PERUBAHAN ENKULTURASI PADA ANAK-ANAK ETNIK ANGKOLA DI PERKOTAAN : STUDI DI KELURAHAN BINJAI KECAMATAN MEDAN DENAI

Siregar, Yurmaini (2010) PERUBAHAN ENKULTURASI PADA ANAK-ANAK ETNIK ANGKOLA DI PERKOTAAN : STUDI DI KELURAHAN BINJAI KECAMATAN MEDAN DENAI. Masters thesis, UNIMED.

[img]
Preview
Text
1-082188510036 Pengantar.pdf - Published Version

Download (75kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2-082188510036 Abstrak.pdf - Published Version

Download (52kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3-082188510036 Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (28kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4-082188510036 Bab I.pdf - Published Version

Download (302kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5-082188510036 Bab V.pdf - Published Version

Download (70kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6-082188510036 Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (58kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini mengungkapkan bagaimana penerapan nilai-nilai budaya kelompok etnik Angkola kepada anak-anak mereka ketika telah bermukim di kawasan perkotaan. Dalam sistem proses pembelajaran nilai-nilai budaya oleh anak-anak ternyata memperlihatkan suatu perubahan. lni terlihat dalam penerapan nilai-nilai budaya Poda Na Lima (nasehat yang lima).Untuk mengungkapkan data tersebut, maka dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif interpretative. Data di lapangan diperoleh melalui teknik observasi partisipasi, wawancara, dan studi literatur.Tujuan penelitian ini menguraikan adat istiadat pola asuh kelompok etnik Angkola dan melihat perubahan-perubahan yang terjadi akibat beberapa faktor yang melatarbelakanginya. Selanjutnya menganalisa berbagai problematika yang dihadapi oleh keluarga Angkola di Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai dalam melakukan pewarisan nilai-nilai budaya dalam proses enkulturasi kepada anak-anaknya.Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa kelompok etnik Angkola mempunyai peran penting dalam melakukan proses enkulturasi (pembudayaan) melalui upaya melibatkan anak-anak pada acara-acara seperti Siluluton (duka cita) dan Siriaon (suka cita). Selain itu juga anak-anak selalu diberikan nasehat yang merupakan nilai budaya yang fundamental pada setiap kelompok etnik Angkola yang disebut oleh mereka dalam istilah Poda Na Lima yang artinya nasehat yang lima. Ternyata dalam situasi kehidupan perkotaan, nilai budaya yang paling fundamental tersebut tidak dilaksanakan sepenuhnya, karena adanya pengaruh beberapa faktor seperti perubahan pola kerja ibu rumah tangga, lingkungan, sekolah dan media cetak dan elektronik, serta pemilihan-pemilihan tenaga pendamping (pengaruh) anak. Melalui data tersebut secara tersirat dapat diketahui bagaimana problematika yang dihadapai oleh keluarga etnik Angkola dalam melakukan proses enkulturasi (pembudayaan) kepada anak-anaknya. Pada akhir penelitian ini ditemukan proses enkulturasi (pembudayaan) anak-anak Angkola diperkotaan mengalami perubahan. Anak-anak Angkola di perkotaan tidak lagi menjalankan keseluruhan poda na lima (nasehat yang lima) yang merupakan nilai budaya yang paling fundamental dalam keluarga etnik Angkola.

Item Type: Thesis (Masters)
Contributors:
ContributionNameNIP
Thesis advisorAzhari, IchwanUNSPECIFIED
Thesis advisorUsman, PellyUNSPECIFIED
Call Number: 303.482 Sir p
Keywords: Batak Anak; Etnik; Angkola (Indonesian People); Ethnic; Enkulturisasi; Perkotaan; Angkola
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology > GN301 Ethnology. Social and cultural anthropology
Divisions: Program Pasca Sarjana > Antropologi Sosial
Depositing User: Mr Aris Hadiana
Date Deposited: 09 Apr 2016 08:13
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/3218

Actions (login required)

View Item View Item