PEMETAAN BAHAYA PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI DI KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN

TAFONAO, PASTUTI (2020) PEMETAAN BAHAYA PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI DI KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN. Undergraduate thesis, Universitas Negeri Medan.

[img] Text
1. NIM. 3151131033 COVER.pdf - Published Version

Download (137kB)
[img] Text
2. NIM. 3151131033 APPROVAL SHEET.pdf - Published Version

Download (585kB)
[img] Text
3. NIM. 3151131033 PREFACE.pdf - Published Version

Download (140kB)
[img] Text
4. NIM. 3151131033 TABLE OF CONTENT.pdf - Published Version

Download (267kB)
[img] Text
5. NIM. 3151131033 ABSTRACT.pdf - Published Version

Download (114kB)
[img] Text
6. NIM. 3151131033 TABLES.pdf - Published Version

Download (208kB)
[img] Text
7. NIM. 3151131033 ILLUSTRATION.pdf - Published Version

Download (177kB)
[img] Text
8. NIM. 3151131033 APPENDICES.pdf - Published Version

Download (170kB)
[img] Text
9. NIM. 3151131033 CHAPTER I.pdf - Published Version

Download (378kB)
[img] Text
14. NIM. 3151131033 CHAPTER VI.pdf - Published Version

Download (168kB)
[img] Text
15. NIM. 3151131033 BIBLIOGRAPHY.pdf - Published Version

Download (171kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan (1) jumlah kejadian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) berdasarkan data kasus DBD di Kecamatan Medan Tuntungan, (2) peta tingkat bahaya penyakit DBD berdasarkan kepadatan penduduk. (3) peta tingkat bahaya penyakit DBD berdasarkan BNPB, (4) peta tingkat bahaya penyakit DBD berdasarkan kepadatan permukiman, (5) pemetaan bahaya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Medan Tuntungan. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2019 di Kecamatan Medan Tuntungan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah studi dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif, pembobotan dan skoring, dan overlay. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) jumlah kasus tertinggi berada di Kelurahan manga sebanyak 60 penderita, Simpang Selayang sebanyak 30 penderita, kasus yang sedikit berada di Keluahan Sidomulyo sebanyak 1 penderita dan Lau Cih sebanyak 3 penderita, (2) kepadatan penduduk terbanyak berada di Kelurahan Mangga sebanyak 5.701 jiwa/km2, Simpang Selayang sebanyak 4.262 jiwa/km2. Kepadatan penduduk Kecamatan Medan Tuntungan termasuk dalam kriteria kelas tinggi, (3) dari hasil perhitungan berdasarkan BNPB didapatkan dua kelas bahaya, kelas tidak bahaya memiliki luas sebesar 79.36 % dan kelas sedang memiliki luas sebesar 20.64 %, (4) untuk kepadatan permukiman diperoleh tiga kelas, dengan kepadatan tidak bahaya atau baik sebesar 51.47 %, kelas sedang sebesar 30.12 % dan kelas bahaya atau buruk sebesar 18.41 %, dengan kelurahan kepadatan tinggi yaitu Simpang Selayang, Mangga, dan tanjung Selamat, (5) tingkat bahaya penyakit di daerah Kecamatan Medan Tuntungan terbagi menjadi tiga kelas bahaya yaitu tidak bahaya, sedang dan bahaya, dengan luas tingkat kelas tidak bahaya sebesar 37.89 % dari luas keseluruhan luas kelurahan, luas tingkat kelas sedang sebesar 38.27 % dari total luas keseluruhan kelurahan, kemudian luas kelas bahaya sebesar 23.84 % dari luas total keseluruhan kelurahan Medan Tuntungan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK
Thesis advisorYuniastuti, Eninidn0030068702
Thesis advisorUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Call Number: SK-2020 GEO 040
Keywords: Bahaya DBD, Penderita, Pemetaan.
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications > HE323 Transportation geography. Trade routes
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Geografi
Depositing User: Cut Lidya Mutia
Date Deposited: 20 Jul 2020 16:38
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/39925

Actions (login required)

View Item View Item