Analisis teks cerita sejarah PARPANDANAN NA BOLAG: Awal mula Kerajaan Nagur di Simalungun

Damanik, Erond L (2017) Analisis teks cerita sejarah PARPANDANAN NA BOLAG: Awal mula Kerajaan Nagur di Simalungun. Komite Penerbit Buku Simalungun (KPBS), Pematangsiantar, Sumatera Utara Indonesia.. ISBN 978-602-231-305-8

[thumbnail of Book.pdf]
Preview
Text
Book.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Tulisan ini diperbuat sebagai kajian terhadap manuskrip
‘Parpandanan Na Bolag’ (selanjutnya disebut PNB) guna mengungkap
cerita dan peristiwa sejarah yang dikandungnya. Secara khusus,
diberikan subjudul tulisan: ‘Teks Cerita Sejarah Kerajaan Nagur dan
Solidaritas etnik Simalungun’ yang dimaksudkan sebagai penegasan
terhadap dua hal: pertama, naskah PNB adalah karya sastra yakni
prosa berbentuk legenda yang memuat cerita sejarah sebagai
legitimasi terhadap eksistensi Kerajaan Nagur, yakni kerajaan tertua
(old kingdom) di Simalungun. Kerajaan ini berdiri pada awal abad ke�10 masehi dan runtuh pada awal abad ke-13 masehi dan diteruskan
oleh ‘Kerajaan Klan’ (marga) atau clan kingdom yakni Damanik,
Saragih, Purba Dasuha dan Sinaga. Sejak awal kebangkitannya hingga
saat ini, terdiri dari 37 (tiga puluh tujuh) generasi (Damanik, 2017)1
.
Penegasan kedua bahwa keseluruhan naskah PNB adalah cerminan
legitimasi solidaritas etnik Simalungun yang menggambarkan
kekuatan, kehebatan, dan kepahlawanan Kerajaan Nagur. Dalam hal
ini, teks sastra sejarah Simalungun yang tersaji dalam naskah PNB
menjadi simbol adanya persatuan (solidaritas) Simalungun dimasa
lalu. Ini berarti bahwa, solidaritas etnik Simalungun, baik organis
maupun mekanis dewasa ini hanya dapat wujud apabila
masyarakatnya dapat bersatu padu dalam mempertahankan
legitimasinya di tengah-tengah masyarakat yang majemuk dan multi
budaya (plural and multiculture society). Di samping itu, tingginya
kompetisi (persaingan) pada arena sosial (social arena) untuk merebut
peluang sosial (social opportunity) bukan saja sekedar menyoal
tentang kualitas sumberdaya manusianya saja, tetapi juga harus didukung solidaritas etnik. Keniscayaan terhadap solidaritas itu,
sebagaimana digambarkan melalui balas dendam dua bersaudara
dalam kitab PNB ini, yaitu intrik-intrik kehidupan istana berupa nafsu
kekuasaan, menjadi faktor utama berakhirnya ‘abad kejayaan’
Kerajaan Parpandanan Na Bolag. Hal ini patut dicermati sebagai pesan
sosial dan moral sehingga tidak merontokkan Orang Simalungun itu
sendiri. Dengan dua penegasan ini, maka sastra sejarah PNB memuat
pesan moral (morals message) yakni penekanan pada nilai-nilai
(value) dan makna (sense atau meaning) tentang persaudaran dan
bahkan kekerabatan (kinship) untuk menopang kelangsungan sebuah
dinasti kerajaan (keluarga).
Menghubungkan kitab PNB dengan realitas masa kini misalnya,
dapat dikemukakan bahwa ‘abad kejayaan’ dari sebuah kelompok
etnik hanya dapat bertahan apabila kelompok tersebut saling mengisi
dan melengkapi sehingga kelangsungan ‘abad kejayaan’ dapat
dipertahankan. Adalah keniscayaan dalam mencapai ‘abad kejayaan’
tanpa didukung setiap sumberdaya manusia yang ada di dalamnya.
Hal ini tercermin pada kisah PNB dimana dua bersaudara melahirkan
keinginan saling bunuh untuk melepaskan dendam pribadinya, bukan
saja kepada orang yang bersangkutan (antara Raja Parpandanan Na
Bolag dengan adiknya yakni Rahat Di Panei) tetapi juga pada anak�anak (generasi) mereka. Dengan dendam seperti itu, Kerajaan
Parpandanan Na Bolag yang besar itupun tak luput dari perang
saudara yang menjadi akhir kejayaanya.

Item Type: Book
Keywords: teks cerita sejarah; parpandanan na bolag;kerajaan nagur; Simalungun
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
D History General and Old World > D History (General) > D880 Developing Countries
G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology > GN537 Ethnic groups and races
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial
Depositing User: Mrs Catur Dedek Khadijah
Date Deposited: 19 Apr 2023 21:03
Last Modified: 19 Apr 2023 21:03
URI: https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/51816

Actions (login required)

View Item
View Item