MODEL KLINIK MATEMATIKA

Hasratuddin and Gultom, Syawal and Irsan and Milfayetty, Sri (2008) MODEL KLINIK MATEMATIKA. Project Report. FMIPA Unimed, Medan.

[thumbnail of Fulltext.pdf]
Preview
Text
Fulltext.pdf - Published Version

Download (7MB) | Preview

Abstract

Tujuan penelitian adalah 1) mendesain model klinik matematika yang dapat dijadikan dan layak sebagai klinis matematika bernuansa lokal Sumatera Utara, 2) mendesain media atau alat peraga sebagai alat bantu dalam menangani masalah belajar matematika siswa, baik untuk meremidi maupun pengayaan dengan bernuansa lokal Sumatera Utara, 3) menyiapkan guru-guru yang layak dalam menangani siswa yang bermasalah, baik untuk meremidi maupun pengayaan siswa dalam belajar matematika, 4) meminimumkan siswa yang bermasalah dalam pembelajaran matematika SMP di Sumatera Utara, dan 5) meningkatkan minat siswa terhadap belajar matematika di Sumatera Utara. Lokasi penelitian adalah SMPN 1 Medan, SMPN 2 Medan, SMPN 6 Medan, SMPN 7 Medan, dan SMPN 27 Medan. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah hasil observasi atau pengamatan, sedemikian instrument yang digunakan adalah lembar observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik inferensial. Hasil penelitian ditemukan; 1) model ruang klinik matematika yang digunakan agar memadai dalam melaksanakan klinik matematika adalah berukuran 4 x 4 meter. Adapun ruangan tersebut antara lain disisi dengan meja alat peraga, meja klinik, kursi, papan whiteboard dan meja workshop, 2) alat peraga yang diperlukan dalam kegiatan klinik matematika adalah antara lain; tali, meteran kain, model jam, diagram luas, tangram 5, geostrip, mistar hitung, manik-manik, mistar plastik, simetri lipat, seperangkat model segitiga, bundaran atau model bola, model limas, model kubus, timbangan bilangan, papan napier, model lingkaran, model persegi satuan, model kabus satuan, bangun ruang transparan, klinometer, krit matematika, papan paku, busurderajat, model dadu, pentogram, termometer, sudut elevasi, karet gelang-gelang, papan berpetak, papan paku, model pencerminan, kelereng, seperangkat komputer atau laptop, LCD, karton, kertas, spidol, papan gabus, plat yang terbuat dari plastik, gunting, 3) siswa yang mengikuti klinik matematika sangat merasa senang dengan pelaksanaan klinik matematika, 4) kegiatan klinik matematika dapat meningkatkan minat siswa terhadap matematika, 5) klinik matematika perlu dilakukan di sekolah secara berkelanjutan. Dari hasil ini diharapkan perlu; 1) melakukan penelitian lanjutan tentang klinik matematika pada kelas VIII- IX demi untuk melihat secara signifikan, maupun melalui tes nasional (UAN), apakah prestasi belajar matematika siswa dapat lebih baik setelah diadakan klinik matematika di sekolah. Hal akan penelitian lanjutan tersebut, juga, sesuai dengan kebutuhan dan permintaan-permintaan sekolah-sekolah (Kepala Sekolah) untuk dilanjutkan pelaksanaan klink matematika pada kelas VIII sampai kelas IX. Sehingga, dalam hal ini, kiranya Dikti atau Departeman Pendidikan Nasional masih berkenan untuk memberikan bantuan dana demi kelangsungan penelitian lanjutan tersebut, 2) Dinas Pendidikan Kota Medan khususnya, atau Dinas Pendidikan Nasional secara umum, perlu kiranya membentuk klinik matematika untuk setiap sekolah di Indonesia, demi meningkatkan minat belajar matematika siswa pada khususnya, dan minat belajar siswa Indonesia pada umumnya.

Item Type: Monograph (Project Report)
Additional Information: 500 Has m
Keywords: Klinik matematik; Belajar tuntas; Remidial; Program pengayaan; Kurikulum berbasis kompetensi
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1025 Teaching (Principles and Practice)
L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
Q Science > QA Mathematics
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Depositing User: Mrs Harly Christy Siagian
Date Deposited: 21 Sep 2016 19:17
Last Modified: 28 Oct 2016 09:34
URI: https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/19757

Actions (login required)

View Item
View Item