MAKNA PERNIKAHAN DINI BAGI ORANG TUA PADA MASYARAKAT PENGEMIS DI DUSUN PELANGGARAN, BRATA TINGGI KECAMATAN TLANAKAN KABUPATEN PAMEKASAN MADURA

Susilo, Singgih (2017) MAKNA PERNIKAHAN DINI BAGI ORANG TUA PADA MASYARAKAT PENGEMIS DI DUSUN PELANGGARAN, BRATA TINGGI KECAMATAN TLANAKAN KABUPATEN PAMEKASAN MADURA. In: Seminar Nasional Tahunan Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial, 20 Oct 2017, Medan.

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://semnastafis.unimed.ac.id/wp-content/uploads...

Abstract

Pernikahan memiliki aturan dan hukum yang berlaku baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Usia seseorang untuk menikah telah dijabarkan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, yaitu seseorang yang belum mencapai usia 21 tahun harus mendapat izin dari orang tua terlebih dahulu sebelum melangsungkan pernikahan atau telah berusia 19 tahun bagi pria dan sudah mencapai usia 16 tahun bagi wanita. Adapun terjadinya pernikahan usia dini banyak dipengaruhi faktor sosial, ekonomi, psikologis dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah kontek sosial orang tua, dan makna pernikahan usia dini bagi orang tua. Jenis penelitian termasuk penelitian kualitatif dengan jumlah subyek 9 keluarga pada masyarakat pengemis .Analisis penelitian menggunakan pendekatan fenomenologi dengan perpekstif fenomenologi Alfred Schutz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konteks sosial desa penelitian merupakan desa yang memiliki angka putus sekolah tergolong tinggi, Tingkat pendidikan subyek tergolong rendah. Pekerjaan sebagian besar subjek adalah petani, Mereka bertani dengan system bagi hasil karena menanam di lahan orang lain. Makna pernikahan usia dini bagi orang tua di dusun Pelangaran, Desa Branta Tinggi ditemukan dua pemaknaan pernikahan dini oleh orang tua yaitu 1) Pernikahan Usia Dini dimaknai Sebagai Upaya Menghindari Sangkal adalah subyek Bapak Bunari, Bapak Misli, Bapak Buyat, Bapak Mattarah dan Ibu Niten. 2) Pernikahan dini dimaknai sebagai pengurangan beban ekonomi keluarga, adalah subyek Ibu Mulyanah, dan Ibu Marianah. 3) Pernikasan dini dimaknai sebagai Silahturohmi terjadi pada subyek Ibu Satiyah dan Ibu Mulyanah.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Keywords: Orangtua; Pernikahan dini; Konteks sosial; Budaya; Pemahaman; Pantangan
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology > GN301 Ethnology. Social and cultural anthropology
G Geography. Anthropology. Recreation > GR Folklore > GR430 Folklore relating to private life
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman > HQ503 The family. Marriage. Home
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial
Depositing User: Mrs Harly Christy Siagian
Date Deposited: 29 Nov 2017 03:30
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/27569

Actions (login required)

View Item View Item