ANALISIS PENGARUH KEJUTAN VARIABEL MAKROEKONOMI DAN PASAR MODAL GLOBAL TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN DI BURSA EFEK INDONESIA

Sinuhaji, Viensusanto (2011) ANALISIS PENGARUH KEJUTAN VARIABEL MAKROEKONOMI DAN PASAR MODAL GLOBAL TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN DI BURSA EFEK INDONESIA. Masters thesis, UNIMED.

[img]
Preview
Text
809625021 Judul.pdf - Published Version

Download (94kB) | Preview
[img]
Preview
Text
809625021 Lembar Pengesahan.pdf - Published Version

Download (255kB) | Preview
[img]
Preview
Text
809625021 Abstrak.pdf - Published Version

Download (277kB) | Preview
[img]
Preview
Text
809625021 Kata Pengantar.pdf - Published Version

Download (160kB) | Preview
[img]
Preview
Text
809625021 Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (295kB) | Preview
[img]
Preview
Text
809625021 Daftar Tabel.pdf - Published Version

Download (92kB) | Preview
[img]
Preview
Text
809625021 Daftar Lampiran.pdf - Published Version

Download (45kB) | Preview
[img]
Preview
Text
809625021 Daftar Gambar.pdf - Published Version

Download (80kB) | Preview
[img]
Preview
Text
809625021 Bab I.pdf - Published Version

Download (781kB) | Preview
[img]
Preview
Text
809625021 Bab V.pdf - Published Version

Download (381kB) | Preview
[img]
Preview
Text
809625021 Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (398kB) | Preview

Abstract

Integrasi pasar modal global berdampak semakin ketatnya situasi moneter dan finansial yang tercermin dari Nilai tukar Rupiah (KURS), jumlah uang beredar (JUB) dan tingkat suku bunga (SBI). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh faktor kejutan variabel makroekonomi dan pasar modal global terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hasil estimasi dengan menggunakan Vector Autoregression (VAR) menunjukkan bahwa variabel yang memiliki kontribusi terbesar terhadap IHSG adalah KURSt.2, variabel yang memiliki kontribusi terbesar terhadap NYSE adalah FTSEt.1. variabel yang memiliki kontribusi terbesar terhadap FTSE adalah KURS, variabel yang memiliki kontribusi terbesar terhadap HS adalah KURS, variabel yang memiliki kontribusi terbesar terhadap SBI adalah IHSG, variabel yang memiliki kontribusi terbesar terhadap JUB adalah IHSG dan variabel yang memiliki kontribusi terbesar terhadap KURS adalah HSt.1. Hasil Impulse Response Function (IRF) menunjukkan bahwa IHSG berkontribusi positif terhadap perubahan IHSG itu sendiri, NYSE berkontribusi positif terhadap perubahan IHSG, FTSE berkontribusi positif terhadap perubahan IHSG, HS berkontribusi negatif terhadap perubahan IHSG, JUB berkontribusi positif terhadap perubahan IHSG dan KURS berkontribusi positif terhadap perubahan IHSG tersebut. Berdasarkan analisis Variance Decomposition secara umum dapat dinyatakan bahwa masing-masing variabel dapat saling menjelaskan apabila terjadi shock terhadap salah satu variabel, namun porsi penjelasan masing-masing variabel didominasi oleh dirinya sendiri. Dengan kata lain bahwa, dinamika masing-masing variabel dipengaruhi oleh dinamika pergerakan variabel-variabel itu sendiri. Disarankan supaya otoritas BI menjaga kestabilan rupiah dan tingkat suku bunga BI yang rendah agar investor lebih tertarik kepada pasar modal.

Item Type: Thesis (Masters)
Contributors:
ContributionNameNIP
Thesis advisorManurung, JonniUNSPECIFIED
Thesis advisorSahyar, 196004261985031003
Call Number: 332.632 22 Sin a
Keywords: Suku bunga; Nilai tukar; Pasar modal; Uang beredar; Pasar keuangan; Integrasi pasar; Keuangan global; Indeks Harga Saham Gabungan
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory. Demography
Divisions: Program Pasca Sarjana > Ilmu Ekonomi
Depositing User: Mr Aris Hadiana
Date Deposited: 09 Apr 2016 08:13
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/3421

Actions (login required)

View Item View Item