ADAPTASI ORANG JAWA; STUDI PERUBAHAN UPACARA PANGGIH DALAM PERKAWINAN JAWA DI KELURAHAN DADIMULYO KISARAN BARAT KABUPATEN ASAHAN

Suriani, (2014) ADAPTASI ORANG JAWA; STUDI PERUBAHAN UPACARA PANGGIH DALAM PERKAWINAN JAWA DI KELURAHAN DADIMULYO KISARAN BARAT KABUPATEN ASAHAN. Masters thesis, UNIMED.

[img]
Preview
Text
1. 8116152007 Cover.pdf - Published Version

Download (64kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. 8116152007 Lembar Pengesahan.pdf - Published Version

Download (435kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. 8116152007 Abstrak.pdf - Published Version

Download (164kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. 8116152007 Kata Pengantar.pdf - Published Version

Download (50kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. 8116152007 Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (209kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. 8116152007 Daftar Tabel.pdf - Published Version

Download (186kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. 8116152007 Daftar Gambar.pdf - Published Version

Download (110kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. 8116152007 Daftar Lampiran.pdf - Published Version

Download (114kB) | Preview
[img]
Preview
Text
9. 8116152007 Bab I.pdf - Published Version

Download (332kB) | Preview
[img]
Preview
Text
10 8116152007 Bab VI.pdf - Published Version

Download (296kB) | Preview
[img]
Preview
Text
11. 8116152007 Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (293kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini membahas adaptasi Orang Jawa terhadap perubahan sosial, dari sudut pandang perubahan upacara panggih dalam perkawinan Jawa bertujuan untuk mendeskripsikan adaptasi Orang Jawa terhadap perubahan sosial, mengetahui perubahan upacara panggih sebelum dan sesudah tahun 2000 dan untuk mengetahui faktor terjadinya perubahan upacara panggih dalam perkawinan Jawa di Kelurahan Dadimulyo Kecamatan Kisaran Barat. Teori pendukung dalam penelitian ini adalah teori adaptasi, teori perubahan sosial, teori perubahan budaya, teori ekologi budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, dan pengumpulan data diperoleh dari lapangan dengan cara observasi dan wawancara serta kepustakaan. Adaptasi Orang Jawa terhadap perubahan sosial di Kelurahan Dadimulyo, merubah pola pikir Orang Jawa yang dulunya pernah bekerja di perkebunan kini bervariasi di berbagai bidang profesi. Adaptasi merupakan penyesuaian diri Orang Jawa terhadap perubahan sosial dan lingkungan dimana mereka tinggal. Pandangan Orang Jawa terhadap perubahan sosial dalam hal mata pencaharian, kesenian, agama, pendidikan, tempat tinggal dan cara bergaul dengan multi etnik yang ada di Kisaran Barat dapat membaur dengan baik. Namun demikian sudah 60 tahun Orang Jawa tidak lagi bekerja di perkebunan sejak tahun 1950-an masih tampak kesenjangan sosial dalam pemerataan pendidikan dan lapangan kerja. Pelaksanaan upacara panggih dalam perkawinan Jawa diselenggarakan dalam rangka peresmian pernikahan anak perempuan pada masyarakat Jawa di Kelurahan Dadimulyo. Upacara panggih merupakan upacara sakral kedua setelah ijab qabul, dalam siklus kehidupan masyarakat Jawa. Perubahan yang terjadi pada upacara panggih di Kelurahan Dadimulyo merupakan penyesuaian terhadap lingkungannya sesudah tahun 2000-an dimana terjadinya peralihan era globalisasi di abad 21. Dalam kehidupan sosial budaya, sejak tahun 1990-an masyarakat Jawa Dadimulyo tidak lagi mengerjakan sawah-sawah mereka untuk ditanami padi dikarenakan perubahan alam dimana sawah dan sungai mengering beralih fungsi menjadi tanah perkebunan. Masyarakat Jawa Dadimulyo beralih sumber penghasilan dari petani mejadi pengrajin batu bata dalam mengisi peluang lapangan kerja yang tersedia. Adapun bentuk perubahan upacara panggih pada perkawinan Jawa tergambar pada upacara panggih sebelum dan sesudah tahun 2000. Sebelum tahun 2000-an tidak ada upacara adat melayu didalam upacara perkawinan Jawa baik sebelum maupun sesudah panggih. Sesudah tahun 2000-an terjadi akul_turasi dengan budaya lokal yang ada di Kisaran Barat.Masyarakat Jawa Dadimulyo menjalankan upacara perkawinan Jawa sekaligus menjalankan upacara adat Melayu. Tata urutan upacara panggih menjadi terbalik-balik ada upacara yang ditambah ada pula upacara yang hilang. Masyarakat Jawa tidak lagi mengenal upacara mbubak (memberikan bekal) dan pecah kendil (membuka jalan) pada upacara perkawian anak perempuan pertama atau pertama kali keluarga ngentasake (mengakhiri masa gadis) anak perempuan. Faktor terjadinya perubahan upacara panggih dalam perkawinan adat Jawa di Kelurahan Dadimulyo disebabkan oleh dua faktor yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam masyarakat Jawa Dadimulyo, ada faktor pendidikan, ekonomi, agama dan ideologi. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang datang dari luar masyarakat Jawa Dadimulyo, ada faktor budaya lingkungan setempat, trend mode dan peralihan era globalisasi di abad 21. Adapun faktor-faktor tersebut telah merubah pola pikir, cara pandang dan gaya hidup masyarakat Jawa Dadimulyo dalam melaksanakan upacara panggih pada perkawinan Jawa.

Item Type: Thesis (Masters)
Contributors:
ContributionNameNIP
Thesis advisorHidayat, UNSPECIFIED
Thesis advisorPujiati, UNSPECIFIED
Call Number: 306.81 Sur a
Keywords: Upacara panggih; Ekologi budaya; Perubahan budaya; Perubahan sosial; Adaptasi
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GT Manners and customs
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
Divisions: Program Pasca Sarjana > Antropologi Sosial
Depositing User: Mr Renaldi Syafaruddin Akbar
Date Deposited: 09 Apr 2016 08:13
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/4424

Actions (login required)

View Item View Item