1 Medan Tahun Pembelajaran 2013 2014Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Medan Tahun Pembelajaran 20132014 dengan subjek siswa kelas XI AK 2 yang berjumlah 40 orang Penelitian ini berbentuk penelitian tindakan kelas PTK yang dilaksanakan dalam dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi Teknik pengumpulan data menggunakan tes untuk melihat hasil belajar akuntansi siswa dan lembar observasi untuk mengetahui aktivitas belajar siswa Sedangkan teknik analisis data adalah dengan data kualitatif dan data kuantitatifHasil perolehan aktivitas belajar siswa pada siklus I siswa yang memenuhi kriteria aktif sebanyak 13 orang 32 5 dan pada siklus II yang memenuhi kriteria aktif dan sangat aktif sebanyak 34 orang 85 Dengan demikian terdapat peningkatan aktivitas belajar siswa sebesar 52 5 dari siklus I ke siklus II dan telah sesuai dengan kriteria penilaian 75 Perolehan nilai hasil belajar siswa pada siklus I siswa yang mencapai KKM 75 adalah 17 siswa 42 5 dengan nilai rata rata siswa adalah 66 37 dan pada siklus II diproleh 34 Siswa 85 dengan nilai rata rata 84 Dengan demikian terdapat peningkatan hasil belajar sebesar 42 5 dari siklus I ke siklus II Hal ini telah memenuhi KKM 75 Dan adanya perbedaan yang signifikan dan positif antara siklus I dan siklus II yang diperileh dengan membandingkan thitung 9 4 ttabel 1 68Dapat disimpulkan bahwa Penerapan Model Pembelajaran Giving Question and Getting Answer dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar akuntansi siswa kelas XI AK 2 SMK Negeri 1 Medan Tahun Pembelajaran 2013 2014 pada kompetensi dasar Mengelola Dana Kas Kecilhttp://digilib.unimed.ac.id/penerapan-model-pembelajaran-giving-question-and-getting-answer-untuk-meningkatkan-aktivitas-dan-hasil-belajar-akuntansi-siswa-kelas-xi-ak-2-smk-negeri-1-medan-tahun-pembelajaran-2013-2014-31316.htmlTue, 08 Jul 2014 12:04:02 +0700JURNAL PENDIDIKAN KIMIA PROGRAM PASCASARJANA UNIMED Vol6 No1 April 2014Jurnal Pendidikan Kimia Volume 6 Nomor 1 Edisi April 2014 ini Edisi kali ini menampilkan artikel hasil penelitian yang merupakan kombinasi antara hasil penelitian laboratorik dengan penelitian kependidikan dalam bidang ilmu kimia dan terapannya dalam biomedik dan kesehatan Kami tetap berpendirian bahwa kedua jenis penelitian yang disajikan adalah harmonis untuk memperkaya khasanah kimia dan pembelajarannya untuk jenjang pendidikan menengah hingga pendidikan tinggihttp://digilib.unimed.ac.id/jurnal-pendidikan-kimia-program-pascasarjana-unimed-vol6-no1-april-2014-31314.htmlThu, 26 Jun 2014 17:29:03 +0700PEMBUATAN ELEKTRODA SELEKTIF ION Cr VI DENGAN MENGGUNAKAN MEMBRAN KITOSANThis research was aimed to make and to determine analytical performance of Cr VI ISE The electrodes has made by mixing Chitosanas electroactive PVC as matrix and DBP as plasticizer in THF Composition of PVC and DBP maintane in fix ratio 1 2 while the chitosan varried 4 7 10 13 and 16 The composite membrans soak into 1M K2Cr2O7 solution for the night then tight on the tip of electrode body Analytical performance of the electrodes were determined by nersnt factor and dynamic range response time selectifity coeficient and life time The results show that the electrodes with composition 4 chitosan 32 DBP and 64 PVC have optimum performance Dynamic range of this electrodes is between 10-5 M - 10-1 M slopenersnt factor 32004 mvdecade average response time 207 seconds The electrodes are not interfered by Mn2 Zn2 and Fe3 The electrodes can used with good performance in 3 dayshttp://digilib.unimed.ac.id/pembuatan-elektroda-selektif-ion-cr-vi-dengan-menggunakan-membran-kitosan-31313.htmlThu, 26 Jun 2014 17:11:24 +0700PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERMEDIAKAN INTERNET TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KARAKTER jubermadita PADA MATERI ASAM BASA SISWA SMA DI KOTA BINJAIPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh suatu model pembelajaran kimia yang mampu mengembangkan karakter jujur berpikir kritis mandiri disiplin dan bertanggungjawab jubermadita siswa SMA melalui integrasi media internet kedalam problem base learning serta mengetahui bagaimana pengaruhnya terhadap hasil belajar kimia siswa Untuk mencapai tujuan dilakukan penelitian eksperimen semu melibatkan 3 kelas eksperimen yaitu model pembelajaran Net-PBL model pembelajaran Net-DI model pembelajaran DI Instrumen yang digunakan adalah instrument test dan nontest yang sudah divalidasi terlebih dahulu Data dianalisis secara deskriptif dan statistik menggunakan Anacova pada taraf signifikan 945 005 Hipotesis diuji dengan menggunakan General Linier Model Univariate dengan program SPSS 19 Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 Telah diperoleh model pembelajaran kimia yang mampu mengembangkan karakter jujur berpikir kritis mandiri disiplin dan bertanggungjawab jubermadita siswa SMA yang dinamakan model Net-BL 2 Terdapat pengaruh hasil belajar yang signifikan antara siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Net-PBL dan model pembelajaran Net-DI serta model pembelajaran langsung DI F1103 P0333005 3 Terdapat pengaruh yang signifikan nilai karakter jubermadita yang terkembang antara siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Net-PBL dan model pembelajaran Net-DI serta model pembelajaran DI 4 Terdapat hubungan yang signifikan nilai karakter jubermadita terhadap hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Net-PBL model pembelajaran Net-DI model pembelajaran DIhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh--model-pembelajaran-berbasis-masalah-bermediakan-internet-terhadap-hasil-belajar-dan-karakter-jubermadita-pada-materi-asam-basa-siswa--sma-di-kota-binjai-31312.htmlThu, 26 Jun 2014 17:06:57 +0700STUDI PERSEPSI REMAJA PUTRI ATAS DIET BERDASARKAN GOLONGAN DARAH Studi Kasus di SMA Kemala Bhayangkari 1 MedanThis study aims to determine how the image of young women knowledge about diet based on blood type in SMA Kemala Bhayangkari 1 Given the many teenagers now are unknowingly living with unhealthy patterns This is evidenced by the mortality of young is high enough Most of the cause is of the food consumed Influence on the blood type diet is great because they can affect the digestive system decreasing the bodys metabolism and diseases such as kanker This is a descriptive study using primary data obtained via questionnaires The population in this study were all young women m in classes 2 IPA in SMA Kemala Bayangkari I Medan The results showed that the level of knowledge of adolescents are in the category of pretty but there is still much less knowledgeable 2667 Resources based on respondents who get information from health workers are still there as much less knowledgeable 2812 Based on the mothers education is the higher education are much less knowledgeable 1538 Based on the work of teenage mothers found that mothers work are less knowledgeable as much 4615 Based on a healthy lifestyle are much less knowledgeable 3846 It can be concluded that the source of information mothers education mothers occupation and lifestyle can affect young women knowledge about diet based on blood typehttp://digilib.unimed.ac.id/studi-persepsi-remaja-putri-atas-diet-berdasarkan-golongan-darah-studi-kasus-di--sma-kemala-bhayangkari-1-medan-31311.htmlThu, 26 Jun 2014 16:24:34 +0700PENGARUH MEDIA e-LEARNING BERBASIS WEBLOG PADA PEMBELAJARAN MODEL KOOPERATIF TIPE TPS THINK PAIR SHARE TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA PADA POKOK BAHASAN STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PERIODIK UNSURThis research was purposed to look at the influence of e-learning based weblog implementation toward the increasing of students achievement on subject of atom structure and periodict unsure system The population of research was all students of XI IPA SMAN 3 Medan which consisted of 9 classes with total of 414 students By using random sample 2 classes with total of 80 students was used as sample such that gotten class of 1st experiment was e-learning based weblog with instructional model of TPS cooperative type and class of 2nd experiment was not e-learning based weblog with instructional model of TPS cooperative type The percentage of students achievement was increasing by using e-learning based weblog toward the teaching and learning with instructional model of TPS cooperative type was 77920 and without it was 66200 By using data analysis t-statistics was 6267 than t-table was 1994 where 945 005 and dk 78 such that t-statistics t-table So Ha was accepted and could be concluded that students achievement by using e-learning based weblog implementation using instructional model of TPS cooperative type was higher than the students achievement without ithttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-media-elearning-berbasis-weblog-pada-pembelajaran-model-kooperatif-tipe-tps-think-pair-share-terhadap-hasil-belajar-kimia-siswa-pada-pokok-bahasan-struktur-atom-dan-sistem-periodik-unsur-31310.htmlThu, 26 Jun 2014 16:15:23 +0700PENGARUH PEMBERIAN Virgin Coconut Oil VCO TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID TIKUS PADA AKTIFITAS FISIK MAKSIMALAktifitas fisik berat dapat mengakibatkan terjadi stress oksidatif diakibatkan produksi radikal bebas melebihi jumlah antioksidan di dalam tubuh Malondialdehid MDA merupakan indikator umum yang digunakan untuk menentukan jumlah radikal bebas dan secara tidak langsung menilai kapasitas oksidan tubuh Stres oksidatif dapat dicegah atau dikurangi dengan pemberian antioksidan Salah satu sumber alami yang mengandung antioksidan adalah Virgin Coconut Oil VCO Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian VCO terhadap kadar malondialdehid pada tikus yang melakukan aktivitas fisik maksimal Penelitian menggunakan pretest-postest control group design Dua puluh empat tikus dibagi menjadi 4 kelompok Kelompok kontrol P0 diberikan 15 ml air suling kelompok intervensi P1 P2 dan P3 diberikan VCO dengan dosis berbeda masing-masing 1 ml 2 ml dan 3 mlhari Semua kelompok dilatih untuk berenang selama 4 minggu dan kemudian dipaksa untuk berenang tanpa beban sampai kelelahan Pengukuran MDA dilakukan sebelum pemberian VCO dan sesudah melakukan aktifitas fisik maksimal Hasil analisis menunjukkan kadar MDA pada kelompok kontrol meningkat secara signifikan P005 dan pada kelompok perlakuan terjadi penurunan P 005 Hasil penelitian menyimpulkan bahwa VCO dapat mencegah peningkatan produksi radikal bebas akibat aktifitas fisik maksimalhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-pemberian--virgin-coconut-oil--vco-terhadap-kadar-malondialdehid-tikus-pada-aktifitas-fisik-maksimal-31309.htmlThu, 26 Jun 2014 16:07:51 +0700PERBAIKAN PEMBELAJARAN KULIAH KIMIA ANORGANIK MELALUI PENGAYAAN DAN PENGGUNAAN ALAT PERAGA PADA PENDEKATAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN BANTUAN PETA KONSEPTelah dilakukan teaching grant perbaikan pembelajaran kuliah Kimia Anorganik melalui pengayaan dan penggunaan alat peraga pada pendekatan pembelajaran kooperatif dengan bantuan peta konsep di Jurusan Kimia FMIPA UNIMED Medan untuk mahasiswa S1 Pendidikan Kimia 2008 B Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan interaksi dan hasil belajar kuliah rumpun Kimia Anorganik berbasiskan kompetensi dan mengintegrasikan dengan softskill yang diharapkan dalam perkuliahan memperbaiki interaksi dosen-mahasiswa dan mahasiswa dengan mahasiswa Penelitian ini dirancang dalam 4 tahapan yakni Perencanaan perbaikan Silabus RPP dan kontrak perkuliahan Pengembangan modul ajar melalui akses internet Pelaksanaan pembelajaran melalui kaji tindak Action research serta monitoring dan evaluasi setiap siklus tindakan yang dilakukan Perbaikan Silabus RPP Kontrak Perkuliahan telah dilakukan dengan pengintegrasian softskill dan penyesuaian model dan metode sehingga dihasilkan satu dokumen Sedangkan perbaikan instrument test dihasilkan 5 set instrument test sesuai dengan pokok bahasan yang diajarkan dan satu instrument angket Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan kognitif meningkat di lihat dari pretest 1 nilai rata-rata 5076 sampai pretest 5 nilai rata-rata menjadi 6530 Untuk nilai rata - rata posttest mengalami peningkatan yang signifikan dari posttest 1 6152 menjadi 8591 pada posttest ke-5 Persentase jumlah mahasiswa 2008 Dik B yang mampu menyelesaikan mata kuliah kimia Anorganik I sebanyak 8787 nilai rata-rata item softskill sebesar 7886 Komponen yang muncul Integritaskejujuran Berbicara dengan niat baik komitmen untuk belajar tanggungjawab sebagai mahasiswa dan sikap yang luwes dalam mengikuti perkuliahan Cara berkomunikasi yang baik teknik meminta maaf bila membuat kekeliruan dan sikap yang membangun ikatan persahabatan konsentrasi dalam belajar mengorganisasi dengan pikiran dan membaca cepat rasa empati sesama mahasiswa mengeneralisasi contoh dan pendapat serta rasa kemanusiaanhttp://digilib.unimed.ac.id/perbaikan-pembelajaran-kuliah-kimia-anorganik-melalui-pengayaan-dan-penggunaan-alat-peraga-pada-pendekatan-pembelajaran-kooperatif-dengan-bantuan-peta-konsep-31308.htmlThu, 26 Jun 2014 10:14:03 +0700HUBUNGAN ANTARA POPULASI MIKROORGANISME UDARA DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT DI SEKITAR TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH TERJUN MEDANThis study aims to determine the number of microorganisms in the landfill Terjun Medan and to determine its relationship with acute respiratory infections in the surrounding community The results showed that at the center of TPAS 0 meter the number of air microorganisms was 2322 cfum3 The farther from the center point the amount of air microorganisms declined with 944 correlation rate A safe distance was 8805 750 meters because the microorganism population was below the air quality standards established 700 cfum3 Analysis of the incidence of acute respiratory infections in the community around landfill Terjun Medan indicated that the higher the population of air microorganisms the higher acute respiratory infections event with correlation value of 857 Identification of air microorganisms showed that the air around the landfill Terjun Medan contained acute respiratory infections causing microbes consisting of Streptococcus Staphylococcus Klebsiella Corynebacterium Aspergillus and Candidahttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-antara-populasi-mikroorganisme-udara-dengan-kejadian-infeksi-saluran-pernafasan-akut-di-sekitar-tempat-pembuangan-akhir-sampah-terjun-medan-31307.htmlThu, 26 Jun 2014 10:09:33 +0700ANALISIS DAN PENGEMBANGAN BUKU AJAR KIMIA KELAS X SEMESTER I SMK FARMASI SESUAI KTSPThis research aims to 1 Analyze the chemistry handbooks used in the vocational school of Pharmacy in North Sumatra 2 Develop a sequence of chemical material suitable to grade X semester I and systematically according to KTSP of Pharmacy Vocational School 3 Knowing what chemical materials worth and the right to be taught in Pharmacy vocational school grade X semester I so that learning is more systematic and easily understood by BSNP students in learning 4 Developing the chemistry handbook for grade X semester I Pharmacy Vocational School appropriate with KTSP and 5 Knowing the opinion of teachers of chemistry at Pharmacy Vocational School on the development of standard chemistry handbook of grade X semester I Sample in this study are two publishers of chemistry handbooks used in grade X semester I of the most widely used in Pharmacy Vocational School in North Sumatera has graduated from the book center and marketed nationally and four vocational school chemistry teacher used grade X Pharmaceuticals as a respondent and has teaching experience in grade X Pharmacy Vocational School for a minimum of two years and a minimum education is bachelor degree S1 This is a research development using qualitative data described by using the time sentence by emphasizing the documentary technique This research instrument is a questionnaire with a book containing sheets of the feasibility of the indicators derived from the assessment of National Education Standards Agency BSNP in 2006 later identified occurrence for each book Furthermore it is developing chemistry handbook for grade X semester I Pharmaceuticals appropriate vocational curriculum which will be assessed by the respondent chemistry teachers of Pharmacy Vocational School The assessment results of validation between the average range to determine whether or not worthy of the book used in grade X semester I of Pharmacy Vocational School The results of the feasibility analysis of the contents of the handbooks most widely used chemical in the first semester of the grade X is obtained percentage Pharmacy Vocational School books A and B are respectively 5189 and 7601 Validation range obtained in the proposed grade X semester I of chemical materials Pharmacy Vocational School is 36 means that the proposal put forward appropriate materials are used in the development of chemistry handbooks for grade X semester I Pharmacy Vocational School Assessment chemistry handbook for grade X semester I Pharmacy Vocational School on the feasibility of content language and presentation by chemistry teacher of Pharmacy Vocational School respondents obtained an average yield of the range of validation in order are 331 352 and 351 Validation of the overall range obtained from the four respondents chemistry teacher of Pharmacy Vocational School is 345 this means that the Chemistry Handbook for Grade X Semester I Pharmacy Vocational School According With KTSP is valid and does not need to be revised again and have been feasible to use in chemistry learning in Pharmacy Vocational Schoolhttp://digilib.unimed.ac.id/analisis-dan-pengembangan-buku-ajar-kimia-kelas-x-semester-i-smk-farmasi-sesuai-ktsp-31306.htmlThu, 26 Jun 2014 10:00:50 +0700RAPA I GEURIMPHENG PADA MASYARAKAT ACEH DI DESA PANTE PIEYUE KECAMATAN PEUSANGAN KABUPATEN BIREUENPenelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan kesenian Rapai Geurimpheng yang sudah hampir punah kepada masyarakat luas dan mengetahui bentuk penyajian dan bentuk musik dari kesenian Rapa i GeurimphengTeori yang di gunakan dalam penelitian ini mencakup pengertian musik musik tradisional Rapa i nilai nilai yang terkandung pada Rapa i bentuk penyajian dan bentuk musik Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif eknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi wawancara dan dokumentasi yang di lakukan langsung terhadap Rapa i Geurimpheng Teknik pengolahan dan analisis data menggunakan tipe penelitian deskriptifHasil dari penelitian dan wawancara menunjukkan bahwa Rapa i Geurimpheng sebagai kesenian tradisional sudah mengakar dalam kehidupan masyarakat Aceh sejak zaman keemasannya tetapi di zaman sekarang seni tradisi ini telah terancam eksistensinya secara fisik jumlah seniman yang mengetahui seluk beluknya atau pengrajin yang mengetahui teknik teknik pembuatan menguasai struktur permainan serta kelompok grup Rapa i Geurimpheng sudah semakin sedikit di Desa Pante Pieyue Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen Dengan berpedoman pada pendapat tersebut maka dalam observasi lapangan adalah dengan melihat pertunjukkan Rapai Geurimpheng untuk mengetahui bentuk penyajian dan bentuk musikPermainan Rapa i Geurimpheng dimainkan oleh 14 orang pemain seluruhnya pemain laki-laki yang terdiri dari tiga baris dengan formasi berlainan Permainan Rapai Geurimpheng berdasarkan penelitian dan wawancara yang dilakukan dengan informan kepada Yah Daud pada tanggal 12 Agustus 2013 diperoleh keterangan menyangkut pelaksanaan babak dalam permainan Rapai Geurimpheng terdiri dari dua babak yakni babak pertama memuat materi yang meliputi saleum aneuk syahi salam rakan cakrum saman dan tingkah sedangkan materi yang termuat dalam babak kedua meliputi yakni kisah gambus tabangun dan lanie Permainan Rapai Geurimpheng merupakan bentuk permainan dari ansamble perkusi yakni instrumen rapai yang memiliki banyak pola ritme poly rhythm atau dikatakan memiliki banyak pola suara irama dalam permainannyahttp://digilib.unimed.ac.id/rapa-i-geurimpheng-pada-masyarakat-aceh-di-desa-pante-pieyue-kecamatan-peusangan-kabupaten-bireuen-31305.htmlTue, 24 Jun 2014 09:02:10 +0700Hubungan Pengetahuan Bahan MakananTerhadap Hasil Belajar Makanan Oriental Di SMK Putra Anda BinjaiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Bahan MakananTerhadap Hasil Belajar Makanan Oriental di SMK Putra Anda Binjai dengan jumlahresponden 30 orang Data ubahan Pengetahuan Bahan Makanan di jaring denganmenggunakan Test dan Hasil Belajar Makanan Oriental Siswa di jaring denganmenggunakan DKNInstrumen penelitian digunakan terlebih dahulu di uji cobakan di SMK Shandy Putra2 Medan dengan responden yang berjumlah 30 orang guna menguji kesahihan danketerandalan Hasil uji coba Test Pengetahuan Bahan Makanan sebanyak 40 butir test testyang valid terdapat 30 butir sedangkan yang tidak valid 10 butir Hasil uji coba tes HasilBelajar Makanan Oriental diambil dengan menggunakan DKNHasil penelitian tingkat kecenderungan Pengetahuan Bahan Makanan menunjukkanbahwa dari 30 orang sampel penelitian 13 orang 43 33 cenderung tinggi 17 orang56 67 cenderung Cukup jadi dapat disimpulkan bahwa Pengetahuan Bahan Makanansiswa di SMK Putra Anda Binjai cenderung CukupDan hasil penelitian tingkat kecenderungan hasil belajar Makanan Orientalmenunjukkan bahwa dari 30 orang sampel penelitian 8 orang 26 67 cenderung Tinggi 22orang 73 33cenderung Cukup jadi dapat disimpulkan bahwa hasil belajar MakananOriental di SMK Putra Anda Binjai cenderung cukupDalam uji persyaratan analisis di lakukan uji normalitas dan uji linieritas Ujinormalitas dalam penelitian ini menggunakan Chi-Kuadrat pada taraf signifikansi 5 dan dk6 diperoleh nilai bahwa 2h 2t yaitu 10 17 11 07 Dengan demikian disimpulkanbahwa data Pengetahuan Bahan Makanan X berdistribusi normal untuk Hasil BelajarMakanan Oriental y 2h 2t yaitu 9 44 11 07 sehingga berdistribusi normal Sedangkanuji linieritas dan uji keberartian persamaan regresi untuk persamaan regresi Y atas X diperoleh persamaan 70 50 0168 X mempunyai hubungan yang linier dan signifikanpada taraf signifikansi 0 05 dimana Fh Ftabel 2 11 2 45 sehingga persamaan regresiY atas X linier dan uji keberartian Fhitung Ft 5 10 4 2 sehingga persamaan regresi Yatas X berartiUntuk uji hipotesis yang menyatakan 147 terdapat hubungan Pengetahuan BahanMakanan dengan hasil belajar makanan oriental148 digunakan analisis kolerasi productmoment Dari analisis tersebut di peroleh rxy sebesar 1 308 Dengan demikian harga rxy rtabelyaitu 1 308 0 361 Hasil tersebut memberikan kesimpulan bahwa terdapat hubungan yangpositif antara pengetahuan bahan makanan dengan hasil belajar makanan oriental di SMKPutra Anda Binjai atau hipotesis penelitian yang diajukan diterima pada taraf signifikansi 0 05Uji keberartian koefisien kolerasi di peroleh nilai thitung 7 13 ttabel 1 70 dengandemikian hipotesis yang berbunyi terdapat hubungan yang signifikan antara PengetahuanBahan Makanan Dengan Hasil Belajar Makanan Oriental di SMK Putra Anda Binjaihttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-pengetahuan-bahan-makananterhadap-hasil-belajar-makanan-oriental-di-smk-putra-anda-binjai-31304.htmlThu, 19 Jun 2014 10:09:08 +0700Hubungan Rasa Percaya Diri Dengan HasilBelajar Mata Pelajaran Makanan Kontinental SMK Negeri 10 MedanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya hubungan 1 tingkatrasa percaya diri 2 hasil belajar makanan kontinental 3 hubungan rasa percayadiri terhadap hasil belajar mata pelajaran makanan kontinental Populasi dalampenelitian ini adalah siswa kelas X Jasa Boga SMK Negeri 10 Medan denganjumlah sampel 70 orang Untuk variabel Rasa Percaya Diri x datanya dijaringmenggunakan angket model skala likert sedangkan variabel Hasil belajar Matapelajaran Makanan Kontinental dijaring dengan menggunakan dokumentasi DKNDaftar Kumpulan NilaiHasil uji kecenderungan dari variabel Rasa Percaya Diri siswa sebesar52 86 berada dalam kategori kurang sedangkan untuk variabel Hasil BelajarMata Pelajaran Makanan Kontinental sebesar 58 57 berada dalam kategorirendah di SMK Negeri 10 MedanDari hipotesis yang berbunyi Terdapat hubungan yang positif dansignifikan antara rasa percaya diri dengan hasil belajar mata pelajaran makanankontinental siswa SMK Negeri 10 Medan diperoleh hasil rhitung rtabel 0 684 0 235 terdapat hubungan yang positif dan signifikan pada taraf signifikan 5Dengan demikian dapat dinyatakan hipotesis tersebut diterimahttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-rasa-percaya-diri-dengan-hasilbelajar-mata-pelajaran-makanan-kontinental-smk-negeri-10-medan-31303.htmlThu, 19 Jun 2014 09:52:57 +0700HubunganKemandirian Belajar Siswa Dengan Hasil Belajar Pengetahuan MakananKontinental Siswa Kelas X Jasa Boga SMK Negeri 8 MedanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Kemandirian BelajarSiswa dengan Hasil Belajar Pengetahuan Makanan Kontinental siswa kelas XJasa Boga SMK Negeri 8 Medan dengan jumlah responden 108 orang Teknikpengambilan sampel adalah dengan menggunakan teknik total sampling yaitumengambil semua populasi sebagai sampelData ubahan Kemandirian Belajar siswa di jaring dengan menggunakanangket dan Hasil Belajar Pengetahuan Makanan Kontinental Siswa di jaringdengan menggunakan tesHasil uji kecenderungan dari variabel Kemandirian Belajar siswa sebesar51 85 berada dalam kategori Cukup sedangkan untuk variabel Hasil BelajarPengetahuan Makanan Kontinental sebesar 5 56 berada dalam kategori Cukupdi SMK Negeri 8 MedanUntuk uji hipotesis yang menyatakan terdapat hubungan KemandirianBelajar Siswa dengan Hasil Belajar Makanan Kontinental siswa digunakananalisis kolerasi product moment Dari analisis tersebut di peroleh rxy sebesar0189 Dengan demikian harga rxy rtabel yaitu 0 225 0 189 Hasil tersebutmemberikan kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang positif antarakemandirian belajar siswa dengan hasil belajar makanan kontinental siswadi SMKNegeri 8 Medan atau hipotesis penelitian yang diajukan diterima pada tarafsignifikansi 0 05Uji keberartian koefisien kolerasi di peroleh nilai thitung ttabel 2 44 1 66dengan demikian hipotesis yang berbunyi terdapat hubungan yangsignifikan antara kemandirian belajar siswa dengan hasil belajar pengetahuanmakanan kontinental siswa kelas X jasa boga di SMK Negeri 8 Medan terujikebenarannyahttp://digilib.unimed.ac.id/hubungankemandirian-belajar-siswa-dengan-hasil-belajar-pengetahuan-makanankontinental-siswa-kelas-x-jasa-boga-smk-negeri-8-medan-31302.htmlWed, 18 Jun 2014 11:45:22 +0700Pengaruh Dukungan SosialTeman Sebaya Terhadap Prestasi Belajar Pengolahan Makan KontinentalPada Siswa Kelas X Jasa Boga Di SMK Negeri 8 Medanenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosialteman sebaya terhadap prestasi belajar pengolahan makanan kontinental padasiswa kelas X Jasa Boga di SMK Negeri 8 MedanPopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Jasa Boga diSMK Negeri 8 Medan yaitu sebanyak 108 orang Teknik pengambilan sampeladalah dengan menggunakan teknik total sampling yaitu mengambil semuapopulasi sebagai sampelData penelitian untuk variabel dukungan sosial teman sebaya x dijaringdengan menggunakan angket model skala likert sedangkan variabel prestasipengolahan makanan kontinental y dijaring dengan menggunakan dokumentasidari Daftar Kumpulan Nilai DKNHasil uji kecenderungan dari variabel Dukungan Sosial Teman Sebayasebesar 83 33 berada dalam kategori kurang sedangkan untuk Prestasi BelajarPengolahan Makanan Kontiental tingkat kecenderungan sebesar 51 852 beradadalam kategori sedang di SMK Negeri 8 MedanDari hipotesi yang berbunyi ada pengaruh yang positif dan signifikanantara dukungan sosial teman sebaya terhadap prestasi belajar pengolahanmakanan kontinental pada siswa kelas x Jasa Boga di SMK Negeri 8 Medansebagai berikut Hasil pengujian hipotesis dengan nilai rhitung rtabel yaitu0 266 0 195 thitung ttabel 2 841 1 980 pada taraf signifikan 5 Dengan demikiandapat disimpulkan hipotesis tersebut diterimahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-dukungan-sosialteman-sebaya-terhadap-prestasi-belajar-pengolahan-makan-kontinentalpada-siswa-kelas-x-jasa-boga-di-smk-negeri-8-medan-31301.htmlWed, 18 Jun 2014 11:28:40 +0700Hubungan Pengetahuan Pola PemangkasanTerhadap Kemampuan Pemangkasan Pada Siswa Kelas XI Kecantikan Rambut SMKNegeri 8 Medan TA 2012 2013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan pengetahuan polapemangkasan terhadap kemampuan pamangkasan rambut pada siswa kelas XI KecantikanRambut SMK Negeri 8 Medan T A 2012-2013Sampel penelitian sebanyak 25 orang Data penelitian dijaring melalui tes objektifuntuk variabel pengetahuan pola pemangkasan dan pengamatan untuk variabel kemampuanpemangkasan Sebelum penelitian terlebih dahulu harus mengetahui uji validitas realibilitasindex kesukaran dan uji pembeda tes Validitas instrumen penelitian diuji dengan rumuskorelasi poit biraserial dengan tingkat penerimaan signifikan 5 dari 40 soal Diperoleh r tabeladalah 0 423 Dari 40 soal tes objektif yang disusun terdapat 34 soal yang dinyatakan validdan 6 soal yang tidak valid Realibilitas instrumen penelitian diuji dengan rumus KudderRicharson KR 20 dari hasil perhitungan diperoleh koefisien realibilitas tes objektif sebesar0 9532Sedangkan kemampuan pemangkasan rambut melalui pengamatan oleh empatobserver untuk variabel kemampuan pemangkasan rambut diperoleh dengan menggunakanlembar pengamatan dengan rumus Anava 1 Jalur Berdasakan hasil perhitungan diketahuibahwa uji normalitas tes pengetahuan pola pemangkasan X diketahui Fo Ft yaitu 705312338 sedangkan uji normalitas kemampuan pemangkasan rambut Y diketahui Fo Ftyaitu 3 250 12 338Dengan demikian dapat diartikan bahwa butir-butir komponen tentang Kemampuanpemangkasan rambut dapat digunakan untuk menjaring data penelitian Hasil analisis datamenunjukan bahwa secara umum tingkat kecendrungan hubungan pengetahuan polapemangkasan terhadap kemampuan pemangkasan rambut segi graduasi tergolong tinggiBerdasarkan uji persyaratan analisis sebaran data pengetahuan pola pemangkasan dankemampuan pemangkasan rambut berdistibusi Normal Selanjutnya terdapat hubungan yanglinier dan berarti antara pengetahuan pola pemangkasan X dengan kemampuanpemangkasan rambut Y pada siwa kelas XI Kecantikan Rambut SMK Negeri 8 MedanDari r tabel dengan taraf signifikan 1050079 005 dengan jumlah reponden 25 orang Diperoleh r Tabelsebesar 0 396 dan r hitung sebesar 0 714 Maka dapat disimpulkan harga r hitung r tabel yaitu0 714 0396 sehingga koefisien korelasi X terhadap Y adalah signifikan Sesuai dengankriteria penerimaan dan penolakan hipotesis maka hipotesis kerja Ha yang diajukanditerima Dengan demikian dinyatakan terdapat Korelasi yang berarti antara PengetahuanPola Pemangkasan X dengan Kemampuan Pemangkasan Rambut Yhttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-pengetahuan-pola-pemangkasanterhadap-kemampuan-pemangkasan-pada-siswa-kelas-xi-kecantikan-rambut-smknegeri-8-medan-ta-2012-2013-31300.htmlWed, 18 Jun 2014 11:08:02 +0700Hubungan Pengetahuan Higiene danSanitasi dengan Praktek Perawatan Kulit Wajah pada Siswa SMK Negeri 8Medan Tahun Ajaran 2012-2013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Higienedan Sanitasi dengan Praktek Perawatan Kulit Wajah pada Siswa SMK Negeri 8Medan Tahun Ajaran 2012 2013 Masalah yang diangkat dalam penelitian iniadalah pengetahuan higiene dan sanitasi dengan praktek perawatan kulit wajahPopulasi yang di ambil dalam penelitian ini adalah siswa kelas X JurusanTata Kecantikan Kulit SMK Negeri 8 Medan sebanyak 30 orang Sampelpenelitian ini sebanyak 30 orang teknik pengambilan sampel yang digunakanadalah teknik Total Sampling Jenis penelitian yang diangkat merupakan jenispenilitian Deskriptif Korelasi Alat pengumpulan data yang digunakan adalah Tespengetahuan higiene dan sanitasi X sedangkan Pengamatan untuk menjaringdata hasil praktek perawatan kulit wajah YTes dan lembar pengamatan yang disusun oleh peneliti terlebih dahuludiuji coba tes disusun sebanyak 40 butir yang hasil dari pada uji coba tersebutmenunjukkan bahwa dari 40 soal 35 soal tes dinyatakan valid dan 5 soaldinyatakan tidak valid Dengan indeks reliabilitas 0 904 kategori tinggi Untukpengambilan data Y yang berupa pengamatan peneliti didampingi oleh 3pengamat yaitu 1 orang dosen Prodi Tata Rias UNIMED 1 orang praktisi daridunia usaha bidang kecantikan dan 1 orang guru mata pelajaran perawatan kulitwajah SMK Negeri 8 Medan Hasil pengamatan yang dilakukan oleh tiga orangpengamat tidak terdapat perpedaan dalam hal penilaian diantara ketiga pengamattersebut dimana yaitu 0 28 4 07Berdasarkan hasil penelitian untuk pengetahuan higiene dan sanitasi Xtermasuk kategori cukup ini dapat dilihat bahwa dari 30 jumlah sampel 53 33terdapat dalam kategori cukup Untuk praktek perawatan wajah y dari 30sampel 96 67 yang termasuk dalam kategori cukup Hasil uji hipotesispenelitian dengan menggunakan rumus korelasi Product Moment dengan nilai rxy 0 96 terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Pengetahuan Higienedan Sanitasi dengan Praktek Perawatan Kulit Wajah pada Siswa SMKN 8 MedanTahun Ajaran 2012 2013 Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan higiene dansanitasi merupakan salah satu faktor pendukung yang sangat mendukung hasilbelajar pada praktek perawatan kulit wajah sehingga dapat meningkatkan mutudan keterampilan siswahttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-pengetahuan-higiene-dansanitasi-dengan-praktek-perawatan-kulit-wajah-pada-siswa-smk-negeri-8medan-tahun-ajaran-20122013-31299.htmlWed, 18 Jun 2014 10:47:23 +0700Meningkatkan Hasil Belajar Siswadalam Mata Diklat Penataan Sanggul Daerah dengan Media Audio-Visual padaSiswa Tata Kecantikan Rambut SMK Negeri 3 Pematang Siantar TA 2012-2013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan hasil belajar siswadalam mata diklat Penataan Sanggul Daerah dengan menggunakan media audiovisualPenelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan mediaaudio-visual dilaksanakan di SMK Negeri 3 Pematang Siantar tahun ajaran2012 2013 dengan jumlah 21 orang siswa Dalam penelitian ini alat yangdigunakan mengumpul data adalah 1 tes 2 lembar pengamatan dan 3observasi Penelitian ini dilakukan dalam satu siklus yang terdiri dari empat tahapyaitu perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi dimana satu siklusterdiri dari dua kali pertemuanHasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil pada pengetahuan awalsiswa pretes dengan nilai rata-rata 62 67 setelah dilakukan pengamatan padahasil belajar penataan sanggul Timpus pada postes siklus I dengan perolehan nilairata-rata 87 62 dan hasil praktek diperoleh nilai rata-rata 78 43 Terjadipeningkatan sebesar 24 96 dari nilai pretes ke nilai postes menunjukkan adanyapeningkatan pada hasil belajar siswaBerdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media audio-visualdapat meningkatkan hasil belajar pada mata diklat Penataan Sanggul DaerahDengan demikian disarankan kepada pihak sekolah untuk menggunakan mediaaudio-visual sebagai alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswahttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-hasil-belajar-siswadalam-mata-diklat-penataan-sanggul-daerah-dengan-media-audiovisual-padasiswa-tata-kecantikan-rambut-smk-negeri-3-pematang-siantar-ta-20122013-31298.htmlWed, 18 Jun 2014 08:52:58 +0700A SPEECH ERRORSTONGOE SLIPS PADA MASA USIA DINIPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang bentuk-bentuk speecherrors kekeliruan wicara atau tongoe slips kilir lidah pada anak waktu dan kondisimunculnya kekeliruan serta respon lingkungan terhadap kekeliruan wicara Penelitiankualitatif ini dilakukan pada keluarga yang memiliki seorang anak yang mengalamikesulitan dalam berkomunikasi verbal namun anak mudah menyesuaikan diri dengansituasi dan kondisi yang dihadapinya Hasil analisis menunjukkan bahwa anakmengalami kesulitan berkomunikasi verbal dalam bentuk kekeliruan wicara danterutama muncul pada saat anak tertekan secara emosional Belum pernah dilakukandiagnosa oleh ahlinya apakah berkaitan dengan neurologis Kekeliruan wicara menjadiberkembang karena respon lingkungan orang tua pengasuh dan orang di sekitarnyaberlebihan yang akhirnya membuat anak semakin tertekanhttp://digilib.unimed.ac.id/a-speech-errorstongoe-slips-pada-masa-usia-dini-31297.htmlWed, 18 Jun 2014 08:10:13 +0700Pengembangan Media Pembelajaran Dengan Video Interaktif Menggunakan Strategi Belajar Kelompok Pada Perawatan Kulit Wajah Tidak Bermasalah Tata Kecantikan SMK Negeri 3 Pematang SiantarPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengembangan Media Pembelajaran Dengan Video Interaktif Menggunakan Strategi Belajar Kelompok Pada Perawatan Kulit Wajah Tidak Bermasalah Tata Kecantikan SMK Negeri 3 Pematang Siantar yang berjumlah 28 orang siswa kecantikan rambutMetode penelitian yang digunakan adalah research and development yakni penelitian pengembangan pendidikan yang dimaksudkan untuk menghasilkan produk pembelajaran yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan Produk pengembangan media video pembelajaran memerlukan saran untuk balikan dalam rangka evaluasi formatif Saran tersebut diperoleh dari subjek yang terdiri dari ahli media pembelajaran ahli materi dan pemakai produk yaitu siswa Kelas X Rambut Jurusan Tata Kecantikan Rambut SMK Negeri 3 Pematangsiantar Dari data diperoleh Hasil validasi dari ahli materi terhadap media pembelajaran video interaktif pada kompetensi perawatan kulit wajah tidak bermasalah yang dikembangkan menunjukkan bahwa 2 kualitas materi pembelajaran dinilai baik dengan persentase 89 00 2 kualitas strategi pembelajaran dinilai baik dengan persentase 82 00 3 kualitas sistem penyampaian pembelajaran dinilai sangat baik dengan persentase 92 5 Dengan media pembelajaran interaktif pada kompetensi perawatan kulit wajah tidak bermasalah dengan menggunakan video interkatif dalam kategori Sangat Baik Hasil validasi dari ahli media pembelajaran terhadap media pembelajaran video interaktif pada kompetensi perawatan kulit wajah tidak bermasalah yang dikembangkan dengan menggunakan beberapa program menunjukkan bahwa 1 kualitas desain pembelajaran dinilai baik dengan persentase 87 50 2 kualitas desain informasi dinilai sangat baik dengan persentase rata-rata sebesar 89 00 3 kualitas desain interaksi dinilai baik dengan persentase rata-rata sebesar 85 00 Sedangkan Hasil uji coba pada siswa yang dilakukan dengan video interaktif menggunakan strategi belajar kelompok untuk tes awal diperoleh nilai rata rata 5 25 Setelah diberikan materi perawatan kulit wajah tidak bermasalah dengan video interaktif pada tes akhir memiliki nilai rata rata 8 12 hal ini terjadi peningkatan sebanyak 2 87Berdasarkan data diatas bahwa media pembelajaran dengan menggunakan video interaktif pada kompetensi perawatan kulit wajah tidak bermasalah yang dikembangkan termasuk dalam kriteria baik sehingga dapat diterima dan layak digunakan dalam proses pembelajaranhttp://digilib.unimed.ac.id/pengembangan-media-pembelajaran-dengan-video-interaktif-menggunakan-strategi-belajar-kelompok-pada-perawatan-kulit-wajah-tidak-bermasalah-tata-kecantikan-smk-negeri-3-pematang-siantar-31296.htmlWed, 11 Jun 2014 13:01:56 +0700Persepsi Guru dan Siswa Terhadap Penerapan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Macromedia Flash Pada Mata Pelajaran Perawatan Rambut Dasar di Sekolah Menengah Kejuruan SMKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Persepsi Guru dan Siswa terhadap penerapan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Macromedia Flash Pada Mata Pelajaran Perawatan Rambut Dasar di Sekolah Menengah Kejuruan SMKSampel dalam penelitian ini adalah 36 responden Siswa dan 10 responden Guru di SMK Negeri 3 Pematangsiantar dan SMK Awal Karya Pembangunan Galang Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu cara atau penelitian yang bersifat mengungkapkan fakta yang jelas tentang gejala gejala yang ada pada suatu objek penelitian untuk dianalisi Cara mengumpulkan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa AngketBerdasarkan hasil penelitian terdapat enam 6 indikator yang menjadi sudut pandang Guru dan Siswa terhadap penerapan media pembelajaran berbasis macromedia flash yaitu penerapan media pembelajaran ketersediaan media pembelajaran manfaat media pembelajaran fungsi media pembelajaran kriteria media pembelajaran dan pengembangan media pembelajaran Persepsi guru dan siswa terhadap penerapan media pembelajaran berbasis macromedia flash pada mata pelajaran perawatan rambut dasar di SMK Negeri 3 Pematangsiantar sebagai sampel yang mewakili sekolah bertaraf internasional dan SMK Awal Karya Pembangunan Galang sebagai sampel yang mewakili sekolah yang berkembang mendapatkan tanggapan yang baikUntuk itu diharapkan kepada tenaga pendidik Sekolah Menengah Kejuruan SMK agar dapat terus menerapkan media pembelajaran interaktif dalam proses pembelajaran dan dapat mengembangkan media pembelajaran berbantuan teknologi komputer agar dapat mengikuti perkembangan IPTEK Bagi siswa hendaknya dapat bekerjasama dengan guru dalam proses pembelajaran dengan meningkatkan motivasi belajar sehingga guru dapat lebih terpacu untuk memberikan yang performans terbaik di dalam kegiatan pembelajaranhttp://digilib.unimed.ac.id/persepsi-guru-dan-siswa-terhadap-penerapan-media-pembelajaran-interaktif-berbasis-macromedia-flash-pada-mata-pelajaran-perawatan-rambut-dasar-di-sekolah-menengah-kejuruan-smk-31295.htmlWed, 11 Jun 2014 12:43:29 +0700Hubungan Persepsi Siswa Tentang PraktekKerja Industri Dengan Kesiapan Kerja Siswa Di Kelas XI Busana Butik SMK Negeri 3Pematangsiantar Tahun Ajaran 2012 2013Penelitian ini bertujuan untuk 1 mengetahui kecenderungan persepsi siswa tentangpraktek kerja industri di kelas XI Busana Butik SMK Negeri 3 Pematangsiantar 2mengetahui tingkat kecenderungan kesiapan kerja siswa di kelas XI Busana Butik SMKNegeri 3 Pematangsiantar 3 mempelajari bagaimana hubungan antara persepsi siswatentang praktek kerja industri dengan kesiapan kerja siswa di kelas XI Busana Butik SMKNegeri 3 Pematangsiantar Tahun Ajaran 2012 2013Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Negeri 3 tahun Ajaran2012 2013 sebanyak tiga kelas dengan jumlah 40 oarang siswa Sampel dalam penelitian inimenggunakan sampel total yaitu jumlah keseluruhan dari siswa kelas XI SMK Negeri 3Pematangsiantar yang berjumlah 40 orang siswa Penelitian ini menggunakan metodedeskriptif korelasional yang meliputi hubungan antara dua variabel yaitu persepsi siswatentang praktek kerja industri dengan kesiapan kerja siswa Uji coba instrument dilakukan di SMK Negeri 8 medan yang terdiri dari 30 orangsiswa uji coba dilakukan dengan menggunakan angket sebanyak 42 soal denganmenggunakan rumus product moment dan uji reliabilitas instrument menggunakan teknikanalisis varian dengan rumus Alfa Pada angket variabel persepsi siswa tentang praktek kerjaindustri dari 42 butir soal terdapat 7 butir soal yang tidak valid dan 35 butir soal yang validyang digunakan untuk penelitian Sedangkan pada angket variabel kesiapan kerja siswa dari42 butir soal terdapat 6 butir soal yang tidak valid dan 36 butir soal yang valid yangdigunakan untuk penelitianDari hasil analisis korelasi diperoleh rxy adalah sebesar 0637 sedangkan nilai rtabelpada taraf signifikan 5 dengan N 40 adalah sebesar 0 312 Dengan demikian rxy rtabelatau 0 637 0 312 dengan demikian hipotesis nol Ho ditolak sedangkan Ha diterimaDapat disimpulkan bahwa Terdapat hubungan yang signifikan dan berarti antara persepsisiswa tentang praktek kerja industri dengan kesiapan kerja siswa di kelas XI Busana ButikSMK Negeri 3 Pematangsiantar Tahun Ajaran 201 2013Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa 1 Tingkat kecenderungan persepsisiswa tentang praktek kerja industri X dan kesiapan kerja siswa Y cenderung tinggi 3hasil analisis korelasi diperoleh rxy rtabel yaitu 0 637 0 312 pada taraf signifikan 5harga thitung rtabel 5 09302http://digilib.unimed.ac.id/hubungan-persepsi-siswa-tentang-praktekkerja-industri-dengan-kesiapan-kerja-siswa-di-kelas-xi-busana-butik-smk-negeri-3pematangsiantar-tahun-ajaran-2012-2013-31294.htmlWed, 11 Jun 2014 12:26:14 +0700STRATEGI PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGAPendidikan pada hakekatnya diarahkan untuk membantu siswa menemukan potensinya selanjutnya dikembangkan pada tahap optimal dengan landasan moral sebagai bekal yang tertanam dalam dirinya untuk menjalankan kehidupan Sebagai salah satu mata pelajaran pendidikan jasmani dan olahraga juga harus mampu mendukung pengembangan pendidikan karakter bagi para siswa Untuk mencapai pendidikan karakter perlu silakukan strategi melalui pembelajaran penjas Strategi integrasi pendidikan karakter melalui pendidikan jasmani dan olahraga dapat dilakukan melalui 4 langkah diantaranya 1 Integrasi kedalam proses belajar mengajar artinya bahwa mata pelajaran pendidikan jasmani dan olahraga merupakan mata pelajaran yang dalam mencapai tujuan pendidikan melalui aktivitas jasmani 2 Pembiasaan dalam kehidupan keseharian di sekolah Peran guru pendidikan jasmani menjadi penting karena perilaku disiplin sopan santun kejujuran dimungkinkan dapat terus diawasi oleh semua guru terutama bagi guru pendidikan jasmani dan olahraga 3 Kegiatan keseharian dirumah dan dilingkungan masyarakathttp://digilib.unimed.ac.id/strategi-penerapan-pendidikan-karakter-melalui-pembelajaran-pendidikan-jasmani-dan-olahraga-31293.htmlWed, 11 Jun 2014 10:38:23 +0700Gaya Hidup Konsumsi Pangan dan IMT kaitannya dengan Kesehatan Lansia di Kecamatan Tanjung MorawaPenelitian ini bertujuan untuk 1 Mengidentifikasi karakteristik lansia jenis kelamin jumlah anggota keluarga pendidikan pekerjaan status pernikahan 2 Mengidentifikasi gaya hidup lansia pola makan aktifitas fisik kebiasaan istirahat riwayat merokok kebiasaan keluar malam kebiasaan mengkonsumsi obat-obatan kebiasaan minum minuman keras 3 Menganalisis konsumsi pangan lansia 4 Menganalisis indeks massa tubuh lansia 5 Menganalisis kesehatan lansia 6 Menganalisis kaitan gaya hidup dengan kesehatan lansia 7 Menganalisis kaitan indeks massa tubuh dengan kesehatan lansia 8 Menganalisis kaitan konsumsi pangan dengan kesehatan lansia Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2013 Lokasi penelitian di Kecamatan Tanjung Morawa Populasi penelitian ini adalah lansia yang terdaftar di posyandu lansia Penarikan sampel dilakukan dengan teknik Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 47 orang lansia Teknik Analisis data secara deskriptif dan dianalisis menggunakan korelasi spearmanBerdasarkan hasil penelitian jenis kelamin lansia perempuan 7872 persen jumlah anggota keluarga umumnya berjumlah 4 orang 766 pendidikan lansia rata-rata tamat SMA lansia umumnya tidak bekerja dan status pernikahan umumnya menikah Lansia di Kecamatan Tanjung Morawa gaya hidupnya baik 40 orang Zat gizi karbohidrat paling tinggi dikonsumsi oleh lansia Indeks massa tubuh lansia umumnya normal Hasil analisis kaitan gaya hidup dengan kesehatan lansia terdapat hubungan negatif yang sangat nyata p001 antara gaya hidup dengan status kesehatan lansia Hasil analisis kaitan konsumsi pangan dengan kesehatan lansia diperoleh zat gizi karbohidrat berhubungan nyata p005 dengan status kesehatan lansia Hasil analisis kaitan Indeks Massa Tubuh dengan kesehatan lansia dilihat dari berat badan berhubungan positif yang nyata P001 dengan status kesehatan lansia dan tinggi badan berhubungan positif yang nyata P001 dengan status kesehatan lansia Hal ini menunjukkan bahwa semakin ideal tinggi badan lansia maka status kesehatan lansia semakin baikhttp://digilib.unimed.ac.id/gaya-hidup-konsumsi-pangan-dan-imt-kaitannya-dengan-kesehatan-lansia-di-kecamatan-tanjung-morawa-31292.htmlWed, 11 Jun 2014 09:01:28 +0700Hubungan Pengetahuan Dekorasi Makanan Terhadap Hasil Pengolahan dan Penyajian Makanan Penutup Dessert Pada Siswa Kelas XI Patiseri SMK Negeri 8 MedanPenelitian ini bertujuan untuk 1 mengetahui tingkat Pengetahuan Dekorasi makanan pada Siswa Kelas XI Patiseri SMK Negeri 8 Medan 2 Untuk mengetahui tingkat hasil pengolahan dan penyajian makanan penutup dessert pada siswa kelas XI patiseri SMK Negeri 8 Medan 3 Untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Dekorasi Makanan dengan Hasil Pengolahan dan Penyajian Makanan PenutupDessert pada siswa Kelas XI Patiseri di SMK Negeri 8 MedanPopulasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Patiseri SMK Negeri 8 Medan tahun ajaran 20122013 sebanyak satu kelas dengan jumlah 34 orang siswa Sampel dalam penelitian ini ialah dengan menggunakan purposive sample yaitu sampel yang bertujuan dilakukan dengan cara mengambil subjek bukan didasarkan atas strata random atau daerah tetapi didasarkan atas adanya tujuan tertentu Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional yang meliputi hubungan antara dua variabel yaitu Pengetahuan Dekorasi Makanan X dan Hasil Pengolahan dan Penyajian Makanan Penutup Dessert Y Persyaratan analisis dengan uji normalitas dan uji linearitas uji hipotesis dengan korelasi product moment Pada pengetahuan dekorasi makanan diperoleh rata-rata M 248 dan standart deviasi SD 576 Dari hasil pengolahan dan penyajian makanan dessert diperoleh rata-rata M 1188 dan standart deviasi SD 247 Untuk tingkat kecenderungan pada pengetahuan dekorasi makanan X diperoleh cenderung tinggi sedangkan tingkat kecenderungan pada hasil pengolahan dan penyajian makanan penutup dessert Y cenderung cukup Untuk uji normalitas data pada pengetahuan dekorasi makanan X berdistribusi normal karena 523 1107 Sedangkan hasil pengolahan dan penyajian makanan penutup dessert berdistribusi normal karena 10 11070 Dari hasil analisis korelasi diperoleh rxy adalah sebesar 0419 sedangkan nilai rtabel pada taraf signifikan 5 dengan N34 adalah sebesar 0339 Dengan demikian rxy rtabel atau 0419 0339 dengan demikian hipotesis nol Ho ditolak sedangkan Ha diterima Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan berarti antara pengetahuan dekorasi makanan dengan hasil pengolahan dan penyajian makanan penutup dessert pada siswa kelas XI Patiseri SMK Negeri 8 Medan TA 20122013http://digilib.unimed.ac.id/hubungan-pengetahuan-dekorasi-makanan-terhadap-hasil-pengolahan-dan-penyajian-makanan-penutup-dessert-pada-siswa-kelas-xi-patiseri-smk-negeri-8-medan-31291.htmlWed, 11 Jun 2014 08:52:42 +0700Pengembangan Modul Multimedia Interaktif DanLKS Pada Kompetensi Pengeritingan Rambut Desain Untuk Kelas XI TataKecantikan Rambut SMK Negeri 8 MedanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengembangan Modul MultimediaInteraktif dan LKS Pada Kompetensi Pengeritingan Rambut Desain Untuk Kelas XITata Kecantikan Rambut SMK Negeri 8 Medan yang berjumlah 30 orang siswaMetode penelitian yang digunakan adalah research and development yaknipenelitian ini termasuk penelitian pengembangan pendidikan yang dimaksudkanuntuk menghasilkan produk pembelajaran yang dapat dimanfaatkan sesuaikebutuhan Produk pengembangan modul multimedia interaktif dan LKSmemerlukan balikan-balikan dalam rangka evaluasi formatif Balikan-balikantersebut diperoleh dari para subjek yang terdiri dari ahli media pembelajaran ahlimateri dan pemakai produk yaitu siswa Kelas IX Tata Kecantikan Rambut SMKNegeri 8 Medan Dari data yang diperoleh Hasil validasi dari ahli materi terhadapmedia pembelajaran modul multimedia interaktif yang dikembangkan menunjukkanbahwa 1 kelayakan isi 2 kelayakan penyajian dan 3 penilaian bahasa dalampresentase rata-rata dinilai Baik dan pada aspek penilaian materi dinilai SangatBaik dengan hasil presentase rata-rata 94 Dengan menggunakan LKS padakompetensi pengeritingan rambut desain yag dikembangkan terlihat dari aspekkualitas tampilan kurikulm penyajian materi keterlaksanaan evaluasi dankebahasaan dengan presentase yang memiliki banyak variasi Secara keseluruhankriteria dari semua aspek tersebut dinilai Baik Sedangkan Hasil validasi dari ahlimedia pembelajaran terhadap modul multimedia interaktif dan LKS pada kompetensipengeritingan rambut desain yang dikembangkan dengan menggunakan beberapaprogram menunjukkan bahwa tentang 1 aspek ukuran modul dengan rata-rata 85dengan kriteri penilaian Baik Kemudian penilaian tentang 2 aspek desain sampulmodul dengan rata rata presentase 89 dengan kriteri penilaian Baik dan yangterakhir 3 desain isi modul dengan presentase rata rata 89 dimana kriteripenilaian BaikPenilaian ahli media secara keseluruhan menurut kriteria dari semua aspekdiata dinilai Baik dengan hasil presentase rata-rata 88Hasil dari uji coba modul multimedia interaktif dengan menggunakan LKS dikelas IX Tata kecantikan rambut Semester pada tahap 1 129 dan tahap 2 120maka dari itu dinyatakan bahwa modul multimedia interaktif dan LKS termasukkategori baikBerdasarkan data diatas bahwa modul multimedia interaktif dan LKS padakompetensi pengeritingan rambut desain yang dikembangkan termasuk dalamkriteria baik sehingga dapat diterima dan layak digunakan dalam prosespembelajaranhttp://digilib.unimed.ac.id/pengembangan-modul-multimedia-interaktif-danlks-pada-kompetensi-pengeritingan-rambut-desain-untuk-kelas-xi-tatakecantikan-rambut-smk-negeri-8-medan-31290.htmlWed, 11 Jun 2014 08:39:33 +0700Hubungan Penggunaan Sumber BelajarDengan Hasil Belajar Membuat Garnish Pada Siswa Kelas X Smk Negeri 10 MedanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya hubungan 1penggunaan sumber belajar 2 hasil belajar membuat garnish 3 hubunganpenggunaan sumber belajar terhadap hasil belajar membuat garnish Populasidalam penelitiaan ini adalah siswa kelas X Jasa Boga SMK Negeri 10 Medandengan jumlah sampel 70 orang Teknik pengambilan sampel adalah denganmenggunakan teknik total sampling yaitu mengambil semua populasi sebagaisampel Untuk variabel Penggunaan Sumber Belajar X datanya dijaringmenggunakan angket model skala likert sedangkan variabel Hasil belajarMembuat Garnish dijaring dengan menggunakan dokumentasi Daftar KumpulanNilai DKN Analisis data menggunakan deskriptif uji kecenderunganpersyaratan analisis dengan uji normalitas dan uji linearitas uji hipotesis dengankorelasi product momentHasil uji kecenderungan dari variabel Penggunaan Sumber Belajarsebanyak 48 siswa atau sebesar 6857 berada dalam kategori kurang sedangkanuntuk Hasil Belajar Membuat Garnish tingkat kecenderungan sebanyak 25 siswaatau sebesar 3571 berada dalam kategori cukup tetapi dilihat dari banyaknyasiswa sebanyak 36 siswa dari 70 siswa berada dalam kategori kurang dan rendahdi SMK Negeri 10 Medan Berdasarkan uji normalitas maka didapat nilai untukpenggunaan sumber belajar yaitu 9816 126 dan nilai untuk hasil belajarmembuat garnish yaitu 1199 126 dengan demikian disimpulkan bahwa datapenggunaan sumber belajar dan hasil belajar garnish berdistribusi normalDari hipotesi yang berbunyi Terdapat hubungan yang positif antarapenggunaan sumber belajar dengan hasil belajar membuat garnish pada siswaSMK Negeri 10 Medan sebagai berikut Hasil pengujian hipotesis dengan nilairhitung rtabel yaitu 0359 0195 pada taraf signifikan 5 Dengan demikian dapat disimpulkan hipotesis tersebut diterimahttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-penggunaan-sumber-belajardengan-hasil-belajar-membuat-garnish-pada-siswa-kelas-x-smk-negeri-10-medan-31289.htmlWed, 11 Jun 2014 08:37:53 +0700Hubungan Penggunaan Media Internet di Bidang Tata Hidang dengan Kemampuan Table Setting Siswa SMK Negeri 7 MedanPenelitian ini bertujuan antara lain 1 Mengetahui penggunaan mediainternet di bidang tata hidang oleh siswa 2 Mengamati kemampuan siswa dalammelakukan table setting 3 Menganalisis hubungan penggunaan media internetdi bidang tata hidang dengan kemampuan siswa dalam melakukan table settingPenelitian ini dilakukan di SMK N 7 Medan Populasi penelitian ini adalah siswakelas X sebanyak 135 orang Teknik pengambilan sampel dilakukan secararandom sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 34 siswa Data penelitianini dijaring dengan angket untuk variabel bebas yaitu Penggunaan Media Internetdi Bidang Tata Hidang X dan variabel terikatnya yaitu Kemampuan TableSetting Siswa yang dijaring dengan pengamatanTeknik analisis datadanmenggunakan uji coba intrumen analisis data uji normalitasuji linieritaspengujian hipotesisBerdasarkan hasil penelitian tingkat kecenderungan diperoleh untukpenggunaan media internet di bidang tata hidang cukup 8430 dan kemampuantable setting siswa kurang 53 Dilanjutkan dengan uji Hipotesis untuk melihathubungan masing-masing variabel diperoleh thitung sebesar 0430 dandibandingkan dengan ttabel yaitu 0339 maka 0430 0339 thitung ttabelSehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diajukan untuk Terdapathubungan yang positif antara penggunaan media internet di bidang tata hidangdengan kemampuan table setting siswa SMK Negeri 7 Medan dapat diterimahttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-penggunaan-media-internet-di-bidang-tata-hidang-dengan-kemampuan-table-setting-siswa-smk-negeri-7-medan-31288.htmlWed, 11 Jun 2014 08:29:06 +0700Hubungan Kebiasaan Makan Anak Dengan Jenis Makanan Yang Dibeli Anak di SD BetesdaKabanjaheTujuan Penelitian ini 1 untuk mengetahui kebiasaan makan anak kelas 3dan kelas 4 di SD Betesda Kabanjahe 2 untuk mengetahui jenis makanan yangdibeli anak kelas 3 dan kelas 4 di SD Betesda Kabanjahe 3 untuk mengetahuihubungan kebiasaan makan anak dengan jenis makanan yang dibeli anak di SDBetesda Kabanjahe Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah kebiasaanmakan anak jenis makanan yang dibeli anak SD dan hubungan kebiasaan makananak dengan jenis makanan yang dibeli anak di SD Betesda Kabanjahe Metodeyang digunakan deskritif korelasional Penelitian ini dilakukan di SD BetesdaKabanjahe Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh siswa kelasIII dan kelas IV yang berjumlah 40 orang Sampel dalam penelitian ini merupakansampel total Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian inimenggunakan angket untuk kebiasaan makan anak X dan angket untuk jenismakanan yang dibeli anak SD YUji coba angket kebiasaan makan anak di SD Negeri 043935 kelas III dankelas IV dengan jumlah responden 40 orang Untuk menghitung validitasinstrument penelitian diuji dengan rumus product moment untuk angket dengantingkat penerimaan pada taraf signifikansi 5 Hasil uji coba angket kebiasaanmakan anak didapat 36 item valid dan 4 yang tidak valid sedangkan reliabilitasinstrument penelitian ini diuji dengan rumus koefisien alfa yaitu sebesar 0888Sedangkan ntuk menghitung validitas instrument penelitian diuji dengan rumusproduct moment untuk angket dengan tingkat penerimaan pada taraf signifikansi5 Hasil uji coba angket jenis makanan yang dibeli anak SD didapat 35 itemvalid dan 5 yang tidak valid sedangkan reabilitas instrument penelitian ini diujidengan rumus koefisien alfa yaitu sebesar 0865Hasil deskritif tingkat kecenderungan 40 siswa terhadap kebiasaan makananak termasuk dalam katagori kurang dan jenis makanan yang dibeli anak SDtermasuk dalam katagori cukup Hasil kebiasaan makan anak menunjukanterdapat hubungan kebiasaan makan anak X dengan jenis makanan yang dibelianak di SD Betesda Kabanjahe dengan besarnya korelasi rhitung 0339 rtabel 0312 pada taraf signifikansi 5 dengan persamaan garis regresi Y 6377 029 X adalah LinierHasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat hubunganyang signifikan antara kebiasaan makan anak dengan jenis makanan yang dibelianak di SD Betesda Kabanjahe Hal ini dibuktikan dengan nilai koefesien korelasi rxy 0339 dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterimahttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-kebiasaan-makan-anak-dengan-jenis-makanan-yang-dibeli-anak-di-sd-betesdakabanjahe-31287.htmlWed, 11 Jun 2014 08:17:40 +0700Analisis dan Kebermaknaan Bahan BuburPedas Sebagai Warisan Kuliner Melayu Stabat dan Tanjung Balai FRIDADINAR dan SITI WAHIDAHPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisis dan KebermaknaanBahan Bubur Pedas Sebagai Warisan Kuliner Melayu Stabat dan Tanjung Balaibaik dari segi pengetahuan bahan pengolahan dan penyajianSubjek penelitian ini dilakukan terhadap 4 narasumber yang dibagimenjadi 2 orang untuk daerah Stabat dan 2 orang juga untuk daerah TanjungBalai Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bersifateksploratif yang menggambarkan pengetahuan masyarakat tentang bubur pedasbaik di daerah Stabat maupun Tanjung Balai Untuk merealisasikan tujuanpenelitian di atas metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metodewawancara mendalam Indepth Interview Narasumber dipilih dengan systemnon random Non Probability Sampling dengan teknik Purposive SamplingPengambilan Sampling atas pertimbangan tertentu oleh penelitisendirikepentingan sendiri sebanyak 4 orang Alat yang digunakan untukmenjaring data adalah berupa lampiran pertanyaan daftar wawancara Data yangterkumpul akan dijadikan dalam bentuk matriks menurut variabel yang ditelitikemudian akan diuraikan secara kualitatif untuk mengetahui uraian pengetahuandan pandangan narasumber tentang analisis bahan bubur pedas sebagai warisankuliner Melayu Stabat dan Tanjung BalaiDari hasil penelitian yang dilakukan dapat dikemukakan bahwa daerahStabat dan Tanjung Balai merupakan 2 daerah yang memiliki mayoritas pendudukMelayu yang masih khas dengan kebudayaan dan ciri khas warisan kulinerMelayu yang merupakan sajian khusus untuk berbuka puasa pada bulanRamadhan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diharapkan para Masyarakat Melayu khususnya Stabat dan Tanjung Balai dapat terus melestarikan dan menjaga serta mempertahankan warisan kuliner tersebut sebagai asset daerah yang dimilikihttp://digilib.unimed.ac.id/analisis-dan-kebermaknaan-bahan-buburpedas-sebagai-warisan-kuliner-melayu-stabat-dan-tanjung-balai-fridadinar-dan-siti-wahidah-31286.htmlTue, 10 Jun 2014 13:40:33 +0700Hubungan Penguasaan Teori Chiffon CakeDengan Hasil Praktek Pengolahan Chiffon Cake Pada Siswa Kelas X Patiseri SMKNegeri 8 MedanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar Hubungan Penguasaan teori Chiffon Cakedengan Hasil Praktek Pengolahan Chiffon Cake Pada Siswa Kelas X Patiseri SMK Negeri 8Medan dengan jumlah populasi responden 30 orang dengan menggunakan sampel total Dataubahan Penguasaan Teori Chiffon Cake di jaring dengan menggunakan tes dan Hasil PraktekPengolahan Chiffon Cake di jaring dengan Pengamatan dari siswa siswiHasil Penelitian tes Penguasaan Teori Chiffon Cake menunjukkan bahwa dari 30 sampelpenelitian 0 orang 000 tinggi 16 orang 5667 cenderung cukup 13 orang 4333cenderug rendah jadi dapat disimpulkan bahwa Penguasaan Teori Chiffon Cake di SMKNegeri 8 cenderung cukup 4333Dan Hasil Penelitian Hasil Praktek Pengolahan Chiffon Cake menunjukkan bahwa dari 30sampel penelitian 4 orang 1333 tinggi 14 orang 4667 cenderung cukup 12 orang40 cenderug rendah jadi dapat disimpulkan bahwa Penguasaan Teori Chiffon Cake diSMK Negeri 8 cenderung cukup 4667Dalam uji persyaratan analisis di lakukan uji normalitas dan uji linieritas Uji normalitasdalam penelitian ini menggunakan Chi-Kuadrat pada taraf signifikansi 5 dan dk 5diperoleh nilai X2hitung X2tabel 72924 1107 Dengan demikian disimpulkan bahwa dataPenguasaan Teori Chiffon Cake X berdistribusi normal untuk Hasil Praktek PengolahanChiffon Cake Y X2hitung X2tabel 10084 1107 sehingga berdistribusi normal Sedangkanuji linieritas dan uji keberartian persamaan regresi untuk persamaan regresi Y atas X diperoleh persamaan 175 073X mempunyai hubungan yang linier dan signifikan padataraf signifikansi 945 005 dimana Fhitung Ftabel -1134 248 sehingga persamaan regresi Yatas X linier dan uji keberartian Fhitung Ftabel 9377 420 sehingga persamaan regresi Y atasX berartiUntuk uji hipotesis yang menyatakan terdapat hubungan Penguasaan Teori ChiffonCake dengan Hasil Praktek Pengolahan Chiffon Cake digunakan analisis kolerasi productmoment Dari analisis tersebut di peroleh rtabel sebesar 088 Dengan demikian harga rxy rtabelyaitu 088 0361 Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara Hubungan Penguasaan teori dengan hasil praktek pengolahan chiffon cake pada kelas X Patiseri di SMK Negeri 8 Medan atau hipotesis penelitian yang diajukan dapat diterima pada taraf signifikansi 945 005http://digilib.unimed.ac.id/hubungan-penguasaan-teori-chiffon-cakedengan-hasil-praktek-pengolahan-chiffon-cake-pada-siswa-kelas-x-patiseri-smknegeri-8-medan-31285.htmlTue, 10 Jun 2014 13:32:41 +0700Hubungan Pengetahuan Keamanan MakananPorsi dan Besarnya Uang Saku dengan Perilaku Memilih Makanan Porsi Yang Aman pada Siswa SMK N 8 MedanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 pengetahuan remaja mengenaikeamanan makanan porsi 2 besarnya uang saku siswa 3 perilaku remaja dalam memilihmakanan porsi yang aman 4 hubungan pengetahuan keamanan makanan porsi denganperilaku memilih makanan porsi yang aman pada remaja 5 hubungan antara besar uangsaku dengan perilaku memilih makanan porsi yang aman pada remaja 6 hubungan antarapengetahuan keamanan makanan porsi dan besarnya uang saku dengan perilaku memilihmakanan porsi yang aman pada remaja Penelitian ini dilakukan di SMK N 8 Medan Waktupenelitian dari bulan juni 2013 dengan populasi penelitian sebanyak 108 orang Datapenelitian ini dijaring dengan menggunakan instrumen test untuk ubahan pengetahuankeamanan makanan porsi X1 angket bentuk pilihan untuk besar uang saku X2 danpengisian kuesioner untuk ubahan perilaku memilih makanan porsi yang aman pada remajaY Uji validitas tes dengan taraf signifikansi 5 menghasilkan 39 tes yang valid dari 50soal tes dengan reabilitas keterandalan 096 dan hasil uji validitas angket dari 40 kuesionerdikatakan valid keterandalan 068 tergolong cukup Hasil uji normalitas data ubahan X1dengan mengkonsultasikan hasil perhitungan X2h 13386 dengan X2t pada db 8 1 7pada taraf signifikansi 5 sebesar 14067 maka X2h X2t yaitu 13386 14067 dapatdisimpulkan bahwa sebaran data variabel pengetahuan keamanan makanan porsi X1berdistribusi normal dan uji normalitas data ubahan Y dengan mengkonsultasikan hasilperhitungan menunjukkan bahwa nilai X2h X2t yaitu 10757 14067 dapat disimpulkanbahwa perilaku memilih makananan porsi berdistribusi normal Hasil pengetahuan keamananmakanan menemukan sebanyak 528 pengetahuan sampel berasal pada kategori sedangbesar uang saku sebanyak 556 dikategori sedang dan perilaku memilih makanan porsi sebanyak 509 dikategori sedang Hasil penelitian menunjukkkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pengetahuan keamanan makanan porsi dan besarnya uangsaku dengan perilaku memilih makanan porsi yang aman pada remaja SMK Negeri 8 Medanhttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-pengetahuan-keamanan-makananporsi-dan-besarnya-uang-saku-dengan-perilaku-memilih-makanan-porsi-yang-aman-pada-siswa-smk-n-8-medan-31284.htmlTue, 10 Jun 2014 13:21:56 +0700Hubungan Ketersediaan Sayuran Pada Menu Makanan Dengan Tingkat Konsumsi Pangan Anak Remaja di Kelurahan Lau Cimba Kecamatan KabanjahePenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ketersediaan sayuran pada menu makanan dengan tingkat konsumsi pangan anak remaja di Kelurahan Lau Cimba Kecamatan KabanjaheMasalah dalam penelitian ini adalah ketersediaan sayuran pada menu makanan tingkat konsumsi pangan anak remaja dan hubungan ketersediaan sayuran pada menu makanan dengan tingkat konsumsi pangan anak remaja di Kelurahan Lau Cimba Kecamatan Kabanjahe Metode yang digunakan deskritif korelasional Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Lau Cimba Kecamatan Kabanjahe Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh anak remaja yang berumur 15-19 tahun yang berjumlah 790 orang Sampel dalam penelitian ini merupakan sampel random sehingga sampel berjumlah 79 orang Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan angket untuk ketersediaan sayuran pada menu makanan X dan angket untuk tingkat konsumsi pangan anak remaja YHasil deskriptif tingkat kecenderungan 79 orang anak remaja terhadap ketersediaan sayuran pada menu makanan termasuk dalam kategori cukup 45 orang 569 dan tingkat konsumsi pangan anak remaja termasuk dalam katagori cukup 67 orang 848 Hasil uji normalitas terhadap ketersediaan sayuran pada menu makanan berdistribusi normal dengan 119883846211989411990511990611989911989221198831199051198861198871198901198972 atau 409 1107 dan terhadap tingkat konsumsi pangan juga berdistribusi normal dengan 119883846211989411990511990611989911989221198831199051198861198871198901198972 atau 411 1107 Hasil uji linieritas menyatakan bahwa persamaan regresi tingkat konsumsi pangan anak remaja Y atas ketersediaan sayuran pada menu makanan X adalah linier dan signifikan pada taraf signifikan 945 005 dimana fh ft 405 396 dan linier fh ft -196 174 Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan ketersediaan sayuran pada menu makanan X dengan tingkat konsumsi pangan anak remaja Y di Kelurahan Lau Cimba Kecamatan Kabanjahe dengan besarnya korelasi rhitung 0235 rtabel 0220 pada taraf signifikansi 5 Dengan demikian dinyatakan bahwa hasil penelitian yang diajukan diterimahttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-ketersediaan-sayuran-pada-menu-makanan-dengan-tingkat-konsumsi-pangan-anak-remaja-di-kelurahan-lau-cimba-kecamatan-kabanjahe-31283.htmlTue, 10 Jun 2014 13:04:23 +0700Analisis Manajemen KaryawaDan Persepsi Konsumen Ayam Penyet Jakarta APJ Di Kota MedanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 manajemen karyawan dan 2 persepsi konsumen Ayam Penyet Jakarta APJ di kota Medan Subjek penelitian adalah karyawan dan konsumen Ayam Penyet Jakarta APJ di kota Medan Jumlah sampel karyawan sebanyak 50 orang sedangkan konsumen 132 orang Sampel dalam penelitian ini karyawan APJ menggunakan total sampling sedangkan konsumen APJ menggunakan nomogram Harry King Metode penelitian adalah deskriptif dimana variabel penelitian adalah manajemen karyawan APJ dan persepsi konsumen APJ Sebelum digunakan instrumen penelitian ini terlebih dahulu diujicobakan untuk melihat validitas dan reliabilitasnya Uji coba angket manajemen karyawan APJ dan persepsi konsumen APJ dilakukan di Rumah Makan Ayam Penyet Jakarta APJ cabang Padang Bulan dengan jumlah responden 50 orang Untuk perhitungan uji validitas butir angket manajemen karyawan APJ dan persepsi konsumen APJ digunakan rumus Product Moment Suatu butir angket dikatakan valid apabila rhitung rtabel pada taraf signifikan 5 Sedangkan uji reliabilitas angket manajemen karyawan APJ dan persepsi konsumen APJ digunakan rumus Alpha Hasil uji coba angket manajemen karyawan APJ di dapat 34 item valid dan 6 item tidak valid dengan reabilitas sebesar 0808 sedangkan hasil uji coba angket persepsi konsumen APJ di dapat 33 item valid dan 7 item tidak valid dengan reabilitas sebesar 0838 Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan jawaban responden dengan menggunakan persentase Hasil perhintungan persentase menunjukkan bahwa 1 manajemen karyawan Ayam Penyet Jakarta APJ tergolong dalam kategori sangat tinggi dengan persentase sebesar 92 untuk indikator pengorganisasian dan 2 persepsi konsumen Ayam Penyet Jakarta APJ tergolong dalam kategori sangat tinggi dengan persentase sebesar 5757 untuk indikator sikaphttp://digilib.unimed.ac.id/analisis-manajemen-karyawadan-persepsi-konsumen-ayam-penyet-jakarta-apj-di-kota-medan-31282.htmlTue, 10 Jun 2014 12:55:58 +0700UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJARLOMPAT HARIMAU DALAM PEMBELAJARAN SENAM LANTAI MELALUI VARIASI PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS X SMA SWASTA HARAPAN 2 MEDANTAHUN AJARAN 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peningkatkan Hasil Belajar LompatHarimau Melalui Variasi Pembelajaran Pada Siswa Kelas X SMA SwastaHarapan 2 Medan Tahun Ajaran 20132014 Penelitian ini adalah siswa kelas Xyang menjadi sampel dengan jumlah siswa sebanyak 32 siswa yang akandiberikan tindakan berupa pembelajaran Lompat Harimau melalui variasipembelajaran Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah PenelitianTindakan Kelas Classroom Action ResearchUntuk memperoleh data dalam penelitian ini dilakukan tes hasil belajar diakhir setiap siklus yang berbentuk aplikasi penilaian teknik dasar dasar LompatHarimaU Dengan pelaksanaan penelitian tes hasil belajar ini dilaksanakan selamadua minggu atau dua kali pertemuan Analisis data dilakukan dengan reduksi datadan paparan dataUntuk memperoleh data dalam penelitian ini dilakukan tes hasil belajar diakhir setiap siklus yang berbentuk aplikasi penilaian teknik lompat harimauDengan pelaksanaan penelitian tes hasil belajar ini dilaksanakan selama duaminggu atau dua kali pertemuan Analisis data dilakukan dengan reduksi data danpaparan dataHasil penelitian menyimpulkan 1 dari tes hasil belajar siklus I diperolehsebanyak 19 orang siswa dengan nilai setelah dikonfersikan sebesar 50 telahmencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan 19 orang siswa 50 belummencapai tingkat ketuntasan belajar Dengan nilai rata-rata hasil belajar setelahadalah 7324 Namun belum memenuhi kriteria ketuntasan secara klasikal yangdiharapkan yaitu 85 2 dari tes hasil belajar siklus II diperoleh data sebanyak33 orang siswa dengan nilai setelah dikonfersikan sebesar 8684 yang telahmencapai ketuntasan dalam belajar dan 5 orang siswa 1315 masih belumtuntas Dengan nilai rata-rata hasil belajar setelah adalah 8179 Berdasarkan analisis data yang dapat dikatakan bahwa melalui variasi permainan dapat menunjang pendidikan jasmani terhadap hasil belajar siswa kelas X SMA Swasta Harapan 2 Medan Tahun Ajaran 20132014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-peningkatan-hasil-belajarlompat-harimau-dalam-pembelajaran-senam-lantai-melalui-variasi-pembelajaran-pada-siswa-kelas-x-sma-swasta-harapan-2-medantahun-ajaran-20132014-31281.htmlMon, 09 Jun 2014 16:02:54 +0700Upaya MeningkatkanPenguasaan Kosakata Anak Kelompok B Dengan Menggunakan MediaFlashcard Di TK Mutiara Handayani Kecamatan Medan Polonia TA2012-2013Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah Apakah denganmenggunakan media flashcard dapat meningkatkan penguasaan kosakata anakkelompok B di TK Mutiara Handayani Penelitian ini bertujuan untuk 1meningkatkan penguasaan kosakata anak kelompok B di TK Mutiara Handayanidengan menggunakan media flashcard 2 mengetahui seberapa besarpeningkatan penguasaan kosakata anak kelompok B di TK Mutiara HandayaniSubjek Penelitian ini adalah anak kelompok B yang berjumlah 22 orangyang terdiri dari 12 orang anak lakilaki dan 10 orang anak perempuanSedangkan objek penelitian ini adalah tindakan untuk meningkatkan penguasaankosakata anak usia dini dengan menggunakan media flashcard Jenis penelitianyang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas TK Instrumenpengumpulan data adalah lembar observasiHasil penelitian yang dilakukan pada tindakan siklus I dengan melakukanobservasi kepada anak untuk mengetahui tingkat penguasaan kosakata anakkelompok B di TK Mutiara Handayani setelah digunakannya media flashcardmenunjukkan bahwa terdapat 9 orang anak 40 9 tergolong baik 7 orang anak 31 8 tergolong cukup dan 6 orang anak 27 3 tergolong kurangPeningkatan penguasaan kosakata pada siklus I ini kurang berhasil karena masihterdapat 27 3yang tergolong kurang sehingga perlu dilakukan pembelajaranyang lebih baik pada siklus II Peningkatan penguasaan kosakata anak kelompokB di TK Mutiara Handayani setelah digunakannya media flashcard pada siklus IIterdapat 5 orang anak 22 7 tergolong baik sekali 15 orang anak 68 2tergolong baik 2 orang anak 9 0 tergolong cukup dan tidak ada anak yangtergolong kurangDengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media flashcarddapat meningkatkan penguasaan kosakata anak kelompok B di TK MutiaraHandayani Kecamatan Medan Polonia TA 2012 2013 Disarankan kepada guruuntuk dapat menggunakan media flashcard sebagai salah satu media pembelajaranuntuk meningkatkan penguasaan kosakata anakhttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkanpenguasaan-kosakata-anak-kelompok-b-dengan-menggunakan-mediaflashcard-di-tk-mutiara-handayani-kecamatan-medan-polonia-ta20122013-31280.htmlMon, 09 Jun 2014 15:59:54 +0700Upaya Mengembangkan KarakterDisiplin Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Kegiatan Mendongeng dengan BonekaTangan di PAUD Asuhan Desa Nagori Dolok TA 20132014Yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah masih ada anakyang belum memenuhi peraturan yang ada di sekolah sementara pada saat anakberada di kelas A anak sudah dikenalkan dengan aturan-aturan yang ada disekolah Akan tetapi pada saat anak berada di kelas B masih ada anak yang belummematuhi peraturan yang ada di sekolah Adapun permasalah yaitu kurangnyakemampuan guru dalam menarik minat anak untuk menyimak pelajaran yangdisampaikan kegiatan mendongeng masih jarang dilakukan guru dalammengembangkan karakter disiplin anak belum terlaksananya pendidikan karakteryang terintegrasi dalam kegiatan belajar pendidikan karakter belum diletakkanpada proses pembelajaran Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui kegiatan mendongeng dengan boneka tangan dapat mengembangkankarakter disiplin anak usia 5-6 tahunJenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian tindakan kelasPTK yang terdiri dari 2 siklus dimana setiap siklus diadakan 2 kali pertemuanObjek penelitian ini adalah mengembangkan karakter disiplin anak usia 5-6 tahundi PAUD Asuhan Desa Nagori Dolok TA 20132014 Subjek penelitian adalahanak kelas B yang berjumlah 20 orang Alat pengumpul data yang digunakanpeneliti adalah lembar observasiHasil analisis siklus I diperoleh data bahwa perkembangan karakterdisiplin anak melalui kegiatan mendongeng dengan boneka tangan yaitu tidak adaanak 0 yang tergolong sangat baik 5 orang 25 tergolong Baik 15 orang75 tergolong cukup Dari data hasil observasi tersebut sehingga pada siklus IIperlu dilakukan kegiatan mendongeng dengan boneka tangan yang lebih baik danyang dapat menarik minat anak untuk mendengarkan dongeng yang disampaikanmulai dari memperbaik cerita yang akan disampaikan media yang digunakan danyang paling penting waktu karena jika dongeng disampaikan terlalu lama makadapat membuat anak menjadi bosan Maka dari hasil analisis siklus II diperolehhasil bahwa perkembangan karakter disiplin anak berkembang yaitu bahwajumlah anak yang perkembangan karakter disiplin anak tergolong sangat baik 15orang 75 anak yang tergolong baik bertambah menjadi 5 orang 25 dananak yang tergolong cukup menjadi 0 orang 0 Dari hasil temuan penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa kegiatanmendongeng dapat mengembangkan karakter disiplin usia 5-6 tahun di PAUDAsuhan Desa Nagori Dolok TA 20132014http://digilib.unimed.ac.id/upaya-mengembangkan-karakterdisiplin-anak-usia-56-tahun-melalui-kegiatan-mendongeng-dengan-bonekatangan-di-paud-asuhan-desa-nagori-dolok-ta-20132014-31279.htmlMon, 09 Jun 2014 15:53:49 +0700Upaya Meningkatkan Kejujuran Pada AnakUsia Dini Melalui Kegitan Mendongeng Di TK Pelangi Medan Tahun Ajaran20122013Masalah dalam penelitian ini adalah Apakah dengan kegiatanmendongeng dapat meningkatkan kejujuran pada anak usia dini di TK Pelangi JlnBhayangkara No 417 Medan Kecamatan Medan Tembung Kabupaten DeliSerdang Tahun Ajaran 20122013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kejujuran padaanak usia dini dan penggunaan kegiatan mendongeng Jenis penelitian ini adalahpenelitian tindakan kelas PTK Objek penelitian ini adalah kegiatanmendongeng untuk meningkatkan kejujuran pada Anak Usia Dini Subjekpenelitian adalah seluruh anak kelas B yang berjumlah 23 orangPenelitian ini dilakukan 2 siklusSetiap siklus diadakan 2 kali pertemuanData dilakukan dengan menggunakan test performance tes unjuk kerjaHasil analisis siklus I menyatakan bahwa kejujuran pada anak yaituperolehan datanya yaitu sebesar 6521 15 orang anak yang termasuk dalamkategori baik 3043 7 orang anak yang termasuk pada kategori cukup dan434 1 orang anak termasuk kategori kurang Hasil tersebut belum mencapaikreteria penelitian Dilanjutkan ke siklus II dengan tindakan kegiatan mendongengyg di penggunaan boneka tangan Setelah siklus II dilakukan diketahui bahwaterdapat 11 orang anak atau 4782 termasuk kategori sangat baik dan 12 oranganak atau 5217 termasuk kategori baik untuk itu tidak perlu ada perbaikan lagi Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan kegiatan mendongeng dapat meningkatkan kejujuran pada anak usia dini di TK Pelangi Tahun Ajaran 20122013 Dengan demikian kegiatan mendongeng dapat digunakan sebagai salah satu kegiatan untuk meningkatkan kejujuran pada anak usia dinihttp://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-kejujuran-pada-anakusia-dini-melalui-kegitan-mendongeng-di-tk-pelangi-medan-tahun-ajaran20122013-31278.htmlMon, 09 Jun 2014 15:49:00 +0700Pengaruh Teknik Pembelajaran Kelompok Buzz terhadap Kemampuan Mengidentifikasi Unsur Intrinsik Film I m Not Stupid Too Siswa Kelas X SMA Negeri I Tebing Tinggi Tahun Pembelajaran 20122013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik pembelajaran kelompok buzz dan teknik pembelajaran tradisional dalam meningkatkan kemampuan mengidentifikasi unsur intrinsik film Im Not Stupid Too siswa kelas X SMA Negeri 1 Tebing Tinggi tahun pembelajaran 2012 2013Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain post test only control group dengan sampel kelas eksperimen yang menggunakan teknik pembelajaran kelompok buzz berjumlah 38 orang dan sampel kelas kontrol yang menggunakan teknik pembelajaran tradisional berjumlah 37 orang yang berasal dari populasi seluruh kelas X SMA Negeri 1 Tebing Tinggi tahun pembelajaran 20122013Nilai rata-rata kemampuan mengidentifikasi unsur intrinsik film dengan menggunakan teknik pembelajaran kelompok buzz adalah sebesar 77 5 dan standar deviasi 8 86 Nilai rata-rata kemampuan mengidentifikasi unsur intrinsik film dengan menggunakan teknik pembelajaran tradisional adalah 6662 dan standar deviasi 7 53 Setelah melakukan uji hipotesis menggunakan uji t dengan membandingkan harga thitung dengan ttabel diperoleh hasil thitung ttabel 586 2 00 Ini berarti H0 ditolak dan Ha diterima Teknik pembelajaran kelompok Buzz lebih efektif digunakan daripada teknik pembelajaran tradisional dalam meningkatkan kemampuan mengidentifikasi unsur intrinsik film I m Not Stupir Too siswa kelas X SMA Negeri 1 Tebing Tinggi Tahun Pembelajaran 2012 2013http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-teknik-pembelajaran-kelompok-buzz-terhadap-kemampuan-mengidentifikasi-unsur-intrinsik-film-i-m-not-stupid-too-siswa-kelas-x-sma-negeri-i-tebing-tinggi-tahun-pembelajaran-20122013-31277.htmlMon, 09 Jun 2014 15:40:44 +0700Upaya Meningkatkan Kecerdasan VerbalLinguistik Anak Melalui Metode BermainPeran Pada Kelompok B Di TK MutiaraHandayani Kecamatan Medan Polonia TahunAjaran 20122013Masalah dalam penelitian ini adalah 1 Adanya sebagian anak yangbelum pasih dalam berbahasa dan berbicara verbal linguistik 2 Kurangnyapengetahuan guru untuk menciptakan metode yang berguna untuk meningkatkankecerdasan verbal linguistik anak 3 Kurangnya kesempatan anak untukberinteraksi langsung dengan guru dan temannya dalam meningkatkanbahasanya Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan verballinguistik anak melalui metode bermain peran pada kelompok B di TK MutiaraHandayani Kecamatan Medan Polonia Tahun Ajaran 20122013Jenis Penelitian ini adalah PTK Penelitian Tindakan Kelas dan subjekdalam penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B TK Mutiara HandayaniKecamatan Medan Polonia tahun ajaran 20122013 yang berjumlah 22 oranganakTeknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan teknikobservasi Teknik analisi data dilakukan dengan cara mencari tingkat kecerdasanverbal linguistik anak secara individu mencari rata-rata tingkat kecerdasanverbal linguistik anak dan mencari nilai kecerdasan verbal linguistik anak secaraklasikal Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada observasi awal rata-ratakecerdasan verbal linguistik anak masih 495 Setelah dilakukan tindakan padasiklus I ditemukan hasil bahwa rata-rata kecerdasan verbal linguistik anak telahmenunjukkan peningkatan yaitu 60 Pada tindakan siklus II setelah dilakukanperbaikan terhadap kesalahan-kesalahan yang terjadi pada siklus I maka rata-rata kecerdasan verbal linguistik anak telah meningkat hingga 936Maka sebagai kesimpulan adalah metode bermain peran dapat meningkatkan kecerdasan verbal linguistik anak pada kelompok B di TK Mutiara Handayani Kecamatan MedanPolonia Tahun Ajaran 20122013http://digilib.unimed.ac.id/upaya-meningkatkan-kecerdasan-verballinguistik-anak-melalui-metode-bermainperan-pada-kelompok-b-di-tk-mutiarahandayani-kecamatan-medan-polonia-tahunajaran-20122013-31276.htmlMon, 09 Jun 2014 15:39:38 +0700Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition CIRC terhadap Kemampuan Menentukan Fakta dan Opini pada Tajuk Rencana Harian Kompas oleh Siswa Kelas XI SMA Islam Terpadu Al-Ulum Tahun Pembelajaran 20122013Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition CIRC terhadap kemempuan menentukan fakta dan opini pada tajuk rencana Harian Kompas oleh siswa kelas XI SMA Islam Terpadu Al-Ulum Tahun Pembelajaran 20122013 Untuk penelitian ini data diambil dari kelas sampel yaitu kelas XI-2 yang berjumlah 40 orang Sampel diambil dari populasi yang terdiri dari tiga kelas Pengambilan data diambil dari instrument test dalam bentuk penugasan yaitu menentukan fakta dan opini pada tajuk rencana Harian KompasMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain penelitian one group pretest post-test desaignDengan pengolahan data diperoleh dengan nilai rata-rata pre test 6552 standar deviasi 577 atau termasuk kategori cukup sebanyak 28 orang atau 70 kategori kurang sebanyak 12 orang atau 30 Nilai rata-rata post-test 8022 standar deviasi 726 dan termasuk kategori sangat baik sebanyak 11 orang atau 275 kategori baik sebanyak 23 oang atau 575 dan kategori cukup sebanyak 6 orang atau 15Berdasarkan hasil uji analisis data dengan memnggunakan uji t diperoleh thitung 6125 pada taraf signifikan 5 dari daftar distribusi N 40 maka diperoleh ttabel 202 Jadi thitung ttabel 6125 202 maka hipotesis nihil H0 ditolak dan hipotesis alternativeHa diterima Artinya terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran CIRC dalam menentukan fakta dan opini pada tajuk rencanaBerdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran CIRC berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kemamapuan menentukan fakta dan opini pada tajuk rencana Harian Kompas oleh siswa kelas XI SMA Islam Terpadu Al-Ulum Tahun Pembelajaran 20122013http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-cooperative-integrated-reading-and-composition-circ-terhadap-kemampuan-menentukan-fakta-dan-opini-pada-tajuk-rencana-harian-kompas-oleh-siswa-kelas-xi-sma-islam-terpadu-alulum-tahun-pembelajaran-20122013-31275.htmlMon, 09 Jun 2014 15:28:39 +0700Pengaruh Model Pembelajaran Berpikir Berpasangan Berbagi Terhadap Kemampuan Menemukan Pokok Pokok Berita Oleh Siswa Kelas VIII SMP Swasta GBKP Kabanjahe Tahun Pembelajaran 2013 2014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Berpikir Berpasangan-Berbagi pada siswa kelas VIII SMP Swasta GBKP Kabanjahe Tahun Pembelajaran 2013 2014 Populasi penelitian ini adalah 102 siswa dan sampel penelitian dilakukan terhadap 33 siswa kelas VIII SMP Swasta GBKP Kabanjahe Tahun Pembelajarn 2013 2014Dalam penelitian ini subjek terdiri dari satu kelompok yaitu kelas eksperimen Pengukuran dilakukan sebanyak dua kali yaitu sebelum eksperimen pre-test dan sesudah post-test Dengan desain ini pengaruh dari eksperimen dapat diketahui pasti karena telah menggunakan tes awalDari hasil penelitian diperoleh kesimpulan kemampuan menemukan pokokpokok berita yang menggunakan model pembelajaran Berpikir Berpasangan Berbagi pada siswa kelas VIII SMP Swasta GBKP Kabanjahe Tahun Pembelajaran 20132014 adalah baik dengan nilai rata-rata 87 42 Kemampuan menemukan pokok pokok berita sebelum menggunakan model pembelajaran Berpikir-Berpasangan-Berbagi pada siswa kelas VIII SMP Swasta GBKP Kabanjahe Tahun Pembelajaran 2013 2014 adalah cukup dengan nilai rata-rata 7181Model pembelajaran Berpikir-Berpasangan-Berbagi berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan siswa menemukan pokok pokok berita Ini terbukti dari hasil uji t diperoleh nilai thitung ttabe l0 05 yakni 8 67 2 03 Untuk itu perlunya guru bidang studi bahasa Indonesia di sekolah setempat meningkatkan pembelajaran menemukan pokok pokok berita kepada siswa dengan menerapkan model pembelajaran Berpikir Berpasangan Berbagi karena model pembelajaran ini terbukti berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan menemukan pokok-pokok beritaKata kunci Pengaruh Model Pembelajaran Berpikir-Berpasangan-BerbagiMenemukan Pokok-pokok Beritahttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-model-pembelajaran-berpikir-berpasangan-berbagi-terhadap-kemampuan-menemukan-pokok-pokok-berita-oleh-siswa-kelas-viii-smp-swasta-gbkp-kabanjahe-tahun-pembelajaran-2013-2014-31274.htmlMon, 09 Jun 2014 15:22:46 +0700Efektivitas Penerapan Metode Sugesti Imajinasi Dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Narasi Oleh Siswa Kelas X SMA Swasta PAB 6 Medan Tahun Pembelajaran 20132014Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah metode sugesti imajinasi efektif terhadap kemampuan menulis karangan narasi siswa kelas X SMA Swasta PAB 6 Medan Populasi dalam penelitian ini berjumlah 84 siswa kelas X SMA Swasta PAB 6 Medan Sampel penelitian ini berjumlah 56 orang yang diambil dengan teknik rendom Yaitu kelas X1 dan X2 Instrumen yang digunakan untuk menjaring data adalah dengan menulis karangan narasi dengan menggunakan metode sugesti imajinasiDari pengolahan data diperoleh hasil kelas eksperimen dan kelas kontrol Adapun nilai rata-rata kelas eksperimen dengan metode sugesti imajinasi adalah 7696 dengan standar deviasi 659 standar eror 126 dan termasuk dalam kategori baik Sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol dengan metode ceramah adalah 6339 dengan standar deviasi 767 dan standar eror 147 dan termasuk dalam kategori cukup Dari uji homogenitas diperoleh bahwa X Chi Kuadrat hitung sebesar 069 Harga X tabel pada taraf kepercayaan 95 dengan dk 27 adalah 401 Ternyata X hitung X tabel yaitu 069 401 Hal ini membuktikan bahwa varians populasi adalah homogen Setelah t0 diperoleh selanjutnya dikonsultasikan dengan tabel t pada taraf signifikan 5 dengan dk N1N2-2 2828-2 54 Pada tabel t dengan dk 54 diperoleh taraf signifikan 5 200 Oleh karena t0 yang diperoleh lebih besar dati ttabel yaitu 200 703 265 maka hipotesis nihil Ho ditolak dan hipotesis alternatif Ha diterimahttp://digilib.unimed.ac.id/efektivitas-penerapan-metode-sugesti-imajinasi-dalam-meningkatkan-kemampuan-menulis-karangan-narasi-oleh-siswa-kelas-x-sma-swasta-pab-6-medan-tahun-pembelajaran-20132014-31273.htmlMon, 09 Jun 2014 15:16:53 +0700Pengaruh PenggunaanMetode Quiz Team terhadap Kemampuan Menentukan Unsur IntrinsikCerpen Siswa Kealas X SMA Negeri 1 Saipar Dolok Hole TahunPembelajaran 20132014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metodequiz team pada kemampuan menentukan unsur intrinsik cerpen siswa kelas XSMA Negeri 1 Saipar Dolok Hole tahun pembelajaran 2013-2014 Populasipenelitian ini adalah 50 orang karena populasi penelitian kurang dari 100 makasampel penelitian adalah seluruh populasi denagn kata lain penelitian inimerupakan penelitian populasiMasalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah kemampuanmenentukakn unsur intrinsik cerpen sebelum menggunakan metode quiz team dansetelah menggunakan metode quiz team Yang ingin dilihat dalam penelitian iniadalah apakah penggunaan metode quiz team bisa meningkatkan dan berpengaruhpositif terhadap kemampuan siswa menentukan unsur intrinsik cerpenDari hasil penelitian diperoleh kesimpulan kemampuan menentukanunsur intrinsik cerpen sebelum menggunakan metode quiz team pada siswa kelasX SMA Negeri 1 Saipar Dolok Hole Tahun Pembelajaran 2013 2014 adalahcukup dengan nilai rata-rata 61 1 Kemampuan menentukan unsur intrinsikcerpen setelah menggunakan metode quiz team pada siswa kelas X SMA Negeri1 Saipar Dolok Hole Tahun Pembelajaran 2013-2014 adalah baik dengan nilairata-rata 806 Metode pembelajaran quiz team berpengaruh dalam meningkatkankemampuan siswa menulis paragraf narasi sugestifmenentukan unsur intrinsikcerpen Ini terbukti dari hasil uji t diperoleh nilai thitung ttabel 0 05 yakni 14961 67Untuk itu perlunya guru bidang studi bahasa Indonesia di sekolah setempatmeningkatkan kemampuan siswa dalam menentukan unsur intrinsik cerpendengan menerapkan metode pembelajaran quiz team karena metode ini terbuktiberpengaruh dalam meningkatkan kemampuan menentukan unsur intrinsikcerpenhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-penggunaanmetode-quiz-team-terhadap-kemampuan-menentukan-unsur-intrinsikcerpen-siswa-kealas-x-sma-negeri-1-saipar-dolok-hole-tahunpembelajaran-20132014-31272.htmlMon, 09 Jun 2014 15:06:45 +0700Perbedaan Hasil Belajar Apresiasi Cerpen Tiurmaida Karya Hasan All Banna Berdasarkan Jenis Kelamin dengan Menggunakan Teknik Kelompok Buzz oleh Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Binjai Tahun Pembelajaran 20122013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar apresiasi cerpen tiurmaida karya Hasan Al Banna berdasarkan jenis kelamin dengan menggunakan teknik kelompok buzz oleh siswa kelas X SMA Negeri 3 Binjai tahun pembelajaran 20122013 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 3 Binjai sebanyak 280 orang Pengambiulan sampel dengan menggunakan teknik purposive sample sebanyak 60 orang Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen two group post test design Instrument yang digunakan adalah tes objektif pilihan berganda dengan empat pilihan jawaban Nilai rata-rata post test siswa perempuan pada kelas kontrol adalah 6433 dengan kategori kurang sedangkan nilai rata-rata post test siswa laki-laki adalah 63 dengan kategori kurang Nilai rata-rata siswa perempuan pada kelas eksperimen adalah 78 dengan kategori baik sedangkan nilai rata-rata siswa laki-laki adalah 7667 dengan kategori baikPengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji General Linear Model Multivarite dengan menggunakan program SPSS-17 Dari perhitungan uji hipotesis untuk kelas kontrol diperoleh harga sig 945 0594 005 dan untuk kelas eksperimen harga sig 945 0898 005 maka Ha ditolak sedangkan Ho diterima Hal ini membuktikan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar apresiasi cerpen siswa laki-laki dengan siswa perempuan Hipotesis untuk teknik pembelajaran diperoleh harga sig 945 0000 005 maka Ha diterima sedangkan Ho ditolak Hal ini menunjukkan bahwa teknik pembelajaran kelompok buzz dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 3 Binjai tahun pembelajaran 20122013http://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-belajar-apresiasi-cerpen-tiurmaida-karya-hasan-all-banna-berdasarkan-jenis-kelamin-dengan-menggunakan-teknik-kelompok-buzz-oleh-siswa-kelas-x-sma-negeri-3-binjai-tahun-pembelajaran-20122013-31271.htmlMon, 09 Jun 2014 15:02:41 +0700Pengaruh Strategi Imajinasi terhadap Kemampuan Menemukan Nilai Kehidupan dalam Cerpen oleh Siswa Kelas X SMA Swasta Raksana Medan Tahun Pembelajaran 2013 2014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi imajinasi terhadap kemampuan menemukan nilai kehidupan dalam cerpen Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Swasta Raksana Medan Tahun Pembelajaran 2013-2014 yang berjumlah 223 orang Pengambilan sampel dilakukan secara random dengan undian Instrumen yang digunakan untuk menyaring data adalah tes tertulisMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen Rumus yang digunakan adalah uji t sebagai berikuttDari pengolahan data diperoleh nilai rata-rata pre-test 67 46 standar deviasi 6 09 dan nilai rata-rata post-test 82 06 standar deviasi 7 07 Kemudian berdasarkan uji normalitas dan homogenitas dinyatakan bahwa sampel berdistribusi normal dan berasal dari populasi yang homogen Setelah uji normalitas dan homogenitas dilakukan maka diketahuilah t0 sebesar 918 Selanjutnya t0 dikonsultasikan dengan tabel t pada taraf signifikansi 005 dengan df N-1 df 35-1 df 34 Dari df 34 diperoleh hasil interpolasi linear ttabel 1-1 20 2 02 Dengan demikian t0 ttabel1-1 2 yakni 918 202 maka hipotesis nihil H0 ditolak dan hipotesis alternatif Ha diterima Akhirnya dapat disimpulkan bahwa penggunaan strategi imajinasi berpengaruh positif terhadap kemampuan menemukan nilai kehidupan dalam cerpen oleh siswa kelas X SMA Swasta Raksana Medan Tahun Pembelajaran 2013-2014http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-strategi-imajinasi-terhadap-kemampuan-menemukan-nilai-kehidupan-dalam-cerpen-oleh-siswa-kelas-x-sma-swasta-raksana-medan-tahun-pembelajaran-2013-2014-31270.htmlMon, 09 Jun 2014 14:53:34 +0700Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Medan Pengaruh Penggunaan Media Puzzle terhadap Hasil Belajar Sejarah Siswa di Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Perbaungan TA 2012 2013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penggunaan Media Puzzle terhadap Hasil Belajar Sejarah Siswa di Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Perbaungan T A 20122013 Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen sebagai populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Perbaungan Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas eksperimen dan control Penelitian ini melibatkan dua kelas yang diberi perlakuan berbeda Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda sebanyak 30 soal dengan 5 pilihan jawaban Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang diajar melalui penggunaan media puzzle pada kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata pretest adalah 39 12 standar deviasi diperoleh 9 46 dan varians diperoleh 89 59 nilai posttest pada kelas ekperimen diperoleh rata rata 72 75 standar deviasi diperoleh 11 37 dan varians diperoleh 129 42 sedangkan hasil belajar siswa yang menggunakan pengajaran konvensional pada kelas kontrol diperoleh rata rata pretest adalah 41 75 standar deviasi diperoleh 1283 dan varians diperoleh 164 80 nilai posttest pada kelas kontrol diperoleh rata-rata sebesar 46 50 standar deviasi diperoleh 11 39 dan varians dieroleh sebesar 129 74 Uji hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 945 005 menggunakan uji-t dua pihak untuk mengetahui kesamaan kemampuan awal dan diperoleh 0 977 sedangkan2 0226 sehingga 0 977 2 0226 yang berarti Ho diterima dan Ha ditolak sehingga kedua kelas dikategorikan memilki kemampuan awal yang sama Uji t satu pihak digunakan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media puzzle terhadap hasil belajar sejarah siswa dan diperol 10 0273 diman 10 0273 2 0226 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima sehingga hasil belajar siswa dengan menggunakan media puzzle lebih tinggi di bandingkan dengan pembelajaran konvensionalhttp://digilib.unimed.ac.id/jurusan-pendidikan-sejarah-universitas-negeri-medan-pengaruh-penggunaan-media-puzzle-terhadap-hasil-belajar-sejarah-siswa-di-kelas-xi-ips-sma-negeri-1-perbaungan-ta-2012-2013-31269.htmlMon, 09 Jun 2014 10:59:07 +0700Peranan Kolonel Bejo Dalam Pertempuran Medan Area Untuk Mempertahankan Kemerdekaan RI 1947-1948Masalah dalam penelitian ini adalah peranan seperti apa yang dilakukan Kolonel Bejo dalam pertempuran Medan Area 1947-1948 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peranan beliau dalam pertempuran Medan Area 1947-1948 dan eksistensinya dalam Laskar Rakyat yang telah melambungkan nama besarnyaTeknik pengumpulan data adalah dengan studi pustaka dokumentasi dan wawancara dengan yang orang-orang yang mengetahui banyak tentang Kolonel Bejo baik itu keluarganya ataupun teman-teman seperjuangannya dalam pertempuran Medan AreaHasil yang diperoleh dari penelitian yang dituangkan dalam pembahasan adalah peranan Kolonel Bejo dalam pertempuran Medan Area memiliki beberapa macam diantaranya peran yang pernah dijalankan Kolonel Bejo sebagai pemimpin pasukan Laskar Rakyat Napindo dengan diangkat menjadi Komandan Napindo Batalyon III Andalas Utara Selanjutnya Kolonel Bejo juga pernah mendapat jabatan yang sangat berat sebagai Komandan TNI Stoottroep Brigade B Komandemen Sumatera Selain itu Kolonel Bejo juga berperan penting dalam pembentukan awal TNI yang merupakan penggabungan antara TKR dan Laskar RakyatDengan demikian dapat disimpulkan bahwa peranan yang dilakukan oleh Kolonel Bejo dalam Pertempuran Medan Area untuk mempertahankan kemerdekaan RI 1947-1948 mendapatkan respon yang baik dari masyarakat dan pemerintah Sehingga beliau mendapatkan penghargaan atas jasanya berupa kenaikan pangkat menjadi Mayor sejak dia menjadi Komandan TNI Stoottroep Brigade B Komandemen Sumatera kemudian naik menjadi Kolonel lalu setelah meninggal pemerintah menaikkan pangkatnya menjadi Brigadir Jendral Brigjen Oleh karena itulah mengapa penulis mengambil pangkat Kolonel nya Bejo Hal ini dikarenakan pada pangkat Kolonel lah usia emas dan perjuangan kemerdekaan yang banyak dilakukan oleh Bejohttp://digilib.unimed.ac.id/peranan-kolonel-bejo-dalam-pertempuran-medan-area-untuk-mempertahankan-kemerdekaan-ri-19471948-31268.htmlMon, 09 Jun 2014 10:45:36 +0700Sejarah Perkembangan Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Tarutung 19992013 Skripsi Jurusan Pendidikan Sejarah program studi S1Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang berdirinya dan sejarah Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Tarutung serta perkembangannya dari tahun 1999 2013 Untuk memperoleh data yang dibutuhkan maka peneliti menggunakan metode Heuristik dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan teknik yang digunakan adalah wawancara interview observasi dan studi pustaka library searchHasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah misi Zending Jerman sangat berhasil di tapanuli dan salah satu misi mereka adalah membuka sekolah Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Tarutung merupakan rangkaian atau kelanjutan dari misi Zending Latar belakang berdirinya sekolah ini adalah karena semakin meningkatnya kebutuhan terhadap jumlah tenaga pengajar guru agama Kristen Protestan Sejarah berdirinya sekolah ini diawali dari berdirinya Pendidikan Guru Agama Kristen Protestan PGAKP yang setaraf dengan Sekolah Menengah Atas seiring dengan perkembangan jaman sekolah ini berubah menjadi sebuah akademi dan terakhir pada tahun 1999 sekolah ini diganti menjadi Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Tarutung Sekolah ini bertujuan untuk menghasilkan cendikiawan Kristen yang beriman bermoral dan mampu menjawab tantangan zaman melalui penyelenggaraan Tridarma Perguruan Tinggi Sejak berdiri hingga sekarang Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Tarutung sudah mengalami perkembangan Perkembangan sekolah ini dapat dilihat dari jumlah mahasiswa jumlah tenaga pengajar dan pegawai serta jumlah sarana dan prasarana yang terus meningkat dari tahun 1999 2013http://digilib.unimed.ac.id/sejarah-perkembangan-sekolah-tinggi-agama-kristen-protestan-negeri-tarutung-19992013-skripsi-jurusan-pendidikan-sejarah-program-studi-s1-31267.htmlMon, 09 Jun 2014 10:43:37 +0700Perundingan Roem-Royen Dalam Pemberitaan dan Opini Harian Waspada Medan 1949Tujuan penelitian ini adalah 1 Untuk Mengetahui berita tentang Perundingan Roem-Royen pada Harian Waspada April-Mei 1949 2 Melakukan analisis bagaimana berita tentang Perundingan Roem-Royen di harian Waspada 1949 3 Mengetahui opini dan tujuan yang ingin disampaikan harian Waspada tahun 1949 dalam menilai Perundingan Roem-RoyenPenelitian ini menggunakan metode Library Research atau Study Pustaka yaitu suatu metode penelitian dengan cara menelusuri buku-buku arsip dokumen-dokumen jurnal artikel ilmiah catatan maupun foto-foto atau gambar-gambar yang relevan atau sesuai dengan masalah yang akan diteliti Dalam penelitian ini metode studi pustaka digunakan untuk menelusuri dan mengumpulkan informasi dan data yang relevan dari berbagai buku arsip serta literatur yang berkenaan dengan pemberitaan seputar perundingan Roem-Royen yang diterbitkan oleh Harian Waspada Medan 1949Hasil penelitian yang diperoleh adalah 1 Hasil penelitian yang diperoleh oleh penulis selama melakukan penelitian mengenai perundingan Roem-Royen yang diberitakan oleh harian Waspada Medan 1949 adalah berupa 15 buah berita dan 3 opini 2 Hasil data yang diperoleh dalam membagi posisi berita yang berkenaan dengan Perundingan Roem-Royen yang diberitakan oleh harian Waspada Medan 1949 adalah sebagai berikut yakni Berita Utama Berita Halaman depan dan Berita Halaman tengah 3 Didalam harian Waspada terdapat dua buah Opini yang merupakan hasil tulisan atau pendapat dari Mohammad Said yang merupakan seorang Ketua Umum harian Waspadahttp://digilib.unimed.ac.id/perundingan-roemroyen-dalam-pemberitaan-dan-opini-harian-waspada-medan-1949-31266.htmlMon, 09 Jun 2014 10:34:57 +0700Pengaruh Gereja Dame Terhadap Perkembangan Agama Kristen Protestan di Tarutung 1866-1964Tarutung merupakan Ibukota dari Kabupaten Tapanuli Utara yang merupakan bagian dari Pemerintahan Daerah Tingkat II Sumatera Utara Kota yang memiliki luas wilayah sebesar 1072068 km2 ini merupakan tempat Nommensen melakukan penginjilan untuk pertama kalinya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang berdirinya Gereja Dame serta pengaruhnya terhadap perkembangan agama Kristen Protestan di kota Tarutung Untuk memperoleh data yang dibutuhkan maka peneliti menggunakan metode Heuristik dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan teknik yang digunakan adalah wawancara observasi dan dokumentasiHasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah setelah Nommensen masuk ke wilayah Tarutung dia dengan cepat beradaptasi dengan masyarakat setempat dan mendirikan Gereja Dame untuk mengembangkan pelayanannya Setelah Gereja Dame berdiri masyarakat Batak pun mulai mengikuti ajaran agama Kristen Protestan Proses pertumbuhan agama ini sudah berlangsung lebih dari seratus tahun dan masih akan terus berkembanghttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-gereja-dame-terhadap-perkembangan-agama-kristen-protestan-di-tarutung-18661964-31265.htmlMon, 09 Jun 2014 10:29:36 +0700HUBUNGAN IR SOEKARNO DANMAYJEN SOEHARTO 1963 1967Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan apa yang ditempuh Soekarnoberkenaan dengan Irian Barat mengetahui bagaimana hubungan Soekarno dengan Soehartopasca pembebasan Irian Barat dan untuk mengetahui bagaimana pandangan Soekarno terhadapSoeharto tahun 1963 1967Penelitian ini diharapkan mampu menjelaskan bagaimana hubungan diantara Soekarno denganSoeharto sejak tahun 1963 sampai dengan 1967 Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitianini adalah dengan Library Research atau Studi Pustaka Dalam penelitian ini metode penelitianyang digunakan adalah metode sejarah dengan langkah-langkah yang merujuk pada metodesejarah yakni dengan heuristik dan kritik sumber Sumber data dalam penelitian ini merupakandata primer dan sekunder yakni data-data berupa suatu produk dari kegiatan manusia yangdidapat dari literatur literatur berupa buku Untuk mengumpulkan data-data yang dibutuhkandalam penelitian ini maka peneliti memilih studi kepustakaan Verivikasi data dalam penelitianini adalah menggunakan analisis kualitatifHasil dari penelitian ini hubungan Soekarno dan Soeharto mulai mengalami kedekatanketika Soeharto menjalani tugasnya sebagai Panglima dalam Operasi Mandala untukmembebaskan Irian Barat Setelah itu Soeharto ditugaskan kembali menjadi Komando StrategiAngkatan Darat Kostrad ketika menghadapi konfrontasi dengan Malaysia Hubungan Soekarnodengan Soeharto mencapai sebuah titik yang bertentangan ketika meletusnya gerakan G 30 Sdan sikap oportunis Soeharto mulai terlihat ketika menggunakan SUPERSEMAR untukmengalihkan kekuasaan Presiden Soekarno kepadanya Dan hubungan mereka yang burukterlihat ketika Soekarno berada pada masa penahanan Kesimpulan yang yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwasanya ada halhal yangmelatarbelakangi kepercayaan Soekarno terhadap Soeharto Pada peristiwa G 30 S Soehartomenunjukkan secara terang terangan betapa bertentangnya pemikirannya dengan SoekarnoMelaui Supersemar Soeharto membubarkan PKI Sampai pada 12 Maret 1966 kekuasaanSoekarno sebagai presiden dicabut Setelah kekuasaannya dicabut Soekarno menjalani masapenahanan di Wisma Yaso kemudian harus terasingkan dari rakyathttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-ir-soekarno-danmayjen-soeharto-1963-1967-31264.htmlMon, 09 Jun 2014 10:24:11 +0700PERKEMBANGAN MARHAENISME DI KOTA MEDAN 1959 1965 SKRIPSI JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAHPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan Marhaenisme secara politik di kota Medan dan untuk mengetahui dampak politik Marhaenisme di kota MedanUntuk mendapatkan data dalam penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu dengan melakukan wawancara dengan tokoh tokoh PNI GMNI ataupun beberapa tokoh yang pernah berhubungan dengan Marhaenisme Selain itu data data juga diperoleh dari literatur-literatur buku buku yang berkaitan dengan masalah yang diteliti Yang selanjutnya data-data tersebut diverifikasi dan kemudian di interpretasikan lalu dituliskan dalam sebuah tulisan sejarah berdasarkan fakta dan data yang adaDari penelitian yang dilakukan mengenai Perkembangan Marhaenisme di Kota Medan 1959-1965 bahwa Marhaenisme yang ada di kota Medan tumbuh sebagai ideologi beberapa partai-partai politik dan organisasi organisasi sosial Yang mana organisasi organisasi tersebut tetap membela kepentingan kaum Marhen Namun di era 1965 pengaruh marhaenisme semakin berkurang hal ini diakibatkan adanya peristiwa G30SPKI yang mana turut mencoreng nama Bung Karno Dan segala sesuatu yang berhubungan tentang Bung Karno baik itu ideologinya atau pun kebijakannya dianggap mencerminkan kekomunisan Marhaenisme sendiri pun menjadi sebuah ideologi yang dianggap sama seperti Komunis di era Orde Baru Organisasi organisasi yang berazaskan Marhaenisme ditekan perkembangannyahttp://digilib.unimed.ac.id/perkembangan-marhaenisme-di-kota-medan-1959-1965-skripsi-jurusan-pendidikan-sejarah-31263.htmlMon, 09 Jun 2014 10:12:09 +0700Hubungan Pengetahuan Desain Busana dengan Hasil Menggambar Busana Kreasi Pada Siswa SMK Negeri 8 MedanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang positif dan signifikan antara Pengetahuan Desain Busana dengan Hasil Menggambar Busana Kreasi Pada Siswa SMK Negeri 8 Medan Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMK Negeri 8 Medan yang berjumlah 131 orang siswa Sampel penelitian diambil dengan teknik purposive sampling sehingga ditentukan kelas XI sebagai subjek penelitian yang berjumlah 31 orang siswa Data penelitian dikumpul dengan menggunakan tes pengetahuan Desain Busana dan lembar pengamatan Hasil Menggambar Busana Kreasi Berdasarkan data hasil penelitian diperoleh hasil analisis data korelasi Hasil Menggambar Busana Kreasi atas Pengetahuan Desain Busana ternyata memiliki bentuk hubungan linier yaitu XY1001818 yang dibuktikan dengan nilai FHitung 098 FTabel 238 sehingga persamaan regresi tersebut adalah linier Selanjutnya untuk uji keberartian regresi diperoleh FHitung 765 FTabel 418 sehingga persamaan regresi Y atas X adalah berarti Apabila dilanjutkan pada analisis koefisien korelasi antara Y dan X maka nilai koefisien korelasi sebesar 0457 dan rTabel untuk jumlah responden sebanyak 31 orang sebesar 0355 pada taraf signifikansi 5 Dengan demikian diperoleh rhitung 0457 rTabel 0355 sehingga koefisien korelasi X terhadap Y adalah signifikan Selanjutnya hasil analisis keberartian koefisien korelasi antar variabel X dengan Y diperoleh nilai tHitung sebesar 277 dan dikonsultasikan dengan nilai tTabeldk 29 945 005 sebesar 204 sehingga diperoleh t Hitung 277 t Tabel 204 Sesuai dengan hal tersebut dapat dikatakan bahwa terdapat korelasi yang berarti antara variabel X dengan Y Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa terdapat kontribusi fungsional yang signifikan antara Pengetahuan Desain Busana X dengan Hasil Menggambar Busana Kreasi Y Bentuk kontribusi tersebut berarah positif berarti bahwa semakin baik Pengetahuan Desain Busana maka Hasil Menggambar Busana Kreasi akan semakin tinggi pula begitu juga sebaliknyahttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-pengetahuan-desain-busana-dengan-hasil-menggambar-busana-kreasi-pada-siswa-smk-negeri-8-medan-31262.htmlMon, 09 Jun 2014 09:56:52 +0700Hubungan Penguasaan Konstruksi Pola Terhadap Kemampuan Membuat Busana Pesta Wanita Remaja Pada Siswa Kelas XI Program Studi Tata Busana SMK Negeri 8 MedanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 penguasaan konstruksi pola 2 kemampuan membuat busana pesta wanita remaja 3 hubungan penguasaan konstruksi pola terhadap kemampuan membuat busana pesta wanita remaja Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2013 Lokasi penelitian SMK Negeri 8 Medan Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI program keahlian tata busana dengan jumlah 131 orang siswa Penentuan sampel dengan cara purposive sampling sehingga jumlah sampel 32 orang siswa Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes penguasaan konstruksi pola dan pengamatan kemampuan membuat busana pesta wanita remaja Sebelum instrumen ini ditetapkan sebagai alat pengumpulan data guna melihat validitasrealibilitas tingkat kesukaran dan daya beda butir tes terlebih dahulu di uji cobakan kepada siswa SMK Negeri 10 Medan dengan jumlah siswa 29 orang yang bukan merupakan sampel pada saat penelitian ini yaitu sebagai berikut validitas tes di ujikan dengan rumus korelasi biserial realibilitas tes di uji dengan rumus Kr 20 Sedangkan untuk validitas instrument pengamatan kemampuan membuat busana pesta wanita remaja di peroleh dari uji kesepakatan Dari hasil analisis data dapat di kemukakan bahwa penguasaan konstruksi pola pada siswa kelas XI3 SMK Negeri 8 Medan cenderung tinggi yaitu skor ratarata 1734 dengan standart deviasi 39 mi 11 5 Sedangkan kemampuan membuat busana pesta wanita remaja skor ratarata 29 5 dengan standart deviasi 5 76 mi 17 3 Sebelum dilakukan pengujian hipotesis terlebih dahulu dilakukan pengujian persyaratan analisis yaitu uji normalitas dan linieritas Uji normalitas untuk data variable penguasaan konstruksi pola dan kemampuan membuat busana pesta wanita remaja digunakan rumus Chi kuadrat berdasarkan penelitian kedua variable berdistribusi normal yaitu untuk penguasaan konstruksi pola X2h 0 77 X2t 18 5 dan kemampuan membuat busana pesta wanita remaja X2h 101 X2t 18 5 pada taraf signifikansi 5 Selanjutnya uji keberartian dan kelinieran variable kemampuan membuat busana pesta wanita remaja Y dan penguasaan konstruksi pola X diperoleh persamaan Y 62 525 1 91 X mempunyai hubungan linier pada taraf signifikansi 5 dan untuk uji linear Fhitung 0 14 Ftabel 2 34 Untuk uji hipotesis yang dilakukan dengan rumus product moment diperoleh bahwa rxy hitung 0 98 rtabel 0 34 pada taraf signifikansi 5 berarti hipotesis yang diajukan dapat diterima Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan berarti antara penguasaan konstruksi pola terhadap kemampuan membuat busana pesta wanita remaja pada siswa program studi Tata Busana SMK Negeri 8 Medanhttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-penguasaan-konstruksi-pola-terhadap-kemampuan-membuat-busana-pesta-wanita-remaja-pada-siswa-kelas-xi-program-studi-tata-busana-smk-negeri-8-medan-31261.htmlMon, 09 Jun 2014 09:54:39 +0700Hubungan Pengetahuan TentangBagian-Bagian Busana dengan Kemampuan Merubah Pola Model Busana PadaSiswa Kelas XI SMK Negeri 8 MedanBusana Fakultas Teknik Universitas Negeri MedanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang positif dansignifikan antara hubungan Pengetahuan Bagian-Bagian Busana denganKemampuan Merubah Pola Busana Pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 8 MedanPopulasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMK Negeri 8 Medan yangberjumlah 131 siswa Sampel penelitian diambil dengan teknik purposive samplingsehingga ditentukan kelas XI4 sebagai subjek penelitian yang berjumlah 35 orangsiswa Data penelitian dikumpul dengan menggunakan tes Pengetahuan TentangBagian-Bagian Busana dan lembar pengamatan Kemampuan Merubah Pola BusanaBerdasarkan data hasil penelitian diperoleh hasil analisis data korelasiKemampuan Merubah Pola Busana atas Pengetahuan Tentang Bagian-BagianBusana ternyata memiliki bentuk hubungan linier yaitu Y 61501 58 11 61483 029 X yangdibuktikan dengan nilai FHitung 064 FTabel 223 sehingga persamaan regresi tersebutadalah linier Selanjutnya untuk uji keberartian regresi diperoleh FHitung 4511 FTabel413 sehingga persamaan regresi Y atas X adalah berarti Apabila dilanjutkan padaanalisis koefisien korelasi antara Y dan X maka nilai koefisien korelasi sebesar 0760dan rTabel untuk jumlah responden sebanyak 35 orang sebesar 0334 pada tarafsignifikansi 5 Dengan demikian diperoleh rhitung 0760 rTabel 0334 sehinggakoefisien korelasi X terhadap Y adalah signifikan Selanjutnya hasil analisiskeberartian koefisien korelasi antar variabel X dengan Y diperoleh nilai tHitung sebesar672 dan dikonsultasikan dengan nilai tTabeldk 33 945 005 sebesar 203 sehinggadiperoleh t Hitung 672 t Tabel 203 Sesuai dengan hal tersebut dapat dikatakan bahwaterdapat korelasi yang berarti antara variabel X dengan Y Dengan demikian dapatdijelaskan bahwa terdapat kontribusi fungsional yang signifikan antara Pengetahuan Tentang Bagian-Bagian Busana X dengan Kemampuan Merubah Pola ModelBusana Pesta Y Bentuk kontribusi tersebut berarah positif berarti bahwa semakin baik Pengetahuan Tentang Bagian-Bagian Busana maka Kemampuan Merubah Pola Model Busana Pesta akan semakin tinggi pula begitu juga sebaliknyahttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-pengetahuan-tentangbagianbagian-busana-dengan-kemampuan-merubah-pola-model-busana-padasiswa-kelas-xi-smk-negeri-8-medan-31260.htmlMon, 09 Jun 2014 09:41:24 +0700Perbedaan Hasil Jahitan Blus Antara Pola Leeuw VanRees Dengan Pola MH Wancik Untuk Wanita Bertubuh Gemuk Medan JurusanPendidikan Kesejahteraan Keluarga Prodi Tata BusanaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil jahitan antarapola dasar Leeuw Van Rees dengan pola dasar M H Wancik untuk wanitabertubuh gemuk Objek penelitian ini adalah wanita bertubuh gemuk usia 18 25sebanyak 10 orang Sedangkan Subjek pada penelitian ini adalah 20 potong blusyaitu 10 potong dengan menggunakan sistem Leeuw Van Rees dan 10 potonguntuk sistem M H WancikMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimenuntuk membandingkan hasil akhir pembuatan blus wanita antara sistem LeeuwVan Rees dan sistem MH Wancik Instrument penelitian yang digunakan lembarpenilaian yang dibagikan pada 5 orang pengamat dengan kriteria penilaian yangberisi butir-butir pernyataan yang berkaitan dengan penampilan hasil jahitan bluswanita dan keadaannya pada saat dipakai yang dilihat secara keseluruhan Untukmengetahui validitas lembar pengamatan maka dilakukan uji kesepatan Untukmenguji normalitas data digunakan uji Lilliefors pada taraf signifikan sebesar0 05 Berdasarkan data pada sistem pola Leeuw Van Rees diperoleh Lhitung LoLtabel yakni 0 22 0 258 data berdistribusi normal Pada sistem pola M H Wancikdiperoleh Lhitung 0 148 pada 0 05 dan dk 10 atau 0148 0 258 databerdistribusi Normal Untuk menguji homogenitas dilakukan dengan kesamaandua varians maka diperoleh nilai hitung 1198832tabel yaitu 1 796 3 18 Sehinggadapat disimpulkan seluruh data varians hasil penelitian homogenHasil dari penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji beda ujitHasil analisis t diperoleh harga thitung sebesar 0 5916 dan harga ttabel dengan 0 05 dan dk 2 2 18 dari daftar distribusi standart adalah 1 73 Hasilperhitungan tersebut ternyata nilai t hitung 0 5916 t tabel 1 73 sehingga dapatdisimpulkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pola Leeuw VanRees dengan Pola M H Wancikhttp://digilib.unimed.ac.id/perbedaan-hasil-jahitan-blus-antara-pola-leeuw-vanrees-dengan-pola-mh-wancik-untuk-wanita-bertubuh-gemuk-medan--jurusanpendidikan-kesejahteraan-keluarga-prodi-tata-busana-31259.htmlMon, 09 Jun 2014 09:38:56 +0700Hubungan Kemampuan Mendesain Kebaya Modifikasi Dengan Hasil Jahitan Kebaya Modifikasi Pada Siswa Kelas XI Jurusan Tata Busana SMK Negeri 8 MedanPenelitian ini bertujuan 1 untuk mengetahui kecenderungan Kemampuan Mendesain Kebaya Modifikasi 2 untuk mengetahui kecenderungan Hasil Jahitan Kebaya Modifikasi 3 untuk mengetahui Hubungan yang signifikan antara Kemampuan Mendesain Kebaya Modifikasi Dengan Hasil Jahitan Kebaya Modifikasi Pada Siswa Kelas XI Jurusan Tata Busana SMK Negeri 8 Medan Populasi dalam penelitian ini adalah Siswa Kelas XI Jurusan Tata Busana berjumlah 126 orang Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan teknik teknik cluster random sampling yaitu mengambil sampel secara acak kelompok sebanyak 32 orangData penelitian ini dijaring melalui lembar pengamatan untuk variabel Kemampuan Mendesain Kebaya Modifikasi dan Hasil Jahitan Kebaya Modifikasi Berdasarkan hasil pengamatan Kemampuan Mendesain Kebaya Modifikasi ditemukan bahwa besaran Fo 2331 dikonsultasikan dengan Ftabel pada taraf signifikan 5 dan dk 4 155 diperoleh Ftabel 243 sehingga diketahui Fo Ft 2331 243 Sedangkan hasil uji kesepakatan komponen Hasil Jahitan Kebaya Modifikasi ditemukan bahwa besaran Fo 0606 dikonsultasikan dengan Ftabel pada taraf signifikan 5 dan dk 4 155 diperoleh Ftabel 243 sehingga diketahui Fo Ft 0606 243 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang berarti antara hasil pengamatan dari kelima orang observer pengamat atau dapat diartikan bahwa butir-butir komponen tentang Kemampuan Mendesain Kebaya Modifikasi dan Hasil Jahitan Kebaya Modifikasi dapat digunakan untuk menjaring data penelitianHasil analisis data menunjukkan bahwa variabel Kemampuan Mendesain Kebaya Modifikasi berada dalam kategori tinggi sedangkan Hasil Jahitan Kebaya Modifikasi pada Siswa Kelas XI Jurusan Tata Busana SMK Negeri 8 Medan berada dalam kategori tinggi Berdasarkan uji persyaratan analisis sebaran data Kemampuan Mendesain Kebaya Modifikasi dan Hasil Jahitan Kebaya Modifikasi berdistribusi normalPersamaan regresi linier Y 12043 0584 X mempunyai hubungan yang linier dan berarti pada taraf signifikansi 5 Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan menggunakan korelasi Product moment diketahui terdapat hubungan linier positif dan berarti antara Kemampuan Mendesain Kebaya Modifikasi dengan Hasil Jahitan Kebaya Modifikasi Pada Siswa Kelas XI Jurusan Tata Busana SMK Negeri 8 Medan rxy sebesar 0404 dimana rhitung rtabel 0404 0349 Dengan demikian Kemampuan Mendesain Kebaya Modifikasi yang tinggi akan memberikan hubungan yang signifikan pada Hasil Jahitan Kebaya Modifikasi oleh Siswa Kelas XI Jurusan Tata Busana SMK Negeri 8 MedanPenelitian ini bertujuan 1 untuk mengetahui kecenderungan Kemampuan Mendesain Kebaya Modifikasi 2 untuk mengetahui kecenderungan Hasil Jahitan Kebaya Modifikasi 3 untuk mengetahui Hubungan yang signifikan antara Kemampuan Mendesain Kebaya Modifikasi Dengan Hasil Jahitan Kebaya Modifikasi Pada Siswa Kelas XI Jurusan Tata Busana SMK Negeri 8 Medan Populasi dalam penelitian ini adalah Siswa Kelas XI Jurusan Tata Busana berjumlah 126 orang Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan teknik teknik cluster random sampling yaitu mengambil sampel secara acak kelompok sebanyak 32 orangData penelitian ini dijaring melalui lembar pengamatan untuk variabel Kemampuan Mendesain Kebaya Modifikasi dan Hasil Jahitan Kebaya Modifikasi Berdasarkan hasil pengamatan Kemampuan Mendesain Kebaya Modifikasi ditemukan bahwa besaran Fo 2331 dikonsultasikan dengan Ftabel pada taraf signifikan 5 dan dk 4 155 diperoleh Ftabel 243 sehingga diketahui Fo Ft 2331 243 Sedangkan hasil uji kesepakatan komponen Hasil Jahitan Kebaya Modifikasi ditemukan bahwa besaran Fo 0606 dikonsultasikan dengan Ftabel pada taraf signifikan 5 dan dk 4 155 diperoleh Ftabel 243 sehingga diketahui Fo Ft 0606 243 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang berarti antara hasil pengamatan dari kelima orang observer pengamat atau dapat diartikan bahwa butir-butir komponen tentang Kemampuan Mendesain Kebaya Modifikasi dan Hasil Jahitan Kebaya Modifikasi dapat digunakan untuk menjaring data penelitianHasil analisis data menunjukkan bahwa variabel Kemampuan Mendesain Kebaya Modifikasi berada dalam kategori tinggi sedangkan Hasil Jahitan Kebaya Modifikasi pada Siswa Kelas XI Jurusan Tata Busana SMK Negeri 8 Medan berada dalam kategori tinggi Berdasarkan uji persyaratan analisis sebaran data Kemampuan Mendesain Kebaya Modifikasi dan Hasil Jahitan Kebaya Modifikasi berdistribusi normalPersamaan regresi linier Y 12043 0584 X mempunyai hubungan yang linier dan berarti pada taraf signifikansi 5 Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan menggunakan korelasi Product moment diketahui terdapat hubungan linier positif dan berarti antara Kemampuan Mendesain Kebaya Modifikasi dengan Hasil Jahitan Kebaya Modifikasi Pada Siswa Kelas XI Jurusan Tata Busana SMK Negeri 8 Medan rxy sebesar 0404 dimana rhitung rtabel 0404 0349 Dengan demikian Kemampuan Mendesain Kebaya Modifikasi yang tinggi akan memberikan hubungan yang signifikan pada Hasil Jahitan Kebaya Modifikasi oleh Siswa Kelas XI Jurusan Tata Busana SMK Negeri 8 Medanhttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-kemampuan-mendesain-kebaya-modifikasi-dengan-hasil-jahitan-kebaya-modifikasi-pada-siswa-kelas-xi-jurusan-tata-busana-smk-negeri-8-medan-31258.htmlMon, 09 Jun 2014 09:27:36 +0700Kontribusi Minat Remaja Mengikuti Pelatihan Keterampilan Terhadap Kemampuan Menjahit Busana di UPT Pelayanan Sosial Anak Remaja PSAR TanjungmorawaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat remaja mengikuti pelatihan keterampilan untuk mengetahui tingkat kemampuan remaja dalam menjahit busana blus untuk mengetahui kontribusi antara minat remaja mengikuti pelatihan keterampilan terhadap kemampuan menjahit busana di UPT Pelayanan Sosial Anak Remaja PSAR Tanjungmorawa Penelitian ini dilakukan terhadap seluruh remaja putri yang mengikuti pelatihan keterampilan menjahit di UPT PSAR Tanjungmorawa yang berjumlah 40 orangMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasional Alat pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan lembar pengamatan Angket digunakan untuk mengumpulkan data minat remaja mengikuti pelatihan keterampilan sedangkan lembar pengamatan digunakan untuk mengumpulkan data kemampuan menjahit busana blusHasil penelitian ini menyimpulkan bahwa minat remaja binaan yang mengikuti pelatihan keterampilan di UPT Pelayanan Sosial Anak Remaja PSAR Tanjungmorawa adalah cukup dengan skor tertinggi 104 dan skor terendah 51 dan nilai rata rata ubahan sebesar 8390 Sedangkan kemampuan menjahit blus pada remaja binaan yang mengikuti pelatihan keterampilan di UPT Pelayanan Sosial Anak Remaja PSAR Tanjungmorawa adalah tinggi dengan skor tertinggi 20 dan skor terendah 14 dan nilai rata rata ubahan sebesar 1716Sebelum melakukan pengujian hipotesis terlebih dahulu dilakukan pengujian persyaratan analisis yaitu uji normalitas dan uji linieritas Uji normalitas data dilakukan dengan menggunakan rumus Chi-kuadrat kemudian dikonsultasikan pada X2tabel pada taraf signifikansi 5 Dari hasil uji normalitas data ubahan minat remaja mengikuti pelatihan keterampilan X diperoleh X2hitung 86 dan X2tabel 1107 Sedangkan untuk kemampuan menjahit blus diperoleh X2hitung 1064 dan X2tabel 1107 Dari uji normalitas data ubahan X dan Y diketahui X2hitung X2tabel dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data tersebut memiliki sebaran yang normalUji linieritas dan keberartian persamaan regresi sederhana pada taraf signifikansi 5 Dari uji linieritas diperoleh Fhitung 1417 Ftabel 213 Sehingga dapat disimpulkan bahwa persamaan regresi bersifat linier Untuk keberartian regresi diperoleh Fhitung 26780 Ftabel 420 Maka dapat disimpulkan bahwa persamaan regresi Y atas X adalah berartiDari hasil pengujian hipotesis yang dilakukan dengan menggunakan rumus analisis statistik bentuk regresi diperoleh Fhitung Ftabel yaitu 26780 410 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat kontribusi yang berarti antara minat remaja mengikuti pelatihan keterampilan terhadap kemampuan menjahit blus Besarnya kontribusi variabel X terhadap variabel Y dapat diketahui dari besarnya sumbangan efektif yang diberikan Dari hasil perhitungan diketahui SE sebesar 1706http://digilib.unimed.ac.id/kontribusi-minat-remaja-mengikuti-pelatihan-keterampilan-terhadap-kemampuan-menjahit-busana-di-upt-pelayanan-sosial-anak-remaja-psar-tanjungmorawa-31257.htmlMon, 09 Jun 2014 09:13:10 +0700Persepsi Siswa Perempuan Terhadap Perilaku Membeli Busana Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 MedanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa perempuan terhadap perilaku membeli busana pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Medan Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Medan yang berjumlah 379 orang siswa Sampel penelitian diambil dengan teknik acak sederhana Simpel random sampling sehingga diperoleh sampel penelitian yang berjumlah 57 orang siswa Data penelitian dikumpul dengan menggunakan angket persepsi siswa perempuan terhadap perilaku membeli busana Berdasarkan data hasil penelitian diperoleh hasil analisis data persepsi siswa perempuan terhadap perilaku membeli busana memiliki rata-rata skor angket sebesar 142 40 standar deviasi sebesar 22 78 dan varians sebesar 519 10 Kemudian melalui uji kecenderungan diperoleh data persepsi siswa perempuan terhadap perilaku membeli busana dengan kategori cenderung baik Selanjutnya analisis deskripsi presentase persepsi siswa perempuan terhadap perilaku membeli busana lebih besar dipengaruhi oleh faktor persepsi teman karib dengan persentase sebesar 68 08 Kemudian diikuti oleh faktor lain yaitu faktor persepsi sebelum membeli mempengaruhi sebesar 63 99 faktor persepsi sesudah membeli mempengaruhi sebesar 65 30 faktor budaya mempengaruhi sebesar 67 21 faktor sosial mempengaruhi sebesar 67 89 dan faktor pribadi mempengaruhi sebesar 61 24http://digilib.unimed.ac.id/persepsi-siswa-perempuan-terhadap-perilaku-membeli-busana-pada-siswa-kelas-x-sma-negeri-1-medan-31256.htmlMon, 09 Jun 2014 09:11:40 +0700Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Pakaian Dalam dengan Pemilihan Bahan Pakaian Dalam Remaja Putri di Kelurahan Kwala Bekala MedanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang positif dan signifikan antara Pengetahuan Ibu Tentang Pakaian Dalam dengan Pemilihan Bahan Pakaian Dalam Remaja Putri di Kelurahan Kwala Bekala Medan Populasi penelitian ini adalah keseluruhan ibu ibu yang memiliki remaja putri umur 10 13 tahun di Lingkungan III Kelurahan Kwala Bekala Medan yang berjumlah 67 orang Sampel penelitian diambil dengan teknik populasi sampel yaitu keseluruhan populasi dijadikan sebagai sampel penelitian sehingga sampel penelitian ini berjumlah 67 orang Data penelitian dikumpul dengan menggunakan angket Pengetahuan Ibu Tentang Pakaian Dalam dan angket Pemilihan Bahan Pakaian Dalam Remaja PutriBerdasarkan data hasil penelitian diperoleh hasil analisis data korelasi Pengetahuan Ibu tentang Bra dan Celana Dalam X terhadap Pemilihan Bra dan Celana Dalam y ternyata memiliki bentuk hubungan linier yaitu yang dibuktikan dengan nilai FHitung 0 55 FTabel 2 13 sehingga persamaan regresi tersebut adalah linier Selanjutnya untuk uji keberartian regresi diperoleh FHitung 50 16 FTabel 399 sehingga persamaan regresi Y atas X adalah berarti Apabila dilanjutkan pada analisis koefisien korelasi antara Y dan X maka nilai koefisien korelasi sebesar 0 660 dan Tabel untuk jumlah responden sebanyak 67 orang sebesar 0 244 pada taraf signifikansi 5 Dengan demikian diperoleh rhitung 0 660 rTabel 0244 sehingga koefisien korelasi X terhadap Y adalah signifikan Selanjutnya hasil analisis keberartian koefisien korelasi antar variabel X dengan Y diperoleh nilai tHitung sebesar 708 dan dikonsultasikan dengan nilai tTabel dk 65 0 05 sebesar 2 00 sehingga diperoleh tHitung tTabel 7 08 2 00 Sesuai dengan hal tersebut dapat dikatakan bahwa terdapat korelasi yang berarti antara variabel X dengan Y Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa terdapat kontribusi fungsional yang signifikan dari Pengetahuan Ibu tentang Bra dan Celana Dalam X terhadap Pemilihan Bra dan Celana Dalam y Bentuk kontribusi tersebut berarah positif berarti semakin baik Pengetahuan Ibu tentang Bra dan Celana Dalam maka akan semakin baik pula Pemilihan Bra dan Celana Dalam begitu juga sebaliknyahttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-pengetahuan-ibu-tentang-pakaian----------------------dalam-dengan-pemilihan-bahan-pakaian-dalam-remaja-putri-di---------------------kelurahan-kwala-bekala-medan-31255.htmlMon, 09 Jun 2014 08:58:58 +0700Hubungan Persepsi Ibu- ibu PengrajinAnyaman Tali Tentang Peran Ibu Dengan Tingkat Penghasilan Keluarga di Kelurahan Tegal Sari II Kecamatan Medan DenaiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang positif dansignifikan antara Persepsi Ibu- ibu Pengrajin Anyaman Keranjang Tentang PeranIbu Dengan Tingkat Penghasilan Keluarga di Kelurahan Tegal Sari II KecamatanMedan Denai Populasi penelitian ini adalah seluruh pengrajin anyaman diKelurahan Tegal Sari II Kecamatan Medan Denai yang berjumlah 258 kepalarumah tangga Sampel penelitian diambil dengan teknik populasi samplingpurposif yaitu diambil 30 dari populasi sehingga dijadikan sebagai sampelpenelitian sehingga sampel penelitian ini berjumlah 50 orang Data penelitiandikumpul dengan menggunakan angket Persepsi Ibu- ibu Pengrajin AnyamanKeranjang Tentang Peran Ibu dan angket Tingkat Penghasilan KeluargaBerdasarkan data hasil penelitian diperoleh hasil analisis data korelasiPersepsi Ibu-ibu Pengrajin Anyaman Keranjang Tentang Peran Ibu X terhadapTingkat Penghasilan Keluarga Y ternyata memiliki bentuk hubungan linieryaitu Y 6150196161483 016X yang dibuktikan dengan nilai FHitung 002 FTabel 198sehingga persamaan regresi tersebut adalah linier Selanjutnya untuk ujikeberartian regresi diperoleh FHitung 450 FTabel 404 sehingga persamaan regresiY atas X adalah berarti Apabila dilanjutkan pada analisis koefisien korelasi antaraY dan X maka nilai koefisien korelasi sebesar 0293 dan rTabel untuk jumlahresponden sebanyak 50 orang sebesar 0279 pada taraf signifikansi 5 Dengandemikian diperoleh rhitung 0293 rTabel 0279 sehingga koefisien korelasi Xterhadap Y adalah signifikan Selanjutnya hasil analisis keberartian koefisienkorelasi antar variabel X dengan Y diperoleh nilai tHitung sebesar 212 dandikonsultasikan dengan nilai tTabeldk 48 945 005 sebesar 201 sehingga diperolehtHitung t Tabel 212 201 Sesuai dengan hal tersebut dapat dikatakan bahwaterdapat korelasi yang berarti antara variabel X dengan Y Dengan demikian dapatdijelaskan bahwa terdapat kontribusi fungsional yang signifikan dari Persepsi Ibuibu Pengrajin Anyaman Keranjang Tentang Peran Ibu X terhadap TingkatPenghasilan Keluarga Y Bentuk kontribusi tersebut berarah positif berarti semakin baik Persepsi Ibu-ibu Pengrajin Anyaman Keranjang Tentang Peran Ibu maka akan semakin baik pula Tingkat Penghasilan Keluarga begitu juga sebaliknyahttp://digilib.unimed.ac.id/hubungan-persepsi-ibu-ibu-pengrajinanyaman-tali-tentang-peran-ibu-dengan-tingkat-penghasilan-keluarga-di-kelurahan-tegal-sari-ii-kecamatan-medan-denai-31254.htmlMon, 09 Jun 2014 08:57:22 +0700Pengaruh Strategi Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences DanMotivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Menggunakan Hukum-HukumRangkaian Arus Searah Kelas X Teknik Instalasi Tenaga Listrik Di SMK TR SinarHusni Medan Tahun Ajaran 2013-2014Pengaruh Strategi Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences DanMotivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Menggunakan Hukum-HukumRangkaian Arus Searah Kelas X Teknik Instalasi Tenaga Listrik Di SMK TR SinarHusni Medan Tahun Ajaran 2013 2014Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X TITL1 dan TITL2 jurusan TeknikInstalasi Tenaga Listrik SMK TR Sinar Husni Medan sebanyak 105 orang Subjekpenelitian ini diambil dengan teknik penarikan secara kluster cluster random samplingadalah pemilihan sampel dengan membagi populasi menjadi beberapa bagian clusterdan dari beberapa kluster kemudian dipilih secara random untuk menentukan sampelyaitu kelompok perlakuan strategi pembelajaran berbasis MultipleIntelligencessebanyak 20 orang dan kelompok perlakuan strategi pembelajarankonvensional sebanyak 20 orangInstrument yang digunakan dalam adalah soal pilihanberganda multiple choice sebanyak 25 soal Instrument ini digunakan sebagai untukmengetahui homogenitas data kelas eksperimen hasil tes menunjukkan bahwa keduakelas tidak ada perbedaan homogenData penelitian dikumpulkan dengan mempergunakan tes hasil belajar pos-tes menggunakan hukum-hukum rangkaian arus searah dan dianalisis dengan uji anavafaktorial 22 pada taraf signifikansi 5 Hasil penelitian menunjukkan diperoleh nilaiFhitung Ftabel Fhitung 73 002 Ftabel 4 14 pada taraf signifikansi 5 Dengan demikianHo ditolak dan Ha yang menyatakan Dengan demikian Ho ditolak dan Ha yangmenyatakan rata-rata hasil belajar menggunakan hukum-hukum rangkaian arus searahyang diajarkan degan strategi pembelajaran berbasis Multiple Intelligences lebih tinggidengan siswa yang diajarkan dengan menggunakan strategi pembejaran konvensionalteruji kebenarannya Untuk motivasi belajar diperoleh Ftabel Fhitung Fhitung 27 66 Ftabel4 14 pada taraf signifikansi 5 Dengan demikian Ho ditolak dan Ha yangmenyatakan terdapat rata-rata hasil belajar menggunakan hukum-hukum rangkaian arussearah terhadap siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi lebih tinggi jikadibandingkan dengan siswa yang memiliki motivasi rendah teruji kebenarannya Untukmenyatakan ada atau tidaknya interaksi antara strategi pembelajaran dengan motivasibelajar diperoleh nilai Fhitung Ftabel Fhitung 1127 Ftabel 4 14 pada taraf signifikansi5 Dengan demikian Ho diterima dan Ha yang menyatakan terdapat terdapat interaksiantara strategi pembelajaran dan motivasi belajar terhadap rata-rata hasil belajarmenggunakan hukum-hukum arus searah ditolakDengan demikian hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa 1 rata-rata hasilbelajar siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran berbasis MultipleIntelligenceslebih tinggijika dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang diajarkandengan strategi konvensional 2 rata-rata hasil belajar terhadap siswa yang memilikimotivasi tinggi lebih tinggi jika dibandingkan hasil belajar siswa yang yang memilikimotivasi rendah 3 tidak terdapat interaksi antara motivasi belajar dan strategipembelajaranhttp://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-strategi-pembelajaran-berbasis-multiple-intelligences-danmotivasi-belajar-terhadap-hasil-belajar-siswa-menggunakan-hukumhukumrangkaian-arus-searah-kelas-x-teknik-instalasi-tenaga-listrik-di-smk-tr-sinarhusni-medan-tahun-ajaran-20132014-31253.htmlMon, 09 Jun 2014 08:43:13 +0700Penerapan Pengelolaan Kelas Untuk Meningkatkan Penguasaan Materi Pelajaran Khususnya Pada Mata Diklat Memasang Instalasi Penerangan Listrik Bangunan Sederhana Pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Stabatdengan diterapkannya Pengelolaan Kelas pada siswa XI SMK Negeri 1 Stabat danmengetahui peningkatan penguasaan siswa kelas XI SMK Negeri 1 Stabat Metode yangdigunakan adalah metode Penelitian Tindakan Kelas PTK Penelitian Tindakan Kelasdilakukan pada siswa kelas XI SMK Negeri 1 Stabat dimana penelitian yang dilakukanberbentuk siklus dengan mengacu pada model spiral Kemmis dan Taggrat yang dilakukandalam 2 siklus Yang menjadi subjek penelitian yaitu siswa kelas XI SMK Negeri1 Stabatyang berjumlah 32 orang Metode pengumpulan data menggunakan observasi tes dandokumentasiBerdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat peningkatan tingkatpenguasaan materi pelajaran pada siswa kelas XI SMK Negeri 1 Stabat yaitu padakompetensi dasar Memahami Instalasi Satu Fasa pada mata diklat Memasang InstalasiPenerangan Listrik Bangunan Sederhana yang dapat dilihat dari hasil evaluasi kemampuansiswa yaitu pada tes pra tindakan hasilnya sebesar 5812 pasca silus I meningkat menjadi7104 dan pasca siklus II meningkat menjadi 8156Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa penerapan pengelolaan kelas pada matadiklat memasang instalasi penerangan listrik bangunan sederhana terbukti dapatmeningkatkan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran yang dapat dilihat darimeningkatnya kedisiplinan siswa perhatian siswa keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat kelancaran siswa dalam menjaawab pertanyaan dan tanggung jawab siswa Hal ini dibuktikan dari hasil observasi pasca siklus I sebesar 6811 dan pasca siklus II sebesar 8812http://digilib.unimed.ac.id/penerapan-pengelolaan-kelas-untuk-meningkatkan-penguasaan-materi-pelajaran-khususnya-pada-mata-diklat-memasang-instalasi-penerangan-listrik-bangunan-sederhana-pada-siswa-kelas-xi-smk-negeri-1-stabat-31252.htmlMon, 09 Jun 2014 08:42:00 +0700Pengaruh Strategi Pembelajaran DanMotivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Menerapkan Dasar Dasar KelistrikanPada Siswa Kelas X Program Keahlian Audio Video SMK Swasta Taman SiswaTebing Tinggi Tahun Ajaran 20122013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajarandan motivasi belajar terhadap hasil belajar menerapkan dasar dasar kelistrikanMetode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimenyaitu dengan memberikan perlakuan yang berbeda pada kedua kelompokpenelitian Sedangkan rancangan penelitian yang digunakan yaitu analisis variansfaktorial 2 x 2Penelitian ini dilakukan di SMK Taman Siswa Tebing Tinggi padasemester satu tahun ajaran 20122013 Subjek penelitian yaitu seluruh siswa kelas1 Program Keahlian Audio Video yang terbagi atas dua kelas Secara acak kelasdibagi atas kelas eksperimen dan kelas kontrol Kelas 1 TAV 1 menjadi kelaseksperimen yang diajar dengan strategi pembelajaran kontekstual dan kelas 1TAV 2 menjadi kelas kontrol yang diajar dengan strategi pembelajarankonvensionalHasil uji persyaratan analisis menunjukkan bahwa sebaran data hasilbelajar menerapkan dasar dasar kelistrikan yang diajar dengan strategipembelajaran kontekstual dan memiliki motivasi belajar tinggi adalahberdistribusi normal dimana Ltabel 0234 Lhitung 0094 dan data hasil belajarmenerapkan dasar dasar kelistrikan yang diajar dengan strategi pembelajarankontekstual dan memiliki motivasi belajar rendah adalah distribusi normaldimana Ltabel 0249 Lhitung 01302 dan data hasil belajar menerapkan dasar dasar kelistrikan yang diajar dengan strategi pembelajaran konvensional danmemiliki motivasi belajar tinggi adalah distribusi normal dimana Ltabel 024 Lhitung 01286 dan data hasil belajar menerapkan dasar dasar kelistrikan yangdiajar dengan strategi pembelajaran konvensional dan memiliki motivasi belajarrendah adalah distribusi normal dimana Ltabel 0242 Lhitung 01231 dankedua varians data adalah Homogen 61539 2hitung 583 61539 2tabel 782Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa a Strategi pembelajarankontekstual dan strategi pembelajaran konvensional memberi pengaruh yangberbeda secara signifikan terhadap hasil belajar siswa dimana Fhitung 502 Ftabel 4030 b Tinggi rendahnya motivasi belajar memberi pengaruh yangberbeda secara signifikan terhadap hasil belajar siswa dimana Fhitung 2670 Ftabel 403 c Tidak ada interaksi antara strategi pembelajaran dengan motivasi belajar dalam mempengaruhi hasil belajar dimana Fhitung 0003 Ftabel 403http://digilib.unimed.ac.id/pengaruh-strategi-pembelajaran-danmotivasi-belajar-terhadap-hasil-belajar-menerapkan-dasar--dasar-kelistrikanpada-siswa-kelas-x-program-keahlian-audio-video-smk-swasta-taman-siswatebing-tinggi-tahun-ajaran-20122013-31251.htmlMon, 09 Jun 2014 08:34:30 +0700Perkembangan Pendidikan Kristen Katolik St Yosef Medan 1923 -1945Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Perkembangan Pendidikan Kristen Katolik di Sekolah Yayasan St Yoseph Medan Yayasan Sekolah St Yoseph Medan merupakan sekolah Katolik pertama di Medan yang membuktikan bahwa penyebaran agama Katolik di Medan berkembang dengan pesat Adanya penyebaran agama Katolik yang baik maka langkah berikutnya dalam penyebarannya melalui bidang pendidikan yang juga mampu memberikan pengajaran agama Katolik bagi penganut agamat Katolik Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode deskriptif kualitatif Dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara studi dokumen dokumentasi Untuk menganalisis data maka dilakukan beberapa tahapan yaitu dengan menemukan sumber sumber yang relevan dengan penelitian ini selanjutnya verifikasi atau kritik sumber dan melakukan interpretasi menyusun hasil hasil penelitian berdasarkan fakta sebagai tahapan akhir adalah menganalisis dan menyajikan Perkembangan Pendidikan Kristen Katolik St Yoseph MedanDari hasil penelitian yang dilakukan maka diperoleh bahwa secara historis perkembangan Kota Medan sejak awal telah memposisikan menjadi pusat perdagangan ekspor impor sejak masa lalu Serdang dijadikannya medan sebagai ibukota deli juga telah menjadikannya Kota Medan berkembang menjadi pusat pemerintah Sampai saat ini disamping merupakan salah satu daerah kota juga sekaligus sebagai ibukota Provinsi Sumatera UtaraPenyebaran agama Katolik di Sumatera Utara telah dirintis sejak abad ke 19 sehingga pada akhir abad itu di Sumatera telah terdapat lima paroki yang pertama kali ialah Paroki Padang 1830 Paroki Sungai Selatan di Pulau Bangka 1853 Paroki Medan 1878 Tanjung Sakti di Bengkulu 1887 dan Kota Raja di Aceh 1881 Kota Medan dijadikan pusat kedua karya misi Pada tahun 1923 datanglah suster suster dari Dongen yang memulai karya mereka sebagai biarawati yang pertama di Medan Bersama kedatangan mereka dapatlah dibuka Sekolah St Yosef pada tanggal 1 Juli 1923Perkembangan Pendidikan Kristen Katolik di mulai dengan berdirinya Sekolah St Yoseph Medan sebagai sekolah pertama yang berlandaskan ajaran agama Kristen Katolik terletak di pusat kota Medan yang mayoritas siswanya adalah orang Cina yang kemudian beberapa orang pribumi adanya sekolah karena adanya agama Kristen Katolik itu sendiri yang mengaplikasikan ajaran agamanya melalui bidang pendidikan kesehatan dan lain sebagainya sehingga nyata bentuk pengajaran agama Kristen Katolik khususnya di Medan Dengan adanya Yayasan St Yoseph Medan menyempurnakan perkembangan kota Medan untuk menjadikan kota metropolitanKesimpulannya bahwa Yayasan St Yoseph Medan menjadi gambaran bahwa sebuah kemajemukan suku agama dan latar belakang sosial mampu menyelaraskan pendidikan didalam wadah yang berlandaskan agama Kristen Katolik tetapi tidak memaksa merubah identitas siswa - siswi sehingga tetap mutu dan kualitas pendidikan yang menjadi prioritas sehingga menghasilkan satu tujuan yaitu generasi muda yang berguna bagi bangsahttp://digilib.unimed.ac.id/perkembangan-pendidikan-kristen-katolik-st-yosef-medan-1923-1945-31250.htmlFri, 06 Jun 2014 15:58:59 +0700Peranan Willem Iskander dalam Upaya Meningkatkan Pendidikan Masyarakat MandailingPermasalahan dalam penelitian ini adalah apakah Willem Iskander merupakan seorang tokoh pendidikan yang berperan dalam peningkatan pendidikan pada masyarakat MandailingTujuan dari penelitian ini adalah 1 Untuk mengetahui peranan Willem Iskander dalam upaya meningkatkan pendidikan masyarakat Mandailing 2 Apa saja bentuk pendidikan yang diberikan 3 Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pendidikan di Mandailing 4 Dampak pendidikan yang diberikan Willem Iskander sampai sekarangMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan field research dan studi pustaka library research Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan wawancara interview dan literaturKesimpulan dari penelitian adalah Willem Iskander sangat berperan dalam meningkatkan pendidikan masyarakat Mandailing bahkan sampai ke wilayah Sumatera Salah satu peran pentingnya adalah membangun sekolah keguruan pertama di Sumatera yaitu Kweekschool Tanobato dan sekaligus menjadi guru di sekolah tersebut Willem Iskander menulis sebuah buku yang berjudul Si Bulus Bulus Si Rumbuk Rumbuk yang menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat untuk mengenyam pendidikan maupun perlawanan terhadap penjajahanhttp://digilib.unimed.ac.id/peranan-willem-iskander-dalam-upaya-meningkatkan-pendidikan-masyarakat-mandailing-31249.htmlFri, 06 Jun 2014 15:34:30 +0700Peranan Abubakar Aman Dimot Di Barisan Gurilla Rakyat Bagura Dalam Melawan BelandaPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peranan Abubakar Aman Dimot Di Barisan Gurilla Rakyat Bagura Dalam Melawan Belanda Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif Dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi pustaka Untuk menganalisis data maka di lakukan beberapa tahapan yaitu dengan menemukan dan mengumpulkan sumber-sumber baik primer maupun skunder selanjutnya melakukan verifikasi sumber yaitu yaitu pengujian mengenai kebenaran atau ketepatan akurasi dari sumber yang diperoleh dengan cara melakukan kritik eksternal dan kritik internal kemudian menyusun hasil-hasil data penelitian yang berupa data primer dan data skunder yang telah diseleksi Tahap akhir dari metode penelitian ini adalah dengan menghubungkan data primer dan sekunder dan menyusun hasil-hasil penelitian berdasarkan fakta dalam menganalisis Peranan Abubakar Aman Dimot Di Barisan Gurilla Rakyat Bagura Dalam Melawan BelandaDari hasil penelitian yang dilakukan maka hasil yang diperoleh adalah Barisan Gurilla Rakyat Bagura terbentuk berdasarkan Keputusan sidang Dewan Pertahanan Aceh yang dilaksanakan di Aceh Tengah memutuskan membentuk satu organisasi gabungan pejuang yang diberi nama Barisan Gurilla Rakyat Bagura dan menetapkan wilayah Aceh Tengah sebagai pusat persiapan melaksanakan gerillya jangka panjang Bagura mempunyai susunan antara lain penasehat pimpinan umum bagian organisasiadministrasi bahagian oprasi bagura seksi persenjataan seksi perbekalan seksi pengangkutan seksi perhubungan seksi penyelidik seksi palang merah seksi penerangan dan seksi dapur umumPeranan Abubakar Aman Dimot dalam Barisan Gurilla Rakyat Bagura memang tidak besar tapi kehadirannya dalam Bagura semakin menambah kekuatan yang dimiliki oleh Bagura karena ia merupakan salah seorang Pang yang ditempakan pada kompi istimewa yang anggotanya merupakan orang-orang pilihan Dalam perjuanggannya di Tanah Karo bersama Bagura juga memberikan arti yang sangat besar Di dalam Barisan ini karena telah mengorbankan dirinya sendiri dengan tetap melawan Belanda sendirian meskipun telah diperintahkan mundur demi menyelamatkan teman seperjuangannya dari kejaran Belanda Peperangan di Tanah Karo tersebut merupakan peperangan besar pasukan Barisan Gurilla Rakyat karena telah berhasil menghadang iring-iringan konvoi tentara Belanda yang sedang melintas dengan jumlah yang cukup banyak Dalam pertempuran tersebut Abubakar Aman Dimot gugur akibat ledakan granat yang dimasukkan dan diledakkan oleh Tentara Belanda dimulutnyahttp://digilib.unimed.ac.id/peranan-abubakar-aman-dimot-di-barisan-gurilla-rakyat-bagura-dalam-melawan-belanda-31248.htmlFri, 06 Jun 2014 15:24:13 +0700Peranan Oswald Siahaan Dalam Pertempuran Laut Sibolga Tahun 1947Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan Kota Sibolga sebelum terjadinya pertempuran laut tahun 1947 dan latar belakang berdirinya ALRI di Kota Sibolga serta mengetahui peranan Oswald Siahaan dalam pertempuran laut Sibolga tahun 1947 di Kota Sibolga Untuk memperoleh data dilakukan penelitian lapangan dengan mengunakan metode field research yaitu dengan mencari dan mengumpulkan data dengan menggunakan teknik wawacara dan observasi lapanganHasil penelitian ini berisi tentang gambaran Kota Sibolga sebelum terjadinya pertempuran laut tahun 1947 merupakan sebuah Kota yang ramai didatangi oleh para pedagang dari Luar negeri untuk melakukan kegiatan perdagangan di pelabuhan Sibolga Sejarah pembentukan ALRI di Kota Sibolga pada awalnya didirikan oleh anggota Kaigun Heiho setempat untuk menjaga keamanan Kota Sibolga dari para penjajah sesaat setelah Proklamasi kemerdekaan dengan nama Badan Keamanan Rakyat BKR laut kemudian berganti nama menjadi Tentara Keamanan Rakyat TKR laut selanjutnya menjadi Tentara Republik Indonesia TRI laut Pada tanggal 5 Mei 1946 TRI laut diresmikan oleh pemerintah pusat menjadi Angkatan Laut Republik Indonesia ALRI Bertugas sebagai Komandan yang memimpin pasukannya dalam melawan penjajahan Belanda yang berusaha Menduduki Kota Sibolga adalah Oswald Siahaan Ia memiliki peran besar dalam ALRI Sibolga diantaranya adalah pendiri BKR yang menjadi ALRI di Sibolga dan berhasil memimpin pasukannya dalam pertempuran melawan Belanda sampai akhirnya Ia gugur ketika mempertahankan daerah kekuasaannya dari penjajahan Belandahttp://digilib.unimed.ac.id/peranan-oswald-siahaan-dalam-pertempuran-laut-sibolga-tahun-1947-31247.htmlFri, 06 Jun 2014 15:15:20 +0700Masuk dan Berkembangnya Agama Katolik di Kecamatan Pangururan Kabupaten SamosirUntuk mengetahui Bagaimana Kepercayaan masyarakat Samosir sebelum masuknya agama Katolik Untuk mengetahui Tokoh-tokoh perintis atau pembawa agama Katolik di Kecamatan Pangururan Untuk mengetahui Perkembangan jumlah umatjemaah Katolik di Kecamatan Pangururan 1936-2011 Mengetahui perkembangan Rumah Ibadat dan Sekolah-sekolah Katolik di kecamatan Pangururan 1936-2011Penelitian merupakan penelitian Heuristik sebuah kegiatan mencari sumber-sumber untuk mendapatkan data-data atau materi sejarah baik sumber primer maupun sumber seunder Selain itu untuk mendukung data penulis juga melakukan penelitian lapangan Field Research dengan observasi wawancara dan data dokumentasi yang berhubungan dengarn Masuk dan Berkembangnya Agama Katolik di Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir 1936-2011 Dalam penelitian penulis mendatangi dan memwawancarai orang-orang yang kemungkinan mengetahui kendala penyebaran awal agama katolik di Samosir seperti Pastor Dewan Stasi Pengurus Gereja serta masyarakatDari hasil penelitian yang dilaksanakan maka diketahui bahwa kepercayaan masyarakat Pangururan sebelum datangnya agama Katolik adalah ugamo Sipele Begu agama sukuMasuknya agama Katolik di pangururan yaitu tahun 1936Pada saat itu masih sulit di terima oleh masyarakat karena pengaruh kepercayaan-kepercayaan yang Tradisional yang mereka anut sebelumnya Tokoh-tokoh perintis atau pembawa agama katolik ke Kecamatan Pangururan yaitu Pater Chrysologus Timmermans Pater Sybrandus van Rossum Pater Dioego van Den Biggelar OFM Cap Pastor Wendelinus Willems Pastor Benyamin Dijksatra OFM Cap Pertambahan jumlah umat dimulai sejak tahun 1960-an Khusus setelah Pastor Guido de Vet tiba di Pangururan imam katolik berkembang pesat Begitu juga dalam bidang pendidikan dan kesehatan dalam mendirikan sekolah katolik dan Rumah Sakithttp://digilib.unimed.ac.id/masuk-dan-berkembangnya-agama-katolik-di-kecamatan-pangururan-kabupaten-samosir-31246.htmlFri, 06 Jun 2014 15:02:56 +0700Kendala-kendala Penyebaran Awal Agama Katolik di Kecamatan Palipi Kabupaten Samosir 1936-1961Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kehidupan kepercayaan masyarakat Palipi sebelum datangnya agama katolik untuk mengetahui sejak kapan agama katolik itu masuk ke Palipi untuk mengetahui pendekatan yang dilakukan misionaris dalam menyebarkan Agama Katolik untuk mengetahui kendala penyebaran awal agama katolik untuk mengetahui srtategi mengatasi kendala penyebaran awal agama katolik di Palipi Penelitian merupakan penelitian metode heuristik dengan data kualitatif Dengan mengumpulkan data-data penulis melakuan penelitian kepustakaan dengan mengumpulkan buku-buku dokumen artikel naskah dan sejenisnya Selain itu untuk mendukung data penulis juga melakukan penelitian lapangan Field Research dengan observasi wawancara dan data dokumentasi yang berhubungan dengan Kendala-Kendala Penyebaran Awal Agama Katolik Di Kecamatan Palipi Kabupaten Samosir 1936-1961 Dalam penelitian penulis mendatangi dan memwawancarai orang-orang yang kemungkinan mengetahui kendala penyebaran awal agama katolik di Samosir seperti Pastor Suster Dewan Stasi Pengurus Gereja serta masyarakat Dari hasil penelitian yang dilaksanakan maka diketahui bahwa kepercayaan masyarakat Palipi sebelum datangnya agama Katolik adalah ugamo Sipele Begu agama suku Kemudian agama Katolik itu ada di Palipi dengan datangnya seorang Pastor yaitu PDiego van de Biggelaar dan menetap di simbolon tahun 1936 Dengan hadirnya pastor itu mulaiah melakukan penyebaran agama Katolik kesegala penjuru dan desa Dalam melakukan penyebaran agama Katolik itu sendiri pastor atau misionaris menggunakan beberapa pendekatan kepada masyarakat agar masyarakat mau masuk agama Katolik seperti pendekatan di bidang pendidikan pendekatan dibidang kesehatan pendekatan dibidang sosial-ekonomi sementara para misionaris mendapatkan beberapa kendala pada saat penyebaran agama Katolik itu seperti kendala dari dalam intern yakni larangan dari Hindia Belanda yaitu artikel 123 tanggapan awal yang kurang antusias dari misi Katolik masa pendudukan Jepang di Indonesia masa kelabu 1945-1949 dan kendala dari luar intern yakni agama suku dan Zending Protestan Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut maka para misionaris melakukan beberapa strategi degan melakukan pendekatan budaya strategi lopen en dopen atau berjalan dan membabtispembangunan fasilitas serta perekrutan kepala kampung raja hutahttp://digilib.unimed.ac.id/kendalakendala-penyebaran-awal-agama-katolik-di-kecamatan-palipi-kabupaten-samosir-19361961-31245.htmlFri, 06 Jun 2014 14:54:39 +0700Situs dan Penyebaran Agama Kristen oleh Missionaris Jerman di Desa Narumonda Kecamatan Siantar Narumonda Kabupaten Toba Samosir 1891-1942Penelitian ini merupakan penelitian Histories dengan data kualitatif Dengan mengumpulkan data-data penulis melakuan penelitian kepustakaan dengan mengumpulkan buku-buku dokumen artikel naskah dan sejenisnya Selain itu untuk mendukung data penulis juga melakukan penelitian lapangan Field Research dengan observasi wawancara dan data dokumentasi yang berhubungan dengan Situs dan Penyebaran Agama Kristen oleh Missionaris Jerman di Desa Narumonda Kecamatan Siantar Narumonda Kabupaten Toba Samosir 1891-1942 Dalam penelitian penulis mendatangi dan memwawancarai orang-orang yang kemungkinan mengetahui situs dan penyebaran Agama Kristen di Narumonda seperti Pendeta Pengurus Gereja alumni-alumni Sekolah yang dibangun serta masyarakatDari hasil penelitian yang dilaksanakan maka diketahui bahwa Salah satu badan dari Zending dari Jerman yaitu Rheinische Mission Gesselschaf RMG mengutus I L Nommensen ke Tanah Batak Nommensen tiba di wilayah Silindung pada tahun 1861 tepatnya di Dolok Siatas Barita Dalam hal ini I L Nommensen melakukan penyebaran Agama Kristen sampai ke Tobasa yaitu salah satunya di Desa Narumonda Pada tanggal 21 Mei 1891 gereja pertama di bangun di kompleks pargodungan Narumonda yaitu Gereja HKBP Narumonda Akan tetapi pada tahun 1910 gereja ini dipindahkan ke luar kompleks pargodungan Narumonda Gereja ini rampung dibangun pada tahun 1943 dan digunakan untuk tempat ibadah sampai sekarang Selain gereja sekolah juga didirikan di Narumonda ini Sekolah yang dirikan antara lain Sekolah Anak ni Raja berbahasa pengantar Belanda Sekolah Teknik Pertukangan Sekolah Pangarongkoman percetakan Sekolah HIS dan Sekolah Bibelvrow Pada saat kedatangan Bangsa Jepang ke wilayah ini Maka bangunan dan rumah dijarah dan dihancurkan Hal tersebut membuat bangunan sekolah tinggal situs dan yang tersisa sekarang hanyalah Gereja dan bangunan HIS Desa ini mengalami kemunduran disebabkan oleh beberapa faktor yaitu letak atau lokasi yang kurang strategis jalur transportasi yang kurang memadai sekolah yang kurang berkembang kedatangan Bangsa Jepang dan kurangnya partisipasi masyarakat dan pemerintahan setempathttp://digilib.unimed.ac.id/situs-dan-penyebaran-agama-kristen-oleh-missionaris-jerman-di-desa-narumonda-kecamatan-siantar-narumonda-kabupaten-toba-samosir--18911942-31244.htmlFri, 06 Jun 2014 14:46:30 +0700Eksistensi gereja Katholik terhadap Perkembangan Pendidikan di Kota Pematangsiantar 1931 -2000Judul skripsi ini adalah Eksistensi gereja Katholik terhadap Perkembangan Pendidikan di Kota Pematangsiantar 1931 -2000 dan penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui dan menjelaskan factor pendorong missionaries mendirikan sekolah di Psiantar Menjelaskan ordo yang berperan dalam pendirian sekolah katholik di Psiantar Mengetahui proses perkembangan sekolah katolik di Psiantar Menjelskan kendala yang dialami misionaris dalam proses berdiri dan berkembangnya sekolah katolik di PsiantarSesuai dengan judul skripsi yang diteliti maka dalam penelitian ini penulis mengarah kepada penelitian yang bersifat deskriptif Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan library research yaitu dengan mengumpulkan dan menganalisa data secara objektif berdasarkan bukti-bukti tertulis yang ada yang diperoleh dengan menelaah buku dokumen dan arsip yang berkenaan dengan Upaya Gereja Katolik Terhadap Perkembangan Pendidikan di Kota PematangsiantarHasil penelitian di lapangan maupun dalam pustaka menerangkan bahwa yang menjadi dasar misionaris mendirikan sekolah sebagai sarana pewartaan injil karena jika masyarakat buta huruf bagaimana bisa masyarakat mengetahui inji Kendala yang dihadapi misionaris ialah kurang diterimanya dalam masyarakat karena image Belanda bangsa Barat sebagai penjajah Bahasa yang berbeda serta sudah adanya zending pProtestan di Misi Batak Ordo yang berperan dalam perkembangan Pendidikan di Pematangsiantar ialah Ordo Kapusin Belanda dan Kongregsi Bruder Budi Muliahttp://digilib.unimed.ac.id/eksistensi-gereja-katholik-terhadap-perkembangan-pendidikan-di-kota-pematangsiantar-1931-2000-31243.htmlFri, 06 Jun 2014 14:37:10 +0700Dampak Revolusi Sosial Terhadap Kerajaan Panei di SimalungunPenulisan ini bertujuan untuk mengatahui peristiwa Revolusi sosial yang terjadi di Kerajaan panei di Simalungun faktor penyebab revolusi sosial serta dampak dari revolusi sosial terhadap Kerajaan Panei Untuk memperoleh data-data tersebut penulis mengadakan pendekatan deskriptif kualitatif Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan field research dan studikepustakaan dengan menggunakan wawancara langsung kepada key informankeluargakerabat kerajaan yang masih ada yaitu dengan mengajukan pertanyaas-pertanyaan agar keterangan-keterangan yang diperlukan dapat diperoleh dengan jelas Wawancara yang dibutuhkan mengenai peristiwa revolusi sosial di Kerajaan Panei Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa yang menjadi pelopor Revolusi sosial di Kerajaan Panei adalah BHL Barisan Harimau Liar yang dimana merekajuga menjadi eksekutor peristiwa Revolusi Sosial itu Revolusi Sosial membawa dampak bagi kerajaan Paanei Baik dari segi politik ekonomi dan sosial Dimana revolusi sosial ini juga yang menyebabkan kehancuran Kerajaan Panei Akhirnya dapat disimpulkan bahwa Revolusi Sosial yang terjadi pada tanggal 3 Maret 1946 tersebut adalah yang menjadi penyebab runtuhnya Kerajaan Paneihttp://digilib.unimed.ac.id/dampak-revolusi-sosial-terhadap-kerajaan-panei-di-simalungun-31242.htmlFri, 06 Jun 2014 12:24:02 +0700Interpretasi Isi Surat Kabar Soeara Iboe1932 Terbitan Sibolga Propinsi Sumatera UtaraPermasalahan dalam penelitian ini adalah peneliti akan mengetahuibagaimana awal terbitnya surat kabar Soeara Iboe 1932 di Sibolga isi dari suratkabar Soeara Iboe dan bagaimana respon dari masyarakat Sibolga pada tahun1932 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang terbitnyasurat kabar Soeara Iboe dan isi berita dari surat kabar Soeara IboeDalam penelitian ini peneliti menggunakan Metode Heuristik yaitu denganmencari sumber mengumpulkan menganalisis dan memberikan gambaransejelas-jelasnya tentang topic penelitian yang akan diteliti Selain itu juga dalampenelitian ini peneliti menggunakan metode library research studi kepustakaanDari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti maka dapat diketahuibahwa surat kabar Soeara Iboe terbit pada 2 Mei 1932 di Sibolga Terbitnya suratkabar ini dimulai dengan terbentuknya organisasi kaum ibu yang diberi namacomite kaoem iboe pada 8 November 1931 Surat kabar ini bertujuan untukmenjalin tali silaturahmi antara kaum ibu di Sibolga Selain itu juga surat kabar inidigunakan sebagi alat untuk melawan kekuasaan adat yang ada pada saat ituDidalam surat kabar ini juga terdapat berita yang berkaitan dengan keseharianwanita seperti kegiatan memasak kesehatan ibu dan anak iklan pendidikanberita umum dan beberapa tulisan sastra baik itu berupa cerita maupun puisiDi dalam penerbitan surat kabar ini juga mendapatkan pertentangan darimasyarakat Sibolga Karena mereka menganggap bahwa kegiatan yang dilakukanoleh kaum ibu ini adalah kegiatan yang tidak ada artinya dan hanya membuangbuang waktu saja Dari penerbitan surat kabar Soeara Iboe ini dapat disimpulkan bahwasannya kaum ibu di Sibolga ingin melakukan perubahan adat yang selama ini di anggap menghalangin kaum ibu untuk melakukan kegiatan yang bersifatmembangun dengan menggunakan media massa yaitu surat kabarhttp://digilib.unimed.ac.id/interpretasi-isi-surat-kabar-soeara-iboe1932-terbitan-sibolga-propinsi-sumatera-utara-31241.htmlFri, 06 Jun 2014 12:00:49 +0700Peranan POESERA Poesat Ekonomi Rakyat Pada Masa Perang Kemerdekaan di Tanah Karo Pada Tahun 1943 1945Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang dibentuknya POESERA dan peranannya pada perang kemerdekaan di tanah karo pada tahun 1943 1945 Penelitian ini dilakukan di kota Berastagi Kabupaten Karo karena kantor POESERA pada saat perang kemerdekaan dulu berada di kota tersebut Untuk memperoleh data data tersebut peneliti mengadakan penelitian dengan menggunakan data yang non statistik Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara serta nara sumber yang digunakan adalah orang-orang yang pernah ikut serta dalam perang kemerdekaan di Tanah Karo pada tahun 1943 1945 selain itu penelitian ini juga menggunakan studi kepustakaan dengan menggunakan berbagai buku-buku yang berkaitan dengan perang kemerdekaanDari hasil penelitian yang peneliti lakukan menunjukkan bahwa latar belakang berdirinya POESERA Poesat Ekonomi Rakyat akibat dari kekejaman Pemerintahan Militer Jepang yang mengakibatkan penderitaan rakyat yang berkepanjangan dan juga tindakan penguasa Jepang yang memonopoli semua kebutuhan dan hasil produksi pertanian rakyat menimbulkan kesulitan-kesulitan bagi kehidupan rakyatAkhirnya dapat disimpulkan bahwa POESERA dibentuk untuk menyaingi koperasi buatan jepang yang pada saat itu memonopoli hasil-hasil pertanian di tanah karo POESERA juga menunjukkan bahwa pemuda pemuda karo saat itu tidak berdiam diri melihat kekejaman yang dilakukan oleh pemerintah militer jepanghttp://digilib.unimed.ac.id/peranan-poesera-poesat-ekonomi-rakyat-pada-masa-perang-kemerdekaan-di-tanah-karo-pada-tahun-1943-1945-31240.htmlFri, 06 Jun 2014 12:00:04 +0700Sejarah Masuknya Batik ke SimalungunPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang sejarah awalmasuknya tradisi batik pada masyarakat Simalungun Permasalahandalampenelitian ini adalah ingin mengetahui bagaimana sejarah awal masuknyakebudayaan batik pada masyarakat SimalungunDalam penelitian ini menggunakan metode heuristik yaitupenelitianlapangan field research yakin dengan langkah mengumpulkan datasebanyak - banyaknya secara langsung dari lapangan dengan mencari sumbermengumpulkan menganalisis dan memberikan gambaran sejelas-jelasnya tentangtopic penelitan yang akan diteliti Selain itu juga dalam an ini menggunakanmetode library research studi kepustakaanDari hasil penelitan yang dilakukan oleh pemaka dapat diketahuibahwa adanya Batik Jawa yang masuk di kebudayaan Simalungun sehingga batiktersebut menjadi suatu kebudayaan bagi masyarakat SimalungunKain Batik Jawamembuktikan bahwa adanya interaksi yang dilakukan oleh suku Jawa dan sukuSimalungun Kain Batik Simalungun dibawa pada masa kedatangan Belanda keSimalungun Belanda datang ke Simalungun dan membawa suku Jawa untukberkerja diperkebunan Pada saat itu Belanda datang pada abad ke-18 Suku Jawatelah mengenal dengan kain batik Dan saat itu pula suku Jawa membawa kainbatik ke Simalungun dan memperkenalkan kain batik itu kepada masyarakatSimalungun Kain Batik Simalungun yang ada di Simalungun disebut gotongKain batik tersebut dipakai hanya untuk kalangan laki-laki saja dan dipakai padasaat acara pesta adat Cara pemakai atau pengunaan kain batik atau yang disebutgotongtersebut adalah dengan cara dibentuk terlebih dahulu seperti topi dan dipakai sebagai salah satu pakaian adat Simalungunhttp://digilib.unimed.ac.id/sejarah-masuknya-batik-ke-simalungun-31239.htmlFri, 06 Jun 2014 11:47:35 +0700SejarahMasuknya Agama Islam diKecamatanSorkam BaratPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang masukdan berkembangnya Agama Islam di Kecamatan Sorkam Barat mengetahui proses penyebaranAgama Islam di Sorkam Barat serta mengetahui pengaruh Agama Islam terhadap kehidupansosial di Kecamatan Sorkam Barat Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahpenelitian Lapangan Field Research dan studi kepustakaan Library Research Berbagai aspekpengkajian tentang sejarah Islam di Kecamatan Sorkam Barat khususnya mengenai latarbelakang dan pengaruhnya terhadap kehidupan social mengandung kesimpulan yang sesuaidengan data-data sejarah yang bersumber dari hasil wawancara dan penelaan literatur Tetapiharapan saya kedepan perlu ada penelitian yang lebih signifikan oleh sejarawan ataupunmahasiswa yang berhubungan kedalamnya Alasannya adalah karena terbatasnya bahkan hampirtidak ada buku ataupun literature yang membahas tentang Islam di Sorkam Barat Sesuai denganpenelitian yang telah saya lakukan bahwasanya Sorkam Barat memiliki situs sejarah yang tidakbisa dipandang sebelah mata Sorkam Barat yang dulunya disebut Kerajaan Sorkam pernahmencicipi keperkasaan peradaban Islam yang coraknya berbentuk kerajaan yang mirip dengankerajaan kerajaan Islam lainnya di Indonesia antara lain Barus Melayu Deli dan MelayuMinangkabau Masuknya Agama Islam ke daerah Sorkam dipelopori oleh Datuk Bungkukbermarga Tanjung dari Minangkabau serta memberikan pengaruh esensial terhadap kehidupansosial dan pandangan hidup masyarakat sampai sekarang misalnya penggunaan bahasa dan adatmasyarakat Muslim di Kecamatan Sorkam Barat mempunyai beberapa kesamaan dengan MelayuDeli dan Melayu Minangkabau Ketika zaman keemasan Barus yang notabene adalah bandarpelabuhan perdagangan dunia yaitu perdagangan kapur barus dan kemenyan Sorkam berperanpenting dalam menghasilkan kemenyan kemenyan yang berkualitas tinggi dibandingkankemenyan kemenyan dari daerah lain seperti Dairi dan Dolok Sanggul Kemenyan yangdiproduksi di Sorkam bermutu eksporhttp://digilib.unimed.ac.id/sejarahmasuknya-agama-islam-dikecamatansorkam-barat-31238.htmlFri, 06 Jun 2014 11:44:27 +0700Struktur Penguasaan Tanah Petani Karet dan Coklat Pada Kecamatan Adiankoting Kabupaten Tapanuli Utara 1998-2011Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1 makna tanah bagi petani Karet dan Coklat di Kecamatan Adiankoting Kabupaten Tapanuli Utara 2 riwayat penguasaan tanah petani Karet dan Coklat di Kecamatan Adiankoting Kabupaten Tapanuli utara 3 gambaran Struktur Penguasaan Tanah petani Karet Dan Coklat di Kecamatan Adiankoting Kabupaten Tapanuli Utara 4 peranan kepala adat dalam distribusi tanah petani Karet Dan Coklat di Kecamatan Adiankoting Kabupaten Tapanuli Utara 5 bentuk penguasaan tanah petani Karet Dan Coklat di Kecamatan Adiankoting Kabupaten Tapanuli UtaraUntuk memperoleh data yang diperlukan peneliti menggunakan metode penelitian lapangan field research dengan pendekatan deskriptif kualitatif Tehnik mengumpulkan data dilakukan dengan cara observasi tanah dan petani wawancara kepada responden informan tentang struktur penguasaan tanah petani karet dan coklat pada Kecamatan Adiankoting Kabupaten Tapanuli Utara Jumlah responden informan dalam penelitian ini sebanyak 25 orangDari hasil penelitian yang dilakukan dan informasi yang diberikan informan diketahuilah 1 Makna tanah bagi petani adalah sebagai nilai historis nilai ekonomis dan nilai geneologis identitas 2 Tanah yang dimiliki petani karet dan coklat di kecamatan Adiankoting dulunya berasal dari pembukaan hutan 3 Struktur penguasaan tanah petani karet dan coklat cenderung timpang dan terstratifikasi cerdas sesuai stratifikasi sosial masyarakat kecamatan Adiankoting 4 Kepala adat sangat sangat berperan dalam hal pembukaan hutan dan batas-batas tanah yang dimiliki warganya 5 Tanah yang dimiliki petani karet dan coklat di kecamatan adiankoting berasal dari warisan jual-beli dan gadaihttp://digilib.unimed.ac.id/struktur-penguasaan-tanah-petani-karet-dan-coklat-pada-kecamatan-adiankoting-kabupaten-tapanuli-utara-19982011-31237.htmlFri, 06 Jun 2014 11:42:41 +0700Pondok Pesantren Syekh Muhammad Dahlan Aek Hayuara Di Sibuhuan Padang Lawas 1990-2013Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana latar belakang berdirinya pondok pesantren Syekh muhammad dahlan Aek Hayuara Sibuhuan untuk mengetahui sistem pendidikan yang diterapkan di Pondok Pesantren pada masa kepemimpinan KH Nukman Hasibuan 1990-2013 untuk mengetahui perkembangan Pondok pesantren pada masa kepempinan KH Nukman Hasibuan 1990-2013Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalahmetode Heuristik Dengan tehnik pengumpulan data menggunakanwawancara dan Dokumen Untuk menganalisis data maka dilakukan beberapa tahapan yaitu mengelompokkan hasil data menganalisis data menginterpretasikan data dan menarik kesimpulan Dari Hasil penelitian di lapangan bahwa Pondok Pesantren Syekh muhammad Dahlan aek Hayuara resmi dibuka pada tahun 1938 oleh Syeh Muhammad Dahlan beserta keluarga dan masyarakat Sibuhuan Pondok Pesantren ini terletak di Sibuhuan Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas Syekh Muhammad Dahlan wafat pada tahun 1973 dan pesantren ini di beri nama sesuai dengan nama pendirinya yaitu Pondok Pesantren Syekh Muhammad Dahlan Aek Hayuara Kepemimpinan pesantren ini dititipkan kepada sahabat Syekh Muhammad Dahlan yang bernama Syekh Mukhtar Muda Nasution Pada masa kepemimpinan Syekh Mukhtar Muda Nasution tidak banyak perubahan Di tahun 1990 KH Nukman Hasibuan anak kandung dari Syekh Muhammad Dahlan ini mendiskusikan masalah pesantren dengan Syekh Mukhtar Muda Nasution KH Nukman Hasibuan dimana pada saat itu telah pensiun dari pekerjaannya sebagai Pegawai Negeri Sipil bermaksud ingin mengambil alih pesantren yang dititipkan sebelumnya kepada Syekh Mukhtar Muda Nasution Dibawah kepemimpinan KH Nukman Hasibuan pada tahun 1990pesantren ini seperti lahir kembaliBeliau melakukan banyak perubahan seperti penambahan ruang belajar pondok asrama tenaga pengajar kamar mandi bagi guru dan siswa Jumlah santri yang mendaftar ke pesantren ini semakin banyak jumlahnya Sikap beliau yang ramah terhadap tamu yang datang dan menganggap semua yang berada di pesantren sebagai keluarga merupakan daya tarikhttp://digilib.unimed.ac.id/pondok-pesantren-syekh-muhammad-dahlan-aek-hayuara-di-sibuhuan-padang-lawas-19902013-31236.htmlFri, 06 Jun 2014 11:35:48 +0700MENINGKATKAN PERSEPSI SISWA TENTANG PEANFAATAN SITUS DAN PENINGGALAN SEJARAH KOTA MEDAN SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN TERHADAP MINAT SISWA BELAJAR SEJARAH DI SMA NEGERI 16 MEDANTujuan penelitian a ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi siswatentang pemanfaatan situs dan peninggalan sejarah Kota Medan sebagai sumberpembelajaran sejarah terhadap minat siswa belajar sejarahPenelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitarif dengan jenispenelitian expost facto Lokasi penelitian diadakan di SMA Negeri 16 Medanpopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI yang berjumlah 282orang dan sampel yang diambil sebanyak 42 orangInstrumen penelitian menggunakan angket tertutup yang diuji coba kepada42 orang siswa Angket telah teruji validitas dan reliabilitasnya Artinya hanyabutir angket yang lolos saja yang digunakan untuk menjaring data penelitianHasil penelitian menyimpulkan bahwa pengujian Persepsi Siswa tentangPemanfaatan Situs dan Peninggalan Sejarah sebagai Sumber Pembelajarandiperoleh besarnya kontribusi variabel Persepsi Siswa tentang Pemanfaatan Situsdan Peninggalan Sejarah terhadap variabel minat belajar Siswa adalah 86pengujian kecenderungan dari kedua variabel cenderung baikhttp://digilib.unimed.ac.id/meningkatkan-persepsi-siswa-tentang-peanfaatan-situs-dan-peninggalan-sejarah-kota-medan-sebagai-sumber-pembelajaran-terhadap-minat-siswa-belajar-sejarah-di-sma-negeri-16-medan-31235.htmlFri, 06 Jun 2014 11:29:40 +0700Perkeretaapian di PematangSiantar 1915-1942Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Awal Mula Pengadaan JaringanPerkeretaapian di Pematang Siantar pada masa Kolonial Belanda 1915-1942dan bagaimana Peran dan Fungsi Perkeretaapian pada Saat itu serta dampak danManfaat bagi Masyarakat Setelah adanya Perkeretaapian di Pematang SiantarMetode Penelitian yang dipakai adalah metode penelitian DeskriptifKualitatif yaitu menggambarkan atau melukiskan fenomena atau suatu keadaanatau peristiwa yang sedang dikaji untuk ditemukan jawabannya dengan sistematisfaktual dan akurat Untuk memperkuat Literatur dilakukan study pustaka LibraryResearch dengan mengumpulkan literatur maupun referensi yang berkaitanlangsung dengan penelitianDari hasil penelitian yang dilakukan dan informasi yang diberikaninforman diketahuilah bahwa Awal mula Pengadaan kereta api di Sumatera adalahterdapatnya masalah-masalah terhadap pengangkutan hasil-hasil perkebunan yangawalnya tidak memadai dan memakan waktu lama serta proses lambat yangmenjadikan manajer De Deli Maatschaapij JT Cremer dan jacobus nienhuysmenganjurkan agar jaringan kereta api segera dibagun mengingat pesatnyapertumbuhan dan perkembangan perusahaan tembakau Deli Dari sinilah awalmulanya pengadaan Kereta api di Sumatra utara dan selanjutnya berkembangkedaerah- daerah lainnyaKesimpulannya Pengadaan Jaringan Kereta Api di Sumatra Timur tidakterlepas dari Kontribusi Perkebunan Deli Deli Maatschaapij Yang awal dibuatuntuk untuk memudahkan dalam Pengangkutan hasil-hasil Perkebunan danPengangkutan Kuli-kuli Kontrak yang didatangkan dari Cina India dan JawaSeiring pesatnya pertumbuhan dan perkembangan tembakau Deli memaksaperusahaan Deli memperluas lahan perkebunan serta mencari komoditi eksporlain yang laku dipasaran Eropa Melihat masalah masalah tersebut PerusahaanDeli Maatschaapij mengadakan Jaringan Kereta Api di sepanjang Perkebunan diSumatra Timur yang perencanaanya dilaksanakan mulai dari Pesisir SumatraTimur Hingga Daerah-daerah Terpencil hingga sampai ke Siantar Dari sinilahawal mula Perkeretaapian di Siantar dimulai yang merupakan SaranaPengangkutan hasil perkebunan pada masa ituhttp://digilib.unimed.ac.id/perkeretaapian-di-pematangsiantar-19151942-31234.htmlFri, 06 Jun 2014 11:11:00 +0700Manfaat Meriam Bagi Masyarakat Sebagai Peninggalan Sejarah Kerajaan-Kerajaan Yang Ada di Kabupaten BatubaraPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam mengenai manfaat bagi masyarakat dari meriam bersejarah yang terdapat di Kabupaten Batubara serta melihat bagaimana keadaan dan kondisi dari meriam-meriam tersebut Dalam penelitian ini penulis mengadakan penelitian sejarah dengan menggunakan teknik heuristik dimana penulis membuat rekontruksi masa lalu secara sistematis dan objektif dengan cara observasi dan wawancara untuk menegakkan fakta dan menarik kesimpulan yang kuat Data yang digunakan penulis diperoleh dari data primer dan sekunderDalam menganalisa data penulis melakukan langkah-langkah dengan cara mengumpulkan data menganalisa data interpretasi data dan membuat kesimpulan serta membandingkannya dengan buku-buku yang lain yang diperoleh dari hasil observasi dilapangan dan wawancara Kemudian mengklasifikasikan atau mengelompokkan data berdasarkan analisa yang terkandung dalam masalah itu sendiri terakhir menarik kesimpulan dari berbagai data yang dibuat berdasarkan hipotesisi yang dirumuskanHasil penelitian yang diperoleh penulis adalah dimana meriam-meriam bersejarah di Kabupaten Batubara ini cukup banyak dan keadaannya sekarang ini sebagian masih belum terawat dengan baik seperti meriam Kuala Indah meriam Indra Pura dan meriam Simpang dolok Dari sini bisa kita lihat bagaimana peranan masyarakat dan pemerintah dalam melestarikan situs-situs bersejarah yang ada di Kabupaten Batu Bara Dari hasil penelitian tersebut maka dapat kita simpulkan bahwa situs-situs bersejarah yang ada di Kabupaten Batubara ini sangatlah penting untuk dilestarikan dengan baik supaya generasi yang akan datang bisa mengingat serta merasakan bagaimana kehidupan masa lampau jika dilihat dari peninggalan situs-situs sejarah tersebuthttp://digilib.unimed.ac.id/manfaat-meriam-bagi-masyarakat-sebagai-peninggalan-sejarah-kerajaankerajaan-yang-ada-di-kabupaten-batubara-31233.htmlFri, 06 Jun 2014 11:06:07 +0700